Modul AjarPertemuan 6Bab 3Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 3: Keberagaman Bahasa Daerah dan Lagu Daerah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 3 dengan topik "Keberagaman Bahasa Daerah dan Lagu Daerah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 3: Keberagaman Bahasa Daerah dan Lagu Daerah

Pendidikan Pancasila - Kelas 3

Bab 3 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Keberagaman Bahasa Daerah dan Lagu Daerah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikKeberagaman Bahasa Daerah dan Lagu Daerah
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat memasangkan nama bahasa daerah dengan daerah asalnya melalui kegiatan menarik garis pasangan.
  2. Murid dapat menyanyikan minimal satu lagu daerah sebagai bentuk penghargaan terhadap keberagaman budaya daerah di Indonesia.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah kalian pernah mendengar orang berbicara dengan bahasa yang berbeda dari bahasa yang kalian gunakan sehari-hari? Bahasa apa itu?
  2. Mengapa di Indonesia ada begitu banyak bahasa daerah yang berbeda-beda?
  3. Pernahkah kalian menyanyikan lagu daerah? Lagu daerah apa yang paling kalian sukai dan dari mana asalnya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru mengecek kehadiran murid dan mengondisikan kelas agar siap belajar.
  • Guru melakukan asesmen awal (diagnostik) secara lisan: guru bertanya kepada beberapa murid secara acak, 'Sebutkan satu bahasa daerah yang kamu tahu dan dari mana asalnya!' — jawaban murid dicatat guru sebagai peta awal pengetahuan kelas.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi ruang kepada murid untuk merespons secara singkat.
  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa yang ramah anak: 'Hari ini kita akan mengenal bahasa-bahasa daerah di Indonesia dan belajar menyanyikan lagu daerah bersama. Seru ya!'
  • Guru menampilkan peta Indonesia sederhana atau gambar berbagai suku bangsa untuk membangun konteks visual.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid membuka buku siswa pada halaman yang memuat tabel 'Bahasa Daerah dan Daerah Asal' (referensi: tabel 24 bahasa daerah dari Aceh hingga Papua).
  • Guru membacakan 5–6 nama bahasa daerah dengan lantang, lalu murid menirukan bersama-sama — guru menunjukkan letaknya di peta Indonesia sederhana yang telah disiapkan.
  • Guru mengajak murid mengamati pola: 'Coba perhatikan, ada provinsi yang punya lebih dari satu bahasa daerah. Provinsi mana saja itu?' — murid berdiskusi sebentar dengan teman sebangku (think-pair) untuk menemukan jawabannya dari tabel.
  • Guru memfasilitasi murid untuk menyimpulkan bersama: Indonesia memiliki keberagaman bahasa daerah yang sangat kaya, dan setiap bahasa mencerminkan identitas budaya daerahnya masing-masing.
  • Guru membacakan teks singkat tentang lagu daerah dari buku siswa: pengertian lagu daerah, ciri khasnya (syair, nada, irama), dan contoh beberapa lagu daerah beserta provinsi asalnya.
  • Murid diajak bertanya: 'Dari daftar lagu daerah tadi, mana yang pernah kalian dengar?' — murid mengangkat tangan untuk menjawab secara sukarela.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagikan lembar kerja 'Ayo Pasangkan!' yang berisi 5 nama bahasa daerah di kolom kiri dan 5 nama provinsi/daerah asal (diacak urutannya) di kolom kanan. Murid diminta menarik garis lurus untuk memasangkan bahasa daerah dengan daerah asalnya secara mandiri.
  • Setelah murid selesai, guru membahas jawaban bersama-sama — murid yang jawabannya benar diminta mengangkat tangan sebagai bentuk apresiasi positif.
  • Guru memperkenalkan satu lagu daerah pilihan (misalnya 'Ampar-Ampar Pisang' dari Kalimantan Selatan atau 'Suwe Ora Jamu' dari Yogyakarta — disesuaikan dengan konteks daerah sekolah). Guru menyanyikan bait pertama terlebih dahulu sebagai contoh.
  • Guru mengajak seluruh murid menyanyikan lagu daerah tersebut bersama-sama minimal dua kali — pertama dengan panduan penuh dari guru, kedua dengan murid lebih mandiri.
  • Murid dibagi dalam kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok berlatih menyanyikan lagu daerah tersebut bersama selama ± 5 menit. Guru berkeliling memberi bimbingan dan semangat kepada tiap kelompok.
  • Satu atau dua kelompok sukarela menyanyikan lagu di depan kelas — kelas memberikan tepuk tangan sebagai apresiasi.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk tenang sejenak dan mengarahkan mereka untuk melihat kembali lembar kerja pasangan bahasa daerah yang sudah dikerjakan. Guru bertanya: 'Bahasa daerah mana yang paling mengejutkan atau paling baru kalian ketahui hari ini?'
  • Guru memandu diskusi kelas singkat: 'Mengapa menurut kalian kita perlu mengenal dan menghargai bahasa daerah orang lain, meskipun itu bukan bahasa kita sendiri?'
  • Murid secara individu mengisi kolom refleksi singkat di bagian bawah lembar kerja (atau di buku tulis) dengan menjawab dua pertanyaan: (1) 'Satu hal baru yang aku pelajari hari ini adalah …' dan (2) 'Aku merasa bangga menjadi anak Indonesia karena …'
  • Guru mengajak murid menyanyikan kembali lagu daerah yang telah dipelajari satu kali lagi bersama-sama sebagai penutup kegiatan inti — kali ini dengan ekspresi dan semangat penuh sebagai wujud rasa bangga.
  • Guru menghubungkan kegiatan hari ini dengan nilai Bhinneka Tunggal Ika: 'Meskipun bahasa daerah kita berbeda-beda, kita semua tetap satu bangsa Indonesia yang saling menghargai.'

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat simpulan pembelajaran hari ini secara lisan: menyebutkan 2–3 nama bahasa daerah dan daerah asalnya, serta judul lagu daerah yang sudah dipelajari.
  • Guru melakukan asesmen akhir (sumatif) melalui kuis lisan cepat: guru menyebut nama bahasa daerah, murid secara serempak menyebutkan daerah asalnya — dilakukan 5 putaran untuk 5 bahasa berbeda.
  • Guru memberikan penguatan nilai karakter: menghargai keberagaman bahasa dan budaya adalah wujud nyata dari nilai Bhinneka Tunggal Ika dan rasa cinta tanah air.
  • Guru memberikan penghargaan kepada seluruh murid atas partisipasi aktif hari ini (pujian verbal, tepuk tangan bersama, atau stiker bintang).
  • Guru menyampaikan kegiatan bersama orang tua sebagai tindak lanjut: 'Ceritakan kepada orang tuamu di rumah, 3 bahasa daerah yang kamu pelajari hari ini dan dari mana asalnya. Tanyakan juga, apakah orang tuamu tahu lagu daerah lain yang bisa diajarkan kepadamu!'
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid menyanyikan bait pertama lagu daerah sekali lagi bersama, lalu berdoa penutup dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah lancar membaca dapat diberikan tabel bahasa daerah yang lebih lengkap (hingga 24 bahasa) dan diminta menemukan bahasa daerah yang paling mirip satu sama lain. Murid yang masih kesulitan membaca cukup mengerjakan 3 pasang bahasa daerah (bukan 5) dengan bantuan gambar peta sederhana di lembar kerja.
  • Proses: Murid yang cepat menyelesaikan lembar kerja pasangan dapat melanjutkan tantangan tambahan: menuliskan kalimat sapaan sederhana dalam satu bahasa daerah pilihannya (dengan bantuan guru atau kamus mini yang disediakan). Murid yang membutuhkan dukungan tambahan dapat mengerjakan lembar kerja secara berpasangan dengan teman sebangku dan mendapat bimbingan langsung dari guru.
  • Produk: Murid yang sudah mampu dapat menuliskan satu bait lirik lagu daerah yang dipelajari di buku tulisnya disertai nama provinsi asal lagu tersebut. Murid yang masih dalam proses berkembang cukup menyanyikan lagu daerah bersama kelompok tanpa kewajiban menulis lirik.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan di awal pendahuluan: setiap murid yang ditunjuk diminta menyebutkan satu nama bahasa daerah beserta daerah asalnya. Guru mencatat respons murid untuk memetakan siapa yang sudah tahu dan siapa yang belum memiliki pengetahuan awal tentang bahasa daerah.
  • Guru bertanya: 'Siapa di kelas ini yang pernah menyanyikan lagu daerah? Lagu apa?' — murid mengangkat tangan, guru mencatat sebagai gambaran awal pengalaman murid dengan lagu daerah.

Proses:

  • Observasi guru selama murid mengerjakan lembar kerja pasangan bahasa daerah secara mandiri — guru menggunakan daftar periksa (checklist) sederhana per murid: benar semua, sebagian benar, atau perlu bimbingan.
  • Pemantauan diskusi think-pair: guru berkeliling mendengarkan jawaban murid tentang provinsi dengan lebih dari satu bahasa — memberi umpan balik langsung.
  • Observasi latihan menyanyikan lagu daerah dalam kelompok: guru menilai antusiasme, kekompakan, dan kemampuan mengikuti melodi menggunakan rubrik menyanyikan lagu daerah.
  • Pengamatan isian refleksi tertulis murid: guru membaca jawaban refleksi untuk memastikan murid mampu memaknai keberagaman bahasa dan budaya.

Akhir:

  • Kuis lisan cepat 5 putaran: guru menyebut nama bahasa daerah, murid serempak menyebutkan daerah asalnya. Guru menilai ketepatan jawaban kelas secara keseluruhan dan mencatat murid yang belum menjawab dengan tepat untuk tindak lanjut.
  • Hasil lembar kerja 'Ayo Pasangkan!' dikumpulkan sebagai bukti tertulis pencapaian TP 3.3.6.1 — dinilai menggunakan rubrik 4 level.
  • Penampilan menyanyikan lagu daerah (oleh kelompok sukarela atau seluruh kelas) dinilai sebagai bukti pencapaian TP 3.3.6.2 menggunakan rubrik 4 level.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid selama diskusi think-pair tentang provinsi dengan lebih dari satu bahasa daerah.
  • Pemantauan lembar kerja 'Ayo Pasangkan!' secara berkeliling selama murid mengerjakan secara mandiri — guru mencatat murid yang kesulitan untuk diberi bimbingan segera.
  • Observasi kemampuan menyanyikan lagu daerah selama latihan kelompok menggunakan daftar cek sederhana (hafal melodi, hafal sebagian lirik, belum hafal).
  • Pengamatan isian refleksi tertulis murid pada kolom 'Satu hal baru yang aku pelajari' sebagai umpan balik proses pemahaman.

Sumatif:

  • Kuis lisan 5 putaran di akhir pembelajaran: guru menyebut nama bahasa daerah, murid menyebutkan daerah asalnya — dicatat guru dalam lembar observasi kelas.
  • Nilai lembar kerja 'Ayo Pasangkan!' sebagai bukti pencapaian TP 3.3.6.1.
  • Partisipasi menyanyikan lagu daerah di depan kelas (kelompok sukarela) sebagai bukti pencapaian TP 3.3.6.2.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Memasangkan Bahasa Daerah dengan Daerah Asal (TP 3.3.6.1)Murid tidak dapat memasangkan bahasa daerah dengan daerah asalnya, atau semua pasangan salah (0 dari 5 benar).Murid dapat memasangkan 1–2 pasang bahasa daerah dengan daerah asalnya dengan benar (dengan atau tanpa bantuan guru).Murid dapat memasangkan 3–4 pasang bahasa daerah dengan daerah asalnya dengan benar secara mandiri.Murid dapat memasangkan seluruh 5 pasang bahasa daerah dengan daerah asalnya dengan benar secara mandiri dan mampu menyebutkan satu fakta tambahan tentang salah satu bahasa daerah tersebut.
Menyanyikan Lagu Daerah (TP 3.3.6.2)Murid tidak mau atau tidak dapat mengikuti nyanyian lagu daerah meskipun sudah dibimbing guru.Murid mau mencoba menyanyikan lagu daerah namun baru mengikuti sebagian kecil melodi dan belum hafal lirik, masih sangat bergantung pada contoh guru.Murid dapat menyanyikan lagu daerah mengikuti melodi dengan benar dan hafal sebagian besar lirik, baik bersama kelompok maupun kelas.Murid dapat menyanyikan lagu daerah dengan melodi dan lirik yang benar, dengan ekspresi dan percaya diri, serta mampu menyebutkan nama provinsi asal lagu tersebut.
Penghargaan terhadap Keberagaman Budaya (Sikap)Murid belum menunjukkan sikap menghargai keberagaman bahasa dan lagu daerah; terlihat tidak antusias atau acuh selama pembelajaran.Murid mulai menunjukkan sikap menghargai keberagaman dengan berpartisipasi dalam kegiatan, meskipun belum konsisten.Murid secara konsisten menunjukkan sikap antusias dan menghargai keberagaman bahasa dan lagu daerah selama proses pembelajaran.Murid secara aktif menunjukkan kebanggaan terhadap keberagaman budaya Indonesia, mampu mengungkapkan alasan mengapa keberagaman bahasa daerah perlu dihargai, dan mengajak teman untuk ikut menghargai.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid terlibat aktif dalam kegiatan memasangkan bahasa daerah? Murid mana yang terlihat kesulitan dan perlu pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk menyelesaikan dua TP sekaligus (memasangkan bahasa daerah dan menyanyikan lagu daerah)? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang diajukan berhasil membangkitkan rasa ingin tahu murid? Pertanyaan mana yang paling memantik diskusi?
  • Seberapa efektif diferensiasi yang diterapkan hari ini? Apakah murid yang cepat dan murid yang lambat sama-sama terlayani dengan baik?
  • Apakah murid tampak menikmati aktivitas menyanyikan lagu daerah? Apa yang bisa dilakukan untuk membuat kegiatan ini lebih menyenangkan di pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang bahasa daerah di Indonesia adalah …
  • Lagu daerah yang aku pelajari hari ini berasal dari provinsi … dan aku merasa … saat menyanyikannya.
  • Mengapa menurutmu penting untuk mengenal bahasa daerah dan lagu daerah yang berbeda-beda di Indonesia?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas III SD/MI (halaman tabel bahasa daerah dan bagian lagu daerah)
  2. Buku Guru Pendidikan Pancasila Kelas III SD/MI (Panduan Khusus Bab 3 'Berbeda itu Indah', Fase 5 Pemecahan Masalah)
  3. Lembar kerja 'Ayo Pasangkan!' — berisi 5 nama bahasa daerah dan 5 nama provinsi asal (disiapkan guru)
  4. Peta Indonesia sederhana (cetak atau ditampilkan di papan tulis/proyektor) untuk menunjukkan letak provinsi
  5. Audio atau rekaman lagu daerah pilihan (misalnya 'Ampar-Ampar Pisang', 'Suwe Ora Jamu', atau lagu daerah setempat) — dapat diputar dari perangkat guru jika tersedia
  6. Papan tulis dan spidol/kapur untuk mencatat hasil diskusi kelas
  7. Lembar refleksi murid (bagian bawah lembar kerja atau halaman buku tulis)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.