Modul AjarPertemuan 4Bab 3Fase ESemester 2

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 10: Gotong Royong sebagai Perwujudan Sistem Ekonomi Pancasila yang Inklusif

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 10 dengan topik "Gotong Royong sebagai Perwujudan Sistem Ekonomi Pancasila yang Inklusif". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 10: Gotong Royong sebagai Perwujudan Sistem Ekonomi Pancasila yang Inklusif

Pendidikan Pancasila - Kelas 10

Bab 3 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Gotong Royong sebagai Perwujudan Sistem Ekonomi Pancasila yang Inklusif

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikGotong Royong sebagai Perwujudan Sistem Ekonomi Pancasila yang Inklusif
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menjelaskan prinsip gotong royong sebagai cerminan sistem ekonomi Pancasila yang inklusif dan berkeadilan.
  2. Murid mampu menganalisis hubungan antara nilai gotong royong dengan konsep kesejahteraan berkeadilan dan kemandirian (berdikari) dalam perekonomian nasional.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana peran ekonomi Pancasila dalam menghadapi perkembangan zaman saat ini?
  2. Menurut kalian, apakah gotong royong dapat diterapkan dalam kegiatan ekonomi oleh masyarakat yang sangat beragam? Berikan alasannya!

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid.
  • Guru memberikan ice breaking singkat untuk membangun suasana belajar yang menggembirakan tanpa tekanan.
  • Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan materi sebelumnya tentang makna Bhinneka Tunggal Ika dan mengaitkannya dengan bidang ekonomi.
  • Guru menyampaikan Tujuan Pembelajaran (TP) yang akan dicapai pada pertemuan ini.
  • Guru memberikan asesmen awal secara lisan melalui pertanyaan pemantik untuk memetakan pemahaman awal murid.

Kegiatan Inti:

Memahami (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru menyajikan gambar Koperasi Sekolah dan fenomena Ekonomi Digital, lalu meminta murid memberikan pendapat awal.
  • Murid membaca artikel tentang perwujudan gotong royong dalam ekonomi Pancasila (Aktivitas Belajar 3.4).
  • Menggunakan model PORPE tahap Predict: Murid memprediksi teks dengan membuat sekurang-kurangnya tiga pertanyaan mengenai ide pokok dari bacaan.
  • Menggunakan model PORPE tahap Organize: Murid menyusun dan mengorganisasikan informasi penting dari bacaan terkait prinsip gotong royong dan sistem ekonomi inklusif.

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Menggunakan model PORPE tahap Rehearse & Practice: Murid dibagi ke dalam kelompok kecil untuk mendiskusikan hubungan nilai gotong royong dengan kesejahteraan berkeadilan dan kemandirian (berdikari).
  • Murid menggunakan teknik Brainwriting untuk menuliskan ide-ide analisis mereka secara bergantian di dalam kelompok, memastikan semua anggota berkontribusi.
  • Setiap kelompok menyusun hasil analisis mereka ke dalam bentuk peta konsep atau artikel singkat mengenai peran gotong royong dalam perekonomian nasional.
  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi, sementara kelompok lain memberikan tanggapan yang konstruktif.

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Menggunakan model PORPE tahap Evaluation: Murid mengevaluasi hasil tulisan/analisis mereka sendiri dan kelompok lain.
  • Murid melakukan refleksi mendalam mengenai bagaimana mereka dapat menerapkan prinsip gotong royong ekonomi (misalnya melalui koperasi sekolah atau kolaborasi digital) dalam kehidupan sehari-hari.
  • Guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap hasil analisis murid.

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan materi tentang gotong royong sebagai perwujudan sistem ekonomi Pancasila.
  • Guru melaksanakan asesmen akhir (sumatif singkat) untuk mengukur ketercapaian TP.
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks bacaan dengan bahasa yang lebih sederhana atau infografis, sedangkan murid yang mahir diberikan artikel analisis ekonomi yang lebih kompleks.
  • Proses: Murid yang kesulitan dapat berdiskusi dengan pendampingan intensif dari guru, sedangkan murid yang cepat tanggap dapat memimpin diskusi kelompok (tutor sebaya).
  • Produk: Hasil analisis dapat disajikan dalam berbagai bentuk sesuai minat, seperti artikel tertulis, peta konsep visual, atau presentasi lisan.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan: 'Apa yang terlintas di pikiran kalian ketika mendengar kata Ekonomi Pancasila?' dan 'Berikan satu contoh kegiatan gotong royong yang menghasilkan nilai ekonomi di sekitar kalian!'

Proses:

  • Guru berkeliling mengamati jalannya diskusi kelompok, memberikan pertanyaan pemantik tambahan jika diskusi terhenti, dan mencatat keterlibatan murid menggunakan lembar observasi.

Akhir:

  • Penugasan tertulis: Murid menuliskan paragraf singkat (3-5 kalimat) yang menjelaskan hubungan antara nilai gotong royong dengan kesejahteraan berkeadilan dalam perekonomian nasional.

Formatif:

  • Observasi keaktifan dan kolaborasi murid selama diskusi kelompok dan proses Brainwriting.
  • Penilaian hasil pertanyaan prediksi (Predict) dan pengorganisasian informasi (Organize).

Sumatif:

  • Penilaian produk akhir (artikel/peta konsep) yang menganalisis hubungan gotong royong dengan kesejahteraan berkeadilan dan kemandirian.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan Prinsip Gotong Royong dalam Ekonomi PancasilaBelum mampu menjelaskan prinsip gotong royong dalam konteks ekonomi Pancasila.Mampu menjelaskan prinsip gotong royong secara umum, namun belum mengaitkannya dengan sistem ekonomi Pancasila yang inklusif.Mampu menjelaskan prinsip gotong royong sebagai cerminan sistem ekonomi Pancasila yang inklusif dan berkeadilan dengan bahasa sendiri.Mampu menjelaskan prinsip gotong royong secara komprehensif, mengaitkannya dengan sistem ekonomi inklusif, dan memberikan contoh nyata yang relevan.
Analisis Hubungan Gotong Royong dan Kesejahteraan BerkeadilanBelum mampu mengidentifikasi hubungan antara gotong royong dan kesejahteraan.Mampu menyebutkan hubungan gotong royong dan kesejahteraan, namun belum menyertakan konsep kemandirian (berdikari).Mampu menganalisis hubungan nilai gotong royong dengan konsep kesejahteraan berkeadilan dan kemandirian dalam perekonomian nasional secara logis.Mampu menganalisis hubungan tersebut secara mendalam, kritis, dan menyertakan bukti atau argumentasi yang sangat kuat berdasarkan fenomena ekonomi saat ini.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah alur pembelajaran PORPE efektif dalam membantu murid memahami konsep ekonomi Pancasila?
  • Apakah prinsip Pembelajaran Mendalam (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan) sudah benar-benar dirasakan oleh murid selama proses belajar?
  • Bagian mana dari materi ini yang paling sulit dipahami oleh murid, dan bagaimana saya akan memperbaikinya di masa depan?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang paling bermakna yang kamu pelajari tentang gotong royong dalam bidang ekonomi hari ini?
  • Bagaimana perasaanmu saat melakukan diskusi dan brainwriting bersama teman kelompok?
  • Tindakan nyata apa yang bisa kamu lakukan sebagai pelajar untuk mendukung ekonomi yang inklusif dan berkeadilan di lingkungan sekolah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas X (Kemdikbudristek)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila Kelas X
  3. Artikel tautan Kemdikbud (https://buku.kemdikbud.go.id/s/PPX_Artikel4)
  4. Gambar Koperasi Sekolah dan fenomena Ekonomi Digital
  5. Lembar kerja murid (LKPD) untuk metode Brainwriting

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.