Modul AjarPertemuan 1Bab 11Fase DSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 9: Toleransi dalam Masyarakat Majemuk: Teladan Yesus Kristus

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 9 dengan topik "Toleransi dalam Masyarakat Majemuk: Teladan Yesus Kristus". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 9: Toleransi dalam Masyarakat Majemuk: Teladan Yesus Kristus

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 9

Bab 11 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Toleransi dalam Masyarakat Majemuk: Teladan Yesus Kristus

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikToleransi dalam Masyarakat Majemuk: Teladan Yesus Kristus
Alokasi Waktu1x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan makna toleransi dalam masyarakat majemuk berdasarkan teladan Yesus Kristus yang mengasihi semua orang tanpa membedakan latar belakang suku, agama, dan etnis (Lukas 10:25-37)
  2. Murid dapat mengidentifikasi sikap dan perilaku toleran yang perlu diwujudkan remaja Kristen dalam pergaulan sehari-hari di lingkungan yang beragam, dengan meneladani hidup Yesus Kristus

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang kalian ketahui tentang toleransi dan bagaimana pandangan kalian tentang perbedaan di sekitar kalian?
  2. Bagaimana sikap kalian terhadap teman yang berbeda agama? Tindakan apa yang kalian lakukan ketika teman sedang beribadah?
  3. Bagaimana Yesus Kristus menunjukkan teladan toleransi kepada semua orang tanpa membedakan latar belakang mereka?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan menyanyikan bersama satu lagu pilihan dari murid yang bertema kasih atau persaudaraan
  • Salah satu murid atau guru memimpin doa pembukaan
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid tentang toleransi: 'Apakah kalian pernah melihat atau mengalami situasi di mana orang dari latar belakang berbeda saling menghargai? Ceritakan singkat!'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: memahami makna toleransi berdasarkan teladan Yesus dan mengidentifikasi sikap toleran dalam pergaulan sehari-hari
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid tentang toleransi dalam kehidupan mereka

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memfasilitasi diskusi kelas dengan pertanyaan: 'Apa yang kalian ketahui tentang toleransi?' dan 'Sebutkan contoh toleransi yang kalian lihat di lingkungan kalian!' (prinsip berkesadaran: murid menyadari pengalaman pribadinya)
  • Guru membacakan atau meminta murid membaca kisah Orang Samaria yang Murah Hati (Lukas 10:25-37) dari Alkitab
  • Guru menjelaskan konteks kisah: hubungan orang Yahudi dan Samaria yang bermusuhan, namun Yesus mengajarkan kasih melampaui batasan etnis dan agama
  • Murid secara berkelompok (4-5 orang) berdiskusi tentang 4 poin utama teladan Yesus: (1) mengasihi sesama seperti diri sendiri, (2) perbedaan adalah karunia Allah yang indah, (3) tidak menghakimi orang lain, (4) memberi kesempatan bertobat dan menjadi berkat
  • Guru memfasilitasi murid menghubungkan teladan Yesus dengan kehidupan di Indonesia yang majemuk (prinsip bermakna: relevansi dengan konteks masyarakat majemuk)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok mendapat tugas mengidentifikasi 3-5 sikap dan perilaku toleran yang dapat diwujudkan remaja Kristen dalam situasi nyata: di sekolah, di rumah, di lingkungan pergaulan
  • Murid menuliskan hasil identifikasi dalam kertas plano atau lembar kerja kelompok dengan format: Situasi - Sikap Toleran - Dasar Teladan Yesus
  • Guru berkeliling memberikan bimbingan dan asesmen proses: mengamati keterlibatan murid, kesesuaian identifikasi dengan teladan Kristus, dan kolaborasi kelompok
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas (prinsip menggembirakan: ruang ekspresi dan saling mendengar)
  • Kelompok lain memberikan tanggapan, pertanyaan, atau menambahkan sikap toleran lainnya

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memandu murid merefleksi pembelajaran dengan pertanyaan: 'Dari teladan Yesus yang kita pelajari, sikap toleran mana yang sudah kalian lakukan? Mana yang masih perlu kalian perbaiki?'
  • Murid menuliskan refleksi pribadi dalam buku catatan: satu pengalaman toleransi yang pernah dilakukan dan satu komitmen sikap toleran yang akan diwujudkan minggu ini
  • Beberapa murid (sukarela) berbagi refleksi mereka kepada kelas (prinsip berkesadaran: kesadaran diri dan komitmen pribadi)
  • Guru memberikan penguatan bahwa toleransi bukan sekadar konsep tetapi harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pengikut Kristus

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan: toleransi adalah sikap menghargai dan menerima perbedaan berdasarkan kasih Kristus yang mengasihi semua orang
  • Guru memberikan asesmen akhir singkat: murid menuliskan 3 sikap toleran yang akan mereka terapkan dalam pergaulan dengan teman berbeda latar belakang
  • Guru memberikan penugasan: murid mencatat satu tindakan toleransi yang mereka lakukan dalam seminggu ke depan dan membawa catatan tersebut di pertemuan berikutnya
  • Salah satu murid memimpin doa penutup, memohon hikmat untuk meneladani kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari
  • Guru menutup pembelajaran dengan ucapan syukur dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid dengan pemahaman cepat, guru memberikan teks tambahan tentang dialog antarumat beragama. Untuk murid yang membutuhkan penguatan, guru menyediakan ilustrasi visual atau video pendek tentang kisah Orang Samaria yang Murah Hati
  • Proses: Murid cepat dapat menjadi fasilitator diskusi kelompok atau membantu teman yang kesulitan. Murid yang membutuhkan waktu lebih dapat menggunakan panduan pertanyaan terstruktur untuk mengidentifikasi sikap toleran
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk presentasi: lisan, poster visual, atau role play singkat. Murid yang lebih mandiri dapat menambahkan contoh kasus toleransi dari berita atau media sosial

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang pengalaman murid melihat atau mengalami toleransi di lingkungan mereka
  • Mengamati respons awal murid terhadap pertanyaan pemantik tentang sikap terhadap teman berbeda agama

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid dalam diskusi kelompok: partisipasi, kolaborasi, dan kualitas argumen
  • Mengamati kemampuan murid menghubungkan teladan Yesus dengan situasi nyata
  • Tanya jawab spontan untuk memeriksa pemahaman murid tentang makna toleransi
  • Memantau proses identifikasi sikap toleran: kesesuaian dengan teladan Kristus dan relevansi kontekstual

Akhir:

  • Penilaian hasil presentasi kelompok: kelengkapan identifikasi sikap toleran, kejelasan presentasi, dan ketepatan menghubungkan dengan teladan Yesus
  • Penilaian refleksi tertulis individu: kedalaman refleksi, kejujuran, dan kejelasan komitmen
  • Penilaian sikap: kesediaan berbagi, menghargai pendapat kelompok lain, dan keterbukaan dalam refleksi

Formatif:

  • Observasi keterlibatan murid dalam diskusi kelas dan kelompok
  • Tanya jawab lisan selama proses pembelajaran
  • Mengamati hasil diskusi kelompok tentang identifikasi sikap toleran

Sumatif:

  • Penilaian hasil diskusi kelompok: identifikasi sikap dan perilaku toleran
  • Penilaian refleksi tertulis individu: pengalaman dan komitmen toleransi
  • Penilaian penugasan: catatan tindakan toleransi selama seminggu

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman makna toleransi berdasarkan teladan YesusMurid belum dapat menjelaskan makna toleransi atau tidak menghubungkan dengan teladan Yesus KristusMurid dapat menyebutkan toleransi sebagai sikap menghargai perbedaan tetapi penjelasan hubungan dengan teladan Yesus masih terbatasMurid dapat menjelaskan makna toleransi dengan merujuk pada teladan Yesus (misalnya kisah Orang Samaria) dan memberikan 1-2 contoh konkretMurid dapat menjelaskan makna toleransi secara mendalam berdasarkan teladan Yesus, mengaitkan dengan konteks masyarakat majemuk, dan memberikan contoh aplikatif yang relevan
Identifikasi sikap dan perilaku toleran remaja KristenMurid belum dapat mengidentifikasi sikap toleran atau menyebutkan sikap yang tidak relevan dengan pergaulan remajaMurid dapat menyebutkan 1-2 sikap toleran tetapi masih umum dan kurang spesifik untuk konteks pergaulan remaja KristenMurid dapat mengidentifikasi 3-4 sikap dan perilaku toleran yang spesifik dan relevan untuk pergaulan remaja Kristen di lingkungan beragamMurid dapat mengidentifikasi 5 atau lebih sikap dan perilaku toleran secara spesifik, kontekstual, dan disertai dengan strategi implementasi yang realistis
Refleksi dan komitmen pribadiMurid tidak menuliskan refleksi atau komitmen yang jelasMurid menuliskan refleksi atau komitmen tetapi masih sangat umum dan tidak spesifikMurid menuliskan refleksi pengalaman pribadi dan komitmen sikap toleran yang akan diwujudkan dengan cukup jelasMurid menuliskan refleksi mendalam tentang pengalaman pribadi, evaluasi diri yang jujur, dan komitmen konkret dengan langkah-langkah implementasi yang terukur
Kolaborasi dan komunikasi dalam diskusi kelompokMurid tidak terlibat aktif dalam diskusi kelompok atau tidak berkontribusi pada hasil kelompokMurid terlibat dalam diskusi tetapi kontribusi masih minimal dan lebih banyak mendengarkanMurid terlibat aktif dalam diskusi, memberikan pendapat, dan menghargai pendapat teman kelompokMurid terlibat sangat aktif, memberikan ide konstruktif, memfasilitasi diskusi kelompok, dan menunjukkan sikap menghargai serta kolaboratif

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah tujuan pembelajaran tercapai? Indikator apa yang menunjukkan murid memahami makna toleransi berdasarkan teladan Yesus?
  • Bagian mana dari kegiatan pembelajaran yang paling efektif dalam memfasilitasi pemahaman murid? Bagian mana yang perlu diperbaiki?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid? Adakah murid yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut?
  • Bagaimana tingkat keterlibatan dan antusiasme murid selama pembelajaran? Apa yang dapat saya lakukan untuk meningkatkan keterlibatan di pertemuan berikutnya?
  • Apakah asesmen yang digunakan sudah cukup untuk mengukur pencapaian tujuan pembelajaran?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan dari pembelajaran hari ini tentang toleransi dan teladan Yesus Kristus?
  • Dari teladan Yesus yang kita pelajari, sikap toleran mana yang sudah saya lakukan? Mana yang masih perlu saya perbaiki?
  • Bagaimana saya akan mewujudkan sikap toleran dalam pergaulan saya dengan teman-teman yang berbeda latar belakang?
  • Apa tantangan yang mungkin saya hadapi dalam menerapkan sikap toleran? Bagaimana saya akan mengatasinya?
  • Apa yang ingin saya pelajari lebih lanjut tentang membangun solidaritas terhadap semua orang?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (Lukas 10:25-37 - Kisah Orang Samaria yang Murah Hati)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti SMP Kelas IX (Kemendikbudristek, 2022)
  3. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti SMP Kelas IX (Kemendikbudristek, 2022)
  4. Kertas plano atau lembar kerja kelompok untuk diskusi
  5. Spidol warna untuk presentasi kelompok
  6. Lagu rohani pilihan murid bertema kasih atau persaudaraan
  7. Video pendek tentang toleransi atau kisah Orang Samaria yang Murah Hati (opsional, jika tersedia akses internet)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.