Modul AjarPertemuan 2Bab 8Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6: Yesus Menolak Diskriminasi: Kajian Markus 10:13–16

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Yesus Menolak Diskriminasi: Kajian Markus 10:13–16". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6: Yesus Menolak Diskriminasi: Kajian Markus 10:13–16

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 8 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Yesus Menolak Diskriminasi: Kajian Markus 10:13–16

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikYesus Menolak Diskriminasi: Kajian Markus 10:13–16
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menceritakan kembali peristiwa dalam Markus 10:13–16 dan menjelaskan bagaimana sikap Yesus mencerminkan penolakan terhadap diskriminasi.
  2. Murid dapat mengidentifikasi nilai-nilai Kristiani (kasih, keadilan, penerimaan) yang ditunjukkan Yesus sebagai landasan sikap antidiskriminasi dalam kehidupan sehari-hari.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu melihat seseorang diperlakukan tidak adil hanya karena ia berbeda — misalnya berbeda usia, warna kulit, atau kemampuan? Bagaimana perasaanmu saat menyaksikannya?
  2. Menurutmu, mengapa Yesus bisa saja merasa cukup melayani orang dewasa saja, tetapi justru Ia merangkul anak-anak kecil yang datang kepada-Nya?
  3. Apa yang membuat seseorang berani berkata 'tidak' terhadap perlakuan yang tidak adil, seperti yang dilakukan Yesus kepada para murid-Nya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan doa singkat, mengajak murid bersyukur atas keberagaman yang Tuhan ciptakan.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan dua gambar situasi (satu gambar anak-anak dilarang masuk ke suatu kelompok, satu gambar semua anak diterima bermain bersama) dan menanyakan, 'Mana yang mencerminkan kasih Kristus, dan mengapa?'
  • Murid menjawab secara lisan; guru mencatat respons singkat untuk memetakan pemahaman awal tentang diskriminasi dan nilai kasih.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: memahami sikap Yesus dalam Markus 10:13–16 dan menemukan nilai-nilai Kristiani yang menjadi dasar penolakan diskriminasi.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik pertama untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid sebelum masuk ke teks Alkitab.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid membuka Alkitab dan membaca Markus 10:13–16 secara bergantian (satu murid membaca satu atau dua ayat).
  • Guru menampilkan ilustrasi atau gambar sederhana adegan: orang-orang membawa anak-anak kepada Yesus, para murid menghalangi, Yesus marah dan memeluk anak-anak. Murid mengamati gambar sambil mendengarkan pembacaan ulang oleh guru.
  • Guru membagikan Lembar Tanya-Jawab (mengacu pada Tabel 8.1 Buku Siswa) kepada setiap kelompok (3 orang). Murid berdiskusi dan menjawab empat pertanyaan berbasis ayat: alasan murid memarahi orang, alasan Yesus marah, makna 'biarlah anak-anak datang kepada-Ku', dan makna menyambut Kerajaan Allah seperti anak kecil.
  • Guru berkeliling, mendengarkan diskusi kelompok, dan mengajukan pertanyaan penggali seperti: 'Apa yang sebenarnya dirasakan anak-anak itu saat dihalangi?' untuk mendorong empati dan kesadaran (berkesadaran).
  • Perwakilan setiap kelompok menyampaikan jawaban secara lisan. Guru meluruskan pemahaman yang kurang tepat dan menegaskan bahwa tindakan murid-murid Yesus adalah bentuk diskriminasi berdasarkan usia.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru memandu murid untuk menghubungkan sikap Yesus dengan tiga nilai Kristiani: kasih (Yesus mau repot karena peduli), keadilan (setiap orang berhak datang kepada Tuhan), dan penerimaan (Yesus tidak menilai berdasarkan usia atau status).
  • Guru menampilkan tiga kartu nilai (Kasih / Keadilan / Penerimaan) di papan. Murid diminta menuliskan di sticky-note atau kertas kecil: satu situasi nyata di sekolah atau lingkungan mereka yang menyerupai peristiwa di Markus 10 — entah itu momen diskriminasi yang pernah mereka saksikan, atau momen di mana seseorang menunjukkan salah satu nilai tersebut.
  • Murid menempelkan tulisan mereka di bawah kartu nilai yang paling sesuai, kemudian membacakan satu contoh milik kelompok mereka kepada kelas.
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas singkat: 'Nilai apa yang paling mudah kita tunjukkan sehari-hari? Mana yang paling sulit? Mengapa?' — mendorong murid mengaitkan teks Alkitab dengan pengalaman hidup nyata mereka (bermakna).
  • Guru menegaskan bahwa menolak diskriminasi bukan hanya ajaran agama, melainkan tindakan nyata yang bisa dimulai dari hal-hal kecil di kelas dan rumah.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid menulis secara mandiri di buku tugas: 'Satu sikap Yesus dalam Markus 10:13–16 yang ingin saya tiru minggu ini, dan bagaimana cara konkretnya.' (3–4 kalimat).
  • Beberapa murid (sukarela) membacakan refleksi mereka. Guru merespons dengan afirmasi yang hangat dan menambahkan penegasan singkat bahwa Allah memanggil setiap murid untuk bersikap adil dan penuh kasih kepada semua orang.
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi akhir secara lisan: 'Jika kamu adalah salah satu murid Yesus yang hari itu menghalangi anak-anak, dan sekarang sudah mendengar teguran Yesus — apa yang akan kamu lakukan berbeda?' Murid menjawab dalam hati atau berpasangan sebelum kelas ditutup.

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama merangkum poin utama: Yesus menolak diskriminasi dengan menerima anak-anak; nilai kasih, keadilan, dan penerimaan adalah landasan sikap antidiskriminasi orang Kristen.
  • Guru memberikan asesmen akhir: murid menuliskan di selembar kertas jawaban atas dua pertanyaan — (1) Ceritakan kembali peristiwa Markus 10:13–16 dalam 3–5 kalimat. (2) Sebutkan minimal dua nilai Kristiani yang ditunjukkan Yesus dan berikan satu contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Kertas dikumpulkan.
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi murid dan mendorong mereka untuk mempraktikkan satu nilai Kristiani yang telah dipelajari sebelum pertemuan berikutnya.
  • Kelas ditutup dengan doa syukur yang dipimpin salah satu murid, bersyukur atas keberagaman ciptaan Tuhan dan memohon kekuatan untuk bersikap adil dan penuh kasih.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang kesulitan memahami teks diberikan versi ringkasan perikop Markus 10:13–16 dalam bahasa yang lebih sederhana (3–4 kalimat naratif) sebagai panduan sebelum membaca teks aslinya.
  • Proses: Murid yang membutuhkan lebih banyak waktu dapat menjawab Lembar Tanya-Jawab secara lisan kepada guru atau teman sebangku, bukan tertulis. Murid yang sudah cepat memahami diberi tantangan tambahan: mencari satu ayat Alkitab lain yang menunjukkan Yesus menerima orang yang terpinggirkan, lalu menjelaskan kaitannya dengan Markus 10.
  • Produk: Sebagian besar murid menulis refleksi 3–4 kalimat. Murid yang lebih mahir dapat menulis paragraf refleksi yang lebih panjang atau membuat dialog singkat antara dua tokoh dalam peristiwa Markus 10 yang mencerminkan salah satu nilai Kristiani.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua gambar situasi (anak-anak dihalangi vs. diterima) dan meminta murid menjawab secara lisan: 'Mana yang mencerminkan kasih Kristus? Mengapa?' — untuk memetakan pemahaman awal murid tentang diskriminasi dan nilai kasih sebelum pembelajaran dimulai.

Proses:

  • Observasi aktif saat diskusi kelompok Lembar Tanya-Jawab: guru mencatat apakah murid mampu menjelaskan alasan Yesus marah dan makna ayat-ayat kunci.
  • Aktivitas sticky-note nilai Kristiani: guru menilai ketepatan murid menghubungkan situasi nyata dengan nilai kasih, keadilan, atau penerimaan.
  • Pertanyaan lisan penggali selama kegiatan inti untuk mendorong penalaran lebih dalam dan memastikan murid tidak sekadar menghafal tetapi benar-benar memahami.

Akhir:

  • Murid menulis jawaban atas dua pertanyaan: (1) Ceritakan kembali peristiwa Markus 10:13–16 dalam 3–5 kalimat. (2) Sebutkan minimal dua nilai Kristiani yang ditunjukkan Yesus dan berikan satu contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Dinilai menggunakan rubrik empat level.

Formatif:

  • Observasi diskusi kelompok saat mengerjakan Lembar Tanya-Jawab — guru mencatat kedalaman pemahaman dan kemampuan murid menghubungkan teks dengan makna diskriminasi.
  • Sticky-note aktivitas nilai Kristiani — guru menilai apakah murid dapat mengidentifikasi nilai kasih, keadilan, atau penerimaan dan menghubungkannya dengan situasi nyata.
  • Tanya-jawab lisan selama tahap Memahami dan Mengaplikasi untuk memantau pemahaman dan merespons miskonsepsi secara langsung.

Sumatif:

  • Tulisan akhir murid (dikumpulkan saat penutup): menceritakan kembali Markus 10:13–16 dan menyebutkan minimal dua nilai Kristiani beserta satu contoh penerapan — dinilai menggunakan rubrik empat level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan Kembali Peristiwa Markus 10:13–16Murid belum dapat menceritakan peristiwa secara runtut; informasi yang disampaikan tidak sesuai dengan teks Alkitab.Murid dapat menceritakan sebagian peristiwa (misalnya hanya menyebut satu tokoh atau satu kejadian), namun kurang lengkap atau kurang runtut.Murid dapat menceritakan kembali peristiwa secara runtut dan mencakup tokoh-tokoh utama (orang-orang yang membawa anak, murid Yesus, Yesus) serta urutan kejadian dengan benar.Murid menceritakan kembali peristiwa secara runtut, lengkap, dan mampu menjelaskan dengan kalimat sendiri bagaimana sikap Yesus dalam peristiwa tersebut mencerminkan penolakan terhadap diskriminasi.
Mengidentifikasi Nilai-Nilai Kristiani (Kasih, Keadilan, Penerimaan)Murid belum dapat menyebutkan nilai-nilai Kristiani yang ditunjukkan Yesus dalam peristiwa ini.Murid dapat menyebutkan satu nilai Kristiani, namun penjelasan atau contoh penerapannya masih sangat umum dan belum terkait dengan kehidupan sehari-hari secara konkret.Murid dapat menyebutkan dua nilai Kristiani dan memberikan satu contoh penerapan yang relevan dalam kehidupan sehari-hari.Murid dapat menyebutkan ketiga nilai Kristiani (kasih, keadilan, penerimaan), menjelaskan hubungannya dengan sikap Yesus dalam teks, dan memberikan lebih dari satu contoh penerapan yang konkret dan relevan dalam kehidupan sehari-hari.
Partisipasi dan Kolaborasi dalam Diskusi KelompokMurid tidak terlibat dalam diskusi kelompok atau hanya diam selama kegiatan berlangsung.Murid terlibat dalam diskusi sesekali, namun kontribusinya sangat minimal atau hanya mengikuti pendapat teman tanpa memberikan ide sendiri.Murid aktif berdiskusi, memberikan pendapat sendiri, dan mendengarkan pendapat teman dengan baik.Murid aktif berdiskusi, memberikan pendapat yang mendalam, mendorong teman untuk turut berkontribusi, dan membantu kelompok mencapai kesimpulan bersama.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid aktif terlibat dalam diskusi kelompok Lembar Tanya-Jawab? Murid mana yang perlu pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil memancing rasa ingin tahu dan empati murid terhadap peristiwa dalam Markus 10:13–16?
  • Seberapa dalam pemahaman murid tentang hubungan antara sikap Yesus dan nilai-nilai Kristiani (kasih, keadilan, penerimaan)? Adakah miskonsepsi yang perlu saya tindaklanjuti di pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan cukup membantu murid yang membutuhkan dukungan tambahan maupun murid yang sudah cepat memahami?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang sikap Yesus dalam Markus 10:13–16 adalah …
  • Dari nilai kasih, keadilan, dan penerimaan yang Yesus tunjukkan, mana yang menurutmu paling sulit untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari? Mengapa?
  • Adakah momen di sekolah atau di rumah di mana kamu bisa menunjukkan salah satu nilai Kristiani yang sudah kamu pelajari hari ini? Ceritakan secara singkat.

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (Markus 10:13–16) — teks utama pembelajaran
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Penulis: Novy Amelia Elisabeth Sine, Kemdikbudristek 2022) — Pelajaran 8, Tabel 8.1
  3. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Penulis: Novy Amelia Elisabeth Sine, Kemdikbudristek 2022) — Pelajaran 8
  4. Gambar/ilustrasi adegan Markus 10:13–16 (dapat diunduh dari sumber Kristen terpercaya atau disiapkan guru)
  5. Kartu nilai Kristiani (Kasih / Keadilan / Penerimaan) — dibuat guru, dicetak atau ditulis di kertas karton
  6. Sticky-note atau kertas kecil untuk aktivitas penempelan nilai
  7. Lembar Tanya-Jawab (adaptasi Tabel 8.1 Buku Siswa) — digandakan sesuai jumlah kelompok
  8. Papan tulis atau papan tempel untuk menampilkan kartu nilai dan hasil diskusi kelas

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.