MODUL AJAR Pendidikan Pancasila — Kelas 2 (Fase A) Topik: Bab 1 — Aku Patuh Aturan INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Bab 1 — Aku Patuh Aturan |
|---|
| Alokasi Waktu | 34 JP (34 x 35 menit = 1190 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 17 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 2.1.1 Mengidentifikasi aturan di lingkungan keluarga
- TP 2.1.2 Menunjukkan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga
- TP 2.1.3 Menceritakan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pukul berapa biasanya kalian bangun tidur di pagi hari?
- Apa yang harus kita lakukan pada tempat tidur sesaat setelah bangun pagi?
- Apa yang harus kita lakukan sebelum makan dan setelah bermain agar tubuh tetap bersih?
- Di mana kita harus meletakkan pakaian kotor setelah mandi?
- Apa yang biasanya kalian lakukan sebelum mulai makan di rumah bersama keluarga?
- Mengapa saat makan kita perlu duduk tertib dan tidak berbicara?
- Apa yang biasanya kamu katakan kepada orang tua sebelum melangkahkan kaki keluar pintu rumah?
- Mengapa kita harus meminta izin atau berpamitan kepada orang tua sebelum pergi bermain atau ke sekolah?
- Apa yang biasanya kalian lakukan sebelum mulai belajar di meja belajar?
- Pukul berapa kalian biasanya tidur malam dan apa yang harus dilakukan sebelum tidur?
- Apa yang harus kita lakukan pada mainan setelah selesai bermain di rumah?
- Bagaimana aturan bermain bersama saudara di rumah agar permainan tetap menyenangkan dan tidak bertengkar?
- Apa yang biasanya kalian lakukan pada sepatu dan tas sekolah setelah pulang ke rumah?
- Bagaimana caramu menunjukkan sikap tertib pada barang-barangmu sendiri di rumah?
- Apa yang selalu kamu lakukan sebelum menyentuh makanan di meja makan rumahmu?
- Bagaimana sikap duduk dan caramu makan agar tertib sesuai aturan di rumah?
- Apa yang biasanya kamu lakukan sebelum melangkahkan kaki keluar dari pintu rumah?
- Mengapa kita perlu mencium tangan atau meminta izin kepada ayah dan ibu sebelum pergi bermain atau ke sekolah?
- Kapan waktu yang biasa kalian gunakan untuk belajar di rumah?
- Apa yang kalian lakukan pada buku dan alat tulis setelah selesai belajar di rumah?
- Apa yang harus kita lakukan saat selesai bermain dengan balok atau boneka di rumah?
- Bagaimana caramu menunjukkan sikap mematuhi aturan agar tempat bermain kembali rapi dan bersih?
- Apa yang biasanya kamu lakukan sebelum tidur malam di rumah?
- Mengapa kita perlu tidur tepat waktu dan tidak boleh begadang?
- Apa kegiatan yang selalu kamu lakukan di rumah sejak bangun tidur sampai berangkat sekolah?
- Bagaimana caramu menceritakan aturan pagi hari yang kamu patuhi di rumah kepada temanmu?
- Apa saja yang biasa kamu lakukan saat makan bersama keluargamu di rumah?
- Bagaimana caramu menceritakan kepada teman tentang sikap mematuhi aturan saat makan bersama di meja makan?
- Apa aturan belajar dan aturan bermain yang kalian lakukan di rumah?
- Bagaimana caramu menceritakan pengalaman mematuhi aturan belajar atau bermain kepada teman?
- Apa saja hal yang biasa kamu lakukan sebelum naik ke tempat tidur pada malam hari?
- Mengapa kita perlu mematuhi aturan malam hari seperti menggosok gigi dan tidur tepat waktu?
- Aturan apa saja yang selalu kalian patuhi saat berada di rumah bersama keluarga?
- Bagaimana caramu menunjukkan kepada ayah dan ibu bahwa kamu mematuhi aturan keluarga?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengidentifikasi aturan bangun pagi dan merapikan tempat tidur di rumah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.1 Mengidentifikasi aturan di lingkungan keluarga
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi aturan bangun pagi dan merapikan tempat tidur di rumah (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar: Gambar A (anak bangun pagi dan merapikan kasur) dan Gambar B (anak terlambat bangun dan kasur berantakan), lalu murid mengacungkan satu jari untuk A atau dua jari untuk B saat ditanya mana gambar yang menunjukkan aturan di pagi hari (acuan: Gambar A adalah aturan bangun pagi dan merapikan kasur yang benar) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan singkat guru menggunakan media gambar mengenai aturan di rumah pada pagi hari: aturan bangun pagi tepat waktu dan aturan merapikan tempat tidur (menarik selimut, menata bantal) (10 menit).
- Murid bersama guru mengamati 4 kartu ilustrasi kegiatan pagi: Kartu 1 (anak bangun saat jam weker berdering pukul 05.00), Kartu 2 (menarik dan melipat selimut di atas kasur), Kartu 3 (bermain gawai di kasur hingga siang), dan Kartu 4 (menata bantal guling dengan rapi), lalu murid menyebutkan apakah kartu tersebut termasuk aturan bangun pagi dan merapikan tempat tidur atau bukan (acuan: Kartu 1, 2, dan 4 adalah aturan; Kartu 3 bukan aturan) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain 'Tebak Kartu Aturan Pagi': dalam permainan gembira ini guru memperlihatkan kartu situasi dan murid mengangkat kartu centang hijau jika merupakan aturan pagi di rumah atau kartu silang merah jika bukan aturan pagi di rumah (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar aktivitas identifikasi dengan memberi tanda centang (✓) pada 4 pernyataan aturan pagi yang tepat dari 4 pilihan yang disajikan: (1) Bangun pagi tepat waktu sebelum terlambat, (2) Merapikan sprei dan bantal setelah bangun, (3) Menarik selimut agar tempat tidur rapi, (4) Meninggalkan kasur dalam keadaan berantakan (acuan kunci: butir 1, 2, dan 3 dicentang; butir 4 tidak dicentang) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil pengerjaan lembar aktivitas dan menyimpulkan apa saja aturan bangun pagi dan merapikan tempat tidur di rumah (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik dan penguatan bahwa aturan bangun pagi dan merapikan tempat tidur membuat kamar rapi dan tubuh bersemangat (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar konkret aturan pagi; murid yang sudah mahir mengidentifikasi aturan melalui pernyataan teks sederhana.
- Proses: Murid yang masih kesulitan membaca dibimbing guru secara langsung dalam memahami butir pernyataan; murid yang sudah lancar membaca mengerjakan secara mandiri.
- Produk: Murid dapat menunjukkan pemahaman identifikasi aturan pagi melalui penandaan centang pada lembar kerja atau dengan menunjukkan kartu pilihan gambar secara langsung.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik cepat menggunakan 2 gambar situasi bangun pagi: Gambar A (bangun tepat waktu pukul 05.00 dan merapikan kasur) dan Gambar B (bangun siang dengan kasur berantakan). Guru meminta murid memilih mana gambar yang menunjukkan aturan di rumah (acuan: Gambar A adalah contoh aturan bangun pagi dan merapikan tempat tidur yang benar).
Proses:- Observasi keterlibatan murid dalam mengidentifikasi 4 kartu pada tahap Memahami (Kartu 1: jam weker 05.00 [aturan], Kartu 2: melipat selimut [aturan], Kartu 3: main gawai hingga siang [bukan aturan], Kartu 4: menata bantal rapi [aturan]).
- Pemeriksaan ketepatan pengisian lembar aktivitas mandiri 4 butir: (1) Bangun pagi tepat waktu sebelum terlambat (✓), (2) Merapikan sprei dan bantal setelah bangun (✓), (3) Menarik selimut agar tempat tidur rapi (✓), (4) Meninggalkan kasur dalam keadaan berantakan (bukan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru menyebutkan 1 situasi 'Setelah bangun tidur, bantal dibiarkan jatuh di lantai', murid menjawab apakah itu mematuhi aturan merapikan kasur atau tidak (acuan jawaban: tidak mematuhi aturan merapikan tempat tidur).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja saat permainan Tebak Kartu Aturan Pagi
- Lembar ceklis pemahaman identifikasi aturan bangun pagi dan merapikan tempat tidur
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi aturan bangun pagi dan merapikan tempat tidur | Belum mampu mengidentifikasi aturan bangun pagi dan merapikan tempat tidur (hanya 0-1 butir tepat dari 4 butir acuan: bangun tepat waktu, merapikan sprei/bantal, menarik selimut rapi, dan tidak membiarkan kasur berantakan). | Mulai mampu mengidentifikasi aturan bangun pagi dan merapikan tempat tidur dengan bimbingan guru (tepat 2 butir dari 4 butir acuan). | Mampu mengidentifikasi aturan bangun pagi dan merapikan tempat tidur secara mandiri (tepat 3 butir dari 4 butir acuan). | Sangat mampu mengidentifikasi seluruh aturan bangun pagi dan merapikan tempat tidur secara tepat dan mandiri (tepat seluruh 4 butir acuan). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media kartu gambar membantu murid mengidentifikasi aturan bangun pagi dan merapikan tempat tidur dengan jelas?
- Bagaimana keterlibatan murid selama permainan edukatif berlangsung?
Murid:- Apakah kalian sudah tahu aturan bangun pagi dan merapikan tempat tidur di rumah?
- Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling kalian senangi?
Pertemuan 2 — Mengidentifikasi aturan menjaga kebersihan diri dan berpakaian di rumah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.1 Mengidentifikasi aturan di lingkungan keluarga
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi aturan menjaga kebersihan diri dan aturan berpakaian di rumah (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan memperlihatkan dua gambar: Gambar A (anak mencuci tangan dengan sabun) dan Gambar B (anak membiarkan tangan kotor penuh tanah langsung mengambil kue), lalu meminta murid mengacungkan jempol ke atas untuk tindakan yang merupakan aturan kebersihan diri yang benar (acuan: Gambar A adalah tindakan yang benar) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru melalui media gambar berseri tentang 4 contoh aturan menjaga kebersihan diri dan berpakaian di rumah: (1) Mandi dua kali sehari, (2) Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan, (3) Memakai pakaian yang bersih dan rapi, (4) Menaruh pakaian kotor di keranjang cucian (10 menit).
- Guru memfasilitasi tanya jawab terpandu untuk mengidentifikasi mana yang termasuk aturan kebersihan diri dan mana yang aturan berpakaian berdasarkan 4 contoh yang telah disimak (acuan: nomor 1 dan 2 adalah aturan kebersihan diri; nomor 3 dan 4 adalah aturan berpakaian) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan kartu cepat 'Pilah Kartu Aturan'. Setiap pasangan murid menerima 4 kartu bergambar kegiatan: Kartu 1 'Mencuci tangan sebelum makan', Kartu 2 'Mengganti baju seragam dengan baju rumah setelah pulang sekolah', Kartu 3 'Menggosok gigi sebelum tidur', dan Kartu 4 'Menaruh handuk basah di jemuran bukan di kasur'. Murid mengelompokkan kartu ke papan saku berkategori: 'Aturan Kebersihan Diri' atau 'Aturan Berpakaian' (acuan: Kartu 1 dan 3 masuk kelompok Aturan Kebersihan Diri; Kartu 2 dan 4 masuk kelompok Aturan Berpakaian) (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Mengidentifikasi Aturan yang berisi 4 butir pernyataan menjodohkan: (1) 'Badan segar dan bersih' dipasangkan dengan 'Mandi dua kali sehari'; (2) 'Kuman di tangan hilang' dipasangkan dengan 'Cuci tangan pakai sabun'; (3) 'Pakaian seragam tidak lecek/kotor' dipasangkan dengan 'Segera ganti baju rumah pulang sekolah'; (4) 'Baju kotor terkumpul rapi' dipasangkan dengan 'Menaruh di keranjang cucian' (acuan kunci: 1-Mandi dua kali sehari, 2-Cuci tangan pakai sabun, 3-Segera ganti baju rumah pulang sekolah, 4-Menaruh di keranjang cucian) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru bersama murid memeriksa hasil pengelompokan kartu dan lembar kerja secara terbuka dengan mencocokkan pada kartu kunci di papan tulis (5 menit).
- Murid merenungkan manfaat mematuhi aturan kebersihan diri dan berpakaian di rumah dengan menjawab pertanyaan guru secara lisan (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali aturan menjaga kebersihan diri dan berpakaian di rumah yang sudah dipelajari (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan memberikan apresiasi atas ketertiban murid selama belajar, lalu membaca doa penutup bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang masih membutuhkan bimbingan membaca, disediakan kartu bergambar dengan simbol warna penanda (merah untuk aturan kebersihan diri, biru untuk aturan berpakaian). Bagi murid yang cepat, disediakan kartu tambahan berupa teks sederhana tanpa gambar.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi secara langsung oleh guru saat mencocokkan kartu, sedangkan murid yang sudah mahir menyelesaikan tugas identifikasi mandiri secara cepat.
- Produk: Semua murid menghasilkan identifikasi pengelompokan aturan yang tepat; murid dengan kebutuhan pendampingan boleh menunjukkan pilihan secara verbal/menunjuk kartu, sedangkan murid mahir melingkari dan menghubungkan garis pada lembar kerja secara mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual di awal pelajaran: Murid mengidentifikasi tindakan yang benar dari 2 pilihan gambar: Gambar A (anak mencuci tangan dengan sabun) dan Gambar B (anak makan dengan tangan kotor berlumpur). (Acuan jawaban benar: Gambar A adalah aturan menjaga kebersihan diri di rumah).
Proses:- Pengamatan keterlibatan murid dalam memilah 4 kartu pada permainan 'Pilah Kartu Aturan' sesuai kategori (Acuan: Kartu 1 'Cuci tangan' dan Kartu 3 'Gosok gigi' = Aturan Kebersihan Diri; Kartu 2 'Ganti seragam' dan Kartu 4 'Jemur handuk' = Aturan Berpakaian; kriteria: tepat mengelompokkan minimal 3 dari 4 kartu).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman melalui Lembar Kerja Mengidentifikasi Aturan berisi 4 butir penjodohan: (1) Badan segar -> Mandi 2 kali sehari; (2) Kuman tangan hilang -> Cuci tangan pakai sabun; (3) Seragam tidak lecek -> Segera ganti baju rumah; (4) Baju kotor rapi -> Taruh keranjang cucian. (Acuan kunci: 1-Mandi, 2-Cuci tangan, 3-Ganti baju, 4-Taruh keranjang cucian. Target ketercapaian: minimal 3 dari 4 butir tepat).
Formatif:- Observasi unjuk kerja permainan 'Pilah Kartu Aturan' (mengelompokkan 4 kartu aturan)
- Pemeriksaan Lembar Kerja Mengidentifikasi Aturan (menjodohkan 4 butir aturan kebersihan diri dan berpakaian)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi aturan menjaga kebersihan diri dan berpakaian di rumah | Belum mampu mengidentifikasi contoh aturan menjaga kebersihan diri dan berpakaian di rumah (0-1 dari 4 butir tepat pada acuan Lembar Kerja). | Mampu mengidentifikasi sebagian kecil aturan menjaga kebersihan diri dan berpakaian di rumah dengan bimbingan guru (2 dari 4 butir tepat pada acuan Lembar Kerja). | Mampu mengidentifikasi aturan menjaga kebersihan diri dan berpakaian di rumah secara tepat (3 dari 4 butir tepat pada acuan Lembar Kerja). | Mampu mengidentifikasi seluruh aturan menjaga kebersihan diri dan berpakaian di rumah secara tepat dan mandiri (4 dari 4 butir tepat pada acuan Lembar Kerja). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media kartu bergambar efektif membantu seluruh murid mengidentifikasi aturan kebersihan diri dan berpakaian?
- Apakah alokasi waktu pada tiap tahap pembelajaran (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah berjalan sesuai rencana?
Murid:- Aturan kebersihan diri mana yang sudah kamu lakukan sendiri di rumah hari ini?
- Bagian kegiatan mana yang paling kamu sukai saat belajar tadi?
Pertemuan 3 — Mengidentifikasi aturan saat makan bersama keluarga — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.1 Mengidentifikasi aturan di lingkungan keluarga
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi aturan saat makan bersama keluarga (2 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar: Gambar A (anak mencuci tangan dan berdoa sebelum makan) dan Gambar B (anak makan sambil berlari-lari), lalu meminta murid menunjuk gambar yang merupakan aturan makan yang benar (acuan: Gambar A adalah aturan yang benar) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati gambar panduan aturan saat makan bersama keluarga di rumah: (1) Mencuci tangan sebelum makan, (2) Berdoa sebelum dan sesudah makan, (3) Duduk tertib dan rapi, (4) Makan menggunakan tangan kanan, (5) Tidak berbicara saat mulut penuh makanan (10 menit).
- Guru memberikan tanya jawab terbimbing untuk mengidentifikasi mana perilaku yang sesuai aturan saat makan dan mana yang melanggar aturan berdasarkan 4 contoh perilaku: (1) Berdoa sebelum makan [sesuai], (2) Berbicara saat mengunyah nasi [melanggar], (3) Makan sambil berjalan [melanggar], (4) Menggunakan tangan kanan saat menyuap [sesuai] (acuan: butir 1 dan 4 sesuai aturan; butir 2 dan 3 melanggar aturan) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan kartu tantangan berpasangan 'Tepuk Benar Aturan Makan': Guru membacakan 4 kartu pernyataan, murid mengangkat kartu hijau (benar/aturan) atau kartu merah (bukan aturan): (1) 'Berdoa sebelum dan sesudah makan' -> hijau/aturan; (2) 'Makan sambil bercanda dan teriak' -> merah/bukan aturan; (3) 'Makan dengan posisi duduk tenang' -> hijau/aturan; (4) 'Mengambil makanan tanpa cuci tangan' -> merah/bukan aturan (acuan: 1 dan 3 benar/aturan; 2 dan 4 salah/bukan aturan) (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja 'Memilih Aturan Saat Makan' dengan memberi tanda centang (V) pada gambar/pernyataan aturan saat makan dan tanda silang (X) pada yang bukan aturan makan untuk 4 butir: (1) Berdoa sebelum makan [V], (2) Mengunyah makanan tanpa bersuara dan tidak berbicara [V], (3) Makan sambil berlari-lari di ruang makan [X], (4) Menggunakan tangan kanan saat makan [V] (acuan kunci: 1=[V], 2=[V], 3=[X], 4=[V]) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar kerja dan menyadari pentingnya menaati aturan saat makan agar keluarga merasa nyaman dan makanan bersih (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil belajar murid dalam mengidentifikasi aturan saat makan bersama keluarga (3 menit).
- Guru bersama murid menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar kerja dengan visual gambar situasi makan bagi murid yang masih tahap awal membaca.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang belum mandiri dalam membedakan aturan makan, serta memberikan tantangan mandiri mengidentifikasi butir pernyataan tanpa bantuan simbol visual bagi murid yang cepat.
- Produk: Murid dapat menunjukkan pemahaman identifikasi aturan makan melalui tanda centang/silang pada lembar gambar atau melingkari teks pernyataan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Menunjukkan 2 gambar situasi: Gambar A (anak mencuci tangan dan berdoa sebelum makan) dan Gambar B (anak makan sambil berlari-lari). Pertanyaan: 'Manakah gambar yang menunjukkan aturan makan di rumah yang benar?' (acuan jawaban: Gambar A).
Proses:- Observasi respon murid saat permainan 4 kartu pernyataan aturan makan (kartu 1: Berdoa sebelum dan sesudah makan [aturan]; kartu 2: Makan sambil bercanda dan teriak [bukan aturan]; kartu 3: Makan dengan posisi duduk tenang [aturan]; kartu 4: Mengambil makanan tanpa cuci tangan [bukan aturan]).
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri berisi 4 butir identifikasi aturan makan: (1) Berdoa sebelum makan [V], (2) Mengunyah makanan tanpa bersuara dan tidak berbicara [V], (3) Makan sambil berlari-lari di ruang makan [X], (4) Menggunakan tangan kanan saat makan [V] (acuan kunci: butir 1=V, 2=V, 3=X, 4=V).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi dengan 2 pertanyaan cepat: (1) Sebutkan 1 aturan saat makan terkait posisi tubuh! (acuan: duduk tertib/tenang); (2) Kapan kita harus membaca doa saat makan? (acuan: sebelum dan sesudah makan).
Formatif:- Tes lisan/respons kartu pada permainan 'Tepuk Benar Aturan Makan'
- Lembar kerja tertulis identifikasi aturan makan keluarga (memberi tanda centang/silang pada 4 pernyataan/gambar)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi aturan saat makan bersama keluarga | Mengidentifikasi 1 dari 4 aturan saat makan bersama keluarga dengan tepat sesuai acuan (acuan: 1. Berdoa sebelum makan; 2. Mengunyah makanan tanpa berbicara; 3. Menghindari makan sambil berlari-lari; 4. Menggunakan tangan kanan). | Mengidentifikasi 2 dari 4 aturan saat makan bersama keluarga dengan tepat sesuai acuan (acuan: 1. Berdoa sebelum makan; 2. Mengunyah makanan tanpa berbicara; 3. Menghindari makan sambil berlari-lari; 4. Menggunakan tangan kanan). | Mengidentifikasi 3 dari 4 aturan saat makan bersama keluarga dengan tepat sesuai acuan (acuan: 1. Berdoa sebelum makan; 2. Mengunyah makanan tanpa berbicara; 3. Menghindari makan sambil berlari-lari; 4. Menggunakan tangan kanan). | Mengidentifikasi seluruh 4 dari 4 aturan saat makan bersama keluarga secara mandiri dan tepat sesuai acuan (acuan: 1. Berdoa sebelum makan; 2. Mengunyah makanan tanpa berbicara; 3. Menghindari makan sambil berlari-lari; 4. Menggunakan tangan kanan). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan kartu membantu murid mengidentifikasi aturan saat makan secara antusias?
- Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi untuk seluruh murid menyelesaikan lembar identifikasi aturan makan?
Murid:- Aturan makan mana yang paling mudah kamu ingat?
- Apakah kamu merasa senang saat bermain kartu benar/salah aturan makan tadi?
Pertemuan 4 — Mengidentifikasi aturan berpamitan sebelum bepergian atau keluar rumah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.1 Mengidentifikasi aturan di lingkungan keluarga
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran murid, serta mengondisikan kesiapan belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi aturan berpamitan sebelum bepergian atau keluar rumah (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik cepat dengan menunjukkan dua kartu gambar situasi berpamitan: Gambar A (anak langsung lari keluar rumah tanpa bicara kepada ibu) dan Gambar B (anak mencium tangan ibu dan meminta izin bermain). Murid diminta mengangkat tangan memilih gambar yang merupakan aturan berpamitan yang benar (acuan jawaban benar: Gambar B) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru melalui media gambar cerita tentang aturan berpamitan di rumah Rizal: (1) Menyampaikan tujuan kepergian kepada orang tua, (2) Meminta izin dengan sopan, (3) Mencium tangan atau mengucapkan salam sebelum melangkah keluar (10 menit).
- Murid bersama guru mengidentifikasi unsur-unsur penting dalam aturan berpamitan berdasarkan 3 pertanyaan panduan guru: kepada siapa kita berpamitan (orang tua/wali), kapan dilakukan (sebelum keluar rumah/bepergian), dan bagaimana caranya (mengucapkan salam/izin dan mencium tangan) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan edukatif 'Tebak Kartu Aturan Berpamitan' secara berpasangan. Guru membagikan 4 kartu pernyataan situasi: (1) 'Langsung lari bermain ke lapangan saat dipanggil teman', (2) 'Mengucapkan salam dan mencium tangan ibu sebelum berangkat sekolah', (3) 'Pergi ke warung tanpa memberitahu siapa pun di rumah', (4) 'Mengatakan kepada ayah: Ayah, saya izin bermain sepeda di halaman depan'. Murid mengelompokkan kartu tersebut ke dalam dua kotak bertuliskan: 'Aturan Berpamitan yang Tepat' (kartu nomor 2 dan 4) dan 'Bukan Aturan Berpamitan yang Tepat' (kartu nomor 1 dan 3) (15 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan lembar kerja identifikasi aturan berpamitan dengan memberi tanda centang (V) pada 4 pernyataan yang sesuai aturan berpamitan dan tanda silang (X) pada yang tidak sesuai: Butir 1: Berpamitan dilakukan sebelum melangkah keluar rumah (V); Butir 2: Keluar rumah diam-diam agar tidak dilarang (X); Butir 3: Memberitahu tempat tujuan saat pamit kepada orang tua (V); Butir 4: Mencium tangan orang tua saat hendak berangkat sekolah (V); Butir 5: Pergi bermain dulu baru meminta izin sore harinya (X) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru memeriksa hasil lembar kerja dan merefleksikan pentingnya mematuhi aturan berpamitan agar orang tua tidak khawatir dan keselamatan diri terjaga di lingkungan keluarga (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan murid dalam mengidentifikasi aturan berpamitan serta menyimpulkan butir-butir aturan berpamitan yang telah dipelajari (3 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu dengan simbol visual/ikon pendukung bagi murid yang masih tahap awal membaca, serta teks pernyataan lengkap bagi yang sudah lancar.
- Proses: Memberikan bimbingan terfokus pada murid yang ragu menentukan situasi berpamitan yang tepat, sedangkan murid yang cepat diberikan 2 skenario situasi tambahan untuk diidentifikasi.
- Produk: Murid dapat menunjukkan pemahaman dengan mencentang/menyilang simbol gambar atau menandai pernyataan tertulis pada lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual di pendahuluan: Murid memilih satu dari dua gambar situasi (Gambar A: anak kabur keluar rumah tanpa izin; Gambar B: anak mencium tangan ibu meminta izin) untuk mengidentifikasi pengetahuan awal aturan berpamitan (acuan jawaban: Gambar B).
Proses:- Pengamatan saat permainan klasifikasi 4 kartu pernyataan situasi berpamitan (acuan benar: Kotak Aturan Tepat memuat kartu 2 dan 4; Kotak Bukan Aturan Tepat memuat kartu 1 dan 3).
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri 5 butir pernyataan identifikasi aturan berpamitan (acuan kunci: 1=V, 2=X, 3=V, 4=V, 5=X).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Menjawab secara serempak/lisan aturan utama sebelum keluar rumah (acuan: meminta izin dan mengucapkan salam kepada orang tua/keluarga).
Formatif:- Observasi pengelompokan kartu aturan berpamitan pada aktivitas 'Tebak Kartu Aturan Berpamitan'
- Lembar kerja identifikasi aturan berpamitan keluar rumah/bepergian
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi aturan berpamitan sebelum bepergian atau keluar rumah | Tepat mengidentifikasi 0-1 dari 5 butir pernyataan aturan berpamitan pada lembar kerja (acuan kunci: 1=V, 2=X, 3=V, 4=V, 5=X). | Tepat mengidentifikasi 2-3 dari 5 butir pernyataan aturan berpamitan pada lembar kerja (acuan kunci: 1=V, 2=X, 3=V, 4=V, 5=X). | Tepat mengidentifikasi 4 dari 5 butir pernyataan aturan berpamitan pada lembar kerja (acuan kunci: 1=V, 2=X, 3=V, 4=V, 5=X) secara mandiri. | Tepat mengidentifikasi seluruh 5 butir pernyataan aturan berpamitan pada lembar kerja (acuan kunci: 1=V, 2=X, 3=V, 4=V, 5=X) secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media kartu situasi aturan berpamitan membantu murid memahami materi secara konkret?
- Bagaimana keterlibatan murid selama permainan edukatif pengelompokan aturan berpamitan?
Murid:- Apa yang harus kamu lakukan kepada ayah atau ibu sebelum kamu melangkah keluar rumah?
- Kegiatan mana yang paling kamu sukai saat belajar aturan berpamitan tadi?
Pertemuan 5 — Mengidentifikasi aturan saat belajar dan waktu tidur malam di rumah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.1 Mengidentifikasi aturan di lingkungan keluarga
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memimpin doa bersama (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid dan mengondisikan kesiapan belajar di kelas (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menunjukkan 2 gambar situasi: Gambar A (anak merapikan buku di meja belajar) dan Gambar B (anak bermain bola di dalam kamar tidur malam hari). Murid diminta mengidentifikasi gambar mana yang merupakan aturan belajar di rumah (acuan: Gambar A) (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi aturan saat belajar dan waktu tidur malam di rumah (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak teks pendek bergambar tentang Bela: (1) Bela menyiapkan buku dan alat tulis di meja belajar, (2) Bela berdoa sebelum dan sesudah belajar, (3) Bela merapikan alat tulis setelah belajar, (4) Bela menggosok gigi dan cuci kaki sebelum tidur, (5) Bela tidur malam tepat waktu pada pukul 20.30 (acuan: aturan belajar adalah butir 1, 2, 3; aturan tidur malam adalah butir 4, 5) (10 menit).
- Guru memfasilitasi tanya jawab terarah agar murid mengidentifikasi tindakan mana yang termasuk aturan belajar dan aturan waktu tidur malam berdasarkan teks Bela (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan kartu ceria 'Pilah Kartu Aturan'. Secara berpasangan, murid menerima 4 kartu pernyataan aktivitas di rumah: Kartu 1 ('Menyiapkan buku pelajaran di meja belajar'), Kartu 2 ('Tidur malam tepat pukul 21.00'), Kartu 3 ('Merapikan pensil dan buku setelah selesai belajar'), Kartu 4 ('Menggosok gigi dan berdoa sebelum tidur malam'). Murid bertugas memilah kartu ke kantong 'Aturan Belajar' atau kantong 'Aturan Waktu Tidur Malam' (acuan benar: Kartu 1 dan Kartu 3 masuk kantong Aturan Belajar; Kartu 2 dan Kartu 4 masuk kantong Aturan Waktu Tidur Malam) (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Aktivitas yang memuat 4 butir pernyataan untuk diberi tanda centang pada kolom 'Aturan Belajar' atau 'Aturan Tidur Malam': Butir 1 ('Berdoa sebelum mulai belajar' -> Aturan Belajar), Butir 2 ('Mematikan lampu kamar saat tidur malam' -> Aturan Tidur Malam), Butir 3 ('Menyalakan lampu meja dan membaca buku dengan tertib' -> Aturan Belajar), Butir 4 ('Tidak bermain gawai saat jam tidur malam tiba' -> Aturan Tidur Malam) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru dan murid bersama-sama memeriksa ketepatan pengelompokan 4 kartu dan 4 butir lembar aktivitas, memastikan murid menyadari pentingnya membedakan aturan belajar dan aturan tidur malam di rumah (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan jenis-jenis aturan saat belajar dan waktu tidur malam di rumah yang telah diidentifikasi (4 menit).
- Guru melakukan asesmen akhir/cek pemahaman lisan singkat (3 menit).
- Guru mengapresiasi keaktifan murid, menyampaikan rencana pertemuan berikutnya tentang aturan bermain bersama saudara di rumah, dan menutup dengan doa bersama (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu berilustrasi visual jelas, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan kartu teks utuh.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dalam membaca teks pernyataan kartu; murid yang sudah mahir memilah kartu secara mandiri.
- Produk: Semua murid mengidentifikasi 4 butir aturan; murid cepat diberikan kesempatan menambahkan 1 contoh aturan belajar lain yang ada di rumahnya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik menggunakan 2 gambar situasi: Gambar A (merapikan buku di meja belajar) dan Gambar B (bermain bola di kamar tidur malam hari). Murid diminta menunjuk gambar aturan belajar di rumah (acuan tepat: Gambar A).
Proses:- Pengamatan saat permainan 'Pilah Kartu Aturan': mengamati ketepatan murid memilah 4 kartu: Kartu 1 ('Menyiapkan buku pelajaran di meja belajar' -> Aturan Belajar), Kartu 2 ('Tidur malam tepat pukul 21.00' -> Aturan Tidur Malam), Kartu 3 ('Merapikan pensil dan buku setelah selesai belajar' -> Aturan Belajar), Kartu 4 ('Menggosok gigi dan berdoa sebelum tidur malam' -> Aturan Tidur Malam) (acuan: seluruh pasangan tepat).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis/lisan pada lembar aktivitas dengan mengidentifikasi 4 butir pernyataan: Butir 1 ('Berdoa sebelum mulai belajar' -> Aturan Belajar), Butir 2 ('Mematikan lampu kamar saat tidur malam' -> Aturan Tidur Malam), Butir 3 ('Menyalakan lampu meja dan membaca buku dengan tertib' -> Aturan Belajar), Butir 4 ('Tidak bermain gawai saat jam tidur malam tiba' -> Aturan Tidur Malam) (acuan kunci: 1. Aturan Belajar, 2. Aturan Tidur Malam, 3. Aturan Belajar, 4. Aturan Tidur Malam).
Formatif:- Penilaian kinerja memilah kartu aturan keluarga (aturan belajar vs aturan tidur malam)
- Tes tertulis formatif berupa lembar kerja mengidentifikasi 4 butir aturan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi aturan saat belajar dan waktu tidur malam di rumah | Mengidentifikasi 1 dari 4 butir aturan belajar dan aturan waktu tidur malam di rumah dengan tepat sesuai acuan kunci. | Mengidentifikasi 2 dari 4 butir aturan belajar dan aturan waktu tidur malam di rumah dengan tepat sesuai acuan kunci. | Mengidentifikasi 3 dari 4 butir aturan belajar dan aturan waktu tidur malam di rumah dengan tepat sesuai acuan kunci. | Mengidentifikasi seluruh 4 butir aturan belajar dan aturan waktu tidur malam di rumah dengan tepat sesuai acuan kunci secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas memilah kartu bergambar membantu murid membedakan aturan belajar dan aturan tidur malam secara efektif?
- Bagaimana keterlibatan murid yang membutuhkan bimbingan saat menyelesaikan lembar aktivitas identifikasi aturan?
Murid:- Aturan apa saja yang kamu temukan saat belajar dan tidur malam di rumah?
- Apakah kamu merasa senang saat bermain memilah kartu aturan bersama temanmu tadi?
Pertemuan 6 — Mengidentifikasi aturan merapikan mainan dan bermain bersama saudara di rumah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.1 Mengidentifikasi aturan di lingkungan keluarga
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama dipimpin salah satu murid (3 menit).
- Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar murid di kelas (2 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik awal dengan mengajukan 2 pertanyaan pilihan untuk menguji pemahaman aturan bermain di rumah: (1) 'Setelah selesai bermain balok susun, mainan harus dibiarkan berserakan di lantai atau dimasukkan kembali ke dalam kotak mainan?' (acuan: dimasukkan kembali ke kotak mainan); (2) 'Saat bermain boneka/mobil-mobilan bersama adik atau kakak, apakah kita boleh berebut atau harus bergantian/berbagi?' (acuan: bergantian/berbagi) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak gambar situasi dan penjelasan guru tentang aturan bermain di rumah yang mencakup: aturan berbagi mainan, aturan bergantian giliran bermain, serta aturan mengumpulkan dan menyimpan mainan kembali ke tempat asalnya (10 menit).
- Murid mengidentifikasi ciri-ciri aturan bermain yang benar dengan menanggapi contoh perilaku yang dibacakan guru: 'Rizal menyimpan mobil-mobilan di kotak setelah selesai' (aturan yang benar) dan 'Rizal meninggalkan balok di lantai kamar' (bukan aturan yang benar) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain tantangan kartu 'Pilah Kartu Aturan Bermain' secara berpasangan dengan mengelompokkan 4 kartu ke kolom 'Aturan Bermain di Rumah' atau 'Bukan Aturan Bermain': Kartu 1: 'Merapikan mainan ke dalam wadah setelah bermain'; Kartu 2: 'Berbagi mainan secara rukun dengan saudara'; Kartu 3: 'Membiarkan mainan berserakan di lantai kamar'; Kartu 4: 'Berebut mainan hingga saudara menangis' (acuan jawaban: Kartu 1 dan 2 masuk kolom 'Aturan Bermain di Rumah'; Kartu 3 dan 4 masuk kolom 'Bukan Aturan Bermain') (15 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan lembar kerja mengidentifikasi aturan dengan memberi tanda centang (V) pada 4 butir pernyataan aturan saat bermain dan merapikan mainan di rumah: (1) Menyimpan kembali mainan ke tempatnya setelah selesai (V); (2) Membiarkan adik merapikan sendiri semua mainan (X); (3) Bermain bersama saudara secara bergantian dan tidak berebut (V); (4) Melempar mainan ke sudut ruangan saat bosan (X) (acuan: butir 1 dan 3 dicentang V; butir 2 dan 4 diberi tanda X) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru bersama murid memeriksa kebenaran hasil klasifikasi kartu dan lembar kerja secara bersama-sama untuk memantapkan pemahaman aturan merapikan mainan dan bermain bersama saudara di rumah (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan aturan utama saat bermain dan merapikan mainan di rumah: wajib merapikan mainan ke tempatnya dan saling berbagi atau bergantian saat bermain bersama saudara (5 menit).
- Guru menyampaikan topik pembelajaran berikutnya tentang aturan merapikan perlengkapan diri, mengapresiasi keaktifan belajar murid, dan menutup pertemuan dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar visual konkret tentang merapikan mainan dan berbagi mainan, sedangkan murid yang mandiri mengidentifikasi langsung teks pernyataan.
- Proses: Murid yang masih kesulitan memilah didampingi guru dengan bimbingan langsung, sedangkan murid yang cepat memilah 4 kartu secara mandiri.
- Produk: Murid mengidentifikasi aturan bermain melalui penempelan kartu kategori atau pemberian tanda centang/silang pada lembar kerja sesuai kemampuan membaca.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: (1) 'Setelah selesai bermain balok susun, mainan harus dibiarkan berserakan di lantai atau dimasukkan kembali ke dalam kotak mainan?' (acuan: dimasukkan kembali ke kotak mainan); (2) 'Saat bermain boneka/mobil-mobilan bersama adik atau kakak, apakah kita boleh berebut atau harus bergantian/berbagi?' (acuan: bergantian/berbagi).
Proses:- Tugas pilah 4 kartu aturan bermain berpasangan: Kartu 1: 'Merapikan mainan ke dalam wadah setelah bermain' (Aturan Bermain); Kartu 2: 'Berbagi mainan secara rukun dengan saudara' (Aturan Bermain); Kartu 3: 'Membiarkan mainan berserakan di lantai kamar' (Bukan Aturan Bermain); Kartu 4: 'Berebut mainan hingga saudara menangis' (Bukan Aturan Bermain). Kriteria ketuntasan: menempatkan keempat kartu pada kolom yang tepat sesuai acuan.
- Lembar kerja mandiri menandai 4 pernyataan: (1) Menyimpan kembali mainan ke tempatnya setelah selesai (V); (2) Membiarkan adik merapikan sendiri semua mainan (X); (3) Bermain bersama saudara secara bergantian dan tidak berebut (V); (4) Melempar mainan ke sudut ruangan saat bosan (X). Acuan: tepat memberi tanda V pada nomor 1 dan 3, serta X pada nomor 2 dan 4.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan akhir: Menyebutkan 2 contoh aturan saat bermain di rumah (acuan: merapikan mainan ke tempatnya setelah selesai bermain, dan berbagi mainan/tidak berebut dengan saudara).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan tanya-jawab pemantik aturan bermain di awal pembelajaran.
- Asesmen proses melalui unjuk kerja pemilahan 4 kartu aturan bermain dan merapikan mainan.
- Asesmen proses tertulis melalui lembar kerja pemberian tanda centang (V) dan silang (X) pada 4 pernyataan aturan bermain di rumah.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi aturan merapikan mainan dan bermain bersama saudara di rumah | Belum mampu mengidentifikasi aturan merapikan mainan dan bermain bersama saudara (hanya 0-1 dari 4 pernyataan/kartu yang diidentifikasi secara tepat). | Mulai mampu mengidentifikasi aturan merapikan mainan dan bermain bersama saudara dengan mengidentifikasi 2 dari 4 pernyataan/kartu secara tepat. | Mampu mengidentifikasi aturan merapikan mainan dan bermain bersama saudara dengan mengidentifikasi 3 dari 4 pernyataan/kartu secara tepat. | Sangat mampu mengidentifikasi aturan merapikan mainan dan bermain bersama saudara dengan mengidentifikasi seluruh 4 pernyataan/kartu secara tepat dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan permainan kartu aturan bermain efektif membantu murid kelas 2 memahami aturan merapikan mainan dan berbagi dengan saudara?
- Bagian mana dari langkah identifikasi aturan yang masih memerlukan bimbingan tambahan bagi murid?
Murid:- Aturan apa yang akan kamu lakukan di rumah setelah selesai bermain bersama adik atau kakak?
- Kegiatan apa yang paling kamu sukai pada pelajaran hari ini?
Pertemuan 7 — Menunjukkan sikap mematuhi aturan merapikan perlengkapan diri di rumah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.2 Menunjukkan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru mengaitkan materi pertemuan sebelumnya tentang berbagai aturan di rumah dengan menunjukkan gambar perlengkapan sekolah yang berserakan di lantai ruang tamu (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar perilaku: Gambar A (anak meletakkan sepatu di rak sepatu) dan Gambar B (anak melempar sepatu di depan pintu), lalu murid mengangkat kartu hijau jika menunjukkan sikap mematuhi aturan perlengkapan diri dan kartu merah jika melanggar (acuan: Gambar A = kartu hijau/patuh; Gambar B = kartu merah/melanggar) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru melalui peragaan gambar benda-benda perlengkapan diri (sepatu, tas, seragam kotor, buku tulis) dan tempat penyimpanannya yang tertib di rumah (10 menit).
- Murid mengamati 3 kartu situasi perlengkapan diri yang dibacakan guru: Kartu 1: 'Meletakkan sepatu berlumpur di rak sepatu', Kartu 2: 'Menaruh baju seragam kotor ke dalam keranjang cucian', Kartu 3: 'Menyimpan tas dan buku di atas meja belajar', lalu bersama guru mengidentifikasi tindakan yang tepat untuk menunjukkan sikap patuh aturan (acuan: Kartu 1 = bersihkan dulu lalu letakkan di rak sepatu; Kartu 2 = masukkan ke keranjang cucian; Kartu 3 = tata rapi di meja belajar/rak buku) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan simulasi 'Tantangan Merapikan Perlengkapan Marta': murid secara berpasangan mengambil kartu perlengkapan dan menempelkannya tepat pada gambar wadah/tempat yang sesuai pada papan poster rumah tertib (alat peraga: 4 kartu benda yaitu sepatu sekolah -> rak sepatu; tas sekolah -> meja belajar; baju kotor -> keranjang cucian; tempat pensil -> meja belajar) (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja unjuk kerja 'Sikap Tertib Perlengkapanku' dengan memberi tanda centang (V) pada gambar sikap patuh aturan merapikan perlengkapan diri dan tanda silang (X) pada sikap tidak patuh pada 4 butir situasi: (1) Meletakkan sepatu di rak sepatu [centang]; (2) Melempar kaus kaki di kolong ranjang [silang]; (3) Menaruh baju kotor di keranjang cucian [centang]; (4) Menumpuk buku sekolah berantakan di lantai [silang] (acuan: 1=centang, 2=silang, 3=centang, 4=silang) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil pekerjaannya bersama bimbingan guru untuk menyadari pentingnya mandiri merapikan barang sendiri di rumah tanpa harus selalu disuruh orang tua (5 menit).
- Murid menunjukkan ekspresi emotikon (senang/ragu) terkait kesiapan mereka langsung mempraktikkan merapikan tas dan sepatu sendiri setiba di rumah nanti (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan bahwa mematuhi aturan merapikan perlengkapan diri membuat rumah rapi, barang tidak mudah rusak atau hilang, dan melatih kemandirian (3 menit).
- Guru memberikan penguatan pesan moral agar murid senantiasa tertib meletakkan barang-barang sekolah di tempatnya, lalu menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar konkret perlengkapan diri beserta simbol tempatnya, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan kartu narasi situasi singkat.
- Proses: Murid yang belum lancar membaca dibacakan teks situasinya oleh guru secara langsung; murid cepat menyelesaikan lembar kerja secara mandiri.
- Produk: Semua murid menunjukkan sikap patuh aturan melalui tanda centang/silang pada 4 gambar situasi yang sama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual (pendahuluan): Murid merespons 2 gambar situasi perlengkapan diri menggunakan kartu hijau (patuh) atau merah (melanggar). Gambar A: Meletakkan sepatu di rak sepatu (acuan: patuh/kartu hijau). Gambar B: Melempar sepatu di depan pintu (acuan: tidak patuh/kartu merah).
Proses:- Observasi keaktifan dan ketepatan murid dalam simulasi berpasangan memasangkan 4 kartu benda perlengkapan diri ke poster tempat yang sesuai (acuan: sepatu -> rak sepatu; tas -> meja belajar; baju kotor -> keranjang cucian; kotak pensil -> meja belajar).
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri 4 butir penentuan sikap patuh vs tidak patuh terhadap aturan merapikan perlengkapan diri di rumah (acuan kunci: 1=centang, 2=silang, 3=centang, 4=silang).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: Guru mengonfirmasi pemahaman murid dengan menanyakan tindakan patuh aturan untuk 1 situasi: 'Saat pulang sekolah, di mana kalian meletakkan seragam yang kotor?' (acuan jawaban: dimasukkan ke dalam wadah/keranjang cucian).
Formatif:- Tes lisan/respons kartu visual saat asesmen awal
- Observasi unjuk kerja simulasi menata benda perlengkapan diri ke tempatnya
- Penilaian lembar kerja pilihan respons perilaku patuh vs melanggar aturan perlengkapan diri
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan sikap mematuhi aturan merapikan perlengkapan diri di rumah | Belum mampu menentukan sikap patuh aturan merapikan perlengkapan diri (tepat 0-1 dari 4 situasi pada lembar kerja) dan membutuhkan bimbingan penuh guru. | Mulai mampu menentukan sikap patuh aturan merapikan perlengkapan diri (tepat 2 dari 4 situasi pada lembar kerja) dengan arahan guru. | Mampu menentukan sikap patuh aturan merapikan perlengkapan diri secara tepat pada 3 dari 4 situasi pada lembar kerja secara mandiri. | Sangat konsisten menentukan sikap patuh aturan merapikan perlengkapan diri secara tepat pada seluruh 4 situasi pada lembar kerja secara mandiri tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah kegiatan simulasi memasangkan benda perlengkapan diri membuat murid antusias dan memahami makna kepatuhan pada aturan di rumah?
- Apakah alokasi waktu pada tiap tahap pembelajaran terlaksana sesuai rencana durasi 70 menit?
Murid:- Bagian mana dari kegiatan merapikan perlengkapan hari ini yang paling kamu sukai?
- Apakah kamu sudah bisa merapikan tas dan sepatumu sendiri di rumah setelah belajar hari ini?
Pertemuan 8 — Menunjukkan sikap mematuhi aturan tertib saat makan di rumah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.2 Menunjukkan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid serta mengondisikan kesiapan belajar dan kerapian tempat duduk (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menunjukkan respons acungan jempol atau menyilangkan tangan terhadap 2 gambar perilaku makan di rumah: Gambar A (anak makan sambil berdiri dan berlari-lari) dan Gambar B (anak mencuci tangan dan duduk tenang sebelum makan); acuan jawaban tepat: murid memberi jempol pada Gambar B dan menyilangkan tangan pada Gambar A (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menunjukkan sikap mematuhi aturan tertib saat makan di rumah (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru memperlihatkan media kartu bergambar 4 urutan tertib saat makan di rumah: (1) Mencuci tangan dan berdoa sebelum makan, (2) Duduk tertib dan makan menggunakan tangan kanan, (3) Tidak berbicara atau bercanda saat mulut penuh makanan, dan (4) Berdoa serta merapikan piring kotor ke tempat cuci piring (5 menit).
- Murid menyimak penjelasan guru dan bersama-sama mengenali wujud konkret setiap tindakan tertib saat makan di rumah (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Guru memandu permainan simulasi interaktif bertajuk 'Tantangan Meja Makan Tertib' di mana setiap meja ditata dengan alas piring dan sendok peraga untuk mempraktikkan sikap mematuhi aturan makan (5 menit).
- Murid secara bergiliran dalam kelompok meja menunjukkan peragaan langsung 4 langkah tertib saat makan di rumah: (1) mempraktikkan gerakan mencuci tangan dan sikap berdoa, (2) duduk tegak tertib dengan posisi tangan kanan memegang sendok, (3) mempraktikkan sikap tenang tanpa berbicara saat makan, dan (4) mengangkat piring peraga secara hati-hati ke tempat penampungan (10 menit).
- Murid mengerjakan lembar kerja unjuk pemilahan sikap dengan memberi tanda centang (V) pada 4 gambar sikap yang mematuhi aturan tertib makan dan tanda silang (X) pada 4 gambar sikap yang melanggar aturan makan; lembar kerja berisi 8 butir gambar: (1) mencuci tangan sebelum makan [V], (2) makan sambil berbicara keras [X], (3) berdoa sebelum menyuap nasi [V], (4) makan menggunakan tangan kiri sembarangan [X], (5) duduk tenang di kursi makan [V], (6) berlarian mengelilingi meja makan [X], (7) meletakkan piring kotor ke tempat cuci piring [V], (8) meninggalkan sisa makanan berceceran di lantai [X] (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengajak murid berhenti sejenak, menarik napas tenang, dan memeriksa diri sendiri mengenai kebiasaan makannya di rumah (5 menit).
- Murid menunjukkan kartu ekspresi senyum bila sudah selalu tertib saat makan atau kartu datar bila masih kadang-kadang lupa merapikan piring di rumah, lalu berkomitmen membiasakan sikap tertib saat makan bersama keluarga (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali 4 sikap utama mematuhi aturan tertib saat makan di rumah: cuci tangan & berdoa, duduk tertib & tangan kanan, tidak berbicara saat makan, serta merapikan piring kotor (5 menit).
- Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas sikap tertib yang ditunjukkan selama kegiatan, kemudian menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan visual bergambar langkah tertib makan bagi murid yang membutuhkan bantuan visual konkret.
- Proses: Murid yang sudah mandiri langsung memperagakan 4 langkah tertib makan secara berurutan, sedangkan murid yang membutuhkan bimbingan diperagakan langkah demi langkah bersama guru.
- Produk: Pada lembar unjuk pemilahan sikap, murid yang membutuhkan bimbingan memilah 4 gambar dasar terlebih dahulu (butir 1-4), sedangkan murid yang cepat menyelesaikan seluruh 8 butir gambar pemilahan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan berupa respons acungan jempol atau tangan silang terhadap 2 gambar situasi: Gambar A (anak makan sambil berdiri dan berlari) dan Gambar B (anak mencuci tangan dan duduk tenang sebelum makan). Acuan: Gambar A = silang (tidak patuh aturan); Gambar B = jempol (patuh aturan tertib makan).
Proses:- Pengamatan langsung saat simulasi 'Tantangan Meja Makan Tertib' untuk menilai kemampuan murid menunjukkan 4 tindakan tertib: (1) cuci tangan & sikap berdoa, (2) duduk tenang & menggunakan tangan kanan, (3) tidak bersuara/berbicara saat makan, dan (4) merapikan piring ke tempatnya.
- Pemeriksaan hasil lembar kerja pemilahan 8 gambar sikap mematuhi aturan makan dengan kunci jawaban: butir 1 [V], butir 2 [X], butir 3 [V], butir 4 [X], butir 5 [V], butir 6 [X], butir 7 [V], butir 8 [X].
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman dan pembiasaan diri di akhir sesi: murid memilih kartu ekspresi senyum/datar untuk merefleksikan 4 aturan tertib saat makan di rumah (cuci tangan & berdoa, duduk & tangan kanan, tidak berbicara, merapikan piring) dan menyebutkan 1 sikap yang akan dipraktikkan malam ini di rumah.
Formatif:- Observasi unjuk kerja peragaan sikap mematuhi aturan tertib makan (4 indikator langkah tertib makan)
- Pemeriksaan lembar pemilahan 8 gambar sikap mematuhi aturan tertib saat makan di rumah
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan sikap mematuhi aturan tertib saat makan di rumah | Belum mampu menunjukkan 4 tindakan tertib saat makan (mencuci tangan/berdoa, duduk tenang/tangan kanan, tidak berbicara saat makan, merapikan alat makan) dan membutuhkan bimbingan penuh dari guru. | Mampu menunjukkan 1-2 tindakan tertib saat makan di rumah dengan benar sesuai arahan dan pengingat dari guru. | Mampu menunjukkan 3 tindakan tertib saat makan di rumah dengan benar secara mandiri. | Mampu menunjukkan seluruh 4 tindakan tertib saat makan di rumah (mencuci tangan & berdoa, duduk tegak & memakai tangan kanan, tenang tanpa berbicara saat mengunyah, merapikan alat makan ke tempatnya) secara runtut, konsisten, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah simulasi 'Tantangan Meja Makan Tertib' memfasilitasi seluruh murid untuk menunjukkan sikap tertib makan secara nyata?
- Bagian mana dari langkah tertib makan yang paling sering terlewatkan oleh murid saat peragaan mandiri?
Murid:- Sikap tertib apa yang sudah berhasil kamu peragakan dengan baik di meja makan tadi?
- Apakah kamu akan selalu ingat untuk berdoa dan merapikan piringmu sendiri saat makan di rumah nanti?
Pertemuan 9 — Menunjukkan sikap mematuhi aturan berpamitan kepada orang tua — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.2 Menunjukkan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan memimpin doa pembuka singkat (3 menit).
- Guru mengaitkan materi pertemuan sebelumnya tentang aturan di rumah dengan memberikan pertanyaan diagnostik awal: guru menunjukkan 2 kartu bergambar (Kartu A: anak langsung lari keluar rumah tanpa bicara; Kartu B: anak menyalami ibu dan mengucapkan salam sebelum keluar) lalu meminta murid memilih gambar yang menunjukkan sikap patuh aturan berpamitan (acuan jawaban: Kartu B) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu murid dapat menunjukkan sikap mematuhi aturan berpamitan kepada orang tua sebelum bepergian atau keluar rumah (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru membacakan cerita pendek bergambar tentang tokoh Rizal dan Ujang yang hendak berangkat ke sekolah, menekankan sikap patuh aturan berpamitan seperti meminta izin, mencium tangan orang tua, dan mengucapkan salam (7 menit).
- Guru menampilkan 3 kartu situasi bergambar berikut di papan tulis: Situasi 1: Ujang mencium tangan ibu sambil mengucap salam sebelum ke sekolah (Sikap Patuh); Situasi 2: Toni langsung menyelinap keluar pintu pagar saat ibu di dapur tanpa berbicara (Sikap Tidak Patuh); Situasi 3: Siti memanggil ayah dan meminta izin hendak bersepeda di halaman depan (Sikap Patuh). Murid menyimak dan bersama guru mengidentifikasi tanda-tanda sikap patuh pada masing-masing situasi (acuan pengelompokan: Situasi 1 dan 3 = Sikap Patuh; Situasi 2 = Sikap Tidak Patuh) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Melalui permainan menggembirakan 'Langkah Patuh Berpamitan', guru menyiapkan jalur lintasan pintu tiruan di lantai kelas; secara berpasangan, satu murid berperan menjadi orang tua dan satu murid menunjukkan langsung sikap patuh aturan berpamitan (berjalan mendekati orang tua, mencium tangan/menjabat tangan dengan sopan, dan mengucap kata pamit seperti 'Ibu/Ayah, saya pamit berangkat ke sekolah ya') (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Aktivitas 'Tandai Sikap Patuh' berisi 4 butir pernyataan bergambar: (1) Menyalami ayah sebelum berangkat ke madrasah/sekolah; (2) Menyelinap keluar rumah diam-diam saat ibu menyapu; (3) Meminta izin kepada orang tua sebelum bermain ke rumah teman; (4) Pergi begitu saja tanpa memberitahu orang rumah saat pintu terbuka. Murid memberi tanda centang (v) pada sikap patuh berpamitan dan tanda silang (x) pada sikap tidak patuh (acuan kunci: (1) v, (2) x, (3) v, (4) x) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengajak murid duduk melingkar dan mengajak murid memeriksa diri: murid mengangkat kartu simbol jempol hijau jika selalu membiasakan berpamitan sebelum keluar rumah, atau kartu jempol kuning jika masih kadang-kadang lupa berpamitan (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap kesadaran murid mengenai pentingnya rasa aman dan restu orang tua saat kita menunjukkan sikap patuh berpamitan (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara menunjukkan sikap mematuhi aturan berpamitan kepada orang tua (3 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut pembiasaan di rumah bersama orang tua dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan media gambar berseri dengan warna kontras bagi murid yang memerlukan dukungan visual konkret mengenai tata cara berpamitan.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu menunjukkan sikap secara langsung, guru mendampingi dan memberikan peragaan contoh bertahap; bagi murid yang sudah mahir, murid langsung mempraktikkan variasi berpamitan saat pergi bermain dan saat pergi sekolah secara mandiri.
- Produk: Pada lembar aktivitas, murid yang belum lancar membaca dapat merespons berdasarkan simbol visual pada gambar situasi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik memilih gambar: Murid diminta menunjuk 1 dari 2 kartu gambar yang menunjukkan sikap patuh aturan berpamitan sebelum keluar rumah. Kartu A: Anak berlari keluar tanpa berpamitan; Kartu B: Anak menyalami ibu dan mengucapkan salam sebelum keluar rumah (acuan jawaban benar: Kartu B).
Proses:- Formatif unjuk kerja peragaan: Mengamati kemampuan murid menunjukkan sikap patuh berpamitan (mendekat, menyalami/mencium tangan, dan meminta izin/mengucapkan pamit secara santun).
- Formatif tertulis: Memeriksa lembar kerja 4 butir (acuan kunci: butir 1 centang, butir 2 silang, butir 3 centang, butir 4 silang; kriteria tuntas: minimal 3 butir tepat).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: Menunjukkan pilihan kartu tindakan benar saat situasi 'Hari Minggu sore kamu diajak teman bermain sepeda di lapangan': (Pilihan A: Langsung ambil sepeda dan pergi; Pilihan B: Masuk ke rumah, menemui orang tua untuk meminta izin pamit bermain). Acuan jawaban benar: Pilihan B.
Formatif:- Observasi unjuk kerja peragaan sikap mematuhi aturan berpamitan kepada orang tua pada aktivitas 'Langkah Patuh Berpamitan'
- Penilaian lembar aktivitas mandiri 4 butir pernyataan bergambar 'Tandai Sikap Patuh'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan sikap mematuhi aturan berpamitan kepada orang tua | Belum mampu menunjukkan tindakan berpamitan kepada orang tua baik melalui peragaan langsung maupun pemilihan gambar tindakan patuh meski telah dibimbing guru. | Mampu menunjukkan sikap patuh berpamitan dengan memilih 1-2 gambar tepat pada lembar kerja atau mempraktikkan gerakan berpamitan dengan arahan dan bantuan penuh dari guru. | Mampu menunjukkan sikap patuh berpamitan secara mandiri dengan mempraktikkan tindakan berpamitan (mendekati orang tua, menyalami/mencium tangan, dan mengucap pamit) serta memilih minimal 3 dari 4 butir gambar sikap patuh secara tepat. | Mampu menunjukkan seluruh sikap patuh berpamitan secara konsisten, luwes, dan mandiri pada seluruh situasi peragaan serta menjawab tepat seluruh 4 butir gambar sikap patuh pada lembar kerja. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu untuk simulasi peragaan berpamitan cukup memfasilitasi seluruh murid menunjukkan sikap patuh?
- Apakah murid menunjukkan antusiasme dan pemahaman yang bermakna terhadap kebiasaan berpamitan kepada orang tua?
Murid:- Apakah kamu sudah mempraktikkan sikap berpamitan kepada ayah dan ibu sebelum berangkat ke sekolah tadi pagi?
- Bagian mana dari kegiatan berpamitan hari ini yang paling kamu sukai?
Pertemuan 10 — Menunjukkan sikap mematuhi aturan belajar dan menyiapkan buku di rumah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.2 Menunjukkan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam pembuka, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menunjukkan sikap mematuhi aturan belajar dan menyiapkan buku di rumah (2 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik cepat dengan memperlihatkan 2 gambar: Gambar A (anak belajar di meja belajar yang rapi) dan Gambar B (anak bermain game saat waktu belajar malam). Murid diminta mengacungkan satu jari jika memilih Gambar A atau dua jari jika memilih Gambar B untuk menunjukkan contoh sikap patuh aturan belajar di rumah (acuan: Gambar A menunjukkan sikap patuh aturan belajar, Gambar B tidak patuh) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membacakan teks cerita situasi: 'Setiap malam pukul 19.00, Bela mematikan televisi dan belajar di meja belajar. Setelah selesai belajar, Bela memasukkan buku pelajaran dan alat tulis ke dalam tas sesuai jadwal pelajaran esok hari.' (acuan pemahaman: sikap patuh aturan belajar adalah belajar tepat waktu pada jam belajar, sedangkan aturan menyiapkan buku adalah merapikan dan memasukkan buku/alat tulis ke dalam tas sesuai jadwal) (5 menit).
- Guru memandu tanya jawab terarah mengenai contoh sikap patuh aturan belajar dan menyiapkan buku di rumah berdasarkan cerita Bela (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan Lembar Aktivitas 'Pilih Sikap Patuh Aturan Belajar dan Menyiapkan Buku'. Lembar berisi 4 situasi berikut: (1) 'Mematikan televisi saat tiba jam belajar malam', (2) 'Meninggalkan buku tergeletak terbuka di lantai setelah belajar', (3) 'Memasukkan buku pelajaran ke dalam tas sesuai jadwal esok hari', (4) 'Bermain game sampai larut malam tanpa belajar'. Murid memberi tanda centang (✓) pada sikap yang mematuhi aturan dan tanda silang (✗) pada sikap yang tidak mematuhi aturan (acuan kunci: nomor 1 = ✓, nomor 2 = ✗, nomor 3 = ✓, nomor 4 = ✗) (15 menit).
- Guru mengadakan simulasi permainan 'Tantangan Menyiapkan Tas Sekolah': Setiap murid diberi lembar simulasi jadwal harian berisi 3 mata pelajaran (Pancasila, Matematika, Bahasa Indonesia). Murid memilih 3 buku dari 5 pilihan buku yang tersedia di meja (Pancasila, Matematika, Bahasa Indonesia, Buku Dongeng, Komik) lalu memasukkannya ke dalam tas simulasi (acuan kunci: murid memilih dan memasukkan tepat 3 buku pelajaran yaitu Pancasila, Matematika, dan Bahasa Indonesia) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama bimbingan guru memeriksa kesesuaian hasil simulasi menyiapkan tas sekolah dan menandai keberhasilan mereka mematuhi aturan belajar dan merapikan buku (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketercapaian murid dalam menunjukkan sikap mematuhi aturan belajar dan menyiapkan buku di rumah (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan visual disediakan kartu bergambar benda konkret saat simulasi jadwal buku; murid yang sudah lancar membaca langsung menggunakan kartu bertuliskan nama mata pelajaran.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru langkah demi langkah saat mencocokkan buku dengan jadwal; murid mandiri mengerjakan secara mandiri.
- Produk: Murid menunjukkan sikap patuh aturan melalui tanda centang/silang pada lembar aktivitas serta pemilihan buku pelajaran yang tepat pada tas simulasi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual memilih 1 dari 2 gambar: Gambar A (anak belajar di meja dengan tertib) vs Gambar B (anak bermain game saat waktu belajar malam). Acuan jawaban tepat: murid memilih Gambar A sebagai contoh sikap mematuhi aturan belajar di rumah.
Proses:- Pemeriksaan Lembar Aktivitas 4 butir: (1) Mematikan TV saat jam belajar (kunci: ✓), (2) Membiarkan buku tergeletak di lantai (kunci: ✗), (3) Memasukkan buku ke tas sesuai jadwal (kunci: ✓), (4) Bermain game sampai larut malam tanpa belajar (kunci: ✗).
- Observasi unjuk kerja simulasi memasukkan buku ke tas sesuai jadwal 3 mata pelajaran (Pancasila, Matematika, Bahasa Indonesia) dari 5 pilihan buku.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan/tindakan: Murid menunjukkan sikap yang benar jika meja belajar berantakan setelah belajar (acuan tindakan: memperagakan gerakan merapikan buku dan alat tulis lalu memasukkan ke tas).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja pada Lembar Aktivitas pemilihan 4 sikap patuh aturan belajar dan menyiapkan buku
- Observasi unjuk kerja simulasi menyiapkan 3 buku pelajaran sesuai jadwal ke dalam tas
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan sikap mematuhi aturan belajar di rumah | Belum mampu menunjukkan sikap mematuhi aturan belajar pada lembar aktivitas (0 dari 2 butir pernyataan aturan belajar tepat sesuai acuan) | Mampu menunjukkan sikap mematuhi aturan belajar dengan tepat pada 1 dari 2 butir pernyataan aturan belajar (acuan butir: nomor 1 centang, nomor 4 silang) | Mampu menunjukkan sikap mematuhi aturan belajar dengan tepat pada 2 butir pernyataan aturan belajar (acuan butir: nomor 1 centang, nomor 4 silang) | Mampu menunjukkan sikap mematuhi aturan belajar dengan tepat pada 2 butir pernyataan aturan belajar secara mandiri dan konsisten tanpa keraguan | | Menunjukkan sikap mematuhi aturan menyiapkan buku di rumah | Belum mampu memilih buku sesuai jadwal pada simulasi (kurang dari 2 buku tepat dari 3 target: Pancasila, Matematika, Bahasa Indonesia) | Mampu memilih 2 dari 3 buku pelajaran sesuai jadwal pada simulasi (target acuan: Pancasila, Matematika, Bahasa Indonesia) dan menentukan 1 dari 2 butir pernyataan aturan merapikan buku pada lembar aktivitas | Mampu memilih seluruh 3 buku pelajaran sesuai jadwal pada simulasi secara tepat (target: Pancasila, Matematika, Bahasa Indonesia) serta menandai 2 butir pernyataan aturan merapikan buku (nomor 2 silang, nomor 3 centang) | Mampu memilih seluruh 3 buku pelajaran sesuai jadwal dan merapikannya ke dalam tas secara runtut, tepat, dan mandiri tanpa bantuan |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas simulasi menyiapkan buku sesuai jadwal efektif membantu murid menunjukkan sikap mematuhi aturan di rumah?
- Bagaimana keterlibatan murid yang membutuhkan pendampingan khusus selama kegiatan praktik mandiri?
Murid:- Apakah kamu sudah bisa menyiapkan buku pelajaran sendiri di rumah sesuai jadwal?
- Bagaimana perasaanmu setelah berhasil merapikan buku dan alat tulismu sendiri?
Pertemuan 11 — Menunjukkan sikap mematuhi aturan membersihkan dan merapikan tempat bermain di rumah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.2 Menunjukkan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menunjukkan sikap mematuhi aturan membersihkan dan merapikan tempat bermain di rumah (2 menit).
- Asesmen Awal (Diagnostik): Guru menunjukkan 2 gambar situasi: Gambar A (anak langsung meninggalkan mainan berantakan untuk menonton TV) dan Gambar B (anak memasukkan mainan ke kotak penyimpanan setelah selesai bermain). Guru meminta murid mengangkat kartu hijau jika tindakan patuh aturan dan kartu merah jika tidak patuh aturan. Acuan diagnostik: Gambar A = kartu merah/tidak patuh; Gambar B = kartu hijau/patuh aturan (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid mengamati 3 gambar skenario sikap setelah bermain di rumah: (1) Doni mengumpulkan kartu permainan ke dalam kotaknya, (2) Sinta membiarkan potongan puzzle berserakan di lantai kamar, (3) Budi menyapu remah biskuit di area karpet bermain. Bersama arahan guru, murid memilah tindakan mana yang menunjukkan sikap mematuhi aturan merapikan tempat bermain (acuan: nomor 1 dan 3 adalah sikap mematuhi aturan) (10 menit).
- Murid menyimak demonstrasi guru tentang urutan tindakan mematuhi aturan merapikan area bermain: mengelompokkan mainan sesuai wadahnya, memasukkan mainan ke tempatnya, dan membuang sampah/merapikan lantai bermain (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Tantangan 'Operasi Rapi Kilat': Secara berpasangan, murid mempraktikkan simulasi merapikan sudut bermain simulasi di kelas yang berisi 4 jenis benda tiruan: (1) balok susun dimasukkan ke keranjang balok, (2) buku cerita ditumpuk rapi di rak, (3) boneka diletakkan di tempat tidur boneka, dan (4) potongan kertas dimasukkan ke tempat sampah. Setiap pasangan berlatih menunjukkan sikap tertib dan tuntas membersihkan area bermain tanpa meninggalkan benda tercecer (18 menit).
- Murid mengerjakan lembar unjuk tindakan 'Centang Sikap Patuh': Murid memilih 4 sikap nyata yang menunjukkan kepatuhan aturan tempat bermain dari 4 pernyataan berikut: (1) Memasukkan mobil-mobilan ke keranjang setelah selesai main, (2) Meninggalkan lego di lantai karena lelah, (3) Mengajak adik bersama-sama mengembalikan alat gambar ke meja, (4) Mengelap meja bermain yang kotor terkena plastisin (acuan sikap patuh: butir 1, 3, dan 4) (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk melingkar dan melakukan cek diri dengan menunjukkan jempol ke atas jika sudah mampu merapikan mainan sendiri di rumah tanpa disuruh, atau jempol menyamping jika masih perlu diingatkan orang tua (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap kesadaran murid bahwa menunjukkan sikap patuh merapikan tempat bermain membuat rumah aman, bersih, dan nyaman untuk semua anggota keluarga (3 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan tindakan konkret mematuhi aturan tempat bermain: mengumpulkan mainan, mengembalikan ke wadahnya, dan menjaga kebersihan lantai (4 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut berupa komitmen praktik nyata di rumah saat bermain sore, serta menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan gambar berseri langkah merapikan mainan bagi murid yang membutuhkan panduan visual konkret.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung pada murid yang kesulitan mengelompokkan barang saat simulasi, serta memberikan variasi 6 jenis barang yang harus diklasifikasikan untuk murid yang selesai lebih cepat.
- Produk: Murid dapat menunjukkan sikap melalui simulasi fisik merapikan langsung atau memberi tanda centang pada lembar pilihan tindakan bergambar.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik respons kartu cepat: Murid merespons 2 gambar situasi: Gambar A (anak meninggalkan mainan berantakan untuk menonton TV) dan Gambar B (anak memasukkan mainan ke kotak penyimpanan). Acuan: Gambar A = tidak patuh (kartu merah), Gambar B = patuh (kartu hijau).
Proses:- Lembar observasi simulasi unjuk sikap merapikan 4 benda simulasi (balok ke keranjang, buku ke rak, boneka ke tempat tidur tiruan, sampah kertas ke tong sampah). Acuan: seluruh 4 benda diletakkan pada wadah yang tepat.
- Pemeriksaan lembar 'Centang Sikap Patuh' berisi 4 butir: (1) Memasukkan mobil-mobilan ke keranjang setelah main [Patuh], (2) Meninggalkan lego di lantai karena lelah [Tidak Patuh], (3) Mengajak adik mengembalikan alat gambar ke meja [Patuh], (4) Mengelap meja bermain dari sisa plastisin [Patuh]. Acuan kunci: mencentang nomor 1, 3, dan 4.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menentukan tindakan yang benar ketika waktu bermain selesai melalui 1 pertanyaan lisan: 'Jika kamu selesai bermain balok bersama saudaramu, tindakan patuh aturan apa yang kamu lakukan?' (Acuan jawaban yang diterima: mengumpulkan balok dan memasukkannya kembali ke keranjang/kotak balok bersama saudara).
Formatif:- Observasi unjuk kerja simulasi merapikan sudut tempat bermain (menilai kelengkapan dan ketertiban penataan mainan)
- Pemeriksaan lembar tindakan 'Centang Sikap Patuh' (menilai ketepatan memilah sikap patuh aturan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan sikap mematuhi aturan membersihkan dan merapikan tempat bermain | Belum mampu menunjukkan tindakan merapikan benda simulasi bermain meskipun telah diarahkan oleh guru. | Menunjukkan sikap merapikan 1-2 jenis benda simulasi tempat bermain ke wadah yang tepat dengan bimbingan penuh dari guru. | Menunjukkan sikap merapikan 3-4 jenis benda simulasi tempat bermain ke wadah yang tepat secara mandiri dan tertib. | Menunjukkan sikap merapikan seluruh (4) jenis benda simulasi ke wadah yang tepat secara mandiri, tuntas, dan membersihkan area bermain dari kotoran/sampah tanpa diingatkan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas simulasi merapikan tempat bermain efektif membangun kesadaran patuh aturan pada murid?
- Bagian mana dari kegiatan yang paling menarik minat murid dalam membiasakan diri bersikap tertib di rumah?
Murid:- Bagaimana perasaanmu setelah berhasil merapikan kembali tempat bermain bersama teman?
- Apakah kamu akan langsung merapikan mainanmu sendiri saat selesai bermain di rumah hari ini?
Pertemuan 12 — Menunjukkan sikap mematuhi aturan beristirahat dan tidur tepat waktu di rumah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.2 Menunjukkan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, memimpin doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid secara tertib (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu menunjukkan sikap mematuhi aturan beristirahat dan tidur tepat waktu di rumah (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar: (1) Anak tidur pukul 21.00 malam dan (2) Anak bermain gawai hingga larut malam. Murid diminta mengangkat tangan memilih gambar yang menunjukkan sikap patuh aturan beristirahat (acuan: gambar 1 adalah sikap patuh aturan, gambar 2 bukan sikap patuh aturan) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak teks bacaan bergambar tentang kebiasaan Bela menjelang tidur malam: Bela menggosok gigi, mencuci kaki dan tangan, berdoa sebelum tidur, serta tidur tepat pukul 21.00 malam (6 menit).
- Murid mengamati dan mengenali 4 gambar perilaku sebelum tidur di papan tulis: (1) Menggosok gigi, (2) Mencuci tangan dan kaki, (3) Berdoa sebelum tidur, (4) Mematikan lampu/tidur tepat pukul 21.00 malam (acuan: keempatnya adalah urutan sikap mematuhi aturan beristirahat di rumah) (6 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan permainan kartu tantangan gerak 'Tidur Tepat Waktu': Guru menyebutkan jam tidur malam, jika guru menyebut 'Pukul 21.00 malam' murid bertepuk tangan dan berpose tidur terpejam rapi (sikap patuh), jika guru menyebut 'Pukul 24.00 malam' murid menyilangkan tangan di dada (tidak patuh) (8 menit).
- Murid secara berpasangan mempraktikkan simulasi 3 sikap mematuhi aturan beristirahat: (1) Gerakan mencuci tangan dan kaki serta menggosok gigi, (2) Gerakan menengadahkan tangan berdoa sebelum tidur, (3) Posisi berbaring tenang tepat waktu (acuan: ketiga simulasi sikap diperagakan secara berurutan) (12 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Aktivitas Mandiri dengan memberi tanda centang (✓) pada 4 pernyataan sikap yang mematuhi aturan beristirahat dan tidur tepat waktu: (1) Mencuci kaki dan tangan sebelum tidur, (2) Bermain gim sampai larut malam, (3) Berdoa sebelum tidur, (4) Tidur tepat pukul 21.00 malam (acuan kunci jawaban: butir 1 diberi centang, butir 2 disilang/kosong, butir 3 diberi centang, butir 4 diberi centang) (14 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil pekerjaannya bersama bimbingan guru dan menyadari pentingnya tubuh beristirahat cukup agar badan sehat dan segar di pagi hari (4 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap unjuk sikap patuh aturan beristirahat yang telah ditunjukkan murid (5 menit).
- Guru mengajak murid menyimpulkan kegiatan hari ini, berdoa bersama penutup sesi, dan mengucapkan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu visual urutan persiapan tidur (bergambar jelas), sedangkan murid yang mandiri mengurutkan kartu pernyataan tekstual.
- Proses: Murid yang belum lancar membaca didampingi guru dengan pembacaan butir pernyataan secara lisan.
- Produk: Tingkat kemandirian dalam mencentang lembar aktivitas: mandiri penuh atau terbimbing sebagian.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual di awal pelajaran: Murid mengamati 2 gambar situasi: (1) Anak tidur pukul 21.00 malam dan (2) Anak bermain gawai hingga larut malam. Murid diminta memilih gambar yang menunjukkan sikap patuh aturan tidur (acuan: gambar 1 benar sebagai sikap patuh aturan; gambar 2 salah/bukan patuh aturan).
Proses:- Formatif simulasi dan lembar aktivitas: Murid menandai 4 butir pernyataan sikap patuh aturan tidur: (1) Mencuci kaki dan tangan sebelum tidur, (2) Bermain gim sampai larut malam, (3) Berdoa sebelum tidur, (4) Tidur tepat pukul 21.00 malam (acuan kunci jawaban: pernyataan 1, 3, dan 4 adalah sikap patuh [diberi tanda centang ✓]; pernyataan 2 bukan sikap patuh [diberi tanda silang ✗]).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid secara lisan atau isyarat memilih 2 kebiasaan baik sebelum tidur dari 3 pilihan yang dibacakan guru: (a) Menggosok gigi dan cuci kaki, (b) Menonton televisi sampai tengah malam, (c) Berdoa sebelum tidur (acuan: pilihan a dan c benar sebagai sikap mematuhi aturan).
Formatif:- Observasi unjuk sikap murid saat simulasi persiapan tidur dan bermain tantangan gerak
- Pemeriksaan lembar aktivitas tanda centang (✓) pada 4 butir pernyataan sikap mematuhi aturan beristirahat
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan sikap mematuhi aturan beristirahat dan tidur tepat waktu | Belum mampu menunjukkan sikap mematuhi aturan beristirahat dan tidur tepat waktu (hanya 0-1 butir tepat dari 4 butir pernyataan pada lembar aktivitas). | Mulai mampu menunjukkan sikap mematuhi aturan beristirahat dan tidur tepat waktu dengan bimbingan penuh guru (tepat 2 butir dari 4 butir pernyataan acuan: 1, 3, 4 centang; 2 silang). | Mampu menunjukkan sikap mematuhi aturan beristirahat dan tidur tepat waktu secara tepat (tepat 3-4 butir dari 4 butir pernyataan acuan: 1, 3, 4 centang; 2 silang) secara mandiri. | Sangat konsisten dan mandiri menunjukkan seluruh sikap mematuhi aturan beristirahat dan tidur tepat waktu (tepat 4 butir acuan: 1, 3, 4 centang; 2 silang) serta konsisten memperagakan simulasi adab tidur dengan benar tanpa ragu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid dapat membedakan dan menunjukkan sikap patuh aturan tidur tepat waktu melalui kegiatan simulasi dan lembar aktivitas?
- Bagian mana dari kegiatan permainan dan simulasi gerak yang paling efektif membuat murid memahami pentingnya istirahat tepat waktu?
Murid:- Bagaimana perasaanmu setelah mengikuti kegiatan belajar dan simulasi aturan tidur hari ini?
- Sikap patuh aturan apa yang akan kamu lakukan di rumah sebelum tidur nanti malam?
Pertemuan 13 — Menceritakan sikap mematuhi aturan pagi hari di lingkungan keluarga — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.3 Menceritakan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menceritakan pengalaman mematuhi aturan pagi hari di lingkungan keluarga (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan menanyakan: 'Sebutkan 1 contoh kegiatan mematuhi aturan di pagi hari di rumah!' dengan acuan jawaban yang diterima: bangun tepat waktu, merapikan tempat tidur, berdoa setelah bangun tidur, mandi pagi, menggosok gigi, memakai seragam sendiri, sarapan pagi, atau berpamitan kepada orang tua (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak guru membacakan teks pemodelan cerita 'Pagi Hari Rizal': 'Setiap pagi Rizal bangun pukul 05.00. Setelah bangun, Rizal merapikan tempat tidur dan berdoa. Rizal lalu mandi pagi dan memakai seragam sekolah sendiri. Sebelum berangkat, Rizal sarapan bersama ayah ibu dan berpamitan mencium tangan orang tua.' (5 menit).
- Murid bersama guru membedah isi cerita Rizal dengan mengidentifikasi 4 tindakan patuh aturan pagi hari yang terdapat dalam teks pemodelan (acuan tindakan: 1. bangun pagi pukul 05.00/merapikan kasur; 2. berdoa; 3. mandi/berpakaian seragam; 4. sarapan/berpamitan orang tua) (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan berpasangan 'Tongkat Bercerita Ceria' secara bergantian: murid memegang tongkat lalu menceritakan minimal 2 tindakan mematuhi aturan pagi hari yang dilakukan sendiri di rumahnya kepada pasangannya (kriteria penerimaan: cerita memuat minimal 2 tindakan nyata mematuhi aturan pagi hari seperti bangun pagi, merapikan kasur, mandi, sarapan, atau berpamitan) (10 menit).
- Secara bergantian beberapa perwakilan murid menceritakan pengalaman mematuhi aturan pagi hari di lingkungan keluarganya sendiri di depan kelas dengan menyebutkan urutan kegiatan yang dilakukannya dari bangun tidur hingga berangkat sekolah (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi cerita pengalamannya sendiri dengan memberi tanda centang pada lembar refleksi diri: apakah sudah menceritakan minimal 2 aturan pagi hari yang dipatuhi di rumah (5 menit).
- Guru memberikan penguatan dan apresiasi terhadap kejujuran serta kelengkapan isi cerita pengalaman murid tentang mematuhi aturan di lingkungan keluarga (8 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan pentingnya mengingat dan menceritakan kembali pembiasaan aturan pagi hari di rumah (5 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut untuk terus mematuhi aturan di rumah esok pagi dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu bantuan bergambar 3 aktivitas pagi (bangun tidur, mandi, sarapan), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan kebebasan menceritakan 3 aktivitas atau lebih secara mandiri.
- Proses: Murid yang belum percaya diri bercerita dibimbing guru dengan panduan pertanyaan rumpang, sedangkan murid yang sudah lancar langsung menceritakan pengalamannya secara mandiri.
- Produk: Penyampaian cerita pengalaman aturan pagi hari dilakukan secara lisan dalam pasangan sebaya atau di depan kelas sesuai tingkat kesiapan murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan kesiapan bercerita: Guru menanyakan satu contoh aturan pagi hari di rumah yang biasa dilakukan murid. Kriteria penerimaan/acuan: murid mampu menyebutkan minimal 1 tindakan aturan pagi (pilihan acuan: bangun pagi tepat waktu, merapikan kasur, berdoa, mandi pagi, menyikat gigi, memakai pakaian sekolah, sarapan bersama, atau berpamitan kepada orang tua).
Proses:- Pengamatan formatif saat murid menceritakan pengalaman mematuhi aturan pagi hari kepada pasangan atau di depan kelas (acuan observasi: menceritakan minimal 2 tindakan aturan pagi hari di keluarga dengan jelas sesuai pengalaman nyata murid, seperti bangun pagi, berpamitan, atau merapikan tempat tidur).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir lisan/refleksi: Murid menjawab pertanyaan guru 'Sebutkan 2 hal patuh aturan pagi hari yang sudah kamu ceritakan hari ini!' (Kriteria penerimaan: jawaban menyebutkan minimal 2 aktivitas yang telah diceritakan yang sesuai dengan kategori aturan pagi hari di rumah: bangun pagi, merapikan kamar/kasur, mandi, makan/sarapan, berpamitan).
Formatif:- Observasi unjuk kerja menceritakan sikap mematuhi aturan pagi hari di lingkungan keluarga menggunakan lembar amatan rubrik lisan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan sikap mematuhi aturan pagi hari di lingkungan keluarga | Belum mampu menceritakan sikap mematuhi aturan pagi hari di lingkungan keluarga walau telah dibimbing guru. | Menceritakan 1 contoh sikap mematuhi aturan pagi hari di lingkungan keluarga dengan bantuan atau pancingan pertanyaan guru. | Menceritakan minimal 2 contoh sikap mematuhi aturan pagi hari di lingkungan keluarga secara mandiri (acuan tindakan: bangun pagi, merapikan tempat tidur, mandi pagi, sarapan, atau berpamitan). | Menceritakan 3 contoh atau lebih sikap mematuhi aturan pagi hari di lingkungan keluarga secara runtut dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan untuk menceritakan pengalaman mematuhi aturan pagi hari di rumah?
- Apakah penggunaan permainan 'Tongkat Bercerita Ceria' efektif menciptakan suasana belajar yang menggembirakan dan aktif?
Murid:- Bagian cerita aturan pagi hari apa yang paling kamu sukai saat bercerita kepada teman?
- Apakah kamu merasa senang dan berani saat menceritakan kebiasaan patuh aturan pagi hari di rumahmu?
Pertemuan 14 — Menceritakan sikap mematuhi aturan makan bersama di lingkungan keluarga — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.3 Menceritakan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memfasilitasi doa bersama yang dipimpin salah satu murid, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan hari ini, yaitu menceritakan pengalaman mematuhi aturan saat makan bersama keluarga di rumah (2 menit).
- Asesmen Awal: Guru menampilkan 1 gambar situasi makan di rumah dan mengajukan pertanyaan pemantik lisan kepada murid: 'Sebutkan 2 contoh sikap patuh saat makan bersama keluarga berdasarkan gambar ini!' (acuan jawaban: mencuci tangan/berdoa sebelum makan/duduk tertib/tidak berbicara saat mengunyah/makan dengan tangan kanan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak teks cerita bergambar 'Makan Malam Bersama Keluarga Rizal' yang dibacakan guru: Rizal mencuci tangan sebelum duduk di meja makan, memimpin doa bersama ayah dan ibu, makan dengan posisi duduk tertib dan tangan kanan tanpa berbicara saat mulut terisi makanan, serta merapikan piring kotornya setelah selesai (7 menit).
- Murid dan guru membedah alur bercerita mengenai sikap mematuhi aturan makan melalui 3 bagian alur: (1) Sebelum makan (cuci tangan, berdoa), (2) Saat makan (duduk tertib, makan tangan kanan, tidak berbicara), dan (3) Sesudah makan (berdoa, merapikan piring) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan permainan berpasangan 'Tongkat Estafet Cerita': secara bergantian murid memegang replika sendok kayu mainan sebagai tongkat bicara dan menceritakan 3 sikap mematuhi aturan makan yang dilakukannya di rumah kepada pasangan duduknya (15 menit).
- Setiap murid maju ke depan kelas secara bergiliran untuk menceritakan pengalaman pribadi mematuhi aturan makan bersama di lingkungan keluarganya dengan menyebutkan minimal 3 sikap patuh secara lengkap (sebelum, saat, dan sesudah makan) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru memaknai pentingnya menceritakan sikap mematuhi aturan makan bersama keluarga agar saling menguatkan kebiasaan tertib dan santun di rumah (5 menit).
- Murid menandai kartu refleksi bergambar tentang kelengkapan ceritanya: apakah ia sudah mampu menceritakan sikap patuh sebelum makan, saat makan, dan sesudah makan (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas cerita yang disampaikan murid mengenai kepatuhan aturan makan bersama di keluarga (3 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu bantuan 3 alur visual (gambar cuci tangan/doa, gambar duduk makan tertib, gambar cuci piring); murid mahir menceritakan tanpa bantuan gambar visual.
- Proses: Murid yang masih ragu diberi kesempatan berlatih menceritakan 1 kalimat terlebih dahulu kepada guru sebelum bercerita di depan kelas; murid cepat langsung menceritakan secara mandiri.
- Produk: Murid yang belum lancar berbicara dapat menceritakan minimal 2 sikap patuh aturan makan; murid yang berkembang menceritakan minimal 3 sikap patuh aturan makan secara lengkap.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan berdasar gambar: 'Sebutkan 2 contoh sikap patuh saat makan bersama keluarga berdasarkan gambar ini!' (acuan jawaban benar memuat minimal 2 dari daftar berikut: [1] mencuci tangan sebelum makan, [2] berdoa sebelum/sesudah makan, [3] duduk tertib dan tenang, [4] makan menggunakan tangan kanan, [5] tidak berbicara saat makanan di dalam mulut, [6] merapikan piring sendok setelah selesai makan).
Proses:- Observasi unjuk kerja saat murid menceritakan sikap mematuhi aturan makan bersama keluarga di depan kelas (kriteria: menceritakan minimal 3 sikap patuh pada tahapan sebelum, saat, dan sesudah makan; acuan sikap: berdoa, mencuci tangan, duduk rapi, memakai tangan kanan, tidak gaduh/berbicara saat makan, merapikan alat makan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru memanggil 2 murid secara acak untuk menceritakan kembali 1 sikap mematuhi aturan makan yang baru saja didengarnya dari teman (kriteria penerimaan: murid mampu menyebutkan 1 tindakan mematuhi aturan makan yang sesuai dengan cerita teman).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja: Menceritakan sikap mematuhi aturan makan bersama di lingkungan keluarga menggunakan lembar observasi bercerita.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan sikap mematuhi aturan makan bersama di lingkungan keluarga | Belum mampu menceritakan sikap mematuhi aturan makan bersama di lingkungan keluarga atau hanya menyebutkan 1 sikap dengan bantuan penuh guru. | Mampu menceritakan 1-2 sikap mematuhi aturan makan bersama di lingkungan keluarga dengan arahan dan pertanyaan pancingan dari guru. | Mampu menceritakan minimal 3 sikap mematuhi aturan makan bersama di lingkungan keluarga (mencakup sebelum, saat, atau sesudah makan) secara mandiri. | Mampu menceritakan lebih dari 3 sikap mematuhi aturan makan bersama di lingkungan keluarga secara lengkap (sebelum, saat, dan sesudah makan) dengan lancar dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan yang cukup untuk menceritakan pengalamannya mematuhi aturan makan?
- Bagaimana tingkat kelancaran murid kelas 2 dalam merangkai cerita sederhana tentang kebiasaan makan di rumah?
Murid:- Bagian cerita mana yang paling kamu sukai saat menceritakan aturan makan di rumahmu?
- Apakah kamu merasa senang bercerita di depan teman-teman sekelas?
Pertemuan 15 — Menceritakan sikap mematuhi aturan belajar dan bermain di lingkungan keluarga — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.3 Menceritakan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid dan mengondisikan kesiapan belajar di kelas (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan dengan menanyakan 2 pertanyaan diagnostik untuk memeriksa kesiapan menceritakan sikap mematuhi aturan: (1) 'Sebutkan 1 contoh sikap mematuhi aturan belajar di rumah!' (acuan: belajar tepat waktu/mengerjakan PR/merapikan alat tulis), (2) 'Sebutkan 1 contoh sikap mematuhi aturan bermain bersama saudara di rumah!' (acuan: merapikan mainan setelah bermain/berbagi mainan/bermain tidak berebut) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru membacakan teks cerita pemodelan tentang sikap mematuhi aturan di rumah: 'Rizal mematuhi aturan belajar dan bermain di rumah. Pada malam hari, Rizal belajar dan menyiapkan buku pelajaran di meja belajar. Sore hari sebelumnya, Rizal bermain balok bersama adiknya. Setelah selesai bermain, Rizal merapikan mainan ke dalam kotak mainan bersama adik.' (7 menit).
- Guru membimbing murid mengidentifikasi isi cerita: nama kegiatan aturan (belajar dan bermain) serta bentuk sikap patuh yang diceritakan (menyiapkan buku dan merapikan mainan) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan Lembar Pemandu Cerita bergambar dengan 2 bingkai pemicu: Bingkai 1 'Sikapku saat Mematuhi Aturan Belajar di Rumah' dan Bingkai 2 'Sikapku saat Mematuhi Aturan Bermain di Rumah' (5 menit).
- Guru mengadakan permainan berpasangan menggembirakan 'Estafet Cerita Patuh Aturan': secara bergantian berpasangan, murid melempar bola kain kecil lalu menceritakan secara lisan pengalaman diri mematuhi aturan belajar dan aturan bermain di rumah sesuai panduan 3 kalimat: (1) aturan apa yang dilakukan, (2) bagaimana sikap patuh yang dilakukan, dan (3) kapan atau bersama siapa aturan itu dilakukan (10 menit).
- Murid secara mandiri melengkapi 2 kalimat cerita pada lembar kerjanya: (1) 'Saat belajar di rumah, aku mematuhi aturan dengan cara ...' (kriteria: memuat tindakan nyata patuh aturan belajar, misal mengerjakan tugas/merapikan buku), dan (2) 'Saat bermain di rumah, aku mematuhi aturan dengan cara ...' (kriteria: memuat tindakan nyata patuh aturan bermain, misal merapikan mainan/berbagi mainan) (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Dua orang perwakilan murid menceritakan kembali pengalamannya mematuhi aturan belajar dan bermain di depan kelas dengan bahasa sendiri (5 menit).
- Guru bersama murid merefleksikan proses bercerita: menyadari bahwa menceritakan pengalaman mematuhi aturan membuat diri semakin disiplin dan saling memahami aturan di rumah masing-masing (3 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan inti pembelajaran tentang cara menceritakan sikap mematuhi aturan belajar dan bermain di rumah secara runtut (3 menit).
- Guru melakukan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan kepada 2 orang murid secara acak untuk menceritakan 1 kalimat sikap patuh aturan belajar atau bermain di rumah (acuan kriteria: menyebutkan tindakan konkret patuh aturan belajar atau bermain) (4 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas partisipasi seluruh murid dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam penutup (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu gambar pemicu ide cerita (gambar merapikan meja belajar dan gambar memasukkan mainan ke kotak) untuk murid yang membutuhkan bantuan visual.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kalimat rumpang saat menceritakan pengalaman; murid yang telah mahir diarahkan menceritakan pengalaman mematuhi aturan belajar dan aturan bermain secara lengkap tanpa bantuan kalimat pemicu.
- Produk: Cerita disampaikan secara lisan langsung atau lisan berbantu tulisan kalimat sederhana pada lembar cerita.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik kesiapan bercerita sikap patuh aturan: (1) 'Sebutkan 1 contoh sikap mematuhi aturan belajar di rumah!' (acuan: belajar tepat waktu/mengerjakan PR/menyiapkan buku), (2) 'Sebutkan 1 contoh sikap mematuhi aturan bermain bersama saudara di rumah!' (acuan: merapikan mainan setelah bermain/berbagi mainan/tidak berebut mainan).
Proses:- Penilaian performa saat kegiatan 'Estafet Cerita Patuh Aturan' dan pengerjaan lembar cerita: mengamati kemampuan murid menceritakan secara konkret sikap mematuhi aturan belajar (tindakan nyata saat belajar) dan aturan bermain (tindakan nyata saat bermain) di rumah.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: murid diminta menceritakan 1 sikap mematuhi aturan belajar atau aturan bermain di rumah (kriteria penerimaan: cerita memuat nama aturan dan tindakan konkret yang dilakukan sendiri di rumah, contoh: 'Aku selalu merapikan buku ke dalam tas setelah belajar di rumah' atau 'Aku memasukkan boneka ke keranjang setelah selesai bermain bersama adik').
Formatif:- Observasi unjuk kerja menceritakan sikap mematuhi aturan belajar dan bermain di lingkungan keluarga menggunakan lembar panduan cerita lisan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan sikap mematuhi aturan belajar di lingkungan keluarga | Belum mampu menceritakan sikap mematuhi aturan belajar di lingkungan keluarga walau telah diberikan bimbingan penuh. | Mampu menceritakan sikap mematuhi aturan belajar di lingkungan keluarga dengan bimbingan dan bantuan pancingan pertanyaan guru. | Mampu menceritakan sikap mematuhi aturan belajar di lingkungan keluarga secara runtut dan mandiri memuat tindakan nyata kepatuhan. | Mampu menceritakan sikap mematuhi aturan belajar di lingkungan keluarga secara lengkap, runtut, dan mandiri memuat tindakan nyata kepatuhan beserta waktu atau suasana pelaksanaannya. | | Menceritakan sikap mematuhi aturan bermain di lingkungan keluarga | Belum mampu menceritakan sikap mematuhi aturan bermain di lingkungan keluarga walau telah diberikan bimbingan penuh. | Mampu menceritakan sikap mematuhi aturan bermain di lingkungan keluarga dengan bimbingan dan bantuan pancingan pertanyaan guru. | Mampu menceritakan sikap mematuhi aturan bermain di lingkungan keluarga secara runtut dan mandiri memuat tindakan nyata kepatuhan. | Mampu menceritakan sikap mematuhi aturan bermain di lingkungan keluarga secara lengkap, runtut, dan mandiri memuat tindakan nyata kepatuhan beserta waktu atau teman/saudara yang terlibat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mendapatkan giliran dan kesempatan menceritakan pengalaman mematuhi aturan belajar dan bermain di rumah?
- Apakah kegiatan permainan 'Estafet Cerita Patuh Aturan' efektif memotivasi murid yang pasif untuk mulai bercerita?
Murid:- Bagian cerita mana yang paling kamu sukai saat bercerita kepada teman: aturan belajar atau aturan bermain?
- Apakah kamu merasa senang dan percaya diri menceritakan aturan di rumahmu hari ini?
Pertemuan 16 — Menceritakan sikap mematuhi aturan malam hari menjelang tidur di lingkungan keluarga — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.3 Menceritakan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak salah satu murid memimpin doa bersama (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid serta mengondisikan suasana kelas agar rapi dan nyaman (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan menanyakan 3 kegiatan patuh aturan malam hari yang biasa dilakukan di rumah (acuan: menggosok gigi, mencuci tangan dan kaki, mematikan lampu/menyiapkan kasur, berdoa sebelum tidur, tidur tepat waktu maksimal pukul 21.00) (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menceritakan sikap mematuhi aturan malam hari menjelang tidur di lingkungan keluarga (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak teks cerita bergambar tentang Bela di Buku Siswa: 'Malam hari, Bela menggosok gigi serta mencuci kaki dan tangan. Bela berdoa sebelum tidur. Bela tidur tepat pukul 21.00 malam. Bela anak yang patuh aturan.' (5 menit).
- Guru memandu murid mengenali urutan isi cerita tentang sikap Bela saat mematuhi aturan malam hari menjelang tidur (5 menit).
- Murid bersama teman sebangku saling menyebutkan isi cerita Bela secara berpasangan dengan bimbingan guru (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan bergembira 'Tepuk Bintang Malam': jika guru menyebutkan sikap patuh aturan malam hari murid tepuk tangan 2 kali, jika bukan aturan malam murid diam (4 butir uji: 1. Menggosok gigi sebelum tidur [tepuk]; 2. Bermain bola di lapangan [diam]; 3. Mencuci kaki dan berdoa sebelum tidur [tepuk]; 4. Menonton televisi sampai larut malam [diam]) (5 menit).
- Guru membagikan lembar panduan bercerita yang berisi 3 gambar urutan aktivitas malam hari: (1) mencuci kaki dan menggosok gigi, (2) berdoa di tempat tidur, (3) tidur tepat waktu (5 menit).
- Secara berpasangan, murid bergantian menceritakan sikap mematuhi aturan malam hari menjelang tidur berdasarkan pengalaman diri sendiri atau panduan gambar tersebut (12 menit).
- Guru berkeliling mengamati dan menilai kemampuan murid menceritakan sikap mematuhi aturan malam hari (minimal memuat 2 tindakan patuh aturan malam hari secara runtut) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Dua orang perwakilan murid secara sukarela menceritakan sikap mematuhi aturan malam hari menjelang tidur di hadapan teman-temannya (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap cerita murid dan mengajak murid menyimpulkan pentingnya membiasakan patuh aturan sebelum tidur (3 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan kegiatan hari ini bahwa mematuhi aturan malam hari membuat tubuh sehat dan bangun pagi terasa segar (2 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir singkat lisan kepada 2 murid untuk menyebutkan kembali urutan cerita patuh aturan sebelum tidur (acuan kriteria: menyebutkan minimal 2 tindakan: cuci kaki/gosok gigi, berdoa, atau tidur tepat waktu) (2 menit).
- Guru menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya adalah pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 1, lalu menutup pelajaran dengan doa dan salam penutup (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan disediakan kartu bantuan 3 gambar berseri aktivitas malam (cuci kaki/gosok gigi, berdoa, tidur tepat waktu), sedangkan murid yang sudah mahir menceritakan pengalaman pribadi langsung tanpa bantuan kartu gambar.
- Proses: Murid yang lancar menceritakan secara mandiri dengan runtutan lengkap, sementara murid yang masih ragu dipandu guru dengan pertanyaan penuntun (misalnya: 'Apa yang kamu lakukan sebelum naik ke kasur?').
- Produk: Cerita disampaikan secara lisan dalam kelompok berpasangan; murid yang belum percaya diri boleh menceritakan secara langsung kepada guru secara personal.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran: Murid diminta menyebutkan contoh sikap mematuhi aturan malam hari di rumah. Acuan jawaban yang diterima: (1) menggosok gigi, (2) mencuci tangan dan kaki, (3) mematikan lampu kamar/merapikan kasur, (4) berdoa sebelum tidur, (5) tidur tepat waktu (pukul 21.00).
Proses:- Observasi unjuk kerja saat murid menceritakan sikap patuh aturan malam hari kepada teman pasangan. Indikator yang dinilai: Murid mampu menceritakan minimal 2 tindakan patuh aturan malam hari secara runtut (acuan tindakan: cuci tangan/kaki, sikat gigi, berdoa, tidur tepat waktu).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan pada penutup: Murid menceritakan 2 tindakan kepatuhan yang harus dilakukan sebelum tidur malam (acuan jawaban: mencuci kaki dan tangan/menggosok gigi, dan berdoa sebelum tidur).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja lisan menceritakan sikap mematuhi aturan malam hari menjelang tidur di lingkungan keluarga pada lembar observasi bercerita berpasangan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan sikap mematuhi aturan malam hari menjelang tidur | Belum mampu menceritakan sikap mematuhi aturan malam hari meskipun sudah diberikan pertanyaan panduan dan gambar bantuan. | Mampu menceritakan 1 sikap mematuhi aturan malam hari menjelang tidur dengan bantuan bimbingan penuh dari guru atau kartu gambar. | Mampu menceritakan minimal 2 sikap mematuhi aturan malam hari menjelang tidur secara runtut (acuan: membersihkan diri/sikat gigi, berdoa, atau tidur tepat waktu) secara mandiri. | Mampu menceritakan 3 atau lebih sikap mematuhi aturan malam hari menjelang tidur secara lengkap dan runtut dari sebelum naik ke tempat tidur hingga waktu tidur tepat pukul 21.00 secara mandiri dan percaya diri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah percaya diri dalam menceritakan pengalaman mematuhi aturan malam hari di rumahnya?
- Apakah media kartu gambar urutan aktivitas malam hari efektif membantu murid yang mengalami kendala berbicara lisan?
Murid:- Bagaimana perasaanmu setelah menceritakan kegiatan sebelum tidur kepada temanmu?
- Aturan malam hari apa yang sudah kamu lakukan setiap hari di rumah?
Pertemuan 17 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.1 Mengidentifikasi aturan di lingkungan keluarga
- TP 2.1.2 Menunjukkan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga
- TP 2.1.3 Menceritakan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan mengondisikan ruang kelas agar tertib dan tenang untuk pelaksanaan asesmen sumatif bab (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bahwa murid akan menunjukkan hasil belajarnya dalam mengidentifikasi aturan, menceritakan pengalaman patuh aturan, serta menunjukkan sikap patuh aturan di rumah (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan Lembar Kerja Visual Sumatif dan menjelaskan petunjuk pengerjaan Tugas 1 (mencentang dan memasangkan gambar aturan keluarga) secara jelas di depan kelas (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara serentak dan mandiri mengerjakan Tugas 1 pada Lembar Kerja Visual yang memuat 4 butir gambar situasi aturan: (1) Gambar anak merapikan tempat tidur setelah bangun tidur [Acuan: aturan kebersihan/pagi hari], (2) Gambar mencuci tangan dan duduk tenang sebelum makan [Acuan: aturan makan], (3) Gambar mencium tangan orang tua saat hendak berangkat sekolah [Acuan: aturan berpamitan], (4) Gambar memasukkan kembali mainan ke dalam kotak mainan [Acuan: aturan merapikan mainan/bermain] (20 menit).
- Murid dibagi ke dalam kelompok kecil beranggotakan 3-4 anak untuk melaksanakan Tugas 2 secara bergiliran; setiap murid menceritakan 1 pengalaman nyata mematuhi aturan keluarga di rumah dan memperagakan 1 contoh sikap mematuhi aturan keluarga (misalnya sikap berpamitan dengan mencium tangan orang tua atau sikap tertib merapikan buku belajar) di hadapan anggota kelompoknya, sementara guru berkeliling mencatat ketercapaian pada lembar observasi (35 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja murid dan mengajak murid menarik napas lega serta menyadari pentingnya kejujuran dan kemandirian dalam mengerjakan tugas evaluasi hari ini (2 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas ketertiban dan usaha mandiri seluruh murid selama pelaksanaan asesmen sumatif Bab 1 (2 menit).
- Guru merangkum secara singkat capaian belajar Bab 1 'Aku Patuh Aturan' dan menutup sesi dengan doa bersama serta salam (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi format visual lembar kerja dengan gambar yang jelas dan berukuran besar bagi murid dengan hambatan penglihatan ringan tanpa mengubah butir target yang diukur.
- Proses: Guru membacakan petunjuk teks soal secara lisan bagi murid yang belum lancar membaca instruksi tertulis tanpa memberi tahu jawaban benar.
- Produk: Semua murid menghasilkan bukti yang sama berupa lembar kerja visual bertanda dan penampilan unjuk kerja bercerita serta simulasi sikap patuh aturan keluarga.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- Penugasan lembar kerja bergambar serentak dan unjuk kerja bercerita berpasangan di dalam kelompok kecil: Lembar kerja berisi hasil identifikasi gambar aturan di rumah serta catatan observasi kemampuan menceritakan dan menunjukkan sikap patuh aturan keluarga dalam kelompok
- penugasan lembar kerja visual serentak: lembar kerja murid yang mencentang, melingkari, atau memasangkan gambar contoh aturan di lingkungan keluarga yang dikerjakan seluruh kelas secara bersamaan (25 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan panduan penskoran lembar kerja visual)
- unjuk kerja bercerita dan simulasi sikap dalam kelompok kecil: performa murid saat menceritakan pengalaman mematuhi aturan di rumah dan memperagakan sikap patuh aturan (seperti berpamitan atau merapikan barang) di depan 3-4 teman sekelompoknya yang dipantau guru berkeliling (45 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi dan rubrik unjuk kerja bercerita/bersikap)
Sumatif:- Penugasan lembar kerja bergambar serentak dan unjuk kerja bercerita berpasangan di dalam kelompok kecil: Lembar kerja berisi hasil identifikasi gambar aturan di rumah serta catatan observasi kemampuan menceritakan dan menunjukkan sikap patuh aturan keluarga dalam kelompok
- penugasan lembar kerja visual serentak: lembar kerja murid yang mencentang, melingkari, atau memasangkan gambar contoh aturan di lingkungan keluarga yang dikerjakan seluruh kelas secara bersamaan (25 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan panduan penskoran lembar kerja visual)
- unjuk kerja bercerita dan simulasi sikap dalam kelompok kecil: performa murid saat menceritakan pengalaman mematuhi aturan di rumah dan memperagakan sikap patuh aturan (seperti berpamitan atau merapikan barang) di depan 3-4 teman sekelompoknya yang dipantau guru berkeliling (45 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi dan rubrik unjuk kerja bercerita/bersikap)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi aturan di lingkungan keluarga (TP 2.1.1) — Acuan: (1) merapikan tempat tidur, (2) tertib makan, (3) berpamitan kepada orang tua, (4) merapikan mainan | Tepat mengidentifikasi 1 dari 4 gambar aturan keluarga sesuai acuan. | Tepat mengidentifikasi 2 dari 4 gambar aturan keluarga sesuai acuan. | Tepat mengidentifikasi 3 dari 4 gambar aturan keluarga sesuai acuan. | Tepat mengidentifikasi seluruh (4 dari 4) gambar aturan keluarga secara mandiri sesuai acuan. | | Menunjukkan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga (TP 2.1.2) — Acuan peragaan: memperagakan sikap patuh aturan (misalnya berpamitan mencium tangan orang tua atau merapikan perlengkapan belajar) | Belum mampu menunjukkan peragaan sikap mematuhi aturan keluarga meskipun telah diarahkan guru. | Mampu menunjukkan peragaan sikap mematuhi aturan keluarga dengan banyak bimbingan dan dorongan guru. | Mampu menunjukkan peragaan sikap mematuhi aturan keluarga secara tepat dengan arahan minimal. | Mampu menunjukkan peragaan sikap mematuhi aturan keluarga secara tepat, lugas, dan mandiri tanpa bantuan. | | Menceritakan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga (TP 2.1.3) — Acuan isi cerita: memuat jenis aturan di rumah dan tindakan patuh yang dilakukan diri sendiri | Belum mampu menceritakan sikap mematuhi aturan keluarga di rumah. | Menceritakan sikap mematuhi aturan keluarga namun isi cerita belum memuat tindakan patuh yang dilakukan diri sendiri. | Menceritakan sikap mematuhi aturan keluarga dengan memuat jenis aturan dan tindakan patuh diri sendiri secara jelas. | Menceritakan sikap mematuhi aturan keluarga secara lengkap memuat jenis aturan, tindakan diri sendiri, serta dilakukan dengan percaya diri secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu penugasan lembar kerja visual dan unjuk kerja kelompok kecil mencukupi untuk mengamati seluruh murid secara adil?
- Bagian kompetensi aturan keluarga manakah yang paling banyak dikuasai dan yang masih memerlukan pembiasaan lebih lanjut pada bab berikutnya?
Murid:- Bagaimana perasaanmu setelah berhasil menceritakan aturan di rumahmu kepada teman-teman kelompok?
- Aturan di rumah mana yang paling ingin terus kamu patuhi setiap hari?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila SD/MI Kelas II Bab 1 (Kemendikbudristek 2021)
- Kartu bergambar aktivitas pagi hari (bangun tidur, melipat selimut, menata bantal)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021, Bab 1: Aku Patuh Aturan)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021, Bab 1: Aku Patuh Aturan)
- Set Kartu Bergambar Aturan Kebersihan Diri dan Berpakaian (Mandi, Cuci Tangan, Ganti Pakaian, Keranjang Cucian)
- Papan Saku dan Lembar Kerja Siswa
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2023)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2023)
- Kartu bergambar aturan makan bersama keluarga dan kartu warna hijau-merah
- Lembar Kerja Murid: Memilih Aturan Saat Makan
- Kartu gambar situasi dan kartu teks pernyataan aturan berpamitan
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Identifikasi Aturan Berpamitan
- Set kartu pernyataan aktivitas belajar dan tidur malam
- Kantong pilah aturan (Aturan Belajar dan Aturan Tidur Malam)
- Lembar Aktivitas Murid
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021).
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021).
- Set kartu pernyataan aturan bermain dan kotak pilah kategori.
- Lembar kerja murid mencentang pernyataan aturan di rumah.
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2023) Bab 1
- Kartu gambar perlengkapan diri (sepatu, tas, seragam sekolah kotor, buku tulis)
- Poster simulasi ruangan rumah tertib (rak sepatu, meja belajar, keranjang pakaian kotor)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2023), Bab 1 'Aku Patuh Aturan', subbab 'Berbagai Aturan di Keluargaku - Aturan Makan'.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2023).
- Peralatan peraga meja makan (piring plastik, sendok, lap tangan/simulasi air cuci tangan).
- Kartu gambar situasi makan dan lembar kerja pemilahan 8 gambar sikap aturan makan.
- Kartu gambar situasi berpamitan dan lembar kerja 'Tandai Sikap Patuh'
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2023)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2023)
- Lembar Aktivitas 4 situasi aturan belajar dan menyiapkan buku
- Kartu buku mata pelajaran simulasi (Pancasila, Matematika, Bahasa Indonesia, Dongeng, Komik) dan tas sekolah
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021)
- Benda tiruan sudut bermain (balok kayu, buku cerita anak, boneka mini, kertas)
- Keranjang/kotak penyimpanan mainan berlabel
- Kartu visual ilustrasi aktivitas persiapan tidur (cuci kaki, gosok gigi, berdoa, tempat tidur rapi)
- Lembar Aktivitas Mandiri murid
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2021) Bab 1: Aku Patuh Aturan
- Teks pemodelan 'Pagi Hari Rizal'
- Tongkat kayu kecil/pensil warna untuk media permainan 'Tongkat Bercerita Ceria'
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2021).
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II Bab 1 (Kemendikbudristek, 2021).
- Gambar ilustrasi suasana makan bersama keluarga dan kartu alur makan (sebelum, saat, sesudah makan).
- Replika sendok kayu mainan untuk media tongkat estafet cerita.
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2023) Bab 1 'Aku Patuh Aturan'
- Lembar Pemandu Cerita bergambar 'Aturan Belajar dan Bermain di Rumahku'
- Bola kain kecil untuk permainan estafet cerita
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas II, Bab 1 'Aku Patuh Aturan', 2021
- Kartu gambar berseri urutan kegiatan malam hari (cuci tangan/kaki dan sikat gigi, berdoa di ranjang, tidur tepat waktu)
- Lembar Kerja Asesmen Sumatif Visual Bab 1
- Lembar Observasi Asesmen Kinerja Guru
|