MODUL AJAR Pendidikan Pancasila — Kelas 3 (Fase B) Topik: Bab 2 — Aku Patuh Aturan INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Bab 2 — Aku Patuh Aturan |
|---|
| Alokasi Waktu | 36 JP (36 x 35 menit = 1260 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 18 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 3.2.1 Mengidentifikasi aturan di sekolah
- TP 3.2.2 Melaksanakan aturan di sekolah
- TP 3.2.3 Mengidentifikasi hak yang didapat dan kewajiban sebagai anggota keluarga
- TP 3.2.4 Mengidentifikasi hak yang didapat dan kewajiban sebagai warga sekolah
- TP 3.2.5 Menerapkan hak yang didapat dan kewajiban sebagai warga sekolah
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kamu melihat papan tata tertib atau aturan yang dipajang di dinding kelas dan sekolah?
- Apa bedanya aturan yang tertulis di kertas atau papan dengan aturan sopan santun yang biasa diingatkan oleh bapak/ibu guru?
- Mengapa setiap hari Senin kita memakai seragam putih-merah lengkap dengan topi dan dasi?
- Apa aturan yang harus kita patuhi saat bel tanda masuk sekolah berbunyi?
- Apa yang akan terjadi jika halaman dan toilet sekolah tidak dibersihkan?
- Mengapa kita harus berjalan tenang di koridor dan tidak berlarian saat jam pelajaran?
- Apa yang terjadi jika kelas kita kotor dan tidak ada yang mau membersihkannya?
- Bagaimana cara kita melaksanakan aturan menjaga kebersihan kelas bersama teman-teman?
- Apa yang terjadi jika semua murid berebut dan saling dorong saat hendak masuk ke dalam kelas?
- Bagaimana urutan tindakan yang benar saat kita berbaris dan antre masuk kelas secara tertib?
- Apa yang kamu lakukan agar pensil, penghapus, dan buku tidak tertinggal atau berantakan di meja?
- Bagaimana caramu memastikan seragam sekolah yang kamu kenakan sudah rapi sesuai aturan sebelum belajar dimulai?
- Apa hal paling menyenangkan yang kamu rasakan saat sedang bersama orang tua atau keluarga di rumah?
- Mengapa setiap anak berhak merasa aman dan disayangi saat berada di rumah?
- Apa yang disiapkan orang tua untuk kalian sebelum berangkat ke sekolah dan saat kalian belajar di rumah?
- Mengapa mendapatkan makanan bergizi dan fasilitas seperti meja atau lampu belajar termasuk hak kalian sebagai anak di rumah?
- Apa yang biasanya kamu lakukan untuk membantu ayah dan ibu di rumah?
- Mengapa menjaga kebersihan kamar dan rumah menjadi kewajiban kita sebagai anak?
- Apa contoh sikap menghormati orang tua dan saudara saat berada di rumah?
- Mengapa mengulang pelajaran atau mengerjakan tugas sekolah di rumah termasuk kewajiban kita sebagai anak?
- Apa yang berhak kamu peroleh saat kamu sedang belajar di dalam kelas bersama Bapak/Ibu Guru?
- Ketika kamu merasa kesulitan memahami pelajaran, apakah kamu berhak meminta bantuan dan bimbingan guru?
- Fasilitas apa saja yang boleh kamu gunakan saat berada di dalam ruang kelas dan perpustakaan sekolah?
- Mengapa meminjam buku cerita di perpustakaan atau duduk di kursi kelas disebut sebagai hak kita di sekolah?
- Siapa saja warga sekolah yang perlu kita hormati setiap hari di sekolah?
- Apa kewajiban kita terhadap fasilitas belajar seperti meja, kursi, dan buku perpustakaan?
- Apa yang boleh kita lakukan saat guru meminta pendapat atau usulan di kelas?
- Bagaimana cara kita menyampaikan usulan atau pendapat di kelas dengan tertib?
- Bagaimana perasaanmu ketika teman mengajak bermain bersama tanpa mengejek atau mengganggu?
- Apa tindakan yang dapat kamu lakukan agar kamu dan teman-temanmu merasa aman dan nyaman saat berinteraksi di sekolah?
- Apa yang biasanya terjadi jika suasana kelas gaduh saat guru sedang menerangkan pelajaran?
- Bagaimana caramu membantu agar proses belajar bersama teman-teman di kelas tetap berjalan dengan tertib?
- Apa yang harus kita lakukan setelah selesai membaca buku perpustakaan atau meminjam alat belajar sekolah?
- Mengapa merawat dan mengembalikan fasilitas sekolah merupakan kewajiban setiap warga sekolah?
- Apa saja aturan di sekolah yang telah kamu pelajari dan laksanakan sehari-hari?
- Bagaimana caramu menunjukkan pelaksanaan hak dan kewajiban secara seimbang di rumah dan di sekolah?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengidentifikasi Jenis Aturan Tertulis dan Tidak Tertulis di Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.1 Mengidentifikasi aturan di sekolah
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memfasilitasi seorang murid memimpin doa bersama secara bergiliran (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid, menyanyikan yel-yel penyemangat, dan mengaitkan materi dengan menanyakan: 'Apa saja aturan yang ada di sekolah kita?' (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar aturan di papan tulis: Gambar A (tata tertib kelas di dinding) dan Gambar B (anak menyapa guru dengan senyum). Murid diminta mengidentifikasi mana yang berwujud tulisan dan mana yang berupa kebiasaan sopan santun langsung (acuan diagnostik: Gambar A adalah aturan tertulis karena tercetak dan terbaca; Gambar B adalah aturan tidak tertulis/kebiasaan sopan santun) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak teks bacaan sederhana tentang 'Aturan di Sekolahku' yang memuat pengertian aturan tertulis (aturan resmi yang terdokumentasi/dapat dibaca langsung seperti tata tertib) dan aturan tidak tertulis (aturan moral, adat, atau kesadaran bersama tanpa teks pajangan seperti saling menyapa dan tolong-menolong) (7 menit).
- Guru memandu murid membedakan ciri-ciri kedua jenis aturan tersebut melalui pengamatan langsung pada lingkungan ruang kelas (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Secara berpasangan, murid memainkan permainan tantangan 'Pilah Kartu Aturan Sekolah'. Setiap pasangan menerima 6 kartu pernyataan aturan sekolah berikut: (1) Mengenakan seragam lengkap sesuai jadwal harian; (2) Menyapa bapak/ibu guru dengan senyum dan santun saat berpapasan; (3) Mengembalikan buku perpustakaan tepat waktu sesuai batas peminjaman pada kartu perpustakaan; (4) Membantu teman yang terjatuh di halaman sekolah tanpa diminta; (5) Dilarang mencoret-coret meja dan dinding kelas sesuai tata tertib; (6) Menghargai perbedaan teman saat bermain bersama tanpa mengejek (10 menit).
- Murid bersama pasangannya mengelompokkan keenam kartu tersebut ke dalam dua kantong klasifikasi: 'Aturan Tertulis' dan 'Aturan Tidak Tertulis' pada lembar kerja klasifikasi (acuan pengelompokan benar: Kartu 1, 3, dan 5 masuk kantong Aturan Tertulis; Kartu 2, 4, dan 6 masuk kantong Aturan Tidak Tertulis) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru bersama murid memeriksa kebenaran hasil pengelompokan kartu, membahas bersama alasan mengapa suatu aturan tergolong tertulis atau tidak tertulis di sekolah (5 menit).
- Murid merenungkan manfaat adanya kedua jenis aturan tersebut bagi kenyamanan dan ketertiban bersama di sekolah (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap konsep aturan tertulis dan tidak tertulis yang telah diidentifikasi murid hari ini (5 menit).
- Murid mengerjakan cek pemahaman akhir singkat berisi 2 butir soal lisan/tulis kilat, guru memberikan apresiasi serta menutup kegiatan dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu pernyataan yang dilengkapi simbol visual ikonik (ikon buku untuk tertulis, ikon jabat tangan/hati untuk kebiasaan/tidak tertulis).
- Proses: Murid yang lebih cepat memahami diberikan kartu tambahan berisi 2 situasi baru di sekolah (misal: 'Membayar makanan di kantin sesuai harga daftar menu' [tertulis] dan 'Mengucapkan terima kasih kepada penjaga kantin' [tidak tertulis]) untuk langsung diidentifikasi secara mandiri.
- Produk: Hasil klasifikasi dapat disajikan dengan menempelkan kartu ke dalam bagan dua kolom atau memasukkan ke kantong saku klasifikasi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik klasifikasi visual: Murid diminta mengamati 2 gambar situasi sekolah: (1) Poster tata tertib kelas di dinding, dan (2) Siswa tersenyum memberi salam kepada guru. Murid mengidentifikasi jenisnya. Acuan jawaban benar: situasi 1 adalah aturan tertulis (terpampang berupa teks/poster), situasi 2 adalah aturan tidak tertulis (kebiasaan sopan santun/etika pergaulan sekolah).
Proses:- Penilaian unjuk kerja pengelompokan 6 kartu aturan sekolah ke dalam kategori aturan tertulis dan aturan tidak tertulis. Kunci klasifikasi lengkap: (1) Mengenakan seragam lengkap sesuai jadwal harian = Aturan Tertulis; (2) Menyapa guru dengan senyum dan santun = Aturan Tidak Tertulis; (3) Mengembalikan buku perpustakaan tepat waktu sesuai batas peminjaman pada kartu perpustakaan = Aturan Tertulis; (4) Membantu teman yang terjatuh di halaman sekolah tanpa diminta = Aturan Tidak Tertulis; (5) Dilarang mencoret-coret meja dan dinding kelas sesuai tata tertib = Aturan Tertulis; (6) Menghargai perbedaan teman saat bermain tanpa mengejek = Aturan Tidak Tertulis.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri berupa 2 butir pertanyaan singkat di lembar refleksi: (1) Sebutkan 1 contoh aturan tertulis yang ada di sekolahmu! (Kriteria penerimaan: menyebutkan aturan yang tercantum resmi seperti memakai seragam, tata tertib upacara, dilarang merusak sarana); (2) Sebutkan 1 contoh aturan tidak tertulis di sekolahmu! (Kriteria penerimaan: menyebutkan norma sikap sosial seperti menyapa guru, menolong teman, bersikap ramah).
Formatif:- Observasi unjuk kerja klasifikasi kartu aturan tertulis dan tidak tertulis di sekolah
- Cek pemahaman lisan/tertulis akhir sesi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi jenis aturan tertulis dan tidak tertulis di sekolah | Mengidentifikasi dengan tepat paling banyak 1–2 dari 6 kartu aturan sekolah ke dalam kategori tertulis atau tidak tertulis. | Mengidentifikasi dengan tepat 3–4 dari 6 kartu aturan sekolah ke dalam kategori tertulis atau tidak tertulis. | Mengidentifikasi dengan tepat 5 dari 6 kartu aturan sekolah ke dalam kategori tertulis atau tidak tertulis sesuai acuan kunci. | Mengidentifikasi dengan tepat seluruh 6 dari 6 kartu aturan sekolah ke dalam kategori tertulis dan tidak tertulis secara tepat dan mandiri sesuai acuan kunci. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan dengan jelas antara aturan yang terdokumentasi tertulis dengan aturan norma/kebiasaan tidak tertulis di sekolah?
- Apakah media kartu pernyataan dan kantong klasifikasi efektif membangkitkan keaktifan serta kegembiraan belajar seluruh murid?
Murid:- Bagian mana dari kegiatan memilah kartu aturan hari ini yang paling kamu sukai?
- Apakah kamu sekarang sudah bisa membedakan mana aturan tertulis dan aturan tidak tertulis di sekolahmu?
Pertemuan 2 — Mengidentifikasi Aturan Berpakaian Seragam dan Kehadiran di Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.1 Mengidentifikasi aturan di sekolah
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kesiapan belajar (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar: (1) Murid memakai seragam lengkap berdasi dan bertopi, (2) Murid berseragam tanpa dasi dan memakai sandal jepit, lalu meminta murid menunjukkan gambar yang sesuai aturan seragam sekolah (acuan tepat: Gambar 1) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi aturan berpakaian seragam dan aturan kehadiran di sekolah (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati bagan 'Aturan Seragam dan Kehadiran' di papan tulis yang memuat rincian: (1) Seragam merah-putih lengkap pada hari Senin/upacara, (2) Seragam batik pada hari yang ditentukan, (3) Memakai sepatu hitam dan kaus kaki putih, (4) Hadir di sekolah paling lambat pukul 06.45 sebelum bel masuk berbunyi (8 menit).
- Guru memandu tanya jawab terarah untuk membedakan aturan seragam dan aturan kehadiran berdasarkan bagan tersebut (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid mengikuti permainan tantangan 'Detektif Aturan Sekolah': murid berpasangan menerima 4 kartu situasi berikut: Kartu A ('Budi memakai seragam pramuka lengkap pada hari pramuka'), Kartu B ('Siti tiba di gerbang sekolah pukul 07.15 saat gerbang sudah ditutup'), Kartu C ('Edo memakai sepatu sandal ke sekolah'), Kartu D ('Dayu tiba di kelas pukul 06.40 sebelum bel berbunyi') (8 menit).
- Setiap murid secara mandiri menempelkan/mengelompokkan ke-4 kartu tersebut ke dalam dua kolom di LKPD: 'Sesuai Aturan' (acuan tepat: Kartu A dan Kartu D) dan 'Melanggar Aturan' (acuan tepat: Kartu B dan Kartu C) (17 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama guru memeriksa ketepatan pengelompokan 4 kartu situasi tersebut dan mengonfirmasi jawaban yang benar (7 menit).
- Murid menyampaikan kesadaran diri tentang aturan seragam dan waktu hadir yang sudah dipatuhi setiap hari saat bersekolah (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan aturan berpakaian seragam dan aturan kehadiran di sekolah yang telah dipelajari (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pembiasaan mandiri dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu situasi bergambar bagi murid yang membutuhkan bantuan visual dan teks deskriptif bagi murid yang membaca lancar.
- Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru memberikan pendampingan terarah untuk mencocokkan situasi dengan bagan aturan; bagi murid yang cepat paham, diberikan 2 kartu tambahan untuk diidentifikasi.
- Produk: Murid mengelompokkan kartu situasi ke dalam kolom tabel 'Sesuai Aturan' dan 'Melanggar Aturan' secara tepat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual memilih gambar seragam: Murid mengamati Gambar 1 (seragam lengkap dengan atribut topi, dasi, ikat pinggang, sepatu hitam) dan Gambar 2 (seragam tidak lengkap memakai sandal dan tanpa atribut), lalu menunjukkan gambar yang sesuai aturan seragam (acuan jawaban: Gambar 1).
Proses:- Formatif mengelompokkan 4 kartu situasi: Murid mengidentifikasi kartu situasi: Kartu A ('Budi memakai seragam pramuka lengkap pada hari pramuka'), Kartu B ('Siti tiba di gerbang sekolah pukul 07.15 saat gerbang sudah ditutup'), Kartu C ('Edo memakai sepatu sandal ke sekolah'), Kartu D ('Dayu tiba di kelas pukul 06.40 sebelum bel berbunyi') ke kolom 'Sesuai Aturan' (acuan: Kartu A dan Kartu D) dan 'Melanggar Aturan' (acuan: Kartu B dan Kartu C).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan 2 butir: (1) 'Pukul berapa batas waktu hadir di sekolah sebelum bel berbunyi?' (acuan: pukul 06.45 / sebelum bel masuk), (2) 'Kelengkapan apa saja yang wajib dipakai saat seragam upacara hari Senin?' (acuan: seragam putih-merah, dasi, topi, dan sepatu hitam bertali/berperekat).
Formatif:- Penilaian kinerja LKPD pengelompokan 4 kartu situasi aturan seragam dan kehadiran sekolah.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi aturan berpakaian seragam dan kehadiran di sekolah | Mampu mengidentifikasi 0-1 dari 4 kartu situasi aturan seragam dan kehadiran sekolah dengan tepat. | Mampu mengidentifikasi 2 dari 4 kartu situasi aturan seragam dan kehadiran sekolah dengan tepat (acuan kartu: Kartu A dan D = Sesuai Aturan; Kartu B dan C = Melanggar Aturan). | Mampu mengidentifikasi 3 dari 4 kartu situasi aturan seragam dan kehadiran sekolah dengan tepat (acuan kartu: Kartu A dan D = Sesuai Aturan; Kartu B dan C = Melanggar Aturan). | Mampu mengidentifikasi seluruh (4 dari 4) kartu situasi aturan seragam dan kehadiran sekolah dengan tepat secara mandiri (acuan kartu: Kartu A dan D = Sesuai Aturan; Kartu B dan C = Melanggar Aturan). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan dengan jelas antara perilaku yang sesuai aturan seragam/kehadiran dan yang melanggar?
- Bagian kegiatan mana yang paling membantu murid memahami aturan seragam dan ketepatan waktu hadir di sekolah?
Murid:- Aturan seragam atau jam masuk mana yang sudah berhasil kamu patuhi minggu ini?
- Apa yang akan kamu lakukan di rumah agar besok tidak terlambat datang ke sekolah?
Pertemuan 3 — Mengidentifikasi Aturan Menjaga Kebersihan dan Ketertiban di Lingkungan Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.1 Mengidentifikasi aturan di sekolah
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi aturan menjaga kebersihan dan ketertiban di lingkungan sekolah (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar situasi: (A) Murid meletakkan bungkus makanan ke tempat sampah, dan (B) Murid berteriak dan berlari di tangga sekolah, lalu meminta murid mengidentifikasi mana yang mematuhi aturan dan mana yang melanggar (acuan: A mematuhi aturan kebersihan; B melanggar aturan ketertiban) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati tayangan slide atau kartu visual berisi 4 contoh aturan di lingkungan sekolah: (1) Menyiram toilet setelah digunakan hingga bersih, (2) Berjalan tertib dan tenang di lorong kelas, (3) Memilah sampah basah dan kering ke tempat sampah terpisah, (4) Mengantre dengan tenang saat mencuci tangan di wastafel (acuan fokus: nomor 1 dan 3 aturan kebersihan; nomor 2 dan 4 aturan ketertiban) (10 menit).
- Murid berdiskusi terpimpin bersama guru untuk membedakan kategori aturan: aturan kebersihan (terkait kebersihan fisik lingkungan sekolah) dan aturan ketertiban (terkait kenyamanan dan keamanan perilaku bersama di sekolah) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Secara berpasangan, murid memainkan permainan tantangan 'Pilah Kartu Aturan': setiap pasangan menerima 4 kartu pernyataan konkret: Kartu 1 'Membuang sisa makanan ke tong sampah organik', Kartu 2 'Berjalan tertib tanpa berlarian di lorong kelas saat jam istirahat', Kartu 3 'Menyiram air pada kloset toilet hingga bersih setelah buang air', Kartu 4 'Berbaris tenang dan tidak saling dorong saat antre cuci tangan' untuk dipilah ke dalam papan dua kolom: 'Aturan Kebersihan' atau 'Aturan Ketertiban' (acuan kunci: Kartu 1 dan 3 masuk kolom Aturan Kebersihan; Kartu 2 dan 4 masuk kolom Aturan Ketertiban) (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan identifikasi berisi 4 pernyataan situasi untuk menentukan tanda (K) untuk aturan kebersihan dan (T) untuk aturan ketertiban: (1) Mengelap meja makan kantin setelah dipakai makan [K], (2) Tidak bersuara keras di depan ruang kelas yang sedang belajar [T], (3) Mengambil daun kering yang berserakan di halaman sekolah [K], (4) Berjalan di sebelah kiri saat menaiki tangga sekolah [T] (acuan: 1=K, 2=T, 3=K, 4=T) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil klasifikasi kartu dan lembar latihan, kemudian murid menyimpulkan bahwa aturan kebersihan dan ketertiban dibuat agar sekolah tetap sehat, aman, dan nyaman untuk semua warga sekolah (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid dan bersama murid merangkum contoh-contoh aturan kebersihan dan ketertiban sekolah yang telah dipelajari (3 menit).
- Guru menginformasikan kegiatan pertemuan berikutnya tentang melaksanakan aturan kebersihan kelas bersama, lalu menutup pembelajaran dengan doa penutup dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu pernyataan yang dilengkapi ikon visual gambar kebersihan dan ketertiban; murid yang lebih cepat diberikan teks situasi lingkungan sekolah yang lebih kompleks.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan didampingi guru secara bertahap saat memilah kartu; murid yang mahir memilah secara mandiri berpasangan.
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan mengidentifikasi 2 dari 4 aturan dengan tepat; murid yang mahir mengidentifikasi seluruh 4 aturan secara lengkap dan tepat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik dengan menunjukkan 2 gambar situasi: (A) Murid meletakkan bungkus makanan ke tempat sampah, dan (B) Murid berteriak dan berlari di tangga sekolah. Murid mengidentifikasi perilaku yang patuh aturan dan melanggar aturan (acuan kunci: A = mematuhi aturan kebersihan; B = melanggar aturan ketertiban sekolah).
Proses:- Pengamatan langsung keterlibatan murid dalam memilah 4 kartu pernyataan ke dalam kantong/kolom Aturan Kebersihan dan Aturan Ketertiban: Kartu 1 'Membuang sisa makanan ke tong sampah organik' [Kebersihan], Kartu 2 'Berjalan tertib tanpa berlarian di lorong kelas saat jam istirahat' [Ketertiban], Kartu 3 'Menyiram air pada kloset toilet hingga bersih setelah buang air' [Kebersihan], Kartu 4 'Berbaris tenang dan tidak saling dorong saat antre cuci tangan' [Ketertiban]. Skor: tepat memasangkan minimal 3 dari 4 kartu sesuai acuan kunci.
Akhir Pertemuan:- Pengecekan hasil lembar kerja mandiri identifikasi 4 pernyataan situasi sekolah dengan memberi kode (K) untuk aturan kebersihan dan (T) untuk aturan ketertiban: (1) Mengelap meja makan kantin setelah dipakai makan [Kunci: K], (2) Tidak bersuara keras di depan ruang kelas yang sedang belajar [Kunci: T], (3) Mengambil daun kering yang berserakan di halaman sekolah [Kunci: K], (4) Berjalan di sebelah kiri saat menaiki tangga sekolah [Kunci: T]. Murid dinyatakan tuntas jika tepat menentukan minimal 3 dari 4 butir pernyataan sesuai kunci.
Formatif:- Asesmen diagnostik awal: Tanya jawab lisan klasifikasi gambar A dan B.
- Asesmen formatif proses: Pengamatan unjuk kerja memilah 4 kartu aturan kebersihan dan ketertiban secara berpasangan.
- Asesmen formatif akhir: Pemeriksaan ketepatan pengisian lembar latihan identifikasi 4 butir situasi sekolah (simbol K dan T).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan mengidentifikasi aturan kebersihan dan ketertiban di lingkungan sekolah | Belum mampu mengidentifikasi aturan kebersihan dan ketertiban di lingkungan sekolah (hanya tepat 1 atau tidak ada dari 4 butir acuan). | Mampu mengidentifikasi aturan kebersihan dan ketertiban di lingkungan sekolah secara tepat pada 2 dari 4 butir acuan dengan bantuan bimbingan guru. | Mampu mengidentifikasi aturan kebersihan dan ketertiban di lingkungan sekolah secara tepat pada 3 dari 4 butir acuan secara mandiri. | Mampu mengidentifikasi seluruh aturan kebersihan dan ketertiban di lingkungan sekolah secara tepat pada 4 dari 4 butir acuan secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan pilah kartu efektif membantu murid membedakan aturan kebersihan dan aturan ketertiban?
- Bagian kegiatan mana yang memerlukan waktu lebih banyak atau penyederhanaan instruksi?
Murid:- Apa contoh aturan kebersihan dan aturan ketertiban di sekolah yang paling kamu ingat hari ini?
- Apakah kamu merasa senang saat bermain memilah kartu aturan bersama temanmu?
Pertemuan 4 — Melaksanakan Aturan Menjaga Kebersihan Kelas Bersama — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.2 Melaksanakan aturan di sekolah
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
- Guru memandu asesmen awal dengan menunjukkan 3 gambar tindakan di kelas: (1) Murid membuang bungkus kue ke lantai kelas, (2) Murid memasukkan sampah kertas ke tempat sampah kelas, (3) Murid membiarkan remah roti di atas meja belajarnya. Guru menanyakan: 'Manakah tindakan yang menunjukkan pelaksanaan aturan menjaga kebersihan kelas?' (acuan jawaban tepat: tindakan nomor 2) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melaksanakan aturan menjaga kebersihan kelas secara bersama-sama (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati daftar 3 tindakan nyata aturan menjaga kebersihan kelas: (1) Menyapu lantai kelas, (2) Memungut dan membuang sampah ke tempat sampah kelas, (3) Merapikan serta mengelap meja/kursi belajar (5 menit).
- Murid dalam kelompok kecil (4-5 orang) mencocokkan alat kebersihan dengan tugasnya melalui lembar panduan: sapu untuk menyapu lantai, kemoceng/lap untuk membersihkan meja, dan tempat sampah untuk menampung sampah (acuan: sapu -> lantai, kemoceng/lap -> meja, tempat sampah -> wadah sampah) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru memberikan tantangan permainan 'Operasi Semut Bersih Ceria' di mana setiap kelompok mendapat area kerja kelas masing-masing (deretan meja depan, deretan meja tengah, deretan meja belakang, dan sudut baca) dengan batas waktu tertentu untuk melaksanakan aturan kebersihan secara bersama-sama (5 menit).
- Murid secara berkelompok mempraktikkan langsung pelaksanaan aturan menjaga kebersihan kelas: menyapu lantai area kelompok, memungut sampah kecil dan membuangnya ke tempat sampah, serta menyeka permukaan meja masing-masing dengan lap (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru dan murid bersama-sama memeriksa hasil kebersihan seluruh area kelas (5 menit).
- Murid memberikan tanda centang pada lembar cek mandiri pelaksanaan aturan kebersihan kelas untuk 3 tindakan: membuang sampah pada tempatnya, menyapu lantai, dan merapikan meja (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa kebersihan kelas tercapai jika seluruh murid melaksanakan aturan menjaga kebersihan bersama (5 menit).
- Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas kerja sama murid dalam menjaga kebersihan kelas, kemudian menutup pelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan panduan visual bergambar langkah menyapu, membuang sampah, dan mengelap meja bagi murid yang membutuhkan bantuan konkret.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dalam memegang alat dan memilah sampah, sedangkan murid yang mandiri langsung menjalankan tugas kebersihan pada area kelompoknya.
- Produk: Semua murid menghasilkan tindakan nyata yang sama yaitu area belajar yang bersih dari sampah dan meja yang tertata rapi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik identifikasi tindakan kebersihan di pendahuluan: Guru menampilkan 3 gambar situasi: (1) Murid membuang bungkus kue ke lantai kelas, (2) Murid memasukkan sampah kertas ke tempat sampah kelas, (3) Murid membiarkan remah roti di atas meja belajarnya. Murid menjawab tindakan yang melaksanakan aturan kebersihan (acuan jawaban: nomor 2).
Proses:- Penilaian unjuk kerja saat praktik 'Operasi Semut Bersih Ceria' mengamati keterlibatan murid dalam melaksanakan 3 tindakan aturan kebersihan: (1) Memungut sampah di sekitar tempat duduk dan membuang ke tempat sampah, (2) Menyapu lantai area kelompok, (3) Mengelap/merapikan meja dan kursi belajar (acuan kriteria: terlaksana tanpa meninggalkan kotoran/sampah di area tugas).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri di akhir kegiatan melalui lembar cek: Murid mencentang 3 bukti tindakan yang telah dilaksanakan hari ini: [ ] Membuang sampah ke tempat sampah, [ ] Menyapu lantai, [ ] Membersihkan/merapikan meja. Kriteria: tercentang 3 tindakan yang telah dipraktikkan.
Formatif:- Observasi unjuk kerja pelaksanaan aturan menjaga kebersihan kelas menggunakan lembar amatan 3 tindakan (menyapu, memungut/membuang sampah ke tempatnya, dan merapikan/mengelap meja)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Melaksanakan aturan menjaga kebersihan kelas bersama | Belum melaksanakan tindakan menjaga kebersihan kelas (belum memungut sampah, menyapu, maupun merapikan meja) meski telah dibimbing guru. | Melaksanakan 1 dari 3 tindakan menjaga kebersihan kelas (memungut/membuang sampah ke tempat sampah, menyapu lantai, atau merapikan meja) dengan arahan langsung dari guru. | Melaksanakan 2 sampai 3 tindakan menjaga kebersihan kelas (memungut/membuang sampah ke tempat sampah, menyapu lantai, dan merapikan meja) secara tepat dengan sesekali diingatkan. | Melaksanakan seluruh 3 tindakan menjaga kebersihan kelas (memungut/membuang sampah ke tempat sampah, menyapu lantai, dan merapikan meja) secara mandiri, tuntas, dan konsisten tanpa perlu diingatkan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid terlibat aktif dan bergembira saat mempraktikkan aturan menjaga kebersihan kelas?
- Bagian mana dari kegiatan kebersihan bersama yang masih membutuhkan bimbingan atau pengaturan waktu lebih baik?
Murid:- Bagian tugas kebersihan mana yang paling aku sukai hari ini saat membersihkan kelas bersama teman?
- Apakah aku sudah membuang sampah ke tempat sampah dengan benar?
Pertemuan 5 — Melaksanakan Aturan Ketertiban dan Antre saat Masuk Kelas — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.2 Melaksanakan aturan di sekolah
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memfasilitasi doa bersama yang dipimpin perwakilan murid, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu melaksanakan aturan ketertiban dan antre saat masuk kelas (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui simulasi cepat: meminta murid berbaris di depan pintu dan mengamati kesiapan awal murid dalam melaksanakan antrean tertib (acuan kesiapan: berdiri satu baris di belakang teman tanpa mendorong dan menunggu giliran masuk) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak peragaan guru tentang 4 langkah aturan masuk kelas: (1) berbaris lurus di belakang teman berjarak satu lengan, (2) menunggu giliran melangkah tanpa mendahului, (3) mengetuk pintu atau memberi salam dengan tertib, dan (4) meletakkan sepatu/tas pada tempatnya dan duduk dengan rapi di kursi (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mempraktikkan permainan simulasi 'Tantangan Kereta Tertib': seluruh murid keluar ke selasar kelas lalu berbaris rapi dan masuk kelas satu per satu secara bergiliran menerapkan 4 langkah aturan (berbaris satu lurus berjarak satu lengan, antre tanpa mendahului/mendorong teman, mengetuk pintu/mengucap salam, serta duduk tertib di bangku masing-masing) yang dinilai langsung oleh guru (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengisi lembar ceklis diri 'Pelaksanaan Antre Masuk Kelas' yang memuat 4 tindakan: (1) Berbaris di belakang teman berjarak satu lengan; (2) Menunggu giliran tanpa mendorong; (3) Memberi salam saat melewati pintu; (4) Menuju meja belajar dengan tertib dan duduk rapi (15 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap pelaksanaan praktik antre dan ketertiban masuk kelas yang telah dilakukan seluruh murid (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya membiasakan antre setiap hari, lalu menutup pembelajaran dengan doa penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan garis tanda jejak kaki di lantai selasar bagi murid yang membutuhkan panduan visual jarak antrean.
- Proses: Murid yang sudah terbiasa tertib melaksanakan antrean secara mandiri penuh; murid yang masih terburu-buru mendapatkan bimbingan hitungan langkah oleh guru.
- Produk: Semua murid mendemonstrasikan pelaksanaan antre masuk kelas secara langsung sesuai 4 langkah aturan baku.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengamatan langsung saat pendahuluan: Guru meminta 10 murid berbaris di pintu untuk mengamati kesiapan awal melaksanakan antre (acuan pengamatan awal: murid berdiri di belakang teman tanpa berebut/mendorong dan menunggu giliran masuk).
Proses:- Lembar observasi unjuk kerja 'Tantangan Kereta Tertib' saat murid melaksanakan 4 tindakan aturan masuk kelas: (1) berdiri berjarak satu lengan di belakang teman, (2) melangkah berurutan tanpa mendahului/mendorong, (3) mengetuk pintu/mengucap salam dengan santun, (4) duduk tertib di kursi masing-masing (acuan ketercapaian: melaksanakan minimal 3 dari 4 tindakan secara benar).
Akhir Pertemuan:- Ceklis pelaksanaan mandiri di akhir sesi pembelajaran pada lembar refleksi diri: murid menandai keterlaksanaan 4 tindakan antre masuk kelas: (1) berdiri berjarak satu lengan, (2) tidak mendorong teman, (3) mengetuk pintu/mengucap salam, (4) langsung duduk rapi di tempat (acuan: terlaksana 4 tindakan secara tertib).
Formatif:- Observasi unjuk kerja praktik antre masuk kelas menggunakan lembar amatan 4 langkah aturan ketertiban.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Melaksanakan Aturan Ketertiban dan Antre Masuk Kelas | Belum mampu melaksanakan antre; masih saling dorong, mendahului antrean, dan butuh bimbingan penuh untuk mengikuti 4 langkah aturan masuk kelas (hanya 1 tindakan terlaksana). | Melaksanakan 2 dari 4 tindakan aturan masuk kelas dengan benar, tetapi sesekali masih perlu diingatkan guru untuk menjaga jarak dan tidak menyerobot. | Melaksanakan 3 dari 4 tindakan aturan masuk kelas (berjarak satu lengan, antre berurutan tanpa dorong, salam di pintu, duduk tertib) secara mandiri dan konsisten. | Melaksanakan seluruh 4 tindakan aturan masuk kelas (berjarak satu lengan, melangkah berurutan tanpa mendahului/mendorong, mengetuk pintu/mengucap salam, dan duduk tertib di tempat) secara mandiri, rapi, dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah desain rute antre dan tanda batas di lantai efektif membantu murid mempraktikkan antre secara teratur?
- Bagaimana respons murid terhadap permainan simulasi Tantangan Kereta Tertib dalam menumbuhkan kesadaran tertib?
Murid:- Bagian mana dari aturan antre masuk kelas yang paling mudah kamu lakukan?
- Apakah kamu berhasil menahan diri untuk tidak menyerobot teman saat berbaris tadi?
Pertemuan 6 — Melaksanakan Aturan Kerapian Alat Belajar dan Seragam Sekolah secara Mandiri — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.2 Melaksanakan aturan di sekolah
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melaksanakan aturan menjaga kerapian alat belajar dan seragam sekolah secara mandiri (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui pengecekan langsung terhadap 2 indikator kesiapan aturan kerapian: (1) memasukkan alat tulis ke dalam tempat pensil/tas dan (2) merapikan baju seragam yang keluar celana/rok (acuan kesiapan: murid langsung mempraktikkan kedua tindakan tersebut secara mandiri) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati peragaan guru mengenai standar aturan kerapian di sekolah yang mencakup 2 hal utama: (1) aturan kerapian seragam (baju dimasukkan rapi, memakai ikat pinggang, dan kaus kaki terpasang rapi) serta (2) aturan kerapian alat belajar (buku tersusun di meja/tas, pensil dan penghapus disimpan di kotak pensil, tidak berserakan di laci/meja) (10 menit).
- Murid bersama guru mencocokkan daftar periksa mandiri 'Kerapian Diriku' yang memuat 4 butir aturan pelaksanaan: (1) baju dimasukkan ke dalam celana/rok, (2) ikat pinggang terpasang, (3) alat tulis berada di dalam tempat pensil, (4) buku tertata rapi di atas meja/tas (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan tantangan mandiri 'Operasi Rapi 3 Menit' yang menggembirakan: murid secara mandiri merapikan seragamnya sendiri dan menata seluruh perlengkapan belajarnya di atas meja dan di dalam tas sesuai 4 butir aturan kerapian (10 menit).
- Murid mempraktikkan pengisian lembar cek mandiri pelaksanaan aturan kerapian berdasarkan kondisi dirinya saat itu dengan memberi tanda centang pada 4 butir aturan: (1) baju rapi masuk celana/rok, (2) ikat pinggang terpasang, (3) alat tulis rapi di tempatnya, (4) buku tertata rapi (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil pelaksanaan aturan kerapian alat belajar dan seragamnya secara berpasangan dengan saling mengamati tanpa mengubah kepemilikan barang untuk memastikan tidak ada perlengkapan yang tertinggal atau seragam yang berantakan (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan pentingnya melaksanakan aturan menjaga kerapian alat belajar dan seragam sekolah setiap hari secara tertib dan mandiri (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung atas kedisiplinan murid, memberikan apresiasi atas kemandirian mereka, dan menutup pertemuan dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan gambar visual langkah-langkah merapikan seragam dan menata alat tulis, sedangkan murid yang sudah mandiri langsung menggunakan daftar cek teks.
- Proses: Murid yang masih kesulitan merapikan pakaian atau menata alat belajar didampingi dengan petunjuk langkah demi langkah oleh guru, sedangkan murid yang mahir langsung mempraktikkan perapian secara mandiri penuh.
- Produk: Semua murid menghasilkan bukti keterlaksanaan aturan yang sama yaitu seragam yang rapi dan alat belajar yang tertata rapi terverifikasi pada lembar cek mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik peragaan singkat pada apersepsi: Guru meminta murid memeriksa kondisi seragam dan meja belajarnya saat itu juga berdasarkan 2 tindakan: (1) memasukkan alat tulis ke dalam tempat pensil/tas dan (2) merapikan baju seragam yang keluar celana/rok (acuan kesiapan: murid langsung mempraktikkan kedua tindakan tersebut secara mandiri).
Proses:- Pengamatan unjuk kerja selama tantangan 'Operasi Rapi 3 Menit' terhadap 4 butir aturan kerapian sekolah: (1) baju seragam dimasukkan rapi ke celana/rok, (2) ikat pinggang terpasang rapi, (3) alat tulis disimpan rapi di tempat pensil, (4) buku tertata rapi di atas meja/tas (acuan: terlaksana seluruh 4 butir secara tepat).
Akhir Pertemuan:- Cek ketercapaian akhir sesi: Guru memeriksa lembar cek mandiri dan kondisi nyata murid pada 4 butir aturan kerapian sekolah (acuan: murid memenuhi minimal 3 dari 4 butir aturan: baju rapi, ikat pinggang terpasang, alat tulis tersimpan rapi, buku tertata rapi).
Formatif:- Observasi unjuk kerja pelaksanaan aturan kerapian seragam dan alat belajar menggunakan lembar cek mandiri
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Melaksanakan aturan kerapian seragam sekolah | Belum mampu merapikan seragam (baju dan ikat pinggang) meskipun telah dibimbing guru. | Mampu melaksanakan aturan kerapian seragam (baju atau ikat pinggang) dengan bimbingan dan arahan guru. | Mampu melaksanakan aturan kerapian seragam (baju rapi dimasukkan dan ikat pinggang terpasang) secara mandiri. | Mampu melaksanakan aturan kerapian seragam (baju rapi dimasukkan dan ikat pinggang terpasang) secara mandiri, rapi, dan konsisten. | | Melaksanakan aturan kerapian alat belajar | Belum mampu merapikan alat belajar (alat tulis dan buku) meskipun telah dibimbing guru. | Mampu melaksanakan aturan kerapian alat belajar (alat tulis atau buku) dengan bimbingan dan pengingat dari guru. | Mampu melaksanakan aturan kerapian alat belajar (alat tulis di tempat pensil dan buku tertata rapi) secara mandiri. | Mampu melaksanakan aturan kerapian alat belajar (alat tulis di tempat pensil dan buku tertata rapi) secara mandiri, lengkap, dan teratur. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid telah mampu melaksanakan aturan kerapian alat belajar dan seragam sekolah secara mandiri tanpa harus selalu diingatkan?
- Bagian langkah pembelajaran mana yang paling efektif mendorong murid mematuhi aturan kerapian di kelas?
Murid:- Apakah seragam sekolah dan alat belajarku sudah rapi hari ini sesuai aturan sekolah?
- Apa yang akan aku lakukan setiap pagi agar alat belajar dan seragamku selalu rapi saat di sekolah?
Pertemuan 7 — Mengidentifikasi Hak Anak dalam Kasih Sayang dan Perlindungan di Rumah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.3 Mengidentifikasi hak yang didapat dan kewajiban sebagai anggota keluarga
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengenali dan mengidentifikasi hak anak dalam memperoleh kasih sayang serta perlindungan di rumah (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid mengangkat kartu hijau jika pernyataan merupakan 'Hak' dan kartu kuning jika 'Bukan Hak' atas 2 situasi: (1) 'Didengarkan ceritanya dan dipeluk orang tua saat sedih' (acuan: Hak kasih sayang), (2) 'Dibiarkan sendirian di luar rumah saat malam hari' (acuan: Bukan hak/pelanggaran perlindungan) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak cerita bergambar singkat tentang 'Hari Menyenangkan Dodi di Rumah' yang menceritakan Dodi didampingi ibu belajar dengan sabar dan dipeluk saat cemas mendengar petir (prinsip berkesadaran) (8 menit).
- Murid bersama guru mengidentifikasi konsep hak kasih sayang (perhatian, kehangatan, pendampingan) dan hak perlindungan (rasa aman, dijaga dari bahaya dan rasa takut) di lingkungan keluarga (prinsip bermakna) (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan interaktif menggembirakan 'Tebak Kartu Hak Rumahku' secara berpasangan: setiap meja menerima 4 kartu situasi untuk dipilah ke dalam kotak 'Hak Kasih Sayang' atau 'Hak Perlindungan' (prinsip menggembirakan) (10 menit).
- Empat situasi kartu yang dipilah murid beserta acuannya: Kartu A: 'Ibu mengusap kepala dan mendengarkan keluh kesah anak' (acuan: Hak Kasih Sayang); Kartu B: 'Ayah mengunci pintu pagar agar anak aman saat bermain di halaman' (acuan: Hak Perlindungan); Kartu C: 'Orang tua menemani anak saat merasa takut dalam kegelapan' (acuan: Hak Perlindungan); Kartu D: 'Keluarga merayakan ulang tahun dan memberi ucapan tulus' (acuan: Hak Kasih Sayang) (10 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Kerja Identifikasi Hak secara mandiri dengan memberi tanda centang (V) pada 4 butir pernyataan hak anak di rumah (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar kerja dengan acuan kunci jawaban bersama-sama, menyadari betapa berharganya mendapatkan kasih sayang dan rasa aman di rumah (8 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan bahwa kasih sayang dan perlindungan adalah hak dasar setiap anak yang harus didapatkan di rumah (4 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan memberikan apresiasi atas partisipasi murid, doa penutup, dan salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu situasi yang dilengkapi ilustrasi visual berwarna, sedangkan murid yang sudah mahir membaca kartu teks mandiri.
- Proses: Murid yang belum lancar mengelompokkan dibimbing langsung oleh guru pada 2 kartu pertama, sedangkan murid yang cepat mengidentifikasi mandiri.
- Produk: Semua murid menyelesaikan lembar kerja identifikasi hak yang sama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik klasikal menggunakan respon visual kartu atas 2 pernyataan: (1) 'Didengarkan ceritanya dan dipeluk orang tua saat sedih' (acuan: Hak Kasih Sayang), (2) 'Dibiarkan sendirian di luar rumah saat malam hari' (acuan: Bukan Hak Perlindungan).
Proses:- Pengamatan keterlibatan murid saat memilah 4 kartu situasi: Kartu A 'Ibu mengusap kepala dan mendengarkan keluh kesah anak' -> Kasih Sayang; Kartu B 'Ayah mengunci pintu pagar agar anak aman saat bermain di halaman' -> Perlindungan; Kartu C 'Orang tua menemani anak saat merasa takut dalam kegelapan' -> Perlindungan; Kartu D 'Keluarga merayakan ulang tahun dan memberi ucapan tulus' -> Kasih Sayang.
Akhir Pertemuan:- Lembar cek pemahaman mandiri mengidentifikasi 4 butir pernyataan (menentukan jenis hak): (1) 'Dipeluk ibu saat merasa sedih' (acuan: Hak Kasih Sayang); (2) 'Diberi tempat tinggal yang aman dari hujan dan panas' (acuan: Hak Perlindungan); (3) 'Dinasihati dengan sabar tanpa bentakan' (acuan: Hak Kasih Sayang); (4) 'Dilarang bermain di jalan raya yang ramai demi keselamatan' (acuan: Hak Perlindungan). Kriteria tuntas: minimal 3 dari 4 butir dijawab tepat sesuai acuan.
Formatif:- Asesmen diagnostik awal melalui respon kartu warna (hijau/kuning) terhadap 2 situasi hak di rumah.
- Asesmen proses formatif melalui observasi pemilahan 4 kartu situasi hak kasih sayang dan perlindungan saat permainan berpasangan.
- Asesmen cek pemahaman individu melalui lembar kerja berisi 4 butir pernyataan identifikasi hak di rumah.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi Hak Kasih Sayang dan Perlindungan di Rumah | Mengidentifikasi dengan tepat 1 dari 4 contoh situasi hak anak (kasih sayang dan perlindungan) di rumah sesuai acuan. | Mengidentifikasi dengan tepat 2 dari 4 contoh situasi hak anak (kasih sayang dan perlindungan) di rumah sesuai acuan. | Mengidentifikasi dengan tepat 3 dari 4 contoh situasi hak anak (kasih sayang dan perlindungan) di rumah sesuai acuan. | Mengidentifikasi dengan tepat seluruh 4 contoh situasi hak anak (kasih sayang dan perlindungan) di rumah secara tepat dan mandiri sesuai acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan antara bentuk kasih sayang dan bentuk perlindungan yang mereka terima di rumah?
- Apakah media cerita bergambar dan kartu permainan efektif membantu murid memahami hak-hak mereka di rumah?
Murid:- Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling kamu sukai?
- Hak apa saja yang sudah kamu terima dari orang tuamu di rumah hari ini?
Pertemuan 8 — Mengidentifikasi Hak Anak Memperoleh Makanan dan Fasilitas Belajar di Rumah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.3 Mengidentifikasi hak yang didapat dan kewajiban sebagai anggota keluarga
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kelas agar tertib (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi hak anak memperoleh makanan dan fasilitas belajar di rumah sebagai anggota keluarga (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar: Gambar A (anak sedang makan sarapan bersama keluarga) dan Gambar B (anak mencuci piring sendiri di dapur), lalu menanyakan: 'Manakah dari kedua gambar ini yang menunjukkan hak anak menerima sesuatu di rumah?' (acuan: Gambar A adalah hak anak mendapatkan makanan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati gambar ilustrasi hak anak di rumah berupa pemenuhan makanan sehat serta penyediaan fasilitas belajar (meja, kursi, buku, dan lampu belajar yang terang) yang ditampilkan guru (5 menit).
- Guru memandu tanya jawab terarah untuk mengonstruksi pemahaman bahwa hak adalah segala sesuatu yang layak diterima anak di rumah, khususnya hak atas makanan sehat untuk pertumbuhan dan fasilitas belajar untuk mendukung kegiatan belajar di rumah (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan aktivitas kuis ceria 'Kartu Hak Rumahku': murid memegang 2 kartu (Hijau = 'Hak Makanan/Fasilitas Belajar di Rumah', Merah = 'Bukan Hak Tersebut'). Guru membacakan 4 butir pernyataan: (1) 'Mendapat sarapan pagi sebelum berangkat sekolah', (2) 'Merabaikan tugas menyapu lantai', (3) 'Menggunakan lampu belajar dan meja saat mengerjakan tugas di rumah', (4) 'Membeli mainan mahal setiap hari'. Murid secara serentak mengangkat kartu yang tepat (acuan: butir 1 = Hijau; butir 2 = Merah; butir 3 = Hijau; butir 4 = Merah) (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja klasifikasi 'Hak Anak di Rumah' yang memuat 4 pernyataan situasi berikut: (1) 'Budi disediakan makan siang yang bergizi oleh ibu sepulang sekolah', (2) 'Siti memiliki ruang dan meja yang rapi untuk belajar di rumah', (3) 'Edo membantu ayah menyiram tanaman di halaman', (4) 'Deni mendapat buku tulis dan pensil untuk belajar di rumah'. Murid menandai centang (√) pada kolom 'Hak Makanan/Fasilitas Belajar' atau 'Bukan' (acuan jawaban: butir 1 = Hak; butir 2 = Hak; butir 3 = Bukan; butir 4 = Hak) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar kerja dan mengidentifikasi kembali bentuk hak makanan serta fasilitas belajar yang telah mereka terima di rumah masing-masing (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru merumuskan kesimpulan pembelajaran bahwa anak berhak memperoleh makanan bergizi serta fasilitas yang mendukung kegiatan belajar di rumah sebagai anggota keluarga (5 menit).
- Guru memberikan penguatan, melakukan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat, dan menutup sesi pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar kerja disertai simbol visual makanan dan meja belajar di samping teks pernyataan, sedangkan murid yang mandiri langsung membaca teks pernyataan.
- Proses: Murid yang masih kesulitan membedakan hak dan kewajiban didampingi secara langsung oleh guru saat memeriksa 4 pernyataan situasi, sedangkan murid yang cepat menyelesaikan tantangan mengidentifikasi fasilitas belajar tambahan di rumah.
- Produk: Semua murid menandai klasifikasi 4 pernyataan hak anak di rumah pada lembar kerja sesuai acuan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik klasifikasi gambar: Menunjukkan Gambar A (anak sedang sarapan bersama keluarga) dan Gambar B (anak mencuci piring sendiri di dapur) dengan pertanyaan 'Manakah yang menunjukkan hak anak menerima pemenuhan kebutuhan di rumah?' (acuan jawaban: Gambar A adalah hak anak memperoleh makanan; Gambar B adalah kewajiban membantu orang tua).
Proses:- Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid dalam kuis 4 kartu pernyataan (acuan: pernyataan 1 = Hijau/Hak; pernyataan 2 = Merah/Bukan; pernyataan 3 = Hijau/Hak; pernyataan 4 = Merah/Bukan).
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri klasifikasi 4 butir situasi hak anak di rumah: (1) Budi disediakan makan siang = Hak; (2) Siti memiliki ruang dan meja belajar = Hak; (3) Edo menyiram tanaman = Bukan; (4) Deni mendapat buku dan pensil belajar = Hak (acuan: tepat 4 butir).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menyebutkan 2 contoh situasi: '1. Ibu menyiapkan sayur dan nasi di meja makan' dan '2. Meja belajarmu dilengkapi lampu yang terang'. Guru meminta murid menyebutkan jenis hak yang didapat dari kedua situasi tersebut (acuan jawaban: situasi 1 = hak memperoleh makanan; situasi 2 = hak memperoleh fasilitas belajar).
Formatif:- Kuis angkat kartu 'Kartu Hak Rumahku' untuk mengamati ketepatan identifikasi hak makanan dan fasilitas belajar
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri klasifikasi 4 pernyataan hak anak di rumah
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi hak anak memperoleh makanan dan fasilitas belajar di rumah | Belum mampu mengidentifikasi contoh hak anak memperoleh makanan maupun fasilitas belajar di rumah (0-1 dari 4 butir lembar kerja tepat sesuai acuan). | Mampu mengidentifikasi sebagian kecil contoh hak anak memperoleh makanan dan fasilitas belajar di rumah dengan bimbingan (2 dari 4 butir lembar kerja tepat sesuai acuan). | Mampu mengidentifikasi hak anak memperoleh makanan dan fasilitas belajar di rumah dengan tepat secara mandiri (3-4 dari 4 butir lembar kerja tepat sesuai acuan: butir 1 = Hak, butir 2 = Hak, butir 3 = Bukan, butir 4 = Hak). | Mampu mengidentifikasi seluruh hak anak memperoleh makanan dan fasilitas belajar di rumah secara konsisten, tepat, dan cepat tanpa kesalahan pada seluruh butir tugas (4 dari 4 butir lembar kerja tepat sesuai acuan). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan gambar dan kuis kartu efektif membantu murid membedakan hak memperoleh makanan dan fasilitas belajar dari kewajiban di rumah?
- Bagian kegiatan mana yang memerlukan waktu penjelasan lebih panjang terkait fasilitas belajar anak?
Murid:- Apa saja hak berupa makanan dan fasilitas belajar yang sudah kamu peroleh di rumah?
- Mengapa makanan sehat dan meja belajar penting untuk kegiatan belajarmu di rumah?
Pertemuan 9 — Mengidentifikasi Kewajiban Anak Membantu Orang Tua dan Menjaga Kebersihan Rumah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.3 Mengidentifikasi hak yang didapat dan kewajiban sebagai anggota keluarga
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran dan melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan menanyakan: 'Manakah yang merupakan kewajiban anak di rumah: merapikan tempat tidur sendiri atau bermain game sepanjang hari?' (acuan: merapikan tempat tidur sendiri) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi kewajiban anak membantu orang tua dan menjaga kebersihan rumah (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru tentang konsep kewajiban anak di rumah, khususnya membantu orang tua dan menjaga kebersihan lingkungan rumah (7 menit).
- Guru memperlihatkan 4 gambar aktivitas rumah tangga: (1) Anak menyapu lantai teras, (2) Anak mencuci piring makannya sendiri, (3) Anak menonton TV membiarkan mainan berserakan, (4) Anak membantu ibu melipat pakaian (5 menit).
- Secara klasikal, murid mengidentifikasi dan memilah mana gambar yang mencerminkan kewajiban membantu orang tua dan menjaga kebersihan rumah (gambar 1, 2, dan 4) serta mana yang bukan (gambar 3) (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan kuis cepat 'Tepuk Kewajiban': murid bertepuk tangan 2 kali jika guru menyebutkan kewajiban anak membantu orang tua/kebersihan rumah, dan diam membeku jika yang disebutkan bukan kewajiban/merupakan hak; stimulus kuis: (1) Menyiram tanaman di halaman rumah (tepuk 2 kali), (2) Mendapatkan uang jajan (diam), (3) Merapikan tempat tidur setelah bangun tidur (tepuk 2 kali), (4) Membuang bungkus camilan ke tempat sampah di dapur (tepuk 2 kali), (5) Mendapatkan kasih sayang orang tua (diam) (10 menit).
- Murid menerima Lembar Kerja Klasifikasi berisi 6 butir pernyataan kegiatan di rumah: (1) Merapikan mainan setelah digunakan, (2) Membantu ibu mencuci piring setelah makan, (3) Memperoleh pakaian yang bersih dan layak, (4) Menyapu lantai kamar tidur, (5) Membantu ayah membuang kantong sampah ke tempat pembuangan, (6) Menonton acara kartun kesukaan saat rumah sedang dibersihkan; lalu murid menandai centang (v) pada butir yang merupakan kewajiban membantu orang tua dan menjaga kebersihan rumah (acuan centang: butir 1, 2, 4, dan 5) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar kerja dengan acuan kunci, serta murid menghitung jumlah identifikasi benar yang mereka peroleh (5 menit).
- Murid menuliskan atau menyebutkan 1 kewajiban menjaga kebersihan rumah yang paling sering mereka laksanakan sendiri di rumah (3 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa membantu orang tua dan menjaga kebersihan rumah adalah kewajiban setiap anak sebagai anggota keluarga (5 menit).
- Guru memberikan penguatan karakter kemandirian dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar kerja bergambar untuk murid yang membutuhkan bantuan visual dan teks tertulis langsung bagi yang sudah lancar membaca.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang belum mandiri dalam membedakan hak dan kewajiban, sedangkan murid yang cepat langsung menyelesaikan lembar kerja.
- Produk: Murid cepat mengidentifikasi 6 dari 6 butir pernyataan secara mandiri, murid yang memerlukan bimbingan mengidentifikasi minimal 4 butir pernyataan dengan panduan simbol ikon.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan pada pendahuluan: 'Manakah yang merupakan contoh kewajiban anak di rumah: merapikan tempat tidur sendiri atau bermain game sepanjang hari?' (acuan jawaban: merapikan tempat tidur sendiri).
Proses:- Observasi ketepatan respon murid saat kuis cepat 'Tepuk Kewajiban' dengan 5 stimulus tertera pada langkah pembelajaran (acuan: tepuk 2 kali pada stimulus 1, 3, dan 4; diam pada stimulus 2 dan 5).
- Penilaian lembar kerja klasifikasi 6 butir pernyataan kegiatan rumah (acuan: pernyataan 1, 2, 4, dan 5 adalah kewajiban membantu orang tua dan menjaga kebersihan rumah; pernyataan 3 adalah hak; pernyataan 6 adalah bukan kewajiban/tindakan keliru).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menyebutkan 2 contoh kewajiban anak dalam membantu orang tua atau menjaga kebersihan rumah (acuan: menyapu lantai, merapikan mainan, mencuci piring sendiri, menyiram tanaman, merapikan tempat tidur, membuang sampah pada tempatnya).
Formatif:- Kuis interaktif 'Tepuk Kewajiban' untuk mengidentifikasi kewajiban anak di rumah
- Pemeriksaan Lembar Kerja Klasifikasi butir kewajiban membantu orang tua dan menjaga kebersihan rumah
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi kewajiban anak membantu orang tua dan menjaga kebersihan rumah | Mengidentifikasi dengan tepat 0-1 dari 4 kewajiban yang ada pada lembar kerja (acuan butir: 1, 2, 4, 5). | Mengidentifikasi dengan tepat 2 dari 4 kewajiban yang ada pada lembar kerja (acuan butir: 1, 2, 4, 5) dengan bimbingan guru. | Mengidentifikasi dengan tepat 3 dari 4 kewajiban yang ada pada lembar kerja (acuan butir: 1, 2, 4, 5) secara mandiri. | Mengidentifikasi dengan tepat seluruh (4 dari 4) kewajiban yang ada pada lembar kerja (acuan butir: 1, 2, 4, 5) secara mandiri dan tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan dengan jelas antara kewajiban membantu orang tua/menjaga kebersihan dan hak anak di rumah?
- Bagian kegiatan mana yang paling efektif membantu murid memahami kewajibannya di lingkungan rumah?
Murid:- Apa saja kewajiban di rumah yang sudah kamu ketahui hari ini?
- Kewajiban apa yang akan langsung kamu lakukan untuk membantu orang tuamu setelah pulang sekolah nanti?
Pertemuan 10 — Mengidentifikasi Kewajiban Menghormati Anggota Keluarga dan Belajar di Rumah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.3 Mengidentifikasi hak yang didapat dan kewajiban sebagai anggota keluarga
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa, serta mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru melakukan apersepsi dengan mengaitkan materi pertemuan sebelumnya tentang kewajiban di rumah, lalu menyampaikan tujuan belajar hari ini yaitu mengidentifikasi kewajiban menghormati anggota keluarga dan belajar di rumah (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan dengan menanyakan: Dari 2 tindakan berikut, manakah yang merupakan kewajiban menghormati keluarga: (A) Berbicara santun kepada orang tua, atau (B) Menonton TV hingga larut malam? (acuan: A adalah kewajiban menghormati anggota keluarga) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati 4 teks situasi bergambar di papan tulis mengenai kewajiban di rumah: (1) Berbicara sopan dan mencium tangan orang tua saat berpamitan; (2) Mendengarkan nasihat kakak/adik dengan sabar; (3) Menyiapkan buku dan mengulang pelajaran di meja belajar; (4) Mengerjakan PR tepat waktu sebelum tidur (10 menit).
- Guru memandu tanya jawab terarah untuk memastikan murid memahami perbedaan antara kewajiban menghormati anggota keluarga (situasi 1 dan 2) serta kewajiban belajar di rumah (situasi 3 dan 4) (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Secara bergembira, murid berpartisipasi dalam tantangan permainan kuis kartu cepat 'Tebak Kewajiban Rumah': guru memperlihatkan kartu berisi teks tindakan satu per satu, murid secara serempak mengangkat papan tanda 'Hormat Keluarga' atau 'Belajar di Rumah' untuk 4 kartu tindakan: Kartu 1: 'Mengetuk pintu sebelum masuk kamar orang tua' (acuan: Hormat Keluarga); Kartu 2: 'Membaca kembali catatan pelajaran sekolah di meja belajar' (acuan: Belajar di Rumah); Kartu 3: 'Tidak memotong pembicaraan ayah dan ibu yang sedang berbicara' (acuan: Hormat Keluarga); Kartu 4: 'Mengerjakan tugas rumah/PR yang diberikan guru' (acuan: Belajar di Rumah) (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Identifikasi Kewajiban Rumah berisi 4 butir pernyataan untuk mengidentifikasi jenis kewajiban dengan memberi tanda centang: Butir 1: 'Mendengarkan saat ayah dan ibu memberikan nasihat' (acuan: Kewajiban Menghormati Anggota Keluarga); Butir 2: 'Menyiapkan jadwal pelajaran dan buku sekolah untuk esok hari' (acuan: Kewajiban Belajar di Rumah); Butir 3: 'Menyapa kakak dan adik dengan bahasa yang santun' (acuan: Kewajiban Menghormati Anggota Keluarga); Butir 4: 'Membaca buku pelajaran secara mandiri setiap sore' (acuan: Kewajiban Belajar di Rumah) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar kerja dengan kunci jawaban di papan tulis dan murid menghitung jumlah identifikasi yang berhasil dijawab dengan tepat (10 menit).
- Murid menyadari pentingnya menjalankan kewajiban menghormati anggota keluarga dan kewajiban belajar secara sadar di rumah (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran bahwa kewajiban anak di rumah mencakup menghormati anggota keluarga dan rajin belajar (3 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa 2 pertanyaan cek pemahaman singkat lisan dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu pernyataan bergambar visual bagi murid yang memerlukan dukungan visual, dan teks pernyataan terarah bagi murid yang sudah lancar membaca.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung membaca kartu pernyataan bagi murid yang lambat, sementara murid yang cepat mengidentifikasi mandiri secara penuh.
- Produk: Murid cepat mengidentifikasi 4 butir pernyataan lembar kerja secara mandiri tanpa arahan guru; murid yang memerlukan bimbingan mengidentifikasi dengan panduan membaca butir satu per satu oleh guru.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan: 'Dari dua pilihan tindakan ini, manakah yang merupakan kewajiban menghormati anggota keluarga di rumah: (A) Berbicara santun kepada orang tua, atau (B) Menonton TV hingga larut malam?' (acuan jawaban: Pilihan A adalah kewajiban menghormati orang tua/anggota keluarga).
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja mandiri murid yang mengidentifikasi 4 butir pernyataan kewajiban di rumah: (1) 'Mendengarkan saat ayah dan ibu memberikan nasihat' (acuan: Kewajiban Menghormati Anggota Keluarga); (2) 'Menyiapkan jadwal pelajaran dan buku sekolah untuk esok hari' (acuan: Kewajiban Belajar di Rumah); (3) 'Menyapa kakak dan adik dengan bahasa yang santun' (acuan: Kewajiban Menghormati Anggota Keluarga); (4) 'Membaca buku pelajaran secara mandiri setiap sore' (acuan: Kewajiban Belajar di Rumah).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup dengan 2 butir: (1) Sebutkan 1 contoh kewajiban menghormati anggota keluarga di rumah! (kriteria penerimaan: menyebutkan tindakan santun kepada orang tua/saudara, mis. berbicara sopan, berpamitan mencium tangan, atau mematuhi nasihat); (2) Sebutkan 1 contoh kewajiban belajar di rumah! (kriteria penerimaan: menyebutkan aktivitas belajar di rumah, mis. mengulang pelajaran, membaca buku, atau mengerjakan PR).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran untuk mengecek pengenalan awal kewajiban menghormati anggota keluarga
- Asesmen proses melalui unjuk kerja lembar kerja identifikasi 4 butir kewajiban menghormati anggota keluarga dan belajar di rumah
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi kewajiban menghormati anggota keluarga dan belajar di rumah | Mengidentifikasi dengan tepat 1 dari 4 butir pernyataan kewajiban di rumah sesuai acuan. | Mengidentifikasi dengan tepat 2 dari 4 butir pernyataan kewajiban di rumah sesuai acuan. | Mengidentifikasi dengan tepat 3 dari 4 butir pernyataan kewajiban di rumah sesuai acuan secara mandiri. | Mengidentifikasi dengan tepat seluruh (4 dari 4) butir pernyataan kewajiban di rumah sesuai acuan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan dengan jelas contoh kewajiban menghormati anggota keluarga dan kewajiban belajar di rumah?
- Apakah kegiatan tantangan kuis kartu efektif membangun suasana belajar yang aktif dan menggembirakan?
Murid:- Apakah aku sudah tahu apa saja kewajiban menghormati anggota keluargaku di rumah?
- Apakah aku sudah tahu kewajiban belajarku saat berada di rumah?
Pertemuan 11 — Mengidentifikasi Hak Mendapatkan Pembelajaran dan Bimbingan Guru di Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.4 Mengidentifikasi hak yang didapat dan kewajiban sebagai warga sekolah
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan mengenai hak belajar: 'Sebutkan 1 hal yang patut kamu terima dari guru saat jam pelajaran berlangsung!' (acuan jawaban: diajari materi pelajaran, dijelaskan jika belum paham, dinilai tugasnya, atau dibimbing saat kesulitan) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi hak mendapatkan pembelajaran dan bimbingan guru di sekolah (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru melalui slide/papan tulis tentang pengertian hak anak di sekolah, khususnya hak mendapatkan pembelajaran yang bermutu dan hak memperoleh bimbingan guru saat belajar (10 menit).
- Guru menyajikan contoh 4 situasi nyata di kelas: (1) Guru menerangkan cara berhitung; (2) Guru mendatangi meja murid yang kesulitan membaca; (3) Murid dibiarkan sendiri tanpa diajar; (4) Guru menjawab pertanyaan murid tentang pelajaran. Murid bersama guru membedakan mana yang merupakan pemenuhan hak pembelajaran dan mana yang bukan (acuan: situasi 1, 2, dan 4 adalah hak pembelajaran; situasi 3 bukan hak) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Permainan Tantangan Detektif Hak: Secara individu, murid mengerjakan Lembar Kerja Pemilahan Hak Belajar yang memuat 4 kartu situasi berikut: Kartu A 'Mendengarkan penjelasan materi dari guru', Kartu B 'Mendapat bimbingan guru saat belum paham tugas', Kartu C 'Membeli jajan di kantin sekolah', Kartu D 'Menerima hasil koreksi dan masukan tugas dari guru'. Murid memilih dan menandai kartu mana saja yang merupakan hak mendapatkan pembelajaran dan bimbingan guru di sekolah (acuan kunci: Kartu A, B, dan D adalah hak mendapatkan pembelajaran dan bimbingan; Kartu C bukan) (18 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru memeriksa kebenaran hasil pengelompokan pada lembar kerja dan mengonfirmasi mengapa bimbingan guru merupakan hak penting bagi setiap murid (7 menit).
Penutup:- Murid menarik kesimpulan pembelajaran bersama guru bahwa setiap murid berhak diajar dengan jelas, bertanya saat belum paham, dan dibimbing guru di sekolah (10 menit).
- Guru menutup sesi pembelajaran dengan doa dan pesan apresiasi (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu situasi bergambar bagi murid yang membutuhkan bantuan visual dan teks sederhana bagi yang membaca lancar.
- Proses: Bimbingan langsung secara intensif diberikan bagi murid yang belum membedakan hak pembelajaran dengan kegiatan non-pembelajaran.
- Produk: Murid cepat mengidentifikasi situasi hak pembelajaran dengan menelaah situasi tambahan pada lembar kerja pengayaan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: 'Sebutkan 1 hal yang patut kamu terima dari guru saat jam pelajaran berlangsung!' (Acuan: murid menjawab minimal 1 dari: diajari materi pelajaran, dijelaskan saat bingung/belum paham, diberi bimbingan, atau dinilai tugasnya).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan pengelompokan 4 kartu situasi pada Lembar Kerja Pemilahan Hak Belajar: Kartu A 'Mendengarkan penjelasan materi dari guru' (Hak Pembelajaran), Kartu B 'Mendapat bimbingan guru saat belum paham tugas' (Hak Bimbingan), Kartu C 'Membeli jajan di kantin sekolah' (Bukan Hak Pembelajaran/Bimbingan), Kartu D 'Menerima hasil koreksi dan masukan tugas dari guru' (Hak Pembelajaran/Bimbingan). Kriteria: menunjuk dengan tepat status ke-4 kartu situasi tersebut.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menjawab secara tertulis pada lembar cek pemahaman: 'Manakah di antara dua tindakan ini yang menunjukkan hakmu memperoleh bimbingan guru: (1) Guru menjelaskan kembali cara menyelesaikan soal yang belum kamu pahami; (2) Guru meminta murid membersihkan ruang guru' (Acuan kunci: tindakan nomor 1).
Formatif:- Penilaian kinerja pengerjaan Lembar Kerja Pemilahan Hak Belajar untuk mengidentifikasi hak mendapatkan pembelajaran dan bimbingan guru.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi hak mendapatkan pembelajaran dan bimbingan guru di sekolah | Mengidentifikasi 0-1 dari 4 kartu situasi hak pembelajaran dan bimbingan guru dengan tepat. | Mengidentifikasi 2 dari 4 kartu situasi hak pembelajaran dan bimbingan guru dengan tepat (acuan: Kartu A, B, C, D). | Mengidentifikasi 3 dari 4 kartu situasi hak pembelajaran dan bimbingan guru dengan tepat (acuan: Kartu A, B, C, D). | Mengidentifikasi seluruh (4 dari 4) kartu situasi hak pembelajaran dan bimbingan guru secara tepat dan mandiri (acuan: Kartu A, B, D adalah hak pembelajaran/bimbingan; Kartu C bukan). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah memahami bentuk konkret hak mendapatkan pembelajaran dan bimbingan guru di kelas?
- Apakah aktivitas pengelompokan kartu situasi memfasilitasi murid secara aktif mengidentifikasi hak-haknya?
Murid:- Apa saja hak yang berhak kamu peroleh dari gurumu saat belajar di sekolah?
- Apa yang akan kamu lakukan jika kamu belum memahami pelajaran yang diterangkan guru?
Pertemuan 12 — Mengidentifikasi Hak Menggunakan Fasilitas Ruang Kelas dan Perpustakaan Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.4 Mengidentifikasi hak yang didapat dan kewajiban sebagai warga sekolah
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, serta mengajak murid melakukan tepuk semangat untuk mencairkan suasana (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi hak menggunakan fasilitas ruang kelas dan perpustakaan sekolah (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal secara lisan dengan menanyakan: 'Sebutkan 1 contoh hak yang kamu miliki saat berada di ruang kelas dan 1 di perpustakaan sekolah!' (acuan jawaban: di kelas misalnya hak menempati meja/kursi belajar atau menggunakan papan tulis; di perpustakaan misalnya hak membaca/meminjam buku) (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan guru melalui pengamatan langsung terhadap benda-benda dan sarana yang ada di ruang kelas serta gambar suasana ruang perpustakaan sekolah (10 menit).
- Murid secara berpasangan diajak memainkan kuis cepat 'Hak atau Bukan': guru membacakan 4 pernyataan secara lisan, murid mengangkat jempol bila merupakan hak menggunakan fasilitas sekolah atau menyilangkan tangan bila bukan: (1) Murid berhak duduk di kursi dan menggunakan meja untuk belajar [Hak]; (2) Murid berhak mencoret-coret dinding perpustakaan [Bukan Hak]; (3) Murid berhak membaca buku ensiklopedia di perpustakaan [Hak]; (4) Murid berhak membawa pulang proyektor kelas tanpa izin [Bukan Hak] (acuan: butir 1 dan 3 adalah Hak; butir 2 dan 4 adalah Bukan Hak) (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid duduk berpasangan dan menerima Lembar Kerja Klasifikasi Fasilitas berisi 6 butir pernyataan pemanfaatan fasilitas di sekolah (10 menit).
- Murid secara kolaboratif mengidentifikasi dan mengelompokkan 6 butir pernyataan tersebut ke dalam dua kolom: 'Hak di Ruang Kelas' atau 'Hak di Perpustakaan Sekolah'. Butir-butir pernyataan: (1) Membaca buku cerita di sudut baca perpustakaan; (2) Menggunakan meja dan kursi yang nyaman untuk menulis saat pelajaran; (3) Meminjam buku pengetahuan umum dengan kartu perpustakaan; (4) Memanfaatkan kipas angin kelas agar tidak gerah saat belajar; (5) Menggunakan papan tulis untuk mengerjakan soal latihan bersama guru; (6) Menempati ruang baca perpustakaan yang tenang dan sejuk (acuan pengelompokan: Hak di Ruang Kelas = butir 2, 4, 5; Hak di Perpustakaan Sekolah = butir 1, 3, 6) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru dan murid mencocokkan hasil pengelompokan lembar kerja bersama-sama, memastikan seluruh murid memahami hak pemanfaatan kedua fasilitas tersebut (5 menit).
- Murid merenungkan pentingnya mengetahui hak memanfaatkan fasilitas kelas dan perpustakaan agar dapat belajar dengan nyaman dan penuh tanggung jawab (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa setiap murid memiliki hak yang sama untuk menggunakan fasilitas ruang kelas (seperti meja, kursi, papan tulis) dan fasilitas perpustakaan (seperti membaca dan meminjam buku) guna mendukung kegiatan belajar (3 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid, mengingatkan materi berikutnya mengenai kewajiban merawat fasilitas tersebut, serta menutup pembelajaran dengan doa dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang memerlukan bimbingan, lembar kerja dilengkapi dengan gambar penjelas fasilitas (gambar meja belajar dan rak buku perpustakaan).
- Proses: Murid yang sudah mahir dapat mengidentifikasi hak tambahan secara mandiri pada fasilitas sudut sains kelas tanpa bantuan guru; murid yang masih berkembang didampingi dengan pemodelan langsung.
- Produk: Format penyajian pengelompokan dapat berupa penarikan garis jodoh gambar ke kolom atau penulisan nomor pernyataan ke dalam tabel klasifikasi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan 1 hak murid dalam memanfaatkan ruang kelas dan 1 hak di perpustakaan sekolah!' (Kriteria kesiapan: mampu menyebutkan minimal 1 contoh nyata pemanfaatan fasilitas di kelas, misalnya duduk/menulis di meja, dan 1 di perpustakaan, misalnya membaca/meminjam buku perpustakaan).
Proses:- Pemeriksaan Lembar Kerja Klasifikasi Hak Fasilitas Sekolah (6 butir): (1) Membaca buku cerita di sudut baca perpustakaan [Hak Perpustakaan]; (2) Menggunakan meja dan kursi yang nyaman untuk menulis saat pelajaran [Hak Ruang Kelas]; (3) Meminjam buku pengetahuan umum dengan kartu perpustakaan [Hak Perpustakaan]; (4) Memanfaatkan kipas angin kelas agar tidak gerah saat belajar [Hak Ruang Kelas]; (5) Menggunakan papan tulis untuk mengerjakan soal latihan bersama guru [Hak Ruang Kelas]; (6) Menempati ruang baca perpustakaan yang tenang dan sejuk [Hak Perpustakaan]. Dinilai dari ketepatan penempatan kategori (skor maksimal 6).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menyebutkan 2 situasi fasilitas: 'Jika kamu ingin membaca buku ensiklopedia tentang hewan, hak fasilitas mana yang kamu gunakan?' (Acuan: perpustakaan sekolah), dan 'Jika kamu ingin menyimak materi guru di papan tulis, hak fasilitas mana yang kamu gunakan?' (Acuan: ruang kelas).
Formatif:- Tanya jawab asesmen awal mengenai contoh hak pemanfaatan ruang kelas dan perpustakaan
- Pengamatan keaktifan murid saat kuis cepat 'Hak atau Bukan'
- Penilaian kinerja pengerjaan Lembar Kerja Klasifikasi Fasilitas (mengelompokkan 6 pernyataan hak fasilitas ruang kelas dan perpustakaan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi Hak Menggunakan Fasilitas Ruang Kelas dan Perpustakaan | Tepat mengidentifikasi 1-2 dari 6 butir pernyataan hak fasilitas ruang kelas dan perpustakaan sesuai acuan. | Tepat mengidentifikasi 3-4 dari 6 butir pernyataan hak fasilitas ruang kelas dan perpustakaan sesuai acuan. | Tepat mengidentifikasi 5 dari 6 butir pernyataan hak fasilitas ruang kelas dan perpustakaan sesuai acuan secara mandiri. | Tepat mengidentifikasi seluruh (6 dari 6) butir pernyataan hak fasilitas ruang kelas dan perpustakaan sesuai acuan secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah konteks fasilitas ruang kelas dan perpustakaan yang disajikan cukup konkret dan mudah dipahami oleh seluruh murid?
- Bagaimana keterlibatan murid selama kuis pemantik 'Hak atau Bukan' dan pengerjaan lembar klasifikasi berpasangan?
Murid:- Fasilitas ruang kelas dan perpustakaan apa saja yang paling sering kamu manfaatkan saat belajar di sekolah?
- Apakah kamu merasa senang mengetahui hak-hakmu saat berada di perpustakaan sekolah?
Pertemuan 13 — Mengidentifikasi Kewajiban Menghormati Warga Sekolah dan Menjaga Fasilitas Belajar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.4 Mengidentifikasi hak yang didapat dan kewajiban sebagai warga sekolah
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru melakukan apersepsi dan asesmen awal lisan mengenai kewajiban di sekolah dengan menanyakan: 'Manakah yang termasuk kewajiban warga sekolah: (A) Mengucapkan salam kepada guru, atau (B) Mencoret-coret meja kelas?' (acuan: jawaban benar adalah A) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi kewajiban menghormati warga sekolah dan menjaga fasilitas belajar sekolah (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati daftar 4 contoh perilaku kewajiban di sekolah: (1) Menyapa bapak/ibu guru dan penjaga sekolah dengan santun; (2) Mendengarkan teman yang sedang berbicara di kelas; (3) Menjaga kebersihan meja dan kursi belajar; (4) Tidak merusak buku bacaan di pojok baca/perpustakaan (acuan: 1 dan 2 kewajiban menghormati warga sekolah; 3 dan 4 kewajiban menjaga fasilitas belajar) (10 menit).
- Murid secara berpasangan berdiskusi untuk membedakan mana kewajiban yang ditujukan kepada orang (warga sekolah) dan mana kewajiban yang ditujukan kepada benda (fasilitas belajar) berdasarkan daftar tersebut (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Secara bergembira melalui permainan kelompok 'Pilah Kartu Kewajiban', tiap kelompok menerima 6 kartu pernyataan kegiatan berikut: (1) Berbicara sopan kepada petugas kebersihan; (2) Menyapa teman saat berpapasan; (3) Menghapus papan tulis setelah selesai digunakan; (4) Menata kembali buku di rak perpustakaan; (5) Mendengarkan penjelasan guru; (6) Menjaga dinding kelas agar tidak dicoret. Murid mengelompokkan kartu ke dalam dua kantong saku: 'Kewajiban Menghormati Warga Sekolah' dan 'Kewajiban Menjaga Fasilitas Belajar' (acuan pasangan benar: Kantong Warga Sekolah memuat nomor 1, 2, 5; Kantong Fasilitas Belajar memuat nomor 3, 4, 6) (15 menit).
- Setiap murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja klasifikasi berisi 4 butir pernyataan untuk ditentukan jenis kewajibannya: Butir 1: 'Mengucapkan terima kasih kepada satpam sekolah yang membantu menyeberang jalan' (acuan: Menghormati warga sekolah); Butir 2: 'Tidak melompat di atas bangku kelas' (acuan: Menjaga fasilitas belajar); Butir 3: 'Mendengarkan instruksi kepala sekolah saat upacara' (acuan: Menghormati warga sekolah); Butir 4: 'Menutup kran air toilet sekolah setelah selesai digunakan' (acuan: Menjaga fasilitas belajar) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil klasifikasi mandiri dan memeriksa ketepatan jawaban berdasarkan acuan kebenaran (5 menit).
- Murid menyampaikan kesadaran diri tentang pentingnya melaksanakan kewajiban menghormati warga sekolah dan merawat fasilitas belajar demi kenyamanan bersama (5 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan jenis-jenis kewajiban sebagai warga sekolah, baik kepada sesama warga sekolah maupun terhadap fasilitas belajar (3 menit).
- Guru memberikan penguatan materi, mengapresiasi keaktifan murid, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu pernyataan bergambar visual pendukung, sedangkan murid yang cepat menerima kartu pernyataan berupa teks deskripsi situasi yang lebih bervariasi.
- Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu secara bertahap saat mengelompokkan kartu pada permainan, sementara murid yang sudah mahir mengerjakan klasifikasi secara mandiri.
- Produk: Murid mengelompokkan minimal 3 butir kewajiban dengan tepat (bimbingan), atau mengelompokkan seluruh 4 butir secara mandiri dan tepat (mahir).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan: Guru memberikan dua pilihan tindakan di sekolah: (A) Mengucapkan salam kepada guru, (B) Mencoret-coret meja kelas. Guru meminta murid mengidentifikasi tindakan mana yang merupakan kewajiban warga sekolah (acuan: pilihan A adalah kewajiban).
Proses:- Pengamatan keterlibatan dan ketepatan pengelompokan 6 kartu pada permainan 'Pilah Kartu Kewajiban' (acuan benar: Kantong Menghormati Warga Sekolah = kartu 1, 2, 5; Kantong Menjaga Fasilitas Belajar = kartu 3, 4, 6).
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan lembar kerja mandiri berisi 4 butir pernyataan: (1) Mengucapkan terima kasih kepada satpam sekolah (kunci: Menghormati warga sekolah); (2) Tidak melompat di atas bangku kelas (kunci: Menjaga fasilitas belajar); (3) Mendengarkan instruksi kepala sekolah saat upacara (kunci: Menghormati warga sekolah); (4) Menutup kran air toilet sekolah setelah selesai digunakan (kunci: Menjaga fasilitas belajar). Kriteria ketercapaian: tepat mengidentifikasi minimal 3 dari 4 butir.
Formatif:- Penilaian performa saat permainan pilah kartu kewajiban berkelompok
- Pemeriksaan ketepatan pengelompokan pada lembar kerja klasifikasi mandiri
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi kewajiban menghormati warga sekolah dan menjaga fasilitas belajar | Belum mampu mengidentifikasi kewajiban menghormati warga sekolah dan menjaga fasilitas belajar (hanya tepat 0-1 dari 4 butir lembar kerja). | Mulai mampu mengidentifikasi kewajiban menghormati warga sekolah dan menjaga fasilitas belajar dengan bimbingan (tepat 2 dari 4 butir lembar kerja). | Mampu mengidentifikasi kewajiban menghormati warga sekolah dan menjaga fasilitas belajar secara mandiri (tepat 3 dari 4 butir lembar kerja: butir 1, 2, 3, atau 4 sesuai acuan). | Sangat tepat dan konsisten mengidentifikasi seluruh 4 butir kewajiban menghormati warga sekolah dan menjaga fasilitas belajar pada lembar kerja tanpa kekeliruan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan pilah kartu efektif membantu murid mengidentifikasi kewajiban terhadap warga sekolah dan fasilitas belajar?
- Bagian mana dari langkah pembelajaran yang membutuhkan alokasi waktu lebih efektif bagi murid yang membutuhkan bimbingan?
Murid:- Kewajiban apa yang paling sering kamu lakukan untuk menghormati bapak/ibu guru dan teman di sekolah?
- Fasilitas sekolah apa saja yang sudah kamu jaga kebersihannya hari ini?
Pertemuan 14 — Menerapkan Hak Mengemukakan Pendapat dalam Pembelajaran di Kelas — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.5 Menerapkan hak yang didapat dan kewajiban sebagai warga sekolah
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan topik penerapan hak mengemukakan pendapat dalam pembelajaran di kelas (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat mengenai hak murid saat pembelajaran: 'Jika bapak/ibu guru bertanya tentang usulan kegiatan belajar, apakah anak-anak berhak menjawab dan menyampaikan ide?' (acuan jawaban yang benar: berhak mengemukakan usulan/ide) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan hak mengemukakan pendapat dalam pembelajaran di kelas secara tertib dan bertanggung jawab (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati penjelasan guru dan teks narasi singkat tentang hak murid menyampaikan gagasan atau pendapat saat belajar di kelas (acuan pemahaman: hak mengemukakan pendapat dilakukan dengan mengangkat tangan terlebih dahulu dan menunggu dipersilakan) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid mempraktikkan permainan simulasi interaktif 'Tongkat Bersuara' di mana murid menerapkan hak mengemukakan usulan tema pojok baca kelas secara bergantian setelah mengangkat tangan dan menerima giliran (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengisi lembar periksa diri sederhana mengenai apakah mereka sudah berani dan tertib menerapkan hak menyampaikan pendapat selama kegiatan (15 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran bahwa setiap murid memiliki hak mengemukakan pendapat dalam belajar dan hak tersebut diterapkan dengan cara tertib meminta izin (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap praktik mengemukakan pendapat yang telah dilakukan dan menutup pembelajaran dengan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kalimat usulan (misal: 'Saya mengusulkan...'), sedangkan murid yang sudah lancar langsung menyampaikan usulan secara lisan.
- Proses: Guru memberikan dorongan personal dan waktu jeda berpikir lebih bagi murid yang masih ragu mengemukakan pendapat.
- Produk: Penyampaian pendapat dapat berupa usulan lisan langsung maupun menuliskan kata kunci usulan pada secarik kertas kecil sebelum disampaikan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: 'Apakah setiap murid di kelas berhak menyampaikan usulannya saat guru membuka sesi tanya jawab?' (Kriteria/acuan jawaban: murid menjawab 'Ya/Berhak', karena setiap warga sekolah memiliki hak mengemukakan pendapat).
Proses:- Observasi keterlibatan murid saat simulasi 'Tongkat Bersuara' dalam menerapkan hak mengemukakan pendapat (kriteria: murid mengangkat tangan/meminta giliran sebelum menyampaikan pendapat dan menyampaikan minimal 1 usulan secara jelas).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman melalui 2 butir pernyataan reflektif pada lembar kendali diri: (1) 'Saya berani menyampaikan ide saya di kelas' (Pilihan: Ya/Tidak; acuan penerimaan: keterisian dan kesesuaian tindakan murid saat simulasi); (2) 'Sebelum berbicara menyampaikan pendapat, tindakan yang saya lakukan adalah...' (Acuan jawaban: mengacungkan/mengangkat tangan terlebih dahulu).
Formatif:- Observasi unjuk kerja penerapan hak mengemukakan pendapat menggunakan lembar observasi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menerapkan hak mengemukakan pendapat di kelas | Belum menunjukkan keberanian mengemukakan pendapat dalam pembelajaran meskipun telah diberikan giliran dan dorongan oleh guru. | Mulai bersedia mengemukakan pendapat dalam pembelajaran namun masih perlu diarahkan guru untuk menunggu giliran/mengangkat tangan. | Menerapkan hak mengemukakan pendapat dalam pembelajaran di kelas dengan mengangkat tangan dan menyampaikan usulannya secara mandiri. | Menerapkan hak mengemukakan pendapat dalam pembelajaran di kelas secara konsisten, tertib meminta giliran, dan menghormati pendapat teman lain tanpa perlu diingatkan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid telah mendapatkan kesempatan merata untuk menerapkan hak mengemukakan pendapatnya?
- Bagaimana respons dan keterlibatan murid yang pemalu saat simulasi penyampaian usulan berlangsung?
Murid:- Bagaimana perasaanmu ketika mendapat kesempatan menyampaikan ide atau usulanmu di depan guru dan teman?
- Apa yang akan kamu lakukan jika ingin berbicara atau memberi saran pada pelajaran berikutnya?
Pertemuan 15 — Menerapkan Hak Memperoleh Rasa Aman saat Berinteraksi dengan Teman di Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.5 Menerapkan hak yang didapat dan kewajiban sebagai warga sekolah
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan mengajak murid menyanyikan lagu anak ramah teman untuk membangun suasana kelas yang hangat (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan hak memperoleh rasa aman saat berinteraksi dengan teman di sekolah (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan 2 situasi interaksi: 'Situasi A: Berbicara dengan ramah saat meminjam pensil' dan 'Situasi B: Menarik tas teman secara tiba-tiba', lalu meminta murid mengacungkan jempol ke atas jika situasi tersebut menciptakan rasa aman dan jempol ke bawah jika tidak (acuan: Situasi A = jempol ke atas/aman; Situasi B = jempol ke bawah/tidak aman) (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru melalui media gambar ilustrasi mengenai hak setiap warga sekolah untuk merasa aman (bebas dari ejekan, dorongan kasar, dan pengucilan) serta kewajiban timbal balik untuk tidak mengganggu kenyamanan teman saat berinteraksi (7 menit).
- Murid secara berpasangan mencermati 3 kartu situasi interaksi sekolah yang dibagikan guru: Kartu 1 (Mengajak teman yang duduk sendirian untuk bermain lempar bola bersama), Kartu 2 (Menertawakan teman yang salah menjawab pertanyaan guru), dan Kartu 3 (Meminta maaf dan membantu merapikan saat tidak sengaja menyenggol botol minum teman) (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bersama pasangannya memainkan permainan peran mini 'Tantangan Sahabat Aman' untuk menerapkan tindakan ramah dan menjaga rasa aman teman berdasarkan 2 skenario simulasi: Skenario 1 (Tindakan saat ada teman ingin ikut bermain kelompok) dan Skenario 2 (Tindakan saat terjadi perbedaan pendapat tentang aturan permainan) (13 menit).
- Setiap pasangan mempraktikkan penerapan tindakan rasa aman di hadapan pasangan lain sesuai acuan operasional: pada Skenario 1 murid mempraktikkan ucapan ajakan terbuka 'Ayo bermain bersama kami', dan pada Skenario 2 murid mempraktikkan sikap mendengarkan tanpa memotong serta mencari kesepakatan bersama secara santun (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangan menilai keterlaksanaan tindakan penerapan rasa aman yang baru dipraktikkan menggunakan lembar ceklis diri sederhana (6 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap praktik interaksi yang telah berlangsung, menekankan bahwa rasa aman di sekolah tercapai ketika setiap murid saling menghargai dan tidak saling menyakiti fisik maupun perasaan (5 menit).
Penutup:- Guru memandu murid menyimpulkan intisari penerapan hak memperoleh rasa aman, yaitu dengan memperlakukan teman secara santun, saling menjaga, dan tidak melakukan perundungan atau kekerasan (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan terarah kepada murid mengenai 1 contoh tindakan nyata penerapan hak rasa aman di kelas besok pagi (acuan jawaban: menyapa dengan ramah, tidak mengejek, berbagi giliran main, atau menolong teman yang kesusahan) (4 menit).
- Guru mengajak murid menyerukan yel-yel kelas ramah dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu situasi interaksi bergambar jelas untuk murid yang membutuhkan bantuan visual, dan kartu teks dialog langsung untuk murid yang sudah lancar membaca.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah dan contoh kalimat langsung bagi pasangan murid yang masih ragu mempraktikkan dialog peran, serta memberikan skenario tambahan yang melibatkan situasi penyelesaian kesalahpahaman antarteman bagi kelompok yang cepat memahami.
- Produk: Praktik penerapan rasa aman dapat ditunjukkan melalui peragaan ucapan langsung secara lisan berpasangan atau dengan simulasi isyarat ramah dan tindakan tolong-menolong.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik cepat respon gerak jempol terhadap 2 situasi interaksi: Situasi A (Berbicara ramah saat meminjam pensil) dan Situasi B (Menarik tas teman secara tiba-tiba). Acuan respon: Situasi A = jempol ke atas (menciptakan rasa aman), Situasi B = jempol ke bawah (merusak rasa aman).
Proses:- Lembar observasi praktik simulasi interaksi rasa aman berpasangan pada 2 skenario: Skenario 1 (Mengajak teman ikut bermain dengan bahasa ramah) dan Skenario 2 (Menyikapi beda pendapat dengan tenang tanpa membentak atau mengejek). Acuan keberhasilan: murid mempraktikkan tindakan sesuai kedua skenario tanpa kekerasan fisik maupun verbal.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan akhir: setiap murid menyebutkan 1 tindakan nyata untuk menjamin rasa aman teman saat berinteraksi di kelas. Kriteria penerimaan operasional: tindakan yang disebutkan memuat perilaku tidak menyakiti fisik (misal: tidak mendorong) atau tidak menyakiti perasaan (misal: tidak mengejek nama teman, mengajak bermain bersama).
Formatif:- Observasi unjuk kerja simulasi peran berpasangan 'Tantangan Sahabat Aman' dalam menerapkan tindakan yang menjaga rasa aman berinteraksi di sekolah.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Hak Memperoleh Rasa Aman saat Berinteraksi dengan Teman | Belum mampu mempraktikkan tindakan interaksi yang menciptakan rasa aman pada simulasi Skenario 1 maupun Skenario 2 meski telah diberikan contoh oleh guru. | Mampu mempraktikkan tindakan interaksi yang menciptakan rasa aman pada salah satu skenario (Skenario 1 atau Skenario 2) dengan bimbingan penuh dari guru. | Mampu mempraktikkan tindakan interaksi yang menciptakan rasa aman secara tepat pada kedua skenario (Skenario 1 dan Skenario 2) secara berpasangan dengan arahan berkala. | Mampu mempraktikkan tindakan interaksi yang menciptakan rasa aman secara tepat pada kedua skenario secara mandiri, runtut, dan konsisten tanpa perlu diingatkan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid telah mampu mempraktikkan contoh konkret interaksi yang menjamin rasa aman bagi temannya?
- Bagaimana respons murid terhadap kegiatan simulasi bermain peran berpasangan dalam menginternalisasi hak rasa aman di sekolah?
Murid:- Apa tindakan ramah yang sudah berhasil kamu praktikkan kepada temanmu hari ini?
- Bagaimana perasaanmu ketika teman memperlakukanmu dengan aman dan menyenangkan?
Pertemuan 16 — Menerapkan Kewajiban Menjaga Ketertiban Kelas saat Proses Belajar Berlangsung — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.5 Menerapkan hak yang didapat dan kewajiban sebagai warga sekolah
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini yaitu menerapkan kewajiban menjaga ketertiban kelas saat proses belajar berlangsung (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan lisan pemetaan kesiapan: 'Sebutkan 1 tindakan tertib yang wajib kamu lakukan saat guru sedang menerangkan di depan kelas!' (acuan jawaban: mendengarkan penjelasan guru dengan tenang/tidak mengobrol sendiri/mengangkat tangan sebelum bertanya) untuk memetakan kesiapan awal murid (4 menit).
- Guru mengajak murid menyepakati 3 aturan fokus kelas selama sesi pembelajaran hari ini: mendengarkan pembicara, mengangkat tangan sebelum bersuara, dan menjaga ketenangan meja masing-masing (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati 3 gambar skenario situasi kelas yang ditunjukkan guru: Situasi 1 (murid duduk tenang menyimak guru di papan tulis), Situasi 2 (murid berlarian di sela deretan meja saat jam pelajaran), dan Situasi 3 (murid berbicara sendiri membelakangi guru saat guru menjelaskan) (6 menit).
- Murid bersama guru mengidentifikasi tindakan pada gambar yang mencerminkan kewajiban menjaga ketertiban kelas saat belajar (acuan: Situasi 1 adalah tindakan tertib, sedangkan Situasi 2 dan 3 adalah tindakan tidak tertib yang mengganggu proses belajar) (9 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan simulasi interaktif 'Lampu Hijau-Kuning-Merah Ketertiban Belajar': guru membacakan 4 skenario tindakan, lalu murid mengangkat kartu warna yang sesuai—Kartu Hijau (Tindakan Tertib), Kartu Merah (Tindakan Melanggar Ketertiban). Rincian 4 skenario: (1) 'Mengobrol keras dengan teman sebangku saat guru mendikte materi' (acuan: Kartu Merah/Melanggar); (2) 'Mengangkat tangan kanan dan menunggu dipanggil sebelum berbicara' (acuan: Kartu Hijau/Tertib); (3) 'Meninggalkan bangku dan berkeliling tanpa izin saat teman membaca tugas' (acuan: Kartu Merah/Melanggar); (4) 'Duduk rapi dan meletakkan alat tulis di atas meja saat pelajaran berlangsung' (acuan: Kartu Hijau/Tertib) (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Penerapan Ketertiban Kelas yang memuat 4 butir pernyataan penentuan sikap. Murid memberi tanda centang (✓) pada kolom 'Lakukan' atau 'Hindari': (1) 'Menatap ke arah depan dan menyimak materi saat guru mengajar' (acuan: Lakukan); (2) 'Memotong pembicaraan teman yang sedang membacakan jawabannya' (acuan: Hindari); (3) 'Meminta izin secara santun kepada guru bila ingin ke toilet' (acuan: Lakukan); (4) 'Mengetuk-ngetukkan penggaris ke meja saat kelas sedang hening belajar' (acuan: Hindari) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mencocokkan hasil lembar kerja secara mandiri berdasarkan penguatan guru dan menghitung jumlah perilaku tertib yang berhasil diidentifikasi dan diterapkan dalam pilihan sikapnya (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan pentingnya menerapkan kewajiban menjaga ketertiban kelas agar semua warga kelas dapat belajar dengan nyaman dan aman (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap kedisiplinan dan ketertiban yang ditunjukkan murid selama proses pembelajaran berlangsung hari ini serta menutup kegiatan dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar kerja dengan bantuan simbol visual (ikon centang dan silang) bagi murid yang membutuhkan dukungan visual, serta teks narasi situasi yang lengkap bagi murid dengan pemahaman membaca mandiri.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang belum konsisten menentukan tindakan tertib, sedangkan murid yang sudah mahir diminta langsung menentukan pilihan sikap secara mandiri.
- Produk: Murid menuangkan hasil penerapan pemahamannya melalui pencentangan lembar penentuan sikap (4 butir pernyataan tertulis).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran: 'Sebutkan 1 tindakan tertib yang wajib kamu lakukan saat guru sedang menerangkan di depan kelas!' (acuan: mendengarkan penjelasan dengan tenang / tidak berbicara sendiri / mengangkat tangan sebelum bertanya).
Proses:- Pengamatan keterlibatan murid dalam simulasi kartu 'Lampu Hijau-Kuning-Merah' (acuan respon: butir 1 Merah, butir 2 Hijau, butir 3 Merah, butir 4 Hijau).
- Pemeriksaan ketepatan pilihan sikap pada Lembar Penerapan Ketertiban Kelas (acuan respon: butir 1 Lakukan, butir 2 Hindari, butir 3 Lakukan, butir 4 Hindari).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi berupa pemeriksaan hasil Lembar Penerapan Ketertiban Kelas dengan target ketercapaian minimal 3 dari 4 butir pernyataan ditentukan sikapnya secara tepat sesuai acuan: (1) Lakukan; (2) Hindari; (3) Lakukan; (4) Hindari.
Formatif:- Observasi unjuk partisipasi murid dalam permainan simulasi 'Lampu Hijau-Kuning-Merah Ketertiban Belajar'
- Penilaian performa pengisian Lembar Penerapan Ketertiban Kelas (penentuan sikap tertib pada 4 butir pernyataan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Kewajiban Menjaga Ketertiban Kelas saat Belajar | Menentukan dengan tepat paling banyak 1 dari 4 sikap penerapan kewajiban menjaga ketertiban kelas sesuai acuan. | Menentukan dengan tepat 2 dari 4 sikap penerapan kewajiban menjaga ketertiban kelas sesuai acuan. | Menentukan dengan tepat 3 dari 4 sikap penerapan kewajiban menjaga ketertiban kelas sesuai acuan secara mandiri. | Menentukan dengan tepat seluruhnya (4 dari 4) sikap penerapan kewajiban menjaga ketertiban kelas sesuai acuan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas simulasi kartu interaktif berhasil membantu murid memahami dan menerapkan tindakan menjaga ketertiban saat proses belajar berlangsung?
- Apakah alokasi waktu pada setiap tahapan kegiatan berjalan sesuai rencana dan memfasilitasi seluruh murid?
Murid:- Tindakan tertib apa yang sudah berhasil kamu lakukan di dalam kelas hari ini?
- Mengapa kita tidak boleh mengobrol sendiri saat guru atau teman sedang berbicara dalam proses pembelajaran?
Pertemuan 17 — Menerapkan Kewajiban Merawat dan Mengembalikan Sarana Belajar Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.5 Menerapkan hak yang didapat dan kewajiban sebagai warga sekolah
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memimpin doa bersama sebelum memulai pembelajaran (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid serta mengondisikan kesiapan fisik kelas agar rapi dan nyaman untuk belajar (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab cepat: menyebutkan 1 contoh kewajiban siswa terhadap sarana belajar sekolah setelah selesai dipakai (acuan jawaban: merapikan/membersihkan sarana belajar dan mengembalikannya ke tempat semula seperti rak buku atau lemari alat) (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan kewajiban merawat dan mengembalikan sarana belajar sekolah secara tertib dan bertanggung jawab (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati 3 gambar situasi pemanfaatan sarana belajar sekolah yang ditampilkan guru: Gambar A (buku perpustakaan berserakan dan terlipat di lantai baca), Gambar B (alat peraga IPA dibiarkan di atas meja tanpa dirapikan), dan Gambar C (murid sedang merapikan buku ke rak perpustakaan sesuai nomor dan menutup kotak alat peraga sebelum disimpan kembali ke lemari) (5 menit).
- Murid bersama bimbingan guru menganalisis tindakan kewajiban yang benar dari ketiga gambar tersebut, yaitu tindakan merawat sarana agar tidak rusak dan mengembalikannya ke tempat penyimpanan yang semestinya seperti pada Gambar C (acuan tindakan benar: tidak merusak, membersihkan/merapikan kembali, dan meletakkan ke rak/tempat asalnya) (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid dibagi ke dalam kelompok kecil beranggotakan 4 orang untuk melakukan simulasi permainan tantangan peran 'Misi Penjaga Sarana Sekolah' secara bergiliran (5 menit).
- Setiap kelompok menerima perlengkapan simulasi berupa sarana belajar sekolah (buku bacaan pojok baca, alat mewarnai/pensil warna, dan bola kecil sarana olahraga kelas) yang sengaja ditempatkan secara acak di meja praktik (10 menit).
- Murid secara langsung mempraktikkan kewajiban merawat dan mengembalikan sarana belajar tersebut melalui 3 langkah konkret: (1) merapikan buku tanpa melipat halaman lalu meletakkannya kembali secara tegak di rak buku, (2) menyusun pensil warna ke dalam kotaknya secara lengkap lalu menutup kotaknya rapat-rapat dan menyimpannya di laci lemari alat, dan (3) membersihkan bola dari debu meja lalu memasukkannya kembali ke keranjang perlengkapan olahraga (guru mengamati keterlaksanaan ketiga langkah sesuai acuan tersebut) (18 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap murid memeriksa kembali meja belajar dan sarana kelas di sekitarnya untuk memastikan tidak ada sarana belajar yang tertinggal atau tercecer di lantai (5 menit).
- Murid mengutarakan secara singkat perasaan dan manfaat yang dirasakan setelah membiasakan diri merawat dan mengembalikan fasilitas sekolah ke tempatnya (acuan kesadaran: ruang kelas menjadi rapi, barang tidak hilang, sarana awet dan siap digunakan kembali oleh warga sekolah lainnya) (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid membuat kesimpulan bersama mengenai pentingnya melaksanakan kewajiban merawat dan mengembalikan sarana belajar sebagai wujud kepedulian warga sekolah (4 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap tindakan nyata murid selama simulasi dan mengingatkan untuk menerapkan kewajiban ini secara terus-menerus dalam kehidupan sekolah sehari-hari (2 menit).
- Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa penutup dan salam perpisahan (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan bergambar urutan langkah merapikan alat (rapikan - bersihkan - kembalikan ke tempat asal), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan kartu tantangan menata ragam sarana belajar yang lebih bervariasi.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan didampingi secara langsung oleh guru saat merapikan alat, sedangkan murid yang sudah terampil melakukan perapian dan pengembalian sarana belajar secara mandiri bersama teman sekelompoknya.
- Produk: Semua murid menghasilkan bukti penerapan yang sama berupa sarana belajar yang tertata rapi dan dikembalikan ke tempat asalnya secara benar sesuai standar penataan kelas.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: 'Sebutkan 1 tindakan kewajiban yang harus kamu lakukan terhadap sarana belajar sekolah setelah selesai menggunakannya!' (Acuan jawaban: merawat/merapikan sarana belajar tersebut dan mengembalikannya ke tempat penyimpanan semula seperti rak atau lemari).
Proses:- Lembar observasi praktik simulasi pemenuhan kewajiban merawat dan mengembalikan sarana belajar sekolah dengan 3 indikator unjuk kerja: (1) merapikan buku pojok baca tanpa melipat halaman dan menyusunnya tegak di rak, (2) merapikan dan menutup kotak alat mewarnai lalu menyimpannya di laci lemari alat, (3) mengembalikan bola sarana olahraga ke dalam keranjang penyimpanan.
Akhir Pertemuan:- Pengecekan langsung kerapian dan ketepatan penataan sarana belajar di lingkungan meja dan ruang kelas murid pada akhir kegiatan (kriteria ketercapaian: meja bersih dari alat belajar yang tercecer, buku tertata di rak, dan seluruh perlengkapan kelas berada pada tempat asalnya).
Formatif:- Observasi unjuk kerja penerapan kewajiban merawat dan mengembalikan 3 jenis sarana belajar sekolah (buku bacaan, alat mewarnai, sarana olahraga) selama simulasi Misi Penjaga Sarana Sekolah.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan kewajiban merawat dan mengembalikan sarana belajar sekolah | Belum mampu merapikan maupun mengembalikan ketiga sarana belajar (buku, alat mewarnai, perlengkapan olahraga) ke tempat penyimpanan semula meski telah dibimbing guru. | Mampu merawat dan mengembalikan 1 dari 3 sarana belajar (buku, alat mewarnai, perlengkapan olahraga) ke tempat penyimpanan semula dengan bimbingan dan arahan guru. | Mampu merawat dan mengembalikan 2 sampai 3 sarana belajar (buku, alat mewarnai, perlengkapan olahraga) ke tempat penyimpanan semula dengan tepat secara terbimbing. | Mampu merawat dan mengembalikan seluruh sarana belajar (buku, alat mewarnai, perlengkapan olahraga) ke tempat penyimpanan semula dengan sangat rapi, tepat, dan mandiri tanpa perlu diingatkan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu pada setiap langkah simulasi penerapan kewajiban merawat sarana berjalan sesuai rencana 70 menit?
- Bagaimana keterlibatan aktif dan antusiasme murid saat menjalankan simulasi praktik menjaga fasilitas sekolah?
- Apakah murid menunjukkan perubahan perilaku nyata dalam merawat dan mengembalikan sarana kelas setelah pembelajaran usai?
Murid:- Sarana belajar apa saja yang sudah berhasil kamu rawat dan kembalikan ke tempatnya hari ini?
- Mengapa kita harus mengembalikan sarana belajar sekolah ke tempat asalnya setelah selesai digunakan?
Pertemuan 18 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.1 Mengidentifikasi aturan di sekolah
- TP 3.2.2 Melaksanakan aturan di sekolah
- TP 3.2.3 Mengidentifikasi hak yang didapat dan kewajiban sebagai anggota keluarga
- TP 3.2.4 Mengidentifikasi hak yang didapat dan kewajiban sebagai warga sekolah
- TP 3.2.5 Menerapkan hak yang didapat dan kewajiban sebagai warga sekolah
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, berdoa bersama, mengecek kehadiran, serta menyampaikan tujuan pelaksanaan asesmen sumatif Bab 2 mengenai kepatuhan aturan serta hak dan kewajiban di rumah dan di sekolah (3 menit).
- Guru memberikan pengarahan tata tertib asesmen yang mencakup tiga bagian tugas: tes tertulis individual, tes lisan terstruktur dalam kelompok kecil, dan simulasi unjuk kerja kepatuhan aturan serta hak-kewajiban di kelas (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak pembagian lembar asesmen tertulis dan instruksi pengerjaan: memasangkan 4 aturan di sekolah dengan kategorinya serta mengelompokkan 4 pernyataan hak dan kewajiban anak di rumah secara mandiri (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid mengerjakan tes tertulis serentak secara individual pada lembar asesmen yang memuat butir soal: (A) Memasangkan aturan sekolah: (1) Memakai seragam merah putih lengkap pada upacara bendera -> aturan seragam; (2) Hadir di kelas sebelum pukul 07.00 -> aturan kehadiran; (3) Membuang bungkus makanan ke tempat sampah -> aturan kebersihan; (4) Berjalan tertib dan tenang di koridor kelas -> aturan ketertiban. (B) Mengelompokkan hak dan kewajiban di rumah: (1) Mendapatkan makanan bergizi dan fasilitas belajar -> Hak di rumah; (2) Memperoleh kasih sayang dan perlindungan orang tua -> Hak di rumah; (3) Membantu orang tua membersihkan tempat tidur -> Kewajiban di rumah; (4) Menghormati anggota keluarga dan belajar tekun -> Kewajiban di rumah (27 menit).
- Murid dalam kelompok kecil (4-5 murid per kelompok) bergantian merespons tes lisan terstruktur saat guru berkeliling memberikan pertanyaan pemantik terstruktur mengenai rincian hak dan kewajiban warga sekolah, dengan butir tanya jawab: (1) Sebutkan hakmu saat belajar di sekolah! (acuan: hak mendapatkan bimbingan/pembelajaran dari guru, hak meminjam buku/fasilitas perpustakaan dan ruang kelas, hak menyampaikan pendapat); (2) Sebutkan kewajibanmu sebagai warga sekolah! (acuan: kewajiban menghormati guru dan menyayangi teman, kewajiban menjaga fasilitas belajar/kelas, kewajiban menjaga ketertiban kelas) (15 menit).
- Murid mempraktikkan unjuk kerja terpadu kepatuhan aturan dan penerapan hak-kewajiban dalam simulasi dinamika kelas serentak yang mencakup 3 skenario: (1) Berbaris dan antre rapi tanpa dorong-mendorong saat berpindah posisi/masuk ruang kelas (aturan ketertiban dan antre); (2) Mengangkat tangan sebelum mengemukakan pendapat serta mendengarkan penjelasan guru tanpa membuat gaduh (penerapan hak berpendapat dan kewajiban menjaga ketertiban saat belajar); (3) Merapikan kembali alat tulis ke dalam tas serta menempatkan buku bacaan ke rak secara mandiri (kewajiban merawat sarana dan kepatuhan kerapian) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menyerahkan seluruh lembar asesmen tertulis dan melakukan pemeriksaan mandiri terhadap keterlaksanaan seluruh rangkaian tugas asesmen sumatif yang telah dijalani (2 menit).
Penutup:- Guru memberikan konfirmasi singkat atas terlaksananya seluruh rangkaian Asesmen Sumatif Bab 2 dengan tertib dan mengapresiasi kemandirian murid (2 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam penutup (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Tidak ada modifikasi kompetensi; lembar tes tertulis disediakan dengan ukuran huruf yang jelas dan terbaca bagi murid yang membutuhkan akomodasi visual.
- Proses: Guru membacakan ulang butir pertanyaan lisan secara perlahan bagi murid yang memerlukan akomodasi pendengaran/pemahaman instruksi tanpa mengubah kunci jawaban acuan.
- Produk: Seluruh murid mengumpulkan bukti yang setara sesuai instrumen ACUAN SUMATIF ATP: lembar tertulis, rekaman cek respons lisan, dan lembar observasi unjuk kerja.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- kombinasi tes tertulis serentak dan unjuk kerja simulasi/praktik langsung di kelas: lembar kerja identifikasi aturan serta hak-kewajiban di rumah dan sekolah, dilengkapi rubrik observasi kepatuhan aturan dan penerapan hak-kewajiban saat simulasi aktivitas kelas
- tes tertulis serentak: lembar asesmen tertulis berupa memasangkan dan mengelompokkan aturan di sekolah serta hak dan kewajiban anggota keluarga yang dikerjakan seluruh kelas secara bersamaan (30 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran)
- tes lisan klasikal/kelompok: respons lisan murid dalam kelompok kecil (4-5 murid per kelompok) saat guru berkeliling memberikan pertanyaan pemantik terstruktur mengenai rincian hak dan kewajiban warga sekolah (15 menit; kelompok; instrumen: lembar cek tanya jawab terstruktur)
- penilaian unjuk kerja terpadu: perilaku nyata murid dalam menaati aturan kelas (antre, tertib, merapikan alat belajar) dan menerapkan hak belajar serta kewajiban menjaga ketertiban yang dinilai secara serentak melalui simulasi dinamika kelas (25 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja dan lembar observasi perilaku)
Sumatif:- kombinasi tes tertulis serentak dan unjuk kerja simulasi/praktik langsung di kelas: lembar kerja identifikasi aturan serta hak-kewajiban di rumah dan sekolah, dilengkapi rubrik observasi kepatuhan aturan dan penerapan hak-kewajiban saat simulasi aktivitas kelas
- tes tertulis serentak: lembar asesmen tertulis berupa memasangkan dan mengelompokkan aturan di sekolah serta hak dan kewajiban anggota keluarga yang dikerjakan seluruh kelas secara bersamaan (30 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran)
- tes lisan klasikal/kelompok: respons lisan murid dalam kelompok kecil (4-5 murid per kelompok) saat guru berkeliling memberikan pertanyaan pemantik terstruktur mengenai rincian hak dan kewajiban warga sekolah (15 menit; kelompok; instrumen: lembar cek tanya jawab terstruktur)
- penilaian unjuk kerja terpadu: perilaku nyata murid dalam menaati aturan kelas (antre, tertib, merapikan alat belajar) dan menerapkan hak belajar serta kewajiban menjaga ketertiban yang dinilai secara serentak melalui simulasi dinamika kelas (25 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja dan lembar observasi perilaku)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi Aturan Sekolah dan Hak-Kewajiban di Rumah (Tertulis - TP 3.2.1 & TP 3.2.3) | Hanya tepat memasangkan/mengelompokkan 1-2 dari 8 butir pernyataan acuan tes tertulis. | Tepat memasangkan/mengelompokkan 3-5 dari 8 butir pernyataan acuan tes tertulis. | Tepat memasangkan/mengelompokkan 6-7 dari 8 butir pernyataan acuan tes tertulis. | Tepat memasangkan/mengelompokkan seluruh 8 butir pernyataan acuan tes tertulis secara mandiri dan benar sempurna. | | Mengidentifikasi Hak dan Kewajiban Warga Sekolah (Lisan - TP 3.2.4) | Belum mampu menyebutkan contoh hak dan kewajiban warga sekolah sesuai daftar acuan tes lisan. | Menyebutkan 1 contoh hak atau 1 contoh kewajiban warga sekolah sesuai daftar acuan tes lisan. | Menyebutkan minimal 2 contoh hak dan 2 contoh kewajiban warga sekolah sesuai daftar acuan tes lisan secara tepat. | Menyebutkan lengkap seluruh 3 contoh hak dan 3 contoh kewajiban warga sekolah sesuai daftar acuan tes lisan secara lancar dan tepat. | | Melaksanakan Aturan dan Menerapkan Hak-Kewajiban Sekolah (Unjuk Kerja - TP 3.2.2 & TP 3.2.5) | Belum menunjukkan 3 perilaku target simulasi (masih saling dorong, membuat gaduh saat belajar, meninggalkan alat belajar berserakan). | Menunjukkan 1 dari 3 perilaku target simulasi secara mandiri. | Menunjukkan 2 dari 3 perilaku target simulasi secara konsisten dan mandiri. | Menunjukkan seluruh 3 perilaku target simulasi (antre tertib, tertib berpendapat tanpa gaduh, merapikan sarana belajar) secara konsisten dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh instrumen asesmen sumatif (tertulis, lisan, unjuk kerja) telah mengukur ketercapaian TP 1 sampai TP 5 Bab 2 secara komprehensif dan objektif?
- Bagaimana distribusi capaian murid pada Bab 2 ini sebagai dasar perencanaan tindak lanjut dan laporan hasil belajar?
Murid:- Bagian mana dari asesmen hari ini yang paling menunjukkan bahwa kamu sudah mematuhi aturan di sekolah?
- Apakah kamu sudah menerapkan hak dan kewajibanmu dengan baik di rumah dan di sekolah?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023) Bab 2 Halaman 47–50
- Set 6 kartu pernyataan aturan sekolah dan kantong saku klasifikasi aturan
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas III SD/MI Bab 2
- Bagan dinding aturan seragam dan kehadiran sekolah
- Kartu situasi 'Detektif Aturan Sekolah'
- Lembar Kerja Murid (LKPD)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2023) Bab 2 Halaman 78-92
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2023) Bab 2 Halaman 47-57
- Set kartu pernyataan aturan kebersihan dan ketertiban sekolah
- Lembar Kerja Murid (LKPD) identifikasi aturan
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023)
- Alat-alat kebersihan kelas: sapu ijuk, pengki/serokan sampah, tempat sampah kelas, kain lap/kemoceng
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2023), Bab 2
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2023), Bab 2
- Lakban/garis penanda jejak antre di selasar depan pintu kelas
- Lembar refleksi ceklis diri murid
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemdikbudristek, 2023)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemdikbudristek, 2023)
- Perlengkapan sekolah nyata milik murid (seragam sekolah, tas, buku, alat tulis, kotak pensil)
- Lembar Cek Mandiri Kerapian Diriku
- Set Kartu Situasi Hak Anak di Rumah (Kasih Sayang dan Perlindungan)
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Identifikasi Hak di Rumah
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2023), Bab 2: Aku Patuh Aturan
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2023), Bab 2: Aku Patuh Aturan
- Kartu respon warna merah-hijau
- Gambar/foto situasi sarapan keluarga dan ruang/fasilitas belajar di rumah
- Lembar kerja klasifikasi hak anak di rumah
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023), Bab 2: Aku Patuh Aturan
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023), Bab 2: Aku Patuh Aturan
- Set gambar ilustrasi kegiatan rumah tangga (menyapu, mencuci piring, merapikan mainan)
- Lembar Kerja Klasifikasi Hak dan Kewajiban di Rumah
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023) Bab 2
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023) Bab 2
- Kartu teks tindakan situasi di rumah dan lembar kerja murid
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2023)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2023)
- Lembar Kerja Pemilahan Hak Belajar dan Kartu Situasi Hak di Sekolah
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2023)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila SD/MI Kelas III Bab 2 'Aku Patuh Aturan'
- Lembar Kerja Murid: Klasifikasi Hak Fasilitas Ruang Kelas dan Perpustakaan
- Fasilitas fisik ruang kelas dan ruang perpustakaan sekolah
- Set kartu pernyataan kegiatan 'Pilah Kartu Kewajiban' dan kantong saku klasifikasi
- Tongkat kayu/spidol berwarna sebagai media 'Tongkat Bersuara'
- Lembar refleksi periksa diri murid
- Kartu situasi interaksi sekolah dan lembar skenario bermain peran ramah anak
- Set kartu warna (Hijau dan Merah) untuk simulasi interaktif
- Lembar Kerja Murid: Penerapan Ketertiban Kelas (4 butir pernyataan)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III, Bab 2: Aku Patuh Aturan
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III
- Sarana belajar kelas nyata: buku pojok baca/perpustakaan kelas, paket krayon/pensil warna, bola karet sarana olahraga, serta rak buku dan lemari penyimpanan kelas
- Lembar Asesmen Sumatif Tertulis Bab 2
- Lembar Cek Tanya Jawab Lisan dan Lembar Observasi Unjuk Kerja Dinamika Kelas
|