Modul AjarPertemuan 5Bab 3Fase ESemester 2

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 10: Peran Warga Negara dalam Mengelola Kebinekaan untuk Pembangunan Nasional

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 10 dengan topik "Peran Warga Negara dalam Mengelola Kebinekaan untuk Pembangunan Nasional". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 10: Peran Warga Negara dalam Mengelola Kebinekaan untuk Pembangunan Nasional

Pendidikan Pancasila - Kelas 10

Bab 3 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Peran Warga Negara dalam Mengelola Kebinekaan untuk Pembangunan Nasional

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikPeran Warga Negara dalam Mengelola Kebinekaan untuk Pembangunan Nasional
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu mendeskripsikan peran dan kedudukan warga negara Indonesia dalam menjaga kebinekaan sebagai modal sosial pembangunan nasional.
  2. Murid mampu menganalisis nilai-nilai Pancasila yang relevan sebagai panduan warga negara dalam berkontribusi pada pembangunan nasional yang berkeadilan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat kegiatan di lingkungan sekitar yang melibatkan kerja sama antarwarga dari latar belakang berbeda? Apa yang membuat kerja sama itu berhasil?
  2. Menurut kalian, apa yang terjadi jika perbedaan suku, agama, dan budaya di Indonesia tidak dikelola dengan baik?
  3. Nilai Pancasila mana yang paling kalian rasakan ketika berinteraksi dengan teman yang berbeda latar belakang?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran murid.
  • Guru menayangkan gambar atau video singkat (1-2 menit) tentang kegiatan gotong royong masyarakat multikultural di Indonesia, lalu mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangun kesadaran awal murid.
  • Guru melakukan asesmen diagnostik singkat: murid menuliskan di sticky note atau kertas kecil satu peran warga negara yang mereka ketahui dalam menjaga kebinekaan, kemudian ditempelkan di papan tulis.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan garis besar kegiatan hari ini.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menyajikan infografis atau tayangan materi tentang peran dan kedudukan warga negara Indonesia dalam menjaga kebinekaan sebagai modal sosial pembangunan nasional, mencakup: hak dan kewajiban warga negara, contoh peran konkret dalam kehidupan bermasyarakat.
  • Murid membaca teks pendamping dari Buku Siswa Bab 3 tentang makna kebinekaan dan hubungannya dengan pembangunan nasional.
  • Guru memfasilitasi tanya jawab klasikal: murid mengidentifikasi minimal 3 peran warga negara dalam menjaga kebinekaan berdasarkan materi yang disajikan.
  • Guru menghubungkan materi dengan nilai-nilai Pancasila (khususnya sila ke-3 Persatuan Indonesia dan sila ke-5 Keadilan Sosial) sebagai panduan warga negara berkontribusi pada pembangunan berkeadilan.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi dalam kelompok heterogen (4-5 orang) berdasarkan keragaman latar belakang.
  • Setiap kelompok mendapat studi kasus berbeda tentang situasi nyata pengelolaan kebinekaan di masyarakat (misalnya: pembangunan fasilitas umum di desa multikultural, penyelesaian konflik antarwarga yang berbeda suku, program ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal).
  • Kelompok menganalisis: (a) peran warga negara yang terlibat dalam kasus tersebut, (b) nilai-nilai Pancasila yang diterapkan, (c) dampak positif terhadap pembangunan nasional.
  • Setiap kelompok menyusun peta konsep atau poster singkat yang menggambarkan hubungan antara peran warga negara, nilai Pancasila, dan kontribusi terhadap pembangunan nasional yang berkeadilan.
  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis di depan kelas (3-4 menit per kelompok), kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memfasilitasi diskusi reflektif klasikal: Apa pelajaran utama dari studi kasus yang dibahas? Nilai Pancasila mana yang paling mendasar dalam mengelola kebinekaan?
  • Murid secara individu menuliskan refleksi singkat (5-7 kalimat): peran konkret apa yang bisa mereka lakukan sebagai pelajar untuk menjaga kebinekaan di lingkungan sekolah dan masyarakat, serta nilai Pancasila yang melandasi peran tersebut.
  • Guru memberikan penguatan tentang pentingnya setiap warga negara aktif berkontribusi menjaga kebinekaan sebagai kekuatan pembangunan nasional.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan materi pembelajaran: peran warga negara dalam menjaga kebinekaan dan nilai Pancasila sebagai panduan pembangunan berkeadilan.
  • Guru melakukan asesmen akhir berupa kuis singkat (3 soal uraian pendek) untuk mengukur pemahaman murid.
  • Guru menyampaikan rencana tindak lanjut dan materi pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan teks materi dengan poin-poin kunci yang sudah ditandai dan glosarium istilah. Murid cepat diberikan artikel tambahan tentang best practice pengelolaan kebinekaan di negara lain sebagai perbandingan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih bekerja dengan panduan pertanyaan terstruktur dalam menganalisis studi kasus. Murid cepat diberi kebebasan mengembangkan analisis secara mandiri dengan kedalaman lebih.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan lebih menyusun peta konsep sederhana dengan template yang disediakan. Murid cepat menyusun poster analitis disertai rekomendasi solusi kreatif.

ASESMEN

Awal:

  • Murid menuliskan satu peran warga negara yang mereka ketahui dalam menjaga kebinekaan pada sticky note (diagnostik awal untuk memetakan pengetahuan prior murid).

Proses:

  • Observasi partisipasi aktif murid dalam diskusi kelompok: apakah murid mampu mengidentifikasi peran warga negara dalam studi kasus?
  • Penilaian peta konsep/poster kelompok: apakah menunjukkan hubungan logis antara peran warga negara, nilai Pancasila, dan pembangunan nasional?
  • Tanggapan dan pertanyaan murid saat presentasi kelompok lain sebagai indikator penalaran kritis.

Akhir:

  • Kuis uraian pendek 3 soal: (1) Deskripsikan minimal 3 peran warga negara dalam menjaga kebinekaan sebagai modal sosial pembangunan nasional. (2) Analisis 2 nilai Pancasila yang relevan sebagai panduan berkontribusi pada pembangunan berkeadilan beserta contoh penerapannya. (3) Jelaskan hubungan antara kebinekaan yang terkelola dengan baik dan kemajuan pembangunan nasional.
  • Penilaian tulisan refleksi individu menggunakan rubrik 4 level.

Formatif:

  • Observasi keaktifan murid dalam diskusi kelompok dan tanya jawab klasikal.
  • Penilaian proses terhadap kemampuan murid mengidentifikasi peran warga negara dan nilai Pancasila dalam studi kasus.
  • Penilaian presentasi kelompok menggunakan rubrik.

Sumatif:

  • Kuis uraian pendek (3 soal) di akhir pembelajaran tentang peran warga negara dan nilai Pancasila dalam pembangunan nasional.
  • Penilaian tulisan refleksi individu tentang peran konkret murid dalam menjaga kebinekaan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Peran Warga Negara dalam Menjaga KebinekaanBelum mampu menyebutkan peran warga negara dalam menjaga kebinekaan atau jawaban tidak relevan.Mampu menyebutkan 1 peran warga negara tetapi belum mampu mendeskripsikan dengan jelas kaitannya dengan kebinekaan sebagai modal sosial.Mampu mendeskripsikan 2-3 peran warga negara dalam menjaga kebinekaan sebagai modal sosial pembangunan nasional dengan penjelasan yang cukup jelas.Mampu mendeskripsikan lebih dari 3 peran warga negara secara rinci dan sistematis, disertai contoh konkret yang menunjukkan pemahaman mendalam tentang kebinekaan sebagai modal sosial pembangunan nasional.
Analisis Nilai-Nilai Pancasila untuk Pembangunan BerkeadilanBelum mampu mengidentifikasi nilai Pancasila yang relevan dengan pengelolaan kebinekaan atau analisis tidak tepat.Mampu menyebutkan 1 nilai Pancasila yang relevan tetapi belum mampu menganalisis keterkaitannya dengan pembangunan nasional yang berkeadilan.Mampu menganalisis 2 nilai Pancasila yang relevan sebagai panduan warga negara dalam berkontribusi pada pembangunan berkeadilan disertai contoh.Mampu menganalisis lebih dari 2 nilai Pancasila secara kritis dan mendalam, menunjukkan keterkaitan antarnilai serta relevansinya dengan konteks pembangunan nasional berkeadilan secara kontekstual dan aplikatif.
Kolaborasi dan Komunikasi dalam Diskusi KelompokTidak berpartisipasi dalam diskusi kelompok atau tidak menunjukkan upaya bekerja sama.Berpartisipasi minimal dalam diskusi, belum mampu menyampaikan pendapat dengan jelas atau belum berkontribusi signifikan pada hasil kelompok.Berpartisipasi aktif dalam diskusi, mampu menyampaikan pendapat dengan jelas, dan berkontribusi pada penyusunan hasil kerja kelompok.Berperan aktif sebagai inisiator atau fasilitator diskusi, mampu menghargai pendapat berbeda, menyampaikan argumentasi yang logis, dan menghasilkan produk kelompok yang berkualitas tinggi.
Refleksi Peran Diri sebagai Warga NegaraTidak mampu menuliskan refleksi atau refleksi tidak berkaitan dengan peran diri dalam menjaga kebinekaan.Mampu menuliskan refleksi singkat tetapi peran yang disebutkan masih bersifat umum dan belum dikaitkan dengan nilai Pancasila.Mampu menuliskan refleksi yang memuat peran konkret sebagai pelajar dalam menjaga kebinekaan dan mengaitkannya dengan nilai Pancasila yang relevan.Mampu menuliskan refleksi mendalam yang memuat peran konkret, realistis, dan terukur sebagai pelajar, dikaitkan dengan nilai Pancasila secara tepat, serta menunjukkan komitmen dan kesadaran kritis terhadap tanggung jawab sebagai warga negara.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah tujuan pembelajaran 10.3.5.1 dan 10.3.5.2 telah tercapai oleh mayoritas murid?
  • Apakah metode diskusi kelompok dengan studi kasus efektif membangun pemahaman murid tentang peran warga negara dan nilai Pancasila?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah menjangkau kebutuhan murid dengan kemampuan berbeda?
  • Bagaimana upaya perbaikan yang perlu dilakukan untuk pertemuan selanjutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang saya pelajari hari ini tentang peran saya sebagai warga negara dalam menjaga kebinekaan?
  • Nilai Pancasila mana yang paling saya rasakan penerapannya dalam diskusi kelompok tadi?
  • Apa satu tindakan nyata yang akan saya lakukan minggu ini untuk menjaga kebinekaan di lingkungan sekolah atau rumah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X, Bab 3: Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional (Kemendikbudristek, 2023).
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (ISBN 978-623-194-607-2).
  3. Video dokumenter singkat tentang kegiatan gotong royong masyarakat multikultural Indonesia (sumber: kanal YouTube resmi Kemendikbudristek atau media edukatif terpercaya).
  4. Infografis peran warga negara dan nilai-nilai Pancasila dalam pembangunan nasional (disiapkan guru).
  5. Lembar studi kasus pengelolaan kebinekaan di masyarakat (disiapkan guru).
  6. UUD NRI Tahun 1945 (Pasal 27-34 tentang hak dan kewajiban warga negara).
  7. Kertas plano, spidol warna, sticky note untuk kegiatan kelompok.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.