MODUL AJAR Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C) Topik: Asesmen Sumatif: Menolak Diskriminasi dalam Terang Iman Kristiani INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 6 |
|---|
| Topik | Asesmen Sumatif: Menolak Diskriminasi dalam Terang Iman Kristiani |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menuliskan satu kisah nyata tindakan diskriminasi yang pernah dialami, dibaca, atau disaksikan serta menjelaskan sikap Kristiani yang seharusnya diambil.
- Murid dapat mengungkapkan pendapat secara tertulis tentang pentingnya hidup rukun dan toleransi di tengah masyarakat majemuk Indonesia sebagai cerminan iman kepada Allah Pencipta.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kamu menyaksikan seseorang diperlakukan tidak adil karena perbedaan suku, agama, atau warna kulitnya?
- Bagaimana perasaanmu ketika melihat teman dibeda-bedakan?
- Apa yang Tuhan ajarkan tentang cara kita memperlakukan semua orang yang berbeda dengan kita?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan doa bersama dan menyapa murid dengan hangat (5 menit).
- Guru menyanyikan lagu 'Satukan Kami, Ya Tuhan' (Pelengkap Kidung Jemaat 106) bersama murid sebanyak dua kali untuk menciptakan suasana reflektif.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menyelesaikan asesmen sumatif tentang menolak diskriminasi dalam terang iman Kristiani.
- Guru melakukan asesmen awal dengan mengajukan pertanyaan pemantik dan mendengarkan pengalaman singkat murid (diagnostik lisan, 5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengingatkan kembali pelajaran Bab 8 tentang diskriminasi dengan bertanya: 'Apa itu diskriminasi?' dan 'Mengapa Tuhan tidak menghendaki kita melakukan diskriminasi?'
- Guru mengajak murid membaca kembali Markus 10:13-16 tentang Yesus menyambut anak-anak kecil yang didiskriminasi oleh murid-murid-Nya.
- Guru menegaskan bahwa Tuhan menciptakan keberagaman sebagai anugerah dan menghendaki kita hidup rukun, saling mengasihi, dan menghargai perbedaan.
- Guru menjelaskan tugas asesmen sumatif: menuliskan kisah nyata diskriminasi dan refleksi sikap Kristiani, serta pendapat tentang hidup rukun dan toleransi.
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mengerjakan tugas asesmen sumatif secara mandiri dan tertulis (40 menit):
- Tugas 1: Menuliskan satu kisah perbuatan diskriminasi yang pernah dialami, dibaca, atau disaksikan.
- Tugas 2: Menjelaskan pendapat dan sikap Kristiani terhadap perbuatan diskriminasi tersebut berdasarkan nilai iman kepada Allah.
- Tugas 3: Menulis maksimal 5 kalimat tentang pentingnya menolak diskriminasi dan pentingnya hidup rukun serta toleransi di tengah masyarakat majemuk Indonesia sebagai cerminan iman kepada Allah Pencipta.
- Guru berkeliling memantau proses pengerjaan, memberikan umpan balik singkat bila ada murid yang memerlukan klarifikasi, dan mencatat kemajuan setiap murid.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setelah murid menyelesaikan tugas, guru mengajak murid merefleksikan proses belajar mereka selama Bab 8: 'Apa yang paling berkesan dari pelajaran menolak diskriminasi?'
- Guru meminta beberapa murid (secara sukarela) membagikan satu hal yang akan mereka lakukan untuk menolak diskriminasi di kehidupan sehari-hari.
- Guru memberikan penegasan: 'Tuhan memanggil kita untuk menyambut semua orang dengan kasih, tanpa membeda-bedakan suku, agama, atau latar belakang. Keberagaman adalah anugerah yang harus kita syukuri.'
- Murid menuliskan refleksi pribadi singkat (2-3 kalimat) tentang komitmen mereka menolak diskriminasi.
Penutup:- Guru mengumpulkan lembar asesmen sumatif dari seluruh murid (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas usaha dan kejujuran murid dalam mengerjakan asesmen.
- Guru menutup pembelajaran dengan doa syukur dan berkat, memohon agar Tuhan membimbing murid untuk hidup sebagai pembawa damai di tengah keberagaman.
- Guru menyampaikan pesan penutup: 'Ingatlah, setiap tindakan kasih dan penolakan diskriminasi adalah wujud nyata imanmu kepada Allah Pencipta.'
Diferensiasi:- Konten: Murid yang kesulitan menulis kisah dapat memilih pengalaman sederhana dari kehidupan sehari-hari di sekolah, sedangkan murid yang lebih cepat dapat menulis kisah yang lebih kompleks dari berita atau buku yang dibaca.
- Proses: Murid yang memerlukan dukungan dapat diberikan pertanyaan pemandu tertulis (scaffolding) untuk membantu menyusun jawaban, sementara murid mandiri dapat langsung menulis secara bebas. Guru memberikan waktu tambahan bagi murid yang memerlukan.
- Produk: Murid dapat memilih format tulisan: narasi langsung, dialog, atau bentuk surat kepada seseorang yang mengalami diskriminasi. Semua format tetap memenuhi kriteria asesmen.
ASESMENAwal:- Guru mengajukan pertanyaan pemantik secara lisan dan mendengarkan respons murid untuk mengukur pemahaman awal tentang diskriminasi dan sikap Kristiani.
- Guru mengamati ekspresi dan antusiasme murid saat menyanyikan lagu 'Satukan Kami, Ya Tuhan' untuk menilai kesiapan belajar.
Proses:- Observasi saat murid mengerjakan tugas asesmen: guru berkeliling, mengamati cara murid menyusun tulisan, dan memberikan umpan balik singkat bila diperlukan.
- Guru mencatat murid yang mampu menghubungkan kisah diskriminasi dengan nilai-nilai iman Kristiani secara mendalam.
- Penilaian sejawat (opsional): murid dapat membaca hasil refleksi teman dan memberikan komentar positif setelah asesmen.
Akhir:- Penilaian tugas tertulis menggunakan rubrik dengan kriteria: kelengkapan kisah, kedalaman analisis sikap Kristiani, dan relevansi dengan nilai hidup rukun dan toleransi.
- Penilaian refleksi tertulis: komitmen pribadi murid menolak diskriminasi.
- Penilaian hasil kerja: nilai 100 bila semua tugas dikerjakan dengan baik, dapat dipahami, dan tepat waktu; nilai 60-90 bila semua tugas dikerjakan namun kurang dipahami atau tidak tepat waktu; nilai 50 bila tidak semua tugas dikerjakan.
Formatif:- Observasi sikap dan partisipasi murid saat menyanyikan lagu dan menjawab pertanyaan pemantik.
- Pemantauan proses pengerjaan tugas: guru mencatat kemampuan murid mengidentifikasi kasus diskriminasi dan merumuskan sikap Kristiani.
Sumatif:- Tugas tertulis: menuliskan kisah diskriminasi, pendapat dan sikap Kristiani, serta pentingnya hidup rukun dan toleransi (nilai berdasarkan rubrik).
- Refleksi tertulis: komitmen pribadi menolak diskriminasi dalam kehidupan sehari-hari.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penulisan Kisah Diskriminasi | Murid belum mampu menuliskan kisah diskriminasi dengan jelas atau tidak relevan. | Murid mampu menuliskan kisah diskriminasi tetapi kurang detail atau kurang jelas konteksnya. | Murid mampu menuliskan kisah diskriminasi dengan jelas, detail, dan konteks yang relevan. | Murid mampu menuliskan kisah diskriminasi dengan sangat jelas, detail, konteks relevan, dan menunjukkan empati mendalam. | | Penjelasan Sikap Kristiani | Murid belum mampu menjelaskan sikap Kristiani yang seharusnya diambil. | Murid mampu menyebutkan sikap Kristiani tetapi belum menghubungkan dengan nilai iman atau Alkitab. | Murid mampu menjelaskan sikap Kristiani dengan jelas dan menghubungkannya dengan nilai iman atau ajaran Alkitab. | Murid mampu menjelaskan sikap Kristiani secara mendalam, menghubungkan dengan nilai iman, ajaran Alkitab, dan memberikan contoh konkret tindakan yang dapat dilakukan. | | Pendapat tentang Hidup Rukun dan Toleransi | Murid belum mampu mengungkapkan pendapat tentang pentingnya hidup rukun dan toleransi. | Murid mampu menyebutkan pentingnya hidup rukun tetapi belum menghubungkan dengan iman kepada Allah Pencipta. | Murid mampu mengungkapkan pendapat dengan jelas dan menghubungkannya dengan iman kepada Allah Pencipta serta konteks masyarakat majemuk Indonesia. | Murid mampu mengungkapkan pendapat secara mendalam, menghubungkan dengan iman kepada Allah Pencipta, konteks masyarakat majemuk Indonesia, dan memberikan contoh konkret sikap toleransi dalam kehidupan sehari-hari. | | Refleksi Pribadi dan Komitmen | Murid belum mampu menuliskan refleksi pribadi atau komitmen menolak diskriminasi. | Murid mampu menuliskan refleksi tetapi masih umum atau belum menunjukkan komitmen konkret. | Murid mampu menuliskan refleksi pribadi dan komitmen konkret untuk menolak diskriminasi dalam kehidupan sehari-hari. | Murid mampu menuliskan refleksi pribadi yang mendalam, komitmen konkret dan spesifik, serta menunjukkan kesadaran untuk menjadi agen perdamaian di tengah keberagaman. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah asesmen sumatif ini berhasil mengukur pemahaman murid tentang diskriminasi dan sikap Kristiani?
- Apakah instruksi tugas sudah cukup jelas bagi semua murid?
- Bagaimana saya dapat memberikan umpan balik yang lebih efektif untuk mendorong murid menerapkan nilai-nilai anti-diskriminasi dalam kehidupan nyata?
- Apakah diferensiasi yang saya lakukan sudah memenuhi kebutuhan murid yang beragam?
Refleksi Murid:- Apa yang paling berkesan dari pelajaran menolak diskriminasi sepanjang Bab 8?
- Bagaimana perasaanmu setelah menyelesaikan asesmen ini?
- Apa satu hal konkret yang akan kamu lakukan untuk menolak diskriminasi di sekolah atau lingkunganmu?
- Bagaimana imanmu kepada Allah Pencipta membantumu untuk menghargai semua orang yang berbeda?
SUMBER BELAJAR- Alkitab, khususnya Markus 10:13-16
- Buku Siswa: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Penulis: Novy Amelia Elisabeth Sine, Kemendikbudristek 2022)
- Buku Panduan Guru: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek 2022)
- Lagu 'Satukan Kami, Ya Tuhan' (Pelengkap Kidung Jemaat 106)
- Lembar kerja asesmen sumatif (disiapkan guru)
- Alat tulis: kertas, pensil, bolpoin
|