Modul AjarPertemuan 10Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 3: Aku Bangga Menjadi Anak Indonesia

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 3 dengan topik "Aku Bangga Menjadi Anak Indonesia". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 3: Aku Bangga Menjadi Anak Indonesia

Pendidikan Pancasila - Kelas 3

Bab 1 - Pertemuan 10

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Aku Bangga Menjadi Anak Indonesia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikAku Bangga Menjadi Anak Indonesia
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu mengungkapkan rasa bangga menjadi anak Indonesia yang memiliki keberagaman identitas suku bangsa, budaya, bahasa, dan agama melalui kegiatan berkreativitas (karya tulis atau gambar).
  2. Murid mampu menghubungkan keberagaman identitas diri dan lingkungan tempat tinggal sebagai kekuatan persatuan NKRI.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kalian berasal dari suku atau daerah apa? Apa yang membuat daerah kalian istimewa?
  2. Jika Indonesia hanya punya satu suku bangsa dan satu budaya saja, kira-kira apa yang akan hilang dari negeri kita?
  3. Mengapa kita bisa tetap bersatu meskipun kita semua berbeda-beda?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran. (5 menit)
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: murid diminta menyebutkan secara lisan satu hal yang mereka ketahui tentang keberagaman Indonesia dan menuliskan nama suku/daerah asal keluarga mereka di selembar sticky note atau di buku tulis. (3 menit)
  • Guru menampilkan gambar atau foto mozaik wajah anak-anak dari berbagai daerah Indonesia dan bertanya: 'Siapa yang tahu mereka berasal dari mana?'. (2 menit)
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi ruang bagi 2–3 murid untuk menjawab secara singkat. (3 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan belajar bangga menjadi anak Indonesia yang kaya akan keberagaman, lalu mengungkapkannya lewat karya.' (2 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan dengan ekspresif penggalan teks 'Kekayaan Suku Bangsaku' dari buku siswa, kemudian meminta murid membaca ulang secara bergantian dalam kelompok kecil (2–3 orang). Prinsip: Berkesadaran — murid diminta memperhatikan kalimat yang paling menarik bagi mereka dan menandainya.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Apa saja keberagaman yang dimiliki Indonesia?' dan 'Mengapa Bhinneka Tunggal Ika menjadi semboyan bangsa kita?' Murid menjawab secara bergiliran. Prinsip: Bermakna — guru menghubungkan jawaban murid dengan pengalaman nyata mereka (teman satu kelas yang berbeda suku).
  • Guru menampilkan kartu bergambar (atau flashcard) berisi contoh: 4 suku bangsa berbeda lengkap dengan pakaian adat, bahasa daerah, dan agama yang dianut. Murid secara berpasangan mendiskusikan: 'Persamaan apa yang kamu temukan di antara semua keberagaman itu?' Prinsip: Berkesadaran.
  • Guru memandu murid menyimpulkan bersama bahwa keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama adalah kekayaan yang menjadi kekuatan persatuan NKRI, bukan sumber perpecahan. Prinsip: Bermakna.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menjelaskan tugas kreativitas: setiap murid membuat SATU karya berupa (a) tulisan pendek 3–5 kalimat berjudul 'Aku Bangga Menjadi Anak Indonesia', ATAU (b) gambar berwarna yang menggambarkan keberagaman Indonesia disertai keterangan singkat. Murid bebas memilih bentuk karya sesuai minat. Prinsip: Menggembirakan — pilihan bebas membuat murid antusias.
  • Sebelum membuat karya, murid mengisi 'Peta Identitasku' sederhana di buku tulis: menulis nama, asal daerah, suku/bahasa daerah keluarga, agama yang dianut, dan satu budaya kebanggaan daerahnya. Guru mendampingi dan membantu murid yang kesulitan mengidentifikasi informasi tersebut. Prinsip: Bermakna — murid menggali identitas diri yang nyata.
  • Murid mengerjakan karya secara mandiri selama ±15 menit. Guru berkeliling, memberi semangat, dan mencatat observasi proses belajar setiap murid. Prinsip: Menggembirakan — guru memberi pujian spesifik ('Wah, kamu memilih menggambar tari Saman, keren!').
  • Murid yang sudah selesai lebih awal (cepat) diminta menambahkan kalimat atau gambar tentang bagaimana keberagaman di daerahnya memperkuat persatuan NKRI (diferensiasi produk untuk murid cepat).
  • Murid yang membutuhkan dukungan tambahan (lambat) dapat menggunakan lembar bantu berisi kalimat rumpang: 'Saya bangga menjadi anak Indonesia karena … Daerah saya berasal dari … Di daerah saya ada budaya … yang membuat Indonesia semakin …' (diferensiasi proses).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid dalam kelompok kecil (3–4 orang). Setiap murid memperlihatkan karyanya kepada teman kelompok dan menceritakan secara singkat: (1) identitas daerahnya, (2) mengapa ia bangga, dan (3) bagaimana keberagaman itu memperkuat persatuan. Prinsip: Komunikasi & Berkesadaran.
  • Satu perwakilan per kelompok maju ke depan kelas untuk berbagi karya dan cerita singkat (opsional: ditempel di papan display kelas 'Galeri Anak Indonesia Bangga'). Prinsip: Menggembirakan.
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi kepada kelas: 'Setelah melihat semua karya teman-teman, apa yang kamu rasakan tentang Indonesia?' dan 'Apa satu hal yang akan kamu lakukan untuk menjaga persatuan di sekolah ini?'. Murid menjawab secara lisan atau menuliskan satu kalimat di buku tulis. Prinsip: Bermakna.
  • Guru merangkum pembelajaran dengan menghubungkan keberagaman identitas murid di kelas dengan konsep NKRI: 'Kelas kita sendiri adalah Indonesia kecil — kita berbeda-beda, tapi tetap satu.' Prinsip: Bermakna & Berkesadaran.

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat simpulan pembelajaran: keberagaman suku bangsa, budaya, bahasa, dan agama adalah kekayaan Indonesia yang harus dibanggakan dan dijaga sebagai kekuatan persatuan NKRI. (3 menit)
  • Guru memberikan asesmen akhir singkat: murid mengisi 'Tiket Keluar' — menuliskan 2 hal (1 hal baru yang mereka pelajari hari ini, dan 1 contoh cara mereka menghargai keberagaman di lingkungan tempat tinggalnya). (5 menit)
  • Guru meminta murid melakukan refleksi diri dengan mengangkat tangan: 'Angkat tangan jika kalian sudah merasa bangga menjadi anak Indonesia hari ini!' (1 menit)
  • Guru menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh murid dan menginformasikan topik pertemuan berikutnya. (1 menit)
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama. (1 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum memahami keberagaman Indonesia dapat diberikan kartu bergambar berisi contoh suku, budaya, dan agama dari 5 pulau besar sebagai bahan bacaan pendamping.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan menggunakan lembar bantu kalimat rumpang saat mengerjakan karya tulis. Murid cepat dibimbing untuk menganalisis lebih jauh bagaimana keberagaman daerah mereka berkontribusi pada kekuatan NKRI.
  • Produk: Murid bebas memilih membuat karya tulis (3–5 kalimat) atau karya gambar berwarna beserta keterangan. Murid cepat dapat menambah elemen karya berupa penjelasan hubungan keberagaman daerahnya dengan persatuan NKRI.

ASESMEN

Awal:

  • Murid menyebutkan secara lisan satu hal yang mereka ketahui tentang keberagaman Indonesia.
  • Murid menuliskan nama suku atau daerah asal keluarga mereka di sticky note atau buku tulis sebagai pemetaan pengetahuan awal guru terhadap latar belakang murid.

Proses:

  • Guru melakukan observasi berkeliling saat murid mengisi 'Peta Identitasku' — mencatat murid yang sudah dapat mengidentifikasi identitas diri dengan tepat dan yang masih memerlukan bimbingan.
  • Guru mencatat kualitas partisipasi murid dalam diskusi kelompok kecil menggunakan lembar observasi checklist (aktif/pasif, mampu mengemukakan pendapat, mampu mendengarkan teman).
  • Guru menilai proses pengerjaan karya: apakah murid dapat memulai secara mandiri, membutuhkan scaffolding, atau sudah melampaui ekspektasi.

Akhir:

  • Penilaian karya (tulis atau gambar) berdasarkan rubrik 4 level yang mencakup aspek: ekspresi rasa bangga sebagai anak Indonesia, kelengkapan unsur keberagaman (suku, budaya, bahasa, agama), dan keterhubungan keberagaman dengan persatuan NKRI.
  • Tiket Keluar: murid menuliskan (1) satu hal baru yang dipelajari hari ini dan (2) satu contoh konkret cara mereka menghargai keberagaman di lingkungan tempat tinggalnya.

Formatif:

  • Observasi partisipasi aktif murid saat diskusi berpasangan dan kelompok (menggunakan lembar observasi checklist).
  • Penilaian proses saat murid mengerjakan karya: kesesuaian isi karya dengan topik, kemampuan mengidentifikasi identitas diri dan keberagaman.
  • Tanya jawab lisan selama kegiatan Memahami untuk mengecek pemahaman murid tentang Bhinneka Tunggal Ika dan keberagaman Indonesia.

Sumatif:

  • Penilaian karya (tulis atau gambar) menggunakan rubrik 4 level: aspek kesesuaian isi, ekspresi rasa bangga, dan keterhubungan keberagaman dengan persatuan NKRI.
  • Tiket Keluar (Exit Ticket): murid menuliskan 1 hal baru yang dipelajari dan 1 contoh menghargai keberagaman di lingkungan tempat tinggal.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ekspresi Rasa Bangga sebagai Anak IndonesiaMurid belum mampu mengungkapkan rasa bangga menjadi anak Indonesia; karya tidak menunjukkan hubungan dengan identitas Indonesia.Murid mengungkapkan rasa bangga secara umum tanpa menyebut unsur keberagaman (suku, budaya, bahasa, atau agama) secara spesifik.Murid mengungkapkan rasa bangga dan menyebut minimal satu unsur keberagaman spesifik (mis. nama suku, tarian daerah, atau bahasa daerah) dalam karyanya.Murid mengungkapkan rasa bangga dengan jelas, menyebut minimal dua unsur keberagaman spesifik, dan menyertakan alasan mengapa keberagaman tersebut membuatnya bangga.
Kelengkapan Unsur Keberagaman dalam KaryaKarya tidak memuat unsur keberagaman Indonesia (suku bangsa, budaya, bahasa, atau agama).Karya memuat satu unsur keberagaman namun belum akurat atau masih sangat umum.Karya memuat dua unsur keberagaman dengan informasi yang akurat dan sesuai konteks.Karya memuat tiga atau lebih unsur keberagaman dengan informasi akurat dan dikaitkan dengan pengalaman atau lingkungan murid sendiri.
Keterhubungan Keberagaman dengan Persatuan NKRIMurid belum mampu menghubungkan keberagaman dengan persatuan NKRI; tidak ada kalimat atau gambar yang menunjukkan hubungan tersebut.Murid menyebut kata 'persatuan' atau 'bersatu' namun belum menjelaskan hubungannya dengan keberagaman.Murid mampu menjelaskan bahwa keberagaman (identitas diri atau lingkungan tempat tinggal) merupakan bagian dari kekuatan persatuan NKRI dengan satu contoh konkret.Murid menjelaskan dengan rinci bagaimana keberagaman identitas diri dan lingkungan tempat tinggalnya menjadi kekuatan persatuan NKRI, disertai dua contoh konkret atau lebih.
Partisipasi dalam Diskusi KelompokMurid tidak aktif dalam diskusi; tidak menyampaikan pendapat atau tidak mendengarkan teman.Murid mendengarkan diskusi namun hanya berbicara jika diminta guru; pendapat yang disampaikan masih sangat singkat.Murid aktif menyampaikan pendapat secara spontan minimal satu kali dan mendengarkan pendapat teman dengan baik.Murid aktif menyampaikan pendapat lebih dari satu kali, merespons pendapat teman dengan sopan, dan mampu menyimpulkan hasil diskusi kelompoknya.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat mengidentifikasi identitas diri mereka (suku, daerah, budaya) dengan tepat? Siapa yang masih memerlukan bimbingan lebih lanjut?
  • Apakah kegiatan berkreativitas (karya tulis atau gambar) berhasil memunculkan ekspresi rasa bangga yang otentik dari murid?
  • Apakah diferensiasi (lembar bantu untuk murid yang memerlukan dukungan, dan tantangan tambahan untuk murid cepat) sudah berjalan efektif?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang perlu disesuaikan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah suasana belajar terasa aman dan menyenangkan sehingga murid berani mengekspresikan identitas dan rasa bangga mereka?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang keberagaman Indonesia?
  • Sebutkan satu hal dari daerah atau keluargamu yang membuat kamu bangga menjadi anak Indonesia!
  • Bagaimana perasaanmu saat melihat teman-teman memiliki suku, budaya, atau bahasa yang berbeda denganmu?
  • Apa yang akan kamu lakukan di rumah atau di lingkungan tempat tinggalmu untuk menunjukkan rasa bangga menjadi anak Indonesia?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Penulis: Ressi K. Dewi, Kamala R. C. Sary, dan Hani H — Kemdikbudristek 2023, ISBN: 978-623-194-631-7)
  2. Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemdikbudristek 2023)
  3. Kartu bergambar (flashcard) suku bangsa, pakaian adat, dan rumah adat dari berbagai daerah di Indonesia (disiapkan guru atau diunduh dari sumber terpercaya seperti repositori Kemdikbud)
  4. Gambar/foto mozaik wajah anak-anak dari berbagai daerah Indonesia (dapat ditampilkan lewat proyektor atau dicetak)
  5. Lembar kerja 'Peta Identitasku' (dibuat guru)
  6. Lembar bantu kalimat rumpang untuk murid yang memerlukan dukungan (dibuat guru)
  7. Sticky note atau kertas kecil untuk asesmen awal dan Tiket Keluar
  8. Alat tulis dan pewarna (pensil warna/krayon) untuk kegiatan berkreativitas
  9. Papan display atau sudut kelas untuk memajang 'Galeri Anak Indonesia Bangga' (opsional)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.