MODUL AJAR Pendidikan Pancasila — Kelas 1 (Fase A) Topik: Bab 1 — Aku dan Teman-Temanku INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 1 |
|---|
| Topik | Bab 1 — Aku dan Teman-Temanku |
|---|
| Alokasi Waktu | 38 JP (38 x 35 menit = 1330 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 19 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 1.1.1 Mengidentifikasi identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin di lingkungan sekitar
- TP 1.1.2 Mengidentifikasi identitas dirinya sesuai dengan hobi di lingkungan sekitar
- TP 1.1.3 Menghargai identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin dan hobi di lingkungan sekitar
- TP 1.1.4 Mempraktikkan bekerja sama menjaga lingkungan sekitar dalam keberagaman
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apakah anak laki-laki dan anak perempuan memiliki ciri-ciri penampilan yang berbeda?
- Bagaimana caramu mengenali apakah seseorang di dalam gambar adalah anak laki-laki atau anak perempuan?
- Saat kamu melihat wajah dan penampilanmu di cermin, apa yang kamu lihat?
- Bagaimana caramu mengenali bahwa dirimu adalah anak laki-laki atau anak perempuan?
- Apa jenis kelaminmu sendiri?
- Simbol gambar apa yang cocok untuk menunjukkan jenis kelaminmu pada kartu nama?
- Apakah jenis kelaminmu laki-laki atau perempuan?
- Bagaimana caramu menyebutkan nama dan jenis kelaminmu saat berkenalan dengan teman baru?
- Kegiatan apa yang paling kalian sukai saat waktu bermain di rumah atau sekolah?
- Apakah hobi teman di sebelah kalian sama dengan hobi kalian?
- Apa kegiatan yang paling kamu sukai saat waktu bermain di rumah atau sekolah?
- Simbol gambar apa yang paling cocok untuk menunjukkan kegemaranmu?
- Kegiatan apa yang paling kamu sukai saat bermain di rumah atau sekolah?
- Gambar apa yang paling cocok menunjukkan kegiatan kegemaranmu?
- Apa kegiatan atau hobi yang paling kamu sukai di rumah maupun di sekolah?
- Bagaimana caramu memberi tahu teman sebangkumu tentang hobi yang kamu sukai?
- Siapakah yang menciptakan kita sebagai anak laki-laki atau anak perempuan?
- Mengapa kita harus bersyukur dan bangga menjadi diri kita sendiri?
- Apakah kamu merasa senang dan bangga menjadi anak laki-laki atau anak perempuan?
- Bagaimana caramu menunjukkan rasa percaya diri sebagai anak laki-laki atau anak perempuan di kelas?
- Apa kegiatan atau hobi yang paling membuat hatimu senang saat melakukannya?
- Mengapa kita harus merasa bangga dan menyukai hobi kita sendiri?
- Siapakah dirimu dan apa jenis kelamin serta hobi yang kamu syukuri?
- Bagaimana perasaanmu saat menunjukkan kartu perkenalan diri yang berisi jenis kelamin dan hobimu kepada teman?
- Bagaimana caramu menyampaikan jenis kelamin dan hobimu kepada teman dengan rasa bangga?
- Kata santun apa yang kamu ucapkan saat memperkenalkan dirimu dan hobimu kepada teman?
- Apa yang terjadi jika pensil dan krayon kita berserakan di atas meja belajar?
- Bagaimana perasaanmu saat merapikan kotak pensil bersama teman sebangku laki-laki dan perempuan?
- Bagaimana perasaan kita jika buku-buku di pojok baca berantakan?
- Apa yang dapat kita lakukan bersama teman laki-laki dan perempuan agar pojok baca kembali rapi?
- Bagaimana rasanya belajar jika meja dan lantai kelas kita bersih?
- Apa yang terjadi jika kita membersihkan meja dan lantai kelas bersama-sama dengan teman?
- Apa yang terjadi jika sampah kertas dan bungkus jajanan dibiarkan menumpuk di lantai kelas kita?
- Bagaimana cara kita bekerja sama memilah dan membuang sampah ke tempat sampah kelas agar kelas tetap bersih?
- Bagaimana rasanya belajar di kelas yang bersih dan tertata rapi?
- Bagaimana cara kita bekerja sama menjaga kebersihan dan kerapian kelas bersama teman laki-laki dan perempuan secara serentak?
- Bagaimana caramu memperkenalkan diri kepada teman dengan menyebut jenis kelamin dan hobi?
- Mengapa kita harus bersyukur atas diri kita dan mau bekerja sama membersihkan kelas bersama teman laki-laki dan perempuan?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengidentifikasi identitas diri sesuai jenis kelamin laki-laki dan perempuan melalui gambar di lingkungan sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.1 Mengidentifikasi identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid dan mengondisikan kelas agar siap belajar (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan 2 kartu gambar: Gambar A (anak laki-laki berambut pendek memakai celana) dan Gambar B (anak perempuan berambut dikuncir memakai rok). Guru meminta murid menunjuk mana anak laki-laki dan mana anak perempuan (acuan jawaban: Gambar A = laki-laki; Gambar B = perempuan) (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi jenis kelamin laki-laki dan perempuan melalui gambar di lingkungan sekitar (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menayangkan atau memperlihatkan gambar ilustrasi tokoh anak (Panca anak laki-laki dan Bina anak perempuan) di depan kelas (5 menit).
- Guru memfasilitasi murid mengamati ciri fisik dan pakaian pada gambar Panca dan Bina untuk mengidentifikasi jenis kelaminnya (acuan: Panca berambut pendek dan memakai celana = anak laki-laki; Bina berambut panjang/berkuncir dan memakai rok = anak perempuan) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru mengajak murid melakukan permainan interaktif 'Tebak Kartu Kawan' di mana murid mengambil 1 dari 4 kartu gambar anak di lingkungan sekitar lalu menempelkannya pada papan bertuliskan kantong 'Laki-Laki' atau 'Perempuan': (1) Kartu 1: Gambar Sakti (anak laki-laki bermain bola); (2) Kartu 2: Gambar Ika (anak perempuan menyiram bunga); (3) Kartu 3: Gambar Dani (anak laki-laki membaca buku); (4) Kartu 4: Gambar Siti (anak perempuan membawa tas) (acuan pengelompokan: Kartu 1 & 3 = Laki-Laki; Kartu 2 & 4 = Perempuan) (18 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja mencentang (V) jenis kelamin yang tepat pada 4 gambar anak di lingkungan sekolah: (1) Gambar anak laki-laki memakai peci dan celana; (2) Gambar anak perempuan memakai pita rambut dan rok; (3) Gambar anak laki-laki berambut ikal pendek memakai celana seragam; (4) Gambar anak perempuan berambut kepang memakai rok seragam (acuan jawaban tepat: 1 = laki-laki; 2 = perempuan; 3 = laki-laki; 4 = perempuan) (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru bersama murid membahas hasil lembar kerja dan mengonfirmasi ciri penanda jenis kelamin pada gambar secara bersama-sama (5 menit).
- Murid diajak menyadari bahwa di lingkungan sekitar terdapat teman laki-laki dan teman perempuan yang dapat dikenali ciri identitasnya (3 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara mengidentifikasi anak laki-laki dan perempuan melalui gambar di lingkungan sekitar (4 menit).
- Guru memberikan penguatan dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan gambar berukuran lebih besar dengan ciri fisik yang sangat kontras (misal: rambut pita dan rok vs rambut pendek dan celana). Murid yang lebih cepat diberikan gambar anak dengan variasi pakaian daerah atau seragam sekolah.
- Proses: Murid yang belum lancar mengidentifikasi didampingi guru dengan panduan pertanyaan terarah saat mengamati gambar. Murid yang mahir mengidentifikasi gambar secara mandiri.
- Produk: Murid menandai lembar kerja dengan mencentang pilihan gambar simbol, atau langsung menyebutkan lisan bagi yang memerlukan akomodasi motorik halus.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual lisan: Menunjukkan 2 kartu gambar anak di depan kelas (Gambar A = anak laki-laki berambut pendek memakai celana; Gambar B = anak perempuan berambut kuncir memakai rok), lalu meminta murid menunjuk mana anak laki-laki dan mana anak perempuan (acuan: Gambar A = laki-laki; Gambar B = perempuan).
Proses:- Formatif proses: Pemeriksaan ketepatan murid menempelkan 4 kartu gambar pada permainan 'Tebak Kartu Kawan' (Kartu 1: Sakti [laki-laki], Kartu 2: Ika [perempuan], Kartu 3: Dani [laki-laki], Kartu 4: Siti [perempuan]; acuan tepat: Kartu 1 & 3 pada kolom Laki-Laki, Kartu 2 & 4 pada kolom Perempuan).
- Formatif mandiri: Penilaian lembar kerja mencentang jenis kelamin pada 4 gambar anak di lingkungan sekolah (acuan kunci jawaban: Gambar 1 = Laki-laki, Gambar 2 = Perempuan, Gambar 3 = Laki-laki, Gambar 4 = Perempuan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjukkan 1 gambar acak anak di lingkungan sekitar (anak perempuan berkerudung/berpita memakai rok), murid secara serentak atau bergantian menyebutkan jenis kelamin gambar tersebut (acuan jawaban: anak perempuan).
Formatif:- Observasi unjuk kerja pengelompokan 4 kartu gambar ke kantong jenis kelamin pada permainan 'Tebak Kartu Kawan'.
- Penilaian lembar kerja mengidentifikasi jenis kelamin pada 4 gambar anak.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi jenis kelamin laki-laki dan perempuan melalui gambar | Murid mengidentifikasi 0-1 dari 4 gambar jenis kelamin dengan tepat pada lembar kerja (acuan: 1=L, 2=P, 3=L, 4=P). | Murid mengidentifikasi 2 dari 4 gambar jenis kelamin dengan tepat pada lembar kerja (acuan: 1=L, 2=P, 3=L, 4=P). | Murid mengidentifikasi 3 dari 4 gambar jenis kelamin dengan tepat pada lembar kerja (acuan: 1=L, 2=P, 3=L, 4=P). | Murid mengidentifikasi seluruh 4 gambar jenis kelamin dengan tepat secara mandiri pada lembar kerja (acuan: 1=L, 2=P, 3=L, 4=P). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media gambar yang digunakan cukup jelas membantu murid membedakan jenis kelamin laki-laki dan perempuan?
- Bagian kegiatan mana yang paling membuat murid antusias dalam mengidentifikasi gambar?
Murid:- Apakah kamu bisa membedakan gambar anak laki-laki dan anak perempuan?
- Bagian mana dari kegiatan belajar tadi yang paling kamu sukai?
Pertemuan 2 — Mengidentifikasi identitas diri sendiri sesuai jenis kelamin melalui pengamatan di cermin — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.1 Mengidentifikasi identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru mengecek kehadiran dan mengondisikan kelas agar siap belajar (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid mengangkat kartu simbol diri: kartu bergambar anak laki-laki atau anak perempuan sesuai identitas diri masing-masing (acuan: murid laki-laki mengangkat kartu laki-laki, murid perempuan mengangkat kartu perempuan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membagikan cermin kecil berbingkai aman kepada setiap murid untuk mengamati ciri fisik diri sendiri (bentuk rambut, pakaian seragam sekolah) dengan penuh kesadaran dan rasa syukur (7 menit).
- Guru membimbing murid mengidentifikasi identitas diri sesuai jenis kelamin berdasarkan hasil pengamatan langsung di depan cermin (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid melakukan permainan 'Cermin Ajaib': sambil memegang cermin, murid berbaris bergantian di depan kelas, melihat bayangan diri, lalu menyebutkan identitas dirinya: 'Namaku [Nama], aku anak [laki-laki/perempuan]' (15 menit).
- Murid mengerjakan lembar kerja mandiri 'Aku di Cermin': mencentang kotak pilihan jenis kelamin diri sendiri (pilihan: [ ] Laki-laki / [ ] Perempuan) dan mewarnai bingkai cermin pada lembar kerja sesuai jenis kelamin dirinya (acuan ketepatan: murid laki-laki mencentang kotak 'Laki-laki'; murid perempuan mencentang kotak 'Perempuan') (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengajak murid melihat kembali lembar kerjanya dan memastikan pilihan centang jenis kelamin sesuai dengan dirinya sendiri melalui pertanyaan: 'Apakah tanda centangmu sudah tepat menunjukkan dirimu anak laki-laki atau perempuan?' (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa setiap anak dapat mengenali identitas dirinya sebagai anak laki-laki atau anak perempuan melalui pengamatan diri (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif murid dan menutup pertemuan dengan doa serta salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan cermin berukuran berbeda atau kartu gambar panduan ciri rambut dan seragam bagi murid yang membutuhkan panduan visual konkret.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung secara individual bagi murid yang masih ragu menentukan pilihan jenis kelamin diri pada lembar kerja.
- Produk: Murid dapat menunjukkan identitas diri melalui centang pada lembar kerja atau dengan langsung menunjuk kartu lambang jenis kelamin dirinya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik cepat: Guru meminta setiap murid menunjukkan kartu identitas diri sesuai jenis kelaminnya (Acuan tepat: murid laki-laki menunjukkan kartu anak laki-laki; murid perempuan menunjukkan kartu anak perempuan).
Proses:- Pengamatan saat kegiatan 'Cermin Ajaib' dan pemeriksaan ketepatan centang pada lembar kerja 'Aku di Cermin' (Acuan tepat: murid laki-laki mencentang opsi 'Laki-laki'; murid perempuan mencentang opsi 'Perempuan').
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan: Guru menunjuk 1 murid secara acak sambil bertanya, 'Berdasarkan pengamatanmu di cermin tadi, kamu anak laki-laki atau perempuan?' (Acuan: murid menjawab sesuai jenis kelamin dirinya secara tepat).
Formatif:- Observasi unjuk kerja pengamatan cermin dan ketepatan mencentang identitas jenis kelamin diri pada lembar kerja
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi identitas diri sesuai jenis kelamin melalui cermin | Belum mampu menentukan jenis kelamin dirinya sendiri meskipun telah mengamati cermin dan diarahkan guru. | Mampu menentukan jenis kelamin dirinya setelah diarahkan dan dibimbing oleh guru di depan cermin. | Mampu mengidentifikasi jenis kelamin dirinya sendiri secara tepat dan mandiri melalui pengamatan cermin. | Mampu mengidentifikasi jenis kelamin dirinya sendiri secara tepat, cepat, mandiri, serta menunjukkan ciri fisik dirinya di cermin yang mencirikan jenis kelaminnya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media cermin efektif membantu murid kelas 1 mengidentifikasi jenis kelamin diri?
- Bagaimana keterlibatan murid selama permainan 'Cermin Ajaib' berlangsung?
Murid:- Bagian mana dari kegiatan melihat cermin yang paling kamu sukai?
- Apakah kamu sudah tahu pasti apakah dirimu anak laki-laki atau anak perempuan?
Pertemuan 3 — Mengidentifikasi identitas diri sesuai jenis kelamin dalam kartu nama diri sederhana — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.1 Mengidentifikasi identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru mengecek kehadiran murid dan mengondisikan suasana kelas yang tertib dan nyaman (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: guru menunjukkan 2 kartu simbol di papan tulis, yaitu simbol 1 (gambar anak laki-laki berambut pendek) dan simbol 2 (gambar anak perempuan berkuncir), lalu meminta 3 murid secara acak menyebutkan jenis kelamin dari gambar tersebut (acuan jawaban benar: simbol 1 = laki-laki; simbol 2 = perempuan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperlihatkan contoh kartu nama diri sederhana yang memuat nama dan simbol pilihan jenis kelamin (gambar anak laki-laki atau anak perempuan) (5 menit).
- Guru memandu murid mengidentifikasi 2 pilihan simbol jenis kelamin pada kartu nama diri sederhana: gambar anak laki-laki untuk murid laki-laki dan gambar anak perempuan untuk murid perempuan (acuan: gambar laki-laki berambut pendek bercelana; gambar perempuan berambut panjang/berkuncir berrok) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan selembar template 'Kartu Nama Diri Sederhana' kepada setiap murid yang berisi kolom nama diri dan 2 pilihan kotak simbol (kotak A: gambar anak laki-laki; kotak B: gambar anak perempuan) (5 menit).
- Murid melakukan permainan menggembirakan 'Tebak Kartuku': murid mencentang atau melingkari 1 simbol jenis kelamin pada kartu yang tepat mewakili identitas dirinya sendiri secara mandiri (acuan ketepatan: murid laki-laki memilih kotak A bertanda anak laki-laki; murid perempuan memilih kotak B bertanda anak perempuan) (15 menit).
- Murid memegang kartu nama dirinya lalu saling mencocokkan kartu dengan teman sebangku untuk memastikan pilihan simbol pada kartu nama diri sesuai dengan jenis kelamin masing-masing (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengajak murid mengangkat kartu nama dirinya dan memeriksa kembali apakah simbol jenis kelamin yang dipilih sudah tepat sesuai dengan dirinya (5 menit).
- Murid bersama guru menyimpulkan bahwa setiap orang memiliki identitas diri sesuai jenis kelamin (laki-laki atau perempuan) yang dapat ditunjukkan pada kartu nama diri sederhana (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan murid dalam mengidentifikasi jenis kelamin dirinya pada kartu nama diri sederhana (3 menit).
- Guru menyampaikan rencana kegiatan pertemuan berikutnya dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan template kartu nama diri dengan simbol gambar berwarna yang sangat jelas bagi murid yang membutuhkan bantuan visual konkrit.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan bimbingan individual menunjuk cermin kecil lalu mencocokkan ke pilihan simbol kartu; bagi murid yang sudah cepat dan tepat, murid diminta langsung menuliskan huruf awal namanya di samping simbol yang dipilih.
- Produk: Semua murid menghasilkan kartu nama diri sederhana dengan penandaan 1 simbol jenis kelamin yang tepat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik cepat mengenali 2 simbol jenis kelamin di papan tulis: simbol 1 (gambar anak laki-laki) dan simbol 2 (gambar anak perempuan) (acuan ketepatan: simbol 1 = laki-laki; simbol 2 = perempuan).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan tanda centang/lingkaran pada template kartu nama diri sederhana: 1 tanda pada kotak simbol anak laki-laki untuk murid laki-laki ATAU 1 tanda pada kotak simbol anak perempuan untuk murid perempuan (acuan: ketepatan pilihan simbol sesuai jenis kelamin nyata murid bersangkutan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: guru meminta murid mengangkat kartu nama dan memastikan satu per satu tanda simbol sesuai identitas kelaminnya (acuan ketercapaian: 100% murid mengangkat kartu dengan tanda simbol yang selaras dengan jenis kelamin dirinya sendiri).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja pengisian kartu nama diri sederhana (memilih/mencentang simbol jenis kelamin diri sendiri)
- Observasi ketepatan identifikasi jenis kelamin diri selama kegiatan 'Tebak Kartuku'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi identitas diri sesuai jenis kelamin pada kartu nama diri sederhana | Belum mampu menentukan simbol jenis kelamin diri sendiri pada kartu nama diri (salah memilih simbol atau tidak menandai). | Mampu menentukan simbol jenis kelamin diri sendiri pada kartu nama diri dengan bantuan dan bimbingan penuh dari guru. | Mampu mengidentifikasi dan memilih simbol jenis kelamin diri sendiri (laki-laki atau perempuan) pada kartu nama diri sederhana secara tepat dengan sedikit arahan. | Mampu mengidentifikasi dan memilih simbol jenis kelamin diri sendiri (laki-laki atau perempuan) pada kartu nama diri sederhana secara tepat dan mandiri tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah dapat mengidentifikasi jenis kelamin dirinya sendiri secara tepat pada kartu nama sederhana?
- Bagian mana dari langkah identifikasi simbol yang masih membingungkan bagi beberapa murid?
Murid:- Apakah kamu senang membuat kartu nama diri dengan simbol laki-laki atau perempuan?
- Apakah simbol jenis kelamin yang kamu pilih di kartu sudah cocok dengan dirimu?
Pertemuan 4 — Mengidentifikasi identitas diri sesuai jenis kelamin pada kegiatan pengenalan diri di kelas — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.1 Mengidentifikasi identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa pembuka bersama seluruh murid (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran dan mengajak murid menyanyikan lagu anak 'Ayo, Bermain' bersama-sama untuk menciptakan suasana riang (4 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan bertanya kepada murid: 'Anak-anak, di kelas kita ada anak laki-laki dan ada anak perempuan. Coba tunjuk tangan, siapa yang berjenis kelamin laki-laki? Siapa yang berjenis kelamin perempuan?' lalu mengaitkannya dengan kegiatan pengenalan diri di kelas (acuan jawaban: murid laki-laki mengacungkan tangan saat dipanggil kategori laki-laki, murid perempuan mengacungkan tangan saat dipanggil kategori perempuan) (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menunjukkan 2 boneka/wayang gambar tokoh buku teks: Tokoh 1 bernama 'Sakti' (anak laki-laki, rambut pendek, celana) dan Tokoh 2 bernama 'Bina' (anak perempuan, rambut dikepang/rok), lalu mencontohkan kalimat pengenalan identitas jenis kelamin: 'Halo teman-teman, namaku Sakti, aku anak laki-laki' dan 'Halo teman-teman, namaku Bina, aku anak perempuan' (7 menit).
- Murid menyimak dan bersama-sama menirukan pola pengenalan diri sederhana: 'Namaku [nama murid], jenis kelaminku [laki-laki/perempuan]' dengan bimbingan guru secara berkesadaran (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru memandu permainan pengenalan diri yang menggembirakan 'Oper Bola Karunia': murid duduk melingkar di kelas, lagu anak diputar sambil bola warna dioper berkeliling. Saat lagu berhenti, murid yang memegang bola berdiri dan memperkenalkan dirinya di depan kelas dengan menyebutkan nama panggilan dan mengidentifikasi jenis kelamin dirinya sendiri sesuai pola kalimat: 'Halo, namaku [nama], aku anak laki-laki/perempuan' (permainan berputar hingga seluruh murid mendapat giliran mengidentifikasi identitas jenis kelaminnya; acuan ketepatan: murid menyebutkan jenis kelamin yang benar sesuai dirinya) (20 menit).
- Murid yang menyimak di lingkaran merespons dengan menyebutkan kembali jenis kelamin temannya yang baru tampil: 'Benar, [nama teman] adalah anak laki-laki/perempuan' untuk memperkuat identifikasi jenis kelamin teman di kelas (acuan: ketepatan kategori laki-laki atau perempuan sesuai teman yang tampil) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid diajak duduk tenang dan mengecek pemahaman diri dengan memegang dada sambil menjawab bersama pertanyaan guru: 'Apakah kamu sudah dapat menyebutkan jenis kelaminmu sendiri saat berkenalan?' (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kegiatan hari ini bahwa setiap anak di kelas memiliki identitas diri sesuai jenis kelamin, yaitu laki-laki atau perempuan, yang harus disebutkan dengan jelas saat berkenalan (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik apresiatif atas keberanian murid mengidentifikasi jenis kelamin dirinya saat berkenalan di kelas, lalu menutup pembelajaran dengan doa penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu simbol bergambar anak laki-laki dan perempuan sebagai bantuan visual bagi murid yang membutuhkan penguatan konsep visual.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu/pemalu, guru memberikan scaffolding berupa kartu pilihan visual jenis kelamin atau membimbing dengan mengulang separuh kalimat ('Namaku ..., aku anak ...'). Bagi murid yang sudah lancar, murid dapat mengidentifikasi jenis kelamin 1 teman sebangkunya setelah menyebutkan identitas dirinya sendiri.
- Produk: Pengenalan identitas diri sesuai jenis kelamin dapat diucapkan secara lisan mandiri atau lisan dengan bantuan menunjuk kartu simbol gambar jenis kelamin bagi murid yang memerlukan dukungan komunikasi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Siapakah di antara kalian yang berjenis kelamin laki-laki? Dan siapakah yang berjenis kelamin perempuan?' (acuan: murid mengidentifikasi diri dengan mengacungkan tangan tepat pada kelompok jenis kelamin dirinya sendiri: murid laki-laki mengangkat tangan untuk laki-laki, murid perempuan mengangkat tangan untuk perempuan).
Proses:- Observasi ketercapaian identifikasi jenis kelamin diri saat permainan 'Oper Bola Karunia' menggunakan lembar ceklis lisan: murid mampu mengucapkan nama dan menyebutkan identitas jenis kelamin dirinya (laki-laki atau perempuan) secara tepat (acuan: anak laki-laki mengidentifikasi dirinya 'laki-laki', anak perempuan mengidentifikasi dirinya 'perempuan').
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan cepat di penutup: Guru memanggil 2 murid (1 laki-laki, 1 perempuan) untuk mengidentifikasi ulang jenis kelamin diri secara bergantian di depan kelas (acuan: murid 1 laki-laki menyebut 'aku anak laki-laki', murid 2 perempuan menyebut 'aku anak perempuan').
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja lisan pengenalan identitas diri sesuai jenis kelamin saat giliran permainan 'Oper Bola Karunia'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi identitas diri sesuai jenis kelamin pada kegiatan pengenalan diri | Belum mampu menyebutkan jenis kelamin dirinya sendiri saat kegiatan pengenalan diri meskipun telah diberikan bantuan dan contoh peragaan berulang. | Mampu menyebutkan jenis kelamin dirinya sendiri (laki-laki atau perempuan) pada kegiatan pengenalan diri dengan bantuan arahan dan bimbingan penuh dari guru. | Mampu mengidentifikasi dan menyebutkan jenis kelamin dirinya sendiri (laki-laki atau perempuan) secara tepat pada kegiatan pengenalan diri di kelas secara mandiri. | Mampu mengidentifikasi dan menyebutkan jenis kelamin dirinya sendiri serta mengidentifikasi jenis kelamin teman sekelasnya secara tepat dan mandiri tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah dapat mengidentifikasi identitas jenis kelamin dirinya sendiri secara tepat saat kegiatan perkenalan?
- Bagian kegiatan permainan mana yang paling efektif memfasilitasi murid dalam mengenal jenis kelamin dirinya dan teman sekelas?
Murid:- Apakah kamu merasa senang saat memperkenalkan nama dan jenis kelaminmu di depan teman-teman?
- Apakah kamu sudah tahu jenis kelamin teman-teman di kelasmu?
Pertemuan 5 — Mengidentifikasi berbagai macam hobi anak di lingkungan sekitar melalui kartu bergambar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.2 Mengidentifikasi identitas dirinya sesuai dengan hobi di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengenal dan mengidentifikasi berbagai macam hobi anak di sekitar melalui kartu bergambar (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menunjukkan 2 kartu gambar aktivitas: (1) anak bermain bola dan (2) anak membaca buku, lalu meminta murid secara klasikal menunjuk atau menyebutkan nama kegiatan tersebut (acuan: gambar 1 = bermain bola/sepak bola; gambar 2 = membaca buku) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru memperkenalkan 6 kartu bergambar hobi anak di lingkungan sekitar beserta nama kegiatannya di papan tulis: Kartu 1 (anak menggambar), Kartu 2 (anak menyanyi dengan mikrofon), Kartu 3 (anak menari), Kartu 4 (anak bermain sepak bola), Kartu 5 (anak bersepeda), Kartu 6 (anak membaca buku) (10 menit).
- Guru memandu murid mencermati ciri-ciri benda atau aktivitas pada masing-masing kartu (misalnya kuas dan kertas untuk menggambar, sepeda untuk bersepeda) dan murid secara terbimbing menyebutkan kembali jenis hobi pada kartu yang ditunjuk (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan permainan 'Tebak Kartu Hobi': Guru mengocok 6 kartu bergambar hobi (menggambar, menyanyi, menari, sepak bola, bersepeda, membaca buku), mengambil satu kartu secara acak dan memperlihatkannya ke kelas, lalu murid yang ditunjuk dengan cepat mengangkat simbol/menjawab nama hobi yang tepat (12 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Latihan Identifikasi Hobi berisi 4 butir menjodohkan gambar anak dengan benda/simbol hobi: (1) Anak menendang bola -> gambar bola sepak; (2) Anak memegang krayon -> gambar buku gambar; (3) Anak memakai helm dan roda dua -> gambar sepeda; (4) Anak membuka halaman cerita -> gambar tumpukan buku (acuan: pasangan 1-bola, 2-krayon/buku gambar, 3-sepeda, 4-buku) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru bersama murid memeriksa hasil lembar latihan dan murid mengidentifikasi hobi mana saja dari kartu yang ada di lingkungan sekitar kelas/rumah mereka (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap keragaman hobi yang ada di sekitar anak bahwa setiap anak memiliki kegemaran yang berbeda-beda (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan nama-nama hobi yang telah dipelajari hari ini, memberikan tindak lanjut untuk mengamati hobi anggota keluarga di rumah, dan menutup dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bergambar dengan petunjuk ikon visual yang lebih besar bagi murid yang membutuhkan dukungan visual.
- Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru membimbing langsung dengan membandingkan 2 kartu secara berdampingan. Bagi murid yang cepat, diberikan tambahan 2 kartu hobi baru di lingkungan sekitar (berenang dan memasak).
- Produk: Murid dapat menunjukkan identifikasi dengan cara menarik garis pada lembar kerja bergambar atau menempelkan potongan kartu simbol hobi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual lisan: Guru menunjukkan 2 kartu bergambar (anak bermain bola dan anak membaca buku), lalu meminta murid mengidentifikasi jenis aktivitasnya. Acuan jawaban benar: Kartu 1 = bermain bola/sepak bola; Kartu 2 = membaca buku.
Proses:- Cek pemahaman dalam permainan Tebak Kartu Hobi: Ketepatan murid menyebutkan/menunjuk nama hobi dari 6 kartu bergambar (menggambar, menyanyi, menari, sepak bola, bersepeda, membaca buku). Acuan: tepat mengenali minimal 4 dari 6 gambar hobi.
- Pemeriksaan lembar latihan mandiri 4 butir menjodohkan: (1) Menendang bola -> bola sepak; (2) Memegang krayon -> buku gambar; (3) Roda dua -> sepeda; (4) Membuka halaman -> tumpukan buku.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir lisan/tunjuk: Guru mengacungkan 3 kartu bergambar (menari, bersepeda, menyanyi) dan meminta murid secara cepat menyebutkan nama hobi tersebut (acuan: tepat menyebutkan menari, bersepeda, dan menyanyi).
Formatif:- Observasi ketepatan mengidentifikasi jenis hobi saat permainan 'Tebak Kartu Hobi'.
- Penilaian lembar kerja mandiri menjodohkan 4 kartu aktivitas hobi dengan simbol bendanya.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengidentifikasi Macam Hobi melalui Kartu Bergambar | Belum mampu mengidentifikasi kartu gambar hobi dengan tepat meskipun telah diberi bantuan dan contoh konkret (0-1 butir tepat dari 4 butir acuan). | Mampu mengidentifikasi kartu gambar hobi dengan bantuan guru ketika mencocokkan simbol dan aktivitas (2 butir tepat dari 4 butir acuan). | Mampu mengidentifikasi kartu gambar hobi secara tepat dan mandiri (3-4 butir tepat dari 4 butir acuan: sepak bola, menggambar, bersepeda, membaca buku). | Mampu mengidentifikasi seluruh kartu gambar hobi (4 butir acuan utama) secara tepat, mandiri, dan cepat tanpa keraguan, serta tepat mengenali 2 kartu hobi tambahan (berenang dan memasak). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media kartu bergambar efektif mempermudah murid kelas 1 mengidentifikasi ragam hobi di lingkungan sekitarnya?
- Bagian langkah manakah yang paling diminati murid dan bagaimana efektivitas alokasi waktu kegiatan inti?
Murid:- Gambar kartu hobi mana yang paling kalian sukai hari ini?
- Apakah kalian bisa menebak semua gambar hobi yang ditunjukkan guru tadi?
Pertemuan 6 — Mengidentifikasi identitas diri sesuai hobi yang disukai dalam aktivitas mewarnai simbol hobi — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.2 Mengidentifikasi identitas dirinya sesuai dengan hobi di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru melakukan apersepsi dan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan 4 gambar simbol aktivitas: (1) bola sepak, (2) buku cerita, (3) kuas cat air, (4) mikrofon lagu. Guru bertanya: 'Siapa yang tahu gambar mana yang melambangkan hobi membaca?' Murid merespons dengan mengacungkan tangan atau menunjuk (acuan jawaban: gambar nomor 2 adalah simbol hobi membaca) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi hobi diri sendiri melalui kegiatan memilih dan mewarnai simbol hobi pada lembar kerja (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Guru memperkenalkan 6 simbol gambar hobi di papan tulis: (1) Bola untuk bermain bola, (2) Kuas dan palet untuk menggambar/melukis, (3) Buku terbuka untuk membaca, (4) Sepeda mini untuk bersepeda, (5) Mikrofon untuk bernyanyi, (6) Kacamata renang untuk berenang (7 menit).
- Guru mengadakan kuis cepat tebak simbol: guru menyebutkan satu nama hobi, lalu murid secara bersama-sama menunjuk ke arah gambar simbol yang tepat di papan tulis untuk mengonfirmasi pemahaman makna tiap simbol (7 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran):- Guru membagikan Lembar Aktivitas Simbol Hobi yang memuat 6 pilihan gambar simbol: (1) Bola, (2) Kuas lukis, (3) Buku, (4) Sepeda, (5) Mikrofon, dan (6) Kacamata renang (3 menit).
- Murid mengidentifikasi hobi dirinya masing-masing, memilih 1 simbol gambar hobi yang sesuai dengan kegemaran dirinya, lalu mewarnai simbol pilihan tersebut secara mandiri (15 menit).
Merefleksi (Bermakna):- Murid menunjukkan hasil lembar mewarnainya ke arah guru di meja masing-masing sambil menyebutkan nama hobi yang diwakili oleh simbol yang diwarnainya (10 menit).
- Guru memberikan penguatan dan apresiasi terhadap ketepatan murid mengidentifikasi simbol yang mewakili kegemaran dirinya sendiri (5 menit).
Penutup:- Guru memandu simpulan singkat bahwa setiap anak dapat memiliki hobi yang berbeda atau sama, dan hobi tersebut dapat ditunjukkan melalui simbol gambar kegemaran (8 menit).
- Guru menyampaikan kegiatan untuk pertemuan berikutnya (memilih gambar kegemaran diri) dan menutup kelas dengan doa bersama serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan dukungan visual dibantu dengan kartu simbol yang dilengkapi contoh benda aslinya (misalnya bola asli, buku cerita asli).
- Proses: Murid yang masih ragu dibimbing guru secara bertahap dengan pertanyaan penuntun ('Apa yang biasa kamu lakukan sepulang sekolah?'), sementara murid yang cepat dapat langsung mewarnai simbol hobinya secara mandiri.
- Produk: Murid yang cepat dapat menambahkan pewarnaan pada bingkai simbol hobi pilihannya tanpa mengubah target identifikasi hobi diri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat di awal pelajaran dengan menunjukkan 4 gambar simbol aktivitas: (1) bola sepak, (2) buku cerita, (3) kuas cat air, (4) mikrofon lagu. Pertanyaan: 'Manakah gambar yang menunjukkan simbol hobi membaca?' (acuan: gambar nomor 2 adalah simbol buku cerita/membaca).
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja mewarnai simbol hobi: Guru mencocokkan simbol yang diwarnai murid dengan pernyataan lisan hobi diri yang disebutkan murid (acuan kesesuaian: (1) Bola = hobi bermain bola/olahraga; (2) Kuas = hobi menggambar/melukis; (3) Buku = hobi membaca; (4) Sepeda = hobi bersepeda; (5) Mikrofon = hobi bernyanyi/musik; (6) Kacamata renang = hobi berenang).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu pada penutup: Murid menunjukkan simbol yang diwarnainya dan menyebutkan nama hobi dirinya (kriteria penerimaan: nama hobi yang diucapkan selaras dengan simbol gambar yang diwarnai pada lembar kerja).
Formatif:- Observasi unjuk kerja dan penilaian produk Lembar Aktivitas Simbol Hobi (ketepatan memilih simbol gambar yang sesuai dengan hobi diri)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi identitas diri sesuai hobi melalui simbol gambar | Belum mampu memilih dan mewarnai simbol hobi yang mewakili kegemaran diri meskipun telah diberikan bimbingan langsung. | Mampu memilih dan mewarnai simbol gambar hobi yang sesuai dengan kegemaran diri dengan bantuan atau arahan guru. | Mampu memilih dan mewarnai 1 simbol gambar hobi yang tepat sesuai dengan kegemaran dirinya secara mandiri. | Mampu memilih dan mewarnai 1 simbol gambar hobi yang tepat sesuai dengan kegemaran dirinya secara mandiri serta konsisten menyebutkan keselarasan simbol dengan hobinya tanpa ragu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media simbol gambar hobi cukup jelas dipahami oleh seluruh murid kelas 1?
- Bagaimana tingkat kemandirian murid dalam mengidentifikasi simbol yang mewakili hobi dirinya sendiri?
Murid:- Apakah kamu senang mewarnai gambar lambang hobimu hari ini?
- Apakah gambar yang kamu warnai sudah sesuai dengan kegiatan kesukaanmu?
Pertemuan 7 — Mengidentifikasi identitas diri sesuai hobi melalui pemilihan gambar kegemaran diri — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.2 Mengidentifikasi identitas dirinya sesuai dengan hobi di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid dan menyiapkan suasana belajar yang kondusif (2 menit).
- Guru mengaitkan pembelajaran dengan materi sebelumnya mengenai simbol hobi dan menyampaikan tujuan belajar hari ini, yaitu memilih gambar kegiatan yang sesuai dengan kegemaran diri sendiri (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan memperlihatkan 2 kartu gambar kegiatan (Gambar A: anak membaca buku; Gambar B: anak menendang bola sepak) dan meminta murid mengangkat tangan untuk mengenali mana gambar aktivitas membaca (acuan: Gambar A adalah membaca buku; Gambar B adalah bermain sepak bola) (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru memperlihatkan 6 kartu gambar hobi di papan tulis: (1) Gambar anak membaca buku di perpustakaan, (2) Gambar anak menggambar/mewarnai di kertas, (3) Gambar anak bermain sepak bola di lapangan, (4) Gambar anak bernyanyi memegang mikrofon, (5) Gambar anak menari mengenakan selendang, dan (6) Gambar anak berenang mengenakan kacamata renang (5 menit).
- Guru membimbing murid mengidentifikasi makna dari tiap-tiap kartu gambar dengan menunjuk gambar dan menyebutkan jenis kegiatan kegemarannya bersama-sama (7 menit).
- Guru memberikan contoh cara mencocokkan kegemaran diri: 'Ibu/Bapak guru gemar membaca buku, maka gambar yang dipilih adalah kartu nomor 1' (3 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Guru membagikan Lembar Pilihan Kegemaran Diri yang memuat 6 kotak pilihan gambar aktivitas hobi yang sama: [Kotak A] Membaca buku, [Kotak B] Menggambar, [Kotak C] Bermain sepak bola, [Kotak D] Bernyanyi, [Kotak E] Menari, dan [Kotak F] Berenang (5 menit).
- Murid bermain 'Pilih dan Tempel Bintang Gemari': setiap murid mengambil 1 stiker bintang ceria lalu menempelkannya secara mandiri pada 1 gambar kegiatan yang paling sesuai dengan kegemaran dirinya sendiri (13 menit).
- Guru mendatangi meja murid untuk memverifikasi kesesuaian identifikasi pilihan gambar dengan menanyakan: 'Apa kegiatan yang kamu pilih pada gambar berbintangmu?' (kriteria: murid dapat menunjuk gambar yang ia pilih dan menyebutkan nama hobi yang sesuai dengan gambar tersebut) (10 menit).
Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):- Guru mengajak murid mengangkat lembar pilihannya secara serentak dan melihat bahwa setiap anak memilih gambar kegemaran yang bisa sama atau berbeda (5 menit).
- Murid bersama guru menyimpulkan bahwa gambar yang dipilih menunjukkan identitas diri berupa hobi masing-masing di lingkungan sekitar (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik dan penguatan bahwa setiap anak hebat karena mengenali kegiatan kegemaran dirinya melalui gambar yang dipilih (4 menit).
- Guru menyampaikan sekilas kegiatan pertemuan berikutnya, yaitu menceritakan hobi diri kepada pasangan belajar, lalu menutup pelajaran dengan doa dan salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu gambar hobi dengan ikon visual yang sangat kontras dan jelas bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru membimbing dengan menanyakan langsung aktivitas bermain apa yang paling sering disukai saat di rumah lalu menunjukkan 2 pilihan gambar terdekat; bagi murid cepat, murid diminta memilih 2 gambar apabila memiliki lebih dari satu kegemaran.
- Produk: Menandai pilihan hobi dapat berupa menempel stiker bintang, melingkari gambar, atau memberi tanda centang sesuai kesiapan motorik murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik identifikasi gambar hobi: Guru menunjukkan 2 kartu bergambar (Kartu 1: anak membaca buku; Kartu 2: anak bermain sepak bola). Guru bertanya: 'Manakah gambar anak yang hobinya membaca?' (Acuan jawaban benar: Kartu 1).
Proses:- Pengamatan ketercapaian saat murid menempelkan stiker/menandai gambar hobi pada Lembar Pilihan Kegemaran Diri: Murid memilih 1 dari 6 gambar aktivitas hobi yang tersedia: [A] Membaca buku, [B] Menggambar, [C] Bermain sepak bola, [D] Bernyanyi, [E] Menari, [F] Berenang (Kriteria ketercapaian: murid secara mandiri dan konsisten menentukan 1 gambar yang merepresentasikan kegemaran dirinya).
Akhir Pertemuan:- Pengecekan konfirmasi lisan individu: Guru menunjuk tanda bintang pada lembar murid dan bertanya: 'Gambar apa yang kamu beri tanda bintang ini?' (Kriteria penerimaan: jawaban murid menyebutkan nama aktivitas yang sesuai dengan gambar yang ditandai, misalnya gambar [C] dijawab 'bermain sepak bola' atau 'main bola').
Formatif:- Observasi unjuk kerja pemilihan gambar kegemaran diri pada lembar pilihan hobi
- Pemeriksaan ketepatan menunjuk dan menyebutkan hobi sesuai gambar yang dipilih
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi identitas diri sesuai hobi melalui gambar | Belum mampu memilih gambar yang merepresentasikan hobi diri dan belum dapat menyebutkan kegiatan pada gambar meski dengan bimbingan penuh guru. | Mampu memilih gambar kegiatan kegemaran diri namun masih membutuhkan arahan dan konfirmasi berulang dari guru dalam mencocokkan gambar dengan hobinya. | Mampu memilih 1 gambar kegiatan yang sesuai dengan hobi dirinya secara tepat dari 6 pilihan gambar yang disediakan secara mandiri. | Mampu memilih gambar kegiatan yang sesuai dengan hobi dirinya secara mandiri, tepat, cepat, serta dapat mengidentifikasi hobi pada pilihan gambar lainnya dengan benar. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media 6 kartu gambar hobi cukup jelas dipahami oleh seluruh murid?
- Bagaimana tingkat kemandirian murid kelas 1 dalam memilih gambar yang benar-benar mewakili kegemaran dirinya?
Murid:- Apakah kamu senang memilih gambar kegiatan kesukaanmu hari ini?
- Apakah gambar yang kamu pilih sudah sesuai dengan apa yang paling kamu suka lakukan?
Pertemuan 8 — Mengidentifikasi identitas diri sesuai hobi dalam percakapan terbimbing bersama pasangan belajar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.2 Mengidentifikasi identitas dirinya sesuai dengan hobi di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi hobi diri sendiri melalui percakapan terbimbing bersama pasangan belajar di kelas (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta 3 murid secara acak menunjuk 1 gambar hobi diri dari 4 pilihan kartu gambar di papan: (1) membaca buku, (2) bermain bola, (3) menggambar, (4) bernyanyi (kriteria penerimaan: murid dapat menunjuk atau menyebut 1 hobi diri yang sesuai dengan pilihan yang tersedia) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru memperagakan contoh percakapan terbimbing mengenalkan hobi diri bersama salah satu murid menggunakan kalimat pemantik sederhana: 'Halo, apa hobimu?' dan dijawab 'Hobiku adalah ...' (acuan kalimat respon: murid mengidentifikasi 1 jenis hobi diri yang konkret) (10 menit).
- Murid bersama-sama menirukan pola kalimat sederhana untuk menyebutkan identitas hobi diri: 'Hobiku adalah ...' dengan bimbingan guru (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru membagi murid berpasangan sebangku, lalu memberikan kartu bergambar hobi sebagai alat bantu visual (pilihan: membaca buku, bermain bola, menggambar, menari, bernyanyi, bersepeda) untuk dipilih masing-masing murid sesuai hobinya (10 menit).
- Dalam permainan interaktif 'Tanya Hobiku', setiap murid secara bergantian melakukan percakapan terbimbing bersama pasangan belajarnya: satu murid bertanya 'Apa hobimu?' dan pasangannya menjawab sambil menunjukkan kartu gambar hobi miliknya (misalnya: 'Hobiku menggambar') secara bergembira (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru membimbing murid melakukan pengecekan mandiri apakah sudah berhasil mengidentifikasi dan menyebutkan hobi dirinya kepada teman pasangannya dengan tepat (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa setiap orang memiliki identitas diri berupa hobi yang dapat diidentifikasi dan diceritakan kepada teman (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap kegiatan percakapan yang telah dilakukan serta menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Disediakan kartu visual aneka hobi (membaca, bola, mewarnai/menggambar, menari, bernyanyi, bersepeda) bagi murid yang membutuhkan bantuan visual konkret.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi langsung oleh guru saat melafalkan jawaban hobi dirinya, sedangkan murid yang sudah lancar melakukan percakapan mandiri bersama teman pasangannya.
- Produk: Penyampaian identitas hobi diri dapat berupa menyebutkan langsung kata hobinya atau menyebutkan kalimat lengkap 'Hobiku adalah ...' disertai menunjukkan kartu gambar.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat: Guru menunjukkan 4 kartu gambar hobi di papan tulis: (1) membaca buku, (2) bermain bola, (3) menggambar, (4) bernyanyi. Guru meminta murid secara bergantian menunjuk atau menyebutkan 1 gambar yang sesuai dengan hobi dirinya (kriteria ketercapaian: murid tepat menunjuk atau menyebut minimal 1 hobi diri dari pilihan yang tersedia).
Proses:- Observasi formatif saat percakapan terbimbing berpasangan: Guru mengamati ketepatan murid mengidentifikasi hobi dirinya saat menjawab pertanyaan pasangan belajar 'Apa hobimu?' (acuan: murid menyebutkan atau menunjukkan kartu hobi yang konsisten dengan hobi dirinya sendiri dari 6 pilihan kartu yang disediakan: membaca buku, bermain bola, menggambar, menari, bernyanyi, bersepeda).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi: Murid secara mandiri mengangkat kartu simbol hobi miliknya dan menyebutkan 1 nama hobi dirinya di hadapan kelas/guru (acuan: murid menyebutkan 1 nama kegiatan hobi diri yang sesuai dengan kartu pilihannya, misalnya: 'menggambar' / 'bermain bola' / 'membaca buku').
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja percakapan terbimbing mengidentifikasi hobi diri bersama pasangan belajar menggunakan lembar observasi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi hobi diri dalam percakapan berpasangan | Belum mampu mengidentifikasi dan menyebutkan hobi dirinya meskipun telah dibimbing penuh oleh guru dan diberi kartu pilihan. | Mampu mengidentifikasi hobi dirinya dengan menunjuk kartu pilihan gambar hobi, namun belum dapat menyebutkan namanya secara lisan tanpa bantuan guru. | Mampu mengidentifikasi dan menyebutkan 1 hobi dirinya secara lisan dalam percakapan terbimbing bersama pasangan belajar dengan panduan kalimat guru. | Mampu mengidentifikasi dan menyebutkan hobi dirinya secara mandiri dan lancar menggunakan kalimat sendiri dalam percakapan bersama pasangan belajar tanpa bantuan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur percakapan terbimbing berpasangan membantu seluruh murid mengidentifikasi hobi dirinya secara aktif?
- Bagian mana dari kegiatan berpasangan yang masih membutuhkan bimbingan lebih intensif bagi murid?
Murid:- Apakah kamu senang bisa memberi tahu hobimu kepada teman sebangkumu?
- Apakah kamu sudah bisa menyebutkan kegiatan apa yang paling kamu sukai?
Pertemuan 9 — Menghargai identitas dirinya sesuai jenis kelamin sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.3 Menghargai identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin dan hobi di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama sebagai wujud syukur (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal dengan menunjukkan 2 gambar anak (anak laki-laki dan anak perempuan) lalu mengajukan pertanyaan diagnostik: 'Siapakah yang menciptakan kita sebagai anak laki-laki atau anak perempuan?' untuk memetakan pemahaman awal murid (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan guru melalui ilustrasi tokoh Panca (laki-laki) dan Bina (perempuan) bahwa jenis kelamin laki-laki maupun perempuan adalah anugerah istimewa dari Tuhan Yang Maha Esa yang patut disyukuri (10 menit).
- Murid menyanyikan bersama lagu anak 'Ayo, Bermain' dengan gerakan riang sambil memegang dada masing-masing sebagai ungkapan rasa syukur dan bahagia atas dirinya ciptaan Tuhan (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid memainkan permainan 'Kartu Bintang Syukur': setiap murid menerima kartu bergambar bintang lalu menempelkan stiker senyum pada kartu yang memuat kalimat penegasan syukur sesuai dirinya: Kartu A: 'Aku anak laki-laki ciptaan Tuhan, aku bersyukur' (untuk murid laki-laki) atau Kartu B: 'Aku anak perempuan ciptaan Tuhan, aku bersyukur' (untuk murid perempuan) (15 menit).
- Secara bergiliran dengan bimbingan guru, murid menunjukkan kartu bintang miliknya dan melafalkan kalimat syukur sederhana: 'Aku bersyukur diciptakan sebagai anak (laki-laki/perempuan)' (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid diajak hening sejenak sambil meletakkan tangan di dada, merasakan detak jantung dan menyadari bahwa diri mereka sangat berharga dan disayangi Tuhan apa pun jenis kelaminnya (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran bahwa laki-laki dan perempuan sama-sama anugerah indah dari Tuhan yang harus kita syukuri dan hargai (3 menit).
- Guru memberikan penguatan, apresiasi atas rasa percaya diri murid, serta menutup pelajaran dengan doa syukur bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan visual didampingi dengan gambar tokoh wayang Panca dan Bina yang memegang simbol tanda syukur; murid yang sudah lancar membaca diberikan kartu bertuliskan kalimat syukur lengkap.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu mengungkapkan rasa syukur secara lisan, guru menuntun dengan mengulang kata per kata; bagi murid yang mandiri, dipersilakan melafalkan kalimat syukur secara langsung.
- Produk: Semua murid menghasilkan Kartu Bintang Syukur yang telah ditempel stiker senyum sesuai identitas jenis kelamin dirinya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di pendahuluan dengan pertanyaan: 'Siapakah yang menciptakan kita sebagai anak laki-laki atau anak perempuan?' (Acuan jawaban yang benar: Tuhan / Tuhan Yang Maha Esa / Allah).
Proses:- Pengamatan saat kegiatan mengaplikasi: mengamati kesesuaian pemilihan kartu identitas diri dan pengungkapan rasa syukur. Acuan: (1) Murid laki-laki memilih Kartu A: 'Aku anak laki-laki ciptaan Tuhan, aku bersyukur'; (2) Murid perempuan memilih Kartu B: 'Aku anak perempuan ciptaan Tuhan, aku bersyukur'; serta melafalkan kalimat syukur tersebut dengan bersungguh-sungguh.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi melalui pertanyaan lisan: 'Bagaimana perasaanmu terhadap jenis kelamin yang Tuhan anugerahkan kepadamu?' (Kriteria penerimaan operasional: murid menyatakan perasaan positif/senang/bangga/bersyukur atas dirinya sebagai anak laki-laki atau perempuan ciptaan Tuhan).
Formatif:- Observasi unjuk kerja dan sikap saat melafalkan ungkapan syukur atas identitas diri sesuai jenis kelamin dan menempelkan stiker pada Kartu Bintang Syukur
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menghargai identitas diri sesuai jenis kelamin sebagai anugerah Tuhan YME | Belum mampu menunjukkan sikap bersyukur atau belum bersedia melafalkan ungkapan syukur atas identitas jenis kelamin dirinya meski telah dibimbing guru. | Mampu melafalkan ungkapan syukur atas identitas jenis kelamin dirinya ('Aku bersyukur diciptakan sebagai anak laki-laki/perempuan') dengan bimbingan penuh dari guru. | Mampu melafalkan ungkapan syukur atas identitas jenis kelamin dirinya ('Aku bersyukur diciptakan sebagai anak laki-laki/perempuan') secara mandiri dan tepat. | Mampu melafalkan ungkapan syukur atas identitas jenis kelamin dirinya secara mandiri, lugas, dan menunjukkan sikap sungguh-sungguh tanpa ragu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid telah mampu menyadari dan menghargai jenis kelamin dirinya sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa?
- Apakah aktivitas bermain kartu bintang syukur membuat murid merasa dihargai dan bahagia di kelas?
Murid:- Apakah kamu merasa senang dan bersyukur menjadi anak laki-laki atau anak perempuan ciptaan Tuhan?
- Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling membuatmu tersenyum gembira?
Pertemuan 10 — Menghargai identitas dirinya sesuai jenis kelamin melalui sikap percaya diri di lingkungan kelas — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.3 Menghargai identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin dan hobi di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru menyapa murid dengan ramah, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar menghargai identitas diri sesuai jenis kelamin dengan sikap percaya diri di kelas (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan meminta murid mengangkat kartu simbol diri (kartu biru berlambang bintang untuk laki-laki, kartu kuning berlambang bunga untuk perempuan) sambil tersenyum ceria (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru melalui gambar ilustrasi Panca (anak laki-laki) dan Bina (anak perempuan) yang tampak ceria, tegak, dan tersenyum bangga dengan identitas jenis kelamin masing-masing (7 menit).
- Guru memberikan 3 contoh perilaku di kelas: (1) Menjawab 'Aku anak laki-laki yang hebat!' saat ditanya teman; (2) Berdiri tegak dan tersenyum 'Aku anak perempuan yang berani!'; (3) Menunduk malu dan berbisik 'Aku tidak tahu'. Murid bersama guru membedakan perilaku yang menunjukkan sikap percaya diri menghargai identitas jenis kelamin (nomor 1 dan 2) dan yang bukan (nomor 3) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru memandu permainan menyenangkan 'Topi Percaya Diri': sebuah topi boneka diedarkan diiringi nyanyian lagu 'Ayo, Bermain'. Saat lagu berhenti, murid yang memegang topi memakainya dan menyebutkan kalimat percaya diri: 'Namaku [Nama], aku anak laki-laki/perempuan yang percaya diri!' di depan teman sekelasnya (15 menit).
- Secara berpasangan, murid saling bergantian menyatakan identitas diri sesuai jenis kelaminnya dengan sikap percaya diri (tersenyum dan mengacungkan jempol ke arah dada sendiri) kepada teman pasangannya (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengungkapkan perasaan mereka setelah berani menyatakan identitas jenis kelaminnya di depan teman (apakah merasa bangga, berani, atau senang) dengan memilih stiker ekspresi senang atau jempol (8 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan bahwa baik anak laki-laki maupun anak perempuan harus saling menghargai dan bangga serta percaya diri dengan identitas dirinya (5 menit).
- Guru mengapresiasi keberanian seluruh murid dan menutup pembelajaran dengan salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bantu bergambar simbol diri dengan kalimat pemandu bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu atau pemalu, guru mendampingi secara langsung saat giliran permainan; bagi murid yang sudah mandiri, murid dapat langsung menyatakan identitas jenis kelaminnya tanpa bimbingan kata demi kata.
- Produk: Pernyataan percaya diri dapat disampaikan secara mandiri penuh atau dengan menirukan kalimat pemandu sederhana dari guru.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik kesiapan: Guru meminta murid mengangkat 1 dari 2 kartu simbol jenis kelamin yang sesuai dengan dirinya: kartu biru bintang (laki-laki) atau kartu kuning bunga (perempuan). (Acuan ketepatan: Murid laki-laki mengangkat kartu biru bintang; murid perempuan mengangkat kartu kuning bunga).
Proses:- Formatif kinerja saat permainan dan aktivitas berpasangan: Mengamati apakah murid menunjukkan sikap menghargai identitas jenis kelamin dirinya melalui sikap percaya diri (tersenyum/wajah ceria, mengacungkan jempol/berdiri tegak, serta bersuara terdengar saat menyatakan 'Aku anak laki-laki/perempuan yang percaya diri').
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman/refleksi akhir: Murid satu per satu menyebutkan satu kata perasaan tentang identitas jenis kelamin dirinya dari pilihan yang disediakan guru: 'Bangga' atau 'Senang'. (Kriteria penerimaan: Murid memilih dan menyebutkan 'Bangga' atau 'Senang' yang mencerminkan penerimaan positif atas jenis kelamin dirinya).
Formatif:- Observasi unjuk kerja sikap percaya diri murid saat menyatakan identitas jenis kelaminnya dalam permainan 'Topi Percaya Diri' dan kerja berpasangan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menghargai identitas diri sesuai jenis kelamin melalui sikap percaya diri | Belum menunjukkan sikap percaya diri dan belum bersedia menyatakan identitas jenis kelamin dirinya meskipun telah dibimbing guru. | Mulai menunjukkan sikap percaya diri dalam menyatakan identitas jenis kelamin dirinya, namun masih ragu-ragu dan membutuhkan dorongan penuh dari guru. | Menunjukkan sikap percaya diri (tersenyum dan berdiri tegak) saat menyatakan identitas jenis kelamin dirinya secara mandiri di hadapan teman/kelas. | Menunjukkan sikap percaya diri secara konsisten dan spontan (tersenyum ceria, berdiri tegak, dan mantap) saat menyatakan identitas jenis kelamin dirinya tanpa ragu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid telah berani dan percaya diri menunjukkan identitas jenis kelamin masing-masing?
- Langkah scaffolding apa yang paling efektif bagi murid yang masih terlihat pemalu atau kurang percaya diri?
Murid:- Apakah kamu merasa senang dan bangga menjadi anak laki-laki atau anak perempuan hari ini?
- Bagian kegiatan mana yang paling membuatmu merasa percaya diri?
Pertemuan 11 — Menghargai identitas dirinya sesuai hobi melalui sikap bangga terhadap kegemaran diri — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.3 Menghargai identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin dan hobi di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama sebagai wujud rasa syukur atas talenta dan minat yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid dan mengondisikan kesiapan fisik serta ruang belajar yang rapi dan nyaman (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab terpimpin: Guru menampilkan 2 kartu ilustrasi sikap terhadap hobi, yaitu (1) Kartu A: anak tersenyum riang memegang kuas lukis dengan kepala tegak, dan (2) Kartu B: anak menyembunyikan buku gambarnya ke belakang punggung sambil menunduk sedih; murid diminta menunjuk kartu mana yang menunjukkan sikap bangga terhadap kegemaran diri (acuan: jawaban tepat adalah Kartu A karena mencerminkan perasaan senang dan tidak malu terhadap hobinya) (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar menghargai identitas diri sesuai hobi dengan menunjukkan rasa bangga dan percaya diri terhadap kegemaran masing-masing (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menunjukkan lembar 'Pojok Hobi Ceria' yang berisi 4 kartu cerita pendek tentang cara menghargai kegemaran diri: (1) Skenario 1: Sakti senang bermain bola dan tersenyum bercerita 'Aku suka sekali berlatih bola di lapangan'; (2) Skenario 2: Ika senang menyanyi dan berani bernyanyi di dekat teman-temannya tanpa rasa malu; (3) Skenario 3: Panca senang merawat tanaman dan menjaga pot bunganya dengan gembira; (4) Skenario 4: Bina suka membaca buku dan menunjukkan buku favoritnya dengan senang hati (7 menit).
- Guru memandu murid memaknai bahwa setiap anak memiliki hobi yang berbeda dan semua hobi yang bermanfaat patut dihargai serta dibanggakan sebagai bagian dari identitas diri sendiri (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Guru membagikan 'Bintang Bangga Hobiku' (kertas berbentuk bintang) kepada setiap murid, lalu murid memilih 1 simbol stiker kegemaran diri dari 5 pilihan stiker yang disediakan: (1) buku (membaca), (2) kuas (menggambar), (3) bola (olahraga), (4) mikrofon (menyanyi), (5) tanaman (berkebun), kemudian menempelkannya di tengah bintang (8 menit).
- Melalui permainan interaktif 'Tepuk Bintang Bangga', guru menyalakan irama ceria lagu 'Ayo, Bermain'; saat musik berhenti, guru memandu setiap murid secara mandiri berdiri tegak di samping mejanya, mengangkat 'Bintang Bangga Hobiku', lalu berseru serentak dengan senyum: 'Aku bangga dengan hobiku!' sambil menunjukkan simbol pilihannya tanpa rasa ragu (14 menit).
- Guru berkeliling mengamati setiap murid dalam mengekspresikan sikap bangga terhadap kegemaran diri yang dipilihnya menggunakan lembar observasi sikap menghargai hobi (5 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membimbing murid meletakkan 'Bintang Bangga Hobiku' di dada masing-masing, lalu memejamkan mata sejenak untuk merasakan rasa senang, puas, dan menerima diri atas kegemaran yang dimilikinya (5 menit).
- Guru mengajak 2-3 perwakilan murid untuk menyampaikan satu kata perasaan mereka saat mengakui hobi diri di depan kelas (kriteria penerimaan: murid mengungkapkan emosi positif seperti 'senang', 'gembira', 'lega', atau 'bangga') (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa menghargai diri sendiri dapat dilakukan dengan bangga dan tidak malu terhadap hobi yang disukai (4 menit).
- Guru memberikan penguatan positif atas keberanian seluruh murid yang telah menunjukkan rasa bangga terhadap kegemarannya masing-masing (2 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan visual disediakan pilihan gambar simbol hobi yang lebih konkret dengan warna kontras, sedangkan murid yang mandiri dapat memilih simbol hobi gabungan.
- Proses: Murid yang masih ragu atau malu didampingi secara personal oleh guru saat mengangkat Bintang Bangga, sedangkan murid yang sudah percaya diri diberi kesempatan menunjukkan bintangnya lebih awal sebagai teladan bagi teman.
- Produk: Bagi murid yang belum lancar mengekspresikan secara lisan, bukti rasa bangga cukup ditunjukkan melalui senyuman dan gestur mengangkat kartu Bintang Bangga setinggi dada secara mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual identifikasi sikap bangga: Murid memilih 1 dari 2 kartu gambar, yaitu Kartu A (anak tersenyum senang memegang kuas lukis) atau Kartu B (anak menyembunyikan alat gambarnya sambil menunduk sedih). Kriteria penerimaan/acuan: Murid tepat menunjuk Kartu A sebagai wujud sikap bangga terhadap kegemaran diri.
Proses:- Pengamatan formatif ketercapaian menghargai identitas diri melalui sikap bangga saat mengangkat simbol hobi pada 'Bintang Bangga Hobiku': Dinilai berdasarkan kemauan menunjukkan simbol hobi diri tanpa menyembunyikannya dan ekspresi penerimaan diri positif (tersenyum/antusias).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman reflektif akhir: Guru menanyakan secara acak kepada murid 'Bagaimana perasaanmu terhadap hobi yang kamu miliki sekarang?'. Kriteria penerimaan: Jawaban memuat ekspresi penerimaan/kebanggaan diri positif (seperti menyatakan senang, suka, atau bangga dengan hobinya).
Formatif:- Observasi unjuk sikap bangga terhadap hobi saat aktivitas 'Tepuk Bintang Bangga'
- Tanya jawab diagnostik gambar ekspresi bangga pada awal pembelajaran
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menghargai identitas dirinya sesuai hobi melalui sikap bangga | Belum bersedia menunjukkan simbol hobi diri atau tampak menolak/menyembunyikan kegemarannya meskipun telah dimotivasi dan dibimbing guru. | Bersedia memilih dan menunjukkan simbol hobi dirinya pada Bintang Bangga hanya jika didampingi penuh dan diarahkan langsung oleh guru. | Menunjukkan sikap bangga terhadap hobi dirinya dengan mengangkat simbol Bintang Bangga secara mandiri disertai ekspresi tersenyum atau ceria. | Menunjukkan sikap bangga terhadap hobi dirinya secara mandiri, mantap, dan konsisten menunjukkan antusiasme positif tanpa rasa ragu sepanjang kegiatan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah menunjukkan rasa percaya diri dan tidak malu terhadap kegemaran yang dimilikinya?
- Bagian kegiatan mana yang paling efektif dalam menumbuhkan perasaan bangga murid terhadap identitas hobinya?
- Bagaimana memfasilitasi murid yang masih tampak pemalu atau ragu saat menunjukkan hobinya?
Murid:- Apakah kamu merasa senang dan bangga saat mengangkat Bintang Bangga hobimu tadi?
- Apakah kamu masih merasa malu dengan kegiatan yang kamu sukai?
Pertemuan 12 — Menghargai identitas dirinya sesuai jenis kelamin dan hobi dalam kartu perkenalan diri — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.3 Menghargai identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin dan hobi di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, mengajak berdoa bersama, mengecek kehadiran, dan menyiapkan perlengkapan belajar (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan singkat dengan menanyakan kepada 3 perwakilan murid: 'Sebutkan jenis kelaminmu dan hobimu serta tunjukkan perasaanmu terhadap dirimu' (kriteria penerimaan: murid menyebut jenis kelamin diri, menyebut hobi diri, dan menyatakan perasaan positif/senang/bersyukur) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menuangkan rasa menghargai identitas diri sesuai jenis kelamin dan hobi ke dalam kartu perkenalan diri dengan bangga dan percaya diri (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid mengamati kartu perkenalan contoh milik tokoh buku (Sakti: laki-laki, hobi bermain bola; Bina: perempuan, hobi menggambar) yang dipasang di papan tulis, lalu murid mendengarkan penjelasan guru bahwa jenis kelamin dan hobi yang kita miliki adalah anugerah Tuhan yang patut dihargai dan disyukuri (8 menit).
- Murid menyanyikan lagu riang 'Ayo, Bermain' bersama-sama sambil menepuk dada dengan senyum tanda bersyukur dan bangga atas identitas dirinya masing-masing (7 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid menerima selembar kartu perkenalan diri bergambar bingkai bintang yang berisi isian identitas terpandu: (1) Nama, (2) Jenis Kelamin [memilih/melingkari ikon anak laki-laki atau perempuan], (3) Hobi [memilih/menempel stiker/mencentang gambar hobi: membaca/menggambar/bermain bola/menyanyi/bersepeda], dan (4) Simbol Rasa Syukur [mewarnai emotikon tersenyum 'Aku bangga dan bersyukur'] (15 menit).
- Murid mengerjakan kartu perkenalan diri tersebut secara mandiri dengan menandai jenis kelaminnya, hobinya, serta mewarnai simbol rasa bangga dan syukur atas identitas dirinya (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengangkat kartu perkenalan diri di meja masing-masing sambil tersenyum bangga, lalu diajak menyadari perasaan bahagianya menjadi dirinya sendiri sesuai jenis kelamin dan hobi yang dimilikinya (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan bahwa setiap anak memiliki jenis kelamin dan hobi yang istimewa serta wajib dihargai dan disyukuri sebagai karunia Tuhan (5 menit).
- Guru melakukan asesmen akhir/cek pemahaman singkat, memberikan apresiasi atas sikap percaya diri murid, lalu menutup pertemuan dengan doa penutup dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan pilihan kartu perkenalan diri dengan simbol gambar siap tempel/lingkari bagi murid yang belum lancar menulis huruf, serta kolom tambahan bagi yang ingin menggambar simbol hobinya sendiri.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung (scaffolding) bagi murid yang ragu menentukan identitas hobi/jenis kelaminnya, sementara murid yang sudah percaya diri diarahkan langsung melengkapi kartu secara mandiri.
- Produk: Kartu perkenalan diri dapat dilengkapi dengan mewarnai gambar hobi atau memilih stiker simbol hobi yang disediakan sesuai kenyamanan murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan jenis kelaminmu dan apa hobimu, serta bagaimana perasaanmu terhadap dirimu?' (Kriteria penerimaan operasional: murid menyebutkan jenis kelamin dirinya [laki-laki/perempuan], menyebutkan minimal 1 hobi diri yang disukai, dan menyatakan sikap bersyukur/senang/bangga atas dirinya tanpa rasa minder).
Proses:- Observasi unjuk kerja pengisian kartu perkenalan diri menggunakan daftar cek: (1) Murid menandai jenis kelamin dirinya secara tepat, (2) Murid menandai hobi dirinya yang disukai, (3) Murid menandai/mewarnai simbol rasa bangga dan bersyukur atas identitas dirinya.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup melalui pertanyaan lisan terbimbing dan gestur: 'Siapa yang bangga dan bersyukur dengan jenis kelamin serta hobi pada kartu perkenalannya? Tunjukkan jempolmu dan katakan: Aku bersyukur menjadi diriku!' (Acuan ketercapaian: seluruh murid mengangkat jempol dengan tersenyum dan menyatakan penerimaan diri secara positif).
Formatif:- Penilaian performa proses melalui lembar observasi pengisian kartu perkenalan diri (mencakup kelengkapan penandaan jenis kelamin, hobi diri, dan simbol sikap bersyukur/bangga).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menghargai identitas diri sesuai jenis kelamin dan hobi dalam kartu perkenalan diri | Belum mampu menandai jenis kelamin dan hobi diri pada kartu perkenalan diri serta belum menunjukkan simbol rasa bersyukur/bangga meski telah dibimbing penuh oleh guru. | Mampu menandai jenis kelamin dan hobi diri pada kartu perkenalan diri dengan bantuan/arahan intensif guru, tetapi belum konsisten menunjukkan simbol rasa menghargai/bersyukur atas identitas dirinya. | Mampu menandai jenis kelamin dan hobi diri serta mewarnai simbol rasa menghargai/bersyukur atas identitas dirinya pada kartu perkenalan diri secara tepat dengan arahan minimal. | Mampu menandai jenis kelamin dan hobi diri serta mewarnai simbol rasa menghargai/bersyukur atas identitas dirinya pada kartu perkenalan diri secara mandiri, lengkap, dan menunjukkan sikap percaya diri yang tinggi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah desain kartu perkenalan diri memudahkan murid kelas 1 dalam mengekspresikan rasa syukur dan menghargai identitas dirinya?
- Bagaimana respons murid yang masih pemalu dalam menunjukkan identitas jenis kelamin dan hobinya?
Murid:- Apakah kamu merasa senang dan bangga saat mengisi kartu perkenalan tentang jenis kelamin dan hobimu?
- Bagian mana dari kartu perkenalan dirimu yang paling kamu sukai?
Pertemuan 13 — Menghargai identitas dirinya sesuai jenis kelamin dan hobi secara lisan dengan santun — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.3 Menghargai identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin dan hobi di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan sapaan ramah untuk membangun kesadaran hadir di kelas (4 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan meminta murid menyebutkan kata sapaan santun pembuka dan penutup saat berkenalan (acuan sapaan pembuka santun: 'Halo', 'Selamat pagi', atau 'Permisi'; acuan penutup santun: 'Terima kasih' atau 'Salam kenal') (6 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati pemodelan lisan dari guru yang mencontohkan ungkapan santun menghargai identitas diri: 'Halo teman-teman, aku bersyukur menjadi anak laki-laki/perempuan, hobiku menggambar, salam kenal dan terima kasih' (10 menit).
- Murid secara berpasangan mengidentifikasi dua komponen wajib dalam ungkapan lisan santun tersebut: (1) rasa syukur atas jenis kelamin diri, dan (2) rasa senang/bangga atas hobi diri (acuan: memuat kata sapaan/terima kasih, jenis kelamin diri, dan hobi diri) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan gembira 'Estafet Mikrofon Kebaikan', yaitu mengoper boneka mikrofon diiringi tepuk tangan; murid yang memegang mikrofon saat tepukan berhenti berlatih menyampaikan ungkapan menghargai identitas diri sesuai jenis kelamin dan hobi secara lisan dengan santun kepada teman sekelasnya (15 menit).
- Secara bergantian, seluruh murid mempraktikkan penyampaian lisan menghargai identitas dirinya (jenis kelamin dan hobi) secara santun di kelompok kecil beranggotakan 4 orang menggunakan pola kalimat santun yang sudah dipelajari (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama bimbingan guru merefleksikan perasaan bangga dan bersyukur saat menyampaikan jenis kelamin serta hobi diri secara lisan dan santun kepada teman (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan pentingnya menghargai identitas diri sesuai jenis kelamin dan hobi melalui tutur kata lisan yang santun (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap unjuk kerja lisan murid dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan visual bergambar simbol kata santun ('Halo', 'Aku anak laki-laki/perempuan', 'Hobiku...', 'Terima kasih') bagi murid yang membutuhkan bantuan petunjuk.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih lisan dengan pola kalimat terbimbing guru, sedangkan murid yang sudah mahir menyampaikan identitas diri dan hobinya secara mandiri dan lancar.
- Produk: Penyampaian lisan santun berfokus pada ketepatan mengungkapkan jenis kelamin dan hobi diri dengan tutur kata sopan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat di awal pelajaran: Murid diminta menyebutkan 1 kata sapaan pembuka santun dan 1 kata penutup santun saat berbicara kepada teman (acuan jawaban: sapaan pembuka = 'Halo'/'Selamat pagi'/'Permisi'; kata penutup = 'Terima kasih'/'Salam kenal').
Proses:- Pengamatan performa lisan murid saat menyampaikan identitas jenis kelamin dan hobi secara santun (acuan kelengkapan isi: menyebutkan jenis kelamin diri, menyebutkan hobi diri, dan menggunakan sapaan/tutur kata santun seperti 'halo'/'terima kasih').
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru memanggil 3 perwakilan murid untuk mengulang kembali kalimat santun menghargai diri (acuan kriteria: memuat pengakuan jenis kelamin, hobi yang disukai, dan ucapan santun terima kasih/salam).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan menyebutkan kata sapaan dan penutup santun pada pendahuluan
- Penilaian unjuk kerja lisan menghargai identitas diri (jenis kelamin dan hobi) dengan santun menggunakan lembar observasi selama permainan dan kerja kelompok
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menghargai identitas jenis kelamin dan hobi secara lisan dengan santun | Belum mampu mengungkapkan identitas jenis kelamin dan hobi diri secara lisan meskipun telah diberikan bimbingan penuh. | Mampu mengungkapkan identitas jenis kelamin atau hobi diri secara lisan dengan santun melalui bimbingan intensif guru. | Mampu mengungkapkan identitas jenis kelamin dan hobi diri secara lisan dengan santun (memuat sapaan, jenis kelamin, hobi, dan ucapan terima kasih) secara runtut. | Mampu mengungkapkan identitas jenis kelamin dan hobi diri secara lisan dengan santun secara mandiri, percaya diri, dan konsisten tanpa perlu diingatkan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan yang merata untuk menyampaikan identitas diri dan hobinya secara lisan?
- Bagaimana respons dan rasa percaya diri murid saat mempraktikkan tutur kata santun dalam mengungkapkan identitas dirinya?
Murid:- Bagaimana perasaanmu setelah memperkenalkan jenis kelamin dan hobimu dengan kata-kata santun kepada teman?
- Apakah kamu merasa senang dan bangga dengan jenis kelamin serta hobi yang kamu miliki?
Pertemuan 14 — Mempraktikkan bekerja sama merapikan alat tulis bersama teman dalam keberagaman jenis kelamin — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.4 Mempraktikkan bekerja sama menjaga lingkungan sekitar dalam keberagaman
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru memeriksa kesiapan belajar dan melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar kondisi meja: Gambar A (meja penuh alat tulis berserakan) dan Gambar B (meja dengan alat tulis tertata rapi di wadah), lalu meminta murid menunjuk gambar meja yang terawat dan nyaman (acuan: Gambar B adalah meja rapi) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mempraktikkan bekerja sama merapikan alat tulis bersama pasangan teman yang berbeda jenis kelamin (laki-laki dan perempuan) untuk menjaga kerapian lingkungan meja belajar (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru meletakkan 4 jenis alat tulis bersama di atas meja demonstrasi (5 pensil kayu, 5 krayon warna, 2 penghapus, dan 2 penggaris) yang dibiarkan berserakan (5 menit).
- Guru memodelkan cara berbagi tugas menjaga kerapian meja bersama seorang murid (misalnya: satu anak mengumpulkan krayon ke wadah krayon, anak lain merapikan pensil ke kotak pensil) dan menjelaskan bahwa merapikan alat tulis bersama teman laki-laki maupun perempuan membuat lingkungan meja belajar cepat rapi dan terjaga (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid berpasangan heterogen berdasarkan jenis kelamin (satu anak laki-laki dan satu anak perempuan) di setiap meja belajar (4 menit).
- Guru membagikan nampan berisi set alat tulis belajar bersama yang tersebar di meja (terdiri dari 6 pensil, 6 krayon, 2 penghapus, dan 2 peraut) serta 2 wadah penyimpan (kotak pensil dan wadah krayon) (4 menit).
- Melalui tantangan menggembirakan bertajuk 'Operasi Meja Rapi Berpasangan', setiap pasangan murid laki-laki dan perempuan mempraktikkan kerja sama berbagi tugas secara serempak: satu murid bertugas memasukkan pensil dan penghapus ke kotak pensil, murid pasangannya bertugas memasukkan krayon dan peraut ke wadah krayon hingga meja bersih tanpa ada alat tulis tertinggal di permukaan meja (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setiap pasangan murid bersama-sama memeriksa kembali kerapian meja belajar mereka dengan panduan aba-aba guru: memastikan semua alat tulis masuk ke wadah dan meja bebas dari barang berserakan (7 menit).
- Guru membimbing murid memaknai pengalaman bekerja sama: murid mengacungkan jempol ke arah pasangan belajarnya sebagai tanda saling menghargai bantuan teman dalam merapikan alat tulis meja belajar (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa merapikan alat tulis bersama teman laki-laki dan perempuan membuat lingkungan belajar menjadi rapi, terawat, dan nyaman (4 menit).
- Guru memberikan umpan balik apresiatif terhadap praktik kerja sama seluruh pasangan murid di kelas, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan wadah alat tulis dengan kode warna/label gambar untuk membantu murid yang membutuhkan panduan visual dalam memilah alat tulis.
- Proses: Pasangan yang membutuhkan bimbingan diberikan pendampingan langkah demi langkah saat berbagi peran memilah alat tulis; pasangan yang mahir diberikan tantangan tambahan menata tata letak wadah alat tulis di sudut meja agar semakin teratur.
- Produk: Semua pasangan menghasilkan meja belajar yang bersih dan rapi dengan alat tulis yang tertata tuntas di dalam wadahnya masing-masing.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual unjuk jari: Guru menunjukkan dua kartu gambar kondisi meja belajar: Kartu 1 (pensil dan krayon berserakan jatuh) dan Kartu 2 (alat tulis tertata di wadah). Guru meminta murid menunjuk kartu yang menunjukkan lingkungan meja belajar yang rapi dan terawat. (Acuan ketepatan: Kartu 2 adalah jawaban tepat; murid yang memilih Kartu 1 diberikan penguatan awal mengenai ciri meja rapi sebelum praktik berpasangan).
Proses:- Pengamatan langsung (observasi formatif) saat aktivitas 'Operasi Meja Rapi Berpasangan': Guru mengamati apakah kedua murid dalam pasangan (laki-laki dan perempuan) sama-sama terlibat aktif mempraktikkan pembagian tugas merapikan alat tulis (pensil, krayon, penghapus, peraut) ke wadah penyimpan tanpa saling membiarkan salah satu bekerja sendirian hingga meja bersih teratur.
Akhir Pertemuan:- Cek hasil praktik meja belajar: Guru memeriksa kondisi akhir meja belajar setiap pasangan. Indikator ketercapaian: (1) seluruh set alat tulis (6 pensil, 6 krayon, 2 penghapus, 2 peraut) masuk rapi ke wadah tanpa ada yang tertinggal di permukaan meja; (2) kedua murid secara berpasangan menunjukkan meja yang siap dan rapi digunakan untuk belajar.
Formatif:- Lembar observasi unjuk kerja praktik bekerja sama merapikan alat tulis meja belajar dalam keberagaman jenis kelamin.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Praktik bekerja sama merapikan alat tulis meja belajar dalam keberagaman jenis kelamin | Belum terlibat aktif merapikan alat tulis bersama pasangan lawan jenis; alat tulis masih dibiarkan berserakan di meja meski telah diarahkan guru. | Mulai terlibat merapikan alat tulis bersama pasangan lawan jenis, tetapi membutuhkan dorongan dan pengingat berulang dari guru untuk berbagi peran. | Mempraktikkan kerja sama berbagi peran dengan pasangan lawan jenis dalam merapikan seluruh alat tulis ke dalam wadah hingga meja rapi secara tepat dengan arahan umum. | Mempraktikkan kerja sama berbagi peran dengan pasangan lawan jenis secara mandiri, sigap, dan tuntas menata seluruh alat tulis hingga meja rapi dan teratur tanpa perlu diingatkan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pembagian pasangan heterogen (laki-laki dan perempuan) berjalan kondusif dalam mempraktikkan kerja sama merapikan meja belajar?
- Bagian mana dari langkah simulasi atau praktik yang memerlukan bimbingan lebih intensif bagi murid kelas 1?
Murid:- Apakah kamu merasa senang merapikan pensil dan krayon bersama teman sebangkumu?
- Bagian mana yang paling kamu sukai saat membuat meja belajarmu menjadi rapi?
Pertemuan 15 — Mempraktikkan bekerja sama menyusun dan merapikan buku di pojok baca kelas dalam keberagaman — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.4 Mempraktikkan bekerja sama menjaga lingkungan sekitar dalam keberagaman
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran dan mengondisikan kesiapan belajar murid di dalam kelas (2 menit).
- Guru mengajak murid mengamati kondisi pojok baca kelas yang sengaja disiapkan dengan buku-buku belum tertata rapi, lalu mengajukan pertanyaan pemantik mengenai kondisi tersebut (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal melalui kuis lisan singkat dengan menunjukkan 2 gambar situasi: Gambar A (anak bekerja sama merapikan buku bersama teman yang berbeda jenis kelamin) dan Gambar B (anak membiarkan buku berserakan). Murid diminta mengacungkan 1 jari untuk Gambar A atau 2 jari untuk Gambar B saat ditanya tindakan menjaga kebersihan/kerapian pojok baca (acuan jawaban: Gambar A adalah tindakan tepat bekerja sama merapikan buku) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mempraktikkan bekerja sama menyusun dan merapikan buku di pojok baca kelas dalam keberagaman kelompok laki-laki dan perempuan (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru tentang cara menyusun dan merapikan buku di pojok baca secara teratur, yaitu menegakkan buku dengan punggung buku menghadap ke depan dan menumpuk buku berukuran besar di bagian bawah (5 menit).
- Murid mengamati peragaan guru membagi tugas menjaga kerapian pojok baca secara adil tanpa membeda-bedakan teman laki-laki maupun perempuan (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi ke dalam 4 kelompok heterogen (terdiri dari murid laki-laki dan perempuan secara berimbang) untuk menerima tugas menyusun dan merapikan buku di rak/meja pojok baca (5 menit).
- Murid bersama kelompoknya memainkan permainan tantangan kerja sama 'Misi Rak Rapi': secara berpasangan heterogen, satu murid mengambil buku yang berantakan dan murid pasangannya menyusun buku tersebut secara rapi dan berdiri tegak di rak buku pojok baca sesuai pembagian tugas (12 menit).
- Setiap kelompok menyelesaikan tantangan merapikan minimal 5 buku bacaan secara bersama-sama dalam batas waktu yang ditentukan dengan saling membantu (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setiap kelompok bersama guru berdiri mengamati hasil susunan buku di pojok baca yang telah mereka rapikan bersama-sama (4 menit).
- Murid mengungkapkan pengalaman dan perasaannya saat berbagi tugas bekerja sama dengan teman yang berbeda jenis kelamin dalam merapikan buku pojok baca (4 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya bekerja sama menjaga kebersihan dan kerapian pojok baca kelas bersama teman tanpa membeda-bedakan (4 menit).
- Guru melakukan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat mengenai peran masing-masing murid dalam kerja sama merapikan pojok baca (acuan: murid menyebutkan peran nyata yang dilakukannya bersama teman, seperti mengambilkan buku atau menyusun buku di rak) (3 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kerja sama seluruh murid, menyampaikan topik pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama serta salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan buku dengan penanda stiker warna ukuran besar untuk kelompok yang memerlukan panduan visual penataan buku.
- Proses: Kelompok yang membutuhkan bimbingan didampingi langsung oleh guru saat pembagian peran mengambil dan menata buku; kelompok yang sudah mandiri diberikan tantangan menata ragam jenis buku (buku cerita berukuran besar dan kecil).
- Produk: Kelompok menunjukkan hasil pojok baca yang tertata rapi dengan minimal 5 buku tersusun tegak secara bersama-sama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Cek pemahaman awal secara visual/lisan: Guru menunjukkan 2 gambar situasi pojok baca (Gambar A: dua anak laki-laki dan perempuan bekerja sama menata buku di rak; Gambar B: anak membiarkan buku jatuh berserakan). Murid diminta menunjukkan gambar yang merupakan tindakan bekerja sama menjaga kerapian lingkungan (acuan: Gambar A adalah tindakan tepat bekerja sama menjaga lingkungan pojok baca).
Proses:- Observasi kinerja langsung saat kegiatan 'Misi Rak Rapi': Guru mengamati keikutsertaan setiap murid dalam berbagi tugas (mengambil buku, mengelompokkan, dan menegakkan buku di rak) bersama teman laki-laki dan perempuan tanpa membeda-bedakan (kriteria: aktif berbagi tugas dan menyelesaikan kerapian minimal 5 buku di rak).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman reflektif lisan di akhir kegiatan: Guru menanyakan kepada setiap murid, 'Apa tugas yang kamu dan temanmu lakukan bersama saat merapikan pojok baca tadi?' (acuan penerimaan: murid menyebutkan tindakan konkret kerja sama yang dilakukannya, seperti mengambil buku dari lantai, menyerahkan ke teman, atau menata buku di rak bersama teman berlainan jenis kelamin).
Formatif:- Lembar observasi unjuk kerja praktik bekerja sama menyusun dan merapikan buku di pojok baca kelas dalam kelompok keberagaman (laki-laki dan perempuan).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Bekerja sama menyusun dan merapikan buku di pojok baca dalam keberagaman | Belum ikut serta merapikan buku bersama teman kelompok di pojok baca meski telah diarahkan guru. | Mulai ikut serta merapikan buku di pojok baca bersama teman, namun masih memilih-milih teman berdasarkan jenis kelamin atau membutuhkan bimbingan penuh. | Mampu mempraktikkan bekerja sama menyusun dan merapikan minimal 5 buku di pojok baca bersama teman laki-laki maupun perempuan secara tertib. | Mampu mempraktikkan bekerja sama menyusun dan merapikan seluruh buku di pojok baca bersama teman dalam keberagaman secara mandiri, rapi, dan saling membantu tanpa diingatkan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pembagian kelompok heterogen (laki-laki dan perempuan) berjalan efektif dalam melatih kerja sama murid?
- Bagian mana dari aktivitas 'Misi Rak Rapi' yang paling memotivasi murid untuk menjaga kerapian kelas?
Murid:- Apakah kamu merasa senang merapikan buku pojok baca bersama teman-temanmu hari ini?
- Apa yang akan kamu lakukan jika melihat buku di pojok baca berserakan setelah dibaca?
Pertemuan 16 — Mempraktikkan bekerja sama membersihkan meja dan lantai kelas dalam kelompok heterogen — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.4 Mempraktikkan bekerja sama menjaga lingkungan sekitar dalam keberagaman
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat berpasangan: murid diminta memilih tindakan kerja sama yang tepat saat membersihkan kelas dari 2 pilihan tindakan: (A) Membersihkan meja sendiri dan membiarkan lantai kotor, atau (B) Berbagi tugas bersama teman laki-laki dan perempuan untuk mengelap meja dan menyapu lantai. Acuan jawaban benar: pilihan (B) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mempraktikkan kerja sama membersihkan meja dan lantai kelas bersama teman laki-laki dan perempuan dalam kelompok heterogen (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menunjukkan 2 gambar situasi: Gambar 1 (murid laki-laki dan perempuan saling berbagi tugas: satu mengelap meja dan satu menyapu lantai) dan Gambar 2 (satu anak bekerja sendiri sementara teman lainnya diam). Murid bersama guru mengidentifikasi bahwa Gambar 1 menunjukkan kerja sama menjaga kebersihan kelas (acuan: Gambar 1 menunjukkan kerja sama membagi tugas mengelap meja dan menyapu) (5 menit).
- Guru memodelkan cara bekerja sama membersihkan meja dan lantai dalam kelompok heterogen: membagi tugas secara adil tanpa membeda-bedakan jenis kelamin (misalnya: murid perempuan mengelap permukaan meja menggunakan kain lap basah, murid laki-laki menyapu debu dan remah di bawah meja menggunakan sapu ijuk kecil dan serokan, lalu bergantian membantu mengumpulkan kotoran) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid ke dalam kelompok heterogen (beranggotakan 4 anak, terdiri atas murid laki-laki dan perempuan) dan membagikan perlengkapan (kain lap meja serta sapu ijuk kecil dan serokan) (5 menit).
- Murid mempraktikkan permainan tantangan kerja sama 'Regu Bersih Ceria': setiap kelompok bekerja sama membersihkan area meja masing-masing (mengelap meja hingga bebas debu) dan lantai di sekitarnya (menyapu remah atau kertas kecil ke dalam serokan) secara serempak dan bergotong royong tanpa membedakan teman laki-laki maupun perempuan (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok memeriksa bersama hasil kebersihan meja dan lantai area belajarnya, lalu saling memberikan tos atau tepuk apresiasi kepada rekan kelompok atas kerja sama yang telah dilakukan (5 menit).
- Guru memandu refleksi terbimbing: murid menyebutkan peran kerja sama yang telah mereka lakukan bersama teman kelompoknya dalam menjaga kebersihan meja dan lantai kelas (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa menjaga kebersihan meja dan lantai kelas menjadi lebih cepat dan ringan apabila dikerjakan bersama-sama dalam kelompok yang rukun (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kerja sama seluruh murid dan menutup pembelajaran dengan doa bersama serta salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan panduan gambar alur kerja sama membersihkan meja dan lantai bagi murid yang membutuhkan bantuan visual konkret.
- Proses: Memberikan pendampingan langsung oleh guru kepada kelompok yang masih canggung membagi tugas antara murid laki-laki dan perempuan; kelompok yang sudah mandiri langsung menjalankan pembagian tugas membersihkan meja dan lantai secara mandiri.
- Produk: Kelompok yang memerlukan bimbingan fokus mempraktikkan pembagian 2 tugas utama (mengelap meja dan menyapu area bawah meja); kelompok yang lebih cepat dapat memperluas kerja sama merapikan susunan kursi setelah lantai bersih.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran: Murid memilih tindakan kerja sama yang tepat saat membersihkan kelas dari 2 pilihan skenario: (1) Menyapu lantai sendirian dan membiarkan meja berdebu, atau (2) Berbagi tugas mengelap meja dan menyapu lantai bersama teman laki-laki dan perempuan. Acuan jawaban benar: skenario (2) menunjukkan kerja sama.
Proses:- Pengamatan langsung selama unjuk kerja kelompok 'Regu Bersih Ceria': Guru mengamati keterlibatan aktif setiap anggota (laki-laki dan perempuan) dalam mempraktikkan pembagian tugas membersihkan meja (mengelap) dan menyapu lantai hingga bersih (kriteria: aktif berbagi tugas dan tidak membeda-bedakan teman).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Murid menunjukkan bukti ketercapaian dengan menyebutkan 1 tindakan kerja sama yang dilakukannya bersama teman kelompok saat membersihkan meja dan lantai tadi (kriteria penerimaan: menyebutkan tindakan nyata mengelap meja bersama teman atau menyapu lantai bersama pasangan kelompoknya).
Formatif:- Observasi unjuk kerja praktik kerja sama membersihkan meja dan lantai kelas dalam kelompok heterogen menggunakan lembar pengamatan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Praktik bekerja sama membersihkan meja dan lantai kelas dalam kelompok heterogen | Belum terlibat dalam kegiatan membersihkan meja maupun lantai bersama teman kelompok meskipun telah diarahkan oleh guru. | Mempraktikkan tugas membersihkan meja atau lantai kelas bersama teman kelompok heterogen dengan arahan dan dorongan berulang dari guru. | Mempraktikkan bekerja sama membersihkan meja dan menyapu lantai kelas secara aktif bersama teman kelompok heterogen secara mandiri. | Mempraktikkan bekerja sama membersihkan meja dan lantai kelas secara konsisten, mandiri, dan berinisiatif membantu menuntaskan area kelompoknya bersama teman tanpa membeda-bedakan jenis kelamin. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pembagian kelompok heterogen (laki-laki dan perempuan) efektif dalam melatih kerja sama membersihkan kelas?
- Bagaimana keterlibatan setiap murid dalam mempraktikkan tugas mengelap meja dan menyapu lantai?
Murid:- Apakah kamu merasa senang membersihkan meja dan lantai bersama teman-teman?
- Tugas apa yang kamu lakukan bersama teman kelompokmu tadi?
Pertemuan 17 — Mempraktikkan bekerja sama memilah dan membuang sampah ke tempat sampah kelas dalam keberagaman — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.4 Mempraktikkan bekerja sama menjaga lingkungan sekitar dalam keberagaman
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, menyapa kehadiran, dan memeriksa kesiapan belajar murid (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 wadah tempat sampah berlabel warna: label hijau (sampah kertas/daun kering) dan label kuning (sampah plastik), lalu meminta 2 orang perwakilan murid memasukkan contoh benda tiruan: sobekan kertas dan wadah botol plastik ke tempat yang sesuai (acuan: sobekan kertas ke wadah hijau; botol plastik ke wadah kuning) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mempraktikkan bekerja sama memilah dan membuang sampah ke tempat sampah kelas bersama teman laki-laki dan perempuan secara kompak (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru memperlihatkan 4 gambar benda sampah kelas di papan tulis: (1) sobekan kertas tugas, (2) daun kering gugur di jendela, (3) bungkus biskuit plastik, dan (4) sedotan plastik, kemudian mendemonstrasikan cara memilahnya: kelompok kertas/kering (benda 1 dan 2) dimasukkan ke tempat sampah berlabel hijau, sedangkan kelompok plastik (benda 3 dan 4) dimasukkan ke tempat sampah berlabel kuning (10 menit).
- Guru memberikan penguatan konsep bermakna bahwa menjaga kebersihan kelas menjadi mudah dan cepat jika laki-laki dan perempuan saling bekerja sama berbagi peran (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Guru mengorganisasikan murid ke dalam kelompok kecil beranggotakan 4 orang (campuran heterogen murid laki-laki dan perempuan) untuk melakukan simulasi permainan menggembirakan 'Estafet Pilah Sampah Bersih Kelas': setiap kelompok menerima baki berisi 4 benda tiruan bersih yang disebar di meja mereka, yaitu: benda A (kertas lipat bekas), benda B (stik es krim plastik), benda C (bungkus permen plastik), dan benda D (sobekan kertas koran) (5 menit).
- Dalam suasana menggembirakan, setiap anggota kelompok secara bergantian dan bekerja sama berbagi peran memungut dan memilah benda tersebut lalu berjalan tertib memasukkannya ke 2 tempat sampah di sudut kelas (acuan pemilahan: benda A dan D masuk tempat sampah hijau; benda B dan C masuk tempat sampah kuning) (10 menit).
- Setelah simulasi kelompok selesai, setiap kelompok mempraktikkan langsung aksi nyata bekerja sama menyisir area lantai sekitar meja masing-masing di kelas, memungut sampah nyata yang berserakan, lalu memilah dan membuangnya ke tempat sampah kelas secara gotong royong tanpa membeda-bedakan teman (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengajak seluruh kelompok berdiri melingkar mengamati kondisi lantai kelas yang kini rapi dan bersih dari sampah, lalu murid diajak menyadari betapa ringannya tugas saat dilakukan bersama-sama (5 menit).
- Dua orang perwakilan murid menyampaikan perasaan mereka saat bekerja sama memilah sampah dengan teman kelompoknya melalui panduan pertanyaan guru (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran bahwa memilah dan membuang sampah ke tempat sampah kelas harus dilakukan secara bekerja sama agar lingkungan kelas tetap sehat dan nyaman (5 menit).
- Guru melakukan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat, memberikan apresiasi atas kekompakan murid, mengingatkan jadwal piket kelas berikutnya, dan menutup sesi dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan visual diberikan wadah sampah dengan label bergambar nyata (gambar kertas dan gambar botol plastik), sedangkan murid yang sudah lancar mengenali simbol tulisan langsung membaca label kategori pada tempat sampah.
- Proses: Murid yang masih ragu memilah sampah didampingi teman sebaya dalam kelompoknya (peer buddy), sedangkan kelompok yang bergerak cepat diberikan tugas tambahan menyisir area belakang lemari kelas.
- Produk: Semua murid mempraktikkan tindakan bekerja sama memilah dan membuang sampah, dengan variasi tingkat kemandirian gerak dan pembagian peran dalam kelompok.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemilahan sampah: Murid diminta memasukkan 2 benda peraga tiruan ke wadah berlabel tepat. Butir uji: (1) Sobekan kertas dimasukkan ke tempat sampah berlabel hijau; (2) Botol plastik dimasukkan ke tempat sampah berlabel kuning (acuan: tepat memasukkan kedua benda sesuai label peruntukannya).
Proses:- Observasi formatif saat simulasi dan aksi nyata berlangsung: Guru mencatat keaktifan murid dalam bekerja sama (berbagi tugas dan tidak membeda-bedakan teman laki-laki/perempuan) serta ketepatan memilah 4 benda tiruan: benda A (kertas lipat bekas) ke tempat hijau, benda B (stik es krim plastik) ke tempat kuning, benda C (bungkus permen plastik) ke tempat kuning, dan benda D (sobekan kertas koran) ke tempat hijau.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menguji 3 murid acak dengan menyebutkan nama benda untuk ditentukan wadah tempat sampahnya. Butir uji: (1) Daun gugur (acuan: tempat sampah kertas/organik label hijau); (2) Kantong plastik (acuan: tempat sampah plastik label kuning); (3) Kertas rontokan buku (acuan: tempat sampah kertas/organik label hijau).
Formatif:- Observasi unjuk kerja kerja sama memilah dan membuang sampah kelas menggunakan lembar amatan rubrik kinerja.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Bekerja sama dalam keberagaman | Hanya diam atau menolak bekerja sama dengan teman yang berbeda jenis kelamin saat memilah sampah kelas. | Mau ikut serta membersihkan dan memilah sampah hanya jika diarahkan dan dipasangkan langsung oleh guru. | Mempraktikkan bekerja sama memilah dan membuang sampah secara aktif bersama teman laki-laki dan perempuan dalam kelompoknya. | Mempraktikkan bekerja sama memilah dan membuang sampah secara aktif, konsisten saling membantu tanpa membeda-bedakan teman, serta mengajak temannya menjaga kerapian secara mandiri. | | Ketepatan memilah dan membuang sampah ke tempat sampah kelas | Belum mampu memilah sampah (membuang seluruh sampah tiruan ke satu wadah tanpa melihat kategori label hijau/kuning). | Memilah dan membuang sampah dengan tepat untuk 1-2 benda tiruan dari total 4 benda (A: kertas lipat, B: stik plastik, C: bungkus plastik, D: kertas koran). | Memilah dan membuang sampah dengan tepat untuk 3-4 benda tiruan sesuai label wadah hijau (A, D) dan kuning (B, C) secara mandiri. | Memilah dan membuang seluruh 4 benda tiruan dengan tepat dan konsisten mempraktikkannya saat menyisir sampah nyata di lantai kelas. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur permainan dan praktik langsung efektif menumbuhkan perilaku kerja sama antar-murid laki-laki dan perempuan?
- Apakah murid dapat membedakan tempat sampah kertas dan plastik secara tepat di dalam kelas?
Murid:- Bagaimana perasaanmu setelah bekerja sama dengan teman-teman membersihkan kelas hari ini?
- Apakah kamu merasa senang saat kelasmu menjadi rapi dan bebas dari sampah?
Pertemuan 18 — Mempraktikkan bekerja sama menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan kelas secara serentak dalam keberagaman — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.4 Mempraktikkan bekerja sama menjaga lingkungan sekitar dalam keberagaman
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
- Guru bersama murid menyanyikan lagu 'Ini Kelasku' ciptaan Canny Ilmiati dari Buku Siswa untuk membangkitkan keceriaan (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: menunjukkan 2 kartu bergambar situasi kelas, yaitu Gambar A: 'Kelas kotor berantakan dengan sampah tercecer dan meja miring' dan Gambar B: 'Kelas bersih, meja rapi, dan lantai bebas sampah', lalu meminta murid memilih gambar kelas yang nyaman serta menyebutkan 1 tindakan nyata menjaga lingkungan kelas (acuan jawaban: memilih Gambar B; tindakan nyata: memungut sampah / menyapu lantai / menata meja-kursi / merapikan buku) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati pembagian 4 zona aksi kebersihan kelas serentak: Zona 1 (merapikan meja dan kursi), Zona 2 (menyapu lantai kelas), Zona 3 (mengelap meja guru dan papan tulis), dan Zona 4 (merapikan rak buku dan memilah sampah ke tempat sampah) (5 menit).
- Guru memodelkan cara bekerja sama dalam regu yang beranggotakan murid laki-laki dan perempuan tanpa membeda-bedakan jenis kelamin maupun kegemaran, saling berbagi tugas memegang alat kebersihan dan merapikan perlengkapan kelas (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi kelas menjadi 4 kelompok kerja heterogen (terdiri dari murid laki-laki dan perempuan) sesuai zona aksi kebersihan (5 menit).
- Permainan 'Operasi Semut Ceria 15 Menit': Setiap kelompok serentak mempraktikkan kerja sama menjaga kebersihan dan kerapian di zonanya masing-masing sambil diiringi musik ceria, saling membantu mengangkat kursi, menyapu kotoran, dan merapikan buku bersama teman beragam jenis kelamin (15 menit).
- Guru berkeliling mengobservasi praktik kerja sama setiap murid menggunakan lembar observasi proses keaktifan dan partisipasi kerja bersama dalam keberagaman (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama kelompoknya memeriksa hasil kerja kebersihan dan kerapian di zonanya masing-masing serta zona kelompok lain (5 menit).
- Murid mengungkapkan secara bergiliran dalam kelompok tentang apa yang telah dikerjakan bersama pasangannya tanpa membedakan teman laki-laki atau perempuan (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap keberhasilan seluruh murid yang telah kompak mempraktikkan kerja sama membersihkan dan merapikan ruang kelas secara serentak (5 menit).
- Guru memandu murid melakukan asesmen akhir berupa cek tindakan dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan panduan bergambar simbol tugas kebersihan (simbol sapu untuk lantai, simbol kemoceng untuk meja, simbol tumpukan buku untuk rak) bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
- Proses: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan, guru mendampingi pembagian tugas langsung berpasangan; bagi murid yang sudah mandiri, diberikan tanggung jawab merapikan area transisi antar-zona secara mandiri.
- Produk: Semua murid menghasilkan bukti praktik yang sama yaitu keterlibatan fisik dalam aksi serentak menjaga kebersihan dan kerapian area kelas bersama teman beragam jenis kelamin.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Identifikasi kesiapan murid melalui pemilihan 2 gambar situasi: Gambar A (kelas berantakan dan kotor) dan Gambar B (kelas bersih dan rapi). Kriteria benar: Murid memilih Gambar B dan menyebutkan minimal 1 tindakan nyata menjaga lingkungan kelas (acuan jawaban: menyapu lantai, merapikan meja-kursi, membuang sampah pada tempatnya, atau menata buku).
Proses:- Observasi langsung saat praktik 'Operasi Semut Ceria 15 Menit' menggunakan lembar ceklis unjuk kerja: (1) Murid aktif mengambil peran membersihkan atau merapikan kelas, (2) Murid bekerja bersama teman yang berbeda jenis kelamin tanpa memilih-milih kawan.
Akhir Pertemuan:- Cek tindakan akhir sesi melalui konfirmasi lisan terbimbing: Guru menanyakan tugas apa yang diselesaikan bersama teman kelompoknya hari ini (acuan kriteria ketercapaian: murid menyebutkan tindakan nyata yang dilakukannya bersama teman kelompok di zonanya, seperti 'merapikan meja bersama Doni' atau 'menyapu lantai bersama Siti').
Formatif:- Observasi unjuk kerja praktik kerja sama menjaga kebersihan dan kerapian kelas dalam keberagaman
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Praktik bekerja sama menjaga kebersihan dan kerapian kelas dalam keberagaman | Belum terlibat aktif dalam kegiatan membersihkan atau merapikan kelas dan masih enggan bekerja sama dengan teman yang berbeda jenis kelamin meski telah diarahkan guru. | Mulai mempraktikkan tindakan membersihkan atau merapikan kelas, namun masih memerlukan dorongan guru untuk mau bekerja sama dalam kelompok yang anggotanya beragam jenis kelamin. | Mempraktikkan kerja sama secara aktif membersihkan dan merapikan lingkungan kelas bersama teman laki-laki maupun perempuan secara serentak sesuai pembagian tugas. | Mempraktikkan kerja sama membersihkan dan merapikan lingkungan kelas secara serentak bersama teman beragam jenis kelamin secara mandiri, tuntas, serta konsisten membantu merapikan bagian yang belum selesai. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 15 menit untuk praktik serentak cukup memfasilitasi seluruh murid bekerja sama secara optimal?
- Bagaimana keterlibatan murid laki-laki dan perempuan saat berkolaborasi dalam satu kelompok aksi kebersihan?
Murid:- Bagian mana dari kelas kita yang paling kamu senangi setelah kita bersihkan bersama?
- Apakah kamu merasa senang bisa bekerja sama merapikan kelas bersama teman-temanmu?
Pertemuan 19 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.1 Mengidentifikasi identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin di lingkungan sekitar
- TP 1.1.2 Mengidentifikasi identitas dirinya sesuai dengan hobi di lingkungan sekitar
- TP 1.1.3 Menghargai identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin dan hobi di lingkungan sekitar
- TP 1.1.4 Mempraktikkan bekerja sama menjaga lingkungan sekitar dalam keberagaman
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif akhir Bab 1 yang terdiri atas dua tugas unjuk kerja: perkenalan diri secara lisan di meja guru serta praktik kerja sama membersihkan kelas bersama kelompok (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru menjelaskan petunjuk tugas 1: setiap murid secara bergiliran maju ke meja guru selama 1,5 menit untuk menyebutkan nama, jenis kelamin (laki-laki/perempuan), hobi yang disukai, dan ungkapan rasa syukur atas dirinya; sementara menunggu giliran, murid lain di meja masing-masing mewarnai kartu identitas diri dengan tertib dan tenang (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Pelaksanaan Tugas 1 (Unjuk Kerja Lisan Perkenalan Diri): Guru memanggil murid satu per satu ke meja guru/lingkaran kecil secara bergiliran (alokasi 1,5 menit per anak untuk menilai identifikasi jenis kelamin, identifikasi hobi, dan sikap syukur/percaya diri) sementara murid lain mandiri mewarnai kartu identitas diri di bangku masing-masing (35 menit).
- Pelaksanaan Tugas 2 (Penilaian Kinerja Kerja Sama): Guru membagi murid ke dalam kelompok heterogen beranggotakan 4-5 anak (terdiri atas murid laki-laki dan perempuan) untuk mempraktikkan kerja sama merapikan media belajar, menyortir alat warna, serta membuang sisa sampah kertas ke tempat sampah kelas secara kompak dan saling menghargai, dinilai langsung menggunakan lembar observasi kerja sama (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengajak murid duduk melingkar untuk memeriksa hasil kerapian kelas dan mengapresiasi keberhasilan seluruh murid dalam bekerja sama serta berani memperkenalkan diri secara mandiri (3 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar Bab 1 mengenai kebanggaan atas identitas diri dan indahnya kerja sama dalam keberagaman di sekolah (1 menit).
- Guru menutup pertemuan sumatif dengan doa bersama dan salam penutup (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Tidak ada modifikasi konten kompetensi; seluruh murid dinilai pada indikator identitas diri (jenis kelamin dan hobi), sikap syukur, serta kerja sama kebersihan yang setara.
- Proses: Akomodasi akses: bagi murid yang pemalu atau ragu-ragu saat unjuk kerja lisan diberikan pancingan pertanyaan terstruktur ('Apakah kamu anak laki-laki atau perempuan?', 'Apa hobi yang paling kamu sukai?') tanpa mengurangi standar penilaian.
- Produk: Format pembuktian tetap seragam yaitu penyampaian lisan identitas diri dan tindakan nyata kerja sama merapikan ruang kelas.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan lisan sebelum sumatif dimulai dengan menanyakan kesiapan murid: 'Siapa yang sudah siap menyebutkan nama, jenis kelamin, dan hobinya di depan guru?' (Acuan kesiapan: murid merespons dengan mengacungkan tangan atau menyatakan siap).
Proses:- Pemantauan ketertiban dan kemandirian kelas saat aktivitas mewarnai kartu identitas diri berlangsung selama proses asesmen lisan individual bergulir.
Sumatif Bab:- unjuk kerja lisan perkenalan diri dan penilaian kinerja kerja sama membersihkan kelas: penyebutan lisan identitas diri (jenis kelamin dan hobi) dengan sikap percaya diri dan syukur, serta praktik kerja sama merapikan media belajar dan menjaga kebersihan kelas dalam kelompok heterogen
- unjuk kerja lisan perkenalan diri: penyampaian lisan identitas jenis kelamin dan hobi secara percaya diri serta menunjukkan rasa syukur terhadap dirinya, dinilai 1,5 menit per murid secara bergiliran di meja guru/lingkaran kecil sementara murid lain mewarnai kartu identitas diri (45 menit / 1,5 menit = 30 murid, mencakup 28 murid satu kelas) (45 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja identitas diri dan sikap percaya diri)
- penilaian kinerja kerja sama: praktik langsung bekerja sama dalam kelompok beranggotakan 4-5 anak (putra dan putri) untuk merapikan media belajar, menyortir alat warna, dan membuang sampah sisa aktivitas ke tempatnya secara kompak dan saling menghargai (25 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi kerja sama dan toleransi keberagaman)
Sumatif:- unjuk kerja lisan perkenalan diri dan penilaian kinerja kerja sama membersihkan kelas: penyebutan lisan identitas diri (jenis kelamin dan hobi) dengan sikap percaya diri dan syukur, serta praktik kerja sama merapikan media belajar dan menjaga kebersihan kelas dalam kelompok heterogen
- unjuk kerja lisan perkenalan diri: penyampaian lisan identitas jenis kelamin dan hobi secara percaya diri serta menunjukkan rasa syukur terhadap dirinya, dinilai 1,5 menit per murid secara bergiliran di meja guru/lingkaran kecil sementara murid lain mewarnai kartu identitas diri (45 menit / 1,5 menit = 30 murid, mencakup 28 murid satu kelas) (45 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja identitas diri dan sikap percaya diri)
- penilaian kinerja kerja sama: praktik langsung bekerja sama dalam kelompok beranggotakan 4-5 anak (putra dan putri) untuk merapikan media belajar, menyortir alat warna, dan membuang sampah sisa aktivitas ke tempatnya secara kompak dan saling menghargai (25 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi kerja sama dan toleransi keberagaman)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi Jenis Kelamin Diri (TP 1.1.1) | Belum mampu menyebutkan jenis kelamin dirinya sendiri meskipun telah dipandu guru. | Mampu menyebutkan jenis kelamin dirinya dengan bantuan panduan pertanyaan langsung dari guru. | Mampu mengidentifikasi dan menyebutkan jenis kelamin dirinya (laki-laki atau perempuan) secara tepat dengan mandiri. | Mampu mengidentifikasi dan menyebutkan jenis kelamin dirinya secara tepat, lancar, dan sangat mandiri. | | Mengidentifikasi Hobi Diri (TP 1.1.2) | Belum mampu menyebutkan hobi atau kegemaran yang disukainya meskipun telah dipandu guru. | Mampu menyebutkan hobi yang disukainya setelah diberi pilihan atau rangsangan oleh guru. | Mampu mengidentifikasi dan menyebutkan 1 jenis hobi yang disukainya secara mandiri dan jelas. | Mampu mengidentifikasi dan menyebutkan hobi yang disukainya secara mandiri, jelas, serta mantap. | | Menghargai Identitas Diri (TP 1.1.3) | Belum menunjukkan sikap percaya diri atau ungkapan syukur terhadap identitas jenis kelamin dan hobinya. | Menunjukkan sikap percaya diri dan mau mengiyakan ungkapan rasa syukur ketika dibimbing guru. | Menunjukkan sikap percaya diri dan menyatakan rasa syukur atas identitas diri (jenis kelamin dan hobi) anugerah Tuhan secara mandiri. | Menunjukkan rasa bangga, sangat percaya diri, dan menyatakan rasa syukur yang tulus atas identitas dirinya secara konsisten. | | Bekerja Sama Menjaga Lingkungan Kelas dalam Keberagaman (TP 1.1.4) | Pasif atau tidak ikut serta dalam kegiatan kelompok merapikan alat dan membersihkan kelas. | Ikut serta merapikan alat atau membuang sampah hanya saat diingatkan atau diarahkan berulang kali oleh guru. | Mempraktikkan kerja sama secara aktif bersama teman laki-laki dan perempuan dalam merapikan media belajar dan membuang sampah ke tempatnya. | Mempraktikkan kerja sama secara aktif, sigap, dan saling menghargai bersama seluruh anggota kelompok tanpa membeda-bedakan teman hingga kelas bersih rapi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 1,5 menit per murid untuk unjuk kerja lisan berjalan efektif dan mencakup seluruh murid dalam kelas?
- Bagaimana keterlibatan murid laki-laki dan perempuan saat melakukan kerja sama membersihkan kelas secara berkelompok?
Murid:- Bagaimana perasaanmu saat memperkenalkan jenis kelamin dan hobimu kepada guru?
- Apakah kamu merasa senang dan terbantu saat merapikan kelas bersama teman-temanmu?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2023)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2023)
- Kartu gambar karakter anak laki-laki dan perempuan (Panca, Bina, Sakti, Ika, Dani, Siti)
- Papan kantong identitas (Laki-Laki dan Perempuan)
- Lembar kerja identifikasi gambar jenis kelamin
- Cermin saku berbingkai aman untuk anak
- Kartu simbol anak laki-laki dan perempuan
- Lembar Kerja Murid 'Aku di Cermin'
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas I, Kemendikbudristek 2023
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas I, Kemendikbudristek 2023
- Lembar template Kartu Nama Diri Sederhana bergambar simbol anak laki-laki dan anak perempuan
- Alat tulis/krayon warna
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2023) Bab 1
- Wayang kertas gambar tokoh Sakti (laki-laki) dan Bina (perempuan)
- Bola warna untuk permainan 'Oper Bola Karunia'
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2023).
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2023) Bab 1: Aku dan Teman-Temanku.
- Set kartu bergambar macam-macam hobi anak (menggambar, menyanyi, menari, sepak bola, bersepeda, membaca buku, berenang, memasak).
- Lembar Aktivitas Simbol Hobi (berisi 6 gambar: bola, kuas lukis, buku, sepeda, mikrofon, kacamata renang)
- Pensil warna/krayon milik murid
- 6 Kartu Bergambar Aktivitas Hobi (Membaca, Menggambar, Bermain Sepak Bola, Bernyanyi, Menari, Berenang)
- Lembar Pilihan Kegemaran Diri dan Stiker Bintang
- Kartu bergambar macam-macam hobi anak (membaca, bermain bola, menggambar, menari, bernyanyi, bersepeda)
- Lagu anak 'Ayo, Bermain' ciptaan Raika Trisha Ananda
- Gambar ilustrasi tokoh Panca dan Bina
- Kartu Bintang Syukur dan stiker senyum
- Media visual gambar tokoh ilustrasi anak laki-laki (Panca) dan perempuan (Bina)
- Topi boneka dan pengeras suara untuk permainan 'Topi Percaya Diri'
- Kartu simbol diri (bintang biru dan bunga kuning) serta stiker ekspresi
- Kartu ilustrasi sikap terhadap hobi (Kartu A dan Kartu B)
- Media 'Bintang Bangga Hobiku' dan stiker simbol kegemaran
- Lagu anak 'Ayo, Bermain' (Ciptaan Raika Trisha Ananda)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2023).
- Kartu perkenalan diri berbingkai bintang dengan ikon jenis kelamin (anak laki-laki/perempuan), stiker/gambar pilihan hobi (membaca, menggambar, bermain bola, menyanyi, bersepeda), dan emotikon rasa syukur.
- Lagu anak 'Ayo, Bermain' ciptaan Raika Trisha Ananda.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek 2023)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek 2023)
- Boneka mikrofon peraga untuk permainan estafet lisan
- Kartu visual pengingat kata sapaan santun
- Set alat tulis kelas (pensil, krayon, penghapus, penggaris, peraut).
- Wadah/kotak penyimpan alat tulis di meja murid.
- Buku-buku bacaan di pojok baca kelas
- Rak buku/meja pojok baca kelas
- Kartu gambar situasi pojok baca (Gambar A: kerja sama menata buku; Gambar B: buku berserakan)
- Peralatan kebersihan kelas: kain lap meja basah/kering, sapu ijuk kecil, dan serokan sampah
- Buku Teks Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas I Bab 1.
- 2 set tempat sampah kelas dengan label penanda warna/gambar (hijau untuk kertas/daun, kuning untuk plastik).
- Benda tiruan bersih untuk simulasi (kertas lipat bekas, stik es krim plastik, bungkus permen plastik, koran).
- Peralatan kebersihan kelas: sapu, serok sampah, kemoceng, kain lap, dan tempat sampah
- Kartu gambar situasi kelas bersih dan kotor
- Pemutar audio untuk mengiringi lagu 'Ini Kelasku' dan instrumen musik ceria
- Kartu identitas diri sederhana untuk diwarnai murid
- Alat mewarnai (krayon/pensil warna)
- Peralatan kebersihan kelas (tempat sampah, serbet/kemoceng, wadah alat tulis)
|