Modul AjarPertemuan 9Bab 2Fase ASemester 1

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 2: Mengenal Para Perumus Pancasila dan Meneladani Sikapnya

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 2 dengan topik "Mengenal Para Perumus Pancasila dan Meneladani Sikapnya". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 2: Mengenal Para Perumus Pancasila dan Meneladani Sikapnya

Pendidikan Pancasila - Kelas 2

Bab 2 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Mengenal Para Perumus Pancasila dan Meneladani Sikapnya

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikMengenal Para Perumus Pancasila dan Meneladani Sikapnya
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengenal tokoh-tokoh perumus Pancasila dan menyebutkan sikap kepahlawanan yang dapat diteladani
  2. Murid dapat mengaitkan sikap para perumus Pancasila (jujur, berani, gotong royong) dengan nilai-nilai sila Pancasila

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapa saja pahlawan yang merumuskan Pancasila untuk Indonesia?
  2. Sikap baik apa yang bisa kita tiru dari para perumus Pancasila?
  3. Bagaimana sikap jujur, berani, dan gotong royong para pahlawan bisa kita terapkan di sekolah?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan meminta seorang murid memimpin doa
  • Guru memeriksa kehadiran dan melakukan ice breaking dengan bernyanyi lagu 'Garuda Pancasila'
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang tahu siapa yang membuat Pancasila?' dan mencatat respons singkat murid
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan mengenal para pahlawan perumus Pancasila dan sikap baik mereka yang bisa kita tiru
  • Guru menampilkan gambar Ir. Sukarno dan tokoh perumus Pancasila lainnya untuk memicu rasa ingin tahu

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar tokoh-tokoh perumus Pancasila (Ir. Sukarno, Moh. Hatta, Moh. Yamin, Ki Hajar Dewantara, dan tokoh lainnya) dengan nama mereka
  • Murid mengamati gambar dan mendengarkan cerita singkat tentang peran masing-masing tokoh dalam merumuskan Pancasila
  • Guru menceritakan sikap kepahlawanan yang dimiliki para tokoh: jujur (tidak berbohong dalam berjuang), berani (pantang menyerah memperjuangkan kemerdekaan), dan gotong royong (bekerja sama merumuskan dasar negara)
  • Murid menyimak dengan penuh perhatian dan diberi kesempatan bertanya tentang tokoh yang menarik bagi mereka
  • Guru meminta murid menyebutkan kembali nama 3-5 tokoh perumus Pancasila secara lisan

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan lembar kerja 'Jiwa Sang Pahlawan' berisi gambar siluet tubuh manusia
  • Murid mengisi bagian-bagian tubuh dengan sikap kepahlawanan: kepala (banyak membaca, patuh pada orang tua dan guru), dada (jujur, tidak mudah marah), tangan (berani, ikhlas menolong, menghormati orang lain), kaki (bekerja sama, semangat belajar, tidak mengeluh)
  • Guru membimbing murid mengaitkan sikap-sikap tersebut dengan sila-sila Pancasila: jujur dan berani (sila ke-2 Kemanusiaan yang Adil dan Beradab), gotong royong (sila ke-3 Persatuan Indonesia dan sila ke-5 Keadilan Sosial)
  • Murid berdiskusi berpasangan: sikap mana yang sudah mereka lakukan di sekolah dan di rumah
  • Beberapa murid maju ke depan menceritakan sikap kepahlawanan yang akan mereka tiru (misalnya: berani bertanya saat tidak paham, jujur mengerjakan tugas sendiri, gotong royong saat piket kelas)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu refleksi dengan pertanyaan: 'Sikap apa yang paling ingin kalian tiru dari para perumus Pancasila?'
  • Murid mengisi tabel refleksi sederhana di buku masing-masing: 'Aku mengenal tokoh perumus Pancasila (Ya/Tidak)', 'Aku menjadi semangat untuk meneruskan perjuangannya (Ya/Tidak)'
  • Guru meminta 3-5 murid berbagi refleksi mereka secara lisan
  • Guru menegaskan bahwa meneladani sikap para pahlawan bisa dimulai dari hal kecil seperti jujur, berani bertanya, dan gotong royong di kelas
  • Murid menuliskan satu komitmen sikap yang akan mereka praktikkan minggu ini

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menyebutkan 2-3 nama tokoh perumus Pancasila dan satu sikap yang dapat diteladani
  • Guru memberikan penguatan: 'Kalian semua bisa menjadi penerus para pahlawan dengan berperilaku jujur, berani, dan gotong royong setiap hari'
  • Murid bersama guru membacakan puisi pendek tentang meneladani pahlawan (jika ada di buku siswa) atau yel-yel kelas tentang sikap kepahlawanan
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid berdoa dan mengucapkan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum lancar membaca, guru menyediakan gambar tokoh dengan nama dalam huruf besar dan cerita singkat yang dibacakan. Untuk murid yang sudah lancar, disediakan bacaan tambahan tentang peran tokoh dalam sejarah kemerdekaan
  • Proses: Murid yang cepat memahami diberi tantangan untuk mengaitkan lebih banyak sikap dengan sila-sila Pancasila dan menceritakannya di depan kelas. Murid yang memerlukan dukungan lebih dibimbing secara individu atau dalam kelompok kecil saat mengisi lembar kerja
  • Produk: Murid dapat memilih cara menyampaikan refleksi: menuliskan, menggambar, atau menceritakan secara lisan kepada guru. Murid yang lebih percaya diri dapat membuat poster sederhana tentang sikap kepahlawanan yang akan ditempel di kelas

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan: 'Siapa yang tahu siapa yang membuat Pancasila?' untuk mengukur pengetahuan awal murid
  • Observasi respons murid terhadap gambar tokoh yang ditampilkan di awal pembelajaran

Proses:

  • Observasi keaktifan murid saat mendengarkan cerita tentang tokoh perumus Pancasila
  • Penilaian proses saat murid mengisi lembar kerja dan mengaitkan sikap dengan sila Pancasila
  • Pengamatan diskusi berpasangan dan kemampuan berbagi pengalaman menerapkan sikap kepahlawanan

Akhir:

  • Tes lisan singkat: murid menyebutkan minimal 2 nama tokoh perumus Pancasila
  • Penilaian kemampuan mengaitkan sikap (jujur, berani, gotong royong) dengan sila-sila Pancasila
  • Penilaian refleksi tertulis atau lisan tentang sikap yang akan dipraktikkan

Formatif:

  • Observasi saat murid menyebutkan nama tokoh perumus Pancasila
  • Penilaian proses saat murid mengisi lembar kerja 'Jiwa Sang Pahlawan'
  • Pengamatan diskusi berpasangan tentang sikap yang sudah dipraktikkan

Sumatif:

  • Penilaian kemampuan menyebutkan minimal 2 tokoh perumus Pancasila dan 1 sikap yang dapat diteladani
  • Penilaian lembar kerja 'Jiwa Sang Pahlawan' yang telah diisi
  • Penilaian komitmen tertulis atau lisan tentang sikap yang akan dipraktikkan

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengenal tokoh perumus PancasilaBelum dapat menyebutkan nama tokoh perumus PancasilaDapat menyebutkan 1 nama tokoh perumus Pancasila dengan bantuanDapat menyebutkan 2-3 nama tokoh perumus Pancasila secara mandiriDapat menyebutkan lebih dari 3 nama tokoh perumus Pancasila dan menceritakan peran mereka
Mengidentifikasi sikap kepahlawananBelum dapat menyebutkan sikap kepahlawanan yang dapat diteladaniDapat menyebutkan 1 sikap kepahlawanan dengan bantuanDapat menyebutkan 2-3 sikap kepahlawanan (jujur, berani, gotong royong) secara mandiriDapat menyebutkan dan menjelaskan 3 atau lebih sikap kepahlawanan serta memberikan contoh penerapannya
Mengaitkan sikap dengan nilai PancasilaBelum dapat mengaitkan sikap para tokoh dengan sila PancasilaDapat mengaitkan 1 sikap dengan sila Pancasila dengan bimbingan guruDapat mengaitkan 2 sikap (misalnya jujur dengan sila ke-2, gotong royong dengan sila ke-3) secara mandiriDapat mengaitkan 3 atau lebih sikap dengan sila-sila Pancasila dan menjelaskan hubungannya dengan jelas
Komitmen meneladani sikap kepahlawananBelum menunjukkan komitmen untuk meneladani sikap kepahlawananMenyebutkan 1 sikap yang akan ditiru tetapi belum spesifikMenyebutkan sikap spesifik yang akan ditiru dan kapan akan melakukannyaMenyebutkan sikap spesifik, kapan dan di mana akan melakukannya, serta alasan mengapa sikap itu penting

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid menunjukkan antusiasme saat mengenal tokoh-tokoh perumus Pancasila?
  • Strategi mana yang paling efektif membantu murid mengaitkan sikap dengan nilai Pancasila?
  • Bagaimana saya dapat lebih mendukung murid yang masih kesulitan memahami konsep meneladani sikap kepahlawanan?
  • Apakah alokasi waktu sudah cukup untuk ketiga tahap pembelajaran (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)?

Refleksi Murid:

  • Aku mengenal tokoh perumus Pancasila (Ya/Tidak)
  • Aku menjadi semangat untuk meneruskan perjuangan mereka (Ya/Tidak)
  • Sikap apa yang paling ingin aku tiru dari para perumus Pancasila?
  • Bagaimana aku akan menerapkan sikap jujur, berani, dan gotong royong di sekolah dan di rumah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas II Kurikulum Merdeka
  2. Buku Guru Pendidikan Pancasila Kelas II Kurikulum Merdeka
  3. Gambar tokoh-tokoh perumus Pancasila (Ir. Sukarno, Moh. Hatta, Moh. Yamin, Ki Hajar Dewantara, dan tokoh lainnya)
  4. Lembar kerja 'Jiwa Sang Pahlawan' dengan siluet tubuh manusia
  5. Lagu 'Garuda Pancasila'
  6. Gambar lambang negara Garuda Pancasila
  7. Cerita singkat tentang peran tokoh perumus Pancasila dalam sejarah kemerdekaan Indonesia

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.