Modul AjarPertemuan 6Bab 3Fase ESemester 2

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 10: Praktik Gotong Royong dalam Mengelola Kebinekaan: Inisiasi Kegiatan Bersama

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 10 dengan topik "Praktik Gotong Royong dalam Mengelola Kebinekaan: Inisiasi Kegiatan Bersama". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 10: Praktik Gotong Royong dalam Mengelola Kebinekaan: Inisiasi Kegiatan Bersama

Pendidikan Pancasila - Kelas 10

Bab 3 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Praktik Gotong Royong dalam Mengelola Kebinekaan: Inisiasi Kegiatan Bersama

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikPraktik Gotong Royong dalam Mengelola Kebinekaan: Inisiasi Kegiatan Bersama
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu merancang dan melaksanakan kegiatan bersama berbasis gotong royong yang mencerminkan pengelolaan kebinekaan secara kolaboratif di lingkungan sekolah.
  2. Murid mampu mempresentasikan gagasan solutif untuk mengatasi perilaku yang bertentangan dengan semangat kebinekaan berdasarkan prinsip Pancasila.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang terjadi jika setiap orang hanya mementingkan diri sendiri dalam keberagaman?
  2. Bagaimana gotong royong dapat memperkuat persatuan di tengah perbedaan?
  3. Pernahkah kalian mengalami konflik karena perbedaan? Bagaimana cara mengatasinya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama sesuai keyakinan masing-masing (Berkesadaran).
  • Guru menyapa dan mengecek kehadiran murid serta menciptakan suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk menggali pengetahuan awal dan membangkitkan rasa ingin tahu murid.
  • Murid mengikuti asesmen diagnostik awal secara lisan/tulis singkat (misalnya: menyebutkan contoh gotong royong di lingkungan sekitar).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak tayangan video/foto/gambar tentang praktik gotong royong dalam masyarakat yang beragam (berkesadaran).
  • Secara berkelompok, murid mendiskusikan makna penting gotong royong dan kaitannya dengan pengelolaan kebinekaan, serta mengidentifikasi perilaku yang bertentangan dengan semangat kebinekaan (bermakna).
  • Setiap kelompok menuliskan hasil identifikasinya di LKPD yang disediakan guru.
  • Perwakilan kelompok menyampaikan hasil diskusi singkat untuk menyamakan pemahaman.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dalam kelompok yang sama merancang satu kegiatan gotong royong konkret (misal: kerja bakti lingkungan sekolah, bakti sosial, gelar budaya mini) yang melibatkan berbagai unsur warga sekolah (bermakna, menggembirakan).
  • Rancangan kegiatan mencakup: tujuan, sasaran, bentuk kegiatan, pembagian peran, waktu, dan cara mengatasi potensi konflik karena perbedaan.
  • Guru berkeliling memfasilitasi, memastikan setiap anggota kelompok aktif, serta memberikan bantuan sesuai kebutuhan (diferensiasi proses).
  • Setiap kelompok menyusun proposal sederhana atau bagan rencana kegiatan pada kertas plano/digital.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok mempresentasikan rancangan kegiatannya secara bergantian dengan penuh percaya diri (menggembirakan, berkesadaran).
  • Kelompok lain memberikan tanggapan, saran, dan pertanyaan kritis terhadap rancangan dan solusi yang ditawarkan (berkesadaran).
  • Murid bersama guru mendiskusikan kelebihan, kekurangan, serta nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam setiap rancangan (bermakna).
  • Murid menuliskan refleksi individu tentang peran dan pengalamannya dalam merancang kegiatan gotong royong yang inklusif.

Penutup:

  • Guru memandu murid menyimpulkan pembelajaran dan mengaitkannya dengan profil lulusan (Kewargaan, Kolaborasi, Penalaran Kritis, Kreativitas, Komunikasi).
  • Murid mengerjakan asesmen akhir berupa refleksi singkat atau kuis lisan tentang materi yang telah dipelajari.
  • Guru memberikan apresiasi dan motivasi agar murid menerapkan semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.
  • Murid menerima informasi tentang pertemuan selanjutnya atau penugasan mandiri (misalnya: menyempurnakan rancangan menjadi rencana aksi nyata).
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan sumber belajar beragam (video, teks, artikel, studi kasus) sesuai gaya belajar murid.
  • Proses: Membentuk kelompok heterogen dan memberikan scaffolding/panduan lebih rinci bagi kelompok yang membutuhkan; murid yang lebih cepat dapat menambahkan analisis SWOT dalam rancangan.
  • Produk: Murid dapat memilih format presentasi: lisan dengan poster, presentasi digital (Canva/PPT), atau drama singkat simulasi kegiatan.

ASESMEN

Awal:

  • Diagnostik singkat: Murid menuliskan/jawab secara lisan 2-3 contoh kegiatan gotong royong yang pernah mereka lihat/ikuti dan tantangan yang dihadapi.

Proses:

  • Lembar observasi kolaborasi: mencatat partisipasi, kemampuan mendengarkan, memberi ide, dan menghargai pendapat teman.
  • Ceklist penyelesaian LKPD: ketepatan mengidentifikasi makna gotong royong dan perilaku kontra-kebinekaan.

Akhir:

  • Rubrik penilaian rancangan kegiatan (kreativitas, inklusivitas, kejelasan solusi) dan presentasi (komunikasi, argumentasi, kerja sama tim).
  • Refleksi tertulis singkat: satu hal baru yang dipelajari, satu sikap yang akan diterapkan, dan satu usulan untuk kegiatan gotong royong di sekolah.

Formatif:

  • Observasi keterlibatan dan kerja sama dalam diskusi dan perancangan kegiatan (menggunakan lembar observasi).
  • Penilaian LKPD identifikasi makna gotong royong dan perilaku kontra-kebinekaan.
  • Tanya jawab lisan selama proses pembelajaran.

Sumatif:

  • Penilaian hasil rancangan kegiatan gotong royong (proposal/rencana).
  • Penilaian presentasi dan argumentasi solusi antikebinekaan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kreativitas dan Inklusivitas Rancangan KegiatanRancangan kegiatan kurang orisinal, hanya meniru contoh, dan tidak mempertimbangkan keberagaman peserta.Rancangan kegiatan menunjukkan ide baru namun penerapannya masih umum, serta sedikit memperhatikan keterlibatan semua pihak.Rancangan kegiatan kreatif dan relevan, sebagian besar langkah sudah inklusif dan melibatkan berbagai elemen warganegara.Rancangan kegiatan sangat kreatif, inovatif, jelas, dan sistematis; secara aktif mengakomodasi keberagaman dan berpotensi memperkuat harmoni.
Kemampuan Presentasi dan Argumentasi SolutifPenyampaian tidak jelas, tidak menyertakan solusi, dan argumentasi lemah/tidak berdasarkan nilai Pancasila.Penyampaian cukup baik, solusi diberikan namun belum spesifik; argumentasi ada tetapi belum terkait prinsip Pancasila.Penyampaian jelas dan runtut, solusi konkret dan masuk akal; argumentasi mengaitkan dengan nilai-nilai Pancasila secara tepat.Penyampaian sangat meyakinkan dan komunikatif; solusi sangat relevan dan berdampak; argumentasi kuat, kritis, serta mendalam mengacu pada Pancasila dan realitas kebinekaan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid aktif terlibat dan merasa senang dalam merancang kegiatan gotong royong?
  • Apakah langkah-langkah pembelajaran sudah mendorong pemahaman bermakna tentang gotong royong dan kebinekaan?
  • Apa kendala yang dihadapi dalam memfasilitasi diskusi kelompok dan bagaimana cara mengatasinya?
  • Bagaimana saya dapat meningkatkan kualitas pembelajaran berikutnya agar lebih berkesadaran dan kontekstual?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang saya pelajari tentang gotong royong dan kebinekaan?
  • Bagaimana perasaanku saat bekerja sama dengan teman yang berbeda latar belakang?
  • Apakah aku sudah aktif menyumbang ide dan mendengarkan pendapat orang lain?
  • Satu komitmen yang akan aku lakukan untuk mendorong gotong royong di sekolah.

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SMA/SMK/MA/MAK Kelas X (Kemdikbud, 2023).
  2. Buku Guru Pendidikan Pancasila untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X.
  3. Video dokumenter atau berita tentang kegiatan gotong royong masyarakat multikultural.
  4. LKPD (Lembar Kerja Murid) yang disiapkan guru.
  5. Alat tulis, kertas plano, spidol, serta perangkat presentasi (laptop/proyektor).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.