Modul AjarPertemuan 1Bab 8Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6: Mengenal Arti dan Bentuk-Bentuk Diskriminasi

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Mengenal Arti dan Bentuk-Bentuk Diskriminasi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6: Mengenal Arti dan Bentuk-Bentuk Diskriminasi

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 8 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Mengenal Arti dan Bentuk-Bentuk Diskriminasi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMengenal Arti dan Bentuk-Bentuk Diskriminasi
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan arti diskriminasi berdasarkan KBBI dan nilai-nilai Kristiani dengan kalimat sendiri.
  2. Murid dapat menyebutkan minimal tiga bentuk diskriminasi yang terjadi di Indonesia (agama, suku, ras, jenis kelamin, dan sebagainya) berdasarkan pengamatan dan bacaan.
  3. Murid dapat menjelaskan bahwa tindakan diskriminatif bertentangan dengan kehendak Allah yang mengasihi semua manusia ciptaan-Nya tanpa terkecuali.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat atau merasakan seseorang diperlakukan berbeda hanya karena ia berbeda suku, agama, atau warna kulitnya? Bagaimana perasaan kalian saat itu?
  2. Menurut kalian, apakah Allah senang jika kita membeda-bedakan orang lain? Mengapa?
  3. Jika semua manusia diciptakan oleh Allah, mengapa masih ada orang yang merendahkan orang lain yang berbeda darinya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama untuk membuka pembelajaran.
  • Guru memeriksa kehadiran dan mengkondisikan murid agar siap belajar.
  • Asesmen awal: Guru mengajukan pertanyaan diagnostik singkat secara lisan — 'Pernahkah kalian mendengar kata diskriminasi? Apa yang kalian bayangkan ketika mendengar kata itu?' — dan menampung jawaban murid tanpa mengoreksi, sekadar memetakan pemahaman awal.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan mengenal arti diskriminasi, mengenali berbagai bentuknya di Indonesia, dan memahami bahwa tindakan diskriminatif bertentangan dengan kehendak Allah.
  • Guru menyanyikan lagu 'Satukan Kami, Ya Tuhan' (PKJ 106) bersama murid sebanyak dua kali sebagai pembuka suasana yang hangat dan kontekstual dengan topik.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian melihat seseorang ditertawakan karena warna kulitnya berbeda atau agamanya berbeda? Bagaimana perasaan kalian saat itu?' untuk memancing rasa ingin tahu dan keterlibatan emosional murid.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan cerita pembuka dari Buku Siswa hlm. 100–102 tentang berbagai contoh perbedaan di antara manusia ciptaan Allah (suku, bahasa, warna kulit, agama) dan menampilkan Gambar 8.1 'Indahnya Keberagaman' sebagai stimulus visual. (Berkesadaran)
  • Guru menuliskan kata 'DISKRIMINASI' di papan tulis dan meminta murid mengamatinya sejenak, lalu bertanya: 'Apa arti kata ini menurut kalian?' — murid diminta menjawab secara bergantian secara lisan. (Berkesadaran)
  • Guru menjelaskan definisi diskriminasi berdasarkan KBBI: pembedaan perlakuan terhadap sesama warga negara (berdasarkan warna kulit, golongan, suku, ekonomi, agama, dan sebagainya). Guru menuliskan definisi ringkas di papan tulis.
  • Guru memperkaya definisi dengan nilai Kristiani: bahwa Allah menciptakan semua manusia setara dan berharga di hadapan-Nya (Kejadian 1:27), sehingga mendiskriminasi sesama berarti menolak ciptaan Allah sendiri. (Bermakna)
  • Guru membacakan Markus 10:13–16 dan meminta murid mendengarkan dengan tenang, lalu bertanya: 'Siapa yang didiskriminasi dalam cerita ini? Apa tindakan Yesus?' untuk mengaitkan teks Alkitab langsung dengan konsep diskriminasi. (Berkesadaran)
  • Guru menjelaskan beberapa bentuk diskriminasi yang terjadi di Indonesia: diskriminasi agama, suku/ras, jenis kelamin, kondisi ekonomi, dan disabilitas — menggunakan contoh nyata yang sederhana dan dekat dengan kehidupan murid kelas 6 (contoh: teman dirundung karena memakai kruk, seseorang dipersulit karena miskin, dst.).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (3–4 orang) dan membagikan Lembar Kegiatan 1 (LK-1) berisi dua pertanyaan: (1) Apa arti diskriminasi menurut kelompok kalian? dan (2) Sebutkan minimal tiga bentuk diskriminasi yang pernah kalian saksikan atau baca, beserta contoh nyatanya. (Bermakna)
  • Murid berdiskusi dalam kelompok selama ± 10 menit, menuliskan jawaban di LK-1. Guru berkeliling memantau, memberikan pertanyaan pendorong seperti 'Apakah kalian pernah melihat hal seperti ini di sekitar kalian?' tanpa langsung memberi jawaban. (Bermakna)
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi secara singkat (1–2 menit per kelompok). Kelompok lain diminta menyimak dan boleh menambahkan contoh yang belum disebutkan. (Menggembirakan)
  • Guru memandu diskusi kelas: merangkum berbagai bentuk diskriminasi yang disebutkan murid dan mengonfirmasi kebenaran serta menambahkan yang terlewat.
  • Guru mengajak murid menghubungkan temuan diskusi dengan nilai Kristiani: 'Dari contoh-contoh tadi, mengapa tindakan diskriminatif bertentangan dengan kasih Allah?' — murid diminta menjawab secara lisan. (Bermakna)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid kembali ke tempat duduk masing-masing dan membagikan Lembar Refleksi (LR-1) berisi dua pertanyaan pribadi: (1) Pernahkah saya — tanpa sadar — bersikap diskriminatif kepada seseorang? dan (2) Apa yang ingin saya ubah dari sikap saya setelah pelajaran ini? (Berkesadaran)
  • Murid mengisi LR-1 secara mandiri dan jujur selama ± 5 menit. Guru menegaskan bahwa jawaban ini bersifat pribadi dan tidak akan dinilai benar-salah, melainkan sebagai bahan perenungan diri. (Berkesadaran)
  • Guru memandu murid untuk merumuskan satu kalimat komitmen pribadi: 'Mulai hari ini, saya berkomitmen untuk …' dan menuliskannya di bagian bawah LR-1. (Bermakna)
  • Guru mempersilakan 2–3 murid yang bersedia membacakan komitmennya di depan kelas sebagai peneguhan bersama.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: diskriminasi adalah perlakuan tidak adil berdasarkan perbedaan tertentu; ada berbagai bentuknya di Indonesia; dan tindakan ini bertentangan dengan kasih Allah kepada semua manusia ciptaan-Nya.
  • Asesmen akhir: Guru membagikan lembar asesmen tertulis singkat (3 soal esai pendek) — murid menjawab secara mandiri selama ± 7 menit, lalu dikumpulkan.
  • Guru memberikan umpan balik umum atas jalannya diskusi kelompok: mengapresiasi partisipasi murid dan menunjukkan poin-poin penting yang muncul dari diskusi.
  • Guru menyampaikan kaitan topik hari ini dengan pertemuan berikutnya: 'Setelah kita mengenal apa itu diskriminasi, kita akan belajar bagaimana sikap Kristiani dalam merespons diskriminasi di sekitar kita.'
  • Guru mengajak murid menutup pelajaran dengan doa bersama, mendoakan agar Allah menolong mereka untuk mengasihi semua orang tanpa membeda-bedakan.
  • Guru mengucapkan salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan dukungan tambahan diberikan kartu kosakata bergambar yang memuat definisi diskriminasi dan contoh visual bentuk-bentuk diskriminasi, sehingga mereka dapat memahami konsep tanpa bergantung penuh pada teks.
  • Proses: Murid yang sudah cepat memahami konsep diberikan pertanyaan tantangan tambahan: 'Temukan satu contoh diskriminasi dari berita atau kejadian nyata di Indonesia dan jelaskan mengapa itu termasuk diskriminasi.' Murid yang masih kesulitan dapat mengerjakan LK-1 bersama guru atau teman sebaya yang lebih siap.
  • Produk: Murid yang sudah cepat dapat menuangkan pemahaman mereka dalam bentuk bagan atau diagram sederhana (peta konsep) tentang jenis-jenis diskriminasi beserta contohnya. Murid lain cukup menjawab pertanyaan tertulis di LK-1 secara narasi singkat.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik di Pendahuluan: 'Pernahkah kalian mendengar kata diskriminasi? Apa yang kalian bayangkan ketika mendengar kata itu?' — guru mencatat secara informal pemahaman awal murid untuk menyesuaikan kedalaman penjelasan selama pembelajaran.

Proses:

  • Observasi aktif selama diskusi kelompok (LK-1): guru memantau keterlibatan, kemampuan memberikan contoh konkret, dan kualitas argumen tiap kelompok.
  • Penilaian presentasi kelompok menggunakan catatan anekdot: apakah murid mampu mengaitkan konsep diskriminasi dengan pengalaman nyata dan nilai Kristiani.
  • Cek pemahaman lisan berbasis pertanyaan: 'Mengapa tindakan diskriminatif bertentangan dengan kasih Allah?' — diajukan secara acak kepada beberapa murid selama tahap Mengaplikasi.

Akhir:

  • Lembar asesmen tertulis 3 soal esai pendek yang dikerjakan secara mandiri di akhir pertemuan, dinilai menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) berdasarkan tiga aspek: (1) ketepatan definisi diskriminasi, (2) kelengkapan dan kejelasan bentuk-bentuk diskriminasi, dan (3) kemampuan mengaitkan diskriminasi dengan kehendak Allah.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid selama diskusi kelompok (LK-1): apakah murid mampu menyebutkan dan menjelaskan bentuk-bentuk diskriminasi.
  • Penilaian lisan saat presentasi kelompok: ketepatan definisi diskriminasi dan kesesuaian contoh yang diberikan.
  • Pengamatan kualitas refleksi diri murid di LR-1: kedalaman kesadaran dan ketulusan komitmen yang dituliskan.

Sumatif:

  • Lembar asesmen tertulis 3 soal esai pendek di akhir pertemuan: (1) Jelaskan arti diskriminasi dengan kalimatmu sendiri! (2) Sebutkan dan jelaskan minimal tiga bentuk diskriminasi yang terjadi di Indonesia! (3) Mengapa tindakan diskriminatif bertentangan dengan kehendak Allah? Jelaskan!

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan arti diskriminasi (TP 6.8.1.1)Murid tidak dapat menjelaskan arti diskriminasi atau penjelasannya tidak relevan sama sekali.Murid menyebutkan arti diskriminasi secara sangat terbatas (hanya satu kata/frasa) dan belum menggunakan kalimat sendiri.Murid menjelaskan arti diskriminasi dengan kalimat sendiri dan cukup tepat, namun belum mengaitkan dengan nilai Kristiani.Murid menjelaskan arti diskriminasi dengan kalimat sendiri secara tepat berdasarkan KBBI dan mengaitkannya dengan nilai Kristiani bahwa semua manusia setara di hadapan Allah.
Menyebutkan bentuk-bentuk diskriminasi (TP 6.8.1.2)Murid tidak dapat menyebutkan satu pun bentuk diskriminasi yang terjadi di Indonesia.Murid menyebutkan satu atau dua bentuk diskriminasi tanpa disertai contoh konkret.Murid menyebutkan minimal tiga bentuk diskriminasi disertai contoh konkret yang relevan.Murid menyebutkan minimal tiga bentuk diskriminasi disertai contoh konkret yang relevan dan mampu menjelaskan dampaknya bagi korban atau masyarakat.
Mengaitkan diskriminasi dengan kehendak Allah (TP 6.8.1.3)Murid tidak dapat menjelaskan kaitan antara diskriminasi dan kehendak Allah.Murid menyebutkan bahwa diskriminasi itu salah, tetapi belum mampu mengaitkannya dengan kasih Allah atau ajaran Alkitab.Murid menjelaskan bahwa diskriminasi bertentangan dengan kehendak Allah karena Allah mengasihi semua manusia, dengan mengacu pada satu referensi Alkitab atau nilai Kristiani.Murid menjelaskan secara runtut bahwa diskriminasi bertentangan dengan kehendak Allah yang menciptakan dan mengasihi semua manusia tanpa terkecuali, didukung referensi Alkitab yang tepat (misalnya Markus 10:13–16 atau Kejadian 1:27), dan menyertakan implikasi sikap Kristiani yang seharusnya.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid terlibat aktif dalam diskusi kelompok hari ini? Murid mana yang perlu lebih didorong untuk berpartisipasi?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang diajukan berhasil memancing rasa ingin tahu dan keterlibatan emosional murid secara efektif?
  • Apakah alokasi waktu tiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang perlu disesuaikan di pertemuan berikutnya?
  • Apakah murid mampu mengaitkan konsep diskriminasi dengan nilai Kristiani secara bermakna, atau masih perlu penguatan lebih dalam?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal baru yang paling berkesan yang kamu pelajari hari ini tentang diskriminasi?
  • Pernahkah kamu — tanpa sadar — bersikap diskriminatif kepada seseorang? Apa yang ingin kamu ubah?
  • Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui bahwa diskriminasi bertentangan dengan kehendak Allah yang mengasihi semua manusia?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek, 2022) — Pelajaran 8, hlm. 100–105
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek, 2022) — Pelajaran 8, hlm. 135–145
  3. Alkitab: Markus 10:13–16 dan Kejadian 1:27
  4. Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ) No. 106 — 'Satukan Kami, Ya Tuhan'
  5. Lembar Kegiatan 1 (LK-1) — disiapkan guru: lembar diskusi kelompok berisi pertanyaan tentang definisi dan bentuk-bentuk diskriminasi
  6. Lembar Refleksi (LR-1) — disiapkan guru: lembar refleksi diri murid tentang pengalaman dan komitmen pribadi
  7. Lembar Asesmen Akhir — disiapkan guru: 3 soal esai pendek
  8. Kartu kosakata bergambar tentang diskriminasi — untuk diferensiasi murid yang memerlukan dukungan visual
  9. Papan tulis dan spidol/kapur untuk mencatat definisi dan hasil diskusi kelas

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.