Modul AjarPertemuan 4Bab 3Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 3: Keberagaman Rumah Adat Daerah di Indonesia

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 3 dengan topik "Keberagaman Rumah Adat Daerah di Indonesia". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 3: Keberagaman Rumah Adat Daerah di Indonesia

Pendidikan Pancasila - Kelas 3

Bab 3 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Keberagaman Rumah Adat Daerah di Indonesia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikKeberagaman Rumah Adat Daerah di Indonesia
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi rumah adat dari minimal 4 daerah di Indonesia melalui kegiatan membaca teks dan menggunting-menempel gambar pada kolom yang sesuai.
  2. Murid dapat menjelaskan bahwa keberagaman rumah adat merupakan bagian dari kekayaan budaya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat rumah yang bentuknya unik dan berbeda dari rumah biasa? Rumah seperti apa itu?
  2. Mengapa setiap daerah di Indonesia punya bentuk rumah yang berbeda-beda, ya?
  3. Apa yang akan terjadi jika semua rumah di Indonesia bentuknya sama saja — apakah Indonesia masih terasa istimewa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru mengecek kehadiran dan mengondisikan murid agar siap belajar.
  • Asesmen awal diagnostik: guru menampilkan 2–3 gambar rumah adat (misalnya Rumah Gadang dan Rumah Honai) dan bertanya secara lisan, 'Kalian tahu tidak, ini rumah dari daerah mana?' — guru mencatat jawaban murid sebagai peta pengetahuan awal.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi kesempatan 2–3 murid merespons.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa yang mudah dipahami: 'Hari ini kita akan mengenal rumah-rumah adat dari berbagai daerah di Indonesia dan mencari tahu mengapa keberagaman ini adalah kekayaan kita bersama.'
  • Guru menjelaskan alur kegiatan secara singkat: membaca teks → menggunting dan menempel gambar → berbagi cerita.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid membuka buku siswa halaman 96–97 dan membaca dalam hati teks 'Ayo, Membaca' tentang rumah adat selama ± 3 menit.
  • Guru membacakan ulang teks dengan suara nyaring sambil menunjukkan gambar masing-masing rumah adat (Rumah Gadang – Sumatra Barat, Rumah Bolon – Sumatra Utara, Rumah Adat Joglo – Jawa Tengah, Rumah Baloy – Kalimantan Utara, Rumah Betang – Kalimantan Tengah, Rumah Joglo Situbondo – Jawa Timur, Rumah Honai – Papua Barat, Rumah Tongkonan – Sulawesi Selatan).
  • Guru mengajukan pertanyaan pemahaman lisan secara acak: 'Rumah Gadang berasal dari daerah mana?', 'Apa nama rumah adat dari Papua Barat?', 'Berapa daerah yang tadi kita baca?' — murid menjawab bersama-sama atau ditunjuk.
  • Guru menekankan konsep kunci dengan kalimat sederhana: 'Setiap daerah punya rumah adat sendiri karena setiap daerah punya budaya dan kebiasaan yang berbeda. Semua perbedaan ini membuat Indonesia semakin kaya.'

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan lembar fotokopi gambar rumah adat (8 gambar sesuai buku siswa hal. 97) dan lembar tempel dengan kolom daerah asal (hal. 98–99) kepada setiap murid.
  • Guru mengingatkan aturan keselamatan kerja sebelum kegiatan menggunting dimulai: 'Gunting dipakai dengan hati-hati, ujung gunting tidak boleh diarahkan ke teman.'
  • Murid menggunting gambar rumah adat satu per satu, kemudian mencocokkan setiap gambar dengan nama daerah asal yang tersedia di kolom lembar tempel.
  • Murid menempelkan gambar pada kolom yang tepat. Guru berkeliling memantau proses, memberi bimbingan kepada murid yang kesulitan mencocokkan gambar dengan daerah asal.
  • Setelah selesai, murid saling memeriksa hasil kerja dengan teman sebangku: 'Coba cek punya temanmu, apakah sudah sama dengan punyamu?'
  • Guru memilih 3–4 murid secara acak untuk menunjukkan hasil kerjanya di depan kelas dan menyebutkan minimal 4 nama rumah adat beserta daerah asalnya.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali ke pertanyaan pemantik: 'Tadi kita sudah kenal banyak rumah adat. Sekarang, menurut kalian, mengapa Indonesia punya begitu banyak jenis rumah adat yang berbeda-beda?'
  • Murid diminta menjawab secara lisan atau menuliskan 1 kalimat pada selembar sticky note (atau secarik kertas): 'Keberagaman rumah adat membuat Indonesia ...'
  • Beberapa murid sukarela membacakan kalimatnya. Guru merespons setiap jawaban dengan apresiasi dan memperkuat pesan nilai: 'Betul! Keberagaman rumah adat adalah kekayaan budaya kita. Kita patut bangga dan menjaganya sebagai bagian dari NKRI.'
  • Guru mengaitkan kegiatan dengan kehidupan nyata: 'Kalau kalian nanti berkunjung ke daerah lain dan melihat rumah adat, apa yang akan kalian rasakan?'

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat rangkuman lisan: menyebutkan kembali minimal 4 nama rumah adat dan daerah asalnya secara bersama-sama.
  • Guru menyampaikan asesmen akhir: murid mengerjakan 3 soal lisan/tertulis singkat — (1) Sebutkan 4 rumah adat dan daerah asalnya! (2) Apa yang dimaksud dengan rumah adat? (3) Mengapa keberagaman rumah adat merupakan kekayaan budaya Indonesia?
  • Guru memberikan penguatan nilai karakter: 'Kita boleh berbeda-beda daerah dan budaya, tapi kita tetap satu — Indonesia.'
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya secara singkat.
  • Pembelajaran ditutup dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar membaca diberi teks dengan huruf lebih besar dan gambar yang diberi label nama daerah sebagai petunjuk tambahan. Murid yang sudah cepat memahami diberi tantangan tambahan: mencari 1–2 nama rumah adat lain dari daerah yang belum ada di buku dan menuliskan daerah asalnya.
  • Proses: Murid yang lambat menyelesaikan kegiatan menggunting-menempel dapat bekerja berpasangan dengan teman sebangku sebagai bentuk bantuan. Murid yang cepat selesai diminta menuliskan kalimat singkat tentang salah satu rumah adat pilihannya di bagian bawah lembar kerja.
  • Produk: Murid yang memiliki kemampuan lebih dapat mewarnai gambar rumah adat yang telah ditempel dan menambahkan keterangan singkat (nama rumah adat dan daerah asal) dengan tulisan tangan. Murid yang membutuhkan dukungan cukup menyelesaikan kegiatan menempel pada minimal 4 kolom daerah yang ditentukan guru.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan 2–3 gambar rumah adat tanpa keterangan nama daerah dan bertanya secara lisan: 'Kalian tahu tidak, ini rumah dari daerah mana? Pernah lihat sebelumnya?'
  • Guru mencatat secara informal seberapa banyak murid yang sudah mengenal nama rumah adat dan daerah asalnya sebagai peta pengetahuan awal sebelum pembelajaran dimulai.

Proses:

  • Observasi langsung saat murid membaca teks: guru mencatat murid yang aktif menjawab pertanyaan lisan dan murid yang belum merespons untuk diberi perhatian lebih.
  • Pemantauan saat kegiatan menggunting-menempel: guru berkeliling dan mencatat murid yang tepat/salah dalam mencocokkan gambar rumah adat dengan daerah asalnya.
  • Peer check antar teman sebangku: guru memantau diskusi singkat antar murid saat saling memeriksa hasil kerja.
  • Observasi partisipasi saat presentasi hasil kerja di depan kelas: kemampuan murid menyebutkan nama rumah adat dan daerah asalnya secara lisan.

Akhir:

  • Murid menjawab 3 soal lisan atau tertulis singkat: (1) Sebutkan 4 rumah adat dan daerah asalnya! (2) Apa yang dimaksud dengan rumah adat? (3) Mengapa keberagaman rumah adat merupakan kekayaan budaya Indonesia?
  • Hasil lembar kerja menggunting-menempel dikumpulkan dan diperiksa guru: skor berdasarkan ketepatan penempatan gambar rumah adat pada kolom daerah asal (minimal 4 dari 8 daerah benar dianggap mencapai tujuan).

Formatif:

  • Observasi guru selama kegiatan membaca teks: apakah murid mampu mengikuti dan merespons pertanyaan lisan tentang nama rumah adat dan daerah asalnya.
  • Pemantauan proses menggunting-menempel: ketepatan murid mencocokkan gambar rumah adat dengan kolom daerah asal yang benar.
  • Peer check (saling memeriksa hasil kerja dengan teman sebangku) sebagai asesmen formatif informal.
  • Sticky note refleksi: kalimat yang ditulis murid pada tahap Merefleksi sebagai bukti pemahaman nilai keberagaman.

Sumatif:

  • Lembar kerja menggunting-menempel yang sudah selesai dikerjakan murid dinilai ketepatan penempatan gambar rumah adat pada kolom daerah asal yang benar (minimal 4 dari 8 benar).
  • Tiga soal lisan atau tertulis singkat di penutup: (1) menyebutkan 4 nama rumah adat dan daerah asalnya, (2) menjelaskan pengertian rumah adat, (3) menjelaskan mengapa keberagaman rumah adat adalah kekayaan budaya Indonesia.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi rumah adat dan daerah asalnya (TP 3.3.4.1)Murid hanya mampu mengidentifikasi kurang dari 2 rumah adat beserta daerah asalnya, meskipun sudah diberi bimbingan.Murid mampu mengidentifikasi 2–3 rumah adat beserta daerah asalnya dengan benar.Murid mampu mengidentifikasi minimal 4 rumah adat beserta daerah asalnya dengan benar secara mandiri.Murid mampu mengidentifikasi lebih dari 4 rumah adat beserta daerah asalnya dengan benar dan dapat menyebutkannya secara lancar di depan kelas tanpa membaca.
Ketepatan menggunting dan menempel gambar rumah adat pada kolom daerah asal (TP 3.3.4.1)Murid mampu menempelkan kurang dari 2 gambar rumah adat pada kolom daerah asal yang benar.Murid mampu menempelkan 2–3 gambar rumah adat pada kolom daerah asal yang benar.Murid mampu menempelkan minimal 4 gambar rumah adat pada kolom daerah asal yang benar secara mandiri.Murid mampu menempelkan semua atau hampir semua gambar rumah adat (6–8) pada kolom daerah asal yang benar dan hasil tempelannya rapi.
Menjelaskan keberagaman rumah adat sebagai kekayaan budaya NKRI (TP 3.3.4.2)Murid belum mampu menjelaskan hubungan antara keberagaman rumah adat dengan kekayaan budaya Indonesia meskipun sudah diberi bantuan.Murid dapat menjelaskan bahwa Indonesia punya banyak rumah adat, tetapi belum mengaitkannya dengan konsep kekayaan budaya NKRI.Murid dapat menjelaskan bahwa keberagaman rumah adat merupakan bagian dari kekayaan budaya NKRI dengan kalimat sendiri secara lisan atau tertulis.Murid dapat menjelaskan bahwa keberagaman rumah adat adalah kekayaan budaya NKRI dan menambahkan alasan atau contoh nyata yang relevan (misalnya: 'Kita harus menjaganya agar tidak hilang') secara runtut dan jelas.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil mengidentifikasi minimal 4 rumah adat beserta daerah asalnya hari ini? Murid mana yang masih perlu pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah instruksi kegiatan menggunting-menempel sudah cukup jelas sehingga murid dapat bekerja secara mandiri?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil memancing rasa ingin tahu murid? Apa yang bisa saya ubah untuk pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah cukup menjangkau murid dengan kemampuan yang beragam?

Refleksi Murid:

  • Hari ini aku belajar tentang ... Hal baru yang aku tahu adalah ...
  • Dari semua rumah adat yang kita pelajari, rumah adat yang paling menarik perhatianku adalah ... karena ...
  • Apa yang masih terasa sulit bagiku hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Ressi K. Dewi, dkk., Kemendikbudristek 2023), halaman 96–99
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2023), halaman 130–135
  3. Lembar fotokopi gambar rumah adat (difotokopi dari buku siswa halaman 97 atau disiapkan guru)
  4. Lembar kerja tempel dengan kolom daerah asal (difotokopi dari buku siswa halaman 98–99)
  5. Gunting (1 buah per murid, pastikan ujung tumpul untuk kelas rendah)
  6. Lem kertas atau glue stick (1 buah per murid atau dibagi per kelompok meja)
  7. Gambar atau poster rumah adat (opsional, untuk ditampilkan di papan tulis selama kegiatan Memahami)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.