Modul AjarPertemuan 4Bab 13Fase DSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 9: Asesmen Sumatif: Peranku dalam Memelihara dan Melestarikan Lingkungan Hidup

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 9 dengan topik "Asesmen Sumatif: Peranku dalam Memelihara dan Melestarikan Lingkungan Hidup". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 9: Asesmen Sumatif: Peranku dalam Memelihara dan Melestarikan Lingkungan Hidup

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 9

Bab 13 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Asesmen Sumatif: Peranku dalam Memelihara dan Melestarikan Lingkungan Hidup

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikAsesmen Sumatif: Peranku dalam Memelihara dan Melestarikan Lingkungan Hidup
Alokasi Waktu1x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menunjukkan pemahaman bahwa gereja dan setiap orang percaya memiliki peran dan tanggung jawab untuk ikut serta memelihara serta melestarikan alam dan lingkungan hidup sebagai bagian dari tugas panggilan iman di tengah masyarakat.
  2. Murid dapat membuktikan pencapaian kompetensi bab melalui asesmen sumatif yang mencakup pemahaman perspektif Alkitab tentang alam ciptaan Allah, bentuk-bentuk kerusakan lingkungan, tanggung jawab manusia sebagai pemelihara ciptaan, dan tindakan nyata kepedulian terhadap lingkungan hidup.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Selama belajar tentang lingkungan hidup di bab ini, apa satu hal paling penting yang kamu pahami tentang tanggung jawab orang Kristen terhadap alam ciptaan Allah?
  2. Jika seseorang mengaku beriman tetapi tidak peduli terhadap lingkungan di sekitarnya, apakah itu mencerminkan iman yang utuh? Mengapa?
  3. Tindakan nyata apa yang sudah atau ingin kamu lakukan sebagai wujud tanggung jawabmu terhadap lingkungan hidup?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan doa pembuka, memohon hikmat Tuhan agar murid dapat mengerjakan asesmen dengan jujur dan sebaik-baiknya. (2 menit)
  • Guru menyampaikan bahwa pertemuan ini adalah asesmen sumatif untuk Bab 13, yaitu ujian mandiri yang mengukur sejauh mana murid memahami peran dan tanggung jawab orang percaya terhadap lingkungan hidup. (1 menit)
  • Diagnostik singkat: Guru mengajukan pertanyaan lisan secara singkat kepada 2–3 murid, 'Sebutkan satu ayat Alkitab atau satu nilai iman Kristen yang menurutmu paling relevan dengan menjaga lingkungan hidup.' Jawaban murid digunakan guru sebagai gambaran kesiapan belajar, bukan untuk dinilai. (2 menit)
  • Guru menyampaikan tata tertib pelaksanaan asesmen: kerjakan secara mandiri dan jujur, baca soal dengan teliti, manajemen waktu dijaga sendiri, dan lembar jawaban dikumpulkan tepat waktu. (1 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar soal asesmen sumatif kepada seluruh murid. Soal terdiri dari dua bagian: Bagian A — 10 soal pilihan ganda tentang perspektif Alkitab mengenai alam ciptaan Allah, bentuk-bentuk kerusakan lingkungan, dan tanggung jawab manusia sebagai pemelihara ciptaan; Bagian B — 2 soal uraian tentang (1) peran gereja dan orang percaya dalam memelihara lingkungan dan (2) tindakan nyata kepedulian terhadap lingkungan hidup yang dapat dilakukan remaja Kristen. (2 menit untuk distribusi dan pembacaan petunjuk)
  • Murid membaca seluruh soal secara mandiri dan cermat sebelum mulai menjawab, memastikan mereka memahami apa yang ditanyakan di setiap nomor. Prinsip Berkesadaran diterapkan di sini: murid diajak hadir penuh dan sadar saat membaca soal, bukan terburu-buru. (3 menit)

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mengerjakan Bagian A (pilihan ganda) secara mandiri. Soal-soal mengukur kemampuan murid mengidentifikasi perspektif Alkitab tentang alam sebagai ciptaan Allah, mengenali bentuk-bentuk kerusakan lingkungan, dan memahami tanggung jawab manusia sebagai pengelola ciptaan berdasarkan mandat ilahi (Kejadian 2:15). (10 menit)
  • Murid mengerjakan Bagian B (uraian) secara mandiri. Soal uraian pertama meminta murid menjelaskan peran dan tanggung jawab gereja serta orang percaya dalam memelihara lingkungan hidup sebagai bagian dari tugas panggilan iman. Soal uraian kedua meminta murid mendeskripsikan minimal dua tindakan nyata kepedulian lingkungan yang dapat dilakukan oleh seorang remaja Kristen di rumah, sekolah, atau komunitas. Prinsip Bermakna diterapkan: murid menghubungkan pengetahuan Alkitab dengan konteks kehidupan nyata mereka. (13 menit)
  • Selama pengerjaan, guru berkeliling memantau kondisi murid, memastikan suasana kondusif, dan memberikan dukungan emosional jika ada murid yang tampak kesulitan atau cemas, tanpa memberikan jawaban. Guru mencatat observasi proses (kemandirian, fokus, kejujuran) sebagai data asesmen proses.

Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Setelah waktu pengerjaan habis, murid mengumpulkan lembar jawaban kepada guru. (1 menit)
  • Guru meminta murid mengisi lembar refleksi diri singkat (5 menit) secara tertulis di buku catatan atau selembar kertas terpisah. Pertanyaan refleksi diri: (a) Bagian mana dari soal yang paling mudah untukku? Mengapa? (b) Bagian mana yang paling sulit? Apa yang belum aku pahami dengan baik? (c) Tindakan nyata apa yang akan aku lakukan mulai minggu ini sebagai wujud kepedulianku terhadap lingkungan hidup? Prinsip Bermakna dan Berkesadaran diterapkan: murid merenungkan proses belajar dan merumuskan komitmen tindakan nyata.
  • Guru mengajak 2–3 murid berbagi secara sukarela tentang satu hal yang paling mereka syukuri atau pelajari dari seluruh Bab 13 ini. Prinsip Menggembirakan diterapkan melalui suasana berbagi yang hangat dan apresiatif.

Penutup:

  • Guru menyampaikan apresiasi yang tulus kepada seluruh murid atas kesungguhan mereka mengerjakan asesmen dan mengikuti pembelajaran selama Bab 13. (1 menit)
  • Guru menyampaikan rencana tindak lanjut: hasil asesmen akan dikembalikan pada pertemuan berikutnya beserta umpan balik, dan murid yang belum mencapai target akan mendapat kesempatan remedial. (1 menit)
  • Guru menutup pertemuan dengan mengingatkan satu pesan iman: 'Sebagai orang percaya, menjaga alam bukan hanya kewajiban sosial, tetapi respons iman kita kepada Allah Sang Pencipta.' (1 menit)
  • Doa penutup dipimpin oleh guru atau salah satu murid, bersyukur atas proses belajar dan memohon agar murid terus hidup bertanggung jawab terhadap ciptaan Allah. (1 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan tambahan: soal pilihan ganda disertai kata kunci atau referensi ayat Alkitab yang dicetak di margin lembar soal sebagai scaffolding tanpa memberikan jawaban langsung. Untuk murid yang sudah sangat siap: soal uraian kedua diperluas dengan instruksi tambahan opsional, yaitu merancang satu program sederhana yang dapat dilakukan gereja atau kelompok pemuda untuk memelihara lingkungan.
  • Proses: Murid dengan gaya belajar kinestetik atau yang kesulitan menulis panjang dapat menjawab soal uraian dalam bentuk poin-poin terstruktur atau diagram sederhana (peta konsep mini) selama isi jawaban tetap mencakup semua komponen yang diminta. Guru memberikan tambahan waktu 5 menit bagi murid yang memiliki kebutuhan khusus atau keterlambatan pemrosesan informasi.
  • Produk: Lembar jawaban asesmen standar untuk semua murid. Murid yang menyelesaikan lebih cepat dapat melanjutkan mengisi refleksi diri secara lebih mendalam dengan menambahkan rencana aksi konkret berupa komitmen tertulis yang akan ditempel di buku catatan mereka sebagai pengingat.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik kepada 2–3 murid secara sukarela: 'Sebutkan satu ayat Alkitab atau satu nilai iman Kristen yang menurutmu paling relevan dengan menjaga lingkungan hidup.' Tujuan: menilai kesiapan dan pemahaman awal murid sebelum asesmen sumatif, bukan untuk diberi nilai.
  • Guru mengamati respons verbal dan bahasa tubuh murid saat mendengar pertanyaan pemantik sebagai indikator apakah murid merasa siap atau cemas menghadapi asesmen.

Proses:

  • Observasi terstruktur oleh guru: selama murid mengerjakan soal, guru berkeliling dan mencatat pada lembar observasi singkat — apakah murid mengerjakan secara mandiri, apakah tampak bingung pada bagian tertentu, dan bagaimana tingkat konsentrasi mereka.
  • Catatan anekdot: guru mencatat murid yang tampak kesulitan signifikan untuk ditindaklanjuti dengan umpan balik personal atau remedial.
  • Refleksi diri tertulis pasca-pengumpulan: lembar refleksi yang diisi murid memberikan data formatif tentang area pemahaman yang masih lemah dan komitmen tindak lanjut pribadi.

Akhir:

  • Penilaian lembar jawaban pilihan ganda (Bagian A): setiap jawaban benar diberi skor 1, total skor maksimal 10. Kunci jawaban disiapkan guru berdasarkan materi Bab 13.
  • Penilaian soal uraian (Bagian B): dinilai menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) berdasarkan aspek ketepatan konten teologis, kedalaman penjelasan, dan relevansi tindakan nyata yang diusulkan.
  • Nilai akhir sumatif dihitung dari gabungan skor Bagian A dan Bagian B dengan bobot yang ditetapkan guru (contoh: Bagian A 40%, Bagian B 60%). Hasil dikembalikan kepada murid dengan umpan balik tertulis pada pertemuan berikutnya.

Formatif:

  • Observasi proses pengerjaan: guru mencatat tingkat kemandirian, fokus, dan kejujuran murid selama mengerjakan soal.
  • Refleksi diri tertulis murid (lembar refleksi) setelah pengumpulan lembar jawaban — digunakan sebagai data kualitatif pemahaman dan sikap murid.
  • Pertanyaan lisan diagnostik di awal (2–3 murid) untuk menilai kesiapan belajar sebelum asesmen dimulai.

Sumatif:

  • Asesmen tertulis: 10 soal pilihan ganda mengukur pemahaman perspektif Alkitab tentang alam ciptaan Allah, kerusakan lingkungan, dan tanggung jawab manusia.
  • Asesmen tertulis: 2 soal uraian mengukur kemampuan murid menjelaskan peran gereja dan orang percaya dalam memelihara lingkungan (TP 9.13.4.1) serta merancang tindakan nyata kepedulian lingkungan (TP 9.13.4.2).
  • Penilaian diri (refleksi tertulis) sebagai komponen asesmen as learning yang melengkapi data pencapaian kompetensi murid.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Perspektif Alkitab tentang Alam Ciptaan Allah (Pilihan Ganda & Uraian)Murid tidak dapat mengidentifikasi atau menjelaskan pandangan Alkitab tentang alam sebagai ciptaan Allah. Jawaban tidak relevan atau kosong.Murid dapat menyebutkan bahwa alam adalah ciptaan Allah tetapi penjelasannya sangat terbatas, tidak disertai referensi ayat atau contoh yang tepat.Murid dapat menjelaskan bahwa alam adalah ciptaan Allah yang perlu dijaga sesuai mandat ilahi, disertai minimal satu referensi Alkitab yang relevan dan penjelasan yang cukup memadai.Murid dapat menjelaskan secara lengkap dan mendalam bahwa Allah adalah Pencipta dan Pemelihara alam, manusia diberi mandat untuk mengelola dan memelihara ciptaan (Kejadian 2:15), serta mengaitkannya dengan konteks kehidupan nyata dengan referensi Alkitab yang tepat.
Pemahaman Bentuk-bentuk Kerusakan LingkunganMurid tidak dapat menyebutkan bentuk-bentuk kerusakan lingkungan hidup atau jawaban tidak relevan dengan materi.Murid dapat menyebutkan satu bentuk kerusakan lingkungan (misalnya pencemaran atau penebangan hutan) tanpa penjelasan penyebab atau dampaknya.Murid dapat menyebutkan minimal dua bentuk kerusakan lingkungan disertai penjelasan singkat tentang penyebab atau dampaknya bagi kehidupan manusia dan alam.Murid dapat mengidentifikasi dan menjelaskan berbagai bentuk kerusakan lingkungan (deforestasi, pencemaran, perubahan iklim, dll.) beserta penyebabnya yang berakar pada perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab, serta menghubungkannya dengan perspektif iman Kristen.
Pemahaman Tanggung Jawab Manusia dan Gereja sebagai Pemelihara Ciptaan (TP 9.13.4.1)Murid tidak dapat menjelaskan tanggung jawab manusia atau peran gereja dalam memelihara lingkungan hidup.Murid dapat menyebutkan bahwa manusia atau gereja bertanggung jawab terhadap lingkungan tetapi tidak mampu menjelaskan alasan atau wujud tanggung jawab tersebut dari perspektif iman.Murid dapat menjelaskan tanggung jawab pribadi, keluarga, dan gereja dalam memelihara ciptaan berdasarkan ajaran Alkitab, dengan penjelasan yang cukup lengkap dan koheren.Murid dapat menjelaskan secara mendalam peran dan tanggung jawab gereja serta setiap orang percaya sebagai bagian dari tugas panggilan iman, mengaitkan dengan konsep mandat budaya, pemeliharaan Allah, dan contoh nyata pelayanan gereja terhadap lingkungan di masyarakat.
Rancangan Tindakan Nyata Kepedulian Terhadap Lingkungan Hidup (TP 9.13.4.2)Murid tidak dapat menyebutkan tindakan nyata kepedulian terhadap lingkungan, atau tindakan yang disebutkan tidak relevan dan tidak konkret.Murid dapat menyebutkan satu tindakan kepedulian lingkungan yang umum (misalnya 'tidak membuang sampah') tanpa menghubungkannya dengan nilai iman atau konteks gereja dan masyarakat.Murid dapat mendeskripsikan minimal dua tindakan nyata kepedulian lingkungan yang konkret dan dapat dilakukan di lingkungan sehari-hari (rumah, sekolah, atau komunitas), disertai alasan berdasarkan nilai iman Kristen.Murid dapat merancang minimal dua tindakan nyata yang spesifik, realistis, dan bermotivasi iman — termasuk tindakan yang melibatkan gereja atau komunitas — dengan penjelasan yang menunjukkan pemahaman mendalam tentang kaitan antara iman, tanggung jawab, dan tindakan nyata terhadap lingkungan hidup.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah instruksi soal asesmen sudah cukup jelas sehingga murid dapat memahaminya secara mandiri tanpa banyak pertanyaan?
  • Apakah alokasi waktu 40 menit cukup untuk murid menyelesaikan seluruh soal dengan hasil yang optimal, atau perlu penyesuaian di asesmen berikutnya?
  • Murid mana yang tampak kesulitan selama pengerjaan, dan dukungan apa yang perlu disiapkan untuk remedial atau pengayaan?
  • Apakah soal asesmen sumatif sudah secara proporsional mengukur semua aspek TP 9.13.4.1 dan 9.13.4.2, termasuk dimensi penerapan iman dalam kehidupan nyata?
  • Bagaimana cara saya memberikan umpan balik yang bermakna dan membangun kepercayaan diri murid saat mengembalikan hasil asesmen?

Refleksi Murid:

  • Bagian soal mana yang paling mudah untukku? Apa yang membuatnya mudah?
  • Bagian soal mana yang paling sulit? Konsep apa yang perlu aku pelajari lebih dalam lagi?
  • Setelah mengerjakan soal ini, apa yang paling aku ingat tentang tanggung jawab orang Kristen terhadap lingkungan hidup?
  • Tindakan nyata apa yang akan aku mulai lakukan minggu ini sebagai bentuk kepedulianku terhadap alam ciptaan Allah?
  • Apakah aku sudah mengerjakan asesmen ini dengan jujur dan sebaik-baiknya? Apa yang bisa aku lakukan lebih baik lagi?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (TB-LAI) — khususnya Kejadian 1–2, Mazmur 24:1, dan teks-teks relevan tentang penciptaan dan pemeliharaan alam
  2. Buku Teks Siswa: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas IX (Penulis: Linda Sinaga, Kemendikbudristek 2022, ISBN: 978-602-244-686-6)
  3. Buku Panduan Guru: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas IX (Kemendikbudristek 2022)
  4. Lembar soal asesmen sumatif yang disiapkan guru (Bagian A: pilihan ganda 10 soal; Bagian B: uraian 2 soal)
  5. Lembar refleksi diri murid (disiapkan guru atau menggunakan buku catatan murid)
  6. Lembar observasi proses untuk guru
  7. Referensi digital pendukung materi bab (dapat diakses murid sebelum asesmen): https://www.mongabay.co.id/, https://www.walhi.or.id/

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.