Modul AjarPertemuan 5Bab 4Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 3: Membuat Naskah Drama Sederhana Bertemakan Pancasila

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 3 dengan topik "Membuat Naskah Drama Sederhana Bertemakan Pancasila". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 3: Membuat Naskah Drama Sederhana Bertemakan Pancasila

Pendidikan Pancasila - Kelas 3

Bab 4 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Membuat Naskah Drama Sederhana Bertemakan Pancasila

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMembuat Naskah Drama Sederhana Bertemakan Pancasila
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu membuat naskah drama sederhana yang menggambarkan penerapan minimal satu sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari secara kreatif dan mandiri.
  2. Murid mampu mempresentasikan naskah drama yang telah dibuat di depan kelas dengan percaya diri.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu melihat pertunjukan drama atau bermain peran bersama teman? Apa yang membuatnya seru?
  2. Kalau kamu mau membuat cerita drama tentang kebaikan, sila Pancasila mana yang ingin kamu tunjukkan dan mengapa?
  3. Bagaimana caramu agar teman-temanmu paham pesan sila Pancasila hanya dari melihat drama yang kamu buat?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dan mengajak berdoa bersama sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru melakukan apersepsi singkat dengan menampilkan gambar atau potongan cerita tentang anak-anak yang sedang bermain peran, lalu bertanya kepada murid: 'Pernahkah kalian bermain drama bersama teman?'
  • Guru menyampaikan asesmen awal (diagnostik): murid diminta menyebutkan secara lisan satu contoh perilaku baik yang mencerminkan sila Pancasila yang mereka ingat. Guru mencatat respons untuk mengetahui kesiapan awal murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: membuat naskah drama sederhana bertemakan Pancasila dan mempresentasikannya di depan kelas.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membuka rasa ingin tahu: 'Bagaimana caramu agar teman-temanmu paham pesan sila Pancasila hanya dari melihat drama yang kamu buat?'
  • Guru menjelaskan alur kegiatan hari ini secara singkat agar murid siap dan antusias.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan contoh naskah drama singkat (3–4 dialog) yang sudah disiapkan, misalnya naskah musyawarah memilih ketua kelas yang mencerminkan sila ke-4. Murid menyimak dengan seksama.
  • Guru mengajak murid mendiskusikan bersama: 'Sila keberapa yang ditunjukkan dalam drama tadi? Apa tanda-tandanya?' Murid menjawab secara bergantian.
  • Guru menampilkan kartu bergambar simbol lima sila Pancasila di papan tulis. Bersama-sama, kelas mengidentifikasi contoh perilaku yang sesuai tiap sila dalam kehidupan sehari-hari (di rumah dan sekolah).
  • Guru menjelaskan komponen naskah drama sederhana: nama tokoh, latar tempat, dialog, dan pesan moral. Guru menulis kerangka di papan tulis agar murid dapat melihat contoh nyata.
  • Murid diberi kesempatan bertanya bila ada yang belum dipahami tentang struktur naskah.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok memilih satu sila Pancasila yang ingin dijadikan tema drama mereka.
  • Setiap kelompok menerima lembar kerja 'Kerangka Naskah Drama' yang berisi kolom: judul, tokoh, latar, isi dialog (minimal 4 baris per tokoh), dan pesan moral.
  • Kelompok berdiskusi dan menulis naskah drama sederhana secara mandiri. Guru berkeliling memberikan bimbingan ringan kepada kelompok yang membutuhkan bantuan tanpa memberikan jawaban langsung.
  • Setelah naskah selesai, masing-masing kelompok berlatih membacakan naskah mereka secara singkat (2–3 menit) untuk mempersiapkan presentasi.
  • Setiap kelompok mempresentasikan naskah dramanya di depan kelas dengan cara membacakan dialog secara bergantian sesuai peran masing-masing anggota. Murid yang menonton memberikan tepuk tangan dan umpan balik positif.
  • Guru memberikan umpan balik lisan singkat setelah setiap kelompok tampil, memuji usaha dan menunjukkan satu hal yang bisa ditingkatkan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah semua kelompok presentasi, guru mengajak murid duduk melingkar dan bertanya: 'Sila apa saja yang sudah kita lihat hari ini dalam drama teman-teman kita? Apakah kalian menemukan hal baru?'
  • Murid mengisi lembar refleksi diri sederhana (3 pertanyaan bergambar bintang): (1) Apa yang aku pelajari hari ini? (2) Bagian mana yang paling aku sukai? (3) Apa yang ingin aku coba lakukan di rumah berdasarkan drama tadi?
  • Perwakilan 2–3 murid berbagi jawaban refleksinya secara lisan. Guru merespons dengan apresiasi dan penguatan nilai Pancasila.
  • Guru menegaskan kembali pesan utama: nilai-nilai Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi untuk dipraktikkan setiap hari dalam tindakan nyata.

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat kesimpulan bersama: 'Apa yang kita pelajari hari ini?' dan menuliskan poin-poin utama di papan tulis.
  • Guru melaksanakan asesmen akhir singkat: murid secara individu menulis satu kalimat pada sticky note atau selembar kertas kecil tentang satu nilai Pancasila yang ingin mereka terapkan di rumah besok.
  • Guru memberikan pesan motivasi: 'Kalian semua sudah menjadi penulis drama hebat hari ini! Ingat, setiap langkah baik yang kalian lakukan adalah bukti Pancasila hidup dalam diri kalian.'
  • Guru menginformasikan tindak lanjut: murid dapat menyempurnakan naskahnya di rumah dan membawanya kembali jika ingin ditampilkan lagi.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih (lambat) dapat menggunakan kartu contoh dialog yang sudah disiapkan guru sebagai panduan menulis naskah. Murid yang sudah cepat dapat diminta membuat naskah dengan dua sila sekaligus atau menambahkan narasi pembuka dan penutup.
  • Proses: Guru mendampingi langsung kelompok yang kesulitan dengan pertanyaan pemandu seperti 'Siapa tokohnya? Apa masalahnya? Bagaimana mereka menyelesaikannya dengan nilai Pancasila?'. Kelompok yang cepat didorong untuk memikirkan ekspresi dan gerak tubuh saat membacakan naskah.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan cukup menghasilkan naskah minimal 4 dialog. Murid yang sudah mahir didorong menghasilkan naskah yang lebih lengkap dengan latar yang jelas dan pesan moral yang dituliskan secara eksplisit di akhir naskah.

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya secara lisan di awal pembelajaran: 'Sebutkan satu contoh sikap baik yang mencerminkan sila Pancasila yang pernah kamu lakukan atau kamu lihat!' Guru mencatat respons untuk mengetahui pemahaman awal murid tentang sila-sila Pancasila sebelum kegiatan inti dimulai.

Proses:

  • Observasi aktif guru saat kelompok menulis naskah: guru menggunakan checklist sederhana untuk mencatat apakah setiap kelompok mampu mengidentifikasi sila yang dipilih, menulis dialog yang relevan, dan bekerja sama dengan baik.
  • Umpan balik lisan langsung diberikan setelah setiap kelompok tampil, mencakup apresiasi atas usaha dan satu saran konkret untuk peningkatan.
  • Murid melakukan penilaian sejawat sederhana: setelah satu kelompok tampil, kelompok lain mengacungkan jempol dan menyebut satu hal positif dari drama yang baru ditonton.

Akhir:

  • Setiap murid menulis satu kalimat pada sticky note: 'Satu nilai Pancasila yang ingin aku terapkan besok di rumah adalah … karena …'. Guru mengumpulkan dan membaca untuk menilai kedalaman pemahaman individu.
  • Guru menilai naskah drama kelompok menggunakan rubrik 4 level berdasarkan: kesesuaian tema dengan sila Pancasila, kelengkapan komponen naskah (tokoh, latar, dialog, pesan moral), kreativitas dan orisinalitas cerita, serta kepercayaan diri saat presentasi.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid berdiskusi kelompok: guru mengamati keaktifan, kerja sama, dan kemampuan menghubungkan perilaku dengan sila Pancasila.
  • Umpan balik lisan setelah setiap kelompok mempresentasikan naskah dramanya.
  • Lembar kerja kerangka naskah drama yang dikumpulkan sebagai bukti proses belajar.

Sumatif:

  • Penilaian naskah drama kelompok menggunakan rubrik 4 aspek: kesesuaian isi dengan sila Pancasila, kelengkapan komponen naskah, kreativitas cerita, dan keberanian/kepercayaan diri saat presentasi.
  • Sticky note refleksi individu di akhir pembelajaran sebagai bukti pemahaman dan komitmen penerapan nilai Pancasila.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kesesuaian Isi Naskah dengan Nilai Sila PancasilaNaskah tidak menunjukkan nilai sila Pancasila yang dipilih atau isi cerita tidak berkaitan dengan Pancasila.Naskah menyebut nama sila tetapi perilaku tokoh dalam dialog belum mencerminkan nilai sila tersebut secara konsisten.Naskah menggambarkan perilaku tokoh yang mencerminkan nilai sila Pancasila yang dipilih dengan cukup jelas dalam sebagian besar dialog.Naskah secara konsisten dan jelas menggambarkan penerapan nilai sila Pancasila melalui perilaku tokoh, dialog, dan pesan moral yang tersurat.
Kelengkapan Komponen Naskah DramaNaskah hanya berisi dialog tanpa nama tokoh, latar, atau pesan moral.Naskah memiliki 1–2 komponen (misalnya tokoh dan dialog saja) namun latar dan pesan moral belum dituliskan.Naskah memiliki tokoh, latar, dialog, dan pesan moral, meskipun salah satu komponen masih kurang lengkap.Naskah memiliki semua komponen (nama tokoh, latar tempat, dialog minimal 4 baris per tokoh, dan pesan moral) secara lengkap dan runtut.
Kreativitas dan Orisinalitas CeritaCerita meniru persis contoh yang diberikan guru tanpa perubahan atau penambahan ide sendiri.Cerita mengacu pada contoh guru tetapi ada sedikit perubahan pada nama tokoh atau latar.Cerita memiliki ide sendiri yang berbeda dari contoh, dengan tokoh dan situasi yang dipilih sendiri oleh kelompok.Cerita sangat orisinal, memuat situasi nyata dari kehidupan sehari-hari murid, dengan alur yang menarik dan pesan yang kuat serta mudah dipahami penonton.
Kepercayaan Diri saat PresentasiMurid tidak mau tampil atau sangat bergantung pada teman, suara sangat pelan sehingga tidak terdengar.Murid tampil tetapi sering terhenti, membaca naskah dengan kepala tertunduk, dan suara kurang terdengar.Murid tampil dengan cukup lancar, suara terdengar jelas, sesekali menatap penonton meskipun masih perlu melihat naskah.Murid tampil dengan percaya diri, suara jelas, menatap penonton, membaca naskah dengan ekspresi yang sesuai isi drama.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid berhasil membuat naskah drama yang mencerminkan nilai sila Pancasila? Kelompok mana yang perlu pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah alokasi waktu yang tersedia cukup untuk kegiatan menulis dan presentasi? Bagian mana yang perlu disesuaikan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya ajukan berhasil memancing rasa ingin tahu dan antusiasme murid? Bagaimana saya bisa meningkatkannya?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah menjangkau murid dengan kemampuan berbeda? Apa yang perlu saya siapkan lebih baik?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang Pancasila?
  • Bagian kegiatan mana yang paling kamu sukai hari ini — menulis naskah atau tampil di depan kelas? Mengapa?
  • Sila Pancasila apa yang paling ingin kamu terapkan dalam kehidupan sehari-harimu? Apa yang akan kamu lakukan besok?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023) — Bab 4 Ayo Mengenal Pancasila, halaman 124–151
  2. Buku Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023)
  3. Kartu bergambar simbol lima sila Pancasila (dapat dibuat guru dari kertas karton berwarna)
  4. Lembar kerja 'Kerangka Naskah Drama' yang disiapkan guru (berisi kolom: judul, tokoh, latar, dialog, pesan moral)
  5. Contoh naskah drama singkat bertemakan Pancasila yang disiapkan guru sebagai model
  6. Sticky note atau kertas kecil untuk asesmen akhir refleksi individu
  7. Papan tulis dan spidol atau media proyeksi untuk menampilkan kerangka naskah

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.