Modul AjarBab 4Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 1 Bab 4: Aku dan Lingkunganku

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Pancasila kelas 1 untuk Bab 4 "Aku dan Lingkunganku", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 1 Bab 4: Aku dan Lingkunganku

Pendidikan Pancasila - Kelas 1

Bab 4

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Bab 4 — Aku dan Lingkunganku

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBab 4 — Aku dan Lingkunganku
Alokasi Waktu36 JP (36 x 35 menit = 1260 menit)
Jumlah Pertemuan18
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 1.4.1 Menunjukkan karakteristik lingkungan tempat tinggal sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
  2. TP 1.4.2 Menunjukkan karakteristik lingkungan sekolah sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
  3. TP 1.4.3 Menceritakan bekerja sama menjaga lingkungan sekitar dalam keberagaman
  4. TP 1.4.4 Mempraktikkan bekerja sama menjaga lingkungan sekitar dalam keberagaman

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa saja bagian-bagian yang ada di dalam dan di luar rumah tempat tinggalmu?
  2. Mengapa rumah tempat tinggal kita di Indonesia memiliki bagian-bagian seperti atap, pintu, dan halaman?
  3. Apa saja benda alam dan buatan yang ada di luar sekitar rumahmu?
  4. Bagaimana ciri kenampakan alam di lingkungan sekitar rumah yang ada di wilayah Indonesia?
  5. Bagaimana cara kita tahu posisi rumah kita ada di sebelah mana?
  6. Apa arti arah depan, belakang, kanan, dan kiri saat melihat gambar letak rumah?
  7. Siapa yang tinggal di sebelah kanan atau kiri rumah kalian?
  8. Apa tanda atau pembatas antara rumah kalian dan rumah tetangga?
  9. Mengapa kita dan tetangga sekitar merupakan bagian dari warga Indonesia?
  10. Benda apa saja yang ada di dalam ruang kelas kita?
  11. Apa perbedaan ciri dan benda yang ada di ruang kelas dengan ruang guru di sekolah kita?
  12. Tempat apa di sekolah kita yang biasanya kita gunakan untuk berbaris upacara bendera dan bermain saat istirahat?
  13. Di mana tempat di sekolah kita yang memiliki banyak buku cerita dan suasananya tenang?
  14. Fasilitas apa saja yang ada di sekolah kita yang membantu kegiatan belajar anak-anak Indonesia?
  15. Bagaimana tanda atau gambar gambar kecil (simbol) membantu kita mengetahui letak ruangan di sekolah?
  16. Di mana letak ruang kelas, ruang guru, perpustakaan, dan toilet pada gambar denah sekolah kita?
  17. Di manakah posisi tiang bendera Merah Putih di halaman sekolah kita jika dilihat pada denah?
  18. Apa ciri khusus ruang kelas kita di denah sekolah yang membedakannya dengan ruangan lain?
  19. Pekerjaan membersihkan rumah apa yang pernah kamu lakukan bersama anggota keluargamu di rumah?
  20. Siapa saja di rumahmu yang ikut membantu, dan apa yang masing-masing mereka kerjakan saat membersihkan rumah?
  21. Apa kegiatan yang pernah kamu lakukan bersama teman untuk membuat kelas kita tetap rapi?
  22. Siapa saja teman yang membantumu merapikan kelas dan apa yang kalian kerjakan bersama?
  23. Pernahkah kalian ikut kerja bakti membersihkan halaman atau jalan di sekitar sekolah?
  24. Siapa saja teman yang berbeda latar belakang (laki-laki, perempuan, suku, atau agama) yang ikut membantu saat itu?
  25. Apa kegiatan yang kamu lakukan bersama teman-temanmu agar lingkungan sekitar sekolah bersih?
  26. Apa tugas atau peran yang pernah kamu lakukan saat bekerja sama membersihkan lingkungan?
  27. Bagaimana perasaanmu setelah selesai bekerja sama menjaga kebersihan bersama teman atau keluarga yang beragam?
  28. Apa yang terjadi jika sampah di ruang kelas kita dibiarkan berserakan?
  29. Bagaimana cara kita bekerja sama memilah dan membuang sampah agar kelas bersih dan rapi?
  30. Bagaimana perasaanmu jika melihat meja, kursi, dan rak buku di kelas kita berantakan?
  31. Bagaimana cara kita bekerja sama agar meja, kursi, dan rak buku menjadi rapi dengan cepat?
  32. Apa yang terjadi jika halaman sekolah kita penuh dengan daun kering dan sampah berserakan?
  33. Bagaimana perasaanmu ketika bersama teman-teman menyapu dan membersihkan halaman sekolah hingga bersih?
  34. Bagaimana keadaan selasar dan teras depan kelas kita saat ini?
  35. Apa yang bisa kita lakukan bersama-sama agar teras dan selasar kelas menjadi bersih serta rapi?
  36. Apa yang terjadi jika kita membersihkan lingkungan sekitar kelas sendirian dibandingkan bersama-sama?
  37. Bagaimana cara kita membagi tugas agar lingkungan sekitar kelas kita menjadi bersih dan rapi?
  38. Apa saja ruangan dan bagian lingkungan di rumah serta sekolah kita yang merupakan bagian dari NKRI?
  39. Bagaimana caramu bersama teman-teman bekerja sama menjaga kebersihan kelas kita hari ini?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menunjukkan Karakteristik Fisik Rumah dan Bagian-Bagian Tempat Tinggal Bagian NKRI — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.1 Menunjukkan karakteristik lingkungan tempat tinggal sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid dengan ramah (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan gambar rumah sederhana di papan tulis lalu meminta murid secara lisan atau menunjuk langsung: 'Tunjukkan mana yang disebut atap dan mana yang disebut pintu' (acuan jawaban: atap berada di bagian paling atas rumah sebagai penutup, pintu berada di bagian dinding depan sebagai akses keluar-masuk) (6 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati gambar poster/proyektor tentang 'Bagian-Bagian Rumah Tinggal di Indonesia' yang menampilkan 6 bagian utama: (1) Atap, (2) Dinding, (3) Pintu, (4) Jendela, (5) Lantai/Ruangan dalam, dan (6) Halaman luar, lalu menyimak penjelasan guru bahwa rumah di seluruh wilayah NKRI memiliki karakteristik fisik yang melindungi keluarga dan menjadi bagian dari lingkungan tempat tinggal (12 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid memainkan permainan edukatif menggembirakan 'Tebak & Tunjuk Cepat Bagian Rumah': guru menyebutkan fungsi fisik rumah secara acak, lalu murid berlomba mengangkat kartu simbol atau menunjuk gambar bagian rumah yang tepat di meja masing-masing: (1) 'Tempat keluar masuk' -> menunjuk Pintu, (2) 'Penutup rumah dari panas dan hujan di atas' -> menunjuk Atap, (3) 'Tempat masuknya cahaya dan udara segar' -> menunjuk Jendela, (4) 'Area terbuka di depan rumah untuk bermain' -> menunjuk Halaman (15 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Kerja Murid (LKPD) mandiri: memasangkan 4 garis penunjuk dari kata karakteristik fisik ke gambar rumah tinggal yang tepat: (1) Kata 'Atap' ke gambar penutup genteng atas; (2) Kata 'Pintu' ke daun pintu utama; (3) Kata 'Jendela' ke kaca jendela samping; (4) Kata 'Halaman' ke pekarangan depan rumah (18 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil penandaan gambar, menyadari fungsi penting bagian-bagian rumah tinggal sebagai anugerah tempat berteduh di tanah air Indonesia, serta menyampaikan bagian rumah mana yang paling sering mereka gunakan untuk beraktivitas (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar seluruh murid dalam mengenali dan menunjukkan karakteristik fisik rumah bagian NKRI dengan tepat (5 menit).
  • Guru menutup pembelajaran dengan apresiasi positif dan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar bagian rumah berukuran besar dengan warna kontras bagi murid yang membutuhkan dukungan visual lebih jelas.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru secara verbal dalam menunjuk bagian fisik rumah satu per satu; murid yang sudah mahir diberi LKPD lanjutan dengan 6 bagian fisik rumah (termasuk dinding dan lantai/ruang tamu).
  • Produk: Murid menunjukkan karakteristik fisik dengan cara menarik garis label atau langsung menunjuk dan menyebutkan nama bagian fisik rumah pada gambar lembar kerja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan dan peragaan menunjuk gambar: Murid diminta menunjukkan posisi atap dan pintu pada gambar rumah sederhana di papan tulis. (Acuan: atap berada di bagian puncak/penutup atas rumah; pintu berada di dinding bagian depan tempat keluar masuk).

Proses:

  • Unjuk kerja permainan 'Tebak & Tunjuk Cepat Bagian Rumah' dan pemeriksaan hasil kerja LKPD memasangkan 4 karakteristik fisik rumah: (1) Kata 'Atap' -> gambar penutup genteng atas; (2) Kata 'Pintu' -> gambar pintu utama; (3) Kata 'Jendela' -> gambar jendela samping; (4) Kata 'Halaman' -> gambar pekarangan depan. (Acuan: kunci pencocokan 4 butir tepat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Guru menunjukkan gambar utuh sebuah rumah tinggal di Indonesia dan secara acak menunjuk 3 bagian (atap, jendela, halaman), lalu murid serentak atau bergiliran menyebutkan/menunjukkan nama bagian tersebut. (Acuan: butir 1 = atap, butir 2 = jendela, butir 3 = halaman).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal: Menunjuk bagian fisik atap dan pintu pada gambar stimulus.
  • Asesmen formatif proses: Pengamatan unjuk kerja menunjuk karakteristik fisik rumah pada permainan kartu dan pemeriksaan lembar penandaan visual LKPD (4 pasangan bagian rumah).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan karakteristik fisik dan bagian-bagian rumah tinggalBelum mampu menunjukkan karakteristik fisik rumah tinggal (menunjukkan 0-1 dari 4 bagian dengan tepat).Mampu menunjukkan 2 dari 4 karakteristik fisik bagian rumah tinggal dengan tepat secara mandiri.Mampu menunjukkan 3 dari 4 karakteristik fisik bagian rumah tinggal dengan tepat secara mandiri (acuan: atap, pintu, jendela, halaman).Mampu menunjukkan seluruh 4 karakteristik fisik bagian rumah tinggal dengan tepat secara mandiri dan konsisten (acuan: atap, pintu, jendela, halaman).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media gambar rumah dan kartu simbol efektif membantu seluruh murid kelas 1 menunjukkan karakteristik fisik rumah tinggal?
  • Bagian fisik rumah mana yang masih membingungkan murid saat ditunjukkan pada lembar kegiatan?

Murid:

  • Apakah kamu senang bermain tebak dan menunjuk bagian-bagian rumah hari ini?
  • Bagian rumah mana yang paling kamu sukai di rumah tempat tinggalmu?

Pertemuan 2 — Menunjukkan Kenampakan Lingkungan Sekitar Rumah Tempat Tinggal Bagian NKRI — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.1 Menunjukkan karakteristik lingkungan tempat tinggal sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar murid (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: Guru menunjukkan 2 gambar kenampakan lingkungan, yaitu Gambar A (sungai dan pohon kelapa di dekat rumah) dan Gambar B (jalan raya dan deretan toko), lalu meminta murid menunjuk gambar yang memuat kenampakan alam air mengalir (acuan: Gambar A) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid mengamati gambar ilustrasi lingkungan tempat tinggal Sila di tepi pantai dan lingkungan tempat tinggal Sakti di dekat bukit pada Buku Siswa halaman 121-122 (7 menit).
  • Guru membimbing murid mengenali ciri kenampakan alam (pantai, bukit, sungai, pepohonan) dan kenampakan buatan (jalan, jembatan, rumah warga) di sekitar tempat tinggal sebagai ragam kekayaan lingkungan wilayah NKRI (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru mengadakan permainan visual interaktif 'Tunjuk Cepat Kenampakan Sekitarku': Guru memasang 4 kartu gambar kenampakan lingkungan sekitar rumah di papan tulis: Kartu 1 (pohon kelapa dan bibir pantai), Kartu 2 (jembatan beton penyeberangan), Kartu 3 (aliran sungai berbatu), dan Kartu 4 (jalan aspal kampung); murid secara bergiliran maju berpasangan untuk menunjuk kartu yang diminta guru sesuai ciri kenampakan alam atau buatan (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja mencocokkan 4 gambar kenampakan sekitar tempat tinggal dengan label cirinya: (1) Gambar aliran air dangkal -> label 'Sungai'; (2) Gambar bentangan air asin dan pasir -> label 'Pantai'; (3) Gambar lintasan mobil beraspal -> label 'Jalan'; (4) Gambar tanah menjulang tinggi berumput -> label 'Bukit' (acuan pasangan: 1-Sungai, 2-Pantai, 3-Jalan, 4-Bukit) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru meninjau kembali hasil lembar kerja dan mengidentifikasi kenampakan alam serta buatan mana saja yang paling sering mereka jumpai di sekitar tempat tinggal mereka sendiri sebagai bagian bumi Indonesia (5 menit).
  • Murid menunjukkan satu kartu emotikon (tersenyum atau berpikir) untuk menandai kemudahan dalam mengenali kenampakan lingkungan sekitar tempat tinggal (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung atas hasil lembar kerja pencocokan kenampakan lingkungan sekitar rumah tempat tinggal (3 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa lingkungan sekitar tempat tinggal di wilayah NKRI memiliki kenampakan yang beragam, lalu menutup pembelajaran dengan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar kenampakan lingkungan berukuran besar dengan kontras warna jelas bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang belum lancar membaca label kata saat mencocokkan gambar kenampakan lingkungan sekitar tempat tinggal; memberikan kartu tantangan tambahan dengan 2 kenampakan lain (sawah dan gang perumahan) untuk murid yang selesai lebih cepat.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan kenampakan lingkungan sekitar rumah secara langsung dengan menempel stiker atau menarik garis tanda.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik visual: Murid diminta menunjuk salah satu dari 2 gambar yang ditampilkan guru, yaitu Gambar A (rumah di dekat sungai dan pohon kelapa) dan Gambar B (rumah di tepi jalan raya dan deretan toko), untuk menemukan kenampakan alam berupa air mengalir (acuan jawaban benar: Gambar A).

Proses:

  • Penilaian performa saat permainan 'Tunjuk Cepat Kenampakan Sekitarku' dengan 4 kartu: Kartu 1 (pantai), Kartu 2 (jembatan), Kartu 3 (sungai), Kartu 4 (jalan); guru mengamati ketepatan murid menunjuk kartu sesuai ciri alam atau buatan.
  • Pemeriksaan lembar kerja mencocokkan 4 kenampakan lingkungan sekitar tempat tinggal (acuan kunci: 1-Sungai, 2-Pantai, 3-Jalan, 4-Bukit; target tuntas: minimal 3 dari 4 pasangan tepat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi: Guru memperlihatkan satu gambar lingkungan desa di Indonesia yang memuat bukit dan jalan setapak, lalu meminta murid secara serentak menunjuk bagian kenampakan alam bukit (acuan: murid menunjuk bagian tanah menjulang berumput).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja menunjuk kartu kenampakan lingkungan sekitar tempat tinggal pada permainan visual.
  • Pemeriksaan lembar kerja pencocokan 4 gambar kenampakan lingkungan sekitar rumah tempat tinggal.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan kenampakan lingkungan sekitar rumah tempat tinggal bagian NKRIBelum mampu menunjukkan kenampakan lingkungan sekitar rumah tempat tinggal (0-1 pasangan tepat dari 4 butir acuan: Sungai, Pantai, Jalan, Bukit) meskipun telah dibimbing.Mampu menunjukkan kenampakan lingkungan sekitar rumah tempat tinggal secara tepat pada 2 dari 4 butir acuan (Sungai, Pantai, Jalan, Bukit) dengan bantuan bimbingan guru.Mampu menunjukkan kenampakan lingkungan sekitar rumah tempat tinggal secara tepat pada minimal 3 dari 4 butir acuan (Sungai, Pantai, Jalan, Bukit) secara mandiri.Mampu menunjukkan kenampakan lingkungan sekitar rumah tempat tinggal secara tepat pada seluruh 4 butir acuan (Sungai, Pantai, Jalan, Bukit) secara mandiri dan konsisten tanpa keraguan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media gambar kenampakan lingkungan sekitar rumah cukup jelas dan kontekstual bagi murid kelas 1?
  • Bagaimana keterlibatan murid saat permainan menunjuk kenampakan lingkungan sekitar rumah?

Murid:

  • Bagian mana dari kenampakan di luar rumah yang paling kamu sukai?
  • Apakah kamu dapat menemukan kenampakan alam seperti sungai atau pantai di dekat rumahmu?

Pertemuan 3 — Menunjukkan Denah Sederhana Letak Rumah Tempat Tinggal Bagian NKRI — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.1 Menunjukkan karakteristik lingkungan tempat tinggal sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menunjukkan posisi tubuh: mengangkat tangan kanan, tangan kiri, menunjuk arah depan, dan menunjuk arah belakang (acuan: tepat menggerakkan anggota tubuh sesuai 4 arah mata angin/relatif tersebut) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar menunjukkan letak rumah tempat tinggal pada gambar denah sederhana menggunakan penanda arah (depan, belakang, kanan, kiri) sebagai bagian dari wilayah Indonesia (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Guru memperlihatkan gambar denah sederhana lingkungan tempat tinggal di papan tulis yang memuat: Rumah Sakti di tengah, Toko Buah di depan, Lapangan di belakang, Masjid di sebelah kanan, dan Rumah Bayu di sebelah kiri (7 menit).
  • Murid menyimak penjelasan guru tentang konsep posisi relatif pada denah: penanda posisi depan, belakang, kanan, dan kiri suatu tempat tinggal (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid diajak bermain kuis gerak cepat 'Tunjuk Arah Denah' di mana guru menyebut nama bangunan (misal: Masjid) dan murid bersama-sama menunjuk arah posisi pada denah besar di depan kelas (misal: arah kanan) secara menggembirakan (10 menit).
  • Guru membagikan LKPD Denah Sederhana Tempat Tinggal yang memuat denah dengan Rumah Dita di tengah dan 4 bangunan di sekitarnya: (1) Pos Ronda di depan, (2) Taman Bermain di belakang, (3) Puskesmas di sebelah kanan, (4) Sekolah di sebelah kiri (5 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan 4 butir penandaan posisi pada LKPD dengan mencentang/menjodohkan posisi bangunan terhadap Rumah Dita (acuan kunci: Pos Ronda = depan, Taman Bermain = belakang, Puskesmas = kanan, Sekolah = kiri) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil penandaan denah dan memeriksa letak masing-masing bangunan dengan berkesadaran bahwa denah membantu kita mengenal letak tempat tinggal kita di Indonesia (5 menit).
  • Murid mengungkapkan bagian denah mana yang paling mudah atau menantang untuk ditentukan posisinya (depan/belakang/kanan/kiri) (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan bahwa mengetahui arah letak tempat tinggal pada denah adalah cara kita mengenali lingkungan tempat tinggal kita sebagai bagian wilayah NKRI (5 menit).
  • Guru menutup pelajaran dengan doa penutup dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan denah dengan gambar benda berwarna jelas dan label teks arah (depan, belakang, kanan, kiri) bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu membedakan kanan dan kiri, guru menandai meja murid dengan stiker penanda kanan (hijau) dan kiri (merah); bagi murid yang cepat selesai, diberikan denah tambahan dengan 4 objek lingkungan rumah lainnya (Warung di depan, Sungai di belakang, Kebun di kanan, Rumah Nenek di kiri).
  • Produk: Murid dapat menunjukkan posisi dengan menarik garis jodoh gambar atau melingkari simbol panah arah yang tepat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan gerak fisik arah: Guru meminta murid berdiri dan menunjukkan arah depan, belakang, kanan, dan kiri menggunakan tangan dan tubuh (acuan: tepat mengarahkan tangan/tubuh ke 4 arah: depan, belakang, kanan, dan kiri tanpa tertukar).

Proses:

  • Lembar observasi penandaan letak bangunan pada LKPD Denah Sederhana Tempat Tinggal yang memuat 4 butir: (1) Posisi Pos Ronda terhadap Rumah Dita (acuan: depan), (2) Posisi Taman Bermain terhadap Rumah Dita (acuan: belakang), (3) Posisi Puskesmas terhadap Rumah Dita (acuan: kanan), (4) Posisi Sekolah terhadap Rumah Dita (acuan: kiri).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman cepat lisan/tunjuk di akhir sesi: Guru menunjuk satu denah mini di papan tulis (Pohon di kanan rumah, Pagar di depan rumah) dan murid serempak menunjuk arah letak objek tersebut (acuan: Pohon di arah kanan; Pagar di arah depan).

Formatif:

  • Performa pengamatan saat permainan 'Tunjuk Arah Denah'
  • Penugasan tertulis penandaan denah sederhana tempat tinggal pada LKPD

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan posisi letak lingkungan tempat tinggal pada denah sederhanaBelum mampu menunjukkan posisi objek pada denah sederhana tempat tinggal (0-1 dari 4 acuan benar: Pos Ronda di depan, Taman di belakang, Puskesmas di kanan, Sekolah di kiri).Mampu menunjukkan sebagian posisi objek pada denah sederhana tempat tinggal dengan bantuan guru (2 dari 4 acuan benar: Pos Ronda di depan, Taman di belakang, Puskesmas di kanan, Sekolah di kiri).Mampu menunjukkan posisi objek pada denah sederhana tempat tinggal secara tepat (3 dari 4 acuan benar: Pos Ronda di depan, Taman di belakang, Puskesmas di kanan, Sekolah di kiri).Mampu menunjukkan seluruh posisi objek pada denah sederhana tempat tinggal secara tepat dan mandiri (4 dari 4 acuan benar: Pos Ronda di depan, Taman di belakang, Puskesmas di kanan, Sekolah di kiri).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan media gambar denah mempermudah murid kelas 1 memahami posisi depan, belakang, kanan, dan kiri?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama permainan tunjuk arah denah berlangsung?

Murid:

  • Apakah kamu senang belajar menunjukkan letak rumah lewat gambar denah hari ini?
  • Bagian mana dari letak denah (depan, belakang, kanan, kiri) yang paling kamu ingat?

Pertemuan 4 — Menunjukkan Gambar Batas dan Tetangga Sekitar Tempat Tinggal Bagian NKRI — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.1 Menunjukkan karakteristik lingkungan tempat tinggal sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa singkat, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menunjukkan gambar batas rumah dan tetangga di sekitar tempat tinggal sebagai bagian dari NKRI (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan memperlihatkan gambar ilustrasi sebuah rumah tunggal dengan pagar tanaman, lalu menanyakan: 'Apakah pagar ini batas rumah atau jalan raya?' (acuan jawaban murid: batas rumah/pekarangan) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan gambar ilustrasi lingkungan perumahan warga Indonesia yang memuat 4 unsur batas dan lingkungan tetangga: (1) Pagar kayu pembatas samping, (2) Rumah tetangga sebelah kanan bernomor 02, (3) Jalan warga di depan rumah, dan (4) Pohon mangga pembatas halaman belakang (acuan: 4 unsur fisik lingkungan sekitar) (10 menit).
  • Guru membimbing murid mengamati dan mengidentifikasi bahwa rumah-rumah yang berdampingan dihuni oleh tetangga sekitar yang rukun sebagai warga lingkungan NKRI (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru membagikan LKPD Menunjukkan Batas dan Tetangga yang memuat gambar lingkungan rumah 'Sila' dengan 4 kotak penanda bernomor 1 sampai 4 (5 menit).
  • Murid memainkan tantangan tebak cepat bergembira 'Tunjuk Tepat': Murid memasang kartu simbol stiker pada 4 posisi di gambar LKPD sesuai petunjuk guru: (1) Stiker Batas Kiri ditempel pada pagar bambu, (2) Stiker Tetangga Kanan ditempel pada rumah Bapak Joko, (3) Stiker Batas Depan ditempel pada parit/selokan kecil pinggir jalan, (4) Stiker Tetangga Seberang ditempel pada rumah Ibu Aminah (acuan: tepat menempelkan 4 simbol pada 4 posisi batas dan tetangga tersebut) (18 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama bimbingan guru memeriksa kembali hasil penandaan gambar batas dan tetangga untuk memastikan semua tanda sudah tepat pada tempatnya (7 menit).
  • Murid menyimpulkan bahwa mengenal batas rumah dan hidup berdampingan secara damai dengan tetangga sekitar adalah ciri kehidupan warga negara Indonesia yang rukun (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman cepat: murid menunjukkan 1 gambar batas fisik dan 1 gambar rumah tetangga pada kartu rangkuman (acuan: gambar A pagar = batas; gambar B rumah bernomor = tetangga) (7 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi murid, menyampaikan topik pertemuan berikutnya (mengenal ruang kelas dan sekolah), dan menutup kelas dengan doa bersama (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan gambar berukuran besar dengan garis putus-putus warna mencolok pada area batas; murid yang lebih cepat diberikan gambar lingkungan yang memuat batas alami (sungai kecil/pepohonan).
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru secara langsung saat menempel stiker penanda; murid yang mandiri langsung menandai seluruh 4 area secara mandiri.
  • Produk: Semua murid menunjukkan 4 batas dan posisi tetangga pada lembar gambar yang sama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik menunjukkan batas: Guru menunjukkan gambar rumah berpagar dan bertanya fungsi pagar tersebut (acuan: murid menunjukkan/menjawab bahwa pagar adalah pembatas rumah/pekarangan).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid menempelkan kartu simbol pada 4 posisi LKPD: (1) pagar bambu (batas samping), (2) rumah Bapak Joko (tetangga kanan), (3) parit/selokan (batas depan), dan (4) rumah Ibu Aminah (tetangga seberang) (acuan: ketepatan posisi stiker 1 s.d. 4).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman visual: Menunjuk 2 kartu visual: Kartu 1 gambar pagar pekarangan sebagai batas, Kartu 2 gambar rumah berdampingan sebagai tetangga (acuan jawaban: Kartu 1 = batas pekarangan; Kartu 2 = tetangga sekitar tempat tinggal).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja menunjukkan gambar batas pekarangan dan rumah tetangga pada LKPD bergambar

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan Gambar Batas dan Tetangga Sekitar Tempat TinggalBelum dapat menunjukkan gambar batas maupun tetangga sekitar tempat tinggal pada LKPD (0-1 posisi tepat dari 4 acuan: pagar bambu, rumah Pak Joko, parit depan, rumah Bu Aminah).Dapat menunjukkan sebagian gambar batas dan tetangga sekitar tempat tinggal dengan bantuan penuh guru (2 posisi tepat dari 4 acuan: pagar bambu, rumah Pak Joko, parit depan, rumah Bu Aminah).Dapat menunjukkan gambar batas dan tetangga sekitar tempat tinggal dengan tepat dan sedikit arahan (3 posisi tepat dari 4 acuan: pagar bambu, rumah Pak Joko, parit depan, rumah Bu Aminah).Dapat menunjukkan seluruh gambar batas dan tetangga sekitar tempat tinggal dengan tepat secara mandiri (4 posisi tepat dari 4 acuan: pagar bambu, rumah Pak Joko, parit depan, rumah Bu Aminah).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media gambar lingkungan tempat tinggal dan stiker penanda batas memudahkan murid kelas 1 memahami posisi batas dan tetangga?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas permainan 'Tunjuk Tepat' selama kegiatan inti?

Murid:

  • Bagian mana dari gambar batas rumah yang paling mudah kamu tunjukkan?
  • Apakah kamu merasa senang bisa mengenal siapa saja tetangga di samping rumahmu?

Pertemuan 5 — Menunjukkan Karakteristik Ruang Kelas dan Ruang Guru Lingkungan Sekolah Bagian NKRI — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.2 Menunjukkan karakteristik lingkungan sekolah sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan 2 kartu gambar: Gambar A (papan tulis dan deretan meja belajar murid) serta Gambar B (meja kerja guru bertumpuk buku nilai dan lemari arsip guru), lalu meminta murid menunjuk mana yang merupakan ciri ruang kelas dan mana ruang guru (acuan: Gambar A = ruang kelas; Gambar B = ruang guru) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menunjukkan karakteristik ruang kelas dan ruang guru sebagai bagian dari lingkungan sekolah di wilayah NKRI (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru memandu murid mengamati langsung benda-benda fisik di dalam ruang kelas (papan tulis, meja-kursi murid, lambang Garuda Pancasila, foto Presiden/Wakil Presiden) serta foto ruang guru (meja kerja guru, lemari administrasi/rapor guru) yang merupakan bagian dari sekolah di Indonesia (12 menit).
  • Guru memfasilitasi tanya jawab terbimbing tentang karakteristik khas masing-masing ruangan dengan menanyakan fungsi dan perlengkapan utamanya (acuan karakteristik: ruang kelas berciri utama meja belajar murid dan papan tulis untuk belajar; ruang guru berciri utama meja kerja guru dan tempat rapat/arsip nilai guru) (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru membagikan Lembar Aktivitas Menjodohkan Karakteristik yang memuat 4 gambar benda/situasi: (1) Meja dan kursi belajar murid berderet, (2) Meja kerja bapak/ibu guru berisi buku nilai, (3) Papan tulis tempat murid mencatat pelajaran, (4) Lemari arsip berkas guru (2 menit).
  • Melalui permainan interaktif 'Cepat Tepat Memilih Ruang', murid secara mandiri menempelkan label tanda centang warna biru untuk karakteristik ruang kelas dan label centang warna kuning untuk karakteristik ruang guru pada lembar kerja masing-masing (acuan: butir 1 = ruang kelas; butir 2 = ruang guru; butir 3 = ruang kelas; butir 4 = ruang guru) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru bersama murid memeriksa hasil penandaan gambar benda karakteristik ruang kelas dan ruang guru secara bersama-sama untuk memastikan pemahaman ciri lingkungan sekolah (acuan tepat: butir 1 dan 3 adalah ruang kelas; butir 2 dan 4 adalah ruang guru) (10 menit).
  • Murid menyadari bahwa ruang kelas dan ruang guru adalah ruang-ruang penting di sekolah tempat mereka belajar sebagai anak Indonesia di wilayah NKRI (8 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar hari ini mengenai ciri fisik ruang kelas dan ruang guru di lingkungan sekolah (3 menit).
  • Guru memandu murid melakukan refleksi singkat perasaan belajar dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar berukuran besar dengan benda yang sangat mencolok (papan tulis besar vs meja kerja kantor guru); murid yang sudah cepat diberikan lembar dengan gambar sudut ruangan yang lebih detail.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dengan menunjuk langsung benda nyata di sekitar kelas, sedangkan murid yang mandiri langsung menandai lembar kerja.
  • Produk: Murid menunjukkan karakteristik ruang dengan menempelkan simbol warna atau melingkari gambar ruangan yang tepat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik visual: Murid diminta menunjuk gambar ruang kelas dan gambar ruang guru dari 2 kartu gambar yang ditunjukkan guru (acuan: Gambar A dengan deretan bangku belajar murid adalah ruang kelas; Gambar B dengan meja guru dan tumpukan buku nilai adalah ruang guru).

Proses:

  • Pengamatan ketepatan murid dalam menandai 4 karakteristik ruang pada lembar kerja: (1) Meja-kursi belajar murid berderet (ruang kelas), (2) Meja kerja guru berisi tumpukan berkas nilai (ruang guru), (3) Papan tulis untuk kegiatan belajar kelas (ruang kelas), (4) Lemari arsip dokumen guru (ruang guru) (acuan ketepatan: minimal 3 dari 4 butir tepat dikelompokkan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan dan visual: Guru menunjukkan 2 kartu benda fisik penutup, yaitu papan tulis kelas dan lemari arsip guru, lalu murid serempak menunjuk kartu nama ruangan yang sesuai (acuan: papan tulis kelas = ruang kelas; lemari arsip guru = ruang guru).

Formatif:

  • Unjuk kerja dan penugasan lembar aktivitas mencocokkan 4 gambar karakteristik ruang kelas dan ruang guru.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan menunjukkan karakteristik ruang kelas dan ruang guruBelum mampu menunjukkan karakteristik ruang kelas maupun ruang guru dengan tepat dari 4 benda/situasi yang diberikan (0-1 tepat).Menunjukkan sebagian kecil karakteristik ruang kelas dan ruang guru dengan tepat dengan bimbingan penuh guru (2 dari 4 tepat: butir 1, 2, 3, 4).Menunjukkan sebagian besar karakteristik ruang kelas dan ruang guru dengan tepat secara mandiri (minimal 3 dari 4 tepat: butir 1, 2, 3, 4).Menunjukkan seluruh karakteristik ruang kelas dan ruang guru dengan tepat secara mandiri dan konsisten (4 dari 4 tepat: [1] meja belajar murid = ruang kelas, [2] meja kerja guru = ruang guru, [3] papan tulis = ruang kelas, [4] lemari arsip = ruang guru).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media gambar dan pengamatan langsung ruangan membantu murid kelas 1 mengenali ciri ruang kelas dan ruang guru?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama permainan cepat tepat menandai karakteristik ruangan?

Murid:

  • Apakah kamu dapat membedakan benda yang ada di ruang kelas dan ruang guru?
  • Bagian kegiatan mana yang paling menyenangkan bagimu hari ini?

Pertemuan 6 — Menunjukkan Karakteristik Halaman, Perpustakaan, dan Fasilitas Lingkungan Sekolah Bagian NKRI — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.2 Menunjukkan karakteristik lingkungan sekolah sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran murid secara tertib (3 menit).
  • Guru mengaitkan pembelajaran sebelumnya tentang ruang kelas dan menyampaikan tujuan belajar hari ini, yaitu menunjukkan ciri fisik dan fungsi dari halaman, perpustakaan, serta fasilitas sekolah lainnya sebagai bagian dari sekolah di wilayah NKRI (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan memperlihatkan 3 kartu gambar fasilitas sekolah: (1) Halaman sekolah dengan tiang bendera Merah Putih, (2) Ruang perpustakaan penuh rak buku, dan (3) Toilet/toilet murid dengan keran air. Guru meminta 3 murid secara bergantian menunjuk gambar mana yang merupakan perpustakaan (acuan: gambar nomor 2), halaman (acuan: gambar nomor 1), dan fasilitas sanitasi (acuan: gambar nomor 3) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu pengamatan terbimbing menggunakan media gambar besar dan mengajak murid memperhatikan 3 fasilitas utama lingkungan sekolah di Indonesia: (1) Halaman upacara dan olahraga (ciri: area lapang luas, ada tiang bendera Merah Putih), (2) Ruang perpustakaan (ciri: rak-rak buku, meja baca tenang), (3) Fasilitas pendukung seperti kantin dan toilet (ciri: tempat cuci tangan/makanan bersih) (10 menit).
  • Guru memfasilitasi tanya jawab interaktif untuk mengonfirmasi pemahaman murid tentang ciri fisik masing-masing fasilitas sekolah tersebut tanpa mengharuskan definisi verbal yang rumit (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru menggelar permainan tantangan 'Tebak dan Tunjuk Cepat Fasilitas Sekolah': Guru menyebutkan satu ciri fasilitas sekolah lalu murid secara berpasangan beradu cepat menunjuk kartu gambar fasilitas sekolah yang tepat pada meja belajarnya. Soal kuis: (1) 'Tempat luas dengan tiang bendera Merah Putih berkibar di sekolah kita' (acuan tunjuk: kartu gambar halaman sekolah); (2) 'Ruangan yang berisi deretan buku cerita dan tempat membaca yang tenang' (acuan tunjuk: kartu gambar perpustakaan); (3) 'Tempat membeli bekal sehat dan makan bersama saat jam istirahat' (acuan tunjuk: kartu gambar kantin sekolah); (4) 'Tempat mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir' (acuan tunjuk: kartu gambar wastafel/toilet sekolah) (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja visual 'Menunjukkan Fasilitas Sekolahku di Indonesia' dengan menjodohkan garis hubung antara 4 gambar fasilitas sekolah dengan ciri/benda penandanya yang tepat: Gambar 1: Halaman Sekolah dipasangkan dengan Benda A: Tiang Bendera Merah Putih; Gambar 2: Perpustakaan dipasangkan dengan Benda B: Rak Buku Bacaan; Gambar 3: Kantin Sekolah dipasangkan dengan Benda C: Meja Penjual Makanan Sehat; Gambar 4: Toilet/Fasilitas Cuci dipasangkan dengan Benda D: Keran Air dan Sabun (acuan: pasangan tepat adalah 1-A, 2-B, 3-C, 4-D) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru bersama murid memeriksa hasil lembar kerja penandaan visual, memberikan umpan balik langsung, dan murid mengangkat kartu jempol hijau jika seluruh 4 pasangan dijodohkan dengan tepat (5 menit).
  • Murid mengungkapkan perasaan mereka setelah berhasil mengenali dan menunjukkan halaman, perpustakaan, dan fasilitas sekolah yang menjadi tempat belajar bersama anak-anak di Indonesia (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali ciri-ciri fisik halaman, perpustakaan, dan fasilitas sekolah sebagai bagian penting dari sekolah di wilayah NKRI (3 menit).
  • Guru menyampaikan apresiasi atas ketelitian murid, menginformasikan materi pertemuan berikutnya mengenai denah sederhana sekolah, dan menutup pelajaran dengan doa serta salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan gambar fasilitas dengan ukuran lebih besar dan warna kontras untuk murid yang memerlukan kejelasan visual.
  • Proses: Memberikan bimbingan langsung (scaffolding) dengan menunjuk langsung benda ciri khas bagi murid yang ragu, serta memberikan tantangan mandiri tanpa bantuan bagi murid yang sudah cepat mengenali ciri.
  • Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan cukup menempelkan kartu stiker ikon pada 2 fasilitas utama (halaman dan perpustakaan), sedangkan murid yang lebih cepat menyelesaikan 4 penandaan fasilitas lengkap.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik visual di awal pelajaran: Murid diminta menunjuk gambar halaman, perpustakaan, dan fasilitas sanitasi dari 3 kartu yang ditunjukkan guru (acuan: gambar 1 adalah halaman bertiang bendera, gambar 2 adalah perpustakaan bertumpuk buku, gambar 3 adalah toilet/fasilitas air).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid saat permainan menunjuk kartu fasilitas berdasarkan 4 soal ciri fisik (acuan: soal 1 kartu halaman, soal 2 kartu perpustakaan, soal 3 kartu kantin, soal 4 kartu wastafel/toilet).

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan ketepatan pengerjaan lembar kerja menjodohkan 4 gambar fasilitas sekolah dengan benda cirinya (kunci jawaban: 1-A [Halaman - Tiang Bendera], 2-B [Perpustakaan - Rak Buku], 3-C [Kantin - Meja Makanan], 4-D [Toilet/Fasilitas Cuci - Keran Air]).

Formatif:

  • Unjuk kerja permainan interaktif menunjuk kartu fasilitas sekolah sesuai ciri yang disebutkan.
  • Tes visual lembar kerja menjodohkan 4 gambar fasilitas sekolah dengan benda penandanya (halaman -> tiang bendera, perpustakaan -> rak buku, kantin -> makanan sehat, fasilitas sanitasi -> keran air).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan menunjukkan karakteristik halaman, perpustakaan, dan fasilitas lingkungan sekolahBelum dapat menunjukkan gambar fasilitas sekolah (menjodohkan 0 atau 1 dari 4 gambar fasilitas secara tepat sesuai acuan)Mulai dapat menunjukkan gambar fasilitas sekolah dengan bantuan guru (menjodohkan 2 dari 4 gambar fasilitas secara tepat sesuai acuan)Mampu menunjukkan karakteristik halaman, perpustakaan, dan fasilitas sekolah secara tepat dan mandiri (menjodohkan 3 dari 4 gambar fasilitas secara tepat sesuai acuan)Sangat terampil dan konsisten menunjukkan seluruh karakteristik halaman, perpustakaan, dan fasilitas sekolah secara mandiri (menjodohkan seluruh 4 gambar fasilitas secara tepat sesuai acuan)

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media visual halaman, perpustakaan, dan fasilitas sekolah membantu murid mengenali karakteristik fisik sekolah dengan jelas?
  • Bagian mana dari aktivitas yang paling disukai murid dan apakah seluruh murid berhasil menunjukkan fasilitas sekolah dengan tepat?

Murid:

  • Apakah kamu dapat menunjukkan gambar halaman sekolah dan perpustakaan dengan benar?
  • Fasilitas sekolah apa yang paling kamu sukai saat belajar di sekolah?

Pertemuan 7 — Menunjukkan Simbol Ruangan pada Denah Sederhana Lingkungan Sekolah Bagian NKRI — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.2 Menunjukkan karakteristik lingkungan sekolah sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, mengajak murid berdoa singkat, memeriksa kehadiran, dan menyanyikan lagu nasional Garuda Pancasila (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini murid akan belajar menunjukkan simbol-simbol ruangan pada denah sederhana lingkungan sekolah yang berada di wilayah NKRI (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik visual dengan menunjukkan 2 gambar simbol di papan: (1) simbol buku terbuka dan (2) simbol meja-kursi guru, lalu meminta murid secara lisan/menunjuk untuk menebak ruangan yang dimaksud [acuan kunci: gambar buku = perpustakaan; gambar meja guru = ruang guru] (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru menampilkan gambar denah sederhana sekolah di papan tulis yang memuat 4 simbol ruangan resmi: (A) Simbol Papan Tulis & Meja Siswa = Ruang Kelas, (B) Simbol Meja & Kursi Guru = Ruang Guru, (C) Simbol Tumpukan Buku = Perpustakaan, (D) Simbol Kran Air & Gayung = Toilet/Kamar Mandi; guru memandu murid mengamati bentuk tiap simbol dan posisi ruangannya pada denah (12 menit).
  • Guru membagikan lembar pengamatan denah percontohan kepada murid, lalu mengajak murid bersama-sama menunjuk secara langsung simbol bendera Merah Putih di tiang halaman sekolah serta simbol 4 ruangan tersebut sebagai bagian penataan sekolah di Indonesia (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan kelompok berpasangan 'Tebak & Tunjuk Cepat Simbol Denah', di mana guru menyebutkan nama ruangan atau ciri fisiknya, lalu setiap pasangan berlomba menunjuk simbol ruangan yang tepat pada kartu denah yang disediakan di meja (10 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Kerja Mandiri 'Mencocokkan Simbol Denah Sekolah': murid menarik garis untuk menghubungkan 4 simbol ruangan ke kotak gambar denah yang tepat dengan acuan: (1) Simbol Papan Tulis -> Kotak Ruang Kelas 1; (2) Simbol Meja Guru -> Kotak Ruang Guru; (3) Simbol Buku -> Kotak Perpustakaan; (4) Simbol Kran Air -> Kotak Toilet (12 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memfasilitasi murid mengecek hasil penunjukan simbol pada denah secara bersama-sama dengan mencocokkan kartu kunci simbol besar di papan tulis (5 menit).
  • Murid mengungkapkan perasaan mereka setelah berhasil mengenali dan menunjukkan letak ruangan menggunakan simbol denah sekolah (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali 4 simbol ruangan penting pada denah sekolah yang telah dipelajari beserta letak ruangannya (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas kerja sama dan ketepatan menunjuk simbol denah, mengingatkan bahwa pertemuan berikutnya adalah menelaah posisi dan ciri lingkungan sekolah berdasarkan denah, lalu menutup dengan doa dan salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar denah dengan simbol berwarna mencolok dan ukuran lebih besar; murid yang mahir diberikan denah dengan tambahan simbol UKS (simbol palang/tanda tambah) dan Kantin (simbol sendok-garpu).
  • Proses: Bagi murid lambat, guru membimbing langsung dengan memegang kartu simbol nyata sebelum menunjuk denah; bagi murid cepat, mereka dapat langsung menunjuk denah tanpa bantuan kartu perantara.
  • Produk: Semua murid menunjukkan minimal 4 simbol ruangan pada denah lembar kerja sesuai kriteria kunci jawaban.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik visual di awal pelajaran: Murid ditunjukkan 2 kartu simbol. Kartu 1 (gambar tumpukan buku terbuka) dan Kartu 2 (gambar meja dengan buku nilai dan kursi guru). Murid diminta menunjuk kartu mana yang merupakan perpustakaan dan mana yang ruang guru. (Acuan kunci: Kartu 1 = Perpustakaan; Kartu 2 = Ruang Guru).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja pada Lembar Kerja 'Mencocokkan Simbol Denah Sekolah' berisi 4 butir penunjukan simbol ke ruangan: (1) Simbol Papan Tulis & Meja Siswa -> Ruang Kelas; (2) Simbol Meja Guru -> Ruang Guru; (3) Simbol Buku -> Perpustakaan; (4) Simbol Kran Air -> Toilet. Kriteria: Ketepatan murid menunjuk/menghubungkan garis dari simbol ke letak ruangan yang tepat pada gambar denah sekolah.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk acak 2 simbol pada denah besar di depan kelas (misal Simbol Kran Air dan Simbol Papan Tulis) dan murid secara serempak/bergantian menunjuk ke arah ruangan asli atau menyebutkan nama ruangannya. (Acuan kunci: Simbol Kran Air = Toilet; Simbol Papan Tulis = Ruang Kelas).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal: pengenalan visual 2 simbol ruangan sekolah.
  • Asesmen formatif proses: unjuk kerja menunjuk 4 simbol ruangan pada denah lembar kerja.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Menunjukkan Simbol Ruangan pada Denah Sederhana SekolahMurid belum mampu menunjukkan simbol ruangan pada denah atau hanya menunjuk 1 simbol dengan tepat dengan bantuan penuh pendidik (acuan 4 simbol: Ruang Kelas, Ruang Guru, Perpustakaan, Toilet).Murid mampu menunjukkan 2 simbol ruangan pada denah secara tepat dengan bantuan pendidik (acuan 4 simbol: Ruang Kelas, Ruang Guru, Perpustakaan, Toilet).Murid mampu menunjukkan 3 simbol ruangan pada denah secara tepat secara mandiri (acuan 4 simbol: Ruang Kelas, Ruang Guru, Perpustakaan, Toilet).Murid mampu menunjukkan seluruh 4 simbol ruangan pada denah secara tepat dan mandiri (acuan 4 simbol: Ruang Kelas, Ruang Guru, Perpustakaan, Toilet).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan gambar simbol visual konkret membantu murid kelas 1 memahami posisi ruangan pada denah sekolah?
  • Bagian mana dari kegiatan menunjuk denah yang paling menarik perhatian dan mudah dipahami murid?

Murid:

  • Simbol ruangan mana pada denah sekolah yang paling kamu sukai bentuknya?
  • Apakah kamu sekarang bisa menemukan letak ruang kelas dan perpustakaan jika melihat gambar denah sekolah?

Pertemuan 8 — Menunjukkan Posisi dan Ciri Lingkungan Sekolah Bagian NKRI Berdasarkan Denah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.2 Menunjukkan karakteristik lingkungan sekolah sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan fisik murid untuk belajar di ruang kelas (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan gambar denah sederhana berisi 2 ruangan dan meminta murid menunjuk mana yang merupakan posisi ruang kelas (acuan: kotak bertuliskan Ruang Kelas di sebelah kiri pintu gerbang) (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menunjukkan posisi dan ciri lingkungan sekolah sebagai bagian dari wilayah NKRI berdasarkan denah (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memajang gambar denah visual lingkungan sekolah di papan tulis yang memuat 4 lokasi: (1) Gerbang Sekolah di bagian depan, (2) Tiang Bendera Merah Putih di tengah halaman sebagai simbol kebangsaan NKRI, (3) Ruang Kelas 1 di sebelah timur halaman, dan (4) Perpustakaan di sebelah barat halaman (7 menit).
  • Guru membimbing murid mengamati dan mengenali ciri visual serta posisi masing-masing lokasi pada denah tersebut secara berkesadaran (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Denah Sekolah dan mengajak murid memainkan permainan visual menggembirakan bertajuk 'Detektif Denah Sekolah NKRI' (5 menit).
  • Murid secara mandiri memberi tanda centang dan melingkari pada denah untuk menunjukkan 4 posisi dan ciri lingkungan sekolah sesuai instruksi guru: (1) melingkari posisi Tiang Bendera Merah Putih di tengah lapangan upacara sekolah, (2) memberi centang posisi Ruang Kelas 1 di sebelah timur lapangan, (3) memberi tanda silang posisi Gerbang Sekolah di depan, dan (4) mewarnai kotak Perpustakaan di sebelah barat lapangan (acuan: 4 penandaan tepat sesuai posisi pada denah yang dipajang) (20 menit).

Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil penandaan posisi pada denah besar di depan kelas secara bersama-sama untuk memeriksa ketepatan letak lingkungan sekolahnya (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali letak posisi dan ciri fisik lingkungan sekolah pada denah sebagai bagian lingkungan wilayah NKRI (5 menit).
  • Guru menyampaikan apresiasi atas ketelitian murid, memberikan umpan balik singkat, dan menutup pelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, gambar denah dilengkapi garis bantu warna pembeda antar-ruang; bagi murid yang cepat, denah dilengkapi denah tambahan berupa taman sekolah.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi dengan arahan langsung satu per satu dalam mencocokkan simbol denah, sedangkan murid yang sudah mahir mengerjakan penandaan secara mandiri penuh.
  • Produk: Semua murid menunjukkan 4 posisi dan ciri lingkungan sekolah pada denah lembar kerja sesuai instruksi penandaan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik visual awal: Murid diminta menunjuk posisi ruang kelas pada gambar denah rintisan 2 ruangan yang ditunjukkan guru di depan kelas (acuan: murid tepat menunjuk kotak Ruang Kelas yang berada di sisi kiri gerbang masuk).

Proses:

  • Formatif unjuk kerja penandaan denah: Murid menandai 4 posisi dan ciri lingkungan sekolah pada lembar denah sekolah. Butir penandaan: (1) Lingkaran pada posisi Tiang Bendera Merah Putih di tengah lapangan, (2) Tanda centang pada posisi Ruang Kelas 1 di sebelah timur lapangan, (3) Tanda silang pada posisi Gerbang Sekolah di bagian depan, (4) Arsiran warna pada posisi Perpustakaan di sebelah barat lapangan (acuan: tepat menandai keempat posisi dan ciri tersebut sesuai kunci denah peraga).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid secara lisan atau acungan jari menunjuk kembali arah posisi tiang bendera Merah Putih di denah sekolah (acuan: tepat menunjuk posisi tengah lapangan upacara sekolah sebagai ciri khas sekolah bagian NKRI).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal: Menunjuk posisi ruang kelas pada gambar denah sederhana.
  • Asesmen unjuk kerja proses: Menandai 4 posisi dan ciri lingkungan sekolah pada lembar denah.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Menunjukkan Posisi dan Ciri Lingkungan Sekolah pada DenahBelum mampu menunjukkan posisi dan ciri lingkungan sekolah pada denah (0-1 posisi tepat dari 4 target: tiang bendera, ruang kelas 1, gerbang sekolah, dan perpustakaan).Mampu menunjukkan 2 posisi dan ciri lingkungan sekolah pada denah secara tepat dengan bantuan guru (acuan: 2 dari 4 target tepat).Mampu menunjukkan 3 sampai 4 posisi dan ciri lingkungan sekolah pada denah secara tepat dengan sedikit bimbingan (acuan: minimal 3 dari 4 target tepat).Mampu menunjukkan seluruh 4 posisi dan ciri lingkungan sekolah pada denah secara tepat dan mandiri tanpa keraguan (acuan: tepat keempatnya: tiang bendera di tengah, ruang kelas 1 di timur, gerbang di depan, perpustakaan di barat).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media denah visual yang disajikan cukup jelas dan mudah dipahami oleh murid kelas 1 untuk mengenali posisi lingkungan sekolah?
  • Bagian mana dari langkah penandaan denah yang masih membingungkan bagi sebagian murid?

Murid:

  • Apakah kamu senang mencari dan menandai posisi ruang kelas serta tiang bendera di gambar denah sekolah tadi?
  • Tempat apa di denah sekolah yang paling mudah kamu temukan posisinya?

Pertemuan 9 — Menceritakan Pengalaman Bekerja Sama Menjaga Kebersihan Rumah dalam Keberagaman — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.3 Menceritakan bekerja sama menjaga lingkungan sekitar dalam keberagaman

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
  • Guru bersama murid menyanyikan lagu 'Ayo, Bersih-Bersih' ciptaan Canny Ilmiati sesuai Buku Siswa untuk mengondisikan suasana belajar yang ceria (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan mengenai kesiapan murid menceritakan pengalaman bekerja sama membersihkan rumah menggunakan 2 pertanyaan diagnostik terarah (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid mengamati gambar 'Keluarga Panca' yang sedang bekerja sama membersihkan rumah pada Buku Siswa (halaman 133) dan menyimak penjelasan guru tentang 3 unsur cerita kerja sama: (1) jenis pekerjaan rumah, (2) anggota keluarga yang terlibat dan perannya, serta (3) perbedaan peran/ciri anggota keluarga (seperti ayah, ibu, kakak, atau adik) yang tetap bersatu (7 menit).
  • Murid menjawab pertanyaan terbimbing guru untuk mengidentifikasi 3 unsur cerita dari gambar Keluarga Panca: menyapu lantai oleh ayah, mengepel oleh ibu, merapikan meja oleh Panca, dan mengelap jendela oleh adik (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid diajak memainkan permainan berpasangan 'Tongkat Estafet Cerita': murid duduk berpasangan dan secara bergantian memegang tongkat kecil sambil menceritakan pengalaman bekerja sama membersihkan rumah sendiri, mencakup apa yang dibersihkan dan siapa saja anggota keluarga yang berbagi tugas (15 menit).
  • Secara bergiliran dengan suasana yang aman dan apresiatif, beberapa perwakilan murid menceritakan pengalaman kerja sama membersihkan rumah di hadapan teman-temannya di kelas, memuat jenis pekerjaan kebersihan rumah dan peran anggota keluarga yang beragam (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru merefleksikan makna berbagi tugas di rumah dalam keberagaman peran anggota keluarga bahwa rumah menjadi bersih jika semua anggota keluarga saling bekerja sama (8 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap isi cerita murid tentang pentingnya bekerja sama menjaga kebersihan rumah bersama seluruh anggota keluarga (4 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan mengajak murid merapikan tempat duduk masing-masing, berdoa bersama, dan menyampaikan salam penutup (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan gambar ilustrasi 4 jenis pekerjaan rumah (menyapu lantai, mencuci piring, merapikan mainan, menyiram tanaman) untuk membantu memicu ingatan cerita pengalaman di rumah.
  • Proses: Murid yang masih malu atau ragu menceritakan secara lisan dibimbing dengan pertanyaan penuntun terstruktur satu per satu, sedangkan murid yang sudah lancar menceritakan secara mandiri dengan menambahkan rincian peran anggota keluarga yang berbeda.
  • Produk: Semua murid menceritakan secara lisan pengalaman bekerja sama menjaga kebersihan rumah sesuai rubrik penilaian yang sama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Guru menanyakan 2 pertanyaan diagnostik secara lisan kepada murid: (1) 'Pernahkah kamu ikut membersihkan rumah bersama ayah, ibu, atau saudaramu?' dan (2) 'Pekerjaan apa yang kamu lakukan bersama mereka?'. (Kriteria penerimaan operasional: murid dianggap siap jika dapat menyebutkan minimal 1 kegiatan membersihkan rumah bersama minimal 1 anggota keluarga, misalnya 'menyapu bersama ibu' atau 'merapikan mainan bersama adik').

Proses:

  • Observasi unjuk kerja menceritakan pengalaman bekerja sama menjaga kebersihan rumah dalam keberagaman anggota keluarga saat aktivitas berpasangan dan di depan kelas dengan instrumen lembar amatan rubrik 4 level (aspek kelengkapan 3 unsur isi cerita: jenis kegiatan pembersihan rumah, peran diri sendiri, dan peran anggota keluarga lain yang beragam).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: guru meminta 3 murid secara acak menyebutkan kembali intisari ceritanya mengenai 2 hal: pekerjaan apa yang mereka lakukan dan siapa anggota keluarga yang membantu di rumah (kriteria penerimaan: menyebutkan secara tepat 1 jenis pekerjaan kebersihan rumah dan 1 peran anggota keluarga pendukung).

Formatif:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran tentang pengalaman membersihkan rumah bersama keluarga.
  • Observasi unjuk kerja saat murid menceritakan pengalaman bekerja sama menjaga kebersihan rumah dalam keberagaman peran anggota keluarga pada kegiatan berpasangan dan di depan kelas.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan pengalaman bekerja sama menjaga kebersihan rumah dalam keberagaman anggota keluargaBelum dapat menceritakan pengalaman bekerja sama membersihkan rumah atau hanya menyebutkan nama diri tanpa menyebut jenis kegiatan pembersihan rumah dan anggota keluarga lain meski telah dibimbing guru.Mampu menceritakan pengalaman bekerja sama menjaga kebersihan rumah dengan bantuan panduan pertanyaan guru, memuat 1 unsur (hanya jenis pekerjaan kebersihan rumah atau hanya peran diri sendiri).Mampu menceritakan pengalaman bekerja sama menjaga kebersihan rumah secara mandiri dengan memuat 2 unsur (jenis pekerjaan kebersihan rumah dan keterlibatan anggota keluarga lain yang berbeda peran).Mampu menceritakan pengalaman bekerja sama menjaga kebersihan rumah secara mandiri dan lengkap memuat 3 unsur: jenis pekerjaan kebersihan rumah yang dilakukan, peran diri sendiri, serta peran anggota keluarga lain yang beragam (misalnya ayah, ibu, kakak, atau adik) dengan jelas.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan yang merata dan merasa nyaman saat menceritakan pengalaman bekerja sama di rumah?
  • Bagian mana dari kegiatan bercerita berpasangan yang paling efektif dalam meningkatkan keberanian murid mengungkapkan pengalamannya?

Murid:

  • Pekerjaan membersihkan rumah apa yang paling kamu sukai saat dikerjakan bersama keluargamu?
  • Bagaimana perasaanmu setelah berhasil menceritakan pengalaman bekerja sama di rumah kepada temanmu?

Pertemuan 10 — Menceritakan Pengalaman Bekerja Sama Menjaga Kerapian Kelas Bersama Teman yang Beragam — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.3 Menceritakan bekerja sama menjaga lingkungan sekitar dalam keberagaman

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan tempat duduk yang nyaman (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan satu pertanyaan pemantik: 'Siapa yang pernah bersama teman piket merapikan meja guru atau merapikan barisan bangku?' untuk memetakan kesiapan bercerita (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menceritakan pengalaman bekerja sama merapikan ruang kelas bersama teman yang beragam (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mengamati gambar situasi kelas yang rapi hasil kerja sama anak laki-laki dan perempuan dari berbagai latar belakang, lalu menyimak penjelasan singkat guru mengenai bentuk kerja sama merapikan kelas (menyusun buku, meluruskan meja, merapikan loker) (10 menit).
  • Murid secara berpasangan menjawab 2 pertanyaan panduan pemahaman dari guru: (1) 'Apa kegiatan menjaga kerapian kelas yang dilakukan bersama-sama?' dan (2) 'Siapa saja yang ikut membantu?' untuk menyusun kerangka cerita pengalaman masing-masing (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan menggembirakan 'Estafet Tongkat Cerita': tongkat berputar diiringi lagu ceria; saat musik berhenti, murid yang memegang tongkat menceritakan pengalaman bekerja sama merapikan kelas bersama teman yang beragam secara bergiliran menggunakan panduan 3 unsur: bentuk kegiatan, teman yang diajak bekerja sama, dan suasana kebersamaan (18 menit).
  • Murid yang belum mendapat giliran tongkat bercerita secara berpasangan di mejanya masing-masing dengan menceritakan pengalaman bekerja sama menjaga kerapian kelas bersama teman yang beragam berdasarkan 3 unsur panduan (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru merefleksikan makna bekerja sama merapikan kelas meskipun memiliki perbedaan jenis kelamin atau latar belakang teman, bahwa kelas yang rapi tercipta karena kerja sama bersama (8 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa menjaga kerapian kelas adalah tanggung jawab bersama yang dapat dilakukan dengan saling bekerja sama (4 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas keberanian murid menceritakan pengalamannya dan menutup pertemuan dengan doa bersama serta salam penutup (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar pemandu (gambar menata buku, merapikan kursi, menyusun alat tulis) bagi murid yang membutuhkan bantuan visual untuk memantik ingatan pengalaman.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu bercerita, guru memberikan pertanyaan penuntun langsung; bagi murid yang lancar, diminta menceritakan pengalaman merapikan kelas secara utuh mencakup nama teman dan pembagian tugasnya secara mandiri.
  • Produk: Murid menyampaikan cerita pengalamannya secara lisan langsung di depan kelas saat estafet tongkat atau secara lisan berpasangan di meja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran: Guru bertanya, 'Sebutkan satu kegiatan merapikan kelas yang pernah kamu lakukan bersama teman!' (Kriteria penerimaan: murid menyebutkan minimal 1 kegiatan kerja sama konkret seperti meluruskan meja/kursi, menata buku rak kelas, merapikan alat tulis meja guru, atau membersihkan papan tulis bersama teman).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat aktivitas bercerita (permainan tongkat dan berpasangan) dengan memeriksa pemenuhan 3 unsur cerita: (1) bentuk kerja sama merapikan kelas, (2) teman yang terlibat dalam keberagaman (misal beda jenis kelamin/suku/agama), dan (3) peran diri dalam kerja sama tersebut.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru menunjuk 2 murid untuk menjawab pertanyaan reflektif: 'Bagaimana perasaanmu ketika kelas kita menjadi rapi setelah dirapikan bersama-sama?' (Kriteria penerimaan: menyatakan perasaan senang/bangga/nyaman karena dikerjakan bersama teman).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja lisan menceritakan pengalaman bekerja sama menjaga kerapian kelas bersama teman yang beragam menggunakan lembar catatan amatan guru.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan pengalaman bekerja sama menjaga kerapian kelas bersama teman dalam keberagamanBelum mampu menceritakan pengalaman bekerja sama merapikan kelas walau telah dibantu dengan pertanyaan panduan guru.Mampu menceritakan pengalaman bekerja sama merapikan kelas dengan memuat 1 dari 3 unsur cerita (kegiatan kerapian kelas, teman yang beragam, atau peran diri) dengan bimbingan penuh guru.Mampu menceritakan pengalaman bekerja sama merapikan kelas secara mandiri dengan memuat 2 dari 3 unsur cerita (kegiatan kerapian kelas, teman yang beragam, atau peran diri).Mampu menceritakan pengalaman bekerja sama merapikan kelas secara runtut dan mandiri dengan memuat lengkap ketiga unsur cerita (kegiatan kerapian kelas, teman yang beragam, dan peran diri).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan untuk menceritakan pengalaman kerja samanya di kelas?
  • Bagaimana respons murid terhadap variasi permainan estafet tongkat dalam memantik keberanian berbicara?

Murid:

  • Bagian mana dari kegiatan merapikan kelas bersama teman yang paling kamu sukai?
  • Apakah kamu merasa senang saat bercerita tentang teman-temanmu di kelas?

Pertemuan 11 — Menceritakan Pengalaman Kerja Bakti Membersihkan Lingkungan Sekitar Sekolah dalam Keberagaman — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.3 Menceritakan bekerja sama menjaga lingkungan sekitar dalam keberagaman

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan menyapa kehadiran murid (3 menit).
  • Guru mengaitkan materi dengan pengalaman murid tentang kegiatan kerja bakti di sekitar sekolah yang melibatkan teman-teman yang beragam (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menceritakan pengalaman bekerja sama membersihkan lingkungan sekitar sekolah bersama teman yang beragam (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan dengan meminta 2-3 murid menjawab pertanyaan pemantik terkait siapa yang membantu saat kerja bakti di sekitar sekolah (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan gambar ilustrasi kerja bakti membersihkan selokan dan jalan di depan sekolah yang diikuti murid laki-laki, perempuan, serta guru yang beragam latar belakang (5 menit).
  • Guru memandu murid mencermati 3 unsur cerita kerja bakti dalam keberagaman: (1) lokasi lingkungan sekitar sekolah yang dibersihkan, (2) teman/orang yang bekerja sama (keberagaman jenis kelamin/asal), dan (3) kegiatan pembersihan yang dilakukan bersama (7 menit).
  • Guru memodelkan cara menceritakan pengalaman singkat: 'Waktu kerja bakti di depan gerbang sekolah, saya menyapu dedaunan bersama Edo dan Siti. Edo memungut sampah plastik dan Siti membawa tempat sampah. Kami senang bekerja sama meski berbeda asal daerah' (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru membagikan Lembar Panduan Bercerita Bergambar yang memuat 3 kotak pemandu: (1) Lokasi sekitar sekolah (halaman depan/selasar/jalan luar), (2) Teman yang bekerja sama (menyebutkan minimal 2 teman berbeda), (3) Pembagian tugas kerja bakti (10 menit).
  • Dalam suasana menggembirakan melalui permainan 'Tongkat Berantai' (Estafet Kartu Bintang), murid yang menerima kartu saat lagu berhenti menceritakan pengalamannya di kelompok kecil atau di depan kelas (kriteria: memuat lokasi di sekitar sekolah, teman beragam yang terlibat, dan bentuk kerja samanya) (13 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid mengingat kembali cerita teman-temannya dan mengidentifikasi nilai kebersamaan saat kerja bakti bersama orang-orang yang beragam (5 menit).
  • Murid menyampaikan perasaannya setelah saling mendengarkan cerita kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar sekolah (5 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan intisari pembelajaran bahwa menjaga kebersihan lingkungan sekitar sekolah terasa ringan dan menyenangkan jika dilakukan bersama teman yang beragam (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap cerita pengalaman yang telah disampaikan murid (2 menit).
  • Pelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar pemicu ingatan kegiatan kerja bakti di sekitar sekolah (menyapu daun di depan gerbang, mencabut rumput liar di tepi pagar, membuang sampah ke bak luar) bagi murid yang kesulitan mengingat.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu bercerita secara mandiri, guru memberikan panduan berupa pertanyaan langsung pemancing cerita; bagi murid yang sudah lancar, diberikan kesempatan menceritakan pengalaman dengan rincian pembagian tugas yang lebih detail.
  • Produk: Murid dapat menceritakan pengalaman secara lisan berpasangan atau di hadapan kelompok kecil.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: 'Siapa yang pernah ikut kerja bakti membersihkan jalan atau halaman sekitar sekolah bersama teman laki-laki dan perempuan?' (Kriteria penerimaan operasional: murid mampu menyebutkan keikutsertaan atau contoh kegiatan kerja bakti di lingkungan sekitar sekolah bersama teman).

Proses:

  • Pengamatan performa saat murid menceritakan pengalaman kerja bakti menggunakan panduan 3 unsur (lokasi lingkungan sekolah, teman yang beragam, dan bentuk kerja sama membersihkan lingkungan).

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan lisan singkat di penutup: Murid menyebutkan kembali 1 contoh kerja sama menjaga kebersihan sekitar sekolah bersama teman yang berbeda (kriteria penerimaan: menyebutkan aksi gotong royong di sekitar sekolah melibatkan teman yang berbeda).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja bercerita pengalaman kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar sekolah dalam keberagaman menggunakan lembar ceklis rubrik.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan Pengalaman Kerja Bakti Membersihkan Lingkungan Sekitar Sekolah dalam KeberagamanBelum dapat menceritakan pengalaman kerja bakti atau cerita tidak memuat lokasi lingkungan sekitar sekolah, teman yang beragam, dan bentuk kerja sama meski telah dipandu guru.Mampu menceritakan pengalaman kerja bakti di lingkungan sekitar sekolah dengan memuat 1 unsur (hanya lokasi, atau hanya teman, atau hanya kegiatan pembersihan) dengan bimbingan penuh guru.Mampu menceritakan pengalaman kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar sekolah secara lengkap memuat 3 unsur (lokasi sekitar sekolah, teman yang beragam, dan bentuk kerja sama) dengan sedikit bantuan guru.Mampu menceritakan pengalaman kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar sekolah secara lengkap memuat 3 unsur (lokasi sekitar sekolah, teman yang beragam, dan bentuk kerja sama) secara mandiri, runtut, dan jelas.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan untuk menceritakan pengalaman kerja baktinya?
  • Bagaimana respons murid terhadap pemanfaatan permainan estafet kartu dalam memicu kepercayaan diri bercerita?

Murid:

  • Bagian cerita kerja bakti mana yang paling kamu sukai saat bercerita kepada teman?
  • Apakah kamu merasa senang bisa saling membantu membersihkan lingkungan sekolah dengan teman yang berbeda-beda?

Pertemuan 12 — Menceritakan Perasaan dan Peran saat Bekerja Sama Menjaga Lingkungan Sekitar dalam Keberagaman — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.3 Menceritakan bekerja sama menjaga lingkungan sekitar dalam keberagaman

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru mengecek kesiapan belajar dan melakukan asesmen awal lisan dengan menanyakan: 'Siapa yang pernah membantu membersihkan lingkungan, apa peranmu dan bagaimana perasaanmu saat itu?' (acuan: jawaban relevan memuat peran tugas seperti menyapu/mengumpulkan sampah dan kata perasaan senang/gembira/bangga) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menceritakan peran dan perasaan saat bekerja sama menjaga lingkungan sekitar bersama orang lain yang beragam (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperlihatkan gambar situasi kerja bakti lingkungan di papan tulis yang menampilkan tokoh anak-anak dengan berbagai tugas (ada yang memegang sapu lidi, membawa kantong sampah, mencabut rumput liar) bersama warga yang berbeda suku/agama dengan wajah tersenyum (5 menit).
  • Guru memandu murid mengamati gambar dan menjelaskan konsep bahwa saat bekerja sama, setiap orang memiliki peran tugas masing-masing serta memunculkan perasaan senang dan bangga karena lingkungan menjadi bersih bersama (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagikan 'Kartu Cerita Peranku' yang memuat 3 panduan lisan sederhana: (1) Di mana kamu bekerja sama?, (2) Apa peran/tugas yang kamu lakukan bersama teman/keluarga yang berbeda?, (3) Bagaimana perasaanmu setelah selesai? (5 menit).
  • Permainan Estafet Boneka Cerita: Dalam lingkaran kelas, murid bergilir memegang boneka maskot kelas secara menyenangkan diiringi tepuk irama; murid yang memegang boneka saat irama berhenti mendapat giliran menceritakan pengalaman peran dan perasaannya menjaga lingkungan sekitar (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memfasilitasi murid merenungkan bahwa perbedaan peran tugas di antara teman justru membuat pekerjaan menjaga lingkungan cepat selesai dan menciptakan rasa gembira bersama (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa setiap orang memiliki peran penting dan merasakan kebahagiaan saat bekerja sama menjaga lingkungan dalam keberagaman (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi dan umpan balik verbal atas keberanian murid menceritakan pengalaman mereka, lalu menutup sesi dengan doa penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan disediakan gambar pilihan peran konkret (gambar menyapu, membuang sampah, merapikan meja) sebagai pemantik ingatan; untuk murid mahir diberikan kesempatan menceritakan lebih dari satu peran yang pernah dilakukan.
  • Proses: Murid yang masih ragu bercerita dibimbing guru dengan pertanyaan penuntun langsung; murid yang percaya diri bercerita secara mandiri dan runtut.
  • Produk: Cerita disampaikan secara lisan langsung atau dengan bantuan menunjuk gambar simbol peran dan emotikon perasaan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di pendahuluan: 'Sebutkan satu tugasmu saat membersihkan rumah atau kelas, dan sebutkan perasaanmu saat itu!' (Acuan kriteria: murid menyebutkan 1 peran tugas nyata misalnya menyapu/merapikan dan 1 kata perasaan misalnya senang/bangga/lega).

Proses:

  • Pengamatan performa bercerita menggunakan lembar observasi selama permainan estafet (Kriteria: mencakup 3 unsur cerita yaitu tempat/situasi kerja sama, peran tugas yang dijalankan dalam keberagaman, dan ekspresi perasaan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di penutup: Murid menunjukkan emotikon ekspresi (senang/bangga) sambil menyebutkan kembali 1 peran mereka saat menjaga kebersihan bersama (Acuan kriteria: ketepatan menyebut peran tugas dan perasaan sesuai pengalaman diri).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat murid menceritakan peran dan perasaannya dalam menjaga lingkungan sekitar secara lisan pada aktivitas permainan kelas.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan peran saat bekerja sama menjaga lingkungan dalam keberagamanBelum mampu menyebutkan peran atau tugas yang dilakukan saat bekerja sama menjaga lingkungan sekitar.Mampu menyebutkan peran tugas saat bekerja sama menjaga lingkungan sekitar dengan bantuan pertanyaan pemantik guru.Mampu menceritakan peran tugas yang dilakukannya saat bekerja sama menjaga lingkungan sekitar dalam keberagaman secara mandiri.Mampu menceritakan rincian peran tugas diri dan peran teman yang beragam saat bekerja sama menjaga lingkungan sekitar secara lengkap dan mandiri.
Menceritakan perasaan saat bekerja sama menjaga lingkungan dalam keberagamanBelum mampu mengungkapkan perasaan yang dialami saat bekerja sama menjaga lingkungan.Mampu menyebutkan perasaan (misalnya senang) saat bekerja sama menjaga lingkungan dengan bimbingan guru.Mampu menceritakan perasaan saat bekerja sama menjaga lingkungan sekitar dalam keberagaman dengan jelas dan mandiri.Mampu menceritakan perasaan diri dan suasana kebersamaan bersama teman yang beragam saat bekerja sama menjaga lingkungan secara mendalam dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan yang merata untuk menceritakan pengalaman peran dan perasaannya?
  • Bagaimana respons murid terhadap permainan estafet boneka cerita dalam menumbuhkan keberanian berbicara?

Murid:

  • Apakah kamu merasa senang saat menceritakan tugasmu menjaga kebersihan di depan teman-teman?
  • Apa perasaanmu ketika bisa bekerja sama merawat lingkungan bersama teman yang berbeda-beda?

Pertemuan 13 — Mempraktikkan Kerja Sama Memilah dan Membuang Sampah di Tempat Sampah Kelas — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.4 Mempraktikkan bekerja sama menjaga lingkungan sekitar dalam keberagaman

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kesiapan fisik murid untuk belajar (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menunjukkan tempat sampah yang tepat untuk 2 benda peraga: daun kering/kulit pisang (ke wadah hijau/organik) dan bungkus plastik/kertas bekas (ke wadah biru/anorganik) guna memetakan kesiapan praktik pemilahan sampah (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak peragaan guru tentang cara memilah sampah kelas ke dalam 2 kategori wadah bertanda: tempat sampah hijau (sampah sisa makanan/daun) dan tempat sampah biru (sampah kertas/plastik) (10 menit).
  • Murid secara berpasangan mencermati 4 benda tiruan sampah di meja (1) kertas remas, (2) botol plastik mini, (3) daun kering, (4) kulit buah tiruan, lalu memastikan kesepakatan pembagian tugas siapa yang mengambil jenis sampah tertentu bersama pasangannya (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Melalui simulasi permainan gembira 'Estafet Oper Sampah Kelas', murid dalam regu berpasangan/kelompok kecil bekerja sama mengumpulkan dan memilah 4 benda sampah tiruan yang tersebar di lantai kelas menuju 2 wadah yang tepat: tempat sampah hijau untuk daun kering dan kulit buah tiruan; tempat sampah biru untuk kertas remas dan botol plastik mini (15 menit).
  • Setiap murid bersama teman regunya mempraktikkan pembagian tugas membersihkan area kelas masing-masing, saling membantu memungut dan memasukkan sampah ke tempat sampah kelas yang benar tanpa meninggalkan ceceran sampah (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama pasangannya memeriksa kembali kerapian area lantai kelas serta mengecek isi kedua wadah tempat sampah kelas bersama guru untuk memastikan pemilahan telah tepat (10 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan praktik kerja sama memilah dan membuang sampah kelas yang telah berhasil dilaksanakan (3 menit).
  • Guru memberikan apresiasi dan umpan balik langsung terhadap kekompakan serta ketepatan praktik memilah sampah di tempat sampah kelas, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan wadah sampah kelas berlabel visual simbolik warna dan gambar jelas untuk membantu murid yang masih belajar membaca.
  • Proses: Bagi murid yang butuh bimbingan, guru memberikan pendampingan fisik langsung saat memungut dan mengarahkan wadah; bagi murid yang tangkas, diberikan variasi benda sampah tiruan tambahan (ranting kecil, kardus kemasan).
  • Produk: Unjuk kerja kerja sama praktik memilah seluruh sampah di area kelas ke tempat sampah yang sesuai secara berpasangan atau kelompok.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Uji kesiapan praktik: Murid diminta langsung memasukkan 2 contoh sampah ke wadah yang benar (acuan: kulit buah/daun kering -> wadah hijau; bungkus plastik/kertas -> wadah biru).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja kerja sama: Guru mengamati keterlibatan aktif berpasangan dalam memungut, memilah 4 benda sampah tiruan (kertas remas, botol plastik mini, daun kering, kulit buah), dan membuangnya ke wadah yang sesuai (wadah hijau: daun kering, kulit buah; wadah biru: kertas remas, botol plastik mini).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan hasil praktik: Pemeriksaan visual bersama guru terhadap 4 jenis sampah tiruan yang telah dimasukkan ke tempat sampah kelas (kriteria penerimaan: seluruh daun kering dan kulit buah berada di tempat sampah hijau; seluruh kertas remas dan botol plastik berada di tempat sampah biru, serta area lantai bersih).

Formatif:

  • Unjuk kerja praktik langsung: Pengamatan kerja sama memilah sampah dan membuangnya ke tempat sampah kelas sesuai kategori menggunakan lembar observasi.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Praktik Kerja Sama Memilah dan Membuang Sampah KelasBelum mempraktikkan kerja sama dan belum tepat memilah sampah ke tempat sampah kelas meski didampingi.Mempraktikkan kerja sama memilah sampah dan membuang ke tempat sampah kelas namun masih memerlukan arahan guru untuk menempatkan sampah pada wadah yang tepat.Mempraktikkan kerja sama secara aktif bersama teman dalam memilah dan membuang sampah ke tempat sampah kelas dengan tepat (wadah hijau untuk daun/kulit buah; wadah biru untuk kertas/botol plastik).Mempraktikkan kerja sama secara mandiri, sigap, dan konsisten bersama teman dalam memilah seluruh sampah ke tempat sampah kelas dengan tepat serta memastikan lingkungan kelas bersih tuntas.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid terlibat aktif dan kompak saat mempraktikkan kerja sama memilah dan membuang sampah di kelas?
  • Bagaimana efektivitas permainan estafet sampah dalam memotivasi murid menjaga kebersihan kelas bersama-sama?

Murid:

  • Apakah kamu merasa senang bekerja sama dengan teman membersihkan dan memilah sampah di kelas?
  • Tempat sampah mana yang kamu pakai untuk membuang sisa daun atau kulit buah?

Pertemuan 14 — Mempraktikkan Kerja Sama Merapikan Meja, Kursi, dan Rak Buku di Ruang Kelas — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.4 Mempraktikkan bekerja sama menjaga lingkungan sekitar dalam keberagaman

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid mengamati keadaan ruang kelas secara bersama-sama (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mempraktikkan kerja sama merapikan meja, kursi, dan rak buku di ruang kelas (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal berupa pengamatan simulasi berpasangan: meminta 2 pasang murid mengangkat satu kursi bersama dan memilah buku besar ke bawah serta buku kecil ke atas (acuan tindakan benar: 2 murid memegang sisi kursi berlawanan lalu memindahkan bersama tanpa diseret, serta buku disusun tegak/rapi sesuai ukuran) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan 3 teknik kerja sama yang aman dan tepat: (1) Merapikan kursi berpasangan (satu murid di kiri kursi, satu di kanan, mengangkat bersama dan memasukkannya rapat ke kolong meja); (2) Menyelaraskan posisi meja berpasangan (satu murid mendorong perlahan, satu menarik sejajar dengan garis lantai); (3) Merapikan rak buku berpasangan (satu murid mengelompokkan buku berukuran besar di rak bawah, satu murid menyusun buku kecil tegak menghadap ke depan di rak atas) (7 menit).
  • Guru membimbing seluruh murid membentuk kelompok beranggotakan 4 orang dengan latar belakang dan jenis kelamin yang beragam, kemudian masing-masing regu menyepakati pembagian tugas (2 murid menangani meja-kursi, 2 murid menangani rak buku) (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan tantangan kerja sama menggembirakan 'Misi Kelas Rapi Berirama': tiap kelompok mempraktikkan kerja sama merapikan area meja-kursi dan rak buku kelompok masing-masing sambil diiringi lagu ceria 'Ini Kelasku', di mana seluruh anggota wajib saling membantu mengangkat dan merapikan tanpa bersuara keras atau berebut alat (10 menit).
  • Setiap kelompok menyelesaikan 3 target praktik kerja sama secara nyata di kelas: (1) Merapikan 4 unit kursi masuk ke kolong meja secara teratur; (2) Meluruskan 2 unit meja sejajar garis ubin; (3) Menyusun 6 buku cerita di rak buku kelas secara tegak dan rapi sesuai ukuran (acuan: kursi rapat di kolong meja tanpa menyeret, meja lurus sejajar ubin, dan buku berdiri tegak di rak) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap kelompok saling memeriksa hasil kerapian meja, kursi, dan rak buku kelompok lain dengan berkeliling (gallery walk singkat) sambil menghitung pemenuhan 3 target kerapian (5 menit).
  • Guru memandu murid merefleksikan pengalaman bekerja sama: bagaimana rasanya merapikan kelas bersama teman yang berbeda-beda dan manfaat saling membantu saat mengangkat benda (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa merapikan meja, kursi, dan rak buku menjadi mudah, cepat, dan menyenangkan apabila dikerjakan bersama-sama dalam kerja sama yang rukun (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh kelompok dan menutup kegiatan dengan doa bersama serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan visual berupa kartu simbol langkah kerja sama (kartu angkat kursi berdua, kartu luruskan meja, kartu susun buku). Murid yang mahir langsung mempraktikkan tanpa kartu panduan.
  • Proses: Murid yang masih ragu didampingi guru dalam memegang kursi bersama pasangannya, sedangkan murid yang sudah lancar diberikan kesempatan merapikan area meja guru atau rak pojok baca yang lebih luas secara mandiri.
  • Produk: Seluruh murid mempraktikkan kerja sama; kelompok yang membutuhkan bantuan fokus menuntaskan 2 kursi dan 1 meja, sedangkan kelompok mahir menuntaskan 4 kursi, 2 meja, serta menata seluruh rak buku kelompoknya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Simulasi singkat berpasangan di awal pembelajaran untuk mengecek kesiapan murid dalam mengangkat kursi berdua dan memilah buku berdasarkan ukuran. Kriteria penerimaan: 2 murid mampu memegang sisi kursi secara bersamaan dan memasukkan buku besar di rak bawah serta buku kecil di rak atas.

Proses:

  • Observasi unjuk kerja saat kegiatan inti pada 3 indikator: (1) Kerja sama mengangkat kursi berpasangan ke kolong meja (bukan diseret); (2) Kerja sama meluruskan meja berpasangan sejajar lantai; (3) Kerja sama menyusun buku di rak secara tegak dan teratur bersama teman yang beragam.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemenuhan unjuk kerja kerapian kelas di akhir sesi: kelompok diperiksa apakah berhasil merapikan (1) minimal 2 pasang kursi masuk rapat di bawah meja, (2) minimal 1 meja lurus sejajar ubin, dan (3) minimal 4 buku tersusun tegak di rak buku secara bekerja sama.

Formatif:

  • Lembar observasi unjuk kerja praktik kerja sama merapikan meja, kursi, dan rak buku kelas

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Praktik Kerja Sama Merapikan Meja dan KursiBelum mampu bekerja sama; merapikan atau menyeret kursi dan meja sendirian tanpa berkoordinasi dengan teman pasangan.Mempraktikkan kerja sama merapikan kursi atau meja bersama teman namun masih perlu diingatkan guru untuk memegang dan mengangkat secara bersamaan.Mempraktikkan kerja sama mengangkat dan merapikan kursi ke kolong meja serta meluruskan meja bersama teman secara tepat dan aman tanpa perlu banyak arahan guru.Mempraktikkan kerja sama merapikan meja dan seluruh kursi bersama teman kelompoknya secara konsisten, teratur, aman, dan mandiri tanpa diingatkan guru.
Praktik Kerja Sama Merapikan Rak Buku di Ruang KelasBelum mampu bekerja sama menata rak buku; menumpuk buku sembarangan atau berebut buku dengan teman.Mempraktikkan kerja sama menyusun buku di rak bersama teman, namun buku masih belum tersusun tegak atau belum terbagi tugas dengan baik.Mempraktikkan kerja sama menyusun minimal 4 buku di rak secara tegak dan rapi sesuai ukuran bersama teman kelompoknya.Mempraktikkan kerja sama menyusun seluruh buku di rak secara tegak, rapi, teratur sesuai ukuran, serta memastikan rak bersih bersama teman secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi seluruh murid untuk mempraktikkan kerja sama merapikan meja, kursi, dan rak buku secara aman?
  • Apakah pembagian kelompok yang beragam dapat saling bergotong royong tanpa membeda-bedakan teman?

Murid:

  • Bagian mana yang paling menyenangkan saat merapikan meja, kursi, dan rak buku bersama teman?
  • Apa yang kamu rasakan ketika melihat meja, kursi, dan rak buku kelas menjadi rapi setelah dikerjakan bersama?

Pertemuan 15 — Mempraktikkan Bekerja Sama Menyapu dan Membersihkan Halaman Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.4 Mempraktikkan bekerja sama menjaga lingkungan sekitar dalam keberagaman

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama menurut agama masing-masing (3 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran murid serta mengondisikan kesiapan belajar fisik dan kerapian seragam murid (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar: Gambar A (anak menyapu halaman sendirian sambil kelelahan) dan Gambar B (tiga anak saling berbagi tugas: satu menyapu, satu memegang pengki, satu memasukkan daun ke tempat sampah). Guru menanyakan: 'Manakah gambar yang menunjukkan praktik bekerja sama membersihkan halaman sekolah?' (Acuan jawaban benar: Gambar B, karena tampak pembagian tugas bersama dalam membersihkan halaman) (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mempraktikkan bekerja sama menyapu dan membersihkan halaman sekolah dalam keberagaman kelompok (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memodelkan cara bekerja sama menggunakan alat kebersihan di halaman sekolah: satu murid memegang sapu lidi untuk mengumpulkan dedaunan, satu murid memegang pengki untuk menampung sampah daun, dan anggota kelompok memastikan sampah daun terbuang tuntas ke tempat sampah organik (5 menit).
  • Guru membagi kelas menjadi kelompok kecil beranggotakan 3-4 murid yang beragam (laki-laki dan perempuan, beragam latar belakang) serta membagikan perlengkapan: 2 sapu lidi, 1 pengki, dan kantong sampah daun untuk setiap kelompok (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Setiap kelompok menuju ke area petak halaman sekolah yang telah ditentukan oleh guru untuk memulai unjuk kerja membersihkan halaman (5 menit).
  • Murid mempraktikkan permainan tantangan kerja sama 'Estafet Sapu Bersih': murid bersama teman kelompoknya secara serempak dan bergotong royong menyapu daun kering di area petaknya, menampungnya ke pengki secara bergantian, dan memasukkannya ke wadah pembuangan sampah hingga area bersih tanpa berebut alat (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama kelompoknya memeriksa kembali hasil kebersihan area halaman masing-masing bersama guru untuk memastikan tidak ada daun kering atau sampah yang tertinggal (5 menit).
  • Murid merapikan kembali sapu lidi dan pengki ke tempat penyimpanan alat kebersihan sekolah secara tertib bersama-sama (5 menit).
  • Guru mengajak murid duduk melingkar di selasar pinggir halaman, mengamati perbedaan area halaman sebelum dan sesudah dibersihkan bersama teman kelompok (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap praktik kerja sama murid dalam menjaga kebersihan halaman sekolah sebagai bagian dari lingkungan sekolah NKRI (3 menit).
  • Guru melakukan cek pemahaman akhir melalui pertanyaan lisan: 'Saat temanmu memegang pengki di halaman, apa peran yang kamu lakukan untuk bekerja sama dengannya?' (Acuan jawaban benar: menyapu daun kering masuk ke dalam pengki / memegang kantong sampah untuk menampung daun) (4 menit).
  • Guru mengapresiasi kerja sama seluruh kelompok, menyampaikan garis besar aktivitas berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama serta salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan area petak halaman yang bervariasi: petak dengan daun kering ringan untuk kelompok yang butuh bimbingan motorik, dan petak dengan serasah ranting dan dedaunan lebih banyak untuk kelompok yang lebih terampil.
  • Proses: Guru memberikan pendampingan langsung dan arahan langkah demi langkah pada kelompok yang masih canggung berbagi peran alat, sedangkan kelompok yang sudah mandiri langsung menjalankan pembagian tugas secara mandiri.
  • Produk: Hasil unjuk kerja dinilai berdasarkan keterlibatan aktif mempraktikkan kerja sama menyapu dan membersihkan area halaman yang ditugaskan hingga bersih.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik visual pada tahap pendahuluan: Murid memilih 1 dari 2 gambar situasi membersihkan halaman yang menunjukkan kerja sama. Pilihan: Gambar A (1 anak menyapu sendirian kelelahan) dan Gambar B (3 anak berbagi peran menyapu, memegang pengki, dan membuang sampah). Acuan jawaban benar: Gambar B.

Proses:

  • Pengamatan langsung saat unjuk kerja 'Estafet Sapu Bersih' di halaman sekolah menggunakan lembar observasi praktik kerja sama. Acuan kriteria: (1) Murid menjalankan peran menggunakan alat kebersihan (menyapu daun, memegang pengki, atau membuang ke tempat sampah); (2) Murid saling membantu bersama anggota kelompok tanpa membeda-bedakan teman hingga area halaman bersih.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menanyakan tindakan kerja sama saat teman memegang pengki. Acuan jawaban benar: Murid menjawab menyapu sampah/daun ke dalam pengki atau membantu menampung daun ke tempat sampah.

Formatif:

  • Lembar observasi unjuk kerja praktik bekerja sama menyapu dan membersihkan halaman sekolah (aspek: pembagian peran alat dan keterlibatan aktif membersihkan bersama teman kelompok dalam keberagaman)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Praktik Bekerja Sama Menyapu dan Membersihkan Halaman SekolahBelum terlibat mempraktikkan kegiatan menyapu atau membersihkan halaman bersama teman kelompok meski telah diarahkan guru.Mempraktikkan kegiatan menyapu dan membersihkan halaman sekolah bersama teman kelompok hanya jika terus didampingi dan diarahkan guru.Mempraktikkan kegiatan bekerja sama menyapu dan membersihkan halaman sekolah bersama teman kelompok secara aktif sesuai pembagian tugas hingga area bersih.Mempraktikkan kegiatan bekerja sama menyapu dan membersihkan halaman sekolah secara mandiri, aktif membantu teman kelompok yang membutuhkan tanpa diminta, dan menjaga kebersihan area hingga tuntas rapi.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pembagian kelompok dan alokasi area petak halaman sekolah sudah memungkinkan seluruh murid terlibat aktif bekerja sama?
  • Bagaimana respons dan keterlibatan murid dalam mempraktikkan pembagian alat kebersihan (sapu lidi, pengki, tempat sampah) bersama teman kelompoknya?

Murid:

  • Bagian mana dari kegiatan membersihkan halaman bersama teman tadi yang paling kamu sukai?
  • Tugas apa yang kamu lakukan bersama temanmu saat menyapu halaman tadi?

Pertemuan 16 — Mempraktikkan Bekerja Sama Menjaga Kebersihan dan Kerapian Selasar serta Teras Kelas — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.4 Mempraktikkan bekerja sama menjaga lingkungan sekitar dalam keberagaman

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memimpin doa bersama sebelum memulai aktivitas (3 menit).
  • Guru mengecek kehadiran murid serta memeriksa kesiapan fisik untuk kegiatan praktik di area teras kelas (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab terpimpin: Guru menunjukkan 2 gambar situasi: Gambar A (teras penuh daun kering dan sepatu berserakan) dan Gambar B (teras bersih bebas sampah dan sepatu tersusun rapi di rak), lalu meminta murid menunjukkan gambar teras yang terawat serta menyebutkan 2 tindakan menjaga kebersihan teras (acuan: Gambar B terawat; tindakan mencakup menyapu lantai teras/selasar, membuang sampah/daun ke tempat sampah, atau menata sepatu ke rak) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama guru berjalan menuju selasar dan teras kelas untuk mengamati langsung area lantai, rak sepatu, dan pot tanaman sekitar selasar guna mengenali sampah atau benda yang belum rapi (5 menit).
  • Guru memberikan penjelasan serta peragaan cara berbagi tugas dalam keberagaman kelompok (misalnya: anggota menyapu lantai selasar, mengumpulkan sampah ke serokan, dan merapikan susunan alas kaki di rak teras) (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil beranggotakan 4 orang yang beragam (latar belakang, jenis kelamin) dan membagikan perlengkapan kerja bakti berupa sapu ijuk kecil, serokan sampah, serta kain lap (5 menit).
  • Game 'Misi Bersih Ceria Teras': Setiap kelompok mempraktikkan kerja sama secara serentak sambil menyanyikan lagu 'Ayo, Bersih-Bersih', di mana 2 murid menyapu selasar dan mengumpulkan sampah ke serokan, serta 2 murid lainnya menata sepatu/sandal di rak dan merapikan pot tanaman di depan teras kelas (20 menit).
  • Murid bersama pasangannya membuang kotoran dari serokan ke tempat sampah yang benar serta meletakkan kembali alat kebersihan ke tempat semula dengan tertib (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama anggota kelompoknya berdiri di selasar teras mengamati hasil kerja sama mereka dan mengecek apakah selasar sudah bersih dari debu/daun serta alas kaki telah tersusun rapi di rak (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap praktik kerja sama yang telah dilaksanakan seluruh kelompok dalam menjaga kebersihan selasar teras tanpa membeda-bedakan teman (5 menit).
  • Guru memandu murid mencuci tangan hingga bersih, menyampaikan rencana latihan kerja sama berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan alat kebersihan berukuran mini yang ringan untuk murid yang membutuhkan penyesuaian motorik.
  • Proses: Memberikan bimbingan langsung kepada kelompok yang masih canggung membagi peran, sementara kelompok mandiri langsung menjalankan tugas menyapu dan merapikan alas kaki.
  • Produk: Kelompok yang membutuhkan pendampingan cukup memastikan lantai selasar bebas dari sampah dedaunan, sedangkan kelompok yang lebih mahir membersihkan sudut selasar dan merapikan seluruh jajaran alas kaki.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di pendahuluan dengan 2 gambar situasi: Gambar A (teras kotor berantakan) dan Gambar B (teras bersih tertata). Murid menunjukkan gambar terawat dan menyebutkan 2 tindakan menjaga kebersihan teras (acuan: Gambar B; tindakan yang diterima adalah menyapu lantai teras/selasar, membuang sampah/daun ke tempat sampah, atau menata sepatu ke rak).

Proses:

  • Observasi keterlibatan langsung murid selama kegiatan 'Misi Bersih Ceria Teras' dalam kelompok (kriteria pengamatan: aktif berbagi peran membersihkan lantai selasar/merapikan rak sepatu bersama teman kelompok yang beragam).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan peragaan langsung di akhir kegiatan: Setiap kelompok menunjukkan 2 hasil praktiknya pada area selasar/teras (acuan: (1) lantai selasar bersih dari sampah/daun kering, (2) sepatu/sandal tertata rapi di rak teras).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja praktik kerja sama membersihkan dan merapikan selasar serta teras kelas menggunakan lembar amatan rubrik ketercapaian.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Praktik Kerja Sama Menjaga Kebersihan Selasar dan TerasBelum mempraktikkan tindakan membersihkan sampah di selasar/teras meski telah diarahkan oleh guru dan teman.Mempraktikkan pembersihan sampah di selasar/teras dengan bantuan dan arahan terus-menerus dari guru.Mempraktikkan kerja sama membersihkan sampah dan menyapu selasar/teras bersama teman sekelompok secara aktif.Mempraktikkan kerja sama membersihkan sampah dan menyapu selasar/teras secara mandiri, konsisten, serta tuntas bersama teman sekelompok.
Praktik Kerja Sama Menjaga Kerapian Selasar dan TerasBelum merapikan benda atau alas kaki di selasar dan teras kelas.Merapikan alas kaki atau perlengkapan di teras dengan bimbingan langsung guru.Mempraktikkan kerja sama menata alas kaki di rak dan merapikan pot di teras bersama teman sekelompok secara teratur.Mempraktikkan kerja sama menata alas kaki di rak dan merapikan pot di teras secara mandiri, rapi, dan konsisten bersama seluruh anggota kelompok.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid berpartisipasi aktif dalam pembagian tugas membersihkan selasar dan teras kelas?
  • Bagaimana respons murid saat bekerja sama dengan teman yang beragam latar belakang selama kegiatan lapangan?

Murid:

  • Bagian mana dari selasar dan teras kelas yang tadi kamu bersihkan bersama temanmu?
  • Bagaimana perasaanmu setelah melihat selasar dan teras kelas menjadi bersih dan rapi bersama teman-teman?

Pertemuan 17 — Mempraktikkan Bekerja Sama Menjaga Kebersihan dan Kerapian Lingkungan Sekitar Kelas Secara Kelompok — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.4 Mempraktikkan bekerja sama menjaga lingkungan sekitar dalam keberagaman

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan mengondisikan kesiapan fisik serta ruang belajar untuk kegiatan praktik bersama (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal berupa simulasi cepat memilih peran kerja sama: murid ditunjukkan 2 gambar tugas kerja sama (gambar A: mengumpulkan daun kering/sampah di pot, gambar B: menata jejeran pot bunga dan tempat sampah di depan kelas) dan meminta setiap murid mengangkat tangan untuk memilih salah satu peran tindakan yang tepat sesuai alat yang tersedia (sapu lidi kecil atau merapikan langsung dengan tangan bersarung) (acuan ketepatan: murid mampu memilih 1 tugas fisik pembersihan/kerapian yang sesuai dengan alat yang disediakan guru) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu murid mengamati area lingkungan sekitar kelas (area teras depan, rak sepatu luar, dan deretan pot tanaman kelas) serta menunjukkan 3 zona kerja sama yang perlu dibersihkan dan dirapikan: Zona 1 (selasar depan pintu dan rak sepatu), Zona 2 (lantai teras depan jendela), dan Zona 3 (area sudut pot bunga dan tempat sampah luar) (5 menit).
  • Guru mendemonstrasikan pembagian tugas kerja sama dalam kelompok majemuk (terdiri dari murid laki-laki dan perempuan dengan latar belakang beragam): satu anak menyapu kotoran/daun kering, satu anak memegang pengki untuk menampung sampah, dan satu anak menata letak rak/pot agar rapi (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi kelas ke dalam 4 kelompok kerja sama (masing-masing 6-7 murid beragam jenis kelamin dan latar belakang) dan membagikan alat kebersihan (sapu lidi mini, pengki, kain lap teras, dan tempat sampah kecil) (5 menit).
  • Permainan Tantangan Kelompok Bergembira 'Operasi Semut Bersatu': setiap kelompok secara serempak mempraktikkan kerja sama membersihkan dan merapikan zona lingkungan sekitar kelas masing-masing (Kelompok 1 & 2 di Zona 1 dan 2; Kelompok 3 & 4 di Zona 3 dan perbatasan taman kelas) selama 20 menit, di mana murid saling berbagi peran menyapu sampah daun/kertas, menampung ke pengki, membuang ke tong sampah, dan menyejajarkan rak sepatu/pot tanaman tanpa membeda-bedakan teman (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru bersama semua kelompok melakukan 'Pawai Keliling Kelas' untuk memeriksa hasil kebersihan dan kerapian lingkungan sekitar kelas yang telah dikerjakan bersama-sama (7 menit).
  • Murid bersama guru merefleksikan pengalaman praktik kerja sama: bagaimana pekerjaan membersihkan lingkungan sekitar kelas menjadi lebih cepat selesai dan rapi karena dilakukan bersama teman kelompok yang beragam (8 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan konfirmasi dan apresiasi atas keberhasilan seluruh kelompok dalam mempraktikkan kerja sama membersihkan dan merapikan lingkungan sekitar kelas (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya terus bekerja sama menjaga kebersihan lingkungan kelas, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan pembagian area kerja sama dari yang bertingkat ringan (merapikan jejeran sepatu pada rak) hingga area dengan volume sampah daun lebih banyak di sekitar pot tanaman.
  • Proses: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan diberikan pendampingan langsung oleh guru dalam memegang pengki dan menyapu berpasangan; untuk murid yang sudah mahir diberikan kesempatan memimpin pembagian titik kerja sama di kelompoknya.
  • Produk: Semua kelompok menghasilkan bukti unjuk kerja yang sama yaitu area lingkungan sekitar kelas yang bersih dari sampah dan tertata rapi melalui kerja sama kelompok.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik kesiapan peran kerja sama: Murid memilih peran konkret pada 2 gambar situasi: (Gambar 1: membersihkan sampah sekitar kelas, Gambar 2: merapikan susunan barang di luar kelas). (Acuan: murid tepat menyebutkan 1 tindakan kerja sama fisik yang akan dilakukan, misal 'saya memegang pengki saat teman menyapu' atau 'saya menata pot bersama teman').

Proses:

  • Observasi unjuk kerja saat 'Operasi Semut Bersatu' pada 4 kelompok: Mengamati apakah setiap murid mengambil peran aktif bekerja sama (menyapu, mengumpulkan ke pengki, membuang ke tong sampah, atau merapikan benda di sekitar kelas) secara harmonis bersama anggota kelompok yang beragam.

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan hasil kerja kelompok (cek unjuk kerja): Guru memeriksa ketercapaian 2 kriteria fisik lingkungan sekitar kelas, yaitu: (1) Bebas dari sampah berserakan di selasar/pot, (2) Rak sepatu dan pot tertata rapi sejajar. (Acuan ketercapaian: area zona kelompok bersih dari sampah daun/kertas dan letak perlengkapan luar kelas kembali teratur rapi).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja praktik bekerja sama membersihkan dan merapikan lingkungan sekitar kelas secara berkelompok dengan lembar amatan keterlibatan dan pembagian tugas.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Praktik Kerja Sama Menjaga Kebersihan dan Kerapian Lingkungan Sekitar KelasMurid belum ikut mempraktikkan kerja sama membersihkan dan merapikan lingkungan sekitar kelas meskipun telah diarahkan guru.Murid ikut mempraktikkan kerja sama membersihkan atau merapikan lingkungan sekitar kelas hanya pada satu jenis tugas fisik dengan bimbingan intensif.Murid mempraktikkan kerja sama membersihkan dan merapikan lingkungan sekitar kelas secara aktif berbagi peran (menyapu/menampung sampah/merapikan benda) bersama teman kelompoknya.Murid mempraktikkan kerja sama membersihkan dan merapikan lingkungan sekitar kelas secara aktif, konsisten menuntaskan perannya, serta berinisiatif membantu tugas teman sekelompok hingga seluruh area bersih dan rapi tanpa perlu diingatkan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 20 menit untuk praktik 'Operasi Semut Bersatu' cukup efektif dan aman bagi murid kelas 1?
  • Bagaimana keterlibatan setiap murid dalam kelompok yang beragam, apakah semua mendapatkan peran yang seimbang?

Murid:

  • Bagian mana dari lingkungan sekitar kelas yang paling kamu sukai setelah kita bersihkan bersama?
  • Tugas apa yang kamu lakukan bersama teman kelompokmu saat membersihkan tadi?

Pertemuan 18 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.1 Menunjukkan karakteristik lingkungan tempat tinggal sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
  • TP 1.4.2 Menunjukkan karakteristik lingkungan sekolah sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
  • TP 1.4.3 Menceritakan bekerja sama menjaga lingkungan sekitar dalam keberagaman
  • TP 1.4.4 Mempraktikkan bekerja sama menjaga lingkungan sekitar dalam keberagaman

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, mengajak berdoa bersama, memeriksa kehadiran murid, serta menyiapkan suasana belajar yang tertib dan tenang (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab 4 yaitu menunjukkan pemahaman tentang lingkungan tempat tinggal dan sekolah, serta unjuk kerja praktik kerja sama menjaga kebersihan kelas (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar aktivitas visual serentak yang memuat 4 gambar identifikasi lingkungan tempat tinggal dan 4 simbol denah ruangan sekolah, lalu menjelaskan petunjuk cara memberi tanda centang dan mewarnai/menunjuk simbol (3 menit).
  • Guru menjelaskan alur tugas kedua, yaitu unjuk kerja kelompok (6 kelompok berisi 4-5 murid) yang membagi tugas membersihkan area kelas dan menceritakan 1 pengalaman bekerja sama menjaga lingkungan (2 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Seluruh murid mengerjakan penugasan visual serentak secara mandiri di meja masing-masing selama 25 menit: Bagian A (centang 2 gambar bagian lingkungan tempat tinggal yang benar: [1] Kamar tidur rumah, [2] Dapur rumah, [3] Ruang guru sekolah, [4] Laboratorium komputer; acuan kunci: mencentang nomor 1 dan 2); Bagian B (mewarnai/menunjuk 2 simbol denah sekolah yang benar: [1] Simbol ruang kelas berpapan tulis, [2] Simbol perpustakaan berrak buku, [3] Simbol garasi bus kota, [4] Simbol sawah padi; acuan kunci: mewarnai/menunjuk nomor 1 dan 2) (25 menit).
  • Guru mengumpulkan lembar penugasan visual serentak dan mengarahkan murid berkumpul dalam 6 kelompok (4-5 murid per kelompok) di stasi area kelas masing-masing untuk melaksanakan unjuk kerja praktik kerja sama (3 menit).
  • Setiap kelompok secara serempak di stasinya mempraktikkan pembagian tugas membersihkan kelas (memungut sampah kertas/plastik di lantai dan merapikan meja/kursi) serta anggota/perwakilan kelompok menceritakan secara lisan 1 pengalaman bekerja sama menjaga kebersihan lingkungan kelas secara bergiliran singkat di hadapan guru (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru merefleksikan kegiatan asesmen yang telah dijalani dengan mengacungkan jempol ke atas jika merasa sudah bekerja sama dengan baik dan memahami bagian-bagian lingkungan rumah serta sekolah (2 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan kerja sama seluruh murid selama pengerjaan asesmen sumatif bab 4 (3 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan secara singkat seluruh pembelajaran Bab 4 tentang indahnya lingkungan tempat tinggal dan sekolah sebagai bagian NKRI, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Tidak ada diferensiasi konten materi karena merupakan sesi asesmen sumatif standar.
  • Proses: Akomodasi akses berupa pembacaan petunjuk soal secara lisan dengan artikulasi perlahan bagi murid yang memerlukan dukungan membaca tanpa mengubah isi tugas atau kriteria penilaian.
  • Produk: Format bukti sumatif seragam sesuai acuan ATP: portofolio lembar aktivitas visual serentak dan unjuk kerja praktik kerja sama kelompok.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • Portofolio lembar aktivitas visual serentak dan unjuk kerja praktik kerja sama kelompok: Hasil penandaan gambar visual lingkungan tempat tinggal dan denah sekolah, rekaman poin cerita lisan kelompok tentang kerja sama, serta tindakan langsung membersihkan kelas secara berkelompok yang dinilai dengan rubrik
  • penugasan visual serentak: Lembar kerja berisi identifikasi visual: memberi tanda centang pada gambar bagian lingkungan tempat tinggal dan mewarnai/menunjuk simbol ruangan pada denah lingkungan sekolah sederhana yang dikerjakan seluruh kelas secara serentak (30 menit; kelompok; instrumen: kunci penandaan gambar dan rubrik ceklis ketepatan identifikasi ruang)
  • unjuk kerja dan praktik kelompok: Performa kelompok (4-5 murid per kelompok, total 6 kelompok dinilai secara serempak/stasi): setiap kelompok mempraktikkan pembagian tugas membersihkan kelas (memungut sampah, merapikan meja) dan perwakilan/anggota kelompok menceritakan secara lisan 1 pengalaman bekerja sama menjaga lingkungan kelas secara singkat bergantian antar-kelompok (40 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi kinerja kerja sama dan rubrik unjuk kerja cerita lisan kelompok)

Sumatif:

  • Portofolio lembar aktivitas visual serentak dan unjuk kerja praktik kerja sama kelompok: Hasil penandaan gambar visual lingkungan tempat tinggal dan denah sekolah, rekaman poin cerita lisan kelompok tentang kerja sama, serta tindakan langsung membersihkan kelas secara berkelompok yang dinilai dengan rubrik
  • penugasan visual serentak: Lembar kerja berisi identifikasi visual: memberi tanda centang pada gambar bagian lingkungan tempat tinggal dan mewarnai/menunjuk simbol ruangan pada denah lingkungan sekolah sederhana yang dikerjakan seluruh kelas secara serentak (30 menit; kelompok; instrumen: kunci penandaan gambar dan rubrik ceklis ketepatan identifikasi ruang)
  • unjuk kerja dan praktik kelompok: Performa kelompok (4-5 murid per kelompok, total 6 kelompok dinilai secara serempak/stasi): setiap kelompok mempraktikkan pembagian tugas membersihkan kelas (memungut sampah, merapikan meja) dan perwakilan/anggota kelompok menceritakan secara lisan 1 pengalaman bekerja sama menjaga lingkungan kelas secara singkat bergantian antar-kelompok (40 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi kinerja kerja sama dan rubrik unjuk kerja cerita lisan kelompok)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan Karakteristik Lingkungan Tempat Tinggal dan Sekolah (TP 1.4.1 & TP 1.4.2)Belum tepat menunjukkan gambar lingkungan tempat tinggal maupun simbol denah sekolah (0 butir benar dari 4 target acuan).Menunjukkan 1-2 butir dengan tepat dari 4 target acuan (kamar tidur, dapur, simbol ruang kelas, simbol perpustakaan).Menunjukkan 3 butir dengan tepat dari 4 target acuan (kamar tidur, dapur, simbol ruang kelas, simbol perpustakaan).Menunjukkan seluruh 4 butir dengan tepat sesuai acuan (kamar tidur, dapur rumah, simbol ruang kelas, dan simbol perpustakaan sekolah) secara mandiri.
Mempraktikkan Kerja Sama Menjaga Kebersihan Kelas (TP 1.4.4)Belum ikut serta dalam kegiatan pembagian tugas membersihkan kelas (memungut sampah dan merapikan meja).Terlibat dalam salah satu tugas membersihkan kelas (hanya memungut sampah atau hanya merapikan meja) namun masih perlu dorongan penuh.Mempraktikkan pembagian tugas menjaga kebersihan kelas (memungut sampah dan merapikan meja) bersama anggota kelompoknya.Mempraktikkan pembagian tugas membersihkan kelas secara aktif, tuntas pada kedua tugas (memungut sampah dan merapikan meja), serta konsisten bekerja sama.
Menceritakan Pengalaman Bekerja Sama dalam Keberagaman (TP 1.4.3)Belum menceritakan pengalaman bekerja sama menjaga kebersihan lingkungan.Menceritakan pengalaman bekerja sama namun belum menyebutkan bentuk kegiatan menjaga lingkungan secara jelas.Menceritakan 1 pengalaman nyata bekerja sama menjaga kebersihan lingkungan kelas bersama teman secara jelas.Menceritakan 1 pengalaman nyata bekerja sama menjaga lingkungan kelas secara jelas, runtut, dan menyebutkan peran kerja sama bersama teman.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi untuk pelaksanaan penugasan visual serentak dan unjuk kerja kelompok di 6 stasi?
  • Bagaimana ketercapaian murid kelas 1 dalam menunjukkan karakteristik lingkungan serta mempraktikkan kerja sama nyata?

Murid:

  • Bagian mana dari tugas hari ini yang paling kamu senangi saat membersihkan kelas bersama teman?
  • Apakah kamu sudah mengenal ruangan-ruangan yang ada di rumah dan sekolahmu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek 2023, Bab 4 Subbab A)
  2. Buku Siswa Pendidikan Pancasila SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek 2023, Bab 4 Halaman 121-124)
  3. Poster/Gambar visual karakteristik fisik rumah tinggal di lingkungan Indonesia
  4. Kartu simbol bagian rumah (atap, pintu, jendela, halaman) dan Lembar Kerja Siswa
  5. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2023).
  6. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2023) Bab 4 Halaman 121-123.
  7. Set kartu gambar kenampakan alam dan buatan lingkungan sekitar rumah (pantai, bukit, sungai, jalan, jembatan).
  8. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
  9. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2021, Bab 4)
  10. Gambar peraga Denah Sederhana Tempat Tinggal di papan tulis
  11. Lembar Kerja Murid (LKPD) Denah Tempat Tinggal
  12. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas I, Kemendikbudristek 2023, Bab 4
  13. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas I, Kemendikbudristek 2023, Bab 4 Halaman 121-123
  14. Gambar ilustrasi lingkungan tempat tinggal dan perumahan warga
  15. Lembar Kerja Murid (LKPD) 'Tunjuk Tepat Batas dan Tetangga' beserta stiker simbol penanda
  16. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2023)
  17. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2023)
  18. Foto/gambar ruang kelas dan ruang guru sekolah
  19. Benda-benda nyata di dalam ruang kelas 1
  20. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2023).
  21. Set kartu gambar fasilitas sekolah: Halaman bertiang bendera, Perpustakaan berrak buku, Kantin sekolah, dan Wastafel/Toilet.
  22. Lembar Kerja Siswa 'Menunjukkan Fasilitas Sekolahku'.
  23. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2023, Bab 4: Aku dan Lingkunganku)
  24. Gambar Denah Sederhana Lingkungan Sekolah ukuran poster (memuat ruang kelas, ruang guru, perpustakaan, toilet, dan tiang bendera)
  25. Kartu simbol ruangan (simbol papan tulis, meja guru, tumpukan buku, kran air)
  26. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas I, Kemendikbudristek 2023
  27. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas I, Kemendikbudristek 2023
  28. Media Gambar Denah Lingkungan Sekolah dan Lembar Kerja Siswa
  29. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023.
  30. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas I, Subbab 'Keluarga Panca' dan Subbab D 'Aku dan Lingkunganku', Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023.
  31. Teks dan audio lagu 'Ayo, Bersih-Bersih' ciptaan Canny Ilmiati.
  32. Gambar ilustrasi aktivitas bekerja sama membersihkan rumah (menyapu, mengepel, mengelap kaca, merapikan mainan).
  33. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2023) Bab 4
  34. Kartu gambar aktivitas merapikan kelas (menata buku rak, meluruskan bangku, merapikan meja)
  35. Tongkat kecil berhias pita untuk media estafet cerita
  36. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2023) Bab 4
  37. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2023) Subbab D
  38. Gambar ilustrasi aktivitas kerja bakti murid di lingkungan sekitar sekolah
  39. Kartu Bintang untuk permainan tongkat berantai/estafet
  40. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas I (Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek 2023).
  41. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek 2023).
  42. Gambar situasi kerja bakti dan gotong royong di lingkungan sekolah/tempat tinggal.
  43. Kartu Cerita Peranku dan Boneka Maskot Kelas untuk aktivitas bercerita.
  44. Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas I SD/MI Kemendikbudristek 2023
  45. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila Kelas I SD/MI Kemendikbudristek 2023
  46. Tempat sampah kelas (dua wadah berbeda warna: hijau dan biru)
  47. Bahan peraga sampah tiruan (kertas remas, botol plastik mini, daun kering, kulit buah tiruan)
  48. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2023, Bab 4 Subbab D)
  49. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2023, Halaman 154-158)
  50. Fasilitas ruang kelas nyata: meja murid, kursi murid, dan rak buku kelas
  51. Lagu anak 'Ini Kelasku' ciptaan Canny Ilmiati sebagai pengiring aktivitas
  52. Buku Teks Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2023) Bab 4
  53. Area halaman sekolah
  54. Perlengkapan kebersihan: sapu lidi, pengki, dan tempat sampah/kantong sampah
  55. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  56. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  57. Lingkungan nyata selasar dan teras depan ruang kelas.
  58. Perlengkapan kebersihan: sapu ijuk kecil, serokan sampah plastik, tempat sampah, kain lap, dan rak sepatu.
  59. Lingkungan nyata di sekitar ruang kelas (selasar, teras, rak sepatu, deretan pot)
  60. Peralatan kebersihan: sapu lidi mini, pengki plastik, kain lap, sarung tangan kain, dan tempat sampah pilah
  61. Lembar Asesmen Visual Karakteristik Tempat Tinggal dan Denah Sekolah
  62. Peralatan kebersihan kelas (tempat sampah, sapu kecil, lap meja)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.