MODUL AJAR Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C) Topik: Bab 9 — Saling Melayani INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 6 |
|---|
| Topik | Bab 9 — Saling Melayani |
|---|
| Alokasi Waktu | 8 JP (8 x 35 menit = 280 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 3 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 6.9.1 Menjelaskan pelayanan terhadap sesama sebagai tanggung jawab orang beriman dalam kehidupan
- TP 6.9.2 Membedakan pelayanan terhadap sesama yang dilakukan dengan sukacita dan yang dilakukan dengan terpaksa
- TP 6.9.3 Mengidentifikasi bentuk-bentuk pelayanan terhadap sesama sebagai tanggung jawab orang beriman dalam kehidupan sehari-hari
- TP 6.9.4 Merancang rencana kegiatan pelayanan terhadap sesama sebagai perwujudan tanggung jawab orang beriman dalam kehidupan
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Mengapa orang beriman dipanggil untuk melayani sesamanya dalam kehidupan sehari-hari?
- Apa perbedaan sikap dan ciri antara orang yang melayani dengan sukacita dibandingkan dengan orang yang melayani karena terpaksa?
- Apa saja wujud nyata pelayanan kasih yang dapat kita lakukan terhadap sesama di lingkungan sekitar kita?
- Bagaimana kita menyusun rencana aksi pelayanan yang terarah agar dapat menolong sesama yang membutuhkan dengan sungguh-sungguh?
- Bagaimana kita membuktikan bahwa melayani sesama adalah wujud nyata iman kita kepada Tuhan Yesus?
- Mengapa pelayanan yang tulus dan bersukacita menghasilkan dampak yang berbeda dibandingkan pelayanan yang terpaksa?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menjelaskan Pelayanan sebagai Tanggung Jawab Orang Beriman dan Membedakan Pelayanan dengan Sukacita atau Terpaksa — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.9.1 Menjelaskan pelayanan terhadap sesama sebagai tanggung jawab orang beriman dalam kehidupan
- TP 6.9.2 Membedakan pelayanan terhadap sesama yang dilakukan dengan sukacita dan yang dilakukan dengan terpaksa
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat melalui pertanyaan lisan: 'Sebutkan apa alasan orang beriman harus melayani sesama dan sebutkan 1 ciri melayani dengan sukacita!' (Acuan jawaban: alasan = meneladani Yesus Kristus/perintah kasih Allah; ciri sukacita = ikhlas/tulus/wajah ceria/tanpa bersungut-sungut) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan pelayanan sebagai tanggung jawab orang beriman dan membedakan pelayanan sukacita vs terpaksa (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid membaca bersama teks Alkitab Yohanes 13:1–20 tentang teladan Yesus membasuh kaki para murid, kemudian menyimak penjelasan guru bahwa melayani sesama adalah wujud tanggung jawab dan ketaatan orang beriman atas kasih Kristus (10 menit).
- Murid mencatat penjelasan inti mengenai alasan pelayanan sebagai tanggung jawab iman: (1) Meneladani kerendahan hati Yesus Kristus, (2) Mewujudkan perintah kasih kepada sesama, dan (3) Merupakan bentuk ucapan syukur atas karya keselamatan Allah (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan kuis berpasangan 'Tebak Kartu Sikap' yang menggembirakan: murid berpasangan menganalisis 4 kartu skenario untuk membedakan mana pelayanan sukacita dan mana terpaksa beserta alasannya. Kartu 1: 'Hana segera mengganti baju dan tersenyum menggendong adiknya yang menangis saat ibu sedang memasak' (sukacita; alasan: dilakukan dengan rela dan senyuman). Kartu 2: 'Sam melempar buku ke meja dengan wajah cemberut saat kakaknya meminta tolong mengambilkan buku' (terpaksa; alasan: ada rasa kesal dan bersungut-sungut). Kartu 3: 'Paul dengan sigap dan ramah mengedarkan kantong persembahan di gereja' (sukacita; alasan: dilakukan dengan antusias dan ramah). Kartu 4: 'Dina menyapu lantai kelas sambil mengomel karena merasa bukan giliran piketnya' (terpaksa; alasan: mengomel dan tidak ikhlas) (10 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan Lembar Kerja untuk menjelaskan secara tertulis alasan pelayanan sebagai tanggung jawab orang beriman dan membedakan 2 ciri utama pelayanan sukacita (hati tulus, tanpa sungut-sungut) vs pelayanan terpaksa (menggerutu, mencari pujian/karena takut teguran) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali pemahamannya dengan mencocokkan hasil analisis kartu skenario dan lembar kerja dengan panduan verifikasi yang dibacakan guru (5 menit).
- Murid melakukan refleksi diri terbimbing mengenai motivasi hatinya selama ini saat diminta membantu orang tua, guru, atau teman di lingkungan sekitar (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali makna pelayanan sebagai tanggung jawab orang beriman serta perbedaan sikap melayani sukacita dan terpaksa (5 menit).
- Guru memberikan penguatan, menyampaikan informasi materi pertemuan berikutnya (bentuk-bentuk pelayanan konkret), dan menutup pertemuan dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan disediakan teks ringkasan poin inti Yohanes 13:1-20 dan tabel ciri kata kunci (sukacita: tulus, ceria; terpaksa: bersungut-sungut, terpaksa). Untuk murid yang cepat disediakan lembar telaah skenario studi kasus tambahan.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan mendapat pendampingan terfokus dari guru saat membedakan alasan skenario, sedangkan murid yang cepat mengerjakan klasifikasi dan perumusan penjelasan secara mandiri.
- Produk: Murid dapat menuliskan penjelasan dalam bentuk narasi singkat atau bagan tabel perbandingan ciri pelayanan sukacita vs terpaksa.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan 1 alasan orang beriman bertanggung jawab melayani sesama dan sebutkan 1 ciri tindakan melayani dengan sukacita!' (Acuan jawaban: Alasan = meneladani Yesus Kristus/perintah mengasihi sesama; Ciri sukacita = ikhlas/tulus/tanpa mengeluh/wajah ceria).
Proses:- Lembar Kerja Klasifikasi 4 Skenario Pelayanan:
1. Hana tersenyum menggendong adik saat ibu memasak -> Kunci: Sukacita (alasan: dilakukan dengan rela dan ceria)
2. Sam melempar buku ke meja sambil cemberut saat kakak minta tolong -> Kunci: Terpaksa (alasan: menunjukkan rasa kesal/bersungut-sungut)
3. Paul ramah dan sigap mengedarkan kantong persembahan -> Kunci: Sukacita (alasan: bersemangat dan bersikap ramah)
4. Dina menyapu lantai sambil mengomel karena merasa bukan gilirannya -> Kunci: Terpaksa (alasan: bersungut-sungut dan tidak ikhlas)
Aturan penskoran: Setiap butir tepat kategori dan alasannya bernilai 25 (total 100).
- Tugas Tertulis Penjelasan Tanggung Jawab Melayani: Murid menjelaskan alasan orang beriman bertanggung jawab melayani sesama. (Kriteria ketepatan: memuat minimal 2 dari 3 alasan teologis: teladan Yesus membasuh kaki murid dalam Yohanes 13, perwujudan hukum kasih, ungkapan syukur atas anugerah Allah).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan/tertulis singkat di akhir sesi: 'Jelaskan perbedaan mendasar antara melayani dengan sukacita dan melayani dengan terpaksa berdasarkan motivasi hatinya!' (Acuan jawaban: Melayani dengan sukacita didasari kerelaan/kasih yang tulus tanpa menggerutu, sedangkan melayani dengan terpaksa didasari rasa keterpaksaan/takut/mencari pujian disertai sungut-sungut).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran mengenai alasan melayani dan ciri melayani sukacita
- Penilaian kinerja pengerjaan lembar klasifikasi 4 skenario pelayanan (sukacita vs terpaksa beserta alasannya)
- Pengecekan tertulis penjelasan pelayanan sebagai tanggung jawab orang beriman
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan pelayanan sebagai tanggung jawab orang beriman (TP 6.9.1) | Belum mampu menjelaskan alasan pelayanan terhadap sesama sebagai tanggung jawab orang beriman (0 alasan tepat dari acuan: teladan Yesus Yohanes 13, hukum kasih, ucapan syukur). | Mampu menjelaskan alasan pelayanan sebagai tanggung jawab orang beriman dengan menyebutkan 1 alasan sesuai acuan secara tepat. | Mampu menjelaskan alasan pelayanan sebagai tanggung jawab orang beriman dengan menyebutkan 2 alasan sesuai acuan secara tepat. | Mampu menjelaskan alasan pelayanan sebagai tanggung jawab orang beriman secara lengkap dan mendalam dengan menyebutkan ketiga alasan sesuai acuan secara tepat. | | Membedakan pelayanan sukacita dan terpaksa (TP 6.9.2) | Tepat membedakan dan memberi alasan pada 0-1 dari 4 skenario yang diberikan. | Tepat membedakan dan memberi alasan pada 2 dari 4 skenario yang diberikan sesuai kunci acuan. | Tepat membedakan dan memberi alasan pada 3 dari 4 skenario yang diberikan sesuai kunci acuan. | Tepat membedakan dan memberi alasan pada seluruh 4 skenario yang diberikan sesuai kunci acuan secara tepat dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan tebak kartu skenario efektif membantu murid membedakan sikap sukacita dan terpaksa?
- Apakah murid telah memahami makna teologis bahwa melayani sesama bersumber dari keteladanan Yesus Kristus?
Murid:- Apakah aku selama ini lebih sering melayani orang lain dengan sukacita atau masih dengan terpaksa dan bersungut-sungut?
- Mengapa aku harus meneladani Yesus Kristus ketika diminta melayani sesama di rumah dan sekolah?
Pertemuan 2 — Mengidentifikasi Bentuk Pelayanan dan Merancang Rencana Kegiatan Pelayanan terhadap Sesama — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.9.3 Mengidentifikasi bentuk-bentuk pelayanan terhadap sesama sebagai tanggung jawab orang beriman dalam kehidupan sehari-hari
- TP 6.9.4 Merancang rencana kegiatan pelayanan terhadap sesama sebagai perwujudan tanggung jawab orang beriman dalam kehidupan
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama mensyukuri teladan kasih Kristus, serta memeriksa kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi bentuk-bentuk pelayanan dan merancang rencana kegiatan pelayanan terhadap sesama (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan singkat berupa 3 kartu situasi pelayanan untuk memetakan kesiapan murid dalam mengidentifikasi bentuk pelayanan terhadap sesama (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara berpasangan mengikuti permainan kartu tantangan 'Klasifikasi Pelayanan Kasih' dengan mengelompokkan 6 kartu aksi ke dalam 3 lingkungan: Rumah, Sekolah, dan Masyarakat. Kartu yang diklasifikasikan: (1) 'Membantu adik merapikan mainan yang berserakan' -> Rumah; (2) 'Mencuci piring sendiri setelah makan bersama keluarga' -> Rumah; (3) 'Membantu teman sekelas yang kesulitan memahami tugas' -> Sekolah; (4) 'Menghibur dan meminjamkan alat tulis kepada teman yang pensilnya patah' -> Sekolah; (5) 'Menyumbangkan pakaian layak pakai untuk panti asuhan/anak yatim piatu' -> Masyarakat; (6) 'Membantu tetangga lansia membawakan barang belanjaan' -> Masyarakat (15 menit).
- Murid bersama guru mencocokkan hasil klasifikasi kartu pelayanan dan membahas wujud pelayanan terhadap sesama sebagai tanggung jawab orang beriman dalam kehidupan sehari-hari (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid membentuk kelompok kerja (3-4 murid) untuk merancang draf rencana kegiatan aksi sosial pelayanan kasih kepada sesama yang membutuhkan (misalnya anak yatim piatu di lingkungan sekolah/sekitar) mengacu pada 4 panduan Buku Guru/Siswa: (1) Sasaran penerima pelayanan yang jelas; (2) Bentuk pelayanan konkret yang akan dilakukan; (3) Daftar perlengkapan/kebutuhan yang diperlukan; (4) Susunan alur kegiatan aksi sosial (20 menit).
- Setiap kelompok menyelesaikan tabel rancangan kegiatan pelayanan pada lembar kerja dan saling meninjau rancangan antar-kelompok untuk memeriksa kelengkapan keempat komponen rencana pelayanan tersebut (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan refleksi pribadi dengan menuliskan 1 komitmen bentuk pelayanan sederhana yang dapat langsung diterapkan kepada sesama minggu ini serta menyadari bahwa melayani adalah panggilan iman (10 menit).
- Guru memberikan konfirmasi dan umpan balik terhadap ketepatan identifikasi bentuk pelayanan serta kelengkapan rancangan aksi yang disusun kelompok (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran mengenai beragam bentuk pelayanan di rumah, sekolah, dan masyarakat serta pentingnya perencanaan yang matang dalam melayani sesama (5 menit).
- Guru menginformasikan agenda pertemuan berikutnya (Asesmen Sumatif Pelayanan Kasih dan Finalisasi Proposal Proyek) dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan contoh format matriks rencana kegiatan terstruktur bagi kelompok yang memerlukan bantuan alur berpikir, serta lembar kerja rancangan terbuka bagi kelompok yang sudah mandiri.
- Proses: Memberikan pendampingan terbimbing (scaffolding) bagi kelompok yang kesulitan merinci perlengkapan dan susunan kegiatan, sementara kelompok yang lebih cepat diarahkan merinci alokasi waktu dan pembagian peran detail dalam rancangan.
- Produk: Kelompok dapat menyusun draf rencana kegiatan pelayanan dalam bentuk tabel matriks tertulis atau peta konsep visual alur aksi sosial.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik kesiapan lisan menggunakan 3 kartu situasi: Murid diminta menentukan apakah tindakan tersebut merupakan bentuk pelayanan kasih terhadap sesama atau bukan. Kartu 1: 'Membantu teman yang terjatuh di halaman sekolah' (Acuan: Pelayanan); Kartu 2: 'Mengejek teman yang mendapat nilai rendah' (Acuan: Bukan pelayanan); Kartu 3: 'Membagikan makanan kepada anak yang tidak membawa bekal' (Acuan: Pelayanan).
Proses:- Observasi ketepatan mengidentifikasi 6 kartu bentuk pelayanan ke dalam 3 lingkungan (Rumah, Sekolah, Masyarakat) dengan acuan kunci: Rumah = kartu 1 & 2; Sekolah = kartu 3 & 4; Masyarakat = kartu 5 & 6.
- Pemeriksaan draf lembar kerja rancangan kegiatan pelayanan kelompok mencakup keterisian 4 komponen wajib: (1) Sasaran pelayanan jelas, (2) Bentuk pelayanan spesifik, (3) Daftar perlengkapan yang relevan, (4) Susunan langkah kegiatan yang logis.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu di akhir sesi: Murid menuliskan 1 bentuk pelayanan konkret di sekolah dan 1 bentuk pelayanan konkret di rumah beserta 1 langkah persiapan yang diperlukan (Kriteria penerimaan: bentuk pelayanan berupa aksi kasih nyata tanpa pamrih sesuai lingkungan yang diminta dan langkah persiapan relevan dengan tindakan tersebut).
Formatif:- Penilaian kinerja kelompok melalui lembar observasi identifikasi bentuk pelayanan dalam permainan kartu klasifikasi
- Penilaian produk rancangan rencana kegiatan pelayanan terhadap sesama berdasarkan 4 komponen panduan aksi sosial
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi Bentuk Pelayanan terhadap Sesama | Mengidentifikasi 1-2 dari 6 kartu bentuk pelayanan dengan tepat sesuai lingkungannya. | Mengidentifikasi 3-4 dari 6 kartu bentuk pelayanan dengan tepat sesuai lingkungannya. | Mengidentifikasi 5 dari 6 kartu bentuk pelayanan dengan tepat sesuai lingkungannya. | Mengidentifikasi seluruh 6 kartu bentuk pelayanan dengan tepat sesuai lingkungannya secara mandiri. | | Merancang Rencana Kegiatan Pelayanan terhadap Sesama | Memuat 1 dari 4 komponen rancangan kegiatan pelayanan (sasaran, bentuk kegiatan, perlengkapan, susunan kegiatan). | Memuat 2 dari 4 komponen rancangan kegiatan pelayanan secara jelas dan relevan. | Memuat 3 dari 4 komponen rancangan kegiatan pelayanan secara jelas dan relevan. | Memuat lengkap seluruh 4 komponen rancangan kegiatan pelayanan (sasaran, bentuk kegiatan, perlengkapan, dan susunan kegiatan) secara terperinci, jelas, dan logis. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur kegiatan klasifikasi bentuk pelayanan memfasilitasi murid memahami keragaman wujud pelayanan kasih secara bermakna?
- Bagaimana keterlibatan setiap murid dalam merancang rencana aksi sosial pelayanan bagi sesama yang membutuhkan?
Murid:- Bentuk pelayanan kasih apa yang paling ingin aku lakukan bagi teman atau sesama di sekitarku minggu ini?
- Bagian mana dari merancang rencana kegiatan pelayanan yang paling menantang bagiku dan kelompokku?
Pertemuan 3 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.9.1 Menjelaskan pelayanan terhadap sesama sebagai tanggung jawab orang beriman dalam kehidupan
- TP 6.9.2 Membedakan pelayanan terhadap sesama yang dilakukan dengan sukacita dan yang dilakukan dengan terpaksa
- TP 6.9.3 Mengidentifikasi bentuk-bentuk pelayanan terhadap sesama sebagai tanggung jawab orang beriman dalam kehidupan sehari-hari
- TP 6.9.4 Merancang rencana kegiatan pelayanan terhadap sesama sebagai perwujudan tanggung jawab orang beriman dalam kehidupan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
- Guru menjelaskan tujuan pertemuan sumatif Bab 9, yaitu mengukur pemahaman dan keterampilan merancang pelayanan kasih melalui dua bagian tugas: Tes Tertulis Pelayanan Kasih dan Penyusunan Proposal Proyek Pelayanan (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan Lembar Kerja Asesmen Sumatif Bagian 1 (Tes Tertulis) dan membacakan petunjuk teknis pengerjaan, memastikan setiap murid memahami aturan kerja mandiri serta alokasi waktu yang tersedia (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara individual dan mandiri mengerjakan Tugas 1: Tes Tertulis Pelayanan Kasih (TP 6.9.1, TP 6.9.2, TP 6.9.3) yang terdiri dari 3 butir soal: (1) Uraian: Jelaskan mengapa melayani sesama merupakan tanggung jawab orang beriman berdasarkan teladan Yesus dalam Yohanes 13:1-20! [Kunci acuan: Yesus yang adalah Guru dan Tuhan merendahkan diri membasuh kaki murid-murid-Nya sebagai teladan bahwa orang beriman dipanggil untuk saling melayani dan merespons kasih pengorbanan Kristus]; (2) Tabel Komparasi Motivasi: Tuliskan masing-masing 2 ciri melayani dengan sukacita dan melayani dengan terpaksa! [Kunci acuan sukacita: ikhlas tanpa mengeluh/tanpa mengharapkan imbalan puji-pujian, dilakukan dengan hati gembira/penuh kasih; Kunci acuan terpaksa: bersungut-sungut/menggerutu, dilakukan hanya karena takut dihukum/mencari pujian orang lain]; (3) Tabel Identifikasi Bentuk Pelayanan: Daftarkan masing-masing 1 bentuk pelayanan konkret di rumah, di sekolah, dan di gereja! [Kunci acuan: rumah = membantu pekerjaan orang tua/merawat adik tanpa disuruh; sekolah = membantu teman yang kesulitan memahami pelajaran/membersihkan kelas bersama; gereja = menjadi petugas pembawa kantong persembahan/membantu merapikan bangku ibadah] (42 menit).
- Guru mengumpulkan lembar Tugas 1, membagikan format Tugas 2: Penyusunan Proposal Proyek Pelayanan (TP 6.9.4), lalu murid secara mandiri menyusun proposal proyek pelayanan kasih terhadap sesama (misalnya anak yatim piatu di sekitar) yang mencakup 5 komponen wajib: (1) Judul Kegiatan, (2) Tujuan Pelayanan, (3) Sasaran Penerima, (4) Rincian Bentuk Aksi/Pelayanan, dan (5) Jadwal serta Perlengkapan Pelaksanaan [Kriteria acuan: kelima komponen terisi runtut, logis, dan mencerminkan aksi nyata pelayanan kasih orang beriman] (45 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setelah seluruh berkas dikumpulkan, guru mengajak murid mengheningkan cipta sejenak dan merefleksikan sikap batin serta komitmen pribadi untuk mempraktikkan pelayanan kasih dalam kehidupan sehari-hari (3 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas integritas dan kemandirian murid selama mengerjakan asesmen sumatif bab (2 menit).
- Guru menutup seluruh rangkaian pembelajaran Bab 9 dengan doa syukur dan berkat penutup (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi aksesibilitas membaca soal berupa pembacaan teks instruksi dengan artikulasi jelas bagi murid yang memerlukan dukungan fokus tanpa mengubah substansi butir asesmen.
- Proses: Pemberian penataan tempat duduk yang tenang dan bebas distraksi untuk mendukung konsentrasi pengerjaan individual secara adil.
- Produk: Format penyusunan proposal proyek disediakan dalam lembar bergaris terstruktur dengan ruang isian yang jelas untuk memudahkan pengorganisasian tulisan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan alat tulis dan pemahaman petunjuk pengerjaan asesmen sumatif bab sebelum lembar soal dibagikan.
Proses:- Pemantauan kemandirian, keteraturan, dan kepatuhan waktu murid saat menyelesaikan tugas tertulis dan penyusunan proposal.
Sumatif Bab:- tes tertulis terpadu dan portofolio perencanaan proyek pelayanan: lembar kerja asesmen sumatif individual berisi uraian pemahaman pelayanan, tabel komparasi analisis motivasi melayani, daftar identifikasi aksi pelayanan, serta dokumen rencana proyek pelayanan kasih
- tes tertulis serentak: lembar tes individual memuat uraian alasan pelayanan sebagai tanggung jawab iman, tabel pembeda ciri dan motivasi melayani dengan sukacita vs terpaksa, serta tabel identifikasi bentuk pelayanan di rumah, sekolah, dan gereja (50 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan rubrik analisis tertulis)
- penugasan penyusunan proposal proyek pelayanan serentak: lembar perencanaan proyek individual memuat judul kegiatan, tujuan, sasaran penerima pelayanan, rincian bentuk aksi, serta jadwal pelaksanaan kegiatan pelayanan kasih di lingkungan sekitar (55 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian rancangan proyek pelayanan)
Sumatif:- tes tertulis terpadu dan portofolio perencanaan proyek pelayanan: lembar kerja asesmen sumatif individual berisi uraian pemahaman pelayanan, tabel komparasi analisis motivasi melayani, daftar identifikasi aksi pelayanan, serta dokumen rencana proyek pelayanan kasih
- tes tertulis serentak: lembar tes individual memuat uraian alasan pelayanan sebagai tanggung jawab iman, tabel pembeda ciri dan motivasi melayani dengan sukacita vs terpaksa, serta tabel identifikasi bentuk pelayanan di rumah, sekolah, dan gereja (50 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan rubrik analisis tertulis)
- penugasan penyusunan proposal proyek pelayanan serentak: lembar perencanaan proyek individual memuat judul kegiatan, tujuan, sasaran penerima pelayanan, rincian bentuk aksi, serta jadwal pelaksanaan kegiatan pelayanan kasih di lingkungan sekitar (55 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian rancangan proyek pelayanan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penjelasan Pelayanan sebagai Tanggung Jawab Orang Beriman (TP 6.9.1) | Belum mampu menjelaskan alasan pelayanan terhadap sesama sebagai tanggung jawab orang beriman (uraian keliru atau kosong). | Menjelaskan pelayanan terhadap sesama sebatas tindakan berbuat baik umum tanpa mengaitkannya dengan keteladanan Yesus atau tanggung jawab iman. | Menjelaskan pelayanan terhadap sesama sebagai tanggung jawab orang beriman dengan mengaitkannya pada teladan Yesus dalam membasuh kaki murid secara tepat sesuai acuan materi. | Menjelaskan pelayanan terhadap sesama secara mendalam dan utuh, mencakup keteladanan Yesus dalam Yohanes 13:1-20 dan maknanya sebagai respons iman orang beriman yang bersumber dari kasih penebusan Kristus. | | Pembedaan Pelayanan dengan Sukacita vs Terpaksa (TP 6.9.2) | Belum mampu membedakan ciri dan motivasi melayani dengan sukacita dan terpaksa (jawaban keliru pada kedua kategori). | Menuliskan hanya 1 ciri pembeda yang tepat pada salah satu kategori (sukacita atau terpaksa). | Menuliskan masing-masing 2 ciri pembeda yang tepat antara melayani dengan sukacita (ikhlas, hati gembira/penuh kasih) dan terpaksa (bersungut-sungut, mencari pujian/takut dihukum) sesuai acuan. | Menuliskan lebih dari 2 ciri pembeda secara tepat, mendalam, dan kontras mengenai motivasi batin antara melayani dengan sukacita dan terpaksa. | | Identifikasi Bentuk Pelayanan terhadap Sesama (TP 6.9.3) | Belum mampu mengidentifikasi bentuk pelayanan di rumah, sekolah, maupun gereja (tidak ada contoh konkret yang tepat). | Mengidentifikasi bentuk pelayanan yang tepat hanya pada 1 lingkungan (rumah, sekolah, atau gereja). | Mengidentifikasi masing-masing 1 bentuk pelayanan konkret secara tepat di ketiga lingkungan (rumah, sekolah, dan gereja) sesuai acuan. | Mengidentifikasi lebih dari 1 bentuk pelayanan konkret dan realistis di ketiga lingkungan (rumah, sekolah, dan gereja) secara jelas dan terperinci. | | Rancangan Rencana Kegiatan Pelayanan Kasih / Proposal Proyek (TP 6.9.4) | Rancangan proposal hanya memuat 1-2 komponen, tidak realistis, dan belum mencerminkan aksi pelayanan terhadap sesama. | Rancangan proposal memuat 3 komponen dari 5 komponen yang ditentukan (judul, tujuan, sasaran, rincian aksi, jadwal/perlengkapan) secara sederhana. | Rancangan proposal memuat lengkap ke-5 komponen (judul, tujuan, sasaran, rincian aksi, jadwal/perlengkapan) secara runtut, jelas, dan realistis untuk dilaksanakan. | Rancangan proposal memuat lengkap ke-5 komponen secara sangat terperinci, terstruktur logis, operasional, dan memperlihatkan kepekaan empati pelayanan yang mendalam. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 47 menit untuk tes tertulis dan 45 menit untuk penyusunan proposal proyek mencukupi bagi murid kelas 6 untuk menunjukkan kompetensi terbaiknya?
- Bagian mana dari keempat TP Bab 9 yang penguasaannya paling kuat dan mana yang masih memerlukan penguatan sebelum melangkah ke bab berikutnya?
Murid:- Apakah aku sudah mampu memahami makna melayani dan merancang aksi nyata pelayanan kasih dengan sungguh-sungguh?
- Tekad apa yang akan kulakukan mulai minggu ini agar aku dapat melayani sesama di rumah dan sekolah dengan sukacita?
SUMBER BELAJAR- Alkitab (Yohanes 13:1–20)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI, Kemendikbudristek 2022
- Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI, Kemendikbudristek 2022 (Bab 9)
- Set Kartu Skenario Tindakan Pelayanan 'Sukacita atau Terpaksa'
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek, 2022)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek, 2022)
- Alkitab (Yohanes 13:1-20)
- Set kartu aktivitas 'Klasifikasi Pelayanan Kasih' dan Format Lembar Kerja Rancangan Aksi Sosial
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek RI, 2022)
- Buku Panduan Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek RI, 2022)
- Alkitab: Injil Yohanes 13:1-20
- Lembar Soal Asesmen Sumatif Bagian 1 (Tes Tertulis Pelayanan Kasih)
- Lembar Format Asesmen Sumatif Bagian 2 (Penyusunan Proposal Proyek Pelayanan Kasih)
|