MODUL AJAR Pendidikan Pancasila — Kelas 4 (Fase B) Topik: Bab 1 — Mengenal Lingkungan Sekitar INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Bab 1 — Mengenal Lingkungan Sekitar |
|---|
| Alokasi Waktu | 38 JP (38 x 35 menit = 1330 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 19 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 4.1.1 Membedakan identitas masyarakat di lingkungan sekitar sesuai budaya, suku bangsa, bahasa, agama dan kepercayaannya
- TP 4.1.2 Menghargai identitas masyarakat di lingkungan sekitar sesuai budaya, suku bangsa, bahasa, agama dan kepercayaannya
- TP 4.1.3 Mengidentifikasi lingkungan tempat tinggal (RT, RW, desa atau kelurahan, dan kecamatan) sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
- TP 4.1.4 Menunjukkan perilaku bekerja sama dalam berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di lingkungan sekitar
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Mengapa tetangga di sekitar tempat tinggal kita bisa berasal dari suku bangsa yang berbeda-beda?
- Bagaimana caramu membedakan ciri khas asal suku bangsa teman atau tetangga di lingkungan sekitarmu?
- Apa saja bentuk keragaman budaya yang sering kamu lihat di sekitar tempat tinggalmu?
- Bagaimana caramu membedakan kesenian atau pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia?
- Kata sapaan apa yang biasa kamu dengar dari tetangga di sekitar rumahmu selain bahasa Indonesia?
- Bagaimana kita bisa membedakan asal daerah seseorang hanya dari kata atau bahasa daerah yang diucapkannya?
- Apa saja agama dan kepercayaan yang ada di sekitar tempat tinggal kita?
- Bagaimana kita mengenali perbedaan tempat ibadah dan hari besar dari tiap-tiap agama atau kepercayaan tersebut?
- Apa yang sebaiknya kita lakukan jika tetangga atau teman kita menampilkan tarian daerah atau pakaian adat yang berbeda dari kita?
- Mengapa kita perlu bersikap sopan dan menghargai ketika melihat warga di lingkungan sekitar merayakan tradisi suku atau budaya mereka?
- Apa yang sebaiknya kita lakukan saat mendengar tetangga atau teman berbicara menggunakan bahasa daerah yang berbeda dengan bahasa kita?
- Mengapa kita tidak boleh mengejek atau menertawakan orang yang logat atau bahasa daerahnya berbeda saat berbicara di lingkungan sekitar?
- Apa yang kamu lakukan jika teman di sebelahmu sedang berdoa sesuai ajaran agamanya sebelum makan?
- Mengapa kita harus menjaga ketenangan saat warga di lingkungan sekitar kita sedang melaksanakan ibadah?
- Mengapa kita perlu menghargai tetangga yang memiliki suku, budaya, bahasa, atau agama yang berbeda dengan kita?
- Sikap seperti apa yang menunjukkan bahwa kita menghargai keragaman identitas masyarakat di sekitar tempat tinggal kita?
- Apakah kamu tahu nomor RT tempat tinggalmu?
- Siapakah pemimpin organisasi masyarakat terkecil di dekat rumahmu?
- Mengapa lingkungan RT tempat tinggal kita merupakan bagian penting dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia?
- Setelah kita mengenal RT pada pertemuan sebelumnya, wilayah apa yang menaungi beberapa RT di sekitar tempat tinggal kita?
- Apa saja peran dan tugas pengurus Rukun Warga (RW) bagi warga di lingkungan tempat tinggal?
- Apakah tempat tinggalmu termasuk dalam wilayah desa atau kelurahan?
- Siapakah pemimpin di lingkungan tempat tinggal setingkat desa atau kelurahan?
- Mengapa wilayah desa atau kelurahan merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)?
- Siapakah pemimpin pemerintahan di tingkat kecamatan tempat tinggal kita?
- Mengapa wilayah beberapa desa atau kelurahan digabungkan ke dalam satu wilayah kecamatan?
- Bagaimana kedudukan kecamatan dalam susunan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia?
- Bagaimanakah urutan susunan tingkatan wilayah tempat tinggal kita mulai dari yang paling kecil hingga tingkat kecamatan?
- Mengapa wilayah RT, RW, desa/kelurahan, dan kecamatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)?
- Pernahkah kamu bekerja sama dengan tetangga atau teman yang berbeda suku bangsa?
- Apa yang akan terjadi jika kita menolak bekerja sama dengan warga hanya karena berbeda suku bangsa?
- Di lingkungan sekitar kita terdapat warga dengan berbagai latar belakang pekerjaan dan kondisi ekonomi. Bagaimana cara kita tetap bisa bekerja sama dengan rukun?
- Mengapa perbedaan status sosial tidak boleh menghalangi warga untuk saling membantu saat kerja bakti atau kegiatan lingkungan?
- Apa kegiatan warga di lingkungan sekitar yang biasanya melibatkan berbagai kesenian dan tradisi daerah?
- Bagaimana caramu bekerja sama dengan teman yang memiliki kebiasaan atau budaya daerah berbeda saat mempersiapkan pentas seni budaya?
- Apa yang biasanya dilakukan warga di sekitar tempat tinggalmu ketika ada fasilitas umum yang rusak atau kotor?
- Bagaimana cara kita ikut bergotong royong bersama warga yang memiliki latar belakang suku dan budaya yang berbeda-beda?
- Apa yang akan terjadi jika lingkungan sekitar kita yang dihuni oleh warga dari berbagai suku dan latar belakang dibiarkan kotor?
- Bagaimana cara kita bekerja sama menjaga kebersihan lingkungan bersama teman-teman yang berbeda latar belakang?
- Bagaimana kita menunjukkan pemahaman tentang keragaman identitas warga dan susunan wilayah tempat tinggal kita?
- Mengapa sikap saling menghargai dan kerja sama sangat penting saat kita beraktivitas bersama orang lain yang beragam?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Membedakan Keragaman Suku Bangsa di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.1.1 Membedakan identitas masyarakat di lingkungan sekitar sesuai budaya, suku bangsa, bahasa, agama dan kepercayaannya
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kesiapan belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan kegiatan hari ini, yaitu belajar membedakan keragaman suku bangsa di lingkungan sekitar (2 menit).
- Guru melakukan diagnostik awal dengan membacakan teks komik singkat 'Kita Indonesia' dan meminta murid menjawab 2 pertanyaan lisan: (1) 'Dani mengenakan pakaian Ning dari Jawa Timur dan tetangganya Made dari Bali, apakah asal suku bangsa mereka sama atau berbeda?' (acuan jawaban: berbeda; Dani mewakili Jawa Timur/Suku Jawa dan Made Suku Bali); (2) 'Jika Dayak berasal dari Kalimantan dan Bugis dari Sulawesi, sebutkan minimal 2 nama suku bangsa tersebut!' (acuan jawaban: suku Dayak dan suku Bugis) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid mengamati gambar ilustrasi 4 anak dengan busana adat khas suku bangsa di lingkungan sekitar yang ditampilkan guru: Anak A (Baju Bodo - Suku Bugis), Anak B (Pakaian Ning - Suku Jawa), Anak C (Payas Agung - Suku Bali), dan Anak D (Baju Burai Satay - Suku Dayak) (8 menit).
- Dengan bimbingan guru, murid menelaah ciri khas asal daerah masing-masing suku bangsa tersebut untuk memahami perbedaan suku bangsa di lingkungan masyarakat sekitar (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Secara berpasangan, murid memainkan permainan tantangan 'Kartu Detektif Suku Bangsa': setiap pasangan menerima 4 kartu profil warga: (1) Pak Joko (asal Jawa, suka blangkon), (2) Bu Wayan (asal Bali, mengenakan kamen), (3) Daeng Rasyid (asal Sulawesi Selatan, suku Bugis), dan (4) Kak Anang (asal Kalimantan Tengah, suku Dayak) (12 menit).
- Setiap pasangan murid membedakan dan mengelompokkan 4 kartu profil tersebut ke dalam papan bagan 4 suku bangsa yang tepat: Suku Jawa, Suku Bali, Suku Bugis, dan Suku Dayak (acuan: Kartu 1 -> Suku Jawa; Kartu 2 -> Suku Bali; Kartu 3 -> Suku Bugis; Kartu 4 -> Suku Dayak) (13 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Cek Pemahaman Mandiri berisi 4 soal menjodohkan nama tokoh warga tetangga dengan asal suku bangsanya (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil pengelompokan suku bangsa dan menyadari pentingnya mengenali keragaman suku bangsa yang ada di lingkungan tetangga sekitar (5 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan cara membedakan keragaman suku bangsa di lingkungan sekitar berdasarkan asal daerah dan ciri identitasnya (3 menit).
- Guru memberi umpan balik hasil pengelompokan kartu dan menutup sesi dengan doa serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu profil warga yang dilengkapi gambar petunjuk visual daerah bagi murid yang memerlukan scaffolding, serta teks deskripsi profil warga yang lebih rinci bagi murid yang cepat.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung kepada murid yang masih kesulitan membedakan asal daerah suku bangsa, sementara murid yang sudah mahir menyelesaikan tugas klasifikasi secara mandiri.
- Produk: Murid dapat menunjukkan pembedaan suku bangsa melalui penempelan kartu profil bergambar atau menuliskan nama suku bangsa pada tabel bagan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan berdasarkan komik 'Kita Indonesia' dengan 2 pertanyaan: (1) Menentukan apakah Dani (Jawa Timur) dan Made (Bali) memiliki asal suku bangsa yang sama atau berbeda (acuan: berbeda); (2) Menyebutkan 2 nama suku bangsa yang terdapat pada dialog komik (acuan: suku Dayak dan suku Bugis).
Proses:- Observasi ketepatan murid saat membedakan dan memasangkan 4 kartu profil warga ke bagan suku bangsa (acuan: Pak Joko -> Suku Jawa; Bu Wayan -> Suku Bali; Daeng Rasyid -> Suku Bugis; Kak Anang -> Suku Dayak).
Akhir Pertemuan:- Pengerjaan lembar cek pemahaman mandiri membedakan suku bangsa: (1) Siti berasal dari Solo -> Suku Jawa; (2) Nyoman berasal dari Denpasar -> Suku Bali; (3) Andi berasal dari Makassar -> Suku Bugis; (4) Lawing berasal dari Palangkaraya -> Suku Dayak (acuan penilaian: minimal 3 dari 4 butir dijodohkan secara tepat).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja berpasangan mengelompokkan 4 Kartu Detektif Suku Bangsa ke bagan suku bangsa yang tepat.
- Tes tertulis singkat menjodohkan 4 profil tetangga dengan nama suku bangsanya pada lembar cek pemahaman.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Membedakan keragaman suku bangsa di lingkungan sekitar | Belum mampu membedakan keragaman suku bangsa di lingkungan sekitar (0-1 dari 4 profil suku bangsa dipasangkan tepat). | Mulai mampu membedakan keragaman suku bangsa di lingkungan sekitar dengan bimbingan guru (tepat membedakan 2 dari 4 profil suku bangsa). | Mampu membedakan keragaman suku bangsa di lingkungan sekitar secara tepat dan mandiri (tepat membedakan 3 dari 4 profil suku bangsa: Jawa, Bali, Bugis, Dayak). | Sangat mahir membedakan keragaman suku bangsa di lingkungan sekitar secara tepat dan konsisten (tepat membedakan seluruh 4 profil suku bangsa: Jawa, Bali, Bugis, Dayak tanpa kesalahan). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media kartu profil warga efektif membantu murid membedakan ciri keragaman suku bangsa di lingkungan sekitar?
- Bagian mana dari aktivitas membedakan suku bangsa yang masih membingungkan bagi sebagian murid?
Murid:- Suku bangsa apa saja yang baru kamu kenali dari kegiatan hari ini?
- Bagaimana caramu membedakan asal suku bangsa teman atau tetangga di sekitarmu?
Pertemuan 2 — Membedakan Keragaman Budaya Masyarakat di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.1.1 Membedakan identitas masyarakat di lingkungan sekitar sesuai budaya, suku bangsa, bahasa, agama dan kepercayaannya
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, mengecek kehadiran, dan menyiapkan perlengkapan belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu membedakan unsur keragaman budaya (tari daerah, makanan khas, dan kesenian tradisional) masyarakat di lingkungan sekitar (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 gambar (Gambar A: Tari Saman dari Aceh; Gambar B: Reog Ponorogo dari Jawa Timur) lalu meminta murid menunjukkan perbedaan jenis unsur budayanya (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mencermati teks bergambar 'Identitas Budaya Masyarakat' pada buku siswa yang menampilkan 3 keragaman budaya: (1) Reog Ponorogo dari Jawa Timur (kesenian jaran kepang/kuda lumping), (2) Tari Mandau dari suku Dayak Kalimantan Tengah, dan (3) Tari Cakalele dengan iringan tifa dan suling dari Maluku/Ambon (10 menit).
- Guru membimbing murid membedakan ketiga unsur budaya tersebut berdasarkan kategori: nama kesenian, daerah asal, dan ciri khas pertunjukannya melalui tanya jawab terbimbing (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid membentuk kelompok berpasangan untuk memainkan tantangan mencocokkan 'Kartu Budaya Nusantara', yaitu memasangkan 4 kartu unsur budaya dengan daerah asalnya: (1) Makanan Rendang -> Minangkabau/Sumatera Barat; (2) Kesenian Reog Ponorogo -> Jawa Timur; (3) Tarian Cakalele -> Maluku/Ambon; (4) Tarian Mandau -> Dayak/Kalimantan Tengah (15 menit).
- Setiap murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja 'Membedakan Unsur Budaya' dengan mengelompokkan 4 kartu profil warga sekitar ke dalam tabel pembeda budaya (Nama Warga, Unsur Budaya, Asal Daerah) secara tepat sesuai acuan materi (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru memeriksa kebenaran hasil pengelompokan tabel pembeda budaya dan mengonfirmasi perbedaan unik dari masing-masing budaya masyarakat tersebut (5 menit).
- Murid menyimpulkan bahwa setiap daerah memiliki ciri khas budaya yang berbeda, dan kemampuan membedakan keragaman tersebut memperkaya pengetahuan tentang masyarakat Indonesia (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung atas ketepatan kerja murid dalam membedakan unsur keragaman budaya pada lembar kerja (3 menit).
- Guru menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya akan mempelajari keragaman bahasa daerah di lingkungan sekitar, lalu menutup kegiatan dengan doa bersama dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu budaya bergambar konkret disertai tulisan penjelas untuk murid yang membutuhkan bantuan visual.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan contoh 1 pasangan kartu terlebih dahulu; murid yang lebih cepat diberikan kartu tambahan berisi 2 unsur budaya lain (Gudeg -> D.I. Yogyakarta; Tari Pendet -> Bali) untuk dibedakan.
- Produk: Tingkat kemandirian murid disesuaikan, mulai dari melengkapi tabel berstruktur hingga menuliskan pembeda ciri budaya secara mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Murid mengamati 2 gambar: Gambar A (Tari Saman) dan Gambar B (Reog Ponorogo), lalu menjawab pertanyaan guru: 'Apa perbedaan jenis kesenian dan asal daerah dari kedua gambar tersebut?' (Acuan jawaban: Gambar A adalah tarian/seni tari dari Aceh; Gambar B adalah seni pertunjukan/reog dari Jawa Timur).
Proses:- Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid saat memasangkan 4 kartu budaya pada permainan kartu berpasangan: (1) Makanan Rendang -> Minangkabau/Sumatera Barat; (2) Kesenian Reog Ponorogo -> Jawa Timur; (3) Tarian Cakalele -> Maluku/Ambon; (4) Tarian Mandau -> Dayak/Kalimantan Tengah (Acuan: 4 pasangan kartu tepat).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis melalui Lembar Kerja membedakan 4 identitas budaya warga: (1) Pak Dani: makan Papeda -> Maluku/Papua; (2) Bu Dewi: menyajikan Rendang -> Minangkabau/Sumatera Barat; (3) Pak Made: menari Kecak -> Bali; (4) Bu Siti: memainkan Angklung -> Jawa Barat. Dinilai dari ketepatan menentukan daerah asal dan bentuk unsur budaya (Acuan: tepat 4 dari 4 pasangan).
Formatif:- Tes lisan diagnostik awal (membedakan 2 gambar kesenian daerah)
- Observasi unjuk kerja permainan memasangkan kartu budaya
- Penugasan tertulis lembar kerja membedakan keragaman budaya
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Membedakan keragaman budaya masyarakat di lingkungan sekitar | Belum mampu membedakan unsur budaya daerah (hanya membedakan 0-1 unsur secara tepat sesuai acuan) | Mulai mampu membedakan unsur budaya daerah dengan membedakan 2 unsur secara tepat sesuai acuan | Mampu membedakan 3-4 unsur budaya daerah beserta daerah asalnya secara tepat sesuai acuan dengan sedikit bimbingan | Sangat mahir membedakan seluruh (4) unsur budaya daerah beserta ciri pembedanya secara tepat dan mandiri |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan kartu bergambar efektif membantu murid membedakan unsur keragaman budaya masyarakat?
- Bagian mana dari kegiatan yang paling menarik minat murid dalam mengeksplorasi budaya daerah?
Murid:- Budaya daerah mana yang paling mudah kamu kenali perbedaannya hari ini?
- Apa hal baru yang kamu pelajari tentang keragaman budaya teman atau tetanggamu?
Pertemuan 3 — Membedakan Keragaman Bahasa Daerah di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.1.1 Membedakan identitas masyarakat di lingkungan sekitar sesuai budaya, suku bangsa, bahasa, agama dan kepercayaannya
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan memandu doa singkat (2 menit).
- Guru mengaitkan materi sebelumnya tentang keragaman suku dan budaya dengan keberagaman bahasa daerah yang ada di lingkungan sekitar (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 kata sapaan: 'Matur nuwun' dan 'Hatur nuhun', lalu meminta murid membedakan asal daerah kedua kata sapaan tersebut (acuan: 'Matur nuwun' dari Jawa/Jawa Tengah/Jawa Timur/DIY; 'Hatur nuhun' dari Sunda/Jawa Barat) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati tabel 4 kosakata sapaan dalam bahasa daerah di lingkungan sekitar: (1) 'Bula' / 'Tabe' (Bugis/Makassar), (2) 'Horas' (Batak/Sumatera Utara), (3) 'Sugeng enjang' (Jawa), dan (4) 'Wilujeng enjing' (Sunda) (10 menit).
- Murid secara mandiri membandingkan ciri khas kosakata sapaan tersebut untuk mengenali perbedaan identitas asal daerah masyarakat penuturnya (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan kuis permainan cepat 'Tebak Kartu Bahasa Daerah' untuk menjodohkan 4 kartu kata ucapan terima kasih dengan suku/daerah asalnya secara menggembirakan: Kartu 1 'Matur nuwun' -> Suku Jawa, Kartu 2 'Hatur nuhun' -> Suku Sunda, Kartu 3 'Mauliate' -> Suku Batak, Kartu 4 'Matur suksma' -> Suku Bali (acuan: pasangan tepat tersebut) (15 menit).
- Murid mengerjakan lembar kerja mandiri untuk membedakan identitas asal daerah penutur berdasarkan 4 kalimat percakapan singkat sehari-hari di lingkungan sekitar: (1) 'Sampurasun, kumaha damang?' (bahasa Sunda, Jawa Barat); (2) 'Pripun kabare, Mas?' (bahasa Jawa, Jawa Tengah/DIY/Jawa Timur); (3) 'Aga kareba?' (bahasa Bugis/Makassar, Sulawesi Selatan); (4) 'Kenken kabare?' (bahasa Bali, Bali) (acuan: keempat identifikasi asal bahasa/daerah tersebut benar) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru menelaah kembali hasil lembar kerja dan menyimpulkan bagaimana perbedaan bahasa daerah menjadi tanda pengenal keberagaman identitas masyarakat di lingkungan sekitar (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil kerja murid dalam membedakan 4 bahasa daerah pada lembar kerja (3 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan memberikan gambaran singkat topik pertemuan berikutnya (keragaman agama dan kepercayaan) serta doa penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu kata yang dilengkapi bendera atau simbol visual daerah bagi murid yang memerlukan dukungan visual.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan daftar padanan kata; murid yang mahir diberikan tantangan tambahan untuk membedakan 2 kata sapaan daerah lainnya ('Njuah-njuah' dari Pakpak/Batak dan 'Tabea' dari Minahasa/Maluku).
- Produk: Murid dapat menunjukkan perbedaan bahasa daerah dengan menuliskan pasangan daerah asal atau menghubungkan garis pada lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan membedakan asal daerah dari dua kata sapaan: 'Matur nuwun' dan 'Hatur nuhun' (acuan jawaban: 'Matur nuwun' = bahasa Jawa/Jawa Tengah/DIY/Jatim; 'Hatur nuhun' = bahasa Sunda/Jawa Barat).
Proses:- Formatif lembar kerja: ketepatan membedakan 4 identitas asal daerah penutur berdasarkan sapaan: (1) 'Sampurasun, kumaha damang?' -> Sunda/Jawa Barat; (2) 'Pripun kabare, Mas?' -> Jawa/Jateng/DIY/Jatim; (3) 'Aga kareba?' -> Bugis/Sulawesi Selatan; (4) 'Kenken kabare?' -> Bali (acuan: kunci pasangan tepat untuk 4 butir).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup lisan: menyebutkan perbedaan asal suku/daerah penutur kata 'Mauliate' dan 'Matur suksma' (acuan: 'Mauliate' = Batak/Sumatera Utara; 'Matur suksma' = Bali).
Formatif:- Kuis tebak kartu kosakata bahasa daerah (unjuk kerja menjodohkan)
- Lembar kerja membedakan identitas asal penutur berdasarkan kalimat sapaan bahasa daerah
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Membedakan keragaman bahasa daerah di lingkungan sekitar | Membedakan kurang dari 2 identitas asal bahasa daerah dengan tepat dari 4 butir acuan (acuan: Sunda, Jawa, Bugis, Bali). | Membedakan tepat 2 dari 4 identitas asal bahasa daerah dengan bimbingan (acuan: Sunda, Jawa, Bugis, Bali). | Membedakan tepat 3 sampai 4 identitas asal bahasa daerah secara mandiri (acuan: Sunda, Jawa, Bugis, Bali). | Membedakan seluruh (4 dari 4) identitas asal bahasa daerah secara mandiri serta tepat membedakan 2 contoh sapaan daerah tambahan (acuan tambahan: 'Njuah-njuah' = Batak Pakpak/Sumut, 'Tabea' = Minahasa/Sulut atau Maluku). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan asal bahasa daerah dari kosakata sapaan yang diberikan?
- Apakah media kartu kata efektif membantu murid membedakan keragaman bahasa daerah di sekitar?
Murid:- Bahasa daerah apa saja yang baru kamu ketahui asal usulnya pada hari ini?
- Bagian mana dari membedakan bahasa daerah yang paling mudah atau paling sulit bagimu?
Pertemuan 4 — Membedakan Keragaman Agama dan Kepercayaan di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.1.1 Membedakan identitas masyarakat di lingkungan sekitar sesuai budaya, suku bangsa, bahasa, agama dan kepercayaannya
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan mengajak murid berdoa sesuai keyakinan masing-masing (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan menanyakan: 'Sebutkan 3 agama resmi di Indonesia beserta tempat ibadahnya!' (acuan jawaban: Islam - Masjid; Kristen/Katolik - Gereja; Hindu - Pura; Buddha - Vihara; Konghucu - Kelenteng/Litang) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membedakan ragam agama dan kepercayaan di lingkungan sekitar berdasarkan nama agama/kepercayaan, tempat ibadah, dan hari besarnya (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mengamati tabel dan bagan 6 agama resmi (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu) dan kepercayaan terhadap Tuhan YME (misalnya Sunda Wiwitan atau Kaharingan) yang ditampilkan guru (7 menit).
- Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati ciri pembeda identitas keagamaan: nama agama/kepercayaan, sebutan tempat ibadah, dan nama hari besarnya (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid melakukan permainan edukatif berpasangan 'Tebak Kartu Identitas Agama': secara bergantian murid mengambil satu kartu petunjuk dan pasangannya menebak identitas agamanya (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja 'Membedakan Identitas Agama dan Kepercayaan' berisi 5 butir soal menjodohkan ciri dengan nama agama/kepercayaan yang tepat: (1) Hari Raya Idulfitri dan tempat ibadah Masjid -> Islam; (2) Hari Raya Natal dan tempat ibadah Gereja -> Kristen/Katolik; (3) Hari Raya Nyepi dan tempat ibadah Pura -> Hindu; (4) Hari Raya Waisak dan tempat ibadah Vihara -> Buddha; (5) Hari Raya Tahun Baru Imlek dan tempat ibadah Kelenteng -> Konghucu (acuan kunci: 1-Islam, 2-Kristen/Katolik, 3-Hindu, 4-Buddha, 5-Konghucu) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru memeriksa hasil lembar kerja dan memverifikasi ketepatan pembedaan identitas tiap agama dan kepercayaan (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan ciri pembeda agama dan kepercayaan di lingkungan sekitar (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap keragaman identitas agama/kepercayaan di sekitar kita dan menutup sesi pembelajaran dengan doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu gambar visual tempat ibadah dan simbol hari besar bagi murid yang membutuhkan scaffolding visual konkret.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan perbandingan (cheat-sheet tabel identitas), sedangkan murid yang cepat membedakan diberikan tantangan membedakan tambahan kepercayaan lokal (misal: Kaharingan/Sunda Wiwitan).
- Produk: Format isian lembar kerja dapat berupa menjodohkan garis untuk murid yang lambat, atau melengkapi tabel kosong untuk murid yang cepat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan di awal pembelajaran: 'Sebutkan 3 agama di Indonesia beserta tempat ibadahnya!' (Acuan jawaban benar jika menyebut 3 pasangan valid dari: Islam - Masjid; Kristen - Gereja; Katolik - Gereja; Hindu - Pura; Buddha - Vihara; Konghucu - Kelenteng).
Proses:- Pengerjaan Lembar Kerja mandiri berisi 5 butir soal pembedaan identitas agama/kepercayaan: (1) Ciri: Idulfitri & Masjid (acuan: Islam); (2) Ciri: Natal & Gereja (acuan: Kristen/Katolik); (3) Ciri: Nyepi & Pura (acuan: Hindu); (4) Ciri: Waisak & Vihara (acuan: Buddha); (5) Ciri: Imlek & Kelenteng (acuan: Konghucu).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru menyebutkan satu nama hari besar/tempat ibadah (misalnya 'Waisak dan Vihara'), murid secara serentak menyebutkan identitas agama yang sesuai (acuan: Buddha).
Formatif:- Tanya jawab diagnostik awal pembelajaran mengenai nama agama dan tempat ibadah
- Pemeriksaan lembar kerja menjodohkan 5 identitas agama dan kepercayaan di Indonesia
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Membedakan Keragaman Agama dan Kepercayaan | Mampu membedakan 1 dari 5 identitas agama/kepercayaan dengan benar berdasarkan ciri tempat ibadah dan hari besarnya. | Mampu membedakan 2-3 dari 5 identitas agama/kepercayaan dengan benar berdasarkan ciri tempat ibadah dan hari besarnya. | Mampu membedakan 4 dari 5 identitas agama/kepercayaan dengan benar berdasarkan ciri tempat ibadah dan hari besarnya secara mandiri. | Mampu membedakan seluruh (5 dari 5) identitas agama/kepercayaan dengan benar berdasarkan ciri tempat ibadah dan hari besarnya secara tepat dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media tabel dan kartu gambar efektif membantu murid membedakan keragaman agama dan kepercayaan?
- Apakah seluruh murid aktif terlibat dalam latihan membedakan identitas agama dan kepercayaan?
Murid:- Apa hal baru yang kamu ketahui tentang tempat ibadah dan hari besar agama lain hari ini?
- Bagian mana dari membedakan agama dan kepercayaan yang paling mudah atau sulit bagimu?
Pertemuan 5 — Menghargai Perbedaan Suku Bangsa dan Budaya Warga Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.1.2 Menghargai identitas masyarakat di lingkungan sekitar sesuai budaya, suku bangsa, bahasa, agama dan kepercayaannya
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
- Guru mengaitkan pembelajaran sebelumnya tentang membedakan keragaman dengan pertanyaan: 'Bagaimana sikap kita bila memiliki teman berbeda suku bangsa dan budaya?' (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menentukan dan menunjukkan sikap menghargai perbedaan suku bangsa dan budaya warga di lingkungan sekitar (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: murid diminta mengangkat tangan jempol ke atas jika pernyataan menunjukkan sikap menghargai suku/budaya lain, atau jempol ke bawah jika tidak menghargai, terhadap 2 pernyataan lisan: (1) Menertawakan pakaian adat tetangga yang berbeda bentuk (acuan: jempol ke bawah/tidak menghargai); (2) Bertepuk tangan memuji penampilan tari daerah teman (acuan: jempol ke atas/menghargai) (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan guru melalui teks narasi 'Karnaval Budaya di Lingkungan Warga' tentang contoh wujud sikap menghargai perbedaan suku bangsa dan budaya (seperti memuji keunikan budaya lain, tidak mengejek asal suku teman, dan bersikap sopan saat menyaksikan festival budaya) (10 menit).
- Murid menjawab kuis cepat 'Tebak Sikap Menghargai' secara antusias menggunakan kartu tanda Hijau (Sikap Menghargai) dan Merah (Bukan Menghargai) untuk 3 kasus cepat: (1) Menyebut tradisi suku lain aneh (Merah); (2) Menonton karnaval pakaian adat tetangga dengan tertib (Hijau); (3) Mau berteman tanpa mempermasalahkan suku asal (Hijau) (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menerima Lembar Kerja Klasifikasi Sikap yang berisi 4 kartu narasi situasi di lingkungan warga untuk diklasifikasikan ke dalam kolom 'Menghargai' atau 'Tidak Menghargai': (1) Skenario A: Dodi menonton pertunjukan tari piring Minangkabau tetangganya dan memujinya dengan sopan; (2) Skenario B: Rudi menolak menyapa tetangga baru karena berbeda suku asal; (3) Skenario C: Siti mencela hiasan kepala pakaian adat Dayak yang dikenakan tetangganya saat perayaan 17 Agustus; (4) Skenario D: Ayu mencicipi makanan tradisional gudeg khas suku Jawa pemberian tetangga dengan senang hati (acuan: Skenario A dan D = Menghargai; Skenario B dan C = Tidak Menghargai) (15 menit).
- Murid secara mandiri menuliskan 1 tindakan menghargai yang tepat untuk memperbaiki salah satu situasi 'Tidak Menghargai' (Skenario B atau C), dengan kriteria penerimaan: menuliskan tindakan nyata berupa bersikap ramah, meminta maaf, tidak mengejek, atau mau menyapa teman yang berbeda suku (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil klasifikasi 4 kartu narasi dan membahas mengapa sikap menghargai suku dan budaya tetangga membuat lingkungan rukun dan damai (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan bahwa menghargai suku bangsa dan budaya warga sekitar dilakukan dengan tidak mencela, saling memuji, bersikap sopan, dan berteman baik dengan siapa saja (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik singkat atas ketepatan murid mengklasifikasi sikap menghargai, lalu menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks narasi skenario dengan kalimat yang lebih sederhana dan didampingi visual ilustrasi situasi lingkungan.
- Proses: Murid yang sudah mahir mengerjakan klasifikasi secara mandiri serta menuliskan tindakan perbaikan untuk kedua skenario (B dan C), sedangkan murid yang perlu bimbingan didampingi guru membaca skenario satu per satu.
- Produk: Semua murid menghasilkan klasifikasi pada 4 skenario dan menuliskan minimal 1 alternatif tindakan menghargai.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Respon cepat (jempol ke atas = menghargai, jempol ke bawah = tidak menghargai) terhadap 2 pernyataan lisan: (1) Menertawakan pakaian adat tetangga yang berbeda bentuk (acuan: jempol ke bawah/tidak menghargai); (2) Bertepuk tangan memuji penampilan tari daerah teman (acuan: jempol ke atas/menghargai).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan pengelompokan 4 kartu skenario pada Lembar Kerja: Skenario A (Dodi memuji tari piring tetangga) -> Menghargai; Skenario B (Rudi menolak menyapa tetangga beda suku) -> Tidak Menghargai; Skenario C (Siti mencela hiasan kepala pakaian adat Dayak) -> Tidak Menghargai; Skenario D (Ayu mencicipi makanan tradisional pemberian tetangga) -> Menghargai.
- Pemeriksaan ketepatan 1 tindakan perbaikan untuk skenario tidak menghargai: (acuan kriteria: menyebutkan tindakan nyata seperti menyapa dengan ramah, meminta maaf, menghentikan celaan, atau memuji keunikan adat tetangga).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir lisan: Guru menanyakan satu contoh sikap menghargai jika tetangga di lingkungan tempat tinggal sedang mengadakan tradisi upacara adat suku mereka (kriteria penerimaan: menjawab sikap tenang/tidak mengganggu, bersikap sopan, menonton dengan tertib, atau memberikan ucapan selamat/penghargaan).
Formatif:- Asesmen awal berupa respon cepat jempol terhadap 2 pernyataan sikap menghargai/tidak menghargai perbedaan suku bangsa dan budaya.
- Asesmen proses berupa unjuk kerja kuis kartu tanda dan pemeriksaan ketepatan lembar kerja klasifikasi 4 skenario sikap menghargai serta 1 respon tindakan perbaikan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menghargai perbedaan suku bangsa dan budaya warga di lingkungan sekitar | Mampu mengklasifikasikan 0-1 dari 4 skenario sikap menghargai perbedaan suku bangsa dan budaya dengan tepat. | Mampu mengklasifikasikan 2 dari 4 skenario sikap menghargai perbedaan suku bangsa dan budaya dengan tepat. | Mampu mengklasifikasikan 3 dari 4 skenario sikap menghargai perbedaan suku bangsa dan budaya dengan tepat serta memberikan 1 tindakan perbaikan yang sesuai. | Mampu mengklasifikasikan seluruh (4 dari 4) skenario sikap menghargai perbedaan suku bangsa dan budaya dengan tepat serta memberikan 1 tindakan perbaikan yang sesuai secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah skenario situasi lingkungan warga yang disajikan cukup konkret dan relevan bagi pemahaman murid tentang sikap menghargai perbedaan suku dan budaya?
- Bagaimana keterlibatan murid saat kuis cepat dan analisis lembar kerja berlangsung?
Murid:- Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling menyenangkan?
- Sikap menghargai apa yang akan kamu lakukan jika melihat teman atau tetangga menampilkan budaya daerah asalnya?
Pertemuan 6 — Menghargai Perbedaan Bahasa Daerah Masyarakat di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.1.2 Menghargai identitas masyarakat di lingkungan sekitar sesuai budaya, suku bangsa, bahasa, agama dan kepercayaannya
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan topik pembelajaran yaitu cara menghargai perbedaan bahasa daerah masyarakat di lingkungan sekitar (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan dengan membacakan 2 contoh perilaku terhadap bahasa daerah, lalu meminta murid mengangkat tangan jika perilaku tersebut menunjukkan sikap menghargai: (1) Menertawakan teman yang berbicara dengan logat daerah asal orang tuanya; (2) Mendengarkan dengan sopan ketika tetangga menyapa memakai bahasa daerahnya (acuan: nomor 1 bukan sikap menghargai; nomor 2 adalah sikap menghargai) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru tentang bentuk-bentuk sikap menghargai perbedaan bahasa daerah di lingkungan sekitar, seperti tidak mengejek logat atau dialek tetangga, mau berteman tanpa membeda-bedakan bahasa daerah, dan menghargai keragaman bahasa daerah sebagai kekayaan bersama bangsa Indonesia (10 menit).
- Murid mencermati 4 contoh sikap berikut yang ditampilkan di papan tulis: (1) Mengejek teman yang belum lancar berbahasa Indonesia karena terbiasa memakai bahasa daerah; (2) Mempersilakan tetangga baru berbicara dan berusaha memahami maksudnya dengan sopan; (3) Menolak bermain bersama anak tetangga karena bahasanya asing di telinga; (4) Menghormati teman yang menggunakan bahasa daerahnya saat berbicara dengan keluarganya di lingkungan rumah (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Melalui tantangan berpasangan 'Tebak Sikap Menghargai', murid secara bergiliran membaca dan menentukan klasifikasi 4 kartu pernyataan berikut ke dalam kategori 'Sikap Menghargai' atau 'Bukan Sikap Menghargai': Pernyataan A: 'Menertawakan tetangga yang memiliki logat daerah kental saat berbicara di pos ronda' (Acuan: Bukan Sikap Menghargai); Pernyataan B: 'Mendengarkan dengan penuh perhatian saat teman bercerita tentang kosakata bahasa daerah asalnya' (Acuan: Sikap Menghargai); Pernyataan C: 'Memaksa semua teman di lingkungan sekitar rumah hanya memakai bahasa daerah kita sendiri' (Acuan: Bukan Sikap Menghargai); Pernyataan D: 'Menyapa tetangga secara ramah meskipun tetangga tersebut menjawab menggunakan ungkapan bahasa daerahnya' (Acuan: Sikap Menghargai) (15 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan lembar kerja yang memuat 4 skenario perilaku sehari-hari dengan memberi tanda centang pada kolom 'Menghargai' atau 'Tidak Menghargai': Skenario 1: 'Wayan menyapa dengan bahasa Bali dan Toni tersenyum serta membalas dengan ramah' (Acuan: Menghargai); Skenario 2: 'Rudi meniru-niru logat bicara tetangga baru sambil mengolok-olok' (Acuan: Tidak Menghargai); Skenario 3: 'Siti mempersilakan Bu Asih berbicara bahasa Sunda kepada sesama pedagang tanpa mencibir' (Acuan: Menghargai); Skenario 4: 'Budi menjauhi Doni karena Doni sering menggunakan kosakata bahasa Batak' (Acuan: Tidak Menghargai) (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru memeriksa kebenaran hasil pengelompokan skenario sikap dan menyimpulkan pentingnya membiasakan sikap menghargai orang yang berbeda bahasa daerah agar tercipta kerukunan di lingkungan sekitar (8 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil kerja murid terkait ketepatan menentukan bentuk sikap menghargai perbedaan bahasa daerah (3 menit).
- Guru bersama murid menutup pertemuan dengan mengucap syukur dan salam penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan skenario dengan kalimat yang lebih pendek dan bantuan kartu kata bergambar situasi, sedangkan murid yang mahir diberikan skenario analisis situasi lingkungan warga yang lebih mendalam pada kompetensi menentukan sikap menghargai yang sama.
- Proses: Murid yang masih kesulitan menentukan sikap dibimbing guru dalam kelompok kecil, sedangkan murid yang mandiri langsung menyelesaikan analisis skenario.
- Produk: Semua murid menghasilkan bukti klasifikasi sikap pada lembar kerja, dengan tingkat kemandirian yang disesuaikan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik lisan di awal pembelajaran: murid mengidentifikasi apakah perilaku berikut mencerminkan sikap menghargai bahasa daerah: (1) Menertawakan teman yang berbicara dengan logat daerah asal orang tuanya; (2) Mendengarkan dengan sopan ketika tetangga menyapa memakai bahasa daerahnya. Kriteria penerimaan/acuan jawaban: murid tepat menyebutkan bahwa perilaku 1 bukan sikap menghargai, sedangkan perilaku 2 adalah sikap menghargai.
Proses:- Pengamatan dan pencatatan ketepatan murid dalam menentukan klasifikasi 4 kartu pernyataan pada tantangan berpasangan (Kartu A: Bukan Sikap Menghargai, Kartu B: Sikap Menghargai, Kartu C: Bukan Sikap Menghargai, Kartu D: Sikap Menghargai).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri melalui lembar kerja berisi 4 skenario perilaku di lingkungan sekitar. Kriteria penerimaan/acuan jawaban lengkap: Skenario 1 = Menghargai; Skenario 2 = Tidak Menghargai; Skenario 3 = Menghargai; Skenario 4 = Tidak Menghargai. Target ketercapaian: murid tepat menentukan minimal 3 dari 4 skenario.
Formatif:- Penilaian kinerja dalam tantangan berpasangan mengklasifikasikan 4 kartu pernyataan sikap terhadap bahasa daerah
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri penentuan 4 skenario perilaku menghargai perbedaan bahasa daerah
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menghargai perbedaan bahasa daerah di lingkungan sekitar | Belum mampu membedakan dan menentukan sikap menghargai dari 4 skenario perbedaan bahasa daerah yang disajikan (tepat 0-1 skenario sesuai acuan). | Mulai mampu menentukan sikap menghargai perbedaan bahasa daerah pada 2 skenario dengan bantuan dan arahan guru. | Mampu menentukan sikap menghargai perbedaan bahasa daerah pada 3-4 skenario secara tepat sesuai acuan dengan sedikit bimbingan. | Mampu menentukan seluruh sikap menghargai perbedaan bahasa daerah pada 4 skenario secara tepat sesuai acuan secara konsisten dan mandiri tanpa bimbingan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid telah mampu membedakan perilaku yang menghargai dan tidak menghargai perbedaan bahasa daerah?
- Apakah aktivitas tantangan berpasangan efektif memicu pemahaman murid secara bermakna dan menggembirakan?
Murid:- Apa sikap terbaik yang akan kamu lakukan jika ada teman di lingkungan sekitar yang berbicara dengan bahasa daerah yang tidak kamu mengerti?
- Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling membantumu memahami cara menghargai perbedaan bahasa daerah?
Pertemuan 7 — Menghargai Perbedaan Agama dan Kepercayaan Warga di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.1.2 Menghargai identitas masyarakat di lingkungan sekitar sesuai budaya, suku bangsa, bahasa, agama dan kepercayaannya
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, serta memandu doa pembuka bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu belajar menghargai perbedaan agama dan kepercayaan warga di lingkungan sekitar tempat tinggal (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan menanyakan: 'Sebutkan 1 contoh sikap menghargai teman yang agamanya berbeda saat waktu ibadah tiba!' (acuan jawaban: menjaga ketenangan/tidak membuat kegaduhan, mempersilakan teman beribadah, atau tidak mengganggu) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati teks komik singkat tentang keberagaman tempat ibadah dan perayaan hari besar keagamaan di lingkungan RT/RW sekitar (8 menit).
- Murid bersama guru menelaah 4 bentuk tindakan menghargai perbedaan agama: (1) Menjaga ketenangan saat tetangga beribadah, (2) Tidak memaksakan ajaran agama sendiri kepada pemeluk agama lain, (3) Mengucapkan selamat hari raya atau menghormati hari raya tetangga yang merayakan, dan (4) Tidak merendahkan ajaran atau tempat ibadah agama lain (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan kuis tantangan kartu 'Sikap Menghargai' (Joyful Quiz): murid membaca 4 kartu skenario situasi warga lalu menentukan sikap yang menghargai keberagaman agama secara berpasangan (12 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar klasifikasi 4 pernyataan tindakan berikut dengan memberi tanda centang pada kolom 'Menghargai' atau 'Tidak Menghargai': (1) 'Mengecilkan volume suara radio saat tetangga sedang mengadakan kebaktian/pengajian' (acuan: Menghargai), (2) 'Mengajak teman bermain saat ia harus berangkat ke tempat ibadah' (acuan: Tidak Menghargai), (3) 'Mempersilakan teman berdoa sesuai agamanya sebelum makan bersama' (acuan: Menghargai), (4) 'Mengejek bentuk rumah ibadah warga lain di lingkungan tempat tinggal' (acuan: Tidak Menghargai) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru membahas hasil klasifikasi 4 pernyataan tindakan untuk memeriksa ketepatan pemahaman sikap menghargai (5 menit).
- Murid mengungkapkan refleksi satu kalimat tentang tindakan menghargai agama orang lain yang sudah pernah dilakukan di sekitar rumahnya (5 menit).
Penutup:- Guru membimbing murid menyimpulkan bahwa menghargai perbedaan agama dan kepercayaan warga di lingkungan sekitar menciptakan kerukunan hidup bertetangga (4 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap ketepatan murid dalam membedakan sikap menghargai dan tidak menghargai, lalu menutup pertemuan dengan doa bersama (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks skenario bergambar dengan kalimat sederhana; murid yang cepat diberikan skenario situasi kontekstual yang lebih bervariasi.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru secara terbimbing dalam membaca pernyataan klasifikasi; murid yang mandiri langsung menganalisis secara mandiri.
- Produk: Murid yang cepat menuliskan 1 contoh tambahan tindakan menghargai perbedaan agama di lingkungan rumahnya pada lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan 1 contoh tindakan menghargai saat tetangga sedang melaksanakan ibadah di rumahnya!' (Acuan jawaban benar: tidak membuat keributan, mengecilkan suara musik/TV, atau menjaga ketenangan lingkungan sekitar).
Proses:- Pengamatan keterlibatan saat kuis berpasangan dan lembar klasifikasi 4 pernyataan: (1) Mengecilkan volume suara radio saat tetangga kebaktian/pengajian (Menghargai); (2) Mengajak teman bermain saat jadwal ibadah (Tidak Menghargai); (3) Mempersilakan teman berdoa sebelum makan (Menghargai); (4) Mengejek bentuk tempat ibadah warga lain (Tidak Menghargai). Acuan ketepatan: minimal 3 dari 4 pernyataan diklasifikasikan dengan benar.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir melalui kartu refleksi: Murid memilih 1 sikap menghargai perbedaan agama yang akan diterapkan di lingkungan rumah hari ini (acuan penerimaan: menyebutkan salah satu dari tindakan menjaga ketenangan ibadah, bertutur sopan kepada teman berbeda agama, atau tidak mengganggu ibadah tetangga).
Formatif:- Tanya jawab diagnostik awal sikap menghargai perbedaan agama
- Lembar kerja klasifikasi 4 tindakan menghargai perbedaan agama dan kepercayaan warga di lingkungan sekitar
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menghargai perbedaan agama dan kepercayaan warga di lingkungan sekitar | Belum mampu menentukan tindakan menghargai perbedaan agama (0-1 dari 4 pernyataan tindakan diklasifikasikan dengan tepat). | Mulai mampu menentukan tindakan menghargai perbedaan agama (2 dari 4 pernyataan tindakan diklasifikasikan dengan tepat). | Mampu menentukan tindakan menghargai perbedaan agama secara tepat (3-4 dari 4 pernyataan tindakan diklasifikasikan dengan tepat). | Sangat konsisten menentukan seluruh 4 tindakan menghargai perbedaan agama secara tepat dan mandiri tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan sikap yang menghargai dan tidak menghargai perbedaan agama dalam kehidupan bertetangga?
- Apakah alokasi waktu pada tahap mengaplikasi kuis dan lembar kerja berjalan efektif sesuai alokasi 70 menit?
Murid:- Bagian mana dari kegiatan tadi yang paling kamu sukai?
- Sikap menghargai apa yang sudah kamu lakukan kepada teman atau tetangga yang berbeda agama?
Pertemuan 8 — Menghargai Keragaman Identitas Masyarakat dalam Kehidupan Sehari-hari di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.1.2 Menghargai identitas masyarakat di lingkungan sekitar sesuai budaya, suku bangsa, bahasa, agama dan kepercayaannya
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta mengondisikan ruang kelas yang rapi dan nyaman (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menghargai keragaman identitas masyarakat (budaya, suku bangsa, bahasa, agama dan kepercayaan) dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan 2 situasi tindakan di lingkungan sekitar: (1) 'Tetangga yang berbeda agama sedang merayakan hari raya keagamaannya', (2) 'Teman baru pindahan dari daerah lain berbicara dengan logat bahasa daerah asalnya'; murid merespons dengan memilih tindakan menghargai yang tepat berdasarkan 2 opsi yang disediakan guru (acuan: situasi 1 tepat memilih menjaga ketenangan dan tidak mengganggu; situasi 2 tepat memilih mendengarkan dengan ramah dan tidak menertawakan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid mencermati teks cerita singkat tentang keragaman masyarakat di lingkungan tempat tinggal yang menampilkan perbedaan suku, bahasa, adat, dan agama (10 menit).
- Murid mengidentifikasi contoh-contoh tindakan konkret menghargai keragaman identitas masyarakat dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan isi teks cerita yang telah dibaca (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid mengikuti permainan tantangan berpasangan 'Pilah Tindakan Menghargai' dengan mengelompokkan 4 kartu situasi ke dalam kategori 'Sikap Menghargai' atau 'Bukan Sikap Menghargai' (15 menit). Bahan 4 kartu situasi dan kunci: (1) 'Memberi kesempatan tetangga beribadah sesuai agamanya dengan tidak menyetel musik keras' -> Sikap Menghargai; (2) 'Mengejek teman yang menggunakan dialek bahasa daerah asalnya saat bermain' -> Bukan Sikap Menghargai; (3) 'Mencicipi makanan tradisional yang dibagikan tetangga dari suku lain dengan rasa terima kasih' -> Sikap Menghargai; (4) 'Menolak menyapa warga baru hanya karena berbeda suku bangsa' -> Bukan Sikap Menghargai.
- Secara mandiri, murid mengerjakan Lembar Latihan berisi 4 butir pernyataan penentuan sikap menghargai identitas masyarakat di lingkungan sekitar (10 menit). Soal dan kunci: Butir 1: 'Ketika tetangga merayakan tradisi budayanya, sikap yang menghargai adalah...' (kunci: ikut menjaga ketertiban/menyaksikan dengan sopan); Butir 2: 'Saat teman dari suku lain mengenakan baju adatnya di acara lingkungan, sikap yang tepat adalah...' (kunci: memuji atau menghormatinya); Butir 3: 'Ketika ada tetangga berbicara memakai bahasa daerahnya yang belum kita pahami, kita sebaiknya...' (kunci: mendengarkan dengan baik dan bertanya sopan); Butir 4: 'Sikap kita saat teman sedang berdoa sebelum kegiatan lingkungan dimulai adalah...' (kunci: hening dan menghormati kesempatan berdoanya).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menyimpulkan pentingnya membiasakan sikap menghargai perbedaan budaya, suku bangsa, bahasa, serta agama dalam pergaulan sehari-hari di lingkungan tempat tinggal (5 menit).
- Murid memeriksa kembali pilihan sikap pada lembar latihan untuk menyadari apakah tindakan sehari-hari mereka sudah mencerminkan penghargaan terhadap keragaman identitas tetangga dan warga sekitar (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil kegiatan dan menyampaikan umpan balik umum mengenai sikap menghargai keragaman yang telah dipelajari bersama (3 menit).
- Guru bersama murid menutup sesi pembelajaran dengan doa bersama dan salam penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks situasi dengan kalimat panduan bergambar, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan skenario situasi kehidupan bermasyarakat yang lebih rinci.
- Proses: Murid yang masih kesulitan menentukan sikap dibimbing guru dengan telaah kartu situasi satu per satu, sedangkan murid yang sudah mahir mengerjakan secara mandiri penuh.
- Produk: Murid dapat menyatakan bentuk sikap menghargai dengan memilih opsi jawaban tertulis maupun menuliskan tindakan konkret penghargaan secara mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemetaan sikap awal melalui 2 situasi pilihan tindakan menghargai di lingkungan sekitar. Situasi 1: Tetangga berbeda agama sedang beribadah/merayakan hari raya (pilihan: A. Menjaga ketenangan dan tidak mengganggu, B. Bermain petasan di depan rumahnya; acuan benar: A). Situasi 2: Teman baru berbicara dengan logat bahasa daerahnya (pilihan: A. Menertawakan logatnya, B. Mendengarkan dengan ramah; acuan benar: B).
Proses:- Pengamatan dan penilaian hasil pengerjaan Lembar Latihan 4 butir penentuan sikap menghargai keragaman identitas masyarakat di lingkungan sekitar. Acuan target dan kunci: Butir 1 (budaya/tradisi): menjaga ketertiban/menghormati; Butir 2 (suku bangsa/baju adat): memuji atau menghargai tanpa mencela; Butir 3 (bahasa daerah): menyimak dengan ramah dan tidak menghina; Butir 4 (agama/doa): bersikap tenang dan menghormati ibadahnya. Kriteria keberhasilan: minimal 3 dari 4 butir dijawab tepat sesuai sikap menghargai.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir berupa kuis lisan cepat satu butir penegasan sikap: 'Bagaimana tindakanmu jika tetangga di sebelah rumahmu mengadakan perayaan adat atau tradisi sukunya?' (kriteria penerimaan: murid menyatakan tindakan nyata menghormati, tidak mengganggu jalannya kegiatan, atau bersikap ramah).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal berupa respons lisan/tunjuk tangan terhadap 2 situasi pergaulan di lingkungan sekitar
- Asesmen formatif proses berupa penugasan pengelompokan 4 kartu situasi dan pengerjaan 4 butir lembar latihan sikap menghargai identitas masyarakat
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menghargai keragaman identitas masyarakat di lingkungan sekitar (budaya, suku bangsa, bahasa, agama dan kepercayaan) | Belum mampu menentukan tindakan menghargai keragaman identitas masyarakat (hanya 0-1 butir dari 4 butir situasi yang dijawab tepat sesuai acuan) dan memerlukan bimbingan penuh guru. | Mampu menentukan sebagian kecil tindakan menghargai keragaman identitas masyarakat (2 butir dari 4 butir situasi dijawab tepat sesuai acuan) dengan bantuan arahan guru. | Mampu menentukan tindakan menghargai keragaman identitas masyarakat secara tepat pada sebagian besar situasi (3 butir dari 4 butir situasi dijawab tepat sesuai acuan) secara mandiri. | Mampu menentukan seluruh tindakan menghargai keragaman identitas masyarakat secara tepat dan konsisten (seluruh 4 butir situasi dijawab tepat sesuai acuan) secara mandiri tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh langkah pembelajaran mengenai sikap menghargai keragaman identitas telah terlaksana sesuai alokasi waktu 70 menit?
- Bagaimana keterlibatan murid selama permainan mengelompokkan kartu situasi sikap menghargai?
- Apakah ada murid yang masih kesulitan membedakan antara tindakan menghargai dan tindakan yang tidak menghargai perbedaan identitas?
Murid:- Apa contoh sikap menghargai tetangga yang berbeda suku, bahasa, atau agama yang paling mudah kamu lakukan setiap hari?
- Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling kamu senangi?
Pertemuan 9 — Mengidentifikasi Lingkungan Tempat Tinggal Tingkat Rukun Tetangga (RT) — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.1.3 Mengidentifikasi lingkungan tempat tinggal (RT, RW, desa atau kelurahan, dan kecamatan) sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan: (1) 'Organisasi warga paling kecil di dekat rumah kita disebut apa?' (acuan jawaban: Rukun Tetangga atau RT); (2) 'Siapa nama atau sebutan bagi pemimpin di lingkungan RT?' (acuan jawaban: Ketua RT / Pak RT / Bu RT) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi lingkungan tempat tinggal tingkat Rukun Tetangga (RT) sebagai bagian dari wilayah NKRI (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mengamati bagan wilayah administrasi lingkungan tempat tinggal dan membaca teks ringkas tentang Rukun Tetangga (RT) sebagai lembaga kemasyarakatan terkecil yang menaungi sejumlah kepala keluarga di lingkungan tempat tinggal dalam bingkai NKRI (10 menit).
- Murid bersama guru mengidentifikasi 3 ciri lingkungan RT: (1) Terdiri atas sekumpulan keluarga (10–50 KK); (2) Dipimpin oleh seorang Ketua RT; (3) Berfungsi membantu pelayanan warga dan menjaga kerukunan antarwarga sebagai bagian wilayah NKRI (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan tantangan tebak cepat kartu 'Detektif RT': murid secara berpasangan mencocokkan 4 kartu pernyataan dengan kategori 'Benar Ciri RT' atau 'Bukan Ciri RT' yang ditampilkan guru: Kartu 1: 'Dipimpin oleh seorang Ketua RT' (Benar); Kartu 2: 'Wilayah yang dipimpin oleh Camat' (Bukan Ciri RT); Kartu 3: 'Terdiri dari beberapa kepala keluarga tetangga terdekat' (Benar); Kartu 4: 'Lembaga kemasyarakatan paling kecil di wilayah NKRI' (Benar) (12 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja 'Identifikasi Lingkungan RT' berisi 4 butir soal isian: Butir 1: 'Kepanjangan singkatan RT adalah ...' (acuan: Rukun Tetangga); Butir 2: 'Pemimpin di lingkungan RT disebut ...' (acuan: Ketua RT); Butir 3: 'RT dibentuk untuk mengurus warga yang terdiri atas kumpulan beberapa ...' (acuan: Kepala Keluarga atau keluarga/rumah); Butir 4: 'Lingkungan RT tempat tinggal kita merupakan bagian dari wilayah negara ...' (acuan: Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI) (13 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil pekerjaannya bersama bimbingan guru dan menyimpulkan peran lingkungan tempat tinggal tingkat RT dalam menjaga persatuan NKRI (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan konfirmasi dan umpan balik terhadap hasil kerja identifikasi lingkungan RT yang dikerjakan murid (5 menit).
- Guru menyampaikan gambaran materi untuk pertemuan berikutnya yaitu lingkungan tingkat Rukun Warga (RW) dan menutup pelajaran dengan doa bersama serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan bagan gambar susunan rumah warga RT beserta pos ronda untuk murid yang membutuhkan visualisasi konkret.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan berupa kartu kata kunci (misal: Rukun Tetangga, Ketua RT, NKRI); murid yang cepat diarahkan menuliskan nomor RT dan alamat lengkap rumahnya sendiri.
- Produk: Murid menuangkan hasil identifikasi pada lembar isian dengan pilihan menuliskan jawaban kata kunci atau memilih opsi jawaban yang disediakan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik kesiapan: (1) 'Organisasi warga paling kecil di dekat rumah kita disebut apa?' (acuan: Rukun Tetangga / RT); (2) 'Siapakah pemimpin di lingkungan RT?' (acuan: Ketua RT / Pak RT / Bu RT).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan pengelompokan 4 kartu 'Detektif RT' pada tahap Mengaplikasi (acuan: Kartu 1 = Benar; Kartu 2 = Bukan Ciri RT; Kartu 3 = Benar; Kartu 4 = Benar).
- Pemeriksaan Lembar Kerja 'Identifikasi Lingkungan RT' berdasar 4 butir kunci jawaban: (1) Rukun Tetangga; (2) Ketua RT; (3) Kepala Keluarga / keluarga; (4) Negara Kesatuan Republik Indonesia / NKRI.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk acak murid untuk menyebutkan 2 hal yang ada di lingkungan RT (acuan penerimaan: menyebutkan pemimpin RT/Ketua RT, warga/kepala keluarga tetangga sekitar, pos ronda/lingkungan tempat tinggal, bagian dari NKRI).
Formatif:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran
- Observasi unjuk kerja permainan 'Detektif RT'
- Penilaian Lembar Kerja 'Identifikasi Lingkungan RT' (4 butir isian terstruktur)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi Lingkungan Tempat Tinggal Tingkat Rukun Tetangga (RT) | Mengidentifikasi dengan tepat 0-1 dari 4 butir karakteristik lingkungan RT pada lembar kerja (acuan: kepanjangan RT, pemimpin RT, lingkup keluarga warga, bagian wilayah NKRI). | Mengidentifikasi dengan tepat 2 dari 4 butir karakteristik lingkungan RT pada lembar kerja. | Mengidentifikasi dengan tepat 3 dari 4 butir karakteristik lingkungan RT pada lembar kerja. | Mengidentifikasi dengan tepat seluruh (4 dari 4) butir karakteristik lingkungan RT pada lembar kerja secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah pembelajaran membantu murid memahami kedudukan RT sebagai bagian terkecil dari wilayah NKRI?
- Bagian kegiatan mana yang membuat murid paling antusias dalam mengidentifikasi lingkungan tempat tinggalnya?
Murid:- Apa hal baru yang kamu ketahui tentang lingkungan Rukun Tetangga (RT) hari ini?
- Apakah kamu sekarang sudah tahu nomor RT tempat tinggalmu?
Pertemuan 10 — Mengidentifikasi Lingkungan Tempat Tinggal Tingkat Rukun Warga (RW) — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.1.3 Mengidentifikasi lingkungan tempat tinggal (RT, RW, desa atau kelurahan, dan kecamatan) sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, memimpin doa singkat, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan bagan rumpang lingkungan tempat tinggal: 'Di atas tingkatan RT ada tingkatan ... yang membawahkan beberapa RT' (acuan jawaban benar: RW atau Rukun Warga) untuk memetakan kesiapan awal murid (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi lingkungan tempat tinggal tingkat Rukun Warga (RW) meliputi pengertian, kedudukan di atas RT, serta fungsi pelayanannya sebagai bagian dari wilayah tempat tinggal (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid mengamati bagan struktur lingkungan tempat tinggal yang menampilkan 1 RW menaungi 3 RT (RT 01, RT 02, RT 03) serta bagan susunan pengurus RW (Ketua RW, Sekretaris, Bendahara) (7 menit).
- Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati teks bacaan singkat mengenai fungsi RW sebagai lembaga kemasyarakatan yang mengoordinasikan beberapa RT, memelihara kerukunan, dan menjembatani warga dengan pihak kelurahan/desa (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Secara berpasangan, murid mengikuti permainan tantangan mencocokkan 'Kartu Identitas RW' yang memuat 4 kartu pernyataan dan 4 kartu peran/fungsi RW: (1) Pernyataan 'Wilayah yang menghimpun beberapa Rukun Tetangga (RT)' dipasangkan dengan 'Pengertian RW'; (2) Pernyataan 'Memimpin pertemuan antar-Ketua RT dan mengoordinasikan kegiatan warga setingkat RW' dipasangkan dengan 'Tugas Ketua RW'; (3) Pernyataan 'Membantu Ketua RW dalam mencatat administrasi, surat pengantar, dan data kependudukan RW' dipasangkan dengan 'Tugas Sekretaris RW'; (4) Pernyataan 'Mengelola iuran kebersihan dan keamanan tingkat RW' dipasangkan dengan 'Tugas Bendahara RW' (acuan jawaban: pasangan 1-Pengertian RW, 2-Tugas Ketua RW, 3-Tugas Sekretaris RW, 4-Tugas Bendahara RW) (13 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan lembar kerja identifikasi lingkungan tingkat RW yang berisi 4 butir soal isian singkat: (1) Sebutkan kepanjangan dari singkatan RW! (acuan: Rukun Warga); (2) Lingkungan RW terdiri dari gabungan beberapa ... (acuan: Rukun Tetangga / RT); (3) Sebutkan 2 tugas pokok pengurus RW! (acuan: mengoordinasikan RT/kegiatan warga, menjaga kerukunan/keamanan, melayani administrasi warga, menjembatani warga dengan kelurahan/desa); (4) Tuliskan nomor RT dan nomor RW tempat tinggalmu sendiri! (kriteria penerimaan: kolom terisi dengan format angka RT dan RW yang jelas) (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil jawaban lembar kerja berdasarkan kunci acuan dan menandai butir yang sudah dikuasai dengan penuh kesadaran (7 menit).
- Murid merenungkan pentingnya keberadaan pengurus RW dalam menjaga ketertiban serta keteraturan lingkungan tempat tinggal warga (5 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan poin-poin utama identifikasi lingkungan tingkat RW (pengertian RW sebagai gabungan beberapa RT dan peran kepengurusan RW) (4 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap hasil kerja murid dan menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya akan mempelajari lingkungan tempat tinggal tingkat Desa atau Kelurahan, lalu menutup sesi dengan doa (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan bergambar yang menunjukkan hubungan visual RT dan RW. Murid yang mahir diberikan bagan organisasi RW lengkap dengan seksi-seksi kegiatan (seperti seksi keamanan dan kebersihan).
- Proses: Murid yang masih kesulitan mengidentifikasi dibimbing langsung oleh guru dalam mencocokkan kartu pernyataan. Murid yang cepat dapat menyelesaikan lembar kerja secara mandiri dan membantu memvalidasi kunci kartu pasangannya.
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan cukup menjawab 3 butir pertama dengan memilih kata kunci yang disediakan. Murid yang mahir melengkapi seluruh 4 butir lembar kerja beserta penjelasan tugas pengurus RW secara mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: 'Di atas tingkatan RT, ada satuan lingkungan kemasyarakatan yang membawahkan beberapa RT, disebut apakah itu?' (acuan: RW atau Rukun Warga). Murid yang menjawab benar dinyatakan siap langsung ke materi inti; murid yang belum tepat diberikan apersepsi singkat mengenai struktur alamat tempat tinggal.
Proses:- Pengamatan keterlibatan murid dalam aktivitas permainan berpasangan mencocokkan 4 kartu identitas RW sesuai kunci acuan: (1) Pengertian RW; (2) Tugas Ketua RW; (3) Tugas Sekretaris RW; (4) Tugas Bendahara RW.
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri identifikasi lingkungan tingkat RW berisi 4 butir isian singkat sesuai kunci jawaban.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi melalui 2 pertanyaan reflektif lisan singkat: (1) 'Berapa minimal RT yang biasanya membentuk satu RW?' (acuan: lebih dari satu / minimal 2-3 RT atau beberapa RT); (2) 'Siapa yang memimpin musyawarah warga di tingkat RW?' (acuan: Ketua RW).
Formatif:- Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran tentang posisi RW terhadap RT
- Unjuk kerja mencocokkan 4 pasangan kartu identitas RW
- Tes tertulis isian singkat identifikasi lingkungan tingkat RW pada lembar kerja murid (4 butir)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Lingkungan Tingkat Rukun Warga (RW) | Mampu mengidentifikasi 1 dari 4 unsur lingkungan RW (pengertian, kedudukan menghimpun RT, tugas pengurus RW, identitas RW tempat tinggal) dengan bantuan guru. | Mampu mengidentifikasi 2 dari 4 unsur lingkungan RW (pengertian, kedudukan menghimpun RT, tugas pengurus RW, identitas RW tempat tinggal) secara tepat. | Mampu mengidentifikasi 3 dari 4 unsur lingkungan RW (pengertian, kedudukan menghimpun RT, tugas pengurus RW, identitas RW tempat tinggal) secara tepat dan mandiri. | Mampu mengidentifikasi seluruh (4 dari 4) unsur lingkungan RW (pengertian, kedudukan menghimpun RT, tugas pengurus RW, identitas RW tempat tinggal) secara tepat, lengkap, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan permainan berpasangan kartu identitas RW efektif membantu murid memahami kedudukan dan tugas RW?
- Bagian materi mana dari tingkatan RW yang masih membingungkan murid dalam membedakannya dengan tingkat RT?
Murid:- Hal baru apa yang kamu pelajari hari ini tentang Rukun Warga (RW)?
- Apakah kamu sekarang sudah tahu nomor RW tempat tinggalmu sendiri?
Pertemuan 11 — Mengidentifikasi Lingkungan Tempat Tinggal Tingkat Desa atau Kelurahan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.1.3 Mengidentifikasi lingkungan tempat tinggal (RT, RW, desa atau kelurahan, dan kecamatan) sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan hari ini, yaitu mengidentifikasi lingkungan tempat tinggal tingkat desa atau kelurahan sebagai bagian dari wilayah NKRI (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat melalui kuis lisan 2 pertanyaan: (1) 'Wilayah tempat tinggal di atas RT dan RW yang dipimpin oleh Kepala Desa atau Lurah disebut apa?' (acuan jawaban: desa atau kelurahan); (2) 'Apakah desa atau kelurahan kita berada di dalam wilayah Indonesia (NKRI)?' (acuan jawaban: Ya, merupakan bagian dari wilayah NKRI) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati bagan struktur dan ciri lingkungan desa serta kelurahan yang disajikan guru di papan tulis, meliputi: (1) Pemimpin: Desa dipimpin Kepala Desa, Kelurahan dipimpin Lurah; (2) Perangkat: Desa memiliki Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Sekretaris Desa, sedangkan Kelurahan memiliki Sekretaris Kelurahan dan Kelompok Jabatan Fungsional; (3) Hubungan wilayah: Desa dan kelurahan menaungi beberapa RW dan RT serta bersatu membentuk wilayah kecamatan dalam bingkai NKRI (10 menit).
- Murid menyimak penjelasan guru secara berkesadaran mengenai fungsi kantor desa/kelurahan dalam melayani administrasi warga serta kedudukan desa/kelurahan sebagai kesatuan wilayah sah di bawah naungan NKRI (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam suasana menggembirakan melalui 'Tantangan Kartu Detektif Desa-Kelurahan', murid secara berpasangan mencocokkan 4 kartu pernyataan dengan kategori yang tepat pada lembar kerja: Kartu 1: 'Dipimpin oleh Kepala Desa' -> Pasangan: Desa; Kartu 2: 'Dipimpin oleh Lurah' -> Pasangan: Kelurahan; Kartu 3: 'Memiliki Badan Permusyawaratan Desa (BPD)' -> Pasangan: Desa; Kartu 4: 'Menaungi RT dan RW sebagai bagian wilayah NKRI' -> Pasangan: Desa dan Kelurahan (12 menit).
- Murid secara mandiri melengkapi tabel klasifikasi lingkungan tempat tinggal desa atau kelurahan yang memuat 4 unsur identifikasi: (1) Sebutan pemimpin (Kepala Desa/Lurah), (2) Nama perangkat pendukung (BPD/Sekretaris/Jabatan Fungsional), (3) Lingkungan yang dinaungi di bawahnya (RT dan RW), (4) Kedudukan wilayah (Bagian dari NKRI) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil klasifikasi dengan kunci jawaban yang ditampilkan di papan tulis, lalu murid memeriksa ketepatan pekerjaannya secara berkesadaran untuk menyadari tingkat pemahamannya terhadap lingkungan desa/kelurahan (8 menit).
Penutup:- Murid menyimpulkan materi bersama guru bahwa desa atau kelurahan adalah kesatuan lingkungan tempat tinggal yang menaungi RW dan RT serta merupakan bagian tidak terpisahkan dari wilayah NKRI (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan bagan perbandingan desa dan kelurahan dengan kode warna penanda, sedangkan murid yang mahir diberikan bagan lengkap tanpa kode warna.
- Proses: Murid yang masih kesulitan didampingi secara langsung pada saat mencocokkan kartu identifikasi desa/kelurahan; murid cepat menyelesaikan tantangan mandiri secara penuh.
- Produk: Murid dapat melengkapi tabel dengan cara memasangkan label kata atau menuliskan langsung jawaban identifikasi desa dan kelurahan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: (1) 'Wilayah tempat tinggal di atas RT dan RW yang dipimpin oleh Kepala Desa atau Lurah disebut apa?' (acuan: desa atau kelurahan); (2) 'Apakah desa atau kelurahan tempat tinggal kita merupakan bagian dari wilayah NKRI?' (acuan: ya, desa atau kelurahan adalah bagian wilayah NKRI).
Proses:- Observasi formatif saat murid mencocokkan 4 kartu pernyataan identifikasi desa/kelurahan: Kartu 1: 'Dipimpin oleh Kepala Desa' (acuan: Desa); Kartu 2: 'Dipimpin oleh Lurah' (acuan: Kelurahan); Kartu 3: 'Memiliki Badan Permusyawaratan Desa (BPD)' (acuan: Desa); Kartu 4: 'Menaungi RT dan RW sebagai bagian wilayah NKRI' (acuan: Desa dan Kelurahan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis pada lembar klasifikasi berisikan 4 butir identifikasi desa dan kelurahan: (1) Sebutan pemimpin desa dan lurah (acuan: Kepala Desa memimpin desa, Lurah memimpin kelurahan); (2) Perangkat khas desa (acuan: BPD / Kepala Urusan); (3) Lingkungan di bawah desa/kelurahan (acuan: RT dan RW); (4) Kedudukan wilayah desa dan kelurahan (acuan: bagian dari wilayah NKRI).
Formatif:- Penilaian kinerja pengerjaan lembar klasifikasi lingkungan desa/kelurahan melalui rubrik pengamatan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi lingkungan desa atau kelurahan sebagai bagian dari wilayah NKRI | Mengidentifikasi tepat paling banyak 1 dari 4 unsur identifikasi desa/kelurahan (pemimpin, perangkat, lingkungan di bawahnya, kedudukan dalam NKRI) dengan bantuan penuh guru. | Mengidentifikasi tepat 2 dari 4 unsur identifikasi desa/kelurahan (pemimpin, perangkat, lingkungan di bawahnya, kedudukan dalam NKRI) dengan arahan guru. | Mengidentifikasi tepat 3 dari 4 unsur identifikasi desa/kelurahan (pemimpin, perangkat, lingkungan di bawahnya, kedudukan dalam NKRI) secara mandiri. | Mengidentifikasi tepat seluruh (4 dari 4) unsur identifikasi desa/kelurahan (pemimpin, perangkat, lingkungan di bawahnya, kedudukan dalam NKRI) secara mandiri dan tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid dapat membedakan dan mengidentifikasi karakteristik lingkungan desa dan kelurahan?
- Bagian kegiatan mana yang paling efektif membantu murid memahami kedudukan desa/kelurahan sebagai bagian dari NKRI?
Murid:- Apa perbedaan utama yang kamu ketahui antara lingkungan desa dan kelurahan?
- Mengapa lingkungan tempat tinggal tingkat desa atau kelurahan kita disebut sebagai bagian dari NKRI?
Pertemuan 12 — Mengidentifikasi Lingkungan Tempat Tinggal Tingkat Kecamatan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.1.3 Mengidentifikasi lingkungan tempat tinggal (RT, RW, desa atau kelurahan, dan kecamatan) sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
Pendahuluan:- Guru mengkondisikan kelas, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan: '1. Apa nama jabatan pemimpin di tingkat kecamatan?' (acuan: Camat) dan '2. Apakah wilayah kecamatan lebih luas daripada wilayah satu desa atau kelurahan?' (acuan: Ya, kecamatan lebih luas karena membawahi beberapa desa/kelurahan) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi lingkungan tempat tinggal tingkat kecamatan (nama pemimpin, fungsi kantor kecamatan, dan hubungan dengan desa/kelurahan) sebagai bagian dari wilayah NKRI (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati gambar/bagan lingkungan kantor kecamatan dan infografis teks sederhana tentang struktur wilayah kecamatan yang ditampilkan di papan tulis secara seksama (5 menit).
- Murid menyimak penjelasan bermakna dari guru bahwa kecamatan adalah wilayah administratif di bawah kabupaten/kota yang dipimpin oleh seorang Camat dan membawahi beberapa desa serta kelurahan sebagai bagian dari wilayah NKRI (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid membentuk kelompok berpasangan untuk mengikuti permainan tantangan mencocokkan kartu identifikasi 'Jelajah Kecamatan'. Setiap pasangan menerima 4 kartu pertanyaan dan 4 kartu jawaban: (1) Kartu Pertanyaan: 'Pemimpin wilayah kecamatan' dipasangkan dengan Kartu Jawaban: 'Camat'; (2) Kartu Pertanyaan: 'Wilayah yang berada di bawah naungan kecamatan' dipasangkan dengan Kartu Jawaban: 'Gabungan beberapa desa dan kelurahan'; (3) Kartu Pertanyaan: 'Layanan administrasi kependudukan di kantor kecamatan' dipasangkan dengan Kartu Jawaban: 'Perekaman KTP dan pengurusan surat pindah'; (4) Kartu Pertanyaan: 'Kedudukan kecamatan di Indonesia' dipasangkan dengan Kartu Jawaban: 'Bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia' (acuan pasangan benar: 1-Camat, 2-Gabungan beberapa desa dan kelurahan, 3-Perekaman KTP dan pengurusan surat pindah, 4-Bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia) (10 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan Lembar Kerja Murid (LKM) mengidentifikasi lingkungan kecamatan berisi 4 butir isian singkat: (1) Sebutkan sebutan pemimpin wilayah kecamatan! (acuan: Camat); (2) Wilayah kecamatan terdiri atas gabungan beberapa ... (acuan: desa dan/atau kelurahan); (3) Sebutkan 1 fungsi atau layanan kantor kecamatan! (acuan: pelayanan KTP/administrasi kependudukan/pembinaan desa-kelurahan); (4) Wilayah kecamatan merupakan bagian tidak terpisahkan dari wilayah negara ... (acuan: Kesatuan Republik Indonesia / NKRI) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil pengerjaan LKM dengan kunci acuan dan menandai butir yang sudah berhasil dijawab dengan benar (5 menit).
- Murid mengutarakan secara singkat pemahamannya tentang pentingnya peran kecamatan dalam menghubungkan desa/kelurahan dengan pemerintahan kabupaten/kota di Indonesia (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan materi identifikasi lingkungan tempat tinggal tingkat kecamatan: dipimpin oleh camat, menaungi desa/kelurahan, dan merupakan bagian dari NKRI (5 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut untuk mencari tahu nama kecamatan tempat tinggal masing-masing dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan bagan visual struktur wilayah kecamatan bergambar bagi murid yang membutuhkan bantuan visual konkret, dan teks ringkas bagi murid yang sudah membaca lancar.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah (scaffolding) pada murid yang masih bingung membedakan antara desa/kelurahan dan kecamatan saat menjodohkan kartu.
- Produk: Murid cepat menyelesaikan 4 butir LKM mandiri ditambah menuliskan nama kecamatan sekolah/rumahnya; murid yang membutuhkan bimbingan cukup melengkapi 4 butir isian pada LKM.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 1. 'Siapakah pemimpin di tingkat kecamatan?' (acuan jawaban: Camat); 2. 'Apakah kecamatan lebih luas dari desa/kelurahan?' (acuan jawaban: Ya, karena kecamatan membawahi beberapa desa/kelurahan).
Proses:- Observasi ketepatan murid dalam mencocokkan 4 kartu identifikasi kecamatan: (1) Pemimpin wilayah kecamatan -> Camat; (2) Wilayah di bawah naungan kecamatan -> Gabungan beberapa desa dan kelurahan; (3) Layanan kantor kecamatan -> Perekaman KTP dan pengurusan surat pindah; (4) Kedudukan kecamatan -> Bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (acuan: keempat pasangan tepat sesuai kunci).
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan LKM tertulis 4 butir: (1) Pemimpin kecamatan: Camat; (2) Kecamatan membawahi: gabungan beberapa desa dan/atau kelurahan; (3) Fungsi kantor kecamatan: pelayanan KTP/administrasi warga/koordinasi desa-kelurahan; (4) Bagian dari: Negara Kesatuan Republik Indonesia / NKRI (kriteria: minimal 3 dari 4 butir dijawab tepat sesuai acuan).
Formatif:- Tes lisan diagnostik kesiapan belajar di awal pembelajaran
- Observasi unjuk kerja permainan memasangkan 4 kartu identifikasi kecamatan
- Pemeriksaan lembar kerja tertulis isian singkat identifikasi kecamatan (4 butir)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi lingkungan tempat tinggal tingkat kecamatan sebagai bagian wilayah NKRI | Hanya mampu mengidentifikasi 1 dari 4 unsur kecamatan (pemimpin/wilayah naungan/fungsi layanan/kedudukan dalam NKRI) secara tepat dengan bimbingan penuh guru. | Mampu mengidentifikasi 2 dari 4 unsur kecamatan (pemimpin/wilayah naungan/fungsi layanan/kedudukan dalam NKRI) secara tepat dengan sedikit bimbingan guru. | Mampu mengidentifikasi 3 dari 4 unsur kecamatan (pemimpin, wilayah naungan, fungsi layanan, kedudukan dalam NKRI) secara tepat dan mandiri sesuai kunci acuan. | Mampu mengidentifikasi seluruh 4 unsur kecamatan (pemimpin: Camat; wilayah naungan: beberapa desa/kelurahan; fungsi layanan: administrasi/KTP; kedudukan: bagian dari NKRI) secara tepat dan mandiri tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan mencocokkan kartu efektif membantu murid memahami konsep wilayah kecamatan?
- Bagian langkah mana yang paling membutuhkan bimbingan intensif bagi murid?
- Apakah alokasi waktu 70 menit terlaksana secara efektif dan tepat sasaran sesuai rancangan?
Murid:- Apa hal baru yang kamu ketahui tentang kantor kecamatan dan tugas seorang Camat hari ini?
- Apakah kamu dapat menyebutkan hubungan antara desa/kelurahan dengan wilayah kecamatan?
Pertemuan 13 — Mengidentifikasi Susunan Wilayah RT hingga Kecamatan sebagai Bagian Wilayah NKRI — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.1.3 Mengidentifikasi lingkungan tempat tinggal (RT, RW, desa atau kelurahan, dan kecamatan) sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran serta kesiapan belajar murid dan mengaitkan pembelajaran dengan materi lingkungan wilayah tempat tinggal yang sudah dipelajari sebelumnya (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan: (1) Sebutkan urutan tingkat wilayah dari yang terkecil: apakah RW lebih kecil dari RT? (acuan: salah, RT lebih kecil dari RW); (2) Apakah gabungan beberapa desa/kelurahan membentuk kecamatan? (acuan: benar) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati bagan piramida hierarki tingkatan wilayah NKRI di papan tulis yang memuat urutan berjenjang: Rukun Tetangga (RT) -> Rukun Warga (RW) -> Desa/Kelurahan -> Kecamatan -> bagian dari NKRI (10 menit).
- Murid menyimak penjelasan guru dan bertanya jawab terarah mengenai kedudukan tiap wilayah bahwa beberapa RT membentuk RW, beberapa RW membentuk Desa atau Kelurahan, beberapa Desa/Kelurahan membentuk Kecamatan, dan semuanya bersatu dalam NKRI (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Permainan Edukatif 'Susun Tangga Wilayah NKRI': Secara berpasangan murid menerima 4 kartu nama tingkatan wilayah: (1) 'Rukun Tetangga (RT)', (2) 'Rukun Warga (RW)', (3) 'Desa/Kelurahan', dan (4) 'Kecamatan', lalu berlomba menyusunnya secara tepat dari tingkat paling kecil ke tingkat lebih besar hingga bermuara pada bingkai 'Negara Kesatuan Republik Indonesia' (acuan urutan tepat: RT -> RW -> Desa/Kelurahan -> Kecamatan -> NKRI) (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja pengidentifikasian susunan wilayah yang memuat 4 butir soal: (1) Wilayah terkecil yang terdiri atas beberapa kepala keluarga disebut ... (acuan: RT); (2) Gabungan dari beberapa RT membentuk lingkungan ... (acuan: RW); (3) Gabungan dari beberapa RW membentuk wilayah ... (acuan: Desa atau Kelurahan); (4) Gabungan dari beberapa desa atau kelurahan membentuk wilayah ... (acuan: Kecamatan) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil urutan tingkatan wilayah dan mengecek kembali ketepatan konsep susunan hierarki RT sampai Kecamatan sebagai bagian integral NKRI (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini bahwa wilayah tempat tinggal kita tersusun hierarkis dari RT, RW, desa/kelurahan, hingga kecamatan yang semuanya berada dalam naungan NKRI (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil belajar, menyampaikan informasi topik pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan bagan bergradasi warna bertingkat dengan label nomor urut 1 sampai 4 untuk membantu visualisasi hierarki, sedangkan murid yang cepat diberikan teks skema rumpang hierarki wilayah tanpa bantuan kata kunci.
- Proses: Murid yang masih bingung dengan perbedaan tingkatan wilayah dibimbing secara langsung melalui tanya jawab terstruktur bertahap (RT ke RW, RW ke Desa/Kelurahan), sementara murid yang mandiri langsung menyusun hierarki secara mandiri.
- Produk: Murid menuangkan hasil identifikasi susunan wilayah melalui lembar kerja isian berstruktur atau bagan piramida susunan tingkatan wilayah RT hingga kecamatan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik kesiapan konsep tingkatan wilayah: (1) 'Mana yang lingkupnya lebih kecil, wilayah RT atau wilayah RW?' (acuan: RT); (2) 'Wilayah apakah yang membawahi beberapa RW?' (acuan: Desa atau Kelurahan).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan pengerjaan 4 butir soal lembar kerja identifikasi susunan wilayah: Butir 1 (acuan: RT), Butir 2 (acuan: RW), Butir 3 (acuan: Desa atau Kelurahan), Butir 4 (acuan: Kecamatan). Kriteria ketercapaian: murid tepat menjawab minimal 3 dari 4 butir soal.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk satu murid secara acak untuk menyebutkan urutan berjenjang 4 tingkatan wilayah dari yang paling bawah sampai kecamatan sebagai bagian NKRI (acuan urutan lengkap: RT -> RW -> Desa/Kelurahan -> Kecamatan -> NKRI).
Formatif:- Tes tertulis objektif isian singkat mengidentifikasi susunan wilayah tempat tinggal RT hingga kecamatan sebagai bagian wilayah NKRI
- Observasi unjuk kerja permainan 'Susun Tangga Wilayah NKRI' berdasarkan lembar amatan ketepatan urutan berjenjang
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi susunan wilayah RT hingga kecamatan sebagai bagian wilayah NKRI | Belum mampu mengidentifikasi susunan tingkatan wilayah tempat tinggal (tepat 0-1 butir dari 4 tingkatan: RT, RW, Desa/Kelurahan, Kecamatan) dan membutuhkan bimbingan penuh guru. | Mulai mampu mengidentifikasi sebagian susunan tingkatan wilayah tempat tinggal (tepat 2 butir dari 4 tingkatan: RT, RW, Desa/Kelurahan, Kecamatan) dengan sedikit arahan guru. | Mampu mengidentifikasi susunan tingkatan wilayah tempat tinggal dari RT hingga kecamatan sebagai bagian NKRI secara tepat pada 3-4 butir (RT, RW, Desa/Kelurahan, Kecamatan) secara mandiri. | Mampu mengidentifikasi seluruh susunan tingkatan wilayah tempat tinggal dari RT, RW, Desa/Kelurahan, hingga Kecamatan secara runtut dan tepat pada seluruh 4 butir serta mampu menunjukkan hubungannya sebagai bagian utuh NKRI secara konsisten dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan bagan piramida hierarki dan permainan kartu susun tangga wilayah membantu murid memahami susunan RT hingga kecamatan secara konkret?
- Bagian mana dari hierarki wilayah (RT, RW, Desa/Kelurahan, Kecamatan) yang paling sering tertukar oleh murid, dan bagaimana penanganan yang efektif?
Murid:- Apakah kamu sekarang sudah dapat mengurutkan tingkatan wilayah tempat tinggalmu mulai dari RT sampai Kecamatan?
- Kegiatan mana yang paling kamu sukai saat belajar tentang susunan wilayah tempat tinggal hari ini?
Pertemuan 14 — Menunjukkan Perilaku Bekerja Sama dalam Keberagaman Suku Bangsa di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.1.4 Menunjukkan perilaku bekerja sama dalam berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengajak murid memusatkan perhatian pada lingkungan sekitar mereka (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menunjukkan perilaku bekerja sama dalam keberagaman suku bangsa di lingkungan sekitar (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan lisan: 'Jika warga dari suku Jawa, Sunda, Batak, dan Minang di RT kalian akan mengadakan kerja bakti membersihkan selokan, perilaku bekerja sama apa yang harus ditunjukkan?' (acuan jawaban yang tepat: ikut serta bekerja bakti bersama tanpa membeda-bedakan asal suku, saling membantu memindahkan sampah/membersihkan selokan secara rukun) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak ulasan guru mengenai contoh nyata perilaku bekerja sama antarwarga yang berbeda suku bangsa di lingkungan sekitar, seperti gotong royong membersihkan pos ronda, mempersiapkan peringatan hari kemerdekaan bersama warga suku Jawa, Batak, Sunda, Dayak, dan Bugis tanpa membeda-bedakan (10 menit).
- Murid mencermati 4 skenario situasi lingkungan warga berikut: Skenario 1: Pak Wayan (suku Bali) dan Pak Asep (suku Sunda) bersama-sama memperbaiki jembatan kecil di depan lorong RT. Skenario 2: Warga dari suku Minang, Jawa, dan Batak bergotong royong mendirikan tenda untuk acara warga. Skenario 3: Seorang warga menolak ikut membersihkan saluran air karena tetangga di sebelahnya berbeda suku bangsa. Skenario 4: Anak-anak dari suku Banjar, Betawi, dan Madura membagi tugas merapikan lapangan bermain bersama-sama (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Melalui permainan tantangan berpasangan 'Pilah Perilaku Rukun', tiap pasangan murid menerima lembar aktivitas berisi 4 skenario situasi di atas, lalu menentukan apakah skenario tersebut menunjukkan perilaku bekerja sama dalam keberagaman suku bangsa atau bukan (acuan kunci: Skenario 1 = Menunjukkan perilaku bekerja sama; Skenario 2 = Menunjukkan perilaku bekerja sama; Skenario 3 = Bukan perilaku bekerja sama; Skenario 4 = Menunjukkan perilaku bekerja sama) (15 menit).
- Secara berpasangan, murid memilih salah satu skenario yang menunjukkan kerja sama, lalu menuliskan 1 tindakan konkret bekerja sama yang dapat dilakukan murid sendiri jika berada dalam situasi keberagaman suku bangsa tersebut (kriteria penerimaan: menyebutkan tindakan partisipasi aktif yang konkret bersama teman/tetangga yang berbeda suku, misalnya ikut mengangkat bambu tenda bersama atau ikut menyapu lapangan bersama teman beda suku) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara individu merenungkan pentingnya menunjukkan kerja sama tanpa memandang suku bangsa demi persatuan di lingkungan tempat tinggal (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa bekerja sama antarwarga yang berbeda suku bangsa adalah wujud nyata menjaga persatuan di lingkungan sekitar (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid, mengingatkan perilaku kerja sama untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, dan menutup pelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks skenario berukuran besar disertai penanda nama suku, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan skenario tanpa penanda khusus.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan mendapatkan pendampingan terarah dari guru saat menelaah skenario, sedangkan murid yang mahir bekerja mandiri bersama pasangannya.
- Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan cukup menandai pilihan 'Ya/Bukan' pada 4 skenario dan menuliskan 1 contoh tindakan sederhana, sedangkan murid yang mahir menuliskan 2 contoh tindakan konkret bekerja sama dalam keberagaman suku bangsa.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik kesiapan: 'Jika warga dari suku Jawa, Sunda, Batak, dan Minang di RT kalian akan mengadakan kerja bakti membersihkan selokan, perilaku bekerja sama apa yang harus ditunjukkan?' (acuan: ikut serta bekerja bakti bersama tanpa membeda-bedakan asal suku, saling membantu memindahkan sampah/membersihkan selokan secara rukun).
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja penentuan 4 skenario perilaku kerja sama keberagaman suku bangsa: (1) Pak Wayan dan Pak Asep memperbaiki jembatan lorong RT -> Menunjukkan kerja sama; (2) Warga suku Minang, Jawa, dan Batak mendirikan tenda -> Menunjukkan kerja sama; (3) Menolak membersihkan saluran air karena beda suku -> Bukan kerja sama; (4) Anak-anak suku Banjar, Betawi, Madura merapikan lapangan bersama -> Menunjukkan kerja sama.
- Pemeriksaan rumusan tindakan konkret bekerja sama yang dipilih murid (kriteria penerimaan: tindakan menunjukkan partisipasi aktif membantu sesama warga/teman tanpa memandang perbedaan suku bangsa).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir kegiatan: 'Sebutkan 1 contoh perilaku bekerja sama yang dapat kamu lakukan bersama teman bermain yang berbeda suku bangsa di lingkungan rumahmu!' (kriteria penerimaan: menyebutkan tindakan nyata seperti bersama-sama membersihkan tempat bermain, membagi tugas merapikan alat permainan, atau membantu teman yang membutuhkan pertolongan tanpa melihat suku asalnya).
Formatif:- Penilaian proses melalui lembar kerja penentuan 4 skenario perilaku bekerja sama dalam keberagaman suku bangsa
- Observasi unjuk kerja pemilihan tindakan konkret bekerja sama antarwarga beragam suku bangsa
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan perilaku bekerja sama dalam keberagaman suku bangsa | Belum mampu memilah skenario perilaku bekerja sama dalam keberagaman suku bangsa (0-1 dari 4 skenario tepat sesuai acuan). | Mampu memilah sebagian skenario perilaku bekerja sama dalam keberagaman suku bangsa dengan tepat (2-3 dari 4 skenario tepat sesuai acuan). | Mampu memilah seluruh 4 skenario perilaku bekerja sama dalam keberagaman suku bangsa secara tepat sesuai acuan dan menuliskan 1 tindakan konkret bekerja sama. | Mampu memilah seluruh 4 skenario perilaku bekerja sama dalam keberagaman suku bangsa secara tepat sesuai acuan, menuliskan lebih dari 1 tindakan konkret bekerja sama secara mandiri dan terperinci. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid dapat membedakan perilaku yang menunjukkan kerja sama dan yang menolak kerja sama dalam keberagaman suku bangsa?
- Apakah tantangan berpasangan 'Pilah Perilaku Rukun' berjalan aktif dan menggembirakan bagi semua murid?
Murid:- Apa yang sudah saya pelajari tentang bekerja sama dengan teman yang berbeda suku bangsa hari ini?
- Tindakan kerja sama apa yang ingin saya lakukan bersama teman atau tetangga yang berbeda suku di sekitar rumah saya?
Pertemuan 15 — Menunjukkan Perilaku Bekerja Sama dalam Keberagaman Sosial di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.1.4 Menunjukkan perilaku bekerja sama dalam berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa pembuka bersama (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran serta mengajak murid merapikan posisi tempat duduk agar siap beraktivitas secara berkelompok (2 menit).
- Guru memberikan asesmen diagnostik lisan cepat: 'Sebutkan 1 contoh bentuk kerja sama warga di lingkungan sekitar tanpa membedakan latar belakang pekerjaan!' (acuan jawaban: ikut kerja bakti membersihkan selokan bersama warga berbagai pekerjaan, membantu posyandu lansia, gotong royong menyiapkan tenda hajatan tetangga tanpa memandang profesi) (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran hari ini, yaitu menunjukkan perilaku bekerja sama dalam keberagaman sosial di lingkungan sekitar (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menayangkan atau memperlihatkan gambar situasi kerja bakti membersihkan lingkungan RT yang melibatkan warga dari beragam latar belakang sosial: Pak RT (pegawai kantor), Pak Joko (petani/pedagang sayur), Bu Siti (penjahit), dan Pak Rudi (buruh bangunan) yang saling bahu-membahu (5 menit).
- Murid mencermati gambar dan menyimak penjelasan guru mengenai makna keberagaman sosial (perbedaan mata pencaharian, profesi, dan kondisi ekonomi) serta pentingnya menunjukkan perilaku bekerja sama tanpa membeda-bedakan status sosial tersebut demi menjaga keharmonisan lingkungan (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok kecil (4-5 murid) dan menyelenggarakan aktivitas tantangan 'Pilah Kartu Perilaku Kerja Sama Sosial': setiap kelompok menerima 4 kartu situasi nyata di lingkungan sekitar (9 menit): Kartu 1: 'Warga menyiapkan pos ronda malam bersama-sama antara pemilik toko dan pengemudi ojek online', Kartu 2: 'Seseorang hanya mau menyapu jalan bersama tetangga yang sama-sama memiliki mobil mewah', Kartu 3: 'Anak-anak membantu membagikan air minum kepada semua bapak-bapak yang sedang kerja bakti tanpa memilih-milih pekerjaan mereka', Kartu 4: 'Menolak diajak kerja bakti membersihkan lapangan RT karena merasa pekerjaannya lebih tinggi dari warga lain'.
- Setiap kelompok berkolaborasi menandai dan menunjukkan kartu yang memuat perilaku bekerja sama dalam keberagaman sosial yang tepat (acuan kunci: Kartu 1 dan Kartu 3 = perilaku bekerja sama yang tepat; Kartu 2 dan Kartu 4 = bukan perilaku bekerja sama yang tepat) (8 menit).
- Perwakilan setiap kelompok menunjukkan kartu perilaku yang tepat dan menempelkannya pada bagan 'Tembok Kerja Sama Warga' di papan tulis (8 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru dan murid bersama-sama memeriksa kecocokan kartu yang telah ditempel di bagan dan menyimpulkan tindakan nyata yang menunjukkan perilaku kerja sama antarwarga yang berbeda status sosial (8 menit).
- Murid menuliskan satu komitmen perilaku kerja sama yang akan ditunjukkan jika melihat kegiatan warga di lingkungan tempat tinggalnya pada selembar kertas catatan kecil (acuan: memuat tindakan membantu/bekerja sama tanpa memandang perbedaan pekerjaan tetangga) (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik dan apresiasi terhadap keaktifan murid dalam menunjukkan perilaku kerja sama yang inklusif dan adil tanpa memandang status sosial (5 menit).
- Guru memandu murid menyimpulkan intisari kegiatan belajar serta menutup sesi dengan doa bersama dan salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan diberikan kartu situasi bergambar konkret yang memperjelas konteks profesi warga, sedangkan murid yang sudah mahir menerima kartu situasi naratif tertulis yang lebih mendalam.
- Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu guru secara langsung dalam mengidentifikasi makna tindakan pada kartu, sedangkan murid mahir memandu teman sekelompok dalam menganalisis keempat kartu secara mandiri.
- Produk: Semua murid menunjukkan hasil pilihan kartu perilaku kerja sama yang tepat sesuai kunci acuan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik di awal pembelajaran: 'Sebutkan 1 contoh bentuk kerja sama warga di lingkungan sekitar tanpa membedakan latar belakang pekerjaan!' (acuan jawaban: ikut kerja bakti membersihkan selokan bersama warga berbagai pekerjaan, membantu posyandu lansia, gotong royong menyiapkan tenda hajatan tetangga tanpa memandang profesi).
Proses:- Pengamatan keterlibatan kelompok dalam menelaah 4 kartu situasi dan ketepatan memilih kartu perilaku bekerja sama dalam keberagaman sosial (acuan kunci: Kartu 1 dan Kartu 3 adalah perilaku bekerja sama yang tepat, sedangkan Kartu 2 dan Kartu 4 adalah perilaku yang tidak tepat).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu pada tahap penutup/refleksi: murid menuliskan 1 tindakan konkret bekerja sama dalam keberagaman sosial di lingkungan sekitar (kriteria penerimaan: tindakan berupa partisipasi aktif/membantu kegiatan warga tanpa membeda-bedakan profesi atau latar belakang ekonomi sesama warga).
Formatif:- Observasi unjuk kerja pemilihan dan penunjukan perilaku bekerja sama dalam keberagaman sosial melalui aktivitas tantangan kelompok
- Cek pemahaman individu melalui respon tertulis komitmen perilaku kerja sama pada lembar catatan kecil
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan perilaku bekerja sama dalam keberagaman sosial di lingkungan sekitar | Belum mampu menunjukkan perilaku bekerja sama dalam keberagaman sosial di lingkungan sekitar (keliru memilih atau salah menentukan seluruh dari 4 kartu situasi yang disajikan). | Mampu menunjukkan perilaku bekerja sama dalam keberagaman sosial di lingkungan sekitar dengan tepat pada 1 dari 2 kartu perilaku yang tepat (hanya memilih Kartu 1 atau Kartu 3 dengan bimbingan intensif). | Mampu menunjukkan perilaku bekerja sama dalam keberagaman sosial di lingkungan sekitar secara tepat pada kedua kartu yang benar (tepat memilih Kartu 1 dan Kartu 3 serta menolak Kartu 2 dan Kartu 4) sesuai acuan kunci. | Mampu menunjukkan perilaku bekerja sama dalam keberagaman sosial di lingkungan sekitar secara tepat pada seluruh kartu (Kartu 1 dan Kartu 3 terpilih, Kartu 2 dan Kartu 4 ditolak) secara mandiri dan konsisten tanpa bantuan pendidik. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas tantangan pilah kartu situasi memfasilitasi murid memahami bentuk nyata kerja sama antarwarga lintas status sosial?
- Apakah seluruh murid aktif terlibat dalam kelompok tanpa ada yang mendominasi atau tertinggal?
Murid:- Apa hal baru yang kamu pelajari tentang pentingnya bekerja sama dengan tetangga yang memiliki latar belakang pekerjaan berbeda?
- Bagaimana perasaanmu saat bekerja sama dengan teman sekelompok dalam menyelesaikan tantangan pilah kartu tadi?
Pertemuan 16 — Menunjukkan Perilaku Bekerja Sama dalam Keberagaman Budaya di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.1.4 Menunjukkan perilaku bekerja sama dalam berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memimpin doa pembiasaan (2 menit).
- Guru memeriksa kehadiran dan mengondisikan kelas agar nyaman untuk belajar bersama (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menunjukkan perilaku bekerja sama dalam situasi keberagaman budaya di lingkungan sekitar (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 situasi perilaku, lalu meminta murid memilih tindakan yang menunjukkan kerja sama dalam keberagaman budaya: Situasi A: 'Membantu merapikan panggung festival budaya daerah bersama tetangga' dan Situasi B: 'Hanya mau menonton tarian dari daerah sendiri dan menolak diajak menata kursi' (acuan: tindakan kerja sama adalah Situasi A) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak paparan contoh nyata kegiatan warga di lingkungan sekitar yang memadukan budaya beragam, seperti kerja bakti menyambut perayaan HUT RI/festival seni desa (5 menit).
- Murid secara berpasangan mencermati lembar contoh perilaku bekerja sama dalam keberagaman budaya: (1) saling membantu mengenakan perlengkapan tari daerah yang berbeda, (2) bersama-sama menyusun jadwal latihan kesenian tanpa membeda-bedakan asal budaya, (3) ikut membersihkan balai warga setelah perayaan tradisi daerah lain (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil dan membagikan Lembar Tantangan 'Misi Kerja Sama Budaya' (3 menit).
- Murid memainkan permainan peran kelompok (simulasi aksi gembira) dalam menyelesaikan 1 dari 3 skenario kerja sama budaya: Skenario 1: 'Persiapan Stan Makanan Tradisional Campuran' di mana tiap anggota berbagi peran menata meja dan label hidangan; Skenario 2: 'Dekorasi Panggung Pentas Seni Budaya Nusantara' di mana anggota berbagi tugas merekatkan hiasan ornamen khas daerah; Skenario 3: 'Latihan Musik Gabungan Alat Tradisional' di mana anggota menyelaraskan ritme sederhana bersama-sama tanpa menolak alat musik daerah lain (13 menit).
- Setiap murid menunjukkan perilaku bekerja sama secara langsung saat menjalankan pembagian tugas peran di kelompoknya masing-masing (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok memeriksa keterlaksanaan kerja sama menggunakan daftar cek perilaku: keterlibatan aktif dalam tugas dan kesediaan membantu rekan tanpa membeda-bedakan unsur budaya (8 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya menunjukkan perilaku bekerja sama demi terciptanya keharmonisan hidup berdampingan dalam keberagaman budaya warga sekitar (5 menit).
- Murid menyelesaikan asesmen akhir berupa cek pemahaman 2 butir pernyataan perilaku kerja sama budaya, lalu guru memberikan apresiasi atas kerja sama murid dan menutup pembelajaran dengan doa (7 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar skenario bergambar dengan panduan langkah bertahap untuk murid yang membutuhkan bimbingan, serta skenario dengan situasi peran yang lebih majemuk untuk murid yang lebih cepat.
- Proses: Memberikan pendampingan langsung pada kelompok yang memerlukan dorongan interaksi, sementara kelompok mandiri diberi keleluasaan mengorganisasi pembagian peran sendiri.
- Produk: Unjuk perilaku kerja sama ditampilkan melalui simulasi peran langsung atau pembagian tugas kelompok terstruktur dalam menyelesaikan misi kerja sama budaya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik cepat memilih perilaku bekerja sama dalam keberagaman budaya dari 2 situasi: (1) 'Membantu merapikan panggung festival budaya daerah bersama tetangga', (2) 'Hanya mau menonton tarian dari daerah sendiri dan menolak diajak menata kursi' (acuan kunci: pilihan benar adalah situasi 1).
Proses:- Lembar observasi perilaku bekerja sama saat simulasi kelompok keberagaman budaya: mengamati kesediaan mengambil peran tugas bersama dan kesediaan membantu teman tanpa merendahkan unsur budaya rekan (kriteria: murid memenuhi kedua indikator perilaku kerja sama).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman menentukan tindakan kerja sama pada 2 butir pernyataan: (1) 'Budi membantu temannya yang sedang kesulitan merangkai ornamen janur hiasan pawai budaya meskipun berbeda tradisi', (2) 'Rina menolak membersihkan ruangan latihan musik bersama karena alat musik yang dimainkan bukan dari daerahnya'. Menentukan pernyataan yang menunjukkan perilaku kerja sama (acuan kunci: pernyataan 1 = 'Perilaku Bekerja Sama'; pernyataan 2 = 'Bukan Perilaku Bekerja Sama').
Formatif:- Observasi unjuk perilaku kerja sama dalam simulasi keberagaman budaya menggunakan lembar amatan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Perilaku Bekerja Sama dalam Keberagaman Budaya | Belum menunjukkan kesediaan mengambil tugas peran dan belum bekerja sama dengan teman dalam situasi keberagaman budaya meski telah diarahkan secara penuh. | Menunjukkan kesediaan mengambil tugas peran dalam kerja sama keberagaman budaya namun masih memerlukan dorongan atau bimbingan berulang dari guru. | Menunjukkan perilaku bekerja sama secara aktif dan mandiri dalam menyelesaikan tugas kelompok pada situasi keberagaman budaya tanpa membeda-bedakan asal budaya rekan. | Menunjukkan perilaku bekerja sama secara konsisten, sigap mengambil peran tugas bersama, dan berinisiatif membantu rekan kelompok lain yang memerlukan dukungan dalam simulasi keberagaman budaya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur kegiatan simulasi peran kerja sama dalam keberagaman budaya berjalan sesuai alokasi waktu 70 menit?
- Bagaimana keterlibatan setiap murid dalam menunjukkan kerja sama nyata tanpa membatasi diri pada perbedaan budaya rekan?
Murid:- Apa tugas yang kamu lakukan bersama teman kelompokmu saat simulasi keberagaman budaya tadi?
- Bagaimana perasaanmu ketika dapat bekerja sama secara kompak dengan teman yang memiliki kebiasaan atau budaya berbeda?
Pertemuan 17 — Menunjukkan Perilaku Gotong Royong Antarwarga Beragam Suku Bangsa, Sosial, dan Budaya di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.1.4 Menunjukkan perilaku bekerja sama dalam berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan memandu doa pembuka (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-17, yaitu menunjukkan perilaku gotong royong antarwarga yang beragam suku bangsa, sosial, dan budaya di lingkungan sekitar (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat melalui teknik tanya-jawab berbasis kartu ilustrasi untuk memetakan kesiapan murid dalam mengenali tindakan gotong royong antarwarga beragam (acuan: tindakan gotong royong warga beragam adalah bekerja bersama membersihkan selokan kampung tanpa membedakan suku/status warga) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mengamati teks narasi dan gambar tentang kegiatan kerja bakti warga RW yang terdiri dari Pak Made (Bali), Bu Siti (Jawa), Pak Ujang (Sunda), dan Pak Ucok (Batak) yang bekerja bakti memperbaiki jembatan desa secara sukarela (7 menit).
- Murid menelaah lembar telaah berisi 4 kartu pernyataan tindakan warga berikut: (1) Menyiapkan konsumsi bersama warga suku Jawa dan Sunda untuk pekerja bakti, (2) Memilih bekerja hanya dengan tetangga yang satu daerah asal saja, (3) Mengumpulkan batu bersama warga dari beragam profesi dan suku untuk menambal jalan, (4) Menolak ikut kerja bakti karena merasa berbeda budaya dengan panitia; lalu menandai mana yang menunjukkan perilaku gotong royong antarwarga beragam (acuan benar: kartu 1 dan 3 mencerminkan gotong royong antarwarga beragam; kartu 2 dan 4 bukan) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain tantangan berpasangan 'Misi Gotong Royong Warga Bhinneka', di mana setiap pasangan menerima 4 lembar kartu skenario situasi warga: Skenario A: Warga keturunan Tionghoa dan Jawa akan mengadakan kerja bakti pos kamling; Skenario B: Warga pedagang dan pegawai kantor bergotong royong merapikan taman lingkungan; Skenario C: Ibu-ibu lintas suku (Minang, Sunda, Dayak) menyiapkan posyandu warga; Skenario D: Pemuda lintas suku mengecat gapura peringatan hari kemerdekaan (10 menit).
- Setiap pasangan murid memilih peran tindakan kerja sama nyata untuk menyelesaikan keempat skenario tersebut dengan menuliskan 1 tindakan gotong royong konkret per skenario pada Lembar Misi (acuan jawaban benar: Skenario A = ikut membersihkan dan mengecat pos kamling bersama tanpa membeda-bedakan; Skenario B = membagi tugas menyapu dan menata pot bersama warga dari ragam profesi; Skenario C = membantu menyusun meja dan menimbang balita bersama secara rukun; Skenario D = bergantian membawa kuas dan mencampur cat bersama pemuda suku lain) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangan mencocokkan tindakan gotong royong yang mereka tulis dengan kunci acuan periksa di papan tulis, lalu menandai ketepatan perilaku bekerja sama yang mereka tunjukkan (5 menit).
- Murid menuliskan satu kesadaran pribadi pada catatan refleksi: satu tindakan gotong royong konkret yang siap dilakukan saat ada kegiatan kerja bakti di lingkungan RT/RW tempat tinggalnya (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik atas Lembar Misi gotong royong yang dikerjakan murid dan menegaskan pentingnya nilai gotong royong antarwarga beragam (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran pertemuan ini dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu skenario bergambar dengan opsi pilihan tindakan gotong royong terarah, sedangkan murid yang mandiri menganalisis skenario naratif lengkap.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan mendapat scaffolding dalam menentukan pembagian peran tindakan, sedangkan murid yang cepat langsung merumuskan tindakan gotong royong mandiri untuk 4 skenario.
- Produk: Tindakan gotong royong dapat ditunjukkan melalui tulisan pada Lembar Misi atau dengan memilih dan memasangkan kartu aksi bergambar.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik cepat dengan 2 opsi situasi: 'Manakah yang mencerminkan gotong royong antarwarga: (A) Warga suku Jawa, Sunda, dan Batak bersama-sama membersihkan parit kampung, atau (B) Warga hanya mau memperbaiki jalan di depan rumah suku sendiri?' (acuan jawaban: situasi A adalah perilaku gotong royong antarwarga beragam; situasi B bukan).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan pengisian Lembar Misi Gotong Royong pada 4 skenario situasi: Skenario A (pos kamling), Skenario B (taman warga), Skenario C (posyandu), dan Skenario D (gapura warga) (acuan: setiap skenario memuat 1 tindakan nyata bekerja sama antarwarga tanpa membedakan suku, status sosial, atau budaya).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat: Murid menuliskan 1 contoh tindakan gotong royong nyata yang menunjukkan kerja sama antarwarga beragam suku dan sosial di lingkungan sekitar tempat tinggal (kriteria penerimaan: jawaban menyebutkan tindakan fisik/kegiatan kerja sama sukarela bersama warga berbeda latar belakang tanpa membeda-bedakan, contoh: ikut menyapu halaman balai warga bersama tetangga beda suku).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja Lembar Misi Gotong Royong Warga Bhinneka untuk 4 skenario keragaman
- Observasi unjuk perilaku bekerja sama murid selama menyelesaikan misi berpasangan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan perilaku gotong royong dalam keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di lingkungan sekitar | Belum mampu menunjukkan tindakan gotong royong yang sesuai untuk skenario keberagaman warga, atau hanya 1 skenario tepat dengan bimbingan penuh guru. | Mampu menunjukkan tindakan gotong royong yang tepat pada 2 dari 4 skenario keberagaman warga sesuai acuan. | Mampu menunjukkan tindakan gotong royong yang tepat pada 3 sampai 4 skenario keberagaman warga sesuai acuan secara mandiri. | Mampu menunjukkan tindakan gotong royong secara lengkap dan tepat pada seluruh (4) skenario keberagaman warga, serta merumuskan tindakan kerja sama nyata tambahan di lingkungan sekitarnya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur permainan tantangan berpasangan efektif memfasilitasi murid menunjukkan perilaku gotong royong?
- Apakah skenario keragaman yang disajikan sudah cukup kontekstual dengan kehidupan lingkungan sekitar murid?
Murid:- Tindakan gotong royong apa yang paling mudah saya lakukan bersama tetangga yang berbeda suku dan budaya?
- Bagaimana perasaan saya ketika berhasil menyelesaikan misi gotong royong bersama teman berpasangan?
Pertemuan 18 — Menunjukkan Perilaku Bekerja Sama dalam Memelihara Kebersihan Lingkungan Sekitar yang Beragam — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.1.4 Menunjukkan perilaku bekerja sama dalam berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menunjukkan perilaku bekerja sama dalam memelihara kebersihan lingkungan sekitar yang beragam (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan lisan: 'Jika ada kegiatan kerja bakti membersihkan selokan atau taman di lingkungan sekitar yang warganya berbeda suku dan budaya, apa tindakan bekerja sama yang kamu tunjukkan?' (acuan jawaban: ikut serta menyapu/memungut sampah/memilah sampah bersama warga lain tanpa membeda-bedakan suku atau latar belakang) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mengamati dan membaca teks situasi singkat 'Kerja Bakti Bersih Lingkungan di Kampung Bhinneka' yang menampilkan warga beragam latar belakang (Dani dari suku Jawa, Hemalia dari Sunda, Made dari Bali) sedang membersihkan selokan dan taman warga secara bersama-sama (7 menit).
- Murid bersama guru mencermati 4 wujud perilaku bekerja sama dalam memelihara kebersihan lingkungan yang beragam: (1) saling berbagi tugas membersihkan tanpa memilih-milih teman berdasarkan suku atau agama, (2) bersama-sama memilah dan membuang sampah pada tempatnya, (3) saling membantu mengangkat sampah yang berat bersama warga lain, dan (4) saling menghargai waktu ibadah atau istirahat warga lain saat kegiatan bersih lingkungan berlangsung (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi menjadi kelompok kecil beranggotakan 4 anak yang beragam untuk mengikuti permainan edukatif interaktif 'Tantangan Kartu Aksi Bersih Lingkungan': setiap kelompok menerima 4 kartu skenario situasi kebersihan di lingkungan beragam dan memilih tindakan kerja sama yang tepat (10 menit). Rincian 4 kartu skenario dan tindakan kerja sama tepat: (1) Skenario: Taman bermain RT dipenuhi daun kering setelah acara festival budaya daerah. Tindakan tepat: Bersama teman beda suku berbagi alat dan menyapu dedaunan sampai bersih. (2) Skenario: Selokan depan balai warga mampet oleh sampah plastik, warga dari berbagai latar belakang sedang berkumpul untuk membersihkan. Tindakan tepat: Ikut memunguti sampah plastik dan memasukkannya ke karung bersama warga lain tanpa membeda-bedakan. (3) Skenario: Tempat sampah pilah di jalan utama lingkungan penuh dan tercecer. Tindakan tepat: Mengajak warga atau teman yang ada di sekitar untuk bergotong royong merapikan dan memilah sampah botol serta plastik ke tempat yang benar. (4) Skenario: Halaman tempat ibadah di lingkungan yang beragam kotor setelah kegiatan bersama antarwarga. Tindakan tepat: Bekerja sama membersihkan halaman bersama warga sekitar dengan rukun tanpa memandang perbedaan agama.
- Murid secara berkelompok mempraktikkan langsung simulasi perilaku bekerja sama memelihara kebersihan area kelas/sekitar kelas (membagi peran menyapu lantai, memungut remah kertas, merapikan meja, dan memilah tempat sampah daur ulang) secara kolaboratif bersama teman lintas latar belakang (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil pelaksanaan simulasi kerja sama kebersihan dan mengecek apakah seluruh anggota kelompok saling membantu dan bekerja sama dengan baik tanpa memandang perbedaan latar belakang (5 menit).
- Murid menyatakan secara lisan satu komitmen perilaku bekerja sama membersihkan lingkungan yang akan dilakukan di lingkungan tempat tinggal masing-masing (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap perilaku bekerja sama dalam kebersihan lingkungan beragam yang telah ditunjukkan oleh murid selama kegiatan simulasi (3 menit).
- Guru menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya (Pertemuan 19) murid akan mengikuti asesmen sumatif bab untuk menunjukkan seluruh capaian pembelajaran Bab 1 Mengenal Lingkungan Sekitar, kemudian menutup pembelajaran dengan doa dan salam (7 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu skenario bergambar visual bagi murid yang memerlukan dukungan pemahaman konkret mengenai kebersihan lingkungan sekitar yang beragam.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung bagi kelompok yang membutuhkan pendampingan saat pembagian tugas kerja sama, serta memberikan tantangan lanjutan bagi murid cepat untuk menentukan solusi kerja sama pada 2 skenario lingkungan tambahan.
- Produk: Murid dapat menunjukkan perilaku bekerja sama melalui simulasi praktik langsung kebersihan kelas atau melalui penentuan pilihan aksi kerja sama pada lembar skenario.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan di pendahuluan: 'Jika ada kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan tempat tinggal yang warganya beragam suku dan budaya, perilaku bekerja sama apa yang kamu tunjukkan?' (acuan: ikut serta menyapu/memungut sampah/memilah sampah bersama warga lain tanpa membeda-bedakan latar belakang).
Proses:- Observasi formatif saat simulasi kerja sama kebersihan: menilai keterlibatan aktif murid dalam membagi peran dan menjalankan tugas memelihara kebersihan bersama teman kelompok beragam latar belakang tanpa membeda-bedakan.
- Pemeriksaan ketepatan penyelesaian 4 kartu skenario aksi bersih lingkungan (acuan: Skenario 1 memilih berbagi alat dan menyapu bersama; Skenario 2 memilih ikut memungut sampah selokan bersama warga; Skenario 3 memilih mengajak warga bergotong royong merapikan dan memilah sampah botol/plastik; Skenario 4 memilih bekerja sama membersihkan halaman bersama warga dengan rukun tanpa memandang perbedaan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: Murid menyebutkan minimal 2 contoh perilaku nyata bekerja sama memelihara kebersihan lingkungan bersama warga/teman yang berbeda latar belakang suku, sosial, atau budaya (acuan jawaban: (1) bergotong royong menyapu jalan atau selokan bersama tetangga tanpa membeda-bedakan suku; (2) memilah sampah bersama teman beragam latar belakang saat kegiatan bersih lingkungan).
Formatif:- Lembar observasi unjuk kerja perilaku bekerja sama dalam memelihara kebersihan lingkungan
- Pemeriksaan ketepatan pilihan tindakan pada kartu skenario aksi bersih lingkungan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan perilaku bekerja sama dalam memelihara kebersihan lingkungan sekitar yang beragam | Belum menunjukkan perilaku bekerja sama memelihara kebersihan lingkungan sekitar yang beragam, menolak berbagi tugas atau hanya beraktivitas sendiri. | Mulai menunjukkan perilaku bekerja sama memelihara kebersihan lingkungan sekitar yang beragam pada 1-2 situasi/tugas dengan bimbingan dan arahan guru. | Menunjukkan perilaku bekerja sama memelihara kebersihan lingkungan sekitar yang beragam pada seluruh tugas (berbagi peran, saling membantu membersihkan, dan menerima teman lintas latar belakang) secara mandiri. | Konsisten menunjukkan perilaku bekerja sama memelihara kebersihan lingkungan sekitar yang beragam pada seluruh tugas secara mandiri serta konsisten menjaga kerukunan kerja sama tanpa membeda-bedakan latar belakang teman. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid telah aktif menunjukkan perilaku bekerja sama memelihara kebersihan tanpa membedakan latar belakang teman kelompoknya?
- Bagaimana efektivitas permainan kartu skenario dan simulasi kebersihan dalam menumbuhkan kesadaran kolaborasi di lingkungan beragam?
Murid:- Apa tindakan bekerja sama yang sudah saya lakukan saat membersihkan lingkungan bersama teman-teman hari ini?
- Mengapa kita harus saling membantu menjaga kebersihan lingkungan tanpa membeda-bedakan suku atau latar belakang warga?
Pertemuan 19 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.1.1 Membedakan identitas masyarakat di lingkungan sekitar sesuai budaya, suku bangsa, bahasa, agama dan kepercayaannya
- TP 4.1.2 Menghargai identitas masyarakat di lingkungan sekitar sesuai budaya, suku bangsa, bahasa, agama dan kepercayaannya
- TP 4.1.3 Mengidentifikasi lingkungan tempat tinggal (RT, RW, desa atau kelurahan, dan kecamatan) sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
- TP 4.1.4 Menunjukkan perilaku bekerja sama dalam berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kesiapan murid serta memberikan pengantar bahwa pertemuan ini adalah asesmen sumatif bab untuk menunjukkan kompetensi yang telah dipelajari selama Bab 1 (3 menit).
- Guru menyampaikan alur pelaksanaan asesmen sumatif yang terdiri dari 2 bagian: pengerjaan tes tertulis penugasan secara mandiri (Bagian A) dan unjuk kerja simulasi kerja sama kelompok dalam menyusun poster denah keragaman lingkungan (Bagian B) (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan Lembar Kerja Asesmen Sumatif Bagian A dan menjelaskan instruksi pengerjaan secara klasikal: murid membaca setiap soal dengan saksama dan menjawab secara mandiri tanpa berdiskusi (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid mengerjakan tes tertulis individual Bagian A selama 32 menit berisi 2 tugas: Tugas 1 Membedakan Keragaman Identitas memuat 4 butir penjodohan tabel [Butir 1: Pakaian baju Ning & Tari Barong -> Jawa Timur & Bali; Butir 2: Tari Mandau & Suku Dayak -> Kalimantan Tengah; Butir 3: Baju adat suku Bugis -> Sulawesi; Butir 4: Rumah adat Tongkonan -> Toraja/Sulawesi Selatan] (kunci: 1-Jawa Timur/Bali, 2-Kalimantan Tengah, 3-Sulawesi, 4-Toraja/Sulawesi Selatan); dan Tugas 2 Mengidentifikasi Wilayah memuat bagan hierarki 4 tingkatan dari terkecil ke terbesar [Kotak 1: Rukun Tetangga (RT), Kotak 2: Rukun Warga (RW), Kotak 3: Desa/Kelurahan, Kotak 4: Kecamatan] beserta penulisan identitas nama RT, RW, desa/kelurahan, dan kecamatan tempat tinggalnya (kunci urutan bagan: RT -> RW -> Desa/Kelurahan -> Kecamatan) (30 menit).
- Guru mengumpulkan lembar jawaban Bagian A, lalu membagi murid ke dalam 6 kelompok kecil (masing-masing 4-5 murid) dan membagikan lembar kerja Bagian B berupa bahan potongan gambar rumah ibadah, baju adat, serta label nama wilayah untuk ditempel pada lembar denah kelompok (2 menit).
- Murid dalam kelompok melaksanakan unjuk kerja kolaboratif menyusun poster denah keragaman lingkungan selama 23 menit, di mana setiap anggota berbagi tugas menempelkan label wilayah dan simbol keragaman secara tepat sembari guru mengamati keterlibatan aktif bergotong royong dan sikap saling menghargai pendapat (23 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru menghentikan aktivitas unjuk kerja kelompok, mengumpulkan produk poster denah keragaman, dan memfasilitasi refleksi singkat di mana murid mengevaluasi pengalaman kerja mandiri pada tes tertulis serta dinamika kerja sama dalam kelompok (3 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas kejujuran saat tes mandiri dan kekompakan kerja sama seluruh kelompok selama asesmen sumatif bab berlangsung (2 menit).
- Guru bersama murid menutup rangkaian pembelajaran Bab 1 dengan doa bersama dan salam penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Tidak ada diferensiasi konten untuk menjaga standarisasi instrumen asesmen sumatif.
- Proses: Akomodasi akses berupa pembacaan instruksi soal secara lisan bagi murid dengan hambatan membaca lambat tanpa memberi tahu kunci jawaban.
- Produk: Format bukti sumatif seragam sesuai acuan ATP: lembar kerja tertulis individual dan lembar observasi keterlibatan unjuk kerja kelompok.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan alat tulis dan konfirmasi pemahaman aturan pelaksanaan asesmen sumatif mandiri dan kelompok secara klasikal.
Proses:- Observasi guru menggunakan lembar pengamatan unjuk kerja kelompok untuk menilai keaktifan gotong royong dan tindakan saling menghargai pendapat selama penyusunan poster.
Sumatif Bab:- kombinasi tes tertulis penugasan individual serentak dan unjuk kerja simulasi kerja sama kelompok: lembar kerja identifikasi keragaman identitas dan batas wilayah tempat tinggal (RT, RW, desa/kelurahan, kecamatan), serta lembar observasi perilaku menghargai perbedaan dan kerja sama dalam kelompok
- tes tertulis dan penugasan serentak: lembar kerja murid berisi identifikasi keragaman suku, budaya, bahasa, dan agama warga sekitar serta melengkapi bagan struktur dan batas wilayah tempat tinggal (RT, RW, kelurahan/desa, kecamatan) yang dikerjakan serentak oleh seluruh kelas (35 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran)
- unjuk kerja kelompok: tindakan saling menghargai pendapat dan aktif bergotong-royong menyelesaikan penyusunan poster denah keragaman lingkungan yang diamati guru secara serentak pada kelompok-kelompok kecil (6-7 kelompok) (35 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi keterlibatan kerja sama dan sikap menghargai keberagaman)
Sumatif:- kombinasi tes tertulis penugasan individual serentak dan unjuk kerja simulasi kerja sama kelompok: lembar kerja identifikasi keragaman identitas dan batas wilayah tempat tinggal (RT, RW, desa/kelurahan, kecamatan), serta lembar observasi perilaku menghargai perbedaan dan kerja sama dalam kelompok
- tes tertulis dan penugasan serentak: lembar kerja murid berisi identifikasi keragaman suku, budaya, bahasa, dan agama warga sekitar serta melengkapi bagan struktur dan batas wilayah tempat tinggal (RT, RW, kelurahan/desa, kecamatan) yang dikerjakan serentak oleh seluruh kelas (35 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran)
- unjuk kerja kelompok: tindakan saling menghargai pendapat dan aktif bergotong-royong menyelesaikan penyusunan poster denah keragaman lingkungan yang diamati guru secara serentak pada kelompok-kelompok kecil (6-7 kelompok) (35 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi keterlibatan kerja sama dan sikap menghargai keberagaman)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Membedakan Keragaman Identitas Masyarakat (TP 4.1.1) — Tugas 1 Tes Tertulis | Membedakan secara tepat 1 dari 4 pasangan identitas suku, budaya, dan daerah pada tabel (acuan kunci: Butir 1: Pakaian baju Ning & Tari Barong -> Jawa Timur & Bali; Butir 2: Tari Mandau & Suku Dayak -> Kalimantan Tengah; Butir 3: Baju adat suku Bugis -> Sulawesi; Butir 4: Rumah adat Tongkonan -> Toraja/Sulawesi Selatan). | Membedakan secara tepat 2 dari 4 pasangan identitas suku, budaya, dan daerah pada tabel acuan kunci di atas. | Membedakan secara tepat 3 dari 4 pasangan identitas suku, budaya, dan daerah pada tabel acuan kunci di atas. | Membedakan secara tepat seluruh 4 pasangan identitas suku, budaya, dan daerah pada tabel acuan kunci di atas secara mandiri. | | Mengidentifikasi Wilayah Tempat Tinggal sebagai Bagian NKRI (TP 4.1.3) — Tugas 2 Tes Tertulis | Mengisi dengan tepat 1 dari 4 tingkatan hierarki wilayah pada bagan alur (acuan kunci urutan dari terkecil: 1. Rukun Tetangga [RT], 2. Rukun Warga [RW], 3. Desa/Kelurahan, 4. Kecamatan). | Mengisi dengan tepat 2 dari 4 tingkatan hierarki wilayah pada bagan alur sesuai acuan kunci di atas. | Mengisi dengan tepat 3 dari 4 tingkatan hierarki wilayah pada bagan alur sesuai acuan kunci di atas. | Mengisi dengan tepat seluruh 4 tingkatan hierarki wilayah pada bagan alur secara runtut sesuai acuan kunci di atas serta melengkapi data nama wilayah tempat tinggalnya. | | Menghargai Identitas Masyarakat dalam Kelompok (TP 4.1.2) — Observasi Unjuk Kerja | Belum bersedia mendengarkan pendapat rekan kelompok yang berbeda pandangan selama perancangan poster denah. | Mendengarkan pendapat rekan kelompok hanya jika ditegur atau diingatkan oleh guru. | Menghargai pendapat teman dan menerima pembagian tugas gambar keragaman budaya/agama tanpa membeda-bedakan. | Konsisten menghargai pendapat rekan, mendukung teman yang berbeda latar belakang, dan menjaga tutur kata santun sepanjang kerja kelompok. | | Menunjukkan Perilaku Bekerja Sama (TP 4.1.4) — Observasi Unjuk Kerja | Pasif dan tidak ikut berkontribusi dalam menempelkan bahan poster denah kelompok. | Ikut membantu tugas menempel bahan poster denah hanya sebagian waktu bila diminta rekan kelompok. | Aktif bekerja sama menuntaskan tugas kelompok menempel bahan denah hingga selesai tepat waktu. | Sangat aktif bergotong royong, berinisiatif membantu tugas kelompok yang belum selesai, dan memastikan seluruh anggota terlibat kompak. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 35 menit tes individual dan 35 menit kerja kelompok cukup realistis dan terkelola dengan tertib?
- Bagaimana ketercapaian murid secara keseluruhan pada empat tujuan pembelajaran bab Mengenal Lingkungan Sekitar?
Murid:- Bagian mana dari tes dan tugas poster tadi yang paling mudah dan paling menantang bagiku?
- Bagaimana perasaanku saat bekerja sama menyelesaikan poster keberagaman lingkungan bersama teman kelompok?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV (Kemdikbudristek, 2023)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV (Kemdikbudristek, 2023) Bab 1 Halaman 4-8
- Set Kartu Detektif Suku Bangsa (Jawa, Bali, Bugis, Dayak) dan papan bagan suku bangsa
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek, 2023)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek, 2023)
- Set Kartu Budaya Nusantara (gambar dan teks tari daerah, pakaian adat, kesenian, dan makanan khas)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek 2023)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek 2023)
- Kartu Kosakata Bahasa Daerah Nusantara (Jawa, Sunda, Batak, Bugis, Bali)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV (Kemdikbudristek, 2023)
- Kartu bergambar tempat ibadah dan hari besar keagamaan di Indonesia
- Kartu tanda Hijau-Merah untuk kuis sikap
- Lembar Kerja Klasifikasi 4 Skenario Sikap Warga Lingkungan Sekitar
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek, 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek, 2021)
- Kartu pernyataan sikap perbedaan bahasa daerah
- Lembar kerja murid analisis skenario perilaku menghargai perbedaan bahasa daerah
- Kartu skenario kuis situasi keberagaman agama
- Lembar Kerja Klasifikasi Tindakan Menghargai Agama
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek)
- Kartu situasi bergambar mengenai interaksi warga di lingkungan sekitar
- Lembar Kerja/Latihan Murid tentang Sikap Menghargai Keragaman Identitas
- Bagan struktur organisasi RT dan kartu permainan 'Detektif RT'
- Lembar Kerja Murid 'Identifikasi Lingkungan RT'
- Bagan Struktur Wilayah Rukun Warga (RW)
- Set Kartu Identitas RW (4 kartu pernyataan dan 4 kartu pasangan)
- Kartu Detektif Desa-Kelurahan dan Lembar Klasifikasi Identifikasi Lingkungan Tempat Tinggal
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek 2023), Bab 1 Mengenal Lingkungan Sekitar
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek 2023), Bab 1 Mengenal Lingkungan Sekitar
- Bagan Struktur Organisasi dan Wilayah Pemerintahan Kecamatan
- Set kartu berpasangan 'Jelajah Kecamatan' (4 pasang kartu pertanyaan dan jawaban)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek, 2023) Bab 1
- Bagan Piramida Hierarki Pemerintahan Wilayah (RT, RW, Desa/Kelurahan, Kecamatan, NKRI)
- Set kartu nama wilayah: RT, RW, Desa/Kelurahan, Kecamatan
- Lembar aktivitas 'Pilah Perilaku Rukun' berisi 4 skenario keberagaman suku bangsa
- Gambar ilustrasi kegiatan kerja bakti warga masyarakat dengan beragam latar belakang profesi
- Set kartu situasi 'Pilah Kartu Perilaku Kerja Sama Sosial'
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila SD/MI Kelas IV, Pusat Perbukuan Kemdikbudristek 2023
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila SD/MI Kelas IV, Pusat Perbukuan Kemdikbudristek 2023
- Kartu skenario simulasi 'Misi Kerja Sama Budaya' dan lembar observasi keterlibatan kelompok
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek, 2023, Bab Kerja Sama di Lingkunganku)
- Set Kartu Skenario 'Misi Gotong Royong Warga Bhinneka' dan Lembar Kerja Berpasangan
- Set 4 Kartu Skenario Tantangan Aksi Bersih Lingkungan Beragam
- Alat kebersihan kelas (sapu, serokan, tempat sampah pilah/plastik)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas IV, Bab 1: Mengenal Lingkungan Sekitar.
- Lembar Soal Asesmen Sumatif Tertulis Bab 1.
- Bahan Unjuk Kerja: Kertas karton denah lingkungan, potongan gambar rumah ibadah, pakaian adat, label nama wilayah (RT, RW, Desa/Kelurahan, Kecamatan), dan lem kertas.
|