Modul AjarPertemuan 2Bab 11Fase DSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 9: Membangun Solidaritas Tanpa Batas: Mengasihi Semua Orang Tanpa Perbedaan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 9 dengan topik "Membangun Solidaritas Tanpa Batas: Mengasihi Semua Orang Tanpa Perbedaan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 9: Membangun Solidaritas Tanpa Batas: Mengasihi Semua Orang Tanpa Perbedaan

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 9

Bab 11 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Membangun Solidaritas Tanpa Batas: Mengasihi Semua Orang Tanpa Perbedaan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikMembangun Solidaritas Tanpa Batas: Mengasihi Semua Orang Tanpa Perbedaan
Alokasi Waktu1x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan makna solidaritas sosial tanpa batas berdasarkan perintah Yesus untuk mengasihi sesama seperti diri sendiri (Yohanes 15:12-17; Matius 5:17-19), serta mengaitkannya dengan nilai kasih dalam 1 Korintus 13:1-13.
  2. Murid dapat merancang program aksi sosial peduli sesama yang dapat dilakukan remaja Kristen dan jemaat gereja sebagai wujud solidaritas nyata kepada semua orang yang membutuhkan tanpa membedakan latar belakang.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu menolong seseorang yang sama sekali berbeda latar belakang darimu — berbeda agama, suku, atau status sosial? Apa yang kamu rasakan?
  2. Menurut kamu, apakah mengasihi sesama itu punya batas? Siapa saja yang termasuk 'sesama' yang dimaksud Yesus?
  3. Kalau remaja Kristenmu diminta merancang satu kegiatan nyata untuk membantu orang yang membutuhkan di sekitar sekolah atau gereja, apa yang paling mungkin dan paling berdampak?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan doa pembuka yang dipimpin seorang murid (2 menit).
  • Guru menampilkan sebuah foto atau ilustrasi singkat (bisa dari layar atau papan tulis) yang menggambarkan seseorang yang membutuhkan pertolongan — misalnya tunawisma atau korban bencana — dan meminta murid menyebutkan satu kata perasaan yang muncul saat melihat gambar tersebut (asesmen awal diagnostik: guru menangkap pemahaman awal murid tentang solidaritas) (3 menit).
  • Guru menyampaikan dua pertanyaan pemantik secara lisan dan memberi waktu murid berpikir sebentar sebelum melanjutkan (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini secara singkat dan jelas: hari ini kita akan memahami arti kasih tanpa batas berdasarkan firman Tuhan, lalu merancang satu program aksi nyata (1 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid membuka Alkitab dan membaca bersama-sama Yohanes 15:12-17, Matius 5:17-19, dan 1 Korintus 13:4-7 secara bergantian (tiga murid membaca satu perikop masing-masing) (4 menit).
  • Guru menuliskan di papan tulis tiga kata kunci: KASIH — SESAMA — TANPA BATAS, lalu mengajukan pertanyaan terbuka: 'Dari bacaan tadi, apa yang Yesus maksud dengan mengasihi sesama seperti dirimu sendiri? Apakah ada batasnya?' Murid diminta menjawab secara lisan satu per satu selama 1-2 menit (berkesadaran: murid diajak berpikir aktif tentang makna teks sebelum menerima penjelasan guru) (4 menit).
  • Guru memberikan penjelasan ringkas (mini-lecture 4 menit) tentang: (a) konteks perintah Yesus dalam Yohanes 15:12-17 — kasih sebagai identitas murid Kristus; (b) Matius 5:17-19 sebagai penegasan bahwa hukum kasih bersifat universal dan tidak terhapus; (c) 1 Korintus 13:1-13 sebagai deskripsi kasih yang aktif dan tidak memandang perbedaan. Guru menghubungkan dengan contoh konkret: teladan Yesus kepada perempuan Samaria sebagai bentuk solidaritas lintas perbedaan (bermakna: materi dikaitkan dengan kehidupan nyata).
  • Guru bertanya singkat untuk mengecek pemahaman: 'Sebutkan satu ciri kasih dari 1 Korintus 13 yang menurut kamu paling sulit dilakukan. Kenapa?' — murid menjawab secara spontan (asesmen proses awal tahap Memahami) (2 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi 3-4 kelompok kecil (4-5 orang per kelompok). Tiap kelompok mendapat satu lembar kerja sederhana berisi panduan merancang Program Aksi Sosial Peduli Sesama (bermakna: murid mengaplikasikan nilai kasih ke dalam rencana tindakan nyata) (1 menit pembagian).
  • Lembar kerja berisi kolom: (1) Nama program; (2) Sasaran penerima manfaat (siapa yang akan dibantu, tanpa memandang latar belakang); (3) Bentuk kegiatan nyata (misalnya: kunjungan ke panti, berbagi makanan untuk pemulung, kampanye toleransi di sekolah); (4) Siapa yang terlibat (remaja Kristen / jemaat gereja / lintas komunitas); (5) Mengapa program ini mencerminkan kasih tanpa batas. Murid berdiskusi kelompok merancang program tersebut (menggembirakan: suasana kolaboratif dan kreatif) (8 menit).
  • Tiap kelompok mempresentasikan hasil rancangannya dalam waktu 1-1,5 menit per kelompok. Kelompok lain memberi satu tanggapan atau tambahan ide (komunikasi dan kolaborasi aktif) (6 menit).
  • Guru memberi umpan balik singkat untuk setiap presentasi: menegaskan unsur solidaritas tanpa batas yang sudah muncul dan menyarankan penguatan bila ada yang masih membatasi sasaran hanya pada kelompok tertentu (asesmen proses: guru memantau kualitas rancangan program) (2 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta setiap murid secara individual menuliskan jawaban singkat (3-4 kalimat) di buku catatan masing-masing atas pertanyaan refleksi berikut: 'Satu hal apa yang hari ini paling membuatmu berpikir ulang tentang cara kamu memperlakukan orang yang berbeda darimu? Dan satu langkah kecil apa yang ingin kamu lakukan minggu ini sebagai wujud kasih tanpa batas?' (berkesadaran: murid mengevaluasi sikap dan menetapkan komitmen tindak lanjut) (4 menit).
  • Guru meminta 2-3 murid secara sukarela membacakan refleksinya di depan kelas. Guru merespons dengan apresiasi yang tulus dan menghubungkan kembali ke tujuan pembelajaran (bermakna: refleksi dikaitkan dengan makna pribadi dan iman) (2 menit).

Penutup:

  • Guru menyimpulkan poin utama pertemuan: solidaritas tanpa batas adalah wujud nyata kasih Kristus yang tidak mengenal perbedaan agama, suku, atau status sosial, dan remaja Kristen dipanggil untuk mewujudkannya dalam tindakan nyata (2 menit).
  • Guru membagikan atau menampilkan lembar Penilaian Diri singkat (bisa lisan atau tertulis): murid memberi tanda centang pada pernyataan — 'Saya dapat menjelaskan makna solidaritas berdasarkan Alkitab' dan 'Saya dapat merancang program aksi sosial peduli sesama' — sebagai asesmen akhir mandiri (asesmen sumatif berbasis penilaian diri) (2 menit).
  • Guru memberikan tindak lanjut: murid diminta mengamati satu bentuk solidaritas atau intoleransi yang mereka saksikan di lingkungan sekitar sebelum pertemuan berikutnya, untuk bahan diskusi Kegiatan 3 (menulis pengalaman toleransi dan solidaritas).
  • Doa penutup dipimpin seorang murid (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum familiar dengan teks Alkitab dapat menggunakan Alkitab terjemahan bahasa Indonesia sehari-hari (BIS/BIMK) atau ringkasan perikop yang disiapkan guru. Murid yang sudah paham dapat membaca tambahan teks Lukas 10:25-37 (perumpamaan orang Samaria yang baik hati) sebagai pengayaan konteks.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat bekerja dalam kelompok dengan pendampingan guru atau teman sebaya yang lebih paham. Murid yang sudah cepat memahami dapat berperan sebagai fasilitator kelompok dan membantu anggota kelompok lain mengisi lembar kerja dengan lebih kaya ide.
  • Produk: Murid yang memiliki kemampuan lebih dapat menyajikan rancangan program aksi dalam bentuk poster sederhana atau peta pikiran. Murid yang membutuhkan dukungan cukup mengisi lembar kerja terstruktur dengan kolom-kolom panduan yang sudah tersedia.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan gambar/ilustrasi situasi orang membutuhkan pertolongan dan meminta murid menyebutkan satu kata perasaan yang muncul — guru menangkap sejauh mana murid sudah memiliki empati dan pemahaman awal tentang solidaritas.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik lisan: 'Menurut kamu, siapa saja yang termasuk sesama yang harus dikasihi?' — untuk mengidentifikasi miskonsepsi atau batasan pemahaman murid sebelum pembelajaran dimulai.

Proses:

  • Tanya jawab lisan saat akhir tahap Memahami: 'Sebutkan satu ciri kasih dari 1 Korintus 13 yang paling sulit dilakukan dan alasannya' — guru menilai kedalaman pemahaman konsep kasih.
  • Observasi aktif saat diskusi kelompok (tahap Mengaplikasi): guru berkeliling dan memantau apakah rancangan program aksi sudah mencerminkan prinsip 'tanpa membedakan latar belakang'.
  • Kualitas presentasi kelompok: guru menilai kemampuan murid menjelaskan kaitan antara program aksi yang dirancang dengan nilai kasih tanpa batas dalam Alkitab.

Akhir:

  • Penilaian diri tertulis: murid memberi penilaian diri pada dua pernyataan indikator ketercapaian TP (Belum / Mulai / Sudah) di lembar yang disiapkan guru.
  • Tulisan refleksi individual: dinilai berdasarkan kemampuan murid mengaitkan pembelajaran hari ini dengan sikap dan komitmen tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Formatif:

  • Tanya jawab lisan saat tahap Memahami: guru memantau pemahaman murid tentang makna kasih tanpa batas dari teks Alkitab.
  • Observasi diskusi kelompok saat tahap Mengaplikasi: guru memantau kemampuan murid merancang program aksi yang mencerminkan solidaritas lintas perbedaan.
  • Umpan balik lisan saat presentasi kelompok: guru menilai kualitas rancangan program dan ketepatan konsep solidaritas tanpa batas.

Sumatif:

  • Penilaian diri murid di akhir pembelajaran menggunakan lembar pernyataan dua indikator (selaras TP 9.11.2.1 dan 9.11.2.2).
  • Tulisan refleksi individual murid (3-4 kalimat) sebagai bukti pemahaman bermakna dan komitmen tindak lanjut.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Makna Solidaritas dan Kasih Tanpa Batas (TP 9.11.2.1)Murid belum dapat menjelaskan makna solidaritas sosial tanpa batas dan belum mengaitkan dengan teks Alkitab yang dipelajari.Murid dapat menyebutkan makna solidaritas secara umum tetapi penjelasannya belum dikaitkan secara tepat dengan perintah Yesus dalam Yohanes 15:12-17, Matius 5:17-19, atau 1 Korintus 13.Murid dapat menjelaskan makna solidaritas sosial tanpa batas dan mengaitkannya dengan salah satu atau dua teks Alkitab yang relevan dengan penjelasan yang cukup jelas.Murid dapat menjelaskan makna solidaritas sosial tanpa batas secara mendalam, mengaitkannya dengan ketiga teks Alkitab (Yohanes 15:12-17; Matius 5:17-19; 1 Korintus 13:1-13), dan menghubungkannya dengan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Rancangan Program Aksi Sosial Peduli Sesama (TP 9.11.2.2)Murid belum dapat merancang program aksi sosial, atau rancangan yang dibuat tidak jelas sasaran dan bentuk kegiatannya.Murid dapat merancang program aksi sosial sederhana tetapi sasaran penerima manfaatnya masih terbatas pada kelompok tertentu (misalnya hanya sesama umat Kristen) dan belum mencerminkan solidaritas tanpa batas.Murid dapat merancang program aksi sosial dengan sasaran yang jelas dan lintas latar belakang, bentuk kegiatan yang realistis, serta menjelaskan keterlibatan remaja Kristen atau jemaat gereja.Murid dapat merancang program aksi sosial yang konkret, inovatif, dan inklusif (tanpa membedakan latar belakang penerima manfaat), dengan penjelasan yang kuat tentang bagaimana program tersebut mencerminkan nilai kasih Kristus dan solidaritas nyata di masyarakat majemuk.
Refleksi Diri dan Komitmen Tindak LanjutMurid tidak menuliskan refleksi atau refleksi yang ditulis tidak berkaitan dengan materi pembelajaran.Murid menuliskan refleksi singkat tetapi hanya berupa pengulangan materi tanpa mengaitkan dengan pengalaman pribadi atau komitmen tindakan nyata.Murid menuliskan refleksi yang mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman pribadi dan menyebutkan satu langkah konkret yang ingin dilakukan sebagai wujud kasih tanpa batas.Murid menuliskan refleksi yang mendalam, mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman pribadi secara jujur dan kritis, menyebutkan komitmen tindakan nyata yang spesifik, dan menunjukkan kesadaran akan makna imannya dalam kehidupan bermasyarakat majemuk.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam diskusi kelompok dan presentasi? Murid mana yang tampak kurang terlibat dan apa yang bisa saya lakukan berbeda di pertemuan berikutnya?
  • Apakah penjelasan teks Alkitab (Yohanes 15:12-17; Matius 5:17-19; 1 Korintus 13) cukup relevan dan mudah dipahami murid kelas 9? Adakah bagian yang perlu disederhanakan atau diperkaya?
  • Apakah alokasi waktu 40 menit cukup untuk mencapai dua tujuan pembelajaran sekaligus? Bagian mana yang perlu disesuaikan jika waktu tidak mencukupi?
  • Apakah rancangan program aksi yang dibuat murid sudah mencerminkan pemahaman solidaritas yang benar-benar 'tanpa batas', atau masih perlu penguatan konsep inklusivitas?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru apa yang kamu pelajari hari ini tentang arti mengasihi sesama tanpa batas?
  • Apakah ada bagian dari dirimu yang masih sulit menerima atau membantu orang yang sangat berbeda darimu? Apa yang bisa membantu kamu melewati itu?
  • Dari program aksi sosial yang dirancang kelompokmu, mana satu langkah paling kecil yang bisa kamu mulai lakukan sendiri minggu ini?
  • Bagaimana nilai kasih dalam 1 Korintus 13 menantang cara kamu bersikap terhadap teman atau orang di sekitarmu sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab — Yohanes 15:12-17; Matius 5:17-19; 1 Korintus 13:1-13; Lukas 10:25-37 (pengayaan)
  2. Buku Teks Siswa: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas IX (Penulis: Linda Sinaga, Kemdikbudristek 2022) — Bab 11
  3. Buku Panduan Guru: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas IX (Kemdikbudristek 2022) — Bab 11
  4. Lembar kerja siswa: Rancangan Program Aksi Sosial Peduli Sesama (disiapkan guru)
  5. Lembar penilaian diri siswa (disiapkan guru)
  6. Gambar/foto ilustrasi situasi orang yang membutuhkan pertolongan (bisa ditampilkan di papan tulis atau layar proyektor)
  7. Papan tulis dan spidol / alat tulis
  8. Internet (opsional, untuk murid yang membutuhkan referensi tambahan tentang kegiatan baksos remaja Kristen)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.