Modul AjarPertemuan 2Bab 1Fase ESemester 1

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 10: Gagasan Para Pendiri Bangsa tentang Dasar Negara dalam Sidang BPUPK

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 10 dengan topik "Gagasan Para Pendiri Bangsa tentang Dasar Negara dalam Sidang BPUPK". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 10: Gagasan Para Pendiri Bangsa tentang Dasar Negara dalam Sidang BPUPK

Pendidikan Pancasila - Kelas 10

Bab 1 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Gagasan Para Pendiri Bangsa tentang Dasar Negara dalam Sidang BPUPK

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikGagasan Para Pendiri Bangsa tentang Dasar Negara dalam Sidang BPUPK
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menganalisis ide-ide para pendiri bangsa tentang dasar negara yang disampaikan dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK).
  2. Murid dapat membedakan cara pandang para perumus Pancasila (Sukarno, Soepomo, Mohammad Yamin) tentang dasar negara berdasarkan latar belakang pemikiran masing-masing tokoh.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika kamu hidup di tahun 1945 dan diminta menjawab 'Apa dasar negara Indonesia?', apa yang akan kamu usulkan dan mengapa?
  2. Mengapa para pendiri bangsa kita tidak langsung sepakat tentang dasar negara — apa yang membuat mereka berbeda pendapat?
  3. Apa yang membuat gagasan Sukarno, Soepomo, dan Mohammad Yamin berbeda satu sama lain, padahal mereka berjuang untuk tujuan yang sama?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengecek kehadiran murid (2 menit).
  • Guru menampilkan foto enam tokoh pendiri bangsa (Sukarno, H. Agus Salim, Achmad Soebardjo, Soepomo, Mohammad Yamin, Mohammad Hatta) di layar proyektor dan meminta murid menyebutkan nama-nama mereka (2 menit).
  • Asesmen Awal — Guru mengajukan 2 pertanyaan diagnostik lisan: (1) 'Apa yang kalian ketahui tentang sidang BPUPK?', (2) 'Siapa saja tokoh yang mengusulkan dasar negara?' Guru mencatat respons murid di papan tulis sebagai peta pengetahuan awal kelas (5 menit).
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik pertama: 'Jika kamu hidup di tahun 1945 dan diminta menjawab Apa dasar negara Indonesia?, apa yang akan kamu usulkan?' Murid diminta berpikir sejenak selama 1 menit lalu berbagi respons singkat (3 menit).
  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran pertemuan ini: menganalisis ide-ide para pendiri bangsa dan membedakan cara pandang Sukarno, Soepomo, dan Mohammad Yamin. Guru juga menjelaskan alur kegiatan hari ini secara singkat agar murid tahu apa yang akan dilakukan (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagi murid menjadi 6 kelompok (4–5 orang per kelompok). Setiap dua kelompok mendapat satu tokoh: Kelompok 1–2 mengkaji Mohammad Yamin, Kelompok 3–4 mengkaji Soepomo, Kelompok 5–6 mengkaji Sukarno.
  • Setiap kelompok menerima Lembar Kerja Murid (LKPD) yang berisi: (a) ringkasan pidato/gagasan tokoh yang ditugaskan, (b) pertanyaan panduan: 'Apa latar belakang pemikiran tokoh ini?', 'Apa isi pokok gagasannya tentang dasar negara?', 'Nilai atau prinsip apa yang paling ditekankan oleh tokoh ini?' (2 menit pembagian dan orientasi).
  • Murid membaca teks LKPD secara mandiri selama 5 menit, kemudian berdiskusi dalam kelompok untuk menjawab pertanyaan panduan (8 menit). Guru berkeliling memastikan setiap anggota kelompok aktif membaca dan berdiskusi.
  • Setiap kelompok merangkum temuan mereka dalam bentuk tabel sederhana di LKPD: kolom 'Nama Tokoh', 'Latar Belakang Pemikiran', 'Isi Gagasan Dasar Negara', 'Nilai Utama yang Ditekankan' (5 menit).
  • Guru memfasilitasi sesi berbagi singkat: satu perwakilan dari setiap pasangan kelompok menyampaikan hasil rangkuman mereka (3 kelompok × 2 menit = 6 menit). Guru membantu melengkapi dan meluruskan informasi faktual yang kurang tepat.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru memperkenalkan aktivitas 'Sidang Mini BPUPK'. Setiap kelompok diminta menyusun argumen singkat (bukan menghafal, tetapi menalar) mengapa dasar negara versi tokoh mereka layak diterima, dengan bahasa mereka sendiri.
  • Kelompok diberikan waktu 8 menit untuk menyusun 3 poin argumen pendukung gagasan tokoh mereka dan 1 poin kelemahan atau tantangan yang mungkin dihadapi gagasan tersebut. Guru mendorong murid mengaitkan konteks 1945: kondisi bangsa, keberagaman, dan cita-cita kemerdekaan.
  • Setiap kelompok menuliskan argumen pada karton/kertas plano atau papan tulis bagian yang ditentukan, lalu dipresentasikan dalam forum kelas selama 2 menit per kelompok (total 6 menit untuk 3 wakil kelompok berbeda tokoh). Kelompok lain dapat mengajukan satu pertanyaan klarifikasi.
  • Guru memfasilitasi diskusi perbandingan antarkonsep: 'Apa persamaan dan perbedaan mendasar dari ketiga gagasan ini?' Guru menggunakan teknik think-pair-share — murid berpikir 1 menit, berpasangan 2 menit, lalu berbagi ke kelas 3 menit.
  • Guru mencatat poin-poin perbandingan di papan tulis dalam format tabel perbandingan tiga kolom (Yamin – Soepomo – Sukarno) sebagai visualisasi bersama.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajukan pertanyaan reflektif ke seluruh kelas: 'Dari ketiga gagasan tadi, nilai-nilai mana yang akhirnya paling banyak tercermin dalam Pancasila yang kita kenal sekarang? Mengapa menurut kalian demikian?' Murid diberi waktu 2 menit untuk berpikir secara mandiri.
  • Murid menuliskan refleksi pribadi di jurnal/LKPD bagian akhir: 'Gagasan tokoh mana yang paling relevan dengan kehidupan Indonesia hari ini, menurut kamu? Berikan satu alasan konkret.' (5 menit menulis).
  • Guru mempersilakan 3–4 murid sukarela membacakan refleksi mereka. Guru merespons dengan apresiasi substantif — mengaitkan jawaban murid dengan CP: cara pandang para perumus Pancasila tentang dasar negara (3 menit).
  • Guru memberikan penguatan konsep: menjelaskan bahwa perbedaan pandangan dalam sidang BPUPK bukan pertanda perpecahan, melainkan bukti proses demokrasi yang sehat dan menghormati keberagaman. Pancasila yang lahir adalah hasil kompromi dan musyawarah yang menjadi kekuatan pemersatu bangsa (3 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan poin utama pembelajaran: tiga tokoh dengan tiga latar belakang pemikiran berbeda, namun semuanya bertujuan membangun Indonesia yang berdaulat dan bersatu (3 menit).
  • Asesmen Akhir — Guru memberikan kuis lisan cepat (exit ticket verbal): masing-masing murid menyebutkan satu perbedaan cara pandang antara dua tokoh pilihan mereka. Guru mencatat respons sebagai data asesmen sumatif pertemuan ini (5 menit).
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid diminta membaca subbab tentang Dinamika Sidang BPUPK Pertama di buku siswa sebagai persiapan pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup kelas dengan mengajak murid merefleksi satu kata yang menggambarkan perasaan mereka setelah belajar hari ini ('Satu Kata Perasaan'), lalu salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih, LKPD dilengkapi dengan teks pidato yang sudah disederhanakan dan kosakata kunci yang diberi penjelasan singkat. Untuk murid yang sudah lebih siap, LKPD menyediakan kutipan sumber primer (teks pidato asli) dan pertanyaan tambahan tingkat analisis: 'Bagaimana latar belakang pendidikan tokoh memengaruhi gagasannya?'
  • Proses: Selama diskusi kelompok, guru mendampingi kelompok yang membutuhkan bimbingan dengan pertanyaan scaffolding: 'Coba lihat kembali bagian ini — apa kata kunci yang diulang tokoh ini?' Kelompok yang lebih cepat menyelesaikan tugas diberi tantangan tambahan: membuat diagram Venn perbandingan dua tokoh pilihan mereka.
  • Produk: Murid boleh menyajikan hasil analisis dalam bentuk tabel tertulis, peta pikiran (mind map), atau poin-poin presentasi lisan sesuai preferensi belajar masing-masing. Murid yang kesulitan menulis panjang cukup mengisi tabel ringkas; murid yang lebih mahir didorong menulis satu paragraf analisis komparatif.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik di pendahuluan: 'Apa yang kalian ketahui tentang sidang BPUPK?' dan 'Siapa saja tokoh yang mengusulkan dasar negara?' Guru mencatat jawaban di papan tulis untuk memetakan pengetahuan awal kelas dan menyesuaikan kedalaman penjelasan selama pembelajaran.
  • Aktivitas identifikasi foto tokoh: murid menyebutkan nama-nama tokoh pada gambar yang ditampilkan sebagai penanda pengetahuan dasar tentang pendiri bangsa.

Proses:

  • Observasi langsung saat diskusi kelompok tahap Memahami: guru berkeliling dan mencatat murid yang aktif berpendapat, mengajukan pertanyaan, atau masih pasif.
  • Pengecekan LKPD saat kelompok mengisi tabel rangkuman: guru memberi umpan balik lisan singkat kepada tiap kelompok ('Bagian ini sudah tepat, coba lengkapi kolom nilai utamanya').
  • Penilaian argumen selama Sidang Mini BPUPK: guru menggunakan checklist sederhana — apakah argumen murid (a) menyebut isi gagasan tokoh dengan benar, (b) mengaitkan dengan konteks 1945, dan (c) mampu menyebutkan kelemahan gagasan.
  • Think-pair-share pada tahap Mengaplikasi: guru mendengarkan pasangan berdiskusi dan menandai murid yang perlu pendampingan lebih lanjut.

Akhir:

  • Exit ticket verbal: setiap murid menyebutkan satu perbedaan cara pandang antara dua tokoh pilihan mereka. Guru menilai menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang hingga Sangat Berkembang).
  • Jurnal refleksi tertulis yang dikumpulkan di akhir kelas: dinilai berdasarkan kemampuan murid mengaitkan gagasan tokoh dengan relevansinya bagi Indonesia masa kini.

Formatif:

  • Observasi diskusi kelompok: guru mengamati partisipasi, kedalaman argumen, dan kemampuan murid mengidentifikasi gagasan tokoh selama tahap Memahami dan Mengaplikasi.
  • Penilaian LKPD: guru memeriksa kelengkapan dan ketepatan isian tabel rangkuman dan poin argumen kelompok.
  • Think-pair-share: guru menilai kualitas perbandingan yang disampaikan murid selama diskusi kelas.
  • Jurnal refleksi pribadi: guru membaca tulisan refleksi murid untuk menilai kedalaman pemahaman dan kemampuan menghubungkan materi dengan konteks kekinian.

Sumatif:

  • Exit ticket verbal di penutup: murid menyebutkan satu perbedaan cara pandang antara dua tokoh — dinilai menggunakan rubrik 4 level.
  • Apabila diperlukan asesmen tertulis, guru dapat memberikan soal uraian singkat: 'Jelaskan perbedaan dasar pemikiran Sukarno dan Soepomo dalam merumuskan dasar negara. Sertakan minimal satu nilai utama yang ditekankan masing-masing tokoh.'

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis ide-ide pendiri bangsa tentang dasar negara (TP 10.1.2.1)Murid tidak dapat menyebutkan ide dasar negara dari tokoh manapun, atau menyebutkan dengan informasi yang keliru.Murid dapat menyebutkan satu ide dasar negara dari salah satu tokoh, tetapi belum mampu menjelaskan isinya secara tepat.Murid dapat menjelaskan ide dasar negara dari dua atau lebih tokoh dengan tepat dan mampu mengidentifikasi nilai utama yang ditekankan masing-masing.Murid dapat menganalisis ide dasar negara dari ketiga tokoh secara mendalam, menghubungkan gagasan mereka dengan konteks historis 1945, dan menjelaskan relevansinya bagi Pancasila yang ada sekarang.
Membedakan cara pandang perumus Pancasila berdasarkan latar belakang pemikiran (TP 10.1.2.2)Murid tidak dapat menunjukkan perbedaan cara pandang antar tokoh, atau mencampuradukkan gagasan satu tokoh dengan tokoh lain.Murid dapat menyebutkan satu perbedaan antara dua tokoh, tetapi belum mengaitkannya dengan latar belakang pemikiran tokoh tersebut.Murid dapat membedakan cara pandang minimal dua tokoh dan mengaitkan perbedaan tersebut dengan latar belakang pemikiran atau pengaruh intelektual masing-masing.Murid dapat membedakan cara pandang ketiga tokoh secara sistematis, mengaitkan perbedaan dengan latar belakang pemikiran masing-masing, dan menjelaskan bagaimana perbedaan tersebut justru memperkaya proses perumusan Pancasila.
Kualitas partisipasi diskusi dan kolaborasi kelompokMurid tidak aktif dalam diskusi kelompok dan tidak berkontribusi pada hasil kerja bersama.Murid sesekali berpartisipasi dalam diskusi tetapi kontribusinya terbatas atau bergantung sepenuhnya pada anggota kelompok lain.Murid aktif berpartisipasi dalam diskusi, menyampaikan pendapat, dan merespons gagasan anggota kelompok lain dengan konstruktif.Murid memimpin atau mendorong diskusi kelompok, membantu anggota yang kesulitan, dan mampu mensintesis berbagai pendapat menjadi argumen kelompok yang koheren.
Refleksi diri dan kemampuan mengaitkan materi dengan konteks kekinianMurid tidak menuliskan atau tidak mampu menyampaikan refleksi yang relevan dengan materi pembelajaran.Murid menuliskan refleksi singkat tetapi hanya mengulang informasi dari materi tanpa menunjukkan pemaknaan pribadi.Murid menuliskan refleksi yang menunjukkan pemaknaan pribadi dan mampu mengaitkan gagasan tokoh dengan satu contoh konkret dari kehidupan Indonesia saat ini.Murid menuliskan refleksi kritis yang menunjukkan pemahaman mendalam, mengaitkan gagasan tokoh dengan tantangan kehidupan berbangsa masa kini, dan menyampaikan pandangan orisinal yang didukung alasan yang masuk akal.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid memiliki kesempatan yang cukup untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok dan forum kelas?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang digunakan berhasil memancing rasa ingin tahu dan diskusi yang bermakna?
  • Apakah murid yang membutuhkan dukungan lebih mendapatkan scaffolding yang memadai selama kegiatan inti?
  • Seberapa efektif alokasi waktu antara tahap Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi? Bagian mana yang perlu disesuaikan untuk pertemuan berikutnya?
  • Apakah asesmen awal menunjukkan peta pengetahuan yang cukup untuk menyesuaikan kedalaman materi hari ini?

Refleksi Murid:

  • Hal baru apa yang paling menarik bagimu dari gagasan para pendiri bangsa tentang dasar negara hari ini?
  • Dari ketiga tokoh yang kita pelajari, siapa yang paling menginspirasimu dan mengapa?
  • Apakah ada bagian dari materi hari ini yang masih membingungkan atau ingin kamu pelajari lebih dalam?
  • Bagaimana kamu menilai kontribusimu dalam diskusi kelompok hari ini — apa yang sudah baik dan apa yang ingin kamu tingkatkan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas X SMA/MA/SMK/MAK (Kemendikbudristek) — Bab 1 Subbab A: Gagasan-Gagasan Para Pendiri Bangsa tentang Dasar Negara
  2. Panduan Guru Pendidikan Pancasila Kelas X SMA/MA/SMK/MAK (Kemendikbudristek) — Bab 1 beserta Apersepsi dan Asesmen Awal
  3. Gambar/foto tokoh pendiri bangsa: Sukarno, H. Agus Salim, Achmad Soebardjo, Soepomo, Mohammad Yamin, Mohammad Hatta (dapat diakses dari buku siswa atau sumber terpercaya)
  4. LKPD buatan guru: ringkasan gagasan tiga tokoh (Yamin, Soepomo, Sukarno) dalam sidang BPUPK, dilengkapi tabel analisis dan pertanyaan refleksi
  5. Proyektor dan layar untuk menampilkan foto tokoh dan tabel perbandingan
  6. Karton/kertas plano dan spidol untuk presentasi argumen kelompok dalam aktivitas Sidang Mini BPUPK
  7. Video pendek dokumenter sidang BPUPK (opsional, jika tersedia dan waktu memungkinkan — durasi maksimal 3 menit)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.