Modul AjarPertemuan 3Bab 3Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 3: Keberagaman Pakaian Adat Daerah di Indonesia

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 3 dengan topik "Keberagaman Pakaian Adat Daerah di Indonesia". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 3: Keberagaman Pakaian Adat Daerah di Indonesia

Pendidikan Pancasila - Kelas 3

Bab 3 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Keberagaman Pakaian Adat Daerah di Indonesia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikKeberagaman Pakaian Adat Daerah di Indonesia
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi pakaian adat dari minimal 4 daerah di Indonesia melalui kegiatan membaca teks dan menggunting-menempel gambar pada kolom yang sesuai.
  2. Murid dapat menunjukkan sikap bangga terhadap keberagaman pakaian adat sebagai kekayaan budaya Indonesia.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu melihat orang memakai pakaian yang terasa berbeda dari biasanya? Kira-kira pakaian dari mana itu?
  2. Mengapa setiap daerah di Indonesia punya pakaian adat yang berbeda-beda?
  3. Apa perasaanmu jika kamu mengenakan pakaian adat daerahmu sendiri?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan doa bersama.
  • Guru mengecek kehadiran murid dan mengondisikan kesiapan belajar.
  • Guru menampilkan 2–3 gambar pakaian adat dari berbagai daerah (bisa ditempel di papan tulis atau ditayangkan) dan bertanya kepada murid: 'Pernahkah kamu melihat pakaian seperti ini? Tahukah kamu ini dari mana?' (asesmen awal/diagnostik).
  • Guru mencatat respons murid untuk memetakan pengetahuan awal tentang pakaian adat.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara lisan untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini secara singkat dan ramah: 'Hari ini kita akan mengenal pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia dan merasa bangga dengan kekayaan budaya kita.'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan teks bacaan singkat tentang pakaian adat dari minimal 4 daerah di Indonesia (contoh: Baju Bodo dari Sulawesi Selatan, Baju Kurung dari Riau, Kebaya dari Jawa, dan Ulos dari Sumatera Utara).
  • Murid membaca teks secara mandiri selama ±5 menit. Guru mengingatkan murid untuk membaca dengan penuh perhatian dan mencatat nama pakaian adat beserta daerah asalnya.
  • Guru mengajak murid berdiskusi singkat: 'Pakaian adat apa saja yang kalian temukan dalam teks? Dari daerah mana saja?' Murid menjawab secara lisan bergantian.
  • Guru memberikan penguatan: setiap daerah memiliki pakaian adat yang mencerminkan ciri khas budayanya, dan semua itu adalah bagian dari kekayaan Indonesia yang patut kita kenal dan banggakan.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan lembar kerja yang berisi gambar-gambar pakaian adat (sudah dicetak) dan tabel kolom nama daerah yang perlu diisi dengan gambar yang sesuai.
  • Guru menjelaskan cara kerja: murid menggunting gambar pakaian adat, lalu menempelkan pada kolom daerah yang sesuai berdasarkan teks yang telah dibaca. Guru mengingatkan aturan keselamatan kerja saat menggunakan gunting.
  • Murid bekerja secara berpasangan untuk saling membantu dan mendiskusikan pilihan penempatan gambar.
  • Guru berkeliling memantau pekerjaan murid, memberikan pertanyaan panduan jika murid kebingungan: 'Coba lihat lagi teksnya, pakaian ini disebutkan berasal dari mana?'
  • Setelah selesai, beberapa pasang murid diminta mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas dan menyebutkan minimal 4 pakaian adat beserta daerah asalnya.
  • Guru dan murid lain memberikan apresiasi untuk setiap presentasi.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar atau kembali ke posisi semula, lalu bertanya: 'Dari semua pakaian adat yang sudah kalian pelajari hari ini, mana yang paling menarik menurutmu? Mengapa?'
  • Murid diberi kesempatan berbagi pendapat secara bergantian (2–3 murid cukup, tidak perlu semua).
  • Guru membimbing murid untuk merenungkan: 'Apa yang kamu rasakan mengetahui Indonesia punya begitu banyak pakaian adat yang indah?'
  • Murid mengisi kartu refleksi sederhana (bisa berupa emotikon atau 1–2 kalimat): 'Hari ini aku belajar bahwa… dan aku merasa… terhadap keberagaman pakaian adat Indonesia.'
  • Guru mengumpulkan kartu refleksi sebagai bahan asesmen proses dan data untuk tindak lanjut pembelajaran.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran bersama: 'Apa saja yang sudah kita pelajari hari ini?'
  • Guru memperkuat kesimpulan: Indonesia memiliki banyak pakaian adat dari berbagai daerah, dan keberagaman itu adalah kekayaan bangsa yang harus kita banggakan.
  • Guru memberikan asesmen akhir singkat: murid menyebutkan (lisan atau tertulis) nama minimal 4 pakaian adat beserta daerah asalnya.
  • Guru menyampaikan pesan motivasi: 'Dengan mengenal pakaian adat daerah lain, kita jadi semakin mencintai Indonesia.'
  • Guru menginformasikan kegiatan pembelajaran berikutnya secara singkat.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah memiliki pengetahuan awal tentang pakaian adat diberikan teks bacaan dengan informasi lebih lengkap (mencakup 6 daerah). Murid yang belum familiar diberikan teks yang lebih ringkas dengan dukungan gambar berwarna dan keterangan nama di bawah setiap pakaian.
  • Proses: Murid yang membutuhkan lebih banyak dukungan diperbolehkan berdiskusi bersama guru atau teman sebangku selama menggunting-menempel. Murid yang lebih cepat selesai diminta menuliskan 1–2 kalimat tentang pakaian adat yang paling mereka sukai beserta alasannya.
  • Produk: Murid yang belum lancar menulis cukup menyelesaikan lembar menggunting-menempel dengan benar. Murid yang sudah lancar dapat menambahkan tulisan nama pakaian adat dan keterangan singkat di bawah gambar yang mereka tempel.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan 2–3 gambar pakaian adat dan bertanya: 'Tahukah kamu ini pakaian dari mana?' untuk mengukur sejauh mana murid sudah mengenal pakaian adat sebelum pembelajaran dimulai.
  • Guru mencatat jawaban murid (benar/sebagian benar/belum tahu) sebagai dasar penyesuaian pendampingan selama kegiatan inti.

Proses:

  • Observasi dan catatan guru saat murid membaca teks: apakah murid mampu menemukan informasi nama pakaian adat dan daerah asalnya.
  • Pemeriksaan lembar kerja menggunting-menempel: apakah murid menempelkan gambar pada kolom daerah yang tepat (minimal 4 pasang benar).
  • Pengamatan sikap saat presentasi: apakah murid menunjukkan rasa bangga dan menghargai keberagaman pakaian adat.

Akhir:

  • Murid menyebutkan minimal 4 nama pakaian adat beserta daerah asalnya secara lisan atau menuliskannya pada selembar kertas.
  • Guru menilai hasil lembar kerja akhir berdasarkan rubrik 4 level yang tersedia.

Formatif:

  • Observasi keaktifan murid saat diskusi kelas dan tanya jawab pada tahap Memahami.
  • Pemantauan hasil lembar kerja menggunting-menempel pada tahap Mengaplikasi.
  • Kartu refleksi murid pada tahap Merefleksi untuk mengetahui pemahaman dan sikap murid.

Sumatif:

  • Murid menyebutkan secara lisan atau tertulis nama minimal 4 pakaian adat beserta daerah asalnya di akhir pertemuan.
  • Penilaian hasil lembar kerja (ketepatan mencocokkan gambar pakaian adat dengan nama daerah).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi pakaian adat dari berbagai daerahMurid belum dapat menyebutkan atau mencocokkan pakaian adat dengan daerah asalnya (0–1 pasang benar).Murid dapat menyebutkan atau mencocokkan 2–3 pakaian adat dengan daerah asalnya dengan bantuan guru.Murid dapat menyebutkan atau mencocokkan minimal 4 pakaian adat dengan daerah asalnya secara mandiri.Murid dapat menyebutkan atau mencocokkan lebih dari 4 pakaian adat dengan daerah asalnya secara mandiri dan mampu menjelaskan ciri khasnya.
Keterampilan menggunting dan menempel gambar pada kolom yang sesuaiMurid tidak dapat menyelesaikan lembar kerja menggunting-menempel atau hasilnya tidak ada yang sesuai.Murid menyelesaikan lembar kerja dengan hasil 1–2 gambar yang ditempel pada kolom yang benar, sebagian masih perlu bimbingan.Murid menyelesaikan lembar kerja dengan minimal 4 gambar ditempel pada kolom yang benar secara mandiri.Murid menyelesaikan seluruh lembar kerja dengan tepat, rapi, dan mandiri, serta mampu menjelaskan alasan penempatan gambarnya.
Sikap bangga terhadap keberagaman pakaian adatMurid belum menunjukkan ketertarikan atau rasa bangga terhadap keberagaman pakaian adat Indonesia.Murid mulai menunjukkan rasa ingin tahu, meskipun ekspresi rasa bangga belum tampak jelas.Murid menunjukkan rasa bangga secara verbal (misalnya menyatakan bangga atau senang mengenal pakaian adat) selama kegiatan atau pada kartu refleksi.Murid secara aktif mengungkapkan rasa bangga dan mengajak teman-temannya untuk mengenal serta menghargai keberagaman pakaian adat Indonesia.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat mengikuti kegiatan membaca teks dan menggunting-menempel dengan baik? Siapa yang perlu pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang diajukan berhasil membangkitkan rasa ingin tahu murid terhadap pakaian adat?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk menyelesaikan seluruh tahapan kegiatan? Apa yang perlu disesuaikan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah ada murid yang menunjukkan sikap kurang menghargai keberagaman? Bagaimana tindak lanjut yang perlu dilakukan?

Refleksi Murid:

  • Pakaian adat dari daerah mana saja yang sudah kamu kenal hari ini?
  • Apa yang paling kamu sukai dari kegiatan hari ini?
  • Apa perasaanmu setelah mengetahui Indonesia punya begitu banyak pakaian adat yang indah dari berbagai daerah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023) — Bab 3 'Berbeda Itu Indah'
  2. Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023) — Bab 3
  3. Lembar teks bacaan tentang pakaian adat dari minimal 4 daerah (disiapkan oleh guru)
  4. Lembar kerja bergambar pakaian adat yang sudah dicetak (untuk kegiatan menggunting-menempel)
  5. Gambar-gambar pakaian adat berwarna dari berbagai daerah (bisa ditempel di papan tulis atau ditayangkan melalui proyektor)
  6. Gunting, lem/perekat, dan lembar tabel kolom nama daerah
  7. Kartu refleksi sederhana (berisi kalimat rumpang atau pilihan emotikon)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.