Modul AjarPertemuan 3Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 3: Membuat Kesepakatan dan Aturan Kelas

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 3 dengan topik "Membuat Kesepakatan dan Aturan Kelas". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 3: Membuat Kesepakatan dan Aturan Kelas

Pendidikan Pancasila - Kelas 3

Bab 2 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Membuat Kesepakatan dan Aturan Kelas

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMembuat Kesepakatan dan Aturan Kelas
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat melaksanakan kegiatan pembuatan aturan kelas secara bersama-sama melalui diskusi kelompok yang demokratis dan bertanggung jawab.
  2. Murid dapat merancang desain aturan kelas pada kertas karton dengan kreatif sebagai wujud kesepakatan bersama warga kelas.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bayangkan kelas kita tidak punya aturan sama sekali — kira-kira apa yang akan terjadi?
  2. Menurutmu, siapa saja yang seharusnya ikut membuat aturan kelas — hanya guru, hanya murid, atau keduanya? Mengapa?
  3. Aturan apa yang paling penting menurutmu ada di kelas kita, dan mengapa aturan itu penting?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan memastikan semua siap belajar.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik secara lisan: guru bertanya kepada 3–4 murid secara acak, 'Aturan apa saja yang sudah ada di kelas kita? Dari mana aturan itu berasal?' untuk mengidentifikasi pengetahuan awal.
  • Guru menampilkan gambar dua kondisi kelas — satu kelas tertib dan satu kelas tidak tertib — lalu bertanya kepada murid perbedaan yang mereka lihat.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi kesempatan 2–3 murid merespons secara singkat.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa yang sederhana: 'Hari ini kita akan bersama-sama membuat aturan kelas yang menjadi kesepakatan kita, lalu menuangkannya dalam desain yang kita buat sendiri.'
  • Guru menyampaikan alur kegiatan secara singkat agar murid tahu apa yang akan dilakukan: diskusi kelompok, membuat desain, lalu berbagi hasil.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid membaca teks 'Kesepakatan Kelas III' yang ada di buku siswa halaman 59 secara senyap selama ± 2 menit. (Berkesadaran)
  • Guru memandu murid mengamati contoh aturan kelas tersebut, lalu bertanya: 'Aturan mana yang sudah kalian lakukan? Aturan mana yang menurutmu masih perlu ditambahkan?'
  • Guru menampilkan contoh gambar desain aturan kelas yang sudah jadi (dari buku guru atau internet) sebagai gambaran produk akhir yang akan dibuat.
  • Guru memfasilitasi tanya jawab singkat untuk memastikan murid memahami perbedaan antara 'aturan yang ditetapkan sendiri oleh guru' dan 'kesepakatan yang dibuat bersama', serta mengapa kesepakatan bersama lebih adil dan lebih mudah dipatuhi. (Bermakna)
  • Guru menjelaskan langkah kerja kelompok yang akan dilakukan: (1) diskusi mengumpulkan ide aturan, (2) memilih ide terbaik secara musyawarah, (3) menuangkan ke dalam desain karton.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil beranggotakan 4–5 orang secara acak (bisa menggunakan undian kartu warna agar menyenangkan). (Menggembirakan)
  • Setiap kelompok menerima LKPD Kegiatan 1: tabel ide aturan kelas. Masing-masing anggota kelompok menuliskan minimal 1 ide aturan yang menurutnya penting, lalu berdiskusi untuk mengisi 6 baris pada tabel. (Bermakna)
  • Kelompok melakukan musyawarah mini untuk menyepakati aturan mana yang akan ditampilkan dalam desain: setiap anggota menyampaikan pendapat, kelompok memilih berdasarkan suara terbanyak atau kesepakatan. Guru berkeliling memantau dan membimbing proses diskusi agar demokratis.
  • Setelah daftar aturan disepakati, murid mengerjakan LKPD Kegiatan 2: merancang desain aturan kelas pada kertas karton menggunakan alat dan bahan yang telah disiapkan (karton, HVS, origami, spidol warna, krayon, lem, gunting, penggaris). (Menggembirakan)
  • Guru mengingatkan langkah kerja dari buku siswa: lebarkan karton, gunting HVS sesuai pola, tulis aturan, hias dengan kreatif. Guru mengingatkan agar berhati-hati saat menggunakan gunting.
  • Guru memantau kemajuan setiap kelompok, memberikan umpan balik positif dan dorongan semangat tanpa membenarkan atau menyalahkan pilihan desain.
  • Satu kelompok yang telah selesai atau hampir selesai diminta mempresentasikan desainnya secara singkat (simulasi 'Ayo Berbicara'): menjelaskan aturan yang dipilih dan alasannya. Kelompok lain memberikan tanggapan atau saran. (Berkesadaran, Bermakna)
  • Hasil karya kelompok dipajang di papan kelas atau dinding sebagai mading sementara.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk kembali menatap hasil karya yang dipajang, lalu bertanya secara klasikal: 'Bagaimana perasaan kalian setelah membuat aturan kelas sendiri?' (Berkesadaran)
  • Guru memfasilitasi refleksi proses musyawarah: 'Apakah semua anggota kelompok diberi kesempatan bicara? Bagaimana cara kalian menyepakati aturan ketika ada perbedaan pendapat?'
  • Murid secara individu menuliskan atau menggambar di selembar sticky note/kertas kecil: (1) satu aturan yang paling ingin mereka patuhi dan alasannya, (2) satu hal yang mereka pelajari dari proses diskusi tadi. (Bermakna)
  • Beberapa murid (3–4 orang) berbagi jawaban sticky note-nya secara sukarela.
  • Guru menghubungkan pengalaman hari ini dengan nilai Pancasila: 'Kegiatan kita tadi — mendengar pendapat teman, bermusyawarah, dan menyepakati bersama — adalah pengamalan sila ke-4 Pancasila dalam kehidupan nyata di kelas kita.' (Bermakna)

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat simpulan pembelajaran: apa itu kesepakatan kelas, mengapa dibuat bersama, dan bagaimana cara membuatnya secara demokratis.
  • Guru melaksanakan asesmen akhir formatif: murid mengerjakan 2–3 soal singkat di LKPD Kegiatan 3 (soal latihan dari buku siswa) secara individu selama ± 5 menit.
  • Guru meminta murid mengisi lembar refleksi diri 'Kebiasaan Baikku' dengan menjawab 3 pertanyaan singkat yang disediakan.
  • Guru memberikan apresiasi atas kerja keras dan kreativitas semua kelompok.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: desain aturan kelas yang terbaik (berdasarkan kesepakatan kelas) akan dibuat versi finalnya dan dipajang permanen di kelas.
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid berdoa bersama dan mengucapkan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar membaca dapat menggunakan gambar/ikon untuk mewakili ide aturan di LKPD, atau guru menyediakan kartu bergambar contoh aturan sebagai stimulus.
  • Proses: Murid yang cepat selesai mendesain diberi tantangan tambahan: menambahkan kolom 'sanksi' atau 'konsekuensi' bila aturan dilanggar, lalu mendiskusikannya dalam kelompok. Murid yang memerlukan dukungan lebih didampingi guru atau teman sebaya (tutor sebaya) dalam proses musyawarah dan penulisan.
  • Produk: Desain aturan kelas boleh berbentuk mind map, poster bergambar, daftar berpoin, atau bentuk kreatif lainnya sesuai pilihan kelompok — tidak harus seragam. Kelompok yang selesai lebih awal dapat menambahkan hiasan atau ilustrasi yang lebih detail pada kartonnya.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan di pendahuluan: guru bertanya kepada 3–4 murid secara acak, 'Aturan apa yang sudah ada di kelas kita sekarang? Siapa yang membuat aturan itu?' untuk memetakan pengetahuan awal dan kesiapan belajar.
  • Pengamatan gambar dua kondisi kelas (tertib vs. tidak tertib): guru meminta murid menyebutkan perbedaan yang mereka lihat sebagai diagnostik pemahaman awal tentang fungsi aturan.

Proses:

  • Observasi diskusi kelompok menggunakan checklist partisipasi: apakah murid menyampaikan ide, mendengarkan teman, dan bersedia berkompromi.
  • Pemantauan pengisian LKPD Kegiatan 1 (tabel ide aturan): guru berkeliling mengecek apakah setiap kelompok mampu menghasilkan minimal 6 ide aturan yang relevan.
  • Pengamatan proses simulasi musyawarah: guru mencatat apakah proses pengambilan keputusan berlangsung demokratis (semua anggota diberi suara).
  • Umpan balik langsung saat presentasi kelompok: guru merespons konten aturan yang disampaikan dan mendorong penalaran lebih dalam.

Akhir:

  • Penilaian produk karton desain aturan kelas menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) pada 3 aspek: (1) kelengkapan dan kejelasan aturan, (2) hasil musyawarah yang demokratis, (3) kreativitas desain.
  • LKPD Kegiatan 3 soal latihan individu (2–3 soal pendek) untuk mengukur pemahaman konsep secara perseorangan.
  • Lembar refleksi diri 'Kebiasaan Baikku': murid menjawab pertanyaan tentang komitmen pribadi terhadap aturan yang telah disepakati bersama.

Formatif:

  • Observasi proses diskusi kelompok: guru mengamati partisipasi, giliran berbicara, dan kemampuan musyawarah setiap murid menggunakan lembar observasi sederhana (checklist).
  • Umpan balik lisan selama presentasi kelompok: guru memberikan komentar konstruktif terhadap isi aturan yang dipresentasikan.
  • Sticky note refleksi: murid menuliskan satu aturan yang ingin dipatuhi beserta alasannya sebagai bukti pemahaman bermakna.
  • Tanya jawab lisan selama tahap Memahami untuk memantau pemahaman awal konsep kesepakatan kelas.

Sumatif:

  • Produk desain aturan kelas pada kertas karton: dinilai menggunakan rubrik berdasarkan kelengkapan isi aturan, kesesuaian dengan kebutuhan kelas, dan kreativitas desain.
  • LKPD Kegiatan 3 (soal latihan individu) dikerjakan di akhir pertemuan untuk mengukur pemahaman individual terhadap konsep aturan dan kesepakatan kelas.
  • Lembar refleksi diri 'Kebiasaan Baikku' sebagai asesmen diri (assessment as learning) atas sikap dan komitmen murid terhadap aturan yang telah disepakati.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Partisipasi dalam Diskusi MusyawarahMurid tidak menyampaikan ide dan tidak terlibat dalam diskusi kelompok.Murid menyampaikan satu ide namun belum mampu mendengarkan atau merespons pendapat teman.Murid menyampaikan ide, mendengarkan pendapat teman, dan ikut serta dalam pengambilan keputusan bersama.Murid aktif menyampaikan ide, mendengarkan dengan penuh perhatian, membantu memfasilitasi kesepakatan, dan mendorong teman yang belum berbicara untuk berpartisipasi.
Kelengkapan dan Kejelasan Aturan KelasDesain memuat kurang dari 3 aturan dan aturan yang ditulis tidak relevan dengan kehidupan kelas.Desain memuat 3–4 aturan yang relevan namun penulisannya kurang jelas atau sulit dipahami.Desain memuat 5–6 aturan yang relevan, jelas, dan sesuai dengan kebutuhan kelas.Desain memuat lebih dari 6 aturan yang relevan, jelas, spesifik, dan mencakup berbagai aspek kehidupan kelas (ketertiban, kebersihan, kebersamaan, dll.).
Kreativitas Desain pada KartonDesain hanya berupa tulisan polos tanpa hiasan, warna, atau tata letak yang diperhatikan.Desain memiliki sedikit hiasan atau warna namun tata letak belum rapi dan kurang menarik.Desain menggunakan warna, hiasan, dan tata letak yang rapi sehingga mudah dibaca dan cukup menarik.Desain sangat kreatif dengan tata letak yang menarik, warna yang selaras, ilustrasi/gambar pendukung, dan tulisan yang rapi sehingga enak dipandang dan mudah dipahami.
Pemahaman Konsep Kesepakatan Kelas (LKPD & Asesmen Individu)Murid tidak dapat menjelaskan apa itu kesepakatan kelas dan mengapa aturan perlu dibuat bersama.Murid dapat menyebutkan pengertian aturan kelas namun belum memahami pentingnya proses musyawarah dalam pembuatannya.Murid dapat menjelaskan pengertian kesepakatan kelas dan menyebutkan alasan mengapa aturan dibuat secara bersama-sama.Murid dapat menjelaskan pengertian kesepakatan kelas, alasan pentingnya musyawarah, dan menghubungkannya dengan nilai Pancasila (sila ke-4) dalam kehidupan nyata di kelas.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan yang cukup untuk menyampaikan pendapat dalam diskusi kelompok? Jika belum, apa yang perlu saya ubah dalam pengelolaan kelompok?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk menyelesaikan seluruh tahapan — diskusi, desain, presentasi, dan refleksi? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil memicu rasa ingin tahu dan diskusi yang bermakna? Pertanyaan mana yang paling efektif?
  • Apakah strategi diferensiasi yang saya terapkan sudah menjangkau murid dengan kebutuhan berbeda (cepat, lambat, dan memerlukan dukungan khusus)?
  • Seberapa jauh murid memahami kaitan antara kegiatan membuat kesepakatan kelas dengan nilai demokrasi dan Pancasila?

Refleksi Murid:

  • Aturan kelas mana yang paling ingin kamu patuhi setiap hari, dan apa alasannya?
  • Bagaimana perasaanmu saat pendapatmu didengar oleh teman-teman dalam diskusi tadi?
  • Apakah kamu sudah ikut berbicara dan menyampaikan idemu dalam kelompok? Kalau belum, apa yang membuatmu belum berani?
  • Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang cara membuat aturan bersama-sama?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek), halaman 58–61.
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek), halaman 92–97.
  3. Contoh gambar desain aturan kelas (cetak atau tampil di layar proyektor).
  4. Video tutorial cara membuat desain aturan kelas (dapat diakses dari internet, ditampilkan di kelas jika tersedia proyektor dan jaringan).
  5. LKPD Kegiatan 1: Tabel Ide Aturan Kelas (disediakan guru).
  6. LKPD Kegiatan 2: Lembar Rancangan Desain / Mind Map Aturan Kelas (disediakan guru).
  7. LKPD Kegiatan 3: Soal Latihan Individu (disediakan guru).
  8. Lembar Refleksi Diri 'Kebiasaan Baikku' (disediakan guru).
  9. Sticky note / kertas kecil untuk refleksi proses.
  10. Kertas karton (berwarna atau putih), kertas HVS, kertas origami.
  11. Alat tulis dan dekorasi: spidol warna, krayon, pensil warna, cat air (opsional), penggaris, pensil, gunting, lem.
  12. Laptop dan proyektor (jika tersedia) untuk menampilkan gambar dan video referensi.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.