Modul AjarPertemuan 3Bab 9Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6: Bentuk-bentuk Pelayanan dan Rancangan Aksi Sosial sebagai Wujud Ibadah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Bentuk-bentuk Pelayanan dan Rancangan Aksi Sosial sebagai Wujud Ibadah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6: Bentuk-bentuk Pelayanan dan Rancangan Aksi Sosial sebagai Wujud Ibadah

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 9 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Bentuk-bentuk Pelayanan dan Rancangan Aksi Sosial sebagai Wujud Ibadah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikBentuk-bentuk Pelayanan dan Rancangan Aksi Sosial sebagai Wujud Ibadah
Alokasi Waktu1x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mendaftarkan bentuk-bentuk pelayanan yang dapat dilakukan di rumah, sekolah, dan gereja sesuai potensi dan karunia yang dimiliki
  2. Murid dapat merancang kegiatan aksi sosial sederhana kepada sesama (seperti anak yatim piatu) sebagai wujud ibadah yang berkenan kepada Allah

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa saja bentuk pelayanan yang pernah kamu lakukan di rumah, sekolah, atau gereja?
  2. Mengapa melayani sesama termasuk wujud ibadah kepada Allah?
  3. Bagaimana cara kita merancang kegiatan untuk melayani anak-anak yatim piatu di sekitar kita?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka dengan doa dan mengucap salam
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid tentang kegiatan melayani yang pernah dilakukan
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: mendaftarkan bentuk-bentuk pelayanan dan merancang aksi sosial
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengingatkan kembali teladan Yesus dalam melayani (Yohanes 13:1-20) yang telah dipelajari sebelumnya
  • Murid diajak berdiskusi tentang berbagai lingkungan pelayanan: rumah, sekolah, dan gereja
  • Guru membimbing murid untuk mengidentifikasi potensi dan karunia yang dimiliki setiap murid (seperti: pandai memasak, pintar membersihkan, bisa mengajar teman, bisa menyanyi, dll)
  • Murid secara individu menuliskan minimal 3 bentuk pelayanan yang dapat mereka lakukan di rumah, sekolah, atau gereja sesuai dengan potensi mereka masing-masing
  • Guru memfasilitasi murid untuk saling berbagi daftar pelayanan yang telah dibuat

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3-4 orang per kelompok)
  • Setiap kelompok diberi tugas merancang kegiatan aksi sosial sederhana untuk anak yatim piatu di sekolah atau lingkungan sekitar
  • Guru memberikan panduan perancangan: (1) Siapa anak yatim piatu yang akan dilayani? (2) Apa bentuk pelayanan yang akan dilakukan? (3) Perlengkapan apa yang dibutuhkan? (4) Susunan kegiatan aksi sosial
  • Kelompok berdiskusi dan menuangkan rancangan mereka di kertas plano atau lembar kerja yang disediakan
  • Guru berkeliling mendampingi proses diskusi, membimbing agar fokus pada proses persiapan yang matang, bukan pada jumlah sasaran
  • Setiap kelompok mempresentasikan rancangan aksi sosial mereka di depan kelas

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memfasilitasi sesi refleksi dengan bertanya: Apa yang kamu rasakan saat merancang kegiatan melayani sesama?
  • Murid diminta merefleksikan bagaimana rancangan aksi sosial ini menjadi wujud ibadah yang berkenan kepada Allah
  • Murid menulis komitmen pribadi untuk melaksanakan pelayanan dengan penuh sukacita, bukan karena terpaksa
  • Murid saling memberikan apresiasi kepada kelompok lain atas ide-ide kreatif yang muncul
  • Guru menegaskan bahwa melayani sesama adalah panggilan setiap orang beriman sebagai respons atas kasih Allah

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta beberapa murid menyampaikan refleksi singkat tentang pentingnya melayani
  • Guru memberikan penguatan bahwa pelayanan sekecil apa pun, jika dilakukan dengan penuh sukacita, berkenan kepada Allah
  • Guru menyampaikan rencana tindak lanjut: murid dapat melaksanakan rancangan aksi sosial di luar jam pelajaran dengan pendampingan guru atau orang tua
  • Murid dan guru bersama-sama mengucap syukur melalui doa penutup
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang kesulitan dapat diberikan contoh konkret bentuk pelayanan sederhana (seperti membantu membersihkan kelas, berbagi makanan). Murid yang lebih cepat dapat diminta mengidentifikasi pelayanan yang lebih kompleks atau berkelanjutan
  • Proses: Murid yang membutuhkan bantuan lebih dapat didampingi secara khusus saat mendaftarkan pelayanan dan merancang aksi sosial. Murid yang lebih mandiri dapat diberi kebebasan lebih untuk mengeksplorasi ide kreatif
  • Produk: Murid dapat memilih cara menyajikan rancangan: tulisan, gambar, diagram sederhana, atau kombinasi sesuai kenyamanan mereka

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan lisan: Siapa yang pernah membantu orang lain minggu ini? Apa yang kamu lakukan?
  • Guru mengamati respons murid untuk mengetahui pemahaman awal tentang konsep melayani

Proses:

  • Observasi saat murid mendaftarkan bentuk pelayanan: apakah sesuai dengan potensi dan konteks lingkungan?
  • Observasi diskusi kelompok: partisipasi, kerja sama, dan kualitas ide dalam merancang aksi sosial
  • Pertanyaan lisan kepada beberapa murid untuk mengecek pemahaman mereka tentang hubungan antara melayani dan ibadah
  • Memberikan umpan balik langsung saat kelompok merancang aksi sosial

Akhir:

  • Pengumpulan daftar bentuk pelayanan individu untuk dinilai kelengkapan dan kesesuaian dengan potensi murid
  • Penilaian rancangan aksi sosial kelompok menggunakan rubrik (kelengkapan komponen, kreativitas, kelayakan)
  • Penilaian refleksi tertulis murid: pemahaman tentang melayani sebagai wujud ibadah dan komitmen pribadi
  • Presentasi kelompok dinilai dari kejelasan konsep dan kemampuan menjelaskan rancangan

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid saat berdiskusi dan merancang aksi sosial
  • Pertanyaan lisan selama proses pembelajaran untuk mengecek pemahaman
  • Penilaian proses kerja kelompok dalam merancang aksi sosial

Sumatif:

  • Penilaian daftar bentuk pelayanan yang dibuat murid secara individu
  • Penilaian rancangan aksi sosial kelompok menggunakan rubrik
  • Penilaian refleksi tertulis murid tentang komitmen melayani

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mendaftarkan bentuk pelayanan sesuai potensiMurid belum dapat menuliskan bentuk pelayanan atau tidak sesuai dengan konteks rumah, sekolah, gerejaMurid dapat menuliskan 1-2 bentuk pelayanan namun kurang spesifik atau belum sesuai potensi diriMurid dapat menuliskan minimal 3 bentuk pelayanan yang sesuai dengan potensi dan konteks lingkunganMurid dapat menuliskan lebih dari 3 bentuk pelayanan yang beragam, spesifik, dan sangat sesuai dengan potensi serta konteks lingkungan
Merancang aksi sosial sederhanaRancangan tidak lengkap atau tidak jelas sasaran dan bentuk pelayanannyaRancangan mencakup 1-2 komponen (sasaran atau bentuk pelayanan) namun belum terstrukturRancangan mencakup sasaran, bentuk pelayanan, dan perlengkapan yang dibutuhkan secara jelasRancangan sangat lengkap (sasaran, bentuk pelayanan, perlengkapan, susunan kegiatan), kreatif, dan realistis untuk dilaksanakan
Memahami melayani sebagai wujud ibadahMurid belum dapat menjelaskan hubungan antara melayani dan ibadahMurid mulai memahami bahwa melayani adalah bagian dari ibadah namun penjelasan masih kurang jelasMurid dapat menjelaskan bahwa melayani sesama adalah wujud ibadah yang berkenan kepada AllahMurid dapat menjelaskan dengan jelas dan merefleksikan komitmen pribadi untuk melayani dengan sukacita sebagai wujud ibadah
Kolaborasi dalam kelompokMurid tidak berpartisipasi dalam diskusi kelompokMurid berpartisipasi namun kontribusi masih minimalMurid aktif berdiskusi, memberikan ide, dan bekerja sama dengan anggota kelompokMurid sangat aktif, memberikan banyak ide kreatif, memfasilitasi diskusi, dan memastikan semua anggota berkontribusi

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat mengidentifikasi bentuk pelayanan sesuai potensi mereka masing-masing?
  • Apakah strategi pembelajaran (diskusi kelompok dan perancangan proyek) efektif membantu murid memahami konsep melayani sebagai ibadah?
  • Apakah alokasi waktu 35 menit cukup untuk semua tahapan pembelajaran? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah memenuhi kebutuhan murid yang beragam?
  • Apa yang perlu saya perbaiki untuk pembelajaran serupa di masa depan?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang melayani sesama?
  • Bagaimana perasaanmu saat merancang kegiatan untuk melayani anak yatim piatu?
  • Bentuk pelayanan apa yang ingin kamu lakukan mulai minggu ini?
  • Apa tantangan yang kamu rasakan saat berdiskusi dengan kelompok?
  • Bagaimana kamu akan melayani dengan penuh sukacita, bukan karena terpaksa?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (Yohanes 13:1-20)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6 (halaman 121)
  3. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6 (halaman 158-159)
  4. Kertas plano atau lembar kerja untuk merancang aksi sosial
  5. Spidol warna atau alat tulis
  6. Contoh-contoh kegiatan pelayanan sederhana (gambar atau video singkat, jika tersedia)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.