Modul AjarPertemuan 3Bab 1Fase DSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 9: Gereja yang Diperbaharui: Membawa Perubahan bagi Dunia melalui Pelayanan dan Peribadahan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 9 dengan topik "Gereja yang Diperbaharui: Membawa Perubahan bagi Dunia melalui Pelayanan dan Peribadahan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 9: Gereja yang Diperbaharui: Membawa Perubahan bagi Dunia melalui Pelayanan dan Peribadahan

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 9

Bab 1 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Gereja yang Diperbaharui: Membawa Perubahan bagi Dunia melalui Pelayanan dan Peribadahan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikGereja yang Diperbaharui: Membawa Perubahan bagi Dunia melalui Pelayanan dan Peribadahan
Alokasi Waktu1x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menganalisis karya Allah melalui perubahan-perubahan yang dihadirkan gereja di tengah dunia, termasuk keterlibatan remaja dalam pelayanan gerejawi, serta menyusun usulan kegiatan nyata yang dapat dilakukan remaja Kristen sebagai bagian dari gereja.
  2. Murid dapat menjelaskan pentingnya pembaharuan peribadahan gereja sebagai wujud respons umat terhadap karya Roh Kudus yang memimpin orang beriman menghadapi berbagai tantangan zaman.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Menurutmu, apakah gereja di sekitarmu sudah melibatkan remaja secara aktif dalam pelayanan dan ibadah? Jelaskan pengalamanmu!
  2. Jika kamu bisa mengusulkan satu perubahan nyata untuk gerejamu agar remaja lebih terlibat, apa yang akan kamu usulkan?
  3. Mengapa peribadahan gereja perlu terus diperbaharui dari zaman ke zaman, bukan tetap sama seperti dulu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan sapaan hangat dan doa pembuka (1 menit).
  • Guru mengecek kehadiran murid dan memastikan suasana siap belajar (1 menit).
  • Asesmen Awal — Guru menampilkan 2 pertanyaan diagnostik lisan atau papan tulis: (a) 'Apa saja kegiatan yang biasa remaja lakukan di gereja kalian?' dan (b) 'Menurutmu, apa itu pembaharuan dalam ibadah?' Murid menjawab secara spontan, guru mencatat kata kunci di papan tulis untuk memetakan pengetahuan awal (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat dan menyambungkannya dengan pertanyaan pemantik: 'Hari ini kita akan menjawab pertanyaan besar: bagaimana gereja yang diperbaharui membawa perubahan nyata bagi dunia, dan apa peran kita sebagai remaja di dalamnya?' (2 menit).
  • Guru memotivasi murid dengan menyebutkan bahwa suara dan ide remaja sangat berharga bagi gereja dan bagi dunia (1 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membacakan atau menayangkan dua kutipan singkat: (1) teks Alkitab Efesus 4:11-12 tentang panggilan gereja membangun tubuh Kristus, dan (2) satu paragraf dari Buku Siswa tentang gereja yang diperbaharui dan peribadahan yang diperbaharui (5 menit).
  • Guru menjelaskan secara ringkas dua konsep kunci: (a) Gereja sebagai Umat Allah yang terus bergerak melakukan pembaruan di tengah dunia melalui pelayanan — mencakup keterlibatan remaja; dan (b) Pembaharuan peribadahan sebagai respons iman terhadap karya Roh Kudus dalam menghadapi tantangan zaman (4 menit).
  • Guru mengajukan pertanyaan cek pemahaman kepada 2-3 murid: 'Apa perbedaan antara pelayanan gereja dan peribadahan gereja?' untuk memastikan murid memahami kedua konsep sebelum berlanjut (2 menit). [Prinsip: Berkesadaran — murid diajak hadir penuh dan sadar terhadap materi yang sedang dipelajari]

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (3-4 orang per kelompok) dan membagikan lembar kerja sederhana berisi dua kolom: 'Perubahan Pelayanan Gereja' dan 'Pembaharuan Peribadahan Gereja' (1 menit).
  • Tiap kelompok mendiskusikan dan mengisi lembar kerja berdasarkan pengalaman nyata mereka di gereja masing-masing: perubahan apa yang sudah terjadi, dan apa yang masih perlu diperbaharui — khususnya terkait keterlibatan remaja (5 menit). [Prinsip: Bermakna — diskusi berbasis pengalaman nyata murid di gereja mereka sendiri]
  • Setiap kelompok memilih SATU usulan kegiatan nyata yang dapat dilakukan remaja Kristen sebagai bagian dari gereja — baik dalam pelayanan maupun peribadahan — dan menuliskannya dalam 2-3 kalimat pada lembar kerja (3 menit). [Prinsip: Bermakna dan Menggembirakan — murid merasa pendapatnya berarti dan relevan]
  • Satu perwakilan per kelompok mempresentasikan usulan mereka dalam 30 detik, guru mencatat usulan-usulan di papan tulis dan memberi umpan balik singkat (4 menit). [Prinsip: Menggembirakan — presentasi singkat dan suasana apresiatif]

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid hening sejenak selama 30 detik, kemudian bertanya: 'Dari seluruh kegiatan tadi, apa satu hal yang paling kamu sadari tentang peran remaja dalam gereja yang diperbaharui?' (2 menit). [Prinsip: Berkesadaran — jeda hening membantu murid mengelola proses belajarnya secara sadar]
  • Murid menuliskan jawaban pribadi dalam jurnal/buku catatan: (a) satu hal baru yang mereka pelajari hari ini tentang karya Allah melalui gereja, dan (b) satu langkah kecil yang ingin mereka lakukan sebagai remaja Kristen dalam pelayanan atau ibadah gereja (3 menit). [Prinsip: Berkesadaran dan Bermakna]
  • Guru mengajak 1-2 murid berbagi secara sukarela, lalu menutup sesi inti dengan penguatan: 'Roh Kudus terus memimpin gereja untuk berubah dan melayani dunia — dan kalian, sebagai remaja, adalah bagian dari karya itu.' (1 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid merangkum dua poin utama pembelajaran: (1) gereja yang diperbaharui membawa perubahan melalui pelayanan termasuk pelibatan remaja, dan (2) pembaharuan peribadahan adalah respons iman terhadap karya Roh Kudus (2 menit).
  • Asesmen Akhir — Murid menjawab secara lisan atau tertulis di selembar kertas kecil (exit ticket): 'Jelaskan dalam 1-2 kalimat mengapa pembaharuan peribadahan gereja itu penting.' Kertas dikumpulkan ke guru (2 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif semua kelompok dan mengingatkan murid bahwa usulan kegiatan yang sudah dibuat hari ini bisa disampaikan kepada pemimpin remaja gereja mereka masing-masing sebagai tindak lanjut nyata (1 menit).
  • Pembelajaran ditutup dengan doa penutup yang dipimpin oleh seorang murid secara sukarela (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan diberikan kartu panduan berisi 3-4 poin ringkasan materi (definisi pelayanan gereja, pembaharuan peribadahan, dan contoh keterlibatan remaja) sebagai scaffolding selama diskusi kelompok.
  • Proses: Murid yang cepat memahami diminta menganalisis lebih dalam dengan menjawab pertanyaan lanjutan: 'Apa tantangan terbesar yang dihadapi gereja masa kini dalam membaharui peribadahannya, dan bagaimana Roh Kudus dapat memimpin gereja melewati tantangan itu?' Murid yang membutuhkan lebih banyak waktu difasilitasi dengan panduan pertanyaan bertahap dalam lembar kerja.
  • Produk: Murid yang cepat dapat mengembangkan usulan kegiatan mereka menjadi proposal singkat satu paragraf lengkap dengan alasan alkitabiah. Murid lain cukup menuliskan usulan dalam 2-3 kalimat sederhana.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan di pendahuluan: 'Apa saja kegiatan yang biasa remaja lakukan di gereja kalian?' untuk memetakan pengalaman murid terkait keterlibatan dalam gereja.
  • Pertanyaan diagnostik kedua: 'Menurutmu, apa itu pembaharuan dalam ibadah?' untuk mengidentifikasi pemahaman awal murid tentang konsep pembaharuan peribadahan.

Proses:

  • Observasi dan cek pemahaman lisan saat tahap Memahami: guru mengajukan pertanyaan kepada 2-3 murid untuk memastikan pemahaman konsep sebelum lanjut ke tahap berikutnya.
  • Pemantauan diskusi kelompok: guru berkeliling selama tahap Mengaplikasi, mencatat murid yang aktif berkontribusi dan murid yang memerlukan pendampingan.
  • Kualitas usulan kegiatan yang dituliskan dan dipresentasikan kelompok: dinilai dari relevansi ide dengan konsep pelayanan dan pembaharuan gereja yang dipelajari.

Akhir:

  • Exit ticket: murid menuliskan penjelasan singkat (1-2 kalimat) tentang pentingnya pembaharuan peribadahan gereja sebagai respons terhadap karya Roh Kudus — dikumpulkan kepada guru di akhir pertemuan.
  • Lembar kerja kelompok berisi analisis perubahan pelayanan/peribadahan gereja dan usulan kegiatan nyata untuk remaja, digunakan sebagai bukti pencapaian tujuan pembelajaran 9.1.3.1 dan 9.1.3.2.

Formatif:

  • Tanya jawab lisan saat tahap Memahami untuk mengecek pemahaman konsep pelayanan dan pembaharuan peribadahan.
  • Observasi diskusi kelompok: guru berkeliling mengamati proses diskusi, kualitas argumen, dan keterlibatan setiap anggota kelompok.
  • Presentasi singkat kelompok: guru menilai kemampuan murid mengomunikasikan usulan kegiatan nyata berdasarkan pemahaman konsep.

Sumatif:

  • Exit ticket tertulis: murid menjelaskan dalam 1-2 kalimat mengapa pembaharuan peribadahan gereja itu penting sebagai wujud respons terhadap karya Roh Kudus.
  • Lembar kerja kelompok berisi usulan kegiatan nyata remaja Kristen dalam pelayanan dan peribadahan gereja, dinilai menggunakan rubrik.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis karya Allah melalui perubahan yang dihadirkan gereja (TP 9.1.3.1)Murid belum dapat menyebutkan perubahan yang dilakukan gereja di tengah dunia atau keterlibatan remaja dalam pelayanan gerejawi.Murid dapat menyebutkan satu contoh perubahan yang dilakukan gereja, namun belum mengaitkannya dengan karya Allah atau peran remaja secara spesifik.Murid dapat menjelaskan beberapa perubahan yang dihadirkan gereja dan mengaitkannya dengan karya Allah, serta menyebutkan peran remaja dalam pelayanan gerejawi.Murid dapat menganalisis secara kritis perubahan-perubahan yang dihadirkan gereja sebagai karya Allah, menjelaskan keterlibatan remaja dengan contoh konkret, dan menyusun usulan kegiatan nyata yang terperinci dan relevan dengan konteks gerejanya.
Menyusun usulan kegiatan nyata remaja Kristen dalam gereja (TP 9.1.3.1)Murid tidak dapat menyusun usulan kegiatan, atau usulan yang ditulis tidak berkaitan dengan pelayanan gerejawi.Murid menyusun usulan kegiatan yang masih sangat umum dan belum menunjukkan kaitan dengan peran remaja secara spesifik dalam gereja.Murid menyusun usulan kegiatan yang jelas dan relevan dengan peran remaja dalam pelayanan gerejawi, disertai alasan singkat.Murid menyusun usulan kegiatan yang konkret, inovatif, dan dapat ditindaklanjuti secara nyata, disertai alasan yang mengacu pada konsep gereja yang diperbaharui dan karya Allah melalui pelayanan.
Menjelaskan pentingnya pembaharuan peribadahan gereja (TP 9.1.3.2)Murid tidak dapat menjelaskan pentingnya pembaharuan peribadahan gereja atau menyebutkan hubungannya dengan karya Roh Kudus.Murid dapat menyebutkan bahwa pembaharuan peribadahan itu penting, namun belum mengaitkannya dengan karya Roh Kudus atau tantangan zaman.Murid dapat menjelaskan pentingnya pembaharuan peribadahan gereja dan mengaitkannya dengan karya Roh Kudus yang memimpin umat beriman menghadapi tantangan zaman.Murid dapat menjelaskan dengan rinci dan meyakinkan pentingnya pembaharuan peribadahan gereja sebagai wujud respons iman terhadap karya Roh Kudus, serta memberikan contoh konkret bentuk pembaharuan yang relevan bagi remaja masa kini.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil memahami perbedaan antara pembaharuan pelayanan dan pembaharuan peribadahan gereja? Bagaimana saya tahu?
  • Apakah diskusi kelompok berjalan efektif dalam alokasi waktu yang tersedia? Apa yang perlu disesuaikan?
  • Apakah murid yang membutuhkan dukungan tambahan mendapat cukup scaffolding selama pembelajaran berlangsung?
  • Sejauh mana murid mampu mengaitkan materi dengan pengalaman nyata mereka di gereja? Apakah pertanyaan pemantik cukup efektif memicu keterlibatan?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang peran gereja dalam membawa perubahan bagi dunia?
  • Usulan kegiatan apa yang kamu dan kelompokmu buat hari ini? Apakah kamu yakin bisa mewujudkannya di gerejamu?
  • Bagaimana menurutmu Roh Kudus memimpin gereja untuk terus diperbaharui? Apa yang kamu rasakan ketika memikirkan hal ini?
  • Satu langkah kecil apa yang ingin kamu lakukan sebagai remaja Kristen dalam pelayanan atau peribadahan gereja setelah belajar hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab — Efesus 4:11-12 (tentang panggilan gereja membangun tubuh Kristus)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas IX, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022 — Bab 1, khususnya bagian 'Gereja yang Diperbaharui' dan 'Peribadahan yang Diperbaharui' (hal. 14)
  3. Buku Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas IX, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022 — Panduan Bab 1
  4. Lembar Kerja Siswa (LKS) buatan guru: kolom 'Perubahan Pelayanan Gereja' dan 'Pembaharuan Peribadahan Gereja'
  5. Papan tulis / whiteboard untuk mencatat kata kunci diagnostik dan usulan kelompok
  6. Kartu panduan materi (scaffolding) untuk murid yang membutuhkan dukungan tambahan

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.