MODUL AJAR Pendidikan Pancasila — Kelas 2 (Fase A) Topik: Bab 3 — Aku dan Teman-Temanku INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Bab 3 — Aku dan Teman-Temanku |
|---|
| Alokasi Waktu | 42 JP (42 x 35 menit = 1470 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 21 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 2.3.1 Menyebutkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam konteks keberagaman di lingkungan sekitar
- TP 2.3.2 Mengidentifikasi identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin dan hobi di lingkungan sekitar
- TP 2.3.3 Mengidentifikasi identitas dirinya sesuai dengan bahasa serta agama dan kepercayaan di lingkungan sekitar
- TP 2.3.4 Menghargai identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin, hobi, bahasa, serta agama dan kepercayaan di lingkungan sekitar
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian melihat pita yang dicengkeram oleh kaki burung Garuda Pancasila?
- Tulisan apa yang ada pada pita di cengkeraman kaki burung Garuda Pancasila tersebut?
- Apakah kalian masih ingat bunyi pita yang dicengkeram burung Garuda Pancasila?
- Tahukah kalian apa arti dari kata 'Bhinneka', 'Tunggal', dan 'Ika'?
- Apa arti lengkap dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang dicengkeram burung Garuda?
- Bagaimana semboyan Bhinneka Tunggal Ika menggambarkan keadaan kita yang berbeda-beda di kelas tetapi tetap bersatu?
- Apa arti semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang sudah kita pelajari?
- Bagaimana contoh perbuatan kita di sekolah saat teman kita berbeda suku atau kesukaan?
- Apakah jenis kelaminmu, laki-laki atau perempuan?
- Bagaimana caramu mengenali jenis kelamin dirimu sendiri?
- Apakah anak laki-laki dan anak perempuan di kelas kita bisa bekerja sama membersihkan kelas?
- Apa peran atau tugas yang biasa kamu lakukan di rumah dan di sekolah sesuai dirimu?
- Apa kegiatan menyenangkan yang biasa kalian lakukan saat waktu senggang di rumah?
- Dari gambar aktivitas bermain bola, menggambar, membaca buku, dan bersepeda, manakah yang menjadi pilihan hobi diri kalian sendiri?
- Apa satu kegiatan yang paling membuatmu merasa gembira saat waktu senggang di rumah?
- Bagaimana caramu mengenali bahwa kegiatan tersebut adalah hobi utamamu dalam keseharian?
- Apa jenis kelaminmu dan kegiatan apa yang paling kamu sukai saat waktu luang?
- Bagaimana caramu menunjukkan gabungan jenis kelamin dan hobimu pada selembar kertas biodata bergambar?
- Bahasa apa yang biasanya kalian gunakan saat berbicara dengan ayah, ibu, atau kakek-nenek di rumah?
- Apakah di rumah kalian ada kata sapaan atau panggilan khusus khas daerah tertentu?
- Bahasa apa yang kita gunakan ketika berbicara dengan teman dari daerah lain di sekolah?
- Mengapa kita memakai bahasa Indonesia saat belajar bersama di kelas?
- Apa agama atau kepercayaan yang kamu anut di rumah bersama keluargamu?
- Apakah kamu tahu nama agama atau kepercayaan yang diakui dan ada di sekitar kita?
- Apa nama tempat ibadah dan kitab suci yang digunakan dalam agamamu?
- Bagaimana bentuk gambar tempat ibadah dan nama kitab suci yang menjadi simbol agamamu?
- Bahasa apa saja yang biasa kamu gunakan saat berbicara di rumah dan di sekolah?
- Apa agama atau kepercayaan yang kamu anut beserta tempat ibadahnya?
- Apakah anak laki-laki dan anak perempuan boleh bermain dan bekerja sama dalam kelompok yang sama?
- Bagaimana sikap kita terhadap diri sendiri saat melakukan piket atau bermain bersama teman laki-laki dan perempuan?
- Apakah hobi yang kita sukai harus selalu sama dengan hobi teman?
- Bagaimana perasaanmu terhadap hobimu sendiri ketika melihat teman memiliki hobi yang berbeda?
- Bahasa apa yang biasa kalian gunakan di rumah bersama keluarga dan bahasa apa yang kita gunakan bersama di kelas?
- Bagaimana perasaanmu ketika menggunakan bahasa daerahmu sendiri dan bahasa Indonesia di sekolah?
- Bagaimana perasaanmu saat menjalankan ibadah sesuai agamamu sendiri?
- Sikap apa yang kamu tunjukkan saat melihat teman sedang beribadah dengan caranya?
- Apa yang kamu lakukan jika teman sekelasmu memiliki hobi atau bahasa daerah yang berbeda denganmu?
- Bagaimana caramu menunjukkan sikap menghargai saat teman sedang beribadah atau berbicara dengan logat daerahnya?
- Apa semboyan bangsa kita yang tertulis di pita cengkeraman Burung Garuda?
- Bagaimana caramu tetap rukun saat bermain bersama teman yang berbeda hobi, bahasa, atau agamanya?
- Apa bunyi semboyan persatuan bangsa kita yang tertulis di pita cengkeraman burung Garuda?
- Bagaimana kita menunjukkan rasa bangga dan saling menghargai teman yang berbeda hobi, bahasa, atau agama?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengenal dan Melafalkan Bunyi Semboyan Bhinneka Tunggal Ika — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.3.1 Menyebutkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam konteks keberagaman di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, memeriksa kehadiran, dan menyanyikan bersama lagu kebangsaan 'Garuda Pancasila' (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan dengan memperlihatkan gambar burung Garuda Pancasila dan menanyakan tulisan pada pita cengkeraman kaki garuda untuk memetakan kesiapan murid dalam melafalkan semboyan (acuan: tulisan pada pita adalah 'Bhinneka Tunggal Ika') (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menunjukkan poster Garuda Pancasila dan kartu bertuliskan kata per kata: kartu 1 'Bhinneka', kartu 2 'Tunggal', kartu 3 'Ika', lalu membimbing murid mengamati bentuk susunan katanya (acuan teks: Bhinneka Tunggal Ika) (10 menit).
- Guru melafalkan bunyi semboyan secara utuh 'Bhinneka Tunggal Ika' dengan intonasi jelas dan meminta seluruh murid menirukan pelafalan secara klasikal lalu bergantian tiap baris bangku (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan permainan 'Tepuk Estafet Kata Semboyan': baris pertama mengucapkan 'Bhinneka', baris kedua menyambung 'Tunggal', baris ketiga menyambung 'Ika', kemudian seluruh kelas bersama-sama menyerukan 'Bhinneka Tunggal Ika' (15 menit).
- Murid secara berpasangan dengan teman sebangku saling melafalkan dan menyebutkan bunyi semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika' secara lengkap dan bergiliran dengan kartu bantu (acuan pelafalan lengkap 3 kata berurutan: Bhinneka - Tunggal - Ika) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara individu satu per satu menyebutkan bunyi semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika' di hadapan guru atau teman pasangannya untuk dicek kelengkapan ketiga katanya (acuan: mampu melafalkan urutan 'Bhinneka Tunggal Ika' tanpa tertukar) (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan nama dan bunyi semboyan negara yang telah dilafalkan, yaitu 'Bhinneka Tunggal Ika' (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap pelafalan semboyan, menginformasikan topik pertemuan berikutnya mengenai makna kata semboyan, dan menutup pelajaran dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu kata visual terpisah 'Bhinneka', 'Tunggal', 'Ika' dengan kode warna berbeda bagi murid yang membutuhkan panduan visual susunan kata.
- Proses: Murid yang sudah lancar melafalkan semboyan secara mandiri dapat langsung menyebutkan bunyi semboyan utuh, sedangkan murid yang masih terbata-bata didampingi guru mengeja suku kata per kata secara bertahap.
- Produk: Semua murid mencapai target unjuk kerja yang sama yaitu melafalkan bunyi semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika' secara lisan, baik langsung tiga kata maupun satu per satu terpandu.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan di awal pembelajaran: Guru menunjuk pita cengkeraman kaki Garuda Pancasila dan bertanya: 'Siapa yang tahu apa tulisan semboyan pada pita ini?' (acuan jawaban: Bhinneka Tunggal Ika; bila murid belum tahu, guru mencatat untuk diberi bimbingan pelafalan per kata).
Proses:- Observasi unjuk kerja lisan saat latihan berpasangan dan permainan estafet kata: Guru mengamati ketepatan murid dalam menyebutkan ketiga kata semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika' secara berurutan dan lengkap (acuan: kata 1 = Bhinneka, kata 2 = Tunggal, kata 3 = Ika).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu pada tahap akhir: Setiap murid diminta menyebutkan secara lisan bunyi semboyan pada lambang negara (acuan ketuntasan: murid tepat melafalkan 3 dari 3 kata yaitu 'Bhinneka Tunggal Ika').
Formatif:- Pemeriksaan diagnostik lisan pelafalan semboyan pada apersepsi
- Observasi unjuk kerja pelafalan semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika' selama aktivitas kelompok dan berpasangan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan bunyi semboyan Bhinneka Tunggal Ika | Belum mampu menyebutkan kata dalam semboyan meskipun telah dibimbing guru. | Mampu menyebutkan 1 atau 2 kata semboyan ('Bhinneka', 'Tunggal', atau 'Ika') dengan bimbingan guru penuh. | Mampu menyebutkan seluruh bunyi semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika' secara urut dan lengkap namun masih memerlukan sedikit arahan guru. | Mampu menyebutkan seluruh bunyi semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika' secara urut, lengkap, dan mandiri tanpa bantuan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah dapat melafalkan ketiga kata semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika' dengan urutan yang tepat?
- Bagian mana dari aktivitas estafet atau latihan berpasangan yang paling efektif membantu murid melafalkan semboyan?
Murid:- Bagaimana bunyinya semboyan yang tertulis di cengkeraman kaki burung Garuda Pancasila?
- Apakah kamu senang bermain tepuk estafet menyebutkan kata Bhinneka Tunggal Ika bersama teman?
Pertemuan 2 — Menyebutkan Makna Kata dalam Semboyan Bhinneka Tunggal Ika — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.3.1 Menyebutkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam konteks keberagaman di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, memeriksa kehadiran murid, dan menyanyikan yel-yel penyemangat kelas (3 menit).
- Guru melakukan apersepsi dengan mengajak murid melafalkan bersama semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika' yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan menanyakan: 'Siapa yang tahu apa arti kata Bhinneka?' (acuan: berbeda-beda atau beraneka ragam) untuk memetakan kesiapan awal murid (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyebutkan makna per kata dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperlihatkan 3 kartu kata berukuran besar di papan tulis: kartu 1 berlafaz 'Bhinneka', kartu 2 berlafaz 'Tunggal', dan kartu 3 berlafaz 'Ika' (5 menit).
- Guru melafalkan dan menjelaskan makna dari masing-masing kata secara berurutan: kata 'Bhinneka' bermakna 'berbeda-beda' atau 'beraneka ragam'; kata 'Tunggal' bermakna 'satu'; dan kata 'Ika' bermakna 'jua' atau 'itu' (8 menit).
- Murid secara bergantian dan bersama-sama menirukan pelafalan serta menyebutkan makna dari ketiga kata tersebut: 'Bhinneka artinya berbeda-beda', 'Tunggal artinya satu', 'Ika artinya jua' (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru mengadakan permainan memasangkan kartu kata 'Cari Pasanganku' di mana murid dipanggil ke depan secara berpasangan atau bergantian untuk mencocokkan kartu kata dengan kartu artinya (8 menit).
- Daftar kartu kata dan kartu makna yang dipasangkan: (1) Kartu kata 'Bhinneka' dipasangkan dengan kartu makna 'Berbeda-beda'; (2) Kartu kata 'Tunggal' dipasangkan dengan kartu makna 'Satu'; (3) Kartu kata 'Ika' dipasangkan dengan kartu makna 'Jua' (acuan pasangan: 1-Berbeda-beda, 2-Satu, 3-Jua) (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan menyebutkan/menjodohkan 3 kata semboyan dengan maknanya yang tepat (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memfasilitasi murid mengecek hasil lembar latihannya dengan membacakan kembali pasangan makna yang benar secara bersama-sama (3 menit).
- Murid menyampaikan kata mana yang paling mudah diingat dan kata mana yang perlu dilatih kembali pelafalan maknanya (2 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali makna ketiga kata dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika (Bhinneka = berbeda-beda, Tunggal = satu, Ika = jua) (3 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa kuis tanya jawab lisan cepat kepada beberapa murid untuk menyebutkan makna kata tertentu (2 menit).
- Pembelajaran ditutup dengan pesan motivasi untuk selalu mengingat semboyan bangsa dan doa penutup bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu kata bersimbol warna berbeda untuk tiap kata bagi murid yang membutuhkan bantuan visual, dan kartu teks polos untuk murid yang sudah lancar membaca.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan pendampingan langsung saat mencocokkan kartu; murid yang sudah mahir diberi tantangan menyebutkan ketiga makna kata secara langsung tanpa melihat kartu bantuan.
- Produk: Murid dapat menunjukkan pemahaman dengan menjodohkan garis pada lembar bergambar atau menyebutkan makna kata secara lisan langsung kepada guru.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: 'Anak-anak, siapa yang tahu apa arti kata Bhinneka dalam Bhinneka Tunggal Ika?' (Acuan jawaban yang benar: berbeda-beda atau bermacam-macam).
Proses:- Observasi ketepatan murid saat menyebutkan makna kata dan memasangkan 3 kartu kata dengan artinya pada aktivitas inti: (1) Bhinneka -> Berbeda-beda; (2) Tunggal -> Satu; (3) Ika -> Jua.
Akhir Pertemuan:- Kuis lisan cepat pada akhir sesi: Murid diminta menyebutkan makna dari salah satu atau ketiga kata semboyan secara acak (Acuan: Bhinneka = berbeda-beda; Tunggal = satu; Ika = jua).
Formatif:- Unjuk kerja permainan memasangkan kartu kata dan kartu makna semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
- Lembar latihan tertulis menjodohkan 3 kata dengan maknanya secara tepat.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menyebutkan makna kata dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika (Target 3 kata: Bhinneka = berbeda-beda, Tunggal = satu, Ika = jua) | Belum mampu menyebutkan makna kata dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika dengan tepat (0 dari 3 kata tepat). | Mampu menyebutkan makna 1 dari 3 kata dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika dengan tepat dengan bimbingan penuh guru. | Mampu menyebutkan makna 2 dari 3 kata dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika secara tepat dan mandiri. | Mampu menyebutkan seluruh makna (3 dari 3 kata: Bhinneka = berbeda-beda, Tunggal = satu, Ika = jua) secara tepat dan mandiri tanpa ragu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media kartu kata dan kartu arti memudahkan murid memahami makna kata Bhinneka, Tunggal, dan Ika?
- Bagian mana dari kegiatan permainan memasangkan kata yang paling efektif membantu murid mengingat arti kata?
Murid:- Apakah kamu sekarang sudah tahu arti dari kata Bhinneka, Tunggal, dan Ika?
- Kata mana yang paling kamu sukai saat bermain kartu kata tadi?
Pertemuan 3 — Menyebutkan Arti Lengkap Semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam Keberagaman Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.3.1 Menyebutkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam konteks keberagaman di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama dipimpin oleh salah satu murid (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran dan mengajak murid menyanyikan lagu 'Garuda Pancasila' dengan tepuk tangan berirama (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menanyakan arti penggalan kata semboyan: 'Siapa yang ingat arti kata Bhinneka dan Tunggal Ika?' (acuan jawaban: Bhinneka = berbeda-beda/beraneka ragam; Tunggal = satu; Ika = itu) serta menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menyebutkan arti lengkap semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam konteks keberagaman di sekitar kita (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru melalui bagan kata di papan tulis yang menggabungkan kata: 'Bhinneka' (berbeda-beda), 'Tunggal' (satu), 'Ika' (itu), menjadi satu kalimat utuh: 'Berbeda-beda tetapi tetap satu jua' (10 menit).
- Guru memberikan contoh kontekstual di lingkungan sekitar: di kelas ada murid laki-laki dan perempuan, hobi berbeda, suku dan agama berbeda, namun semuanya tetap satu keluarga kelas dua yang rukun sesuai arti Bhinneka Tunggal Ika (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain permainan 'Tantangan Menyusun Pita Semboyan' secara berpasangan gembira, di mana setiap pasangan mendapat 5 kartu kata acak: Kartu 1 [Berbeda-beda], Kartu 2 [tetapi], Kartu 3 [tetap], Kartu 4 [satu], Kartu 5 [jua], lalu menyusunnya di meja menjadi kalimat arti lengkap semboyan yang benar: 'Berbeda-beda tetapi tetap satu jua' (15 menit).
- Secara bergiliran tiap murid menyebutkan secara lisan arti lengkap semboyan Bhinneka Tunggal Ika saat guru menunjukkan gambar situasi keberagaman di lingkungan sekitar (gambar teman-teman dengan beragam hobi dan pakaian adat sedang belajar bersama) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara hening dan berkesadaran menyadari arti semboyan tersebut bagi kehidupan mereka bersama teman-teman yang berbeda di kelas (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali arti lengkap semboyan Bhinneka Tunggal Ika yaitu 'Berbeda-beda tetapi tetap satu jua' dalam keberagaman sekitar (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar hari ini, memberi umpan balik lisan, dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata berkode warna, sedangkan murid yang sudah lancar menyusun tanpa bantuan kode warna.
- Proses: Murid yang masih mengeja dibimbing secara berpasangan dengan teman sebaya saat menyusun kalimat arti semboyan.
- Produk: Murid dapat menyebutkan arti lengkap semboyan secara lisan langsung atau dengan bantuan menunjuk urutan kartu kata yang telah disusun.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan pada pendahuluan: Guru menanyakan arti kata 'Bhinneka', 'Tunggal', dan 'Ika' untuk mengecek kesiapan sebelum menyatukannya menjadi arti lengkap (acuan: Bhinneka = berbeda-beda; Tunggal = satu; Ika = itu).
Proses:- Observasi unjuk kerja menyusun 5 kartu kata menjadi kalimat arti lengkap semboyan: Kartu 1 [Berbeda-beda], Kartu 2 [tetapi], Kartu 3 [tetap], Kartu 4 [satu], Kartu 5 [jua] (acuan: urutan tepat berbunyi 'Berbeda-beda tetapi tetap satu jua').
- Pemeriksaan lisan: Setiap murid melafalkan/menyebutkan arti lengkap semboyan Bhinneka Tunggal Ika ketika diperlihatkan gambar keberagaman murid di sekolah (acuan kalimat tepat: 'Berbeda-beda tetapi tetap satu jua').
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Meminta 3 murid secara acak menyebutkan arti lengkap semboyan Bhinneka Tunggal Ika tanpa melihat papan tulis (acuan: 'Berbeda-beda tetapi tetap satu jua').
Formatif:- Unjuk kerja menyusun kartu kata arti semboyan Bhinneka Tunggal Ika
- Tes lisan menyebutkan arti lengkap semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam konteks keberagaman sekitar
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan arti lengkap semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam konteks keberagaman sekitar (acuan kalimat: 'Berbeda-beda tetapi tetap satu jua') | Belum mampu menyebutkan arti lengkap semboyan Bhinneka Tunggal Ika meskipun telah diberikan bimbingan penuh oleh guru. | Mampu menyebutkan sebagian arti semboyan (misalnya hanya menyebutkan 'berbeda-beda' atau 'tetap satu') dengan bimbingan atau petunjuk kata. | Mampu menyebutkan arti lengkap semboyan Bhinneka Tunggal Ika ('Berbeda-beda tetapi tetap satu jua') dengan tepat secara mandiri. | Mampu menyebutkan arti lengkap semboyan Bhinneka Tunggal Ika ('Berbeda-beda tetapi tetap satu jua') dengan sangat lancar dan tepat tanpa ragu secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah dapat memahami dan menyebutkan arti utuh semboyan Bhinneka Tunggal Ika?
- Bagian kegiatan mana yang paling efektif membantu murid mengingat arti semboyan?
Murid:- Apa arti semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang kamu pelajari hari ini?
- Apakah kamu senang bermain menyusun kartu arti semboyan bersama teman?
Pertemuan 4 — Menyebutkan Contoh Penerapan Nilai Semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam Keberagaman Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.3.1 Menyebutkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam konteks keberagaman di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, mengajak berdoa singkat, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru bersama murid melafalkan kembali semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika' dan artinya 'berbeda-beda tetapi tetap satu' untuk mengingatkan materi sebelumnya (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan: Guru bertanya, 'Siapa yang bisa menyebutkan semboyan negara kita dan menyebutkan satu perbuatan rukun dengan teman yang berbeda?' (acuan jawaban benar: semboyan adalah Bhinneka Tunggal Ika; contoh perbuatan rukun misalnya bermain bersama tanpa memilih-milih teman, berbagi bekal, atau tidak mengejek perbedaan) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperlihatkan 3 gambar situasi keberagaman di papan tulis: Gambar 1 (anak-anak bermain bola bersama dengan rukun walau berbeda suku), Gambar 2 (dua anak saling berebut mainan karena berbeda kesukaan), dan Gambar 3 (anak menolong temannya yang terjatuh di halaman sekolah walau berbeda agama) (5 menit).
- Guru memandu murid mencermati gambar dan melafalkan kembali semboyan Bhinneka Tunggal Ika, lalu guru menjelaskan bahwa nilai Bhinneka Tunggal Ika diterapkan melalui sikap rukun, tolong-menolong, dan tidak membeda-bedakan teman di lingkungan sekitar (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok beranggotakan 3-4 murid untuk memainkan permainan kartu 'Pilah Tindakan Bhinneka Tunggal Ika' yang menggembirakan (5 menit).
- Setiap kelompok menerima 4 kartu pernyataan tindakan konkret berikut: Kartu 1: 'Bermain lompat tali bersama teman laki-laki dan perempuan dengan rukun', Kartu 2: 'Hanya mau duduk dengan teman yang satu suku saja', Kartu 3: 'Menghormati teman yang sedang berdoa sesuai agamanya', Kartu 4: 'Mengejek teman yang warna kulitnya berbeda' (10 menit).
- Secara berpasangan/berkelompok, murid mengelompokkan kartu tersebut ke dalam dua kotak bertuliskan 'Contoh Sesuai Bhinneka Tunggal Ika' dan 'Bukan Contoh Bhinneka Tunggal Ika' (acuan kunci: Kotak Sesuai = Kartu 1 dan Kartu 3; Kotak Bukan Sesuai = Kartu 2 dan Kartu 4) (10 menit).
- Setiap kelompok bergiliran menyebutkan secara lisan 2 contoh tindakan yang sesuai dengan nilai semboyan Bhinneka Tunggal Ika berdasarkan hasil pemilahan kartu (acuan: Kartu 1 yaitu bermain rukun tanpa membedakan teman, dan Kartu 3 yaitu menghormati ibadah teman) (8 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru membagikan lembar cek pemahaman individu yang memuat 3 pilihan tindakan penerapan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, di mana murid memberi tanda centang pada contoh yang sesuai (butir 1: 'Berbagi bekal saat jam istirahat'; butir 2: 'Menjauhi teman yang berbeda bahasa daerah'; butir 3: 'Membantu teman yang terjatuh di kelas') (acuan kunci: butir 1 dan 3 dicentang; butir 2 tidak dicentang) (5 menit).
- Murid bersama guru merefleksikan pentingnya menerapkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari agar kelas tetap damai dan rukun (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan lisan bahwa semboyan Bhinneka Tunggal Ika dibuktikan lewat tindakan nyata seperti saling tolong-menolong dan rukun dengan semua teman (3 menit).
- Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya (mengidentifikasi jenis kelamin diri) dan menutup kegiatan dengan salam serta doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu tindakan yang dilengkapi simbol gambar visual sederhana; murid mahir diberikan kartu teks tanpa gambar penuntun.
- Proses: Murid yang belum lancar membaca dibacakan teks kartu tindakannya oleh guru atau teman sebaya; murid yang cepat membaca memilah kartu secara mandiri.
- Produk: Murid dapat menyebutkan contoh penerapan nilai semboyan Bhinneka Tunggal Ika secara lisan langsung atau dengan menunjukkan kartu tindakan yang telah dipilah.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat: Murid diminta menyebutkan semboyan negara dan 1 contoh perbuatan rukun di sekitar (acuan: semboyan adalah Bhinneka Tunggal Ika; contoh perbuatan rukun: bermain bersama, tidak mengejek, atau berbagi mainan/bekal).
Proses:- Penilaian unjuk kerja kelompok memilah 4 kartu tindakan penerapan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Kunci pemilahan: Kartu 1 ('Bermain lompat tali bersama teman laki-laki dan perempuan dengan rukun') dan Kartu 3 ('Menghormati teman yang sedang berdoa sesuai agamanya') masuk kategori 'Contoh Sesuai'; Kartu 2 ('Hanya mau duduk dengan teman yang satu suku saja') dan Kartu 4 ('Mengejek teman yang warna kulitnya berbeda') masuk kategori 'Bukan Contoh'.
- Pemeriksaan lisan kemampuan murid menyebutkan minimal 2 contoh tindakan yang sesuai nilai semboyan Bhinneka Tunggal Ika (acuan: menyebutkan Kartu 1 dan Kartu 3, atau tindakan nyata rukun/menghormati perbedaan di sekolah).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (3 butir): Memilih contoh penerapan nilai semboyan Bhinneka Tunggal Ika pada 3 pilihan: (1) Berbagi bekal saat jam istirahat; (2) Menjauhi teman yang berbeda bahasa daerah; (3) Membantu teman yang terjatuh di kelas (acuan kunci: butir 1 = benar/centang; butir 2 = salah/tidak dicentang; butir 3 = benar/centang).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di pendahuluan tentang semboyan dan contoh rukun
- Observasi unjuk kerja pemilahan 4 kartu tindakan dan menyebutkan contoh penerapan semboyan Bhinneka Tunggal Ika pada kegiatan inti
- Cek pemahaman individu pada lembar refleksi 3 pilihan tindakan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan contoh penerapan nilai semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam keberagaman | Belum mampu menyebutkan contoh penerapan nilai semboyan Bhinneka Tunggal Ika meskipun diberi bimbingan penuh. | Mampu menyebutkan 1 contoh penerapan nilai semboyan Bhinneka Tunggal Ika dengan bantuan arahan guru (acuan: memilih Kartu 1 atau Kartu 3). | Mampu menyebutkan 2 contoh penerapan nilai semboyan Bhinneka Tunggal Ika secara tepat sesuai acuan (acuan: menyebutkan tindakan pada Kartu 1 dan Kartu 3) secara mandiri. | Mampu menyebutkan 2 contoh penerapan dari kartu secara tepat (Kartu 1 dan Kartu 3) serta menambahkan 1 contoh penerapan nyata lainnya di lingkungan sekitar secara mandiri dan tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan permainan kartu tindakan berhasil memfasilitasi murid menyebutkan contoh penerapan semboyan Bhinneka Tunggal Ika secara aktif dan gembira?
- Bagian langkah mana yang membutuhkan bimbingan ekstra bagi murid yang masih kesulitan membedakan contoh tindakan rukun?
Murid:- Perbuatan baik apa yang sudah kamu lakukan hari ini kepada teman yang berbeda kesukaan?
- Apakah kamu merasa senang saat bermain memilah kartu bersama teman sekelompokmu?
Pertemuan 5 — Mengidentifikasi Identitas Diri Berdasarkan Jenis Kelamin Laki-Laki dan Perempuan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.3.2 Mengidentifikasi identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin dan hobi di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid serta mengondisikan kelas agar rapi dan nyaman untuk belajar (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid mengangkat kartu simbol biru/persegi untuk laki-laki dan merah muda/lingkaran untuk perempuan saat guru menyebutkan: 'Siapa yang berjenis kelamin laki-laki? Siapa yang berjenis kelamin perempuan?' untuk mengecek kesiapan murid mengenali jenis kelamin dirinya sendiri (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan guru melalui media gambar peraga tentang dua jenis kelamin, yaitu laki-laki dan perempuan, serta ciri fisik mendasar yang tampak (misalnya rambut anak laki-laki umumnya pendek dan memakai celana, anak perempuan umumnya memakai rok atau berkerudung) (10 menit).
- Murid diajak bermain 'Tebak Kartu Diri': guru memperlihatkan 4 kartu ilustrasi tokoh anak sekolah (Tokoh 1: Doni berambut pendek memakai celana; Tokoh 2: Siti berkerudung memakai rok; Tokoh 3: Edo berambut ikal memakai celana; Tokoh 4: Lani berambut kuncir memakai bando dan rok), lalu murid secara serentak menyebutkan jenis kelamin masing-masing gambar (acuan: Tokoh 1 = laki-laki, Tokoh 2 = perempuan, Tokoh 3 = laki-laki, Tokoh 4 = perempuan) (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran):- Murid menerima Lembar Aktivitas Diri 'Siapakah Aku?' yang memuat kolom penegasan identitas diri jenis kelamin (5 menit).
- Murid secara mandiri memberi tanda centang (✓) pada kotak jenis kelamin yang sesuai dengan dirinya (pilihan: [ ] Laki-laki | [ ] Perempuan), kemudian mewarnai 1 gambar siluet anak yang sesuai dengan jenis kelamin dirinya sendiri (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil isian pada lembar aktivitasnya untuk memastikan ketepatan pilihan jenis kelamin dirinya sendiri tanpa ragu (10 menit).
Penutup:- Guru membimbing murid menyimpulkan bahwa setiap orang memiliki identitas jenis kelamin, yaitu laki-laki atau perempuan, yang patut disyukuri (5 menit).
- Guru memberikan penguatan positif atas kemandirian murid dan menutup sesi pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan visual disediakan gambar panduan diri dengan label kata yang jelas, sedangkan murid yang sudah mahir membaca dapat langsung membaca label teks 'Laki-laki' dan 'Perempuan'.
- Proses: Murid yang masih bingung mengidentifikasi jenis kelaminnya didampingi secara perorangan oleh guru menggunakan cermin kecil atau perbandingan gambar konkret.
- Produk: Murid dapat menunjukkan identitas jenis kelamin dirinya melalui centang kata, mewarnai gambar representasi diri, atau menunjuk kartu simbol.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan berpasangan dengan kartu tanda: Guru memanggil murid dan menanyakan 'Apakah jenis kelamin dirimu? Laki-laki atau perempuan?' (Acuan: Murid laki-laki menjawab 'laki-laki'; murid perempuan menjawab 'perempuan').
Proses:- Observasi ketepatan murid mengidentifikasi jenis kelamin pada 4 kartu ilustrasi tokoh (Acuan: Tokoh 1/Doni = laki-laki; Tokoh 2/Siti = perempuan; Tokoh 3/Edo = laki-laki; Tokoh 4/Lani = perempuan) dan ketepatan mencentang identitas diri pada lembar kerja (Acuan: Murid laki-laki mencentang kotak 'Laki-laki'; murid perempuan mencentang kotak 'Perempuan').
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri di akhir kegiatan: Murid menunjukkan lembar kerja yang telah diisi dan secara tegas menyatakan identitas jenis kelaminnya sendiri (Acuan: kesesuaian antara centang pilihan dan jenis kelamin aktual murid: Laki-laki atau Perempuan).
Formatif:- Unjuk kerja identifikasi jenis kelamin diri pada Lembar Aktivitas Diri 'Siapakah Aku?'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi jenis kelamin diri sendiri | Belum mampu menentukan jenis kelamin dirinya sendiri meskipun telah dibimbing secara berulang. | Mampu menentukan jenis kelamin dirinya sendiri dengan bantuan dan arahan visual dari guru. | Mampu mengidentifikasi jenis kelamin dirinya sendiri secara tepat dan mandiri pada lembar aktivitas. | Mampu mengidentifikasi jenis kelamin dirinya sendiri secara tepat, mandiri, serta konsisten mengidentifikasi jenis kelamin pada berbagai gambar tokoh. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah dapat mengidentifikasi jenis kelamin dirinya dengan tepat tanpa tertukar?
- Bagian kegiatan mana yang paling efektif membantu murid memahami perbedaan identitas jenis kelamin laki-laki dan perempuan?
Murid:- Apakah kamu sudah tahu pasti jenis kelamin dirimu sendiri?
- Bagian kegiatan mana yang paling kamu sukai hari ini?
Pertemuan 6 — Mengidentifikasi Ciri Khas Peran Identitas Diri Sesuai Jenis Kelamin di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.3.2 Mengidentifikasi identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin dan hobi di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar murid di kelas (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan memperlihatkan 2 kartu gambar peran: Gambar A (anak laki-laki menyapu lantai) dan Gambar B (anak perempuan merapikan rak buku), lalu bertanya: 'Apakah anak laki-laki dan anak perempuan sama-sama bisa berperan menjaga kebersihan lingkungan sekitar?' (acuan jawaban tepat: Ya, keduanya bisa saling membantu dan menjalankan peran menjaga kebersihan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mengamati 4 kartu gambar aktivitas peran di lingkungan sekitar: Kartu 1: Anak laki-laki memimpin barisan piket; Kartu 2: Anak perempuan memimpin doa kelas; Kartu 3: Anak laki-laki membantu menata meja; Kartu 4: Anak perempuan menyiram tanaman di taman sekolah (10 menit).
- Murid menyimak penegasan guru bahwa setiap murid memiliki identitas jenis kelamin (laki-laki atau perempuan) dan dapat menjalankan ciri khas perannya masing-masing saling melengkapi dalam aktivitas bersama di lingkungan sekitar (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan menggembirakan 'Tebak Peranku': guru membacakan 4 pernyataan peran dan murid secara ceria mengangkat kartu biru (untuk identitas diri laki-laki) atau kartu merah muda (untuk identitas diri perempuan) sesuai peran dirinya di lingkungan sekitar (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Identifikasi Peran yang memuat 4 butir pernyataan untuk dicentang sesuai identitas dirinya: Butir 1: 'Aku anak (laki-laki/perempuan) yang merapikan tempat tidur sendiri di rumah'; Butir 2: 'Aku anak (laki-laki/perempuan) yang ikut piket menyapu kelas'; Butir 3: 'Aku anak (laki-laki/perempuan) yang membantu membawa buku pelajaran'; Butir 4: 'Aku anak (laki-laki/perempuan) yang membantu membuang sampah pada tempatnya' (acuan: murid tepat memilih label jenis kelamin dirinya sendiri dan mencentang minimal 3 dari 4 peran yang sesuai dilakukan di lingkungan sekitar) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali lembar kerjanya secara berkesadaran untuk memastikan pilihan jenis kelamin diri dan peran yang dicentang benar-benar mencerminkan identitas dirinya sehari-hari (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan bahwa anak laki-laki maupun perempuan memiliki ciri khas peran yang bermanfaat dan saling melengkapi di lingkungan sekolah dan rumah (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap identitas diri murid, menginformasikan materi pertemuan berikutnya tentang ragam hobi, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu peran dengan gambar berukuran besar dan simbol visual pendukung untuk murid yang membutuhkan visualisasi konkret.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang memerlukan bantuan dalam mencocokkan identitas diri dengan centang peran, serta memberikan lembar mandiri bagi murid yang sudah cepat mengidentifikasi.
- Produk: Murid dapat menunjukkan hasil identifikasi perannya baik melalui tanda centang pada lembar kerja bergambar maupun menunjukkannya langsung pada kartu aktivitas.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan berpasangan gambar pada kegiatan pendahuluan: 'Apakah anak laki-laki dan anak perempuan sama-sama bisa berperan menjaga kebersihan lingkungan sekitar?' (acuan: Ya, anak laki-laki dan perempuan sama-sama memiliki peran menjaga kebersihan sesuai kemampuannya).
Proses:- Observasi partisipasi dan ketepatan respons mengangkat kartu jenis kelamin diri saat permainan kuis peran.
- Pemeriksaan Lembar Kerja Identifikasi Peran: murid mengidentifikasi identitas jenis kelamin dirinya dan memilih 4 butir peran nyata di lingkungan sekitar (acuan: Butir 1 merapikan tempat tidur, Butir 2 piket menyapu kelas, Butir 3 membantu membawa buku, Butir 4 membuang sampah; target: tepat menyebut jenis kelamin diri dan mencentang minimal 3 butir peran diri).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan singkat di akhir tahap aplikasi: menyebutkan 1 peran utama yang dilakukan murid sesuai identitas jenis kelamin dirinya di rumah atau di sekolah (kriteria penerimaan: jawaban menyebutkan satu tindakan peran nyata di rumah/sekolah yang selaras dengan identitas dirinya, misal: 'Saya anak laki-laki ikut piket memindahkan bangku' atau 'Saya anak perempuan ikut piket merapikan taplak meja').
Formatif:- Pemeriksaan ketepatan pengisian lembar kerja identifikasi peran sesuai jenis kelamin diri (4 butir pernyataan)
- Observasi unjuk identifikasi saat permainan Tebak Peranku
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi ciri khas peran identitas diri sesuai jenis kelamin di lingkungan sekitar | Belum mampu mengidentifikasi identitas jenis kelamin diri maupun peran dirinya pada lembar kerja (0-1 butir tepat dari 4 butir pernyataan peran). | Mampu menyebutkan jenis kelamin dirinya tetapi baru mengidentifikasi 2 butir peran dirinya di lingkungan sekitar dengan bimbingan guru. | Mampu mengidentifikasi jenis kelamin dirinya dan memilih dengan tepat 3 dari 4 butir peran dirinya di lingkungan sekitar secara mandiri. | Mampu mengidentifikasi jenis kelamin dirinya dan memilih dengan tepat seluruh 4 butir peran dirinya di lingkungan sekitar secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media kartu peran bergambar membantu murid kelas 2 memahami ciri khas peran identitas dirinya?
- Bagaimana keterlibatan murid laki-laki dan perempuan selama aktivitas permainan Tebak Peranku?
Murid:- Peran baik apa yang paling sering kamu lakukan di kelas atau di rumah sesuai dirimu?
- Apakah kamu merasa senang saat membantu teman di sekolah?
Pertemuan 7 — Mengidentifikasi Berbagai Pilihan Hobi Diri pada Gambar Aktivitas — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.3.2 Mengidentifikasi identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin dan hobi di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama sebelum memulai kegiatan (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid dan mengondisikan kesiapan belajar di kelas (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar aktivitas (anak bermain bola dan anak membaca buku), lalu menanyakan: 'Sebutkan nama kegiatan pada kedua gambar ini!' (acuan: gambar 1 adalah bermain bola/sepak bola; gambar 2 adalah membaca buku) (3 menit).
- Guru menyampaikan topik pembelajaran hari ini yaitu mengenal dan mengidentifikasi pilihan hobi diri pada gambar aktivitas serta menjelaskan manfaat mengenali kegemaran diri (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru melalui media kartu bergambar tentang pengertian hobi sebagai kegiatan kesukaan yang dilakukan di waktu senggang (5 menit).
- Murid mengamati 4 kartu gambar aktivitas hobi yang ditempel guru di papan tulis: (1) Gambar anak menaiki sepeda; (2) Gambar anak memegang kuas dan kertas gambar; (3) Gambar anak membaca buku cerita; (4) Gambar anak menendang bola di lapangan (acuan nama aktivitas: [1] Bersepeda, [2] Menggambar, [3] Membaca buku, [4] Bermain bola) (5 menit).
- Murid bersama guru menyebutkan nama aktivitas pada masing-masing dari keempat gambar tersebut secara berulang agar mengenali jenis-jenis pilihan hobi (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain kuis menggembirakan 'Tunjuk Hobiku': guru menyebutkan satu nama hobi ('Membaca buku' atau 'Bersepeda'), lalu murid secara serempak menunjuk kartu gambar yang sesuai di papan tulis (acuan: nama 'Membaca buku' -> kartu anak membaca buku; nama 'Bersepeda' -> kartu anak menaiki sepeda) (8 menit).
- Guru membagikan lembar kerja bergambar berisi 4 pasang aktivitas hobi: (1) Gambar anak menaiki sepeda -> label Bersepeda; (2) Gambar anak memegang kuas -> label Menggambar; (3) Gambar anak membaca buku -> label Membaca buku; (4) Gambar anak menendang bola -> label Bermain bola (acuan kunci pasangan: 1-Bersepeda, 2-Menggambar, 3-Membaca buku, 4-Bermain bola) (5 menit).
- Murid secara mandiri menarik garis memasangkan 4 gambar aktivitas dengan nama hobi yang tepat pada lembar kerja, kemudian memberi tanda centang (✓) pada 1 gambar aktivitas yang menjadi pilihan hobi diri sendiri (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil penarikan garis dan centang pilihan hobinya dengan mencocokkan pada kunci acuan yang dibuka guru di papan tulis (5 menit).
- Murid menyadari dan mengungkapkan perasaan senang saat berhasil mengenali gambar aktivitas yang sesuai dengan hobi dirinya (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan 4 ragam gambar hobi yang telah dipelajari hari ini (Bersepeda, Menggambar, Membaca buku, Bermain bola) (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik dan penguatan atas ketepatan murid dalam mengidentifikasi pilihan hobinya, lalu menutup pertemuan dengan doa dan salam (7 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar yang dilengkapi simbol warna pendukung yang sama dengan label tulisan; murid yang cepat diberikan lembar dengan 2 gambar hobi tambahan (berenang dan bernyanyi).
- Proses: Murid yang belum lancar membaca dibimbing guru dengan membacakan label kata saat mencocokkan gambar hobi; murid mandiri langsung mengerjakan secara individual.
- Produk: Murid menunjukkan identifikasi hobi diri dengan mencentang gambar atau mewarnai bingkai gambar aktivitas pilihannya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik menggunakan 2 kartu gambar: Gambar 1 (anak menendang bola) dan Gambar 2 (anak membaca buku). Kriteria penerimaan/acuan jawaban: Gambar 1 dijawab 'bermain bola' / 'sepak bola'; Gambar 2 dijawab 'membaca' / 'membaca buku'.
Proses:- Pengamatan langsung saat kuis 'Tunjuk Hobiku' terhadap ketepatan murid menunjuk kartu gambar sesuai nama hobi yang dilafalkan guru (acuan: gambar anak membaca untuk 'Membaca buku'; gambar anak menaiki sepeda untuk 'Bersepeda').
- Pemeriksaan lembar kerja menjodohkan 4 gambar aktivitas hobi dengan nama labelnya (acuan kunci: [1] Gambar anak bersepeda -> 'Bersepeda', [2] Gambar anak melukis/menguas kertas -> 'Menggambar', [3] Gambar anak membawa dan melihat buku -> 'Membaca buku', [4] Gambar anak menendang bola -> 'Bermain bola') serta keberadaan 1 tanda centang pilihan hobi diri pada salah satu gambar tersebut.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi berupa pertanyaan lisan: 'Sebutkan 1 gambar hobi yang kalian centang sebagai hobi diri kalian hari ini!' (kriteria penerimaan: murid mampu menyebutkan secara tepat nama aktivitas yang dicentangnya pada lembar kerja, yaitu salah satu dari: Bersepeda, Menggambar, Membaca buku, atau Bermain bola).
Formatif:- Penilaian kinerja unjuk kerja saat kuis visual 'Tunjuk Hobiku'
- Penilaian tes tertulis objektif menjodohkan gambar aktivitas dengan nama hobi dan mencentang hobi diri pada lembar kerja
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi Pilihan Hobi Diri pada Gambar Aktivitas | Belum mampu memasangkan 4 gambar aktivitas hobi dengan namanya (0-1 gambar tepat) dan belum mampu memilih gambar hobi diri meskipun dengan bimbingan penuh guru. | Mampu memasangkan 2 dari 4 gambar aktivitas hobi dengan tepat sesuai acuan (pilihan acuan: Bersepeda, Menggambar, Membaca buku, Bermain bola) dengan bantuan guru, namun belum mandiri memilih gambar hobi diri. | Mampu memasangkan 3-4 gambar aktivitas hobi dengan tepat sesuai kunci acuan (Bersepeda, Menggambar, Membaca buku, Bermain bola) secara mandiri dan memberi centang pada 1 gambar pilihan hobi dirinya. | Mampu memasangkan seluruh (4 dari 4) gambar aktivitas hobi dengan tepat sesuai kunci acuan (Bersepeda, Menggambar, Membaca buku, Bermain bola) secara tepat, cepat, dan mandiri, serta menandai gambar hobi diri dengan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan kartu bergambar aktivitas hobi efektif membantu murid kelas 2 mengenali ragam hobi?
- Bagaimana tingkat kemandirian murid saat mengidentifikasi dan mencentang gambar hobi diri mereka sendiri?
Murid:- Apakah kalian senang melihat gambar-gambar hobi hari ini?
- Gambar aktivitas hobi manakah yang paling kalian sukai untuk dilakukan di rumah?
Pertemuan 8 — Mengidentifikasi Hobi yang Paling Disukai Diri Sendiri dalam Keseharian — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.3.2 Mengidentifikasi identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin dan hobi di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru melakukan apersepsi dan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab terpimpin: 'Anak-anak, kemarin kita melihat bermacam-macam gambar hobi seperti membaca, menggambar, bermain bola, dan bersepeda. Dari berbagai kegiatan tersebut, siapa yang bisa menyebutkan satu kegiatan yang paling disukai dan paling sering dilakukan saat waktu senggang?' (acuan diagnostik: murid mampu menyebutkan secara spesifik 1 jenis kegiatan kesukaan personalnya saat waktu senggang) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi satu hobi yang paling disukai diri sendiri dalam keseharian dan menandainya pada lembar pilihan aktivitas diri (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dengan mengamati papan tulis yang memuat 4 kartu aktivitas keseharian: (1) 'Membaca buku cerita', (2) 'Menggambar pemandangan/hewan', (3) 'Bermain bola di lapangan', dan (4) 'Bersepeda di sekitar rumah' (5 menit).
- Murid bersama guru mencermati ciri hobi yang 'paling disukai' dalam keseharian, yaitu kegiatan yang paling membuat hati senang, paling sering dipilih saat ada waktu luang, dan dilakukan dengan gembira tanpa paksaan (acuan kriteria identifikasi: murid memahami bahwa hobi utama adalah 1 kegiatan yang paling diprioritaskan di waktu senggang) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain tantangan interaktif 'Pojok Hobiku': guru membagi 4 sudut kelas dengan label hobi (Sudut Membaca, Sudut Menggambar, Sudut Olahraga Bola, dan Sudut Bersepeda/Aktivitas Luar), lalu murid secara menggembirakan bergerak menuju satu sudut yang mewakili kegiatan yang paling disukai diri sendiri (10 menit).
- Murid menerima Lembar Kerja Diri 'Hobiku dalam Keseharian' yang memuat 4 pilihan bergambar: (1) Membaca buku, (2) Menggambar/mewarnai, (3) Bermain bola/olahraga, (4) Bersepeda/bermain aktif, lalu murid secara mandiri memberikan tanda centang (✓) tepat pada 1 gambar hobi yang paling disukai dirinya serta melingkari waktu pelaksanaannya: 'sepulang sekolah' atau 'hari libur' (acuan kerja: keterisian tepat 1 pilihan hobi diri dan 1 pilihan waktu) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil centang pada lembar kerjanya secara berkesadaran untuk memastikan pilihan tersebut benar-benar mencerminkan hobi yang paling disukai dirinya sendiri, bukan meniru pilihan teman sebangku (acuan refleksi: kemandirian menetapkan identitas hobi pribadi) (10 menit).
Penutup:- Guru memfasilitasi murid menyimpulkan pembelajaran bahwa setiap anak memiliki satu hobi utama yang paling disukai dalam kesehariannya dan hal itu menjadi bagian dari identitas dirinya (3 menit).
- Guru melakukan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan terarah: guru menunjuk 3 murid acak untuk menyebutkan kembali hobi yang paling disukainya serta waktu senggang ia biasa melakukannya (acuan: jawaban konsisten menyebutkan 1 jenis hobi diri dan waktu senggang keseharian yang dipilih) (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kemandirian murid dalam mengenali hobinya, mengingatkan kegiatan pertemuan berikutnya (menggabungkan jenis kelamin dan hobi pada lembar isian), serta menutup sesi dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar kerja dengan gambar visual berwarna jelas bagi murid yang memerlukan dukungan visual, serta teks pilihan sederhana bagi murid yang sudah lancar membaca.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dengan membacakan label aktivitas bergambar satu per satu; murid yang cepat dapat langsung mengidentifikasi dan menandai hobi utamanya secara mandiri penuh.
- Produk: Murid dapat menunjukkan identitas hobi yang paling disukai dengan memberi tanda centang pada gambar atau memberi warna pada kotak gambar hobi pilihannya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran: Murid ditanya 'Dari berbagai kegiatan di waktu senggang (membaca, menggambar, bermain bola, bersepeda), sebutkan satu kegiatan yang paling kamu sukai di rumah!' (Kriteria penerimaan/acuan: Murid dapat menyebutkan secara spesifik 1 nama kegiatan kesukaan pribadinya saat waktu senggang tanpa ragu).
Proses:- Pengamatan langsung saat pengisian Lembar Kerja Diri 'Hobiku dalam Keseharian' yang berisi 4 pilihan: (1) Membaca buku, (2) Menggambar/mewarnai, (3) Bermain bola/olahraga, (4) Bersepeda/bermain aktif. (Acuan ketepatan: Murid secara mandiri memilih dan menandai tepat 1 hobi yang paling disukai diri sendiri beserta 1 penanda waktu luang kesehariannya: sepulang sekolah atau hari libur).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan pada penutup: Guru menunjuk murid untuk menyebutkan hobi yang paling disukainya dan kapan kegiatan itu biasa dilakukan dalam keseharian. (Kriteria penerimaan: Jawaban menyebutkan 1 jenis hobi diri yang sesuai dengan pilihan pada lembar kerjanya dan waktu luang yang realistis seperti sore hari/hari libur).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat murid memilih sudut aktivitas pada permainan 'Pojok Hobiku'
- Pemeriksaan ketepatan pengisian Lembar Kerja Diri 'Hobiku dalam Keseharian' (menandai 1 hobi yang paling disukai dan waktu pelaksanaannya)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi hobi yang paling disukai diri sendiri dalam keseharian | Belum mampu menentukan dan menandai 1 hobi yang paling disukai diri sendiri dari 4 pilihan aktivitas bergambar meskipun telah dibimbing secara intensif oleh guru. | Mampu menentukan dan menandai 1 hobi yang paling disukai diri sendiri dari 4 pilihan aktivitas bergambar, namun masih ragu-ragu dan membutuhkan dorongan/bimbingan guru. | Mampu mengidentifikasi dan menandai tepat 1 hobi yang paling disukai diri sendiri dari 4 pilihan aktivitas bergambar secara mandiri dan konsisten sesuai kesehariannya. | Mampu mengidentifikasi dan menandai tepat 1 hobi yang paling disukai diri sendiri dari 4 pilihan aktivitas bergambar secara mandiri penuh serta mampu melengkapi penanda waktu senggang keseharian tanpa ragu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid telah mampu mengidentifikasi satu hobi yang paling disukainya secara mandiri tanpa terpengaruh oleh pilihan temannya?
- Bagaimana efektivitas permainan 'Pojok Hobiku' dalam membantu murid menyadari minat dan kegiatan kesukaan pribadinya?
Murid:- Apakah kamu merasa senang ketika melakukan kegiatan yang paling kamu sukai di waktu luang?
- Apakah kamu sudah yakin dengan satu hobi yang kamu pilih hari ini?
Pertemuan 9 — Mengidentifikasi Identitas Dirinya Sesuai Gabungan Jenis Kelamin dan Hobi pada Lembar Isian — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.3.2 Mengidentifikasi identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin dan hobi di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan meminta murid mengangkat kartu simbol jenis kelamin (laki-laki/perempuan) dan kartu simbol hobi (menggambar/bersepeda/membaca/menyanyi/bermain bola) yang sesuai dengan dirinya (acuan: murid tepat memilih 1 simbol jenis kelamin miliknya dan 1 simbol hobi yang digemarinya) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi identitas diri berupa gabungan jenis kelamin dan hobi pada lembar isian biodata bergambar (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan contoh Lembar Isian 'Bintang Diriku' di papan tulis yang memuat dua kolom identitas: Kolom A (Pilihan Jenis Kelamin: Laki-laki / Perempuan) dan Kolom B (Pilihan Gambar Hobi: Bermain Bola, Menggambar, Membaca Buku, Bersepeda, Bernyanyi, Menari) (5 menit).
- Murid menyimak penjelasan guru tentang cara mengenali dan mencentang pilihan jenis kelamin diri sendiri serta melingkari satu atau dua hobi yang paling tepat menggambarkan kegiatan favorit diri sendiri dalam keseharian (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan cepat 'Tebak Kartu Identitasku', di mana guru membacakan 2 profil fiktif sederhana ('Aku anak berambut pendek memakai celana, hobiku menggores krayon' -> Laki-laki & Menggambar; 'Aku memakai rok dan suka mengayuh roda dua' -> Perempuan & Bersepeda) lalu murid secara serempak menunjuk gambar yang sesuai di meja masing-masing (acuan jawaban: 1. Laki-laki & Menggambar; 2. Perempuan & Bersepeda) (10 menit).
- Setiap murid menerima Lembar Isian 'Bintang Diriku' yang berisi: (1) Kolom Nama Diri; (2) Pilihan centang jenis kelamin [ ] Laki-laki / [ ] Perempuan; (3) Pilihan 6 kotak gambar hobi bertuliskan: bermain bola, membaca buku, bernyanyi, menggambar, bersepeda, merawat tanaman (10 menit).
- Murid secara mandiri mengisi lembar tersebut dengan menuliskan nama, memberi tanda centang pada kotak jenis kelamin yang sesuai dengan dirinya, dan melingkari gambar hobi yang benar-benar merupakan hobi dirinya (acuan: kesesuaian centang jenis kelamin murid dan minimal 1 hobi diri yang dilingkari tepat) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali lembar isian masing-masing secara hening untuk memastikan identitas jenis kelamin dan hobi yang dipilih sudah sesuai dengan kenyataan dirinya tanpa ada kolom yang terlewat (5 menit).
- Dua orang perwakilan murid secara sukarela menunjukkan lembar isian miliknya dan menyebutkan gabungan identitas dirinya di tempat duduk (contoh: 'Nama saya Edo, jenis kelamin laki-laki, hobi saya bermain bola') (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan bahwa setiap anak memiliki perpaduan jenis kelamin dan hobi yang khas serta saling melengkapi di kelas (5 menit).
- Guru mengumpulkan lembar isian untuk dinilai dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar isian dengan simbol visual/ikon gambar yang jelas bagi murid yang masih dalam tahap awal membaca teks.
- Proses: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan, guru mendampingi pembacaan pilihan kata jenis kelamin dan opsi hobi; bagi murid yang cepat selesai, diberikan tantangan tambahan memberi tanda bintang pada 2 hobi lain yang ingin ditekuni.
- Produk: Murid dapat menunjukkan identitas gabungan melalui tanda centang dan lingkaran pada lembar bergambar, atau menambahkan tulisan nama hobi secara mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik cepat: Murid diminta memilih kartu simbol jenis kelamin miliknya (pilihan: Laki-laki / Perempuan) dan kartu ikon hobi miliknya (pilihan: Bola / Buku / Krayon / Sepeda / Mikrofon). (Acuan: Murid tepat mengambil 1 kartu simbol jenis kelamin sesuai dirinya dan 1 kartu ikon hobi yang digemarinya).
Proses:- Penilaian formatif pada pengerjaan Lembar Isian 'Bintang Diriku'. Lembar kerja memuat 2 komponen wajib: (1) Kotak jenis kelamin: Laki-laki / Perempuan; (2) Kotak 6 pilihan gambar hobi: bermain bola, membaca buku, bernyanyi, menggambar, bersepeda, merawat tanaman. (Acuan ketepatan: Murid memberi tanda centang pada 1 jenis kelamin yang sesuai fakta dirinya, dan melingkari minimal 1 dari 6 pilihan hobi yang sesuai kegiatan favorit dirinya di lingkungan sekitar).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Guru mengajukan pertanyaan verifikasi langsung kepada murid saat mengumpulkan lembar: 'Sebutkan jenis kelaminmu dan hobi yang kamu lingkari pada lembar ini!' (Kriteria penerimaan: Murid mampu menyebutkan dengan tepat jenis kelamin dirinya dan minimal 1 hobi yang telah ditandai pada lembar isian).
Formatif:- Unjuk kerja pengisian Lembar Isian 'Bintang Diriku' (identifikasi gabungan jenis kelamin dan hobi diri)
- Observasi ketepatan mengidentifikasi identitas diri pada permainan kartu 'Tebak Kartu Identitasku'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Jenis Kelamin Diri pada Lembar Isian | Belum mampu menentukan dan mencentang jenis kelamin dirinya pada lembar isian meski telah dibimbing guru. | Mampu mencentang pilihan jenis kelamin dirinya pada lembar isian dengan bimbingan dan arahan guru. | Mampu mencentang pilihan jenis kelamin dirinya secara tepat dan mandiri sesuai fakta dirinya. | Mampu mencentang pilihan jenis kelamin dirinya secara tepat, mandiri, konsisten, dan tanpa ragu-ragu. | | Identifikasi Hobi Diri pada Lembar Isian | Belum mampu memilih atau melingkari gambar hobi yang sesuai dengan kegemaran dirinya pada lembar isian. | Mampu melingkari 1 gambar hobi yang sesuai dengan kegemaran dirinya dengan bantuan bimbingan guru. | Mampu memilih dan melingkari minimal 1 gambar hobi yang sesuai dengan kegemaran keseharian dirinya secara mandiri. | Mampu memilih dan mengidentifikasi lebih dari 1 gambar hobi yang sesuai dengan kegemaran dirinya secara mandiri dan tepat. | | Kelengkapan Pengisian Gabungan Identitas Diri | Lembar isian belum terisi baik pada kolom jenis kelamin maupun pilihan hobi. | Lembar isian hanya terisi pada salah satu bagian (hanya jenis kelamin saja atau hanya hobi saja). | Lembar isian terisi lengkap memuat gabungan jenis kelamin dan hobi diri dengan tepat. | Lembar isian terisi lengkap memuat gabungan jenis kelamin dan hobi diri dengan sangat rapi, tepat, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid dapat mengidentifikasi jenis kelamin dan hobinya secara mandiri pada lembar isian?
- Apakah media visual lembar isian bergambar sudah cukup jelas dan memudahkan murid kelas 2 memahami instruksi?
Murid:- Bagian mana dari lembar isian identitas diriku yang paling mudah aku isi?
- Apakah aku senang menunjukkan hobi kesukaanku pada lembar isian hari ini?
Pertemuan 10 — Mengidentifikasi Bahasa Daerah yang Digunakan Diri Sendiri di Rumah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.3.3 Mengidentifikasi identitas dirinya sesuai dengan bahasa serta agama dan kepercayaan di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi doa bersama (3 menit).
- Guru mengondisikan kesiapan belajar melalui yel-yel sapaan hangat dan menyampaikan bahwa hari ini murid akan belajar mengenali bahasa daerah yang digunakan di rumah masing-masing (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan menanyakan: 'Siapa yang di rumah saat memanggil ibu atau bapak menggunakan bahasa daerah seperti Jawa, Sunda, Batak, Minang, Melayu, atau bahasa daerah lainnya?' (acuan diagnostik: murid mampu mengidentifikasi apakah di rumahnya memakai bahasa daerah atau bahasa Indonesia) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperlihatkan 3 kartu contoh kata sapaan daerah di rumah pada papan tulis: Kartu A 'Matur nuwun/Kula' (bahasa Jawa), Kartu B 'Hatur nuhun/Abdi' (bahasa Sunda), dan Kartu C 'Tarimo kasih/Ambo' (bahasa Minang), lalu mengajak murid menyadari bahwa setiap keluarga bisa memiliki bahasa daerah yang menjadi bagian dari identitas dirinya (8 menit).
- Guru membimbing murid memahami bahwa bahasa daerah yang digunakan di rumah adalah bahasa yang diwariskan oleh keluarga dan merupakan salah satu identitas diri murid (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan Lembar Identifikasi Bahasa Diriku yang memuat 3 butir isian terpandu: (1) Menandai nama bahasa daerah yang digunakan di rumah sendiri (pilihan: Jawa, Sunda, Minang, Batak, Melayu, Madura, Bali, Bugis, Banjar, atau menyebutkan nama bahasa daerah lain yang digunakan; atau memilih 'Hanya Bahasa Indonesia' jika di rumah tidak menggunakan bahasa daerah), (2) Menuliskan 1 contoh kata sapaan/sebutan anggota keluarga di rumah dalam bahasa daerah tersebut (misalnya: Bapak/Ibu, Abah/Ambu, Ayah/Bundo, Amang/Inang, Papa/Mama), dan (3) Menuliskan 1 contoh kata sederhana yang sering didengar/diucapkan di rumah (misalnya kata terima kasih atau sapaan makan) (15 menit).
- Murid memainkan permainan tebak cepat 'Gema Kata Rumahku': secara bergiliran dalam kelompok berempat, tiap murid membunyikan 1 kata khas bahasa daerah di rumahnya dan teman sekelompok menebak anggota keluarga mana yang biasa mengucapkan kata tersebut (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengecek kembali hasil lembar kerjanya secara mandiri dengan memastikan nama bahasa daerah diri di rumah serta 1 contoh kata sapaan telah terisi sesuai identitas dirinya (7 menit).
- Guru membimbing murid menyimpulkan bahwa mengetahui bahasa daerah yang digunakan di rumah membantu kita mengenali identitas diri kita sendiri (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik dan penguatan atas ketepatan murid mengidentifikasi bahasa daerah dirinya di rumah (5 menit).
- Guru memandu murid menyanyikan bersama lagu daerah singkat, menyampaikan kegiatan pertemuan berikutnya tentang penggunaan bahasa Indonesia, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Disediakan kartu bergambar daftar ragam bahasa daerah populer beserta contoh panggilan keluarga untuk membantu murid yang belum mengenal nama resmi bahasa daerahnya.
- Proses: Bagi murid yang belum lancar menulis, identifikasi bahasa daerah dan kata sapaan dapat dilakukan secara lisan atau dengan menempelkan stiker pilihan kata yang telah disediakan guru; bagi murid yang sudah cepat, dapat mengidentifikasi lebih dari 1 kata khas yang digunakan di rumahnya.
- Produk: Lembar kerja dapat berupa isian tulisan sederhana berpasangan kata sapaan atau centang pilihan daftar bahasa daerah disertai simbol keluarga.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran: Guru bertanya, 'Siapa yang tahu nama bahasa daerah yang dipakai kakek, nenek, ayah, atau ibu saat berbicara di rumah?' (Acuan penerimaan: murid dapat menyebutkan nama bahasa daerah keluarganya, misal Jawa/Sunda/Minang/Batak/lainnya, atau menyatakan secara sadar bahwa di rumah hanya menggunakan bahasa Indonesia).
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja mandiri: Memastikan murid mengisi 3 butir pada lembar kerja (acuan: (1) Nama bahasa daerah diri yang digunakan di rumah terisi valid, (2) Satu kata sebutan anggota keluarga tercantum sesuai bahasa daerah tersebut, (3) Satu contoh kata sederhana sehari-hari tercantum).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi: Guru meminta murid mengacungkan jari dan menyebutkan kembali dengan tegas 1 nama bahasa daerah yang menjadi identitas dirinya di rumah (acuan kriteria: murid menyebutkan nama bahasa daerah dirinya dengan tepat atau menyatakan bahasa Indonesia bila memang keluarga penutur bahasa Indonesia tunggal).
Formatif:- Pemeriksaan Lembar Identifikasi Bahasa Diriku (memeriksa ketepatan murid mengidentifikasi nama bahasa daerah yang digunakan di rumah serta contoh sebutan/sapaan keluarga)
- Observasi unjuk kerja saat permainan 'Gema Kata Rumahku' dalam melafalkan kata khas bahasa daerah di rumahnya
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi Bahasa Daerah Diri Sendiri di Rumah | Belum mampu mengidentifikasi nama bahasa daerah yang digunakan di rumah sendiri meskipun telah diberikan pilihan dan bimbingan langsung guru. | Mampu mengidentifikasi nama bahasa daerah yang digunakan di rumah sendiri dengan bantuan pilihan kartu dari guru, namun belum dapat menyebutkan contoh kata sapaan daerahnya. | Mampu mengidentifikasi nama bahasa daerah yang digunakan di rumah sendiri serta menyebutkan 1 contoh sebutan anggota keluarga dalam bahasa tersebut secara tepat dan mandiri. | Mampu mengidentifikasi nama bahasa daerah yang digunakan di rumah sendiri, menyebutkan sebutan anggota keluarga, serta mengidentifikasi lebih dari 1 contoh kata sehari-hari dalam bahasa daerah tersebut secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah dapat mengidentifikasi nama bahasa daerah yang digunakan di rumah masing-masing?
- Bagaimana memfasilitasi murid yang di rumahnya hanya menggunakan bahasa Indonesia agar tetap memahami konsep bahasa daerah sebagai identitas keluarga?
Murid:- Apakah kamu sekarang sudah tahu nama bahasa daerah yang digunakan di rumahmu?
- Kata apa dalam bahasa daerah yang paling sering kamu dengar atau ucapkan di rumah?
Pertemuan 11 — Mengidentifikasi Penggunaan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Pemersatu oleh Diri Sendiri — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.3.3 Mengidentifikasi identitas dirinya sesuai dengan bahasa serta agama dan kepercayaan di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
- Guru melakukan apersepsi dan asesmen awal diagnostik dengan menanyakan fungsi bahasa Indonesia saat berbicara dengan teman yang berbeda bahasa daerah (acuan: bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa persatuan/pemersatu agar saling mengerti) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu oleh diri sendiri di sekolah dan lingkungan sekitar (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru tentang fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu ketika diri sendiri berkomunikasi dengan teman dari berbagai daerah di lingkungan sekolah (acuan: bahasa Indonesia membuat semua orang saling paham tanpa membedakan suku/daerah) (10 menit).
- Murid mengidentifikasi 3 contoh situasi penggunaan bahasa Indonesia oleh diri sendiri: (1) Bertanya kepada guru di kelas; (2) Mengobrol dengan teman baru pindahan dari luar daerah; (3) Membeli makanan di kantin sekolah (acuan: ketiganya merupakan contoh tepat penggunaan bahasa Indonesia untuk mempersatukan komunikasi) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan menggembirakan 'Tebak Kartu Situasi Pemersatu': secara berpasangan, murid mengambil kartu bergambar situasi lalu mengangkat tanda senyum jika situasi tersebut memerlukan penggunaan bahasa Indonesia sebagai pemersatu, atau tanda silang jika bukan (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja berisi 4 butir pernyataan untuk mengidentifikasi situasi penggunaan bahasa Indonesia oleh diri sendiri: (1) Berbicara dengan teman sekelas yang berbeda bahasa daerah -> Tepat; (2) Membaca buku teks pelajaran di depan kelas -> Tepat; (3) Memaksa teman memakai bahasa daerah sendiri saat bermain bersama -> Tidak Tepat; (4) Menjawab pertanyaan guru saat upacara atau belajar -> Tepat (acuan kunci: 1=Tepat, 2=Tepat, 3=Tidak Tepat, 4=Tepat) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar kerja dan merefleksikan pentingnya diri sendiri menggunakan bahasa Indonesia agar tercipta kerukunan dan saling memahami antarteman di sekolah (acuan refleksi: bahasa Indonesia menyatukan kita semua) (8 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan yang kita gunakan untuk berkomunikasi dengan teman yang beragam (4 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu situasi bergambar konkret bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang masih ragu membedakan konteks bahasa pemersatu, serta memberikan tantangan mandiri bagi murid yang cepat.
- Produk: Murid dapat menunjukkan pilihan jawaban dengan memberi tanda centang pada lembar kerja bergambar atau menyebutkannya secara lisan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: 'Jika kamu bertemu teman baru di sekolah yang berasal dari daerah lain dan tidak bisa bahasa daerahmu, bahasa apa yang kamu gunakan agar kalian saling paham?' (acuan jawaban: bahasa Indonesia, karena bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu).
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja identifikasi 4 butir situasi penggunaan bahasa Indonesia oleh diri sendiri: (1) Berbicara dengan teman sekelas yang berbeda bahasa daerah (Tepat); (2) Membaca buku teks pelajaran di depan kelas (Tepat); (3) Memaksa teman memakai bahasa daerah sendiri saat bermain bersama (Tidak Tepat); (4) Menjawab pertanyaan guru saat belajar (Tepat).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menyebutkan satu situasi 'Diri sendiri berkenalan dengan anak baru di taman bermain', murid mengidentifikasi apakah bahasa Indonesia tepat digunakan sebagai bahasa pemersatu (acuan jawaban: tepat, agar saling mengerti).
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja keaktifan dalam permainan kartu situasi dan pemeriksaan lembar kerja identifikasi situasi penggunaan bahasa Indonesia
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi Penggunaan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Pemersatu | Mengidentifikasi tepat 0-1 dari 4 butir situasi penggunaan bahasa Indonesia dengan bantuan penuh guru. | Mengidentifikasi tepat 2 dari 4 butir situasi penggunaan bahasa Indonesia sesuai acuan kunci. | Mengidentifikasi tepat 3 dari 4 butir situasi penggunaan bahasa Indonesia sesuai acuan kunci secara mandiri. | Mengidentifikasi tepat seluruh 4 butir situasi penggunaan bahasa Indonesia sesuai acuan kunci secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan kartu situasi berhasil membantu murid memahami fungsi bahasa Indonesia sebagai pemersatu?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam mengidentifikasi situasi penggunaan bahasa Indonesia pada lembar kerja mandiri?
Murid:- Kapan kamu menggunakan bahasa Indonesia saat di sekolah?
- Apakah kamu senang bisa berbicara dengan semua teman menggunakan bahasa Indonesia?
Pertemuan 12 — Mengidentifikasi Agama dan Kepercayaan yang Dianut oleh Diri Sendiri — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.3.3 Mengidentifikasi identitas dirinya sesuai dengan bahasa serta agama dan kepercayaan di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kelas agar rapi dan nyaman (4 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat tentang nama agama/kepercayaan yang diketahui murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu murid dapat mengidentifikasi agama atau kepercayaan yang dianut oleh diri sendiri serta mengenal pilihan agama/kepercayaan di Indonesia (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan guru yang membacakan teks esensial dari Buku Siswa mengenai 6 agama resmi dan kepercayaan di Indonesia: Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Khonghucu, serta aliran kepercayaan (acuan materi: ada 6 agama resmi yang diakui dan berbagai kepercayaan yang dilindungi) (10 menit).
- Murid bermain kuis tebak kata 'Kartu Pilihan Agama' secara interaktif dan menyenangkan: guru menunjukkan 6 kartu bergambar bertuliskan nama agama/kepercayaan, lalu murid bersama-sama menyebutkan nama agama/kepercayaan yang tertera pada kartu secara menggembirakan (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menerima Lembar Aktivitas Mandiri 'Identitasku: Agama dan Kepercayaanku' yang memuat 6 pilihan agama resmi (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Khonghucu) dan 1 pilihan Kepercayaan terhadap Tuhan YME (5 menit).
- Murid mengidentifikasi agama atau kepercayaan dirinya sendiri dengan memberi tanda centang (✓) pada salah satu pilihan yang tepat sesuai identitas dirinya di lembar kerja, lalu menuliskan kembali nama agama/kepercayaannya pada kolom isian 'Agama/Kepercayaanku adalah: [...]' (acuan ketepatan: murid mencentang dan menuliskan 1 nama agama/kepercayaan yang benar-benar dianut dirinya) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk tenang dalam lingkaran kesadaran diri (mindful reflection), menyadari identitas agama/kepercayaan yang dianut dirinya dengan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa setiap orang memiliki identitas agama atau kepercayaan yang dianut bersama keluarga dan patut disyukuri (5 menit).
- Guru memberikan penguatan, memeriksa kelengkapan pengisian lembar aktivitas, menyampaikan topik pertemuan berikutnya (simbol tempat ibadah dan kitab suci), serta menutup pelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang belum lancar membaca disediakan lembar aktivitas yang dilengkapi lambang/tulisan berhuruf besar dan didampingi pembacaannya.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan dibantu secara personal untuk menunjuk nama agama/kepercayaan dirinya, sedangkan murid yang mandiri langsung mencentang dan menuliskan nama agama/kepercayaannya sendiri.
- Produk: Murid dapat menyatakan identitas agamanya dengan mencentang pilihan gambar bertuliskan nama agama atau menuliskannya secara mandiri pada garis berbaris.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran: 'Sebutkan salah satu nama agama atau kepercayaan yang kamu ketahui di sekitarmu!' (Acuan jawaban yang diterima: salah satu dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Khonghucu, atau penghayat kepercayaan).
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja mandiri murid: murid mengidentifikasi agama/kepercayaan diri sendiri dengan mencentang 1 dari 7 pilihan yang tersedia (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Khonghucu, Kepercayaan) dan menuliskan nama agama/kepercayaannya dengan benar sesuai identitas diri.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid secara lisan atau dengan menunjukkan lembar kerjanya menyebutkan identitas agama atau kepercayaan yang dianut dirinya sendiri secara tepat (Acuan ketepatan: murid menyebutkan/menunjukkan nama agama atau kepercayaannya sendiri secara jelas dan tepat).
Formatif:- Tanya jawab lisan diagnostik pada kegiatan pendahuluan
- Pengamatan kinerja dan pemeriksaan ketepatan pengisian Lembar Aktivitas Mandiri 'Identitasku: Agama dan Kepercayaanku'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi Agama dan Kepercayaan Diri Sendiri | Belum mampu memilih atau menyebutkan agama/kepercayaan yang dianut oleh diri sendiri meskipun telah diberikan bimbingan penuh oleh guru. | Mampu memilih atau menyebutkan agama/kepercayaan yang dianut diri sendiri dengan bantuan dan arahan guru. | Mampu mengidentifikasi dan memilih 1 agama/kepercayaan yang dianut diri sendiri pada lembar kerja secara tepat dan mandiri. | Mampu mengidentifikasi, memilih, dan menuliskan kembali nama agama/kepercayaan yang dianut diri sendiri secara tepat, lengkap, dan mandiri tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah dapat mengenali dan mengidentifikasi agama atau kepercayaan yang dianut dirinya masing-masing?
- Bagaimana respons murid saat diajak mengenal keberagaman agama/kepercayaan yang diakui di Indonesia?
Murid:- Apakah kamu merasa senang belajar tentang agama dan kepercayaan yang kamu anut?
- Apakah kamu sudah bisa menyebutkan nama agamamu sendiri dengan lancar?
Pertemuan 13 — Mengidentifikasi Simbol Agama Diri Meliputi Tempat Ibadah dan Kitab Suci — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.3.3 Mengidentifikasi identitas dirinya sesuai dengan bahasa serta agama dan kepercayaan di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, berdoa bersama, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang nyaman (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran bahwa hari ini murid akan mengidentifikasi simbol agama diri berupa tempat ibadah dan kitab suci (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan menanyakan: 'Sebutkan nama tempat ibadah dan kitab suci sesuai agamamu sendiri!' (acuan jawaban: murid Islam menjawab Masjid dan Al-Qur'an; Kristen menjawab Gereja dan Alkitab; Katolik menjawab Gereja dan Alkitab; Hindu menjawab Pura dan Weda; Buddha menjawab Vihara dan Tripitaka; Khonghucu menjawab Klenteng/Litang dan Sishu Wujing) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan 6 gambar tempat ibadah (Masjid, Gereja Kristen, Gereja Katolik, Pura, Vihara, Klenteng) dan 6 tulisan/gambar kitab suci (Al-Qur'an, Alkitab Kristen, Alkitab Katolik, Weda, Tripitaka, Sishu Wujing) di papan tulis, lalu menjelaskan simbol agama diri masing-masing murid secara runtut (12 menit).
- Murid secara bergantian menunjukkan gambar tempat ibadah dan kitab suci yang sesuai dengan agama yang dianut dirinya sendiri di papan tulis (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru membagikan Lembar Kerja 'Simbol Agamaku' yang memuat 2 tugas identifikasi simbol agama diri: (1) mencentang 1 gambar tempat ibadah diri dari 6 pilihan gambar berlabel (Masjid, Gereja Kristen, Gereja Katolik, Pura, Vihara, Klenteng), dan (2) melingkari 1 nama kitab suci diri dari 6 pilihan kata (Al-Qur'an, Alkitab Kristen, Alkitab Katolik, Weda, Tripitaka, Sishu Wujing) (12 menit).
- Dalam kegiatan permainan edukatif berpasangan 'Tebak Kartu Simbol Diri', murid memegang 2 kartu miliknya (1 kartu gambar tempat ibadah diri dan 1 kartu teks kitab suci diri) lalu saling menunjukkan kepada pasangannya sambil menyebutkan nama simbol agama diri masing-masing dengan gembira (16 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru memeriksa kembali ketepatan pemilihan tempat ibadah dan kitab suci diri pada lembar kerja masing-masing (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan nama tempat ibadah dan kitab suci sebagai simbol identitas agama diri (4 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat kepada murid untuk menyebutkan kembali tempat ibadah dan kitab suci dirinya, mengapresiasi keaktifan murid, dan menutup sesi dengan doa bersama (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar konkret dengan simbol dan tulisan nama tempat ibadah serta kitab suci yang lebih besar dan jelas; murid yang sudah mahir diberikan kartu dengan variasi gambar arsitektur tempat ibadah dan penulisan nama kitab suci tanpa petunjuk warna.
- Proses: Murid yang memerlukan scaffolding dibimbing langsung oleh guru secara visual dengan menunjuk langsung pilihan yang tepat; murid yang mandiri langsung memilih dan mengerjakan lembar kerja secara mandiri.
- Produk: Murid dapat mengidentifikasi dengan cara mencentang/melingkari gambar simbol agama diri atau menempelkan kartu simbol agama diri pada lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan awal di pendahuluan: 'Sebutkan nama tempat ibadah dan kitab suci sesuai agamamu sendiri!' (Acuan jawaban: Islam = Masjid dan Al-Qur'an; Kristen = Gereja dan Alkitab; Katolik = Gereja dan Alkitab; Hindu = Pura dan Weda; Buddha = Vihara dan Tripitaka; Khonghucu = Klenteng/Litang dan Sishu Wujing).
Proses:- Observasi saat kegiatan inti Mengaplikasi: guru memeriksa ketepatan murid memilih 1 gambar tempat ibadah diri dan 1 nama kitab suci diri pada Lembar Kerja 'Simbol Agamaku' serta ketepatan menunjukkan kartu simbol diri pada aktivitas berpasangan (acuan kunci jawaban: Islam = Masjid, Al-Qur'an; Kristen = Gereja, Alkitab; Katolik = Gereja, Alkitab; Hindu = Pura, Weda; Buddha = Vihara, Tripitaka; Khonghucu = Klenteng/Litang, Sishu Wujing).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk murid secara acak dan menanyakan: 'Apa nama tempat ibadah dan kitab sucimu?' (Kriteria penerimaan: murid tepat menyebutkan 2 dari 2 simbol agama dirinya sesuai acuan: Islam -> Masjid & Al-Qur'an; Kristen -> Gereja & Alkitab; Katolik -> Gereja & Alkitab; Hindu -> Pura & Weda; Buddha -> Vihara & Tripitaka; Khonghucu -> Klenteng/Litang & Sishu Wujing).
Formatif:- Pengamatan kinerja unjuk identifikasi murid saat menunjuk dan memasangkan kartu simbol agama diri (tempat ibadah dan kitab suci)
- Pemeriksaan Lembar Kerja 'Simbol Agamaku' (mencentang 1 gambar tempat ibadah diri dan melingkari 1 nama kitab suci diri)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi Tempat Ibadah Diri | Belum mampu memilih gambar tempat ibadah diri meskipun telah diberikan bimbingan penuh oleh guru. | Mampu memilih gambar tempat ibadah diri dengan bantuan dan arahan guru. | Mampu mengidentifikasi dan memilih 1 gambar tempat ibadah diri secara tepat dan mandiri sesuai agama yang dianutnya (Acuan: Islam -> Masjid; Kristen -> Gereja; Katolik -> Gereja; Hindu -> Pura; Buddha -> Vihara; Khonghucu -> Klenteng/Litang). | Mampu mengidentifikasi dan memilih 1 gambar tempat ibadah diri secara tepat, mandiri, dan konsisten tanpa keraguan. | | Mengidentifikasi Kitab Suci Diri | Belum mampu mengidentifikasi nama kitab suci diri meskipun telah diberikan bimbingan penuh oleh guru. | Mampu mengidentifikasi nama kitab suci diri dengan bantuan petunjuk dari guru. | Mampu mengidentifikasi dan memilih 1 nama kitab suci diri secara tepat dan mandiri sesuai agama yang dianutnya (Acuan: Islam -> Al-Qur'an; Kristen -> Alkitab; Katolik -> Alkitab; Hindu -> Weda; Buddha -> Tripitaka; Khonghucu -> Sishu Wujing). | Mampu mengidentifikasi dan memilih 1 nama kitab suci diri secara tepat, mandiri, dan konsisten tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mampu mengidentifikasi tempat ibadah dan kitab suci agamanya masing-masing secara tepat?
- Bagian kegiatan mana yang paling membantu murid memahami simbol agama dirinya secara bermakna dan menyenangkan?
Murid:- Apakah kamu sudah tahu nama tempat ibadah dan kitab suci agamamu sendiri?
- Kegiatan mana yang paling kamu sukai saat belajar simbol tempat ibadah dan kitab suci hari ini?
Pertemuan 14 — Mengidentifikasi Identitas Dirinya Sesuai Bahasa serta Agama dan Kepercayaan secara Lengkap — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.3.3 Mengidentifikasi identitas dirinya sesuai dengan bahasa serta agama dan kepercayaan di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, memimpin doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid di kelas (3 menit).
- Guru mengondisikan suasana belajar dengan ice breaking tepuk ceria 'Tepuk Bahasa dan Doa' untuk membangun semangat (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menanyakan secara lisan kepada murid: 'Sebutkan bahasa yang kamu pakai di rumah dan sebutkan agama yang kamu anut' (acuan penerimaan: murid dapat menyebutkan minimal satu nama bahasa komunikasi diri dan satu nama agama/kepercayaan diri) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan guru melalui bagan ringkasan di papan tulis tentang cara melengkapi identitas diri secara utuh yang mencakup 4 unsur: (1) Bahasa daerah di rumah, (2) Bahasa pemersatu di sekolah, (3) Agama atau kepercayaan diri, dan (4) Tempat ibadah agama diri (10 menit).
- Murid bermain kuis tebak cepat 'Pasang Label Identitas' di papan tulis untuk mengonfirmasi pemahaman 4 unsur identitas; murid menempelkan kartu nama bahasa dan simbol ibadah yang sesuai pada bagan contoh tokoh fiktif (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran):- Murid menerima Lembar Paspor Identitasku yang memuat 4 butir isian terpandu: (1) Bahasa daerah di rumahku: [......], (2) Bahasa yang kugunakan di sekolah: [Bahasa Indonesia], (3) Agama/kepercayaanku: [......], (4) Tempat ibadah agamaku: [......] (kriteria penerimaan: butir 1 diisi nama bahasa daerah yang dipahami/digunakan murid seperti Jawa/Sunda/Madura/Minang/Batak/lainnya atau bahasa Indonesia bila satu-satunya; butir 2 terisi Bahasa Indonesia; butir 3 terisi salah satu dari Islam/Kristen/Katolik/Hindu/Buddha/Khonghucu/nama penganut kepercayaan yang dianut; butir 4 terisi tempat ibadah yang tepat sesuai agamanya yaitu Masjid untuk Islam, Gereja untuk Kristen/Katolik, Pura untuk Hindu, Vihara untuk Buddha, Klenteng untuk Khonghucu, atau Sanggar/tempat ibadah kepercayaan) (12 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Paspor Identitasku secara mandiri dengan bimbingan terfokus dari guru bagi yang memerlukan arahan menulis (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid memeriksa kembali keutuhan lembar isian identitasnya secara berpasangan dengan teman sebangku untuk memastikan keempat unsur (bahasa daerah, bahasa Indonesia, agama, tempat ibadah) telah terisi lengkap (5 menit).
- Murid menyampaikan satu kalimat penegasan tentang identitas dirinya sendiri di meja masing-masing secara bergantian: 'Aku berbicara menggunakan [nama bahasa daerah/Indonesia] dan agamaku adalah [nama agama/kepercayaan]' (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan bahwa setiap orang memiliki identitas lengkap yang meliputi bahasa yang digunakan serta agama dan tempat ibadahnya masing-masing (5 menit).
- Guru memberikan penguatan, memotivasi murid, dan menutup pelajaran dengan doa penutup serta salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan lembar kerja dengan petunjuk pilihan bergambar dan tulisan pilihan nama agama serta tempat ibadah; murid yang mandiri mengisi lembar isian terbuka secara langsung.
- Proses: Guru memberikan pendampingan intensif bagi murid yang masih meraba simbol tempat ibadahnya saat pengisian mandiri.
- Produk: Semua murid menghasilkan Lembar Paspor Identitasku yang terisi 4 unsur identitas lengkap (boleh berupa tulisan mandiri atau melengkapi kata yang disediakan).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan di awal pembelajaran: guru meminta murid menyebutkan bahasa yang digunakan di rumah dan agama yang dianutnya (kriteria penerimaan kesiapan: murid dapat menyebutkan minimal satu nama bahasa komunikasi diri dan satu nama agama/kepercayaan yang dianutnya).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan dan kelengkapan 4 isian pada Lembar Paspor Identitasku: (1) Bahasa daerah di rumah, (2) Bahasa di sekolah (Bahasa Indonesia), (3) Agama/kepercayaan diri, dan (4) Tempat ibadah diri (acuan ketepatan pasangan agama-tempat ibadah: Islam - Masjid; Kristen/Katolik - Gereja; Hindu - Pura; Buddha - Vihara; Khonghucu - Klenteng/Kelenteng; Penghayat Kepercayaan - Sanggar/tempat ibadah kepercayaan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: murid melafalkan identitas dirinya mencakup bahasa yang digunakan dan agama/kepercayaan diri beserta tempat ibadah (kriteria penerimaan: kesesuaian antara agama yang disebut dengan tempat ibadah agamanya sendiri tanpa keliru).
Formatif:- Pemeriksaan Lembar Paspor Identitasku berisi 4 komponen lengkap identitas bahasa serta agama dan kepercayaan
- Pengamatan lisan saat penegasan identitas diri di sesi merefleksi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan dan ketepatan mengidentifikasi identitas bahasa serta agama dan kepercayaan diri | Mengidentifikasi 1 dari 4 unsur identitas diri (bahasa daerah, bahasa Indonesia, agama, tempat ibadah) pada lembar isian dengan tepat. | Mengidentifikasi 2 dari 4 unsur identitas diri (bahasa daerah, bahasa Indonesia, agama, tempat ibadah) pada lembar isian dengan tepat. | Mengidentifikasi 3 dari 4 unsur identitas diri (bahasa daerah, bahasa Indonesia, agama, tempat ibadah) pada lembar isian dengan tepat. | Mengidentifikasi seluruh 4 unsur identitas diri (bahasa daerah, bahasa Indonesia, agama, tempat ibadah) pada lembar isian secara lengkap dan tepat mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat mengidentifikasi unsur bahasa dan agamanya secara lengkap tanpa tertukar?
- Bagian mana dari aktivitas melengkapi paspor identitas yang paling membutuhkan bimbingan individual?
Murid:- Apakah kamu sudah dapat menyebutkan bahasa daerah, bahasa Indonesia, agama, dan tempat ibadahmu dengan lengkap?
- Apa hal yang paling kamu sukai saat mengisi paspor identitas dirimu hari ini?
Pertemuan 15 — Menghargai Identitas Dirinya Sesuai Jenis Kelamin dalam Aktivitas Bersama di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.3.4 Menghargai identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin, hobi, bahasa, serta agama dan kepercayaan di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, doa bersama, dan presensi (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini mengenai cara menghargai identitas dirinya sebagai anak laki-laki atau anak perempuan dalam aktivitas bersama di kelas/sekolah (3 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik awal dengan membacakan 2 situasi: (1) 'Saat piket kelas, anak laki-laki menyapu dan anak perempuan merapikan meja bersama-sama dengan rukun tanpa saling mengejek.' (2) 'Saat bermain bola, ada anak yang mengejek temannya karena jenis kelaminnya.' Murid menunjukkan gestur jempol ke atas jika menunjukkan sikap saling menghargai identitas diri dan jempol ke bawah jika tidak menghargai (acuan: situasi 1 = jempol ke atas/menghargai, situasi 2 = jempol ke bawah/tidak menghargai) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru melalui pengamatan 3 gambar aktivitas bersama di sekolah: Gambar A (anak laki-laki dan perempuan bersama-sama membawa ember dan menyiram tanaman), Gambar B (anak laki-laki dan perempuan bermain lompat tali bergantian secara gembira), dan Gambar C (anak laki-laki dan perempuan berbagi tugas membersihkan papan tulis). Guru mengarahkan pemahaman bahwa setiap anak, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki nilai berharga dan wajib menghargai dirinya saat beraktivitas bersama tanpa merasa minder atau membedakan (10 menit).
- Murid menjawab secara lisan contoh sikap menghargai identitas diri sesuai jenis kelamin saat bermain atau belajar bersama (acuan: bangga dengan identitas dirinya sebagai laki-laki/perempuan, percaya diri ikut serta dalam kegiatan, bersikap santun dan tidak membatasi pertemanan) (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid melakukan permainan interaktif 'Tepuk Setara dan Berbagi Peran' secara berpasangan atau kelompok campuran laki-laki dan perempuan untuk melatih rasa percaya diri dan menghargai peran diri dalam aktivitas bersama (10 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Kerja Sikap Menghargai Identitas Diri yang memuat 4 butir pernyataan sikap: (1) 'Aku merasa percaya diri berpartisipasi dalam tugas kelompok membersihkan kelas bersama teman laki-laki dan perempuan.' (2) 'Aku menolak bekerja sama karena teman sekelompokku berbeda jenis kelamin.' (3) 'Aku menghargai diriku sebagai anak laki-laki/perempuan dengan bermain secara sopan dan rukun bersama siapa saja.' (4) 'Aku mengejek teman yang berbeda jenis kelamin saat berolahraga bersama.' Murid memberi tanda centang (V) pada pilihan 'Menghargai' atau 'Tidak Menghargai' (acuan kunci: nomor 1 = Menghargai, nomor 2 = Tidak Menghargai, nomor 3 = Menghargai, nomor 4 = Tidak Menghargai) (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru membahas hasil Lembar Kerja dan murid menandai sikap yang sudah diterapkannya dalam aktivitas sehari-hari di sekolah (8 menit).
- Murid mengungkapkan satu komitmen sederhana secara bergantian di tempat duduk tentang bagaimana ia menghargai identitas dirinya sebagai anak laki-laki atau perempuan saat bekerja sama di kelas (contoh komitmen yang diterima: 'Aku bangga menjadi anak perempuan/laki-laki dan mau bekerja sama dengan semua teman') (7 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran bahwa anak laki-laki dan perempuan sama-sama berharga dan harus saling menghargai dalam setiap aktivitas bersama (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap komitmen murid, menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh murid, dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan gambar situasi dengan simbol visual (warna/ikon) bagi murid yang membutuhkan bantuan membaca kalimat secara mandiri.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung (scaffolding) membacakan pernyataan lembar kerja bagi murid yang belum lancar membaca, serta memberi kesempatan murid yang cepat untuk memilih 1 situasi tambahan dari pengalaman nyata di kelas.
- Produk: Murid dapat memberikan tanda centang langsung pada lembar bergambar atau menyampaikan pilihan jawabannya secara lisan terpandu.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik dengan respons gestur (jempol ke atas = menghargai, jempol ke bawah = tidak menghargai) terhadap 2 situasi aktivitas bersama: (1) Bekerja sama membersihkan kelas antara laki-laki dan perempuan dengan rukun (acuan: jempol ke atas); (2) Mengejek teman karena perbedaan jenis kelamin saat bermain (acuan: jempol ke bawah).
Proses:- Penilaian formatif pada pengerjaan Lembar Kerja Sikap Menghargai Identitas Diri 4 butir: Butir (1) Sikap percaya diri dalam tugas kelompok campuran (kunci: Menghargai); Butir (2) Menolak bekerja sama karena beda jenis kelamin (kunci: Tidak Menghargai); Butir (3) Bermain sopan dan percaya diri dengan siapa saja (kunci: Menghargai); Butir (4) Mengejek teman berbeda jenis kelamin saat olahraga (kunci: Tidak Menghargai).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir lisan/reflektif: murid menyebutkan kembali minimal 1 tindakan nyata menghargai identitas dirinya sebagai laki-laki atau perempuan saat aktivitas bersama teman (kriteria penerimaan: menyebutkan sikap percaya diri, tidak merasa rendah diri, bersikap sopan, atau mau bekerja sama rukun tanpa mengejek).
Formatif:- Observasi unjuk sikap menghargai identitas diri selama aktivitas permainan kelompok campuran laki-laki dan perempuan.
- Pemeriksaan ketepatan pengisian Lembar Kerja Sikap Menghargai Identitas Diri (4 butir pernyataan).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menghargai identitas diri sesuai jenis kelamin dalam aktivitas bersama | Belum mampu menentukan sikap menghargai identitas diri sesuai jenis kelamin pada lembar kerja (0-1 butir tepat dari 4 butir acuan) dan membutuhkan bimbingan penuh guru. | Mulai mampu menentukan sikap menghargai identitas diri sesuai jenis kelamin pada lembar kerja (2 butir tepat dari 4 butir acuan) dengan arahan guru. | Mampu menentukan sikap menghargai identitas diri sesuai jenis kelamin pada lembar kerja secara tepat (3-4 butir tepat dari 4 butir acuan) secara mandiri. | Sangat konsisten menentukan seluruh sikap menghargai identitas diri sesuai jenis kelamin pada lembar kerja (4 butir tepat dari 4 butir acuan) secara mandiri serta mampu memberikan contoh tindakan nyata menghargai diri dalam keseharian. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid aktif berpartisipasi dan merasa nyaman dalam aktivitas bersama tanpa canggung atau membedakan jenis kelamin?
- Bagian langkah mana yang paling efektif dalam menumbuhkan kesadaran murid untuk menghargai identitas dirinya?
Murid:- Bagaimana perasaanmu saat belajar dan bermain bersama teman laki-laki dan perempuan hari ini?
- Sikap baik apa yang akan kamu lakukan untuk menghargai dirimu saat bermain bersama teman-teman besok?
Pertemuan 16 — Menghargai Identitas Dirinya Sesuai Pilihan Hobi Tanpa Membandingkan dengan Orang Lain — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.3.4 Menghargai identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin, hobi, bahasa, serta agama dan kepercayaan di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran dan melakukan asesmen awal berupa kuis lisan jempol mengenai sikap menghargai hobi diri: guru membacakan pernyataan 'Aku senang dan bangga dengan hobiku sendiri meskipun teman lain punya hobi berbeda', murid menunjukkan jempol ke atas jika setuju atau jempol ke bawah jika tidak (acuan kesiapan: jempol ke atas menandakan kesiapan menerima dan menghargai hobi diri sendiri) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu belajar menghargai identitas diri sendiri sesuai pilihan hobi tanpa membandingkan atau merasa minder dengan orang lain (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mendengarkan cerita guru tentang dua tokoh: Budi yang suka menggambar dan Doni yang suka bermain bola, di mana Budi tetap percaya diri dan senang dengan hobinya tanpa merasa lebih buruk dari Doni (8 menit).
- Guru memandu tanya jawab terarah tentang makna menghargai hobi diri: setiap hobi itu istimewa, bermanfaat, dan tidak perlu dibanding-bandingkan dengan hobi orang lain (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan riang 'Tepuk Hobi Bangga': guru menyebutkan aneka hobi (misal: membaca, menyanyi, berlari, menggambar), murid yang menyukai hobi tersebut melompat satu kali sambil tersenyum riang menunjukkan rasa bangga pada pilihan hobinya (10 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Kerja 'Aku Bangga pada Hobiku': murid memilih 4 pernyataan sikap menghargai hobi diri dengan memberi tanda centang (V) pada pernyataan yang tepat dan tanda silang (X) pada pernyataan yang salah dari 4 butir yang tersedia: (1) 'Aku tetap menyukai hobiku walaupun teman punya hobi lain', (2) 'Aku merasa sedih dan malu karena hobiku tidak sama dengan teman sebangku', (3) 'Semua hobi baik dan aku bangga dengan hobiku sendiri', (4) 'Aku ingin meniru hobi orang lain karena merasa hobiku jelek' (acuan kunci jawaban: butir 1 centang [V], butir 2 silang [X], butir 3 centang [V], butir 4 silang [X]) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengajak murid hening sejenak, meletakkan tangan di dada, lalu mengucapkan kalimat penegasan diri bersama-sama: 'Hobiku pilihanku, aku senang dan bangga pada diriku' (5 menit).
- Beberapa murid menyampaikan secara lisan satu kalimat penegasan bahwa mereka puas dan menghargai hobinya sendiri (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa menghargai hobi diri berarti merasa bangga, senang, dan tidak membandingkan kesukaan sendiri dengan orang lain (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas sikap positif seluruh murid, memberikan pesan penguatan moral, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar kerja dengan simbol visual pendukung (gambar ikon ekspresi senyum dan sedih) di samping teks pernyataan untuk membantu murid yang membaca terbimbing.
- Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru membacakan setiap pernyataan secara bergantian; bagi murid yang mandiri, dipersilakan membaca dan menandai lembar kerja secara mandiri.
- Produk: Semua murid menyelesaikan lembar kerja 4 butir pernyataan sikap dengan kriteria penerimaan yang sama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Kuis respon isyarat gerak (jempol ke atas/ke bawah) terhadap 1 pernyataan diagnostik kesiapan: 'Aku senang dan bangga dengan hobiku sendiri meskipun teman lain punya hobi berbeda' (acuan jawaban: jempol ke atas menunjukkan kesiapan memahami sikap menghargai hobi diri).
Proses:- Pemeriksaan hasil kerja pada 4 butir pernyataan sikap Lembar Kerja: (1) 'Aku tetap menyukai hobiku walaupun teman punya hobi lain' -> acuan: V (benar/centang); (2) 'Aku merasa sedih dan malu karena hobiku tidak sama dengan teman sebangku' -> acuan: X (salah/silang); (3) 'Semua hobi baik dan aku bangga dengan hobiku sendiri' -> acuan: V (benar/centang); (4) 'Aku ingin meniru hobi orang lain karena merasa hobiku jelek' -> acuan: X (salah/silang).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan akhir sesi: Murid menjawab pertanyaan guru 'Apakah kita boleh merasa malu dengan hobi baik yang kita sukai?' (acuan jawaban yang diterima: tidak boleh/tidak malu, karena kita harus bangga dan menghargai hobi diri sendiri).
Formatif:- Pemeriksaan lembar kerja 4 butir pernyataan sikap menghargai pilihan hobi diri sendiri
- Observasi unjuk sikap percaya diri dan menghargai hobi diri selama kegiatan penegasan refleksi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menghargai pilihan hobi diri sendiri tanpa membandingkan | Belum mampu menentukan sikap menghargai hobi diri (0-1 dari 4 butir pernyataan pada lembar kerja dijawab sesuai acuan). | Mulai mampu menentukan sikap menghargai hobi diri dengan bimbingan penuh guru (2 dari 4 butir pernyataan pada lembar kerja dijawab sesuai acuan). | Mampu menentukan sikap menghargai hobi diri sendiri tanpa membandingkan secara mandiri (3 dari 4 butir pernyataan pada lembar kerja dijawab sesuai acuan). | Sangat konsisten dan tepat dalam menentukan seluruh sikap menghargai hobi diri sendiri tanpa membandingkan secara mandiri (tepat 4 dari 4 butir pernyataan pada lembar kerja dijawab sesuai acuan). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid menunjukkan rasa bangga dan nyaman terhadap pilihan hobi pribadinya?
- Apakah aktivitas permainan dan lembar kerja efektif menanamkan sikap tidak membanding-bandingkan diri dengan orang lain?
Murid:- Bagaimana perasaanmu terhadap hobimu sendiri setelah belajar hari ini?
- Apakah kamu masih merasa malu atau iri jika hobi temanmu berbeda dengan hobimu?
Pertemuan 17 — Menghargai Identitas Dirinya Sesuai Bahasa Daerah dan Bahasa Indonesia yang Digunakan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.3.4 Menghargai identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin, hobi, bahasa, serta agama dan kepercayaan di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memfasilitasi doa bersama, menyapa murid, dan mengecek presensi (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-17, yaitu belajar bersikap bangga dan menghargai identitas diri sesuai bahasa daerah dan bahasa Indonesia yang digunakan sehari-hari (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat mengenai sikap terhadap bahasa daerah dan bahasa Indonesia yang digunakan murid (acuan: murid menyatakan senang/bangga atau malu/tidak terhadap bahasa yang digunakannya) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mengamati 2 gambar situasi: Gambar 1 (anak berbicara ramah menggunakan bahasa daerah bersama kakek di rumah) dan Gambar 2 (anak berbicara santun menggunakan bahasa Indonesia bersama guru dan teman di kelas) (5 menit).
- Guru membimbing murid menyadari bahwa bahasa daerah adalah identitas warisan keluarga yang patut dibanggakan di rumah, sedangkan bahasa Indonesia adalah identitas pemersatu yang kita hargai saat belajar bersama teman di sekolah (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid melakukan permainan interaktif 'Kartu Senyum Bahasaku': guru membacakan 4 pernyataan sikap secara bergantian, lalu murid mengangkat kartu 'Wajah Tersenyum' jika sikap tersebut menunjukkan menghargai bahasa sendiri, atau kartu 'Wajah Datar' jika bukan: (1) Merasa senang menyapa keluarga dengan bahasa daerah; (2) Malu mengakui bahasa daerah yang dipakai di rumah; (3) Percaya diri berbicara bahasa Indonesia di kelas; (4) Menolak memakai bahasa Indonesia saat berbicara dengan teman yang berbeda suku. (Acuan kunci: 1 = Senyum, 2 = Datar, 3 = Senyum, 4 = Datar) (15 menit).
- Murid secara mandiri memberi tanda centang (V) pada lembar aktivitas sikap menghargai bahasa diri berisi 4 butir: (1) Aku senang dan bangga menggunakan bahasa daerahku di rumah; (2) Aku tidak mengejek bahasa daerah keluargaku; (3) Aku bangga belajar dan berbicara menggunakan bahasa Indonesia; (4) Aku memakai bahasa Indonesia agar dapat dipahami semua teman di sekolah (acuan: seluruh 4 pernyataan dicentang setuju sebagai bentuk menghargai identitas bahasa diri) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merefleksikan perasaan diri saat menggunakan bahasa daerah di rumah dan bahasa Indonesia di sekolah melalui gestur jempol (jempol ke atas = bangga dan nyaman) (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan bahwa menggunakan bahasa daerah di rumah dan bahasa Indonesia di sekolah adalah wujud menghargai identitas diri yang hebat (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam perpisahan (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi dengan pembacaan butir pernyataan secara perlahan disertai simbol visual jempol/senyum, sedangkan murid yang mandiri langsung membaca teks sederhana pada lembar aktivitas.
- Proses: Pada permainan kartu, murid yang masih ragu dapat melihat peragaan contoh dari guru terlebih dahulu sebelum mengangkat kartu jawabannya.
- Produk: Murid menandai sikap menghargai identitas bahasa diri dengan mencentang lembar atau menunjukkan kartu ekspresi senyum/jempol sesuai kenyamanan motoriknya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: 'Bagaimana perasaanmu ketika berbicara menggunakan bahasa daerah di rumah dan bahasa Indonesia di sekolah?' (acuan: murid menyatakan perasaan positif/senang/bangga terhadap bahasa daerah yang digunakan di rumah dan bahasa Indonesia di sekolah).
Proses:- Pengamatan keterlibatan murid dalam menunjukkan kartu senyum/datar pada 4 pernyataan sikap bahasa (acuan kunci: butir 1 senyum, butir 2 datar, butir 3 senyum, butir 4 datar).
- Pemeriksaan lembar aktivitas mencentang 4 butir pernyataan sikap menghargai bahasa diri (acuan kunci: keempat butir [1, 2, 3, 4] dicentang sebagai cerminan menghargai identitas diri sesuai bahasa yang digunakan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: murid diminta memilih satu kata perasaan (Bangga / Malu) saat menggunakan bahasa Indonesia di kelas dan bahasa daerah di rumah (acuan jawaban: Bangga untuk kedua situasi).
Formatif:- Observasi respon murid saat permainan 'Kartu Senyum Bahasaku'
- Penilaian lembar kerja pilihan sikap menghargai bahasa daerah dan bahasa Indonesia (4 butir pernyataan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Sikap menghargai identitas diri sesuai bahasa daerah dan bahasa Indonesia yang digunakan | Belum menunjukkan sikap menghargai identitas bahasa dirinya (hanya menyetujui 0-1 dari 4 pernyataan sikap positif dengan bimbingan penuh guru). | Mulai menunjukkan sikap menghargai identitas bahasa dirinya (menyetujui 2 dari 4 pernyataan sikap positif pada lembar kerja dengan bimbingan). | Menunjukkan sikap menghargai identitas bahasa dirinya secara konsisten (menyetujui 3 dari 4 pernyataan sikap positif pada lembar kerja secara mandiri). | Sangat menunjukkan sikap menghargai identitas bahasa dirinya secara utuh (menyetujui seluruh 4 pernyataan sikap positif [senang berbahasa daerah di rumah, tidak malu, bangga berbahasa Indonesia, dan memakai bahasa Indonesia untuk bersatu] secara mandiri). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid merasa nyaman dan percaya diri saat mengakui serta menghargai bahasa daerah dan bahasa Indonesia yang digunakannya?
- Apakah langkah permainan kartu memfasilitasi murid memahami perbedaan situasi penggunaan bahasa dengan menyenangkan?
Murid:- Apakah kamu merasa bangga menggunakan bahasa daerahmu saat bersama keluarga?
- Apakah kamu merasa senang dan percaya diri berbicara bahasa Indonesia bersama guru dan teman-teman di kelas?
Pertemuan 18 — Menghargai Identitas Dirinya Sesuai Agama dan Kepercayaan saat Menjalankan Ibadah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.3.4 Menghargai identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin, hobi, bahasa, serta agama dan kepercayaan di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru mengkondisikan kelas, mengucap salam, membimbing doa bersama, dan memeriksa presensi murid (5 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik awal dengan bertanya: 'Bagaimana sikap yang baik saat waktu ibadah tiba?' dan 'Apa yang kita lakukan saat teman sedang berdoa?' (acuan: sikap khusyuk/sungguh-sungguh pada ibadah sendiri dan tidak mengganggu/tenang saat orang lain beribadah) (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan kegiatan hari ini, yaitu belajar menghargai identitas diri sesuai agama dan kepercayaan saat menjalankan ibadah (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dan gambar situasi tentang sikap bersungguh-sungguh serta bangga saat menjalankan ibadah sesuai agama masing-masing tanpa merasa malu atau merendahkan cara ibadah orang lain (10 menit).
- Murid menjawab secara lisan 2 contoh sikap menghargai identitas diri saat beribadah: (1) Berdoa dengan tertib dan tenang, (2) Senang menjalankan ajaran agama sendiri dengan rajin (acuan: jawaban memuat ketertiban/kesungguhan beribadah sendiri) (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan aktivitas kuis menggembirakan 'Tepuk Khusyuk dan Hening': murid merespons gambar situasi ibadah; bila menampilkan sikap menghargai ibadah diri (misal: berdoa dengan khusyuk) murid bertepuk tangan gembira dua kali, bila gambar menunjukkan sikap mengganggu ibadah murid memberikan tanda tangan silang di dada (10 menit).
- Murid mengerjakan lembar pilihan sikap berisi 4 pernyataan berikut: (1) 'Saya berdoa dengan sungguh-sungguh sesuai ajaran agama saya' [Setuju/Tidak Setuju; acuan: Setuju], (2) 'Saya malu berdoa sebelum makan di hadapan teman' [Setuju/Tidak Setuju; acuan: Tidak Setuju], (3) 'Saya menjalankan ibadah tepat waktu dengan rasa gembira' [Setuju/Tidak Setuju; acuan: Setuju], (4) 'Saya berhenti bermain sejenak untuk beribadah saat waktunya tiba' [Setuju/Tidak Setuju; acuan: Setuju] (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama bimbingan guru memeriksa jawaban pada lembar pilihan sikap untuk menyadari pentingnya rasa syukur dan sikap menghargai tata cara ibadah agama diri sendiri (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa menghargai identitas diri dalam agama diwujudkan dengan beribadah secara sungguh-sungguh, tepat waktu, dan bangga akan keyakinan sendiri (3 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan dibantu dengan pembacaan teks pernyataan bergambar, sedangkan murid yang mandiri membaca teks pernyataan sendiri.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan diberikan penuntun visual ekspresi senang saat beribadah.
- Produk: Murid dapat memberikan tanda centang pada opsi teks atau melingkari simbol senyum/sedih pada lembar pilihan sikap.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan: 'Bagaimana sikap yang baik saat waktu ibadah tiba?' dan 'Apa yang kita lakukan saat teman sedang berdoa?' (acuan: sikap khusyuk/sungguh-sungguh pada ibadah sendiri dan tidak mengganggu/tenang saat orang lain beribadah).
Proses:- Observasi partisipasi aktif murid pada kuis 'Tepuk Khusyuk dan Hening' dan pemeriksaan ketepatan respon pada 4 butir lembar pilihan sikap menghargai identitas diri dalam beribadah.
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan hasil lembar pilihan 4 pernyataan: butir (1) Setuju, butir (2) Tidak Setuju, butir (3) Setuju, butir (4) Setuju (acuan: minimal 3 butir dijawab tepat untuk kriteria berkembang).
Formatif:- Pemeriksaan lembar pilihan 4 butir pernyataan sikap menghargai identitas diri sesuai agama saat beribadah
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menghargai identitas dirinya sesuai agama dan kepercayaan saat menjalankan ibadah | Belum mampu menentukan sikap menghargai identitas diri saat beribadah pada lembar kerja (0-1 pernyataan tepat dari 4 butir acuan). | Mulai mampu menentukan sikap menghargai identitas diri saat beribadah pada lembar kerja (2 pernyataan tepat dari 4 butir acuan). | Mampu menentukan sikap menghargai identitas diri saat beribadah pada lembar kerja secara tepat (3 pernyataan tepat dari 4 butir acuan). | Sangat mandiri dan konsisten menentukan sikap menghargai identitas diri saat beribadah pada lembar kerja secara tepat (seluruh 4 pernyataan tepat dari 4 butir acuan). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi dan ilustrasi sikap beribadah yang disajikan mudah dipahami oleh murid Fase A?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam merefleksikan rasa bangga terhadap ajaran agamanya sendiri?
Murid:- Bagaimana perasaanmu saat dapat beribadah sesuai dengan agamamu sendiri?
- Apakah kamu merasa senang dan tidak malu saat berdoa menurut agamamu?
Pertemuan 19 — Menghargai Keberagaman Identitas Diri Teman di Lingkungan Sekitar Kelas — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.3.4 Menghargai identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin, hobi, bahasa, serta agama dan kepercayaan di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan suasana belajar yang tertib dan nyaman (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menunjukkan sikap menghargai keberagaman identitas diri teman (jenis kelamin, hobi, bahasa, agama) di lingkungan sekitar kelas (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan dengan membacakan 2 situasi singkat: Situasi 1 'Teman perempuan ingin ikut bermain bola bersama anak laki-laki' dan Situasi 2 'Teman sedang membaca kitab suci saat istirahat', lalu meminta murid memilih respon yang menghargai keberagaman (acuan jawaban: Situasi 1 mengajak bermain bersama dengan adil; Situasi 2 menjaga ketenangan dan tidak mengganggu) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menayangkan media kartu cerita tentang 4 situasi pergaulan di kelas: (1) Perbedaan hobi menggambar dan membaca, (2) Kerja kelompok murid laki-laki dan perempuan, (3) Penggunaan kata bahasa daerah saat bercerita, (4) Kesempatan beribadah tepat waktu (7 menit).
- Murid menyimak dan mengidentifikasi bentuk-bentuk sikap menghargai identitas teman dari 4 situasi tersebut secara berkesadaran bahwa setiap teman memiliki kekhasan yang patut dihormati (acuan: saling memuji karya, berbagi tugas tanpa membedakan jenis kelamin, mendengarkan tanpa menertawakan bahasa teman, memberikan waktu tenang untuk beribadah) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid dibagi berpasangan untuk memainkan permainan peran interaktif 'Sahabat yang Menghargai' (prinsip Menggembirakan): pasangan memilih salah satu dari 2 amplop tantangan peran: Amplop A 'Menghargai teman yang hobinya berbeda saat istirahat' atau Amplop B 'Menghargai teman yang berbeda logat bahasa daerah saat perkenalan' (12 menit).
- Setiap pasangan secara bergantian mempraktikkan tindakan menghargai identitas teman di hadapan kelompok kecilnya sesuai kartu skenario peran yang dipilih (11 menit).
Merefleksi (Bermakna):- Murid secara mandiri menyelesaikan lembar cek sikap 'Aku Menghargai Teman' yang memuat 4 pernyataan sikap menghargai identitas teman: (1) Bermain bersama teman laki-laki maupun perempuan tanpa membeda-bedakan, (2) Menghormati teman yang memiliki hobi berbeda, (3) Mendengarkan dan tidak mengejek teman yang berbahasa daerah lain, (4) Menghormati teman yang sedang berdoa atau beribadah (acuan: menandai 'Selalu/Sering' pada keempat butir perilaku positif) (10 menit).
- Murid bersama bimbingan guru menyimpulkan perasaan dan makna pentingnya saling menghargai identitas di kelas agar suasana belajar selalu rukun dan damai (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap praktik sikap menghargai yang telah ditunjukkan murid selama pembelajaran (4 menit).
- Guru menyampaikan tindak lanjut untuk terus mempraktikkan sikap menghargai ini di kelas dan menutup sesi dengan doa serta salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu skenario bergambar dengan teks sederhana, sedangkan murid yang sudah mahir menerima skenario peran dengan situasi yang lebih variatif.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru secara langsung dalam memperagakan kalimat menghargai, sedangkan murid yang mandiri mempraktikkan permainan peran secara langsung bersama pasangannya.
- Produk: Pada lembar cek sikap, murid yang belum lancar menulis cukup memberi tanda centang/simbol senyum, sedangkan murid yang mahir dapat menambahkan satu contoh tindakan nyata menghargai teman.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan 2 situasi: (1) 'Teman perempuan ingin ikut bermain bola bersama anak laki-laki' (acuan jawaban: mengajak bermain bersama tanpa membedakan), (2) 'Teman sedang membaca kitab suci saat istirahat' (acuan jawaban: tidak berisik atau menjaga ketenangan agar teman khusyuk).
Proses:- Pengamatan langsung saat murid melakukan permainan peran 'Sahabat yang Menghargai' dengan kartu skenario: memastikan murid memperagakan kata/tindakan menghargai teman (acuan: tidak mengejek, mengajak bermain/belajar bersama, dan menghormati kekhasan teman).
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan lembar cek sikap 'Aku Menghargai Teman' berisi 4 butir pernyataan sikap: (1) Bermain bersama tanpa membedakan jenis kelamin, (2) Menghormati teman berbeda hobi, (3) Tidak mengejek bahasa teman, (4) Menghormati teman yang beribadah (kriteria ketercapaian: murid menyetujui/memilih respon positif pada minimal 3 dari 4 butir pernyataan).
Formatif:- Observasi unjuk kerja permainan peran 'Sahabat yang Menghargai'
- Lembar cek sikap 'Aku Menghargai Teman' (4 butir pernyataan sikap)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menghargai Keberagaman Identitas Diri Teman di Kelas | Belum mampu menunjukkan tindakan atau pilihan sikap menghargai keberagaman identitas diri teman (jenis kelamin, hobi, bahasa, dan agama) meski dengan bimbingan penuh guru. | Mampu menunjukkan sikap menghargai keberagaman identitas diri teman pada 1–2 aspek identitas dengan bimbingan atau dorongan dari guru. | Mampu menunjukkan sikap menghargai keberagaman identitas diri teman pada minimal 3 aspek identitas (jenis kelamin, hobi, bahasa, atau agama) secara tepat dan mandiri. | Mampu menunjukkan sikap menghargai keberagaman identitas diri teman secara konsisten dan lengkap pada seluruh 4 aspek identitas (jenis kelamin, hobi, bahasa, dan agama) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas bermain peran 'Sahabat yang Menghargai' efektif membuat murid merasakan langsung pentingnya sikap menghargai teman?
- Bagaimana keterlibatan murid yang pemalu saat berpasangan dalam mensimulasikan tindakan menghargai identitas sesama teman?
Murid:- Bagaimana perasaanmu setelah belajar menghargai perbedaan hobi, bahasa, dan agama teman sekelasmu?
- Sikap menghargai apa yang akan kamu lakukan besok jika ada teman yang logat bahasanya berbeda denganmu?
Pertemuan 20 — Menunjukkan Sikap Menghargai Identitas Diri dan Kebersamaan dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.3.1 Menyebutkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam konteks keberagaman di lingkungan sekitar
- TP 2.3.4 Menghargai identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin, hobi, bahasa, serta agama dan kepercayaan di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan menanyakan bunyi semboyan negara dan contoh sikap rukun dalam keberagaman di kelas (acuan: semboyan berbunyi 'Bhinneka Tunggal Ika'; contoh sikap: tidak memilih-milih teman bermain meski berbeda jenis kelamin/hobi/bahasa/agama) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak gambar Burung Garuda yang mencengkeram pita bertuliskan semboyan, lalu bersama-sama melafalkan semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika' dengan bimbingan guru (5 menit).
- Murid mendengarkan penjelasan singkat tentang arti semboyan Bhinneka Tunggal Ika (berbeda-beda tetapi tetap satu jua) dalam menghargai keberagaman identitas diri teman (jenis kelamin, hobi, bahasa, dan agama) di sekolah (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid memainkan permainan kartu cepat 'Pohon Kebersamaan Bhinneka Tunggal Ika' secara berkelompok: setiap kelompok menerima 4 kartu situasi sikap keberagaman, yaitu: (1) Menertawakan teman yang berbicara bahasa daerah di kelas; (2) Mengajak teman laki-laki dan perempuan bermain lempar bola bersama secara tertib; (3) Memaksa teman mengubah kegemaran menggambarnya menjadi bermain bola; (4) Menghormati teman yang sedang berdoa sesuai agamanya sebelum makan (15 menit).
- Murid bersama kelompoknya menempelkan kartu yang menunjukkan sikap menghargai identitas diri dan kebersamaan pada dahan 'Pohon Bhinneka' dan kartu yang tidak menghargai pada kotak 'Perlu Diperbaiki' (acuan benar: kartu nomor 2 dan 4 ditempel di Pohon Bhinneka; kartu nomor 1 dan 3 dimasukkan ke kotak Perlu Diperbaiki) (10 menit).
- Setiap perwakilan kelompok menyebutkan kembali bunyi semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika' serta menyebutkan alasan penempelan kartu situasi yang dipilihnya (5 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru meninjau hasil penempelan kartu di Pohon Kebersamaan untuk menyimpulkan pentingnya mengamalkan Bhinneka Tunggal Ika dalam pertemanan (5 menit).
- Murid secara individu memberikan tanda centang pada lembar komitmen refleksi diri terkait sikap menghargai perbedaan teman saat berkegiatan bersama di kelas (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan pembelajaran hari ini bahwa semboyan Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan kita untuk selalu menghargai identitas setiap teman dan menjaga kebersamaan (3 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pembiasaan sikap saling menghargai dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Kartu situasi dilengkapi ilustrasi visual gambar bagi murid yang masih tahap awal membaca.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan dibantu dengan membacakan teks pada kartu situasi; murid yang lebih mahir dapat diminta memberikan contoh konkret sikap menghargai lainnya di kelas.
- Produk: Pilihan penyampaian hasil klasifikasi kartu dapat ditunjukkan dengan menunjuk kartu atau menyebutkannya secara lisan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Apa bunyi semboyan pada pita Burung Garuda dan bagaimana contoh sikap rukun dengan teman yang hobinya berbeda?' (acuan: semboyan berbunyi 'Bhinneka Tunggal Ika'; contoh rukun: menghargai atau mau bermain bersama tanpa mengejek).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan pengelompokan 4 kartu situasi sikap menghargai identitas keberagaman pada pohon kebersamaan (acuan: kartu 2 [mengajak bermain bersama tanpa membedakan jenis kelamin] dan kartu 4 [menghormati teman beribadah/berdoa] = sikap menghargai; kartu 1 [menertawakan bahasa daerah] dan kartu 3 [memaksa hobi teman] = sikap tidak menghargai).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan singkat di penutup: Murid melafalkan kembali semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika' dan menyebutkan 1 tindakan nyata menghargai teman di kelas (acuan: semboyan tepat 'Bhinneka Tunggal Ika'; tindakan mencakup menghargai perbedaan gender, hobi, bahasa, atau agama teman).
Formatif:- Observasi unjuk kerja pelafalan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dan ketepatan pengelompokan 4 kartu situasi sikap keberagaman pada lembar kerja Pohon Kebersamaan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika | Belum mampu melafalkan bunyi semboyan Bhinneka Tunggal Ika meskipun diberi bimbingan penuh. | Mampu melafalkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dengan bimbingan dan bantuan kata dari guru. | Mampu melafalkan semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika' secara tepat dan mandiri. | Mampu melafalkan semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika' secara tepat, lancar, mandiri, dan konsisten. | | Menghargai identitas diri dan keberagaman teman dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika | Belum mampu membedakan sikap menghargai dan tidak menghargai dari 4 kartu situasi yang disajikan (0-1 kartu tepat). | Mampu membedakan sikap menghargai dan tidak menghargai pada 2 dari 4 kartu situasi keberagaman secara tepat. | Mampu membedakan sikap menghargai dan tidak menghargai pada 3-4 kartu situasi keberagaman secara tepat (acuan: kartu 2 dan 4 benar sebagai sikap menghargai; kartu 1 dan 3 benar sebagai sikap tidak menghargai). | Mampu mengelompokkan keempat kartu situasi keberagaman dengan tepat serta konsisten menunjukkan komitmen sikap saling menghargai secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas bermain kartu situasi berhasil memahamkan murid mengenai makna semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari di kelas?
- Apakah seluruh murid aktif terlibat dalam mengidentifikasi sikap menghargai identitas diri dan teman?
Murid:- Bagian kegiatan mana yang paling menyenangkan hari ini?
- Apa yang akan kamu lakukan jika melihat teman yang berbeda hobi atau bahasa daerah denganmu?
Pertemuan 21 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.3.1 Menyebutkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam konteks keberagaman di lingkungan sekitar
- TP 2.3.2 Mengidentifikasi identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin dan hobi di lingkungan sekitar
- TP 2.3.3 Mengidentifikasi identitas dirinya sesuai dengan bahasa serta agama dan kepercayaan di lingkungan sekitar
- TP 2.3.4 Menghargai identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin, hobi, bahasa, serta agama dan kepercayaan di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan memeriksa kesiapan fisik serta perlengkapan alat tulis murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pertemuan ke-21 sebagai sesi Asesmen Sumatif Bab 3 untuk menunjukkan kemampuan mengenai semboyan Bhinneka Tunggal Ika, identitas diri (jenis kelamin dan hobi), bahasa, agama/kepercayaan, serta sikap saling menghargai (3 menit).
- Guru menjelaskan tata tertib asesmen yang tenang, jujur, dan tertib: bagian pertama pengisian lembar kerja mandiri, dilanjutkan unjuk kerja lisan bergantian di meja guru (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan Lembar Profil Diri 'Aku dan Hobiku' kepada setiap murid, lalu membacakan petunjuk pengerjaan secara perlahan: murid melingkari salah satu simbol jenis kelamin (Laki-laki atau Perempuan), mencentang tepat 1 dari 6 gambar hobi yang paling disukai (Membaca buku, Bermain bola, Menggambar, Menari, Bersepeda, atau Menyanyi), serta menuliskan nama panggilan (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara mandiri dan serentak mengisi Lembar Profil Diri 'Aku dan Hobiku' sesuai identitas dan hobi masing-masing di meja masing-masing tanpa saling mencontek (20 menit).
- Guru memanggil murid satu per satu ke meja guru untuk unjuk kerja lisan singkat (durasi sekitar 1,5 menit per murid) dengan menjawab 3 pertanyaan lisan terstruktur: (1) 'Lafalkan bunyi semboyan negara kita pada lambang Garuda Pancasila!' (acuan: 'Bhinneka Tunggal Ika'); (2) 'Sebutkan bahasa daerah yang kamu gunakan di rumah dan agama atau kepercayaanmu!' (acuan: murid menyebutkan 1 bahasa daerah seperti Jawa/Sunda/Madura/lainnya atau menyatakan memakai bahasa Indonesia bila tidak berbahasa daerah, serta menyebutkan 1 dari 6 agama resmi/kepercayaan di Indonesia sesuai dirinya); (3) 'Bagaimana caramu menghargai teman yang berbeda hobi atau berbeda agama saat beraktivitas di kelas?' (acuan: menyebutkan sikap tidak mengejek, mau bermain bersama, atau memberi kesempatan teman beribadah/menjalankan hobinya), sementara murid lain yang menunggu giliran duduk tenang mewarnai gambar hobi pada lembarnya (27 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memfasilitasi murid merapikan seluruh lembar tugas dan duduk kembali dengan hening untuk mengamati bagaimana perasaan mereka saat menceritakan identitas diri dan menghargai keberagaman teman sekelas (2 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas ketertiban, kejujuran, dan rasa percaya diri selama pelaksanaan asesmen sumatif berlangsung (2 menit).
- Guru merangkum pembelajaran Bab 3 bahwa setiap anak memiliki keunikan identitas diri yang indah dan patut dihargai dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika (2 menit).
- Guru menutup sesi dengan doa penutup dan salam perpisahan bab (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Tidak ada modifikasi kompetensi; lembar identitas dilengkapi simbol gambar visual yang jelas bagi seluruh murid.
- Proses: Bagi murid yang membutuhkan dukungan membaca teks, guru membacakan pertanyaan lisan secara perlahan dan artikulatif di meja guru tanpa mengubah bobot pertanyaan.
- Produk: Produk asesmen seragam berupa lembar profil bercentang/lingkaran dan respons lisan terstruktur.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan alat tulis dan pemahaman murid terhadap tata tertib pengerjaan asesmen mandiri secara lisan di awal sesi (acuan: murid menunjukkan pensil/krayon dan mengonfirmasi kesiapan duduk tenang).
Proses:- Pemantauan kemandirian murid selama 20 menit pengerjaan lembar profil diri bergambar untuk memastikan murid memilih pilihan sesuai identitas diri masing-masing.
Sumatif Bab:- Unjuk kerja pengisian lembar identitas bergambar dan unjuk kerja lisan singkat bergiliran: Lembar profil diri bergambar yang diisi secara mandiri serentak serta rekaman observasi pelafalan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, pengenalan bahasa dan agama diri, serta sikap menghargai saat interaksi lisan bergiliran
- Kinerja pengisian lembar identitas diri bergambar: Lembar profil diri 'Aku dan Hobiku' yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid dengan memilih tanda centang/melingkari simbol jenis kelamin dan gambar pilihan hobi masing-masing (25 menit; individual; instrumen: Lembar cek identifikasi profil diri)
- Unjuk kerja lisan singkat bergiliran di meja guru: Jawaban lisan murid secara individual di meja guru (durasi 1,5 menit per murid untuk 28 murid = 42 menit) yang melafalkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, menyebutkan bahasa daerah dan agama/kepercayaannya, serta menunjukkan sikap percaya diri dan saling menghargai keberagaman teman (45 menit; individual; instrumen: Rubrik penilaian lisan dan lembar observasi sikap menghargai keberagaman)
Sumatif:- Unjuk kerja pengisian lembar identitas bergambar dan unjuk kerja lisan singkat bergiliran: Lembar profil diri bergambar yang diisi secara mandiri serentak serta rekaman observasi pelafalan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, pengenalan bahasa dan agama diri, serta sikap menghargai saat interaksi lisan bergiliran
- Kinerja pengisian lembar identitas diri bergambar: Lembar profil diri 'Aku dan Hobiku' yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid dengan memilih tanda centang/melingkari simbol jenis kelamin dan gambar pilihan hobi masing-masing (25 menit; individual; instrumen: Lembar cek identifikasi profil diri)
- Unjuk kerja lisan singkat bergiliran di meja guru: Jawaban lisan murid secara individual di meja guru (durasi 1,5 menit per murid untuk 28 murid = 42 menit) yang melafalkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, menyebutkan bahasa daerah dan agama/kepercayaannya, serta menunjukkan sikap percaya diri dan saling menghargai keberagaman teman (45 menit; individual; instrumen: Rubrik penilaian lisan dan lembar observasi sikap menghargai keberagaman)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pelafalan Semboyan Bhinneka Tunggal Ika (TP 2.3.1) | Belum mampu melafalkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika meski telah diberikan bimbingan kata demi kata oleh guru. | Mampu melafalkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika secara terbata-bata atau kurang lengkap dengan bantuan petunjuk awal guru (acuan: 'Bhinneka Tunggal Ika'). | Mampu melafalkan bunyi semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika' secara lengkap dan tepat secara mandiri. | Mampu melafalkan bunyi semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika' secara lengkap, jelas, lancar, dan sangat percaya diri secara mandiri. | | Identifikasi Jenis Kelamin dan Hobi pada Lembar Diri (TP 2.3.2) | Belum menandai simbol jenis kelamin dan pilihan gambar hobi pada lembar profil diri. | Menandai salah satu saja (hanya jenis kelamin atau hanya hobi) pada lembar profil diri dengan bantuan arahan guru. | Mengidentifikasi identitas diri dengan tepat melingkari 1 simbol jenis kelamin (Laki-laki/Perempuan) dan mencentang 1 dari 6 pilihan gambar hobi (Membaca buku, Bermain bola, Menggambar, Menari, Bersepeda, atau Menyanyi) secara mandiri. | Mengidentifikasi identitas diri dengan sangat tepat dan rapi pada simbol jenis kelamin serta gambar hobi yang dipilih secara mandiri tanpa keraguan. | | Identifikasi Bahasa Daerah dan Agama/Kepercayaan Diri (TP 2.3.3) | Belum mampu menyebutkan bahasa yang digunakan di rumah maupun agama/kepercayaannya secara lisan. | Menyebutkan salah satu saja (bahasa daerah saja atau agama saja) dengan dorongan pertanyaan pemandu dari guru. | Mampu menyebutkan dengan tepat secara lisan bahasa daerah yang digunakan di rumah (atau bahasa Indonesia) serta agama/kepercayaan yang dianut dirinya (Islam/Kristen/Katolik/Hindu/Buddha/Khonghucu/kepercayaan). | Mampu menyebutkan dengan tepat, lengkap, dan lugas bahasa yang digunakan di rumah serta agama/kepercayaan dirinya secara mandiri. | | Sikap Menghargai Keberagaman Identitas Diri dan Teman (TP 2.3.4) | Belum mampu menyebutkan tindakan menghargai perbedaan hobi atau agama teman di lingkungan sekolah. | Menyebutkan 1 contoh tindakan menghargai teman dengan bimbingan dan contoh lisan dari guru. | Menyebutkan secara mandiri contoh tindakan nyata menghargai keberagaman teman (misal: mau berteman dengan yang beda hobi, tidak mengejek, atau tidak mengganggu teman beribadah) sesuai konteks lingkungan sekolah. | Menyebutkan lebih dari 1 contoh tindakan nyata menghargai teman yang berbeda hobi, bahasa, maupun agama dengan penuh kesadaran dan kerukunan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 1,5 menit per murid mencukupi untuk mengamati seluruh indikator unjuk kerja lisan secara objektif?
- Bagaimana tingkat pemahaman murid secara keseluruhan terhadap semboyan Bhinneka Tunggal Ika dan penerimaan atas keberagaman diri?
Murid:- Bagian tugas mana yang paling mudah kamu kerjakan hari ini, mengisi gambar hobi atau menjawab pertanyaan bu/pak guru?
- Apakah kamu merasa senang dan bangga menceritakan keunikan dirimu kepada guru?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2023)
- Buku Teks Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2023)
- Gambar/Poster Lambang Negara Burung Garuda Pancasila
- Kartu kata bertuliskan 'Bhinneka', 'Tunggal', dan 'Ika'
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021).
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II.
- Kartu kata bertuliskan: Bhinneka, Tunggal, Ika.
- Kartu makna bertuliskan: Berbeda-beda, Satu, Jua.
- Gambar lambang Garuda Pancasila dengan pita semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II
- Gambar lambang Garuda Pancasila dengan pita Bhinneka Tunggal Ika
- Set kartu kata arti semboyan (Berbeda-beda, tetapi, tetap, satu, jua)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II Bab 3 'Aku dan Teman-Temanku'
- Set kartu pernyataan tindakan 'Pilah Tindakan Bhinneka Tunggal Ika' (4 kartu per kelompok)
- Kotak pemilah 'Contoh Sesuai' dan 'Bukan Contoh'
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2023)
- Kartu bergambar karakter anak laki-laki dan perempuan
- Lembar Aktivitas Diri 'Siapakah Aku?'
- Set kartu gambar aktivitas peran anak laki-laki dan anak perempuan di lingkungan sekitar
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Identifikasi Peran Diri Bergambar
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2023), Bab 3
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2023), Halaman 80-82
- Kartu gambar aktivitas (Bermain bola, Bersepeda, Menggambar, Membaca buku)
- Lembar Kerja Murid (LKPD) menjodohkan gambar aktivitas hobi
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2023, Halaman 116-119)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2023, Bab 3 Subbab Hobi, Halaman 80-82)
- Lembar Kerja Diri 'Hobiku dalam Keseharian' dengan 4 ilustrasi aktivitas hobi bergambar
- Kartu visual 4 aktivitas hobi (Membaca, Menggambar, Bermain Bola, Bersepeda) untuk papan tulis dan sudut kelas
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Lembar Isian 'Bintang Diriku' bergambar pilihan hobi dan kotak jenis kelamin
- Kartu simbol jenis kelamin dan ikon aktivitas hobi
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2023)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila SD/MI Kelas II Bab 3 'Aku dan Teman-Temanku' (Kemendikbudristek, 2023)
- Kartu contoh kata sapaan bahasa daerah (Jawa, Sunda, Minang, Batak, Melayu, dll.)
- Lembar Identifikasi Bahasa Diriku
- Buku Teks Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II Bab 3
- Kartu bergambar situasi komunikasi sehari-hari
- Lembar Kerja Murid (LKPD) identifikasi situasi pemersatu
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2023) Bab 3
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2023) Bab 3 Halaman 105-111
- Kartu bergambar nama 6 agama resmi dan kepercayaan di Indonesia
- Lembar Aktivitas Mandiri 'Identitasku: Agama dan Kepercayaanku'
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2023, Halaman 154-158)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2023, Bab 3 Halaman 116-121)
- Set kartu gambar tempat ibadah 6 agama (Masjid, Gereja Kristen, Gereja Katolik, Pura, Vihara, Klenteng)
- Set kartu nama kitab suci 6 agama (Al-Qur'an, Alkitab, Weda, Tripitaka, Sishu Wujing)
- Lembar Kerja Murid 'Simbol Agamaku'
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II Bab 3
- Lembar Aktivitas 'Paspor Identitasku'
- Kartu Gambar Simbol Tempat Ibadah dan Papan Bagan Identitas
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2023).
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II Bab 3 'Aku dan Teman-Temanku'.
- Kartu/gambar aktivitas bersama di sekolah (piket kelas, olahraga, bermain bersama).
- Lembar Kerja Sikap Menghargai Identitas Diri Bergambar.
- Lembar Kerja Murid 'Aku Bangga pada Hobiku' berisi 4 butir pernyataan sikap
- Gambar situasi percakapan di rumah (bahasa daerah) dan di kelas (bahasa Indonesia)
- Kartu ekspresi 'Wajah Tersenyum' dan 'Wajah Datar'
- Lembar aktivitas sikap murid
- Gambar situasi anak sedang beribadah dan berdoa
- Kartu cerita dan kartu skenario situasi keberagaman identitas diri kelas
- Lembar refleksi dan cek sikap 'Aku Menghargai Teman'
- Gambar Burung Garuda Pancasila dengan pita bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika
- Bagan Pohon Kebersamaan dan 4 kartu situasi perilaku keberagaman
- Lembar Asesmen Profil Diri Bergambar 'Aku dan Hobiku' berisi pilihan jenis kelamin dan 6 ikon hobi
- Lembar Instrumen Rubrik Penilaian Lisan dan Observasi Sikap Guru
|