Modul AjarPertemuan 3Bab 10Fase DSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 9: Tugas dan Tanggung Jawab Gereja Masa Kini: Merancang Program Pelayanan yang Melibatkan Remaja

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 9 dengan topik "Tugas dan Tanggung Jawab Gereja Masa Kini: Merancang Program Pelayanan yang Melibatkan Remaja". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 9: Tugas dan Tanggung Jawab Gereja Masa Kini: Merancang Program Pelayanan yang Melibatkan Remaja

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 9

Bab 10 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Tugas dan Tanggung Jawab Gereja Masa Kini: Merancang Program Pelayanan yang Melibatkan Remaja

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikTugas dan Tanggung Jawab Gereja Masa Kini: Merancang Program Pelayanan yang Melibatkan Remaja
Alokasi Waktu1x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyusun rancangan program pelayanan gereja yang melibatkan remaja sebagai wujud tanggung jawab gereja dalam mengayomi dan mengembangkan potensi remaja demi pembaruan gereja sepanjang masa
  2. Murid dapat menunjukkan sikap rendah hati dan peduli terhadap sesama dengan merefleksikan peran dirinya sebagai remaja Kristen dalam pelayanan gereja yang membawa perubahan positif di tengah masyarakat

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa gereja perlu melibatkan remaja dalam pelayanan?
  2. Program pelayanan seperti apa yang dapat membuat remaja tetap aktif di gereja dan tidak bosan?
  3. Bagaimana talenta dan potensi kalian sebagai remaja dapat digunakan untuk membawa perubahan positif di gereja dan masyarakat?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan mengajak murid menyanyikan lagu rohani yang dipimpin salah satu murid (3 menit)
  • Guru memimpin doa pembukaan bersama murid (2 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menyusun rancangan program pelayanan gereja yang melibatkan remaja (1 menit)
  • Asesmen awal: Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk mengeksplorasi pengalaman dan pemahaman awal murid tentang pelayanan remaja di gereja (4 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan tugas dan tanggung jawab gereja masa kini dalam mengayomi dan mengembangkan potensi remaja melalui dialog interaktif
  • Murid berdiskusi kelompok kecil (4-5 orang) untuk mengidentifikasi: (a) persoalan yang membuat remaja bosan atau meninggalkan gereja, (b) berbagai bentuk pelayanan yang dapat melibatkan remaja sesuai talenta mereka
  • Setiap kelompok menyampaikan hasil diskusi singkat (1-2 menit per kelompok)
  • Guru memberikan penguatan tentang pentingnya gereja menampung inspirasi dan kompetensi remaja agar pelayanan gereja membawa pembaruan sepanjang masa

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok merancang satu program pelayanan gereja yang melibatkan remaja dengan mengisi tabel: nama program, tujuan program, alokasi waktu, perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan, anggaran dana yang dibutuhkan, keterangan (sumber dana, dll)
  • Guru membimbing kelompok dengan memberikan contoh konkret dan memastikan program yang dirancang berorientasi pada penjangkauan jiwa bagi Kerajaan Allah dan relevan dengan kehidupan remaja masa kini
  • Setiap kelompok mempresentasikan rancangan program pelayanan mereka (2-3 menit per kelompok)
  • Kelompok lain memberikan tanggapan atau saran perbaikan terhadap program yang dipresentasikan

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara individual menuliskan refleksi pribadi tentang: (a) bentuk pelayanan yang sudah pernah dilakukan di gereja, (b) bentuk pelayanan yang dapat dilakukan sesuai talenta yang dimiliki, (c) keputusan untuk ambil bagian dalam pelayanan di gereja masing-masing
  • Beberapa murid (3-4 orang) diminta secara sukarela membagikan refleksi mereka di depan kelas
  • Guru memberikan penguatan tentang sikap rendah hati dan peduli terhadap sesama sebagai remaja Kristen yang membawa perubahan positif

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: gereja memiliki tanggung jawab mengayomi remaja melalui program pelayanan yang menampung inspirasi dan talenta remaja untuk pembaruan gereja (2 menit)
  • Asesmen akhir: Guru mengumpulkan rancangan program pelayanan dan refleksi tertulis murid sebagai produk penilaian (1 menit)
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif murid (2 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah aktif dalam pelayanan gereja diberi kesempatan membagikan pengalaman nyata sebagai inspirasi bagi teman-temannya
  • Proses: Murid yang kesulitan merancang program dibimbing guru secara lebih intensif dengan pertanyaan pengarah dan contoh konkret; murid yang cepat selesai diminta menambahkan detail strategi implementasi program
  • Produk: Murid yang memiliki kemampuan visual tinggi dapat menambahkan sketsa/desain poster program; murid yang lebih suka menulis fokus pada deskripsi detail program

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik dan mengamati respons murid untuk mengetahui pengalaman dan pemahaman awal tentang pelayanan remaja di gereja
  • Guru mencatat keberagaman latar belakang keterlibatan murid dalam pelayanan gereja

Proses:

  • Observasi dan pencatatan selama diskusi kelompok: kemampuan mengidentifikasi persoalan dan solusi pelayanan remaja
  • Pemberian umpan balik langsung saat kelompok merancang program pelayanan
  • Penilaian presentasi kelompok menggunakan checklist: kelengkapan komponen program, relevansi dengan kebutuhan remaja, kreativitas ide

Akhir:

  • Penilaian produk rancangan program pelayanan menggunakan rubrik (aspek: kelengkapan, relevansi, kreativitas, keterlaksanaan)
  • Penilaian refleksi tertulis menggunakan rubrik (aspek: kesadaran diri, sikap rendah hati dan peduli, komitmen pelayanan)

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok
  • Tanya jawab selama proses penyusunan rancangan program
  • Penilaian presentasi kelompok

Sumatif:

  • Penilaian produk: rancangan program pelayanan gereja (kelompok)
  • Penilaian refleksi tertulis individu

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Rancangan ProgramProgram hanya mencantumkan nama tanpa komponen lain (tujuan, alokasi waktu, dll)Program mencantumkan 2-3 komponen (nama, tujuan, atau alokasi waktu) tetapi belum lengkapProgram mencantumkan 4-5 komponen dengan cukup jelasProgram mencantumkan semua komponen (nama, tujuan, alokasi waktu, perlengkapan, anggaran, keterangan) secara lengkap dan rinci
Relevansi dan Kreativitas ProgramProgram tidak relevan dengan kebutuhan remaja dan tidak menunjukkan kreativitasProgram cukup relevan tetapi masih konvensional dan kurang menarik bagi remajaProgram relevan dengan kebutuhan remaja dan menunjukkan ide yang cukup kreatifProgram sangat relevan dengan kebutuhan remaja masa kini, kreatif, inovatif, dan dapat menarik keterlibatan remaja secara aktif
Keterlaksanaan ProgramProgram tidak realistis dan sulit dilaksanakanProgram memiliki beberapa aspek yang dapat dilaksanakan tetapi banyak kendalaProgram realistis dan dapat dilaksanakan dengan sedikit penyesuaianProgram sangat realistis dengan pertimbangan matang tentang sumber daya, waktu, dan strategi pelaksanaan
Kesadaran Diri dalam RefleksiRefleksi tidak menunjukkan kesadaran tentang peran diri sebagai remaja Kristen dalam pelayananRefleksi menunjukkan kesadaran awal tetapi masih sangat umum dan tidak spesifikRefleksi menunjukkan kesadaran yang cukup jelas tentang talenta pribadi dan bentuk pelayanan yang dapat dilakukanRefleksi menunjukkan kesadaran mendalam tentang peran diri, talenta spesifik, dan komitmen konkret untuk terlibat dalam pelayanan gereja
Sikap Rendah Hati dan PeduliRefleksi tidak menunjukkan sikap rendah hati dan peduli terhadap sesamaRefleksi menunjukkan sikap rendah hati dan peduli secara teoritis tanpa aplikasi nyataRefleksi menunjukkan sikap rendah hati dan peduli dengan contoh konkret dari pengalaman atau rencana tindakanRefleksi menunjukkan sikap rendah hati dan peduli yang kuat dengan komitmen untuk membawa perubahan positif bagi sesama dan masyarakat

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah alokasi waktu cukup untuk murid merancang program pelayanan dengan baik?
  • Bagaimana tingkat partisipasi dan antusiasme murid dalam kegiatan merancang program pelayanan?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah memfasilitasi keberagaman kemampuan murid?
  • Apa yang perlu diperbaiki dalam pembelajaran ini agar lebih bermakna bagi murid?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan dari pembelajaran hari ini?
  • Apakah kalian merasa program yang dirancang dapat benar-benar diterapkan di gereja kalian?
  • Apa tantangan yang kalian hadapi saat merancang program pelayanan?
  • Setelah pembelajaran ini, apakah kalian semakin yakin untuk terlibat aktif dalam pelayanan gereja? Mengapa?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab
  2. Buku Teks: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas IX (Linda Sinaga, 2022)
  3. Buku Panduan Guru PAK dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas IX
  4. Tabel rancangan program pelayanan (lembar kerja)
  5. Kertas refleksi individu
  6. Papan tulis/proyektor untuk presentasi kelompok
  7. Pengalaman murid tentang pelayanan gereja

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.