Modul AjarPertemuan 1Bab 12Fase DSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 9: Pandangan Manusia Terhadap Alam dan Lingkungan Hidup dalam Perspektif Alkitab

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 9 dengan topik "Pandangan Manusia Terhadap Alam dan Lingkungan Hidup dalam Perspektif Alkitab". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 9: Pandangan Manusia Terhadap Alam dan Lingkungan Hidup dalam Perspektif Alkitab

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 9

Bab 12 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Pandangan Manusia Terhadap Alam dan Lingkungan Hidup dalam Perspektif Alkitab

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikPandangan Manusia Terhadap Alam dan Lingkungan Hidup dalam Perspektif Alkitab
Alokasi Waktu1x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan minimal dua pandangan manusia terhadap alam dan lingkungan hidup berdasarkan Kejadian 1:1-31 dan Kejadian 2:1-15, sehingga menyadari posisi manusia sebagai pengusaha dan pemelihara ciptaan Allah
  2. Murid dapat memahami bahwa pemeliharaan Allah terus berlangsung terhadap alam dan manusia, serta menghubungkannya dengan tanggung jawab manusia untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana menurutmu, apakah manusia pemilik alam atau pengelola alam?
  2. Apa yang terjadi jika manusia mengeksploitasi alam tanpa batas?
  3. Mengapa Allah mempercayakan pemeliharaan alam kepada manusia?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan doa, mengucap syukur atas alam ciptaan Tuhan
  • Guru menyapa murid dan mengecek kehadiran
  • Guru menayangkan gambar/video singkat tentang keindahan alam dan kerusakan lingkungan (2-3 menit)
  • Asesmen awal: Guru menanyakan pengalaman murid melihat kerusakan lingkungan di sekitar mereka
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengajukan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana menurutmu, apakah manusia pemilik alam atau pengelola alam?'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagi murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) untuk membaca Kejadian 1:26-31 dan Kejadian 2:15
  • Setiap kelompok mendiskusikan: apa perintah Allah kepada manusia terhadap alam menurut kedua teks tersebut?
  • Guru memfasilitasi murid mengidentifikasi dua pandangan: (1) manusia sebagai pengusaha alam (mengelola dengan bertanggung jawab), (2) manusia sebagai pemelihara alam (menjaga kelestarian)
  • Guru menjelaskan konsep penatalayanan (stewardship): manusia bukan pemilik, tetapi pengelola yang dipercaya Allah
  • Guru mengaitkan dengan pemeliharaan Allah yang terus berlangsung—alam tidak berjalan sendiri, tetapi dalam kasih Allah yang terus menyertai

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menampilkan contoh kasus kerusakan lingkungan konkret (deforestasi, pencemaran sungai, sampah plastik)
  • Setiap kelompok memilih satu kasus dan menganalisis: apa penyebabnya dan bagaimana seharusnya manusia bertindak sebagai pengusaha dan pemelihara?
  • Murid menuliskan tindakan konkret yang bisa mereka lakukan sebagai remaja untuk memelihara lingkungan (di rumah, sekolah, gereja)
  • Asesmen proses: Guru mengamati diskusi kelompok dan memberikan umpan balik formatif

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka (maksimal 2 menit per kelompok)
  • Guru memandu refleksi dengan pertanyaan: 'Bagaimana perilakumu selama ini terhadap alam? Apa yang sudah kamu lakukan dan apa yang perlu diperbaiki?'
  • Murid menuliskan refleksi pribadi di buku catatan: komitmen konkret untuk menjadi penatalayan alam yang bertanggung jawab
  • Guru menegaskan bahwa pemeliharaan alam adalah bagian dari ketaatan kepada Allah dan wujud syukur atas ciptaan-Nya

Penutup:

  • Guru merangkum pembelajaran: manusia adalah pengusaha dan pemelihara alam, bukan pemilik yang sewenang-wenang
  • Asesmen akhir: Murid mengumpulkan refleksi tertulis sebagai penilaian sumatif
  • Guru memberikan tugas rumah: membuat doa atau slogan pendek tentang kepedulian lingkungan (akan dipresentasikan pertemuan berikutnya)
  • Guru menutup dengan doa, memohon hikmat Tuhan agar murid menjadi penatalayan yang setia
  • Guru menyanyikan lagu rohani tentang ciptaan Tuhan (opsional, jika waktu tersedia)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang lebih cepat dapat membaca tambahan teks Alkitab (Mazmur 24:1-2, Kolose 1:15-17) untuk memperdalam pemahaman tentang kepemilikan Allah atas alam
  • Proses: Murid yang membutuhkan bantuan dapat diberikan panduan pertanyaan diskusi yang lebih terstruktur atau dibimbing langsung oleh guru saat diskusi kelompok
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk refleksi: tulisan naratif, poin-poin komitmen, atau diagram/mind map tentang tanggung jawab pemeliharaan alam

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan terbuka tentang pengalaman murid melihat kerusakan lingkungan di sekitar mereka
  • Pertanyaan pemantik untuk mengukur pengetahuan awal tentang hubungan manusia dan alam

Proses:

  • Observasi aktivitas diskusi kelompok saat membaca dan menganalisis teks Alkitab
  • Pertanyaan lisan untuk mengecek pemahaman konsep penatalayanan
  • Umpan balik formatif saat murid menganalisis kasus kerusakan lingkungan

Akhir:

  • Refleksi tertulis murid yang mencakup: pemahaman dua pandangan terhadap alam, kesadaran pemeliharaan Allah, dan komitmen konkret
  • Presentasi hasil analisis kelompok tentang kasus lingkungan dan solusi berbasis Alkitab

Formatif:

  • Observasi diskusi kelompok saat menganalisis teks Alkitab dan kasus lingkungan
  • Pertanyaan lisan selama proses pembelajaran untuk mengecek pemahaman
  • Umpan balik langsung terhadap presentasi kelompok

Sumatif:

  • Refleksi tertulis murid tentang komitmen menjadi penatalayan alam
  • Analisis kasus kerusakan lingkungan dan solusi berbasis perspektif Alkitab

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Pandangan Manusia terhadap AlamBelum dapat menjelaskan pandangan manusia terhadap alam berdasarkan Kejadian 1 dan 2Dapat menyebutkan satu pandangan manusia terhadap alam tetapi belum dikaitkan dengan teks AlkitabDapat menjelaskan dua pandangan (pengusaha dan pemelihara) dengan rujukan teks Alkitab tetapi penjelasan masih sederhanaDapat menjelaskan dengan jelas dan lengkap dua pandangan manusia sebagai pengusaha dan pemelihara alam berdasarkan Kejadian 1:26-31 dan 2:15, disertai contoh konkret
Pemahaman Pemeliharaan AllahBelum dapat mengaitkan pemeliharaan Allah dengan tanggung jawab manusia terhadap lingkunganDapat menyebutkan bahwa Allah memelihara alam tetapi belum menghubungkan dengan tanggung jawab manusiaDapat menjelaskan bahwa pemeliharaan Allah terus berlangsung dan mengaitkannya dengan tanggung jawab manusia, tetapi penjelasan masih umumDapat menjelaskan secara mendalam bahwa pemeliharaan Allah terus berlangsung dan menghubungkannya dengan tanggung jawab konkret manusia untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup
Aplikasi dalam Kehidupan NyataBelum dapat mengidentifikasi tindakan konkret untuk memelihara lingkunganDapat menyebutkan tindakan umum (tidak membuang sampah sembarangan) tetapi belum spesifikDapat mengidentifikasi 2-3 tindakan konkret untuk memelihara lingkungan di konteks remaja (rumah, sekolah)Dapat mengidentifikasi tindakan konkret dan spesifik untuk memelihara lingkungan di berbagai konteks, disertai komitmen pribadi yang jelas dan realistis
Refleksi DiriBelum mampu merefleksikan perilaku pribadi terhadap alamDapat merefleksikan perilaku tetapi masih sangat umum dan tidak spesifikDapat merefleksikan perilaku pribadi terhadap alam dengan jujur dan mengidentifikasi area yang perlu diperbaikiDapat merefleksikan dengan mendalam perilaku pribadi terhadap alam, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, serta merumuskan komitmen konkret untuk perubahan

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah waktu pembelajaran cukup untuk murid memahami konsep penatalayanan?
  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil memicu rasa ingin tahu murid?
  • Bagaimana respons murid terhadap kasus kerusakan lingkungan yang ditampilkan?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan efektif membantu murid dengan kebutuhan berbeda?
  • Apa yang perlu diperbaiki untuk pembelajaran berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Bagaimana perilakumu selama ini terhadap alam dan lingkungan?
  • Apa yang sudah kamu lakukan untuk melestarikan alam di sekitarmu?
  • Apa komitmen konkret yang akan kamu lakukan sebagai wujud kepedulianmu terhadap alam?
  • Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang hubungan manusia dan alam dalam perspektif Alkitab?
  • Bagaimana kamu akan mengaplikasikan pemahaman tentang penatalayanan dalam kehidupan sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (Kejadian 1:1-31, Kejadian 2:1-15)
  2. Buku Teks: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas IX
  3. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas IX
  4. Video/gambar tentang keindahan alam dan kerusakan lingkungan
  5. Artikel atau video tentang kasus kerusakan lingkungan (deforestasi, pencemaran)
  6. Website: https://www.mongabay.co.id/ atau https://www.walhi.or.id/ (opsional untuk pengayaan)
  7. Papan tulis/whiteboard
  8. Proyektor/laptop (jika tersedia)
  9. Kertas/buku catatan murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.