Modul AjarBab 4Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 3 Bab 4: Ayo Mengenal Pancasila

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Pancasila kelas 3 untuk Bab 4 "Ayo Mengenal Pancasila", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 3 Bab 4: Ayo Mengenal Pancasila

Pendidikan Pancasila - Kelas 3

Bab 4

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Bab 4 — Ayo Mengenal Pancasila

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikBab 4 — Ayo Mengenal Pancasila
Alokasi Waktu36 JP (36 x 35 menit = 1260 menit)
Jumlah Pertemuan18
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 3.4.1 Mengidentifikasi makna sila-sila Pancasila di lingkungan keluarga dan sekolah
  2. TP 3.4.2 Menerapkan makna sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga
  3. TP 3.4.3 Menerapkan makna sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah
  4. TP 3.4.4 Menunjukkan karakter para perumus Pancasila melalui kisah keteladanan tokoh

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kegiatan apa yang biasa kalian lakukan bersama keluarga sebelum makan atau sebelum tidur?
  2. Apa yang kalian lakukan jika melihat adik atau anggota keluarga di rumah terjatuh atau membutuhkan bantuan?
  3. Apa yang biasanya dilakukan anggota keluargamu saat ingin memutuskan tujuan liburan bersama?
  4. Mengapa adik dan kakak perlu berbagi tugas membersihkan rumah secara adil?
  5. Apa yang kita lakukan bersama di kelas sebelum mulai belajar di pagi hari?
  6. Bagaimana sikap kita ketika melihat teman sekelas terjatuh atau tidak membawa pensil?
  7. Bagaimana sikap kita saat bekerja bakti membersihkan kelas bersama teman yang berbeda suku atau agama?
  8. Mengapa saat memilih ketua kelas kita perlu bermusyawarah dan mendengarkan usulan teman?
  9. Apa yang terjadi di sekolah jika kita membagi tugas piket kelas secara adil tanpa membeda-bedakan teman?
  10. Apa kegiatan ibadah atau berdoa yang biasa kamu lakukan bersama keluargamu di rumah?
  11. Bagaimana sikapmu jika ada anggota keluarga di rumah yang sedang beribadah atau berdoa?
  12. Apa yang biasanya kamu lakukan jika melihat adik atau kakakmu terjatuh atau kesulitan di rumah?
  13. Mengapa kita perlu saling membantu dan menyayangi sesama anggota keluarga di rumah?
  14. Apa contoh kegiatan gotong royong yang biasa kamu lakukan bersama ayah, ibu, atau saudaramu di rumah?
  15. Mengapa menjaga kerukunan dan saling membantu di rumah mencerminkan sila Persatuan Indonesia?
  16. Apa yang biasanya dilakukan keluargamu jika ingin menentukan tempat liburan atau menu makan bersama?
  17. Bagaimana caramu bersikap adil saat berbagi makanan atau membagi tugas merapikan rumah bersama saudara?
  18. Apa yang biasa kita lakukan bersama-sama di kelas sebelum memulai pelajaran?
  19. Bagaimana sikap kita saat ada teman di sekolah yang sedang beribadah atau berdoa sesuai agamanya?
  20. Apa yang akan kamu lakukan jika melihat temanmu terjatuh atau pensilnya patah di kelas?
  21. Mengapa kita tidak boleh memilih-milih atau mengejek teman saat bermain di sekolah?
  22. Apa yang biasanya kamu lakukan saat melihat teman di sekolah sedang membersihkan kelas sendirian?
  23. Mengapa kita harus mau bermain dan belajar bersama semua teman di sekolah tanpa membeda-bedakan?
  24. Bagaimana caramu dan teman-teman menentukan ketua kelas atau permainan saat istirahat?
  25. Apa yang sebaiknya kita lakukan jika usul kita tidak dipilih saat berdiskusi di kelas?
  26. Apa yang kamu lakukan jika melihat teman membagi tugas piket kelas dengan tidak seimbang?
  27. Mengapa kita harus bersikap adil dan mau bekerja sama saat beraktivitas bersama teman di sekolah?
  28. Siapakah tokoh yang membacakan naskah Proklamasi dan ikut merumuskan Pancasila?
  29. Perilaku apa yang membuktikan bahwa Ir. Soekarno sangat mencintai bangsa Indonesia?
  30. Siapakah Drs. Mohammad Hatta yang mendampingi Bung Karno saat memproklamasikan kemerdekaan?
  31. Apa yang dilakukan Bung Hatta ketika ada perbedaan pendapat dalam merumuskan dasar negara Pancasila?
  32. Mengapa kita harus mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain saat bermusyawarah?
  33. Siapakah tokoh perumus Pancasila yang ikut menyumbangkan gagasan dasar negara selain Bung Karno dan Bung Hatta?
  34. Bagaimana kisah Mr. Mohammad Yamin dan Mr. Soepomo menunjukkan rasa tanggung jawab dan cinta terhadap bangsa Indonesia?
  35. Mengapa para tokoh perumus Pancasila yang berbeda suku dan agama tetap bisa rukun saat merumuskan dasar negara?
  36. Sikap apa yang ditunjukkan para tokoh perumus ketika menerima perubahan kalimat dasar negara demi menjaga keutuhan bangsa?
  37. Nilai keteladanan apa yang telah kamu pelajari dari para tokoh perumus Pancasila seperti Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta?
  38. Bagaimana caramu membuktikan bahwa kamu sudah menerapkan makna sila Pancasila saat berada di rumah dan saat beraktivitas bersama teman di sekolah?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengidentifikasi Makna Sila Pertama dan Kedua Pancasila di Lingkungan Keluarga — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.4.1 Mengidentifikasi makna sila-sila Pancasila di lingkungan keluarga dan sekolah

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama sebelum belajar (3 menit).
  • Guru bersama murid menyanyikan lagu 'Garuda Pancasila' untuk membangkitkan semangat kebangsaan (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan menanyakan 2 pertanyaan pemetaan kesiapan: (1) 'Apa lambang dan bunyi sila pertama serta sila kedua Pancasila?' (acuan: Sila 1 = Bintang/Ketuhanan Yang Maha Esa; Sila 2 = Rantai Emas/Kemanusiaan yang adil dan beradab); (2) 'Sebutkan contoh kegiatan beribadah atau saling tolong di rumah' (acuan: berdoa sebelum makan/beribadah bersama; membantu adik belajar/merawat yang sakit) (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi makna sila pertama dan sila kedua Pancasila di lingkungan keluarga (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati tayangan 2 gambar situasi di keluarga: Gambar A (keluarga sedang berdoa bersama di meja makan) dan Gambar B (seorang anak membantu ibu membawakan belanjaan) (5 menit).
  • Guru membimbing murid mengaitkan kedua gambar tersebut dengan makna sila: Sila Pertama bermakna beriman, beribadah, bersyukur, dan taat kepada Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan keluarga; Sila Kedua bermakna saling menyayangi, menghormati, menolong sesama anggota keluarga dengan adil dan beradab (7 menit).
  • Murid secara berpasangan mencocokkan kartu simbol bintang dan rantai dengan 2 pernyataan makna di papan tulis: Pernyataan 1 'Ketaatan dan doa kepada Tuhan' -> Bintang; Pernyataan 2 'Kasih sayang dan tolong-menolong sesama manusia' -> Rantai (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru memperkenalkan permainan edukatif 'Tebak Kartu Sila Keluarga': setiap pasangan murid menerima amplop berisi 4 kartu situasi di rumah: Kartu 1 'Berdoa bersama sebelum tidur', Kartu 2 'Membantu adik yang menangis karena mainannya rusak', Kartu 3 'Bersyukur atas makanan yang disiapkan orang tua', Kartu 4 'Menemani dan merawat kakek yang sedang sakit' (5 menit).
  • Secara berpasangan, murid memainkan tantangan mengelompokkan 4 kartu situasi tersebut ke dalam dua kotak target: Kotak Sila 1 (Bintang) atau Kotak Sila 2 (Rantai) (acuan: Kartu 1 dan Kartu 3 -> Kotak Sila 1; Kartu 2 dan Kartu 4 -> Kotak Sila 2) (13 menit).
  • Murid mengerjakan lembar kerja identifikasi mandiri berisi 4 butir pernyataan untuk menentukan apakah butir tersebut mencerminkan makna Sila 1 atau Sila 2 di rumah (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memfasilitasi murid memeriksa bersama hasil pengelompokan kartu dan lembar kerja dengan menunjukkan kunci identifikasi yang benar (5 menit).
  • Murid menyebutkan satu contoh tindakan makna sila pertama atau kedua yang paling sering mereka lakukan di rumah bersama keluarga (3 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: Sila 1 di keluarga bermakna hubungan taat dan syukur kepada Tuhan (berdoa, beribadah); Sila 2 bermakna hubungan saling menyayangi dan tolong-menolong antaranggota keluarga (5 menit).
  • Guru memberikan tindak lanjut singkat untuk memperhatikan kegiatan keluarga di rumah, lalu menutup pelajaran dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu situasi bergambar konkret dengan simbol sila di sudut kartu; murid yang cepat diberikan kartu pernyataan teks tanpa bantuan gambar visual.
  • Proses: Murid yang masih bingung didampingi secara berpasangan atau dibimbing langsung oleh guru saat mengelompokkan kartu; murid yang sudah mahir mengelompokkan secara mandiri.
  • Produk: Murid menyelesaikan identifikasi minimal 3 dari 4 butir tepat pada lembar kerja (murid cepat menyelesaikan seluruh 4 butir dengan tepat).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: (1) Sebutkan lambang dan bunyi sila ke-1 dan ke-2 Pancasila! (acuan: Sila 1 = Bintang, 'Ketuhanan Yang Maha Esa'; Sila 2 = Rantai Emas, 'Kemanusiaan yang adil dan beradab'); (2) Sebutkan contoh perbuatan yang menunjukkan ibadah dan tolong-menolong di rumah! (acuan: ibadah = salat/berdoa/kebaktian bersama keluarga; tolong-menolong = membantu ibu mencuci piring/membantu adik belajar).

Proses:

  • Observasi aktivitas berpasangan mengelompokkan 4 kartu situasi ke Kotak Sila 1 atau Kotak Sila 2. Lembar observasi mencatat ketepatan pasangan kartu: Kartu 1 'Berdoa bersama sebelum tidur' -> Sila 1; Kartu 2 'Membantu adik yang menangis karena mainannya rusak' -> Sila 2; Kartu 3 'Bersyukur atas makanan yang disiapkan orang tua' -> Sila 1; Kartu 4 'Menemani dan merawat kakek yang sedang sakit' -> Sila 2.

Akhir Pertemuan:

  • Lembar kerja tertulis mandiri berupa identifikasi 4 pernyataan situasi keluarga: (1) 'Keluarga Nina berdoa bersama sebelum menyantap makan malam' (kunci: Sila 1); (2) 'Edo membagikan kue miliknya secara adil kepada adiknya' (kunci: Sila 2); (3) 'Budi mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan karena anggota keluarganya sehat' (kunci: Sila 1); (4) 'Siti membantu ibu merapikan tempat tidur yang berantakan' (kunci: Sila 2). Murid dinyatakan tuntas bila mampu mengidentifikasi minimal 3 dari 4 pernyataan dengan tepat sesuai kunci acuan.

Formatif:

  • Tes lisan diagnostik awal kesiapan materi sila pertama dan kedua di lingkungan keluarga
  • Observasi unjuk kerja permainan klasifikasi kartu situasi makna sila pertama dan kedua
  • Tes tertulis objektif lembar kerja identifikasi 4 butir pernyataan makna sila di lingkungan keluarga

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi makna sila pertama Pancasila di lingkungan keluargaBelum mampu mengidentifikasi contoh situasi yang memuat makna sila pertama (0 dari 2 butir target benar: situasi berdoa bersama dan bersyukur).Mampu mengidentifikasi 1 dari 2 butir situasi makna sila pertama di lingkungan keluarga dengan tepat sesuai acuan.Mampu mengidentifikasi 2 dari 2 butir situasi makna sila pertama di lingkungan keluarga secara tepat sesuai acuan (berdoa bersama dan bersyukur).Mampu mengidentifikasi 2 dari 2 butir situasi makna sila pertama di lingkungan keluarga secara tepat dan mandiri tanpa keraguan atau bimbingan guru.
Mengidentifikasi makna sila kedua Pancasila di lingkungan keluargaBelum mampu mengidentifikasi contoh situasi yang memuat makna sila kedua (0 dari 2 butir target benar: situasi berbagi kue adil dan membantu merapikan tempat tidur).Mampu mengidentifikasi 1 dari 2 butir situasi makna sila kedua di lingkungan keluarga dengan tepat sesuai acuan.Mampu mengidentifikasi 2 dari 2 butir situasi makna sila kedua di lingkungan keluarga secara tepat sesuai acuan (berbagi adil dan membantu ibu).Mampu mengidentifikasi 2 dari 2 butir situasi makna sila kedua di lingkungan keluarga secara tepat dan mandiri tanpa keraguan atau bimbingan guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan kartu situasi keluarga efektif membantu murid membedakan makna sila pertama dan sila kedua Pancasila?
  • Bagian kegiatan mana yang dirasa paling menarik atau paling menantang bagi murid dalam mengidentifikasi makna kedua sila tersebut?
  • Apakah seluruh murid telah mampu mencapai batas tuntas identifikasi minimal 3 dari 4 butir situasi?

Murid:

  • Apa hal baru yang kamu pelajari tentang makna sila pertama dan kedua Pancasila di rumah hari ini?
  • Apakah kamu merasa senang saat bermain tebak kartu situasi bersama teman sebangkumu?
  • Contoh kebaikan apa dari sila pertama dan kedua yang ingin kamu lakukan di rumah nanti sore?

Pertemuan 2 — Mengidentifikasi Makna Sila Ketiga, Keempat, dan Kelima Pancasila di Lingkungan Keluarga — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.4.1 Mengidentifikasi makna sila-sila Pancasila di lingkungan keluarga dan sekolah

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (2 menit).
  • Guru mengaitkan materi pertemuan sebelumnya tentang sila ke-1 dan ke-2 di rumah dengan menanyakan makna sila ketiga, keempat, dan kelima di lingkungan keluarga (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal lisan: meminta murid mengidentifikasi makna dari pernyataan 'Gotong royong membersihkan pekarangan rumah bersama ayah dan ibu mencerminkan sila ke berapa?' (acuan: sila ketiga - persatuan/kerukunan dalam keluarga) (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran bahwa hari ini murid akan mengidentifikasi makna sila ketiga (Persatuan Indonesia), keempat (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan), dan kelima (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia) di lingkungan keluarga (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru melalui kartu simbol Pohon Beringin (sila ke-3: hidup rukun, menjaga persatuan keluarga), Kepala Banteng (sila ke-4: musyawarah keluarga, menghargai pendapat anggota keluarga), dan Padi dan Kapas (sila ke-5: bersikap adil, berbagi tugas rumah secara seimbang) (10 menit).
  • Murid secara berkesadaran mengidentifikasi makna pokok masing-masing sila ke-3, ke-4, dan ke-5 di rumah melalui tanya jawab terarah tentang contoh kerukunan, musyawarah, dan keadilan (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpasangan memainkan permainan kartu detektif sila 'Tebak Makna Sila', di mana murid memilih kartu situasi dan mengidentifikasi kecocokannya dengan makna sila ke-3, ke-4, atau ke-5 di keluarga secara menggembirakan dan aktif (10 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Latihan mandiri berisi 3 butir situasi di rumah untuk mengidentifikasi sila yang tepat: Butir 1: 'Kakak dan adik selalu rukun tidak bertengkar saat bermain bersama di ruang keluarga' (acuan: sila ke-3 / Persatuan Indonesia); Butir 2: 'Ayah, ibu, dan anak-anak berdiskusi bersama menentukan tempat wisata akhir pekan' (acuan: sila ke-4 / Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan); Butir 3: 'Ibu membagi tugas mencuci piring dan menyapu lantai kepada anak-anaknya secara adil sesuai kemampuan' (acuan: sila ke-5 / Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil identifikasi ketiga butir situasi dengan acuan makna sila yang tepat (5 menit).
  • Murid secara berkesadaran mengungkapkan apa makna penting menjaga kerukunan, bermusyawarah, dan bersikap adil di dalam keluarga masing-masing (5 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran mengenai makna sila ke-3, ke-4, dan ke-5 dalam kehidupan keluarga (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa 1 pertanyaan cek pemahaman langsung: 'Menghargai usul adik saat musyawarah pembagian tugas rumah adalah makna sila ke berapa?' (acuan: sila ke-4), menyampaikan tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya, lalu menutup dengan doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu berilustrasi visual simbol sila (Pohon Beringin, Kepala Banteng, Padi dan Kapas) beserta kata kunci 'Rukun', 'Musyawarah', 'Adil'; murid yang cepat membaca teks situasi secara langsung tanpa bantuan visual.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi secara berpasangan dalam mengidentifikasi situasi; murid yang cepat mengerjakan identifikasi secara mandiri.
  • Produk: Murid yang memerlukan bimbingan cukup menempelkan label nomor sila (3, 4, atau 5) pada tabel situasi; murid yang cepat menuliskan sila beserta makna ringkasnya (rukun/musyawarah/adil).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: 'Gotong royong membersihkan pekarangan rumah bersama ayah dan ibu mencerminkan makna sila ke berapa?' (acuan: sila ketiga - persatuan dan kerukunan keluarga).

Proses:

  • Observasi ketepatan murid mengidentifikasi 3 kartu situasi keluarga dalam permainan berpasangan 'Tebak Makna Sila' (acuan: situasi rukun = sila 3, musyawarah = sila 4, berbagi adil = sila 5).
  • Pemeriksaan Lembar Latihan 3 butir situasi: Butir 1 (rukun tidak bertengkar) = sila ke-3; Butir 2 (diskusi menentukan liburan) = sila ke-4; Butir 3 (pembagian tugas secara adil) = sila ke-5.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: 'Menghargai usul adik saat musyawarah pembagian tugas rumah adalah makna sila ke berapa?' (acuan: sila ke-4 / Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan).

Formatif:

  • Penilaian kinerja berpasangan saat mencocokkan kartu situasi dengan makna sila ke-3, ke-4, dan ke-5 di keluarga
  • Lembar Latihan tertulis mengidentifikasi makna sila ke-3, ke-4, dan ke-5 pada 3 situasi kehidupan keluarga

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi makna sila ketiga, keempat, dan kelima di lingkungan keluargaBelum mampu mengidentifikasi makna sila ketiga, keempat, maupun kelima pada situasi keluarga secara tepat (0 dari 3 butir benar sesuai acuan).Mampu mengidentifikasi 1 dari 3 makna sila (ketiga, keempat, atau kelima) pada situasi keluarga secara tepat sesuai acuan butir latihan.Mampu mengidentifikasi 2 dari 3 makna sila (ketiga, keempat, atau kelima) pada situasi keluarga secara tepat sesuai acuan butir latihan.Mampu mengidentifikasi seluruh makna sila (ketiga, keempat, dan kelima) pada ketiga butir situasi keluarga secara tepat dan mandiri sesuai acuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas permainan kartu situasi 'Tebak Makna Sila' efektif membantu murid membedakan makna sila ke-3, ke-4, dan ke-5 di keluarga?
  • Bagian mana dari penjelasan makna sila keempat dan kelima yang masih membingungkan bagi sebagian murid?

Murid:

  • Contoh perilaku sila ke berapa di rumah yang paling mudah kamu kenali hari ini?
  • Apakah kamu sekarang bisa membedakan antara makna sila bermusyawarah (sila 4) dan bersikap adil (sila 5) di rumah?

Pertemuan 3 — Mengidentifikasi Makna Sila Pertama dan Kedua Pancasila di Lingkungan Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.4.1 Mengidentifikasi makna sila-sila Pancasila di lingkungan keluarga dan sekolah

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi makna sila pertama (Ketuhanan) dan sila kedua (Kemanusiaan) di lingkungan sekolah (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan cepat: menampilkan 2 gambar kegiatan sekolah yaitu (A) murid berdoa sebelum belajar dan (B) murid meminjamkan pensil kepada teman; murid diminta mengidentifikasi gambar mana yang mencerminkan rasa syukur/ibadah kepada Tuhan (sila pertama) dan gambar mana yang mencerminkan saling tolong/menghargai sesama manusia (sila kedua) (acuan: Gambar A = sila pertama; Gambar B = sila kedua) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati gambar situasi lingkungan sekolah yang ditampilkan guru: situasi 1 (murid-murid dari berbagai agama saling menghormati saat berdoa sebelum belajar di kelas) dan situasi 2 (murid menolong teman yang terpeleset di koridor sekolah) (6 menit).
  • Secara interaktif terpandu, murid mengidentifikasi makna sila pertama di sekolah (sikap taat beribadah, berdoa sebelum/sesudah belajar, dan menghormati teman berbeda agama saat beribadah) serta makna sila kedua di sekolah (sikap peduli, tolong-menolong sesama warga sekolah tanpa membeda-bedakan, dan bertutur kata santun) (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid bermain tantangan berpasangan 'Tebak Kartu Sila Sekolah': setiap pasangan menerima 4 kartu situasi sekolah lalu mengidentifikasi dan mengelompokkannya ke kolom 'Sila Pertama' atau 'Sila Kedua'. Kartu yang dibagikan: (1) Berdoa dengan khusyuk sebelum pelajaran olahraga dimulai; (2) Membantu mengobati lutut teman yang terjatuh di halaman; (3) Memberi kesempatan kepada teman untuk salat/beribadah saat jam istirahat; (4) Membagi bekal makanan secara adil kepada teman yang tertinggal bekalnya (acuan pengelompokan tepat: Sila Pertama = kartu 1 dan 3; Sila Kedua = kartu 2 dan 4) (16 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Identifikasi Makna yang memuat 4 pernyataan peristiwa sekolah, lalu memberi tanda centang (✓) pada kolom Sila Pertama atau Sila Kedua yang sesuai: (1) Menghargai teman yang sedang menjalankan ibadah di musala/ruang doa sekolah; (2) Menolong teman piket merapikan meja guru; (3) Berdoa bersama sebelum menyantap makan siang; (4) Menghibur teman yang sedang bersedih di pojok kelas (acuan jawaban tepat: 1 = Sila Pertama, 2 = Sila Kedua, 3 = Sila Pertama, 4 = Sila Kedua) (14 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memfasilitasi murid memeriksa kecocokan hasil identifikasi lembar kerja bersama-sama dengan mencocokkan pada acuan jawaban (4 menit).
  • Murid mengidentifikasi kembali pengalaman pribadinya di sekolah minggu ini: apakah pernah melakukan atau melihat peristiwa yang mencerminkan makna sila pertama atau sila kedua di sekolah (4 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran bahwa sila pertama di sekolah bermakna ketaatan beribadah dan toleransi, sedangkan sila kedua bermakna kepedulian dan tolong-menolong sesama manusia di sekolah (4 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir cek pemahaman cepat: membacakan 2 kalimat tindakan di sekolah: (1) 'Murid kelas 3 berdoa sebelum pulang sekolah' dan (2) 'Siti meminjamkan penggaris kepada Budi yang lupa bawa', murid serentak mengangkat kartu angka 1 atau 2 untuk mengidentifikasi silanya (acuan: tindakan 1 = Sila 1, tindakan 2 = Sila 2) (3 languages/minutes: 3 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan apresiasi atas kerja sama seluruh murid dan memimpin doa penutup (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu situasi dengan gambar ilustrasi konkret; murid yang cepat diberikan teks situasi sekolah tanpa bantuan gambar.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan mengelompokkan didampingi dengan pertanyaan pancingan terarah ('Apakah ini tentang hubungan dengan Tuhan atau menolong sesama teman?'), sedangkan murid yang sudah mahir mengerjakan 4 butir secara mandiri.
  • Produk: Semua murid menghasilkan identifikasi pengelompokan yang tepat pada 4 situasi sekolah; murid cepat dapat menuliskan 1 situasi tambahan di sekolah yang pernah dialaminya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik lisan pada pendahuluan: Menampilkan 2 gambar situasi sekolah yaitu Gambar A (murid berdoa sebelum belajar) dan Gambar B (murid meminjamkan pensil). Murid mengidentifikasi gambar yang mencerminkan sila pertama dan sila kedua (acuan: Gambar A = Sila Pertama, Gambar B = Sila Kedua).

Proses:

  • Penilaian pengerjaan Lembar Identifikasi Makna berisi 4 butir pernyataan peristiwa sekolah: (1) Menghargai teman yang sedang beribadah di sekolah; (2) Menolong teman piket; (3) Berdoa bersama sebelum makan siang; (4) Menghibur teman yang bersedih. Kriteria ketepatan: minimal 3 dari 4 butir teridentifikasi tepat sesuai acuan (acuan kunci: butir 1 = Sila Pertama, butir 2 = Sila Kedua, butir 3 = Sila Pertama, butir 4 = Sila Kedua).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman cepat pada penutup: Mengidentifikasi sila dari 2 pernyataan tindakan sekolah: (1) 'Murid kelas 3 berdoa sebelum pulang sekolah' (acuan: Sila Pertama) dan (2) 'Siti meminjamkan penggaris kepada Budi yang lupa bawa' (acuan: Sila Kedua). Target: murid tepat mengidentifikasi kedua tindakan.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja permainan berpasangan 'Tebak Kartu Sila Sekolah'
  • Penilaian lembar kerja tertulis identifikasi makna sila pertama dan kedua di lingkungan sekolah

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi Makna Sila Pertama di Lingkungan SekolahBelum mampu mengidentifikasi tindakan di lingkungan sekolah yang mencerminkan makna sila pertama meski dibimbing.Mampu mengidentifikasi 1 dari 2 tindakan di lingkungan sekolah yang mencerminkan makna sila pertama dengan bimbingan (acuan: berdoa sebelum kegiatan belajar/makan; menghargai teman beribadah).Mampu mengidentifikasi 2 tindakan di lingkungan sekolah yang mencerminkan makna sila pertama secara tepat (acuan: berdoa sebelum kegiatan belajar/makan; menghargai teman beribadah).Mampu mengidentifikasi seluruh tindakan (lebih dari 2) di lingkungan sekolah yang mencerminkan makna sila pertama secara tepat dan konsisten mandiri.
Mengidentifikasi Makna Sila Kedua di Lingkungan SekolahBelum mampu mengidentifikasi tindakan di lingkungan sekolah yang mencerminkan makna sila kedua meski dibimbing.Mampu mengidentifikasi 1 dari 2 tindakan di lingkungan sekolah yang mencerminkan makna sila kedua dengan bimbingan (acuan: menolong teman yang terluka/kesulitan; berbagi/meminjamkan alat tulis/bekal).Mampu mengidentifikasi 2 tindakan di lingkungan sekolah yang mencerminkan makna sila kedua secara tepat (acuan: menolong teman yang terluka/kesulitan; berbagi/meminjamkan alat tulis/bekal).Mampu mengidentifikasi seluruh tindakan (lebih dari 2) di lingkungan sekolah yang mencerminkan makna sila kedua secara tepat dan konsisten mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas permainan kartu berpasangan efektif membantu murid membedakan makna sila pertama dan kedua di sekolah?
  • Bagian mana dari langkah identifikasi yang paling mudah dan paling sulit dipahami oleh murid kelas 3?

Murid:

  • Kegiatan mana yang paling kamu sukai saat belajar mengelompokkan sila Pancasila hari ini?
  • Apakah kamu sekarang sudah bisa membedakan antara tindakan sila pertama dan sila kedua di sekolahmu?

Pertemuan 4 — Mengidentifikasi Makna Sila Ketiga, Keempat, dan Kelima Pancasila di Lingkungan Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.4.1 Mengidentifikasi makna sila-sila Pancasila di lingkungan keluarga dan sekolah

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengajak menyanyikan lagu Garuda Pancasila secara bersama-sama (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi makna sila ketiga, keempat, dan kelima Pancasila di lingkungan sekolah (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 3 gambar situasi di papan tulis: Gambar A (murid bermain bersama rukun tanpa membeda-bedakan teman), Gambar B (musyawarah memilih ketua kelas), dan Gambar C (pembagian tugas piket kelas secara adil). Guru meminta murid memasangkan gambar dengan nomor sila yang sesuai (acuan: Gambar A = Sila Ketiga, Gambar B = Sila Keempat, Gambar C = Sila Kelima) (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati tayangan visual/papan bagan mengenai 3 makna sila di sekolah: (1) Sila Ketiga: menjaga persatuan, kerukunan, dan tidak membeda-bedakan suku/latar belakang saat bergaul di sekolah; (2) Sila Keempat: menghargai musyawarah, mendengarkan pendapat bersama, dan menerima keputusan pemilihan kelas; (3) Sila Kelima: bersikap adil, membagi tugas sama rata, dan menghargai hak teman di sekolah (10 menit).
  • Murid melakukan tanya jawab terarah untuk mengidentifikasi kata kunci makna ketiga sila tersebut di lingkungan sekolah (kata kunci: persatuan/rukun = Sila 3, musyawarah/mufakat = Sila 4, adil/hak-kewajiban = Sila 5) (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpasangan memainkan permainan tantangan 'Tebak Kantong Sila Pancasila' yang menggembirakan: setiap pasangan menerima set 6 kartu situasi sekolah dan harus memasukkannya ke dalam 3 kantong bertuliskan 'Sila Ketiga', 'Sila Keempat', dan 'Sila Kelima'. Isi 6 kartu situasi sekolah adalah: Kartu 1: 'Bekerja bakti membersihkan taman sekolah bersama teman dari berbagai daerah tanpa mengejek', Kartu 2: 'Bermain lompat tali bersama dengan rukun saat jam istirahat tanpa memusuhi teman', Kartu 3: 'Melakukan musyawarah pembagian tugas regu upacara bendera', Kartu 4: 'Mendengarkan dan menghargai usulan teman saat menentukan permainan kelas', Kartu 5: 'Membagi jadwal menyapu kelas secara adil kepada seluruh anggota regu', Kartu 6: 'Mengantre giliran cuci tangan di kantin sekolah secara tertib tanpa menyerobot (acuan penempatan kantong: Kartu 1 dan Kartu 2 -> Kantong Sila Ketiga; Kartu 3 dan Kartu 4 -> Kantong Sila Keempat; Kartu 5 dan Kartu 6 -> Kantong Sila Kelima)' (10 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Identifikasi Makna Sila di Sekolah yang memuat 6 butir pernyataan situasi untuk diidentifikasi kecocokannya dengan Sila Ketiga, Keempat, atau Kelima: Butir 1: 'Menghormati teman yang berbeda suku saat kerja kelompok' (acuan: Sila Ketiga); Butir 2: 'Menentukan jadwal piket kelas melalui musyawarah' (acuan: Sila Keempat); Butir 3: 'Membagi giliran bermain bola di lapangan sekolah secara adil' (acuan: Sila Kelima); Butir 4: 'Mengikuti upacara bendera bersama dengan kompak dan bersatu' (acuan: Sila Ketiga); Butir 5: 'Menerima hasil kesepakatan voting pemilihan ketua kelas' (acuan: Sila Keempat); Butir 6: 'Memberikan bantuan seragam sekolah kepada teman yang membutuhkan tanpa pilih kasih' (acuan: Sila Kelima) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memfasilitasi murid mencocokkan hasil kerjanya secara bersama-sama, mengonfirmasi identifikasi yang tepat, serta membahas alasan makna sila pada situasi sekolah tersebut (5 menit).
  • Murid menyampaikan kesadaran diri tentang pentingnya mengidentifikasi dan mengingat makna sila ketiga, keempat, dan kelima dalam menjaga keharmonisan pergaulan di sekolah (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan 3 makna sila Pancasila di lingkungan sekolah (Sila Ketiga = persatuan dan kerukunan, Sila Keempat = musyawarah dan menghargai pendapat, Sila Kelima = keadilan dan pembagian hak/kewajiban yang seimbang) (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar hari ini, mengingatkan murid untuk selalu menjaga sikap rukun di sekolah, dan menutup pertemuan dengan doa serta salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu situasi yang dilengkapi simbol visual (pohon beringin, kepala banteng, padi dan kapas), sedangkan murid yang sudah mahir diberikan kartu narasi teks situasi sekolah yang lebih kontekstual.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu berpasangan dengan bimbingan langsung dari guru saat mengelompokkan kartu, sedangkan murid yang cepat mengidentifikasi secara mandiri.
  • Produk: Murid menunjukkan bukti identifikasi makna sila melalui pengelompokan kartu fisik maupun lembar kerja tertulis sesuai preferensi belajarnya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Menjodohkan 3 gambar situasi di sekolah dengan nomor sila Pancasila di awal pembelajaran (acuan: Gambar A [bermain rukun tanpa membedakan teman] = Sila Ketiga; Gambar B [musyawarah kelas] = Sila Keempat; Gambar C [pembagian piket adil] = Sila Kelima).

Proses:

  • Observasi ketepatan murid dalam mengelompokkan 6 kartu situasi sekolah ke dalam kantong Sila Ketiga, Keempat, dan Kelima pada permainan berpasangan (acuan: Kartu 1 & 2 = Sila Ketiga; Kartu 3 & 4 = Sila Keempat; Kartu 5 & 6 = Sila Kelima).

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan hasil Lembar Identifikasi Makna Sila di Sekolah yang berisi 6 butir situasi sekolah (acuan kunci jawaban: Butir 1 = Sila Ketiga; Butir 2 = Sila Keempat; Butir 3 = Sila Kelima; Butir 4 = Sila Ketiga; Butir 5 = Sila Keempat; Butir 6 = Sila Kelima; kriteria tuntas: minimal 5 dari 6 butir dijawab tepat).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja pengelompokan kartu situasi ke dalam kantong sila (Sila Ketiga, Keempat, dan Kelima di sekolah)
  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri identifikasi makna sila ketiga, keempat, dan kelima di lingkungan sekolah

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi makna sila ketiga, keempat, dan kelima di lingkungan sekolahMengidentifikasi dengan tepat 1–2 dari 6 butir situasi makna sila ketiga, keempat, dan kelima di lingkungan sekolah dengan bimbingan penuh guru (acuan: Butir 1 & 4 = Sila 3; Butir 2 & 5 = Sila 4; Butir 3 & 6 = Sila 5).Mengidentifikasi dengan tepat 3–4 dari 6 butir situasi makna sila ketiga, keempat, dan kelima di lingkungan sekolah dengan sedikit arahan guru (acuan: Butir 1 & 4 = Sila 3; Butir 2 & 5 = Sila 4; Butir 3 & 6 = Sila 5).Mengidentifikasi dengan tepat 5 dari 6 butir situasi makna sila ketiga, keempat, dan kelima di lingkungan sekolah secara mandiri (acuan: Butir 1 & 4 = Sila 3; Butir 2 & 5 = Sila 4; Butir 3 & 6 = Sila 5).Mengidentifikasi seluruh 6 butir situasi makna sila ketiga, keempat, dan kelima di lingkungan sekolah secara tepat dan mandiri tanpa kesalahan (acuan: Butir 1 & 4 = Sila 3; Butir 2 & 5 = Sila 4; Butir 3 & 6 = Sila 5).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah langkah permainan 'Tebak Kantong Sila Pancasila' memfasilitasi keterlibatan aktif dan pemahaman murid mengenai makna Sila 3, 4, dan 5 di sekolah?
  • Bagian situasi sekolah mana yang paling sering tertukar diidentifikasi oleh murid antara Sila Keempat dan Sila Kelima?
  • Apakah alokasi waktu 70 menit efektif untuk mencapai target identifikasi tanpa tergesa-gesa?

Murid:

  • Situasi sekolah mana yang paling mudah kamu tebak maknanya antara Sila Ketiga, Keempat, atau Kelima?
  • Apakah kamu merasa senang saat bermain tebak kantong sila bersama teman sebangkumu?
  • Apa makna sila Pancasila di sekolah yang paling kamu ingat hari ini?

Pertemuan 5 — Menerapkan Makna Sila Pertama Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari di Lingkungan Keluarga — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.4.2 Menerapkan makna sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama sesuai keyakinan masing-masing (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan: (1) 'Siapa yang hafal bunyi sila pertama Pancasila?' (acuan: Ketuhanan Yang Maha Esa); (2) 'Sebutkan 1 contoh kegiatan di rumah yang menunjukkan rasa syukur kepada Tuhan!' (acuan: berdoa sebelum makan/tidur, salat bersama, kebaktian keluarga) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menerapkan makna sila pertama Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai makna sila pertama Pancasila di rumah, yaitu menjalankan ibadah bersama keluarga, berdoa sebelum dan sesudah beraktivitas, serta menghormati orang tua atau saudara yang sedang beribadah (10 menit).
  • Murid mencermati 4 cerita situasi keluarga berikut: (1) Ayah mengajak keluarga berdoa sebelum makan malam; (2) Adik berteriak-teriak saat Ibu sedang salat/sembahyang; (3) Kakak bersyukur dan merapikan tempat tidur setelah bangun tidur; (4) Doni menolak diajak beribadah bersama keluarga. Murid secara sadar menandai mana perilaku yang menerapkan makna sila pertama dan mana yang tidak (acuan: nomor 1 dan 3 adalah penerapan sila pertama; nomor 2 dan 4 bukan penerapan) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid melakukan permainan berpasangan 'Tantangan Kartu Aksi Keluarga': setiap pasangan menerima 4 kartu skenario di rumah: (1) 'Keluarga bersiap santap malam'; (2) 'Mendengar suara panggilan azan / lonceng ibadah saat asyik bermain game di rumah'; (3) 'Melihat adik sedang berdoa khusyuk di kamar'; (4) 'Bangun di pagi hari melihat matahari bersinar'. Setiap murid bergiliran memilih dan menentukan tindakan nyata penerapan sila pertama yang wajib dilakukan (acuan tindakan benar: (1) memimpin/mengikuti doa bersama sebelum makan; (2) menghentikan game lalu segera bersiap beribadah; (3) mengecilkan suara dan tidak mengganggu adik; (4) mengucap doa syukur atas hari yang baru) (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja 'Penerapan Sila Pertamaku di Rumah' dengan menuliskan rencana tindakan nyata untuk 3 situasi keluarga: (A) Tindakan saat hendak makan bersama keluarga; (B) Tindakan saat hendak tidur malam; (C) Tindakan jika ada anggota keluarga sedang beribadah (acuan tindakan: (A) memanjatkan doa sebelum dan sesudah makan; (B) berdoa memohon perlindungan sebelum tidur; (C) menjaga ketenangan dan tidak membuat gaduh di rumah) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali rencana tindakan yang telah ditulis dan merefleksikan apakah tindakan tersebut sudah rutin ia biasakan di rumahnya (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa sila pertama mengajak kita untuk senantiasa bersyukur, berdoa, dan beribadah dengan tertib di rumah (3 menit).
  • Guru memberikan penguatan berupa umpan balik singkat terhadap hasil lembar kerja murid dan menutup pelajaran dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Disediakan kartu bergambar ilustrasi kegiatan ibadah keluarga bagi murid yang memerlukan dukungan visual konkret.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan pilihan kalimat tindakan yang dapat langsung dipilih, sedangkan murid yang mandiri langsung merumuskan tindakan secara mandiri.
  • Produk: Murid dapat menyatakan tindakan penerapan sila pertama dalam bentuk kalimat tertulis atau gambar pilihan tindakan disertai tanda centang pada lembar kerja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: (1) Sebutkan bunyi sila pertama Pancasila! (acuan: Ketuhanan Yang Maha Esa); (2) Sebutkan 1 contoh kegiatan di rumah yang menunjukkan rasa syukur kepada Tuhan! (acuan: berdoa sebelum makan/tidur, salat berjamaah, ibadah keluarga).

Proses:

  • Observasi ketepatan menentukan tindakan nyata penerapan sila pertama pada lembar kerja 'Penerapan Sila Pertamaku di Rumah' untuk 3 situasi: (A) Tindakan saat hendak makan bersama keluarga (acuan: berdoa sebelum makan); (B) Tindakan saat hendak tidur malam (acuan: berdoa sebelum tidur); (C) Tindakan jika ada anggota keluarga beribadah (acuan: menjaga ketenangan/tidak mengganggu).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menyebutkan situasi 'Ibu sedang khusyuk beribadah di ruang tengah', murid diminta menjawab tindakan yang sesuai (acuan: tidak berteriak/tidak menyalakan musik keras/menjaga ketenangan).

Formatif:

  • Penilaian kinerja berpasangan pada permainan 'Tantangan Kartu Aksi Keluarga'
  • Penilaian lembar kerja mandiri 'Penerapan Sila Pertamaku di Rumah'

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menerapkan makna sila pertama Pancasila di lingkungan keluargaBelum mampu menentukan tindakan penerapan makna sila pertama di keluarga pada ketiga situasi yang diberikan.Mampu menentukan 1 tindakan penerapan makna sila pertama di keluarga dengan tepat sesuai acuan (misal: hanya berdoa sebelum makan).Mampu menentukan 2 tindakan penerapan makna sila pertama di keluarga dengan tepat sesuai acuan.Mampu menentukan seluruh (3 dari 3) tindakan penerapan makna sila pertama di keluarga dengan tepat sesuai acuan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat menghubungkan nilai ketuhanan dengan kebiasaan doa dan ibadah di rumah mereka masing-masing?
  • Apakah aktivitas permainan kartu skenario efektif membantu murid memahami penerapan nyata sila pertama tanpa memaksakan satu keyakinan tertentu?

Murid:

  • Apakah aku sudah rutin berdoa dan beribadah bersama keluarga di rumah?
  • Apa tindakan baru yang akan aku lakukan di rumah mulai hari ini agar sesuai dengan sila pertama Pancasila?

Pertemuan 6 — Menerapkan Makna Sila Kedua Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari di Lingkungan Keluarga — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.4.2 Menerapkan makna sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, memeriksa kehadiran murid, serta mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
  • Guru dan murid melakukan tepuk semangat untuk mencairkan suasana belajar (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan terkait penerapan sikap kemanusiaan di rumah: (1) 'Jika ibu sedang sibuk merapikan rumah dan adik menangis meminta mainan, apa tindakan yang mencerminkan rasa kasih sayang dan saling tolong?' (acuan: menghibur/menjaga adik, mengambilkan mainan, atau membantu ibu menjaga adik); (2) 'Mengapa kita tidak boleh mengejek adik atau kakak saat mereka melakukan kesalahan?' (acuan: karena sesama manusia/anggota keluarga harus saling menghormati dan menghargai, bukan merendahkan) (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menentukan dan menerapkan tindakan yang mencerminkan makna sila kedua Pancasila (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab) dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan singkat guru mengenai bunyi sila kedua Pancasila 'Kemanusiaan yang Adil dan Beradab' serta maknanya dalam lingkungan keluarga, yaitu saling menyayangi, saling menolong tanpa pamrih, bersikap sopan, dan tidak semena-mena terhadap anggota keluarga (5 menit).
  • Guru menyajikan 3 gambar situasi di lingkungan keluarga: Gambar 1 (Kakak membantu adik merapikan mainan yang berserakan), Gambar 2 (Seorang anak membiarkan ibu kerepotan membawa barang belanjaan sendirian), dan Gambar 3 (Anak berbicara santun dan membagikan kue kepada saudara secara adil). Murid bersama guru mengidentifikasi gambar mana yang mencerminkan penerapan sila kedua di keluarga (acuan: Gambar 1 dan Gambar 3 mencerminkan sila kedua; Gambar 2 tidak mencerminkan karena tidak menolong sesama anggota keluarga) (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpasangan memainkan permainan tantangan kartu situasi 'Aksi Kemanusiaan di Rumah'. Guru membagikan 4 kartu skenario masalah di keluarga kepada setiap pasangan: Skenario 1: 'Adik menangis karena mainan baloknya roboh dan berantakan', Skenario 2: 'Ibu sedang menyiapkan makan malam sambil menggendong adik yang rewel', Skenario 3: 'Kakak sedang kebingungan mencari kacamata belajarnya yang terselip', Skenario 4: 'Nenek merasa haus dan kesulitan berjalan mengambil air minum ke dapur' (8 menit).
  • Setiap pasangan berdiskusi untuk menentukan 1 tindakan konkret penerapan sila kedua untuk masing-masing skenario pada lembar kerja (acuan tindakan benar: Skenario 1 = membantu adik menyusun kembali balok mainan atau menghiburnya; Skenario 2 = membantu menata piring di meja makan atau mengajak adik bermain; Skenario 3 = ikut membantu mencari kacamata kakak dengan teliti; Skenario 4 = mengambilkan segelas air minum dan memberikannya dengan sopan kepada nenek) (13 menit).
  • Setiap pasangan melakukan simulasi peran cepat berdurasi 1 menit di hadapan kelompok meja lain untuk mempraktikkan langsung dialog dan aksi tolong-menolong sesuai salah satu kartu skenario yang dipilih (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali tindakan yang telah mereka tentukan dan simulasikan, kemudian menuliskan 1 komitmen tindakan sila kedua yang akan dipraktikkan langsung di rumah hari ini pada secarik kertas kecil (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran bahwa menerapkan sila kedua Pancasila di rumah dapat diwujudkan melalui sikap gemar menolong, menyayangi saudara, dan menghormati orang tua (5 menit).
  • Murid mengerjakan asesmen akhir berupa cek pemahaman tertulis singkat mengenai tindakan penerapan sila kedua di rumah (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi seluruh murid, menyampaikan pengingat untuk menerapkan komitmen tolong-menolong di rumah, serta menutup sesi pembelajaran dengan doa bersama dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu skenario bergambar situasi nyata di rumah, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan skenario teks dengan kondisi keluarga yang lebih kompleks (misalnya berbagi tugas merawat hewan peliharaan bersama kakak).
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi guru dengan pertanyaan penuntun ('Apa yang sedang dirasakan adik/ibu?', 'Bantuan apa yang paling cepat bisa kamu berikan?'), sedangkan murid yang cepat menentukan tindakan secara mandiri bersama pasangannya.
  • Produk: Murid bebas menyajikan aksi penerapan sila kedua melalui simulasi peran langsung berpasangan atau dengan menuliskan tindakan operasional pada lembar kerja skenario.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: (1) 'Jika ibu sedang sibuk merapikan rumah dan adik menangis meminta mainan, apa tindakan yang mencerminkan rasa kasih sayang dan saling tolong?' (acuan jawaban: menghibur/menjaga adik, mengambilkan mainan, atau membantu ibu); (2) 'Mengapa kita tidak boleh mengejek adik atau kakak saat mereka melakukan kesalahan?' (acuan jawaban: karena sesama manusia/anggota keluarga harus saling menghormati dan menghargai, bukan merendahkan).

Proses:

  • Penilaian lembar kerja penerapan sila kedua pada 4 skenario keluarga: (1) Skenario adik menangis mainan roboh -> tindakan: membantu menyusun mainan/menghibur adik; (2) Skenario ibu menyiapkan makan malam kerepotan -> tindakan: menata piring/membantu menjaga adik; (3) Skenario kakak mencari kacamata -> tindakan: ikut mencari kacamata kakak dengan teliti; (4) Skenario nenek haus kesulitan jalan -> tindakan: mengambilkan air minum dengan sopan.
  • Observasi unjuk kerja simulasi peran pasangan dalam mempraktikkan sikap tolong-menolong dan santun sesuai skenario keluarga yang dipilih.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis berisi 2 butir soal: Butir 1: 'Pilihlah tindakan yang menerapkan sila kedua Pancasila di rumah: A. Mengunci pintu saat kakak minta tolong, B. Menemani dan membantu adik belajar membaca dengan sabar' (acuan kunci: B); Butir 2: 'Tuliskan 1 contoh tindakan tolong-menolong yang akan kamu lakukan untuk membantu orang tua di rumah hari ini!' (acuan kriteria: menyebutkan tindakan konkret membantu anggota keluarga, misalnya mencuci piring sendiri, menyapu lantai, atau menjaga adik).

Formatif:

  • Asesmen awal diagnostik lisan berupa tanya jawab situasi tolong-menolong di rumah.
  • Observasi unjuk kerja dan lembar pencocokan tindakan penerapan sila kedua pada lembar kerja 4 skenario keluarga selama tahap Mengaplikasi.
  • Cek pemahaman tertulis di akhir sesi pembelajaran.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Tindakan Sila Kedua Pancasila di Lingkungan KeluargaMurid belum mampu menentukan tindakan penerapan sila kedua pada skenario keluarga yang diberikan (0 dari 4 skenario tepat).Murid mampu menentukan tindakan penerapan sila kedua pada sebagian kecil skenario keluarga dengan bimbingan guru (1-2 dari 4 skenario tepat sesuai acuan).Murid mampu menentukan tindakan penerapan sila kedua pada sebagian besar skenario keluarga secara tepat (minimal 3 dari 4 skenario tepat sesuai acuan tindakan: menghibur/membantu adik, membantu ibu menata makan, membantu mencari kacamata kakak, mengambilkan air untuk nenek).Murid mampu menentukan tindakan penerapan sila kedua pada seluruh 4 skenario keluarga secara tepat dan mandiri, serta mempraktikkannya melalui simulasi peran tolong-menolong secara konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah skenario situasi keluarga yang disajikan kontekstual dan mudah dipahami oleh seluruh murid kelas 3?
  • Bagaimana keterlibatan aktif murid saat melakukan simulasi peran penerapan sila kedua secara berpasangan?
  • Apakah seluruh murid sudah dapat membedakan tindakan yang mencerminkan rasa kemanusiaan dan tolong-menolong di rumah?

Murid:

  • Tindakan tolong-menolong apa yang paling sering kamu lakukan untuk anggota keluargamu di rumah?
  • Bagaimana perasaanmu setelah berhasil membantu orang tua atau saudaramu yang sedang kesulitan?

Pertemuan 7 — Menerapkan Makna Sila Ketiga Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari di Lingkungan Keluarga — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.4.2 Menerapkan makna sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan doa bersama, kemudian mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru bersama murid menyanyikan lagu 'Garuda Pancasila' dan melakukan tepuk semangat untuk mencairkan suasana belajar (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: meminta murid memilih tindakan di rumah yang mencerminkan kerukunan dan persatuan keluarga (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan cerita bergambar tentang kerja bakti keluarga di hari Minggu, yang mencakup kegiatan membersihkan rumah bersama, menjaga kerukunan antarsaudara, serta saling menghargai anggota keluarga (10 menit).
  • Murid secara berpasangan mencermati lembar contoh tindakan untuk memahami wujud penerapan sila ketiga di rumah (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan kartu tantangan berpasangan 'Aksi Nyata Sila Ketiga di Rumah': setiap pasangan mengambil 4 kartu situasi dan menentukan tindakan penerapan sila ketiga yang tepat: (1) Skenario: 'Lantai ruang tamu kotor setelah bermain bersama adik' -> Tindakan tepat: 'Mengajak adik bersama-sama merapikan mainan dan menyapu lantai'; (2) Skenario: 'Ibu sedang sibuk menyiapkan makan malam di dapur' -> Tindakan tepat: 'Membantu menata piring dan sendok di meja makan bersama kakak'; (3) Skenario: 'Adik menangis karena kesulitan merapikan tempat tidur' -> Tindakan tepat: 'Membantu dan mengajari adik melipat selimut bersama'; (4) Skenario: 'Keluarga sedang membersihkan halaman rumah di akhir pekan' -> Tindakan tepat: 'Ikut mencabuti rumput liar bersama anggota keluarga lainnya' (acuan tindakan: tindakan mencerminkan kerja sama, tolong-menolong, dan menjaga kerukunan keluarga) (15 menit).
  • Murid secara mandiri menuliskan 3 rencana tindakan nyata penerapan sila ketiga (Persatuan Indonesia) yang akan dilakukan di rumah pada lembar 'Komitmen Keluargaku Bersatu' (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali daftar rencana tindakannya dengan mengecek apakah tindakannya sungguh-sungguh menciptakan kerukunan atau meringankan beban keluarga (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali contoh-contoh nyata penerapan sila ketiga Pancasila di lingkungan keluarga (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap komitmen penerapan yang dibuat murid serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu skenario berseri gambar bagi murid yang membutuhkan bantuan visual dan kartu narasi teks bagi yang sudah lancar membaca.
  • Proses: Memberikan pendampingan terbimbing saat murid menentukan tindakan pada kartu skenario bagi yang masih ragu, serta memberi tantangan menyebutkan alasan pentingnya kerja sama bagi yang mahir.
  • Produk: Murid dapat menyatakan rencana penerapan sila ketiga dalam bentuk tulisan kalimat sederhana atau daftar ceklis aksi nyata.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Guru memberikan diagnostik lisan 2 pilihan tindakan: 'Manakah tindakan di rumah yang mencerminkan kerukunan dan persatuan keluarga? (A) Berebut mainan dengan adik sampai menangis; (B) Bersama-sama kakak merapikan mainan yang berserakan.' (acuan jawaban benar: B — menunjukkan kerja sama dan kerukunan).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja berpasangan saat memecahkan 4 skenario aksi nyata penerapan sila ketiga di rumah: (1) Mainan berserakan -> bersama adik merapikan; (2) Ibu memasak -> membantu menyiapkan meja makan; (3) Adik kesulitan merapikan kamar -> membantu adik; (4) Bersih-bersih halaman -> ikut mencabut rumput bersama (acuan ketepatan: minimal 3 dari 4 tindakan tepat mencerminkan nilai persatuan/kerja sama di rumah).
  • Pemeriksaan lembar 'Komitmen Keluargaku Bersatu' berupa penulisan 3 rencana aksi nyata penerapan sila ketiga di rumah (acuan: tindakan mencakup gotong royong/membantu anggota keluarga, menjaga kerukunan antarsaudara, dan patuh pada kesepakatan bersama keluarga).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat di akhir sesi: murid menyebutkan satu tindakan gotong royong keluarga yang paling mudah dilakukan di rumah hari ini (acuan penerimaan: tindakan nyata berupa tolong-menolong atau kerja sama di rumah, seperti membantu mencuci piring, merapikan sepatu keluarga, atau menyapu bersama).

Formatif:

  • Penilaian kinerja berpasangan pada permainan penentuan aksi nyata berdasarkan 4 kartu skenario penerapan sila ketiga di rumah.
  • Penilaian lembar 'Komitmen Keluargaku Bersatu' (menuliskan 3 rencana tindakan nyata penerapan sila ketiga di lingkungan keluarga).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menerapkan Makna Sila Ketiga Pancasila di Lingkungan KeluargaBelum mampu menentukan tindakan penerapan sila ketiga pada skenario masalah di rumah dan belum dapat menuliskan rencana aksi nyata penerapan tanpa bimbingan penuh guru.Mampu menentukan 1-2 tindakan penerapan sila ketiga pada skenario dengan tepat dan menuliskan 1 rencana aksi nyata penerapan di rumah secara mandiri.Mampu menentukan 3-4 tindakan penerapan sila ketiga pada skenario dengan tepat dan menuliskan 3 rencana aksi nyata penerapan di rumah secara mandiri.Mampu menentukan seluruh (4) tindakan penerapan sila ketiga pada skenario dengan tepat secara konsisten serta menuliskan lebih dari 3 rencana aksi nyata penerapan di rumah secara mandiri dan rinci.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat mengaitkan nilai persatuan dengan tindakan tolong-menolong konkret di rumah?
  • Apakah aktivitas berpasangan dengan kartu skenario efektif melibatkan seluruh murid secara aktif dan gembira?

Murid:

  • Tindakan kerja sama apa yang paling ingin kamu lakukan di rumah sore ini?
  • Bagaimana perasaanmu setelah tahu bahwa membantu orang tua dan adik adalah wujud pengamalan Pancasila?

Pertemuan 8 — Menerapkan Makna Sila Keempat dan Kelima Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari di Lingkungan Keluarga — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.4.2 Menerapkan makna sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama sesuai keyakinan masing-masing (3 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan mengondisikan kelas agar nyaman dan siap belajar (2 menit).
  • Guru mengaitkan materi pertemuan sebelumnya tentang sila ketiga dengan menanyakan pengalaman gotong royong di rumah (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan membacakan 2 situasi keluarga dan meminta murid memilih tindakan yang tepat: Situasi 1 'Ayah, Ibu, dan anak berdiskusi memilih warna cat ruang tamu' (pilihan A: Musyawarah bersama; B: Memaksakan kehendak sendiri; acuan benar: A) dan Situasi 2 'Ibu membagi tugas mencuci piring dan menyapu kepada dua anak secara seimbang' (pilihan A: Pilih kasih; B: Bersikap adil; acuan benar: B) (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan makna sila keempat dan kelima Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang makna sila keempat (musyawarah, mendengarkan pendapat keluarga, menghargai keputusan bersama) dan sila kelima (bersikap adil, berbagi hak dan kewajiban secara seimbang, tidak boros, menghargai kerja anggota keluarga) di lingkungan keluarga (8 menit).
  • Guru menyajikan 4 kartu pernyataan tindakan keluarga di papan tulis: (1) 'Bermusyawarah menentukan giliran menonton TV', (2) 'Membagi kue secara merata kepada kakak dan adik', (3) 'Menghargai keputusan ayah setelah berdiskusi bersama', (4) 'Menyisihkan uang saku untuk ditabung daripada jajan berlebihan', lalu bersama murid menelaah keterkaitan tiap tindakan dengan sila keempat atau kelima (acuan: butir 1 dan 3 = penerapan Sila Keempat; butir 2 dan 4 = penerapan Sila Kelima) (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpasangan memainkan permainan tantangan kartu peran 'Keluarga Pancasila', di mana setiap pasangan mengambil 4 kartu skenario masalah keluarga dan menuliskan tindakan nyata penerapan sila keempat atau kelima yang tepat: Skenario 1 'Kakak dan adik ingin menonton siaran televisi yang berbeda pada waktu yang sama' (acuan tindakan: bermusyawarah menentukan giliran atau jadwal menonton); Skenario 2 'Ibu membawakan 6 potong martabak untuk 3 orang anak' (acuan tindakan: membagi secara adil masing-masing 2 potong); Skenario 3 'Keluarga merencanakan kerja bakti membersihkan halaman rumah hari Minggu' (acuan tindakan: berdiskusi membagi tugas membersihkan halaman secara adil dan melaksanakan tugasnya); Skenario 4 'Adik meminta dibelikan mainan baru padahal mainan lama masih bagus dan uang belanja sedang terbatas' (acuan tindakan: berhemat, tidak boros, dan menerima keputusan orang tua) (21 menit).
  • Setiap pasangan saling menukar lembar jawaban dengan pasangan sebelahnya untuk memeriksa kesesuaian tindakan penerapan sila keempat dan kelima berdasarkan acuan jawaban yang dibimbing oleh guru (7 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara mandiri menuliskan 1 tindakan penerapan sila keempat dan 1 tindakan penerapan sila kelima yang sudah pernah atau akan dilakukannya di rumah pada lembar refleksi tindakan (acuan: sila keempat memuat musyawarah/menghargai pendapat keluarga; sila kelima memuat keadilan/hemat/keseimbangan tugas) (8 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran bahwa sila keempat diterapkan dengan musyawarah dan menghargai keputusan keluarga, sedangkan sila kelima diterapkan dengan bersikap adil dan hidup hemat di rumah (4 menit).
  • Guru memberikan umpan balik terhadap hasil pengerjaan lembar kerja berpasangan dan mengapresiasi kerja sama seluruh murid (2 menit).
  • Guru menutup sesi pembelajaran dengan doa penutup dan salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu skenario bergambar visual bagi murid yang memerlukan dukungan pemahaman konkret.
  • Proses: Memberikan pendampingan terbimbing kepada pasangan murid yang membutuhkan bantuan menguraikan alternatif solusi tindakan, sedangkan pasangan murid yang cepat diminta menyelesaikan 4 skenario secara mandiri.
  • Produk: Murid dapat menuliskan tindakan penerapan dalam bentuk kalimat sederhana berpoin atau uraian singkat sesuai kesiapan belajarnya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik lisan dengan 2 butir situasi: Situasi 1 'Ayah, Ibu, dan anak berdiskusi memilih warna cat ruang tamu' (opsi: A. Musyawarah bersama, B. Memaksakan kehendak sendiri; acuan benar: A); Situasi 2 'Ibu membagi tugas mencuci piring dan menyapu kepada dua anak secara seimbang' (opsi: A. Pilih kasih, B. Bersikap adil; acuan benar: B). Skor 2 benar = siap penuh, 0-1 benar = butuh pendampingan konsep dasar.

Proses:

  • Pengamatan formatif saat pengerjaan 4 skenario penerapan sila keempat dan kelima: Skenario 1 'Pilihan tontonan TV berbeda' (acuan: musyawarah giliran menonton), Skenario 2 'Membagi 6 martabak untuk 3 anak' (acuan: membagi rata masing-masing 2 potong), Skenario 3 'Kerja bakti halaman' (acuan: berdiskusi membagi tugas secara adil), Skenario 4 'Permintaan mainan baru saat uang terbatas' (acuan: hidup hemat/tidak boros dan menerima keputusan keluarga). Kriteria: ketepatan menentukan tindakan penerapan sesuai makna sila (minimal 3 dari 4 skenario tepat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir berupa lembar refleksi tindakan mandiri: Murid menuliskan minimal 1 contoh tindakan nyata sila keempat di rumah (kriteria: memuat musyawarah/mendengarkan/menghargai pendapat keluarga) dan 1 contoh tindakan nyata sila kelima di rumah (kriteria: memuat bersikap adil/membagi tugas/hemat/tidak boros).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja penentuan tindakan penerapan sila keempat dan kelima melalui lembar kerja 4 skenario keluarga
  • Cek refleksi tindakan mandiri penerapan sila keempat dan kelima di rumah

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menerapkan makna sila keempat Pancasila di lingkungan keluargaBelum mampu menentukan tindakan penerapan sila keempat pada skenario keluarga yang diberikan meski dengan bimbingan penuh guru (0 skenario sila keempat tepat).Mampu menentukan tindakan penerapan sila keempat pada skenario keluarga dengan bimbingan guru (hanya 1 skenario sila keempat tepat).Mampu menentukan tindakan penerapan sila keempat pada 2 skenario keluarga (Skenario 1 dan 3) secara mandiri dan tepat sesuai acuan.Mampu menentukan tindakan penerapan sila keempat pada 2 skenario keluarga secara mandiri dan tepat, serta menuliskan contoh penerapan nyata tambahan di rumah secara tepat.
Menerapkan makna sila kelima Pancasila di lingkungan keluargaBelum mampu menentukan tindakan penerapan sila kelima pada skenario keluarga yang diberikan meski dengan bimbingan penuh guru (0 skenario sila kelima tepat).Mampu menentukan tindakan penerapan sila kelima pada skenario keluarga dengan bimbingan guru (hanya 1 skenario sila kelima tepat).Mampu menentukan tindakan penerapan sila kelima pada 2 skenario keluarga (Skenario 2 dan 4) secara mandiri dan tepat sesuai acuan.Mampu menentukan tindakan penerapan sila kelima pada 2 skenario keluarga secara mandiri dan tepat, serta menuliskan contoh penerapan nyata tambahan di rumah secara tepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah skenario situasi keluarga yang disajikan relevan dan mudah dipahami oleh seluruh murid?
  • Bagaimana keterlibatan aktif murid saat berpasangan merumuskan tindakan penerapan sila keempat dan kelima?

Murid:

  • Tindakan sila keempat apa yang paling mudah aku lakukan bersama keluargaku di rumah?
  • Bagaimana perasaanku ketika bisa bersikap adil kepada saudaraku di rumah sesuai sila kelima?

Pertemuan 9 — Menerapkan Makna Sila Pertama Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari di Lingkungan Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.4.3 Menerapkan makna sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memimpin doa bersama sebelum belajar sebagai wujud pembiasaan sila pertama (3 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan mengondisikan kesiapan fisik serta psikis kelas untuk belajar (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat tentang 2 contoh tindakan penghayatan sila pertama di sekolah: berdoa sebelum belajar dan menghormati teman berbeda agama yang sedang beribadah (acuan: tindakan doa bersama dan sikap tidak mengganggu teman beribadah) (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan makna sila pertama Pancasila di lingkungan sekolah, serta alur kegiatan yang akan dilakukan (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membimbing murid mengamati 3 gambar situasi penerapan sila pertama di sekolah yang ditampilkan: (1) Murid berdoa bersama dengan tenang sebelum pelajaran dimulai; (2) Murid tidak membuat gaduh saat teman di sebelahnya membaca doa menurut agamanya; (3) Murid mencuci tangan dan berdoa bersama sebelum makan bekal di jam istirahat (5 menit).
  • Murid bersama guru mengulas makna gambar bahwa sila pertama mengajarkan kita untuk selalu bersyukur, taat beribadah, dan saling menghargai keyakinan teman di sekolah (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru mengadakan permainan kuis gerak cepat 'Sila Satu di Sekolahku': guru membacakan 4 pernyataan situasi tindakan, murid mengangkat kartu hijau bertanda senyum jika tindakan menerapkan sila pertama atau kartu merah bertanda silang jika bukan (10 menit). Butir situasi: (1) Berdoa dengan khusyuk dan tertib sebelum memulai pelajaran di kelas (acuan: kartu hijau/menerapkan); (2) Bercanda dan mengajak bicara teman yang sedang berdoa (acuan: kartu merah/bukan); (3) Menjaga ketenangan ketika teman yang beragama lain sedang berdoa sesuai tata caranya (acuan: kartu hijau/menerapkan); (4) Memaksa teman mengikuti cara berdoa kita (acuan: kartu merah/bukan).
  • Murid secara individu mengerjakan Lembar Kerja Tindakanku di Sekolah yang berisi 4 skenario situasi sekolah dan murid memilih tindakan penerapan sila pertama yang tepat (20 menit). Skenario dan acuan: Skenario 1: 'Bel masuk berbunyi dan ketua kelas memimpin doa.' -> Tindakan tepat: Duduk tertib, menundukkan kepala, dan berdoa dengan sungguh-sungguh; Skenario 2: 'Saat jam istirahat, temanmu hendak menunaikan ibadah di musala sekolah.' -> Tindakan tepat: Memberi kesempatan dan tidak mengajaknya bermain gaduh; Skenario 3: 'Kamu dan teman sebangku hendak membuka kotak bekal bersama.' -> Tindakan tepat: Mengajak berdoa bersama sesuai keyakinan masing-masing sebelum makan; Skenario 4: 'Ada teman di kelas yang tata cara berdoanya berbeda denganmu.' -> Tindakan tepat: Tetap tenang menghormati dan tidak mengejek tata cara doanya.

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar kerja dengan kunci acuan tindakan sila pertama di sekolah (5 menit).
  • Murid menandai satu tindakan sila pertama Pancasila yang berkomitmen akan terus dilaksanakannya secara konsisten setiap hari di sekolah (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali bentuk-bentuk penerapan sila pertama Pancasila di lingkungan sekolah (doa tertib, menghargai ibadah teman) (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap komitmen murid, menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya akan mempelajari penerapan sila kedua di lingkungan keluarga, dan menutup kelas dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu skenario bergambar dengan panduan teks ringkas, sedangkan murid yang mandiri mengerjakan skenario narasi penuh.
  • Proses: Guru memberikan scaffolding terbimbing pada murid yang masih ragu membedakan sikap menghargai dan mengganggu doa teman.
  • Produk: Semua murid memenuhi target kompetensi memilih tindakan yang tepat pada 4 skenario penerapan sila pertama di sekolah.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan di awal pembelajaran: guru meminta murid menyebutkan 2 contoh tindakan yang sesuai dengan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa di sekolah (acuan: berdoa sebelum belajar dan tidak mengganggu teman yang sedang beribadah/berdoa).

Proses:

  • Kuis gerak cepat 4 butir pernyataan penerapan sila pertama di sekolah (acuan: Butir 1 kartu hijau; Butir 2 kartu merah; Butir 3 kartu hijau; Butir 4 kartu merah).
  • Pemeriksaan pengerjaan lembar kerja 4 skenario penerapan sila pertama di sekolah (acuan: Skenario 1 = berdoa khusyuk; Skenario 2 = memberi kesempatan ibadah/tidak gaduh; Skenario 3 = berdoa sebelum makan bekal; Skenario 4 = tenang menghormati perbedaan tata cara doa).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid menuliskan/menandai pilihan 1 komitmen tindakan sila pertama yang akan dipraktikkan langsung di sekolah pada hari tersebut (kriteria penerimaan: mencerminkan ibadah pribadi, doa belajar/makan, atau menghormati ibadah teman di sekolah).

Formatif:

  • Pengamatan unjuk respons murid pada kuis 'Sila Satu di Sekolahku' menggunakan kartu hijau/merah
  • Pemeriksaan ketepatan hasil pengerjaan Lembar Kerja Tindakanku di Sekolah (4 skenario)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan makna sila pertama Pancasila di lingkungan sekolahMampu menentukan tindakan penerapan sila pertama di sekolah dengan tepat pada 1 dari 4 skenario yang diberikan.Mampu menentukan tindakan penerapan sila pertama di sekolah dengan tepat pada 2 dari 4 skenario yang diberikan.Mampu menentukan tindakan penerapan sila pertama di sekolah dengan tepat pada 3 dari 4 skenario yang diberikan.Mampu menentukan tindakan penerapan sila pertama di sekolah dengan tepat pada seluruh 4 skenario yang diberikan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu permainan kuis dan pengerjaan lembar skenario berjalan sesuai rencana?
  • Apakah murid dapat membedakan secara konkret tindakan menghormati perbedaan cara berdoa di lingkungan sekolah?

Murid:

  • Tindakan sila pertama apa yang sudah berhasil kamu lakukan di sekolah hari ini?
  • Bagaimana perasaanmu saat bisa berdoa dengan tertib dan menghargai temanmu yang sedang berdoa di kelas?

Pertemuan 10 — Menerapkan Makna Sila Kedua Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari di Lingkungan Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.4.3 Menerapkan makna sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mempraktikkan/menerapkan makna Sila Kedua Pancasila ('Kemanusiaan yang Adil dan Beradab') di lingkungan sekolah (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 3 gambar situasi sekolah di papan tulis: (1) Menolong teman yang pensilnya jatuh, (2) Mengejek teman yang kalah bermain, (3) Meminjami penggaris kepada teman sebangku. Murid diminta mengangkat tangan memilih tindakan mana yang mencerminkan sikap peduli sesama manusia di sekolah (acuan kunci diagnostik: situasi 1 dan 3 mencerminkan sila kedua, situasi 2 tidak mencerminkan) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak ulasan guru tentang makna Sila Kedua Pancasila di sekolah, yaitu saling menyayangi sesama teman, gemar menolong teman yang kesulitan, dan tidak membeda-bedakan teman saat bergaul (5 menit).
  • Murid dalam kelompok kecil (3-4 murid) mengidentifikasi 4 kartu skenario perilaku di sekolah berikut: Skenario 1: 'Membantu teman merapikan buku perpustakaan yang terjatuh', Skenario 2: 'Hanya mau berteman dengan anak yang membawa mainan mahal', Skenario 3: 'Berbagi bekal makanan dengan teman yang tidak sengaja ketinggalan uang saku', Skenario 4: 'Menghibur teman sekelas yang sedang bersedih karena nilainya kurang memuaskan'. Setiap kelompok mengelompokkan kartu ke dalam wadah 'Penerapan Sila Ke-2' atau 'Bukan Penerapan Sila Ke-2' (acuan kunci: Skenario 1, 3, dan 4 = Penerapan Sila Ke-2; Skenario 2 = Bukan Penerapan Sila Ke-2) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan tantangan berpasangan 'Aksi Sahabat Peduli' yang menggembirakan: Setiap pasangan murid mengambil 1 amplop misi simulasi penerapan Sila Kedua di sekolah dari 3 pilihan misi: Misi A (Menolong teman yang terjatuh saat lari di halaman sekolah), Misi B (Meminjami alat tulis dengan sopan kepada teman yang lupa membawa), atau Misi C (Mengajak teman yang duduk sendirian untuk bermain bersama saat jam istirahat) (7 menit).
  • Setiap pasangan murid melakukan simulasi unjuk peran tindakan nyata sesuai misi yang diperoleh di hadapan guru dan teman secara bergantian (acuan kriteria ketercapaian: tindakan menunjukkan pertolongan/perhatian nyata secara langsung tanpa mengejek atau membeda-bedakan teman) (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Aksi Penerapan Sila Kedua berisi 4 butir pilihan tindakan nyata di sekolah: (1) Teman terjatuh di tangga -> [Tindakan A: Ditertawakan, Tindakan B: Dibantu berdiri dan diantar ke UKS]; (2) Ada anak baru pindahan -> [Tindakan A: Disapa dan diajak berkenalan, Tindakan B: Dijauhi]; (3) Teman tidak punya pensil warna -> [Tindakan A: Dipinjami bergantian, Tindakan B: Disembunyikan pensil warnanya]; (4) Melihat teman diejek -> [Tindakan A: Ikut mengejek, Tindakan B: Membela dan menenangkan teman] (acuan kunci jawaban: 1-B, 2-A, 3-A, 4-B) (8 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru membahas hasil Lembar Aksi dan simulasi, meninjau kembali pentingnya bersikap adil dan beradab kepada seluruh teman di sekolah (5 menit).
  • Murid mengungkapkan satu komitmen tindakan kemanusiaan yang akan dilakukannya hari ini di kelas kepada teman di sebelahnya (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini bahwa Sila Kedua di sekolah diterapkan lewat sikap gemar menolong, berteman tanpa membeda-bedakan, dan saling menyayangi (3 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh murid dan menutup pembelajaran dengan doa bersama serta salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu skenario bergambar dengan teks pendukung yang ringkas, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan kartu skenario teks naratif lengkap.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan disimulasikan bersama guru atau dipasangkan dengan teman sebaya yang siap memandu peran.
  • Produk: Pada Lembar Aksi, murid reguler memilih dan menuliskan pilihan tindakan (B, A, A, B), sedangkan murid yang membutuhkan bimbingan cukup melingkari huruf pilihan tindakan yang tepat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan diagnostik memilih gambar sikap peduli sesama di sekolah pada 3 gambar: (1) Menolong teman yang pensilnya jatuh, (2) Mengejek teman kalah bermain, (3) Meminjami penggaris (acuan kunci: gambar 1 dan 3 adalah penerapan sila kedua, gambar 2 bukan).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja simulasi berpasangan 'Aksi Sahabat Peduli' dalam menerapkan makna Sila Kedua (menolong/berbagi/mengajak berteman tanpa mengejek) sesuai kriteria rubrik.
  • Pemeriksaan ketepatan pengelompokan 4 kartu skenario (acuan kunci: skenario 1, 3, 4 = Penerapan Sila Ke-2; skenario 2 = Bukan Penerapan Sila Ke-2).

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan Lembar Aksi Mandiri Penerapan Sila Kedua di sekolah berisi 4 butir situasi (acuan kunci: butir 1 pilihan B [dibantu berdiri dan diantar ke UKS], butir 2 pilihan A [disapa dan diajak berkenalan], butir 3 pilihan A [dipinjami bergantian], butir 4 pilihan B [membela dan menenangkan teman]). Minimal 3 dari 4 butir dijawab tepat.

Formatif:

  • Unjuk kerja simulasi peran 'Aksi Sahabat Peduli' menerapkan makna Sila Kedua di lingkungan sekolah
  • Pemeriksaan lembar aksi mandiri penerapan Sila Kedua di sekolah (4 butir pilihan tindakan)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menerapkan makna Sila Kedua Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolahBelum mampu mempraktikkan tindakan pertolongan atau kepedulian kepada teman dalam simulasi dan menjawab tepat kurang dari 2 butir pada lembar aksi penerapan sila kedua di sekolah (acuan kunci: 1-B, 2-A, 3-A, 4-B).Mampu mempraktikkan tindakan pertolongan kepada teman dalam simulasi dengan arahan guru dan menjawab tepat 2 dari 4 butir pada lembar aksi penerapan sila kedua di sekolah (acuan kunci: 1-B, 2-A, 3-A, 4-B).Mampu mempraktikkan tindakan pertolongan dan kepedulian kepada teman secara tepat tanpa membeda-bedakan dalam simulasi serta menjawab tepat 3 dari 4 butir pada lembar aksi penerapan sila kedua di sekolah (acuan kunci: 1-B, 2-A, 3-A, 4-B).Mampu mempraktikkan tindakan pertolongan dan kepedulian kepada teman secara mandiri dan tepat dalam simulasi serta menjawab seluruhnya tepat (4 butir) pada lembar aksi penerapan sila kedua di sekolah (acuan kunci: 1-B, 2-A, 3-A, 4-B).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas simulasi berpasangan efektif memfasilitasi murid mempraktikkan penerapan Sila Kedua di lingkungan sekolah?
  • Bagaimana keterlibatan murid yang masih ragu dalam berinteraksi dengan teman saat simulasi peran?

Murid:

  • Sikap menolong apa yang sudah kamu praktikkan hari ini kepada teman di kelas?
  • Bagaimana perasaanmu setelah membantu atau diajak bermain oleh temanmu?

Pertemuan 11 — Menerapkan Makna Sila Ketiga Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari di Lingkungan Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.4.3 Menerapkan makna sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran dan mengajak murid menyanyikan bersama lagu 'Garuda Pancasila' untuk membangkitkan semangat kebersamaan (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-11, yaitu menerapkan makna sila ketiga Pancasila (Persatuan Indonesia) di lingkungan sekolah (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan menanyakan: 'Sebutkan 1 contoh tindakan menjaga kerukunan antarteman saat jam istirahat di sekolah!' (acuan jawaban: mau bermain bersama semua teman tanpa membeda-bedakan suku/asal daerah, berbagi mainan, atau mendamaikan teman yang berselisih) (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang makna sila ketiga Pancasila di sekolah, yaitu mengutamakan persatuan, rukun, gotong royong, dan tidak membeda-bedakan teman saat belajar maupun bermain (5 menit).
  • Murid mengamati 3 gambar situasi di sekolah yang ditunjukkan guru di papan tulis: Gambar 1 (murid-murid bekerja sama piket kelas membersihkan lantai dan papan tulis), Gambar 2 (sekelompok murid bermain lompat tali bersama tanpa mengejek teman yang belum pandai), dan Gambar 3 (dua murid berebut bola di lapangan dan saling dorong) (5 menit).
  • Secara interaktif, murid mengidentifikasi gambar yang merupakan penerapan sila ketiga Pancasila di sekolah (acuan: Gambar 1 dan Gambar 2 merupakan penerapan sila ketiga; Gambar 3 bukan penerapan sila ketiga) (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi menjadi pasangan (2 orang) untuk memainkan permainan tantangan ceria 'Kartu Aksi Sila Ketiga' (10 menit).
  • Setiap pasangan menerima lembar aktivitas berisi 4 skenario situasi sekolah dan menentukan tindakan penerapannya: Skenario 1: 'Edo teman baru dari Papua duduk sendirian di kelas saat jam istirahat' (tindakan penerapan: mengajak Edo berkenalan dan bermain bersama); Skenario 2: 'Meja dan kursi kelas berantakan setelah kegiatan menempel prakarya' (tindakan penerapan: bersama-sama merapikan meja dan kursi kembali ke tempatnya); Skenario 3: 'Siti kesulitan membawa tumpukan buku tema ke ruang guru' (tindakan penerapan: ikut membantu membawakan sebagian buku bersama Siti); Skenario 4: 'Regu piket hari ini kekurangan orang karena satu teman sakit' (tindakan penerapan: bersama anggota piket yang hadir saling berbagi tugas membersihkan kelas hingga selesai) (13 menit).
  • Pasangan murid secara bergantian mempraktikkan langsung satu tindakan penerapan dari salah satu skenario tersebut di hadapan guru atau teman sepasang (misalnya memperagakan mengajak teman baru bermain atau memperagakan gotong royong merapikan meja) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid dipandu guru menyimpulkan manfaat menerapkan sila ketiga Pancasila dalam keseharian di sekolah agar suasana kelas rukun, damai, dan pekerjaan berat menjadi ringan (5 menit).
  • Murid menyebutkan satu janji tindakan nyata penerapan sila ketiga yang akan dipraktikkan langsung di kelas hari ini (misalnya: tidak membeda-bedakan teman saat kelompok belajar) (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas kerja sama dan partisipasi aktif selama simulasi penerapan sila ketiga (2 menit).
  • Guru memberikan tindak lanjut pesan moral agar selalu rukun di sekolah, lalu menutup sesi pembelajaran dengan doa bersama dan salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar ilustrasi konkret tindakan rukun di sekolah, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan kartu narasi skenario pemecahan masalah sederhana.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi secara langsung oleh guru dalam memilih tindakan penerapan yang tepat, sedangkan murid mandiri berdiskusi berpasangan secara mandiri.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan penerapan sila ketiga melalui peragaan lisan langsung bersama pasangan atau menuliskan pilihan tindakannya pada lembar aktivitas.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan kesiapan belajar mengenai contoh tindakan menjaga kerukunan di sekolah pada apersepsi (acuan: mau berteman dengan siapa saja tanpa membedakan suku/agama, mendamaikan teman yang berselisih, atau bekerja sama saat piket).

Proses:

  • Observasi formatif saat pengerjaan 4 skenario lembar aktivitas: ketepatan menentukan tindakan penerapan sila ketiga di sekolah pada Skenario 1 (mengajak teman baru bermain), Skenario 2 (merapikan meja-kursi bersama), Skenario 3 (membantu membawakan buku bersama), dan Skenario 4 (bergotong royong menyelesaikan tugas piket kelas).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: murid secara acak menyebutkan 1 tindakan konkret yang mencerminkan persatuan/gotong royong di sekolah (kriteria penerimaan operasional: tindakan berfokus pada kebersamaan, tolong-menolong tanpa pamrih, atau menjaga kerukunan antarteman di sekolah).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja simulasi dan lembar aktivitas berpasangan penerapan makna sila ketiga Pancasila di lingkungan sekolah berdasarkan 4 skenario situasi.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Makna Sila Ketiga Pancasila di Lingkungan SekolahBelum mampu menentukan tindakan penerapan sila ketiga pada skenario sekolah dengan tepat, membutuhkan bimbingan penuh dari guru (0-1 skenario tepat dari 4 skenario acuan).Mampu menentukan 2 tindakan penerapan sila ketiga pada skenario sekolah dengan tepat dengan sedikit bantuan guru (2 skenario tepat dari 4 skenario acuan).Mampu menentukan 3-4 tindakan penerapan sila ketiga pada skenario sekolah secara tepat dan mandiri sesuai acuan skenario (mengajak teman baru, merapikan meja bersama, membantu membawa buku, gotong royong piket).Mampu menentukan seluruh (4) tindakan penerapan sila ketiga pada skenario sekolah secara tepat dan mandiri, serta konsisten mempraktikkannya langsung dalam simulasi interaksi di kelas tanpa ragu.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas bermain peran berpasangan efektif membantu murid memahami cara menerapkan persatuan di sekolah?
  • Bagian mana dari kegiatan yang paling menarik minat murid dalam mempraktikkan sikap gotong royong?

Murid:

  • Apa hal baik yang sudah kamu lakukan bersama teman di sekolah hari ini yang sesuai dengan sila ketiga?
  • Bagaimana perasaanmu ketika bekerja sama membersihkan atau merapikan kelas bersama teman?

Pertemuan 12 — Menerapkan Makna Sila Keempat Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari di Lingkungan Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.4.3 Menerapkan makna sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kesiapan belajar murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mempraktikkan penerapan makna sila keempat Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah melalui musyawarah sederhana (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid merespons secara lisan: 'Jika ada 2 usulan kegiatan bersih kelas, apa tindakan yang sesuai sila keempat?' (Acuan jawaban benar: bermusyawarah/berdiskusi bersama untuk mencapai kesepakatan mufakat atau voting) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mengamati gambar/kartu kasus musyawarah kelas dan menyimak penjelasan guru tentang makna sila keempat Pancasila di sekolah: mengutamakan musyawarah, menghargai pendapat teman, dan menerima hasil keputusan bersama dengan lapang dada (10 menit).
  • Murid bersama teman sebangku mengidentifikasi 3 tindakan nyata yang mencerminkan penerapan sila keempat di sekolah dari 3 opsi situasi: (1) Pemilihan ketua piket lewat musyawarah, (2) Memaksakan pendapat sendiri kepada teman, (3) Menerima hasil suara terbanyak pemilihan regu upacara (Acuan tindakan benar: situasi 1 dan 3) (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok kecil beranggotakan 4-5 orang untuk melakukan simulasi permainan interaktif 'Musyawarah Regu Sekolah' dalam menentukan 1 dari 3 topik kegiatan kelas: (A) Pembagian tugas piket kebersihan kelas, (B) Pemilihan permainan tradisional saat jam istirahat bersama, atau (C) Penataan pojok baca kelas (10 menit).
  • Setiap murid di dalam kelompok menerapkan langkah sila keempat: menyampaikan 1 usulan secara bergiliran, mendengarkan pendapat teman tanpa memotong, lalu menentukan 1 keputusan mufakat kelompok dan mencatat hasil kesepakatan bersama pada lembar kerja (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara individu memeriksa pengalamannya saat musyawarah dengan menandai lembar refleksi diri: apakah sudah mendengarkan teman dan apakah mau menerima keputusan bersama walaupun berbeda dari usulan awalnya (5 menit).
  • Guru memfasilitasi perwakilan murid menceritakan perasaan mereka ketika usulannya disepakati atau ketika harus menerima keputusan bersama demi kepentingan kelas (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa sila keempat Pancasila di sekolah diterapkan dengan cara bermusyawarah, menghargai pendapat orang lain, dan mematuhi keputusan bersama (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen akhir berupa cek pemahaman cepat, memberikan umpan balik penguatan terhadap praktik baik musyawarah hari ini, dan menutup pelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan bergambar langkah musyawarah bagi murid yang membutuhkan scaffolding visual.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi guru dalam giliran berpendapat; murid yang lebih cepat diberikan tantangan merumuskan mufakat kelompok dari dua pendapat yang berbeda.
  • Produk: Hasil penerapan musyawarah dapat dituangkan dalam bentuk centang tabel kesepakatan sederhana atau tulisan ringkas keputusan bersama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: 'Sebutkan 1 contoh tindakan di kelas yang mencerminkan sila keempat Pancasila!' (Acuan jawaban: bermusyawarah menentukan ketua kelas/kelompok piket, menghargai saran teman saat berdiskusi, menerima keputusan bersama secara lapang dada).

Proses:

  • Lembar observasi keterlibatan murid dalam simulasi musyawarah kelompok berdasarkan 3 indikator perilaku penerapan sila keempat di sekolah: (1) Menyampaikan usulan secara tertib bergantian, (2) Menyimak dan menghargai pendapat teman, (3) Menerima hasil mufakat bersama.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman 2 butir pernyataan benar/salah: Butir 1: 'Saat pemilihan ketua kelas, kita boleh memaksakan semua teman memilih sahabat kita' (Acuan: Salah). Butir 2: 'Kita wajib menjalankan jadwal piket kebersihan yang sudah disepakati bersama dalam musyawarah kelas' (Acuan: Benar).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja simulasi musyawarah kelompok menerapkan sila keempat Pancasila di sekolah (menyampaikan pendapat secara tertib, mendengarkan usulan teman, menerima hasil keputusan bersama)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menerapkan makna sila keempat Pancasila di lingkungan sekolahBelum menunjukkan tindakan bermusyawarah di sekolah; masih memaksakan kehendak sendiri dan menolak keputusan bersama meski telah dibimbing guru.Mulai menerapkan musyawarah di sekolah dengan menyampaikan usulan, namun masih enggan mendengarkan pendapat teman atau menerima keputusan bersama tanpa diarahkan guru.Menerapkan makna sila keempat di sekolah secara tepat dengan menyampaikan usulan secara tertib, mendengarkan pendapat teman, dan menerima keputusan bersama kelompok secara mandiri.Menerapkan makna sila keempat di sekolah secara konsisten dan tepat dalam setiap tahapan (menyampaikan usulan, menghargai perbedaan pendapat, mematuhi keputusan bersama) secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan merata untuk berpendapat dalam simulasi musyawarah kelompok?
  • Apakah langkah pembelajaran berhasil membuat murid memahami pentingnya menerima keputusan mufakat bersama di sekolah?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu saat mendengarkan pendapat teman yang berbeda dengan pendapatmu?
  • Apa yang akan kamu lakukan jika hasil musyawarah kelas berbeda dengan keinginan pribadimu?

Pertemuan 13 — Menerapkan Makna Sila Kelima Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari di Lingkungan Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.4.3 Menerapkan makna sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mempraktikkan perilaku yang mencerminkan sila kelima Pancasila di lingkungan sekolah (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan lisan: 'Sebutkan 1 contoh perbuatan adil atau gotong royong di sekolah yang sesuai dengan sila kelima!' (acuan jawaban: berbagi giliran bermain secara adil, melaksanakan piket bersama, antre di kantin, tidak membeda-bedakan teman saat belajar) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang makna sila kelima Pancasila (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia) di lingkungan sekolah, yaitu bersikap adil, menghargai hak teman, tidak boros, serta gemar bergotong royong (10 menit).
  • Murid secara berpasangan membaca dan menelaah 4 kartu situasi sekolah yang disajikan guru di papan tulis: Kartu 1: 'Antre bergiliran mencuci tangan di wastafel sekolah'; Kartu 2: 'Menyerobot antrean teman saat membeli makanan di kantin'; Kartu 3: 'Bekerja sama membersihkan ruang kelas sesuai jadwal piket'; Kartu 4: 'Menggunakan fasilitas perpustakaan secara bergantian dan merawat bukunya'. Murid menentukan kartu mana yang merupakan penerapan sila kelima (acuan kunci jawaban benar: Kartu 1, 3, dan 4 adalah penerapan sila kelima; Kartu 2 bukan penerapan sila kelima) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan interaktif berpasangan 'Tantangan Sikap Adil di Sekolah'. Setiap pasangan mengambil satu kartu skenario masalah dari 4 pilihan berikut: Skenario A: 'Tugas piket menyapu dan merapikan bangku belum selesai karena satu teman malas'; Skenario B: 'Ada 2 bola sepak tetapi ada 10 anak yang ingin bermain bersama saat jam istirahat'; Skenario C: 'Meja kelompok belajar berantakan setelah tugas menempel selesai'; Skenario D: 'Tiga teman ingin membaca buku cerita yang sama di sudut baca'. Masing-masing pasangan mendemonstrasikan tindakan nyata penerapan sila kelima di depan kelas (acuan tindakan benar: Skenario A = membagi tugas secara seimbang dan mengingatkan teman piket bersama; Skenario B = bermain operan bola bersama secara sportif atau bergantian adil; Skenario C = gotong royong merapikan dan membuang sampah kertas bersama ke tempatnya; Skenario D = membaca buku bersama-sama atau bersepakat giliran membaca) (15 menit).
  • Setiap murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja penerapan sila kelima di sekolah berisi 3 kasus perilaku sehari-hari: Kasus 1: 'Saat pembagian kelompok belajar, ada murid yang tidak mau sekelompok dengan teman tertentu' (tindakan tepat: menerima semua teman tanpa membeda-bedakan); Kasus 2: 'Saat mencuci tangan setelah olahraga, keran air terbatas dan banyak teman menunggu' (tindakan tepat: antre tertib dan tidak berdesakan); Kasus 3: 'Melihat halaman kelas kotor oleh dedaunan gugur' (tindakan tepat: mengambil sapu dan ikut membersihkan bersama teman) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru merefleksikan pengalaman belajar mengenai pentingnya bersikap adil dan suka menolong teman di sekolah agar tercipta suasana belajar yang rukun dan damai (5 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan bersama contoh-contoh tindakan nyata penerapan sila kelima Pancasila di lingkungan sekolah (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan, memeriksa ketercapaian lembar kerja murid, serta menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu skenario bergambar dengan teks instruksi terpandu, sedangkan murid yang mahir diberikan skenario teks tanpa gambar.
  • Proses: Murid yang belum lancar menerapkan konsep dibimbing dengan pemberian contoh konkret oleh guru; murid yang cepat diberikan kesempatan memberikan 2 alternatif tindakan adil pada skenario yang dihadapi.
  • Produk: Murid menuangkan tindakan penerapan sila kelima dalam bentuk tulisan singkat atau checklist tindakan pada lembar kerja sesuai kesiapan belajarnya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan 1 contoh perbuatan adil atau gotong royong di sekolah yang sesuai dengan sila kelima!' (acuan jawaban: berbagi giliran bermain secara adil, melaksanakan piket bersama, antre di kantin, tidak membeda-bedakan teman saat belajar).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja saat murid memperagakan respon tindakan pada permainan 'Tantangan Sikap Adil di Sekolah' (acuan tindakan: Skenario A = membagi tugas secara seimbang dan bekerja sama; Skenario B = bermain bersama atau bergantian secara adil; Skenario C = gotong royong membersihkan sampah bersama; Skenario D = membaca bersama atau membuat giliran yang disepakati).
  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri 3 kasus penerapan sila kelima di sekolah (acuan kunci: Kasus 1 = mau berteman/sekelompok dengan siapa saja tanpa membedakan; Kasus 2 = antre dengan tertib; Kasus 3 = ikut gotong royong membersihkan sampah dedaunan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi berupa pemeriksaan hasil lembar kerja mandiri: murid dinyatakan tuntas jika menentukan tindakan tepat minimal pada 2 dari 3 kasus yang disajikan.

Formatif:

  • Tanya jawab lisan diagnostik pada pendahuluan
  • Observasi unjuk kerja simulasi berpasangan 'Tantangan Sikap Adil di Sekolah'
  • Penilaian lembar kerja mandiri kasus penerapan sila kelima di sekolah

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan makna sila kelima Pancasila di lingkungan sekolahBelum mampu menentukan maupun mempraktikkan tindakan yang mencerminkan sila kelima pada kasus di sekolah meski telah dibimbing guru.Mampu menentukan tindakan yang mencerminkan sila kelima pada 1 kasus sekolah secara tepat dengan bimbingan guru.Mampu menentukan dan mempraktikkan tindakan yang mencerminkan sila kelima pada 2 dari 3 kasus sekolah secara tepat dan mandiri.Mampu menentukan dan mempraktikkan tindakan yang mencerminkan sila kelima pada seluruh (3) kasus sekolah secara tepat, runtut, dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid aktif terlibat dalam simulasi tindakan adil dan gotong royong di sekolah?
  • Apakah skenario yang disajikan cukup kontekstual dan mudah dipahami oleh murid kelas 3?

Murid:

  • Perilaku adil apa yang sudah kamu lakukan kepada temanmu di sekolah hari ini?
  • Bagaimana perasaanmu ketika dapat bekerja sama membersihkan kelas atau bermain bersama teman?

Pertemuan 14 — Menunjukkan Karakter Cinta Tanah Air Tokoh Perumus Pancasila Ir. Soekarno melalui Kisah Keteladanan Tokoh — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.4.4 Menunjukkan karakter para perumus Pancasila melalui kisah keteladanan tokoh

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan mengondisikan suasana belajar yang tertib (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan: 'Sebutkan 1 nama tokoh perumus Pancasila dan 1 contoh perbuatannya yang menunjukkan cinta tanah air!' (acuan jawaban: tokoh Ir. Soekarno / Bung Karno; perbuatan: memikirkan dasar negara merdeka / berpidato memperjuangkan kemerdekaan Indonesia / rela dipenjara demi bangsa) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menunjukkan karakter cinta tanah air tokoh perumus Pancasila Ir. Soekarno melalui kisah keteladanannya (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak teks kisah keteladanan Ir. Soekarno yang dibacakan guru tentang kecintaannya pada tanah air sejak muda, kegemarannya memakai peci hitam sebagai ciri khas bangsa, serta semangatnya memperjuangkan kemerdekaan dan merumuskan dasar negara Pancasila tanpa pamrih (10 menit).
  • Murid menunjukkan fakta tindakan cinta tanah air dari kisah tersebut melalui tanya jawab terbimbing: (1) Tindakan apa yang dilakukan Ir. Soekarno saat merumuskan Pancasila? (acuan: memeras pikiran untuk menyatukan seluruh bangsa Indonesia); (2) Benda apa yang selalu dipakai beliau sebagai lambang kebanggaan bangsa? (acuan: peci hitam/kopiah) (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan kuis tantangan kartu 'Detektif Karakter Tokoh' secara berpasangan, memilih dan menunjukkan 3 dari 4 kartu pernyataan tindakan yang mencerminkan karakter cinta tanah air Ir. Soekarno. Keempat kartu tersebut adalah: Kartu A: 'Ir. Soekarno gigih berpidato menyampaikan usulan dasar negara demi kemerdekaan bangsa'; Kartu B: 'Ir. Soekarno hanya memikirkan kepentingan dan kekayaan diri sendiri'; Kartu C: 'Ir. Soekarno bangga memakai peci hitam untuk memperkenalkan identitas Indonesia ke dunia'; Kartu D: 'Ir. Soekarno rela diasingkan dan dipenjara demi membela rakyat Indonesia' (acuan kartu benar: Kartu A, C, dan D) (17 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Kerja 'Karakter Tokoh Bangsa' dengan mencentang (√) tindakan yang tepat mencerminkan karakter cinta tanah air Ir. Soekarno pada 3 butir latihan: Butir 1: 'Berjuang menyatukan beragam suku dalam dasar negara Pancasila' [√]; Butir 2: 'Menolak memperjuangkan kemerdekaan karena takut dihukum penjara' [X]; Butir 3: 'Bangga mempromosikan kebudayaan dan identitas Indonesia di kancah internasional' [√] (acuan: Butir 1 dan 3 dicentang; Butir 2 tidak dicentang) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid diajak merenungkan makna karakter keteladanan dengan menyebutkan 1 keteladanan cinta tanah air Ir. Soekarno yang paling berkesan dalam perumusan Pancasila (acuan: kegigihan menyatukan perbedaan bangsa / rasa bangga pada identitas bangsa Indonesia) (7 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa Ir. Soekarno menunjukkan karakter cinta tanah air yang kuat melalui pengorbanan dan perumusan dasar negara Pancasila (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap ketepatan murid dalam menunjukkan karakter tokoh, menginformasikan materi pertemuan berikutnya tentang tokoh Drs. Mohammad Hatta, serta menutup kegiatan dengan doa dan salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan teks kisah keteladanan Ir. Soekarno yang dilengkapi gambar ilustrasi bersejarah bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang belum lancar membaca dalam mengidentifikasi isi kartu tindakan; memberikan tantangan mandiri tanpa bantuan petunjuk bagi murid yang cepat.
  • Produk: Format penunjukan karakter dapat berupa tanda centang pada lembar kerja bergambar atau penunjukan langsung kartu tindakan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan: 'Sebutkan 1 nama tokoh perumus Pancasila dan 1 contoh perbuatannya yang menunjukkan cinta tanah air!' (acuan: tokoh Ir. Soekarno / Bung Karno; perbuatan: memikirkan dasar negara merdeka / berpidato memperjuangkan kemerdekaan Indonesia / rela dipenjara demi bangsa).

Proses:

  • Penilaian penunjukan 3 kartu karakter tindakan Ir. Soekarno pada kuis kartu: Kartu A: 'Ir. Soekarno gigih berpidato menyampaikan usulan dasar negara demi kemerdekaan bangsa' (Benar); Kartu B: 'Ir. Soekarno hanya memikirkan kepentingan dan kekayaan diri sendiri' (Salah); Kartu C: 'Ir. Soekarno bangga memakai peci hitam untuk memperkenalkan identitas Indonesia ke dunia' (Benar); Kartu D: 'Ir. Soekarno rela diasingkan dan dipenjara demi membela rakyat Indonesia' (Benar). Target: murid tepat memilih Kartu A, C, dan D.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman melalui 3 butir centang lembar kerja: (1) Berjuang menyatukan beragam suku dalam dasar negara Pancasila (Tepat/Centang); (2) Menolak memperjuangkan kemerdekaan karena takut dihukum penjara (Tidak Tepat/Silang); (3) Bangga mempromosikan kebudayaan dan identitas Indonesia di kancah internasional (Tepat/Centang). Kriteria ketercapaian: tepat menentukan minimal 2 dari 3 butir sesuai acuan.

Formatif:

  • Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran mengenai nama tokoh perumus Pancasila dan tindakan cinta tanah airnya.
  • Observasi unjuk kerja saat kuis tantangan kartu 'Detektif Karakter Tokoh' dalam memilih kartu tindakan yang tepat.
  • Pemeriksaan lembar kerja penunjukan 3 tindakan cerminan karakter cinta tanah air tokoh Ir. Soekarno.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan Karakter Cinta Tanah Air Tokoh Ir. SoekarnoBelum mampu menunjukkan tindakan yang mencerminkan karakter cinta tanah air Ir. Soekarno (0 butir tepat dari 3 butir acuan).Mampu menunjukkan 1 tindakan yang mencerminkan karakter cinta tanah air Ir. Soekarno dari 3 butir acuan secara tepat dengan bimbingan penuh.Mampu menunjukkan 2 tindakan yang mencerminkan karakter cinta tanah air Ir. Soekarno dari 3 butir acuan secara tepat.Mampu menunjukkan seluruhnya (3 tindakan) yang mencerminkan karakter cinta tanah air Ir. Soekarno dari 3 butir acuan secara tepat dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah kisah keteladanan Ir. Soekarno tersampaikan dengan bahasa yang dipahami murid kelas 3?
  • Bagaimana keterlibatan murid saat permainan memilih kartu karakter cinta tanah air?

Murid:

  • Apa tindakan Ir. Soekarno yang paling membuatmu kagum?
  • Bagaimana caramu meniru sikap cinta tanah air yang dimiliki Ir. Soekarno?

Pertemuan 15 — Menunjukkan Karakter Musyawarah dan Menghargai Pendapat Tokoh Drs. Mohammad Hatta melalui Kisah Keteladanan Tokoh — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.4.4 Menunjukkan karakter para perumus Pancasila melalui kisah keteladanan tokoh

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi doa bersama (3 menit).
  • Guru mengaitkan materi pertemuan sebelumnya tentang Ir. Soekarno dengan tokoh Drs. Mohammad Hatta menggunakan gambar sang tokoh (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu menunjukkan karakter musyawarah dan menghargai pendapat dari tokoh Drs. Mohammad Hatta melalui kisah keteladanan (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab cepat dengan menampilkan 2 pilihan perilaku: (A) Memaksakan pendapat sendiri; (B) Mendengarkan dan menerima masukan teman. Murid diminta menunjukkan pilihan sikap musyawarah yang benar (acuan jawaban benar: pilihan B) (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak pembacaan teks kisah keteladanan Drs. Mohammad Hatta oleh guru mengenai keteladanan beliau saat bermusyawarah dalam Panitia Sembilan untuk merumuskan Pancasila dengan penuh kesabaran dan sikap lapang dada (10 menit).
  • Murid menjawab 3 pertanyaan pemahaman isi kisah secara lisan: (1) Siapa tokoh yang dibahas? (acuan: Drs. Mohammad Hatta); (2) Bagaimana cara Bung Hatta menyelesaikan perbedaan pendapat? (acuan: bermusyawarah/berdialog secara tenang); (3) Sikap apa yang ditunjukkan Bung Hatta saat orang lain berbicara? (acuan: mendengarkan dengan sabar/menghargai pendapat) (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid diajak bermain 'Tantangan Detektif Karakter Bung Hatta': secara berpasangan murid menerima Lembar Kerja berisi 4 kartu narasi perilaku untuk menunjukkan mana yang merupakan karakter keteladanan Bung Hatta dan mana yang bukan (5 menit).
  • Murid secara berpasangan menganalisis dan memberi tanda centang (v) pada narasi yang menunjukkan karakter musyawarah dan menghargai pendapat tokoh Bung Hatta serta tanda silang (x) pada yang bukan. Daftar 4 narasi: (1) 'Mendengarkan usulan teman dengan tenang tanpa menyela' (acuan: v / karakter teladan); (2) 'Marah dan meninggalkan ruangan karena pendapatnya tidak disetujui' (acuan: x / bukan teladan); (3) 'Mencari jalan keluar bersama agar semua pihak merasa adil' (acuan: v / karakter teladan); (4) 'Memaksa semua anggota regu mengikuti kemauannya sendiri' (acuan: x / bukan teladan) (15 menit).
  • Murid bersama pasangannya mencocokkan hasil pengelompokan narasi di bawah bimbingan guru dan menunjukkan bukti kalimat dari teks kisah yang mendukung jawaban mereka (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid menyebutkan 2 karakter teladan utama Drs. Mohammad Hatta yang telah dipelajari, yaitu musyawarah mufakat dan menghargai perbedaan pendapat orang lain (5 menit).
  • Murid merenungkan perbuatannya sendiri di kelas: apakah sudah mendengarkan teman saat berdiskusi sebagaimana dicontohkan Bung Hatta (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa keteladanan Bung Hatta mengajarkan kita pentingnya musyawarah dan saling menghormati pendapat dalam menjaga persatuan (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas keaktifan murid dalam menunjukkan karakter keteladanan tokoh serta menginformasikan materi pertemuan berikutnya mengenai Mr. Mohammad Yamin dan Mr. Soepomo (1 menit).
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks kisah dengan kalimat inti yang diberi penebalan (highlight), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan teks narasi lengkap tanpa tanda khusus.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan didampingi guru membaca per kalimat narasi; murid yang telah mahir bekerja mandiri membedah kartu narasi.
  • Produk: Semua murid mengelompokkan 4 kartu narasi yang sama; murid berkemampuan cepat dapat menambahkan 1 contoh tindakan nyata sikap menghargai pendapat di lingkungan kelas.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik memilih sikap: Diberikan 2 pilihan perilaku: (A) Memaksakan pendapat sendiri; (B) Mendengarkan dan menerima masukan teman. Murid diminta menentukan sikap musyawarah yang benar (acuan: jawaban benar adalah B).

Proses:

  • Formatif Latihan Lembar Kerja: Murid menentukan ketepatan karakter Bung Hatta pada 4 narasi: (1) Mendengarkan usulan teman dengan tenang (acuan: benar/teladan); (2) Marah karena usulnya ditolak (acuan: salah/bukan); (3) Mencari mufakat adil bersama (acuan: benar/teladan); (4) Memaksa kehendak pribadi (acuan: salah/bukan). Indikator ketercapaian: tepat menentukan minimal 3 dari 4 narasi.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Menyebutkan 2 karakter teladan Drs. Mohammad Hatta dalam proses perumusan Pancasila (acuan jawaban: musyawarah/mencapai mufakat dan menghargai/menghormati pendapat orang lain).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja pengelompokan kartu narasi karakter tokoh Drs. Mohammad Hatta
  • Observasi partisipasi dalam menjawab pertanyaan diagnostik dan pemahaman lisan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan Karakter Musyawarah dan Menghargai Pendapat Tokoh Drs. Mohammad HattaBelum mampu menunjukkan karakter keteladanan Drs. Mohammad Hatta (hanya tepat 0-1 dari 4 narasi karakter yang diidentifikasi).Mulai mampu menunjukkan karakter keteladanan Drs. Mohammad Hatta dengan bimbingan penuh guru (tepat 2 dari 4 narasi karakter yang diidentifikasi).Mampu menunjukkan karakter keteladanan musyawarah dan menghargai pendapat Drs. Mohammad Hatta secara tepat (tepat 3 dari 4 narasi karakter yang diidentifikasi secara mandiri).Sangat mampu menunjukkan seluruh karakter musyawarah dan menghargai pendapat Drs. Mohammad Hatta secara tepat dan mandiri (tepat 4 dari 4 narasi karakter yang diidentifikasi).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penyajian kisah Bung Hatta mampu menginspirasi murid dalam mengenali karakter musyawarah?
  • Apakah aktivitas detektif karakter efektif membantu murid membedakan perilaku menghargai pendapat versus memaksakan kehendak?

Murid:

  • Karakter apa dari Bung Hatta yang paling aku sukai dan ingin aku tiru di kelas?
  • Apakah aku sudah bisa mendengarkan pendapat teman ketika belajar bersama?

Pertemuan 16 — Menunjukkan Karakter Tanggung Jawab dan Kebangsaan Tokoh Mr. Mohammad Yamin dan Mr. Soepomo melalui Kisah Keteladanan Tokoh — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.4.4 Menunjukkan karakter para perumus Pancasila melalui kisah keteladanan tokoh

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat dengan memperlihatkan 2 foto tokoh (Mr. Mohammad Yamin dan Mr. Soepomo) dan menanyakan: 'Siapa nama kedua tokoh perumus dasar negara ini dan karakter utama apa yang mereka teladankan?' (acuan jawaban: Tokoh A adalah Mr. Mohammad Yamin dengan karakter tanggung jawab/kebangsaan; Tokoh B adalah Mr. Soepomo dengan karakter kebangsaan/tanggung jawab merumuskan dasar negara) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menunjukkan karakter tanggung jawab dan kebangsaan dari Mr. Mohammad Yamin dan Mr. Soepomo melalui kisah keteladanan tokoh (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak pembacaan teks kisah keteladanan perumus Pancasila: Kisah 1 memuat Mr. Mohammad Yamin yang tekun mencatat dan penuh tanggung jawab menyusun rumusan 5 asas dasar negara demi bangsa; Kisah 2 memuat Mr. Soepomo yang mementingkan rasa kebangsaan dan persatuan seluruh rakyat di atas kepentingan pribadi/golongan (12 menit).
  • Murid dipandu mengidentifikasi karakter yang ditunjukkan pada masing-masing kisah: Mr. Mohammad Yamin menunjukkan karakter tanggung jawab dan kebangsaan melalui sumbangan pemikiran tertulis dan lisan, sedangkan Mr. Soepomo menunjukkan karakter kebangsaan dengan menekankan persatuan bangsa (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid berpartisipasi dalam permainan interaktif 'Kartu Karakter Tokoh' secara berpasangan untuk menjodohkan 4 kutipan kisah dengan karakter tokoh yang tepat (15 menit). Bahan 4 kartu kisah: (1) 'Mr. Mohammad Yamin bekerja keras menuliskan rancangan dasar negara tanpa mengeluh' -> Karakter Tanggung Jawab; (2) 'Mr. Mohammad Yamin gigih memperjuangkan kemerdekaan seluruh tumpah darah Indonesia' -> Karakter Kebangsaan; (3) 'Mr. Soepomo mengusulkan negara Indonesia yang bersatu mengatasi segala golongan' -> Karakter Kebangsaan; (4) 'Mr. Soepomo menjalankan tugasnya sebagai ahli hukum dalam panitia perumus dengan sungguh-sungguh' -> Karakter Tanggung Jawab (acuan: pasangan kartu 1->Tanggung Jawab, 2->Kebangsaan, 3->Kebangsaan, 4->Tanggung Jawab).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja 'Menunjukkan Karakter Tokoh' dengan memberi tanda centang (V) pada karakter yang tepat (Tanggung Jawab atau Kebangsaan) dari 4 pernyataan tindakan tokoh dan menunjukkan bukti peristiwanya (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid dan guru memeriksa bersama hasil pengelompokan karakter tokoh berdasarkan kisah keteladanan yang telah dipelajari (5 menit).
  • Murid menyimpulkan makna karakter tanggung jawab dan kebangsaan para perumus Pancasila dalam kehidupan sehari-hari (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung atas ketepatan murid dalam menunjukkan karakter Mr. Mohammad Yamin dan Mr. Soepomo (3 menit).
  • Guru menyampaikan topik pembelajaran untuk pertemuan berikutnya (karakter persatuan dan toleransi para perumus Pancasila) dan menutup sesi dengan doa serta salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu kisah tokoh yang dilengkapi gambar ilustrasi bagi murid yang memerlukan dukungan visual, serta teks narasi lebih utuh bagi murid yang siap membaca cepat.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang belum membedakan bukti karakter tanggung jawab dan kebangsaan, sementara murid yang mahir diberikan kesempatan menunjukkan bukti karakter tambahan langsung dari teks.
  • Produk: Format penunjukan karakter pada lembar kerja dapat berupa pilihan centang pada tabel atau melingkari kata karakter yang sesuai.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik dengan menunjukkan foto Mr. Mohammad Yamin dan Mr. Soepomo: 'Sebutkan nama kedua tokoh ini dan karakter utama apa yang mereka teladankan dalam perumusan dasar negara?' (Acuan jawaban: Mr. Mohammad Yamin dan Mr. Soepomo; karakter: tanggung jawab dalam merumuskan dasar negara dan semangat kebangsaan/cinta tanah air).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan murid dalam menjodohkan 4 kartu kisah tokoh: (1) Mr. Mohammad Yamin tekun menulis rancangan -> Tanggung Jawab; (2) Mr. Mohammad Yamin membela kemerdekaan Indonesia -> Kebangsaan; (3) Mr. Soepomo mengusulkan persatuan seluruh rakyat -> Kebangsaan; (4) Mr. Soepomo menuntaskan tugas ahli hukum dengan sungguh-sungguh -> Tanggung Jawab (acuan: minimal 3 dari 4 kartu dijodohkan tepat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri lembar kerja menentukan karakter tokoh dari 4 butir pernyataan: Butir 1: 'Mr. Mohammad Yamin bersungguh-sungguh menyiapkan pidato lima asas dasar negara' -> Tanggung Jawab; Butir 2: 'Mr. Mohammad Yamin mencintai budaya dan persatuan bangsa Indonesia' -> Kebangsaan; Butir 3: 'Mr. Soepomo memikirkan kepentingan seluruh rakyat Indonesia di atas kepentingan pribadi' -> Kebangsaan; Butir 4: 'Mr. Soepomo menyelesaikan naskah penjelasan hukum dasar negara tepat waktu' -> Tanggung Jawab (acuan: seluruh butir memiliki kunci jawaban tepat seperti tertera).

Formatif:

  • Penilaian kinerja dalam menjodohkan 4 kartu kisah dengan karakter tokoh (Tanggung Jawab dan Kebangsaan) pada aktivitas permainan
  • Tes tertulis singkat pada lembar kerja mandiri menentukan karakter tokoh berdasarkan 4 pernyataan tindakan Mr. Mohammad Yamin dan Mr. Soepomo

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan karakter tanggung jawab dan kebangsaan Mr. Mohammad Yamin dan Mr. SoepomoBelum mampu menunjukkan karakter tanggung jawab maupun kebangsaan dari Mr. Mohammad Yamin dan Mr. Soepomo berdasarkan kisah (0-1 butir tepat dari 4 butir acuan).Mampu menunjukkan karakter tanggung jawab atau kebangsaan tokoh secara terbatas dengan bantuan penuh guru (2 butir tepat dari 4 butir acuan: Butir 1 Tanggung Jawab, Butir 2 Kebangsaan, Butir 3 Kebangsaan, Butir 4 Tanggung Jawab).Mampu menunjukkan karakter tanggung jawab dan kebangsaan Mr. Mohammad Yamin dan Mr. Soepomo secara tepat dengan sedikit bimbingan (3 butir tepat dari 4 butir acuan).Mampu menunjukkan karakter tanggung jawab dan kebangsaan Mr. Mohammad Yamin dan Mr. Soepomo secara tepat dan mandiri pada seluruh butir (4 butir tepat dari 4 butir acuan: Butir 1 Tanggung Jawab, Butir 2 Kebangsaan, Butir 3 Kebangsaan, Butir 4 Tanggung Jawab).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah kisah keteladanan Mr. Mohammad Yamin dan Mr. Soepomo yang disajikan cukup konkret dan dipahami murid kelas 3?
  • Bagian mana dari kegiatan menunjukkan karakter tokoh yang paling membantu murid memahami nilai tanggung jawab dan kebangsaan?

Murid:

  • Apa sikap terpuji dari Mr. Mohammad Yamin dan Mr. Soepomo yang ingin kamu tiru di sekolah atau di rumah?
  • Apakah kamu dapat membedakan mana sikap tanggung jawab dan mana sikap kebangsaan dari kisah kedua tokoh tadi?

Pertemuan 17 — Menunjukkan Karakter Persatuan dan Toleransi Para Perumus Pancasila melalui Kisah Keteladanan Tokoh — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.4.4 Menunjukkan karakter para perumus Pancasila melalui kisah keteladanan tokoh

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menunjukkan karakter persatuan dan toleransi para perumus Pancasila melalui kisah keteladanan tokoh (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat mengenai arti persatuan dan toleransi (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak pembacaan teks kisah keteladanan perumusan dasar negara tentang bagaimana para perumus Pancasila mengutamakan keutuhan bangsa saat menyepakati sila Ketuhanan Yang Maha Esa (10 menit).
  • Murid bersama guru mencermati 2 karakter utama tokoh perumus dalam kisah tersebut, yaitu karakter persatuan (menomorsatukan keutuhan Indonesia di atas kepentingan pribadi/golongan) dan toleransi (menghargai perbedaan suku dan agama) (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Secara berpasangan, murid memainkan kuis tantangan kartu 'Tebak Karakter Tokoh' dengan menempelkan 4 kartu kutipan peristiwa perumus Pancasila ke kolom karakter yang sesuai (Persatuan atau Toleransi) pada papan kelompok (15 menit).
  • Daftar 4 kutipan peristiwa dan kunci kolom penempatan: (1) 'Tokoh perumus dari berbagai daerah sepakat bersatu mendirikan satu negara Indonesia merdeka' -> Persatuan; (2) 'Para tokoh menerima penggantian tujuh kata dalam Piagam Jakarta demi menghormati saudara sebangsa yang berbeda agama' -> Toleransi; (3) 'Para perumus Pancasila mendahulukan kepentingan bangsa bersama daripada kepentingan golongan sendiri' -> Persatuan; (4) 'Para tokoh tetap saling menghormati dan berbicara santun meskipun berasal dari latar belakang agama yang berbeda' -> Toleransi (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap pasangan memeriksa ketepatan penempatan 4 kartu bersama guru berdasarkan kunci acuan dan saling mengoreksi lembar kerjanya (10 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan karakter persatuan dan toleransi para perumus Pancasila yang telah dipelajari (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil belajar, mengingatkan kegiatan asesmen sumatif pada pertemuan berikutnya, dan menutup kelas dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan teks narasi kisah perumus Pancasila bergambar untuk murid yang membutuhkan bantuan visual.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi pasangan murid yang memerlukan pendampingan dalam membaca dan mengelompokkan kutipan peristiwa.
  • Produk: Murid yang telah menguasai materi secara cepat menunjukkan karakter dengan mengelompokkan 4 kartu dan menambahkan 1 contoh tindakan persatuan atau toleransi di kelas pada lembar kerjanya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik: 'Sebutkan apa yang dilakukan para pejuang ketika memiliki perbedaan suku atau agama agar tetap rukun?' (Acuan jawaban: saling menghormati/toleransi, bekerja sama, dan mengutamakan persatuan bangsa).

Proses:

  • Unjuk kerja berpasangan mengelompokkan 4 kartu kutipan peristiwa ke kolom Karakter Persatuan atau Toleransi. Kunci acuan: Kartu 1 (sepakat bersatu mendirikan negara merdeka) = Persatuan; Kartu 2 (menerima penggantian tujuh kata Piagam Jakarta demi saudara berbeda agama) = Toleransi; Kartu 3 (mendahulukan kepentingan bangsa bersama) = Persatuan; Kartu 4 (saling menghormati latar belakang agama) = Toleransi.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat lisan di penutup: 'Sebutkan 2 karakter utama para perumus Pancasila saat menyepakati dasar negara bersama!' (Acuan jawaban: persatuan dan toleransi/saling menghargai perbedaan).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran
  • Penugasan kelompok mengelompokkan kartu peristiwa karakter perumus Pancasila (Persatuan dan Toleransi)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan Karakter Persatuan dan Toleransi Para Perumus PancasilaBelum mampu menunjukkan karakter persatuan dan toleransi (hanya 0-1 dari 4 kartu peristiwa yang tepat sesuai acuan)Mulai mampu menunjukkan karakter persatuan dan toleransi (2 dari 4 kartu peristiwa tepat sesuai acuan)Mampu menunjukkan karakter persatuan dan toleransi secara tepat (3 dari 4 kartu peristiwa tepat sesuai acuan)Sangat mampu menunjukkan karakter persatuan dan toleransi secara tepat dan mandiri (seluruh 4 kartu peristiwa tepat sesuai acuan)

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan kartu kutipan peristiwa membantu murid memahami wujud nyata karakter persatuan dan toleransi para perumus Pancasila?
  • Bagaimana keterlibatan aktif murid saat berdiskusi menentukan karakter tokoh secara berpasangan?

Murid:

  • Karakter teladan apa dari para perumus Pancasila yang paling kamu kagumi hari ini?
  • Bagaimana caramu menunjukkan sikap toleransi dan persatuan saat belajar bersama teman di kelas?

Pertemuan 18 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.4.1 Mengidentifikasi makna sila-sila Pancasila di lingkungan keluarga dan sekolah
  • TP 3.4.2 Menerapkan makna sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga
  • TP 3.4.3 Menerapkan makna sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah
  • TP 3.4.4 Menunjukkan karakter para perumus Pancasila melalui kisah keteladanan tokoh

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, mengajak berdoa bersama dengan tertib, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menjelaskan tujuan asesmen sumatif akhir bab serta membacakan tata tertib pelaksanaan tugas individu tertulis dan unjuk kerja simulasi kelompok (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan petunjuk pengerjaan Lembar Kerja Pasangan Karakter Tokoh Perumus Pancasila dan pembagian kelompok simulasi bermain peran penerapan sila di keluarga (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid secara mandiri mengerjakan tugas tertulis memasangkan 4 nama tokoh perumus Pancasila dengan karakter keteladanannya pada lembar kerja: (1) Ir. Soekarno -> Cinta tanah air dan semangat kebangsaan; (2) Drs. Mohammad Hatta -> Mengutamakan musyawarah dan menghargai pendapat; (3) Mr. Mohammad Yamin -> Tanggung jawab dan gagasan kebangsaan; (4) Mr. Soepomo -> Semangat persatuan dan kekeluargaan bangsa (durasi pengerjaan: 18 menit) (18 menit).
  • Secara bergiliran, 7 kelompok (masing-masing 4 murid, tampil masing-masing 4 menit) menampilkan unjuk kerja simulasi bermain peran penerapan sila Pancasila di lingkungan keluarga (Sila 1: berdoa bersama sebelum makan; Sila 2: merawat adik/anggota keluarga yang sakit; Sila 3: membersihkan rumah bersama dengan rukun; Sila 4: bermusyawarah menentukan tujuan liburan keluarga; Sila 5: membagi tugas piket rumah secara adil) serta menyampaikan penjelasan lisan makna sila yang diperagakan (total simulasi: 28 menit) (28 menit).
  • Selama murid berdinamika dalam kelompok dan menyimak giliran tampil, guru melakukan observasi langsung terhadap 4 indikator perilaku penerapan makna sila Pancasila di sekolah: (1) berdoa dengan tertib sebelum/sesudah kegiatan, (2) berbagi peran secara adil tanpa membeda-bedakan kawan, (3) menghargai pendapat teman saat giliran berbicara, dan (4) bekerja sama dengan rukun tanpa memicu pertengkaran (proses observasi berjalan terintegrasi selama persiapan dan unjuk kerja: 7 menit) (7 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru melakukan refleksi singkat mengenai proses pelaksanaan asesmen sumatif dan komitmen menjaga nilai-nilai Pancasila dalam keseharian (3 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja tertulis murid dan mengumumkan bahwa asesmen Bab 4 Ayo Mengenal Pancasila telah selesai dilaksanakan (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid dengan hambatan membaca, guru membacakan butir nama tokoh dan pilihan karakter keteladanan secara lisan tanpa mengubah substansi tugas tertulis.
  • Proses: Pemberian penataan posisi duduk yang kondusif bagi murid yang memerlukan ruang gerak lebih tenang saat menunggu giliran simulasi bermain peran.
  • Produk: Standar bukti belajar tetap sama untuk seluruh murid (lembar isian pasangan karakter tokoh dan unjuk kerja simulasi penerapan sila).

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • penugasan tertulis dan unjuk kerja simulasi bermain peran kelompok disertai lembar observasi perilaku: lembar kerja pasangan karakter tokoh teladan perumus Pancasila, penampilan simulasi kelompok penerapan sila Pancasila di keluarga beserta penjelasan lisan maknanya, serta catatan lembar observasi perilaku pengamalan sila di sekolah
  • penugasan tertulis serentak: lembar isian murid yang menghubungkan/memasangkan nama tokoh perumus Pancasila dengan karakter keteladanan yang ditunjukkan (20 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran lembar isian)
  • unjuk kerja bermain peran kelompok: penampilan bermain peran oleh 7 kelompok (4 murid per kelompok, tampil masing-masing 4 menit) yang mensimulasikan penerapan sila Pancasila di keluarga sekaligus menyampaikan penjelasan lisan makna sila yang diperagakan (30 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja bermain peran dan penjelasan lisan makna sila)
  • penilaian observasi kinerja langsung: perilaku penerapan makna sila Pancasila di sekolah (seperti berdoa dengan tertib, berbagi peran secara adil, menghargai pendapat kawan, dan bekerja sama) yang diamati guru saat dinamika kelompok berlangsung di kelas (20 menit; individual; instrumen: lembar pengamatan perilaku penerapan sila Pancasila di sekolah)

Sumatif:

  • penugasan tertulis dan unjuk kerja simulasi bermain peran kelompok disertai lembar observasi perilaku: lembar kerja pasangan karakter tokoh teladan perumus Pancasila, penampilan simulasi kelompok penerapan sila Pancasila di keluarga beserta penjelasan lisan maknanya, serta catatan lembar observasi perilaku pengamalan sila di sekolah
  • penugasan tertulis serentak: lembar isian murid yang menghubungkan/memasangkan nama tokoh perumus Pancasila dengan karakter keteladanan yang ditunjukkan (20 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran lembar isian)
  • unjuk kerja bermain peran kelompok: penampilan bermain peran oleh 7 kelompok (4 murid per kelompok, tampil masing-masing 4 menit) yang mensimulasikan penerapan sila Pancasila di keluarga sekaligus menyampaikan penjelasan lisan makna sila yang diperagakan (30 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja bermain peran dan penjelasan lisan makna sila)
  • penilaian observasi kinerja langsung: perilaku penerapan makna sila Pancasila di sekolah (seperti berdoa dengan tertib, berbagi peran secara adil, menghargai pendapat kawan, dan bekerja sama) yang diamati guru saat dinamika kelompok berlangsung di kelas (20 menit; individual; instrumen: lembar pengamatan perilaku penerapan sila Pancasila di sekolah)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan karakter keteladanan tokoh perumus Pancasila (TP 3.4.4)Memasangkan dengan tepat 1 nama tokoh perumus Pancasila dengan karakter keteladanannya (Acuan: Ir. Soekarno = Cinta tanah air; Drs. Mohammad Hatta = Musyawarah/menghargai pendapat; Mr. Mohammad Yamin = Tanggung jawab/kebangsaan; Mr. Soepomo = Persatuan/kekeluargaan).Memasangkan dengan tepat 2 nama tokoh perumus Pancasila dengan karakter keteladanannya sesuai acuan.Memasangkan dengan tepat 3 nama tokoh perumus Pancasila dengan karakter keteladanannya sesuai acuan.Memasangkan dengan tepat seluruh 4 nama tokoh perumus Pancasila dengan karakter keteladanannya sesuai acuan secara mandiri.
Menerapkan dan mengidentifikasi makna sila Pancasila di lingkungan keluarga melalui simulasi (TP 3.4.1 & TP 3.4.2)Memeragakan simulasi tetapi belum mencerminkan penerapan sila Pancasila di keluarga dan belum mampu menyampaikan penjelasan lisan makna silanya.Memeragakan simulasi penerapan sila Pancasila di keluarga dengan cukup sesuai, namun penjelasan lisan makna silanya masih keliru atau belum lengkap.Memeragakan simulasi penerapan sila Pancasila di keluarga dengan tepat dan menyampaikan penjelasan lisan makna sila yang diperagakan secara tepat.Memeragakan simulasi penerapan sila Pancasila di keluarga secara runtut, tepat, serta menyampaikan penjelasan lisan makna sila dan contoh tindakannya secara lengkap dan mandiri.
Menerapkan makna sila Pancasila di lingkungan sekolah saat beraktivitas (TP 3.4.3)Menunjukkan 1 dari 4 indikator perilaku penerapan sila di sekolah (Acuan indikator: [1] berdoa tertib, [2] berbagi peran adil, [3] menghargai pendapat teman, [4] bekerja sama rukun).Menunjukkan 2 dari 4 indikator perilaku penerapan sila di sekolah sesuai acuan.Menunjukkan 3 dari 4 indikator perilaku penerapan sila di sekolah sesuai acuan.Menunjukkan seluruh 4 indikator perilaku penerapan sila di sekolah sesuai acuan secara konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu untuk tugas tertulis dan simulasi bermain peran berjalan sesuai dengan jadwal yang direncanakan?
  • Bagaimana ketercapaian murid secara menyeluruh terhadap pemahaman karakter perumus Pancasila dan penerapan sila dalam kehidupan sehari-hari?

Murid:

  • Karakter tokoh perumus Pancasila mana yang paling ingin kamu teladani dalam kehidupan sehari-hari?
  • Apakah kamu merasa sudah menerapkan sila-sila Pancasila dengan baik saat belajar dan bermain bersama teman di sekolah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek RI 2023, Bab 4: Ayo Mengenal Pancasila, hlm. 124-135)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek RI 2023, Bab 4, hlm. 182-186)
  3. Gambar simbol Bintang dan Rantai Emas Garuda Pancasila
  4. Set kartu situasi bergambar tentang kegiatan keluarga di rumah
  5. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023)
  6. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023) Bab 4
  7. Kartu simbol Garuda Pancasila (Pohon Beringin, Kepala Banteng, Padi dan Kapas) dan kartu situasi keluarga
  8. Lembar Kerja Murid (LKPD) 'Makna Sila 3, 4, dan 5 di Rumah'
  9. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III Bab 4 (Kemendikbudristek, 2023)
  10. Kartu situasi bergambar dan teks kegiatan di lingkungan sekolah
  11. Lembar Identifikasi Makna Sila Pancasila di Sekolah
  12. Set 6 kartu situasi sekolah bertema makna Sila 3, 4, dan 5
  13. 3 kantong/wadah sila Pancasila (Sila Ketiga, Sila Keempat, Sila Kelima)
  14. Lembar Identifikasi Makna Sila di Sekolah
  15. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023)
  16. Set Kartu Skenario Penerapan Sila Pertama di Lingkungan Keluarga
  17. Lembar Kerja Murid: Penerapan Sila Pertamaku di Rumah
  18. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023, Bab 4 Halaman 134-135)
  19. Kartu skenario masalah 'Aksi Kemanusiaan di Rumah'
  20. Lembar kerja pasangan
  21. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023) Bab 4 Halaman 131, 169-170
  22. Kartu tantangan skenario penerapan sila ketiga di lingkungan keluarga
  23. Lembar kerja komitmen 'Keluargaku Bersatu'
  24. Kartu Skenario Keluarga (4 butir situasi keluarga)
  25. Lembar Refleksi Tindakan Murid
  26. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III Kemendikbudristek 2023
  27. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III Kemendikbudristek 2023
  28. Kartu respons warna hijau dan merah untuk kuis gerak cepat
  29. Lembar Kerja Tindakanku di Sekolah berisi 4 skenario penerapan sila pertama
  30. Kartu skenario perilaku Sila Kedua di sekolah dan kartu misi simulasi peran
  31. Lembar Aksi Murid
  32. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023) Bab 4 Ayo Mengenal Pancasila
  33. Gambar ilustrasi kegiatan gotong royong dan kebersamaan di sekolah
  34. Kartu lembar aktivitas 4 Skenario Penerapan Sila Ketiga
  35. Buku Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023)
  36. Kartu Skenario Musyawarah Kelas dan Lembar Refleksi Sila Keempat
  37. Set kartu skenario 'Tantangan Sikap Adil di Sekolah'
  38. Lembar kerja murid kasus penerapan sila kelima di sekolah
  39. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023).
  40. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023) Bab 4 Halaman 158-168.
  41. Teks kisah keteladanan tokoh Ir. Soekarno dan set kartu 'Detektif Karakter Tokoh'.
  42. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III, Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek
  43. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III, Bab 4 Ayo Mengenal Pancasila
  44. Foto/gambar tokoh Drs. Mohammad Hatta
  45. Lembar Kerja Kartu Narasi Keteladanan Tokoh
  46. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023, Bab 4)
  47. Kartu bergambar potret tokoh Mr. Mohammad Yamin dan Mr. Soepomo beserta kartu kutipan kisah keteladanan
  48. Lembar Kerja Murid: Menunjukkan Karakter Tokoh Perumus Pancasila
  49. Kartu kutipan peristiwa perumusan Pancasila dan bagan kolom karakter Persatuan & Toleransi
  50. Lembar Kerja Pasangan Karakter Tokoh Perumus Pancasila
  51. Lembar Observasi Perilaku Penerapan Sila Pancasila di Sekolah

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.