Modul AjarPertemuan 5Bab 3Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 3: Keberagaman Tarian Daerah di Indonesia

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 3 dengan topik "Keberagaman Tarian Daerah di Indonesia". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 3: Keberagaman Tarian Daerah di Indonesia

Pendidikan Pancasila - Kelas 3

Bab 3 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Keberagaman Tarian Daerah di Indonesia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikKeberagaman Tarian Daerah di Indonesia
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi nama-nama tarian daerah beserta daerah asalnya di Indonesia melalui kegiatan membaca dan mengamati.
  2. Murid dapat memeragakan gerakan sederhana salah satu tarian daerah sebagai bentuk penghargaan terhadap keberagaman budaya Indonesia.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu melihat orang menari? Tarian apa yang pernah kamu lihat dan dari mana asalnya?
  2. Mengapa setiap daerah di Indonesia mempunyai tarian yang berbeda-beda? Apa yang membuat tarian daerah itu spesial?
  3. Bagaimana perasaanmu jika tarian daerahmu sendiri ditonton dan dihargai oleh orang dari daerah lain?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru melakukan presensi dan menanyakan kabar murid.
  • Guru melakukan asesmen awal secara lisan: murid diminta menyebutkan satu tarian daerah yang mereka ketahui beserta asalnya. Jawaban dicatat guru sebagai pemetaan pengetahuan awal.
  • Guru menampilkan gambar atau video singkat (1-2 menit) salah satu tarian daerah, misalnya Tari Saman dari Aceh, untuk memancing perhatian murid.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kamu melihat orang menari? Tarian apa yang pernah kamu lihat dan dari mana asalnya?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan mengenal tarian-tarian daerah di Indonesia dan mencoba memeragakan gerakan sederhana salah satunya.
  • Guru menyampaikan alur kegiatan secara singkat agar murid mengetahui apa yang akan mereka lakukan selama pembelajaran.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membuka buku siswa halaman yang memuat teks 'Tarian Daerah' dan mengamati gambar serta nama-nama tarian daerah: Tari Pendet (Bali), Tari Jaipong (Jawa Barat), Tari Saman (Aceh), Tari Lilin (Sumatra Barat), Tari Yapong (Jakarta). (Berkesadaran — murid fokus mengamati secara aktif)
  • Guru memandu murid membaca teks bersama-sama dengan nyaring, satu kalimat bergantian, agar semua murid terlibat aktif.
  • Guru mengajak murid berdiskusi singkat: 'Dari kelima tarian tadi, mana yang sudah pernah kamu lihat? Apa yang menarik dari tarian itu?' Beberapa murid berbagi jawaban secara lisan.
  • Murid mengisi lembar kerja sederhana berupa tabel dua kolom (Nama Tarian — Daerah Asal) berdasarkan informasi yang sudah mereka baca. (Bermakna — murid mengaitkan informasi dengan tabel terstruktur)
  • Guru berkeliling mengamati lembar kerja murid dan memberikan umpan balik langsung jika ada yang kurang tepat.
  • Murid yang berasal dari daerah yang tarian daerahnya disebutkan dalam teks diberi kesempatan berbagi cerita singkat tentang tarian tersebut, sehingga pembelajaran terasa dekat dengan kehidupan nyata.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru memperkenalkan satu gerakan sederhana dari tarian daerah yang telah dipelajari, misalnya gerakan tangan dasar Tari Saman atau gerakan lilin dari Tari Lilin, dengan mendemonstrasikannya di depan kelas. (Menggembirakan — suasana aktif dan penuh semangat)
  • Murid berdiri di tempat masing-masing dan mengikuti gerakan yang dicontohkan guru sebanyak 2-3 kali ulangan bersama-sama.
  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (3-4 orang). Setiap kelompok memilih satu tarian daerah dari daftar yang sudah dipelajari dan berlatih memeragakan gerakan sederhana tarian tersebut selama ± 7 menit. Guru menyediakan kartu petunjuk gerakan sederhana untuk tiap tarian. (Bermakna — murid menghubungkan pengetahuan dengan tindakan nyata sebagai wujud penghargaan budaya)
  • Setiap kelompok maju ke depan kelas untuk memeragakan gerakan tarian pilihannya selama ± 1 menit sambil menyebutkan nama tarian dan daerah asalnya.
  • Murid lain memberikan apresiasi dengan tepuk tangan dan satu kalimat pujian kepada kelompok yang tampil. (Menggembirakan — membangun suasana saling menghargai)
  • Guru melakukan observasi selama presentasi kelompok dan mencatat kemampuan murid dalam memeragakan gerakan serta ketepatan menyebutkan nama tarian dan daerah asal.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali duduk dan bertanya: 'Bagaimana perasaanmu saat mencoba memeragakan tarian daerah yang bukan dari daerahmu sendiri? Apa yang kamu pelajari dari pengalaman itu?' (Berkesadaran — murid merenung secara sadar)
  • Beberapa murid berbagi perasaan dan pendapatnya secara lisan. Guru memandu diskusi agar murid menyadari bahwa mengenal dan menghargai tarian daerah lain adalah wujud cinta terhadap keberagaman Indonesia.
  • Murid menuliskan jawaban singkat di buku tulis atau lembar refleksi: (1) Sebutkan dua tarian daerah dan asalnya yang kamu ingat hari ini. (2) Tuliskan satu alasan mengapa kamu perlu menghargai tarian dari daerah lain. (Bermakna — murid mengekspresikan pemahaman nilai secara pribadi)
  • Guru mengumpulkan lembar refleksi sebagai bahan asesmen proses sekaligus umpan balik untuk pembelajaran berikutnya.

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat rangkuman pembelajaran: menyebutkan nama-nama tarian daerah beserta asalnya yang telah dipelajari hari ini.
  • Guru memberikan penguatan nilai: keberagaman tarian daerah adalah kekayaan Indonesia yang perlu kita jaga dan hormati bersama.
  • Guru memberikan asesmen akhir lisan atau tertulis singkat: murid menyebutkan minimal 3 nama tarian daerah beserta asalnya.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid diminta menanyakan kepada orang tua atau keluarga tentang tarian daerah yang ada di daerah tempat tinggal mereka, lalu diceritakan pada pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid bersyukur atas kekayaan budaya Indonesia, kemudian berdoa bersama.
  • Guru mengucapkan salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar membaca dapat menggunakan kartu bergambar tarian daerah (gambar tarian beserta nama dan daerah asal dicetak besar) sebagai pengganti teks bacaan. Murid yang sudah cepat dapat diminta mencari tarian daerah lain dari daerahnya sendiri yang belum ada dalam daftar buku.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat dipasangkan dengan teman sebaya (tutor sebaya) saat mengisi lembar kerja tabel. Murid yang sudah cepat memahami diberi tantangan tambahan: mengurutkan tarian dari Sabang sampai Merauke berdasarkan letak geografisnya di peta Indonesia sederhana.
  • Produk: Murid yang memiliki kemampuan gerak lebih baik dapat memeragakan gerakan dengan variasi lebih banyak. Murid yang kurang percaya diri atau memiliki keterbatasan gerak diperbolehkan memeragakan hanya gerakan tangan saja atau mendeskripsikan gerakan tarian secara lisan/tulisan sebagai bentuk alternatif.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan di awal pendahuluan: guru meminta setiap murid menyebutkan satu tarian daerah yang mereka ketahui beserta asalnya. Jawaban dicatat guru untuk memetakan pengetahuan awal dan menentukan titik mulai pembelajaran.
  • Guru mencatat murid yang sudah mengetahui banyak tarian daerah (untuk diferensiasi tantangan) dan murid yang belum mengetahui sama sekali (untuk mendapat dukungan lebih selama kegiatan inti).

Proses:

  • Pengecekan lembar kerja tabel (Nama Tarian — Daerah Asal) selama tahap Memahami: guru berkeliling dan memberi umpan balik langsung.
  • Observasi kerja kelompok selama latihan memeragakan tarian: guru menggunakan lembar observasi dengan aspek kerja sama, antusiasme, dan ketepatan informasi tarian.
  • Lembar refleksi tertulis di tahap Merefleksi: guru membaca jawaban murid untuk menilai pemahaman nilai penghargaan keberagaman budaya.

Akhir:

  • Tes lisan singkat: murid secara individual menyebutkan minimal 3 nama tarian daerah beserta daerah asalnya. Dinilai dengan skala 4 level sesuai rubrik.
  • Penilaian unjuk kerja presentasi kelompok: ketepatan nama tarian dan daerah asal yang disebutkan, serta kesesuaian gerakan yang diperagakan, dinilai menggunakan rubrik 4 level.

Formatif:

  • Observasi guru selama diskusi kelas dan kegiatan kelompok menggunakan lembar observasi (aspek: keaktifan, kerja sama, kemampuan menyebutkan nama tarian dan daerah asal).
  • Pengecekan lembar kerja tabel Nama Tarian — Daerah Asal yang diisi murid secara individual.
  • Pengamatan saat presentasi kelompok: ketepatan nama tarian, daerah asal, dan kesesuaian gerakan yang diperagakan.
  • Lembar refleksi tertulis murid yang dikumpulkan di akhir tahap Merefleksi.

Sumatif:

  • Tes lisan singkat di penutup: murid menyebutkan minimal 3 nama tarian daerah beserta daerah asalnya dengan benar.
  • Penilaian unjuk kerja: kemampuan murid memeragakan gerakan sederhana salah satu tarian daerah dalam presentasi kelompok dinilai menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi nama tarian daerah beserta daerah asalnya (TP 3.3.5.1)Murid belum dapat menyebutkan nama tarian daerah beserta daerah asalnya dengan benar, atau hanya menebak tanpa dasar.Murid dapat menyebutkan 1-2 nama tarian daerah beserta daerah asalnya dengan benar.Murid dapat menyebutkan 3-4 nama tarian daerah beserta daerah asalnya dengan benar.Murid dapat menyebutkan 5 atau lebih nama tarian daerah beserta daerah asalnya dengan benar, dan mampu menjelaskan secara singkat ciri khas salah satunya.
Memeragakan gerakan sederhana tarian daerah (TP 3.3.5.2)Murid belum bersedia atau belum mampu memeragakan gerakan tarian daerah sama sekali.Murid mencoba memeragakan gerakan sederhana tarian daerah meskipun gerakan masih kurang sesuai dan perlu banyak bimbingan.Murid dapat memeragakan gerakan sederhana tarian daerah dengan cukup sesuai dan mampu menyebutkan nama serta daerah asal tarian tersebut.Murid dapat memeragakan gerakan sederhana tarian daerah dengan baik dan percaya diri, menyebutkan nama dan daerah asal tarian, serta mengungkapkan makna penghargaan budaya dari tarian yang diperagakannya.
Sikap menghargai keberagaman budaya (Kewargaan & Kolaborasi)Murid belum menunjukkan sikap menghargai tarian daerah lain; cenderung acuh atau tidak mau berpartisipasi dalam kegiatan kelompok.Murid mulai menunjukkan sikap menghargai dengan ikut serta dalam kegiatan, meski masih perlu dorongan dari guru.Murid menunjukkan sikap menghargai dengan aktif berpartisipasi, memberi apresiasi kepada kelompok lain, dan mau bekerja sama dalam latihan tarian.Murid secara konsisten menunjukkan sikap bangga dan menghargai keberagaman tarian daerah, mengajak teman untuk ikut berpartisipasi, dan mampu mengungkapkan alasan pentingnya menjaga keberagaman budaya Indonesia.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam kegiatan membaca, diskusi, dan memeragakan tarian daerah hari ini? Jika tidak, apa yang perlu disesuaikan?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah cukup dan proporsional?
  • Apakah diferensiasi yang saya siapkan sudah efektif menjangkau murid dengan kebutuhan belajar yang beragam?
  • Apakah murid sudah menunjukkan pemahaman bahwa tarian daerah adalah wujud keberagaman budaya yang perlu dihargai, bukan sekadar hafalan nama?

Refleksi Murid:

  • Tarian daerah apa yang paling ingin kamu pelajari lebih lanjut? Mengapa?
  • Bagaimana perasaanmu saat mencoba memeragakan tarian daerah yang berbeda dari daerahmu sendiri?
  • Apa yang akan kamu lakukan untuk menghargai tarian daerah dari daerah yang berbeda dari daerahmu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Ressi K. Dewi, Kamala R. C. Sary, dan Hani H — Kemdikbudristek 2023), halaman 100-101 (materi Tarian Daerah).
  2. Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemdikbudristek 2023), halaman 130-135 (Bab 3 Berbeda Itu Indah).
  3. Gambar-gambar tarian daerah (Tari Pendet, Tari Jaipong, Tari Saman, Tari Lilin, Tari Yapong) yang dicetak atau ditampilkan melalui proyektor/layar.
  4. Video singkat tarian daerah (opsional, jika tersedia fasilitas proyektor/laptop di kelas) — durasi 1-2 menit per tarian.
  5. Kartu petunjuk gerakan sederhana tarian daerah (dibuat guru sebelum pembelajaran, satu kartu per tarian).
  6. Lembar kerja tabel dua kolom: Nama Tarian — Daerah Asal (disiapkan guru, dibagikan ke setiap murid).
  7. Lembar refleksi tertulis murid (disiapkan guru).
  8. Lembar observasi guru untuk penilaian proses (disiapkan guru).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.