Modul AjarBab 2Fase ASemester 1

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 2 Bab 2: Aku Berperilaku Pancasila

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Pancasila kelas 2 untuk Bab 2 "Aku Berperilaku Pancasila", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 2 Bab 2: Aku Berperilaku Pancasila

Pendidikan Pancasila - Kelas 2

Bab 2

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Bab 2 — Aku Berperilaku Pancasila

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikBab 2 — Aku Berperilaku Pancasila
Alokasi Waktu38 JP (38 x 35 menit = 1330 menit)
Jumlah Pertemuan19
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 2.2.1 Menyebutkan simbol-simbol Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila
  2. TP 2.2.2 Menghubungkan simbol Pancasila dengan bunyi sila-sila Pancasila
  3. TP 2.2.3 Menunjukkan contoh penerapan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga
  4. TP 2.2.4 Menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa gambar lambang negara yang terpasang di dinding kelas kita?
  2. Di bagian tengah dada burung Garuda, gambar simbol apa saja yang dapat kalian lihat?
  3. Gambar apa saja yang ada di bagian atas dan bawah perisai Garuda Pancasila selain bintang dan rantai?
  4. Pernahkah kamu melihat gambar pohon beringin, kepala banteng, atau padi dan kapas pada lambang burung Garuda?
  5. Di bagian dada burung Garuda ada perisai, simbol apa saja yang ada di dalamnya?
  6. Di mana letak simbol bintang dan pohon beringin pada perisai tersebut?
  7. Jika perisai Garuda Pancasila masih kosong, simbol apa yang pertama kali harus ditaruh di bagian tengah?
  8. Bagaimana urutan kelima simbol Pancasila dari sila ke-1 sampai sila ke-5?
  9. Apa lambang yang terletak di tengah perisai burung Garuda?
  10. Bagaimana bunyi sila Pancasila yang dilambangkan dengan simbol bintang?
  11. Simbol apakah yang berbentuk lingkaran-lingkaran kecil yang saling menyambung pada burung Garuda?
  12. Jika ada simbol pohon yang rindang dan besar, bunyi sila ke berapa yang cocok dengannya?
  13. Gambar apa yang menjadi simbol sila keempat dan sila kelima Pancasila?
  14. Bagaimana bunyi sila Pancasila yang pasangannya adalah simbol kepala banteng dan padi-kapas?
  15. Apa bunyi sila yang dilambangkan dengan pohon beringin?
  16. Jika Ibu guru menyebutkan bunyi 'Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia', kartu simbol manakah yang harus kamu tunjukkan?
  17. Kegiatan ibadah apa yang biasa kalian lakukan bersama keluarga di rumah?
  18. Bagaimana cara kita menunjukkan bahwa kita patuh dan bersyukur kepada Tuhan saat sedang makan atau beraktivitas bersama orang tua?
  19. Pernahkah kamu membantu adik merapikan mainan atau membagi makanan dengan saudaramu di rumah?
  20. Bagaimana perasaanmu ketika melihat orang di rumah saling menolong dan berbagi?
  21. Apa yang biasanya kalian lakukan bersama ayah, ibu, atau saudara agar rumah selalu damai dan tidak bertengkar?
  22. Bagaimana gambar keluarga yang rukun dan saling bersatu di rumah?
  23. Apa yang biasanya keluargamu lakukan saat ingin menentukan tujuan tempat liburan bersama?
  24. Bagaimana perasaanmu ketika ibu atau ayah membagi makanan secara adil kepada semua anak di rumah?
  25. Pernahkah kalian melihat perilaku di rumah yang sesuai atau tidak sesuai dengan aturan kebaikan bersama?
  26. Bagaimana cara kita membedakan gambar perilaku yang mencerminkan nilai Pancasila dan yang tidak sesuai?
  27. Kapan saja kalian biasanya berdoa bersama orang tua di rumah?
  28. Bagaimana sikap kita di rumah saat ada anggota keluarga yang sedang beribadah?
  29. Apa yang kamu lakukan saat melihat adik atau kakakmu menangis atau kesulitan mengambil mainan?
  30. Bagaimana perasaanmu ketika membantu ayah atau ibu merapikan barang yang berserakan di rumah?
  31. Apa yang biasanya kamu lakukan jika kakak atau adikmu sedang merapikan mainan bersama di rumah?
  32. Mengapa menjaga kerukunan dan saling membantu dengan anggota keluarga membuat rumah terasa nyaman?
  33. Bagaimana caramu berbicara saat keluarga sedang berembuk menentukan tujuan liburan atau aturan di rumah?
  34. Mengapa tugas membersihkan rumah sebaiknya dibagi bersama secara adil kepada seluruh anggota keluarga?
  35. Apa saja kebiasaan baik yang sudah kalian lakukan di rumah setiap hari bersama keluarga?
  36. Bagaimana kita merencanakan perilaku baik yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila untuk dilakukan di rumah?
  37. Bagaimana urutan simbol dan bunyi sila Pancasila yang telah kita pelajari dari sila ke-1 sampai ke-5?
  38. Apa saja contoh perilaku rukun, adil, dan taat beribadah yang sudah kalian lakukan bersama keluarga di rumah?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menyebutkan Simbol Bintang dan Rantai pada Lambang Negara Garuda Pancasila — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.1 Menyebutkan simbol-simbol Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, meminta seorang murid memimpin doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
  • Murid bersama guru menyanyikan lagu 'Garuda Pancasila' untuk membangkitkan rasa kebangsaan (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu menyebutkan simbol bintang dan simbol rantai pada lambang negara Garuda Pancasila (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan dengan memperlihatkan gambar perisai Garuda Pancasila lalu bertanya: 'Sebutkan 2 gambar yang ada di tengah dan kanan bawah perisai!' (acuan jawaban: gambar bintang dan gambar rantai) (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru menunjukkan poster besar lambang negara Garuda Pancasila dan mengarahkan perhatian murid pada perisai di bagian dada (5 menit).
  • Guru memperkenalkan dan menunjuk simbol bintang yang terletak tepat di bagian tengah perisai berlatar hitam, lalu meminta murid bersama-sama menyebutkan nama simbol tersebut: 'bintang' (acuan: simbol bintang) (5 menit).
  • Guru memperkenalkan dan menunjuk simbol rantai yang terletak di bagian kanan bawah perisai berlatar merah, lalu meminta murid bersama-sama menyebutkan nama simbol tersebut: 'rantai' (acuan: simbol rantai) (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru memandu permainan cepat 'Tunjuk dan Sebut Simbol': saat guru mengangkat kartu bergambar bintang, seluruh murid serentak menyebutkan 'simbol bintang'; saat guru mengangkat kartu bergambar rantai, murid serentak menyebutkan 'simbol rantai' (10 menit).
  • Murid secara bergiliran mandiri maju atau ditunjuk untuk mengambil salah satu dari 2 kartu gambar simbol di meja guru (kartu A: gambar bintang emas bersegi lima; kartu B: gambar gelang rantai emas lingkaran dan persegi) lalu menyebutkan nama simbol yang diambil secara lisan di depan kelas (acuan: kartu A = simbol bintang; kartu B = simbol rantai) (18 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid diajak menyadari kembali letak dan bentuk kedua simbol pada lambang negara Garuda Pancasila dengan menutup mata sejenak, membayangkan perisai, lalu membuka mata dan menyebutkan kembali dua nama simbol yang dipelajari hari ini (acuan: simbol bintang dan simbol rantai) (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali 2 simbol yang telah dipelajari pada lambang negara Garuda Pancasila hari ini (simbol bintang dan simbol rantai) (4 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir lisan cepat kepada 4 murid acak untuk mengonfirmasi ketercapaian: 'Sebutkan 2 simbol Pancasila yang kita pelajari hari ini!' (acuan jawaban tepat: bintang dan rantai) (4 menit).
  • Guru menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya akan mempelajari simbol pohon beringin, kepala banteng, serta padi dan kapas, lalu menutup pelajaran dengan doa dan salam (4 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar simbol bintang dan rantai berukuran besar dengan tulisan nama simbol di bawahnya sebagai peraga visual.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dengan menunjuk langsung simbol pada perisai, sedangkan murid yang sudah mahir diminta menyebutkan nama kedua simbol secara acak tanpa urutan tertentu.
  • Produk: Semua murid menunjukkan bukti belajar yang sama yaitu menyebutkan nama simbol bintang dan simbol rantai secara lisan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran menggunakan gambar perisai: murid diminta menyebutkan nama 2 gambar yang mereka kenali di perisai Garuda Pancasila (acuan jawaban: simbol bintang dan simbol rantai).

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja lisan saat murid mengambil kartu simbol dan menyebutkan namanya: (1) Kartu A bergambar bintang bersegi lima -> murid menyebutkan 'simbol bintang'; (2) Kartu B bergambar gelang rantai -> murid menyebutkan 'simbol rantai' (acuan ketercapaian: menyebutkan kedua nama simbol dengan tepat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir pembelajaran: murid menjawab pertanyaan guru 'Sebutkan 2 simbol Pancasila pada lambang negara Garuda Pancasila yang kita pelajari hari ini!' (acuan jawaban: 1. Bintang, 2. Rantai).

Formatif:

  • Tes lisan dan unjuk kerja menyebutkan simbol bintang dan rantai saat permainan kartu dan demonstrasi mandiri

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan simbol bintang dan rantai pada lambang negara Garuda PancasilaBelum dapat menyebutkan nama simbol bintang maupun simbol rantai meskipun telah ditunjukkan gambarnya.Dapat menyebutkan 1 dari 2 simbol (bintang atau rantai) secara tepat dengan bantuan bimbingan guru.Dapat menyebutkan kedua simbol (simbol bintang dan simbol rantai) secara tepat dengan sedikit arahan guru.Dapat menyebutkan kedua simbol (simbol bintang dan simbol rantai) secara tepat dan mandiri tanpa bantuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media poster dan kartu simbol membantu seluruh murid membedakan dan menyebutkan simbol bintang serta rantai dengan tepat?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama permainan cepat tebak dan sebut simbol?

Murid:

  • Gambar simbol apa yang paling mudah kamu ingat pada perisai Garuda Pancasila?
  • Apakah kamu sudah bisa menyebutkan nama simbol bintang dan rantai dengan percaya diri?

Pertemuan 2 — Menyebutkan Simbol Pohon Beringin, Kepala Banteng, serta Padi dan Kapas pada Lambang Negara Garuda Pancasila — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.1 Menyebutkan simbol-simbol Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kesiapan belajar (3 menit).
  • Guru bersama murid menyanyikan lagu 'Garuda Pancasila' untuk membangkitkan semangat kebangsaan (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan kegiatan belajar hari ini, yaitu mengenal dan menyebutkan simbol pohon beringin, kepala banteng, serta padi dan kapas pada lambang negara Garuda Pancasila (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: Guru memperlihatkan poster perisai Garuda Pancasila dan menunjuk tiga gambar simbol satu per satu, lalu meminta murid secara lisan menyebutkan nama simbol tersebut (acuan: gambar pohon rimbun = pohon beringin; gambar hewan bertanduk = kepala banteng; gambar tanaman butir kuning dan bunga putih = padi dan kapas) (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati gambar perisai burung Garuda Pancasila ukuran besar yang dipajang di papan tulis, dengan fokus pengamatan pada tiga simbol: pohon beringin (kanan atas), kepala banteng (kiri atas), serta padi dan kapas (kiri bawah) (5 menit).
  • Guru memperkenalkan dan melafalkan dengan jelas nama ketiga simbol: 'pohon beringin', 'kepala banteng', dan 'padi dan kapas', kemudian murid menirukan pengucapannya secara bersama-sama (5 menit).
  • Murid menyimak penjelasan guru tentang ciri visual khas masing-masing simbol agar mudah dikenali: pohon beringin memiliki daun rimbun hijau dan akar gantung, kepala banteng berwarna hitam dengan tanduk melengkung, serta padi berwarna kuning berdampingan dengan kapas putih bertangkai hijau (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagikan 3 kartu gambar simbol kepada setiap meja murid yang terdiri dari: (1) Kartu Gambar Pohon Beringin, (2) Kartu Gambar Kepala Banteng, dan (3) Kartu Gambar Padi dan Kapas (5 menit).
  • Murid melakukan permainan tantangan cepat 'Tunjuk & Sebut Simbol': saat guru menyebutkan salah satu nama simbol ('Kepala Banteng'), murid segera mengangkat kartu gambar yang cocok lalu menyebutkan namanya dengan lantang bersama-sama secara berulang untuk ketiga simbol (acuan: nama 'Pohon Beringin' -> angkat kartu pohon rimbun; nama 'Kepala Banteng' -> angkat kartu hewan bertanduk; nama 'Padi dan Kapas' -> angkat kartu padi butir kuning & kapas putih) (10 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan identifikasi simbol: murid melihat 3 gambar simbol yang tercetak pada lembar kerja dan menuliskan atau melingkari nama simbol yang tepat untuk masing-masing gambar (acuan: Gambar 1 pohon rimbun = pohon beringin; Gambar 2 hewan bertanduk = kepala banteng; Gambar 3 bulir padi dan bunga kapas = padi dan kapas) (13 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar kerja dengan mengonfirmasi kembali nama ketiga simbol yang telah dipelajari secara bersama-sama (5 menit).
  • Murid mengungkapkan perasaan mereka saat bermain tebak dan angkat kartu simbol Pancasila (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas keberhasilan murid dalam mengenali dan menyebutkan ketiga simbol Pancasila (pohon beringin, kepala banteng, padi dan kapas) (4 menit).
  • Guru menyampaikan asesmen akhir lisan: guru menunjuk acak kartu simbol dan meminta murid menyebutkan namanya secara langsung (acuan: kartu pohon rimbun = pohon beringin; kartu kepala banteng = kepala banteng; kartu padi kuning dan kapas = padi dan kapas) (3 menit).
  • Guru menginformasikan secara singkat rencana pertemuan berikutnya, yaitu menyebutkan kelima simbol sila berdasarkan posisinya pada perisai Garuda Pancasila, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar simbol dengan ukuran besar dan kontras warna yang jelas bagi murid yang memerlukan dukungan visual.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu menyebutkan nama simbol diberikan bimbingan langsung dengan meraba bentuk kartu/ciri gambar (misalnya tanduk banteng atau daun beringin); bagi murid yang cepat menguasai diberikan tantangan menyebutkan ketiga simbol secara cepat berurutan tanpa jeda ragu.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan ketercapaian dengan menyebutkan nama simbol secara lisan langsung atau memberi tanda centang/lingkaran pada pilihan label nama simbol di lembar gambar.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran menggunakan poster perisai Garuda Pancasila: guru menunjuk 3 simbol dan meminta murid menyebutkan namanya. Acuan jawaban benar: (1) Gambar pohon rimbun = pohon beringin; (2) Gambar hewan bertanduk hitam = kepala banteng; (3) Gambar tanaman butir kuning dan bunga putih = padi dan kapas.

Proses:

  • Pengamatan langsung saat permainan 'Tunjuk & Sebut Simbol': memeriksa ketepatan murid mengangkat dan menyebutkan nama 3 kartu simbol sesuai aba-aba guru (acuan: kartu pohon rimbun = pohon beringin; kartu hewan bertanduk = kepala banteng; kartu tanaman = padi dan kapas).
  • Pemeriksaan hasil lembar kerja mandiri identifikasi 3 gambar simbol Pancasila (kunci jawaban: Butir 1 gambar pohon rimbun -> pohon beringin; Butir 2 gambar hewan bertanduk -> kepala banteng; Butir 3 gambar bulir padi dan kapas -> padi dan kapas).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir pertemuan: guru memperlihatkan 3 kartu simbol secara acak kepada murid secara individual/kelompok kecil dan murid menyebutkan nama simbol tersebut tanpa bantuan (acuan: gambar pohon beringin dijawab 'pohon beringin', gambar kepala banteng dijawab 'kepala banteng', gambar padi dan kapas dijawab 'padi dan kapas').

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja permainan 'Tunjuk & Sebut Simbol' dengan kartu gambar.
  • Pemeriksaan lembar latihan mandiri mencocokkan dan menyebutkan nama simbol (pohon beringin, kepala banteng, padi dan kapas).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan Simbol Pohon Beringin, Kepala Banteng, serta Padi dan KapasBelum mampu menyebutkan nama ketiga simbol (pohon beringin, kepala banteng, padi dan kapas) meskipun telah diberikan bantuan visual penuh.Mampu menyebutkan 1 dari 3 simbol (acuan: pohon beringin, kepala banteng, atau padi dan kapas) dengan tepat secara terbimbing.Mampu menyebutkan 2 dari 3 simbol (acuan: pohon beringin, kepala banteng, serta padi dan kapas) dengan tepat secara mandiri.Mampu menyebutkan seluruh 3 simbol (pohon beringin, kepala banteng, serta padi dan kapas) secara lengkap dan tepat tanpa ragu secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media kartu gambar dan permainan 'Tunjuk & Sebut Simbol' efektif membantu murid membedakan simbol pohon beringin, kepala banteng, serta padi dan kapas?
  • Apakah ada murid yang masih tertukar dalam menyebutkan nama pohon beringin, kepala banteng, atau padi dan kapas?

Murid:

  • Simbol mana di antara pohon beringin, kepala banteng, atau padi dan kapas yang paling mudah kamu ingat gambarnya?
  • Apakah kamu merasa senang saat bermain tebak dan angkat kartu simbol tadi?

Pertemuan 3 — Menyebutkan Kelima Simbol Sila Pancasila Berdasarkan Posisinya pada Perisai Lambang Negara Garuda Pancasila — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.1 Menyebutkan simbol-simbol Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, memeriksa kehadiran, dan menyanyikan lagu Garuda Pancasila untuk membangun kesiapan belajar (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan menunjukkan gambar perisai kosong bertanda tanya di bagian tengah, lalu meminta murid menyebutkan simbol apa yang seharusnya ada di bagian tengah tersebut (acuan: simbol bintang) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memajang poster perisai Garuda Pancasila berukuran besar dan membimbing murid mengamati serta menyebutkan kelima simbol berdasarkan letaknya: bagian tengah (bintang), kanan bawah (rantai), kanan atas (pohon beringin), kiri atas (kepala banteng), dan kiri bawah (padi dan kapas) secara bersama-sama (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid bermain tantangan 'Detektif Posisi Simbol': guru menyebutkan satu posisi pada perisai (tengah, kanan bawah, kanan atas, kiri atas, kiri bawah), lalu murid secara bergiliran menyebutkan dengan lantang simbol Pancasila yang menempati posisi tersebut (acuan: tengah = bintang; kanan bawah = rantai; kanan atas = pohon beringin; kiri atas = kepala banteng; kiri bawah = padi dan kapas) (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja visual berisi gambar perisai berlabel posisi 1 sampai 5 untuk menyebutkan/menuliskan nama simbol sesuai posisinya: (1) tengah, (2) kanan bawah, (3) kanan atas, (4) kiri atas, (5) kiri bawah (acuan kunci: 1 = bintang, 2 = rantai, 3 = pohon beringin, 4 = kepala banteng, 5 = padi dan kapas) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru dan murid melakukan tanya jawab reflektif untuk menegaskan kembali letak kelima simbol pada perisai agar murid menyadari letak masing-masing simbol secara tepat (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil lembar kerja visual murid dan mengonfirmasi ketepatan penyebutan kelima simbol pada posisinya (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran posisi simbol perisai dan menutup sesi dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan poster perisai dengan kode warna pembeda posisi bagi murid yang membutuhkan panduan visual konkret.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi dengan menunjuk langsung posisi pada poster sebelum menyebutkan nama simbolnya, sedangkan murid yang lebih cepat ditantang menyebutkan kelima simbol perisai secara berurutan mulai dari tengah searah jarum jam secara mandiri.
  • Produk: Murid dapat menyebutkan simbol perisai secara lisan langsung kepada guru atau menuliskannya pada lembar kerja visual berlabel.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Anak-anak, lihat gambar perisai ini. Simbol apa yang letaknya tepat di tengah-tengah perisai?' (acuan jawaban benar: bintang).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan murid dalam permainan 'Detektif Posisi Simbol' saat guru memanggil posisi perisai secara acak (tengah, kanan bawah, kanan atas, kiri atas, kiri bawah) dan murid menyebutkan nama simbolnya (acuan kunci: tengah = bintang, kanan bawah = rantai, kanan atas = pohon beringin, kiri atas = kepala banteng, kiri bawah = padi dan kapas).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri melalui lembar kerja visual 5 nomor posisi perisai. Murid menyebutkan kelima simbol sesuai posisinya: No. 1 tengah (acuan: bintang), No. 2 kanan bawah (acuan: rantai), No. 3 kanan atas (acuan: pohon beringin), No. 4 kiri atas (acuan: kepala banteng), No. 5 kiri bawah (acuan: padi dan kapas).

Formatif:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran mengenai simbol di bagian tengah perisai.
  • Observasi unjuk kerja permainan 'Detektif Posisi Simbol' saat menyebutkan nama simbol berdasarkan posisi perisai.
  • Pemeriksaan lembar kerja visual menyebutkan 5 simbol perisai sesuai posisinya.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan kelima simbol Pancasila berdasarkan posisinya pada perisaiMurid menyebutkan dengan tepat 1 simbol atau belum tepat sama sekali berdasarkan posisinya pada perisai (acuan: bintang di tengah, rantai di kanan bawah, pohon beringin di kanan atas, kepala banteng di kiri atas, padi dan kapas di kiri bawah).Murid menyebutkan dengan tepat 2 sampai 3 simbol berdasarkan posisinya pada perisai dengan bimbingan guru (acuan: bintang di tengah, rantai di kanan bawah, pohon beringin di kanan atas, kepala banteng di kiri atas, padi dan kapas di kiri bawah).Murid menyebutkan dengan tepat 4 simbol berdasarkan posisinya pada perisai secara mandiri (acuan: bintang di tengah, rantai di kanan bawah, pohon beringin di kanan atas, kepala banteng di kiri atas, padi dan kapas di kiri bawah).Murid menyebutkan seluruh 5 simbol Pancasila berdasarkan posisinya pada perisai secara lengkap dan tepat secara mandiri (acuan: bintang di tengah, rantai di kanan bawah, pohon beringin di kanan atas, kepala banteng di kiri atas, padi dan kapas di kiri bawah).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media poster perisai Garuda Pancasila efektif membantu seluruh murid mengingat letak kelima simbol Pancasila?
  • Bagian posisi simbol mana yang paling sering tertukar oleh murid saat kegiatan menyebutkan letak simbol?

Murid:

  • Simbol apa yang terletak di bagian tengah perisai burung Garuda?
  • Apakah kamu sekarang sudah bisa menyebutkan kelima simbol Pancasila sesuai letaknya di perisai?

Pertemuan 4 — Menyebutkan dan Menata Urutan Simbol-Simbol Pancasila dalam Lambang Negara Garuda Pancasila secara Mandiri — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.1 Menyebutkan simbol-simbol Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
  • Guru mengajak murid menyanyikan bersama lagu 'Garuda Pancasila' untuk membangkitkan semangat belajar (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik cepat dengan menunjukkan gambar perisai kosong lalu bertanya: 'Siapa yang ingat simbol sila ke-1 itu apa?' (acuan jawaban benar: Bintang) untuk memetakan kesiapan menyebut simbol secara runtut (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menata urutan dan menyebutkan kelima simbol Pancasila secara runtut dan mandiri pada lembar perisai (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru memperlihatkan gambar perisai burung Garuda lengkap di papan tulis dan mengulang bersama nama kelima simbol secara runtut: sila ke-1 Bintang, sila ke-2 Rantai, sila ke-3 Pohon Beringin, sila ke-4 Kepala Banteng, sila ke-5 Padi dan Kapas (5 menit).
  • Guru mengadakan permainan tepuk urutan simbol 'Tepuk Pancasila': Guru menyebutkan nomor sila 'Satu!', murid bertepuk dan menyebut 'Bintang!', berlanjut hingga sila kelima untuk mengingat urutan simbol dengan riang (7 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Mandiri berupa pola perisai kosong bernomor 1 sampai 5 dan 5 kartu gambar simbol Pancasila lepas (Bintang, Rantai, Pohon Beringin, Kepala Banteng, Padi dan Kapas) kepada masing-masing murid (4 menit).
  • Murid secara mandiri menata dan menempelkan 5 kartu simbol ke posisi nomor yang benar pada lembar perisai (acuan urutan: posisi 1 = Bintang, posisi 2 = Rantai, posisi 3 = Pohon Beringin, posisi 4 = Kepala Banteng, posisi 5 = Padi dan Kapas) (18 menit).
  • Murid secara bergantian menyebutkan langsung di mejanya hasil susunan kelima simbol Pancasila yang telah ditempel sesuai urutan sila 1 sampai 5 di hadapan guru (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru bersama murid memeriksa kebenaran urutan simbol pada perisai secara klasikal dan murid memeriksa kembali lembar kerjanya sendiri (6 menit).
  • Murid mengungkapkan perasaan mereka saat menata sendiri simbol-simbol Pancasila serta bagian urutan yang paling mudah atau membutuhkan ketelitian (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap keberhasilan murid yang telah mampu menyebutkan dan mengurutkan kelima simbol Pancasila secara tepat dan mandiri (4 menit).
  • Guru dan murid menutup kegiatan pembelajaran dengan doa penutup dan salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar perisai dengan garis bantu siluet samar bentuk simbol, sedangkan murid reguler dan mahir menggunakan lembar perisai kosong bernomor 1-5.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi secara bertahap saat mengurutkan kartu simbol 1 per 1, sedangkan murid yang lebih cepat diarahkan langsung menyusun dan menyebutkan kelima simbol secara mandiri.
  • Produk: Murid menyelesaikan penataan 5 kartu simbol pada lembar kerja perisai dan menyebutkan nama kelima simbol sesuai urutan sila ke-1 sampai ke-5.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan di pendahuluan: Guru menunjukkan gambar perisai kosong lalu menanyakan: 'Sebutkan simbol sila ke-1 Pancasila!' (acuan jawaban benar: Bintang) dan 'Sebutkan simbol sila ke-2 Pancasila!' (acuan jawaban benar: Rantai).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja saat murid menata 5 kartu simbol pada lembar perisai bernomor 1 sampai 5 secara mandiri (acuan penataan: 1 = Bintang, 2 = Rantai, 3 = Pohon Beringin, 4 = Kepala Banteng, 5 = Padi dan Kapas).
  • Pemeriksaan ketepatan lisan murid saat menyebutkan kelima simbol Pancasila secara berurutan di hadapan guru (acuan: Sila 1 Bintang, Sila 2 Rantai, Sila 3 Pohon Beringin, Sila 4 Kepala Banteng, Sila 5 Padi dan Kapas).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi: Murid secara serempak dan acak menyebutkan simbol yang ditunjuk guru pada perisai besar di papan tulis (acuan: posisi tengah = Bintang, kanan bawah = Rantai, kanan atas = Pohon Beringin, kiri atas = Kepala Banteng, kiri bawah = Padi dan Kapas).

Formatif:

  • Penilaian kinerja penataan kartu simbol Pancasila pada lembar perisai
  • Lisan: Menyebutkan urutan kelima simbol Pancasila dari sila 1 sampai sila 5 secara mandiri

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menata Urutan dan Menyebutkan Simbol-Simbol Pancasila (Acuan urutan: Sila 1 Bintang, Sila 2 Rantai, Sila 3 Pohon Beringin, Sila 4 Kepala Banteng, Sila 5 Padi dan Kapas)Menata dan menyebutkan kurang dari 3 simbol Pancasila dengan urutan yang tepat dan masih membutuhkan bantuan penuh guru.Menata dan menyebutkan 3 dari 5 simbol Pancasila dengan urutan yang tepat dengan sedikit arahan guru.Menata dan menyebutkan 4 dari 5 simbol Pancasila dengan urutan yang tepat secara mandiri.Menata dan menyebutkan seluruh (5 dari 5) simbol Pancasila dengan urutan yang tepat secara mandiri tanpa bantuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media kartu simbol dan perisai kosong membantu murid menata urutan simbol secara mandiri?
  • Bagian urutan simbol mana yang masih sering tertukar oleh murid dan perlu penguatan kembali?

Murid:

  • Apakah kamu senang bisa menata sendiri 5 simbol Pancasila pada gambar perisai hari ini?
  • Simbol sila keberapakah yang paling mudah kamu ingat dan tata letaknya?

Pertemuan 5 — Menghubungkan Simbol Bintang dengan Bunyi Sila Pertama Pancasila — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.2 Menghubungkan simbol Pancasila dengan bunyi sila-sila Pancasila

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, meminta seorang murid memimpin doa, menyanyikan lagu Garuda Pancasila bersama, mengecek kehadiran, serta menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menghubungkan simbol bintang dengan bunyi sila pertama Pancasila (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik awal dengan menunjukkan kartu gambar bintang dan menanyakan: 'Simbol apakah ini dan sila ke berapa yang diwakilinya?' (acuan jawaban: simbol bintang emas, sila ke-1/pertama) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati kartu gambar perisai Garuda Pancasila dengan fokus pada simbol bintang berlatar hitam di posisi tengah, lalu menyimak penjelasan guru bahwa bintang melambangkan sila pertama (10 menit).
  • Murid bersama-sama membaca nyaring bunyi sila pertama Pancasila: 'Ketuhanan Yang Maha Esa' yang tertulis di samping gambar simbol bintang (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid memainkan permainan tantangan berpasangan 'Tepuk Pasangan Sila': murid A memegang kartu simbol bintang dan murid B mencari kartu bertuliskan bunyi 'Ketuhanan Yang Maha Esa' dari 3 pilihan kartu bunyi (pilihan 1: 'Ketuhanan Yang Maha Esa', pilihan 2: 'Persatuan Indonesia', pilihan 3: 'Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia'; acuan benar: pilihan 1) secara bergantian (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan menghubungkan garis antara gambar simbol bintang dengan pita teks bunyi sila yang tepat dari 3 pilihan: (A) Kemanusiaan yang adil dan beradab, (B) Ketuhanan Yang Maha Esa, (C) Persatuan Indonesia (acuan kunci: garis menghubungkan bintang ke pilihan B) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil garis penghubung pada lembar kerja masing-masing bersama bimbingan guru dan menyatakan kepastian hubungan antara bintang dan sila pertama (5 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan bahwa simbol bintang berpasangan dengan bunyi sila pertama yaitu 'Ketuhanan Yang Maha Esa', kemudian guru memberi umpan balik dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (10 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar bintang dengan ukuran lebih besar dan teks bunyi bersuku kata warna bagi murid yang membutuhkan dukungan visual.
  • Proses: Memberikan bimbingan langsung (scaffolding) membaca teks bagi murid lambat, sedangkan murid cepat diminta menghubungkan simbol bintang pada variasi lembar kerja acak 4 teks sila.
  • Produk: Murid dapat menghubungkan dengan menarik garis langsung atau menempelkan potongan gambar bintang tepat di samping teks bunyi sila pertama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Guru menunjukkan kartu gambar bintang dan menanyakan: 'Sebutkan nama simbol ini dan nomor sila yang diwakilinya!' (acuan jawaban: nama simbol adalah Bintang, mewakili sila ke-1 / kesatu).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan murid dalam permainan memasangkan kartu bintang dengan kartu teks bertuliskan 'Ketuhanan Yang Maha Esa' (acuan kunci: kartu bintang berpasangan dengan kartu teks 'Ketuhanan Yang Maha Esa').
  • Pemeriksaan lembar kerja menarik garis: memastikan garis dari gambar bintang terhubung tepat ke kotak teks 'Ketuhanan Yang Maha Esa' dari 3 pilihan yang disajikan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir kegiatan: guru memperlihatkan simbol bintang dan meminta seluruh murid serentak melafalkan bunyi sila yang terhubung dengannya (acuan jawaban: 'Ketuhanan Yang Maha Esa').

Formatif:

  • Tes lisan diagnostik awal pengenalan simbol bintang dan nomor sila.
  • Unjuk kerja permainan berpasangan 'Tepuk Pasangan Sila' mencocokkan simbol bintang dengan teks bunyi sila pertama.
  • Penugasan tertulis lembar kerja menghubungkan garis simbol bintang ke teks bunyi sila pertama.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menghubungkan Simbol Bintang dengan Bunyi Sila Pertama PancasilaBelum mampu menghubungkan simbol bintang dengan bunyi sila pertama 'Ketuhanan Yang Maha Esa' meskipun telah diberikan bimbingan penuh oleh guru.Mampu menghubungkan simbol bintang dengan bunyi sila pertama 'Ketuhanan Yang Maha Esa' dengan bantuan arahan atau petunjuk berulang dari guru.Mampu menghubungkan simbol bintang dengan bunyi sila pertama 'Ketuhanan Yang Maha Esa' secara tepat dan mandiri.Mampu menghubungkan simbol bintang dengan bunyi sila pertama 'Ketuhanan Yang Maha Esa' secara tepat, mandiri, dan cepat serta konsisten dalam berbagai variasi posisi kartu teks.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah dapat membedakan teks bunyi sila pertama dari teks sila lainnya saat dipasangkan dengan simbol bintang?
  • Bagian kegiatan mana yang paling efektif membantu murid memahami pasangan simbol bintang dan bunyi sila pertama?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu setelah bermain memasangkan gambar bintang dengan bunyi sila pertama?
  • Apakah kamu sudah hafal bunyi sila pertama yang pasangannya lambang bintang?

Pertemuan 6 — Menghubungkan Simbol Rantai dan Pohon Beringin dengan Bunyi Sila Kedua dan Ketiga Pancasila — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.2 Menghubungkan simbol Pancasila dengan bunyi sila-sila Pancasila

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu 'Garuda Pancasila' bersama-sama untuk membangkitkan semangat kebangsaan (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan menunjukkan gambar simbol rantai dan pohon beringin, lalu menanyakan: 'Gambar apa ini dan bunyi sila ke berapa yang cocok?' (acuan: gambar rantai = sila kedua 'Kemanusiaan yang adil dan beradab'; gambar pohon beringin = sila ketiga 'Persatuan Indonesia') (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mengamati gambar simbol rantai dan gambar pohon beringin pada kartu peraga di papan tulis bersama bimbingan guru (5 menit).
  • Murid menyimak penjelasan guru yang mengaitkan bentuk simbol rantai dengan bunyi sila kedua 'Kemanusiaan yang adil dan beradab' serta pohon beringin dengan bunyi sila ketiga 'Persatuan Indonesia' (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bermain tantangan berpasangan 'Cari Pasanganku' secara menggembirakan: murid memegang kartu simbol (kartu A: rantai, kartu B: pohon beringin) dan mencari teman yang memegang kartu bunyi sila yang tepat (kartu 1: 'Kemanusiaan yang adil dan beradab', kartu 2: 'Persatuan Indonesia') (acuan pasangan: kartu A berpasangan dengan kartu 1; kartu B berpasangan dengan kartu 2) (15 menit).
  • Secara mandiri, murid mengerjakan lembar kerja menghubungkan garis antara 2 gambar simbol dan 2 teks bunyi sila: (1) Gambar rantai dihubungkan ke teks 'Kemanusiaan yang adil dan beradab'; (2) Gambar pohon beringin dihubungkan ke teks 'Persatuan Indonesia' (acuan kunci: 1 -> Kemanusiaan yang adil dan beradab; 2 -> Persatuan Indonesia) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar kerja dan memeriksa ketepatan garis hubung pada kedua simbol dan bunyi sila (5 menit).
  • Murid mengungkapkan perasaan mereka setelah berhasil memasangkan simbol rantai dan pohon beringin dengan bunyi silanya secara benar (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali pasangan simbol dan bunyi sila: rantai untuk sila kedua ('Kemanusiaan yang adil dan beradab') dan pohon beringin untuk sila ketiga ('Persatuan Indonesia') (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa kuis cepat lisan, menyampaikan rencana kegiatan pertemuan berikutnya (menghubungkan simbol kepala banteng serta padi dan kapas), dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu simbol bergambar nyata dan kartu teks bunyi sila yang dilengkapi kode warna latar yang selaras untuk murid yang membutuhkan bantuan visual.
  • Proses: Bagi murid yang masih keliru membedakan bunyi sila kedua dan ketiga, guru memberikan bimbingan langsung (scaffolding) dengan membacakan kembali potongan bunyi sila; bagi murid yang cepat paham, diberikan tantangan menghubungkan kartu tanpa bantuan warna petunjuk.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan pemahaman menghubungkan simbol dan bunyi sila melalui lembar kerja tarik garis atau memasangkan kartu fisik secara langsung di meja belajar.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran menggunakan 2 gambar simbol: guru menunjukkan gambar rantai dan pohon beringin, lalu menanyakan bunyi sila yang sesuai. Acuan jawaban benar: (1) Simbol rantai pasangannya sila kedua 'Kemanusiaan yang adil dan beradab'; (2) Simbol pohon beringin pasangannya sila ketiga 'Persatuan Indonesia'.

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid melakukan aktivitas menghubungkan kartu: ketepatan murid menjodohkan simbol rantai ke bunyi 'Kemanusiaan yang adil dan beradab' dan pohon beringin ke bunyi 'Persatuan Indonesia' (acuan: kartu rantai -> sila 2; kartu pohon beringin -> sila 3).
  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri menghubungkan garis 2 butir: butir 1 gambar rantai ke teks bunyi sila kedua dan butir 2 gambar pohon beringin ke teks bunyi sila ketiga (acuan kunci: butir 1 = Kemanusiaan yang adil dan beradab; butir 2 = Persatuan Indonesia).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: guru menyebutkan 2 simbol secara acak, murid menjawab bunyi silanya secara serentak/individu. Butir 1: 'Apa bunyi sila dengan simbol rantai?' (acuan: 'Kemanusiaan yang adil dan beradab'); Butir 2: 'Apa bunyi sila dengan simbol pohon beringin?' (acuan: 'Persatuan Indonesia'). Kriteria ketercapaian: murid menjawab kedua butir tepat sesuai acuan.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja permainan berpasangan menghubungkan kartu simbol rantai dan pohon beringin dengan kartu teks bunyi sila
  • Penilaian lembar kerja menghubungkan garis antara 2 simbol (rantai, pohon beringin) dengan bunyi sila kedua dan ketiga

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menghubungkan Simbol Rantai dan Pohon Beringin dengan Bunyi Sila Kedua dan Ketiga Pancasila (Acuan: Simbol rantai -> Sila 2 'Kemanusiaan yang adil dan beradab'; Simbol pohon beringin -> Sila 3 'Persatuan Indonesia')Belum mampu menghubungkan simbol rantai maupun pohon beringin dengan bunyi sila kedua dan ketiga secara tepat meskipun telah diberikan bimbingan penuh.Mampu menghubungkan 1 dari 2 simbol (rantai atau pohon beringin) dengan bunyi sila yang tepat dengan bantuan bimbingan guru.Mampu menghubungkan kedua simbol (rantai dengan sila kedua dan pohon beringin dengan sila ketiga) secara tepat sesuai acuan dengan sedikit arahan.Mampu menghubungkan kedua simbol (rantai dengan sila kedua dan pohon beringin dengan sila ketiga) secara tepat sesuai acuan secara cepat dan mandiri tanpa keraguan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan media kartu simbol rantai dan pohon beringin mempermudah murid menghubungkannya dengan bunyi sila kedua dan ketiga?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas permainan berpasangan menghubungkan kartu simbol dan bunyi sila?
  • Langkah perbaikan apa yang perlu dilakukan untuk membantu murid yang masih tertukar antara bunyi sila kedua dan ketiga?

Murid:

  • Apakah kamu merasa senang saat bermain mencari pasangan kartu simbol rantai dan pohon beringin tadi?
  • Apakah kamu sudah bisa membedakan bunyi sila untuk simbol rantai dan simbol pohon beringin?

Pertemuan 7 — Menghubungkan Simbol Kepala Banteng serta Padi dan Kapas dengan Bunyi Sila Keempat dan Kelima Pancasila — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.2 Menghubungkan simbol Pancasila dengan bunyi sila-sila Pancasila

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru melakukan diagnostik awal dengan menunjukkan gambar kepala banteng serta padi dan kapas secara bergantian, lalu menanyakan simbol sila ke berapa kedua gambar tersebut (acuan: kepala banteng = simbol sila ke-4; padi dan kapas = simbol sila ke-5) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menghubungkan simbol kepala banteng dan simbol padi dan kapas dengan bunyi sila keempat dan kelima Pancasila secara tepat (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Guru memperlihatkan gambar simbol kepala banteng dan kartu teks bunyi sila keempat: 'Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan', lalu membaca teks secara bersama-sama dan mengaitkannya sebagai pasangan simbol dan bunyi sila keempat (8 menit).
  • Guru memperlihatkan gambar simbol padi dan kapas dan kartu teks bunyi sila kelima: 'Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia', lalu membaca teks bersama-sama dan mengaitkannya sebagai pasangan simbol dan bunyi sila kelima (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru menyelenggarakan permainan interaktif 'Tebak Pasangan Cepat': guru mengangkat salah satu dari 2 gambar simbol (kepala banteng atau padi dan kapas), dan murid secara serentak mengangkat kartu potongan bunyi sila yang tepat dari 2 pilihan kartu di meja mereka: Kartu A ('Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan') atau Kartu B ('Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia') (acuan: gambar kepala banteng -> Kartu A; gambar padi dan kapas -> Kartu B) (10 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Menjodohkan yang memuat 2 butir soal menarik garis: Butir 1 (gambar kepala banteng) dan Butir 2 (gambar padi dan kapas) ke arah teks bunyi sila yang sesuai (acuan kunci jawaban: Butir 1 kepala banteng terhubung ke teks 'Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan'; Butir 2 padi dan kapas terhubung ke teks 'Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia') (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru bersama murid memeriksa hasil pengerjaan lembar kerja dan menegaskan kembali ketepatan pasangan antara simbol kepala banteng dengan bunyi sila keempat serta simbol padi dan kapas dengan bunyi sila kelima (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung atas hasil lembar kerja murid dan mengajukan 1 pertanyaan cek pemahaman singkat lisan (acuan: simbol kepala banteng berpasangan dengan sila keempat, padi dan kapas berpasangan dengan sila kelima) (5 menit).
  • Guru memandu murid menyimpulkan pembelajaran hari ini dan menutup kegiatan belajar dengan doa bersama serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu simbol dengan kode warna latar pembeda (merah untuk kepala banteng, putih untuk padi dan kapas) bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
  • Proses: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan, guru mendampingi saat membaca potongan teks sila; bagi murid yang cepat selesai, murid menghubungkan simbol dengan bunyi sila secara mandiri tanpa bantuan pembacaan lisan.
  • Produk: Semua murid menghasilkan bukti yang setara, yaitu menarik garis penghubung yang tepat antara kedua simbol dengan kedua bunyi sila pada lembar kerja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran menggunakan 2 kartu gambar simbol: (1) Gambar kepala banteng (acuan jawaban tepat: simbol sila ke-4); (2) Gambar padi dan kapas (acuan jawaban tepat: simbol sila ke-5).

Proses:

  • Pengamatan saat permainan 'Tebak Pasangan Cepat' untuk mengidentifikasi kesiapan murid menghubungkan 2 simbol dengan bunyi silanya (acuan: kepala banteng berpasangan dengan 'Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan'; padi dan kapas berpasangan dengan 'Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia').
  • Pemeriksaan lembar kerja menjodohkan 2 butir simbol dan teks bunyi sila secara individual.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir kegiatan: murid menyebutkan bunyi sila untuk simbol kepala banteng (acuan: 'Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan') dan simbol padi dan kapas (acuan: 'Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia').

Formatif:

  • Observasi ketepatan mengangkat kartu pasangan simbol dan bunyi sila pada permainan Tebak Pasangan Cepat
  • Penilaian kinerja penugasan lembar kerja menjodohkan simbol kepala banteng serta padi dan kapas dengan bunyi sila keempat dan kelima

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan menghubungkan simbol kepala banteng serta padi dan kapas dengan bunyi sila keempat dan kelimaBelum tepat menghubungkan simbol kepala banteng maupun simbol padi dan kapas dengan bunyi sila keempat dan kelima meski dengan bimbingan penuh guru (0 dari 2 tepat; acuan: kepala banteng = sila keempat, padi dan kapas = sila kelima).Dapat menghubungkan 1 dari 2 simbol dengan bunyi sila yang tepat dengan bimbingan guru (acuan: tepat pada simbol kepala banteng ke bunyi sila keempat saja ATAU tepat pada simbol padi dan kapas ke bunyi sila kelima saja).Dapat menghubungkan kedua simbol (kepala banteng dan padi-kapas) dengan bunyi sila keempat dan kelima secara tepat (2 dari 2 tepat; acuan: kepala banteng ke bunyi sila keempat dan padi-kapas ke bunyi sila kelima) dengan sedikit arahan.Dapat menghubungkan kedua simbol (kepala banteng dan padi-kapas) dengan bunyi sila keempat dan kelima secara tepat (2 dari 2 tepat; acuan: kepala banteng ke bunyi sila keempat dan padi-kapas ke bunyi sila kelima) secara mandiri dan cepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah dapat membedakan pasangan simbol kepala banteng (sila keempat) dan padi-kapas (sila kelima)?
  • Bagian mana dari kegiatan permainan atau lembar kerja yang paling efektif membantu murid mengingat hubungan simbol dan bunyi sila?

Murid:

  • Apakah kamu sudah tahu lambang dari sila keempat dan sila kelima Pancasila?
  • Kegiatan mana yang paling kamu sukai saat belajar menghubungkan gambar simbol dan bunyi sila tadi?

Pertemuan 8 — Menghubungkan Seluruh Simbol Pancasila dengan Bunyi Sila-Sila Pancasila Menggunakan Kartu Pasangan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.2 Menghubungkan simbol Pancasila dengan bunyi sila-sila Pancasila

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, meminta seorang murid memimpin doa, memeriksa kehadiran murid, menyanyikan lagu Garuda Pancasila bersama, serta menyampaikan tujuan pembelajaran menghubungkan seluruh simbol Pancasila dengan bunyi sila Pancasila (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 kartu simbol (bintang dan rantai) dan meminta murid secara lisan menghubungkan ke bunyi silanya (acuan: kartu bintang -> Ketuhanan Yang Maha Esa; kartu rantai -> Kemanusiaan yang adil dan beradab) untuk memetakan kesiapan murid (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati papan peraga berisi daftar 5 simbol Pancasila dan 5 teks bunyi sila Pancasila secara runtut, lalu bersama guru menyimak penegasan hubungan kelimanya: simbol 1 Bintang untuk bunyi 'Ketuhanan Yang Maha Esa', simbol 2 Rantai untuk bunyi 'Kemanusiaan yang adil dan beradab', simbol 3 Pohon Beringin untuk bunyi 'Persatuan Indonesia', simbol 4 Kepala Banteng untuk bunyi 'Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan', dan simbol 5 Padi dan Kapas untuk bunyi 'Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia' (10 menit).
  • Murid berkesadaran menyimak peragaan guru tentang cara mencocokkan kartu simbol bergambar dengan kartu teks bunyi sila yang tepat di meja belajar (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid memainkan permainan tantangan edukatif 'Pasangan Cepat Kartu Pancasila' secara berpasangan, di mana tiap pasangan menerima 5 kartu gambar simbol dan 5 kartu bunyi sila yang diacak di meja, lalu berlomba menghubungkan kelima pasang kartu tersebut secara tepat (10 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan lembar latihan kerja menghubungkan simbol dengan menarik garis lurus antara kolom gambar 5 simbol ke kolom teks 5 bunyi sila Pancasila (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama bimbingan guru memeriksa hasil pemasangan kartu dan tarikan garis pada lembar kerja berdasarkan daftar acuan resmi kelima sila Pancasila, lalu menandai pasangan simbol dan bunyi sila mana yang paling mudah dihubungkan dan mana yang masih membutuhkan latihan (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan hubungan lengkap kelima simbol Pancasila dengan bunyi masing-masing sila (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap ketepatan menghubungkan simbol dan bunyi sila, lalu menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu pasangan yang dilengkapi kode angka urutan sila (1-5), sedangkan murid yang cepat menerima kartu pasangan tanpa angka penanda urutan.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing langsung oleh guru dalam mencocokkan simbol satu per satu, sementara murid yang telah mahir dapat menghubungkan 5 pasangan kartu secara mandiri dengan tantangan waktu lebih cepat.
  • Produk: Semua murid menghasilkan bukti belajar yang sama yaitu lembar kerja penarikan garis 5 pasangan simbol dan bunyi sila Pancasila secara tepat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran menggunakan 2 kartu simbol acak: (1) Kartu Bintang dihubungkan ke bunyi sila ke-1 (acuan jawaban: Ketuhanan Yang Maha Esa); (2) Kartu Rantai dihubungkan ke bunyi sila ke-2 (acuan jawaban: Kemanusiaan yang adil dan beradab).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid melakukan permainan mencocokkan 5 pasangan kartu: (1) Kartu gambar Bintang -> Kartu bunyi 'Ketuhanan Yang Maha Esa', (2) Kartu gambar Rantai -> Kartu bunyi 'Kemanusiaan yang adil dan beradab', (3) Kartu gambar Pohon Beringin -> Kartu bunyi 'Persatuan Indonesia', (4) Kartu gambar Kepala Banteng -> Kartu bunyi 'Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan', (5) Kartu gambar Padi dan Kapas -> Kartu bunyi 'Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia'.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman individu melalui lembar kerja menjodohkan dengan menarik garis antara 5 simbol dan 5 bunyi sila. Acuan kunci jawaban: (1) Gambar Bintang ditarik ke teks 'Ketuhanan Yang Maha Esa'; (2) Gambar Rantai ditarik ke teks 'Kemanusiaan yang adil dan beradab'; (3) Gambar Pohon Beringin ditarik ke teks 'Persatuan Indonesia'; (4) Gambar Kepala Banteng ditarik ke teks 'Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan'; (5) Gambar Padi dan Kapas ditarik ke teks 'Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia'.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat permainan kartu pasangan menghubungkan 5 simbol dengan 5 bunyi sila Pancasila
  • Penilaian lembar kerja menghubungkan simbol dan bunyi sila Pancasila dengan menarik garis lurus

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan menghubungkan simbol Pancasila dengan bunyi sila-sila PancasilaMenghubungkan dengan tepat 1 atau kurang dari 5 simbol Pancasila dengan bunyi silanya (acuan 5 pasangan: Bintang - Ketuhanan Yang Maha Esa; Rantai - Kemanusiaan yang adil dan beradab; Pohon Beringin - Persatuan Indonesia; Kepala Banteng - Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan; Padi dan Kapas - Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia).Menghubungkan dengan tepat 2 sampai 3 dari 5 simbol Pancasila dengan bunyi silanya sesuai daftar acuan 5 pasangan.Menghubungkan dengan tepat 4 dari 5 simbol Pancasila dengan bunyi silanya sesuai daftar acuan 5 pasangan secara mandiri.Menghubungkan dengan tepat seluruh 5 dari 5 simbol Pancasila dengan bunyi silanya sesuai daftar acuan 5 pasangan secara tepat dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan media kartu pasangan efektif membantu semua murid menghubungkan kelima simbol dengan bunyi sila Pancasila secara tepat?
  • Bagian manakah dari pasangan simbol dan bunyi sila yang masih sering tertukar oleh murid?

Murid:

  • Apakah kamu dapat menghubungkan kelima simbol dengan bunyi sila Pancasila secara tepat?
  • Pasangan simbol dan bunyi sila manakah yang paling kamu sukai saat bermain kartu pasangan?

Pertemuan 9 — Menunjukkan Contoh Penerapan Nilai Sila Pertama Pancasila di Lingkungan Keluarga Melalui Gambar Aktivitas Ibadah dan Doa Bersama — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.3 Menunjukkan contoh penerapan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengajak satu murid memimpin doa bersama sesuai agama masing-masing, serta mengecek kehadiran (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar aktivitas di rumah: Gambar A (anak berdoa sebelum makan bersama ibu) dan Gambar B (anak mencuci tangan di wastafel). Guru meminta murid mengangkat tangan untuk menunjukkan gambar yang merupakan ibadah/doa kepada Tuhan (acuan kunci: Gambar A adalah ibadah/doa, Gambar B bukan ibadah/doa) serta menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menyajikan 3 gambar aktivitas di lingkungan keluarga pada papan tulis: Gambar 1 (keluarga salat/sembahyang berjamaah di ruang doa), Gambar 2 (anak berdoa sebelum tidur di samping orang tua), dan Gambar 3 (ayah merapikan tanaman di teras) (5 menit).
  • Murid menyimak penjelasan guru dan secara berkesadaran mengamati ciri-ciri penerapan nilai sila pertama (Ketuhanan) di rumah yang ditandai dengan aktivitas memohon, beribadah, mengucap syukur, atau berdoa kepada Tuhan (acuan: Gambar 1 dan Gambar 2 merupakan penerapan sila pertama, Gambar 3 bukan penerapan sila pertama) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagikan Lembar Aktivitas Bergambar yang memuat 4 gambar pilihan aktivitas keluarga: (1) Gambar anak dan ibu berdoa bersama di meja makan, (2) Gambar kakak membantu adik memasang tali sepatu, (3) Gambar keluarga berangkat bersama ke tempat ibadah, (4) Gambar anak sedang menonton televisi bersama ayah (5 menit).
  • Dalam suasana menggembirakan melalui permainan 'Detektif Gambar Sila Pertama', murid berlatih menandai dengan lingkaran hijau pada gambar yang menunjukkan contoh penerapan nilai sila pertama di keluarga (acuan kunci: Gambar 1 dan Gambar 3 diberi lingkaran hijau; Gambar 2 dan Gambar 4 tidak dilingkari karena merupakan nilai kemanusiaan/santai bersama) (15 menit).
  • Murid saling memeriksa hasil lembar aktivitas secara berpasangan dengan bimbingan guru untuk mencocokkan ketepatan gambar yang dipilih (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mereviu kembali alasan Gambar 1 (berdoa makan) dan Gambar 3 (pergi ke tempat ibadah bersama) dipilih sebagai penerapan nilai sila pertama di keluarga (5 menit).
  • Murid mengungkapkan perasaan mereka setelah berhasil mengenali gambar-gambar aktivitas ibadah dan doa bersama di rumah dengan mengangkat kartu ikon senyum (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil belajar bahwa berdoa dan beribadah bersama keluarga adalah wujud penerapan nilai sila pertama Pancasila (3 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar berukuran besar dengan simbol pembeda aktivitas doa yang jelas; murid yang cepat diberikan variasi 6 gambar aktivitas rumah tangga yang lebih beragam.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan menunjukkan gambar dibimbing langsung oleh guru melalui tanya jawab terarah; murid yang mahir memilih gambar secara mandiri.
  • Produk: Semua murid menunjukkan contoh penerapan sila pertama dengan melingkari gambar yang tepat pada lembar aktivitas masing-masing.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik visual di awal pelajaran: Murid diminta menunjukkan 1 gambar yang merupakan kegiatan ibadah/doa kepada Tuhan dari 2 pilihan gambar: Gambar A (berdoa sebelum makan bersama ibu) dan Gambar B (mencuci tangan di wastafel). Acuan jawaban benar: Gambar A.

Proses:

  • Observasi formatif saat murid mengerjakan Lembar Aktivitas Bergambar 4 butir: (1) Berdoa di meja makan, (2) Membantu adik memakai sepatu, (3) Berangkat ke tempat ibadah bersama keluarga, (4) Menonton televisi bersama ayah. Indikator: ketepatan menandai Gambar 1 dan Gambar 3 sebagai penerapan nilai sila pertama di keluarga.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid diminta mengangkat tangan untuk menunjuk apakah gambar 'keluarga berdoa sebelum tidur' termasuk contoh penerapan sila pertama di rumah (acuan jawaban: Ya/Tepat).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja memilih/menandai gambar penerapan nilai sila pertama Pancasila di lingkungan keluarga pada Lembar Aktivitas Bergambar.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Menunjukkan Contoh Penerapan Sila Pertama di KeluargaBelum mampu menunjukkan contoh gambar penerapan nilai sila pertama di lingkungan keluarga secara tepat dari 4 pilihan gambar yang disediakan (0 gambar tepat; acuan target: Gambar 1 berdoa makan dan Gambar 3 pergi ke tempat ibadah).Mampu menunjukkan 1 contoh gambar penerapan nilai sila pertama di lingkungan keluarga secara tepat dengan bimbingan penuh guru dari 4 pilihan gambar yang disediakan (tepat 1 dari 2 target: Gambar 1 atau Gambar 3).Mampu menunjukkan 2 contoh gambar penerapan nilai sila pertama di lingkungan keluarga secara tepat dengan sedikit arahan guru dari 4 pilihan gambar yang disediakan (tepat kedua target: Gambar 1 dan Gambar 3).Mampu menunjukkan 2 contoh gambar penerapan nilai sila pertama di lingkungan keluarga secara tepat, cepat, dan mandiri tanpa bimbingan dari 4 pilihan gambar yang disediakan (tepat kedua target: Gambar 1 dan Gambar 3).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media gambar aktivitas ibadah dan doa bersama keluarga yang digunakan sudah cukup jelas dan mudah dipahami oleh seluruh murid kelas 2?
  • Apakah permainan 'Detektif Gambar Sila Pertama' berhasil memotivasi murid secara aktif dalam mengidentifikasi contoh penerapan sila pertama?

Murid:

  • Gambar aktivitas ibadah atau doa mana yang paling sering kamu lakukan bersama keluargamu di rumah?
  • Apakah kamu merasa senang dan terbantu saat belajar menemukan gambar contoh pengamalan sila pertama tadi?

Pertemuan 10 — Menunjukkan Contoh Penerapan Nilai Sila Kedua Pancasila di Lingkungan Keluarga Melalui Gambar Perilaku Tolong-Menolong dan Berbagi — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.3 Menunjukkan contoh penerapan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama dipimpin salah satu murid (3 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran murid, menyanyikan lagu nasional 'Garuda Pancasila' bersama, serta menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menunjukkan contoh perilaku tolong-menolong dan berbagi di lingkungan keluarga sebagai penerapan sila kedua Pancasila (4 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan memperlihatkan 2 kartu gambar: Gambar A (seorang anak membantu ibu menyapu lantai) dan Gambar B (seorang anak berebut mainan hingga adiknya menangis). Murid diminta mengacungkan tangan untuk menunjukkan gambar mana yang menunjukkan perilaku saling menolong dan menyayangi di rumah (acuan: Gambar A menunjukkan sikap menolong, Gambar B bukan) (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru menayangkan dan membagikan lembar panduan bergambar yang memuat 4 gambar perilaku di rumah: Gambar 1 (kakak membalut luka lutut adik yang terjatuh), Gambar 2 (kakak membagi sepotong kue kepada adik di meja makan), Gambar 3 (anak membiarkan ibu keberatan membawa belanjaan), dan Gambar 4 (anak membantu ayah mencuci piring setelah makan) (5 menit).
  • Murid dengan bimbingan guru mencermati setiap gambar, lalu bersama-sama mengidentifikasi ciri tindakan tolong-menolong (meringankan kesulitan anggota keluarga) dan tindakan berbagi (memberikan sebagian yang dimiliki kepada saudara) sebagai wujud nilai kemanusiaan sila kedua Pancasila (7 menit).
  • Murid menunjuk secara lisan gambar mana saja yang termasuk contoh tolong-menolong dan berbagi di keluarga (acuan: Gambar 1 adalah tolong-menolong merawat adik, Gambar 2 adalah berbagi makanan, Gambar 4 adalah tolong-menolong mencuci piring; sedangkan Gambar 3 bukan contoh penerapan) (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengorganisasikan permainan kartu berpasangan 'Tunjuk Sahabat Kebaikan': setiap meja berpasangan menerima 1 set kartu berisi 4 kartu gambar aktivitas keluarga, yaitu Kartu A (anak membantu adik merapikan mainan yang berserakan), Kartu B (anak berbagi pensil warna dengan kakak saat menggambar bersama), Kartu C (anak mengejek adik yang menangis), dan Kartu D (anak membantu nenek membawakan segelas air minum) (5 menit).
  • Secara bergantian dan bersemangat, murid saling menantang pasangannya untuk memilih dan menunjukkan kartu mana saja yang mencerminkan perilaku tolong-menolong atau berbagi di rumah dengan meletakkan token bintang di atas kartu yang tepat (acuan: Kartu A, B, dan D diberi tanda bintang; Kartu C tidak diberi tanda) (10 menit).
  • Setiap murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Siswa 'Tunjukkan Perilaku Pancasila di Rumah' berisi 4 butir gambar: (1) Gambar anak menolong adik mengambil mainan di rak tinggi, (2) Gambar anak menonton televisi sementara ibu sibuk mengepel sendirian, (3) Gambar kakak membagi buah apel kepada adik, (4) Gambar anak meminjamkan buku cerita kepada saudara. Murid memberi tanda centang (✓) pada gambar yang menunjukkan perilaku tolong-menolong atau berbagi dan tanda silang (✗) pada yang bukan (acuan: Butir 1 = ✓, Butir 2 = ✗, Butir 3 = ✓, Butir 4 = ✓) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar kerja dan mengonfirmasi ketepatan gambar yang ditunjukkan (5 menit).
  • Murid memikirkan kembali suasana di rumah masing-masing dengan menjawab panduan guru: mengangkat jempol ke atas bila sudah pernah melakukan perilaku tolong-menolong atau berbagi di rumah seperti pada gambar yang dipelajari (5 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan bahwa membantu anggota keluarga yang kesulitan dan berbagi dengan saudara adalah contoh penerapan nilai sila kedua Pancasila di rumah (3 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif murid, menyampaikan pesan pembiasaan untuk saling menolong di rumah, dan menutup kegiatan dengan doa bersama serta salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar dengan simbol visual yang lebih kontras dan keterangan tulisan singkat pendukung; murid yang sudah mahir diberikan kartu gambar dengan variasi situasi keluarga yang lebih beragam.
  • Proses: Murid yang memerlukan bantuan didampingi guru secara intensif dalam mencermati ciri tolong-menolong dan berbagi pada gambar; murid yang mandiri langsung bekerja berpasangan dan mandiri.
  • Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan cukup menunjukkan 3 dari 4 gambar dengan tepat pada lembar kerja; murid yang mahir menunjukkan seluruh 4 gambar dengan tepat dan menyebutkan jenis tindakannya (tolong-menolong atau berbagi).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Murid diminta menunjuk salah satu dari 2 gambar yang disajikan guru di papan tulis: Gambar A (anak membantu ibu menyapu lantai) dan Gambar B (anak berebut mainan hingga adik menangis). Acuan ketepatan: murid tepat menunjuk Gambar A sebagai contoh perilaku tolong-menolong di keluarga.

Proses:

  • Observasi ketepatan murid dalam menunjukkan 3 kartu contoh penerapan sila kedua pada permainan kartu berpasangan: Kartu A (membantu adik merapikan mainan), Kartu B (berbagi pensil warna), dan Kartu D (membantu nenek membawakan air minum) dari total 4 kartu yang disediakan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri melalui Lembar Kerja Siswa berisikan 4 gambar perilaku di lingkungan keluarga. Acuan penilaian ketepatan penunjukan: Butir 1 (menolong adik mengambil mainan) = centang (✓); Butir 2 (menonton tv saat ibu mengepel) = silang (✗); Butir 3 (berbagi buah apel dengan adik) = centang (✓); Butir 4 (meminjamkan buku cerita kepada saudara) = centang (✓). Kriteria ketercapaian: murid tepat menunjukkan minimal 3 dari 4 butir gambar.

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal melalui tanya jawab penunjukan gambar perilaku di rumah pada awal pembelajaran
  • Observasi unjuk kerja saat permainan kartu berpasangan 'Tunjuk Sahabat Kebaikan'
  • Penilaian lembar kerja pilihan visual (menunjukkan contoh tolong-menolong dan berbagi dengan memberi centang/silang pada 4 gambar)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan contoh penerapan nilai sila kedua Pancasila (tolong-menolong dan berbagi) di lingkungan keluarga pada gambarTepat menunjukkan 1 dari 4 contoh perilaku tolong-menolong dan berbagi pada gambar yang disediakan.Tepat menunjukkan 2 dari 4 contoh perilaku tolong-menolong dan berbagi pada gambar yang disediakan.Tepat menunjukkan 3 dari 4 contoh perilaku tolong-menolong dan berbagi pada gambar yang disediakan secara mandiri.Tepat menunjukkan seluruh (4 dari 4) contoh perilaku tolong-menolong dan berbagi pada gambar yang disediakan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media gambar situasi tolong-menolong dan berbagi di keluarga sudah cukup jelas dan mudah dipahami oleh murid kelas 2?
  • Bagaimana keterlibatan aktif seluruh murid saat permainan berpasangan menunjuk kartu gambar?
  • Langkah apa yang perlu disiapkan untuk membantu murid yang masih keliru membedakan perilaku tolong-menolong dengan perilaku lainnya?

Murid:

  • Apakah kamu senang belajar memilih gambar anak yang suka menolong dan berbagi di rumah hari ini?
  • Gambar kegiatan mana yang paling sering kamu lakukan bersama saudaramu di rumah?

Pertemuan 11 — Menunjukkan Contoh Penerapan Nilai Sila Ketiga Pancasila di Lingkungan Keluarga Melalui Gambar Kerukunan dan Kebersamaan Anggota Keluarga — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.3 Menunjukkan contoh penerapan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan 2 kartu gambar: Gambar A (kakak dan adik membersihkan mainan bersama secara rukun) dan Gambar B (dua anak berebut mainan hingga menangis), lalu meminta murid menunjuk gambar mana yang menunjukkan kerukunan keluarga (acuan jawaban: Gambar A) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menunjukkan contoh penerapan nilai sila ketiga Pancasila di lingkungan keluarga melalui gambar kerukunan dan kebersamaan anggota keluarga (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru memperlihatkan 3 gambar aktivitas di rumah: Gambar 1 (keluarga membersihkan rumah bersama), Gambar 2 (kakak membantu adik merapikan buku dengan rukun), dan Gambar 3 (anak menonton televisi sendiri sambil mengabaikan panggilan ibu) (6 menit).
  • Guru memandu murid mencermati ciri kerukunan dan kebersamaan keluarga yang mencerminkan sila ketiga Pancasila (Persatuan Indonesia) pada Gambar 1 dan Gambar 2, serta mengidentifikasi bahwa Gambar 3 bukan contoh kebersamaan yang bersatu (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan kelompok ceria 'Tebak Kartu Kerukunan' di mana setiap kelompok menerima 4 kartu gambar aktivitas: Kartu 1 (makan bersama seluruh keluarga di meja makan dengan rukun), Kartu 2 (kakak dan adik berebut remote televisi), Kartu 3 (bergotong-royong menyiram tanaman di halaman rumah bersama ayah dan ibu), dan Kartu 4 (anak mengunci diri di kamar saat diajak berkumpul keluarga) (9 menit).
  • Setiap kelompok berdiskusi dan mengangkat kartu yang merupakan contoh penerapan nilai sila ketiga Pancasila di rumah (acuan kartu benar: Kartu 1 dan Kartu 3) (10 menit).
  • Secara mandiri, murid mengerjakan lembar kerja visual berisi 4 gambar situasi rumah: (1) Menyiram tanaman bersama ayah, (2) Berkelahi berebut makanan, (3) Belajar bersama adik secara damai, (4) Mengabaikan ajakan ibu merapikan tempat tidur; murid memberi tanda centang pada gambar kerukunan dan kebersamaan (acuan gambar benar yang dicentang: nomor 1 dan nomor 3) (12 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru bersama murid memeriksa hasil lembar kerja visual dan mengonfirmasi ketepatan gambar yang dipilih sesuai nilai persatuan sila ketiga (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan asesmen akhir berupa kuis cepat visual dengan menunjukkan 2 gambar baru: Gambar X (keluarga membaca buku bersama dengan damai) dan Gambar Y (anak membanting pintu rumah saat kesal) untuk ditunjuk mana yang sesuai sila ketiga (acuan: Gambar X) (5 menit).
  • Guru dan murid menyimpulkan pembelajaran bahwa hidup rukun dan menjaga kebersamaan di rumah adalah wujud sila ketiga Pancasila, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar dengan petunjuk simbol visual tanda hati/senyum untuk menandai situasi rukun; murid yang lebih cepat diberikan set gambar situasi keluarga yang memuat lebih banyak anggota keluarga.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dalam menunjuk detail ekspresi wajah rukun pada gambar; murid yang mahir memilih kartu secara mandiri.
  • Produk: Semua murid menunjukkan pilihan pada lembar kerja visual yang sama (4 gambar situasi).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik visual singkat dengan menunjukkan 2 gambar: Gambar A (kakak dan adik merapikan mainan bersama secara rukun) dan Gambar B (dua anak berebut mainan). Murid diminta menunjuk gambar perilaku rukun di rumah. (Acuan jawaban benar: Gambar A).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan murid dalam permainan 'Tebak Kartu Kerukunan' memilih 2 dari 4 kartu yang tepat: Kartu 1 (makan bersama dengan rukun) dan Kartu 3 (gotong-royong menyiram tanaman). (Acuan kartu benar: Kartu 1 dan Kartu 3).
  • Pemeriksaan lembar kerja visual mandiri berisi 4 gambar situasi: (1) Menyiram tanaman bersama ayah, (2) Berkelahi berebut makanan, (3) Belajar bersama adik secara damai, (4) Mengabaikan ajakan ibu merapikan tempat tidur. (Acuan jawaban benar yang dicentang: nomor 1 dan nomor 3).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman visual di penutup: guru memperlihatkan 2 gambar: Gambar X (keluarga membaca buku bersama dengan damai) dan Gambar Y (anak membanting pintu rumah saat kesal). Murid menunjuk gambar contoh penerapan sila ketiga di rumah. (Acuan jawaban benar: Gambar X).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja pemilihan kartu gambar kerukunan keluarga (permainan kelompok) dan pemeriksaan lembar kerja visual mencentang gambar penerapan sila ketiga Pancasila di rumah.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan contoh penerapan nilai sila ketiga Pancasila di lingkungan keluarga melalui gambarBelum mampu menunjukkan gambar kerukunan dan kebersamaan keluarga yang sesuai nilai sila ketiga Pancasila (0 gambar tepat dari 4 gambar pada lembar kerja).Mampu menunjukkan 1 gambar kerukunan dan kebersamaan keluarga yang tepat dari 2 gambar yang benar pada lembar kerja dengan bimbingan guru.Mampu menunjukkan 2 gambar kerukunan dan kebersamaan keluarga yang tepat sesuai acuan (gambar nomor 1 dan nomor 3) pada lembar kerja mandiri.Mampu menunjukkan seluruh gambar kerukunan dan kebersamaan keluarga yang tepat (nomor 1 dan 3) secara cepat, tepat, dan mandiri pada lembar kerja serta permainan kartu tanpa keraguan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media gambar kerukunan dan kebersamaan keluarga cukup jelas dipahami oleh seluruh murid kelas 2?
  • Bagaimana keterlibatan murid saat permainan kelompok tebak kartu berlangsung?

Murid:

  • Gambar kerukunan keluarga mana yang paling kamu sukai hari ini?
  • Apakah kamu merasa senang saat bermain tebak kartu bersama teman-teman?

Pertemuan 12 — Menunjukkan Contoh Penerapan Nilai Sila Keempat dan Kelima Pancasila di Lingkungan Keluarga Melalui Gambar Berdiskusi Santun dan Bersikap Adil — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.3 Menunjukkan contoh penerapan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam pembuka, menyapa murid, dan bersama-sama merapikan tempat duduk (2 menit).
  • Guru mengajak murid menyanyikan bersama lagu wajib nasional atau lagu 'Garuda Pancasila' untuk membangkitkan semangat belajar (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan 2 kartu gambar: Gambar A (Keluarga duduk melingkar berembuk menentukan jadwal kerja bakti rumah) dan Gambar B (Dua anak berebut mainan hingga menangis). Guru bertanya: 'Manakah gambar yang menunjukkan keluarga sedang berembuk/berdiskusi dengan santun?' (Acuan jawaban benar: Gambar A menunjukkan berembuk santun, Gambar B bukan) (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menunjukkan contoh penerapan sila keempat (berdiskusi santun) dan sila kelima (bersikap adil) di lingkungan keluarga melalui gambar (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menempelkan 2 gambar peraga utama di papan tulis: Gambar 1 (Ayah, ibu, dan anak duduk bersama mendengarkan pendapat adik memilih warna cat kamar secara santun - simbol Kepala Banteng/Sila Keempat) dan Gambar 2 (Ibu membagikan potongan kue dengan porsi sama rata kepada kakak dan adik tanpa membeda-bedakan - simbol Padi dan Kapas/Sila Kelima) (5 menit).
  • Guru memfasilitasi murid mengamati detail aktivitas pada kedua gambar dan mengarahkan perhatian murid pada ciri perilaku sila keempat (bicara bergantian, santun, tidak memaksakan kehendak saat musyawarah keluarga) serta sila kelima (adil, membagi tugas/makanan seimbang tanpa pilih kasih) (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Bergambar kepada setiap murid yang berisi 4 kartu gambar situasi: Kartu 1 (Keluarga bermusyawarah di ruang tamu menentukan menu makan malam dengan rukun), Kartu 2 (Kakak mengambil semua buah mangga sendiri dan adik tidak diberi), Kartu 3 (Ayah membagi tugas membersihkan rumah secara seimbang: kakak menyapu dan adik mengelap meja), Kartu 4 (Anak berteriak marah karena usul permainannya tidak dipilih) (10 menit).
  • Dalam suasana permainan 'Tunjuk Tepat Pancasila', murid diajak memberi tanda centang (V) pada gambar yang menunjukkan contoh penerapan sila keempat atau kelima di keluarga, serta memberi tanda silang (X) pada gambar yang bukan contoh penerapan (Acuan jawaban benar: Kartu 1 = centang/Sila 4 musyawarah santun; Kartu 2 = silang/tidak adil; Kartu 3 = centang/Sila 5 adil bagi tugas; Kartu 4 = silang/tidak santun dalam musyawarah) (13 menit).
  • Secara berpasangan, murid saling menunjukkan hasil pilihannya kepada teman sebangku dan mencocokkan gambar mana yang merupakan contoh sila keempat (musyawarah santun) dan sila kelima (bersikap adil) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru meminta 2 orang perwakilan murid secara bergantian menunjukkan di depan kelas gambar yang termasuk contoh perilaku sila keempat dan sila kelima berdasarkan kartu yang telah dikerjakan (Acuan: menunjukkan Kartu 1 untuk Sila 4 dan Kartu 3 untuk Sila 5) (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan materi bahwa contoh perilaku sila keempat di rumah adalah berdiskusi dengan santun, sedangkan contoh sila kelima adalah bersikap adil kepada semua anggota keluarga (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik apresiatif atas ketepatan murid dalam menunjukkan gambar perilaku Pancasila, menyampaikan rencana pertemuan berikutnya (memilah contoh perilaku yang sesuai pada lembar gambar pilihan), dan menutup pelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar dengan kontras warna jelas dan simbol visual lambang sila (kepala banteng untuk sila 4, padi dan kapas untuk sila 5) sebagai petunjuk bantu bagi murid yang membutuhkan perancah belajar.
  • Proses: Murid yang sudah mahir menunjukkan gambar secara mandiri dan cepat dapat mengelompokkan 4 kartu ke dalam dua wadah bertanda 'Sila 4' dan 'Sila 5', sedangkan murid yang memerlukan bimbingan didampingi guru membaca makna gestur pada gambar secara langsung.
  • Produk: Semua murid menunjukkan ketepatan memilih gambar contoh penerapan sila keempat dan kelima, baik melalui penandaan centang pada lembar kerja maupun dengan menunjuk langsung kartu fisik.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik visual lisan: Menunjukkan 2 gambar pilihan kepada murid (Gambar A: Keluarga duduk melingkar berembuk jadwal kerja bakti; Gambar B: Anak berebut mainan). Murid diminta menunjuk gambar berdiskusi santun di keluarga. Acuan jawaban benar: Gambar A.

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan pengisian Lembar Kerja Bergambar (4 butir kartu): (1) Musyawarah menu makan malam (jawaban: centang/contoh Sila 4); (2) Kakak mengambil semua mangga sendiri (jawaban: silang/bukan contoh); (3) Ayah membagi tugas kakak menyapu dan adik mengelap meja (jawaban: centang/contoh Sila 5); (4) Anak berteriak marah saat usul ditolak (jawaban: silang/bukan contoh).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan dan visual di akhir kegiatan: Murid diminta menunjuk langsung dari 2 kartu gambar yang disediakan guru, mana gambar yang menunjukkan perilaku bersikap adil di keluarga (Pilihan Kartu X: Ibu membagi susu sama banyak ke gelas kakak dan adik; Kartu Y: Kakak menyuruh adik mengerjakan semua tugas kakak). Acuan jawaban benar: Kartu X.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat murid menunjukkan dan menandai gambar penerapan nilai sila keempat dan kelima Pancasila pada lembar kerja.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan menunjukkan gambar contoh penerapan sila keempat dan kelima Pancasila di lingkungan keluargaBelum tepat menunjukkan gambar contoh penerapan sila keempat dan kelima (0-1 dari 4 gambar pada lembar kerja tepat sesuai acuan).Mulai tepat menunjukkan sebagian kecil contoh penerapan sila keempat dan kelima dengan bimbingan penuh guru (tepat 2 dari 4 gambar sesuai acuan).Mampu menunjukkan sebagian besar contoh penerapan sila keempat (musyawarah santun) dan sila kelima (bersikap adil) secara tepat (tepat 3 dari 4 gambar sesuai acuan).Mampu menunjukkan seluruh contoh penerapan sila keempat (musyawarah santun) dan sila kelima (bersikap adil) di lingkungan keluarga dengan tepat dan mandiri (seluruh 4 dari 4 gambar tepat sesuai acuan).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media gambar situasi berdiskusi santun dan bersikap adil sudah cukup jelas dipahami oleh seluruh murid kelas 2?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama permainan 'Tunjuk Tepat Pancasila' berpasangan, apakah semua aktif menunjukkan gambar?

Murid:

  • Gambar mana yang paling kamu sukai saat belajar hari ini?
  • Apakah kamu bisa membedakan gambar orang yang sedang berdiskusi rukun dengan yang sedang berebut di rumah?

Pertemuan 13 — Menunjukkan dan Memilah Contoh Perilaku yang Sesuai dengan Nilai-Nilai Pancasila di Lingkungan Keluarga pada Lembar Gambar Pilihan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.3 Menunjukkan contoh penerapan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, meminta seorang murid memimpin doa bersama, memeriksa kehadiran murid, dan mengajak menyanyikan lagu 'Garuda Pancasila' secara serempak (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan 2 kartu gambar: Gambar A (anak merapikan mainan bersama adik) dan Gambar B (anak berebut mainan hingga menangis), lalu meminta murid mengacungkan jempol ke atas jika mencerminkan nilai kebaikan Pancasila di keluarga dan jempol ke bawah jika tidak (acuan: Gambar A = sesuai, Gambar B = tidak sesuai) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru membimbing murid mengamati 4 gambar aktivitas keluarga di papan pajang: (1) Berdoa bersama sebelum makan malam, (2) Membantu ibu melipat pakaian, (3) Menonton televisi sambil berteriak saat orang tua istirahat, (4) Bermusyawarah santun memilih tempat piknik keluarga (10 menit).
  • Murid bersama bimbingan guru mengidentifikasi ciri-ciri perilaku yang mencerminkan nilai Pancasila di rumah (rukun, tolong-menolong, taat, adil) dibandingkan dengan perilaku yang melanggar (gaduh, berebut, membantah) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru mengadakan permainan pemilahan cepat 'Keranjang Perilaku': murid secara bergantian mengambil kartu ilustrasi lalu menempelkannya ke kotak 'Sesuai Pancasila' atau 'Tidak Sesuai' pada 4 kartu uji: Kartu 1 (Membagi kue secara adil kepada adik), Kartu 2 (Mengejek kakak yang sedang belajar), Kartu 3 (Kerja bakti membersihkan halaman rumah bersama ayah), Kartu 4 (Menolak membantu saat diminta ibu) (acuan: Kartu 1 dan 3 = Sesuai; Kartu 2 dan 4 = Tidak Sesuai) (12 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja visual 'Memilah Perilaku Pancasila di Rumah' yang memuat 6 gambar aktivitas dengan memberi tanda centang (V) untuk perilaku yang sesuai nilai Pancasila dan tanda silang (X) untuk perilaku yang tidak sesuai: Gambar 1 (Beribadah bersama keluarga), Gambar 2 (Membentak nenek saat dipanggil), Gambar 3 (Membantu ayah mencuci sepeda), Gambar 4 (Berdamai dan memaafkan kesalahan adik), Gambar 5 (Meninggalkan piring kotor berserakan di meja makan), Gambar 6 (Menghargai pendapat saudara saat menentukan permainan) (acuan: Gambar 1, 3, 4, 6 = tanda centang [sesuai]; Gambar 2, 5 = tanda silang [tidak sesuai]) (13 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil pemilahan gambar lembar kerja masing-masing dengan mencocokkannya terhadap panduan acuan yang dikonfirmasi guru di papan tulis (5 menit).
  • Murid mengangkat kartu ekspresi wajah tersenyum atau berpikir untuk merefleksikan kemudahan dan ketepatan mereka dalam memilah contoh perilaku Pancasila di lingkungan keluarga (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali pentingnya memilah dan menunjukkan perilaku yang sesuai nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga sehari-hari (3 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas ketelitian murid dalam memilah gambar, menginformasikan kegiatan pertemuan berikutnya tentang penerapan nilai ketuhanan di keluarga, dan menutup kelas dengan doa bersama serta salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar gambar dengan simbol warna penuntun (hijau untuk perbuatan baik, merah untuk perbuatan kurang baik), sedangkan murid yang mahir diberikan lembar gambar tanpa kode warna.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibantu guru dengan pembacaan deskripsi singkat aktivitas pada gambar, sedangkan murid yang siap bekerja secara mandiri penuh.
  • Produk: Semua murid memilah 6 gambar yang sama pada lembar kerja visual; murid yang cepat dapat menambahkan tanda lingkaran pada satu gambar yang paling sering mereka lakukan di rumah.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pemilahan 2 kartu gambar: Gambar A (merapikan mainan bersama adik) dan Gambar B (berebut mainan hingga menangis). Acuan ketepatan: Gambar A = sesuai nilai kebaikan Pancasila (jempol ke atas); Gambar B = tidak sesuai nilai kebaikan Pancasila (jempol ke bawah).

Proses:

  • Formatif pemilahan pada lembar kerja visual berisi 6 gambar aktivitas di keluarga: (1) Beribadah bersama keluarga, (2) Membentak nenek saat dipanggil, (3) Membantu ayah mencuci sepeda, (4) Berdamai dan memaafkan kesalahan adik, (5) Meninggalkan piring kotor berserakan, (6) Menghargai pendapat saudara. Kriteria ketepatan: Gambar 1, 3, 4, 6 diberi tanda centang (sesuai); Gambar 2 dan 5 diberi tanda silang (tidak sesuai).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid menunjukkan kembali 1 contoh perilaku sesuai nilai Pancasila dari gambar lembar kerja yang paling penting diterapkan di rumah (acuan penerimaan: menyebutkan/menunjuk salah satu dari Gambar 1 [ibadah bersama], Gambar 3 [membantu orang tua], Gambar 4 [rukun/memaafkan], atau Gambar 6 [musyawarah/menghargai pendapat]).

Formatif:

  • Observasi partisipasi dan ketepatan unjuk kerja permainan pemilahan kartu 'Keranjang Perilaku'
  • Pemeriksaan lembar kerja visual memilah 6 gambar perilaku yang sesuai dan tidak sesuai nilai Pancasila di keluarga

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Menunjukkan dan Memilah Contoh Perilaku Sesuai Nilai Pancasila di KeluargaMenunjukkan dan memilah dengan tepat paling banyak 2 dari 6 gambar perilaku sesuai acuan kunci jawaban (Acuan: Gambar 1, 3, 4, 6 = sesuai [V]; Gambar 2, 5 = tidak sesuai [X]).Menunjukkan dan memilah dengan tepat 3 sampai 4 dari 6 gambar perilaku sesuai acuan kunci jawaban (Acuan: Gambar 1, 3, 4, 6 = sesuai [V]; Gambar 2, 5 = tidak sesuai [X]).Menunjukkan dan memilah dengan tepat 5 dari 6 gambar perilaku sesuai acuan kunci jawaban (Acuan: Gambar 1, 3, 4, 6 = sesuai [V]; Gambar 2, 5 = tidak sesuai [X]).Menunjukkan dan memilah dengan tepat seluruh 6 dari 6 gambar perilaku sesuai acuan kunci jawaban secara mandiri tanpa keraguan (Acuan: Gambar 1, 3, 4, 6 = sesuai [V]; Gambar 2, 5 = tidak sesuai [X]).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media gambar visual yang disajikan cukup jelas dan kontekstual bagi murid kelas 2 dalam membedakan perilaku yang sesuai dan tidak sesuai?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama permainan pemilahan kartu 'Keranjang Perilaku'?
  • Apakah alokasi waktu pada tahap aplikasi mandiri mencukupi bagi seluruh tingkatan kesiapan belajar murid?

Murid:

  • Apakah aku bisa membedakan gambar perbuatan yang baik sesuai Pancasila dan yang tidak boleh dilakukan di rumah?
  • Bagian mana dari kegiatan memilah gambar tadi yang paling aku sukai?

Pertemuan 14 — Menerapkan Nilai Ketuhanan di Lingkungan Keluarga Melalui Pembiasaan Berdoa Bersama dan Menghormati Ibadah Anggota Keluarga — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.4 Menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, mengajak murid berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
  • Guru melakukan apersepsi dan diagnostik awal dengan menunjukkan dua gambar aktivitas di rumah: Gambar A (keluarga berdoa bersama sebelum makan) dan Gambar B (anak bermain bola di dekat orang tua yang sedang salat/berdoa), lalu meminta murid memilih gambar tindakan yang menerapkan nilai ketuhanan di rumah (acuan tepat: Gambar A karena menunjukkan pembiasaan berdoa bersama, bukan mengganggu ibadah) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menerapkan nilai ketuhanan di lingkungan keluarga melalui pembiasaan berdoa bersama dan menghormati ibadah anggota keluarga (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru melalui media gambar cerita tentang 2 bentuk penerapan nilai ketuhanan di rumah: (1) pembiasaan berdoa bersama (sebelum makan, sebelum tidur, dan sebelum bepergian) serta (2) menghormati ibadah anggota keluarga (tidak membuat gaduh dan mengecilkan suara saat ada yang beribadah) (10 menit).
  • Murid menjawab pertanyaan pemahaman dari guru mengenai cara bersikap tenang dan tertib saat ada anggota keluarga beribadah di rumah (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bermain peran interaktif berpasangan 'Simulasi Ibadah Tenang di Rumah': satu murid memperagakan sedang beribadah/berdoa dan pasangannya memperagakan sikap menghormati dengan berjalan pelan tanpa bersuara keras (10 menit).
  • Murid mengisi Lembar Perilaku Penerapan Nilai Ketuhanan di Rumah yang memuat 4 pernyataan pilihan sikap: (1) Berdoa sebelum makan bersama keluarga (Pilihan: Ya/Tidak; acuan tepat: Ya), (2) Menyalakan televisi keras-keras saat kakek sedang salat/berdoa (Pilihan: Ya/Tidak; acuan tepat: Tidak), (3) Berdoa bersama orang tua sebelum tidur malam (Pilihan: Ya/Tidak; acuan tepat: Ya), (4) Tidak mengganggu adik/kakak yang sedang beribadah (Pilihan: Ya/Tidak; acuan tepat: Ya) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid menandai kartu komitmen harian bergambar mengenai pembiasaan berdoa bersama dan menjaga ketenangan saat ibadah di rumah (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembiasaan berdoa bersama dan sikap menghormati ibadah di keluarga sebagai penerapan nilai ketuhanan (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap komitmen murid dan menutup sesi pembelajaran dengan doa penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar visual dengan ikon gambar situasi ibadah bagi murid yang membutuhkan bantuan visual pendukung membaca.
  • Proses: Memberikan bimbingan langsung kepada murid yang membutuhkan panduan dalam memahami opsi pernyataan penerapan nilai ketuhanan.
  • Produk: Murid dapat menyatakan pilihan penerapan nilai ketuhanan dengan memberi tanda centang/warna pada opsi tertulis atau menunjuk gambar situasi yang sesuai.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik memilih gambar penerapan nilai ketuhanan di rumah antara Gambar A (berdoa bersama sebelum makan) dan Gambar B (bermain bola di dekat orang tua yang sedang ibadah) (acuan tepat: Gambar A menunjukkan berdoa bersama, Gambar B tidak menghormati ibadah).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan murid dalam simulasi sikap tenang menghormati anggota keluarga yang sedang beribadah (kriteria: menunjukkan sikap hening/tidak mengganggu).
  • Pemeriksaan ketepatan pengisian Lembar Perilaku Penerapan Nilai Ketuhanan di Rumah berisi 4 butir: (1) Berdoa sebelum makan bersama keluarga (acuan: Ya), (2) Menyalakan televisi keras-keras saat kakek sedang beribadah (acuan: Tidak), (3) Berdoa bersama orang tua sebelum tidur malam (acuan: Ya), (4) Tidak mengganggu saudara yang sedang beribadah (acuan: Ya).

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan pengisian kartu komitmen penerapan nilai ketuhanan di rumah (kriteria: murid menandai komitmen pembiasaan berdoa bersama dan menghormati anggota keluarga yang beribadah).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat simulasi pembiasaan berdoa dan menghormati ibadah
  • Pemeriksaan Lembar Perilaku Penerapan Nilai Ketuhanan di Rumah

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan nilai ketuhanan di lingkungan keluarga (pembiasaan berdoa bersama dan menghormati ibadah anggota keluarga)Menerapkan nilai ketuhanan di lingkungan keluarga dengan menentukan 1 dari 4 pilihan perilaku yang tepat pada lembar kerja dan membutuhkan bimbingan penuh saat simulasi.Menerapkan nilai ketuhanan di lingkungan keluarga dengan menentukan 2 dari 4 pilihan perilaku yang tepat pada lembar kerja dan mampu memperagakan sikap menghormati ibadah dengan arahan.Menerapkan nilai ketuhanan di lingkungan keluarga dengan menentukan minimal 3 dari 4 pilihan perilaku yang tepat pada lembar kerja serta memperagakan sikap menghormati ibadah secara mandiri.Menerapkan nilai ketuhanan di lingkungan keluarga dengan menentukan seluruh (4 dari 4) pilihan perilaku yang tepat pada lembar kerja serta memperagakan sikap menghormati ibadah dan berdoa secara konsisten dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah kegiatan simulasi ibadah tenang efektif melatih murid menghormati anggota keluarga yang beribadah?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam membuat komitmen berdoa bersama di rumah?

Murid:

  • Apa yang akan kamu lakukan jika ada anggota keluarga di rumah yang sedang berdoa?
  • Kapan kamu akan membiasakan berdoa bersama orang tua di rumah?

Pertemuan 15 — Menerapkan Nilai Kemanusiaan di Lingkungan Keluarga Melalui Perilaku Menyayangi Saudara dan Membantu Anggota Keluarga yang Kesulitan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.4 Menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, meminta seorang murid memimpin doa, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan menanyakan tindakan yang tepat pada 2 situasi di rumah: (1) 'Adik menangis karena mainannya tersangkut di kolong meja' (acuan tindakan benar: mengambilkan mainan adik/menghibur adik); (2) 'Ibu kesulitan membawa cucian yang berat' (acuan tindakan benar: membantu membawakan sebagian atau membukakan pintu) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mempraktikkan langsung cara menyayangi saudara dan membantu anggota keluarga yang kesulitan sebagai penerapan nilai kemanusiaan di lingkungan keluarga (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang 2 wujud nyata nilai kemanusiaan di rumah: (1) menyayangi saudara (berbagi mainan, menenangkan saat sedih, tidak mengejek) dan (2) membantu anggota keluarga yang kesulitan (membantu ibu merapikan sandal, mengambilkan kacamata kakek, membantu adik merapikan buku) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid bermain peran secara berpasangan dalam tantangan 'Keluarga Saling Sayang' untuk mempraktikkan langsung penerapan nilai kemanusiaan pada 4 skenario terstruktur: Skenario 1: 'Adik terjatuh dan mainan baloknya berserakan' -> tindakan: menolong adik berdiri dan ikut merapikan balok; Skenario 2: 'Kakak kesulitan membawa tumpukan buku pelajaran ke meja' -> tindakan: membawakan sebagian buku; Skenario 3: 'Adik sedih karena gambarnya robek' -> tindakan: menghibur adik dan memberikan kertas baru; Skenario 4: 'Nenek mencari tongkat jalan yang terselip di balik pintu' -> tindakan: mengambilkan tongkat dan memberikannya dengan sopan (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid dalam kelompok kecil duduk melingkar dengan tenang (berkesadaran) untuk menyadari perasaan bahagia saat mau menolong orang lain di rumah serta menyebutkan komitmen satu tindakan nyata menolong saudara yang akan langsung dilakukan sepulang sekolah (15 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa menyayangi saudara dan membantu anggota keluarga yang sedang kesulitan adalah penerapan sila kemanusiaan di rumah (5 menit).
  • Guru membagikan Lembar Cek Tindakan Kemanusiaan di Rumah untuk diceklis bersama orang tua dan menutup sesi dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan bergambar untuk murid yang membutuhkan bantuan visual alur tindakan menolong.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan bimbingan langsung saat simulasi; bagi murid yang sudah lancar, diberikan tantangan mempraktikkan seluruh 4 skenario simulasi secara mandiri.
  • Produk: Semua murid mendemonstrasikan tindakan penerapan nilai kemanusiaan sesuai situasi yang diberikan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan kesiapan penerapan nilai kemanusiaan pada 2 situasi keluarga: (1) Adik menangis karena mainan tersangkut di kolong (acuan: mengambilkan mainan/menghibur); (2) Ibu kesulitan membawa cucian berat (acuan: membantu membawakan sebagian cucian/membantu membukakan pintu).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat bermain peran pada 4 skenario: Skenario 1 (menolong adik jatuh & merapikan balok); Skenario 2 (membawakan tumpukan buku kakak); Skenario 3 (menghibur adik & memberi kertas baru); Skenario 4 (mengambilkan tongkat nenek). Indikator: kesesuaian tindakan menolong dan kehangatan sikap menyayangi.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta murid memilih tindakan yang benar untuk situasi 'Kakak kesulitan mencari pensil warnanya sebelum menggambar' (acuan tindakan benar: ikut mencari bersama kakak sampai ketemu) dan 'Adik menangis karena tidak bisa mengikat tali sepatu' (acuan tindakan benar: mengajari/membantu mengikatkan tali sepatu adik).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja simulasi bermain peran penerapan nilai kemanusiaan (menyayangi saudara dan menolong anggota keluarga kesulitan) menggunakan lembar ceklis terstruktur

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan nilai kemanusiaan di lingkungan keluarga (menyayangi saudara dan membantu keluarga yang kesulitan)Belum mampu mempraktikkan tindakan menyayangi saudara maupun membantu anggota keluarga pada skenario yang diberikan meski telah diarahkan guru.Mampu mempraktikkan tindakan menyayangi saudara atau membantu anggota keluarga yang kesulitan pada 1-2 skenario dengan bimbingan penuh dari guru.Mampu mempraktikkan tindakan menyayangi saudara dan membantu anggota keluarga yang kesulitan secara tepat pada 3-4 skenario secara mandiri.Mampu mempraktikkan tindakan menyayangi saudara dan membantu anggota keluarga yang kesulitan secara tepat pada seluruh 4 skenario secara mandiri, lancar, dan konsisten menunjukkan sikap peduli.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas bermain peran efektif melatih murid menerapkan nilai kemanusiaan secara konkret di rumah?
  • Bagaimana keterlibatan setiap murid saat melakukan simulasi tolong-menolong berpasangan?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu setelah berhasil menolong teman yang berperan sebagai saudaramu?
  • Tindakan menolong apa yang paling ingin kamu lakukan untuk saudaramu di rumah hari ini?

Pertemuan 16 — Menerapkan Nilai Persatuan di Lingkungan Keluarga Melalui Sikap Rukun dan Menjaga Kebersamaan Rumah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.4 Menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, mengajak berdoa bersama, dan menyanyikan satu bait lagu 'Garuda Pancasila' dengan penuh semangat (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: murid menyimak 2 cuplikan situasi rumah: (1) Berebut remot televisi sampai bertengkar; (2) Menonton televisi bersama secara bergantian dan rukun. Murid mengangkat kartu jempol ke atas jika merupakan penerapan hidup rukun menjaga persatuan keluarga, atau jempol ke bawah jika bukan (acuan: situasi 1 = jempol ke bawah/bukan rukun, situasi 2 = jempol ke atas/rukun) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu belajar menerapkan nilai persatuan di lingkungan keluarga melalui sikap hidup rukun dan menjaga kebersamaan rumah (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru berbantu media kartu visual pohon beringin yang melambangkan persatuan, dihubungkan dengan 3 wujud nyata menjaga kerukunan di rumah: (1) Berbagi mainan dan tidak berebut dengan saudara; (2) Bekerja sama membersihkan ruang keluarga bersama ayah dan ibu; (3) Berkata lembut dan saling memaafkan jika ada perselisihan (acuan konsep: ketiga wujud ini menjaga keutuhan dan kedamaian keluarga) (12 menit).
  • Murid secara berpasangan diajak memeriksa kartu situasi 'Rukun vs Bertengkar' berisi 3 pernyataan tindakan di rumah: (1) Menyimpan sendiri semua kue tanpa membagi adik; (2) Merapikan buku bersama kakak di ruang tengah; (3) Memaafkan adik yang tidak sengaja menjatuhkan pensil. Murid menentukan tindakan yang mencerminkan persatuan (acuan: pernyataan 2 dan 3 adalah sikap rukun/persatuan, pernyataan 1 bukan) (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Melalui permainan simulasi menggembirakan 'Misi Rumah Rukun', murid dalam kelompok kecil beranggotakan 4 orang mempraktikkan langsung aksi kebersamaan keluarga: melakukan simulasi merapikan miniatur ruang keluarga dan menyusun kepingan puzzle 'Keluarga Rukun Bersatu' secara bekerja sama tanpa berebut kepingan (15 menit).
  • Secara mandiri, murid mengerjakan 'Lembar Aksi Nyata Persatuan di Rumah' dengan mencentang 4 komitmen tindakan nyata kerukunan yang siap diterapkan di rumah dari 5 pilihan yang tersedia: (1) Merapikan tempat tidur atau mainan bersama saudara; (2) Meminjamkan barang kepada kakak/adik dengan ramah; (3) Membantu orang tua menyapu lantai rumah; (4) Menghibur saudara yang sedang bersedih; (5) Marah-marah dan memukul saat mainan dipinjam (acuan jawaban benar: memilih nomor 1, 2, 3, atau 4; bukan nomor 5) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama bimbingan guru meninjau kembali apa yang dirasakan saat berhasil bekerja sama dan tidak bertengkar dengan teman sekelas selama simulasi, serta menghubungkannya dengan suasana damai di rumah masing-masing jika selalu bersatu dan rukun (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap komitmen penerapan hidup rukun di rumah yang telah dipilih murid (4 menit).
  • Guru menutup sesi pembelajaran dengan membimbing murid merapikan perlengkapan belajar, menyampaikan pesan untuk mempraktikkan sikap rukun bersama saudara di rumah hari ini, lalu berdoa penutup bersama (6 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar dengan gambar visual pendukung setiap pilihan tindakan rukun; murid yang lebih cepat diberikan skenario tantangan situasi tambahan (misal: cara menyelesaikan perbedaan tontonan kartun di rumah).
  • Proses: Murid yang masih kesulitan membaca dibacakan pilihannya oleh guru secara perlahan; murid yang mandiri langsung membaca dan menentukan komitmen pilihannya.
  • Produk: Murid dapat menyatakan komitmen penerapan kerukunan melalui tanda centang pada lembar visual atau menyampaikan langsung secara lisan tindakan yang akan ia lakukan di rumah.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Cek kesiapan diagnostik menggunakan kartu isyarat jempol terhadap 2 situasi rumah: (1) Berebut remot televisi sampai bertengkar (acuan: bukan rukun / jempol ke bawah); (2) Menonton televisi bersama secara bergantian dan rukun (acuan: rukun / jempol ke atas).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan dan interaksi murid selama simulasi kelompok menjaga kebersamaan (acuan pengamatan: mau berbagi giliran menyusun puzzle, tidak memaksakan kehendak, dan berkomunikasi ramah).
  • Pemeriksaan ketepatan pengisian 'Lembar Aksi Nyata Persatuan di Rumah' berisi 5 pilihan pernyataan: (1) Merapikan mainan bersama saudara; (2) Meminjamkan barang dengan ramah; (3) Membantu menyapu lantai rumah; (4) Menghibur saudara yang bersedih; (5) Marah dan memukul saat mainan dipinjam (acuan tindakan persatuan yang tepat: memilih 4 pernyataan dari nomor 1, 2, 3, dan 4; tidak memilih nomor 5).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid menyebutkan 1 tindakan nyata menjaga kerukunan yang akan dilakukan di rumah hari ini (kriteria penerimaan: menyebutkan tindakan spesifik menjaga kedamaian/kebersamaan keluarga seperti berbagi mainan, membantu orang tua, atau tidak bertengkar dengan adik/kakak).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat simulasi permainan kelompok 'Misi Rumah Rukun' (menilai sikap bekerja sama dan tidak berebut)
  • Pemeriksaan 'Lembar Aksi Nyata Persatuan di Rumah' (memilih 4 tindakan rukun yang tepat dari 5 pilihan yang disediakan)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menerapkan nilai persatuan di lingkungan keluarga melalui sikap rukun dan menjaga kebersamaan rumahBelum mampu menentukan maupun mempraktikkan tindakan hidup rukun (memilih 0-1 tindakan yang tepat pada lembar aksi nyata tanpa bimbingan penuh guru).Mulai mampu menentukan tindakan hidup rukun namun masih membutuhkan dorongan guru (memilih 2 tindakan yang tepat pada lembar aksi nyata).Mampu menentukan dan berkomitmen menerapkan nilai persatuan di rumah secara tepat (memilih 3 tindakan yang tepat dari daftar pilihan).Mampu menentukan seluruh komitmen penerapan nilai persatuan secara tepat dan konsisten menunjukkan sikap rukun tanpa pertengkaran selama simulasi (memilih tepat seluruh 4 tindakan rukun dari 5 pilihan tanpa keliru memilih tindakan bertengkar).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah simulasi permainan kelompok mampu memfasilitasi murid merasakan langsung pentingnya bekerja sama dan bersikap rukun?
  • Bagaimana keterlibatan murid yang pendiam atau mudah terpancing emosi selama aktivitas kelompok berlangsung?

Murid:

  • Bagian mana dari kegiatan permainan bersama kelompok tadi yang paling kamu sukai?
  • Sikap rukun apa yang akan langsung kamu lakukan kepada saudaramu saat tiba di rumah nanti?

Pertemuan 17 — Menerapkan Nilai Kerakyatan dan Keadilan di Lingkungan Keluarga Melalui Berbicara Santun Saat Berembuk dan Berbagi Tugas Rumah secara Adil — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.4 Menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengajak seorang murid memimpin doa pembuka, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
  • Guru melakukan apersepsi dan diagnostik awal singkat: murid diminta mengangkat tangan memilih respons yang santun saat keluarga berembuk dan memilih pembagian tugas rumah yang adil dari 2 opsi lisan guru (acuan: opsi A santun 'Bolehkah aku usul?', opsi B adil 'Kakak menyapu lantai dan adik merapikan mainan') (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: menerapkan nilai kerakyatan melalui berbicara santun saat berembuk di keluarga dan menerapkan nilai keadilan melalui berbagi tugas rumah secara adil (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati 2 gambar situasi keluarga: Gambar 1 (Keluarga duduk bersama berembuk menentukan jadwal kerja bakti dengan tenang dan santun) dan Gambar 2 (Kakak dan adik membagi tugas merapikan rumah sesuai kemampuan masing-masing secara adil) (5 menit).
  • Guru memandu tanya jawab terarah tentang makna berbicara santun saat berembuk (tidak memotong pembicaraan, menggunakan kata permisi/maaf/tolong) serta makna pembagian tugas yang adil di rumah (semua membantu sesuai kemampuan tanpa membebani satu orang saja) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Permainan Simulasi 'Bilik Rembuk Ceria': Murid bekerja secara berpasangan melakukan simulasi menerapkan berbicara santun saat berembuk memilih tugas rumah mingguan berdasarkan skenario kartu peran; murid mengucapkan kalimat santun 'Bolehkah aku bertugas menyiram tanaman?' dan pasangannya merespons 'Boleh, aku akan menyapu teras agar adil' (15 menit).
  • Setiap murid mengisi 'Lembar Praktik Penerapan Tugas Adil' dengan menentukan 3 pembagian tugas rumah yang adil dari daftar pilihan konkret: (1) Ayah membersihkan selokan, Ibu memasak sarapan; (2) Kakak mencuci piring, Adik merapikan buku belajar; (3) Kakak melipat selimut, Adik mengembalikan mainan ke kotak (acuan: seluruh pasangan tugas seimbang sesuai peran/usia dan membagi beban kerja secara adil) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama pasangannya menceritakan kembali perasaan mereka saat berhasil berbicara dengan santun tanpa berebut dan membagi tugas secara adil pada simulasi berembuk (5 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan inti penerapan nilai kerakyatan (sila keempat) melalui berbicara santun saat berembuk dan nilai keadilan (sila kelima) melalui pembagian tugas rumah yang adil (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan positif atas komitmen murid menerapkan sikap santun dan adil di rumah, kemudian menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu skenario visual bergambar dialog untuk murid yang membutuhkan bantuan visual, dan kartu teks panduan kalimat santun untuk murid yang sudah lancar membaca.
  • Proses: Memberikan bimbingan langsung pada pelafalan kalimat santun saat berembuk bagi murid yang masih ragu, serta memberi tantangan pembagian skenario 4 tugas rumah bagi murid yang cepat.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan penerapan pembagian tugas adil baik melalui penulisan centang pada gambar lembar kerja maupun dengan mempraktikkan langsung secara lisan bersama pasangan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan di kegiatan pendahuluan: (1) 'Saat musyawarah keluarga menentukan menu makan, kalimat mana yang santun? A: "Bolehkah aku usul telur dadar, Bu?" atau B: "Pokoknya harus telur, titik!"' (acuan jawaban: A); (2) 'Manakah pembagian tugas yang adil? A: Kakak menyapu lantai dan adik merapikan mainan miliknya, atau B: Semua lantai dan cucian dikerjakan adik sendiri sementara kakak hanya bermain HP?' (acuan jawaban: A).

Proses:

  • Observasi formatif saat simulasi berpasangan: Mengamati apakah murid menerapkan tutur kata santun (menggunakan kata permisi, tolong, maaf, atau bertanya dengan nada tenang) saat berembuk tugas rumah.
  • Pemeriksaan 'Lembar Praktik Penerapan Tugas Adil': Menilai ketepatan murid dalam menentukan 3 pasangan tugas rumah yang adil dari pilihan skenario konkret yang disediakan (acuan: (1) Ayah membersihkan selokan - Ibu memasak sarapan; (2) Kakak mencuci piring - Adik merapikan buku; (3) Kakak melipat selimut - Adik mengembalikan mainan ke kotak).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup singkat: Murid menyebutkan 1 kalimat santun yang akan dipraktikkan di rumah saat berembuk dengan orang tua/saudara (kriteria penerimaan: memuat tutur kata sopan/santun seperti 'Bolehkah saya usul...', 'Tolong...', atau 'Permisi Ayah/Ibu...').

Formatif:

  • Pengamatan unjuk kerja simulasi berbicara santun saat berembuk keluarga dan pemeriksaan hasil lembar kerja penentuan pembagian tugas rumah secara adil.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menerapkan Berbicara Santun Saat Berembuk di KeluargaBelum mampu melafalkan kalimat santun saat berembuk dan masih memotong pembicaraan pasangan simulasi meski telah dibimbing.Mampu melafalkan 1 kalimat santun saat berembuk dalam simulasi dengan bimbingan dan arahan penuh dari guru.Mampu melafalkan minimal 2 kalimat santun (seperti meminta izin usul atau menjawab sopan) saat simulasi berembuk secara mandiri.Mampu melafalkan seluruh variasi kalimat santun (meminta izin, mendengarkan, dan merespons dengan kata santun) secara konsisten dan mandiri sepanjang simulasi.
Menerapkan Pembagian Tugas Rumah secara AdilBelum tepat dalam menentukan pasangan tugas rumah yang adil (0-1 pasangan tepat dari 3 skenario acuan).Cukup tepat dalam menentukan pembagian tugas rumah yang adil (tepat 2 pasangan dari 3 skenario acuan).Tepat dalam menentukan seluruh pembagian tugas rumah yang adil (tepat 3 dari 3 skenario acuan) secara mandiri.Tepat menentukan seluruh 3 skenario pembagian tugas adil secara mandiri serta mampu memberikan 1 contoh nyata tugas adil tambahan di rumah sendiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas simulasi berpasangan 'Bilik Rembuk Ceria' efektif membuat seluruh murid aktif mempraktikkan berbicara santun?
  • Bagaimana keterlibatan murid yang pemalu dalam mengungkapkan pendapat dan membagi tugas secara adil?

Murid:

  • Apakah kamu merasa senang belajar berbicara santun saat berembuk dengan temanmu tadi?
  • Tugas membersihkan rumah apa yang akan kamu lakukan secara adil bersama saudaramu di rumah nanti?

Pertemuan 18 — Menerapkan Nilai-Nilai Pancasila di Lingkungan Keluarga Berdasarkan Lembar Rencana Pembiasaan Harian — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.4 Menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga

Pendahuluan:

  • Guru mengkondisikan kelas, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, memeriksa kehadiran, serta menyanyikan bersama lagu 'Aku Pelajar Pancasila' untuk membangkitkan semangat belajar (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar perilaku rumah dan menanyakan perilaku mana yang mencerminkan nilai Pancasila: Gambar A (berdoa bersama sebelum makan) dan Gambar B (berebut mainan hingga menangis). Murid mengacungkan jempol ke atas untuk perilaku yang mencerminkan nilai Pancasila (acuan: Gambar A mencerminkan sila ke-1, Gambar B tidak sesuai) (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyusun dan berkomitmen menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga menggunakan Lembar Rencana Pembiasaan Harian di rumah (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati lembar peraga di papan tulis yang memuat format 'Rencana Pembiasaan Harian Nilai Pancasila di Rumah' yang mencakup 5 contoh rencana tindakan: (1) Berdoa sebelum tidur dan sesudah bangun tidur (Sila 1); (2) Membantu adik merapikan mainan (Sila 2); (3) Menjaga kerukunan dan tidak bertengkar dengan anggota keluarga (Sila 3); (4) Mau mendengarkan nasihat orang tua saat bermusyawarah di rumah (Sila 4); dan (5) Mematikan lampu kamar setelah selesai digunakan untuk hidup hemat dan adil (Sila 5) (10 menit).
  • Murid bersama guru mencermati makna setiap rencana tindakan tersebut sebagai perilaku nyata yang dapat dibiasakan setiap hari dalam kehidupan bersama keluarga di rumah (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan interaktif 'Pilih dan Tempel Pembiasaan Baik' di mana setiap murid menerima lembar kerja 'Rencana Pembiasaan Harian' berisi tabel 5 hari dan 5 kartu aksi bergambar perilaku bernilai Pancasila: (1) 'Berdoa bersama keluarga', (2) 'Membantu orang tua mencuci piring', (3) 'Bermain rukun bersama saudara', (4) 'Bicara santun saat berembuk dengan ayah/ibu', dan (5) 'Hemat air saat mandi di rumah' (10 menit).
  • Murid secara mandiri memilih dan menempelkan kartu aksi perilaku tersebut pada kolom rencana hari yang akan mereka terapkan di rumah secara runtut, kemudian memberi tanda centang komitmen diri pada lembar pembiasaan masing-masing (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali kelengkapan lembar rencana pembiasaan harian yang telah disusun dan mengonfirmasi kesiapan diri untuk benar-benar menerapkannya bersama orang tua di rumah (5 menit).
  • Beberapa murid secara sukarela menyebutkan satu rencana perilaku Pancasila yang paling ingin segera mereka terapkan nanti sore setibanya di rumah (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap rencana pembiasaan harian yang telah disusun murid agar dibawa pulang dan diterapkan secara nyata di lingkungan keluarga (5 menit).
  • Guru bersama murid melakukan refleksi singkat kegiatan pembelajaran hari ini, mengingatkan murid untuk meminta tanda tangan/paraf orang tua pada lembar pembiasaan setelah tindakan diterapkan, kemudian menutup kelas dengan doa bersama dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu aksi dengan simbol visual yang sangat jelas disertai tulisan sederhana; murid yang cepat diberikan opsi menuliskan variasi contoh perilaku tambahan pada baris catatan lembar kerja.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibantu membaca tulisan pada kartu aksi; murid yang mandiri langsung menata kartu rencana secara mandiri.
  • Produk: Seluruh murid melengkapi lembar rencana pembiasaan harian yang memuat minimal 3 hingga 5 tindakan perilaku nilai Pancasila di rumah.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik cepat menggunakan 2 gambar aktivitas di rumah: Gambar A (berdoa bersama sebelum makan) dan Gambar B (berebut mainan hingga menangis). Murid diminta mengidentifikasi perilaku yang mencerminkan nilai Pancasila di rumah. Kriteria penerimaan: Murid memilih Gambar A (acuan: Gambar A merupakan penerapan sila ke-1 Pancasila di rumah, sedangkan Gambar B adalah perilaku tidak rukun/bertentangan).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan pengisian lembar rencana pembiasaan harian. Murid memasangkan/menempelkan 5 kartu aksi perilaku Pancasila: (1) 'Berdoa bersama keluarga', (2) 'Membantu orang tua mencuci piring', (3) 'Bermain rukun bersama saudara', (4) 'Bicara santun saat berembuk dengan ayah/ibu', dan (5) 'Hemat air saat mandi di rumah' ke dalam tabel hari rencana pembiasaan di rumah. Kriteria ketuntasan: Murid tepat menempatkan dan berkomitmen menerapkan minimal 4 dari 5 kartu aksi perilaku Pancasila di rumah (acuan: kelima kartu tersebut merupakan bentuk penerapan nilai Pancasila di lingkungan keluarga).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi melalui pertanyaan lisan: 'Sebutkan 2 contoh perilaku yang sudah kamu rencanakan di lembar harian untuk kamu terapkan di rumah hari ini!' Kriteria penerimaan operasional: Murid menyebutkan minimal 2 contoh perilaku yang sesuai dengan kartu aksi penerapan nilai Pancasila (acuan jawaban: berdoa sebelum makan/tidur, membantu orang tua, rukun dengan saudara, berbicara santun, atau hemat air/listrik).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja penyusunan lembar rencana pembiasaan harian perilaku bernilai Pancasila di lingkungan keluarga
  • Observasi ketepatan pemilihan aksi penerapan nilai Pancasila pada lembar kerja

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga melalui lembar rencana pembiasaanMurid merencanakan 1 atau belum merencanakan perilaku bernilai Pancasila pada lembar rencana pembiasaan harian di rumah walau telah dibimbing guru.Murid merencanakan 2 sampai 3 perilaku bernilai Pancasila pada lembar rencana pembiasaan harian di rumah dengan arahan dan bantuan guru.Murid merencanakan 4 perilaku bernilai Pancasila pada lembar rencana pembiasaan harian di rumah secara tepat dan mandiri.Murid merencanakan seluruh 5 perilaku bernilai Pancasila pada lembar rencana pembiasaan harian di rumah secara tepat, lengkap, dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi bagi murid kelas 2 untuk menyusun lembar rencana pembiasaan harian secara mandiri?
  • Bagaimana keterlibatan dan antusiasme murid saat menempelkan kartu aksi perilaku bernilai Pancasila pada lembar rencana harian?
  • Langkah tindak lanjut apa yang perlu disiapkan untuk memantau keterlaksanaan pembiasaan murid di rumah bersama orang tua?

Murid:

  • Perilaku baik apa yang paling kamu sukai dan ingin segera kamu lakukan di rumah nanti sore?
  • Bagaimana perasaanmu setelah berhasil menyusun jadwal pembiasaan harian anak hebat Pancasila?

Pertemuan 19 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.1 Menyebutkan simbol-simbol Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila
  • TP 2.2.2 Menghubungkan simbol Pancasila dengan bunyi sila-sila Pancasila
  • TP 2.2.3 Menunjukkan contoh penerapan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga
  • TP 2.2.4 Menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, berdoa bersama, mengecek kehadiran, dan menyiapkan suasana kelas yang tenang dan tertib (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif Bab 2 untuk mengukur pemahaman simbol, bunyi sila, pemilihan contoh perilaku keluarga, serta memverifikasi catatan pembiasaan di rumah (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang petunjuk teknis pengerjaan lembar kerja visual dan tata cara verifikasi portofolio pembiasaan rumah secara mandiri (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1 (TP 1 & 2): Murid mengerjakan serentak Lembar Kerja Bagian 1 secara individual, menarik garis lurus yang menghubungkan 5 gambar simbol Garuda Pancasila dengan teks nama simbol dan bunyi sila yang tepat. Butir yang dikerjakan: (1) Gambar Bintang -> teks 'Bintang' -> 'Ketuhanan Yang Maha Esa'; (2) Gambar Rantai -> teks 'Rantai' -> 'Kemanusiaan yang adil dan beradab'; (3) Gambar Pohon Beringin -> teks 'Pohon Beringin' -> 'Persatuan Indonesia'; (4) Gambar Kepala Banteng -> teks 'Kepala Banteng' -> 'Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan'; (5) Gambar Padi dan Kapas -> teks 'Padi dan Kapas' -> 'Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia' (30 menit).
  • Tugas 2 (TP 3): Murid mengerjakan serentak Lembar Kerja Bagian 2 secara individual, memilih 5 gambar aktivitas keluarga yang sesuai nilai Pancasila dengan tanda centang lalu menghubungkannya ke simbol sila yang sesuai. Butir yang dikerjakan: (1) Gambar anak berdoa sebelum makan bersama keluarga -> centang dan hubungkan ke simbol Bintang (Sila 1); (2) Gambar adik membantu kakak merapikan mainan yang jatuh -> centang dan hubungkan ke simbol Rantai (Sila 2); (3) Gambar seluruh anggota keluarga membersihkan halaman rumah bersama dengan rukun -> centang dan hubungkan ke simbol Pohon Beringin (Sila 3); (4) Gambar ayah, ibu, dan anak berdiskusi santun menentukan tujuan liburan -> centang dan hubungkan ke simbol Kepala Banteng (Sila 4); (5) Gambar ibu membagikan buah secara adil kepada anak-anaknya -> centang dan hubungkan ke simbol Padi dan Kapas (Sila 5) (22 menit).
  • Tugas 3 (TP 4): Murid mengumpulkan Lembar Portofolio Ceklis Pembiasaan Rumah yang telah diisi berkala dan ditandatangani orang tua, lalu guru melakukan reviu dan verifikasi singkat keterlaksanaan 5 indikator pembiasaan: (1) Berdoa sebelum makan/tidur bersama keluarga; (2) Membantu orang tua atau saudara di rumah; (3) Menjaga kerukunan tanpa bertengkar dengan saudara; (4) Berbicara santun saat bermusyawarah keluarga; (5) Menjalankan tugas membersihkan rumah secara adil (5 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru memeriksa kelengkapan identitas lembar kerja serta merefleksikan rasa percaya diri dan kemandirian selama menyelesaikan seluruh tugas asesmen sumatif (3 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja visual dan berkas portofolio pembiasaan rumah murid secara tertib (1 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas kejujuran dan kemandirian murid sepanjang pembelajaran Bab 2, menyampaikan umpan balik umum, dan menutup sesi asesmen dengan doa penutup (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi visual: lembar kerja dicetak dengan gambar simbol dan ilustrasi aktivitas berukuran besar dan kontras warna jelas.
  • Proses: Akomodasi proses: pembacaan instruksi butir soal secara lisan bagi murid yang memerlukan dukungan kelancaran membaca tanpa mengubah isi tugas atau kunci jawaban.
  • Produk: Format penugasan standar dan seragam untuk seluruh murid sesuai acuan sumatif lembar kerja visual dan portofolio pembiasaan rumah.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan alat tulis dan kelengkapan berkas portofolio pembiasaan rumah yang dibawa murid dari rumah sebelum asesmen dimulai.

Proses:

  • Observasi ketertiban, kejujuran, dan kemandirian murid selama mengerjakan lembar kerja visual serentak di kelas.

Sumatif Bab:

  • penugasan lembar kerja visual serentak dan portofolio pembiasaan rumah: lembar kerja mencocokkan simbol dengan sila dan memilih gambar contoh perilaku keluarga yang dikerjakan serentak, dilengkapi lembar cek pembiasaan penerapan nilai Pancasila di rumah
  • penugasan memasangkan gambar dan teks serentak: lembar kerja murid yang berisi garis hubung antara 5 gambar simbol Garuda Pancasila dengan teks nama simbol dan bunyi sila yang tepat, dikerjakan serentak oleh seluruh kelas (35 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran lembar kerja)
  • penugasan memilih dan menandai gambar serentak: lembar aktivitas berisi pilihan gambar aktivitas keluarga yang diberi tanda centang dan dihubungkan ke simbol sila yang sesuai secara mandiri oleh seluruh murid (25 menit; individual; instrumen: rubrik penskoran identifikasi gambar perilaku)
  • penilaian portofolio lembar pembiasaan rumah: lembar ceklis pembiasaan perilaku penerapan nilai Pancasila di rumah yang telah diisi berkala dan ditandatangani orang tua, dikumpulkan dan direviu bersama guru di kelas (10 menit; individual; instrumen: lembar ceklis verifikasi pembiasaan rumah dan catatan orang tua)

Sumatif:

  • penugasan lembar kerja visual serentak dan portofolio pembiasaan rumah: lembar kerja mencocokkan simbol dengan sila dan memilih gambar contoh perilaku keluarga yang dikerjakan serentak, dilengkapi lembar cek pembiasaan penerapan nilai Pancasila di rumah
  • penugasan memasangkan gambar dan teks serentak: lembar kerja murid yang berisi garis hubung antara 5 gambar simbol Garuda Pancasila dengan teks nama simbol dan bunyi sila yang tepat, dikerjakan serentak oleh seluruh kelas (35 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran lembar kerja)
  • penugasan memilih dan menandai gambar serentak: lembar aktivitas berisi pilihan gambar aktivitas keluarga yang diberi tanda centang dan dihubungkan ke simbol sila yang sesuai secara mandiri oleh seluruh murid (25 menit; individual; instrumen: rubrik penskoran identifikasi gambar perilaku)
  • penilaian portofolio lembar pembiasaan rumah: lembar ceklis pembiasaan perilaku penerapan nilai Pancasila di rumah yang telah diisi berkala dan ditandatangani orang tua, dikumpulkan dan direviu bersama guru di kelas (10 menit; individual; instrumen: lembar ceklis verifikasi pembiasaan rumah dan catatan orang tua)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan dan Menghubungkan Simbol dengan Sila (TP 2.2.1 & TP 2.2.2)Tepat menghubungkan 1-2 dari 5 pasangan simbol, nama, dan bunyi sila Pancasila secara mandiri.Tepat menghubungkan 3 dari 5 pasangan simbol, nama, dan bunyi sila Pancasila secara mandiri.Tepat menghubungkan 4 dari 5 pasangan simbol, nama, dan bunyi sila Pancasila secara mandiri (Acuan: Bintang-Sila 1, Rantai-Sila 2, Pohon Beringin-Sila 3, Kepala Banteng-Sila 4, Padi dan Kapas-Sila 5).Tepat menghubungkan seluruh 5 pasangan simbol, nama, dan bunyi sila Pancasila secara mandiri dan lengkap (Acuan: Bintang-Ketuhanan Yang Maha Esa, Rantai-Kemanusiaan yang adil dan beradab, Pohon Beringin-Persatuan Indonesia, Kepala Banteng-Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, Padi dan Kapas-Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia).
Menunjukkan Contoh Penerapan Nilai Pancasila di Lingkungan Keluarga (TP 2.2.3)Tepat memilih dan menandai 1-2 dari 5 gambar contoh penerapan nilai Pancasila di lingkungan keluarga.Tepat memilih dan menandai 3 dari 5 gambar contoh penerapan nilai Pancasila di lingkungan keluarga.Tepat memilih dan menandai 4 dari 5 gambar contoh penerapan nilai Pancasila di lingkungan keluarga secara tepat sesuai simbolnya.Tepat memilih, menandai, dan menghubungkan seluruh 5 gambar contoh penerapan nilai Pancasila di lingkungan keluarga ke simbol yang sesuai (Acuan: Berdoa bersama -> Sila 1/Bintang; Membantu saudara -> Sila 2/Rantai; Kerja bakti rumah rukun -> Sila 3/Pohon Beringin; Musyawarah keluarga -> Sila 4/Kepala Banteng; Membagi tugas/makanan adil -> Sila 5/Padi dan Kapas).
Menerapkan Nilai-Nilai Pancasila di Lingkungan Keluarga (TP 2.2.4)Portofolio pembiasaan rumah memuat bukti terlaksananya 1-2 dari 5 indikator perilaku pembiasaan nilai Pancasila.Portofolio pembiasaan rumah memuat bukti terlaksananya 3 dari 5 indikator perilaku pembiasaan nilai Pancasila.Portofolio pembiasaan rumah memuat bukti terlaksananya 4 dari 5 indikator perilaku pembiasaan nilai Pancasila yang diverifikasi orang tua.Portofolio pembiasaan rumah memuat bukti terlaksananya seluruh 5 indikator perilaku pembiasaan nilai Pancasila secara konsisten dan terverifikasi penuh oleh orang tua (Acuan indikator: pembiasaan doa bersama, membantu anggota keluarga, menjaga kerukunan, berbicara santun/musyawarah, dan berbagi secara adil).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu untuk pengerjaan lembar kerja visual dan reviu portofolio berjalan efektif dan sesuai jadwal?
  • Bagaimana capaian ketuntasan murid pada materi simbol, bunyi sila, dan penerapannya di lingkungan keluarga?
  • Langkah tindak lanjut apa yang perlu dirancang bagi murid yang belum tuntas pada penguasaan simbol atau pembiasaan di rumah?

Murid:

  • Bagian mana dari lembar kerja simbol dan gambar keluarga tadi yang paling mudah kamu selesaikan?
  • Apakah kamu merasa bangga sudah membiasakan perilaku baik sesuai Pancasila bersama keluarga di rumah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2021)
  2. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2021)
  3. Poster lambang negara Garuda Pancasila
  4. Kartu bergambar simbol bintang dan simbol rantai
  5. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II, Kemendikbudristek 2021.
  6. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II, Kemendikbudristek 2021 (Bab 2 Halaman 40-45).
  7. Poster gambar lambang negara Garuda Pancasila ukuran besar.
  8. Set kartu gambar simbol Pancasila (Pohon Beringin, Kepala Banteng, Padi dan Kapas).
  9. Poster lambang Garuda Pancasila dengan perisai berukuran besar
  10. Lembar kerja visual posisi simbol pada perisai Pancasila
  11. Gambar besar burung Garuda Pancasila dan Perisai
  12. Lembar Kerja Siswa: Gambar Perisai Garuda bernomor 1-5 dan set 5 kartu simbol Pancasila (Bintang, Rantai, Pohon Beringin, Kepala Banteng, Padi dan Kapas)
  13. Lem kertas
  14. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021).
  15. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021).
  16. Kartu bergambar simbol bintang dan kartu teks bertuliskan 'Ketuhanan Yang Maha Esa'.
  17. Gambar perisai lambang Garuda Pancasila.
  18. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021)
  19. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021)
  20. Kartu bergambar simbol rantai dan pohon beringin
  21. Kartu teks bunyi sila kedua ('Kemanusiaan yang adil dan beradab') dan sila ketiga ('Persatuan Indonesia')
  22. Lembar kerja murid (LKPD) menjodohkan simbol dan bunyi sila
  23. Kartu gambar simbol kepala banteng serta padi dan kapas
  24. Kartu teks bunyi sila keempat dan sila kelima Pancasila
  25. Lembar Kerja Murid (LKM) menjodohkan simbol dan bunyi sila
  26. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  27. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  28. Set kartu pasangan berisi 5 kartu simbol (Bintang, Rantai, Pohon Beringin, Kepala Banteng, Padi dan Kapas) dan 5 kartu bunyi sila Pancasila.
  29. Lembar Kerja Murid (LKPD) menjodohkan simbol dan bunyi sila Pancasila.
  30. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2023).
  31. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2023).
  32. Set kartu gambar aktivitas keluarga (berdoa makan, salat/ibadah bersama, merapikan tanaman, menonton TV, dll.).
  33. Lembar Aktivitas Bergambar 'Detektif Gambar Sila Pertama'.
  34. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021/2023)
  35. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II Bab 2: Aku Berperilaku Pancasila
  36. Set kartu gambar aktivitas tolong-menolong dan berbagi dalam keluarga
  37. Lembar Kerja Siswa bergambar 'Tunjukkan Perilaku Pancasila di Rumah'
  38. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II Bab 2 'Aku Berperilaku Pancasila'.
  39. Set kartu gambar aktivitas kerukunan dan kebersamaan keluarga di rumah.
  40. Lembar Kerja Murid (LKPD) visual mencentang gambar.
  41. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2023)
  42. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2023)
  43. Set kartu gambar aktivitas keluarga (musyawarah memilih liburan/menu makan, pembagian tugas/makanan secara adil, dan gambar pembanding perilaku tidak sesuai)
  44. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2023)
  45. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2023) Bab 2
  46. Set kartu gambar ilustrasi aktivitas keluarga (perilaku sesuai dan tidak sesuai nilai Pancasila)
  47. Lembar Kerja Visual Murid (LKPD) Memilah Perilaku Pancasila di Rumah
  48. Buku Guru Pendidikan Pancasila SD/MI Kelas II
  49. Buku Siswa Pendidikan Pancasila SD/MI Kelas II
  50. Kartu bergambar aktivitas berdoa dan menghormati ibadah keluarga
  51. Lembar Perilaku Penerapan Nilai Ketuhanan di Rumah
  52. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2023)
  53. Kartu skenario 'Keluarga Saling Sayang'
  54. Benda peraga simulasi (buku, kotak mainan, keranjang)
  55. Kartu visual lambang pohon beringin dan gambar situasi kerukunan keluarga
  56. Set kepingan puzzle 'Keluarga Rukun Bersatu' untuk simulasi kelompok
  57. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II Bab 2.
  58. Kartu Skenario Simulasi Rembuk Keluarga dan Lembar Praktik Penerapan Tugas Adil.
  59. Lembar Peraga Contoh Rencana Pembiasaan Harian di Rumah
  60. Lembar Kerja Rencana Pembiasaan Harian Murid dan Set Kartu Aksi Bergambar Penerapan Nilai Pancasila
  61. Lembar Kerja Visual Asesmen Sumatif Bab 2 (memasangkan simbol-sila dan pilihan gambar aktivitas keluarga)
  62. Lembar Portofolio Ceklis Pembiasaan Nilai Pancasila di Rumah bertanda tangan orang tua

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.