Modul AjarBab 3Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 3 Bab 3: Berbeda Itu Indah

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Pancasila kelas 3 untuk Bab 3 "Berbeda Itu Indah", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 3 Bab 3: Berbeda Itu Indah

Pendidikan Pancasila - Kelas 3

Bab 3

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Bab 3 — Berbeda Itu Indah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikBab 3 — Berbeda Itu Indah
Alokasi Waktu36 JP (36 x 35 menit = 1260 menit)
Jumlah Pertemuan18
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 3.3.1 Membedakan identitas diri, keluarga, dan teman-temannya sesuai budaya di lingkungan sekitar
  2. TP 3.3.2 Membedakan identitas diri, keluarga, dan teman-temannya sesuai suku bangsa dan bahasa di lingkungan sekitar
  3. TP 3.3.3 Menghargai identitas, keluarga, dan teman-temannya sesuai budaya, suku bangsa, dan bahasa di lingkungan sekitar
  4. TP 3.3.4 Menunjukkan perilaku bekerja sama dalam berbagai bentuk keberagaman suku bangsa dan budaya di lingkungan sekitar

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa pakaian adat yang dipakai orang dari berbagai daerah di Indonesia memiliki bentuk dan ciri yang berbeda?
  2. Bagaimana kita membedakan pakaian adat daerah asal diri kita sendiri dengan pakaian adat yang dipakai teman?
  3. Bagaimana bentuk rumah adat dari daerah asal keluarga kalian?
  4. Apa perbedaan bentuk atap atau tiang pada rumah Joglo, Gadang, Tongkonan, dan Honai?
  5. Apa tarian daerah atau kesenian tradisional yang kamu ketahui atau sukai dari daerah asalmu?
  6. Apakah tarian dan kesenian daerah yang disukai atau dimiliki teman sebangkumu sama dengan milikmu, ataukah berbeda?
  7. Apakah pakaian adat, rumah adat, atau tarian daerah keluargamu sama dengan teman sebangkumu?
  8. Bagaimana caramu membedakan ragam identitas budaya yang dimiliki oleh dirimu, keluargamu, dan teman-temanmu?
  9. Dari suku bangsa mana asal keluargamu dan teman sebangkumu?
  10. Bagaimana caramu membedakan asal suku bangsa dirimu dengan teman-teman di kelas?
  11. Apakah suku bangsa ayah dan ibumu di rumah selalu sama, atau ada yang berbeda?
  12. Bagaimana caramu membedakan asal suku bangsa antarteman dan keluarganya di kelas?
  13. Kata sapaan apa yang biasa kamu ucapkan kepada kakek, nenek, atau orang tua di rumah?
  14. Pernahkah kamu mendengar teman di kelas menyapa dengan kata yang berbeda dari bahasamu, misalnya kata 'Sampurasun' atau 'Horas'?
  15. Apakah suku bangsa ayah dan ibumu sama atau berasal dari daerah yang berbeda?
  16. Bahasa daerah apa saja yang kamu dengar saat teman-temanmu berbicara di rumah atau di sekolah?
  17. Bagaimana perasaanmu ketika melihat teman mengenakan pakaian adat atau mementaskan kesenian daerah yang berbeda dengan daerah asalmu?
  18. Mengapa kita perlu memuji dan menghargai pakaian adat serta tarian daerah yang ditampilkan oleh teman di sekolah?
  19. Bagaimana perasaanmu ketika teman sekelasmu berasal dari suku bangsa yang berbeda dengan dirimu?
  20. Apa contoh tindakan yang menunjukkan sikap menghargai suku bangsa teman saat berada di sekolah?
  21. Bagaimana sikapmu jika ada teman yang berbicara menggunakan bahasa daerah yang belum kamu mengerti?
  22. Mengapa kita perlu menggunakan bahasa Indonesia saat berbicara bersama teman-teman yang berbeda suku bangsa?
  23. Apa yang sebaiknya kita lakukan saat melihat teman memakai baju adat atau logat daerah yang berbeda dari kita?
  24. Mengapa kita perlu menghargai teman yang memiliki budaya, suku bangsa, dan bahasa yang berbeda di sekolah?
  25. Bagaimana cara kita bermain sapintrong (lompat tali) atau bakiak bersama teman yang berbeda suku bangsa?
  26. Mengapa kita harus bekerja sama dan saling membantu saat memainkan permainan tradisional bersama teman-teman?
  27. Bagaimana perasaanmu ketika bernyanyi bersama teman-teman yang berasal dari berbagai suku bangsa?
  28. Apa yang perlu kita lakukan bersama agar nyanyian lagu daerah kelompok kita terdengar kompak dan selaras?
  29. Apa yang terjadi jika kita menyiapkan pajangan budaya bersama teman yang berbeda suku tanpa saling membantu?
  30. Bagaimana caramu membagi tugas saat menata pajangan budaya bersama teman sekelompokmu?
  31. Apa yang akan terjadi di kelas jika kita hanya mau bekerja sama dengan teman yang sukunya sama?
  32. Bagaimana cara kita bekerja sama membersihkan dan merapikan kelas meskipun kita berasal dari daerah dan budaya yang berbeda-beda?
  33. Bagaimana caramu menunjukkan sikap menghargai teman yang mengenakan atribut budaya atau berbicara dengan bahasa daerah yang berbeda?
  34. Apa yang terjadi jika kita mau bekerja sama dengan teman yang berbeda suku bangsa dan budaya saat menyelesaikan tugas bersama?
  35. Bagaimana cara kita membuktikan bahwa perbedaan budaya, suku, dan bahasa membuat kelas kita semakin kaya?
  36. Mengapa kita harus saling menghargai dan kompak bekerja sama meskipun berasal dari suku bangsa yang beragam?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Membedakan Identitas Diri dan Teman Berdasarkan Pakaian Adat di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.3.1 Membedakan identitas diri, keluarga, dan teman-temannya sesuai budaya di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu membedakan identitas budaya diri dan teman melalui ciri-ciri pakaian adat daerah (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan 2 gambar pakaian adat: Gambar A (Baju Bodo dari Sulawesi Selatan) dan Gambar B (Ulos/Baju Batak dari Sumatra Utara), lalu menanyakan ciri pembeda yang terlihat seperti warna, hiasan kepala, atau jenis kain (acuan: Gambar A berciri baju kurung longgar berlengan pendek/menggelembung warna terang; Gambar B berciri kain tenun selempang/ulos dengan motif garis etnik) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati teks bergambar 'Karnaval Pakaian Adat' yang menampilkan 4 figur anak berpakaian adat: (1) Baju Lambung dari Sasak/NTB berciri atasan hitam tanpa lengan berhias manik dengan kain songket, (2) Aesan Paksangko dari Palembang/Sumsel berciri baju kurung merah berhias benang emas dan mahkota paksangko, (3) Baju Adat Dayak dari Kalimantan Timur berciri rompi kain manik dan hiasan kepala bulu burung enggang, dan (4) Baju Bodo dari Bugis/Makassar berciri blus kurung transparan warna jingga berpotongan segi empat (10 menit).
  • Murid menelaah perbedaan fisik antar-pakaian adat tersebut dengan mencatat ciri khas khusus: penutup kepala, atasan, dan kain bawahan (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan berpasangan 'Tebak dan Pasangkan Ciri Budaya': secara bergantian murid mengambil 1 dari 4 kartu profil identitas budaya dan mencocokkannya dengan 4 kartu nama pakaian adat (15 menit). [Rincian 4 pasang kartu: Kartu 1 'Ulfa dari Sasak memakai atasan hitam tanpa lengan dan kain selendang songket' -> Pasangan: Baju Lambung; Kartu 2 'Hasan dari Palembang memakai baju merah bersulam emas dan hiasan kepala mahkota keemasan' -> Pasangan: Aesan Paksangko; Kartu 3 'Sonia dari Samarinda memakai rompi manik-manik dan ikat kepala bulu burung' -> Pasangan: Pakaian Adat Dayak; Kartu 4 'Mita dari Makassar memakai kain tenun cerah berbentuk segi empat balon' -> Pasangan: Baju Bodo].
  • Murid mengerjakan Lembar Kerja 'Membedakan Pakaian Adatku dan Pakaian Adat Temanku' secara mandiri, yaitu melengkapi tabel perbandingan 4 butir pakaian adat berdasarkan 3 kolom identifikasi: nama pakaian, daerah asal, dan ciri khas pakaian adat (acuan lengkap tabel: (1) Baju Lambung | Sasak/NTB | baju tanpa lengan hitam dan songket; (2) Aesan Paksangko | Palembang/Sumatra Selatan | baju bersulam emas dan mahkota; (3) Pakaian Adat Dayak | Kalimantan Timur | rompi manik-manik dan hiasan bulu burung; (4) Baju Bodo | Makassar/Sulawesi Selatan | baju longgar segi empat berwana cerah) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru memeriksa kebenaran isian tabel identifikasi pakaian adat secara berkesadaran, mencocokkan hasil kerjanya dengan acuan yang ditampilkan di papan tulis (5 menit).
  • Murid memaknai bahwa keberagaman pakaian adat mencerminkan keindahan identitas budaya bangsa yang harus dikenali dan dihargai perbedaannya (5 menit).

Penutup:

  • Guru memandu murid menyimpulkan kembali cara membedakan identitas budaya diri dan teman melalui ciri khas pakaian adat (nama, asal daerah, ciri pakaian) (3 menit).
  • Guru memberikan penguatan dan menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya akan membedakan identitas budaya berdasarkan bentuk rumah adat daerah asal, lalu menutup sesi dengan doa dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar berwarna dengan petunjuk visual ciri pakaian untuk murid yang memerlukan dukungan konkret, dan kartu deskripsi teks tanpa gambar untuk murid dengan kemampuan membaca cepat.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih membedakan 2 jenis pakaian adat terlebih dahulu dengan panduan langsung guru, sedangkan murid yang mandiri langsung menganalisis perbedaan ke-4 pakaian adat pada lembar kerja.
  • Produk: Murid bebas menuliskan ciri pembeda pakaian adat berupa poin frasa singkat atau kalimat lengkap yang memuat nama bagian pakaian (atasan, bawahan, hiasan kepala).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik dengan memperlihatkan 2 gambar pakaian adat: Gambar A (Baju Bodo) dan Gambar B (Ulos/Batak). Kriteria penerimaan: Murid mampu membedakan minimal 1 perbedaan visual yang tampak (acuan: Gambar A pakaian berbentuk kurung segi empat menggelembung warna polos terang; Gambar B kain tenun selempang bergaris/ulos motif etnik).

Proses:

  • Observasi ketepatan murid saat mencocokkan 4 pasangan kartu identitas pakaian adat pada aktivitas permainan berpasangan (acuan kunci pasangan: 1-Lambung/Sasak; 2-Aesan Paksangko/Palembang; 3-Dayak/Kalimantan Timur; 4-Bodo/Makassar).
  • Pemeriksaan hasil pengisian tabel Lembar Kerja: Murid membedakan 4 pakaian adat dengan menuliskan nama pakaian, daerah asal, dan ciri khasnya sesuai 4 target acuan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat lisan di penutup: Murid menyebutkan 1 ciri pembeda utama antara Baju Lambung dari Sasak dan Aesan Paksangko dari Palembang (acuan jawaban: Baju Lambung berwarna hitam sederhana berhias songket tanpa lengan/berlengan pendek, sedangkan Aesan Paksangko berwarna merah berhias sulaman emas dan mengenakan mahkota kepala).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja pada permainan berpasangan mencocokkan kartu identitas pakaian adat
  • Pemeriksaan Lembar Kerja murid dalam membedakan 4 pakaian adat berdasarkan ciri khas dan daerah asalnya

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membedakan Identitas Budaya Berdasarkan Pakaian AdatBelum mampu membedakan identitas budaya pakaian adat, hanya mengisi kurang dari 2 butir tabel perbandingan secara tepat sesuai acuan.Mampu membedakan identitas budaya pakaian adat dengan mengisi 2 dari 4 butir tabel perbandingan (nama pakaian, asal daerah, dan ciri khas) secara tepat sesuai acuan.Mampu membedakan identitas budaya pakaian adat dengan mengisi 3 dari 4 butir tabel perbandingan (nama pakaian, asal daerah, dan ciri khas) secara tepat sesuai acuan secara mandiri.Mampu membedakan identitas budaya pakaian adat secara lengkap dan tepat pada seluruh (4 dari 4) butir tabel perbandingan (nama pakaian, asal daerah, dan ciri khas) secara konsisten dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan kartu visual pakaian adat membantu murid memahami cara membedakan identitas budaya diri dan teman secara konkret?
  • Bagian mana dari aktivitas membedakan pakaian adat yang masih memerlukan bimbingan tambahan bagi murid yang belum berkembang?

Murid:

  • Apa ciri pakaian adat daerah asalku atau temanku yang paling mudah aku bedakan?
  • Bagaimana perasaanku setelah bermain tebak kartu pakaian adat dari berbagai daerah bersama teman?

Pertemuan 2 — Membedakan Identitas Budaya Keluarga Berdasarkan Bentuk Rumah Adat Daerah Asal — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.3.1 Membedakan identitas diri, keluarga, dan teman-temannya sesuai budaya di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan murid untuk siap belajar (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan 2 gambar rumah adat (Rumah Gadang dan Rumah Honai) lalu bertanya: 'Manakah rumah adat yang atapnya melengkung runcing seperti tanduk kerbau dan manakah yang berbentuk kerucut bulat dari jerami/papua?' (acuan: atap melengkung runcing = Rumah Gadang dari Minangkabau/Sumatera Barat; bentuk bulat jerami = Rumah Honai dari Papua) untuk mengecek kemampuan awal membedakan bentuk fisik rumah adat (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membedakan identitas budaya keluarga berdasarkan bentuk ciri fisik rumah adat daerah asal (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru melalui pengamatan gambar 4 rumah adat beserta nama daerah asalnya: (1) Rumah Gadang (Sumatera Barat) dengan ciri atap melengkung runcing menyerupai tanduk kerbau (gonjong); (2) Rumah Joglo (Jawa Tengah/Yogyakarta) dengan ciri atap limasan menjulang dan tiang utama (soko guru); (3) Rumah Tongkonan (Sulawesi Selatan/Toraja) dengan ciri atap melengkung seperti perahu terbalik dan tiang panggung; (4) Rumah Honai (Papua) dengan ciri berbentuk lingkaran bulat beratap jerami/alang-alang rendah (10 menit).
  • Murid menjawab pertanyaan pemahaman terbimbing untuk membandingkan perbedaan bentuk atap dan struktur bangunan antardaerah asal tersebut (acuan: Gadang berbentuk tanduk vs Honai bulat jerami vs Joglo limas bertingkat vs Tongkonan perahu terbalik) (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi berpasangan untuk memainkan tantangan cepat kuis menjodohkan gambar 'Kartu Rumah Adat Nusantara' dengan kartu ciri bentuk dan daerah asalnya secara ceria dan menggembirakan (10 menit).
  • Murid secara individu mengerjakan Lembar Aktivitas 'Membedakan Rumah Adat Daerah Asal' dengan menggunting 4 gambar rumah adat dan menempelkannya ke dalam tabel berdasarkan ciri bentuk fisik dan asal daerah keluarga: Butir 1: Atap runcing seperti tanduk kerbau -> Rumah Gadang (Sumatera Barat); Butir 2: Bentuk bulat tertutup beratap jerami tanpa jendela -> Rumah Honai (Papua); Butir 3: Atap tinggi menyerupai perahu terbalik dengan tiang kayu panggung -> Rumah Tongkonan (Sulawesi Selatan); Butir 4: Atap limas menjulang dengan tiang utama soko guru di tengah -> Rumah Joglo (Jawa Tengah) (acuan: gambar tertempel tepat pada 4 deskripsi tersebut) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil kerja menempel gambar dan mengidentifikasi perbedaan rumah adat daerah asal keluarganya sendiri dibandingkan daerah asal keluarga teman sebangku (7 menit).
  • Murid menarik simpulan mandiri bahwa setiap daerah asal keluarga di Indonesia memiliki keunikan bentuk rumah adat yang berbeda-beda dan mencerminkan kekayaan budaya (3 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid melakukan tanya jawab singkat cek pemahaman akhir mengenai 4 ciri bentuk fisik rumah adat yang telah dipelajari (acuan: Gadang = tanduk kerbau, Honai = bulat jerami, Tongkonan = perahu terbalik, Joglo = atap limas menjulang) (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar murid hari ini dan menginformasikan topik pertemuan berikutnya (kesenian dan tarian daerah), lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar rumah adat berwarna jelas berlabel teks ciri fisik untuk murid yang memerlukan penguatan visual konkret.
  • Proses: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan fokus pada bentuk atap; bagi murid yang cepat diberikan tantangan membedakan 2 rumah adat tambahan (Rumah Balai Batak Toba dan Rumah Baileo Maluku).
  • Produk: Murid menuangkan hasil pembedaan dalam bentuk menempel gambar berlabel pada lembar aktivitas.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik visual 2 gambar rumah adat: Murid diminta menunjuk dan membedakan mana Rumah Gadang dan mana Rumah Honai berdasarkan bentuk atapnya (acuan: Rumah Gadang beratapkan runcing tanduk kerbau dari Sumatera Barat; Rumah Honai berbentuk bulat beratap jerami dari Papua).

Proses:

  • Observasi formatif saat pengerjaan lembar kerja: Memeriksa ketepatan murid menempelkan 4 gambar rumah adat sesuai ciri bentuk dan daerah asalnya (acuan lengkap: 1. Atap gonjong/tanduk = Gadang/Sumbar; 2. Bentuk bulat jerami = Honai/Papua; 3. Atap perahu terbalik bertiang panggung = Tongkonan/Sulsel; 4. Atap limas menjulang = Joglo/Jateng).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir lisan: Murid menjawab kuis 4 ciri fisik rumah adat (acuan: atap tanduk kerbau = Gadang, atap jerami bulat = Honai, atap perahu terbalik = Tongkonan, atap limasan soko guru = Joglo; kriteria: murid tepat membedakan minimal 3 dari 4 ciri fisik rumah adat).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik gambar bentuk atap rumah adat pada pendahuluan
  • Pengamatan kinerja menjodohkan kartu ciri rumah adat pada kegiatan inti
  • Penilaian lembar aktivitas menempel dan membedakan 4 gambar rumah adat daerah asal

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan membedakan identitas budaya berdasarkan bentuk rumah adat daerah asalBelum mampu membedakan bentuk rumah adat daerah asal (menempelkan 0-1 gambar dengan benar dari 4 target: Gadang, Honai, Tongkonan, Joglo).Mulai mampu membedakan bentuk rumah adat daerah asal dengan menempelkan tepat 2 dari 4 gambar rumah adat sesuai ciri fisik dan daerahnya.Mampu membedakan bentuk rumah adat daerah asal dengan menempelkan tepat 3 dari 4 gambar rumah adat sesuai ciri fisik dan daerahnya secara mandiri.Sangat mahir membedakan bentuk rumah adat daerah asal dengan menempelkan seluruh (4 dari 4) gambar rumah adat (Gadang, Honai, Tongkonan, Joglo) secara tepat dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat mengenali perbedaan bentuk ciri fisik rumah adat antardaerah secara visual?
  • Bagian mana dari aktivitas membedakan rumah adat yang paling menarik antusiasme murid?
  • Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi untuk kegiatan menggunting, menempel, dan refleksi?

Murid:

  • Bentuk rumah adat mana yang menurutmu paling mudah dibedakan dan apa alasannya?
  • Apakah kamu sudah mengetahui nama dan bentuk rumah adat dari daerah asal keluargamu?

Pertemuan 3 — Membedakan Identitas Budaya Teman Sebangku Berdasarkan Kesenian dan Tarian Daerah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.3.1 Membedakan identitas diri, keluarga, dan teman-temannya sesuai budaya di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik: memperlihatkan dua kartu gambar tarian daerah, yaitu Tari Serimpi (Jawa Tengah) dan Tari Sajojo (Papua), lalu meminta murid membedakan asal daerah kedua tarian tersebut (acuan: Tari Serimpi berasal dari Jawa Tengah, Tari Sajojo berasal dari Papua) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membedakan identitas budaya diri dan teman sebangku berdasarkan kesenian dan tarian daerah (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru melalui 4 kartu contoh kesenian dan tarian daerah: (1) Tari Saman (Aceh) dengan ciri gerak tepuk tangan berbanjar, (2) Tari Piring (Sumatra Barat) dengan ciri membawa piring kecil, (3) Tari Jaipong (Jawa Barat) dengan ciri gerak lincah dan kendang, serta (4) Tari Kecak (Bali) dengan ciri paduan suara 'cak' melingkar (10 menit).
  • Murid bersama guru mencermati lembar perbandingan identitas budaya kesenian yang memuat nama daerah, nama tarian, alat musik/kesenian pengiring, dan ciri khas gerakannya (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Tantangan Berpasangan 'Kuis Tebak Kartu Kesenian': Murid secara berpasangan dengan teman sebangku memainkan kuis mencocokkan 4 kartu pasangan tarian dan kesenian daerah: Kartu A 'Tari Serimpi' dipasangkan dengan 'Gamelan Jawa/Jawa Tengah', Kartu B 'Tari Tor-Tor' dipasangkan dengan 'Gondang Sabangunan/Sumatra Utara', Kartu C 'Tari Pagellu' dipasangkan dengan 'Gendang Pa'gellu/Toraja', dan Kartu D 'Tari Gong' dipasangkan dengan 'Gong/Kalimantan Timur' (acuan pasangan: A-Jawa Tengah, B-Sumatra Utara, C-Toraja, D-Kalimantan Timur) (12 menit).
  • Murid mewawancarai teman sebangkunya untuk menanyakan kesenian/tarian daerah asal keluarga masing-masing, kemudian menuliskan pembeda identitas budaya diri dan teman sebangku pada Lembar Kerja Membedakan Kesenian (berisi kolom: nama murid, nama teman, tarian daerah asal diri, tarian daerah asal teman, dan perbedaan ciri/asalnya) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali tabel perbandingannya bersama teman sebangku untuk memastikan ketepatan penulisan pembeda identitas tarian daerah diri dan teman (7 menit).
  • Murid menyimpulkan bahwa meskipun tarian dan kesenian daerah dirinya berbeda dengan teman sebangku, keduanya adalah kekayaan budaya Indonesia yang unik dan beragam (6 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan asesmen akhir berupa 2 pertanyaan cek pemahaman langsung: (1) Sebutkan tarian daerah asalmu dan tarian daerah asal teman sebangkumu! (kriteria penerimaan: menyebutkan masing-masing 1 nama tarian daerah yang sesuai identitas diri dan teman), (2) Apa perbedaan asal daerah kedua tarian tersebut? (kriteria penerimaan: menyebutkan pembeda daerah asal dengan tepat) (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini dan menutup pelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu bantu bergambar bagi murid yang membutuhkan bantuan visual mengenali tarian daerah.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi pasangan murid yang belum mengenal kesenian daerah asalnya dengan bantuan daftar referensi tarian daerah nusantara.
  • Produk: Murid dapat menuliskan pembeda identitas tarian daerah dalam bentuk tabel sederhana atau diagram pembanding dua lingkaran (Venn diagram).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran menggunakan 2 kartu gambar tarian: murid diminta membedakan asal daerah Tari Serimpi dan Tari Sajojo (acuan: Tari Serimpi dari Jawa Tengah, Tari Sajojo dari Papua).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan pengisian 4 kartu tebak pasangan tarian dan kesenian pada kuis tantangan berpasangan (acuan: Tari Serimpi - Jawa Tengah; Tari Tor-Tor - Sumatra Utara; Tari Pagellu - Toraja; Tari Gong - Kalimantan Timur).
  • Pemantauan pengerjaan lembar kerja identitas budaya: ketepatan murid membedakan tarian daerah diri sendiri dan tarian daerah teman sebangku.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan singkat di penutup: Murid membedakan tarian daerah diri dan teman sebangku beserta asal daerahnya (acuan kriteria: menyebutkan 1 tarian daerah diri, 1 tarian daerah teman, serta menjelaskan perbedaan daerah asalnya secara tepat).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja pengisian Lembar Kerja Membedakan Kesenian dan Tarian Daerah Diri dan Teman Sebangku
  • Observasi ketepatan saat kuis berpasangan mencocokkan kartu tarian dan kesenian daerah

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membedakan identitas budaya diri dan teman sebangku berdasarkan kesenian dan tarian daerahBelum mampu mengidentifikasi maupun membedakan tarian daerah diri dan teman sebangku meski dibimbing guru.Mampu mengidentifikasi tarian daerah diri dan teman sebangku, tetapi belum tepat menunjukkan perbedaan asal daerah atau ciri khas budayanya.Mampu membedakan identitas budaya diri dan teman sebangku berdasarkan tarian daerah dan daerah asalnya secara tepat dengan bantuan teman sebangku atau guru.Mampu membedakan identitas budaya diri dan teman sebangku berdasarkan tarian daerah, asal daerah, dan ciri khas gerak/keseniannya secara lengkap, tepat, dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas berpasangan efektif membantu murid mengenali dan membedakan identitas budaya kesenian daerah teman sebangkunya?
  • Bagian mana dari langkah pembedaan tarian daerah yang membutuhkan penjelasan atau media tambahan pada pertemuan berikutnya?

Murid:

  • Tarian daerah apa yang kamu pelajari dari teman sebangkumu hari ini?
  • Apakah kamu menemukan perbedaan antara kesenian daerahmu dan kesenian daerah temanmu?

Pertemuan 4 — Membedakan Ragam Identitas Budaya Diri, Keluarga, dan Teman di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.3.1 Membedakan identitas diri, keluarga, dan teman-temannya sesuai budaya di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar unsur budaya (Gambar A: Baju Bodo dan Rumah Tongkonan dari Sulawesi Selatan; Gambar B: Kebaya dan Rumah Joglo dari Jawa Tengah), lalu murid diminta menyebutkan apakah kedua paket budaya tersebut sama atau berbeda daerah asalnya (acuan: berbeda; Gambar A adalah budaya Bugis/Makassar/Toraja di Sulawesi Selatan, Gambar B adalah budaya Jawa Tengah) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu membedakan ragam identitas budaya (pakaian adat, rumah adat, dan tarian daerah) diri, keluarga, dan teman-teman di lingkungan sekitar (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak ulasan guru mengenai keterpaduan unsur-unsur budaya (pakaian adat, rumah adat, dan tarian daerah) sebagai identitas budaya yang khas bagi diri, keluarga, dan teman di lingkungan sekitar (5 menit).
  • Murid secara berpasangan mencermati Lembar Profil Budaya yang memuat 3 profil budaya: Profil 1 (Siti: Baju Kurung, Rumah Gadang, Tari Piring), Profil 2 (Made: Pakaian Adat Bali dengan Udeng, Rumah Gapura Candi Bentar, Tari Pendet), dan Profil 3 (Edo: Pakaian Adat Asmat dengan Rumbai, Rumah Honai, Tari Perang Sajojo) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan kartu tantangan cepat berpasangan 'Tebak Asal Budaya' secara menggembirakan: murid mengambil kartu bertuliskan nama unsur budaya dan mencocokkan kartu pakaian adat, rumah adat, dan tarian daerah ke papan nama daerah asal yang tepat (10 menit).
  • Murid secara mandiri mengisi Lembar Kerja 'Matriks Perbedaan Budaya' untuk membedakan 4 paket identitas budaya berdasarkan tabel: Paket 1 (Baju Lambung, Bale Tani, Tari Gandrung Lombok), Paket 2 (Ulos, Rumah Bolon, Tari Tor-Tor), Paket 3 (Aesan Gede, Rumah Limas, Tari Gending Sriwijaya), dan Paket 4 (Baju Adat Betawi/Kebaya Encim, Rumah Kebaya, Tari Yapong) dengan menuliskan nama daerah asal masing-masing (acuan jawaban: Paket 1 = NTB/Sasak, Paket 2 = Sumatera Utara/Batak, Paket 3 = Sumatera Selatan/Palembang, Paket 4 = DKI Jakarta/Betawi) (15 menit).
  • Murid membandingkan hasil pengisian tabel budayanya dengan tabel budaya keluarga dan teman sebangku untuk menuliskan 2 perbedaan unsur budaya yang nyata antara diri/keluarga dan temannya (acuan kriteria: menyebutkan secara spesifik perbedaan pakaian adat, rumah adat, atau tarian antarkedua pihak) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil pengelompokan dan pembedaan identitas budaya dengan mencocokkan pada kunci verifikasi di papan tulis untuk menyadari ragam budaya di sekitarnya (5 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan bahwa setiap orang, keluarga, dan teman memiliki identitas budaya yang beragam (pakaian, rumah adat, kesenian/tari) yang dapat dibedakan ciri khasnya (3 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir singkat/cek pemahaman lisan dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar matrik dengan petunjuk gambar visual pakaian dan rumah adat untuk murid yang membutuhkan scaffolding visual, serta teks murni ragam budaya nusantara untuk murid berkemampuan membaca cepat.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih membedakan 2 paket budaya terlebih dahulu dengan panduan langsung guru; murid mahir menganalisis perbedaan seluruh 4 paket budaya secara mandiri.
  • Produk: Pembedaan identitas budaya dituangkan dalam bentuk penulisan tabel matriks atau penarikan garis klasifikasi unsur budaya diri, keluarga, dan teman.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik: Guru menampilkan 2 gambar paket budaya: Paket A (Baju Bodo & Rumah Tongkonan) dan Paket B (Kebaya & Rumah Joglo). Pertanyaan: 'Apakah kedua paket budaya ini berasal dari daerah yang sama atau berbeda? Sebutkan asal daerahnya!' (Acuan jawaban: Berbeda; Paket A berasal dari Sulawesi Selatan/Bugis-Toraja dan Paket B berasal dari Jawa Tengah).

Proses:

  • Formatif kinerja pada kegiatan inti: Guru memeriksa lembar kerja murid dalam membedakan 4 paket identitas budaya pada Lembar Matriks Perbedaan Budaya: (1) Paket Baju Lambung, Bale Tani, Tari Gandrung Lombok (Acuan: NTB/Sasak); (2) Paket Ulos, Rumah Bolon, Tari Tor-Tor (Acuan: Sumatera Utara/Batak); (3) Paket Aesan Gede, Rumah Limas, Tari Gending Sriwijaya (Acuan: Sumatera Selatan/Palembang); (4) Paket Kebaya Encim, Rumah Kebaya, Tari Yapong (Acuan: DKI Jakarta/Betawi).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir 2 butir soal lisan/tulis singkat: (1) 'Baju Kurung dan Rumah Gadang adalah identitas budaya daerah ...' (Acuan: Sumatera Barat/Minangkabau); (2) 'Sebutkan 1 contoh perbedaan identitas budaya antara keluargamu dan teman sebangkumu!' (Acuan: kriteria operasional terpenuhi jika murid menyebutkan minimal satu unsur budaya yang berbeda seperti nama pakaian adat, rumah adat, atau tarian daerah antara dirinya/keluarganya dan temannya secara spesifik).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja pengisian tabel Matriks Perbedaan Budaya
  • Cek pemahaman lisan pembedaan unsur budaya di awal dan akhir sesi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membedakan ragam identitas budaya (pakaian adat, rumah adat, tarian) diri, keluarga, dan teman di lingkungan sekitarBelum mampu membedakan paket identitas budaya (0-1 paket tepat dari 4 paket acuan) dan belum dapat menunjukkan perbedaan budaya diri dengan teman.Mampu membedakan 2 paket identitas budaya secara tepat sesuai acuan daerah asalnya dengan bimbingan guru.Mampu membedakan minimal 3 dari 4 paket identitas budaya secara tepat sesuai acuan daerah asalnya serta menyebutkan 1 perbedaan budaya diri/keluarga dan teman secara mandiri.Mampu membedakan seluruh 4 paket identitas budaya secara tepat sesuai acuan daerah asalnya serta menyebutkan 2 atau lebih perbedaan budaya diri/keluarga dan teman secara lengkap dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat membedakan keterpaduan unsur-unsur budaya (pakaian, rumah, tarian) antardaerah dengan tepat?
  • Bagian mana dari aktivitas membedakan identitas budaya diri, keluarga, dan teman yang membutuhkan bimbingan tambahan?

Murid:

  • Apakah kamu sudah dapat membedakan budaya daerahmu/keluargamu dengan budaya daerah temanmu?
  • Unsur budaya daerah mana yang menurutmu paling menarik untuk dibedakan?

Pertemuan 5 — Membedakan Identitas Diri dan Teman Berdasarkan Asal Suku Bangsa di Kelas — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.3.2 Membedakan identitas diri, keluarga, dan teman-temannya sesuai suku bangsa dan bahasa di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran murid serta mengondisikan kelas agar siap belajar (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menjawab kuis lisan mencocokkan 3 nama suku bangsa dan daerah asalnya berikut: (1) Suku Asmat -> Papua; (2) Suku Jawa -> Jawa Tengah/Jawa Timur/DIY; (3) Suku Sunda -> Jawa Barat (acuan: jawaban sesuai pasangan tersebut) (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membedakan identitas diri dan teman berdasarkan asal suku bangsa di kelas (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid menyanyikan bersama lagu 'Mengenal Suku Bangsa' (nada: 'Saya Mau Tamasya') dari Buku Siswa untuk mengidentifikasi keberagaman suku bangsa (Baduy dari Banten, Dayak dari Kalimantan, Batak dari Sumatra Utara, Asmat dari Papua, Betawi dari Jakarta, Bakumpai dari Kalimantan Tengah) (5 menit).
  • Murid menyimak penjelasan guru tentang suku bangsa sebagai salah satu identitas asal seseorang serta mengamati peta asal suku bangsa Indonesia (5 menit).
  • Murid secara berpasangan saling menanyakan dan mencatat nama serta asal suku bangsa teman sebangkunya pada kartu identitas singkat yang disiapkan guru (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid memainkan permainan pencocokan 'Detektif Suku Teman' dengan berkeliling kelas menemukan 4 teman yang berbeda suku bangsa lalu mencatat nama dan suku bangsanya pada lembar observasi (12 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Kerja Murid (LKPD) 'Tabel Pembeda Suku Bangsa Kelas' yang memuat perbandingan identitas diri dan 4 teman di kelas dengan mengisi: Nama Murid, Asal Suku Bangsa, serta menentukan apakah suku bangsa teman tersebut 'Sama' atau 'Berbeda' dengan suku bangsa dirinya (13 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali tabel perbandingan miliknya dan menghitung berapa banyak teman yang memiliki suku bangsa sama dan berapa yang berbeda dengan dirinya (5 menit).
  • Murid menyimpulkan bahwa di kelas mereka terdapat keberagaman suku bangsa yang menjadi identitas pembeda tiap anak (3 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan cara membedakan identitas diri dan teman berdasarkan asal suku bangsa (3 menit).
  • Murid mengerjakan asesmen akhir berupa 2 butir cek pemahaman singkat tertulis pada kartu keluar (kelengkapan identitas suku diri vs teman) (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan materi, menyampaikan agenda pertemuan berikutnya tentang identitas suku bangsa lingkup keluarga, lalu menutup kelas dengan doa bersama (4 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan daftar kartu bantu nama-nama suku bangsa populer beserta daerah asalnya; murid yang mahir langsung mengidentifikasi suku bangsa teman secara mandiri.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dalam mencatat nama suku bangsa temannya; murid yang mahir mengisi tabel pembanding secara mandiri hingga 5 teman.
  • Produk: Tabel pembeda suku bangsa diri dan teman di kelas minimal terisi 2 teman untuk murid yang membutuhkan bimbingan, dan 4-5 teman untuk murid yang sudah mahir.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: Guru menyebutkan 3 nama suku bangsa dan meminta murid menyebutkan daerah asalnya: (1) Suku Asmat -> Papua; (2) Suku Jawa -> Jawa Tengah/Jawa Timur/DIY; (3) Suku Sunda -> Jawa Barat (acuan: jawaban benar sesuai pasangan daerah asal tersebut).

Proses:

  • Pemeriksaan pengisian LKPD 'Tabel Pembeda Suku Bangsa Kelas' saat murid membandingkan identitas diri dan 4 teman. Acuan data yang dinilai: (1) Ketepatan penulisan nama teman dan asal suku bangsa yang sesuai data nyata teman sekelas; (2) Ketepatan menentukan status perbandingan ('Sama' jika suku teman sama dengan suku diri, 'Berbeda' jika suku teman berbeda dengan suku diri) untuk minimal 4 teman.

Akhir Pertemuan:

  • Kartu Keluar (Exit Ticket) berisi 2 butir cek pemahaman tertulis: (1) Tuliskan nama dan asal suku bangsa dirimu sendiri; (2) Tuliskan 1 nama teman sekelasmu beserta asal suku bangsanya dan tentukan apakah suku bangsanya sama atau berbeda denganmu. (Acuan keterterimaan: Butir 1 memuat nama murid dan suku bangsa asalnya yang valid; Butir 2 memuat nama teman yang nyata di kelas, suku bangsa teman yang valid, serta status perbandingan 'sama' atau 'berbeda' yang tepat secara logika).

Formatif:

  • Asesmen awal diagnostik lisan: Tanya jawab 3 pasangan suku bangsa dan daerah asal.
  • Asesmen proses: Pengamatan keterlibatan murid dalam aktivitas 'Detektif Suku Teman' dan pemeriksaan isian LKPD Tabel Pembeda Suku Bangsa Kelas.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membedakan identitas diri dan teman berdasarkan asal suku bangsaBelum mampu membedakan identitas diri dan teman; belum mampu menuliskan asal suku bangsa diri maupun teman pada tabel.Mampu menuliskan identitas suku bangsa diri dan 1-2 teman, namun belum tepat menentukan perbandingan suku bangsa yang sama dan berbeda.Mampu membedakan identitas diri dan minimal 3-4 teman di kelas dengan menuliskan asal suku bangsa serta menentukan status perbandingan (sama/berbeda) secara tepat.Mampu membedakan identitas diri dan 5 teman atau lebih di kelas dengan menuliskan asal suku bangsa serta menentukan status perbandingan (sama/berbeda) secara tepat dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat mengidentifikasi dan membedakan asal suku bangsa dirinya dengan teman sekelas?
  • Apakah aktivitas permainan 'Detektif Suku Teman' efektif memfasilitasi murid dalam mengumpulkan data keberagaman suku bangsa di kelas?

Murid:

  • Apa suku bangsa asal dirimu dan suku bangsa apa saja yang kamu temukan pada teman-temanmu di kelas?
  • Bagian kegiatan mana yang paling menyenangkan saat kamu mencari tahu suku bangsa temanmu hari ini?

Pertemuan 6 — Membedakan Identitas Asal Suku Bangsa dalam Lingkup Keluarga dan Teman — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.3.2 Membedakan identitas diri, keluarga, dan teman-temannya sesuai suku bangsa dan bahasa di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus kegiatan hari ini yaitu membedakan identitas asal suku bangsa dalam lingkup keluarga dan teman (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat dengan menampilkan 2 contoh profil keluarga tertulis di papan tulis: Profil A: Ayah suku Jawa, Ibu suku Sunda; Profil B: Ayah suku Minangkabau, Ibu suku Minangkabau. Guru meminta murid membedakan komposisi suku bangsa kedua keluarga tersebut (acuan jawaban: Profil A berasal dari dua suku bangsa berbeda yaitu Jawa dan Sunda, sedangkan Profil B berasal dari satu suku bangsa yang sama yaitu Minangkabau) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang keragaman asal suku bangsa yang ada di dalam lingkup keluarga (misalnya keluarga satu suku maupun keluarga campuran antarsuku) dan antarteman di kelas (8 menit).
  • Murid secara berpasangan mencermati 4 kartu data keluarga fiktif: Kartu 1 (Keluarga Made: Ayah Bali, Ibu Bali), Kartu 2 (Keluarga Togar: Ayah Batak, Ibu Jawa), Kartu 3 (Keluarga Siti: Ayah Bugis, Ibu Bugis), Kartu 4 (Keluarga Asep: Ayah Sunda, Ibu Minahasa). Murid membedakan dan mengelompokkan kartu tersebut ke dalam dua kelompok: keluarga satu suku bangsa (Kartu 1 dan 3) dan keluarga dari dua suku bangsa berbeda (Kartu 2 dan 4) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru memfasilitasi aktivitas permainan berpasangan 'Detektif Suku Keluarga': tiap murid saling mewawancarai teman sebangkunya untuk mencatat data suku bangsa ayah, ibu, dan diri teman pada lembar kerja (12 menit).
  • Murid menuliskan perbandingan identitas suku bangsa antara keluarganya sendiri dengan keluarga teman sebangkunya dengan mengisi lembar beda suku bangsa: (1) Suku ayahku vs Suku ayah teman, (2) Suku ibuku vs Suku ibu teman, (3) Kesimpulan persamaan/perbedaan suku bangsa lingkup keluarga (kriteria penerimaan: data suku bangsa terisi lengkap untuk kedua pihak dan kesimpulan menyatakan secara tepat apakah suku bangsa keluarga mereka sama atau berbeda) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru meninjau kembali hasil pembedaan suku bangsa keluarga dan teman untuk menyadari bahwa keberagaman suku bangsa dapat terjadi baik di dalam satu keluarga maupun antarkeluarga teman di lingkungan sekitar (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap proses belajar murid dalam membedakan identitas asal suku bangsa di lingkup keluarga dan teman (5 menit).
  • Guru dan murid menyimpulkan pembelajaran serta menutup pertemuan dengan doa bersama tanpa menutup bab secara keseluruhan (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan daftar bantuan pilihan nama suku bangsa umum di Indonesia, sedangkan murid yang mahir diberikan data profil keluarga dengan garis keturunan hingga kakek dan nenek yang berasal dari suku berbeda.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibantu guru membimbing tanya jawab saat mendata suku orang tua teman, sedangkan murid mandiri langsung melakukan wawancara dan analisis secara mandiri.
  • Produk: Murid dapat menuangkan pembedaan identitas suku bangsa keluarga dalam format tabel perbandingan terpandu atau diagram perbandingan suku bangsa.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik perbandingan profil keluarga: Profil A (Ayah suku Jawa, Ibu suku Sunda) dan Profil B (Ayah suku Minangkabau, Ibu suku Minangkabau). Murid membedakan komposisi suku bangsa keduanya. Acuan jawaban benar: Profil A terdiri atas dua suku bangsa berbeda (Jawa dan Sunda), sedangkan Profil B terdiri atas satu suku bangsa yang sama (Minangkabau).

Proses:

  • Pengamatan ketercapaian saat murid mengisi tabel pembedaan identitas suku bangsa keluarga diri dan keluarga teman sebangku pada lembar kerja. Kriteria keberhasilan: murid tepat menuliskan nama suku bangsa ayah dan ibu diri, nama suku bangsa ayah dan ibu teman, serta menuliskan perbedaan/persamaannya secara tepat.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat: Murid membaca 1 studi kasus singkat: 'Keluarga Budi terdiri dari Ayah bersuku Dayak dan Ibu bersuku Banjar. Keluarga Edo terdiri dari Ayah bersuku Dayak dan Ibu bersuku Dayak.' Soal: Tuliskan perbedaan asal suku bangsa kedua keluarga tersebut! Acuan jawaban: Keluarga Budi memiliki orang tua dari dua suku bangsa berbeda (Dayak dan Banjar), sedangkan keluarga Edo kedua orang tuanya berasal dari suku bangsa yang sama (Dayak).

Formatif:

  • Penilaian kinerja pengisian Lembar Detektif Suku Keluarga (membedakan suku bangsa ayah/ibu sendiri dan teman sebangku).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membedakan Identitas Asal Suku Bangsa dalam Lingkup Keluarga dan TemanBelum mampu membedakan identitas asal suku bangsa antara anggota keluarga diri maupun keluarga teman.Mampu membedakan identitas asal suku bangsa orang tua diri sendiri, namun belum tepat membedakan identitas suku bangsa dalam keluarga teman dengan bantuan guru.Mampu membedakan identitas asal suku bangsa dalam lingkup keluarga diri dan keluarga teman secara tepat sesuai data.Mampu membedakan identitas asal suku bangsa dalam lingkup keluarga diri dan beberapa keluarga teman secara tepat, lengkap, dan mandiri tanpa kekeliruan data.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas wawancara berpasangan efektif membantu murid memahami perbedaan suku bangsa dalam lingkup keluarga?
  • Bagaimana keterlibatan murid yang memiliki latar belakang keluarga satu suku dibandingkan dengan yang multietnis dalam membedakan data suku bangsa?

Murid:

  • Apa hal baru yang kamu ketahui tentang asal suku bangsa keluarga teman sebangkumu?
  • Apakah kamu menemukan perbedaan suku bangsa di dalam keluargamu sendiri atau keluarga temanmu?

Pertemuan 7 — Membedakan Identitas Bahasa Daerah yang Digunakan Diri dan Teman di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.3.2 Membedakan identitas diri, keluarga, dan teman-temannya sesuai suku bangsa dan bahasa di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru mengkondisikan kelas, menyapa murid, memimpin doa bersama, dan memeriksa kehadiran (3 menit).
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik mengenai kata sapaan atau panggilan keluarga di rumah untuk memotivasi murid (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal dengan membacakan 3 kata sapaan daerah: 'Sampurasun', 'Horas', dan 'Sugeng enjang', lalu meminta murid memilih bahasa daerah asalnya secara lisan (acuan: Sampurasun = Sunda; Horas = Batak; Sugeng enjang = Jawa) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Guru memperlihatkan 4 kartu kata sapaan daerah beserta maknanya pada papan tulis: Kartu 1 'Matur nuwun' (Bahasa Jawa), Kartu 2 'Hatur nuhun' (Bahasa Sunda), Kartu 3 'Mauliate' (Bahasa Batak), dan Kartu 4 'Kurru sumanga' (Bahasa Bugis/Toraja) (8 menit).
  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai keberagaman bahasa daerah yang digunakan oleh diri sendiri dan teman-teman di lingkungan sekitar kelas serta mencermati perbedaan bunyi dan asal suku daerahnya (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid diajak bermain tantangan 'Cari Pasangan Bahasa': murid secara berpasangan mengambil kartu ungkapan dan membedakan kartu bahasa daerah miliknya dengan kartu teman sebangku berdasarkan suku asal (10 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja 'Detektif Bahasa Sekitar' dengan membedakan identitas bahasa daerah pada 4 butir soal menjodohkan: (1) 'Sugeng rawuh' -> Bahasa Jawa; (2) 'Wilujeng sumping' -> Bahasa Sunda; (3) 'Tabea' -> Bahasa Minahasa/Sulawesi Utara; (4) 'Salama' ki' -> Bahasa Makassar/Bugis (13 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar kerja dengan kunci jawaban dan mengidentifikasi bahasa daerah apa saja yang digunakan oleh diri sendiri maupun teman di kelas (8 menit).
  • Murid memberikan tanda centang pada tabel refleksi diri mengenai kemampuan membedakan bahasa daerah diri dan teman di kelas (7 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa setiap teman memiliki kekayaan bahasa daerah yang berbeda sesuai suku bangsanya dan semuanya memperkaya Indonesia (4 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil belajar, menyampaikan topik pembelajaran pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu sapaan daerah bergambar lambang daerah untuk murid yang membutuhkan visual konkret, serta daftar ungkapan daerah yang lebih beragam bagi murid yang berpencapaian tinggi.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang masih kesulitan membedakan suku asal bahasa daerah, sementara murid yang cepat menyelesaikan tugas membedakan secara mandiri.
  • Produk: Murid dapat melingkari pilihan ganda atau menarik garis penghubung pada lembar kerja untuk menunjukkan pembedaan identitas bahasa daerah.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: Murid diminta menentukan asal bahasa daerah dari 3 ungkapan sapaan: 'Sampurasun' (Bahasa Sunda), 'Horas' (Bahasa Batak), dan 'Sugeng enjang' (Bahasa Jawa). Guru mencatat kesiapan murid yang sudah mampu membedakan minimal 2 dari 3 ungkapan secara tepat.

Proses:

  • Penilaian lembar kerja 'Detektif Bahasa Sekitar' yang memuat 4 butir penjodohan ungkapan dan bahasa daerah: (1) 'Sugeng rawuh' dipasangkan dengan Bahasa Jawa; (2) 'Wilujeng sumping' dipasangkan dengan Bahasa Sunda; (3) 'Tabea' dipasangkan dengan Bahasa Minahasa/Sulawesi Utara; (4) 'Salama' ki' dipasangkan dengan Bahasa Makassar/Bugis. Kriteria ketercapaian: membedakan minimal 3 dari 4 butir secara tepat.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat: Murid menuliskan identitas bahasa daerah yang digunakan oleh dirinya sendiri dan 1 orang teman sebangku (acuan kriteria: menyebutkan nama teman, bahasa daerah asal teman, dan membedakannya dari bahasa daerah diri sendiri secara tepat).

Formatif:

  • Pemeriksaan lembar kerja menjodohkan ungkapan sapaan dengan bahasa daerah yang bersesuaian.
  • Observasi unjuk kerja saat aktivitas membedakan kartu sapaan daerah bersama pasangan.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membedakan Identitas Bahasa Daerah Diri dan TemanBelum mampu membedakan identitas bahasa daerah yang digunakan diri dan teman (0-1 butir tepat dari 4 butir latihan).Mampu membedakan identitas bahasa daerah yang digunakan diri dan teman dengan bantuan guru (2 butir tepat dari 4 butir latihan).Mampu membedakan identitas bahasa daerah yang digunakan diri dan teman secara mandiri (3 butir tepat dari 4 butir latihan).Mampu membedakan seluruh identitas bahasa daerah yang digunakan diri dan teman secara mandiri dan konsisten (4 butir tepat dari 4 butir latihan).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat mengidentifikasi dan membedakan identitas bahasa daerah yang digunakan diri sendiri dan teman?
  • Bagian mana dari aktivitas membedakan bahasa daerah yang paling menarik perhatian dan mudah dipahami murid?

Murid:

  • Bahasa daerah apa saja yang baru kamu ketahui dari teman-temanmu hari ini?
  • Apakah kamu dapat menyebutkan perbedaan bahasa daerah yang kamu gunakan di rumah dengan bahasa daerah temanmu?

Pertemuan 8 — Membedakan Identitas Diri, Keluarga, dan Teman Berdasarkan Suku Bangsa dan Ragam Bahasa Daerah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.3.2 Membedakan identitas diri, keluarga, dan teman-temannya sesuai suku bangsa dan bahasa di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan mengondisikan kesiapan belajar (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran bahwa hari ini murid akan membedakan identitas diri, keluarga, dan teman berdasarkan suku bangsa dan ragam bahasa daerah (2 menit).
  • Guru memberikan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan: (1) 'Jika Ayah bersuku Jawa menggunakan bahasa Jawa dan Ibu bersuku Sunda menggunakan bahasa Sunda, apa perbedaan suku bangsa dan bahasa keduanya?' (acuan: Ayah suku Jawa & bahasa Jawa, Ibu suku Sunda & bahasa Sunda); (2) 'Jika Made berasal dari suku Bali berbahasa Bali sedangkan Danu bersuku Batak berbahasa Batak, apa perbedaannya?' (acuan: perbedaan terletak pada suku bangsa Bali vs Batak dan ragam bahasa daerah Bali vs Batak) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati dan membaca teks profil komik singkat pada buku teks tentang keluarga Abed dan teman-temannya: Tokoh 1: Diri Abed (suku campuran Toraja-Sunda, bahasa Toraja, Sunda, Indonesia); Tokoh 2: Ayah Abed (suku Toraja, bahasa Toraja); Tokoh 3: Ibu Abed (suku Sunda, bahasa Sunda); Tokoh 4: Teman Siti (suku Banjar, bahasa Banjar); Tokoh 5: Teman Wayan (suku Bali, bahasa Bali) (7 menit).
  • Murid dipandu guru mengidentifikasi unsur pembeda suku bangsa dan bahasa daerah dari teks tersebut dengan mengisi tabel perbandingan bersama (acuan pembeda: suku Toraja/bahasa Toraja, suku Sunda/bahasa Sunda, suku Banjar/bahasa Banjar, suku Bali/bahasa Bali) (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan kartu tantangan berpasangan 'Cocokkan Kartu Suku dan Bahasa': secara bergantian murid mengambil kartu profil dan memasangkan suku bangsa dengan bahasa daerah yang sesuai serta menunjukkan perbedaan identitasnya secara lisan pada pasangan (kartu 1: Suku Jawa -> Bahasa Jawa; kartu 2: Suku Sunda -> Bahasa Sunda; kartu 3: Suku Batak -> Bahasa Batak; kartu 4: Suku Minang -> Bahasa Minang) (12 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja 'Matriks Perbedaan Identitas Budaya' untuk membedakan identitas 4 profil: (1) Diri (Suku Jawa, Bahasa Jawa); (2) Keluarga/Ibu (Suku Sunda, Bahasa Sunda); (3) Teman A (Suku Bugis, Bahasa Bugis); (4) Teman B (Suku Asmat, Bahasa Asmat) dengan menuliskan perbedaannya pada lembar kerja (13 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memverifikasi ketepatan hasil pengisian lembar kerja dengan panduan kunci acuan guru di papan tulis (5 menit).
  • Murid menyimpulkan persamaan bahwa setiap suku bangsa memiliki bahasa daerahnya masing-masing yang memperkaya keberagaman lingkungan sekitar (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan cek pemahaman akhir melalui 2 soal cepat: (1) 'Sebutkan perbedaan suku bangsa dan bahasa antara suku Banjar dan suku Bali!' (acuan: Suku Banjar berbahasa Banjar, suku Bali berbahasa Bali); (2) 'Apakah suku bangsa dan bahasa dalam satu keluarga selalu sama? Berikan contohnya!' (acuan: tidak selalu sama, contohnya Ayah suku Jawa berbahasa Jawa dan Ibu suku Sunda berbahasa Sunda) (5 menit).
  • Guru menyampaikan apresiasi atas proses belajar hari ini dan menutup pembelajaran dengan doa bersama serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu profil dengan petunjuk visual gambar ikon daerah untuk murid yang membutuhkan scaffolding; teks profil narasi deskriptif untuk murid berpencapaian tinggi.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan suku dan bahasa; murid yang telah mahir membedakan profil yang memiliki latar belakang suku campuran orang tua.
  • Produk: Murid dapat menyajikan pembedaan identitas suku dan bahasa dalam bentuk tabel centang berpasangan atau isian kalimat deskriptif singkat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan membedakan suku bangsa dan bahasa daerah: (1) Membedakan Ayah suku Jawa & bahasa Jawa dengan Ibu suku Sunda & bahasa Sunda (acuan: Ayah suku Jawa bahasa Jawa vs Ibu suku Sunda bahasa Sunda); (2) Membedakan Made suku Bali & bahasa Bali dengan Danu suku Batak & bahasa Batak (acuan: perbedaan terletak pada suku bangsa Bali vs Batak dan bahasa daerah Bali vs Batak).

Proses:

  • Observasi keterlibatan dan ketepatan murid membedakan kartu pasangan suku bangsa dan bahasa daerah pada permainan berpasangan (acuan 4 pasangan: Suku Jawa-Bahasa Jawa, Suku Sunda-Bahasa Sunda, Suku Batak-Bahasa Batak, Suku Minang-Bahasa Minang).
  • Pemeriksaan Lembar Kerja 'Matriks Perbedaan Identitas Budaya' membedakan identitas diri, keluarga, dan teman (acuan: tepat mengisi perbedaan suku bangsa dan bahasa daerah untuk 4 profil: Diri-Jawa/Jawa, Ibu-Sunda/Sunda, Teman A-Bugis/Bugis, Teman B-Asmat/Asmat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Soal 1 membedakan Suku Banjar dan Suku Bali (acuan: Banjar suku Banjar & bahasa Banjar, Bali suku Bali & bahasa Bali); Soal 2 keberagaman suku bangsa dalam keluarga (acuan: tidak selalu sama, contohnya Ayah suku Jawa berbahasa Jawa dan Ibu suku Sunda berbahasa Sunda).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja membedakan identitas suku bangsa dan ragam bahasa daerah pada lembar kerja matriks identitas.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membedakan identitas suku bangsa diri, keluarga, dan temanBelum mampu membedakan identitas suku bangsa antara diri, keluarga, dan teman (0 dari 4 profil tepat).Mampu membedakan identitas suku bangsa sebagian kecil profil (1-2 dari 4 profil tepat: Diri-Jawa, Keluarga-Sunda, Teman A-Bugis, Teman B-Asmat) dengan bimbingan guru.Mampu membedakan identitas suku bangsa sebagian besar profil (3 dari 4 profil tepat: Diri-Jawa, Keluarga-Sunda, Teman A-Bugis, Teman B-Asmat) secara mandiri.Mampu membedakan seluruh identitas suku bangsa (4 dari 4 profil tepat: Diri-Jawa, Keluarga-Sunda, Teman A-Bugis, Teman B-Asmat) secara mandiri dan tepat.
Membedakan ragam bahasa daerah diri, keluarga, dan temanBelum mampu membedakan ragam bahasa daerah antara diri, keluarga, dan teman (0 dari 4 bahasa daerah tepat).Mampu membedakan ragam bahasa daerah sebagian kecil profil (1-2 dari 4 bahasa tepat: Jawa, Sunda, Bugis, Asmat) dengan bimbingan guru.Mampu membedakan ragam bahasa daerah sebagian besar profil (3 dari 4 bahasa tepat: Jawa, Sunda, Bugis, Asmat) secara mandiri.Mampu membedakan seluruh ragam bahasa daerah (4 dari 4 bahasa tepat: Jawa, Sunda, Bugis, Asmat) secara mandiri dan tepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas permainan kartu memfasilitasi murid memahami perbedaan suku bangsa dan bahasa daerah secara konkret?
  • Apakah seluruh murid mampu mengisi matriks pembedaan identitas suku bangsa dan bahasa daerah secara tepat?

Murid:

  • Apa hal baru yang kamu ketahui tentang perbedaan bahasa daerah teman-temanmu hari ini?
  • Bagian mana dari kegiatan membedakan suku bangsa dan bahasa daerah yang paling menyenangkan bagimu?

Pertemuan 9 — Menghargai Keberagaman Budaya Berupa Pakaian dan Kesenian Teman di Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.3.3 Menghargai identitas, keluarga, dan teman-temannya sesuai budaya, suku bangsa, dan bahasa di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (2 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan mengondisikan kelas agar tertib dan siap belajar (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu belajar menghargai keberagaman pakaian adat dan kesenian daerah teman di sekolah (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: guru membacakan 2 situasi sikap, yaitu (1) memuji keindahan hiasan kepala baju adat teman, dan (2) menertawakan gerakan tari daerah teman, lalu meminta murid mengacungkan jempol ke atas jika menunjukkan sikap menghargai dan jempol ke bawah jika tidak menghargai (acuan: situasi 1 = jempol ke atas/menghargai, situasi 2 = jempol ke bawah/tidak menghargai) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru melalui tayangan gambar tentang peragaan busana adat dan pertunjukan tari daerah di sekolah yang mencerminkan kekayaan budaya (6 menit).
  • Murid menyimak dan mencermati pemodelan contoh ungkapan dan tindakan nyata untuk menghargai pakaian adat serta kesenian daerah teman, seperti memberikan tepuk tangan apresiatif dan mengucapkan kalimat pujian santun (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid secara berpasangan memainkan permainan tantangan apresiasi 'Tepuk Pujian Sahabat Budaya', di mana satu murid menunjukkan kartu gambar budaya (pakaian adat Lambung dari Sasak atau tari Saman dari Aceh) dan pasangannya berlatih menyampaikan 1 kalimat apresiasi menghargai secara bergantian dengan ceria (12 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Apresiasi yang memuat 4 butir pernyataan pilihan sikap: (1) 'Teman memakai baju adat Bodo khas Bugis: Saya tersenyum dan memuji keindahannya (A) / mengejek bentuk bajunya (B)', (2) 'Teman mementaskan tari Jaipong: Saya bertepuk tangan bangga (A) / mengobrol sendiri saat tari berlangsung (B)', (3) 'Teman memakai topi adat Blangkon Jawa: Saya menghargai pakaian khasnya (A) / menarik topi tersebut tanpa izin (B)', (4) 'Teman menyanyikan lagu daerah Ampar-Ampar Pisang: Saya mendengarkan dengan penuh hormat (A) / menertawakan nada lagunya (B)' (acuan pilihan tepat sikap menghargai: butir 1 = A, butir 2 = A, butir 3 = A, butir 4 = A) (13 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama guru membahas hasil lembar kerja dengan mengonfirmasi pilihan sikap yang benar-benar mencerminkan sikap menghargai keberagaman pakaian dan kesenian teman (6 menit).
  • Murid merenungkan perasaannya saat berhasil menunjukkan sikap saling menghargai penampilan budaya teman tanpa mencela atau membeda-bedakan (6 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan pentingnya menghargai setiap pakaian adat dan kesenian daerah yang dimiliki teman di lingkungan sekolah (3 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa umpan balik lisan singkat: 'Sebutkan 1 contoh tindakan menghargai saat temanmu sedang memakai pakaian adat atau mementaskan kesenian di depan kelas!' (kriteria penerimaan: jawaban menyebutkan tindakan menghormati/memuji/menepuk tangan/memperhatikan tanpa mencela) (5 menit).
  • Guru menutup sesi pembelajaran dengan menyampaikan rencana topik pertemuan berikutnya dan mengajak murid berdoa bersama sebelum mengakhiri kelas (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar dengan panduan simbol senyum/cemberut untuk membedakan sikap menghargai dan tidak menghargai, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan skenario situasi keberagaman budaya yang memuat interaksi antarsuku.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru membacakan kalimat skenario pada lembar kerja, sedangkan murid yang mandiri langsung menganalisis sikap pada lembar kerja secara perseorangan.
  • Produk: Murid bebas menunjukkan pemahaman sikap menghargai melalui tanda silang/centang pilihan jawaban pada lembar kerja atau melisankan pilihannya secara langsung.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan memahami sikap menghargai budaya melalui respon isyarat jempol atas/bawah terhadap 2 situasi: (1) memuji keindahan hiasan kepala baju adat teman (acuan: jempol ke atas/menghargai), (2) menertawakan gerakan tari daerah teman (acuan: jempol ke bawah/tidak menghargai).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan dan kesesuaian ucapan apresiatif murid saat bermain tantangan apresiasi 'Tepuk Pujian Sahabat Budaya' berpasangan.
  • Pemeriksaan ketepatan lembar kerja 4 butir pilihan sikap menghargai pakaian dan kesenian daerah (acuan: 1=A, 2=A, 3=A, 4=A).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: murid menyebutkan 1 tindakan konkret menghargai penampilan pakaian adat atau kesenian daerah teman di kelas (kriteria penerimaan operasional: tindakan berfokus pada penghormatan, tepuk tangan apresiatif, mendengarkan/memperhatikan, atau kalimat pujian sopan tanpa unsur merendahkan).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja berpasangan pada permainan apresiasi 'Tepuk Pujian Sahabat Budaya'
  • Penilaian tes tertulis Lembar Kerja Apresiasi keberagaman pakaian dan kesenian daerah (4 butir pilihan)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menghargai Keberagaman Budaya Berupa Pakaian dan Kesenian TemanMemilih sikap menghargai dengan tepat pada 1 dari 4 butir situasi pakaian dan kesenian teman serta membutuhkan bimbingan penuh guru.Memilih sikap menghargai dengan tepat pada 2 dari 4 butir situasi pakaian dan kesenian teman dengan arahan berkala guru.Memilih sikap menghargai dengan tepat pada 3 dari 4 butir situasi pakaian dan kesenian teman secara mandiri.Memilih sikap menghargai dengan tepat pada seluruh (4 dari 4) butir situasi pakaian dan kesenian teman secara konsisten dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas bermain tantangan apresiasi berhasil menumbuhkan rasa saling menghargai budaya teman di kalangan murid?
  • Bagian mana dari kegiatan yang paling efektif membantu murid memahami pentingnya tidak mencela perbedaan pakaian dan kesenian daerah?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu ketika belajar memuji pakaian adat dan kesenian daerah teman hari ini?
  • Sikap apa yang akan kamu lakukan jika melihat teman memakai baju adat atau menari tarian daerah yang baru pertama kali kamu lihat?

Pertemuan 10 — Menghargai Identitas Asal Suku Bangsa Diri, Keluarga, dan Teman di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.3.3 Menghargai identitas, keluarga, dan teman-temannya sesuai budaya, suku bangsa, dan bahasa di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kesiapan belajar (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menunjukkan sikap menghargai identitas asal suku bangsa diri, keluarga, dan teman di lingkungan sekitar (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat dengan menampilkan 2 pernyataan sikap di papan tulis: (1) 'Bermain hanya dengan teman yang satu suku bangsa saja' dan (2) 'Mengajak bermain semua teman tanpa membeda-bedakan asal sukunya'. Murid diminta mengangkat tangan untuk memilih pernyataan yang menunjukkan sikap menghargai (acuan: pernyataan 2 adalah sikap menghargai, sedangkan pernyataan 1 bukan sikap menghargai) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak ulasan guru mengenai arti menghargai keberagaman suku bangsa, yaitu menerima, memperlakukan dengan adil, dan tidak mengejek latar belakang suku bangsa diri, keluarga, maupun teman (5 menit).
  • Murid membaca teks studi kasus singkat tentang 3 situasi pergaulan di kelas: Situasi A (Made dari suku Bali diejek karena nama sukunya), Situasi B (Dayu dari suku Bali diajak bergabung piket bersama teman dari suku lain), dan Situasi C (Edo bangga mengenalkan asal suku Asmat keluarganya tanpa merasa malu). Murid mengidentifikasi situasi mana saja yang mencerminkan sikap menghargai (acuan: Situasi B dan C mencerminkan sikap menghargai; Situasi A mencerminkan sikap tidak menghargai) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bermain tantangan berpasangan 'Kuis Kartu Sikap': setiap pasangan murid menerima 4 kartu pernyataan tindakan terhadap suku bangsa teman dan bertugas memilahnya ke dalam kotak 'Menghargai' atau kotak 'Tidak Menghargai' (15 menit). Rincian 4 kartu: (1) Kartu A: 'Memuji pakaian adat suku teman yang sedang dipakai saat pawai' -> Menghargai; (2) Kartu B: 'Menolak duduk sebangku karena teman berasal dari luar pulau' -> Tidak Menghargai; (3) Kartu C: 'Menertawakan logat atau ciri khas keluarga teman yang berbeda suku' -> Tidak Menghargai; (4) Kartu D: 'Mau mendengarkan cerita teman tentang tradisi suku asalnya dengan tenang' -> Menghargai (acuan pengelompokan tepat: Menghargai = Kartu A dan Kartu D; Tidak Menghargai = Kartu B dan Kartu C).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Refleksi Pilihan Sikap berisi 3 situasi pergaulan antarsuku dan memilih respon tindakan yang mencerminkan sikap menghargai suku bangsa (15 menit). Rincian butir: Situasi 1: Teman baru dari suku Sunda belum lancar berbahasa setempat di kelas -> Pilihan respon yang tepat: Membantu dan berteman dengannya tanpa mengolok-olok; Situasi 2: Ibu teman membawa masakan khas sukunya saat acara kelas -> Pilihan respon yang tepat: Menghormati dan mencicipi dengan sopan atau mengucapkan terima kasih; Situasi 3: Terjadi pembagian kelompok belajar antarteman berbeda suku -> Pilihan respon yang tepat: Bersedia satu kelompok dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan asal sukunya.

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil pemilahan kartu dan lembar refleksi sikap secara terbuka dan sadar (5 menit).
  • Murid mengungkapkan satu komitmen pribadi sederhana tentang cara ia menghargai teman atau tetangga yang berbeda suku di lingkungan sekitarnya (5 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan bahwa setiap suku bangsa memiliki keunikan yang setara dan wajib dihargai dalam kehidupan sehari-hari (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas pemahaman sikap menghargai keragaman suku bangsa yang telah ditunjukkan murid selama pembelajaran serta menutup kelas dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks situasi dengan kalimat pendek dan ikon visual penanda sikap (jempol ke atas/jempol ke bawah), sedangkan murid yang cepat diberikan skenario situasi tambahan mengenai menghargai tradisi keluarga teman yang berbeda suku.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan membedakan sikap menghargai didampingi guru melalui pembacaan terbimbing pada kartu kuis, sedangkan murid yang mandiri langsung memilah kartu secara berpasangan.
  • Produk: Semua murid menghasilkan bukti pemilahan kartu sikap dan penentuan respon menghargai pada 3 situasi pergaulan antarsuku yang sama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik memilih 1 dari 2 pernyataan sikap antarsuku: Pernyataan 1 ('Bermain hanya dengan teman yang satu suku bangsa saja') dan Pernyataan 2 ('Mengajak bermain semua teman tanpa membeda-bedakan asal sukunya') (acuan: pernyataan 2 adalah sikap menghargai, pernyataan 1 bukan).

Proses:

  • Kuis Kartu Sikap berpasangan: murid memilah 4 kartu pernyataan ke kategori Menghargai (Kartu A: Memuji pakaian adat suku teman; Kartu D: Mendengarkan cerita tradisi suku teman) dan Tidak Menghargai (Kartu B: Menolak duduk sebangku karena beda pulau; Kartu C: Menertawakan logat/ciri suku teman). Indikator: tepat mengelompokkan minimal 3 dari 4 kartu sesuai acuan.

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan Lembar Refleksi Pilihan Sikap pada 3 situasi pergaulan: Situasi 1 (membantu teman suku Sunda tanpa mengolok-olok), Situasi 2 (menghormati masakan khas suku teman), Situasi 3 (bersedia satu kelompok belajar dengan suku apa saja). Kriteria: tepat menentukan respon menghargai pada minimal 2 dari 3 situasi sesuai acuan penerimaan.

Formatif:

  • Pengamatan kinerja pemilahan 4 kartu pernyataan tindakan ke dalam kategori Menghargai dan Tidak Menghargai
  • Pemeriksaan lembar refleksi pilihan sikap menghargai pada 3 situasi pergaulan antarsuku bangsa

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menghargai Asal Suku Bangsa Diri, Keluarga, dan TemanMurid belum dapat menentukan tindakan yang menghargai keberagaman suku bangsa (hanya 0-1 kartu tepat pada Kuis Kartu Sikap dan keliru menentukan respon pada lembar refleksi situasi).Murid mulai dapat menentukan tindakan yang menghargai keberagaman suku bangsa dengan bimbingan (tepat memilah 2 dari 4 kartu sikap dan menentukan 1 respon tepat pada lembar refleksi situasi).Murid mampu menentukan tindakan yang menghargai keberagaman suku bangsa secara mandiri (tepat memilah 3-4 kartu sikap dan menentukan 2-3 respon tepat pada lembar refleksi situasi sesuai acuan).Murid konsisten menentukan seluruh tindakan menghargai keberagaman suku bangsa dengan tepat (tepat memilah seluruh 4 kartu sikap dan seluruh 3 respon situasi pada lembar refleksi secara tepat dan mandiri tanpa keraguan).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas bermain kartu sikap efektif membantu murid memahami contoh nyata perilaku menghargai perbedaan suku bangsa?
  • Apakah terdapat murid yang masih memiliki prasangka terhadap suku bangsa lain yang membutuhkan pembinaan empati lebih lanjut?

Murid:

  • Apa tindakan menghargai yang sudah kamu lakukan jika memiliki teman yang berbeda suku bangsa?
  • Bagaimana perasaanmu saat teman menghargai dan menerima suku bangsa asal keluargamu?

Pertemuan 11 — Menghargai Penggunaan Bahasa Daerah Teman dan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Persatuan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.3.3 Menghargai identitas, keluarga, dan teman-temannya sesuai budaya, suku bangsa, dan bahasa di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan meminta seorang murid memimpin doa bersama (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan dengan membacakan 2 situasi singkat: (1) 'Temanmu menyapa dalam bahasa daerah asalnya, apa sikap menghargai yang kamu tunjukkan?' (acuan jawaban: mendengarkan dengan sopan/tersenyum/meminta dijelaskan artinya dengan santun); (2) 'Mengapa saat bermain bersama teman beragam suku kita memakai bahasa Indonesia?' (acuan jawaban: agar semua teman saling mengerti/sebagai bahasa persatuan) untuk memetakan kesiapan murid (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu belajar menghargai bahasa daerah teman dan menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru melalui contoh 4 kartu ungkapan sapaan bahasa daerah dan padanannya dalam bahasa Indonesia: (1) 'Matur nuwun' (Bahasa Jawa) = 'Terima kasih'; (2) 'Hatur nuhun' (Bahasa Sunda) = 'Terima kasih'; (3) 'Tarimo kasih' (Bahasa Minang) = 'Terima kasih'; (4) 'Matur suksma' (Bahasa Bali) = 'Terima kasih', serta mendiskusikan bahwa keberagaman bahasa daerah patut dihargai dan bahasa Indonesia berperan menyatukan komunikasi kita (10 menit).
  • Murid menyimak tayangan/contoh situasi yang diperagakan guru mengenai pentingnya bersikap santun saat mendengar bahasa daerah teman dan beralih ke bahasa Indonesia agar semua teman paham (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid memainkan permainan berpasangan 'Tebak Sapaan Sahabat': secara bergantian murid mengambil 1 dari 4 kartu sapaan daerah ('Matur nuwun' dari Jawa, 'Hatur nuhun' dari Sunda, 'Tarimo kasih' dari Minang, 'Matur suksma' dari Bali), menyapa pasangannya dengan ramah, dan pasangannya merespons dengan sikap menghargai serta menyebutkan padanannya dalam bahasa Indonesia persatuan (10 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Sikap Menghargai Bahasa dengan menentukan sikap 'Tepat Menghargai' atau 'Tidak Menghargai' pada 4 pernyataan berikut: (1) Mengejek teman yang berbicara dengan logat bahasa daerahnya (acuan: Tidak Menghargai); (2) Mendengarkan dengan sopan ketika teman bercerita tentang kosakata bahasa daerah asalnya (acuan: Tepat Menghargai); (3) Memakai bahasa Indonesia saat berdiskusi bersama teman dari berbagai suku agar semua paham (acuan: Tepat Menghargai); (4) Melarang teman menggunakan bahasa persatuan bahasa Indonesia di sekolah (acuan: Tidak Menghargai) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru memeriksa jawaban LK dan mengidentifikasi mengapa sikap menghargai bahasa daerah teman dan penggunaan bahasa Indonesia penting dalam menjaga kerukunan antarsuku (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid dan memfasilitasi refleksi akhir mengenai perasaan dan komitmen murid untuk selalu menghargai bahasa daerah teman serta bangga menggunakan bahasa Indonesia (5 menit).
  • Guru menutup pembelajaran dengan apresiasi dan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan bergambar yang menyandingkan teks sapaan daerah dan artinya; murid yang cepat diberikan 2 variasi kosakata tambahan (misalnya kata 'apa kabar' dalam berbagai bahasa daerah).
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru secara terbimbing saat membaca pernyataan LK; murid mahir menyelesaikan LK secara mandiri.
  • Produk: Tingkat ketepatan identifikasi sikap menghargai bahasa pada LK disesuaikan dengan kemandirian murid tanpa mengubah kriteria penilaian.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan kesiapan sikap dengan 2 situasi: (1) Respon saat mendengar teman menyapa dalam bahasa daerah (acuan penerimaan: menunjukkan sikap sopan, mendengarkan, atau menanyakan artinya secara ramah); (2) Alasan memakai bahasa Indonesia di kelas majemuk (acuan penerimaan: agar semua teman saling mengerti satu sama lain sebagai bahasa persatuan).

Proses:

  • Observasi formatif sikap menghargai saat aktivitas simulasi sapaan berpasangan menggunakan rubrik pengamatan sikap.
  • Pemeriksaan Lembar Kerja Sikap Menghargai Bahasa dengan kunci jawaban acuan: Butir 1 = Tidak Menghargai; Butir 2 = Tepat Menghargai; Butir 3 = Tepat Menghargai; Butir 4 = Tidak Menghargai.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Menentukan sikap yang benar saat berbicara dengan teman yang berbeda bahasa daerah (acuan penerimaan: menghormati bahasa daerah teman dan menggunakan bahasa Indonesia untuk berkomunikasi bersama).

Formatif:

  • Penilaian kinerja unjuk sikap santun dan menghargai saat permainan sapaan berpasangan
  • Pemeriksaan Lembar Kerja Identifikasi Sikap Menghargai Keberagaman Bahasa Daerah dan Bahasa Persatuan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menghargai keberagaman bahasa daerah teman dan penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuanMenentukan secara tepat 1 dari 4 sikap menghargai keberagaman bahasa daerah dan bahasa Indonesia pada lembar kerja dengan bimbingan penuh guru.Menentukan secara tepat 2 dari 4 sikap menghargai keberagaman bahasa daerah dan bahasa Indonesia pada lembar kerja dengan arahan guru.Menentukan secara tepat 3 dari 4 sikap menghargai keberagaman bahasa daerah dan bahasa Indonesia pada lembar kerja secara mandiri.Menentukan secara tepat seluruh (4 dari 4) sikap menghargai keberagaman bahasa daerah dan bahasa Indonesia pada lembar kerja secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid telah mampu menunjukkan sikap menghargai ketika mendengar keragaman bahasa daerah teman?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam memahami peran bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan selama kegiatan berlangsung?

Murid:

  • Apa yang akan kamu lakukan jika temanmu berbicara menggunakan bahasa daerah yang belum kamu ketahui?
  • Kapan kamu harus menggunakan bahasa Indonesia saat bersama teman-temanmu di sekolah?

Pertemuan 12 — Menunjukkan Sikap Menghargai Keragaman Identitas Budaya, Suku Bangsa, dan Bahasa Teman — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.3.3 Menghargai identitas, keluarga, dan teman-temannya sesuai budaya, suku bangsa, dan bahasa di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menunjukkan sikap menghargai keragaman identitas budaya, suku bangsa, dan bahasa teman (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: murid mengamati 2 gambar situasi perilaku antarteman (Gambar A: anak tersenyum dan menyapa teman yang memakai baju adat daerah lain; Gambar B: anak menertawakan teman yang berbicara dengan dialek daerahnya) lalu murid mengacungkan kartu hijau untuk situasi yang menghargai dan kartu merah untuk situasi yang tidak menghargai (acuan: Gambar A = menghargai/kartu hijau; Gambar B = tidak menghargai/kartu merah) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang bentuk-bentuk sikap menghargai keragaman identitas budaya (tidak mencela baju adat/kesenian teman), suku bangsa (berteman tanpa membeda-bedakan asal suku), dan bahasa daerah (tidak mengejek logat atau bahasa ibu teman) di lingkungan sekitar (10 menit).
  • Murid secara berpasangan mengidentifikasi contoh tindakan menghargai dan tidak menghargai berdasarkan 3 studi kasus singkat yang dibagikan guru: Kasus 1 (Wayang: memuji tarian adat teman), Kasus 2 (Batak: mengejek marga/suku teman), Kasus 3 (Jawa: mendengarkan teman bercerita memakai kata daerah tanpa mengolok-olok) (acuan: Kasus 1 = menghargai; Kasus 2 = tidak menghargai; Kasus 3 = menghargai) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Guru mengadakan aktivitas interaktif menggembirakan 'Kuis Pilihan Sikapku': guru membacakan 4 pernyataan situasi keragaman budaya, suku, dan bahasa secara bergantian, lalu setiap murid mengangkat kartu 'Jempol Atas' (jika menunjukkan sikap menghargai) atau 'Jempol Bawah' (jika tidak menghargai). Keempat pernyataan: (1) Menyapa dengan sopan teman suku Asmat yang baru pindah (acuan: Jempol Atas); (2) Menutup telinga saat teman menampilkan lagu daerah Minang (acuan: Jempol Bawah); (3) Ikut bertepuk tangan gembira melihat teman memakai topi adat Dayak (acuan: Jempol Atas); (4) Melarang teman ikut bermain bola karena logat bicaranya medok (acuan: Jempol Bawah) (10 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Kerja Sikap Menghargai secara mandiri dengan memberi tanda centang (✓) pada 4 kolom pilihan tindakan yang tepat untuk menunjukkan sikap menghargai keragaman: Situasi 1 (Teman memakai kebaya di hari Kartini -> acuan tepat: Memuji kerapian pakaian adatnya); Situasi 2 (Teman bersuku Sunda kesulitan melafalkan huruf tertentu -> acuan tepat: Mengajak berbicara santai tanpa menertawakan); Situasi 3 (Teman menampilkan tarian poco-poco -> acuan tepat: Menonton dan bertepuk tangan); Situasi 4 (Teman bercerita tentang tradisi sukunya -> acuan tepat: Menyimak dengan rasa ingin tahu dan ramah) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar kerja dengan acuan sikap menghargai, lalu murid memeriksa sendiri tindakan mana yang sudah dan belum mereka tunjukkan dalam pergaulan sehari-hari di kelas (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap pentingnya menjaga kerukunan dengan selalu menunjukkan sikap menghargai budaya, suku bangsa, dan bahasa teman di sekolah (5 menit).
  • Guru dan murid menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan visual disediakan lembar bergambar ekspresi sikap ramah vs mengejek; untuk murid berpencapaian tinggi disediakan lembar teks situasi yang lebih bervariasi.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan membedakan sikap menghargai didampingi secara langsung oleh guru saat mencermati situasi lembar kerja; murid cepat menyelesaikan tugas secara mandiri.
  • Produk: Murid yang memerlukan dukungan dapat menjawab dengan menempel simbol senyum/sedih pada situasi, sedangkan murid reguler dan mahir memberi tanda centang dan memilih opsi tindakan tertulis.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik respon visual 2 gambar situasi: Murid mengangkat kartu hijau jika situasi menunjukkan sikap menghargai dan kartu merah jika tidak menghargai (Gambar A: menyapa teman berbaju adat lain; acuan = kartu hijau; Gambar B: menertawakan teman berlogat daerah; acuan = kartu merah).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid mengangkat kartu Jempol Atas/Bawah pada kuis 4 situasi keberagaman (acuan: situasi 1 Jempol Atas, situasi 2 Jempol Bawah, situasi 3 Jempol Atas, situasi 4 Jempol Bawah).
  • Pemeriksaan Lembar Kerja Sikap Menghargai (acuan ketepatan: Situasi 1 = Memuji pakaian adatnya; Situasi 2 = Tidak menertawakan; Situasi 3 = Menonton dan bertepuk tangan; Situasi 4 = Menyimak dengan ramah).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri di akhir sesi: Murid memilih 1 komitmen tindakan menghargai dari daftar tindakan acuan (misal: 'Aku mau mendengarkan teman saat berbicara bahasa daerah tanpa mengejek') dan mencentangnya pada lembar refleksi diri.

Formatif:

  • Observasi respon murid dalam kuis pilihan sikap 'Jempol Atas/Bawah' terhadap 4 pernyataan situasi keragaman budaya, suku bangsa, dan bahasa.
  • Penilaian Lembar Kerja Sikap Menghargai (menentukan 4 tindakan menghargai pada situasi keragaman budaya, suku, dan bahasa).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Sikap Menghargai Keragaman Budaya, Suku Bangsa, dan BahasaMenentukan 1 tindakan menghargai keragaman budaya, suku bangsa, atau bahasa dari 4 situasi yang disajikan dengan bimbingan penuh guru.Menentukan 2 tindakan menghargai keragaman budaya, suku bangsa, dan bahasa dari 4 situasi yang disajikan dengan sedikit arahan.Menentukan 3 tindakan menghargai keragaman budaya, suku bangsa, dan bahasa dari 4 situasi yang disajikan secara tepat dan mandiri.Menentukan seluruh 4 tindakan menghargai keragaman budaya, suku bangsa, dan bahasa dari 4 situasi yang disajikan secara tepat, konsisten, dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas kuis situasi berhasil memahamkan murid mengenai wujud nyata sikap menghargai keragaman budaya, suku, dan bahasa teman?
  • Bagaimana keterlibatan murid yang pasif saat mengidentifikasi sikap terpuji terhadap perbedaan teman di kelas?

Murid:

  • Sikap menghargai apa yang sudah pernah kamu lakukan kepada teman yang berbeda suku atau bahasa?
  • Apa yang akan kamu lakukan mulai besok jika mendengar teman berbicara dengan bahasa daerahnya?

Pertemuan 13 — Menunjukkan Perilaku Bekerja Sama dalam Permainan Tradisional Antarsuku Bangsa — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.3.4 Menunjukkan perilaku bekerja sama dalam berbagai bentuk keberagaman suku bangsa dan budaya di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru mengaitkan pembelajaran sebelumnya tentang keberagaman dengan mengenalkan permainan tradisional lintas suku, seperti permainan lompat tali/sapintrong dari Sunda dan bakiak/terompah panjang dari Sumatra Barat (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 3 gambar situasi kerja sama dalam permainan tradisional dan meminta murid mengidentifikasi mana situasi yang menunjukkan kerja sama antarteman beragam suku (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati teks bergambar tentang makna kerja sama dalam permainan tradisional (seperti sapintrong/lompat tali karet dan bakiak regu) tanpa membeda-bedakan asal suku bangsa teman (10 menit).
  • Murid dalam kelompok heterogen (terdiri atas murid dari latar belakang suku/budaya berbeda) membaca panduan bersama cara merangkai rantai karet sapintrong dan aturan bermain secara kompak (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid bersama kelompoknya bekerja sama merangkai tali karet sapintrong sepanjang 200 cm, di mana setiap anggota bergantian menyambung karet sesuai instruksi kerja (10 menit).
  • Murid dalam kelompok mempraktikkan permainan tradisional sapintrong secara bergantian (berperan memegang ujung tali dan melompat) dengan menunjukkan perilaku saling membantu, berbagi giliran secara adil, dan menyemangati teman tanpa membeda-bedakan suku bangsa (18 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama kelompok duduk melingkar dengan tenang dan berkesadaran mengidentifikasi perilaku kerja sama yang telah mereka tunjukkan selama bermain (misalnya: memegang tali bersama, menunggu giliran, membantu teman yang tersangkut) (7 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya perilaku bekerja sama dalam permainan tradisional bersama teman yang beragam suku bangsa (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik pelaksanaan kerja sama dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan bergambar langkah merangkai karet sapintrong untuk kelompok yang membutuhkan scaffolding visual.
  • Proses: Bagi murid yang belum terbiasa melompat tinggi, tali dipegang pada ketinggian rendah (setinggi lutut) dengan pendampingan teman sekelompok; bagi murid yang tangkas, tali diposisikan bertahap hingga setinggi pinggang dan dada.
  • Produk: Semua kelompok menunjukkan bukti kerja sama konkret melalui keterlibatan aktif merangkai tali dan bermain giliran.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Menjawab pertanyaan diagnostik memilih 3 situasi bermain: Situasi A (dua anak berbeda suku memegang tali bersama-sama agar temannya bisa melompat), Situasi B (seorang anak menolak memegang tali karena temannya bukan dari sukunya), Situasi C (tiga anak bergantian melompat tali secara tertib). Acuan jawaban benar: Situasi A dan C menunjukkan kerja sama, sedangkan Situasi B tidak menunjukkan kerja sama.

Proses:

  • Observasi unjuk kerja saat merangkai tali dan bermain sapintrong antarsuku bangsa, dinilai berdasarkan 3 indikator perilaku kerja sama: (1) berbagi peran dalam kelompok tanpa memilih-milih teman suku tertentu, (2) memegang tali atau memberi giliran melompat secara tertib, (3) membantu atau mendukung anggota kelompok saat bermain.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan/tulis singkat di akhir sesi: murid menyebutkan 2 contoh tindakan nyata bekerja sama yang telah ia lakukan bersama teman berbeda suku saat permainan berlangsung (kriteria penerimaan operasional: tindakan yang disebutkan memuat perilaku konkret berbagi peran, memegang alat bersama, atau memberi giliran melompat secara adil).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik di awal pembelajaran melalui identifikasi situasi kerja sama
  • Lembar observasi perilaku bekerja sama dalam kelompok permainan tradisional antarsuku bangsa selama kegiatan inti

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Perilaku Bekerja Sama dalam Permainan TradisionalBelum menunjukkan perilaku bekerja sama; menolak berbagi peran atau enggan bermain bersama teman yang berbeda suku bangsa.Menunjukkan 1 perilaku bekerja sama (misalnya hanya mau memegang tali) namun masih harus selalu diarahkan guru dan memilih-milih teman tertentu.Menunjukkan 2 hingga 3 perilaku bekerja sama (berbagi peran, tertib bergantian, dan membantu teman) bersama teman beragam suku bangsa secara mandiri.Konsisten menunjukkan seluruh perilaku bekerja sama (berbagi peran, bergantian secara adil, menyemangati dan membantu teman beragam suku bangsa) sepanjang permainan tanpa perlu diingatkan guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pembagian kelompok antarsuku bangsa berjalan inklusif dan memfasilitasi kerja sama?
  • Apakah seluruh murid terlibat aktif dan bergembira saat mempraktikkan permainan tradisional sapintrong?

Murid:

  • Apa hal paling menyenangkan saat bekerja sama memainkan permainan sapintrong bersama teman-teman?
  • Perilaku kerja sama apa yang sudah kamu lakukan untuk membantu kelompokmu hari ini?

Pertemuan 14 — Menunjukkan Perilaku Bekerja Sama Menyanyikan Lagu Daerah dalam Keberagaman Kelompok — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.3.4 Menunjukkan perilaku bekerja sama dalam berbagai bentuk keberagaman suku bangsa dan budaya di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan kegiatan hari ini, yaitu menunjukkan perilaku bekerja sama saat berlatih dan menyanyikan lagu daerah bersama kelompok yang beragam (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menanyakan 2 perilaku kerja sama dalam kelompok: (1) Apa yang dilakukan saat berlatih bernyanyi bersama kelompok? dan (2) Bagaimana sikap kita saat teman dalam kelompok belum hafal lirik? (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan teks lagu daerah 'Ampar-Ampar Pisang' (Kalimantan Selatan) serta 'Gundhul-Gundhul Pacul' (Jawa Tengah) di papan tulis, lalu mengidentifikasi 3 wujud perilaku bekerja sama dalam bernyanyi kelompok: berbagi giliran menyanyi, menyelaraskan tempo/kecepatan bersama, dan saling membantu menghafalkan lirik tanpa membeda-bedakan asal suku teman (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi kelas menjadi kelompok heterogen (beragam suku bangsa/budaya) beranggotakan 4-5 murid, kemudian setiap kelompok memilih 1 lagu daerah yang disediakan ('Ampar-Ampar Pisang' atau 'Gundhul-Gundhul Pacul') untuk dilatih bersama (5 menit).
  • Dalam kelompoknya yang beragam, murid memainkan permainan peran 'Tantangan Kompak Bergiliran', yaitu membagi bait lirik antarteman dan berlatih menyanyikan lagu daerah secara terpadu dengan tepuk irama bersama (15 menit).
  • Setiap kelompok maju bersama menunjukkan perilaku bekerja sama menyanyikan lagu daerah pilihan mereka secara padu dan rukun di hadapan teman-teman sekelas (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama kelompok merefleksikan pengalaman bekerja sama saat menyanyikan lagu daerah, mengungkapkan bagaimana mereka saling membantu teman yang belum lancar lirik lagu daerah tersebut (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap seluruh kelompok yang telah menunjukkan kerja sama yang baik tanpa membedakan latar belakang budaya atau suku bangsa teman (5 menit).
  • Guru menyampaikan tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya tentang menyiapkan pajangan budaya bersama kelompok, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks lirik berukuran besar yang dilengkapi tanda ketukan tepuk tangan; murid yang cepat diberikan pilihan membagi variasi bait solo dan refrain bersama kelompok.
  • Proses: Pada kelompok yang masih membutuhkan bimbingan, guru memandu ketukan awal secara langsung; kelompok mandiri membagi peran dan memimpin latihan secara mandiri.
  • Produk: Unjuk kerja kerja sama menyanyi dinilai dari kekompakan dan keterlibatan seluruh anggota kelompok tanpa membeda-bedakan teman.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik kesiapan bekerja sama: Guru menanyakan (1) 'Apa yang kita lakukan saat berlatih bernyanyi bersama kelompok?' (acuan: berlatih bersama, membagi tugas bernyanyi, menyamakan irama); (2) 'Bagaimana sikap kita saat teman sekelompok belum hafal lirik?' (acuan: membimbing/mengajari lirik dengan sabar tanpa mengejek).

Proses:

  • Observasi keterlibatan dan perilaku bekerja sama saat latihan kelompok dan unjuk kerja menyanyi lagu daerah, mencakup 3 indikator: (1) aktif terlibat dalam latihan kelompok tanpa membeda-bedakan teman, (2) saling membantu menghafal lirik lagu daerah, (3) menjaga keselarasan dan kekompakan saat bernyanyi bersama.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan singkat di penutup: Murid menyebutkan 1 tindakan nyata yang telah dilakukannya untuk bekerja sama dengan teman beragam suku saat menyanyikan lagu daerah (kriteria penerimaan: murid menyebutkan tindakan konkret seperti menyamakan tepukan tangan, membantu membacakan lirik untuk teman, atau bernyanyi bersama secara kompak).

Formatif:

  • Lembar observasi perilaku bekerja sama dalam kelompok menyanyikan lagu daerah

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Perilaku Bekerja Sama dalam Keberagaman Kelompok Menyanyikan Lagu DaerahBelum menunjukkan perilaku bekerja sama; enggan berlatih bersama teman kelompok yang berbeda latar belakang suku/budaya dan bernyanyi secara individual.Menunjukkan perilaku bekerja sama dalam kelompok keberagaman hanya ketika diarahkan atau diingatkan berulang kali oleh guru.Menunjukkan perilaku bekerja sama secara aktif dalam kelompok keberagaman (berbagi peran lirik, menyelaraskan tempo bernyanyi, dan menerima teman) dengan bimbingan minimal.Konsisten dan mandiri menunjukkan perilaku bekerja sama yang sangat kompak dalam kelompok keberagaman serta secara aktif mengajak dan membantu teman sekelompok berlatih bernyanyi bersama.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pembagian kelompok telah memfasilitasi interaksi antarmurid dari latar belakang budaya/suku bangsa yang beragam?
  • Bagaimana keterlibatan setiap murid dalam menunjukkan kerja sama saat bernyanyi lagu daerah bersama kelompoknya?

Murid:

  • Apakah kamu merasa senang dan kompak saat bernyanyi lagu daerah bersama teman-teman yang berbeda latar belakang suku?
  • Apa bantuan yang kamu berikan atau terima dari teman kelompokmu saat berlatih lagu daerah tadi?

Pertemuan 15 — Menunjukkan Perilaku Bekerja Sama Menyiapkan Pajangan Budaya Bersama Teman Beragam Suku — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.3.4 Menunjukkan perilaku bekerja sama dalam berbagai bentuk keberagaman suku bangsa dan budaya di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak salah satu murid memimpin doa bersama (3 menit).
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar, lalu mengondisikan murid untuk fokus mengikuti aktivitas kelas (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal lisan mengenai bentuk kerja sama dalam menyiapkan pajangan: 'Sebutkan 2 contoh tindakan saling membantu saat menyiapkan stan atau pajangan budaya di kelas!' (Acuan jawaban: membagi tugas menempel gambar, berbagi alat lem/gunting, membersihkan meja stan bersama, atau merapikan dekorasi bersama) (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menunjukkan perilaku bekerja sama bersama teman beragam suku dalam menyiapkan pajangan budaya (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati contoh 4 unsur isi pajangan budaya yang harus disiapkan bersama: gambar rumah adat, gambar pakaian adat, kartu nama suku bangsa, dan gambar kesenian/tarian daerah (5 menit).
  • Murid dalam kelompok yang anggotanya beragam suku bangsa berdiskusi menentukan pembagian tugas menyiapkan bahan pajangan budaya menggunakan tabel pembagian tugas kelompok (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Setiap kelompok menjalankan permainan tantangan 'Estafet Bahan Stan Budaya': setiap anggota bergantian mengambil dan menempelkan 4 kartu komponen budaya (1. Gambar Rumah Gadang/Minangkabau, 2. Gambar Kebaya/Jawa, 3. Kartu Nama Suku Asmat/Papua, 4. Gambar Tari Pendet/Bali) ke papan pajangan kelompok secara serempak dan tertib (10 menit).
  • Murid bersama teman kelompok yang berbeda suku bangsa bekerja sama menempelkan dan menata dekorasi lembar gambar budaya pada papan pajangan stan kelas sesuai kesepakatan tugas masing-masing (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama kelompoknya memeriksa hasil pajangan stan yang telah terpasang rapi dan mengecek apakah setiap anggota telah saling membantu dan menyelesaikan perannya (7 menit).
  • Murid menandai daftar periksa kerja sama kelompok untuk memverifikasi keterlibatan setiap anggota dalam penyiapan pajangan budaya (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat kesimpulan pembelajaran mengenai pentingnya saling berbagi peran dan bekerja sama dalam menyiapkan pajangan budaya tanpa membeda-bedakan suku asal teman (4 menit).
  • Guru memberikan apresiasi terhadap kerja sama seluruh kelompok, melakukan tindak lanjut untuk kegiatan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (4 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu komponen pajangan berlabel nama jelas untuk kelompok yang memerlukan panduan, dan kartu bergambar tanpa label untuk kelompok yang siap menyusun secara mandiri.
  • Proses: Memberikan bimbingan langsung pada kelompok yang masih kesulitan membagi peran kerja sama, serta memberikan keleluasaan bagi kelompok yang sudah mandiri untuk mengatur variasi tata letak pajangan.
  • Produk: Kelompok dapat menyusun pajangan budaya dengan format tata letak vertikal sederhana maupun tata letak kolase bertema stan budaya Nusantara.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan 2 contoh tindakan saling membantu saat menyiapkan stan atau pajangan budaya di kelas!' (Kriteria penerimaan: murid menyebutkan minimal 2 tindakan kerja sama konkret seperti berbagi alat gunting/lem, membagi giliran menempel gambar, atau merapikan meja bersama teman).

Proses:

  • Pengamatan langsung perilaku bekerja sama saat menyiapkan dan menata pajangan budaya kelompok (fokus observasi: pembagian tugas yang adil, kesediaan membantu teman satu kelompok yang berbeda suku, dan kekompakan menyelesaikan pajangan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman ketercapaian kerja sama: Lembar periksa diri berisi 3 pernyataan tindakan (1. Aku berbagi tugas menyiapkan bahan dengan adil; 2. Aku membantu teman saat menempelkan pajangan budaya; 3. Aku membersihkan meja stan bersama teman sekelompok) dengan kriteria ketercapaian terisi lengkap centang 'Ya' pada minimal 2 tindakan.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja perilaku bekerja sama selama proses pembagian tugas dan penataan pajangan budaya bersama teman beragam suku
  • Lembar ceklis keterlibatan kerja sama kelompok (berbagi peran, saling membantu, dan merapikan bersama)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Perilaku bekerja sama menyiapkan pajangan budaya bersama teman beragam sukuBelum menunjukkan perilaku bekerja sama; pasif atau enggan berbagi tugas dan menolak membantu teman sekelompok dalam menyiapkan pajangan budaya.Mulai menunjukkan perilaku bekerja sama dalam menyiapkan pajangan budaya, namun masih memerlukan dorongan dan pengingat dari guru untuk berbagi peran dengan teman.Menunjukkan perilaku bekerja sama secara aktif bersama teman sekelompok yang beragam suku dalam menyiapkan dan menata pajangan budaya secara tertib dan mandiri.Konsisten menunjukkan perilaku bekerja sama secara penuh, berinisiatif membantu teman yang membutuhkan bantuan saat menata pajangan budaya tanpa membeda-bedakan suku bangsa.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat bekerja sama dengan rukun dan saling membantu bersama anggota kelompoknya yang berbeda suku bangsa?
  • Bagian mana dari kegiatan penyiapan pajangan budaya yang paling efektif membangun kerja sama antarmurid?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu saat bekerja sama menata pajangan budaya bersama teman-teman yang berbeda suku?
  • Tugas apa yang paling kamu sukai saat saling membantu menyiapkan stan kelompok hari ini?

Pertemuan 16 — Menunjukkan Perilaku Bekerja Sama Menjaga Kerukunan dalam Keberagaman Budaya di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.3.4 Menunjukkan perilaku bekerja sama dalam berbagai bentuk keberagaman suku bangsa dan budaya di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru mengaitkan materi sebelumnya tentang pajangan budaya dengan pentingnya hidup rukun antarsuku bangsa di lingkungan kelas (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menunjukkan perilaku bekerja sama menjaga kerukunan dalam keberagaman budaya melalui simulasi gotong royong kelas (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: menunjukkan gambar dua anak berbeda suku (Sunda dan Jawa) sedang berebut sapu vs bekerja sama piket, lalu meminta murid memilih gambar yang menunjukkan kerja sama menjaga kerukunan (acuan: gambar kerja sama piket bersama) (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru melalui kartu situasi bergambar tentang 3 bentuk kerja sama menjaga kerukunan antarsuku bangsa: (1) saling membantu membersihkan kelas tanpa membeda-bedakan asal daerah, (2) berbagi giliran menggunakan alat belajar dengan teman beragam budaya, dan (3) mengingatkan teman dengan santun agar tidak mengejek logat atau bahasa daerah teman lain (acuan pemahaman: mengenali 3 tindakan kerja sama menjaga kerukunan tersebut) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok heterogen (berisi murid dari latar belakang suku/budaya berbeda) untuk memainkan tantangan beregu 'Misi Rukun Bhinneka': setiap kelompok bekerja sama menyusun puzzle gambar gotong royong warga antarsuku membersihkan lingkungan balai desa (15 menit).
  • Setiap kelompok mempraktikkan langsung pembagian tugas menjaga kerapian ruang kelas (merapikan meja pajangan budaya, menyusun buku cerita daerah, dan menyapu area kelompok) dengan menunjukkan perilaku berbagi alat, saling menolong antarteman yang berbeda suku, dan tidak memilih-milih teman kelompok (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama kelompoknya memeriksa daftar centang perilaku kerja sama rukun yang telah dilakukan: apakah seluruh anggota sudah saling membantu dan tidak ada perselisihan suku/budaya selama menjalankan misi (10 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan pentingnya kerja sama menjaga kerukunan antarsuku bangsa agar suasana kelas tetap damai dan bersatu (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen akhir berupa cek tindakan nyata murid, memberikan apresiasi atas sikap kerja sama yang ditunjukkan, dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan bergambar langkah-langkah kerja sama bagi kelompok yang memerlukan panduan visual konkret.
  • Proses: Kelompok yang berkembang cepat diberi tantangan tambahan membagi 3 peran kerja sama sekaligus secara mandiri, sedangkan kelompok yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dalam membagi tugas.
  • Produk: Kelompok menunjukkan hasil kerja sama nyata melalui kerapian area belajar bersama dan keterlibatan seluruh anggota tanpa diskriminasi latar belakang.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pilihan cepat respon visual: Murid mengidentifikasi tindakan rukun dari 2 gambar: Gambar A (anak suku Jawa menolak satu kelompok dengan anak suku Asmat) dan Gambar B (anak suku Sunda, Batak, dan Jawa bersama-sama mengangkat meja) (acuan jawaban: Gambar B menunjukkan perilaku bekerja sama menjaga kerukunan antarsuku).

Proses:

  • Lembar observasi perilaku kerja sama menjaga kerukunan saat aktivitas kelompok: (1) kesediaan berbagi tugas dengan teman berbeda suku, (2) tindakan saling membantu menyelesaikan misi kelompok, (3) tidak membeda-bedakan asal budaya teman (acuan: teramati 3 indikator tindakan nyata).

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan akhir keterlaksanaan 3 tindakan rukun oleh murid: memberi tanda centang pada lembar komitmen kelompok untuk 3 butir: (1) Saya bekerja sama dengan semua teman tanpa membedakan sukunya, (2) Saya membantu teman kelompok yang kesulitan, (3) Saya menjaga kerukunan saat bertugas bersama (acuan: keterisian lengkap 3 bukti komitmen tindakan nyata).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja perilaku bekerja sama menjaga kerukunan selama simulasi 'Misi Rukun Bhinneka' dan praktik gotong royong kelas.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Perilaku bekerja sama menjaga kerukunan dalam keberagaman suku bangsa dan budayaBelum menunjukkan perilaku bekerja sama dan enggan bergabung dengan teman yang berbeda suku bangsa/budaya.Menunjukkan perilaku bekerja sama dengan teman beragam suku bangsa/budaya hanya jika diarahkan dan didampingi secara terus-menerus oleh guru.Menunjukkan perilaku bekerja sama menjaga kerukunan dengan teman beragam suku bangsa/budaya secara aktif dalam pembagian tugas kelompok.Menunjukkan perilaku bekerja sama menjaga kerukunan secara konsisten, berinisiatif membantu teman beragam suku bangsa/budaya tanpa diminta, serta menjaga keharmonisan kelompok secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid telah mampu bekerja sama tanpa membeda-bedakan suku dan budaya teman sebangku/sekelompoknya?
  • Langkah apa yang efektif untuk membimbing murid yang masih enggan berinteraksi dengan teman dari latar belakang daerah yang berbeda?

Murid:

  • Apakah aku sudah mau bekerja sama dan berbagi tugas dengan teman yang berbeda suku denganku hari ini?
  • Apa yang aku rasakan ketika berhasil menyelesaikan tugas bersama-sama teman secara rukun?

Pertemuan 17 — Praktik Menghargai dan Bekerja Sama dalam Simulasi Keberagaman Suku Bangsa dan Budaya — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.3.3 Menghargai identitas, keluarga, dan teman-temannya sesuai budaya, suku bangsa, dan bahasa di lingkungan sekitar
  • TP 3.3.4 Menunjukkan perilaku bekerja sama dalam berbagai bentuk keberagaman suku bangsa dan budaya di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mempraktikkan sikap menghargai identitas keberagaman budaya, suku bangsa, dan bahasa serta menunjukkan perilaku bekerja sama melalui simulasi kelompok (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal berupa kuis lisan cepat tentang cara bersikap menghargai dan bekerja sama dalam keberagaman (acuan: sikap menghargai ditunjukkan dengan tidak mengejek bahasa/pakaian adat teman, mendengarkan salam daerah lain; sikap bekerja sama ditunjukkan dengan berbagi peran tugas stan dan saling membantu tanpa membeda-bedakan asal suku) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati 3 kartu skenario situasi interaksi antarsuku: Skenario 1 (Teman mengenakan udeng Bali saat hari budaya), Skenario 2 (Teman mengucapkan salam bahasa Sunda 'Sampurasun'), Skenario 3 (Tugas kelompok menata pajangan budaya bersama teman suku Jawa, Minang, dan Dayak) untuk memahami contoh tindakan konkret menghargai dan bekerja sama (7 menit).
  • Murid dalam kelompok mencocokkan tindakan tepat pada 3 skenario tersebut (acuan tindakan: Skenario 1 -> Memuji keunikan udeng dan tidak menertawakan; Skenario 2 -> Membalas ramah atau menyimak tanpa mencela; Skenario 3 -> Berbagi tugas menempel gambar secara adil dan rukun tanpa memilih-milih teman berdasarkan suku) (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok heterogen beranggotakan 4-5 orang untuk menjalankan permainan simulasi peran stan keberagaman budaya 'Pekan Budaya Nusantara' (5 menit).
  • Setiap kelompok menjalankan peran dalam simulasi: sebagian anggota menjadi penerima tamu yang menunjukkan salam daerah serta busana/gambar adat kelompoknya, dan anggota lain berkunjung ke stan kelompok lain dengan menunjukkan sikap menghargai (menyimak penjelasan, mengucapkan salam balasan, tidak mencela perbedaan bahasa/adat) (15 menit).
  • Setiap anggota kelompok menunjukkan perilaku bekerja sama aktif dengan menyelesaikan tugas penataan miniatur stan budaya (berbagi alat, menempel gambar rumah adat/pakaian adat secara gotong royong, dan saling membantu menyelesaikan tugas bersama) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama kelompok mengecek kembali lembar pengamatan simulasi untuk menandai tindakan menghargai dan kerja sama yang sudah berhasil ditunjukkan selama kegiatan simulasi stan (5 menit).
  • Perwakilan murid menyebutkan satu tindakan menghargai identitas budaya/bahasa teman dan satu bukti kerja sama yang paling dirasakan manfaatnya selama simulasi (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap praktik sikap menghargai dan kerja sama yang teramati sepanjang simulasi kelompok (3 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran bahwa perbedaan suku, budaya, dan bahasa semakin indah bila dihadapi dengan saling menghargai dan bekerja sama dengan rukun (1 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam penutup (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan bergambar berisi contoh konkret frasa menghargai (misalnya 'Bagus sekali pakaian adatmu') dan daftar pembagian tugas kerja sama sederhana; murid yang mahir diberikan kartu tantangan simulasi dengan 2 skenario keberagaman tambahan (menghadapi perbedaan logat bahasa dan variasi tarian adat).
  • Proses: Guru memberikan pendampingan langsung pada kelompok yang masih ragu berinteraksi atau belum membagi peran secara merata, sementara kelompok yang sudah mandiri langsung menjalankan alur simulasi secara penuh.
  • Produk: Semua murid menunjukkan bukti perilaku yang sama, yaitu unjuk sikap menghargai (tidak mengejek, mendengarkan) dan perilaku kerja sama (berbagi tugas stan) yang dicatat pada lembar observasi guru.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan: 'Sebutkan 1 contoh sikap menghargai teman yang berbeda bahasa daerah dan 1 contoh kerja sama antarteman yang berbeda suku!' (Acuan jawaban: Menghargai = mendengarkan saat teman bicara bahasa daerah/tidak mengejek logat/memuji pakaian adat teman; Kerja sama = mau satu kelompok piket/berbagi tugas kelompok tanpa memilih teman sesuku saja).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan dan sikap murid dalam simulasi menggunakan lembar observasi pada 2 indikator: (1) Menghargai identitas budaya, suku bangsa, dan bahasa teman (tidak mengejek perbedaan atribut/bahasa, merespons ramah teman dari stan lain); (2) Bekerja sama dalam keberagaman (berbagi peran, membantu teman menata stan tanpa membeda-bedakan asal suku).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menyebutkan 2 tindakan nyata (Tindakan A: Bersedia menempel gambar rumah adat bersama teman suku lain; Tindakan B: Menertawakan logat daerah teman), murid serentak menentukan apakah tindakan tersebut contoh menghargai/bekerja sama yang benar atau salah (Acuan jawaban: Tindakan A = Benar/contoh kerja sama yang baik; Tindakan B = Salah/bukan sikap menghargai).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja sikap menghargai identitas budaya, suku bangsa, dan bahasa selama kegiatan simulasi stan budaya.
  • Observasi unjuk kerja perilaku bekerja sama dalam kelompok keberagaman selama menyiapkan dan menjalankan simulasi stan budaya.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menghargai identitas budaya, suku bangsa, dan bahasa temanBelum menunjukkan sikap menghargai identitas budaya, suku bangsa, atau bahasa teman selama simulasi; masih perlu diingatkan guru untuk tidak mencela perbedaan.Menunjukkan sikap menghargai identitas budaya, suku bangsa, dan bahasa teman pada simulasi hanya jika diberi instruksi langsung oleh guru.Menunjukkan sikap menghargai identitas budaya, suku bangsa, dan bahasa teman secara mandiri selama simulasi (mendengarkan penjelasan stan lain dan tidak mengejek atribut/bahasa).Menunjukkan sikap menghargai identitas budaya, suku bangsa, dan bahasa teman secara konsisten dan mandiri sepanjang seluruh rangkaian simulasi tanpa pernah diingatkan guru.
Menunjukkan perilaku bekerja sama dalam keberagaman suku bangsa dan budayaBelum menunjukkan perilaku bekerja sama dalam kelompok yang beragam; cenderung memilih bekerja sendiri atau enggan berbagi peran stan.Menunjukkan perilaku bekerja sama dalam kelompok beragam setelah dibimbing guru membagi tugas penataan stan budaya.Menunjukkan perilaku bekerja sama dalam kelompok beragam secara mandiri dengan menyelesaikan bagian tugas stan dan membantu teman kelompok.Menunjukkan perilaku bekerja sama dalam kelompok beragam secara konsisten, aktif berbagi peran tugas stan, dan saling membantu tuntas dari awal hingga akhir simulasi.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur simulasi stan budaya memberikan kesempatan merata kepada semua murid untuk mempraktikkan sikap menghargai dan bekerja sama secara nyata?
  • Apakah ada murid yang masih ragu atau pasif bekerja sama dengan teman yang berbeda latar belakang suku/budaya?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu saat berkunjung dan bekerja sama di stan budaya bersama teman-teman yang berbeda suku bangsa?
  • Sikap menghargai apa yang sudah berhasil kamu lakukan kepada temanmu hari ini?

Pertemuan 18 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.3.1 Membedakan identitas diri, keluarga, dan teman-temannya sesuai budaya di lingkungan sekitar
  • TP 3.3.2 Membedakan identitas diri, keluarga, dan teman-temannya sesuai suku bangsa dan bahasa di lingkungan sekitar
  • TP 3.3.3 Menghargai identitas, keluarga, dan teman-temannya sesuai budaya, suku bangsa, dan bahasa di lingkungan sekitar
  • TP 3.3.4 Menunjukkan perilaku bekerja sama dalam berbagai bentuk keberagaman suku bangsa dan budaya di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan bahwa pertemuan ini adalah sesi asesmen sumatif untuk mengumpulkan bukti kemampuan membedakan identitas budaya, suku bangsa, bahasa daerah, serta perilaku menghargai dan bekerja sama (3 menit).
  • Guru membacakan alur pelaksanaan dua tugas sumatif: Tugas 1 berupa lembar kerja perbandingan identitas berpasangan (30 menit) dan Tugas 2 berupa unjuk kerja kerja sama dalam proyek mini kelompok (35 menit), serta mengingatkan murid untuk bekerja tertib dan bersungguh-sungguh (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak pembagian lembar kerja Tugas 1 dan penjelasan 4 kolom isian tabel perbandingan identitas antara diri sendiri dan teman sebangku yang mencakup: (1) pakaian adat daerah asal, (2) bentuk rumah adat daerah asal, (3) asal suku bangsa, dan (4) bahasa daerah yang digunakan di rumah atau lingkungan sekitar, dengan acuan keterisian data faktual yang valid dan jelas perbedaannya (2 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Sebanyak 14 pasangan murid secara serentak mengidentifikasi dan mencatat perbandingan identitas diri dan pasangan pada lembar kerja Tugas 1 (TP 3.3.1 dan TP 3.3.2) selama durasi pengerjaan, mengisi 4 aspek perbandingan: nama pakaian adat, nama rumah adat, asal suku bangsa, dan bahasa daerah (acuan penerimaan: terisi lengkap 4 aspek untuk identitas diri dan teman, menunjukkan minimal 1 perbedaan nyata identitas budaya dan 1 perbedaan identitas suku/bahasa antarmurid) (28 menit).
  • Murid berkumpul dalam 6 kelompok (masing-masing 4-5 murid) untuk melaksanakan Tugas 2 unjuk kerja kelompok (TP 3.3.3 dan TP 3.3.4), yaitu menyelesaikan proyek mini pengelompokan 6 kartu budaya kelas (berisi: Kartu A Ulos & Rumah Bolon suku Batak, Kartu B Baju Bodo & Tongkonan suku Toraja/Bugis, Kartu C Pangsi & Rumah Kasepuhan suku Sunda, Kartu D Kebaya & Joglo suku Jawa, Kartu E Ulee Balang & Krong Bade suku Aceh, Kartu F Koteka & Honai suku Papua) ke papan klasifikasi budaya serentak di kelas, sementara guru mengamati keterlibatan aktif dan sikap saling menghargai pendapat (31 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali kelengkapan lembar kerja perbandingan dan menyerahkan hasil pengerjaan Tugas 1 serta merapikan media kartu Tugas 2 secara tertib bersama anggota kelompok (2 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan konfirmasi apresiasi terhadap ketertiban seluruh murid selama pelaksanaan asesmen sumatif tertulis berpasangan dan unjuk kerja kelompok (1 menit).
  • Guru merangkum capaian seluruh bab 'Berbeda Itu Indah' bahwa keragaman budaya, suku, dan bahasa adalah kekayaan bersama yang harus selalu kita hargai dan rawat melalui kerja sama yang rukun sehari-hari, lalu menutup kelas dengan doa bersama (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Memberikan lembar kerja dengan ukuran huruf lebih besar atau pendampingan pembacaan instruksi bagi murid yang memiliki hambatan penglihatan tanpa mengubah 4 butir perbandingan identitas yang diukur.
  • Proses: Menyediakan meja yang memudahkan mobilitas bagi kelompok yang membutuhkan akses gerak dalam penempelan kartu klasifikasi tanpa mengubah kriteria kerja sama.
  • Produk: Murid dengan hambatan motorik halus diperkenankan mendiktekan isian tabel perbandingan identitas kepada pasangannya secara lisan untuk dicatatkan tanpa mengurangi kelengkapan aspek yang dinilai.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • penugasan lembar kerja identifikasi berpasangan dan unjuk kerja kerja sama kelompok: lembar kerja pengisian tabel perbandingan keragaman identitas (budaya, suku, bahasa) serta skor rubrik observasi perilaku menghargai dan bekerja sama dalam kelompok
  • penugasan berpasangan: lembar kerja berisi tabel perbandingan identitas budaya, asal suku bangsa, dan bahasa daerah antara diri dan teman sebangku yang dikerjakan serentak oleh 14 pasangan (30 menit; kelompok; instrumen: pedoman penskoran lembar kerja perbandingan identitas)
  • unjuk kerja kelompok: tindakan saling menghargai pendapat dan kerja sama aktif dalam kelompok (beranggotakan 4-5 murid, total 6 kelompok tampil/beraktivitas bersamaan) saat menyelesaikan proyek mini pengelompokan keragaman suku-budaya kelas (40 menit; kelompok; instrumen: rubrik observasi perilaku menghargai dan bekerja sama)

Sumatif:

  • penugasan lembar kerja identifikasi berpasangan dan unjuk kerja kerja sama kelompok: lembar kerja pengisian tabel perbandingan keragaman identitas (budaya, suku, bahasa) serta skor rubrik observasi perilaku menghargai dan bekerja sama dalam kelompok
  • penugasan berpasangan: lembar kerja berisi tabel perbandingan identitas budaya, asal suku bangsa, dan bahasa daerah antara diri dan teman sebangku yang dikerjakan serentak oleh 14 pasangan (30 menit; kelompok; instrumen: pedoman penskoran lembar kerja perbandingan identitas)
  • unjuk kerja kelompok: tindakan saling menghargai pendapat dan kerja sama aktif dalam kelompok (beranggotakan 4-5 murid, total 6 kelompok tampil/beraktivitas bersamaan) saat menyelesaikan proyek mini pengelompokan keragaman suku-budaya kelas (40 menit; kelompok; instrumen: rubrik observasi perilaku menghargai dan bekerja sama)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membedakan Identitas Budaya Diri dan Teman (TP 3.3.1)Belum mampu membedakan identitas budaya diri dan teman sebangku (0 aspek pakaian adat atau rumah adat yang terisi tepat).Mampu membedakan identitas budaya diri dan teman sebangku hanya pada 1 aspek secara tepat (pakaian adat saja atau rumah adat saja).Mampu membedakan identitas budaya diri dan teman sebangku pada 2 aspek (pakaian adat dan rumah adat) dengan tepat sesuai latar belakang diri dan teman.Mampu membedakan identitas budaya diri dan teman sebangku pada 2 aspek (pakaian adat dan rumah adat) secara tepat, lengkap, dan mampu membedakan lebih dari 1 ragam budaya keluarga.
Membedakan Suku Bangsa dan Bahasa Daerah Diri dan Teman (TP 3.3.2)Belum mampu membedakan asal suku bangsa maupun bahasa daerah antara diri dan teman (0 aspek terisi tepat).Mampu membedakan salah satu aspek (asal suku bangsa saja atau ragam bahasa daerah saja) antara diri dan teman sebangku secara tepat.Mampu membedakan kedua aspek (asal suku bangsa dan bahasa daerah) antara diri dan teman sebangku dengan tepat sesuai fakta identitas.Mampu membedakan kedua aspek (asal suku bangsa dan bahasa daerah) antara diri dan teman sebangku dengan sangat tepat dan mampu membedakan ragam dialek/bahasa keluarga secara rinci.
Menghargai Keragaman Identitas Budaya, Suku, dan Bahasa (TP 3.3.3)Menunjukkan penolakan atau sikap meremehkan perbedaan identitas budaya, suku bangsa, atau bahasa anggota kelompok selama kegiatan unjuk kerja.Menunjukkan sikap menghargai perbedaan budaya, suku bangsa, dan bahasa teman namun masih perlu diingatkan guru untuk mendengarkan pendapat teman.Menunjukkan sikap menghargai keragaman identitas budaya, suku bangsa, dan bahasa teman secara konsisten selama kegiatan kelompok tanpa meremehkan.Menunjukkan sikap menghargai keragaman identitas budaya, suku bangsa, dan bahasa teman secara konsisten, serta spontan memberikan apresiasi positif terhadap identitas teman tanpa diingatkan.
Menunjukkan Perilaku Bekerja Sama dalam Keberagaman (TP 3.3.4)Tidak ikut terlibat dalam kegiatan penyelesaian proyek mini kelompok dan bekerja sendiri secara terpisah.Ikut terlibat bekerja sama dalam kelompok hanya ketika diminta atau diarahkan oleh teman kelompok/guru.Menunjukkan perilaku bekerja sama secara aktif dan berbagi peran dalam menyelesaikan proyek mini kelompok bersama teman yang beragam suku dan budaya hingga selesai.Menunjukkan perilaku bekerja sama secara aktif, konsisten menjaga kerukunan kerja kelompok, dan menyelesaikan tugas bersama teman yang beragam suku budaya secara tuntas dan harmonis.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 30 menit untuk tugas lembar kerja berpasangan dan 35 menit untuk unjuk kerja kelompok cukup efektif untuk mengamati seluruh kriteria capaian 4 TP?
  • Bagaimana ketercapaian murid kelas 3 secara keseluruhan dalam menunjukkan sikap menghargai dan bekerja sama saat dihadapkan pada keragaman budaya di kelas?

Murid:

  • Bagian mana dari lembar kerja perbandingan identitas budaya, suku, dan bahasa teman yang paling mudah dan paling sulit kamu isi?
  • Apakah kamu merasa senang dan dapat bekerja sama dengan rukun bersama teman-teman sekelompokmu yang berbeda suku bangsa hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023)
  2. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023) Bab 3 Halaman 88-95
  3. Kartu bergambar 4 pakaian adat Nusantara (Baju Lambung, Aesan Paksangko, Pakaian Dayak, Baju Bodo)
  4. Lembar Kerja Murid: Tabel Membedakan Pakaian Adatku dan Temanku
  5. Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas III SD/MI (Kemendikbudristek RI, 2023)
  6. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila Kelas III SD/MI (Kemendikbudristek RI, 2023)
  7. Kartu gambar dan lembar kerja gunting-tempel 4 rumah adat nusantara (Gadang, Joglo, Tongkonan, Honai), lem, dan gunting ramah anak
  8. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023)
  9. Kartu bergambar tarian dan alat musik kesenian daerah nusantara
  10. Lembar Kerja Membedakan Kesenian Teman Sebangku
  11. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023) Bab 3 'Berbeda Itu Indah'
  12. Kartu bergambar dan kartu nama pakaian adat, rumah adat, serta tarian daerah nusantara
  13. Lembar Kerja Murid 'Matriks Perbedaan Budaya'
  14. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023) Bab 3
  15. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023) Bab 3 Halaman 88-92
  16. Peta Keberagaman Suku Bangsa Indonesia
  17. Lembar Kerja Murid (LKPD) Tabel Pembeda Suku Bangsa Kelas
  18. Kartu Data Keluarga Fiktif
  19. Lembar Kerja Detektif Suku Keluarga
  20. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2023)
  21. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2023)
  22. Kartu kata sapaan bahasa daerah (Jawa, Sunda, Batak, Minahasa, Bugis/Makassar)
  23. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kemendikbudristek, 2023).
  24. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III Bab 3 'Berbeda Itu Indah' (Kemendikbudristek, 2023).
  25. Kartu bergambar pasangan suku bangsa dan bahasa daerah Nusantara.
  26. Lembar Kerja Murid (LKPD) 'Matriks Perbedaan Identitas Budaya'.
  27. Kartu gambar pakaian adat daerah (baju Bodo, baju Lambung Sasak, Blangkon) dan kesenian daerah (tari Saman, tari Jaipong)
  28. Lembar Kerja Murid: Pilihan Sikap Menghargai Budaya Teman
  29. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2023), Bab 3: Berbeda Itu Indah
  30. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2023), Bab 3: Berbeda Itu Indah
  31. Set kartu pernyataan tindakan keragaman suku bangsa (Kartu A, B, C, D) dan Lembar Refleksi Pilihan Sikap
  32. Kartu sapaan bahasa daerah Nusantara dan lembar kerja murid
  33. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023) Bab 3
  34. Kartu respon (Hijau/Merah dan Jempol Atas/Bawah)
  35. Lembar Kerja Sikap Menghargai Keberagaman
  36. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023) Bab 3 Halaman 148
  37. Karet gelang (alat membuat sapintrong)
  38. Gambar situasi interaksi kerja sama anak dalam permainan tradisional
  39. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III Bab 3: Berbeda Itu Indah
  40. Teks lirik lagu daerah Nusantara: 'Ampar-Ampar Pisang' (Kalimantan Selatan) dan 'Gundhul-Gundhul Pacul' (Jawa Tengah)
  41. Rekaman audio instrumen lagu daerah Nusantara
  42. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2023), Bab 3 Halaman 153-155
  43. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2023), Bab 3 Halaman 114
  44. Gambar 4 komponen budaya Nusantara: Rumah Gadang, Kebaya, Suku Asmat, Tari Pendet
  45. Papan stan pajangan/karton manila, lem kertas, dan gunting ramah anak
  46. Set kartu gambar situasi kerja sama dan puzzle bergambar kerukunan antarsuku bangsa
  47. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023) Bab 3 'Berbeda Itu Indah' halaman 18, 130-134.
  48. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023) Bab 3 'Berbeda Itu Indah' halaman 88-91, 114.
  49. Kartu skenario simulasi keberagaman dan perlengkapan stan budaya nusantara (gambar rumah adat, pakaian adat, dan label nama suku bangsa).
  50. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III Bab 3 'Berbeda Itu Indah' (Kemendikbudristek, 2023)
  51. Lembar Kerja Sumatif Perbandingan Identitas Budaya, Suku, dan Bahasa
  52. Set Kartu Bergambar Klasifikasi Budaya Daerah (pakaian adat, rumah adat, suku bangsa)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.