Modul AjarPertemuan 9Bab 3Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 3: Kerja Sama dalam Keberagaman Suku Bangsa dan Budaya

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 3 dengan topik "Kerja Sama dalam Keberagaman Suku Bangsa dan Budaya". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 3: Kerja Sama dalam Keberagaman Suku Bangsa dan Budaya

Pendidikan Pancasila - Kelas 3

Bab 3 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Kerja Sama dalam Keberagaman Suku Bangsa dan Budaya

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikKerja Sama dalam Keberagaman Suku Bangsa dan Budaya
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menunjukkan perilaku kerja sama dengan teman yang berbeda suku bangsa, budaya, dan bahasa di lingkungan sekolah.
  2. Murid dapat menjelaskan bahwa keberagaman suku bangsa dan budaya Indonesia yang bersatu merupakan kekuatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah kamu punya teman yang berasal dari suku bangsa atau daerah yang berbeda denganmu? Ceritakan satu hal menarik tentang teman itu!
  2. Apa yang akan terjadi jika dalam satu tim lomba, semua anggotanya tidak mau bekerja sama karena berbeda suku bangsa?
  3. Mengapa Indonesia disebut kuat justru karena memiliki banyak suku bangsa dan budaya yang berbeda-beda?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan sapaan hangat; murid diminta duduk melingkar (circle time) selama 2 menit untuk menciptakan suasana akrab.
  • Guru memimpin ice-breaker 'Tepuk Nusantara': guru menyebut nama suku bangsa (misal 'Jawa!'), murid bertepuk sesuai jumlah suku kata, lalu bersama-sama berkata 'Satu Indonesia!' — dilakukan 3 putaran.
  • Guru mengajukan pertanyaan diagnostik awal (asesmen awal): 'Siapa di sini yang punya teman dari daerah atau suku yang berbeda? Apa satu hal yang sudah pernah kalian lakukan bersama?' — murid menjawab secara lisan singkat (hands-up).
  • Guru menayangkan atau menunjukkan gambar 4–5 anak berpakaian adat berbeda sedang bermain bersama, lalu melontarkan pertanyaan pemantik pertama untuk memancing rasa ingin tahu.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan belajar bagaimana cara bekerja sama dengan teman yang berbeda suku bangsa dan budaya, dan kita akan temukan mengapa perbedaan itu justru membuat Indonesia makin kuat.'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan cerita pendek berjudul 'Tim Pelangi' (±5 menit): kisah 5 anak dari suku Jawa, Dayak, Batak, Bugis, dan Ambon yang tergabung dalam satu tim kebersihan kelas. Awalnya mereka canggung, tapi akhirnya saling berbagi cara dan berhasil menyelesaikan tugas lebih cepat bersama.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemahaman lisan: (a) Mengapa awalnya tim itu canggung? (b) Apa yang membuat mereka akhirnya berhasil? (c) Apa yang terjadi kalau mereka tidak mau bekerja sama? — murid menjawab secara bergantian.
  • Guru menjelaskan konsep kunci menggunakan papan tulis atau karton besar: 'Keberagaman suku bangsa dan budaya = Kekuatan NKRI' dengan visual sederhana: lingkaran besar bertuliskan 'Indonesia Kuat' dikelilingi lingkaran kecil simbol suku bangsa yang berbeda.
  • Murid mencatat 3 kata kunci di buku masing-masing: KERJA SAMA — KEBERAGAMAN — KEKUATAN NKRI, lalu guru menjelaskan singkat makna tiap kata kunci.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (4–5 orang) secara acak menggunakan kartu warna sehingga tiap kelompok kemungkinan besar berisi murid dengan latar berbeda — guru menekankan: 'Inilah contoh nyata tim yang beragam, seperti Indonesia!'
  • Setiap kelompok mendapat Lembar Kerja 'Misi Bersatu': mereka harus (a) mendiskusikan satu contoh kegiatan di sekolah yang bisa dilakukan bersama meski berbeda suku/budaya, (b) menuliskan 2 manfaat kerja sama dari kegiatan tersebut, dan (c) menggambar sederhana simbol kegiatan mereka di kotak yang tersedia.
  • Selama diskusi kelompok (±10 menit), guru berkeliling memantau, memberikan pertanyaan pancingan ('Bagaimana perasaanmu jika tidak ada yang mau ajakmu bergabung?'), dan mencatat observasi untuk asesmen proses.
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya dalam 1–2 menit. Kelompok lain boleh memberi satu komentar positif atau pertanyaan singkat — guru memfasilitasi agar suasana aman dan menghargai.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu 'Refleksi Tiga Jari': murid mengangkat 3 jari secara bergantian sambil menjawab — Jari 1: 'Satu hal baru yang aku pelajari hari ini adalah…', Jari 2: 'Satu cara kerja sama yang akan aku coba lakukan dengan teman yang berbeda suku adalah…', Jari 3: 'Aku merasa … (satu kata perasaan) ketika bekerja dalam tim yang beragam.'
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi kelas: 'Jika semua suku bangsa di Indonesia tidak mau bekerja sama, apa yang akan terjadi pada negara kita?' — 2–3 murid diminta berbagi pendapat.
  • Murid menuliskan komitmen singkat (1 kalimat) di kartu warna-warni yang disediakan guru: 'Aku berjanji akan … (contoh perilaku kerja sama) dengan temanku yang berbeda suku.' Kartu ditempel di 'Papan Komitmen Kelas' yang disiapkan di depan.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan materi dengan metode 'Kalimat Pelengkap': guru membacakan kalimat rumpang, murid melengkapi secara serempak — contoh: 'Meskipun kita berbeda suku bangsa, kita harus … (rukun dan bekerja sama)' dan 'Keberagaman budaya Indonesia adalah … (kekuatan NKRI)'.
  • Guru memberikan asesmen akhir tertulis singkat: murid mengerjakan 3 soal pilihan ganda dan 1 soal uraian pendek di lembar seukuran kartu pos (Post-it Assessment) selama 5 menit.
  • Guru memberikan apresiasi konkret kepada kelompok yang menunjukkan kerja sama terbaik selama kegiatan inti, dengan menyebut perilaku spesifik yang diapresiasi (bukan hanya 'bagus').
  • Guru menyampaikan pesan penutup: 'Perbedaan suku bangsa dan budaya bukan penghalang, tapi jembatan untuk saling mengenal dan saling menguatkan. Kalian sudah membuktikannya hari ini!' — diikuti yel-yel kelas singkat.
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam dan mengingatkan murid untuk mengamati satu contoh kerja sama dalam keberagaman di lingkungan rumah mereka sebagai tugas observasi informal.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum memahami konsep keberagaman diberikan kartu bergambar suku bangsa beserta nama daerah asal sebagai referensi visual selama diskusi. Murid yang sudah memahami dapat diminta mencari contoh kerja sama dalam keberagaman di luar lingkungan sekolah (misalnya di pasar, lingkungan RT).
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat bekerja dalam kelompok dengan pendampingan guru atau teman sebaya yang ditunjuk sebagai 'buddy'. Murid yang lebih cepat dapat diberikan peran sebagai fasilitator kelompok dan diminta merumuskan pertanyaan tambahan untuk diskusi kelas.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan pemahaman melalui pilihan: (a) menulis kalimat komitmen di kartu, (b) menggambar ilustrasi kerja sama antar suku bangsa, atau (c) menceritakan secara lisan kepada guru tentang contoh kerja sama yang pernah mereka alami — sesuai kemampuan dan preferensi belajar masing-masing.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan di awal pendahuluan: 'Siapa yang punya teman dari daerah atau suku yang berbeda? Apa yang sudah pernah kalian lakukan bersama?' — guru mengamati dan mencatat sebagai pemetaan awal pengetahuan dan pengalaman murid.
  • Ice-breaker 'Tepuk Nusantara' juga berfungsi diagnostik informal untuk melihat seberapa jauh murid mengenal nama-nama suku bangsa di Indonesia.

Proses:

  • Observasi berkelanjutan saat diskusi kelompok 'Misi Bersatu': guru menggunakan lembar checklist untuk mencatat perilaku kerja sama, keaktifan, dan kemampuan murid menjelaskan ide.
  • Tanya jawab lisan selama presentasi kelompok: guru mengajukan pertanyaan pendalaman untuk mengecek pemahaman individual di balik jawaban kelompok.
  • Refleksi Tiga Jari di akhir kegiatan inti: guru mendengarkan jawaban murid dan mencatat pemahaman yang sudah terbentuk maupun miskonsepsi yang perlu diluruskan.

Akhir:

  • Post-it Assessment tertulis (3 pilihan ganda + 1 uraian pendek) dikerjakan secara individual selama 5 menit di sesi penutup — mengukur pencapaian TP 3.3.9.1 dan 3.3.9.2.
  • Kartu Komitmen: murid menuliskan satu rencana perilaku kerja sama nyata — dinilai berdasarkan kesesuaian dan kekonkretan rencana yang dituliskan.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid selama diskusi kelompok menggunakan lembar observasi sederhana (checklist: aktif berdiskusi, menghargai pendapat teman, menyampaikan ide).
  • Tanya jawab lisan selama tahap Memahami untuk mengecek pemahaman konsep kerja sama dan keberagaman.
  • Pemantauan presentasi kelompok: guru mencatat murid yang mampu menjelaskan manfaat kerja sama dengan kalimat sendiri.
  • Refleksi Tiga Jari sebagai bukti proses metakognisi murid terhadap pengalaman belajar hari ini.

Sumatif:

  • Post-it Assessment: 3 soal pilihan ganda tentang contoh perilaku kerja sama dalam keberagaman dan makna kekuatan NKRI, ditambah 1 soal uraian: 'Tuliskan satu contoh kegiatan kerja sama yang bisa kamu lakukan dengan teman yang berbeda suku bangsa di sekolahmu dan jelaskan manfaatnya!'
  • Kartu Komitmen: digunakan sebagai bukti murid dapat merumuskan rencana perilaku nyata kerja sama dalam keberagaman.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan perilaku kerja sama dengan teman berbeda suku bangsa dan budaya (TP 3.3.9.1)Murid belum dapat menyebutkan contoh perilaku kerja sama dengan teman berbeda suku bangsa, dan tidak menunjukkan partisipasi aktif dalam kegiatan kelompok.Murid dapat menyebutkan satu contoh perilaku kerja sama tetapi masih membutuhkan bimbingan guru, dan mulai mau berpartisipasi dalam diskusi kelompok meski pasif.Murid dapat menyebutkan dua contoh perilaku kerja sama dengan teman berbeda suku bangsa dan terlibat aktif dalam diskusi kelompok tanpa bimbingan.Murid dapat menyebutkan lebih dari dua contoh perilaku kerja sama yang spesifik dan kontekstual, aktif memimpin diskusi kelompok, serta mampu mendorong teman lain untuk ikut berpartisipasi.
Menjelaskan keberagaman suku bangsa dan budaya sebagai kekuatan NKRI (TP 3.3.9.2)Murid belum dapat menjelaskan hubungan antara keberagaman suku bangsa dan budaya dengan kekuatan NKRI, meski sudah mendapat bimbingan.Murid dapat menyebutkan bahwa Indonesia punya banyak suku bangsa tetapi belum dapat menjelaskan mengapa hal itu menjadi kekuatan NKRI.Murid dapat menjelaskan dengan kalimat sendiri bahwa keberagaman suku bangsa dan budaya yang bersatu merupakan kekuatan NKRI disertai satu contoh konkret.Murid dapat menjelaskan dengan kalimat sendiri secara runtut dan logis mengapa keberagaman yang bersatu menjadi kekuatan NKRI, disertai lebih dari satu contoh konkret dan alasan yang relevan.
Partisipasi dan kolaborasi dalam kelompokMurid tidak mau bergabung atau diam saja saat diskusi kelompok, dan tidak menghargai pendapat teman.Murid mau bergabung dalam kelompok dan mendengarkan diskusi, tetapi belum aktif menyumbangkan ide atau merespons pendapat teman.Murid aktif menyumbangkan ide, mendengarkan pendapat teman, dan menghargai perbedaan pendapat dalam diskusi kelompok.Murid aktif menyumbangkan ide yang relevan, menghargai dan merespons pendapat teman secara konstruktif, serta membantu teman yang kesulitan dalam diskusi kelompok.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam diskusi kelompok? Murid mana yang perlu pendekatan berbeda di pertemuan berikutnya?
  • Apakah tahap Memahami — Mengaplikasi — Merefleksi berjalan sesuai alur dan waktu yang direncanakan? Bagian mana yang perlu diperbaiki?
  • Apakah diferensiasi yang disiapkan cukup membantu murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda?
  • Seberapa dalam pemahaman murid tentang hubungan keberagaman dan kekuatan NKRI berdasarkan hasil Post-it Assessment? Apakah ada miskonsepsi yang perlu ditangani?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru apa yang kamu pelajari hari ini tentang keberagaman suku bangsa dan budaya di Indonesia?
  • Bagaimana perasaanmu saat bekerja dalam kelompok yang anggotanya berbeda-beda? Apa yang membuatmu nyaman atau tidak nyaman?
  • Satu contoh nyata apa yang akan kamu lakukan minggu ini untuk menunjukkan kerja sama dengan teman yang berbeda suku bangsa atau budaya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas III (Ressi K. Dewi, Kamala R. C. Sary, Hani H — Kemdikbudristek 2023), Bab 3 'Berbeda itu Indah', halaman 88–110.
  2. Buku Guru Pendidikan Pancasila Kelas III (Kemdikbudristek 2023), Panduan Khusus Bab 3 halaman 131–150.
  3. Gambar/poster anak-anak berpakaian adat dari berbagai daerah Indonesia (dapat dicetak atau ditampilkan melalui proyektor).
  4. Kartu bergambar suku bangsa dan daerah asal (disiapkan guru sebagai media diferensiasi konten).
  5. Lembar Kerja 'Misi Bersatu' (dibuat guru, berisi panduan diskusi kelompok dan kotak gambar).
  6. Kartu warna-warni untuk Kartu Komitmen dan Papan Komitmen Kelas.
  7. Papan tulis atau kertas karton besar untuk visual konsep 'Keberagaman = Kekuatan NKRI'.
  8. Post-it Assessment (lembar asesmen akhir seukuran kartu pos, disiapkan guru).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.