Modul AjarPertemuan 2Bab 4Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 3: Makna Sila-Sila Pancasila di Lingkungan Keluarga

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 3 dengan topik "Makna Sila-Sila Pancasila di Lingkungan Keluarga". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 3: Makna Sila-Sila Pancasila di Lingkungan Keluarga

Pendidikan Pancasila - Kelas 3

Bab 4 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Makna Sila-Sila Pancasila di Lingkungan Keluarga

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMakna Sila-Sila Pancasila di Lingkungan Keluarga
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu mengidentifikasi makna sila-sila Pancasila melalui kegiatan mengamati dan bercerita tentang pengalaman sehari-hari di lingkungan keluarga.
  2. Murid mampu menunjukkan contoh perilaku yang mencerminkan makna sila-sila Pancasila dalam kehidupan keluarga.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Di rumah, siapa yang biasanya mengajak kalian berdoa sebelum makan? Apa yang kalian rasakan ketika berdoa bersama keluarga?
  2. Pernahkah kalian membantu anggota keluarga yang sedang kesusahan? Ceritakan apa yang kalian lakukan!
  3. Kira-kira, kebiasaan baik apa saja yang kalian lakukan di rumah yang bisa kita hubungkan dengan sila-sila Pancasila?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru mengecek kehadiran murid dan menanyakan kabar singkat.
  • Guru mengajak murid menyanyikan bersama lagu 'Garuda Pancasila' untuk membangkitkan semangat dan menciptakan suasana gembira.
  • Asesmen awal (diagnostik): Guru mengajukan 2 pertanyaan lisan — (1) 'Apakah kalian tahu sila-sila Pancasila? Coba sebutkan!' dan (2) 'Pernahkah kalian melakukan sesuatu di rumah yang menunjukkan salah satu sila Pancasila? Contohnya apa?' — Guru mencatat respons murid untuk memetakan pengetahuan awal.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan bahasa yang sederhana: 'Hari ini kita akan belajar apa makna sila-sila Pancasila dan mencari contohnya di kehidupan keluarga kita.'
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu murid dan memberi waktu singkat (1–2 menit) bagi murid untuk memikirkan jawabannya.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar lambang Pancasila (Garuda Pancasila dengan 5 simbol sila) dan menunjukkan uang koin/kertas yang memuat lambang Garuda sebagai benda nyata yang dekat dengan murid.
  • Guru membacakan cerita pendek tentang kegiatan keluarga Budi — seperti berdoa bersama sebelum makan, saling menolong saat adik sakit, bermusyawarah menentukan tujuan liburan, gotong royong membersihkan rumah, dan bersikap adil saat berbagi makanan — sambil murid menyimak dengan seksama. (Berkesadaran: murid memfokuskan perhatian dan mengaitkan cerita dengan pengalaman sendiri)
  • Guru menjelaskan makna masing-masing sila dikaitkan langsung dengan peristiwa dalam cerita: Sila 1 → berdoa bersama; Sila 2 → menolong anggota keluarga; Sila 3 → menjaga kerukunan; Sila 4 → bermusyawarah; Sila 5 → bersikap adil.
  • Murid diminta mengamati kartu bergambar 5 sila yang dibagikan guru (masing-masing kartu berisi simbol sila + 1 kalimat makna singkat) dan membaca bersama-sama secara nyaring. (Bermakna: murid mengonstruksi pemahaman dari contoh konteks keluarga yang nyata)
  • Guru melakukan tanya jawab singkat: 'Sila mana yang kalian temukan saat berdoa bersama keluarga?' dan meminta 2–3 murid menjawab secara lisan untuk mengecek pemahaman awal.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi 5 kelompok (satu kelompok per sila). Setiap kelompok mendapat satu kartu sila beserta lembar kerja 'Cerita Keluargaku'.
  • Setiap murid dalam kelompok bergiliran bercerita singkat (1–2 menit) kepada teman sekelompoknya tentang satu pengalaman nyata di keluarganya yang mencerminkan sila yang dipegang kelompoknya. (Bermakna: pengetahuan dikoneksikan ke pengalaman hidup nyata murid)
  • Kelompok mendiskusikan dan memilih satu cerita atau menggabungkan cerita anggota untuk menuliskan/menggambar 2 contoh perilaku keluarga yang mencerminkan sila mereka pada lembar kerja. (Menggembirakan: kegiatan bercerita dan menggambar menciptakan suasana aktif dan menyenangkan)
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil lembar kerjanya di depan kelas secara singkat (masing-masing ±2 menit). Murid yang menyimak diberi kesempatan memberikan satu komentar atau pertanyaan sederhana.
  • Guru memberikan umpan balik positif dan meluruskan jika ada pemahaman yang kurang tepat, serta menambahkan contoh perilaku keluarga untuk sila yang kurang banyak contohnya.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk kembali di tempat masing-masing dan membagikan lembar refleksi individu berisi 3 pertanyaan: (1) Sila mana yang paling sering kamu terapkan di rumah? (2) Satu perilaku baru apa yang ingin kamu coba lakukan di rumah setelah pembelajaran hari ini? (3) Bagian mana dari pelajaran hari ini yang paling kamu sukai?
  • Murid mengisi lembar refleksi secara mandiri selama ±5 menit. (Berkesadaran: murid meregulasi diri dan menyadari proses belajar serta nilai yang dipetik)
  • Guru mengajak 3–4 murid berbagi jawaban refleksi mereka secara lisan di depan kelas untuk memperkuat pemahaman bersama. (Bermakna: murid menghubungkan pembelajaran dengan niat tindakan nyata di kehidupan keluarga)
  • Guru merangkum poin-poin penting: makna 5 sila dan contoh perilakunya di lingkungan keluarga, menggunakan kata-kata murid dari hasil diskusi dan refleksi.

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat simpulan pembelajaran: 'Hari ini kita belajar bahwa setiap sila Pancasila punya makna yang bisa kita wujudkan di rumah melalui perilaku sehari-hari.'
  • Asesmen akhir: Murid mengerjakan kuis lisan cepat — guru menunjukkan kartu simbol sila secara acak (3 kartu), murid menyebutkan nama sila dan satu contoh perilaku di keluarga. Guru mencatat hasilnya sebagai data sumatif pertemuan.
  • Guru memberikan pesan karakter: 'Mulai besok, coba perhatikan satu kegiatan di rumah yang mencerminkan Pancasila, dan ingat-ingat untuk diceritakan kepada teman di pertemuan berikutnya.'
  • Guru mengajak murid melakukan tepuk Profil Pelajar Pancasila sebagai penutup yang menyenangkan.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum fasih membaca diberikan kartu bergambar (visual) yang lebih banyak ilustrasinya dan kalimat lebih pendek. Murid yang sudah mahir membaca diberikan teks cerita keluarga yang lebih panjang dengan 2–3 situasi sekaligus untuk dianalisis.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat bercerita secara lisan saja kepada guru atau teman sebaya tanpa harus menulis. Murid yang lebih cepat memahami dapat langsung diminta memberikan contoh tambahan untuk sila lain di luar sila kelompoknya.
  • Produk: Murid dapat memilih cara menyajikan hasil lembar kerja: menulis kalimat, menggambar ilustrasi, atau menceritakan secara lisan. Murid yang memiliki kemampuan lebih dapat membuat komik mini 3 panel yang menggambarkan satu sila Pancasila di lingkungan keluarga.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan: 'Apakah kalian tahu sila-sila Pancasila? Coba sebutkan!' — untuk memetakan hafalan dan pengetahuan awal.
  • Pertanyaan lisan: 'Pernahkah kalian melakukan sesuatu di rumah yang menunjukkan salah satu sila Pancasila? Contohnya apa?' — untuk memetakan koneksi awal antara nilai Pancasila dan pengalaman nyata murid.
  • Guru mencatat hasil respons pada lembar pemetaan sederhana (kolom: sudah tahu — sudah bisa mencontohkan — belum tahu) sebagai dasar penyesuaian kegiatan inti.

Proses:

  • Observasi aktif saat tanya jawab pada tahap Memahami: guru mencatat murid mana yang sudah dapat menghubungkan cerita dengan nama sila yang tepat.
  • Lembar kerja kelompok 'Cerita Keluargaku': guru memantau proses diskusi dan kelengkapan serta ketepatan contoh perilaku yang dituliskan/digambar.
  • Presentasi kelompok: guru menilai apakah contoh perilaku yang disampaikan benar-benar mencerminkan makna sila yang dimaksud, bukan sekadar menyebut nama sila.
  • Lembar refleksi individu: guru membaca jawaban untuk mengetahui sejauh mana murid dapat mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan pribadi mereka.

Akhir:

  • Kuis lisan cepat individual: guru menunjukkan 3 kartu simbol sila secara acak, murid menyebutkan nama sila dan memberikan satu contoh perilaku di lingkungan keluarga yang sesuai.
  • Guru mencatat hasil kuis menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) sebagai data pencapaian TP 3.4.2.1 dan 3.4.2.2.
  • Lembar kerja 'Cerita Keluargaku' dikumpulkan sebagai portofolio bukti belajar pertemuan ini.

Formatif:

  • Tanya jawab lisan saat kegiatan Memahami untuk mengecek pemahaman makna sila.
  • Observasi diskusi kelompok menggunakan lembar pengamatan (guru mencatat partisipasi dan ketepatan contoh yang dikemukakan murid).
  • Presentasi kelompok: guru menilai kemampuan murid memberikan contoh perilaku yang sesuai dengan sila yang dibahas.
  • Lembar refleksi individu sebagai data formatif pemahaman dan keterhubungan nilai.

Sumatif:

  • Kuis lisan cepat di penutup: murid menyebutkan nama sila dan satu contoh perilaku di keluarga dari 3 kartu simbol sila yang ditunjukkan guru secara acak.
  • Lembar kerja 'Cerita Keluargaku' yang dikumpulkan sebagai bukti tertulis/gambar murid dalam menunjukkan contoh perilaku sesuai sila.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi makna sila-sila Pancasila (TP 3.4.2.1)Murid belum dapat menyebutkan makna dari sila-sila Pancasila meskipun dengan bantuan.Murid dapat menyebutkan makna 1–2 sila Pancasila dengan bantuan pertanyaan pancingan dari guru.Murid dapat mengidentifikasi makna 3–4 sila Pancasila secara mandiri dan menghubungkannya dengan kegiatan keluarga.Murid dapat mengidentifikasi makna semua 5 sila Pancasila secara mandiri dan menjelaskannya dengan contoh pengalaman keluarga yang tepat dan rinci.
Menunjukkan contoh perilaku yang mencerminkan sila-sila Pancasila di lingkungan keluarga (TP 3.4.2.2)Murid belum dapat memberikan contoh perilaku yang mencerminkan sila Pancasila di lingkungan keluarga.Murid dapat memberikan 1 contoh perilaku keluarga yang mencerminkan sila Pancasila, namun masih membutuhkan bantuan guru untuk menghubungkannya dengan sila yang tepat.Murid dapat memberikan 2–3 contoh perilaku keluarga yang tepat dan secara mandiri menghubungkannya dengan sila yang sesuai.Murid dapat memberikan lebih dari 3 contoh perilaku keluarga yang beragam, menghubungkannya dengan sila yang tepat, dan menjelaskan alasannya dengan kalimat sendiri.
Partisipasi dan komunikasi dalam diskusi kelompokMurid tidak aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok dan tidak menyampaikan ide.Murid berpartisipasi saat diminta saja dan menyampaikan ide dengan kalimat yang sangat singkat.Murid aktif berpartisipasi, mau berbagi cerita, dan menyimak pendapat teman dalam kelompok.Murid sangat aktif, berani menyampaikan cerita/pendapat dengan percaya diri, menghargai pendapat teman, dan membantu teman kelompok yang belum memahami.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat terlibat aktif dalam kegiatan bercerita dan diskusi kelompok? Siapa yang perlu pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah contoh-contoh yang diberikan murid menunjukkan pemahaman yang tepat tentang makna sila Pancasila, ataukah masih ada miskonsepsi yang perlu diluruskan di pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
  • Apakah strategi diferensiasi yang disiapkan cukup efektif menjangkau murid dengan kecepatan belajar berbeda?

Refleksi Murid:

  • Sila Pancasila mana yang paling sering kamu dan keluargamu lakukan di rumah? Ceritakan satu contohnya!
  • Satu perilaku baru apa yang ingin kamu coba lakukan di rumah setelah belajar hari ini?
  • Apakah hari ini belajarnya menyenangkan? Bagian mana yang paling kamu suka dan bagian mana yang masih terasa susah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Penulis: Ressi K. Dewi, Kamala R. C. Sary, dan Hani H — Kemdikbudristek 2023), Bab 4 halaman 124–131.
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemdikbudristek 2023), Bab 4 halaman 186 dst.
  3. Kartu bergambar 5 sila Pancasila (media cetak buatan guru: setiap kartu berisi simbol sila, nomor, nama sila, dan makna singkat).
  4. Lembar kerja 'Cerita Keluargaku' (dipersiapkan guru: tabel 2 kolom — Sila dan Contoh Perilaku Keluarga — dengan ruang untuk menulis dan menggambar).
  5. Lembar refleksi individu (3 pertanyaan tertulis).
  6. Uang koin/uang kertas bergambar Garuda Pancasila sebagai media konkret pengantar.
  7. Video lagu 'Garuda Pancasila' (tautan: https://buku.kemdikbud.go.id/s/pp35) — opsional jika tersedia proyektor/speaker.
  8. Papan tulis atau media tempel (untuk menempelkan kartu sila dan hasil kerja kelompok).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.