Modul AjarPertemuan 5Bab 1Fase ESemester 1

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 10: Kedudukan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 10 dengan topik "Kedudukan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 10: Kedudukan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa

Pendidikan Pancasila - Kelas 10

Bab 1 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Kedudukan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikKedudukan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menganalisis kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dalam tata urutan peraturan perundang-undangan di Indonesia serta implikasinya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
  2. Murid dapat menganalisis kedudukan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa (Weltanschauung) yang menjadi pedoman bagi masyarakat Indonesia dalam membangun kehidupan yang bersatu dan berkeadilan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa Pancasila ditempatkan sebagai sumber dari segala sumber hukum negara, dan apa dampaknya jika suatu peraturan bertentangan dengan Pancasila?
  2. Bagaimana Pancasila sebagai pandangan hidup (Weltanschauung) dapat menjadi pedoman nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia yang beragam?
  3. Apa perbedaan mendasar antara Pancasila sebagai dasar negara dan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan mengecek kehadiran murid.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: meminta 3-4 murid menyebutkan apa yang mereka ketahui tentang kedudukan Pancasila dalam sistem hukum Indonesia.
  • Guru menampilkan gambar piramida tata urutan peraturan perundang-undangan (UU No. 12 Tahun 2011) dan mengajukan pertanyaan pemantik: 'Mengapa Pancasila berada di puncak piramida hukum kita?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan garis besar kegiatan hari ini.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menyajikan materi singkat (15 menit) tentang: (a) Pancasila sebagai dasar negara (filosofische grondslag) — pengertian, dasar hukum dalam Pembukaan UUD 1945, dan kedudukannya sebagai norma fundamental negara; (b) Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa (Weltanschauung) — pengertian, fungsi sebagai pedoman sikap dan perilaku bangsa Indonesia.
  • Murid membaca teks dari buku siswa (halaman terkait kedudukan Pancasila) secara mandiri selama 5 menit, sambil menandai kata kunci dan hal yang belum dipahami.
  • Guru menggunakan teknik tanya-jawab terarah untuk memastikan murid memahami perbedaan konsep 'dasar negara' dan 'pandangan hidup bangsa' serta hubungan keduanya.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi dalam kelompok kecil (4-5 orang). Setiap kelompok menerima Lembar Kerja Murid (LKPD) berisi dua studi kasus: (1) contoh peraturan daerah yang dianulir karena bertentangan dengan Pancasila/UUD 1945; (2) contoh perilaku masyarakat yang mencerminkan atau bertentangan dengan Pancasila sebagai pandangan hidup.
  • Kelompok mendiskusikan studi kasus dengan panduan pertanyaan: Mengapa peraturan tersebut dibatalkan? Nilai Pancasila apa yang dilanggar? Bagaimana Pancasila sebagai pandangan hidup seharusnya menjadi pedoman dalam kasus kedua?
  • Setiap kelompok menyusun hasil analisis dalam bentuk peta konsep atau tabel perbandingan yang menunjukkan hubungan antara kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup dengan contoh nyata.
  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi (masing-masing 3 menit), kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memfasilitasi refleksi kelas: murid diminta menuliskan di selembar kertas (exit ticket) satu hal baru yang dipahami dan satu pertanyaan yang masih tersisa tentang kedudukan Pancasila.
  • Guru mengajak murid menyimpulkan bersama: apa implikasi kedudukan Pancasila sebagai dasar negara terhadap hierarki hukum, dan bagaimana pandangan hidup Pancasila membentuk karakter bangsa.
  • Murid menuliskan satu komitmen pribadi tentang bagaimana mereka akan menerapkan nilai Pancasila sebagai pandangan hidup dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan materi dan umpan balik terhadap presentasi kelompok.
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan tantangan lebih diberikan teks tambahan berupa kutipan putusan Mahkamah Konstitusi terkait pengujian undang-undang terhadap Pancasila/UUD 1945. Murid yang membutuhkan dukungan diberikan ringkasan materi dalam bentuk poin-poin dan infografis sederhana.
  • Proses: Murid cepat dapat berperan sebagai fasilitator kelompok dan menyusun pertanyaan tingkat tinggi. Murid yang membutuhkan pendampingan mendapat bimbingan langsung dari guru atau tutor sebaya dalam memahami konsep dasar.
  • Produk: Kelompok dapat memilih bentuk produk: peta konsep, tabel perbandingan, atau paragraf analisis singkat, sesuai gaya belajar dan kemampuan anggota kelompok.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid menjawab secara lisan atau tertulis singkat: 'Sebutkan apa yang kamu ketahui tentang kedudukan Pancasila dalam sistem ketatanegaraan Indonesia!' untuk mengidentifikasi pengetahuan awal dan miskonsepsi.

Proses:

  • Observasi partisipasi dan kualitas argumentasi murid dalam diskusi kelompok menggunakan lembar observasi.
  • Pemantauan hasil kerja LKPD kelompok: ketepatan identifikasi nilai Pancasila yang relevan dengan studi kasus.
  • Tanya-jawab lisan selama presentasi untuk mengukur kedalaman pemahaman murid.

Akhir:

  • Penilaian produk akhir kelompok (peta konsep/tabel perbandingan) menggunakan rubrik penilaian.
  • Exit ticket individu: murid menuliskan perbedaan dan hubungan antara Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup beserta satu contoh implikasinya.

Formatif:

  • Observasi keaktifan dan kualitas argumentasi murid selama diskusi kelompok.
  • Tanya-jawab terarah pada tahap Memahami untuk mengecek pemahaman konsep.
  • Exit ticket berisi satu pemahaman baru dan satu pertanyaan yang masih tersisa.

Sumatif:

  • Penilaian produk kelompok (peta konsep/tabel perbandingan) berdasarkan rubrik.
  • Penilaian presentasi kelompok mencakup ketepatan analisis dan kemampuan komunikasi.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan menganalisis kedudukan Pancasila sebagai dasar negaraBelum dapat menyebutkan pengertian Pancasila sebagai dasar negara dan tidak dapat menghubungkannya dengan tata urutan peraturan perundang-undangan.Dapat menyebutkan pengertian Pancasila sebagai dasar negara tetapi belum dapat menjelaskan implikasinya dalam tata urutan peraturan perundang-undangan.Dapat menjelaskan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan menghubungkannya dengan tata urutan peraturan perundang-undangan dengan contoh yang tepat.Dapat menganalisis secara kritis kedudukan Pancasila sebagai dasar negara, menjelaskan implikasinya dalam hierarki hukum, dan memberikan contoh serta argumentasi yang mendalam.
Kemampuan menganalisis kedudukan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsaBelum dapat menyebutkan pengertian Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan tidak dapat memberikan contoh penerapannya.Dapat menyebutkan pengertian Pancasila sebagai pandangan hidup tetapi belum dapat mengaitkannya dengan kehidupan nyata masyarakat Indonesia.Dapat menjelaskan Pancasila sebagai pandangan hidup dan memberikan contoh penerapannya dalam kehidupan masyarakat yang bersatu dan berkeadilan.Dapat menganalisis secara mendalam bagaimana Pancasila sebagai Weltanschauung menjadi pedoman hidup bangsa, disertai contoh konkret dan refleksi kritis terhadap tantangan penerapannya.
Kemampuan komunikasi dan kolaborasi dalam diskusiTidak berpartisipasi dalam diskusi kelompok dan tidak menyampaikan pendapat.Berpartisipasi pasif dalam diskusi, menyampaikan pendapat hanya jika diminta dengan bahasa yang belum terstruktur.Aktif berdiskusi, menyampaikan pendapat dengan bahasa yang jelas dan terstruktur, serta menghargai pendapat teman.Memimpin atau memfasilitasi diskusi secara efektif, menyampaikan argumentasi yang logis dan sistematis, serta mendorong partisipasi anggota kelompok lain.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid dapat membedakan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa? Dari mana saya mengetahuinya?
  • Apakah studi kasus yang diberikan cukup kontekstual dan memicu diskusi yang mendalam?
  • Strategi apa yang perlu diperbaiki untuk memastikan semua murid, termasuk yang membutuhkan dukungan lebih, mencapai tujuan pembelajaran?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang saya pelajari hari ini tentang kedudukan Pancasila?
  • Bagian mana yang masih membingungkan atau ingin saya pelajari lebih lanjut?
  • Bagaimana saya dapat menerapkan pemahaman tentang Pancasila sebagai pandangan hidup dalam kehidupan sehari-hari saya?
  • Apa kontribusi saya dalam diskusi kelompok hari ini, dan apa yang bisa saya tingkatkan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SMA/SMK/MA/MAK Kelas X (Kemendikbudristek).
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Kemendikbudristek).
  3. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (beserta perubahannya).
  4. Pembukaan dan Batang Tubuh UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
  5. Infografis piramida tata urutan peraturan perundang-undangan di Indonesia.
  6. LKPD (Lembar Kerja Murid) berisi studi kasus terkait kedudukan Pancasila.
  7. Media presentasi (slide/poster) tentang Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.