Modul AjarPertemuan 7Bab 3Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 2: Menerapkan Nilai Persatuan: Berteman Tanpa Membeda-Bedakan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 2 dengan topik "Menerapkan Nilai Persatuan: Berteman Tanpa Membeda-Bedakan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 2: Menerapkan Nilai Persatuan: Berteman Tanpa Membeda-Bedakan

Pendidikan Pancasila - Kelas 2

Bab 3 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Menerapkan Nilai Persatuan: Berteman Tanpa Membeda-Bedakan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikMenerapkan Nilai Persatuan: Berteman Tanpa Membeda-Bedakan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan pentingnya berteman tanpa membeda-bedakan ciri fisik, hobi, bahasa, dan agama dalam kehidupan di sekolah
  2. Murid dapat mempraktikkan sikap tidak membeda-bedakan teman dalam kegiatan bermain dan belajar bersama di kelas

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah teman-teman kalian di kelas semuanya sama? Apa saja yang berbeda?
  2. Bagaimana perasaan kalian jika tidak diajak bermain karena berbeda?
  3. Mengapa kita harus berteman dengan semua teman tanpa memilih-milih?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan menyapa murid dengan penuh kehangatan
  • Guru mengajak murid bernyanyi lagu 'Dari Sabang Sampai Merauke' untuk membangun suasana ceria
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang punya teman yang berbeda denganmu? Apa bedanya?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan belajar mengapa kita harus berteman dengan semua orang tanpa membeda-bedakan'
  • Guru menunjukkan gambar anak-anak dengan berbagai ciri fisik, hobi, dan latar belakang sebagai apersepsi

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid mengamati foto atau gambar teman-teman sekelas yang memiliki ciri fisik berbeda (tinggi, pendek, warna kulit, bentuk rambut)
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas dengan pertanyaan: 'Apa yang kalian lihat? Apakah mereka semua sama?' (prinsip berkesadaran: murid diajak menyadari keberagaman di sekitar mereka)
  • Guru membacakan cerita pendek tentang Ani yang sedih karena tidak diajak bermain hanya karena rambutnya keriting (prinsip bermakna: cerita kontekstual dari kehidupan murid)
  • Guru meminta murid menyebutkan perbedaan lain yang mereka ketahui: hobi (ada yang suka sepak bola, ada yang suka menggambar), bahasa daerah, dan agama
  • Guru menjelaskan bahwa meskipun berbeda, kita semua adalah teman dan warga Indonesia yang bersatu (nilai Bhinneka Tunggal Ika)
  • Guru menjelaskan bahwa membeda-bedakan teman itu tidak baik dan bertentangan dengan nilai persatuan dalam Pancasila

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid dalam kelompok kecil (4-5 orang) yang sengaja dibuat beragam (campuran jenis kelamin, kemampuan, latar belakang)
  • Setiap kelompok mendapat tugas bermain permainan tradisional 'Ular Naga' atau 'Rangku Alu' bersama-sama (prinsip menggembirakan: belajar sambil bermain)
  • Guru mengamati dan membimbing: apakah semua anggota kelompok dilibatkan? Apakah ada yang dikucilkan?
  • Setelah bermain, guru meminta setiap kelompok melakukan aktivitas bersama: menggambar 'Teman-temanku' di kertas besar dengan menggambar semua anggota kelompok beserta ciri khasnya
  • Guru meminta perwakilan kelompok menceritakan: 'Apa yang berbeda dari teman-teman di kelompokmu? Bagaimana perasaanmu bermain dan bekerja bersama mereka?'
  • Guru memberikan apresiasi pada kelompok yang menunjukkan sikap saling menghargai dan tidak membeda-bedakan

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan memberikan pertanyaan refleksi: 'Apa yang kalian rasakan saat bermain dan bekerja dengan teman yang berbeda dari kalian?'
  • Murid diminta menunjukkan kartu emoji (tersenyum, sedih, atau biasa) untuk mengekspresikan perasaan mereka (prinsip berkesadaran: murid menyadari dan mengenali emosinya)
  • Guru memfasilitasi murid untuk menyebutkan: 'Apa yang akan kalian lakukan besok agar semua teman merasa diterima dan tidak ada yang dikucilkan?'
  • Murid menulis atau menggambar satu komitmen sederhana di kertas kecil: misalnya 'Aku akan mengajak teman yang berbeda agama bermain bersama'
  • Guru merangkum pembelajaran: 'Kita semua berbeda, tapi kita adalah teman. Persatuan berarti kita bersatu meskipun berbeda. Ini adalah nilai penting dari Bhinneka Tunggal Ika'

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menjawab pertanyaan lisan: 'Mengapa kita harus berteman tanpa membeda-bedakan?'
  • Guru memberikan penguatan positif atas partisipasi dan sikap murid selama pembelajaran
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu 'Padamu Negeri' atau 'Aku Anak Indonesia' untuk memperkuat rasa persatuan
  • Guru memberikan tugas refleksi di rumah: 'Ceritakan kepada orang tua atau keluarga tentang teman-temanmu yang berbeda dan bagaimana kalian bermain bersama'
  • Guru menutup pembelajaran dengan berdoa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum lancar membaca, guru menggunakan lebih banyak gambar dan cerita lisan. Untuk murid dengan kemampuan lebih, guru memberikan tugas tambahan menulis cerita pendek tentang pengalaman berteman dengan teman yang berbeda
  • Proses: Murid yang pemalu diberi waktu lebih untuk berbagi di kelompok kecil dulu sebelum presentasi kelas. Murid yang aktif diberi peran sebagai fasilitator diskusi kelompok. Murid yang kesulitan motorik halus dapat menyampaikan ide secara lisan sementara teman membantu menggambar
  • Produk: Murid dapat memilih cara mengekspresikan pemahaman: menggambar, menceritakan secara lisan, atau membuat kolase sederhana. Guru menyediakan pilihan media: krayon, pensil warna, atau spidol sesuai preferensi murid

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab singkat tentang pengalaman murid berteman dengan orang yang berbeda
  • Observasi respons murid terhadap gambar anak-anak dengan ciri fisik beragam: apakah mereka menunjukkan sikap terbuka atau ada prasangka?

Proses:

  • Observasi selama diskusi: apakah murid dapat menyebutkan perbedaan yang ada di antara teman-teman?
  • Observasi saat bermain kelompok: apakah murid melibatkan semua anggota tanpa membeda-bedakan?
  • Pertanyaan lisan saat kegiatan: 'Bagaimana perasaanmu bekerja dengan teman yang berbeda?'
  • Penilaian hasil gambar kelompok: apakah menggambarkan semua anggota dengan ciri khasnya?

Akhir:

  • Pertanyaan lisan: 'Mengapa kita harus berteman tanpa membeda-bedakan ciri fisik, hobi, bahasa, dan agama?'
  • Penilaian komitmen tertulis/gambar murid tentang tindakan konkret yang akan dilakukan
  • Observasi refleksi murid: apakah mereka menunjukkan kesadaran tentang pentingnya menghargai perbedaan?

Formatif:

  • Observasi sikap dan partisipasi murid saat diskusi kelas dan kerja kelompok
  • Pertanyaan lisan selama proses pembelajaran untuk memeriksa pemahaman
  • Pengamatan saat murid bermain dan bekerja dalam kelompok beragam: apakah mereka melibatkan semua teman?

Sumatif:

  • Penilaian hasil gambar 'Teman-temanku' yang menunjukkan penghargaan terhadap keberagaman
  • Penilaian kemampuan murid menjelaskan pentingnya berteman tanpa membeda-bedakan melalui pertanyaan lisan
  • Penilaian praktik sikap tidak membeda-bedakan teman dalam aktivitas kelompok menggunakan rubrik

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman pentingnya berteman tanpa membeda-bedakanMurid belum dapat menjelaskan mengapa harus berteman tanpa membeda-bedakan, atau masih menunjukkan sikap memilih-milih temanMurid dapat menyebutkan bahwa kita harus berteman dengan semua orang, tetapi belum dapat menjelaskan alasannya dengan jelasMurid dapat menjelaskan bahwa berteman tanpa membeda-bedakan itu penting karena kita semua berbeda tetapi tetap teman, meskipun penjelasannya masih sederhanaMurid dapat menjelaskan dengan jelas pentingnya berteman tanpa membeda-bedakan (ciri fisik, hobi, bahasa, agama) dan mengaitkannya dengan nilai persatuan atau Bhinneka Tunggal Ika
Praktik sikap tidak membeda-bedakan dalam kegiatan kelompokMurid masih memilih-milih teman dalam bermain/bekerja kelompok, atau mengabaikan teman yang berbedaMurid bersedia bermain/bekerja dengan teman yang berbeda setelah diminta guru, tetapi belum inisiatif sendiriMurid secara aktif melibatkan semua teman dalam kelompok tanpa membeda-bedakan, dan menunjukkan sikap menghargaiMurid secara konsisten mengajak dan melibatkan semua teman tanpa membeda-bedakan, serta membantu teman lain untuk juga bersikap inklusif
Kemampuan mengidentifikasi keberagaman temanMurid belum dapat menyebutkan perbedaan yang ada di antara teman-temanMurid dapat menyebutkan 1-2 jenis perbedaan (misalnya ciri fisik saja)Murid dapat menyebutkan 3-4 jenis perbedaan (ciri fisik, hobi, bahasa, atau agama) yang ada di antara teman-temanMurid dapat menyebutkan berbagai perbedaan dan menjelaskan bahwa perbedaan itu adalah hal yang wajar dan harus dihargai
Kolaborasi dan komunikasi dalam kelompok beragamMurid kesulitan bekerja sama atau berkomunikasi dengan teman yang berbeda, cenderung bekerja sendiriMurid mau bekerja sama dalam kelompok, tetapi komunikasi dan keterlibatannya masih minimalMurid aktif berkomunikasi dan bekerja sama dengan semua anggota kelompok, menghargai pendapat teman yang berbedaMurid menjadi inisiator kolaborasi, memastikan semua anggota kelompok terlibat, dan memfasilitasi komunikasi yang saling menghargai

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam kegiatan kelompok beragam? Murid mana yang masih perlu bimbingan lebih?
  • Apakah strategi pembelajaran yang saya gunakan berhasil membantu murid memahami dan mempraktikkan sikap tidak membeda-bedakan?
  • Bagaimana saya dapat lebih memfasilitasi murid untuk menerapkan nilai persatuan dalam keseharian di kelas?
  • Apakah diferensiasi yang saya lakukan sudah mengakomodasi kebutuhan semua murid?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang berteman?
  • Bagaimana perasaanmu saat bermain dan bekerja dengan teman yang berbeda?
  • Apa yang akan kamu lakukan besok agar semua teman merasa diterima dan senang?
  • Hal apa yang paling berkesan dari pembelajaran hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas II Kurikulum Merdeka (Bab 3: Aku dan Teman-Temanku)
  2. Buku Guru Pendidikan Pancasila Kelas II Kurikulum Merdeka
  3. Gambar/foto anak-anak dengan berbagai ciri fisik, hobi, dan latar belakang
  4. Lagu 'Dari Sabang Sampai Merauke' dan 'Aku Anak Indonesia'
  5. Kertas gambar ukuran besar untuk kegiatan kelompok
  6. Krayon, pensil warna, spidol
  7. Kartu emoji (tersenyum, sedih, biasa) untuk refleksi
  8. Kertas kecil untuk menulis komitmen murid
  9. Video pendek atau cerita tentang persahabatan dan keberagaman (opsional)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.