Modul AjarPertemuan 5Bab 2Fase ESemester 1

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 10: Hierarki atau Tata Urutan Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 10 dengan topik "Hierarki atau Tata Urutan Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 10: Hierarki atau Tata Urutan Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia

Pendidikan Pancasila - Kelas 10

Bab 2 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Hierarki atau Tata Urutan Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikHierarki atau Tata Urutan Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menganalisis hierarki atau tata urutan peraturan perundang-undangan di Indonesia sesuai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011.
  2. Murid mampu menjelaskan pentingnya harmonisasi dan sinkronisasi peraturan perundang-undangan sebagai wujud budaya taat hukum dalam bernegara.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa di sebuah negara perlu ada aturan yang bertingkat-tingkat dari tingkat pusat hingga daerah?
  2. Apa yang akan terjadi jika sebuah Peraturan Daerah (Perda) isinya bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan memeriksa kehadiran murid.
  • Guru menciptakan suasana kelas yang nyaman dan mengajak murid untuk hadir seutuhnya (mindful) sebelum memulai pelajaran.
  • Guru memberikan asesmen awal secara lisan dengan menanyakan contoh peraturan yang murid ketahui dan apakah peraturan tersebut boleh bertentangan dengan aturan negara.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan ini, yaitu menganalisis hierarki peraturan perundang-undangan dan pentingnya harmonisasi hukum.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menyajikan piramida hierarki peraturan perundang-undangan sesuai UU No. 12 Tahun 2011 (diperbarui UU No. 15/2019 & UU No. 13/2022) dan mengenalkan teori Hans Kelsen (stufenbau des recht).
  • Murid mengamati, menyimak, dan mengidentifikasi tata urutan peraturan tersebut secara saksama.
  • Murid diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai istilah-istilah baru seperti harmonisasi dan sinkronisasi hukum.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok berpasangan menggunakan model Think-Pair-Share.
  • Murid diberikan sebuah studi kasus sederhana tentang tumpang tindih peraturan (misalnya Perda yang bertentangan dengan UU).
  • Murid berdiskusi (Pair) untuk menganalisis kasus tersebut berdasarkan hierarki UU No. 12 Tahun 2011 dan merumuskan mengapa harmonisasi/sinkronisasi sangat penting.
  • Murid membagikan (Share) hasil analisis mereka kepada pasangan lain atau di depan kelas dengan suasana yang interaktif.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu diskusi kelas untuk menarik benang merah dari presentasi setiap pasangan.
  • Murid merefleksikan bagaimana pemahaman tentang tata urutan dan harmonisasi peraturan ini dapat membentuk budaya taat hukum dalam kehidupan sehari-hari sebagai warga negara.
  • Murid menuliskan satu komitmen pribadi terkait perilaku taat hukum di buku catatan mereka.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan materi tentang hierarki peraturan perundang-undangan dan pentingnya harmonisasi hukum.
  • Guru memberikan asesmen akhir (sumatif singkat) berupa soal uraian untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran.
  • Guru menyampaikan rencana materi untuk pertemuan berikutnya.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan visual diberikan infografis piramida hierarki hukum, sedangkan murid yang lebih mahir diberikan teks salinan UU No. 12 Tahun 2011.
  • Proses: Guru memberikan bimbingan lebih intensif (scaffolding) kepada pasangan murid yang kesulitan dalam menganalisis studi kasus tumpang tindih peraturan.
  • Produk: Murid dapat menyajikan hasil analisis (Share) dalam bentuk peta konsep tertulis, infografis sederhana, atau presentasi lisan secara langsung.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan di awal kelas: 'Sebutkan satu contoh peraturan yang kalian ketahui di sekolah atau masyarakat! Menurut kalian, apakah peraturan itu boleh bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi di negara kita?'

Proses:

  • Lembar observasi guru untuk memantau kolaborasi, komunikasi, dan kedalaman analisis murid saat mendiskusikan studi kasus tumpang tindih peraturan.

Akhir:

  • Soal Uraian: 1) Urutkan hierarki peraturan perundang-undangan di Indonesia berdasarkan UU No. 12 Tahun 2011! 2) Jelaskan mengapa harmonisasi dan sinkronisasi peraturan perundang-undangan sangat penting untuk mewujudkan budaya taat hukum!

Formatif:

  • Observasi keaktifan dan kemampuan bernalar kritis murid saat diskusi Think-Pair-Share.
  • Tanya jawab lisan selama proses pembelajaran.

Sumatif:

  • Tes tertulis (soal uraian) di akhir pembelajaran terkait analisis hierarki peraturan dan pentingnya harmonisasi.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis Hierarki Peraturan Perundang-undangan (UU No 12/2011)Belum mampu menyebutkan tata urutan peraturan perundang-undangan dengan benar.Mampu menyebutkan sebagian tata urutan peraturan perundang-undangan, namun belum berurutan atau belum lengkap.Mampu mengurutkan hierarki peraturan perundang-undangan sesuai UU No 12 Tahun 2011 dengan tepat.Mampu mengurutkan hierarki dengan tepat dan dapat memberikan contoh konkret untuk masing-masing tingkatan peraturan.
Menjelaskan Pentingnya Harmonisasi dan Sinkronisasi HukumBelum mampu menjelaskan konsep harmonisasi dan sinkronisasi peraturan perundang-undangan.Mampu menjelaskan arti harmonisasi secara singkat, namun belum dapat mengaitkannya dengan budaya taat hukum.Mampu menjelaskan pentingnya harmonisasi dan sinkronisasi peraturan sebagai wujud budaya taat hukum dengan bahasa yang jelas.Mampu menjelaskan pentingnya harmonisasi secara komprehensif, mengaitkannya dengan teori stufenbau des recht, dan memberikan solusi atas kasus tumpang tindih aturan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah metode Think-Pair-Share berhasil membuat semua murid terlibat aktif?
  • Apakah murid sudah benar-benar memahami konsep hierarki hukum dan tidak sekadar menghafal urutannya?
  • Bagian mana dari pembelajaran ini yang perlu diperbaiki untuk pertemuan selanjutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang paling bermakna yang saya pelajari hari ini tentang peraturan di Indonesia?
  • Apakah saya menemukan kesulitan saat menganalisis kasus tumpang tindih peraturan?
  • Bagaimana saya akan menerapkan sikap taat hukum mulai dari lingkungan sekolah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SMA/SMK/MA/MAK Kelas X terbitan Kemdikbudristek 2023
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila Kelas X
  3. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
  4. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 (beserta perubahannya UU No 15/2019 dan UU No 13/2022)
  5. Bahan tayang (PPT/Infografis) Piramida Hierarki Peraturan Perundang-undangan

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.