Modul AjarBab 4Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 2 Bab 4: Aku Peduli Lingkungan

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Pancasila kelas 2 untuk Bab 4 "Aku Peduli Lingkungan", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 2 Bab 4: Aku Peduli Lingkungan

Pendidikan Pancasila - Kelas 2

Bab 4

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Bab 4 — Aku Peduli Lingkungan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikBab 4 — Aku Peduli Lingkungan
Alokasi Waktu30 JP (30 x 35 menit = 1050 menit)
Jumlah Pertemuan15
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 2.4.1 Menunjukkan karakteristik lingkungan sekolah sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui pengamatan sederhana
  2. TP 2.4.2 Menunjukkan karakteristik lingkungan tempat tinggal sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
  3. TP 2.4.3 Menceritakan pengalaman bekerja sama menjaga lingkungan sekitar dalam keberagaman
  4. TP 2.4.4 Mempraktikkan bekerja sama menjaga lingkungan sekitar dalam keberagaman

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa saja bentuk gedung dan bagian halaman yang ada di sekolah kita?
  2. Mengapa gedung dan halaman sekolah kita termasuk bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)?
  3. Benda apa saja yang ada di dalam ruang kelas kita dan apa fungsinya?
  4. Di manakah batas terluar sekolah kita yang memisahkan halaman sekolah dengan jalan umum?
  5. Apa saja sarana dan tanaman yang ada di halaman sekolah kita?
  6. Bagaimana kita menunjukkan bahwa sarana dan tanaman sekolah merupakan bagian dari wilayah NKRI?
  7. Apa saja bentuk rumah dan jenis jalan yang ada di sekitar tempat tinggalmu?
  8. Mengapa lingkungan tempat tinggal kita, termasuk rumah dan jalannya, merupakan bagian dari wilayah Indonesia (NKRI)?
  9. Apa saja tempat umum yang ada di sekitar rumah kalian yang bisa dipakai bersama?
  10. Bagaimana kita mengenali batas antara lingkungan tempat tinggal kita dengan tempat lain sebagai bagian dari Indonesia?
  11. Apa saja bentuk alam seperti sungai, pohon, sawah, atau bukit yang ada di sekitar rumah kalian?
  12. Apakah alam di sekitar tempat tinggal kita merupakan bagian dari wilayah Indonesia yang indah?
  13. Pernahkah kalian bersama teman-teman yang berbeda membersihkan sampah di sekitar sekolah atau rumah?
  14. Kegiatan apa saja yang kalian lakukan bersama-sama saat membersihkan sampah tersebut?
  15. Siapa saja teman yang pernah membantumu merawat atau menyiram tanaman di sekolah atau di rumah?
  16. Mengapa kita perlu bekerja sama dengan teman yang berbeda-beda untuk merawat tanaman agar tetap subur?
  17. Pernahkah kalian merapikan mainan bersama teman-teman di tempat bermain dekat rumah?
  18. Bagaimana rasanya bermain jika tempat bermain kalian bersih dan rapi karena dirapikan bersama-sama?
  19. Siapa yang pernah ikut bekerja sama membersihkan selokan atau saluran air di sekitar rumah atau sekolah?
  20. Bersama siapa saja kalian bekerja sama saat menjaga kebersihan lingkungan tersebut?
  21. Apa bedanya sampah sisa makanan atau daun dengan sampah botol plastik dan kertas?
  22. Bagaimana cara kita bekerja sama memilah sampah agar lingkungan kita tetap bersih dan rapi?
  23. Mengapa halaman sekolah kita perlu disapu dan dibersihkan bersama-sama?
  24. Bagaimana rasanya bekerja sama menyapu halaman sekolah bersama teman-teman yang berbeda latar belakang?
  25. Mengapa tanaman di taman sekolah perlu disiram dan dirawat bersama-sama?
  26. Bagaimana cara kita bekerja sama merawat tanaman sekolah dengan teman yang berbeda latar belakang?
  27. Bagaimana perasaan kalian saat belajar di ruang kelas yang rapi dan bersih?
  28. Bagaimana cara kita bekerja sama dengan teman yang berbeda-beda agar ruang belajar kita rapi dan nyaman?
  29. Apa saja ciri khas lingkungan sekolah dan tempat tinggal kita yang menunjukkan bagian dari wilayah Indonesia?
  30. Bagaimana kita bekerja sama dengan teman yang berbeda-beda untuk menjaga kebersihan lingkungan kita?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menunjukkan Karakteristik Fisik Gedung dan Halaman Sekolah sebagai Bagian Wilayah NKRI melalui Pengamatan Sederhana — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.4.1 Menunjukkan karakteristik lingkungan sekolah sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui pengamatan sederhana

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
  • Guru mengaitkan materi dengan menanyakan bendera Merah Putih di tiang halaman sekolah dan menyampaikan tujuan pembelajaran bahwa hari ini murid akan menunjukkan ciri fisik gedung dan halaman sekolah sebagai bagian wilayah NKRI (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat mengenai 3 benda/fasilitas fisik di lingkungan sekolah: (1) tiang bendera Merah Putih, (2) gedung kantor/kelas, (3) lapangan/halaman upacara (acuan: murid menunjukkan secara tepat minimal 2 dari 3 unsur fisik sekolah tersebut) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru berbantu media gambar denah sederhana tentang karakteristik fisik lingkungan sekolah (gedung sekolah yang kokoh beratapkan genting, ruang guru, ruang kelas, serta halaman sekolah yang memuat tiang bendera Merah Putih sebagai tanda resmi wilayah NKRI) (10 menit).
  • Murid mengidentifikasi 4 kartu ciri fisik lingkungan sekolah: (1) Kartu A: 'Tiang bendera Merah Putih di lapangan', (2) Kartu B: 'Gedung ruang kelas tempat belajar', (3) Kartu C: 'Pohon peneduh di tepi halaman', (4) Kartu D: 'Kandang sapi di tengah sawah' dan membedakan mana yang merupakan bagian gedung/halaman sekolah (acuan tepat: Kartu A, B, dan C adalah ciri fisik lingkungan sekolah; Kartu D bukan lingkungan sekolah) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid melakukan pengamatan sederhana secara berpasangan ke area depan kelas dan halaman sekolah untuk mengamati langsung karakteristik fisik gedung dan halaman (10 menit).
  • Murid memainkan permainan berpasangan 'Tunjuk Cepat Karakteristik Sekolahku', di mana setiap pasangan secara bergantian mencari dan menunjukkan 4 objek fisik nyata di sekolah pada lembar pengamatan: (1) Dinding dan pintu gedung sekolah, (2) Tiang bendera di halaman, (3) Pagar batas halaman sekolah, (4) Tempat sampah di selasar halaman gedung (acuan tepat: keempat objek ditunjukkan secara benar langsung di lokasi) (9 menit).
  • Murid melengkapi lembar centang pengamatan fisik dengan memberi tanda centang pada 4 gambar karakteristik fisik gedung dan halaman sekolah yang telah diamati secara tepat (8 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama bimbingan guru merefleksikan makna gedung dan halaman sekolah sebagai bagian tempat belajar bersama di wilayah Indonesia yang harus dijaga (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa gedung dan halaman sekolah adalah bagian fisik lingkungan sekolah kita di wilayah NKRI (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat (2 menit).
  • Guru menyampaikan kegiatan untuk pertemuan berikutnya dan menutup kelas dengan doa serta salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar kerja bergambar nyata gedung dan tiang bendera dengan tanda panah pembantu, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan kartu pengamatan berisi 5 objek fisik sekolah untuk ditunjukkan secara mandiri.
  • Proses: Pada pengamatan di halaman, murid yang membutuhkan bimbingan didampingi langsung oleh guru dalam menunjuk objek gedung dan halaman, sedangkan murid yang sudah mahir menunjukkan objek bersama teman pasangannya secara mandiri.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan karakteristik fisik sekolah dengan cara menunjuk langsung objek di lokasi atau memberi centang tepat pada gambar lembar pengamatan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran: Guru menunjukkan 3 gambar fasilitas dan bertanya 'Manakah yang berada di lingkungan gedung dan halaman sekolah kita?': (1) Tiang bendera Merah Putih di halaman, (2) Ruang kelas berdinding dan beratap, (3) Kandang kerbau di pematang sawah (acuan jawaban: 1 dan 2 adalah lingkungan sekolah; 3 bukan lingkungan sekolah; kriteria kesiapan: murid mampu menunjukkan minimal 2 jawaban benar).

Proses:

  • Lembar observasi unjuk kerja saat aktivitas 'Tunjuk Cepat Karakteristik Sekolahku': Mengamati ketepatan murid dalam menunjukkan 4 karakteristik fisik: (1) Dinding/atap gedung sekolah, (2) Tiang bendera NKRI di halaman, (3) Pagar pembatas halaman sekolah, (4) Area lapangan/halaman upacara (acuan: murid tepat menunjuk lokasi objek fisik tersebut).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menyebutkan 3 pernyataan fisik: (1) 'Tiang bendera Merah Putih ada di halaman sekolah kita', (2) 'Gedung sekolah adalah tempat kita belajar di wilayah NKRI', (3) 'Kapal feri di laut adalah gedung sekolah kita'. Murid merespons benar/salah (acuan jawaban benar: 1 = Benar, 2 = Benar, 3 = Salah; kriteria tuntas: murid tepat menjawab minimal 2 dari 3 pernyataan).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat pengamatan langsung di halaman sekolah menggunakan lembar ceklis
  • Penilaian lembar kerja centang identifikasi karakteristik fisik gedung dan halaman sekolah

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan karakteristik fisik gedung dan halaman sekolah melalui pengamatan sederhana (Objek acuan: 1. Dinding/atap gedung sekolah, 2. Tiang bendera di halaman, 3. Pagar batas halaman, 4. Lapangan/halaman upacara)Belum mampu menunjukkan karakteristik fisik gedung dan halaman sekolah atau hanya tepat menunjukkan 1 objek acuan meski dibimbing guru secara penuh.Mampu menunjukkan 2 dari 4 karakteristik fisik gedung dan halaman sekolah sesuai objek acuan dengan bantuan dan arahan guru.Mampu menunjukkan 3 sampai 4 karakteristik fisik gedung dan halaman sekolah sesuai objek acuan secara tepat dengan sedikit bimbingan.Mampu menunjukkan seluruh (4) karakteristik fisik gedung dan halaman sekolah sesuai objek acuan secara tepat dan mandiri tanpa keraguan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah langkah pengamatan langsung ke halaman sekolah efektif membantu murid kelas 2 memahami bentuk fisik gedung dan halaman?
  • Bagaimana pengelolaan ketertiban murid saat berpindah dari dalam kelas ke halaman sekolah?

Murid:

  • Bagian mana dari gedung atau halaman sekolah yang paling kamu sukai saat diamati tadi?
  • Apakah kamu dapat menemukan tiang bendera Merah Putih di halaman sekolah kita?

Pertemuan 2 — Menunjukkan Karakteristik Ruang Kelas dan Batas Lingkungan Sekolah sebagai Bagian Wilayah NKRI melalui Pengamatan Sederhana — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.4.1 Menunjukkan karakteristik lingkungan sekolah sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui pengamatan sederhana

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan doa bersama, memeriksa kehadiran murid, serta mengondisikan kesiapan belajar (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengamati dan menunjukkan karakteristik ruang kelas serta batas luar lingkungan sekolah sebagai bagian wilayah NKRI (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik visual: menunjukkan 3 gambar bagian sekolah (gambar 1: papan tulis dan meja kelas; gambar 2: pagar gerbang sekolah; gambar 3: kasur kamar tidur) lalu meminta murid mengangkat tangan untuk memilih mana yang merupakan bagian ruang kelas atau batas sekolah (acuan tepat: gambar 1 adalah ruang kelas, gambar 2 adalah batas sekolah, gambar 3 bukan bagian sekolah) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang karakteristik fisik ruang kelas (meja, kursi, papan tulis, sudut baca) dan batas sekolah (pagar pembatas, gerbang utama, dinding batas dengan rumah warga/jalan) sebagai bagian nyata dari lingkungan sekolah di wilayah NKRI (10 menit).
  • Guru memberikan contoh cara mengamati ciri fisik ruang kelas dan batas sekolah: melihat bentuk fisik, letak, serta fungsinya dalam membatasi lingkungan sekolah (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpasangan mengikuti aktivitas tantangan pengamatan sederhana 'Detektif Batas dan Kelas': berkeliling di area kelas dan berjalan tertib dipandu guru ke arah gerbang/pagar batas sekolah untuk menandai ciri fisik yang teramati (15 menit).
  • Secara berpasangan, murid mengerjakan Lembar Pengamatan berisi 4 butir penandaan karakteristik: (1) Menunjukkan letak papan tulis di dalam ruang kelas; (2) Menunjukkan letak sudut baca/lemari di dalam ruang kelas; (3) Menunjukkan wujud fisik batas luar sekolah (pagar/tembok pembatas); (4) Menunjukkan gerbang keluar-masuk sekolah sebagai batas antara sekolah dan jalan umum (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil pengamatan 4 butir penandaan karakteristik ruang kelas dan batas sekolah, lalu murid menyadari bahwa ruang kelas dan pagar batas sekolah adalah bagian dari ruang hidup bersama di wilayah NKRI yang harus dijaga (8 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali karakteristik fisik ruang kelas dan batas sekolah yang telah berhasil ditunjukkan selama pengamatan (4 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir singkat lisan: menunjuk pagar sekolah dan papan tulis lalu meminta murid menyebutkan posisinya (apakah ruang kelas atau batas sekolah) (acuan: papan tulis di ruang kelas, pagar di batas sekolah), lalu menutup pertemuan dengan doa bersama (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar panduan visual simbol ruang kelas dan batas sekolah bagi murid yang membutuhkan panduan konkret.
  • Proses: Memberikan bimbingan langsung saat mengamati batas sekolah bagi pasangan murid yang membutuhkan dukungan, serta memberi kesempatan bagi pasangan yang lebih cepat untuk menandai batas sekolah pada arah mata angin yang berbeda (sebelah utara dan selatan).
  • Produk: Murid dapat menunjukkan karakteristik dengan mencentang lembar gambar checklist atau menunjuk langsung objek fisik di lokasi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik visual klasifikasi 3 gambar lingkungan: Guru menampilkan gambar 1 (papan tulis dan meja belajar), gambar 2 (gerbang dan pagar besi pembatas sekolah), serta gambar 3 (tempat tidur rumah). Murid diminta menunjukkan mana yang merupakan karakteristik ruang kelas dan batas sekolah. Acuan jawaban benar: Gambar 1 = ruang kelas; Gambar 2 = batas lingkungan sekolah; Gambar 3 = bukan bagian lingkungan sekolah.

Proses:

  • Penilaian formatif melalui Lembar Pengamatan 'Detektif Batas dan Kelas' berisi 4 butir penandaan: (1) Ciri fisik papan tulis/meja di ruang kelas; (2) Ciri fisik sudut baca/rak kelas; (3) Ciri fisik pagar/tembok batas lingkungan sekolah; (4) Ciri fisik gerbang pemisah sekolah dengan jalan raya. Acuan ketepatan: Murid tepat mencentang/menunjukkan keempat objek tersebut sesuai lokasi sebenarnya di sekolah.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru menanyakan kepada murid: 'Apakah pagar besi dan gerbang sekolah termasuk ruang kelas atau batas luar sekolah?' (Acuan: Batas luar sekolah) dan 'Apakah papan tulis tempat guru mengajar termasuk ruang kelas atau batas luar sekolah?' (Acuan: Ruang kelas).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja pengamatan sederhana saat berkeliling mengidentifikasi ruang kelas dan batas luar sekolah
  • Lembar Pengamatan berpasangan (checklist 4 karakteristik ruang kelas dan batas sekolah)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan Karakteristik Ruang Kelas dan Batas Lingkungan Sekolah melalui PengamatanBelum mampu menunjukkan karakteristik fisik ruang kelas maupun batas lingkungan sekolah (0-1 dari 4 butir penandaan tepat, butuh bantuan penuh guru).Mampu menunjukkan sebagian kecil karakteristik fisik ruang kelas dan batas lingkungan sekolah (tepat menunjukkan 2 dari 4 butir penandaan acuan dengan bimbingan).Mampu menunjukkan sebagian besar karakteristik fisik ruang kelas dan batas lingkungan sekolah secara tepat (tepat menunjukkan 3 dari 4 butir penandaan acuan secara mandiri).Mampu menunjukkan seluruh karakteristik fisik ruang kelas dan batas lingkungan sekolah secara lengkap dan tepat (tepat menunjukkan seluruh 4 butir penandaan acuan: papan tulis, sudut baca, pagar pembatas, dan gerbang batas sekolah secara mandiri).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 15 menit untuk berkeliling mengamati batas sekolah berjalan dengan tertib dan efektif?
  • Apakah murid dapat membedakan dengan jelas antara area dalam kelas dan area batas terluar sekolah sebagai bagian wilayah NKRI?

Murid:

  • Bagian mana dari ruang kelas yang paling mudah kamu kenali saat pengamatan?
  • Apa batas fisik sekolah kita yang memisahkannya dengan jalan di luar?

Pertemuan 3 — Menunjukkan Karakteristik Sarana dan Tanaman di Lingkungan Sekolah sebagai Bagian Wilayah NKRI melalui Catatan Hasil Pengamatan Sederhana — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.4.1 Menunjukkan karakteristik lingkungan sekolah sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui pengamatan sederhana

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengecek kehadiran murid secara tertib (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menunjukkan karakteristik sarana dan tanaman di lingkungan sekolah sebagai bagian wilayah NKRI melalui catatan hasil pengamatan sederhana (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid secara lisan menunjuk mana yang termasuk sarana dan mana yang termasuk tanaman pada gambar halaman sekolah (acuan: tiang bendera dan tempat sampah adalah sarana; pohon mangga dan bunga mawar adalah tanaman) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati 4 kartu gambar objek lingkungan sekolah yang ditampilkan di papan: (1) Tiang bendera merah putih, (2) Pohon peneduh di halaman, (3) Tempat sampah pilah, (4) Pot bunga bougenvil (5 menit).
  • Secara berpasangan melalui permainan kartu 'Tunjuk Kategori', murid berlatih menunjukkan dan mengelompokkan 4 kartu tersebut: kategori Sarana Sekolah (kartu 1: tiang bendera, kartu 3: tempat sampah) dan kategori Tanaman Sekolah (kartu 2: pohon peneduh, kartu 4: pot bunga bougenvil) sebagai bagian fisik lingkungan sekolah NKRI (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid melakukan pengamatan langsung terpandu di halaman sekolah dengan membawa Lembar Catatan Pengamatan yang memuat tabel 4 objek: (1) Tiang bendera, (2) Tempat sampah, (3) Pohon/tanaman pelindung, (4) Tanaman hias/bunga (15 menit).
  • Murid melengkapi catatan hasil pengamatan sederhana dengan memberi tanda centang (V) pada kolom keberadaan objek serta menuliskan/menandai jenisnya (sarana atau tanaman sekolah) pada lembar kerja masing-masing (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil catatan pengamatan sederhana terhadap 4 objek lingkungan sekolah dan menegaskan bahwa seluruh sarana serta tanaman di sekolah merupakan bagian dari lingkungan fisik sekolah di wilayah NKRI (8 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan hasil pengamatan mengenai sarana dan tanaman sebagai karakteristik lingkungan sekolah bagian NKRI (4 menit).
  • Guru memberikan penguatan dan menutup kegiatan pembelajaran dengan doa serta salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar catatan pengamatan berikon visual benda nyata bagi murid yang masih tahap awal membaca.
  • Proses: Memberikan bimbingan langsung saat mengamati sarana bagi murid yang membutuhkan, serta kemandirian penuh bagi yang sudah siap.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan hasil pengamatan melalui tanda centang dan simbol gambar atau tulisan sederhana pada lembar catatan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: Murid menunjukkan mana sarana dan mana tanaman dari 4 gambar yang ditunjukkan guru: (1) Tiang bendera, (2) Pohon mangga, (3) Tempat sampah, (4) Bunga mawar (acuan jawaban: 1 dan 3 adalah sarana sekolah; 2 dan 4 adalah tanaman sekolah).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan pengisian Lembar Catatan Pengamatan Sederhana terhadap 4 objek: (1) Tiang bendera -> Sarana, (2) Tempat sampah -> Sarana, (3) Pohon pelindung -> Tanaman, (4) Tanaman hias/bunga -> Tanaman (acuan: keempat objek teridentifikasi dan tercentang pada kategori jenis yang tepat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi: Murid menunjukkan kembali 2 sarana (tiang bendera, tempat sampah) dan 2 tanaman (pohon, bunga) pada lembar rekap catatan pengamatan sederhana sekolah sebagai bagian NKRI (acuan: minimal 3 dari 4 objek ditunjukkan secara tepat sesuai jenisnya).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja pengisian Lembar Catatan Pengamatan Sederhana Sarana dan Tanaman Sekolah

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan karakteristik sarana dan tanaman sekolah melalui catatan pengamatanBelum mampu menunjukkan dan mencatat sarana maupun tanaman di lingkungan sekolah pada lembar pengamatan (0-1 objek tepat dari 4 objek acuan).Mampu menunjukkan dan mencatat sebagian sarana dan tanaman di lingkungan sekolah pada lembar pengamatan dengan bimbingan guru (2 objek tepat dari 4 objek acuan).Mampu menunjukkan dan mencatat sarana dan tanaman di lingkungan sekolah pada lembar pengamatan secara tepat (minimal 3 objek tepat dari 4 objek acuan: tiang bendera, tempat sampah, pohon pelindung, tanaman hias).Mampu menunjukkan dan mencatat seluruh karakteristik sarana dan tanaman di lingkungan sekolah secara tepat dan mandiri (seluruh 4 objek tepat: tiang bendera, tempat sampah, pohon pelindung, tanaman hias).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah langkah pengamatan langsung di halaman sekolah berjalan tertib dan efektif?
  • Apakah seluruh murid mampu membedakan dan menunjukkan sarana serta tanaman sekolah pada lembar catatan?

Murid:

  • Sarana dan tanaman apa saja yang berhasil kamu temukan di sekolah hari ini?
  • Bagian mana dari kegiatan mencatat sarana dan tanaman yang paling kamu sukai?

Pertemuan 4 — Menunjukkan Karakteristik Fisik Rumah dan Jalan di Lingkungan Tempat Tinggal sebagai Bagian Wilayah NKRI — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.4.2 Menunjukkan karakteristik lingkungan tempat tinggal sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan memeriksa presensi kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menunjukkan karakteristik fisik rumah dan jalan di lingkungan tempat tinggal sebagai bagian dari wilayah NKRI (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan memperlihatkan 2 kartu gambar: Gambar A (ruang tamu dalam rumah) dan Gambar B (jalan raya beraspal di depan deretan rumah warga). Guru menanyakan kepada murid: 'Manakah dari dua gambar ini yang menunjukkan karakteristik jalan di lingkungan tempat tinggal?' (acuan: Gambar B adalah jalan di lingkungan tempat tinggal) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan media gambar lingkungan tempat tinggal khas Indonesia yang memuat 4 unsur fisik: (1) Bentuk atap rumah tempat tinggal warga, (2) Pagar halaman rumah, (3) Jalan aspal/setapak di depan rumah, dan (4) Batas selokan di pinggir jalan (acuan materi: rumah dan jalan tempat tinggal warga merupakan bagian fisik lingkungan NKRI) (8 menit).
  • Guru membagikan lembar pengamatan visual dan mengajak murid mencocokkan kartu ciri fisik rumah dan jalan tempat tinggal yang ada di wilayah Indonesia dengan memberi tanda centang pada benda yang benar-benar ada di lingkungan luar rumah (12 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid memainkan kuis interaktif 'Tunjuk Ciri Lingkunganku': Murid menerima lembar kerja bergambar yang memuat 4 gambar situasi lingkungan tempat tinggal: (1) Gambar Rumah bertingkat dengan pagar, (2) Gambar Jalan paving/aspal desa tempat warga berlalu-lalang, (3) Gambar Papan petunjuk nama gang/jalan RT, dan (4) Gambar Laut lepas tanpa bangunan pemukiman (15 menit).
  • Secara mandiri, murid melingkari 3 gambar yang merupakan karakteristik fisik rumah dan jalan di lingkungan tempat tinggal sebagai bagian wilayah NKRI dan menyilang 1 gambar yang bukan (acuan: Gambar 1, 2, dan 3 dilingkari sebagai fisik rumah dan jalan pemukiman NKRI; Gambar 4 disilang karena laut lepas bukan karakteristik fisik rumah dan jalan tempat tinggal) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memfasilitasi murid mengevaluasi lembar kerjanya secara bersama-sama dengan mengonfirmasi kembali bagian-bagian rumah dan jalan di sekitar rumah mereka yang termasuk bagian wilayah NKRI (5 menit).
  • Murid menyadari bahwa rumah dan jalan tempat tinggal mereka, di mana pun mereka tinggal, adalah bagian utuh dari tanah air Indonesia yang harus dikenali dan dijaga (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran tentang karakteristik fisik rumah (atap, dinding, pagar, halaman) dan jalan (gang, jalan aspal, selokan pinggir jalan) sebagai bagian wilayah NKRI (3 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi murid, menyampaikan tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya tentang sarana umum di tempat tinggal, dan menutup kelas dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar dengan kontras warna jelas yang membedakan rumah dan jalan; murid yang lebih cepat diberikan lembar gambar denah lingkungan tempat tinggal yang lebih detail.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibantu membaca simbol gambar; murid mahir menunjuk ciri fisik secara mandiri tanpa arahan visual tambahan.
  • Produk: Semua murid menunjukkan karakteristik fisik dengan melingkari atau mencentang gambar target pada lembar kerja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik menunjukkan gambar karakteristik fisik lingkungan: Menunjukkan 2 kartu gambar, yaitu Gambar A (interior ruang tamu) dan Gambar B (jalan aspal di depan deretan rumah warga). Soal: 'Tunjukkan gambar yang menampilkan karakteristik jalan di lingkungan tempat tinggal!' (acuan jawaban benar: Gambar B).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat pengerjaan lembar kerja melingkari 3 karakteristik fisik rumah dan jalan lingkungan tempat tinggal dari 4 gambar yang disediakan: (1) Rumah warga berpagar, (2) Jalan aspal/paving lingkungan, (3) Papan nama gang/jalan RT, (4) Laut lepas. Kriteria benar: Melingkari gambar 1, 2, 3 dan memberi tanda silang pada gambar 4 (acuan: gambar 1, 2, 3 adalah karakteristik fisik rumah dan jalan tempat tinggal di wilayah NKRI).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menyebutkan 3 nama bagian lingkungan: (1) Atap genting rumah warga, (2) Jalan aspal depan rumah, (3) Puncak gunung berapi. Murid diminta menunjuk tangan jika bagian tersebut merupakan karakteristik fisik rumah dan jalan tempat tinggal (acuan benar: murid mengacungkan tangan pada nomor 1 dan 2, tidak mengacungkan tangan pada nomor 3).

Formatif:

  • Tes lisan diagnostik pada asesmen awal
  • Observasi unjuk kerja mengidentifikasi karakteristik fisik rumah dan jalan pada lembar kerja

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan karakteristik fisik rumah dan jalan di lingkungan tempat tinggal sebagai bagian wilayah NKRIBelum mampu menunjukkan karakteristik fisik rumah dan jalan tempat tinggal (menunjukkan 0 dari 3 gambar fisik rumah dan jalan yang benar)Mampu menunjukkan 1 dari 3 gambar karakteristik fisik rumah dan jalan di lingkungan tempat tinggal dengan bimbingan penuh guruMampu menunjukkan 2 dari 3 gambar karakteristik fisik rumah dan jalan di lingkungan tempat tinggal secara tepat dan mandiri (acuan: gambar rumah berpagar dan jalan aspal/paving)Mampu menunjukkan seluruh 3 gambar karakteristik fisik rumah dan jalan di lingkungan tempat tinggal secara tepat dan mandiri (acuan: gambar rumah berpagar, jalan aspal/paving, dan plang nama gang/jalan RT)

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media gambar yang digunakan cukup jelas dan kontekstual bagi murid kelas 2 dalam mengenali karakteristik fisik rumah dan jalan di tempat tinggal?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama kuis 'Tunjuk Ciri Lingkunganku', apakah seluruh murid berhasil menunjukkan objek fisik yang tepat?

Murid:

  • Bagian rumah atau jalan mana yang paling sering kamu lihat di sekitar tempat tinggalmu?
  • Apakah kamu merasa senang belajar mengenali rumah dan jalan di tempat tinggalmu sebagai bagian dari Indonesia?

Pertemuan 5 — Menunjukkan Karakteristik Sarana Umum dan Batas Lingkungan Tempat Tinggal sebagai Bagian Wilayah NKRI — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.4.2 Menunjukkan karakteristik lingkungan tempat tinggal sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menunjukkan sarana umum dan penanda batas lingkungan tempat tinggal sebagai bagian dari wilayah NKRI (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid memilih 1 dari 2 gambar tempat mana yang merupakan sarana umum yang dipakai bersama oleh warga lingkungan tempat tinggal (acuan: gambar A pos ronda/lapangan warga adalah sarana umum, bukan gambar B kamar tidur rumah pribadi) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak gambar denah lingkungan tempat tinggal yang menampilkan 4 sarana umum dan 4 batas lingkungan: (1) Pos Ronda, (2) Lapangan Warga, (3) Tempat Ibadah, (4) Puskesmas/Klinik Desa, serta batas fisik berupa (A) Gapura Masuk RT/RW, (B) Sungai Pembatas Desa, (C) Rel Kereta Api, dan (D) Papan Batas Wilayah (10 menit).
  • Guru menjelaskan bahwa sarana umum dan tanda batas tersebut merupakan karakteristik fisik lingkungan tempat tinggal kita yang berada di dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid mengikuti permainan menyenangkan 'Tebak Kartu Wilayahku': murid secara berpasangan mengambil kartu gambar dan menempelkan kartu tersebut pada papan klasifikasi bertuliskan 'Sarana Umum Lingkungan' atau 'Batas Lingkungan' untuk 4 gambar berikut: (1) Pos Ronda -> Sarana Umum; (2) Gapura RT -> Batas Lingkungan; (3) Taman Bermain Warga -> Sarana Umum; (4) Sungai Pembatas RW -> Batas Lingkungan (acuan: pengelompokan sesuai kategori tersebut) (12 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja 'Menunjukkan Sarana Umum dan Batas Tempat Tinggal' dengan memberi tanda centang (V) pada 3 gambar yang merupakan sarana umum lingkungan dan melingkari 3 gambar yang merupakan batas fisik lingkungan tempat tinggal pada lembar kerja bergambar: (1) Balai Pertemuan RW [sarana umum], (2) Kamar Tidur Pribadi [bukan], (3) Lapangan Voli Warga [sarana umum], (4) Gapura Batas Desa [batas lingkungan], (5) Dapur Rumah [bukan], (6) Pos Kamling [sarana umum], (7) Pagar Pembatas Kelurahan [batas lingkungan], (8) Sungai Penanda Batas RT [batas lingkungan] (acuan tepat: centang 1, 3, 6; lingkari 4, 7, 8) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar kerja dan menunjukkan kembali sarana umum serta batas lingkungan yang paling sering mereka lihat di sekitar tempat tinggalnya sebagai bagian wilayah Indonesia (8 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan bahwa sarana umum dan penanda batas lingkungan tempat tinggal kita merupakan bukti nyata keberadaan wilayah tempat tinggal kita dalam bingkai NKRI (3 menit).
  • Guru bersama murid melakukan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat dan doa penutup pembelajaran (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar sarana umum dan batas lingkungan dengan label teks penjelas yang jelas; murid yang mahir diberikan gambar denah lingkungan yang lebih variatif.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibantu menunjuk sarana fisik konkret satu per satu; murid yang lebih cepat diarahkan menunjukkan penanda batas wilayah lainnya secara mandiri.
  • Produk: Semua murid menunjukkan sarana umum dan batas lingkungan melalui lembar klasifikasi visual sesuai acuan target pembelajaran.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik visual 2 pilihan: Murid diminta menunjuk gambar mana yang merupakan sarana bersama di lingkungan tempat tinggal dari pilihan: (A) Pos Ronda Warga, (B) Kamar Tidur Rumah Pribadi (acuan jawaban: A - Pos Ronda Warga merupakan sarana umum lingkungan tempat tinggal).

Proses:

  • Pengamatan saat permainan 'Tebak Kartu Wilayahku': ketepatan murid menempatkan 4 kartu gambar ke kolom 'Sarana Umum' atau 'Batas Lingkungan' dengan acuan: (1) Pos Ronda -> Sarana Umum; (2) Gapura RT -> Batas Lingkungan; (3) Taman Bermain Warga -> Sarana Umum; (4) Sungai Pembatas RW -> Batas Lingkungan.
  • Pemeriksaan Lembar Kerja mandiri: ketepatan murid mencentang 3 sarana umum (Balai RW, Lapangan Voli Warga, Pos Kamling) dan melingkari 3 batas fisik lingkungan (Gapura Batas Desa, Pagar Pembatas Kelurahan, Sungai Penanda Batas RT) dari 8 gambar yang disediakan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menyebutkan 2 nama objek fisik sekitar ('Puskesmas Desa' dan 'Gapura Selamat Datang RT'), murid secara serentak mengacungkan tangan kiri untuk sarana umum dan tangan kanan untuk batas lingkungan (acuan: Puskesmas = sarana umum; Gapura = batas lingkungan).

Formatif:

  • Tes visual dan kinerja penempelan kartu pengelompokan sarana umum dan batas lingkungan tempat tinggal
  • Lembar kerja identifikasi pilihan visual sarana umum dan batas lingkungan tempat tinggal

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan Sarana Umum Lingkungan Tempat Tinggal sebagai Bagian NKRIBelum dapat menunjukkan gambar sarana umum lingkungan tempat tinggal dari pilihan yang diberikan.Dapat menunjukkan 1 dari 3 gambar sarana umum lingkungan tempat tinggal (Balai RW, Lapangan Voli Warga, Pos Kamling) secara tepat.Dapat menunjukkan 2 dari 3 gambar sarana umum lingkungan tempat tinggal (Balai RW, Lapangan Voli Warga, Pos Kamling) secara tepat.Dapat menunjukkan seluruh 3 gambar sarana umum lingkungan tempat tinggal (Balai RW, Lapangan Voli Warga, Pos Kamling) secara tepat dan mandiri.
Menunjukkan Batas Lingkungan Tempat Tinggal sebagai Bagian NKRIBelum dapat menunjukkan gambar batas fisik lingkungan tempat tinggal dari pilihan yang diberikan.Dapat menunjukkan 1 dari 3 gambar batas fisik lingkungan tempat tinggal (Gapura Batas Desa, Pagar Pembatas Kelurahan, Sungai Penanda Batas RT) secara tepat.Dapat menunjukkan 2 dari 3 gambar batas fisik lingkungan tempat tinggal (Gapura Batas Desa, Pagar Pembatas Kelurahan, Sungai Penanda Batas RT) secara tepat.Dapat menunjukkan seluruh 3 gambar batas fisik lingkungan tempat tinggal (Gapura Batas Desa, Pagar Pembatas Kelurahan, Sungai Penanda Batas RT) secara tepat dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat membedakan dengan jelas antara sarana milik umum warga dengan bangunan privat/pribadi?
  • Apakah penggunaan gambar denah dan kartu membantu murid memahami penanda batas fisik lingkungan tempat tinggal mereka?

Murid:

  • Apakah kamu dapat menyebutkan satu sarana umum yang sering kamu lihat di dekat rumahmu?
  • Bagaimana caramu mengetahui batas antara lingkungan RT/RW tempat tinggalmu dengan lingkungan lainnya?

Pertemuan 6 — Menunjukkan Karakteristik Keadaan Alam Sekitar Lingkungan Tempat Tinggal sebagai Bagian Wilayah NKRI — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.4.2 Menunjukkan karakteristik lingkungan tempat tinggal sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, dan menyanyikan lagu 'Dari Sabang Sampai Merauke' untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik cepat dengan memperlihatkan 2 kartu gambar: Gambar A (aliran sungai dan pepohonan hijau) dan Gambar B (ruang tamu dalam rumah), lalu bertanya: 'Manakah di antara gambar ini yang menunjukkan keadaan alam sekitar tempat tinggal kita sebagai bagian wilayah Indonesia?' (acuan: Gambar A menunjukkan keadaan alam; Gambar B menunjukkan bagian dalam bangunan/bukan bentang alam) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengamati tayangan 4 kartu gambar karakteristik keadaan alam sekitar tempat tinggal di wilayah NKRI: Kartu 1 (Sungai mengalir), Kartu 2 (Sawah/ladang hijau), Kartu 3 (Bukit/pepohonan rimbun), Kartu 4 (Pantai/danau air tawar), lalu menyimak penjelasan guru bahwa semua bentang alam tersebut adalah bagian dari kekayaan alam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (10 menit).
  • Murid bermain kuis cepat 'Tebak Alam Kita' secara bergembira: guru menyebutkan ciri 'Aku mengalirkan air dari gunung dan ada bebatuan di sekitarku', murid mengangkat kartu bergambar yang sesuai secara serentak (acuan: Kartu Sungai) (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menerima Lembar Kerja yang memuat 4 gambar bentang alam dan kotak pilihan nama karakteristik: (1) Gambar aliran air jernih berbatu -> Sungai, (2) Gambar hamparan petak tanaman padi -> Sawah, (3) Gambar gundukan tanah tinggi ditumbuhi pepohonan -> Bukit, (4) Gambar daratan pasir berbatasan dengan laut -> Pantai; murid menarik garis jodoh dari gambar ke nama karakteristik keadaan alam yang tepat (acuan: 1-Sungai, 2-Sawah, 3-Bukit, 4-Pantai) (15 menit).
  • Murid memberi tanda centang (V) pada lembar kerja pada pernyataan penegasan: 'Keadaan alam di sekitar tempat tinggalku adalah bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)' (acuan: tanda centang terisi pada kolom Ya/Benar) (5 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil penunjukan karakteristik keadaan alam di papan tulis untuk menyadari betapa kaya dan beragamnya keadaan alam tempat tinggal di wilayah Indonesia (10 menit).

Penutup:

  • Guru memandu murid menyimpulkan bahwa sungai, sawah, bukit, dan tanaman di sekitar rumah adalah karakteristik keadaan alam tempat tinggal yang ada di wilayah Indonesia (NKRI) (5 menit).
  • Guru memberikan tindak lanjut dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar dengan simbol visual yang lebih kontras dan label kata tebal; murid yang mahir diberikan gambar bentang alam tambahan berupa danau dan lembah.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru menunjuk gambar secara langsung satu per satu; murid yang mandiri langsung memasangkan 4 gambar secara individual.
  • Produk: Semua murid menunjukkan karakteristik keadaan alam pada lembar kerja bergambar yang sama sesuai target TP.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Identifikasi visual cepat: guru menunjukkan Gambar A (aliran sungai dan pepohonan hijau) dan Gambar B (ruang tamu dalam rumah), lalu murid menunjuk mana yang merupakan keadaan alam sekitar tempat tinggal di wilayah NKRI. Acuan jawaban benar: Gambar A.

Proses:

  • Penilaian lembar kerja menjodohkan 4 gambar karakteristik keadaan alam sekitar tempat tinggal ke nama bentang alam yang tepat: (1) Gambar aliran air jernih berbatu -> Sungai; (2) Gambar hamparan petak padi -> Sawah; (3) Gambar tanah tinggi berpohon -> Bukit; (4) Gambar daratan pasir dan laut -> Pantai. Kunci jawaban: (1) Sungai, (2) Sawah, (3) Bukit, (4) Pantai.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid melingkari 2 dari 3 kata yang merupakan karakteristik keadaan alam di lingkungan tempat tinggal (Pilihan: A. Sungai, B. Gedung mall, C. Sawah). Acuan jawaban benar: A (Sungai) dan C (Sawah).

Formatif:

  • Tes lisan identifikasi visual pada asesmen awal pendahuluan
  • Unjuk kerja menjodohkan 4 gambar karakteristik keadaan alam sekitar tempat tinggal sebagai bagian wilayah NKRI pada lembar kerja

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan karakteristik keadaan alam sekitar tempat tinggal sebagai bagian wilayah NKRIMenunjukkan dengan tepat 1 dari 4 karakteristik keadaan alam sekitar tempat tinggal (acuan: Sungai, Sawah, Bukit, Pantai) dengan bimbingan penuh guru.Menunjukkan dengan tepat 2 dari 4 karakteristik keadaan alam sekitar tempat tinggal (acuan: Sungai, Sawah, Bukit, Pantai) secara mandiri.Menunjukkan dengan tepat 3 dari 4 karakteristik keadaan alam sekitar tempat tinggal (acuan: Sungai, Sawah, Bukit, Pantai) secara mandiri.Menunjukkan dengan tepat seluruh 4 dari 4 karakteristik keadaan alam sekitar tempat tinggal (acuan: Sungai, Sawah, Bukit, Pantai) secara mandiri dan tepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat membedakan karakteristik keadaan alam (seperti sungai, sawah, bukit) dengan sarana buatan di sekitar tempat tinggalnya?
  • Apakah aktivitas bermain tebak gambar efektif membantu murid mengenali keadaan alam lingkungan tempat tinggal sebagai bagian wilayah NKRI?

Murid:

  • Keadaan alam apa saja (seperti sungai, sawah, atau bukit) yang pernah kamu lihat di sekitar tempat tinggalmu?
  • Bagaimana perasaanmu mengetahui bahwa alam di sekitar rumahmu adalah bagian dari keindahan Indonesia?

Pertemuan 7 — Menceritakan Pengalaman Bekerja Sama Membersihkan Sampah di Lingkungan Sekitar dalam Keberagaman Teman — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.4.3 Menceritakan pengalaman bekerja sama menjaga lingkungan sekitar dalam keberagaman

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan menanyakan: 'Siapa yang pernah memungut atau menyapu sampah bersama teman yang berbeda suku, asal daerah, atau jenis kelamin? Sebutkan satu contoh kegiatan bersih-bersih yang dilakukan!' (acuan kesiapan: murid mampu menyebutkan minimal 1 tindakan nyata membersihkan sampah bersama teman, misalnya: memungut daun bersama teman laki-laki dan perempuan, menyapu halaman bersama teman yang berbeda asal daerah) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menceritakan pengalaman bekerja sama membersihkan sampah di lingkungan sekitar bersama teman yang beragam (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru menayangkan atau menunjukkan 2 gambar cerita situasi kerja sama: Gambar 1 memperlihatkan Bela, Mario, dan Ujang (anak laki-laki dan perempuan dari berbagai daerah) bersama-sama memungut sampah plastik di halaman; Gambar 2 memperlihatkan anak-anak bekerja bakti memasukkan sampah daun ke keranjang (5 menit).
  • Guru memandu murid mengamati dan mendiskusikan isi gambar dengan pertanyaan terarah mengenai bentuk kerja sama dan keberagaman teman yang terlibat (misalnya perbedaan jenis kelamin, suku, atau ciri teman) (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru menyelenggarakan aktivitas ceria 'Kartu Estafet Pengalaman': murid berpasangan secara acak dengan teman yang berbeda jenis kelamin atau latar belakang, lalu secara bergantian memegang 'Kartu Panduan Cerita' yang berisi 3 butir panduan: (1) Di mana kamu membersihkan sampah? (2) Dengan siapa saja kamu bekerja sama dan apa perbedaannya (misal: teman laki-laki/perempuan, teman berbeda suku)? (3) Apa pembagian tugas yang kalian lakukan bersama? (10 menit).
  • Setiap murid berlatih menceritakan pengalaman nyata bekerja sama membersihkan sampah di lingkungan sekitar (di rumah, jalan sekitar, atau sekolah) kepada pasangannya sesuai 3 butir panduan kartu tersebut secara bergantian (10 menit).
  • Guru berkeliling mengamati dan mendengarkan cerita murid menggunakan lembar observasi unjuk kerja cerita pengalaman (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan merefleksikan pengalaman belajarnya: bagaimana rasanya menceritakan pengalaman bekerja sama membersihkan sampah dengan teman yang berbeda (5 menit).
  • Murid menyampaikan satu hal baik yang dirasakan saat bekerja sama membersihkan sampah dengan teman yang beragam (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan inti pembelajaran bahwa bekerja sama membersihkan sampah membuat lingkungan bersih dan mempererat persahabatan antar teman yang beragam (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan materi, menyampaikan rencana materi pertemuan berikutnya (bekerja sama menjaga tanaman), dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang kesulitan mengingat pengalaman nyata, disediakan kartu pemicu ingatan bergambar 3 lokasi (halaman sekolah, taman bermain, teras rumah) beserta contoh tindakan membersihkan sampah.
  • Proses: Murid yang sudah lancar menceritakan dapat menceritakan detail pembagian tugas dan ragam perbedaan teman secara mandiri, sedangkan murid yang masih terbimbing didampingi dengan 3 pertanyaan pemantik bertahap.
  • Produk: Bercerita secara lisan berpasangan dipandu kartu bercerita, dengan opsi bercerita langsung kepada guru jika murid masih sangat malu di depan pasangan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan kesiapan belajar: 'Sebutkan satu contoh kegiatan membersihkan sampah yang pernah kamu lakukan bersama teman yang berbeda (jenis kelamin, suku, atau agama)!' (Kriteria penerimaan/acuan: murid menyebutkan tindakan nyata membersihkan sampah seperti memungut bungkus jajan, menyapu halaman, atau mengumpulkan daun gugur bersama teman yang berbeda jenis kelamin atau latar belakang).

Proses:

  • Pengamatan ketercapaian saat murid menceritakan pengalamannya kepada pasangan berdasarkan 3 komponen cerita: (1) lokasi/tempat membersihkan sampah, (2) keberagaman teman yang diajak bekerja sama, dan (3) bentuk kerja sama pembagian tugas yang dilakukan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru memanggil 3 murid secara acak untuk menyebutkan 3 hal penting dalam cerita pengalaman mereka (lokasi pembersihan sampah, teman yang beragam yang terlibat, dan bentuk kerja samanya). Acuan kelayakan: murid dapat menyebutkan ketiga unsur tersebut secara utuh sesuai pengalamannya.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja bercerita lisan pengalaman bekerja sama membersihkan sampah dalam keberagaman menggunakan rubrik penilaian.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan pengalaman bekerja sama membersihkan sampah dalam keberagamanBelum mampu menceritakan pengalaman bekerja sama membersihkan sampah; isi cerita belum memuat bentuk kerja sama maupun keberagaman teman meskipun telah dibimbing guru.Menceritakan pengalaman membersihkan sampah, namun hanya memuat 1 dari 3 unsur (lokasi pembersihan sampah, keberagaman teman, atau pembagian tugas kerja sama) dengan bimbingan penuh guru.Menceritakan pengalaman bekerja sama membersihkan sampah dengan memuat minimal 2 unsur (lokasi pembersihan sampah, keberagaman teman, atau pembagian tugas kerja sama) secara mandiri.Menceritakan pengalaman bekerja sama membersihkan sampah secara lengkap dan jelas mencakup seluruh 3 unsur (lokasi pembersihan sampah, identitas keberagaman teman yang terlibat, serta bentuk kerja sama pembagian tugas yang dilakukan) secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan menceritakan pengalaman bekerja sama membersihkan sampah bersama pasangannya?
  • Apakah penggunaan kartu panduan cerita efektif membantu murid mengingat dan menceritakan keberagaman teman saat bekerja bakti?

Murid:

  • Apa hal yang paling kamu sukai saat menceritakan pengalaman membersihkan sampah kepada temanmu tadi?
  • Bagian cerita mana yang paling mudah atau paling sulit kamu ceritakan kepada temanmu?

Pertemuan 8 — Menceritakan Pengalaman Bekerja Sama Menjaga Tanaman di Lingkungan Sekitar dalam Keberagaman — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.4.3 Menceritakan pengalaman bekerja sama menjaga lingkungan sekitar dalam keberagaman

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan memeriksa presensi kehadiran (4 menit).
  • Guru mengaitkan materi sebelumnya dengan materi hari ini serta mengajukan pertanyaan pemantik mengenai pengalaman merawat tanaman bersama teman yang beragam (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan meminta murid menyebutkan 1 contoh kegiatan kerja sama merawat tanaman bersama teman (acuan kriteria: murid menyebutkan tindakan merawat tanaman seperti menyiram, mencabut rumput liar, memberi pupuk, menanam bibit, atau membersihkan daun kering bersama teman) (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak gambar dan cerita pemodelan guru tentang Ujang (Sunda) dan Wayan (Bali) yang bekerja sama merawat tanaman cabai di kebun sekolah: Ujang menyiram air menggunakan gayung dan Wayan mencabut rumput liar di sekeliling pot (7 menit).
  • Murid bersama guru mengidentifikasi unsur cerita pengalaman kerja sama merawat tanaman dalam keberagaman yang mencakup 3 unsur pokok: (1) jenis kegiatan merawat tanaman, (2) siapa teman yang diajak bekerja sama dan latar belakang perbedaannya (jenis kelamin, suku, atau agama), serta (3) bentuk pembagian tugas saat bekerja sama (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid memainkan permainan berpasangan 'Tongkat Bergilir Tanaman Asri': murid membentuk lingkaran dan menggilirkan tongkat kecil berhias daun sambil bernyanyi lagu 'Lihat Kebunku', lalu murid yang memegang tongkat saat lagu berhenti bergantian menceritakan pengalaman nyata bekerja sama merawat tanaman bersama teman yang berbeda (10 menit).
  • Murid secara bergiliran menceritakan pengalaman pribadi bekerja sama merawat tanaman di lingkungan sekitar (rumah atau sekolah) bersama teman yang beragam, dengan menyebutkan kegiatan merawat tanaman yang dilakukan, teman yang terlibat dan perbedaannya, serta pembagian tugas kerja samanya (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru menyimpulkan manfaat bekerja sama merawat tanaman di lingkungan sekitar bersama teman yang berbeda latar belakang agar tanaman tetap tumbuh subur dan lingkungan menjadi asri (5 menit).
  • Murid mengungkapkan perasaan dan kesadaran diri saat berbagi tugas merawat tanaman bersama teman yang berbeda suku, agama, atau jenis kelamin (5 menit).

Penutup:

  • Murid mengerjakan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat dengan menceritakan kembali 1 kalimat ringkas mengenai inti kerja sama merawat tanaman dalam keberagaman yang pernah dialaminya (acuan kriteria: memuat tindakan kerja sama merawat tanaman dan teman yang berbeda) (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas keberanian murid bercerita, menyampaikan rencana kegiatan pertemuan berikutnya tentang merapikan tempat bermain, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan panduan gambar berseri tahapan merawat tanaman (menyiram, menyiangi rumput) bagi murid yang membutuhkan inspirasi visual cerita.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu bercerita, guru memberikan pertanyaan pemandu: 'Apa tanamannya? Siapa nama temanmu? Apa yang kamu lakukan dan apa yang dilakukan temanmu?'. Bagi murid yang sudah lancar, murid menceritakan pengalamannya secara mandiri dengan lebih runtut.
  • Produk: Murid dapat menyampaikan ceritanya secara lisan langsung di depan lingkaran atau bercerita secara berpasangan dengan bimbingan guru.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan satu kegiatan merawat tanaman yang pernah kamu lakukan bersama temanmu!' (Kriteria penerimaan operasional: murid menyebutkan minimal 1 tindakan nyata merawat tanaman bersama teman, seperti menyiram tanaman, mencabuti rumput liar, memindahkan pot, memberi pupuk, atau membersihkan daun kering).

Proses:

  • Pengamatan performa lisan murid saat menceritakan pengalaman bekerja sama merawat tanaman dalam keberagaman berdasarkan 3 unsur isi: (1) tindakan nyata merawat tanaman, (2) keberagaman teman yang bekerja sama, dan (3) bentuk kerja sama atau pembagian tugas (kriteria penerimaan operasional: cerita didasarkan pada pengalaman nyata bersama teman yang berbeda jenis kelamin, suku, atau agama).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: 'Sebutkan satu kalimat yang menceritakan pengalamanmu bekerja sama merawat tanaman bersama teman yang berbeda!' (Kriteria penerimaan operasional: kalimat memuat tindakan merawat tanaman seperti menyiram/menyiangi dan menyebutkan nama teman yang berbeda latar belakang/jenis kelamin, contoh acuan: 'Saya dan Made bekerja sama menyiram bunga mawar di sekolah' atau 'Aku dan Siti bergantian mencabut rumput di taman rumah').

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran untuk mengecek kesiapan bercerita tentang kerja sama merawat tanaman.
  • Observasi unjuk kerja saat murid menceritakan pengalaman bekerja sama menjaga tanaman dalam keberagaman pada kegiatan inti.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan Pengalaman Bekerja Sama Menjaga Tanaman dalam KeberagamanBelum mampu menceritakan pengalaman bekerja sama menjaga tanaman dalam keberagaman meskipun telah diberikan pertanyaan pemandu oleh guru.Mampu menceritakan pengalaman menjaga tanaman, namun baru menyebutkan tindakan merawat tanaman sendiri tanpa menyebutkan kerja sama dan keberagaman teman.Mampu menceritakan pengalaman bekerja sama menjaga tanaman dalam keberagaman secara sederhana dengan menyebutkan tindakan merawat tanaman, teman yang berbeda latar belakang/karakteristik, dan bentuk kerja sama secara terbimbing.Mampu menceritakan pengalaman bekerja sama menjaga tanaman dalam keberagaman secara lengkap dan mandiri, mencakup tindakan merawat tanaman, identitas keberagaman teman, dan pembagian tugas kerja sama yang jelas tanpa bantuan pertanyaan pemandu.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan untuk menceritakan pengalaman bekerja sama merawat tanaman dalam keberagaman?
  • Apakah penggunaan permainan 'Tongkat Bergilir Tanaman Asri' efektif dalam membangun rasa percaya diri murid kelas 2 untuk bercerita secara lisan?

Murid:

  • Apakah kamu merasa senang menceritakan pengalaman merawat tanaman bersama temanmu hari ini?
  • Apa hal baik yang kamu rasakan saat bekerja sama dengan teman yang berbeda suku, agama, atau jenis kelamin untuk merawat tanaman?

Pertemuan 9 — Menceritakan Pengalaman Bekerja Sama Merapikan Tempat Bermain di Lingkungan Tempat Tinggal dalam Keberagaman — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.4.3 Menceritakan pengalaman bekerja sama menjaga lingkungan sekitar dalam keberagaman

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru mengaitkan materi dengan pengalaman murid saat bermain di tempat bermain lingkungan tempat tinggal (lapangan, halaman, atau taman bermain) (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menceritakan pengalaman bekerja sama merapikan tempat bermain di lingkungan tempat tinggal bersama teman yang beragam (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menanyakan secara lisan: 'Siapa yang pernah merapikan mainan atau sampah di tempat bermain bersama teman yang berbeda suku/agama/hobi?' Murid yang pernah mengangkat tangan dan menyebutkan 1 bentuk kerja samanya (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak gambar situasi dan teks pendek tentang anak-anak dari latar belakang berbeda (misal: Made yang beragama Hindu dan Ujang dari Sunda) yang bekerja sama mengumpulkan bola, balok, dan sampah bungkus makanan di lapangan bermain (5 menit).
  • Guru memandu tanya jawab terstruktur untuk mengidentifikasi 3 unsur utama cerita kerja sama merapikan tempat bermain: (1) lokasi tempat bermain di lingkungan tempat tinggal, (2) bentuk kegiatan merapikan bersama, dan (3) keragaman teman bermain yang diajak bekerja sama (misal: beda agama, suku, atau jenis kelamin) (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan kartu panduan bertajuk 'Estafet Kotak Cerita Tempat Bermain': secara berpasangan, murid mengambil satu kartu bergambar benda di tempat bermain (pilihan kartu: mainan ayunan, bola di lapangan, bangku taman, jungkat-jungkit) sebagai pemicu ingatan pengalaman pribadi (7 menit).
  • Secara berpasangan, murid bergantian menceritakan pengalaman pribadi bekerja sama merapikan tempat bermain di sekitar tempat tinggalnya kepada rekan pasangan dengan panduan 3 butir: siapa teman yang diajak bekerja sama dan latar belakang keberagamannya, apa yang dirapikan bersama, dan bagaimana mereka membagi tugas merapikannya (15 menit).
  • Beberapa perwakilan murid menceritakan pengalaman bekerja sama merapikan tempat bermain secara lisan di hadapan kelas secara mandiri (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memfasilitasi murid menyimpulkan bahwa tempat bermain yang rapi adalah hasil kerja sama saling tolong-menolong tanpa membeda-bedakan teman (5 menit).
  • Murid menandai kartu ekspresi perasaan (senang/bangga/puas) setelah menceritakan pengalaman kerja sama merapikan tempat bermain bersama teman yang beragam (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap kelengkapan isi cerita murid mengenai pengalaman kerja sama merapikan tempat bermain dalam keberagaman (4 menit).
  • Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya (menceritakan kerja sama menjaga kebersihan selokan di depan kelas) serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar alur visual bergambar (gambar tempat bermain, gambar teman beragam, gambar kegiatan merapikan) untuk memantik cerita; murid yang sudah mahir bercerita tanpa bantuan gambar.
  • Proses: Murid yang pemalu atau belum lancar berbicara bercerita terlebih dahulu secara privat kepada guru atau teman sebangku; murid yang lancar langsung bercerita di depan kelompok/kelas.
  • Produk: Murid dapat menyampaikan cerita secara lisan utuh (3 bagian: lokasi/teman, tindakan merapikan bersama, keragaman teman) atau lisan terpandu 3 pertanyaan pemantik.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan 1 contoh kegiatan merapikan tempat bermain di dekat rumahmu yang pernah kamu lakukan bersama teman berbeda agama atau suku!' (Kriteria penerimaan: murid menyebutkan tindakan nyata seperti memasukkan bola ke keranjang/memungut sampah daun/mengumpulkan ranting bersama teman yang disebutkan identitas perbedaannya).

Proses:

  • Ceklis observasi saat murid menceritakan pengalaman berpasangan dan di depan kelas. Guru memeriksa pemenuhan 3 indikator isi cerita: (1) Menyebutkan lokasi tempat bermain di lingkungan tempat tinggal, (2) Menyebutkan bentuk kerja sama merapikan tempat bermain secara nyata, (3) Menyebutkan unsur keberagaman teman (perbedaan suku/agama/jenis kelamin/asal daerah).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan akhir: Murid menyebutkan 1 alasan mengapa kita harus tetap bekerja sama merapikan tempat bermain meskipun teman bermain kita berbeda suku atau agama (Kriteria penerimaan: menyebutkan agar tempat bermain bersih/rapi/nyaman dan tetap rukun bersatu).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja menceritakan pengalaman bekerja sama merapikan tempat bermain di lingkungan tempat tinggal dalam keberagaman teman menggunakan lembar ceklis pengamatan.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Unsur Pengalaman Bekerja Sama Merapikan Tempat Bermain dalam KeberagamanBelum mampu menceritakan pengalaman bekerja sama merapikan tempat bermain, cerita tidak memuat bentuk kerja sama maupun unsur keberagaman teman.Menceritakan pengalaman merapikan tempat bermain namun hanya menyebutkan 1 unsur (hanya bentuk kegiatan merapikan saja, tanpa menyebutkan kerja sama maupun keberagaman teman), membutuhkan bimbingan penuh guru.Menceritakan pengalaman bekerja sama merapikan tempat bermain dengan memuat 2 dari 3 unsur cerita (kegiatan merapikan, bentuk kerja sama bersama teman, atau keberagaman teman) dengan sedikit arahan.Menceritakan pengalaman bekerja sama merapikan tempat bermain secara lengkap memuat seluruh 3 unsur (kegiatan merapikan tempat bermain, tindakan bekerja sama, dan keberagaman teman seperti perbedaan agama/suku/asal/jenis kelamin) secara runtut dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan kartu panduan bergambar efektif memantik ingatan murid kelas 2 tentang pengalamannya di tempat bermain?
  • Apakah seluruh murid sudah percaya diri menceritakan keberagaman teman saat bekerja sama menjaga lingkungan bermain?

Murid:

  • Bagian cerita mana yang paling kamu sukai saat merapikan tempat bermain bersama teman?
  • Apakah kamu merasa senang bermain bersama teman yang berbeda suku atau agama saat tempat bermain sudah rapi?

Pertemuan 10 — Menceritakan Pengalaman Bekerja Sama Menjaga Kebersihan Selokan dan Lingkungan Sekitar dalam Keberagaman secara Lisan di Depan Kelas — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.4.3 Menceritakan pengalaman bekerja sama menjaga lingkungan sekitar dalam keberagaman

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru melakukan apersepsi dan asesmen awal diagnostik dengan menanyakan pengalaman murid: 'Siapa saja teman atau tetangga yang berbeda suku, asal daerah, atau jenis kelamin yang pernah bekerja sama denganmu saat membersihkan selokan atau parit?' (acuan diagnostik: murid dapat menyebutkan minimal 1 teman/orang yang berbeda latar belakang dan bentuk kerja sama menjaga selokan) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menceritakan pengalaman bekerja sama menjaga kebersihan selokan dan lingkungan sekitar dalam keberagaman teman secara lisan di depan kelas (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Guru membimbing murid menyimak pemodelan cerita bergambar tentang kerja sama membersihkan selokan: Ujang (Jawa Barat), Bela (Nusa Tenggara Timur), dan teman-teman berbeda latar belakang bergotong royong mengambil sampah dedaunan dari selokan agar air lancar dan lingkungan bersih (8 menit).
  • Guru bersama murid membedah 3 unsur isi cerita pengalaman kerja sama: (1) siapa saja teman yang berbeda latar belakang yang diajak bekerja sama, (2) kegiatan kerja sama yang dilakukan pada selokan/lingkungan sekitar, dan (3) hasil atau manfaat kerja sama tersebut bagi lingkungan (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid bermain tantangan berpasangan 'Kotak Cerita Sahabat' secara bergembira: murid bergantian menceritakan pengalaman nyata bekerja sama membersihkan selokan atau saluran air di lingkungan masing-masing bersama teman yang beragam kepada pasangan sebangku (10 menit).
  • Secara bergiliran, setiap murid maju ke depan kelas untuk menceritakan pengalaman bekerja sama menjaga kebersihan selokan dan lingkungan sekitar dalam keberagaman secara lisan berdasarkan 3 unsur isi cerita (acuan isi: memuat keberagaman teman yang terlibat, tindakan nyata membersihkan selokan/lingkungan sekitar, dan hasil kerja sama) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara berkesadaran merenungkan pengalaman berceritanya dengan menjawab pertanyaan guru: 'Bagaimana perasaanmu setelah menceritakan pengalaman bekerja sama membersihkan selokan bersama teman-teman yang beragam?' (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik lisan terhadap isi cerita murid yang telah mencakup unsur kerja sama membersihkan selokan bersama teman dalam keberagaman (6 menit).
  • Guru dan murid menyimpulkan pentingnya bekerja sama menjaga kebersihan saluran air/selokan tanpa membeda-bedakan teman, serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (4 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan panduan 3 gambar urutan (teman yang beragam, kegiatan membersihkan selokan, selokan bersih) sebagai pemicu alur cerita.
  • Proses: Murid yang sudah percaya diri langsung menceritakan secara mandiri di depan kelas, sedangkan murid yang ragu diberikan kesempatan berlatih sekali lagi bersama guru sebelum bercerita di depan kelas.
  • Produk: Semua murid menceritakan secara lisan di depan kelas; murid yang lebih mahir menceritakan pengalaman dengan rincian tindakan membersihkan selokan yang lebih lengkap.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan pada pendahuluan: 'Siapa saja teman atau tetangga yang berbeda latar belakang yang pernah bekerja sama denganmu saat membersihkan selokan atau parit?' (acuan: murid mampu menyebutkan minimal 1 teman yang berbeda latar belakang seperti suku/daerah/jenis kelamin dan menyebutkan kegiatan kerja sama menjaga kebersihan selokan).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja lisan di depan kelas saat menceritakan pengalaman bekerja sama membersihkan selokan dan lingkungan sekitar dalam keberagaman (kriteria penerimaan: cerita memuat identitas keberagaman rekan kerja sama, bentuk kegiatan kerja sama pada selokan/lingkungan, dan hasil lingkungan menjadi bersih/aliran lancar).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta 2 murid menyebutkan kembali inti pengalaman bekerja sama menjaga selokan dalam keberagaman yang baru saja diceritakan (kriteria penerimaan: menyebutkan tindakan membersihkan selokan secara bersama-sama dalam keberagaman teman).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja bercerita secara lisan di depan kelas menggunakan rubrik ketercapaian 3 unsur isi pengalaman kerja sama dalam keberagaman.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Isi Cerita Pengalaman Bekerja Sama Menjaga Lingkungan dalam KeberagamanMenceritakan pengalaman menjaga lingkungan tanpa menyebutkan keterlibatan teman yang beragam dan tanpa menyebutkan tindakan kerja sama pada selokan/lingkungan.Menceritakan pengalaman bekerja sama menjaga kebersihan selokan/lingkungan sekitar, tetapi belum menyebutkan unsur keberagaman teman yang terlibat.Menceritakan pengalaman bekerja sama menjaga kebersihan selokan dan lingkungan sekitar yang memuat keberagaman teman yang terlibat secara lengkap.Menceritakan pengalaman bekerja sama menjaga kebersihan selokan dan lingkungan sekitar yang memuat keberagaman teman yang terlibat, tindakan kerja sama, dan hasil bagi lingkungan secara mandiri dan runtut.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan yang merata untuk menceritakan pengalamannya secara lisan di depan kelas?
  • Bagaimana respons dan kepercayaan diri murid saat menceritakan pengalaman kerja sama dalam keberagaman?

Murid:

  • Apakah kamu merasa senang bisa menceritakan pengalaman bekerja sama membersihkan selokan di depan teman-teman?
  • Bagian mana dari ceritamu yang paling kamu sukai saat dibagikan kepada teman sekelas?

Pertemuan 11 — Mempraktikkan Bekerja Sama Memilah Sampah Kering dan Basah untuk Menjaga Lingkungan Sekitar dalam Keberagaman — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.4.4 Mempraktikkan bekerja sama menjaga lingkungan sekitar dalam keberagaman

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan menunjuk salah satu murid memimpin doa bersama untuk menumbuhkan rasa syukur (3 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan mengondisikan kelas agar siap belajar (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mempraktikkan kerja sama memilah sampah kering dan basah bersama teman kelompok yang beragam (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: guru menunjukkan 2 benda nyata berupa (1) daun kering dan (2) botol plastik bekas, lalu meminta murid menyebutkan wadah yang tepat: tempat sampah basah/organik atau sampah kering/anorganik (acuan: daun kering = sampah basah/organik; botol plastik = sampah kering/anorganik) (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru dengan mengamati 4 contoh benda/replika sampah di meja depan: (1) kulit pisang, (2) daun gugur, (3) kardus kecil bekas, (4) botol plastik, serta 2 wadah berlabel 'Sampah Kering' dan 'Sampah Basah' (acuan pemilahan: sampah basah = kulit pisang dan daun gugur; sampah kering = kardus kecil dan botol plastik) (7 menit).
  • Murid secara berkesadaran menyimak penjelasan guru tentang pentingnya bekerja sama menjaga kebersihan lingkungan dengan saling membantu tanpa membeda-bedakan latar belakang, suku, agama, jenis kelamin, atau hobi teman sekelas (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil heterogen (4-5 murid per kelompok dengan keberagaman jenis kelamin, hobi, dan suku) dan membagikan kotak 'Detektif Sampah' yang berisi 6 benda sampah bersih/aman: (1) daun kering, (2) kulit jeruk, (3) kertas robekan, (4) sendok plastik bekas, (5) sisa potongan apel, (6) kantong kresek bekas (5 menit).
  • Murid secara menggembirakan melakukan permainan simulasi kerja sama 'Detektif Pilah Sampah' dalam kelompoknya: berbagi tugas mengambil benda dan bersepakat memasukkannya ke dalam 2 wadah kelompok (Wadah Hijau untuk Sampah Basah dan Wadah Kuning untuk Sampah Kering) (acuan pemilahan: Wadah Sampah Basah = daun kering, kulit jeruk, sisa potongan apel; Wadah Sampah Kering = kertas robekan, sendok plastik bekas, kantong kresek bekas) (18 menit).
  • Setiap kelompok bersama-sama memeriksa kelengkapan isi wadah pemilahan masing-masing di dampingi panduan guru, memastikan semua 6 benda diletakkan pada wadah yang tepat sambil saling menghargai pendapat anggota kelompok (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama kelompoknya duduk melingkar dan secara berkesadaran mengevaluasi pengalaman bekerja sama memilah sampah: apakah semua anggota ikut berpartisipasi dan saling membantu tanpa membeda-bedakan teman (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap pelaksanaan praktik kerja sama memilah sampah yang telah dilakukan setiap kelompok (4 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan kegiatan hari ini bahwa menjaga kebersihan dengan memilah sampah terasa lebih mudah jika dilakukan bersama-sama dalam semangat persatuan dan keberagaman (4 menit).
  • Guru mengajak murid merapikan perlengkapan belajar, menyampaikan rencana kegiatan pertemuan berikutnya (praktik menyapu halaman), dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar bantu pemilahan sampah dengan kode warna; murid yang lebih cepat diberikan 2 benda tambahan (bungkus biskuit aluminium foil ke sampah kering, dan sisa sayur sawi ke sampah basah).
  • Proses: Pada tahap Mengaplikasi, guru mendampingi kelompok yang masih ragu membedakan sampah basah dan kering dengan bimbingan langsung, sedangkan kelompok yang sudah mandiri langsung menjalankan pembagian tugas.
  • Produk: Semua kelompok menyelesaikan pemilahan 6 benda target pada 2 wadah yang tepat sesuai acuan kerja sama kelompok.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Guru menunjukkan 2 benda konkret: (1) daun kering dan (2) botol plastik bekas. Guru meminta murid menunjukkan wadah yang tepat: tempat sampah basah atau tempat sampah kering. (Acuan: daun kering = tempat sampah basah; botol plastik = tempat sampah kering).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja praktik kelompok memilah 6 benda target: (1) daun kering, (2) kulit jeruk, (3) kertas robekan, (4) sendok plastik bekas, (5) sisa potongan apel, (6) kantong kresek bekas ke dalam wadah Sampah Basah (daun kering, kulit jeruk, sisa apel) dan wadah Sampah Kering (kertas robekan, sendok plastik, kantong kresek), serta keterlibatan aktif bekerja sama tanpa membeda-bedakan teman.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menyebutkan 2 situasi benda baru secara berurutan: (1) sisa nasi dan (2) kardus susu. Murid secara serempak/bergiliran menjawab wadah yang sesuai (acuan: sisa nasi = sampah basah; kardus susu = sampah kering).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal: tanya jawab identifikasi jenis wadah untuk 2 benda konkret (daun kering dan botol plastik).
  • Asesmen unjuk kerja proses: lembar observasi praktik bekerja sama memilah 6 benda sampah kering dan basah dalam kelompok yang beragam.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Praktik Pemilahan Sampah Kering dan BasahMemilah 1-2 dari 6 benda sampah target dengan tepat ke wadah yang sesuai.Memilah 3-4 dari 6 benda sampah target dengan tepat ke wadah yang sesuai.Memilah 5 dari 6 benda sampah target dengan tepat ke wadah yang sesuai.Memilah seluruh 6 benda sampah target (daun kering, kulit jeruk, sisa apel ke wadah basah; kertas, sendok plastik, kantong kresek ke wadah kering) dengan tepat.
Bekerja Sama dalam KeberagamanBelum ikut bekerja sama dan hanya memilih teman tertentu saat praktik pemilahan.Ikut bekerja sama dalam pemilahan sampah namun masih perlu dimotivasi untuk mau berbagi tugas dengan semua anggota kelompok yang beragam.Aktif bekerja sama berbagi tugas memilah sampah bersama seluruh anggota kelompok tanpa membeda-bedakan teman.Aktif bekerja sama berbagi tugas secara konsisten, saling membantu dan menghargai seluruh teman kelompok yang beragam hingga tugas selesai.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid terlibat aktif dalam kerja sama kelompok memilah sampah tanpa membeda-bedakan teman?
  • Apakah instruksi dan media 6 benda simulasi sampah efektif membantu murid membedakan sampah kering dan basah secara konkret?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu saat bekerja sama memilah sampah bersama teman-teman kelompok hari ini?
  • Benda sampah apa yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu tentukan jenis wadahnya?

Pertemuan 12 — Mempraktikkan Bekerja Sama Menyapu dan Membersihkan Halaman Sekolah untuk Menjaga Lingkungan Sekitar dalam Keberagaman — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.4.4 Mempraktikkan bekerja sama menjaga lingkungan sekitar dalam keberagaman

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan memberi salam, mengajak salah satu murid memimpin doa, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru mengaitkan pembelajaran dengan materi sebelumnya mengenai memilah sampah dan menyampaikan kegiatan hari ini, yaitu mempraktikkan kerja sama menyapu dan membersihkan halaman sekolah dalam keberagaman kelompok (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal kesiapan praktik melalui tanya jawab singkat tentang pembagian peran kerja sama saat menyapu halaman (acuan: peran menyapu dedaunan/sampah, memegang serokan/pengki, dan memasukkan kotoran ke kantong/tempat sampah) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan dan demonstrasi singkat dari guru tentang cara bekerja sama membersihkan halaman sekolah secara berpasangan/kelompok: satu murid menyapu serpihan dedaunan, satu murid menahan serokan, dan bersama-sama membuangnya ke tempat penampungan (8 menit).
  • Murid dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil beranggotakan 3-4 anak yang beragam (campuran laki-laki dan perempuan, beragam suku/latar belakang) serta menyepakati pembagian tugas kerja sama pembersihan area masing-masing (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Setiap kelompok menuju area halaman sekolah yang telah ditentukan dan mempraktikkan kerja sama menyapu, mengumpulkan daun gugur/sampah ke serokan, serta memasukkannya ke tempat sampah secara teratur dan rukun dalam keberagaman kelompok (15 menit).
  • Guru mengadakan tantangan ceria 'Halaman Bersih Bersama': kelompok yang paling kompak bergotong royong dan saling membantu merapikan alat kebersihan di area mereka mendapat apresiasi tepuk semangat dari seluruh kelas (7 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama kelompoknya memeriksa kembali area halaman sekolah yang dibersihkan untuk memastikan tidak ada sampah berserakan yang tertinggal dan alat kebersihan telah dikembalikan bersama (8 menit).
  • Setiap kelompok menyampaikan secara singkat perasaan dan pengalaman bekerja sama membersihkan halaman dengan teman yang beragam latar belakang (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya bekerja sama menjaga kebersihan halaman sekolah tanpa membeda-bedakan teman (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik terhadap unjuk kerja seluruh kelompok, mengingatkan untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan sekolah, dan menutup pertemuan dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan alat kebersihan dengan ukuran yang sesuai untuk murid (sapu lidi bertangkai pendek/sedang dan serokan ringan).
  • Proses: Memberikan pendampingan lebih intensif bagi kelompok yang masih kesulitan berbagi tugas kerja sama menyapu dan mengumpulkan sampah.
  • Produk: Kelompok yang lebih cepat menyelesaikan area dapat membantu kelompok lain menyapu halaman yang lebih luas secara mandiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di pendahuluan mengenai peran kerja sama saat membersihkan halaman: 'Sebutkan 3 peran yang dapat dibagi bersama teman saat menyapu halaman!' (Acuan jawaban benar: 1. Peran menyapu sampah/daun, 2. Peran memegang serokan/pengki, 3. Peran memasukkan/mengangkat sampah ke tempat sampah).

Proses:

  • Pengamatan langsung keterlibatan murid selama praktik menyapu halaman sekolah bersama anggota kelompok yang beragam dengan kriteria: pembagian peran yang adil, saling membantu dalam menyapu/mengumpulkan sampah, dan sikap menghargai keberagaman teman sekelompok.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan umpan balik di penutup: Guru mengonfirmasi ketercapaian praktik dengan memeriksa kebersihan area halaman kelompok serta meminta perwakilan kelompok menunjukkan bahwa setiap anggota telah berkontribusi menyapu dan merapikan alat (Acuan: area bersih dari sampah dedaunan, alat dirapikan bersama, tidak ada pertengkaran antarteman).

Formatif:

  • Lembar observasi unjuk kerja praktik bekerja sama menyapu dan membersihkan halaman sekolah dalam keberagaman kelompok.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Praktik bekerja sama menjaga lingkungan dalam keberagaman (menyapu dan membersihkan halaman sekolah)Belum menunjukkan keikutsertaan aktif dalam menyapu maupun membersihkan halaman sekolah bersama teman kelompok yang beragam dan masih menunggu instruksi berulang.Mulai berpartisipasi dalam menyapu atau membersihkan halaman sekolah dengan teman kelompok, namun masih perlu diarahkan guru dalam berbagi tugas dan menjaga kekompakan dengan teman yang beragam.Mempraktikkan bekerja sama menyapu dan membersihkan halaman sekolah secara aktif, berbagi peran dengan teman kelompok yang beragam, dan menyelesaikan tugas kebersihan area kelompoknya dengan baik.Mempraktikkan bekerja sama menyapu dan membersihkan halaman sekolah secara konsisten dan mandiri, saling membantu secara harmonis dalam keberagaman tanpa membeda-bedakan, serta berinisiatif merapikan kembali seluruh perlengkapan kebersihan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 18 menit untuk praktik langsung di halaman sekolah cukup efektif bagi semua kelompok untuk bekerja sama?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam bekerja sama dengan teman yang berbeda latar belakang saat membersihkan lingkungan?

Murid:

  • Bagian mana dari kegiatan menyapu halaman bersama teman tadi yang paling menyenangkan?
  • Tugas apa yang kamu lakukan bersama teman kelompokmu untuk menjaga kebersihan halaman sekolah?

Pertemuan 13 — Mempraktikkan Bekerja Sama Merawat dan Menyiram Tanaman untuk Menjaga Lingkungan Sekitar dalam Keberagaman — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.4.4 Mempraktikkan bekerja sama menjaga lingkungan sekitar dalam keberagaman

Pendahuluan:

  • Guru mengkondisikan kelas dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengajak salah satu murid memimpin doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan apersepsi dengan mengaitkan pembelajaran merawat lingkungan sekolah dan menyebutkan tujuan belajar hari ini, yaitu mempraktikkan bekerja sama merawat dan menyiram tanaman taman sekolah bersama teman yang beragam (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: guru menunjukkan 2 gambar tindakan terhadap tanaman: Gambar A (anak-anak bersama-sama menyiram tanaman dan mencabut rumput liar) dan Gambar B (anak memetik bunga sembarangan dan membiarkan pot kering), lalu meminta murid memilih gambar tindakan merawat lingkungan yang benar (acuan jawaban benar: Gambar A) (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan gambar peragaan tentang 2 langkah merawat tanaman di sekolah secara berkelompok: (1) membersihkan daun kering atau rumput liar di sekitar pot/tanah, (2) menyiramkan air secukupnya pada akar dan tanah tanaman (5 menit).
  • Murid dibagi ke dalam kelompok kerja sama yang beranggotakan 4 anak dengan latar belakang beragam (laki-laki dan perempuan, serta berbeda suku/agama/daerah asal) dan mendengarkan pembagian peran: 2 anak mencabut rumput liar/daun kering, 2 anak menyiram tanaman secara bergantian menggunakan gayung atau botol siram (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid melakukan permainan pembiasaan ceria 'Tepuk Siram Tanaman' di depan kelas sebagai simulasi gerak sebelum praktik ke taman: tepuk sekali gerak mencabut rumput liar, tepuk dua kali gerak menyiram tanaman bersama pasangan kelompok (5 menit).
  • Setiap kelompok berbaris tertib menuju taman sekolah dengan membawa perlengkapan (wadah air, gayung/botol siram, dan kantong tempat daun kering) (5 menit).
  • Setiap kelompok mempraktikkan bekerja sama merawat tanaman di area taman sekolah yang ditentukan: 2 murid membersihkan daun kering serta gulma dan memasukkannya ke kantong wadah, sementara 2 murid menyiram tanah dan pangkal tanaman secara bergantian dan saling berbagi giliran alat tanpa membeda-bedakan teman (10 menit).
  • Murid bersama pasangannya bertukar peran praktik (yang menyiram bertukar menjadi pembersih daun kering/gulma, dan sebaliknya) sehingga seluruh murid menuntaskan praktik bekerja sama merawat dan menyiram tanaman secara langsung (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Kelompok merapikan dan mengembalikan botol siram, gayung, serta membuang kantong daun kering ke tempat sampah bersama-sama, lalu berkumpul membentuk lingkaran di teras kelas (5 menit).
  • Murid bersama bimbingan guru merefleksikan pengalaman bekerja sama: menilai secara sadar perasaan saling tolong-menolong merawat tanaman bersama teman yang beragam dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sekolah (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas kerja sama seluruh kelompok yang saling membantu merawat tanaman tanpa membeda-bedakan teman (3 menit).
  • Guru melaksanakan cek pemahaman akhir melalui 2 pertanyaan lisan: (1) Sebutkan 2 kegiatan merawat tanaman yang telah dipraktikkan bersama tadi! (acuan: mencabut rumput liar/daun kering dan menyiram tanaman), (2) Bagaimana sikap kita terhadap teman saat berbagi alat siram tanaman? (acuan: mau berbagi secara bergantian/bekerja sama/tidak berebut) (4 menit).
  • Guru menginformasikan kegiatan pertemuan berikutnya (Pertemuan 14: Praktik bekerja sama merapikan dan membersihkan ruang belajar) serta menutup pembelajaran dengan doa penutup dan salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Guru menyediakan gambar panduan visual langkah-langkah merawat tanaman (mencabut rumput liar dan menyiram pangkal tanaman) pada papan petunjuk luar kelas bagi murid yang memerlukan dukungan pemahaman visual.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru secara bertahap saat mengambil air dan menuangkannya ke tanaman bersama teman; murid yang telah mahir dan mandiri diberi tantangan merawat 2 titik pot tanaman tambahan secara bekerja sama dengan pasangannya.
  • Produk: Unjuk kerja praktik dinilai berdasarkan keterlibatan langsung murid dalam melakukan 2 tindakan merawat tanaman (mencabut rumput/daun kering dan menyiram) secara bekerja sama dalam kelompok yang beragam.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik visual: Murid mengamati 2 gambar situasi (Gambar A: anak-anak saling bekerja sama menyiram bunga dan mencabut rumput di halaman sekolah; Gambar B: anak merusak ranting dan membiarkan tanaman layu) lalu menunjukkan mana gambar tindakan merawat lingkungan yang benar (acuan jawaban: Gambar A).

Proses:

  • Observasi formatif saat kegiatan praktik inti di taman: Guru mengamati keterlibatan aktif setiap murid dalam melakukan 2 tindakan kerja sama merawat tanaman (membersihkan rumput/daun kering dan menyiram tanaman dengan berbagi alat siram bersama teman yang beragam tanpa memilih-milih).

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan lisan akhir pembelajaran berupa 2 pertanyaan pemahaman: (1) Sebutkan 2 cara merawat tanaman sekolah yang baru saja dipraktikkan bersama kelompok! (acuan: mencabut rumput liar/daun kering dan menyiram tanaman dengan air secukupnya), (2) Bagaimana cara kelompokmu berbagi alat saat menyiram tanaman tadi? (acuan kriteria operasional: menjawab berbagi giliran/bergantian tanpa berebut/saling membantu).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja praktik bekerja sama merawat dan menyiram tanaman menggunakan lembar pengamatan kinerja kelompok keberagaman.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Praktik Merawat dan Menyiram TanamanBelum mampu mempraktikkan tindakan membersihkan rumput/daun kering maupun menyiram tanaman meskipun telah dicontohkan.Mempraktikkan salah satu tindakan (hanya menyiram tanaman atau hanya membersihkan daun kering) dengan bimbingan penuh guru.Mempraktikkan kedua tindakan merawat tanaman (membersihkan daun kering/rumput liar dan menyiram tanaman dengan takaran air secukupnya) secara tepat.Mempraktikkan kedua tindakan merawat tanaman secara tepat, mandiri, dan tuntas pada area taman yang ditugaskan tanpa perlu diingatkan kembali.
Bekerja Sama dalam KeberagamanMenolak bekerja sama atau enggan berbagi alat perawatan tanaman dengan teman kelompok yang berbeda latar belakang.Mau bekerja sama merawat tanaman bersama teman yang beragam namun masih perlu dimotivasi berulang kali untuk bergantian alat.Bekerja sama merawat tanaman secara aktif dan mau berbagi alat siram secara bergantian dengan teman yang beragam tanpa membeda-bedakan.Secara konsisten berinisiatif bekerja sama, saling membantu berbagi tugas merawat tanaman bersama semua teman kelompok secara setara dan rukun.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 70 menit memadai untuk memfasilitasi setiap kelompok mempraktikkan perawatan tanaman secara merata?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam bekerja sama dengan teman yang beragam latar belakang selama kegiatan praktik di taman sekolah?

Murid:

  • Bagian mana dari kegiatan merawat dan menyiram tanaman bersama teman tadi yang paling menyenangkan?
  • Apakah kamu dan teman sekelompokmu saling membantu saat menyiram tanaman di taman sekolah?

Pertemuan 14 — Mempraktikkan Bekerja Sama Merapikan dan Membersihkan Ruang Belajar untuk Menjaga Lingkungan Sekitar dalam Keberagaman Kelompok — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.4.4 Mempraktikkan bekerja sama menjaga lingkungan sekitar dalam keberagaman

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam hangat, menunjuk seorang murid memimpin doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat tentang 3 tindakan menjaga kerapian ruang kelas: (1) merapikan buku di meja/rak, (2) meluruskan meja-kursi, (3) membuang sampah sisa rautan/kertas ke tempat sampah (acuan: murid menunjukkan/menyebutkan minimal 2 dari 3 tindakan tersebut secara tepat) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mempraktikkan kerja sama merapikan dan membersihkan ruang belajar bersama teman dalam kelompok yang beragam (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan gambar ruang belajar yang rapi dan ruang belajar yang berantakan, lalu memfasilitasi murid memahami pembagian 4 tugas kerja sama menjaga ruang belajar: (1) merapikan meja dan kursi, (2) membersihkan papan tulis dan meja guru, (3) merapikan rak buku dan pojok baca, serta (4) memungut dan membuang sampah kelas ke tempat sampah (acuan: 4 tugas kebersihan ruang belajar) (8 menit).
  • Guru membagi murid ke dalam kelompok beranggotakan 4 orang yang beragam (latar belakang suku/agama/jenis kelamin) dan menjelaskan pentingnya saling menghargai serta berbagi tugas tanpa membeda-bedakan (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru menggelar permainan tantangan 'Misi Ruang Belajar Nyaman': setiap kelompok menerima kartu tugas area yang harus dikerjakan bersama selama 15 menit dengan musik ceria pengiring (15 menit).
  • Murid mempraktikkan kerja sama merapikan dan membersihkan ruang belajar secara serempak sesuai peran kelompok: Kelompok Meja merapikan meja-kursi, Kelompok Rak merapikan buku di rak kelas, Kelompok Papan membersihkan papan tulis dan meja guru, dan Kelompok Sampah membersihkan sampah lantai ke wadah sampah (guru mengamati unjuk kerja menggunakan lembar observasi) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap kelompok memeriksa bersama area belajar yang telah dibersihkan dan merapikan kembali alat kebersihan (kain lap, kemoceng, tempat sampah) ke tempat semula (5 menit).
  • Murid bersama teman kelompoknya saling mengucapkan terima kasih atas kerja samanya dalam menjaga ruang belajar tanpa membedakan keberagaman (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap unjuk kerja seluruh kelompok yang telah kompak bekerja sama merapikan dan membersihkan ruang belajar (3 menit).
  • Guru memandu murid menyimpulkan manfaat bekerja sama menjaga ruang belajar, mengingatkan murid untuk tetap menjaga kebersihan kelas setiap hari, dan menutup sesi dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan bergambar langkah merapikan buku dan menata meja untuk kelompok yang memerlukan panduan visual konkret.
  • Proses: Memberikan pendampingan berjarak dekat bagi kelompok yang memerlukan arahan dalam pembagian peran tugas kebersihan, sementara kelompok yang mandiri langsung menjalankan pembagian tugas.
  • Produk: Kelompok yang menyelesaikan tugas lebih cepat dapat membantu merapikan perlengkapan belajar bersama di sudut ruangan lain (loker/rak alat mewarnai).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Guru menanyakan secara lisan: 'Sebutkan 3 tindakan nyata untuk merapikan dan membersihkan ruang belajar kita!' (Acuan jawaban tepat: (1) merapikan buku dan alat tulis di meja/rak, (2) meluruskan/menata meja dan kursi, (3) membuang sisa kertas/sampah ke tempat sampah; kriteria kesiapan: murid mampu menyebutkan minimal 2 tindakan dengan tepat).

Proses:

  • Lembar observasi keterlibatan praktik kerja sama merapikan dan membersihkan ruang belajar (aspek yang diamati: kesediaan berbagi tugas dan pelaksanaan tindakan pembersihan ruang belajar bersama anggota kelompok yang beragam tanpa membeda-bedakan teman).

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan hasil kerja kelompok pada 4 area ruang belajar: (1) kerapian deretan meja-kursi, (2) kebersihan papan tulis & meja guru, (3) keteraturan rak buku, (4) lantai bebas dari sampah berserakan (kriteria tuntas: area bersih, rapi, dan alat kebersihan dikembalikan ke tempatnya).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja praktik bekerja sama merapikan dan membersihkan ruang belajar dalam keberagaman kelompok menggunakan lembar ceklis.
  • Tanya jawab diagnostik awal tentang tindakan merapikan ruang belajar.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Praktik bekerja sama menjaga kebersihan dan kerapian ruang belajarBelum ikut serta melakukan tugas merapikan atau membersihkan ruang belajar bersama kelompok.Mulai ikut merapikan atau membersihkan ruang belajar tetapi masih harus diarahkan terus-menerus dan enggan berinteraksi dengan teman yang berbeda.Mempraktikkan kerja sama merapikan dan membersihkan ruang belajar bersama teman kelompok yang beragam sesuai pembagian tugas dengan tertib.Mempraktikkan kerja sama merapikan dan membersihkan ruang belajar bersama kelompok yang beragam secara mandiri, tuntas, dan saling membantu menyelesaikan area bersama.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid berpartisipasi aktif dalam kelompoknya tanpa membeda-bedakan teman?
  • Apakah pembagian tugas dan waktu 15 menit cukup efektif untuk mempraktikkan kebersihan ruang belajar?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu setelah melihat ruang belajar menjadi bersih dan rapi bersama teman-teman?
  • Tugas merapikan apa yang paling kamu senangi saat bekerja sama tadi?

Pertemuan 15 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.4.1 Menunjukkan karakteristik lingkungan sekolah sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui pengamatan sederhana
  • TP 2.4.2 Menunjukkan karakteristik lingkungan tempat tinggal sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
  • TP 2.4.3 Menceritakan pengalaman bekerja sama menjaga lingkungan sekitar dalam keberagaman
  • TP 2.4.4 Mempraktikkan bekerja sama menjaga lingkungan sekitar dalam keberagaman

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama secara tertib (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab 4 dan membagi kelas menjadi 7 kelompok beranggotakan 4 murid secara heterogen (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Bergambar Identifikasi Karakteristik Lingkungan dan menjelaskan petunjuk pengerjaan: mencentang karakteristik lingkungan sekolah dan tempat tinggal bagian NKRI serta memasangkan gambar lingkungan dengan labelnya (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1 (Identifikasi Visual Serentak): Murid mengerjakan lembar kerja secara serentak dalam kelompok masing-masing (20 menit). Soal lembar kerja memuat: (1) Mencentang 3 dari 4 gambar ciri fisik gedung dan halaman sekolah NKRI [Acuan benar: Gambar A gedung sekolah berbendera Merah Putih, Gambar B halaman upacara, Gambar C ruang kelas bergaruda Pancasila; Pengecoh salah: Gambar D gedung pencakar langit luar negeri]; (2) Memasangkan 4 gambar sarana tempat tinggal dan batas lingkungan dengan kartu labelnya [Acuan pasangan tepat: Gambar 1 rumah panggung/adat dipasangkan dengan label 'Rumah Tempat Tinggal Warga NKRI', Gambar 2 jalan desa dan pos ronda dengan label 'Sarana Umum Lingkungan Tempat Tinggal', Gambar 3 batas sungai dan gapura desa dengan label 'Batas Lingkungan Tempat Tinggal', Gambar 4 kebun dan bukit dengan label 'Keadaan Alam Sekitar Tempat Tinggal'].
  • Tugas 2 (Unjuk Kerja Praktik dan Cerita Bekerja Sama): Kelompok mempraktikkan aksi nyata bekerja sama membersihkan dan merapikan sudut kelas (menyapu lantai, memilah sampah kertas ke wadah kering dan sisa makanan ke wadah basah, serta menata rak buku kelas) sesuai pembagian tugas dalam keberagaman (20 menit).
  • Tugas 2 Lanjutan (Cerita Lisan Kelompok): Setiap murid secara bergiliran di dalam kelompok kecilnya menceritakan pengalaman bekerja sama menjaga lingkungan dalam keberagaman teman (menyebutkan tugas yang dilakukan, teman yang diajak bekerja sama, dan perasaan saling membantu), sementara guru berkeliling mengamati dan mencatat performa menggunakan rubrik observasi (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama bimbingan guru merefleksikan proses pengerjaan asesmen sumatif mengenai kemudahan dan tantangan saat mengidentifikasi lingkungan serta saat berbagi tugas dengan teman kelompok (3 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja identifikasi visual dan merangkum ketercapaian belajar seluruh Bab 4 Aku Peduli Lingkungan (2 menit).

Diferensiasi:

  • Proses: Akomodasi akses: bagi murid yang memerlukan dukungan visual, guru membacakan petunjuk teks pada lembar kerja tanpa mengubah opsi jawaban maupun kriteria penilaian.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan alat tulis dan pemahaman murid terhadap tata cara asesmen sumatif berkelompok.

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid dalam pengerjaan lembar kerja identifikasi visual dan pembagian peran kerja sama kelompok.

Sumatif Bab:

  • penilaian portofolio lembar kerja bergambar dan unjuk kerja kolaboratif: lembar kerja identifikasi visual karakteristik lingkungan sekolah dan tempat tinggal serta performa kerja sama membersihkan kelas yang diceritakan secara lisan dalam kelompok
  • identifikasi visual serentak: lembar kerja bergambar yang ditandai murid secara serentak (mencentang dan memasangkan gambar bagian/ciri lingkungan sekolah serta lingkungan tempat tinggal sebagai bagian wilayah NKRI) (25 menit; kelompok; instrumen: lembar kerja bergambar dan kunci penskoran checklist)
  • penilaian kinerja dan unjuk kerja lisan kelompok: performa aksi nyata kerja sama merapikan dan membersihkan sudut kelas bersama kelompok beragam, dilanjutkan penyampaian cerita pengalaman kerja sama secara bergiliran di dalam kelompok kecil (7 kelompok @ 4 murid, guru mengamati keliling menggunakan rubrik) (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik observasi kinerja kerja sama dan lembar cek cerita lisan kelompok)

Sumatif:

  • penilaian portofolio lembar kerja bergambar dan unjuk kerja kolaboratif: lembar kerja identifikasi visual karakteristik lingkungan sekolah dan tempat tinggal serta performa kerja sama membersihkan kelas yang diceritakan secara lisan dalam kelompok
  • identifikasi visual serentak: lembar kerja bergambar yang ditandai murid secara serentak (mencentang dan memasangkan gambar bagian/ciri lingkungan sekolah serta lingkungan tempat tinggal sebagai bagian wilayah NKRI) (25 menit; kelompok; instrumen: lembar kerja bergambar dan kunci penskoran checklist)
  • penilaian kinerja dan unjuk kerja lisan kelompok: performa aksi nyata kerja sama merapikan dan membersihkan sudut kelas bersama kelompok beragam, dilanjutkan penyampaian cerita pengalaman kerja sama secara bergiliran di dalam kelompok kecil (7 kelompok @ 4 murid, guru mengamati keliling menggunakan rubrik) (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik observasi kinerja kerja sama dan lembar cek cerita lisan kelompok)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Visual Karakteristik Lingkungan Sekolah dan Tempat Tinggal Bagian NKRI (TP 1 & TP 2)Menandai 1-2 butir tepat dari total 7 butir acuan (gambar sekolah A, B, C dan 4 pasangan lingkungan tempat tinggal 1, 2, 3, 4).Menandai 3-4 butir tepat dari total 7 butir acuan (gambar sekolah A, B, C dan 4 pasangan lingkungan tempat tinggal 1, 2, 3, 4).Menandai 5-6 butir tepat dari total 7 butir acuan (gambar sekolah A, B, C dan 4 pasangan lingkungan tempat tinggal 1, 2, 3, 4).Menandai seluruh 7 butir tepat sesuai acuan lengkap: 3 gambar ciri sekolah NKRI (A, B, C) dan 4 pasangan karakteristik tempat tinggal (1-Rumah, 2-Sarana Umum, 3-Batas Lingkungan, 4-Keadaan Alam).
Mempraktikkan Bekerja Sama Menjaga Lingkungan dalam Keberagaman (TP 4)Belum ikut serta dalam pembagian tugas kerja sama membersihkan dan menata sudut kelas.Ikut serta melakukan salah satu tugas kebersihan namun hanya jika terus diarahkan teman atau guru.Mempraktikkan kerja sama secara aktif melaksanakan tugas kebersihan bersama teman kelompok yang beragam hingga selesai.Mempraktikkan kerja sama secara aktif, sigap membantu pembagian tugas kebersihan (menyapu, memilah sampah, menata rak), dan menjaga keharmonisan kelompok yang beragam secara mandiri.
Menceritakan Pengalaman Bekerja Sama Menjaga Lingkungan dalam Keberagaman (TP 3)Belum dapat menceritakan pengalaman bekerja sama menjaga lingkungan secara lisan dalam kelompok.Menceritakan pengalaman bekerja sama menjaga lingkungan namun hanya menyebutkan 1 unsur (tugas kebersihan saja tanpa menyebut teman/keberagaman kerja sama).Menceritakan pengalaman bekerja sama menjaga lingkungan dengan memuat 2 unsur (tugas kebersihan yang dilakukan dan teman yang diajak bekerja sama).Menceritakan pengalaman bekerja sama menjaga lingkungan secara lengkap memuat 3 unsur: tugas kebersihan yang dilakukan, teman yang bekerja sama dalam keberagaman, serta perasaan saling membantu.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 25 menit untuk tugas lembar kerja visual dan 45 menit untuk unjuk kerja praktik serta cerita lisan berjalan efektif?
  • Bagaimana ketercapaian murid secara keseluruhan pada empat tujuan pembelajaran di Bab 4 Aku Peduli Lingkungan?

Murid:

  • Bagian mana dari tugas hari ini yang paling mudah kamu kerjakan?
  • Bagaimana perasaanmu saat bekerja sama membersihkan kelas bersama teman-teman kelompokmu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2021)
  2. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2021)
  3. Area fisik lingkungan sekolah nyata (gedung kelas, selasar, halaman, tiang bendera, pagar)
  4. Kartu gambar karakteristik fisik lingkungan sekolah dan lembar pengamatan sederhana
  5. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila SD Kelas II (Kemendikbudristek, 2021)
  6. Buku Siswa Pendidikan Pancasila SD Kelas II (Kemendikbudristek, 2021)
  7. Lingkungan nyata ruang kelas 2 dan area pagar/gerbang batas sekolah
  8. Lembar kerja pengamatan sederhana bergambar
  9. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2023)
  10. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2023)
  11. Lingkungan halaman dan taman sekolah
  12. Kartu gambar sarana dan tanaman sekolah
  13. Lembar Catatan Pengamatan Sederhana
  14. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021)
  15. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II Bab 4
  16. Kartu gambar fisik rumah warga, jalan lingkungan, papan nama gang RT, dan pemandangan alam
  17. Lembar Kerja Murid: Tunjuk Ciri Lingkunganku
  18. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II Bab 4: Aku Peduli Lingkungan
  19. Media kartu gambar sarana umum (pos ronda, balai warga, puskesmas, lapangan warga) dan batas fisik lingkungan (gapura, plang jalan, pagar wilayah, sungai batas RT/RW)
  20. Kartu bergambar bentang alam (sungai, sawah, bukit, pantai)
  21. Lembar Kerja Murid (LKM) Menjodohkan Gambar Karakteristik Alam
  22. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2021).
  23. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2021) Bab 4: Aku Peduli Lingkungan.
  24. Gambar situasi anak-anak bekerja sama membersihkan sampah dalam keberagaman.
  25. Kartu Panduan Cerita berisi 3 butir pertanyaan panduan pengalaman.
  26. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II, Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek RI, 2021.
  27. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II, Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek RI, 2021 (Bab 4: Aku Peduli Lingkungan).
  28. Tanaman di pot lingkungan sekolah dan tongkat kecil berhias daun untuk media permainan.
  29. Kartu gambar benda dan aktivitas di tempat bermain (taman/lapangan/halaman)
  30. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2021).
  31. Gambar ilustrasi anak-anak membersihkan selokan bersama dalam keberagaman.
  32. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021), Bab 4: Aku Peduli Lingkungan
  33. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021), Bab 4: Aku Peduli Lingkungan, Subbab C
  34. Kotak simulasi 'Detektif Sampah' berisi benda nyata/aman: daun kering, kulit jeruk, potongan apel, kertas bekas, sendok plastik, kantong kresek
  35. 2 buah wadah/tempat sampah simulasi berlabel 'Sampah Kering' dan 'Sampah Basah'
  36. Perlengkapan kebersihan halaman (sapu lidi, serokan sampah/pengki, tempat/kantong sampah).
  37. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2021) Bab 4: Aku Peduli Lingkungan
  38. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2021) Bab 4: Aku Peduli Lingkungan
  39. Area taman dan tanaman hijau lingkungan sekolah
  40. Peralatan praktik: gayung/botol siram air, ember air, dan wadah/kantong pengumpul daun kering
  41. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II Bab 4.
  42. Alat kebersihan kelas: kemoceng, kain lap, sapu kecil, pengki, tempat sampah.
  43. Kartu misi bergambar area tugas kebersihan ruang belajar.
  44. Lembar Kerja Bergambar Karakteristik Lingkungan NKRI
  45. Peralatan kebersihan kelas (sapu, wadah tempat sampah pilah kering/basah, kemoceng/lap rak)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.