Modul AjarPertemuan 8Bab 3Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 3: Permainan Tradisional sebagai Wujud Keberagaman Budaya

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 3 dengan topik "Permainan Tradisional sebagai Wujud Keberagaman Budaya". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 3: Permainan Tradisional sebagai Wujud Keberagaman Budaya

Pendidikan Pancasila - Kelas 3

Bab 3 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Permainan Tradisional sebagai Wujud Keberagaman Budaya

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikPermainan Tradisional sebagai Wujud Keberagaman Budaya
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi minimal 3 permainan tradisional dari beragam daerah di Indonesia sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.
  2. Murid dapat memainkan salah satu permainan tradisional bersama teman sebagai bentuk kerja sama dalam keberagaman budaya di lingkungan sekolah.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu bermain permainan tradisional? Permainan apa yang pernah kamu mainkan?
  2. Apakah setiap daerah di Indonesia memiliki permainan tradisional yang sama atau berbeda? Mengapa?
  3. Apa yang kamu rasakan ketika bermain bersama teman-teman dari latar belakang budaya yang berbeda?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru mengecek kehadiran dan mengondisikan kelas agar siap belajar.
  • Asesmen awal: Guru menampilkan 4 gambar permainan (2 tradisional, 2 modern) di papan tulis. Murid diminta mengangkat tangan untuk menunjukkan mana permainan tradisional. Guru mencatat respons murid sebagai data diagnostik awal.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kamu bermain permainan tradisional? Permainan apa yang pernah kamu mainkan?' Murid diberi waktu 1-2 menit untuk berbagi pengalaman singkat.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: murid akan mengenal permainan tradisional dari berbagai daerah dan memainkannya bersama.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid mengamati peta Indonesia sederhana yang ditempel di papan. Guru menunjuk beberapa daerah sambil bertanya: 'Kira-kira daerah ini punya permainan tradisional apa?'
  • Guru membacakan teks pendek tentang 4 permainan tradisional dari berbagai daerah: Sapintrong (Jawa Barat), Kelereng (Jawa), Congklak (Sumatera/Jawa), dan Egrang (Jawa). Murid menyimak sambil melihat gambar yang ditempel di papan.
  • Guru menjelaskan nama daerah asal, cara bermain singkat, dan nilai yang terkandung dalam masing-masing permainan (misalnya: kerja sama, konsentrasi, keseimbangan). — Berkesadaran: murid diajak menyadari bahwa perbedaan asal daerah permainan adalah kekayaan, bukan pemisah.
  • Murid mengerjakan LKPD bagian 1 secara individu: melengkapi tabel yang berisi nama permainan, asal daerah, dan satu nilai/manfaat yang dipelajari dari permainan tersebut. — Bermakna: murid menghubungkan permainan yang dikenal di daerahnya dengan permainan dari daerah lain.
  • Guru dan murid membahas jawaban LKPD bagian 1 bersama-sama. Guru meminta 2-3 murid berbagi jawaban dan memberi umpan balik langsung.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid menjadi 4-5 kelompok kecil (4-5 orang per kelompok, campurkan murid dengan kemampuan berbeda).
  • Setiap kelompok mendapat kartu instruksi permainan Sapintrong (lompat tali karet). Guru menjelaskan cara membuat dan memainkan Sapintrong secara singkat sesuai panduan buku guru: menyusun karet gelang menjadi tali sepanjang ±100 cm, kemudian dimainkan secara bergiliran.
  • Kelompok diberi waktu 5 menit untuk menyiapkan alat (karet gelang sudah disiapkan guru) dan memahami aturan main bersama. — Menggembirakan: suasana dibuat rileks dan antusias, guru berkeliling mendampingi.
  • Murid memainkan Sapintrong di luar kelas atau area yang cukup luas selama ±10 menit. Setiap anggota kelompok bergiliran menjadi pemegang tali dan yang melompat.
  • Selama kegiatan bermain, guru mengobservasi dan mencatat kerja sama antar murid: apakah murid saling membantu, bergantian, dan menghargai teman yang belum berhasil.
  • Guru memberi aba-aba selesai dan mengajak murid kembali ke kelas dengan tertib.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid duduk melingkar atau kembali ke tempat duduk. Guru mengajukan pertanyaan refleksi: 'Bagaimana perasaanmu saat bermain Sapintrong tadi bersama teman?' dan 'Apa yang kamu pelajari dari permainan ini tentang kebersamaan?'
  • Murid mengerjakan LKPD bagian 2 (refleksi tulis): menjawab 2 pertanyaan — (1) Tuliskan satu hal baru yang kamu pelajari tentang permainan tradisional hari ini. (2) Bagaimana sikapmu saat bermain bersama teman yang berbeda daerah? — Berkesadaran: murid menuliskan dengan jujur apa yang mereka rasakan dan pelajari.
  • Guru mengajak 3-4 murid berbagi jawaban refleksi mereka di depan kelas secara sukarela.
  • Guru menghubungkan pengalaman bermain dengan nilai Bhinneka Tunggal Ika: 'Meski permainan ini berasal dari Jawa Barat, kita semua bisa memainkannya bersama. Itulah indahnya keberagaman Indonesia.' — Bermakna: guru membangun pemahaman bahwa permainan tradisional adalah jembatan persatuan.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran hari ini: apa itu permainan tradisional, dari mana asalnya, dan apa manfaat bermain bersama.
  • Asesmen akhir: Guru memberikan 3 pertanyaan lisan secara cepat (kuis singkat): (1) Sebutkan satu permainan tradisional dari Jawa Barat! (2) Apa manfaat bermain permainan tradisional bersama teman? (3) Sikap apa yang harus kita tunjukkan saat bermain dengan teman dari daerah berbeda? Murid menjawab secara bergantian.
  • Guru memberi apresiasi atas partisipasi dan kerja sama murid selama kegiatan.
  • Guru menyampaikan pesan penutup: 'Permainan tradisional adalah warisan budaya kita. Dengan memainkannya, kita menjaga kekayaan Indonesia dan mempererat persahabatan.'
  • Guru menutup kelas dengan salam dan doa penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah familiar dengan permainan tradisional diberikan kartu tambahan berisi informasi 2 permainan tradisional dari daerah lain (misalnya Gasing dari Kalimantan dan Bakiak dari Sumatera Barat) untuk dibaca dan diidentifikasi secara mandiri. Murid yang belum mengenal permainan tradisional mendapat kartu bergambar dengan keterangan lebih sederhana.
  • Proses: Saat kegiatan bermain Sapintrong, murid yang lebih cepat memahami aturan berperan sebagai 'pemandu kelompok' yang membantu menjelaskan aturan kepada teman yang masih bingung. Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat berpasangan dengan teman yang lebih mampu dan diperbolehkan berlatih gerakan dasar lebih dulu sebelum ikut bermain penuh.
  • Produk: Murid yang sudah berkembang diminta menuliskan minimal 4 permainan tradisional lengkap dengan daerah asal dan manfaatnya pada LKPD. Murid yang masih berkembang cukup menuliskan minimal 2 permainan tradisional dengan bantuan gambar yang tersedia di LKPD.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan 4 gambar (2 permainan tradisional, 2 permainan modern) di awal pembelajaran. Murid mengidentifikasi mana yang termasuk permainan tradisional dengan mengangkat tangan. Hasil digunakan guru untuk mengetahui pengetahuan awal murid tentang permainan tradisional.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Permainan tradisional apa yang pernah kamu mainkan dan dari mana asalnya?' untuk memetakan pengetahuan dan pengalaman awal murid.

Proses:

  • Observasi keaktifan murid saat tanya jawab dan diskusi kelas pada tahap Memahami (dicatat dalam lembar observasi sederhana).
  • Pengecekan LKPD bagian 1 saat murid mengerjakan: guru berkeliling menilai apakah murid mampu mengisi tabel nama permainan, daerah asal, dan manfaat dengan tepat.
  • Observasi terstruktur saat bermain Sapintrong menggunakan checklist: (1) murid mampu mengikuti aturan main, (2) murid mau bergantian peran, (3) murid menunjukkan sikap saling menghargai.

Akhir:

  • Kuis lisan 3 pertanyaan di penutup: (1) Sebutkan satu permainan tradisional dari Jawa Barat! (2) Apa manfaat bermain permainan tradisional bersama teman? (3) Sikap apa yang harus ditunjukkan saat bermain dengan teman dari daerah berbeda?
  • LKPD bagian 2 (refleksi tulis) dikumpulkan dan dinilai menggunakan rubrik: ketepatan informasi dan kelengkapan jawaban.

Formatif:

  • Observasi guru saat diskusi kelas pada tahap Memahami: apakah murid dapat menyebutkan nama dan asal daerah permainan tradisional dengan benar.
  • Pemantauan LKPD bagian 1 (tabel identifikasi permainan): guru berkeliling mengecek ketepatan jawaban murid secara langsung.
  • Observasi perilaku kerja sama saat bermain Sapintrong: apakah murid mau bergantian, saling membantu, dan menghargai teman.

Sumatif:

  • Kuis lisan 3 pertanyaan di kegiatan penutup untuk mengukur capaian TP 3.3.8.1 dan 3.3.8.2.
  • LKPD bagian 2 (refleksi tulis) dinilai sebagai produk tertulis akhir pertemuan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi permainan tradisional dari berbagai daerah (TP 3.3.8.1)Murid belum dapat menyebutkan permainan tradisional atau menyebutkan dengan informasi yang tidak tepat (nama/daerah asal salah).Murid dapat menyebutkan 1 permainan tradisional beserta daerah asalnya dengan tepat.Murid dapat menyebutkan 2-3 permainan tradisional beserta daerah asal dan satu manfaatnya dengan tepat.Murid dapat menyebutkan 4 atau lebih permainan tradisional dari berbagai daerah yang berbeda, lengkap dengan asal daerah dan manfaatnya, serta mampu menjelaskan keterkaitannya dengan keberagaman budaya Indonesia.
Kerja sama saat memainkan permainan tradisional (TP 3.3.8.2)Murid tidak mau berpartisipasi dalam permainan atau tidak mau bergantian dan mengganggu teman saat bermain.Murid mau ikut bermain tetapi masih perlu diingatkan untuk bergantian dan menghargai teman.Murid aktif bermain, mau bergantian peran, dan menunjukkan sikap menghargai teman tanpa perlu diingatkan.Murid aktif bermain, secara inisiatif membantu teman yang kesulitan, memimpin kelompok dengan baik, dan mampu menjelaskan nilai kerja sama yang diperoleh dari permainan tersebut.
Kemampuan refleksi dan menghubungkan pengalaman dengan nilai keberagamanMurid tidak dapat menuliskan atau menyampaikan hal yang dipelajari dari permainan tradisional.Murid dapat menuliskan satu hal yang dipelajari tetapi belum dikaitkan dengan nilai keberagaman atau kerja sama.Murid dapat menuliskan hal yang dipelajari dan mengaitkannya dengan nilai keberagaman atau kerja sama secara sederhana.Murid dapat menuliskan refleksi yang menunjukkan pemahaman mendalam tentang nilai keberagaman dan persatuan yang terkandung dalam permainan tradisional, disertai contoh konkret dari pengalaman bermainnya.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam kegiatan identifikasi permainan tradisional? Murid mana yang perlu pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah kegiatan bermain Sapintrong berjalan dengan aman, tertib, dan menyenangkan? Apa yang perlu diperbaiki untuk kegiatan serupa berikutnya?
  • Apakah pertanyaan pemantik dan penjelasan saya cukup membangun pemahaman murid tentang hubungan permainan tradisional dengan keberagaman budaya?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah menjawab kebutuhan murid dengan kemampuan berbeda?

Refleksi Murid:

  • Permainan tradisional apa yang paling ingin kamu pelajari lebih lanjut? Mengapa?
  • Bagaimana perasaanmu saat bermain bersama teman-teman tadi? Apakah ada momen yang membuatmu merasa bangga atau senang?
  • Apa satu hal penting yang kamu pelajari hari ini tentang keberagaman budaya Indonesia?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas III SD/MI (Kemendikbudristek, 2023) — Bab 3 'Berbeda Itu Indah', halaman 107-115
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila Kelas III SD/MI (Kemendikbudristek, 2023) — Bab 3, halaman 148-155
  3. Peta Indonesia sederhana (dicetak atau digambar di kertas karton) untuk menunjukkan asal daerah permainan tradisional
  4. Gambar-gambar permainan tradisional (Sapintrong, Kelereng, Congklak, Egrang) dicetak atau ditempel di papan tulis
  5. Karet gelang secukupnya (untuk membuat tali Sapintrong, tiap kelompok ±30 karet gelang)
  6. LKPD pertemuan 3.3.8 (tabel identifikasi permainan tradisional + kolom refleksi)
  7. Kartu instruksi permainan Sapintrong (disiapkan guru berdasarkan panduan buku guru halaman 148)
  8. Lembar observasi guru (checklist kerja sama saat bermain)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.