Modul AjarPertemuan 11Bab 3Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 3: Pelaksanaan Pameran Budaya dan Refleksi Keberagaman

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 3 dengan topik "Pelaksanaan Pameran Budaya dan Refleksi Keberagaman". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 3: Pelaksanaan Pameran Budaya dan Refleksi Keberagaman

Pendidikan Pancasila - Kelas 3

Bab 3 - Pertemuan 11

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Pelaksanaan Pameran Budaya dan Refleksi Keberagaman

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikPelaksanaan Pameran Budaya dan Refleksi Keberagaman
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mempresentasikan keberagaman budaya daerahnya (pakaian adat, tarian, lagu daerah, atau permainan tradisional) kepada teman dalam kegiatan pameran budaya antarkelas.
  2. Murid dapat menunjukkan sikap menghargai penampilan teman dari daerah lain sebagai wujud persatuan dalam keberagaman di lingkungan sekolah.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa budaya daerahmu yang paling kamu banggakan, dan mengapa kamu bangga dengannya?
  2. Bagaimana perasaanmu ketika melihat teman menampilkan budaya dari daerah yang berbeda denganmu?
  3. Mengapa kita perlu saling menghargai budaya daerah yang berbeda-beda di Indonesia?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam hangat dan menanyakan kabar seluruh murid; memeriksa kehadiran, kerapihan, dan kebersihan kelas.
  • Murid yang datang paling pagi memimpin doa bersama (menerapkan KSE Kesadaran Diri).
  • Guru menyampaikan apersepsi dengan pertanyaan pemantik: 'Apa budaya daerahmu yang paling kamu banggakan?' dan mempersilakan 2–3 murid menjawab secara singkat.
  • Asesmen awal diagnostik: Guru meminta murid menuliskan satu kata yang menggambarkan perasaan mereka tentang budaya daerahnya di selembar kertas kecil (sticky note atau secarik kertas), kemudian ditempelkan di papan 'Apa yang Aku Tahu'. Guru membaca sekilas untuk mengetahui kesiapan murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan melaksanakan pameran budaya dan belajar saling menghargai keberagaman.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan secara singkat: persiapan stan (10 menit) → pelaksanaan pameran antarkelas (30 menit) → refleksi bersama (15 menit) → penutup (15 menit).
  • Guru memastikan setiap kelompok sudah siap dengan perlengkapan stan (kain, dekorasi, gambar pakaian adat, rumah adat, permainan tradisional, dan nama suku bangsa).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengingatkan kembali makna Bhinneka Tunggal Ika secara singkat (2 menit): 'Walaupun kita berbeda budaya, bahasa, dan adat, kita tetap satu — Indonesia.'
  • Guru menampilkan satu gambar atau foto contoh stan pameran budaya dari buku siswa (Gambar 3.6) dan bertanya: 'Apa saja yang kalian lihat di stan ini? Apa yang membuat stan ini menarik?'
  • Murid secara berpasangan mendiskusikan selama 2 menit: 'Apa satu hal unik dari budaya daerah kelompok kalian yang ingin kalian tunjukkan kepada teman-teman?' (membangun kesadaran tentang identitas budaya sendiri).
  • Guru mengajak murid menyepakati bersama satu norma pameran: 'Kita saling menghormati, mendengarkan, dan memberi tepuk tangan untuk setiap penampilan.' (membangun kesadaran sosial-emosional)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok (4 kelompok) menempati stan masing-masing sesuai denah pameran yang sudah disiapkan di kelas (meja dan kursi membentuk pola pameran).
  • Kelompok melakukan persiapan akhir stan selama 10 menit: menata kain penutup meja, memasang gambar pakaian adat, rumah adat, permainan tradisional, dan menuliskan nama suku bangsa provinsi kelompok.
  • Pameran budaya dilaksanakan secara bergilir selama ±30 menit. Skema: separuh anggota kelompok berjaga di stan sebagai pemandu, separuh lainnya berkeliling mengunjungi stan kelompok lain — kemudian berganti.
  • Setiap pemandu stan mempresentasikan budaya daerahnya mencakup minimal dua unsur dari: lagu daerah, permainan tradisional, pakaian adat, atau tarian daerah. Presentasi dilakukan dengan percaya diri menggunakan bahasa Indonesia.
  • Pengunjung stan mendengarkan dengan tertib, boleh mengajukan satu pertanyaan kepada pemandu stan, dan memberikan tepuk tangan apresiasi setelah presentasi selesai.
  • Guru berkeliling memantau, memberikan umpan balik lisan singkat kepada tiap kelompok, dan mendokumentasikan kegiatan (foto/catatan observasi).
  • Guru menilai penampilan tiap kelompok menggunakan lembar observasi (rubrik presentasi dan sikap menghargai).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah pameran selesai, murid kembali ke tempat duduk masing-masing.
  • Guru memandu refleksi bersama (whole-class sharing) dengan tiga pertanyaan sederhana yang dijawab secara lisan bergantian: (1) 'Budaya daerah mana yang paling membuatmu kagum hari ini? Mengapa?' (2) 'Apa yang kamu pelajari tentang keberagaman budaya Indonesia dari pameran tadi?' (3) 'Bagaimana sikapmu ketika mendengar teman mempresentasikan budaya daerahnya yang berbeda darimu?'
  • Murid mengisi lembar refleksi mandiri (asesmen sebagai pembelajaran): menulis atau menggambar satu hal baru yang mereka pelajari tentang budaya daerah lain, dan satu sikap baik yang sudah mereka tunjukkan selama pameran.
  • Beberapa murid secara sukarela berbagi jawaban refleksi mereka kepada kelas.
  • Guru memberikan penguatan nilai: 'Keberagaman budaya kita adalah kekayaan Indonesia. Dengan saling menghargai, kita menjaga persatuan sebagai satu bangsa — Bhinneka Tunggal Ika.'

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan pembelajaran hari ini: keberagaman budaya daerah adalah kekayaan bangsa yang harus kita jaga dan hormati bersama.
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh kelompok atas penampilan dan partisipasi mereka dalam pameran budaya.
  • Guru menyampaikan pesan tindak lanjut: murid diajak mendiskusikan pengalaman pameran hari ini bersama orang tua di rumah dan mencari tahu satu budaya daerah lain yang mereka temui hari ini.
  • Guru menginformasikan materi pertemuan berikutnya secara singkat.
  • Salah satu murid memimpin doa penutup.
  • Guru menutup kelas dengan salam dan mengucapkan apresiasi: 'Kalian luar biasa hari ini — kita sudah membuktikan bahwa berbeda itu indah!'

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum hafal informasi budaya daerahnya dapat menggunakan kartu informasi (flashcard) yang disiapkan guru berisi nama pakaian adat, tarian, dan lagu daerah dari provinsi masing-masing sebagai alat bantu presentasi.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih (lambat) bertugas sebagai pemandu stan dengan peran terbatas (menunjukkan gambar dan menyebutkan nama item budaya), sementara murid yang sudah mahir diberi tantangan untuk menjelaskan hubungan budaya daerah dengan nilai persatuan Indonesia.
  • Produk: Murid yang cepat dapat membuat label/caption kreatif untuk stan mereka (kalimat penjelasan singkat untuk setiap gambar budaya), sedangkan murid yang butuh dukungan cukup melengkapi label yang sudah tersedia dengan nama yang benar.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid menuliskan satu kata yang menggambarkan budaya daerahnya di sticky note/kertas kecil dan menempelkannya di papan 'Apa yang Aku Tahu' di awal pembelajaran.
  • Guru mengamati respons murid terhadap pertanyaan pemantik lisan untuk mengetahui pemahaman awal dan kesiapan belajar murid tentang keberagaman budaya.

Proses:

  • Observasi terstruktur menggunakan lembar observasi selama pelaksanaan pameran: guru mencatat kemampuan presentasi tiap kelompok (kelancaran, kelengkapan unsur budaya yang disampaikan, penggunaan bahasa Indonesia).
  • Pemantauan sikap menghargai: guru mengamati dan mencatat perilaku murid saat mengunjungi stan kelompok lain (sopan, antusias, memberi apresiasi, tidak menertawakan).
  • Umpan balik lisan guru kepada tiap kelompok selama berkeliling: memberikan pujian spesifik dan satu saran perbaikan.

Akhir:

  • Penilaian rubrik presentasi pameran budaya: kelengkapan informasi (minimal 2 unsur budaya), kepercayaan diri, dan kejelasan penyampaian.
  • Penilaian rubrik sikap menghargai: perilaku murid selama mengunjungi dan mendengarkan presentasi stan kelompok lain.
  • Lembar refleksi mandiri tertulis: murid menuliskan satu hal baru yang dipelajari tentang budaya daerah lain dan mendeskripsikan satu sikap baik yang mereka tunjukkan selama pameran.

Formatif:

  • Observasi guru selama pelaksanaan pameran: memantau kemampuan murid mempresentasikan budaya daerahnya (kelancaran, kelengkapan informasi, kepercayaan diri) menggunakan lembar observasi.
  • Penilaian sikap menghargai: guru mencatat sikap murid saat mengunjungi stan kelompok lain (mendengarkan dengan tertib, memberi apresiasi, mengajukan pertanyaan sopan).
  • Lembar refleksi mandiri murid yang diisi di akhir kegiatan inti sebagai asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning).

Sumatif:

  • Penilaian presentasi pameran budaya menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) mencakup aspek: kelengkapan informasi budaya, kepercayaan diri presentasi, dan sikap menghargai keberagaman.
  • Lembar refleksi tertulis murid: menuliskan satu hal baru yang dipelajari tentang budaya daerah lain dan satu sikap baik yang ditunjukkan selama pameran.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Presentasi Budaya Daerah (TP 3.3.11.1)Murid belum dapat menyampaikan informasi tentang budaya daerahnya, atau hanya menyebutkan nama daerah tanpa detail budaya apapun.Murid dapat menyebutkan satu unsur budaya daerahnya (misalnya hanya nama pakaian adat) dengan bantuan teman atau guru, namun penjelasan masih sangat terbatas.Murid dapat mempresentasikan dua unsur budaya daerahnya (misalnya pakaian adat dan lagu daerah) dengan cukup jelas menggunakan bahasa Indonesia, meski masih sesekali perlu dorongan.Murid dapat mempresentasikan tiga atau lebih unsur budaya daerahnya (pakaian adat, tarian, lagu daerah, permainan tradisional) dengan jelas, percaya diri, dan lancar menggunakan bahasa Indonesia tanpa bantuan.
Sikap Menghargai Keberagaman (TP 3.3.11.2)Murid belum menunjukkan sikap menghargai; terlihat tidak memperhatikan, berbicara sendiri, atau bersikap tidak sopan saat teman mempresentasikan budayanya.Murid menunjukkan sikap menghargai hanya jika diingatkan guru; sesekali terlihat kurang memperhatikan penampilan teman dari daerah lain.Murid secara konsisten memperhatikan dan memberikan apresiasi (tepuk tangan) kepada teman yang tampil; bersikap sopan dan tertib selama pameran berlangsung.Murid secara aktif dan konsisten menunjukkan sikap menghargai: memperhatikan dengan penuh, memberikan apresiasi spontan, mengajukan pertanyaan yang sopan dan antusias, serta mampu menyebutkan alasan mengapa sikap menghargai penting untuk persatuan Indonesia.
Refleksi Keberagaman (Lembar Refleksi Mandiri)Murid tidak mengisi lembar refleksi atau hanya menulis kata tanpa makna yang menunjukkan pemahaman tentang keberagaman.Murid menuliskan satu hal baru yang dipelajari namun masih sangat umum (misalnya hanya menulis 'budaya Indonesia banyak') tanpa penjelasan spesifik.Murid menuliskan satu hal baru yang spesifik tentang budaya daerah lain yang dipelajari dari pameran dan menyebutkan satu sikap baik yang ditunjukkannya.Murid menuliskan hal baru yang spesifik dan bermakna tentang budaya daerah lain, menyebutkan sikap baik yang ditunjukkan beserta alasannya, serta menuliskan niat tindak lanjut untuk terus menghargai keberagaman.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan yang sama untuk mempresentasikan budaya daerahnya? Jika tidak, apa yang perlu saya perbaiki untuk pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu antara persiapan stan, pelaksanaan pameran, dan refleksi sudah proporsional? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
  • Sejauh mana murid menunjukkan sikap saling menghargai selama pameran? Murid mana yang masih perlu dukungan lebih dalam aspek ini?
  • Apakah strategi diferensiasi yang saya terapkan sudah efektif membantu murid yang membutuhkan dukungan tambahan dan menantang murid yang sudah mahir?

Refleksi Murid:

  • Budaya daerah mana yang paling membuatmu kagum hari ini dan apa yang membuatmu kagum?
  • Bagaimana perasaanmu ketika kamu mempresentasikan budaya daerahmu kepada teman-teman?
  • Satu sikap baik apa yang sudah kamu tunjukkan hari ini saat mengunjungi stan teman dari daerah lain?
  • Apa yang ingin kamu pelajari lebih lanjut tentang budaya daerah lain di Indonesia?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas III SD/MI (Gambar 3.6 dan LKPD Kegiatan 2: Pameran Budaya Antarkelompok di Kelas)
  2. Buku Guru Pendidikan Pancasila Kelas III SD/MI (Panduan Khusus Bab 3: Berbeda Itu Indah, hlm. 151–155)
  3. Perlengkapan stan: kain penutup meja, dekorasi kreasi kelompok, gambar pakaian adat, gambar rumah adat, gambar permainan tradisional, kartu nama suku bangsa
  4. Pakaian adat masing-masing provinsi kelompok (dibawa murid sesuai persiapan sebelumnya)
  5. Lembar observasi penilaian presentasi dan sikap guru
  6. Lembar refleksi mandiri murid (disiapkan guru, satu lembar per murid)
  7. Sticky note atau kertas kecil untuk asesmen awal diagnostik
  8. Kamera/HP untuk dokumentasi kegiatan pameran

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.