Modul AjarPertemuan 3Bab 11Fase DSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 9: Menciptakan Kreativitas dalam Solidaritas: Dialog dan Kerja Sama Antarumat

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 9 dengan topik "Menciptakan Kreativitas dalam Solidaritas: Dialog dan Kerja Sama Antarumat". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 9: Menciptakan Kreativitas dalam Solidaritas: Dialog dan Kerja Sama Antarumat

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 9

Bab 11 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Menciptakan Kreativitas dalam Solidaritas: Dialog dan Kerja Sama Antarumat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikMenciptakan Kreativitas dalam Solidaritas: Dialog dan Kerja Sama Antarumat
Alokasi Waktu1x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mendeskripsikan model dialog dan kerja sama antarumat beragama sebagai bentuk kreativitas dalam solidaritas yang memperkuat moderasi beragama di masyarakat majemuk Indonesia
  2. Murid dapat menerapkan nilai-nilai Kristiani (rendah hati, penguasaan diri, dan peduli sesama) dalam bentuk kreasi nyata seperti kliping, slogan, atau puisi yang mencerminkan solidaritas kepada semua orang

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana sikap kalian ketika teman berbeda agama sedang menjalankan ibadahnya?
  2. Apa bentuk kreativitas yang bisa kita lakukan untuk menunjukkan solidaritas kepada semua orang tanpa memandang latar belakang mereka?
  3. Mengapa dialog dan kerja sama antarumat beragama penting bagi Indonesia yang majemuk?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan menyanyikan lagu pilihan murid yang bertemakan kebersamaan atau persaudaraan (3 menit)
  • Salah satu murid memimpin doa pembuka (2 menit)
  • Guru melakukan asesmen awal dengan mengajukan pertanyaan pemantik tentang pengalaman murid berinteraksi dengan teman berbeda agama (3 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengaitkan dengan pengalaman sehari-hari murid di masyarakat majemuk (2 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan atau menceritakan contoh nyata dialog dan kerja sama antarumat beragama di Indonesia (misalnya gotong royong membangun rumah ibadah, atau program kemanusiaan lintas agama)
  • Murid secara berpasangan mendiskusikan: Apa yang membuat dialog dan kerja sama antarumat berhasil? Nilai-nilai apa yang diterapkan? (5 menit)
  • Beberapa pasangan mempresentasikan hasil diskusi mereka (3 menit)
  • Guru menghubungkan hasil diskusi dengan ajaran Yesus tentang mengasihi sesama seperti diri sendiri (Matius 22:39) dan teladan Yesus menerima orang Samaria

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menjelaskan tugas kreativitas: murid memilih satu bentuk karya (kliping, slogan, atau puisi) yang mencerminkan solidaritas kepada semua orang dengan menerapkan nilai-nilai Kristiani (rendah hati, penguasaan diri, peduli sesama)
  • Murid bekerja secara individu atau berpasangan membuat karya kreatif mereka (12 menit)
  • Untuk kliping: mengumpulkan gambar/berita dari majalah, koran, atau print-out tentang kerja sama antarumat, diberi caption reflektif
  • Untuk slogan: menulis kalimat pendek bermakna yang mengajak solidaritas tanpa diskriminasi
  • Untuk puisi: menulis 2-3 bait yang menggambarkan keindahan keberagaman dan pentingnya saling peduli
  • Guru berkeliling memberikan bimbingan dan memastikan karya mencerminkan nilai-nilai Kristiani yang dipelajari

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Beberapa murid (3-4 orang) mempresentasikan karya mereka di depan kelas dan menjelaskan nilai Kristiani apa yang mereka terapkan dalam karya tersebut (5 menit)
  • Murid lain memberikan apresiasi dan tanggapan positif
  • Guru memfasilitasi refleksi bersama: Apa tantangan dalam mewujudkan solidaritas? Apa komitmen konkret yang bisa kita lakukan mulai hari ini? (3 menit)
  • Murid menuliskan refleksi pribadi singkat di buku catatan tentang satu tindakan solidaritas yang akan mereka lakukan minggu ini

Penutup:

  • Guru menyimpulkan pembelajaran: Dialog dan kerja sama antarumat adalah bentuk kreativitas dalam solidaritas yang memperkuat moderasi beragama, dan nilai-nilai Kristiani menjadi dasar tindakan nyata kita (2 menit)
  • Guru memberikan tugas tindak lanjut: Murid diminta mempraktikkan satu bentuk solidaritas kepada teman berbeda latar belakang dalam seminggu ke depan dan menuliskan pengalamannya (1 menit)
  • Salah satu murid memimpin doa penutup (1 menit)
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam dan apresiasi

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan contoh konkret model dialog antarumat dari lingkungan sekitar sekolah. Murid yang lebih cepat diberikan tantangan untuk menganalisis kasus konflik antarumat dan merumuskan solusi berdasarkan nilai Kristiani
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan lebih bekerja berpasangan dengan teman yang lebih mahir. Murid yang cepat selesai diminta membantu teman atau membuat karya tambahan dalam format berbeda
  • Produk: Murid dapat memilih format karya sesuai kekuatan mereka: visual (kliping), verbal (slogan), atau literer (puisi). Murid yang lebih mahir diminta membuat kombinasi dua format atau karya dengan elaborasi lebih mendalam

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang pengalaman murid berinteraksi dengan teman berbeda agama
  • Pertanyaan pemantik untuk mengukur pemahaman awal tentang toleransi dan solidaritas

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid dalam diskusi berpasangan
  • Monitoring proses pembuatan karya kreatif dengan memberikan umpan balik langsung
  • Pertanyaan konfirmasi untuk memastikan murid memahami nilai-nilai Kristiani yang diterapkan

Akhir:

  • Penilaian produk karya kreatif menggunakan rubrik
  • Penilaian presentasi dan kemampuan menjelaskan makna karya
  • Penilaian refleksi tertulis tentang komitmen tindakan solidaritas

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi berpasangan tentang dialog antarumat
  • Pengecekan proses pembuatan karya kreatif: relevansi dengan tema solidaritas dan penerapan nilai Kristiani
  • Pertanyaan lisan selama pembelajaran untuk mengecek pemahaman konsep

Sumatif:

  • Penilaian produk karya kreatif (kliping/slogan/puisi) berdasarkan rubrik: kesesuaian tema, penerapan nilai Kristiani, kreativitas, dan kerapian
  • Presentasi karya dan kemampuan menjelaskan nilai Kristiani yang diterapkan
  • Refleksi tertulis tentang komitmen tindakan solidaritas

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Dialog dan Kerja Sama AntarumatBelum dapat menjelaskan pentingnya dialog dan kerja sama antarumat beragamaDapat menyebutkan contoh dialog antarumat tetapi belum memahami maknanya bagi moderasi beragamaDapat menjelaskan model dialog dan kerja sama antarumat serta kaitannya dengan moderasi beragamaDapat mendeskripsikan secara mendalam berbagai model dialog dan kerja sama antarumat sebagai kreativitas solidaritas dan mengaitkannya dengan konteks Indonesia majemuk
Penerapan Nilai Kristiani dalam KaryaKarya belum mencerminkan nilai-nilai Kristiani (rendah hati, penguasaan diri, peduli sesama)Karya mencerminkan satu nilai Kristiani tetapi belum jelas kaitannya dengan solidaritasKarya mencerminkan dua atau lebih nilai Kristiani dan menunjukkan solidaritas kepada orang lainKarya secara jelas dan kreatif mencerminkan nilai-nilai Kristiani (rendah hati, penguasaan diri, peduli sesama) dalam bentuk solidaritas kepada semua orang tanpa diskriminasi
Kreativitas dan Kualitas KaryaKarya kurang rapi, belum sesuai format yang dipilih (kliping/slogan/puisi)Karya sesuai format tetapi masih sederhana dan kurang kreatifKarya rapi, sesuai format, dan menunjukkan usaha kreativitasKarya sangat rapi, orisinal, kreatif, dan menarik secara visual atau literer dengan pesan yang kuat
Kemampuan Mengomunikasikan Makna KaryaBelum dapat menjelaskan makna dan nilai dalam karyanyaDapat menjelaskan makna karya tetapi belum mengaitkan dengan nilai KristianiDapat menjelaskan makna karya dan mengaitkannya dengan nilai Kristiani yang diterapkanDapat menjelaskan secara jelas dan mendalam makna karya, nilai Kristiani yang diterapkan, dan relevansinya dengan kehidupan sehari-hari di masyarakat majemuk

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah alokasi waktu 40 menit cukup untuk murid membuat karya kreatif? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam diskusi dan pembuatan karya? Strategi diferensiasi mana yang paling efektif?
  • Apakah murid mampu mengaitkan nilai-nilai Kristiani dengan tindakan solidaritas konkret? Bagaimana meningkatkan keterhubungan ini di pembelajaran selanjutnya?
  • Bagaimana mengembangkan pembelajaran ini agar murid benar-benar mempraktikkan solidaritas di kehidupan sehari-hari?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan bagiku dari pembelajaran tentang dialog dan kerja sama antarumat beragama hari ini?
  • Nilai Kristiani apa (rendah hati, penguasaan diri, peduli sesama) yang paling mudah dan paling sulit kuterapkan dalam bergaul dengan teman berbeda agama? Mengapa?
  • Tindakan solidaritas konkret apa yang akan kulakukan minggu ini kepada teman atau orang yang berbeda latar belakang denganku?
  • Apa tantangan yang mungkin kuhadapi dalam mewujudkan solidaritas, dan bagaimana aku akan mengatasinya dengan teladan Yesus?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (Matius 22:39, Yohanes 4:1-42 tentang Yesus dan perempuan Samaria)
  2. Buku Teks: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas IX (Linda Sinaga, Kemendikbudristek 2022), Bab 11
  3. Majalah, koran, atau foto digital tentang kegiatan antarumat beragama di Indonesia
  4. Kertas HVS, spidol warna, gunting, lem untuk membuat karya kreatif
  5. Papan tulis dan proyektor (jika tersedia) untuk menampilkan contoh dialog antarumat
  6. Video atau foto dokumentasi kegiatan toleransi dan kerja sama antarumat dari internet atau media lokal

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.