MODUL AJAR Pendidikan Pancasila — Kelas 10 (Fase E) Topik: Praktik Gotong Royong dalam Mengelola Kebinekaan: Inisiasi Kegiatan Bersama INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
|---|
| Fase / Kelas | Fase E / Kelas 10 |
|---|
| Topik | Praktik Gotong Royong dalam Mengelola Kebinekaan: Inisiasi Kegiatan Bersama |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x45 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid mampu merancang dan melaksanakan kegiatan bersama berbasis gotong royong yang mencerminkan pengelolaan kebinekaan secara kolaboratif di lingkungan sekolah.
- Murid mampu mempresentasikan gagasan solutif untuk mengatasi perilaku yang bertentangan dengan semangat kebinekaan berdasarkan prinsip Pancasila.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa yang terjadi jika setiap orang hanya mementingkan diri sendiri dalam keberagaman?
- Bagaimana gotong royong dapat memperkuat persatuan di tengah perbedaan?
- Pernahkah kalian mengalami konflik karena perbedaan? Bagaimana cara mengatasinya?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama sesuai keyakinan masing-masing (Berkesadaran).
- Guru menyapa dan mengecek kehadiran murid serta menciptakan suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari.
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk menggali pengetahuan awal dan membangkitkan rasa ingin tahu murid.
- Murid mengikuti asesmen diagnostik awal secara lisan/tulis singkat (misalnya: menyebutkan contoh gotong royong di lingkungan sekitar).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak tayangan video/foto/gambar tentang praktik gotong royong dalam masyarakat yang beragam (berkesadaran).
- Secara berkelompok, murid mendiskusikan makna penting gotong royong dan kaitannya dengan pengelolaan kebinekaan, serta mengidentifikasi perilaku yang bertentangan dengan semangat kebinekaan (bermakna).
- Setiap kelompok menuliskan hasil identifikasinya di LKPD yang disediakan guru.
- Perwakilan kelompok menyampaikan hasil diskusi singkat untuk menyamakan pemahaman.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid dalam kelompok yang sama merancang satu kegiatan gotong royong konkret (misal: kerja bakti lingkungan sekolah, bakti sosial, gelar budaya mini) yang melibatkan berbagai unsur warga sekolah (bermakna, menggembirakan).
- Rancangan kegiatan mencakup: tujuan, sasaran, bentuk kegiatan, pembagian peran, waktu, dan cara mengatasi potensi konflik karena perbedaan.
- Guru berkeliling memfasilitasi, memastikan setiap anggota kelompok aktif, serta memberikan bantuan sesuai kebutuhan (diferensiasi proses).
- Setiap kelompok menyusun proposal sederhana atau bagan rencana kegiatan pada kertas plano/digital.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):- Setiap kelompok mempresentasikan rancangan kegiatannya secara bergantian dengan penuh percaya diri (menggembirakan, berkesadaran).
- Kelompok lain memberikan tanggapan, saran, dan pertanyaan kritis terhadap rancangan dan solusi yang ditawarkan (berkesadaran).
- Murid bersama guru mendiskusikan kelebihan, kekurangan, serta nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam setiap rancangan (bermakna).
- Murid menuliskan refleksi individu tentang peran dan pengalamannya dalam merancang kegiatan gotong royong yang inklusif.
Penutup:- Guru memandu murid menyimpulkan pembelajaran dan mengaitkannya dengan profil lulusan (Kewargaan, Kolaborasi, Penalaran Kritis, Kreativitas, Komunikasi).
- Murid mengerjakan asesmen akhir berupa refleksi singkat atau kuis lisan tentang materi yang telah dipelajari.
- Guru memberikan apresiasi dan motivasi agar murid menerapkan semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.
- Murid menerima informasi tentang pertemuan selanjutnya atau penugasan mandiri (misalnya: menyempurnakan rancangan menjadi rencana aksi nyata).
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan sumber belajar beragam (video, teks, artikel, studi kasus) sesuai gaya belajar murid.
- Proses: Membentuk kelompok heterogen dan memberikan scaffolding/panduan lebih rinci bagi kelompok yang membutuhkan; murid yang lebih cepat dapat menambahkan analisis SWOT dalam rancangan.
- Produk: Murid dapat memilih format presentasi: lisan dengan poster, presentasi digital (Canva/PPT), atau drama singkat simulasi kegiatan.
ASESMENAwal:- Diagnostik singkat: Murid menuliskan/jawab secara lisan 2-3 contoh kegiatan gotong royong yang pernah mereka lihat/ikuti dan tantangan yang dihadapi.
Proses:- Lembar observasi kolaborasi: mencatat partisipasi, kemampuan mendengarkan, memberi ide, dan menghargai pendapat teman.
- Ceklist penyelesaian LKPD: ketepatan mengidentifikasi makna gotong royong dan perilaku kontra-kebinekaan.
Akhir:- Rubrik penilaian rancangan kegiatan (kreativitas, inklusivitas, kejelasan solusi) dan presentasi (komunikasi, argumentasi, kerja sama tim).
- Refleksi tertulis singkat: satu hal baru yang dipelajari, satu sikap yang akan diterapkan, dan satu usulan untuk kegiatan gotong royong di sekolah.
Formatif:- Observasi keterlibatan dan kerja sama dalam diskusi dan perancangan kegiatan (menggunakan lembar observasi).
- Penilaian LKPD identifikasi makna gotong royong dan perilaku kontra-kebinekaan.
- Tanya jawab lisan selama proses pembelajaran.
Sumatif:- Penilaian hasil rancangan kegiatan gotong royong (proposal/rencana).
- Penilaian presentasi dan argumentasi solusi antikebinekaan.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kreativitas dan Inklusivitas Rancangan Kegiatan | Rancangan kegiatan kurang orisinal, hanya meniru contoh, dan tidak mempertimbangkan keberagaman peserta. | Rancangan kegiatan menunjukkan ide baru namun penerapannya masih umum, serta sedikit memperhatikan keterlibatan semua pihak. | Rancangan kegiatan kreatif dan relevan, sebagian besar langkah sudah inklusif dan melibatkan berbagai elemen warganegara. | Rancangan kegiatan sangat kreatif, inovatif, jelas, dan sistematis; secara aktif mengakomodasi keberagaman dan berpotensi memperkuat harmoni. | | Kemampuan Presentasi dan Argumentasi Solutif | Penyampaian tidak jelas, tidak menyertakan solusi, dan argumentasi lemah/tidak berdasarkan nilai Pancasila. | Penyampaian cukup baik, solusi diberikan namun belum spesifik; argumentasi ada tetapi belum terkait prinsip Pancasila. | Penyampaian jelas dan runtut, solusi konkret dan masuk akal; argumentasi mengaitkan dengan nilai-nilai Pancasila secara tepat. | Penyampaian sangat meyakinkan dan komunikatif; solusi sangat relevan dan berdampak; argumentasi kuat, kritis, serta mendalam mengacu pada Pancasila dan realitas kebinekaan. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh murid aktif terlibat dan merasa senang dalam merancang kegiatan gotong royong?
- Apakah langkah-langkah pembelajaran sudah mendorong pemahaman bermakna tentang gotong royong dan kebinekaan?
- Apa kendala yang dihadapi dalam memfasilitasi diskusi kelompok dan bagaimana cara mengatasinya?
- Bagaimana saya dapat meningkatkan kualitas pembelajaran berikutnya agar lebih berkesadaran dan kontekstual?
Refleksi Murid:- Apa hal baru yang saya pelajari tentang gotong royong dan kebinekaan?
- Bagaimana perasaanku saat bekerja sama dengan teman yang berbeda latar belakang?
- Apakah aku sudah aktif menyumbang ide dan mendengarkan pendapat orang lain?
- Satu komitmen yang akan aku lakukan untuk mendorong gotong royong di sekolah.
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SMA/SMK/MA/MAK Kelas X (Kemdikbud, 2023).
- Buku Guru Pendidikan Pancasila untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X.
- Video dokumenter atau berita tentang kegiatan gotong royong masyarakat multikultural.
- LKPD (Lembar Kerja Murid) yang disiapkan guru.
- Alat tulis, kertas plano, spidol, serta perangkat presentasi (laptop/proyektor).
|