MODUL AJAR Pendidikan Pancasila — Kelas 3 (Fase B) Topik: Bab 1 — Aku Anak Indonesia INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Bab 1 — Aku Anak Indonesia |
|---|
| Alokasi Waktu | 36 JP (36 x 35 menit = 1260 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 18 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 3.1.1 Membedakan identitas diri dan teman-temannya sesuai bahasa di lingkungan sekitar
- TP 3.1.2 Menghargai identitas, keluarga, dan teman-temannya sesuai budaya, suku bangsa, agama dan kepercayaannya di lingkungan sekitar
- TP 3.1.3 Mengidentifikasi lingkungan tempat tinggal (RT dan RW) sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
- TP 3.1.4 Mengidentifikasi lingkungan tempat tinggal (desa atau kelurahan, dan kecamatan) sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bahasa daerah apa yang biasa kamu gunakan saat berbicara dengan keluarga di rumah?
- Apakah bahasa daerah yang digunakan teman sebangkumu sama atau berbeda dengan bahasa daerahmu?
- Kata sapaan atau ungkapan apa dari bahasa daerahmu yang sering kamu pakai di rumah?
- Bagaimana caramu mengetahui asal bahasa daerah dari kata sapaan yang diucapkan teman sebangkumu?
- Pernahkah kamu mendengar teman di sekolah mengucapkan kata seperti 'monggo', 'mangga', atau 'tabe' saat bertegur sapa?
- Bagaimana caramu membedakan asal bahasa daerah dari ungkapan sapaan yang diucapkan teman-teman di sekitar sekolah kita?
- Ungkapan terima kasih atau salam apa yang biasa kamu dan temanmu gunakan dalam bahasa daerah masing-masing di rumah?
- Bagaimana kita mengenali asal bahasa daerah teman hanya dengan menyimak daftar ungkapan sehari-hari yang mereka ucapkan?
- Suku bangsa apa saja yang dimiliki oleh teman-teman di kelas kita?
- Bagaimana sikap yang baik jika teman bermain kita berasal dari suku bangsa yang berbeda?
- Pernahkah kalian melihat foto teman atau keluarganya mengenakan pakaian adat daerah?
- Bagaimana sikap kita saat melihat teman bangga mengenakan pakaian adat asal keluarganya yang berbeda dengan kita?
- Bagaimana sikap kita ketika ada teman yang berbeda agama hendak beribadah saat kita sedang bermain bersama?
- Mengapa kita harus tetap berteman rukun meskipun teman di sekitar kita memeluk agama atau kepercayaan yang berbeda?
- Apa yang biasanya dilakukan temanmu di sekolah sebelum makan atau saat waktu beribadah tiba?
- Bagaimana sikapmu jika ada teman yang sedang berdoa atau beribadah sesuai agama dan kepercayaannya saat jam istirahat?
- Apa yang kita lakukan jika teman sekelompok kita memiliki kebiasaan budaya atau agama keluarga yang berbeda saat bekerja bersama?
- Mengapa kita harus saling menghargai keberagaman identitas teman saat melakukan kegiatan di kelas?
- Pernahkah kamu mendengar sebutan RT di lingkungan tempat tinggalmu?
- Apa yang biasanya dilakukan oleh tetangga-tetangga yang tinggal berdekatan di sekitar rumahmu?
- Setelah mengenal RT pada pertemuan sebelumnya, apa yang terbentuk jika beberapa RT berkumpul bersama?
- Siapakah pemimpin di lingkungan Rukun Warga (RW) tempat tinggal kita?
- Di mana kita dapat melihat tulisan nomor RT dan RW rumah kita selain di papan nama depan rumah?
- Mengapa setiap keluarga di Indonesia memiliki nomor RT dan RW yang tertulis pada Kartu Keluarga?
- Apakah lingkungan rumah kita seperti RT dan RW berada di dalam wilayah Indonesia?
- Mengapa RT dan RW disebut sebagai bagian terkecil dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia?
- Bagaimana kita mengenali lokasi balai desa atau kantor kelurahan tempat tinggal kita pada gambar denah?
- Mengapa desa atau kelurahan tempat tinggal kita merupakan bagian penting dari wilayah NKRI?
- Siapa yang tahu nama kecamatan tempat rumah atau sekolah kita berada?
- Apakah di dalam satu kecamatan hanya ada satu kelurahan/desa atau ada beberapa?
- Apakah wilayah desa atau kelurahan tempat tinggal kita berada di dalam wilayah kecamatan?
- Bagaimanakah susunan wilayah dari desa/kelurahan hingga ke tingkat kecamatan?
- Apakah desa, kelurahan, dan kecamatan tempat tinggal kita termasuk dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)?
- Bagaimana susunan wilayah tempat tinggal kita mulai dari desa atau kelurahan, kecamatan, hingga menjadi bagian dari peta Indonesia?
- Bagaimana kita menunjukkan rasa saling menghargai saat teman berbicara menggunakan bahasa daerah atau merayakan hari besar agamanya?
- Mengapa alamat tempat tinggal kita mulai dari RT, RW, desa/kelurahan, hingga kecamatan merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Membedakan Penggunaan Bahasa Daerah Diri Sendiri dan Teman di Kelas — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.1.1 Membedakan identitas diri dan teman-temannya sesuai bahasa di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran tentang membedakan bahasa daerah diri dan teman (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan menyapa menggunakan dua bahasa daerah berbeda: 'Sugeng enjang' (Jawa) dan 'Sampurasun' (Sunda), lalu meminta murid mengidentifikasi asal bahasa sapaan tersebut beserta bahasa daerah yang mereka kuasai di rumah (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru melalui contoh 4 ungkapan sapaan bahasa daerah yang ditampilkan di papan: (1) 'Matur nuwun' (Bahasa Jawa - terima kasih), (2) 'Hatur nuhun' (Bahasa Sunda - terima kasih), (3) 'Tarima kasi' (Bahasa Banjar - terima kasih), (4) 'Kurre sumanga' (Bahasa Toraja - terima kasih) untuk memahami perbedaan bentuk bahasa antardaerah (10 menit).
- Murid bersama teman sebangku saling menanyakan nama bahasa daerah yang dipahami atau digunakan dalam keluarga masing-masing (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan kartu detektif sapaan: setiap murid memegang satu kartu sapaan dan mencari pasangan teman yang memegang sapaan berbeda untuk membedakan asal bahasa daerahnya secara langsung dan menyenangkan (15 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Kerja 'Kartu Bahasa Temanku' untuk mencatat identitas diri (nama dan bahasa daerah sendiri) serta membedakannya dengan 3 identitas teman sekelas (nama teman dan bahasa daerah yang digunakan) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali tabel perbandingan bahasanya dan menandai apakah bahasa daerah teman tersebut sama atau berbeda dengan bahasa daerah diri sendiri (5 menit).
Penutup:- Guru memfasilitasi murid menyimpulkan perbedaan ragam bahasa daerah yang ada di lingkungan kelas sebagai kekayaan identitas bangsa (5 menit).
- Guru menyampaikan tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya dan menutup pembelajaran dengan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu kosakata sapaan daerah dilengkapi arti bahasa Indonesia bagi murid yang belum mengenal ragam bahasa daerah.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan daftar pilihan nama bahasa daerah setempat (misalnya Jawa, Sunda, Banjar, Betawi), sedangkan murid yang cepat diarahkan mendata hingga 5 teman dengan variasi bahasa berbeda.
- Produk: Format pengisian lembar kerja berupa centang perbandingan sama/berbeda bagi murid yang butuh bimbingan, atau tabel perbandingan lengkap bagi murid yang mahir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Siapa yang tahu arti kata sapaan Sugeng enjang dan Sampurasun, serta dari bahasa daerah mana keduanya berasal?' (Acuan jawaban: Sugeng enjang berasal dari Bahasa Jawa bermakna selamat pagi; Sampurasun berasal dari Bahasa Sunda bermakna salam/permisi).
Proses:- Pemeriksaan Lembar Kerja 'Kartu Bahasa Temanku': murid menuliskan bahasa daerah sendiri dan membedakannya dengan minimal 3 bahasa daerah teman di kelas (Acuan penilaian: ketepatan murid mengidentifikasi bahasa daerah dirinya dan menuliskan minimal 3 data teman dengan keterangan perbandingan 'sama' atau 'berbeda' yang tepat secara faktual sesuai data teman yang diwawancarai).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat lisan di akhir sesi: 'Sebutkan bahasa daerahmu dan sebutkan satu bahasa daerah teman sekelasmu yang berbeda denganmu!' (Acuan: Murid menyebutkan 1 bahasa daerah diri dan 1 nama bahasa daerah teman yang secara faktual berbeda, misalnya diri: Bahasa Sunda, teman: Bahasa Jawa).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat permainan detektif sapaan dan pengisian lembar kerja perbandingan bahasa daerah diri dan teman
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Membedakan bahasa daerah diri dan teman di kelas | Belum mampu menyebutkan bahasa daerah diri sendiri maupun bahasa daerah teman di kelas. | Mampu menyebutkan bahasa daerah diri sendiri, namun belum tepat membedakannya dengan bahasa daerah teman di kelas. | Mampu menyebutkan bahasa daerah diri sendiri dan membedakannya dengan minimal 3 bahasa daerah teman di kelas secara tepat. | Mampu menyebutkan bahasa daerah diri sendiri dan membedakannya dengan lebih dari 3 bahasa daerah teman di kelas secara tepat dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid dapat mengidentifikasi bahasa daerah yang digunakan di keluarganya masing-masing?
- Apakah kegiatan permainan detektif sapaan efektif membantu murid mengenali dan membedakan bahasa daerah teman sekelasnya?
Murid:- Bahasa daerah teman mana yang paling baru atau unik menurutmu hari ini?
- Bagaimana perasaanmu mengetahui teman-teman di kelas memiliki bahasa daerah yang berbeda?
Pertemuan 2 — Membedakan Kosakata Bahasa Daerah Teman Sebangku dalam Percakapan Sederhana — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.1.1 Membedakan identitas diri dan teman-temannya sesuai bahasa di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran bahwa hari ini murid akan membedakan kosakata bahasa daerah diri sendiri dan teman sebangku melalui percakapan sederhana (2 menit).
- Asesmen awal diagnostik: Guru membacakan 2 ungkapan sapaan yaitu 'Matur nuwun' dan 'Hatur nuhun', lalu meminta murid menunjukkan tangan siapa yang tahu daerah asal kedua kata tersebut (acuan jawaban benar: 'Matur nuwun' berasal dari bahasa Jawa; 'Hatur nuhun' berasal dari bahasa Sunda) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak kartu contoh percakapan rukun antara Abed dan temannya yang memuat kosakata daerah berbeda: kata 'Kareba' (bahasa Bugis/Toraja bermakna apa kabar) dan kata 'Kumaha damang' (bahasa Sunda bermakna apa kabar) (7 menit).
- Dengan bimbingan guru, murid mengidentifikasi perbedaan asal bahasa daerah dari kedua kosakata tersebut dalam suasana berkesadaran akan keragaman budaya di kelas (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Tantangan berpasangan gembira 'Tebak Bahasa Teman': Murid bersama teman sebangku membaca teks percakapan berpasangan yang dibagikan guru, lalu membedakan 4 kosakata sapaan daerah yang tercantum pada teks: (1) 'Sampurasun' (bahasa Sunda), (2) 'Sugeng enjang' (bahasa Jawa), (3) 'Tabe' (bahasa Makassar/Bugis), dan (4) 'Horas' (bahasa Batak) (15 menit).
- Murid bersama teman sebangku saling menanyakan 1 kosakata sapaan daerah yang biasa dipakai di keluarga masing-masing, kemudian mengelompokkan kosakata diri dan kosakata teman sebangku ke dalam kolom tabel 'Kosakata Bahasaku' dan 'Kosakata Bahasa Temanku' pada lembar kerja (acuan: murid membedakan kepemilikan bahasa berdasarkan asal daerah masing-masing dengan benar) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya memeriksa kembali kesesuaian asal bahasa daerah dari kosakata yang telah mereka bedakan pada tabel kerja berpasangan (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran bahwa tiap murid memiliki kosakata bahasa daerah yang berbeda dan dapat dibedakan berdasarkan asal daerahnya (5 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut singkat dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bantu visual berisi pasangan kosakata sapaan dan nama daerah bagi murid yang memerlukan dukungan tambahan.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih membedakan 2 kosakata sapaan terlebih dahulu dengan panduan guru, sedangkan murid yang cepat membedakan hingga 4 kosakata sapaan daerah dari teks percakapan.
- Produk: Hasil pembedaan kosakata dituangkan dalam bentuk tabel isian sederhana berpasangan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan membedakan asal bahasa daerah dari 2 kosakata sapaan: 'Matur nuwun' dan 'Hatur nuhun' (acuan jawaban: 'Matur nuwun' = bahasa Jawa; 'Hatur nuhun' = bahasa Sunda).
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja berpasangan membedakan 4 kosakata bahasa daerah dalam teks percakapan: (1) 'Sampurasun' (Sunda), (2) 'Sugeng enjang' (Jawa), (3) 'Tabe' (Makassar/Bugis), dan (4) 'Horas' (Batak) (acuan: tepat mengidentifikasi daerah asal keempat kata tersebut).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Menyebutkan pembeda asal bahasa daerah antara kosakata sapaan diri sendiri dan teman sebangku yang telah ditulis pada tabel kerja (kriteria penerimaan: murid dapat menyebutkan asal daerah masing-masing kosakata secara tepat).
Formatif:- Observasi unjuk kerja berpasangan saat membedakan kosakata bahasa daerah diri dan teman sebangku pada tabel lembar kerja.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Membedakan kosakata bahasa daerah diri dan teman | Belum mampu membedakan kosakata bahasa daerah diri sendiri dan teman sebangku meski diberi bimbingan langsung. | Mampu membedakan 1–2 dari 4 kosakata bahasa daerah dengan bantuan petunjuk guru. | Mampu membedakan 3–4 kosakata bahasa daerah diri dan teman sebangku secara tepat sesuai asal daerahnya secara mandiri. | Mampu membedakan seluruh (4) kosakata bahasa daerah diri dan teman sebangku serta kosakata percakapan tambahan secara konsisten dan tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu percakapan berpasangan sudah cukup bagi murid untuk saling mengenali kosakata daerah teman sebangkunya?
- Bagaimana keterlibatan murid yang pasangannya tidak memiliki kosakata bahasa daerah di rumah?
Murid:- Kosakata bahasa daerah apa milik teman sebangkumu yang baru kamu ketahui hari ini?
- Apakah kamu dapat membedakan asal daerah dari kata sapaan yang diucapkan temanmu?
Pertemuan 3 — Membedakan Ragam Bahasa Sehari-hari Teman di Lingkungan Sekitar Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.1.1 Membedakan identitas diri dan teman-temannya sesuai bahasa di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas dengan salam pembuka dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membedakan ragam bahasa daerah sehari-hari yang digunakan teman di lingkungan sekitar sekolah (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan dengan memperdengarkan 3 kata sapaan: (1) 'Sugeng enjang', (2) 'Wilujeng enjing', (3) 'Tabe pama' lalu meminta murid memilih asal daerah bahasanya dari pilihan: Sunda, Bugis/Makassar, Jawa (acuan jawaban: 1 = Jawa; 2 = Sunda; 3 = Bugis/Makassar) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru melalui pemutaran rekaman singkat/contoh lisan 4 ungkapan sapaan sehari-hari yang sering didengar di lingkungan sekolah: (1) 'Matur nuwun', (2) 'Hatur nuhun', (3) 'Amanai', (4) 'Kurru sumange' beserta daerah asalnya (acuan identitas: 1 = Jawa; 2 = Sunda; 3 = Papua; 4 = Bugis) (10 menit).
- Murid secara berkesadaran mengidentifikasi perbedaan bunyi dan kosakata dari sapaan terima kasih tersebut untuk membedakan asal bahasa daerah penuturnya (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid bermain tantangan 'Detektif Bahasa Sekitar Sekolah' secara berpasangan dengan menerima lembar kartu identitas bahasa yang memuat 4 percakapan rumpang sapaan teman di sekolah: (1) Edo menyapa Bagas dengan 'Piye kabare?' -> membedakan bahasa Jawa; (2) Siti berpamitan dengan 'Tipayun nya' -> membedakan bahasa Sunda; (3) Maruna mengucapkan 'Trada' saat menolak tawaran jajan -> membedakan bahasa Papua; (4) Sonia menyapa dengan 'Kada kawa' -> membedakan bahasa Banjar (acuan: pasangan sapaan dan asal bahasa 1-Jawa, 2-Sunda, 3-Papua, 4-Banjar) (10 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Kerja 'Ragam Bahasa Teman Sekolah' dengan mengelompokkan 4 kartu kutipan ucapan teman ke dalam kolom asal bahasa yang tepat: (1) 'Sampurasun' (Sunda); (2) 'Monggo' (Jawa); (3) 'Tabe' (Bugis/Makassar); (4) 'Sa pu pensil' (Papua) (acuan kunci: 1-Sunda, 2-Jawa, 3-Bugis/Makassar, 4-Papua) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil pengelompokan kartu dan memeriksa alasan pembedaan asal bahasa teman berdasarkan kosakata khas yang muncul (5 menit).
- Murid membuat catatan refleksi singkat tentang bagaimana mengenali dan membedakan identitas bahasa teman di sekolah membuat mereka lebih saling mengenal keberagaman (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil kerja pengelompokan ragam bahasa sehari-hari teman (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran membedakan ragam bahasa di sekitar sekolah dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan diberikan kartu kata yang disertai petunjuk ciri huruf/bunyi awal khas daerah, sedangkan murid cepat diberikan kutipan kalimat sapaan yang lebih bervariasi.
- Proses: Murid yang masih kesulitan membedakan dibimbing langsung oleh guru dalam mencocokkan bunyi sapaan dengan kartu daerah, sedangkan murid mahir membedakan secara mandiri.
- Produk: Murid cepat membedakan seluruh 4 ragam kutipan bahasa secara mandiri, sedangkan murid yang memerlukan bimbingan menyelesaikan minimal 2 ragam kutipan bahasa dengan tepat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan menentukan asal bahasa daerah dari 3 sapaan pembuka: (1) 'Sugeng enjang' (Jawa), (2) 'Wilujeng enjing' (Sunda), (3) 'Tabe pama' (Bugis/Makassar) untuk memetakan kesiapan murid dalam membedakan bahasa daerah teman (acuan jawaban: 1 = Jawa; 2 = Sunda; 3 = Bugis/Makassar).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan pengerjaan lembar kerja pengelompokan 4 kutipan sapaan teman sekolah: (1) 'Sampurasun' -> Sunda; (2) 'Monggo' -> Jawa; (3) 'Tabe' -> Bugis/Makassar; (4) 'Sa pu pensil' -> Papua (acuan: 4 pasangan tepat).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi berupa kuis lisan cepat menyebutkan pembeda asal bahasa dari 2 ungkapan teman: (1) 'Matur nuwun' berasal dari bahasa Jawa, (2) 'Hatur nuhun' berasal dari bahasa Sunda (acuan jawaban: 1 = Jawa; 2 = Sunda).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat permainan memasangkan 4 kartu kutipan sapaan teman dengan asal bahasa daerahnya.
- Penilaian lembar kerja pengelompokan 4 ragam bahasa sehari-hari teman di lingkungan sekitar sekolah.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Membedakan identitas diri dan teman sesuai bahasa sehari-hari di sekitar sekolah | Belum mampu membedakan ragam bahasa daerah teman (benar 0-1 dari 4 kartu kutipan bahasa acuan: Sampurasun-Sunda, Monggo-Jawa, Tabe-Bugis/Makassar, Sa pu pensil-Papua) walau dibimbing guru. | Mampu membedakan sebagian ragam bahasa daerah teman (benar 2 dari 4 kartu kutipan bahasa acuan: Sampurasun-Sunda, Monggo-Jawa, Tabe-Bugis/Makassar, Sa pu pensil-Papua) dengan bimbingan guru. | Mampu membedakan ragam bahasa daerah teman secara tepat (benar 3 dari 4 kartu kutipan bahasa acuan: Sampurasun-Sunda, Monggo-Jawa, Tabe-Bugis/Makassar, Sa pu pensil-Papua) secara mandiri. | Mampu membedakan seluruh ragam bahasa daerah teman secara tepat dan konsisten (benar 4 dari 4 kartu kutipan bahasa acuan: Sampurasun-Sunda, Monggo-Jawa, Tabe-Bugis/Makassar, Sa pu pensil-Papua) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas bermain kartu sapaan efektif membantu murid membedakan bahasa sehari-hari teman di sekitar sekolah?
- Apakah scaffolding yang diberikan sudah cukup membantu murid yang belum mengenal ragam kosakata bahasa daerah selain bahasanya sendiri?
Murid:- Kata sapaan bahasa daerah teman mana yang paling mudah kamu bedakan hari ini?
- Bagaimana caramu membedakan bahasa daerah yang digunakan teman saat berbicara di sekolah?
Pertemuan 4 — Membedakan Identitas Bahasa Daerah Teman Melalui Daftar Ungkapan Sehari-hari — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.1.1 Membedakan identitas diri dan teman-temannya sesuai bahasa di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang kondusif (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu membedakan identitas bahasa daerah teman melalui daftar ungkapan sehari-hari (salam, terima kasih, menanyakan kabar) (2 menit).
- Asesmen Awal: Guru memberikan diagnostik cepat dengan memperdengarkan 2 ungkapan salam sehari-hari berikut di papan tulis: (1) 'Matur nuwun' dan (2) 'Hatur nuhun'. Murid diminta membedakan bahasa asal keduanya. (Acuan jawaban benar: (1) 'Matur nuwun' = bahasa Jawa; (2) 'Hatur nuhun' = bahasa Sunda) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati lembar daftar ungkapan sehari-hari yang berisi 4 pasangan ungkapan salam dan terima kasih: (1) 'Sugeng enjang' (Jawa) dan 'Wilujeng enjing' (Sunda); (2) 'Matur nuwun' (Jawa) dan 'Amanai' (Asmat/Papua); (3) 'Kumaha damang?' (Sunda) dan 'Piye kabare?' (Jawa); (4) 'Tabik pun' (Lampung) dan 'Horas' (Batak) (8 menit).
- Dengan bimbingan guru, murid menelaah perbedaan ciri bunyi dan kosakata dalam ungkapan sehari-hari tersebut untuk membedakan identitas bahasa daerah penuturnya (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Permainan Menjodohkan Kartu Ungkapan (Joyful Learning): Murid secara berpasangan menerima 4 kartu ungkapan sehari-hari teman: Kartu A ('Kareba?' - Bugis/Makassar), Kartu B ('Njuah-njuah' - Batak Pakpak), Kartu C ('Matur suksma' - Bali), Kartu D ('Tarasih' - Banjar). Murid bertanding mencocokkan kartu ungkapan tersebut dengan kartu identitas bahasa daerah asal yang sesuai di mejanya. (Acuan: A -> Bugis/Makassar; B -> Batak Pakpak; C -> Bali; D -> Banjar) (15 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan lembar latihan 'Membedakan Ungkapan Teman' yang berisi 4 butir penentuan identitas bahasa daerah berdasarkan daftar ungkapan: (1) Ungkapan 'Sampurasun' dipakai Dadan -> Bahasa Sunda; (2) Ungkapan 'Monggo pinarak' dipakai Joko -> Bahasa Jawa; (3) Ungkapan 'Naimbbag nga bigat' dipakai Maria -> Bahasa Batak/daerah luar Jawa (acuan: bukan Jawa/Sunda); (4) Ungkapan 'Matur nuwun sanget' dipakai Siti -> Bahasa Jawa (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan jawaban latihan dan memeriksa kembali ketepatan dalam membedakan bahasa daerah teman dari daftar ungkapan yang dipelajari (5 menit).
Penutup:- Murid merangkum perbedaan ungkapan sehari-hari bahasa daerah yang telah dipelajari sebagai penanda identitas teman (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas latihan murid dan menutup sesi pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu ungkapan yang dilengkapi tanda visual bendera daerah atau ilustrasi konteks percakapan untuk murid yang membutuhkan bantuan.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih membedakan 2 bahasa yang umum (Jawa dan Sunda), sedangkan murid yang cepat membedakan hingga 4 variasi bahasa daerah (Jawa, Sunda, Batak, Banjar).
- Produk: Murid menuangkan hasil pembedaan dalam bentuk kartu jodoh ungkapan atau centang tabel klasifikasi identitas bahasa.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes lisan/tunjuk singkat: Membedakan asal bahasa daerah dari 2 ungkapan terima kasih sehari-hari: (1) 'Matur nuwun' dan (2) 'Hatur nuhun'. (Acuan: (1) Jawa; (2) Sunda).
Proses:- Observasi ketepatan murid membedakan 4 kartu ungkapan sehari-hari: Kartu A ('Kareba?' -> Bugis/Makassar), Kartu B ('Njuah-njuah' -> Batak Pakpak), Kartu C ('Matur suksma' -> Bali), Kartu D ('Tarasih' -> Banjar). (Acuan: 4 pasangan kartu tepat).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri 4 butir soal lembar latihan: (1) 'Sampurasun' (Sunda); (2) 'Monggo pinarak' (Jawa); (3) 'Horas' (Batak); (4) 'Matur nuwun sanget' (Jawa). Kriteria tuntas: minimal 3 dari 4 butir dijawab tepat sesuai bahasa daerahnya.
Formatif:- Penilaian kinerja pencocokan kartu ungkapan sehari-hari dengan identitas bahasa daerah
- Pemeriksaan lembar latihan tertulis pembedaan identitas bahasa daerah berdasarkan daftar ungkapan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Membedakan identitas bahasa daerah teman melalui daftar ungkapan sehari-hari | Belum mampu membedakan identitas bahasa daerah teman dari 4 daftar ungkapan sehari-hari yang disajikan (0-1 tepat). | Mampu membedakan identitas bahasa daerah teman dari daftar ungkapan sehari-hari dengan bantuan panduan guru (2 tepat dari 4 acuan). | Mampu membedakan identitas bahasa daerah teman dari daftar ungkapan sehari-hari secara mandiri (3 tepat dari 4 acuan: Sunda, Jawa, Batak, Banjar/Bali). | Mampu membedakan seluruh identitas bahasa daerah teman dari daftar ungkapan sehari-hari secara tepat dan mandiri (4 tepat dari 4 acuan: Sunda, Jawa, Batak, Banjar/Bali). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah permainan kartu ungkapan sehari-hari efektif membantu murid membedakan identitas bahasa daerah teman-temannya?
- Apakah alokasi waktu pada tahap Mengaplikasi cukup untuk memastikan seluruh murid memahami pembedaan ungkapan tersebut?
Murid:- Ungkapan bahasa daerah mana yang paling mudah kamu bedakan hari ini?
- Bagaimana perasaanmu saat mencoba menebak bahasa daerah teman melalui kartu ungkapan?
Pertemuan 5 — Menghargai Keberagaman Suku Bangsa Teman di Kelas — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.1.2 Menghargai identitas, keluarga, dan teman-temannya sesuai budaya, suku bangsa, agama dan kepercayaannya di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi doa bersama yang dipimpin oleh salah satu murid (3 menit).
- Guru bersama murid menyanyikan lagu 'Mengenal Suku Bangsa' (lirik: Baduy dari Banten, Dayak dari Kalimantan, Batak dari Sumatra Utara, Asmat dari Papua, Betawi dari Jakarta) untuk membangun suasana ceria dan mengenalkan tema (4 menit).
- Guru memberikan asesmen diagnostik awal secara lisan: 'Sebutkan 1 contoh sikap menghargai teman yang berbeda suku bangsa saat bermain di kelas!' (acuan jawaban: mau berteman dengan siapa saja, tidak mengejek asal suku teman, tidak membeda-bedakan kelompok bermain) (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru melalui gambar keberagaman suku bangsa di Indonesia serta mendengarkan cerita singkat interaksi rukun antara anak bersuku Sunda, Jawa, dan Minang di sebuah sekolah (10 menit).
- Murid secara berpasangan saling menyebutkan suku bangsa masing-masing dan mengidentifikasi 3 wujud sikap menghargai perbedaan suku bangsa di kelas: (1) mengajak bermain bersama tanpa pilih kasih, (2) mendengarkan saat teman menceritakan asal sukunya, dan (3) tidak mengolok-olok logat atau asal suku teman (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru mengadakan permainan kelompok ceria 'Tebak Sikap Rukun Suku Bangsa': tiap kelompok mendapatkan 4 kartu situasi dan memilih kartu yang menunjukkan sikap menghargai keragaman suku bangsa di kelas (15 menit).
- Isi 4 kartu situasi: Kartu 1: 'Edo mengajak Wayan bermain kelereng bersama saat jam istirahat meski berbeda suku' (Sikap Menghargai); Kartu 2: 'Siti hanya mau belajar kelompok dengan teman yang sesuku saja' (Bukan Sikap Menghargai); Kartu 3: 'Lani mendengarkan cerita Udin tentang kebiasaan suku bangsanya tanpa mengejek' (Sikap Menghargai); Kartu 4: 'Budi menertawakan teman baru yang berasal dari suku lain' (Bukan Sikap Menghargai) (acuan benar: Kartu 1 dan Kartu 3 adalah sikap menghargai) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengerjakan Lembar Refleksi Pengamalan Sikap Menghargai dengan menandai tanda centang (V) pada 3 pernyataan sikap yang akan dipraktikkan kepada teman sekelas: (1) Mau berteman dengan semua suku, (2) Menghormati perbedaan suku teman, (3) Selalu rukun saat kerja kelompok (acuan: mencentang ketiga pernyataan yang bernilai positif) (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid membuat kesimpulan bersama bahwa menghargai keberagaman suku bangsa membuat kelas menjadi rukun, damai, dan kompak (3 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap praktik baik sikap murid selama kegiatan dan menutup pembelajaran dengan doa bersama serta salam penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu situasi dengan teks sederhana disertai ilustrasi gambar bagi murid yang membutuhkan pendampingan membaca.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan dibantu dengan membacakan teks pada kartu situasi, sedangkan murid yang mandiri memilah kartu situasi secara langsung dalam kelompok.
- Produk: Murid dapat menunjukkan sikap menghargai dengan memilih kartu situasi bergambar atau membaca kartu teks secara mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: 'Sebutkan 1 contoh sikap menghargai teman yang berbeda suku bangsa saat bermain di kelas!' (acuan jawaban: mau berteman dengan siapa saja, tidak mengejek asal suku teman, tidak membeda-bedakan kelompok bermain).
Proses:- Formatif pemilahan kartu situasi pada kegiatan inti Mengaplikasi: Murid menentukan sikap menghargai dari 4 kartu: (1) Edo mengajak Wayan bermain walau beda suku (Benar), (2) Siti hanya mau kelompok sesuku (Salah), (3) Lani mendengarkan cerita budaya suku Udin (Benar), (4) Budi menertawakan teman beda suku (Salah). Acuan tepat: murid memilih Kartu 1 dan 3 sebagai sikap menghargai.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir melalui Lembar Refleksi Pengamalan Sikap Menghargai: Menandai tanda centang (V) pada 3 butir pernyataan positif: (1) Mau berteman dengan semua suku, (2) Menghormati perbedaan suku teman, (3) Selalu rukun saat kerja kelompok (acuan kriteria: murid tepat mencentang ketiga pernyataan positif).
Formatif:- Penilaian kinerja berupa unjuk kerja kelompok memilah 4 kartu situasi sikap menghargai keberagaman suku bangsa.
- Observasi sikap keterlibatan murid dalam menghargai keberagaman suku bangsa saat berdiskusi dan bermain kelompok.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menghargai Keberagaman Suku Bangsa Teman di Kelas | Belum mampu menentukan kartu situasi sikap menghargai keragaman suku bangsa teman meski dibimbing guru (0 atau 1 kartu tepat dari 4 kartu yang disediakan: Kartu 1 [Benar], Kartu 2 [Salah], Kartu 3 [Benar], Kartu 4 [Salah]). | Mampu menentukan 2 kartu situasi sikap menghargai keragaman suku bangsa teman secara tepat dengan bimbingan guru dari 4 kartu acuan yang tersedia. | Mampu menentukan 3 sampai 4 kartu situasi sikap menghargai keragaman suku bangsa teman secara tepat (memilih Kartu 1 dan 3, menolak Kartu 2 dan 4) secara mandiri. | Mampu menentukan seluruh 4 kartu situasi sikap menghargai keragaman suku bangsa teman secara tepat dan konsisten menunjukkan sikap menerima perbedaan suku teman sekelas tanpa ragu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid dapat aktif dan antusias dalam membedakan serta menentukan sikap menghargai keberagaman suku bangsa?
- Apakah aktivitas permainan kartu situasi efektif membantu murid memahami pentingnya saling menghargai teman yang berbeda suku di kelas?
Murid:- Apakah aku sudah bisa menghargai teman sekelas yang memiliki suku bangsa berbeda denganku?
- Apa yang akan aku lakukan jika melihat teman sekelasku diejek karena asal suku bangsanya?
Pertemuan 6 — Menghargai Identitas Budaya Keluarga Teman Melalui Pengamatan Pakaian Adat — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.1.2 Menghargai identitas, keluarga, dan teman-temannya sesuai budaya, suku bangsa, agama dan kepercayaannya di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu belajar menghargai identitas budaya keluarga teman melalui pengamatan gambar pakaian adat daerah (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan 2 kartu situasi sikap: Kartu A 'Memuji keindahan pakaian adat Baju Lambung suku Sasak yang dipakai keluarga teman' dan Kartu B 'Menertawakan hiasan kepala Aesan Gede khas Palembang yang dipakai keluarga teman', lalu meminta murid memilih kartu yang menunjukkan sikap menghargai identitas budaya (acuan jawaban tepat: Kartu A menunjukkan sikap menghargai; Kartu B menunjukkan sikap tidak menghargai) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara berkesadaran menyimak penjelasan guru dan mencermati 4 kartu bergambar pakaian adat keluarga teman: (1) Baju Lambung dari Suku Sasak (Lombok), (2) Aesan Gede dari Suku Palembang (Sumatera Selatan), (3) Baju Ta'a dari Suku Dayak (Kalimantan), dan (4) Kebaya Sunda dari Suku Sunda (Jawa Barat) (10 menit).
- Murid membaca bersama teks narasi singkat tentang keragaman pakaian adat keluarga nusantara dan menegaskan pentingnya sikap saling menghormati kekhasan pakaian adat suku bangsa lain tanpa membeda-bedakan (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam aktivitas berpasangan yang menggembirakan melalui 'Tantangan Detektif Pakaian Adat Sahabat', setiap pasangan murid menerima Lembar Pengamatan Pakaian Adat yang memuat 4 pernyataan sikap menghargai identitas budaya keluarga teman: (1) 'Memberi pujian sopan terhadap keunikan motif kain Baju Ta'a suku Dayak', (2) 'Mengejek warna cerah pada Aesan Gede pakaian adat keluarga teman', (3) 'Mendengarkan dengan penuh perhatian saat teman menceritakan pakaian adat Kebaya Sunda neneknya', (4) 'Menolak berfoto bersama teman yang memakai Baju Lambung suku Sasak' (20 menit).
- Murid bersama pasangannya mengidentifikasi dan memberi tanda centang (✓) pada pernyataan yang menunjukkan sikap menghargai serta tanda silang (✗) pada sikap yang tidak menghargai (acuan: butir 1 centang [menghargai], butir 2 silang [tidak menghargai], butir 3 centang [menghargai], butir 4 silang [tidak menghargai]) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya secara sadar memeriksa hasil pekerjaannya dan mengungkapkan satu komitmen sikap menghargai yang akan dilakukan jika teman mengenakan pakaian adat daerah keluarganya di sekolah (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan bahwa setiap pakaian adat mencerminkan kekayaan budaya keluarga suku bangsa di Indonesia yang harus senantiasa kita hargai dan hormati (3 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap unjuk kerja murid dalam mengamati dan memilih sikap menghargai, serta mengingatkan materi pertemuan berikutnya tentang menghargai keberagaman agama teman (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar kerja dengan kartu visual berwarna yang jelas antara gambar pakaian adat dan label perilaku sopan, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan skenario tambahan tentang cara merespons secara santun saat melihat atribut pakaian adat daerah lain.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru secara bertahap dalam membaca pernyataan sikap, sementara murid yang sudah mandiri menyelesaikan tantangan pengamatan bersama pasangannya.
- Produk: Semua murid menghasilkan tanda centang dan silang pada 4 butir pernyataan sikap menghargai pakaian adat sesuai acuan ketercapaian.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemilahan 2 kartu situasi sikap pakaian adat: Kartu A 'Memuji keindahan Baju Lambung Sasak yang dipakai keluarga teman' dan Kartu B 'Menertawakan hiasan kepala Aesan Gede Palembang yang dipakai keluarga teman' (Acuan tepat: Kartu A = sikap menghargai, Kartu B = sikap tidak menghargai).
Proses:- Pengamatan ketercapaian lembar kerja 4 butir pernyataan sikap menghargai identitas budaya keluarga teman: (1) Menghargai motif Baju Ta'a Dayak [Centang/Menghargai], (2) Mengejek warna Aesan Gede [Silang/Tidak Menghargai], (3) Menyimak cerita Kebaya Sunda [Centang/Menghargai], (4) Menolak berfoto dengan Baju Lambung Sasak [Silang/Tidak Menghargai] (Acuan lengkap: 1=Centang, 2=Silang, 3=Centang, 4=Silang).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan/tulis penutup: Murid menyebutkan 1 tindakan nyata untuk menghargai pakaian adat keluarga teman di lingkungan sekolah (Kriteria penerimaan operasional: Menyebutkan tindakan positif berupa memuji keunikan pakaian adat, menghormati teman yang memakainya, atau mendengarkan penjelasan teman tentang pakaian adatnya tanpa mencela).
Formatif:- Penilaian proses menggunakan lembar ceklis pengamatan sikap menghargai identitas budaya keluarga teman saat latihan berpasangan 'Tantangan Detektif Pakaian Adat Sahabat'.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menghargai identitas budaya keluarga teman melalui pengamatan pakaian adat | Belum mampu membedakan dan menentukan sikap menghargai pada 4 butir pernyataan pengamatan pakaian adat keluarga teman (hanya 0-1 butir tepat sesuai acuan) meskipun dengan bimbingan penuh guru. | Mampu menentukan sikap menghargai pada 2 dari 4 butir pernyataan pengamatan pakaian adat keluarga teman secara tepat sesuai acuan dengan arahan berkala guru. | Mampu menentukan sikap menghargai pada 3 dari 4 butir pernyataan pengamatan pakaian adat keluarga teman secara tepat sesuai acuan secara mandiri. | Mampu menentukan seluruh 4 butir pernyataan sikap menghargai pengamatan pakaian adat keluarga teman (butir 1 centang, butir 2 silang, butir 3 centang, butir 4 silang) secara tepat sesuai acuan secara konsisten dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan kartu visual pakaian adat membantu murid memahami wujud nyata menghargai identitas budaya keluarga teman?
- Apakah alokasi waktu pada aktivitas berpasangan sudah cukup memfasilitasi keterlibatan aktif setiap murid?
Murid:- Apa hal baru yang kamu sukai dari keunikan pakaian adat daerah keluarga teman yang kita amati hari ini?
- Bagaimana perasaanmu ketika dapat menunjukkan sikap saling menghargai pakaian adat teman di kelas?
Pertemuan 7 — Menghargai Perbedaan Agama dan Kepercayaan Teman di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.1.2 Menghargai identitas, keluarga, dan teman-temannya sesuai budaya, suku bangsa, agama dan kepercayaannya di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan menyapa murid dengan hangat (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-7, yaitu menghargai perbedaan agama dan kepercayaan teman di lingkungan sekitar (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: menanyakan kepada murid sikap menghargai saat teman berbeda agama sedang beribadah (acuan: sikap menghargai yang tepat adalah tenang, tidak berisik, atau mengizinkan teman beribadah) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru melalui pengamatan cerita bergambar tentang kerukunan hidup bertetangga yang berisikan contoh sikap menghargai perbedaan agama dan kepercayaan di lingkungan sekitar (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan kartu tantangan bergembira 'Tebak Sikap Rukun', di mana murid memilih kartu tindakan menghargai yang tepat untuk 4 skenario kehidupan bertetangga: Skenario 1: 'Edo ingin beribadah di gereja saat hari Minggu pagi' (tindakan tepat: memberi kesempatan Edo beribadah tanpa mengajak bermain dulu); Skenario 2: 'Wayan merayakan Hari Nyepi di rumahnya' (tindakan tepat: menjaga ketenangan di sekitar rumah Wayan); Skenario 3: 'Ahmad sedang berpuasa di bulan Ramadhan' (tindakan tepat: tidak makan di depan Ahmad secara sengaja untuk mengejek); Skenario 4: 'Mei Ling sedang bersiap sembahyang di kelenteng bersama keluarga' (tindakan tepat: menyapa dengan ramah dan membiarkan Mei Ling berangkat) (20 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan sikap berisi 4 pernyataan untuk menentukan sikap menghargai perbedaan agama: (1) Mengajak teman bermain saat ia harus beribadah (Sikap tidak menghargai); (2) Tetap berteman baik walau berbeda agama (Sikap menghargai); (3) Menjaga ketenangan saat tetangga merayakan hari besar agamanya (Sikap menghargai); (4) Memilih-milih teman hanya yang seagama saja (Sikap tidak menghargai) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merefleksikan pentingnya menghargai dan menyayangi sesama teman tanpa membedakan agama dan kepercayaan di lingkungan sekitar tempat tinggal (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan poin utama tentang bentuk-bentuk sikap menghargai perbedaan agama dan kepercayaan teman di lingkungan sekitar (3 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja lembar latihan murid dan menutup sesi pembelajaran dengan doa penutup serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu skenario bertuliskan teks ringkas berpiktogram bagi murid yang membutuhkan dukungan visual.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang belum mandiri dalam mengidentifikasi tindakan menghargai perbedaan agama.
- Produk: Murid cepat menentukan sikap menghargai pada 4 skenario serta memberikan 1 alasan singkat tindakan tersebut, sedangkan murid reguler menentukan sikap menghargai pada 4 skenario yang diberikan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Jika temanmu yang berbeda agama sedang menjalankan ibadahnya, apa yang sebaiknya kamu lakukan?' (Acuan jawaban: memberikan kesempatan/waktu beribadah, tidak mengganggu, atau menjaga ketenangan).
Proses:- Pemeriksaan lembar latihan 4 butir penentuan sikap menghargai: (1) Mengajak teman bermain saat ia harus beribadah -> Sikap tidak menghargai; (2) Tetap berteman baik walau berbeda agama -> Sikap menghargai; (3) Menjaga ketenangan saat tetangga merayakan hari besar agamanya -> Sikap menghargai; (4) Memilih-milih teman hanya yang seagama saja -> Sikap tidak menghargai (Kriteria tuntas: minimal 3 dari 4 butir dijawab tepat).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir lisan: Murid diminta menentukan 1 contoh tindakan menghargai teman yang berbeda agama saat bergaul di lingkungan sekitar sekolah maupun rumah (Kriteria penerimaan: jawaban mencerminkan sikap toleransi, seperti tidak mengejek tata cara ibadah teman, menjaga ketenangan saat teman beribadah, atau bermain bersama tanpa membeda-bedakan).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat permainan kartu tantangan 'Tebak Sikap Rukun' dan pemeriksaan lembar latihan 4 butir penentuan sikap menghargai perbedaan agama
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menghargai perbedaan agama dan kepercayaan teman di lingkungan sekitar | Belum mampu menentukan sikap menghargai perbedaan agama dan kepercayaan teman (tepat 0-1 dari 4 butir lembar latihan). | Mulai mampu menentukan sikap menghargai perbedaan agama dan kepercayaan teman dengan bimbingan (tepat 2 dari 4 butir lembar latihan). | Mampu menentukan sikap menghargai perbedaan agama dan kepercayaan teman secara tepat dan mandiri (tepat 3 dari 4 butir lembar latihan). | Sangat mampu menentukan sikap menghargai perbedaan agama dan kepercayaan teman secara tepat, lengkap, dan konsisten (tepat 4 dari 4 butir lembar latihan). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan kartu skenario efektif membantu murid memahami cara menghargai perbedaan agama dan kepercayaan teman?
- Bagaimana keterlibatan murid selama proses diskusi nilai-nilai toleransi beragama di lingkungan sekitar?
Murid:- Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang cara menghormati teman yang berbeda agama?
- Sikap rukun apa yang akan kamu lakukan jika bermain bersama teman yang berbeda agama di rumah?
Pertemuan 8 — Menghargai Perilaku Ibadah Sesuai Agama dan Kepercayaan Teman di Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.1.2 Menghargai identitas, keluarga, dan teman-temannya sesuai budaya, suku bangsa, agama dan kepercayaannya di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama sesuai keyakinan masing-masing (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar situasi: (1) Murid bermain berisik di dekat teman yang sedang berdoa, dan (2) Murid merapikan suara dan menunggu teman selesai berdoa; guru meminta murid memilih gambar mana yang menunjukkan sikap menghargai perilaku ibadah teman (acuan jawaban benar: gambar 2, karena menunjukkan sikap tenang dan tidak mengganggu teman yang sedang beribadah) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru tentang 4 contoh wujud sikap menghargai perilaku ibadah teman di lingkungan sekolah: (1) tidak membuat kegaduhan saat teman sedang beribadah/berdoa, (2) memberikan kesempatan teman menjalankan ibadah tepat waktu saat jam istirahat, (3) tidak mengejek tata cara ibadah atau doa teman yang berbeda, dan (4) menjaga kebersihan dan ketenangan tempat ibadah bersama di sekolah (10 menit).
- Murid menjawab pertanyaan pemahaman dari guru untuk mengidentifikasi wujud penghargaan perilaku ibadah: guru menyebutkan pernyataan 'Ketika Hasan sedang salat Zuhur di musala sekolah, Bagas tidak berteriak-teriak di depan musala', murid secara berkesadaran mengidentifikasi apakah tindakan Bagas termasuk menghargai ibadah teman (acuan: ya, termasuk menghargai karena tidak mengganggu ketenangan orang beribadah) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid mengikuti permainan tantangan kartu 'Lampu Sikap Ibadah': setiap murid menerima kartu hijau (tindakan menghargai) dan kartu merah (tindakan tidak menghargai) untuk menanggapi 4 kartu skenario perilaku ibadah di sekolah yang dibacakan guru: Skenario 1: 'Melempar bola ke arah teman yang sedang berdoa sebelum makan' (acuan: kartu merah); Skenario 2: 'Mengecilkan suara saat melewati ruang doa teman di sekolah' (acuan: kartu hijau); Skenario 3: 'Mempersilakan teman beribadah ke musala saat jam istirahat tanpa melarangnya' (acuan: kartu hijau); Skenario 4: 'Menertawakan gerakan ibadah teman yang berbeda agama' (acuan: kartu merah) (15 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Kerja Siswa (LKS) berisi 4 butir pernyataan untuk menentukan sikap menghargai perilaku ibadah teman di sekolah dengan memberi tanda centang pada kolom 'Menghargai' atau 'Tidak Menghargai': Butir 1: Menunggu dengan tenang sampai teman selesai berdoa sebelum makan bersama (acuan: Menghargai); Butir 2: Mengajak mengobrol teman yang sedang khusyuk berdoa (acuan: Tidak Menghargai); Butir 3: Meminjamkan tempat yang bersih untuk teman yang ingin melaksanakan salat di ruang kelas saat hujan (acuan: Menghargai); Butir 4: Mengolok-olok teman yang membawa perlengkapan ibadah ke sekolah (acuan: Tidak Menghargai) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merefleksikan pentingnya menghargai teman yang sedang menjalankan ibadah agar suasana sekolah selalu rukun, aman, dan damai (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan kesimpulan mengenai tindakan menghargai ibadah teman di sekolah dan menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu skenario bergambar bagi murid yang membutuhkan bantuan visual konkret dalam mengenali perilaku ibadah di sekolah.
- Proses: Memberikan bimbingan terfokus bagi murid yang masih ragu membedakan sikap menghargai dan tidak menghargai, serta memberikan kesempatan mandiri penuh bagi murid yang sudah cepat memahami.
- Produk: Murid cepat mengerjakan 4 butir penentuan sikap pada LKS secara mandiri, sedangkan murid yang memerlukan bimbingan dapat membacakan pilihan kartu tanda sikap.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual memilih 1 dari 2 gambar sikap terhadap teman yang beribadah: Gambar 1 (bermain berisik dekat teman berdoa) dan Gambar 2 (tenang dan menunggu teman selesai berdoa). Acuan penerimaan: murid memilih Gambar 2 sebagai sikap menghargai perilaku ibadah teman.
Proses:- Pemeriksaan respon murid pada permainan 'Lampu Sikap Ibadah' terhadap 4 skenario: Skenario 1 (kartu merah), Skenario 2 (kartu hijau), Skenario 3 (kartu hijau), Skenario 4 (kartu merah).
- Penilaian lembar kerja mandiri 4 butir penentuan sikap menghargai perilaku ibadah di sekolah: Butir 1 (Menghargai), Butir 2 (Tidak Menghargai), Butir 3 (Menghargai), Butir 4 (Tidak Menghargai).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir lisan: Murid diminta menyebutkan 1 tindakan konkret yang akan dilakukannya di sekolah jika melihat teman sebangku sedang berdoa sebelum belajar (acuan kriteria penerimaan: menyebutkan tindakan tenang/tidak mengganggu/menunggu/ikut berdoa hening).
Formatif:- Observasi unjuk kerja respon kartu sikap selama permainan 'Lampu Sikap Ibadah'
- Pemeriksaan hasil lembar kerja mandiri penentuan sikap menghargai perilaku ibadah teman di sekolah
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menghargai perilaku ibadah teman di sekolah | Tepat menentukan sikap menghargai pada 1 dari 4 butir pernyataan lembar kerja dengan bimbingan penuh guru. | Tepat menentukan sikap menghargai pada 2 dari 4 butir pernyataan lembar kerja dengan sedikit arahan guru. | Tepat menentukan sikap menghargai pada 3 dari 4 butir pernyataan lembar kerja secara mandiri sesuai kunci acuan. | Tepat menentukan sikap menghargai pada seluruh 4 butir pernyataan lembar kerja secara mandiri sesuai kunci acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan kartu skenario mampu melibatkan seluruh murid secara aktif dan gembira?
- Bagaimana pemahaman murid mengenai batasan perilaku yang tidak boleh mengganggu ibadah teman di sekolah?
Murid:- Apa yang kamu rasakan ketika bisa menghormati teman yang sedang beribadah atau berdoa di sekolah?
- Sikap apa yang akan kamu lakukan jika ada teman di kelasmu yang hendak beribadah saat jam istirahat?
Pertemuan 9 — Menghargai Keberagaman Identitas Keluarga dan Teman dalam Kegiatan Bersama — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.1.2 Menghargai identitas, keluarga, dan teman-temannya sesuai budaya, suku bangsa, agama dan kepercayaannya di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menghargai keberagaman identitas keluarga dan teman dalam kegiatan bersama (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan lisan mengenai sikap menghargai identitas teman dalam kegiatan bersama: 'Jika ada teman yang meminta izin beribadah saat kita sedang asyik bermain bersama, apa tindakan yang menunjukkan sikap menghargai?' (acuan: mengizinkan teman beribadah terlebih dahulu dan menunggunya dengan tertib tanpa mengeluh) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak ulasan guru tentang contoh kegiatan bersama di sekolah (seperti belajar kelompok atau kerja bakti kelas) yang melibatkan teman dengan latar belakang suku bangsa, budaya, dan agama yang berbeda-beda (7 menit).
- Murid mencermati 4 contoh tindakan menghargai keberagaman identitas dalam kegiatan bersama: (1) Menyapa dan mengajak teman dari suku bangsa mana pun untuk bergabung dalam kelompok; (2) Menghormati teman yang membawa bekal makanan khas daerahnya tanpa mencela; (3) Memberi waktu bagi teman yang berbeda agama untuk beribadah saat jadwal ibadahnya tiba; (4) Menghargai aturan kebiasaan keluarga teman saat berkunjung atau berkolaborasi (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi kelas menjadi pasangan atau kelompok kecil untuk memainkan simulasi kartu tantangan 'Pohon Sikap Rukun' (5 menit).
- Setiap murid menerima lembar kerja yang memuat 4 situasi kegiatan bersama dan menentukan tindakan yang menghargai keberagaman identitas: Situasi 1: Edo dari suku Asmat membawa noken dan mengenalkan tradisi Papua saat kerja kelompok (tindakan tepat: mendengarkan dan menghargai tradisi Edo tanpa mengejek); Situasi 2: Wayan harus bersembahyang sebelum memulai kegiatan pentas seni kelas (tindakan tepat: mempersilakan Wayan bersembahyang dengan tenang); Situasi 3: Siti membawa makanan khas keluarganya yang beraroma rempah kuat ke acara makan bersama (tindakan tepat: menghargai hidangan Siti dan mencicipi dengan sopan atau menolak secara halus tanpa mencemooh); Situasi 4: Teman sekelompok memiliki logat bicara daerah keluarga yang kental (tindakan tepat: tetap mengajak bekerja sama dengan ramah tanpa menertawakan logatnya) (15 menit).
- Murid secara bergantian memasangkan kartu situasi dengan kartu pilihan tindakan menghargai yang tepat di depan kelompoknya secara menyenangkan dan saling memberi apresiasi tepuk tangan (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama bimbingan guru menyimpulkan bahwa menghargai keberagaman suku bangsa, budaya, dan agama keluarga teman membuat kegiatan bersama menjadi rukun, damai, dan menyenangkan (5 menit).
- Murid merenungkan pengalaman belajarnya dengan menandai perasaan mereka pada lembar refleksi diri serta menyebutkan satu komitmen sikap menghargai teman di kelas (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap hasil kerja murid dalam memilih sikap menghargai keberagaman identitas (3 menit).
- Guru menyampaikan gambaran kegiatan pertemuan berikutnya mengenai pengenalan lingkungan tempat tinggal RT dan RW, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu situasi yang dilengkapi ilustrasi gambar visual; bagi murid cepat diberikan skenario situasi narasi teks lengkap.
- Proses: Murid yang membutuhkan pendampingan dipandu langsung oleh guru dalam membaca pilihan tindakan; murid yang mandiri langsung menganalisis dan memasangkan secara berpasangan.
- Produk: Murid dapat menunjukkan pemahaman tindakan menghargai keberagaman melalui penempelan kartu pilihan tindakan atau melingkari jawaban pada lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: 'Jika ada teman yang meminta izin beribadah saat kita sedang asyik bermain bersama, apa tindakan yang menunjukkan sikap menghargai?' (acuan jawaban: mengizinkan teman beribadah terlebih dahulu dan menunggunya dengan tertib tanpa mencela/mengeluh).
Proses:- Observasi keterlibatan murid dan pemeriksaan ketepatan lembar kerja memasangkan 4 situasi kegiatan bersama dengan tindakan menghargai: (1) Skenario Edo membawa noken -> mendengarkan dan menghargai tanpa mengejek; (2) Skenario Wayan bersembahyang -> mempersilakan bersembahyang dengan tenang; (3) Skenario Siti membawa bekal khas -> menghargai tanpa mencemooh; (4) Skenario logat daerah teman sekelompok -> tetap mengajak bekerja sama ramah tanpa menertawakan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru membacakan satu situasi baru: 'Ketika Dayu membagikan kue khas upacara keluarganya, apa sikap menghargai yang kita tunjukkan?' (acuan: menerima dengan sopan dan mengucapkan terima kasih, atau menolak secara santun tanpa merendahkan kue tersebut).
Formatif:- Penilaian kinerja berupa ketepatan memilih tindakan menghargai keberagaman identitas keluarga dan teman pada 4 skenario situasi kegiatan bersama.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menghargai keberagaman identitas keluarga dan teman dalam kegiatan bersama | Belum mampu menentukan tindakan menghargai keberagaman identitas keluarga dan teman pada 4 situasi yang diberikan (0-1 situasi tepat dengan bimbingan penuh guru). | Mampu menentukan tindakan menghargai keberagaman identitas keluarga dan teman secara tepat pada 2 dari 4 situasi yang diberikan dengan bantuan guru. | Mampu menentukan tindakan menghargai keberagaman identitas keluarga dan teman secara tepat pada minimal 3 dari 4 situasi yang diberikan secara mandiri. | Mampu menentukan tindakan menghargai keberagaman identitas keluarga dan teman secara tepat pada seluruh (4 dari 4) situasi yang diberikan secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid telah mampu menunjukkan pemahaman mengenai cara menghargai perbedaan budaya, suku, dan agama teman dalam kerja bersama?
- Bagaimana respons murid terhadap kegiatan permainan kartu situasi, apakah suasana belajar menggembirakan dan bermakna?
Murid:- Apakah aku sudah bisa menghargai teman yang memiliki kebiasaan atau agama yang berbeda saat bermain atau belajar bersama?
- Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling aku sukai?
Pertemuan 10 — Mengidentifikasi Lingkungan Tempat Tinggal Tingkat Rukun Tetangga (RT) — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.1.3 Mengidentifikasi lingkungan tempat tinggal (RT dan RW) sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru melakukan apersepsi menyenangkan dengan tepuk 'Anak Rukun' dan mengaitkan materi tempat tinggal dengan batas lingkungan terdekat yaitu tetangga sekitar rumah (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi lingkungan tempat tinggal tingkat Rukun Tetangga (RT) sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan lisan: 'Apa kepanjangan dari singkatan RT dan siapa yang tinggal di lingkungan RT?' (acuan jawaban: singkatan RT adalah Rukun Tetangga; lingkungan RT terdiri atas sekumpulan tetangga/keluarga yang rumahnya saling berdekatan) (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru melalui gambar ilustrasi sebuah lingkungan RT yang memperlihatkan deretan rumah warga yang saling berdekatan, pos ronda, serta interaksi warga yang saling menyapa (5 menit).
- Murid bersama guru mencermati teks bacaan singkat tentang Rukun Tetangga: RT adalah organisasi kemasyarakatan paling dasar yang terdiri dari gabungan beberapa kepala keluarga yang rumahnya berdekatan, dipimpin oleh Ketua RT untuk menjaga kerukunan dan ketertiban warga sebagai bagian terkecil dari wilayah Indonesia (7 menit).
- Murid mengidentifikasi 3 ciri utama lingkungan RT (yaitu: kumpulan rumah warga yang berdekatan, dipimpin ketua RT, dan bertujuan menjaga kerukunan warga) melalui tanya jawab terbimbing bersama guru (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid berpasangan dan memainkan tantangan menggembirakan 'Detektif RT', di mana setiap pasangan menerima Lembar Aktivitas berisi 4 kartu pernyataan untuk diidentifikasi mana yang merupakan fakta tentang lingkungan RT dan mana yang bukan (5 menit).
- Secara berpasangan, murid menyeleksi 4 kartu pernyataan berikut: Kartu 1: 'Kumpulan beberapa rumah warga yang tinggal saling berdekatan' (Fakta RT); Kartu 2: 'Dipimpin oleh seorang presiden secara langsung' (Bukan RT); Kartu 3: 'Wadah warga untuk saling tolong-menolong dan menjaga keamanan pos ronda' (Fakta RT); Kartu 4: 'Organisasi lingkungan tempat tinggal yang dipimpin oleh Ketua RT' (Fakta RT), lalu menandai centang (√) pada fakta RT dan silang (X) pada yang bukan (acuan: Kartu 1 = Fakta RT, Kartu 2 = Bukan RT, Kartu 3 = Fakta RT, Kartu 4 = Fakta RT) (10 menit).
- Setiap murid secara mandiri melengkapi tabel identifikasi identitas RT tempat tinggalnya pada lembar kerja berisi 3 butir: (1) Menuliskan nomor RT tempat tinggalnya sendiri (atau memilih nomor RT yang disediakan kartu simulasi bila belum hafal); (2) Menuliskan nama sebutan pemimpin RT (acuan: Ketua RT); (3) Menuliskan 1 contoh kegiatan bersama warga di lingkungan RT (acuan yang diterima: kerja bakti / ronda malam / arisan warga / musyawarah warga) (8 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil identifikasi kartu dan tabel lingkungan RT untuk memeriksa ketepatan jawaban secara berkesadaran (5 menit).
- Murid diajak merenungkan pentingnya hidup rukun dan saling mengenal dengan tetangga di lingkungan RT sebagai wujud persatuan warga Indonesia (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa Rukun Tetangga (RT) adalah lingkungan tempat tinggal terdekat yang terdiri dari keluarga-keluarga yang saling bertetangga untuk menciptakan kerukunan (3 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat (2 butir): (1) 'Siapa pemimpin di lingkungan RT?' (acuan: Ketua RT); (2) 'Mengapa kita perlu mengenal lingkungan RT tempat tinggal kita?' (acuan yang diterima: agar rukun dengan tetangga / tahu alamat tempat tinggal / saling tolong-menolong) (3 menit).
- Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya yaitu lingkungan Rukun Warga (RW), kemudian kelas ditutup dengan doa bersama dan salam (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan bergambar denah rumah bernomor RT sederhana; murid yang cepat membaca teks narasi lingkungan RT secara mandiri.
- Proses: Murid yang belum lancar menulis didampingi dalam mengisi tabel dengan pilihan kata bantu berlabel; murid yang cepat mengidentifikasi mandiri secara penuh.
- Produk: Murid menuangkan hasil identifikasi lingkungan RT melalui penandaan kartu fakta dan pengisian tabel identifikasi RT.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan di pendahuluan: 'Apa kepanjangan RT dan siapa yang ada di lingkungan RT?' (acuan: RT adalah singkatan dari Rukun Tetangga; terdiri atas tetangga/keluarga yang bertempat tinggal saling berdekatan).
Proses:- Formatif 1 (Kelompok/Berpasangan): Penilaian ketepatan menyeleksi 4 kartu pernyataan fakta RT pada aktivitas 'Detektif RT'. Kartu 1: 'Kumpulan beberapa rumah warga yang tinggal saling berdekatan' (Fakta RT); Kartu 2: 'Dipimpin oleh seorang presiden secara langsung' (Bukan RT); Kartu 3: 'Wadah warga untuk saling tolong-menolong dan menjaga keamanan pos ronda' (Fakta RT); Kartu 4: 'Organisasi lingkungan tempat tinggal yang dipimpin oleh Ketua RT' (Fakta RT). Acuan benar: Kartu 1, 3, dan 4 benar sebagai Fakta RT; Kartu 2 benar sebagai Bukan RT (skor maksimal 4).
- Formatif 2 (Mandiri): Penilaian ketepatan mengisi lembar kerja identifikasi 3 butir RT: butir (1) pengisian nomor RT tempat tinggal/kartu simulasi lengkap; butir (2) sebutan pemimpin RT tepat yaitu 'Ketua RT'; butir (3) contoh kegiatan bersama warga di lingkungan RT tepat (acuan yang diterima: kerja bakti / gotong royong membersihkan selokan / ronda malam / pos ronda / arisan warga / rapat RT).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di penutup: Butir 1: 'Siapa pemimpin di lingkungan RT?' (acuan: Ketua RT); Butir 2: 'Mengapa kita perlu mengenal lingkungan RT tempat tinggal kita?' (acuan kriteria: menyebutkan alasan kerukunan tetangga, memudahkan mencari alamat, atau tolong-menolong antarwarga).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran
- Observasi unjuk kerja berpasangan 'Detektif RT'
- Penilaian lembar kerja mandiri identifikasi lingkungan RT
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi Lingkungan Rukun Tetangga (RT) | Tepat mengidentifikasi paling banyak 1 dari 4 kartu pernyataan fakta RT dan belum mampu melengkapi butir identifikasi RT pada lembar kerja. | Tepat mengidentifikasi 2 dari 4 kartu pernyataan fakta RT dan mampu melengkapi 1 butir identifikasi RT pada lembar kerja dengan benar sesuai acuan. | Tepat mengidentifikasi 3 dari 4 kartu pernyataan fakta RT dan mampu melengkapi 2 butir identifikasi RT pada lembar kerja dengan benar sesuai acuan. | Tepat mengidentifikasi seluruh (4 dari 4) kartu pernyataan fakta RT dan mampu melengkapi seluruh (3 butir) identifikasi RT pada lembar kerja dengan benar secara mandiri sesuai acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan aktivitas 'Detektif RT' membantu murid memahami konsep Rukun Tetangga secara konkret?
- Bagian mana dari kegiatan identifikasi lingkungan tempat tinggal RT yang masih memerlukan scaffolding tambahan bagi murid?
Murid:- Apa hal baru yang kamu ketahui tentang lingkungan Rukun Tetangga (RT) hari ini?
- Kegiatan mana yang paling kamu sukai saat belajar tentang lingkungan RT?
Pertemuan 11 — Mengidentifikasi Lingkungan Rukun Warga (RW) sebagai Lingkungan Tempat Tinggal — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.1.3 Mengidentifikasi lingkungan tempat tinggal (RT dan RW) sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan: '1. Apa kepanjangan dari singkatan RW? (acuan: Rukun Warga)' dan '2. Manakah wilayah yang lebih luas, lingkungan RT atau lingkungan RW? (acuan: RW)' (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi lingkungan Rukun Warga (RW) sebagai lingkungan tempat tinggal yang menaungi beberapa RT (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati bagan struktur lingkungan tempat tinggal di papan tulis yang memperlihatkan 1 RW menaungi beberapa RT (RT 01, RT 02, RT 03) (7 menit).
- Murid menyimak penjelasan guru dan teks bacaan sederhana bahwa RW (Rukun Warga) adalah gabungan dari beberapa Rukun Tetangga (RT) yang dipimpin oleh seorang Ketua RW untuk menjaga kerukunan dan ketertiban warga (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan kuis tantangan berpasangan 'Tebak Kartu RW': setiap pasangan menerima 4 kartu pernyataan untuk diidentifikasi Benar atau Salah: Kartu 1: 'RW singkatan dari Rukun Warga' (Benar); Kartu 2: 'Satu RW terdiri atas gabungan beberapa RT' (Benar); Kartu 3: 'Wilayah RT lebih luas daripada wilayah RW' (Salah); Kartu 4: 'Pemimpin di lingkungan RW disebut Ketua RW' (Benar) (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Identifikasi RW yang memuat 4 butir soal isian/pilihan: (1) Kepanjangan RW adalah ... (acuan: Rukun Warga); (2) Lingkungan RW dibentuk dari kumpulan beberapa ... (acuan: RT / Rukun Tetangga); (3) Pemimpin rukun warga adalah ... (acuan: Ketua RW); (4) Manakah yang menaungi wilayah lebih banyak warga: [RT / RW] (acuan: RW) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama guru mencocokkan hasil jawaban lembar kerja berdasarkan acuan kunci jawaban bersama dan menandai butir yang telah tepat dijawab (5 menit).
- Murid menyimpulkan makna keberadaan RW dalam menciptakan kerukunan antar-RT di lingkungan tempat tinggal (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid merangkum 3 poin penting tentang lingkungan RW: kepanjangan RW, kedudukannya sebagai gabungan beberapa RT, dan pemimpinnya adalah Ketua RW (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif murid, menyampaikan rencana pertemuan berikutnya tentang nomor RT dan RW pada dokumen keluarga, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan bagan visual hubungan RT dan RW dengan kode warna untuk murid yang membutuhkan bantuan visual konkrit.
- Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru memberikan bantuan membaca petunjuk soal pada lembar kerja; bagi murid yang cepat selesai, diberikan pengamatan denah sederhana untuk mengidentifikasi pembagian 3 wilayah RT di dalam satu lingkungan RW yang sama.
- Produk: Murid dapat menuliskan jawaban secara langsung atau melingkari pilihan kata kunci yang disediakan pada lembar kerja identifikasi RW.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: (1) Apa kepanjangan dari RW? (acuan kunci: Rukun Warga); (2) Antara RT dan RW, manakah lingkungan yang terdiri atas kumpulan wilayah yang lebih luas? (acuan kunci: RW).
Proses:- Pengamatan keterlibatan saat kuis berpasangan 'Tebak Kartu RW' dengan 4 kartu pernyataan: Kartu 1: 'RW singkatan dari Rukun Warga' (kunci: Benar); Kartu 2: 'Satu RW terdiri atas gabungan beberapa RT' (kunci: Benar); Kartu 3: 'Wilayah RT lebih luas daripada wilayah RW' (kunci: Salah); Kartu 4: 'Pemimpin di lingkungan RW disebut Ketua RW' (kunci: Benar).
- Pemeriksaan Lembar Kerja Identifikasi RW (4 butir): Butir 1 (kunci: Rukun Warga), Butir 2 (kunci: RT / Rukun Tetangga), Butir 3 (kunci: Ketua RW), Butir 4 (kunci: RW).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi: Murid menyebutkan secara lisan atau mengangkat kartu respon untuk memastikan pemahaman bahwa RW adalah kumpulan dari beberapa RT dan dipimpin oleh Ketua RW (acuan: RW = Rukun Warga, gabungan beberapa RT, dipimpin Ketua RW).
Formatif:- Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran
- Kuis berpasangan 'Tebak Kartu RW' saat kegiatan inti
- Lembar Kerja Tertulis Identifikasi RW (4 butir soal)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi Lingkungan Rukun Warga (RW) | Mengidentifikasi tepat 1 dari 4 butir acuan identifikasi RW (kepanjangan RW, gabungan beberapa RT, pemimpin Ketua RW, dan perbandingan cakupan wilayah RT vs RW) dengan bantuan penuh guru. | Mengidentifikasi tepat 2 dari 4 butir acuan identifikasi RW (kepanjangan RW, gabungan beberapa RT, pemimpin Ketua RW, dan perbandingan cakupan wilayah RT vs RW). | Mengidentifikasi tepat 3 dari 4 butir acuan identifikasi RW (kepanjangan RW, gabungan beberapa RT, pemimpin Ketua RW, dan perbandingan cakupan wilayah RT vs RW) secara mandiri. | Mengidentifikasi tepat seluruh 4 butir acuan identifikasi RW (kepanjangan RW: Rukun Warga, susunan: gabungan beberapa RT, pemimpin: Ketua RW, dan perbandingan: RW lebih luas menaungi beberapa RT) secara mandiri dan tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan bagan visual dan permainan kartu mempermudah murid memahami konsep RW sebagai kumpulan beberapa RT?
- Bagian mana dari penjelasan tingkatan lingkungan yang masih membingungkan bagi sebagian murid?
Murid:- Apa hal baru yang kamu ketahui tentang lingkungan Rukun Warga (RW) hari ini?
- Apakah kamu sekarang bisa membedakan antara lingkungan RT dan lingkungan RW?
Pertemuan 12 — Mengidentifikasi Alamat Rumah (RT dan RW) Berdasarkan Kartu Keluarga — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.1.3 Mengidentifikasi lingkungan tempat tinggal (RT dan RW) sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (2 menit).
- Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar murid (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan tiruan bagian atas dokumen resmi dan menanyakan: 'Di antara kata berikut: [Nama Kepala Keluarga, RT/RW, Kode Pos], manakah yang menunjukkan nomor lingkungan tetangga terdekat kita?' Murid menjawab serentak (acuan jawaban benar: RT/RW) (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi nomor RT dan nomor RW pada kolom alamat dokumen Kartu Keluarga sebagai bagian dari lingkungan tempat tinggal di wilayah NKRI (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati gambar peraga contoh Kartu Keluarga (KK) model edukasi yang ditampilkan di papan tulis, lalu memperhatikan letak baris alamat yang mencantumkan kolom 'RT/RW' (5 menit).
- Murid menyimak penjelasan guru bahwa RT (Rukun Tetangga) dan RW (Rukun Warga) adalah pembagian wilayah tempat tinggal terkecil yang resmi tercatat dalam dokumen kependudukan negara Republik Indonesia untuk menjaga kerukunan dan ketertiban warga (5 menit).
- Murid bersama guru mencermati contoh format penulisan RT/RW pada KK (misalnya tertulis 'RT/RW: 003/005', angka di depan garis miring menunjukkan nomor RT yaitu 003 dan angka di belakang garis miring menunjukkan nomor RW yaitu 005) (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan menggembirakan 'Detektif Dokumen KK': murid menerima Lembar Kerja berisi 3 cuplikan kolom alamat dari 3 Kartu Keluarga edukasi yang berbeda untuk dicari nomor RT dan nomor RW-nya secara tepat (10 menit).
- Murid mengidentifikasi dan menuliskan nomor RT dan nomor RW secara mandiri pada tabel LK berdasarkan 3 cuplikan kartu keluarga: Cuplikan 1: Alamat Jl. Merak No. 4, RT/RW: 002/004 (acuan: RT 002, RW 004); Cuplikan 2: Alamat Jl. Kenari No. 12, RT/RW: 005/001 (acuan: RT 005, RW 001); Cuplikan 3: Alamat Jl. Garuda No. 7, RT/RW: 001/008 (acuan: RT 001, RW 008) (15 menit).
- Murid mencocokkan hasil identifikasinya bersama bimbingan guru dan memeriksa kelengkapan pengisian kolom RT dan RW masing-masing (5 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengamati kembali hasil pekerjaannya dan menyadari bahwa setiap alamat rumah di Indonesia selalu tersusun atas RT dan RW yang tertib tercatat dalam dokumen resmi negara (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran bahwa nomor RT dan RW tercantum jelas pada Kartu Keluarga untuk menunjukkan satuan lingkungan tempat tinggal kita dalam wilayah NKRI (4 menit).
- Murid mengerjakan cek pemahaman akhir 2 butir soal singkat pada lembar keluar (exit slip) (4 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas ketelitian murid, menyampaikan pengingat kegiatan pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu keluarga contoh dengan tanda panah berwarna khusus pada kolom RT/RW, sedangkan murid yang cepat diberikan cuplikan dokumen KK dengan format penulisan tambahan (misalnya menyertakan nomor blok rumah).
- Proses: Murid yang belum lancar membaca angka dibimbing guru membaca nomor sebelum dan sesudah tanda garis miring (/); murid cepat mengidentifikasi mandiri 3 cuplikan sekaligus.
- Produk: Semua murid mengisi tabel identifikasi nomor RT dan RW sesuai 3 cuplikan kartu keluarga yang disajikan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik cepat: Guru menunjukkan 3 pilihan kata dari kolom Kartu Keluarga: [Nama Kepala Keluarga, RT/RW, Kode Pos], murid diminta menunjuk kata yang memuat nomor rukun tetangga dan rukun warga tempat tinggal (acuan jawaban: RT/RW).
Proses:- Pemeriksaan tabel kerja murid 'Detektif Dokumen KK' yang memuat identifikasi RT dan RW dari 3 cuplikan data Kartu Keluarga: Cuplikan 1 (acuan: RT 002, RW 004), Cuplikan 2 (acuan: RT 005, RW 001), dan Cuplikan 3 (acuan: RT 001, RW 008).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman 2 butir soal pada exit slip: Butir 1: Pada baris alamat Kartu Keluarga tertulis 'RT/RW: 004/007'. Manakah yang merupakan nomor RT? (acuan: 004 atau RT 004); Butir 2: Pada tulisan 'RT/RW: 004/007', manakah yang merupakan nomor RW? (acuan: 007 atau RW 007).
Formatif:- Pemeriksaan lembar kerja identifikasi nomor RT dan nomor RW berdasarkan 3 cuplikan Kartu Keluarga edukasi
- Cek pemahaman tertulis singkat (exit slip) di akhir pembelajaran
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi nomor RT dan RW berdasarkan Kartu Keluarga | Belum mampu mengidentifikasi nomor RT dan RW pada cuplikan Kartu Keluarga (0 dari 3 cuplikan dijawab tepat). | Mampu mengidentifikasi nomor RT dan RW dengan tepat pada 1 dari 3 cuplikan Kartu Keluarga (acuan cuplikan: Cuplikan 1 RT 002 RW 004; Cuplikan 2 RT 005 RW 001; Cuplikan 3 RT 001 RW 008). | Mampu mengidentifikasi nomor RT dan RW dengan tepat pada 2 dari 3 cuplikan Kartu Keluarga (acuan cuplikan: Cuplikan 1 RT 002 RW 004; Cuplikan 2 RT 005 RW 001; Cuplikan 3 RT 001 RW 008). | Mampu mengidentifikasi seluruh nomor RT dan RW dengan tepat pada ketiga (3 dari 3) cuplikan Kartu Keluarga secara mandiri (acuan cuplikan: Cuplikan 1 RT 002 RW 004; Cuplikan 2 RT 005 RW 001; Cuplikan 3 RT 001 RW 008). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan posisi angka RT dan angka RW yang dipisahkan oleh tanda garis miring pada dokumen Kartu Keluarga?
- Bagian langkah pembelajaran mana yang paling membantu murid memahami identitas lingkungan tempat tinggalnya?
Murid:- Apakah kamu sekarang bisa menemukan nomor RT dan nomor RW pada contoh Kartu Keluarga?
- Bagian mana dari kegiatan mencari nomor RT dan RW hari ini yang paling menyenangkan bagimu?
Pertemuan 13 — Mengidentifikasi Kedudukan RT dan RW sebagai Bagian dari Wilayah NKRI — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.1.3 Mengidentifikasi lingkungan tempat tinggal (RT dan RW) sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan mengajukan pertanyaan lisan: 'Jika kita tinggal di RT 01 dan RW 02, apakah lingkungan RT dan RW kita itu termasuk bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) atau di luar NKRI?' (acuan jawaban: termasuk bagian dari wilayah NKRI) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran, yaitu mengidentifikasi kedudukan RT dan RW sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak gambar bagan susunan wilayah yang ditunjukkan guru: Rumah/Keluarga -> RT -> RW -> Desa/Kelurahan -> Kecamatan -> Kabupaten/Kota -> Provinsi -> Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) (7 menit).
- Murid bersama guru mencermati penjelasan bahwa RT adalah kumpulan beberapa keluarga dan RW adalah kumpulan beberapa RT yang semuanya berada di bawah naungan wilayah NKRI (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain kuis tantangan berpasangan 'Tebak Status Wilayah NKRI' yang menyenangkan dengan mengacungkan kartu hijau (Benar/Bagian NKRI) atau kartu merah (Salah/Bukan Bagian NKRI) terhadap 4 pernyataan yang dibacakan guru: (1) Lingkungan RT 01 tempat tinggal kita berada di dalam wilayah NKRI; (2) Lingkungan RW adalah bagian wilayah negara asing; (3) Beberapa RT bersatu membentuk RW di dalam wilayah NKRI; (4) RT dan RW adalah susunan lingkungan tempat tinggal terkecil di NKRI (acuan jawaban: 1=Benar/Kartu Hijau, 2=Salah/Kartu Merah, 3=Benar/Kartu Hijau, 4=Benar/Kartu Hijau) (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan identifikasi kedudukan lingkungan berisi 4 pernyataan centang (Benar/Salah) untuk membuktikan RT dan RW sebagai bagian NKRI: (1) Rumah warga yang tergabung dalam RT berada di wilayah NKRI; (2) Wilayah RW berdiri sendiri dan terpisah dari Indonesia; (3) RT dan RW saling terhubung membentuk kesatuan lingkungan di Indonesia; (4) Menjaga kerukunan di RT dan RW berarti menjaga persatuan NKRI (acuan jawaban: 1=Benar, 2=Salah, 3=Benar, 4=Benar) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru memeriksa hasil lembar latihan dan murid menyadari bahwa lingkungan tempat tinggalnya sehari-hari (RT dan RW) merupakan bagian tak terpisahkan dari tanah air Indonesia (NKRI) (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa setiap RT dan RW di sekitar rumah kita merupakan bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap hasil kerja murid dan menutup pertemuan dengan doa serta salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan bagan bertingkat visual bergambar rumah dan bendera Merah Putih untuk melihat posisi RT dan RW di dalam NKRI, sedangkan murid yang sudah mahir membaca teks bagan susunan wilayah secara mandiri.
- Proses: Pada latihan mandiri, murid yang memerlukan bantuan didampingi guru dengan pembacaan ulang butir pernyataan satu per satu, sedangkan murid yang cepat langsung menyelesaikan lembar latihan secara mandiri.
- Produk: Semua murid menyelesaikan lembar latihan 4 butir pernyataan identifikasi yang sama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Jika kita tinggal di RT 01 dan RW 02, apakah lingkungan RT dan RW kita itu termasuk bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) atau di luar NKRI?' (acuan: termasuk bagian dari wilayah NKRI).
Proses:- Pengamatan respon murid saat kuis berpasangan mengangkat kartu hijau/merah pada 4 pernyataan: (1) Lingkungan RT 01 tempat tinggal kita berada di dalam wilayah NKRI (kartu hijau); (2) Lingkungan RW adalah bagian wilayah negara asing (kartu merah); (3) Beberapa RT bersatu membentuk RW di dalam wilayah NKRI (kartu hijau); (4) RT dan RW adalah susunan lingkungan tempat tinggal terkecil di NKRI (kartu hijau).
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan lembar kerja mandiri identifikasi kedudukan RT dan RW dengan 4 butir pernyataan Benar/Salah: (1) Rumah warga yang tergabung dalam RT berada di wilayah NKRI (kunci: Benar); (2) Wilayah RW berdiri sendiri dan terpisah dari Indonesia (kunci: Salah); (3) RT dan RW saling terhubung membentuk kesatuan lingkungan di Indonesia (kunci: Benar); (4) Menjaga kerukunan di RT dan RW berarti menjaga persatuan NKRI (kunci: Benar). Kriteria ketercapaian: minimal 3 dari 4 butir dijawab tepat sesuai kunci.
Formatif:- Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran tentang keterkaitan RT/RW dengan wilayah NKRI.
- Observasi unjuk respon kuis berpasangan kartu warna 'Tebak Status Wilayah NKRI'.
- Pemeriksaan lembar latihan mandiri 4 butir pernyataan identifikasi kedudukan RT dan RW sebagai bagian NKRI.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi kedudukan RT dan RW sebagai bagian wilayah NKRI | Murid tepat mengidentifikasi paling banyak 1 dari 4 pernyataan kedudukan RT dan RW sebagai bagian wilayah NKRI sesuai acuan. | Murid tepat mengidentifikasi 2 dari 4 pernyataan kedudukan RT dan RW sebagai bagian wilayah NKRI sesuai acuan. | Murid tepat mengidentifikasi 3 dari 4 pernyataan kedudukan RT dan RW sebagai bagian wilayah NKRI sesuai acuan. | Murid tepat mengidentifikasi seluruh (4 dari 4) pernyataan kedudukan RT dan RW sebagai bagian wilayah NKRI sesuai acuan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media bagan alur wilayah efektif membantu murid memahami kedudukan RT dan RW di dalam NKRI?
- Bagaimana keterlibatan murid saat kuis berpasangan menggunakan kartu hijau dan merah?
Murid:- Apakah kamu sekarang tahu bahwa RT dan RW tempat tinggalmu adalah bagian dari Indonesia?
- Bagian kegiatan mana yang paling menyenangkan saat belajar hari ini?
Pertemuan 14 — Mengidentifikasi Desa atau Kelurahan Tempat Tinggal Melalui Gambar Denah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.1.4 Mengidentifikasi lingkungan tempat tinggal (desa atau kelurahan, dan kecamatan) sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa singkat, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi desa atau kelurahan tempat tinggal melalui gambar denah sebagai bagian dari wilayah NKRI (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal singkat dengan menunjukkan gambar denah model lingkungan Kelurahan Sukamaju yang memuat fasilitas: Kantor Kelurahan, Puskesmas, SDN 1 Sukamaju, dan Lapangan Warga, lalu mengajukan 2 pertanyaan diagnostik kesiapan: (1) 'Sebutkan nama fasilitas pelayanan warga di sebelah utara jalan pada denah!' (acuan: Kantor Kelurahan), dan (2) 'Kelurahan Sukamaju berada di dalam negara apa?' (acuan: Negara Kesatuan Republik Indonesia / NKRI) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mengamati lembar denah wilayah 'Desa Harapan Bangsa' yang ditampilkan guru, memuat 4 lokasi utama: Balai Desa di pusat, Puskesmas Pembantu di barat, SD Merdeka di timur, dan Poskamling Warga di selatan denah (10 menit).
- Guru memandu murid menelusuri batas dan letak bangunan fasilitas pelayanan desa/kelurahan serta menyadarkan bahwa wilayah desa/kelurahan tersebut merupakan bagian terdepan dari kesatuan wilayah NKRI (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid mengikuti permainan detektif denah 'Jejak Wilayah Desaku': secara mandiri murid menandai dan mencocokkan 4 lokasi pada Denah Desa Harapan Bangsa: (1) Balai Desa ditandai simbol bintang (acuan: pusat denah), (2) Pos Pelayanan Kesehatan ditandai tanda tambah (acuan: Puskesmas Pembantu di barat), (3) Sekolah ditandai simbol buku (acuan: SD Merdeka di timur), dan (4) Batas gapura NKRI ditandai bendera merah putih (acuan: pintu masuk selatan) (15 menit).
- Murid melengkapi lembar identifikasi lingkungan tempat tinggal yang berisi 3 butir: (1) Nama desa/kelurahan tempat tinggal murid sendiri, (2) Satu bangunan/kantor desa atau kelurahan yang ada di lingkungannya, dan (3) Nama negara kesatuan tempat desa/kelurahannya berada (acuan butir 3: Negara Kesatuan Republik Indonesia / NKRI; butir 1 dan 2 dinilai dari kelengkapan pengisian data lingkungan murid) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil penandaan denah dan kelengkapan data tempat tinggalnya bersama arahan konfirmasi guru (5 menit).
- Murid menyimpulkan bahwa setiap desa dan kelurahan tempat tinggal warga, betapapun letaknya, adalah bagian utuh dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil identifikasi denah murid dan menegaskan pentingnya mengenali desa/kelurahan tempat tinggal (3 menit).
- Guru menutup sesi pembelajaran dengan doa bersama dan salam penutup tanpa rangkuman akhir bab karena bab masih berlanjut ke pertemuan berikutnya (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan denah dengan petunjuk simbol visual yang lebih kontras, sedangkan murid yang mahir diberikan denah dengan 2 fasilitas tambahan (Pasar Desa dan Lapangan Olahraga) untuk diidentifikasi.
- Proses: Murid yang masih kesulitan membaca arah denah didampingi langsung oleh guru dengan kartu petunjuk arah mata angin.
- Produk: Murid dapat menunjukkan lokasi desa/kelurahan pada denah baik melalui penandaan simbol warna maupun tulisan label nama bangunan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran menggunakan denah percontohan Kelurahan Sukamaju: (1) Menunjuk fasilitas pelayanan warga di utara jalan (acuan: Kantor Kelurahan), (2) Menjawab kedudukan negara kesatuannya (acuan: NKRI).
Proses:- Observasi ketepatan murid menandai 4 lokasi pada Denah Desa Harapan Bangsa: Balai Desa (pusat denah), Pos Pelayanan Kesehatan (Puskesmas Pembantu di barat), Sekolah (SD Merdeka di timur), dan Batas gapura NKRI (pintu masuk selatan).
- Pemeriksaan ketepatan lembar isian identifikasi lingkungan tempat tinggal: kelengkapan nama desa/kelurahan murid, bangunan pelayanan warga, dan ketepatan penulisan negara (NKRI).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menjawab lisan/tertulis singkat tentang kedudukan desa/kelurahannya dalam satu kalimat (acuan: Desa/kelurahan tempat tinggalku adalah bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia/NKRI).
Formatif:- Unjuk kerja identifikasi lokasi pada Denah Desa Harapan Bangsa menggunakan lembar kerja permainan detektif denah
- Pemeriksaan lembar identifikasi 3 butir data lingkungan desa/kelurahan sebagai bagian NKRI
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi letak fasilitas desa/kelurahan pada gambar denah | Menandai 0-1 dari 4 lokasi fasilitas pada gambar Denah Desa Harapan Bangsa secara tepat (acuan: Balai Desa di pusat, Puskesmas Pembantu di barat, SD Merdeka di timur, gapura NKRI di selatan). | Menandai 2 dari 4 lokasi fasilitas pada gambar Denah Desa Harapan Bangsa secara tepat. | Menandai 3 dari 4 lokasi fasilitas pada gambar Denah Desa Harapan Bangsa secara tepat. | Menandai seluruh 4 lokasi fasilitas pada gambar Denah Desa Harapan Bangsa secara tepat dan mandiri. | | Mengidentifikasi desa atau kelurahan sebagai bagian wilayah NKRI | Belum mampu menyebutkan desa/kelurahan tempat tinggal dan belum mengidentifikasinya sebagai bagian wilayah NKRI. | Menyebutkan nama desa/kelurahan tempat tinggal tetapi belum mengidentifikasikannya sebagai bagian wilayah NKRI. | Menyebutkan nama desa/kelurahan tempat tinggal dan tepat mengidentifikasikannya sebagai bagian wilayah NKRI. | Menyebutkan nama desa/kelurahan tempat tinggal, bangunan pelayanannya secara lengkap, serta tepat mengidentifikasikannya sebagai bagian wilayah NKRI secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media gambar denah mempermudah murid memahami posisi desa atau kelurahan tempat tinggal?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas permainan detektif denah saat mengaitkan lingkungan tempat tinggal dengan NKRI?
Murid:- Bagian denah mana yang paling mudah kamu temukan letaknya hari ini?
- Mengapa desa atau kelurahan tempat tinggalmu disebut bagian dari NKRI?
Pertemuan 15 — Mengidentifikasi Nama dan Wilayah Kecamatan Tempat Tinggal — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.1.4 Mengidentifikasi lingkungan tempat tinggal (desa atau kelurahan, dan kecamatan) sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan dengan menampilkan 2 pertanyaan di papan tulis: (1) 'Apakah kecamatan lebih luas daripada kelurahan/desa?' (acuan: Ya/benar, kecamatan membawahi beberapa kelurahan/desa); (2) 'Sebutkan nama pemimpin di tingkat kecamatan!' (acuan: Camat) untuk mengecek kesiapan konsep wilayah (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mengamati peta wilayah percontohan fiktif 'Kecamatan Makmur' di papan tulis yang memperlihatkan 4 desa/kelurahan di dalamnya (Kelurahan Melati, Kelurahan Mawar, Desa Kenanga, Desa Cempaka) serta kantor kecamatan di pusat wilayah (10 menit).
- Murid menyimak penjelasan guru bahwa kecamatan merupakan wilayah tempat tinggal yang terdiri atas gabungan beberapa desa atau kelurahan, dipimpin oleh seorang camat, dan merupakan bagian dari wilayah NKRI (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Secara berpasangan, murid memainkan permainan tantangan seru 'Tebak Wilayah Kecamatan' dengan mencocokkan 4 kartu nama kelurahan/desa ke dalam bagan peta 'Kecamatan Nusantara' yang dibagikan guru: Kartu 1: 'Kelurahan Sukamaju', Kartu 2: 'Kelurahan Sukadamai', Kartu 3: 'Desa Harapan Baru', Kartu 4: 'Desa Harapan Jaya' (acuan: keempat wilayah tersebut diletakkan di dalam batas garis lingkaran 'Kecamatan Nusantara', membuktikan bahwa keempatnya berada di dalam wilayah satu kecamatan yang sama) (15 menit).
- Murid secara mandiri melengkapi Lembar Aktivitas Identifikasi Kecamatan: (1) Mengidentifikasi nama kecamatan tempat sekolah/rumah berada; (2) Memberi tanda centang pada 3 pernyataan benar mengenai wilayah kecamatan dari 4 pernyataan berikut: [A] Kecamatan membawahi beberapa kelurahan atau desa; [B] Kecamatan dipimpin oleh seorang camat; [C] Kecamatan berada di bawah pengawasan RT langsung; [D] Wilayah kecamatan adalah bagian dari NKRI (acuan centang benar: A, B, dan D) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengamati kembali hasil pekerjaannya dan menyimpulkan bersama bahwa desa/kelurahan tempat tinggal kita berada di bawah naungan wilayah kecamatan yang teratur dan bersatu (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap materi identifikasi kecamatan, meminta murid menyebutkan kembali nama camat atau kantor kecamatan terdekat, lalu menutup sesi dengan doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan peta wilayah kecamatan bergambar visual berwarna bagi murid yang memerlukan dukungan pemahaman visual batas wilayah.
- Proses: Bagi murid yang masih bingung membedakan tingkatan kelurahan dan kecamatan, guru memberikan kartu bantuan bertingkat (kelurahan di dalam lingkaran kecamatan); bagi murid yang cepat selesai, diberikan latihan mengidentifikasi 2 fasilitas umum yang ada di tingkat kecamatan (misal: Puskesmas Kecamatan, Polsek, Koramil).
- Produk: Murid dapat menunjukkan identifikasi wilayah kecamatan baik dengan menuliskan langsung pada bagan maupun memilih tanda centang pada lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Kuis lisan diagnostik di awal pembelajaran dengan 2 pertanyaan: (1) 'Apakah kecamatan lebih luas daripada kelurahan/desa?' (acuan: Ya, kecamatan membawahi kelurahan/desa); (2) 'Siapakah nama pemimpin wilayah kecamatan?' (acuan: Camat). Murid yang menjawab 2 benar siap langsung beraktivitas mandiri, yang menjawab <2 diberikan bimbingan konsep dasar tingkatan wilayah.
Proses:- Pemeriksaan Lembar Aktivitas Identifikasi Kecamatan pada 4 butir pernyataan: [A] Kecamatan membawahi beberapa kelurahan atau desa (Benar); [B] Kecamatan dipimpin oleh seorang camat (Benar); [C] Kecamatan berada di bawah pengawasan RT langsung (Salah); [D] Wilayah kecamatan adalah bagian dari NKRI (Benar). Kriteria tercapai: tepat memilih 3 pernyataan benar (A, B, D) dan menuliskan nama kecamatan tempat tinggal/sekolahnya.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi berupa tanya jawab cepat: 'Sebutkan 2 hal yang membuktikan bahwa desamu berada di dalam suatu wilayah kecamatan!' (acuan kriteria: menyebutkan bahwa desa dibawahi kecamatan/desa berada di lingkungan kepemimpinan camat dan warga mengurus administrasi lanjutan ke kantor kecamatan).
Formatif:- Observasi partisipasi murid saat permainan tebak wilayah berpasangan
- Penilaian lembar aktivitas identifikasi wilayah kecamatan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi nama dan cakupan wilayah kecamatan tempat tinggal | Belum mampu menyebutkan nama kecamatan tempat tinggal/sekolah dan belum mampu mengidentifikasi pernyataan yang tepat mengenai wilayah kecamatan. | Mampu menyebutkan nama kecamatan tempat tinggal/sekolah dengan bimbingan guru, serta tepat menentukan 1 dari 3 pernyataan benar tentang wilayah kecamatan. | Mampu menyebutkan nama kecamatan tempat tinggal/sekolah secara mandiri serta tepat menentukan 2-3 pernyataan benar tentang wilayah kecamatan (A, B, D). | Mampu menyebutkan nama kecamatan tempat tinggal/sekolah secara mandiri dan tepat menentukan seluruh 3 pernyataan benar (A, B, D) tentang wilayah kecamatan serta menunjukkan batas wilayahnya secara konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan peta percontohan membantu murid memahami bahwa kecamatan terdiri atas gabungan kelurahan/desa?
- Bagian mana dari kegiatan yang paling efektif membuat murid memahami kedudukan kecamatan dalam NKRI?
Murid:- Apa yang baru kamu ketahui tentang wilayah kecamatan hari ini?
- Bagian kegiatan mana yang paling menyenangkan saat belajar tentang kecamatan?
Pertemuan 16 — Mengidentifikasi Hubungan Desa, Kelurahan, dan Kecamatan Tempat Tinggal — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.1.4 Mengidentifikasi lingkungan tempat tinggal (desa atau kelurahan, dan kecamatan) sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan diagram hierarki berjenjang sederhana dan menanyakan 2 pertanyaan pemetaan kesiapan: (1) 'Manakah wilayah yang lebih luas: desa/kelurahan atau kecamatan?' (acuan jawaban: kecamatan lebih luas dari desa/kelurahan) dan (2) 'Kecamatan dibentuk dari gabungan beberapa apa?' (acuan jawaban: gabungan beberapa desa dan/atau kelurahan) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi hubungan kedudukan antara wilayah desa, kelurahan, dan kecamatan tempat tinggal sebagai bagian wilayah NKRI (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru menayangkan diagram bagan susunan wilayah tempat tinggal yang memperlihatkan bahwa satu kecamatan menaungi beberapa desa dan kelurahan, serta menjelaskan bahwa desa dan kelurahan merupakan wilayah administratif di bawah kecamatan (10 menit).
- Murid secara berpasangan mengamati bagan percontohan 'Kecamatan Suka Makmur' yang terdiri atas Desa Melati, Desa Mawar, dan Kelurahan Kenanga, lalu menjawab pertanyaan terarah tentang hubungan hierarki wilayah tersebut (acuan: Suka Makmur adalah kecamatan yang membawahi 2 desa yaitu Melati dan Mawar, serta 1 kelurahan yaitu Kenanga) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan tantangan berpasangan 'Teka-Teki Susun Wilayah' menggunakan kartu kata berlabel tingkat wilayah untuk mencocokkan kedudukan hubungan desa, kelurahan, dan kecamatan secara menyenangkan (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja pengidentifikasian hubungan wilayah berisi 4 butir pernyataan benar/salah berikut: (1) 'Wilayah kecamatan berada di bawah wilayah desa' (acuan: Salah, desa berada di bawah kecamatan); (2) 'Beberapa desa atau kelurahan bergabung membentuk satu wilayah kecamatan' (acuan: Benar); (3) 'Kecamatan memiliki cakupan wilayah yang lebih luas daripada kelurahan' (acuan: Benar); (4) 'Desa dan kelurahan merupakan bagian dari wilayah kecamatan' (acuan: Benar) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memfasilitasi murid memeriksa kembali pemahaman hubungan hierarki desa/kelurahan dan kecamatan melalui tanya jawab konfirmasi mandiri (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa desa dan kelurahan merupakan bagian dari wilayah kecamatan, dan kecamatan membawahi beberapa desa atau kelurahan (5 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut singkat dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan bagan hierarki bergambar dengan kode warna berbeda (misal: kotak kecamatan besar melingkupi kotak-kotak kecil desa/kelurahan); murid yang lebih cepat diberikan bagan analogi hubungan beberapa desa dan kelurahan dalam struktur kecamatan nyata.
- Proses: Murid dengan pemahaman awal bertahap dibimbing secara langsung oleh guru dengan pertanyaan penuntun, sedangkan murid yang sudah paham langsung menyelesaikan lembar identifikasi mandiri.
- Produk: Semua murid mengidentifikasi hubungan desa, kelurahan, dan kecamatan; murid yang siap dapat menuliskan kalimat ringkas hubungan wilayah tersebut di samping tanda Benar/Salah.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan pada pendahuluan: (1) 'Manakah wilayah yang lebih luas: desa/kelurahan atau kecamatan?' (acuan: kecamatan lebih luas dari desa/kelurahan); (2) 'Kecamatan dibentuk dari gabungan beberapa apa?' (acuan: gabungan beberapa desa dan/atau kelurahan). Kriteria pemetaan: murid yang menjawab kedua acuan dengan benar siap bekerja mandiri; murid yang belum tepat diberi scaffolding visual pada tahap Memahami.
Proses:- Observasi keterlibatan murid dalam aktivitas pencocokan kartu 'Teka-Teki Susun Wilayah' mengenai kedudukan desa/kelurahan di dalam kecamatan.
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri berisi 4 butir pernyataan identifikasi hubungan wilayah: (1) 'Wilayah kecamatan berada di bawah wilayah desa' (kunci: Salah); (2) 'Beberapa desa atau kelurahan bergabung membentuk satu wilayah kecamatan' (kunci: Benar); (3) 'Kecamatan memiliki cakupan wilayah yang lebih luas daripada kelurahan' (kunci: Benar); (4) 'Desa dan kelurahan merupakan bagian dari wilayah kecamatan' (kunci: Benar).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir berupa konfirmasi lisan: Murid mengidentifikasi kedudukan desa dan kelurahan terhadap kecamatan dengan melengkapi pernyataan terarah: 'Hubungan antara desa/kelurahan dengan kecamatan adalah ...' (acuan penerimaan: desa dan kelurahan berada di dalam/di bawah wilayah kecamatan, atau kecamatan menaungi/terdiri atas gabungan desa dan kelurahan).
Formatif:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran mengenai ukuran cakupan dan kedudukan wilayah desa, kelurahan, dan kecamatan
- Pemeriksaan lembar kerja identifikasi 4 butir pernyataan benar/salah tentang hubungan desa, kelurahan, dan kecamatan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi hubungan kedudukan desa, kelurahan, dan kecamatan | Belum mampu mengidentifikasi hubungan kedudukan desa, kelurahan, dan kecamatan (0-1 butir tepat dari 4 butir pernyataan lembar kerja). | Mulai mampu mengidentifikasi hubungan kedudukan desa, kelurahan, dan kecamatan dengan bimbingan (tepat 2 butir dari 4 butir pernyataan lembar kerja). | Mampu mengidentifikasi hubungan kedudukan desa, kelurahan, dan kecamatan secara tepat (tepat 3 butir dari 4 butir pernyataan lembar kerja). | Mampu mengidentifikasi seluruh hubungan kedudukan desa, kelurahan, dan kecamatan secara tepat dan mandiri (tepat 4 dari 4 butir pernyataan lembar kerja). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan bagan hierarki berjenjang efektif membantu murid memahami bahwa desa/kelurahan berada di bawah naungan kecamatan?
- Bagian langkah manakah yang paling membutuhkan penjelasan tambahan bagi murid dalam memahami hubungan antarwilayah tersebut?
Murid:- Apakah kamu sekarang sudah paham bahwa desa atau kelurahan tempat tinggalmu berada di dalam wilayah kecamatan?
- Kegiatan mana yang paling membantumu memahami susunan wilayah dari desa/kelurahan ke kecamatan?
Pertemuan 17 — Mengidentifikasi Wilayah Desa, Kelurahan, dan Kecamatan sebagai Bagian NKRI — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.1.4 Mengidentifikasi lingkungan tempat tinggal (desa atau kelurahan, dan kecamatan) sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (2 menit).
- Guru bersama murid menyanyikan lagu kebangsaan 'Dari Sabang Sampai Merauke' untuk membangkitkan semangat persatuan kebangsaan (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan: (1) 'Apakah desa atau kelurahan dan kecamatan tempat kita berada termasuk wilayah NKRI?' (acuan: Ya, keduanya merupakan bagian dari wilayah NKRI); (2) 'Wilayah manakah yang lebih luas dan membawahkan beberapa desa/kelurahan: kecamatan atau desa?' (acuan: kecamatan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati gambar bagan berjenjang wilayah NKRI di papan tulis yang memperlihatkan tingkatan: Negara Kesatuan Republik Indonesia -> Kabupaten/Kota -> Kecamatan -> Desa/Kelurahan (5 menit).
- Murid menyimak penjelasan guru bahwa setiap desa, kelurahan, dan kecamatan di seluruh pelosok tanah air adalah bagian utuh yang tidak terpisahkan dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan cepat 'Benar atau Salah Wilayah NKRI' di mana murid mengangkat kartu hijau (Benar) atau merah (Salah) untuk 4 pernyataan: (1) 'Desa Suka Maju di sebuah kecamatan adalah bagian wilayah NKRI' (acuan: Benar); (2) 'Kecamatan hanya berdiri sendiri dan bukan bagian dari Indonesia' (acuan: Salah); (3) 'Kelurahan tempat tinggal kita berada di dalam wilayah NKRI' (acuan: Benar); (4) 'Seluruh desa dan kelurahan di Indonesia bersatu membentuk wilayah NKRI' (acuan: Benar) (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Aktivitas mengidentifikasi kedudukan wilayah tempat tinggal dalam NKRI dengan melengkapi 4 butir pernyataan rumpang berpasangan: (1) 'Kumpulan beberapa RT dan RW membentuk sebuah ...' (Pilihan: Desa/Kelurahan); (2) 'Kumpulan dari beberapa desa atau kelurahan berada di dalam satu wilayah ...' (Pilihan: Kecamatan); (3) 'Kecamatan dipimpin oleh seorang ...' (Pilihan: Camat); (4) 'Desa, kelurahan, dan kecamatan di seluruh tanah air adalah bagian dari wilayah ...' (Pilihan: Negara Kesatuan Republik Indonesia / NKRI) (acuan: 1. Desa/Kelurahan; 2. Kecamatan; 3. Camat; 4. Negara Kesatuan Republik Indonesia / NKRI) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil pengerjaan lembar kerja dan mengidentifikasi kembali letak desa/kelurahan dan kecamatan masing-masing sebagai bagian utuh NKRI (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru merangkum bahwa desa, kelurahan, dan kecamatan adalah tingkatan wilayah yang membentuk satu kesatuan dalam wilayah NKRI (5 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut singkat untuk bersiap menghadapi kegiatan asesmen sumatif di pertemuan berikutnya, kemudian menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan bagan visual berjenjang dengan kode warna berbeda untuk tiap tingkatan wilayah (Desa/Kelurahan, Kecamatan, NKRI) bagi murid yang membutuhkan bantuan visual konkret.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan langsung menunjuk kotak bagan berjenjang saat melengkapi lembar aktivitas; murid yang lebih cepat diberikan lembar dengan bagan alur hubungan wilayah tanpa kata kunci bantuan.
- Produk: Murid dapat menunjukkan identifikasi hubungan wilayah NKRI baik secara tertulis pada lembar kerja rumpang maupun lisan terarah.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik: (1) 'Apakah desa/kelurahan dan kecamatan tempat kita berada termasuk wilayah NKRI?' (acuan jawaban: Ya, termasuk bagian dari NKRI); (2) 'Wilayah manakah yang lebih luas dan membawahkan beberapa desa/kelurahan: kecamatan atau desa?' (acuan jawaban: Kecamatan).
Proses:- Formatif pengamatan permainan 'Benar atau Salah Wilayah NKRI' untuk 4 pernyataan: (1) Desa Suka Maju di sebuah kecamatan adalah bagian wilayah NKRI (Benar); (2) Kecamatan berdiri sendiri dan bukan bagian dari Indonesia (Salah); (3) Kelurahan tempat tinggal kita berada di dalam wilayah NKRI (Benar); (4) Seluruh desa dan kelurahan di Indonesia bersatu membentuk wilayah NKRI (Benar).
- Pemeriksaan lembar aktivitas mandiri berisi 4 butir: Butir 1 (kumpulan RT/RW membentuk Desa/Kelurahan), Butir 2 (kumpulan desa/kelurahan membentuk Kecamatan), Butir 3 (pemimpin kecamatan adalah Camat), Butir 4 (desa, kelurahan, dan kecamatan adalah bagian wilayah NKRI).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menyebutkan hubungan tingkatan wilayah tempat tinggalnya (desa/kelurahan -> kecamatan -> NKRI) (acuan: Desa/kelurahan berada di bawah kecamatan, dan semua kecamatan merupakan bagian dari NKRI).
Formatif:- Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran tentang keterkaitan desa/kecamatan dengan NKRI
- Pengamatan respons murid pada permainan interaktif Benar atau Salah Wilayah NKRI
- Pemeriksaan ketepatan pengisian lembar aktivitas mandiri (4 butir pernyataan rumpang)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi Desa, Kelurahan, dan Kecamatan sebagai Bagian NKRI | Belum mampu mengidentifikasi kedudukan desa, kelurahan, dan kecamatan sebagai bagian dari wilayah NKRI (0-1 butir lembar aktivitas benar dari 4 acuan: Desa/Kelurahan, Kecamatan, Camat, NKRI). | Mulai mampu mengidentifikasi sebagian kedudukan desa, kelurahan, dan kecamatan sebagai bagian dari wilayah NKRI (2 butir benar dari 4 acuan). | Mampu mengidentifikasi kedudukan desa, kelurahan, dan kecamatan sebagai bagian dari wilayah NKRI dengan tepat (3 butir benar dari 4 acuan). | Sangat mandiri dan tepat mengidentifikasi seluruh kedudukan desa, kelurahan, dan kecamatan sebagai bagian dari wilayah NKRI (4 butir benar dari 4 acuan secara mandiri). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media bagan berjenjang membantu murid memahami bahwa desa dan kecamatan merupakan bagian dari NKRI?
- Bagaimana keterlibatan murid selama permainan edukatif mengidentifikasi wilayah NKRI?
Murid:- Bagian mana yang paling kamu pahami tentang desa, kelurahan, dan kecamatan sebagai bagian dari Indonesia?
- Apakah kamu merasa bangga menjadi anak Indonesia yang tinggal di desa/kelurahan dan kecamatanmu?
Pertemuan 18 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.1.1 Membedakan identitas diri dan teman-temannya sesuai bahasa di lingkungan sekitar
- TP 3.1.2 Menghargai identitas, keluarga, dan teman-temannya sesuai budaya, suku bangsa, agama dan kepercayaannya di lingkungan sekitar
- TP 3.1.3 Mengidentifikasi lingkungan tempat tinggal (RT dan RW) sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
- TP 3.1.4 Mengidentifikasi lingkungan tempat tinggal (desa atau kelurahan, dan kecamatan) sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
Pendahuluan:- Guru membuka sesi dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pertemuan ke-18 yaitu pelaksanaan asesmen sumatif bab untuk menunjukkan pemahaman mengenai keragaman identitas budaya (bahasa, suku, agama) serta identifikasi wilayah tempat tinggal dalam bingkai NKRI (2 menit).
- Guru membacakan aturan teknis asesmen yang terbagi menjadi dua sesi: 30 menit pengerjaan tertulis individu secara mandiri dan 32 menit unjuk kerja percakapan lisan berpasangan secara serentak (1 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru mengenai petunjuk pengisian Lembar Kerja Tertulis Identifikasi Wilayah Tempat Tinggal yang terdiri atas 4 butir isian singkat (2 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara individual dan mandiri mengerjakan tes tertulis selama 28 menit pada lembar kerja yang memuat 4 butir: (1) Nomor RT dan nomor RW tempat tinggal masing-masing; (2) Nama desa atau kelurahan tempat tinggal masing-masing; (3) Nama kecamatan tempat tinggal masing-masing; (4) Nama negara kesatuan tempat seluruh RT, RW, desa/kelurahan, dan kecamatan bernaung (Acuan jawaban butir 4: Negara Kesatuan Republik Indonesia / NKRI; kriteria butir 1-3: kolom terisi lengkap dengan angka/nama wilayah tempat tinggal murid tanpa dikosongkan) (28 menit).
- Guru mengumpulkan lembar jawaban tertulis murid tepat waktu dan membagikan panduan percakapan lisan berpasangan untuk 14 pasang meja murid (2 menit).
- Murid secara berpasangan melaksanakan unjuk kerja percakapan terpandu serentak selama 30 menit mengenai perbedaan bahasa daerah dan sikap menghargai keragaman: Murid A dan Murid B saling bergantian menanyakan dan menjawab 3 hal panduan: (a) contoh sapaan atau ungkapan bahasa daerah masing-masing di rumah/lingkungan sekitar serta perbedaannya dengan bahasa teman, (b) suku bangsa dan agama/kepercayaan keluarga masing-masing, serta (c) cara menghargai teman saat beribadah atau berbicara bahasa daerahnya; guru berkeliling kelas mengamati interaksi dan mencatat lembar observasi rubrik unjuk kerja (28 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merefleksikan proses pengerjaan asesmen sumatif, memeriksa kelancaran saat mengungkapkan identitas diri dan menghargai jawaban teman sebangku (1 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas kejujuran, ketertiban, dan sikap saling menghargai yang ditunjukkan murid selama pelaksanaan asesmen sumatif (2 menit).
- Guru menyampaikan rangkuman penutup Bab 1 bahwa keberagaman suku, bahasa, agama, serta wilayah RT hingga kecamatan memperkaya persatuan kita sebagai anak Indonesia, kemudian menutup sesi dengan doa dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Tidak ada perbedaan kompetensi atau butir soal; konten tugas tertulis dan panduan lisan terstandar untuk seluruh murid.
- Proses: Akomodasi akses bagi murid yang memerlukan dukungan membaca soal: guru membacakan ulang teks instruksi lembar kerja secara netral tanpa memberi jawaban.
- Produk: Format bukti sumatif seragam berupa lembar jawaban tertulis dan performa lisan berpasangan sesuai acuan ATP.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- kombinasi tes tertulis penugasan serentak dan unjuk kerja wawancara lisan-observasi sikap berpasangan: lembar kerja tertulis identifikasi wilayah tempat tinggal (RT, RW, kelurahan/desa, kecamatan) sebagai bagian NKRI serta lembar catatan observasi unjuk kerja percakapan berpasangan mengenai perbedaan bahasa daerah dan sikap saling menghargai keberagaman budaya/agama
- tes tertulis isian singkat dan penugasan serentak: lembar jawaban tertulis murid yang memuat identifikasi data lingkungan tempat tinggal lengkap (nomor RT, RW, nama desa atau kelurahan, serta kecamatan) sebagai bagian dari wilayah NKRI, dikerjakan seluruh kelas secara bersamaan (30 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran lembar kerja identifikasi wilayah)
- unjuk kerja percakapan terpandu berpasangan dan observasi sikap: penjelasan lisan murid saat bertukar informasi dengan teman sebangku mengenai bahasa daerah yang digunakan di lingkungan sekitar diri dan temannya, disertai perilaku saling menyimak dan menghargai identitas budaya/suku/agama teman saat berinteraksi (dilakukan serentak dalam 14 pasang meja, guru mengamati dan mencatat rubrik berkeliling kelas) (40 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi dan rubrik unjuk kerja pembedaan bahasa serta sikap menghargai perbedaan)
Sumatif:- kombinasi tes tertulis penugasan serentak dan unjuk kerja wawancara lisan-observasi sikap berpasangan: lembar kerja tertulis identifikasi wilayah tempat tinggal (RT, RW, kelurahan/desa, kecamatan) sebagai bagian NKRI serta lembar catatan observasi unjuk kerja percakapan berpasangan mengenai perbedaan bahasa daerah dan sikap saling menghargai keberagaman budaya/agama
- tes tertulis isian singkat dan penugasan serentak: lembar jawaban tertulis murid yang memuat identifikasi data lingkungan tempat tinggal lengkap (nomor RT, RW, nama desa atau kelurahan, serta kecamatan) sebagai bagian dari wilayah NKRI, dikerjakan seluruh kelas secara bersamaan (30 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran lembar kerja identifikasi wilayah)
- unjuk kerja percakapan terpandu berpasangan dan observasi sikap: penjelasan lisan murid saat bertukar informasi dengan teman sebangku mengenai bahasa daerah yang digunakan di lingkungan sekitar diri dan temannya, disertai perilaku saling menyimak dan menghargai identitas budaya/suku/agama teman saat berinteraksi (dilakukan serentak dalam 14 pasang meja, guru mengamati dan mencatat rubrik berkeliling kelas) (40 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi dan rubrik unjuk kerja pembedaan bahasa serta sikap menghargai perbedaan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi Lingkungan Tempat Tinggal (RT, RW, Desa/Kelurahan, Kecamatan) Bagian NKRI (TP 3.1.3 & TP 3.1.4) | Hanya mengisi 1 dari 4 butir isian wilayah tempat tinggal dan nama negara kesatuan. | Mengisi 2 butir dari 4 butir isian wilayah tempat tinggal dan nama negara kesatuan. | Mengisi 3 butir dari 4 butir isian wilayah tempat tinggal dan nama negara kesatuan secara lengkap. | Mengisi lengkap seluruh 4 butir isian wilayah tempat tinggal (nomor RT/RW, nama desa/kelurahan, kecamatan) serta tepat menuliskan NKRI/Negara Kesatuan Republik Indonesia pada butir 4 secara mandiri. | | Membedakan Identitas Diri dan Teman Sesuai Bahasa di Lingkungan Sekitar (TP 3.1.1) | Belum mampu menyebutkan contoh sapaan/kosakata bahasa daerah diri maupun membedakannya dengan bahasa teman. | Menyebutkan sapaan/kosakata bahasa daerah diri sendiri namun belum dapat membedakannya dengan bahasa teman. | Mampu menyebutkan kosakata/sapaan bahasa daerah diri dan menunjukkan perbedaannya dengan bahasa daerah yang digunakan teman. | Mampu menyebutkan ragam ungkapan bahasa daerah diri sendiri dan teman sebangku serta membedakan penggunaannya secara jelas dan runtut. | | Menghargai Identitas, Keluarga, dan Teman Sesuai Budaya, Suku Bangsa, Agama/Kepercayaan (TP 3.1.2) | Menunjukkan sikap menolak, mencela, atau mengganggu ketika teman menceritakan suku, budaya, atau agamanya. | Mendengarkan penuturan identitas suku dan agama teman hanya jika ditegur atau diingatkan guru. | Menyimak penjelasan identitas suku/agama teman dengan tertib serta menyebutkan satu tindakan menghargai ibadah/budaya teman. | Secara konsisten menyimak dengan santun, menghormati keberagaman identitas suku dan ibadah agama teman tanpa membeda-bedakan perlakuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 30 menit untuk tes tertulis dan 32 menit untuk percakapan lisan berpasangan terlaksana secara tertib dan proporsional?
- Bagaimana ketercapaian murid kelas 3 dalam membedakan bahasa daerah dan mengidentifikasi kelengkapan alamat tempat tinggal mereka sebagai bagian NKRI?
Murid:- Bagian mana dari asesmen hari ini yang paling mudah kamu kerjakan?
- Sikap menghargai apa yang telah kamu tunjukkan saat mendengarkan temanmu bercerita tentang bahasa daerah dan agamanya?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2023) Bab 1
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2023) Bab 1
- Kartu Sapaan Bahasa Daerah (Jawa, Sunda, Banjar, Toraja, Betawi)
- Lembar Kerja Murid: Kartu Bahasa Temanku
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023)
- Kartu teks percakapan sederhana bertema sapaan daerah
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Tabel Kosakata Bahasa Temanku
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023).
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023).
- Set kartu kutipan sapaan bahasa daerah sehari-hari di lingkungan sekolah.
- Set kartu daftar ungkapan sehari-hari daerah (Jawa, Sunda, Batak, Bali, Banjar, Bugis)
- Lembar Kerja Murid (LKPD) 'Membedakan Ungkapan Teman'
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2023), Bab 1 'Aku Anak Indonesia'
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2023)
- 4 Set Kartu Situasi 'Tebak Sikap Rukun Suku Bangsa'
- Gambar ilustrasi keragaman pakaian dan suku bangsa di Indonesia
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023, Bab 1)
- Set kartu bergambar pakaian adat daerah nusantara (Baju Lambung Sasak, Aesan Gede Palembang, Baju Ta'a Dayak, Kebaya Sunda)
- Lembar Pengamatan Pakaian Adat Sahabat
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Pusat Kurikulum dan Perbukuan, 2023)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Pusat Kurikulum dan Perbukuan, 2023)
- Kartu skenario 'Tebak Sikap Rukun' keragaman agama di Indonesia
- Gambar ilustrasi kerukunan umat beragama di lingkungan sekitar
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2023, Bab 1 Aku Anak Indonesia)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2023, Bab 1)
- Set kartu skenario perilaku ibadah dan kartu warna Lampu Sikap Ibadah (hijau dan merah)
- Lembar Kerja Siswa (LKS) penentuan sikap menghargai ibadah teman
- Set kartu situasi dan kartu tindakan 'Pohon Sikap Rukun'
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023) Bab 1: Tempat Tinggalku
- Gambar ilustrasi denah perumahan warga dan pos ronda lingkungan RT
- Kartu aktivitas pernyataan fakta Rukun Tetangga (RT)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas III SD/MI Kemendikbudristek
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila Kelas III SD/MI Kemendikbudristek
- Bagan struktur organisasi dan denah sederhana lingkungan RT dan RW
- Kartu pernyataan 'Tebak Kartu RW'
- Poster atau lembar cetak tiruan (model edukasi) Kartu Keluarga
- Lembar Kerja Murid 'Detektif Dokumen KK'
- Bagan hierarki wilayah NKRI (Rumah - RT - RW - NKRI)
- Kartu hijau dan kartu merah untuk kuis
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2023)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2023)
- Gambar Denah Desa Harapan Bangsa dan Denah Percontohan Kelurahan Sukamaju
- Lembar Kerja Detektif Denah Wilayah
- Gambar denah/peta ilustrasi wilayah kecamatan dan kelurahan/desa
- Kartu nama wilayah untuk permainan 'Tebak Wilayah Kecamatan'
- Bagan hierarki wilayah desa, kelurahan, dan kecamatan
- Kartu kata berlabel tingkat wilayah untuk permainan Teka-Teki Susun Wilayah
- Lembar Kerja Murid (LKPD) identifikasi hubungan wilayah
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2023)
- Peta Negara Kesatuan Republik Indonesia dan bagan susunan tingkatan wilayah pemerintahan
- Kartu respons merah dan hijau untuk kuis permainan
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023) Bab 1: Aku Anak Indonesia
- Lembar Kerja Asesmen Sumatif Tertulis Identifikasi Wilayah NKRI
- Panduan Percakapan Berpasangan dan Lembar Observasi Asesmen Sumatif
|