Modul AjarPertemuan 3Bab 3Fase DSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 9: Bersyukur dalam Segala Situasi: Belajar dari Ayub dan Berbagai Sumber

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 9 dengan topik "Bersyukur dalam Segala Situasi: Belajar dari Ayub dan Berbagai Sumber". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 9: Bersyukur dalam Segala Situasi: Belajar dari Ayub dan Berbagai Sumber

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 9

Bab 3 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Bersyukur dalam Segala Situasi: Belajar dari Ayub dan Berbagai Sumber

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikBersyukur dalam Segala Situasi: Belajar dari Ayub dan Berbagai Sumber
Alokasi Waktu1x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan bahwa manusia harus tetap bersyukur atas pemeliharaan Allah dalam segala kondisi, baik suka maupun duka, berdasarkan kisah Ayub 42:1-17 dan Roma 5:3-4
  2. Murid dapat meneladani sikap rendah hati dan penguasaan diri Ayub sebagai inspirasi bersyukur kepada Allah di tengah pergumulan hidup

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mengalami situasi sulit namun tetap merasakan kehadiran Allah? Bagaimana kalian menghadapinya?
  2. Mengapa Ayub tetap setia kepada Allah meskipun kehilangan segalanya?
  3. Apa arti bersyukur dalam kondisi duka dan bagaimana kita bisa melakukannya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan menyanyikan lagu rohani pilihan murid yang bertema syukur (dipimpin seorang murid)
  • Guru memimpin doa pembukaan bersama
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan murid
  • Asesmen awal: Guru menanyakan pengalaman pribadi murid tentang situasi sulit yang pernah dialami dan bagaimana mereka meresponsnya
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan aktivitas yang akan dilakukan
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik: 'Mengapa kita harus bersyukur bahkan dalam kesulitan?'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca Ayub 42:1-17 dan Roma 5:3-4 secara mandiri atau berpasangan
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas: Apa yang terjadi pada Ayub? Bagaimana respons Ayub terhadap penderitaannya? Apa makna kedaulatan Allah dalam kisah ini?
  • Murid mengidentifikasi nilai-nilai kristiani yang ditunjukkan Ayub: rendah hati, penguasaan diri, dan keteguhan iman
  • Guru menjelaskan konsep pemeliharaan Allah yang berlangsung dalam segala situasi, baik suka maupun duka
  • Murid mencatat poin-poin penting tentang sikap bersyukur berdasarkan teladan Ayub dan Roma 5:3-4

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid diminta mengingat pengalaman pribadi atau cerita orang terdekat (orang tua, teman) yang tetap bersyukur di tengah kesulitan
  • Murid menuliskan refleksi dalam bentuk puisi, pantun, cerita pendek, atau slogan yang mengekspresikan wujud syukur atas pemeliharaan Allah dalam hidup mereka
  • Murid yang bersedia mempresentasikan hasil karya mereka di depan kelas (3-4 murid)
  • Guru memberikan apresiasi dan umpan balik konstruktif terhadap karya murid

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid merenungkan pertanyaan: 'Bagaimana saya menyatakan wujud syukur kepada Tuhan atas segala yang saya alami hingga bisa sekolah di kelas 9 ini?'
  • Murid menuliskan komitmen pribadi tentang sikap bersyukur yang akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, dengan meneladani rendah hati dan penguasaan diri Ayub
  • Murid berbagi refleksi mereka dalam kelompok kecil (3-4 orang) untuk saling menguatkan
  • Guru merangkum pembelajaran: bersyukur adalah tindakan aktif yang tidak bergantung pada situasi, melainkan pada iman kepada Allah yang memelihara

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir: menanyakan kepada beberapa murid tentang satu hal penting yang mereka pelajari hari ini
  • Guru memberikan penguatan tentang pentingnya bersyukur dalam segala kondisi sebagai wujud iman kepada Allah
  • Guru menyampaikan tugas pengayaan (opsional): Mewawancarai orang tua tentang pengalaman mereka menghadapi kesulitan dan bagaimana mereka melibatkan Tuhan, lalu membuat laporan untuk pertemuan berikutnya
  • Guru memimpin doa penutup bersama
  • Guru menutup pembelajaran dengan menyanyikan lagu rohani pilihan murid

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang lebih cepat dapat membaca referensi tambahan dari buku atau internet tentang tokoh-tokoh Alkitab lain yang menunjukkan sikap bersyukur. Murid yang membutuhkan pendampingan dapat diberikan ringkasan kisah Ayub dalam bahasa sederhana
  • Proses: Murid visual dapat membuat ilustrasi atau diagram alur kisah Ayub. Murid auditorial dapat mendengarkan audio Alkitab atau berbagi cerita secara lisan. Murid kinestetik dapat membuat dramatisasi singkat kisah Ayub
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk ekspresi syukur sesuai minat: puisi, pantun, cerita pendek, slogan, gambar ilustrasi, atau video pendek. Murid yang lebih cepat dapat membuat karya dengan analisis lebih mendalam

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: Guru menanyakan pengalaman pribadi murid tentang situasi sulit dan bagaimana mereka meresponsnya
  • Guru mengamati pengetahuan awal murid tentang sikap bersyukur dalam berbagai kondisi

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid dalam membaca dan mendiskusikan Ayub 42:1-17 dan Roma 5:3-4
  • Penilaian kemampuan murid mengidentifikasi nilai-nilai kristiani dari kisah Ayub
  • Observasi proses pembuatan karya refleksi murid
  • Tanya jawab spontan untuk mengecek pemahaman murid

Akhir:

  • Penilaian karya tulis refleksi (puisi/pantun/cerita/slogan) berdasarkan rubrik
  • Penilaian komitmen pribadi yang dituliskan murid
  • Tanya jawab lisan: Guru menanyakan kepada beberapa murid tentang hal penting yang mereka pelajari
  • Observasi kemampuan murid menjelaskan konsep bersyukur dalam segala situasi

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelas tentang kisah Ayub
  • Penilaian proses pembuatan karya refleksi (puisi/pantun/cerita/slogan)
  • Tanya jawab lisan selama pembelajaran

Sumatif:

  • Penilaian karya tulis refleksi murid tentang wujud syukur
  • Penilaian komitmen pribadi yang dituliskan murid
  • Penilaian pemahaman konsep bersyukur melalui pertanyaan akhir

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman konsep bersyukur dalam segala kondisi berdasarkan Ayub 42:1-17 dan Roma 5:3-4Murid belum dapat menjelaskan mengapa harus bersyukur dalam segala kondisi dan tidak memahami kisah AyubMurid dapat menyebutkan kisah Ayub namun belum menghubungkannya dengan konsep bersyukur dalam segala kondisiMurid dapat menjelaskan bahwa harus bersyukur dalam segala kondisi berdasarkan kisah Ayub dengan cukup baikMurid dapat menjelaskan secara mendalam dan sistematis bahwa manusia harus bersyukur dalam segala kondisi berdasarkan Ayub 42:1-17 dan Roma 5:3-4, serta memberikan contoh konkret
Keteladanan sikap rendah hati dan penguasaan diri AyubMurid belum dapat mengidentifikasi sikap rendah hati dan penguasaan diri AyubMurid dapat menyebutkan sikap rendah hati dan penguasaan diri Ayub namun belum dapat menghubungkannya dengan kehidupan pribadiMurid dapat menjelaskan sikap rendah hati dan penguasaan diri Ayub serta mulai merefleksikannya dalam kehidupan pribadiMurid dapat menjelaskan dan meneladani sikap rendah hati dan penguasaan diri Ayub dengan membuat komitmen konkret untuk diterapkan dalam pergumulan hidup sehari-hari
Kreativitas dan kualitas karya refleksi (puisi/pantun/cerita/slogan)Karya refleksi tidak sesuai tema atau belum selesai dibuatKarya refleksi sederhana dan belum menunjukkan pemahaman mendalam tentang bersyukurKarya refleksi baik, menunjukkan pemahaman tentang bersyukur dan cukup kreatifKarya refleksi sangat kreatif, mendalam, menunjukkan pemahaman utuh tentang bersyukur atas pemeliharaan Allah, dan mengekspresikan komitmen pribadi dengan jelas
Partisipasi dan keterlibatan dalam pembelajaranMurid pasif, tidak terlibat dalam diskusi dan kegiatan pembelajaranMurid mulai terlibat namun partisipasinya masih minimalMurid aktif terlibat dalam diskusi dan kegiatan pembelajaranMurid sangat aktif, antusias, memberikan kontribusi bermakna dalam diskusi, dan membantu teman lain memahami materi

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah pembelajaran sudah memfasilitasi murid memahami konsep bersyukur dalam segala situasi secara mendalam?
  • Apakah metode yang digunakan sudah sesuai dengan karakteristik murid dan mendorong partisipasi aktif?
  • Bagaimana cara meningkatkan diferensiasi pembelajaran agar semua murid dapat mencapai tujuan pembelajaran?
  • Apa tantangan yang dihadapi dalam pembelajaran ini dan bagaimana solusinya untuk pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan dari kisah Ayub yang kamu pelajari hari ini?
  • Bagaimana kamu akan menyatakan wujud syukur kepada Tuhan dalam kehidupan sehari-hari?
  • Nilai kristiani apa yang akan kamu teladani dari Ayub untuk diterapkan dalam pergumulan hidupmu?
  • Apa yang masih ingin kamu pelajari lebih lanjut tentang bersyukur atas pemeliharaan Allah?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (Ayub 42:1-17 dan Roma 5:3-4)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas IX
  3. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas IX
  4. Lagu rohani bertema syukur
  5. Kertas, pulpen, alat tulis untuk membuat karya refleksi
  6. Pengalaman hidup murid dan keluarga sebagai sumber belajar kontekstual

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.