Modul AjarBab 8Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6 Bab 8: Menolak Diskriminasi

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 6 untuk Bab 8 "Menolak Diskriminasi", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6 Bab 8: Menolak Diskriminasi

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 8

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Bab 8 — Menolak Diskriminasi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikBab 8 — Menolak Diskriminasi
Alokasi Waktu8 JP (8 x 35 menit = 280 menit)
Jumlah Pertemuan3
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 6.8.1 Menjelaskan perwujudan buah Roh dalam interaksi antar sesama untuk menolak perlakuan diskriminatif
  2. TP 6.8.2 Menerapkan nilai buah Roh dalam interaksi antar sesama tanpa membeda-bedakan latar belakang
  3. TP 6.8.3 Menelaah bentuk pelayanan Gereja terhadap sesama sebagai tanggung jawab orang beriman dalam kehidupan untuk mengatasi diskriminasi
  4. TP 6.8.4 Menunjukkan komitmen hidup rukun dan toleransi dalam masyarakat majemuk guna mencegah perlakuan diskriminatif

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana buah Roh memampukan kita mengasihi teman tanpa membeda-bedakan latar belakangnya?
  2. Sikap buah Roh apa yang paling nyata dapat kita tunjukkan ketika melihat teman diejek karena penampilannya?
  3. Bagaimana bentuk pelayanan Gereja yang dapat menjangkau dan merangkul semua orang tanpa membeda-bedakan latar belakang?
  4. Apa wujud nyata komitmen kita untuk hidup rukun dan mempraktikkan toleransi di tengah lingkungan masyarakat yang majemuk?
  5. Bagaimana buah Roh memampukan kita mengasihi dan menerima teman yang berbeda latar belakang tanpa membeda-bedakan?
  6. Mengapa pelayanan gereja harus terbuka bagi semua orang tanpa diskriminasi sebagai bentuk tanggung jawab orang beriman?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menjelaskan dan Menerapkan Buah Roh dalam Interaksi Antar Sesama untuk Menolak Perlakuan Diskriminatif — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.8.1 Menjelaskan perwujudan buah Roh dalam interaksi antar sesama untuk menolak perlakuan diskriminatif
  • TP 6.8.2 Menerapkan nilai buah Roh dalam interaksi antar sesama tanpa membeda-bedakan latar belakang

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan dengan menanyakan 2 pertanyaan diagnostik: (1) 'Sebutkan 3 dari 9 buah Roh menurut Galatia 5:22-23!' (acuan: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri) dan (2) 'Apa perwujudan kasih ketika ada teman yang berbeda suku diejek?' (acuan: membela/menemani dan tidak ikut mengejek) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyanyikan lagu Kidung Ceria 184 'Bermacam-macam Anak' bersama guru untuk membangun suasana gembira tentang keberagaman ciptaan Allah (5 menit).
  • Murid membaca bersama teks Markus 10:13-16 dan Galatia 5:22-23, lalu menyimak penjelasan guru bahwa buah Roh (khususnya kasih, kemurahan, kebaikan, dan penguasaan diri) adalah dasar utama orang percaya menolak perlakuan diskriminatif terhadap sesama ciptaan Tuhan (15 menit).
  • Murid secara berpasangan mengerjakan lembar telaah konsep: menjelaskan perwujudan 4 nilai buah Roh dalam interaksi antar sesama untuk menolak diskriminasi: (1) Kasih (acuan: menerima dan berteman dengan siapa pun tanpa memandang latar belakang), (2) Kebaikan (acuan: menolong teman yang disudutkan atau diperlakukan tidak adil), (3) Kemurahan (acuan: berbagi dan bersikap ramah tanpa memilih-milih status ekonomi), (4) Penguasaan Diri (acuan: menahan diri agar tidak mengejek perbedaan fisik atau logat bahasa teman) (15 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Penerapan Kasus berpasangan yang memuat 4 skenario interaksi nyata: Skenario 1: Teman baru berlogat daerah ditertawakan saat bertanya di kelas; Skenario 2: Teman bertubuh pendek tidak diajak bermain basket; Skenario 3: Teman yang menggunakan alat bantu jalan kesulitan membawa tas; Skenario 4: Teman dari latar belakang ekonomi sederhana dijauhi saat jam istirahat (5 menit).
  • Setiap pasangan berdiskusi untuk menerapkan nilai buah Roh konkret pada keempat skenario tersebut dengan menuliskan tindakan interaksi nyata yang menolak diskriminasi (acuan tindakan: Skenario 1 = menerapkan penguasaan diri dan kasih dengan mendengarkan serta tidak ikut menertawakan; Skenario 2 = menerapkan kebaikan dan kasih dengan mengajaknya bermain bersama; Skenario 3 = menerapkan kemurahan dan kebaikan dengan membantunya membawakan tas; Skenario 4 = menerapkan kasih dan kebaikan dengan mengajaknya duduk dan berbagi makan siang bersama) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid dan guru memeriksa bersama hasil penerapan pada keempat skenario; murid mengonfirmasi ketepatan tindakan penerapan buah Roh yang menolak perlakuan diskriminatif (15 menit).
  • Murid menuliskan refleksi pribadi berkesadaran di buku catatan mengenai 1 komitmen tindakan buah Roh yang akan diterapkannya hari ini kepada sesama di lingkungan sekolah tanpa membeda-bedakan latar belakang (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik atas ketepatan penjelasan dan penerapan nilai buah Roh yang telah dilakukan murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan topik pembelajaran untuk pertemuan berikutnya (pelayanan gereja terhadap sesama guna mencegah diskriminasi) dan menutup pelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang butuh bimbingan diberikan kartu panduan kata kunci daftar 9 buah Roh beserta artinya, sedangkan murid yang cepat diberikan 4 skenario dengan variasi latar belakang sosial-budaya yang lebih kompleks.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru secara terarah saat menganalisis skenario 1 dan 2, sedangkan murid yang mahir bekerja mandiri menyelesaikan seluruh skenario.
  • Produk: Tindakan penerapan buah Roh pada lembar kerja dapat dituliskan dalam bentuk poin tindakan konkret maupun narasi singkat penyelesaian situasi diskriminatif.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik: (1) 'Sebutkan minimal 3 dari 9 buah Roh menurut Galatia 5:22-23!' (acuan jawaban: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri).
  • Pertanyaan lisan diagnostik: (2) 'Bagaimana perwujudan kasih ketika melihat teman berbeda suku diejek?' (kriteria penerimaan: jawaban menyebutkan tindakan membela, menemani, atau menegur pengejek, serta tidak ikut melakukan ejekan).

Proses:

  • Observasi keterlibatan diskusi dan ketepatan penjelasan 4 perwujudan buah Roh (kasih, kebaikan, kemurahan, penguasaan diri) pada lembar telaah konsep.
  • Pemeriksaan ketepatan tindakan penerapan nilai buah Roh pada 4 skenario diskriminasi (acuan: Skenario 1 = tidak menertawakan & mendengarkan; Skenario 2 = mengajak bermain; Skenario 3 = membantu membawa tas; Skenario 4 = mengajak duduk dan berbagi bersama).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat (refleksi penerapan): Murid menuliskan 1 nilai buah Roh pilihan dan 1 tindakan nyata interaksi tanpa diskriminasi yang akan dilakukan hari ini (kriteria penerimaan: menyebutkan salah satu dari 9 buah Roh dan menuliskan tindakan interaksi konkret tanpa membedakan teman berdasarkan fisik, suku, atau ekonomi).

Formatif:

  • Penilaian lisan asesmen awal tentang pengenalan buah Roh dan contoh sikap kasih.
  • Penilaian kinerja berpasangan pada lembar telaah konsep perwujudan buah Roh (TP 6.8.1).
  • Penilaian kinerja penyelesaian lembar skenario penerapan buah Roh tanpa membedakan latar belakang (TP 6.8.2).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan perwujudan buah Roh untuk menolak diskriminasi (TP 6.8.1)Belum mampu menjelaskan perwujudan buah Roh (0-1 nilai dijelaskan tepat sesuai acuan 4 nilai: kasih, kebaikan, kemurahan, penguasaan diri).Menjelaskan tepat 2 dari 4 perwujudan nilai buah Roh untuk menolak diskriminasi sesuai acuan dengan bimbingan guru.Menjelaskan tepat 3 dari 4 perwujudan nilai buah Roh untuk menolak diskriminasi sesuai acuan secara mandiri.Menjelaskan seluruh 4 perwujudan nilai buah Roh (kasih, kebaikan, kemurahan, penguasaan diri) untuk menolak perlakuan diskriminatif secara tepat dan lengkap sesuai acuan tanpa bantuan.
Menerapkan nilai buah Roh dalam interaksi tanpa membeda-bedakan latar belakang (TP 6.8.2)Belum mampu menerapkan tindakan buah Roh yang relevan pada skenario diskriminasi (hanya 0-1 skenario dijawab tepat).Menerapkan tindakan buah Roh secara tepat pada 2 dari 4 skenario interaksi diskriminatif sesuai acuan tindakan.Menerapkan tindakan buah Roh secara tepat pada 3 dari 4 skenario interaksi diskriminatif sesuai acuan tindakan.Menerapkan tindakan buah Roh secara tepat pada seluruh 4 skenario interaksi diskriminatif (logat daerah, fisik, alat bantu jalan, ekonomi) tanpa membeda-bedakan latar belakang sesuai acuan tindakan secara konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat menghubungkan konsep buah Roh secara konkret dengan tindakan menolak perilaku diskriminatif?
  • Apakah seluruh murid berpartisipasi aktif dalam memecahkan skenario penerapan nilai buah Roh secara berpasangan?

Murid:

  • Nilai buah Roh apa yang paling menantang untuk saya praktikkan saat berinteraksi dengan teman yang berbeda denganku?
  • Bagaimana perasaan saya setelah memahami bahwa Tuhan Yesus menerima semua orang tanpa membeda-bedakan latar belakang?

Pertemuan 2 — Menelaah Pelayanan Gereja terhadap Sesama dan Menunjukkan Komitmen Hidup Rukun serta Toleransi guna Mencegah Diskriminasi — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.8.3 Menelaah bentuk pelayanan Gereja terhadap sesama sebagai tanggung jawab orang beriman dalam kehidupan untuk mengatasi diskriminasi
  • TP 6.8.4 Menunjukkan komitmen hidup rukun dan toleransi dalam masyarakat majemuk guna mencegah perlakuan diskriminatif

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru bersama murid menyanyikan lagu bertema persatuan 'Satukan Kami, Ya Tuhan' (PKJ 106) untuk membangun suasana belajar yang bersahabat (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini mengenai menelaah pelayanan Gereja dan menunjukkan komitmen hidup rukun serta toleransi guna mencegah diskriminasi (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak paparan guru mengenai pelayanan Gereja di tengah masyarakat majemuk sebagai tanggung jawab orang beriman berdasarkan Markus 10:13–16, di mana Yesus menyambut semua orang tanpa diskriminasi (7 menit).
  • Dalam permainan tebak peran 'Detektif Pelayanan', secara berpasangan murid menelaah 3 skenario pelayanan Gereja untuk menentukan apakah tindakan tersebut mengatasi diskriminasi atau tidak: Skenario 1: 'Gereja membuka posko bantuan banjir untuk semua warga kampung tanpa memandang agama atau suku' (acuan: mengatasi diskriminasi karena melayani semua orang tanpa pembedaan); Skenario 2: 'Gereja mengadakan bakti sosial pengobatan gratis hanya bagi warga dari kelompok suku tertentu' (acuan: belum mengatasi diskriminasi/masih diskriminatif karena membatasi berdasarkan latar belakang suku); Skenario 3: 'Remaja gereja mengajak pemuda lintas agama membersihkan balai RW bersama-sama secara setara' (acuan: mengatasi diskriminasi karena menjalin kerja sama rukun dan toleran tanpa membedakan keyakinan) (13 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Secara berpasangan, murid menelaah lembar telaah bentuk pelayanan Gereja untuk memilih 3 tindakan pelayanan nyata yang tepat dalam mengatasi diskriminasi dari daftar acuan: (1) Menyelenggarakan program beasiswa bagi anak tidak mampu tanpa membedakan asal daerah; (2) Membuka dapur umum bencana untuk semua golongan masyarakat; (3) Mengadakan dialog persahabatan antarwarga majemuk (pengalih: (a) Membatasi pelayanan doa hanya untuk anggota keluarga sendiri; (b) Menolak tetangga berbeda keyakinan yang membutuhkan pertolongan) (12 menit).
  • Secara mandiri, murid menuliskan wujud komitmen hidup rukun dan toleransi guna mencegah perlakuan diskriminatif pada 'Kartu Komitmen Toleransi' yang memuat minimal 2 tindakan nyata: satu tindakan di lingkungan sekolah (misalnya berteman tanpa mengejek logat atau suku kawan) dan satu tindakan di lingkungan masyarakat (misalnya menghormati tetangga yang sedang beribadah atau merayakan hari rayanya) (13 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid menempelkan 'Kartu Komitmen Toleransi' pada papan displai kelas dan membacakan salah satu komitmen hidup rukun yang telah ditulisnya dengan penuh kesadaran diri (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa panggilan pelayanan Gereja adalah merangkul semua sesama tanpa diskriminasi serta mengajak setiap murid memegang teguh komitmen hidup rukun dan toleransi (3 menit).
  • Guru memberikan penguatan atas komitmen yang telah dibuat murid, menginformasikan bahwa pada pertemuan berikutnya akan dilaksanakan asesmen sumatif bab, lalu menutup kegiatan dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan, disediakan daftar pilihan kata kunci contoh pelayanan Gereja inklusif dan contoh toleransi; untuk murid yang siap tantangan lebih, diberikan skenario kasus kemajemukan yang lebih kompleks untuk ditelaah akar masalah diskriminasinya.
  • Proses: Murid yang membutuhkan pendampingan menelaah skenario dengan panduan pertanyaan arahan dari guru, sedangkan murid yang mandiri menelaah langsung secara analitis.
  • Produk: Komitmen hidup rukun dan toleransi dapat diungkapkan dalam bentuk kalimat ikrar tertulis 2 poin atau disertai slogan singkat anti-diskriminasi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik kesiapan: Pertanyaan lisan untuk memetakan pemahaman awal murid: 'Sebutkan 1 contoh kegiatan Gereja yang melayani orang lain di luar anggota jemaatnya sendiri tanpa membeda-bedakan!' (kriteria penerimaan: murid menyebutkan contoh nyata seperti pembagian sembako bencana alam untuk semua warga, kerja bakti lingkungan bersama warga RT, atau pengobatan gratis untuk umum).

Proses:

  • Observasi ketepatan murid dalam menelaah 3 skenario pelayanan Gereja pada lembar kerja saat kegiatan inti (acuan: Skenario 1 = tepat/mengatasi diskriminasi; Skenario 2 = diskriminatif/tidak tepat; Skenario 3 = tepat/mengatasi diskriminasi).
  • Pemeriksaan kejelasan isi 'Kartu Komitmen Toleransi' yang memuat minimal 2 wujud tindakan hidup rukun dan toleransi konkret guna mencegah diskriminasi (1 di sekolah, 1 di masyarakat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat di akhir sesi: Murid menjawab secara tertulis pada secarik kertas tiket keluar (exit ticket): 'Mengapa Gereja harus melayani sesama tanpa membedakan latar belakang mereka?' (acuan jawaban: karena Kristus mengasihi semua manusia secara setara, sehingga orang beriman bertanggung jawab melayani semua sesama dan menolak perlakuan diskriminatif).

Formatif:

  • Penilaian proses lembar telaah bentuk pelayanan Gereja terhadap sesama dalam mengatasi diskriminasi
  • Penilaian 'Kartu Komitmen Toleransi' (wujud komitmen hidup rukun dan toleransi dalam masyarakat majemuk)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menelaah bentuk pelayanan Gereja terhadap sesama untuk mengatasi diskriminasi (TP 6.8.3)Belum mampu menentukan bentuk pelayanan Gereja yang mengatasi diskriminasi dan yang diskriminatif dari 3 skenario yang diberikan.Mampu menelaah dan menentukan dengan tepat 1 dari 3 skenario bentuk pelayanan Gereja sesuai acuan kunci.Mampu menelaah dan menentukan dengan tepat 2 dari 3 skenario bentuk pelayanan Gereja sesuai acuan kunci.Mampu menelaah dan menentukan dengan tepat seluruh 3 skenario bentuk pelayanan Gereja serta membedakannya dari opsi pengalih secara tepat sesuai acuan kunci.
Menunjukkan komitmen hidup rukun dan toleransi guna mencegah diskriminasi (TP 6.8.4)Belum mampu menuliskan wujud komitmen hidup rukun atau toleransi yang dapat mencegah diskriminasi.Menuliskan 1 wujud komitmen hidup rukun atau toleransi tetapi masih sangat umum atau belum menyentuh pencegahan diskriminasi.Menuliskan dengan jelas minimal 2 wujud komitmen hidup rukun dan toleransi yang operasional (1 di sekolah dan 1 di masyarakat) guna mencegah diskriminasi.Menuliskan lebih dari 2 wujud komitmen hidup rukun dan toleransi yang sangat konkret, operasional, dan disertai langkah penerapannya di lingkungan majemuk.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas menelaah skenario pelayanan Gereja berhasil memantik kesadaran murid tentang pentingnya pelayanan inklusif tanpa diskriminasi?
  • Apakah komitmen hidup rukun yang dituliskan murid sudah bersifat realistis dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka?

Murid:

  • Pelayanan Gereja apa yang paling berkesan bagi saya dalam menolong sesama tanpa membeda-bedakan?
  • Apakah saya sudah bersungguh-sungguh berkomitmen untuk tidak membeda-bedakan teman yang berbeda agama, suku, atau budayanya?

Pertemuan 3 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.8.1 Menjelaskan perwujudan buah Roh dalam interaksi antar sesama untuk menolak perlakuan diskriminatif
  • TP 6.8.2 Menerapkan nilai buah Roh dalam interaksi antar sesama tanpa membeda-bedakan latar belakang
  • TP 6.8.3 Menelaah bentuk pelayanan Gereja terhadap sesama sebagai tanggung jawab orang beriman dalam kehidupan untuk mengatasi diskriminasi
  • TP 6.8.4 Menunjukkan komitmen hidup rukun dan toleransi dalam masyarakat majemuk guna mencegah perlakuan diskriminatif

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan sesi asesmen sumatif bab untuk mengukur pemahaman dan penerapan nilai-nilai Kristiani dalam menolak diskriminasi serta komitmen hidup rukun (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai tata cara pengerjaan berkas Asesmen Sumatif Bab Menolak Diskriminasi yang terdiri atas 2 bagian: Bagian I (tes tertulis uraian dan analisis kasus pelayanan gereja) serta Bagian II (lembar penilaian diri dan teks ikrar komitmen hidup rukun) (8 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid secara mandiri dan serentak mengerjakan Tugas Bagian I: Soal Uraian dan Analisis Kasus (durasi 50 menit). Soal Uraian: (1) Jelaskan wujud nyata buah Roh kasih, damai sejahtera, dan kebaikan dalam bergaul untuk menolak tindakan diskriminasi terhadap teman yang berbeda suku atau fisik! (Acuan: menguraikan wujud kasih berupa menerima tanpa mengejek, damai sejahtera berupa menciptakan kerukunan tanpa memusuhi, kebaikan berupa menolong teman tanpa pilih kasih). Soal Analisis Kasus: Bacalah teks studi kasus: 'Gereja Kasih Karunia mengadakan posko bantuan sembako dan pengobatan gratis di desa yang terdampak bencana alam. Namun, panitia memprioritaskan hanya warga yang seiman, sementara warga berbeda keyakinan diminta mengantre belakangan atau dialihkan.' Lakukan telaah kritis: (a) Apakah tindakan panitia tersebut mencerminkan tanggung jawab orang beriman dalam mengatasi diskriminasi? Jelaskan alasannya! (Acuan: Tidak mencerminkan, karena pelayanan Kristiani meneladani Yesus yang menolong semua orang tanpa membedakan latar belakang agama/golongan); (b) Berikan telaah usulan tindakan pelayanan gereja yang inklusif dan adil untuk mengatasi diskriminasi dalam kasus tersebut! (Acuan: membagikan bantuan berdasarkan tingkat kebutuhan warga tanpa membedakan agama/suku/golongan) (50 menit).
  • Murid secara mandiri dan serentak mengerjakan Tugas Bagian II: Lembar Penilaian Diri dan Penulisan Lembar Komitmen (durasi 30 menit). Lembar Penilaian Diri (menerapkan buah Roh tanpa membedakan): Murid menilai diri secara jujur pada 3 pernyataan penerapan: (1) Menyapa dan berteman dengan siapa saja tanpa memandang latar belakang suku/agama/kondisi fisik; (2) Membela teman yang diejek karena perbedaannya; (3) Berbagi makanan/alat tulis dengan adil. Lembar Komitmen Hidup Rukun: Murid menuliskan teks ikrar komitmen pribadi minimal 3 kalimat yang memuat tekad menjaga kerukunan, sikap toleransi dalam masyarakat majemuk, dan janji menolak perlakuan diskriminatif di lingkungan sekolah maupun masyarakat (Acuan penerimaan: teks memuat tindakan konkret menjaga kerukunan, sikap toleran antarumat berbeda, dan penolakan tegas terhadap diskriminasi) (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengumpulkan seluruh berkas asesmen sumatif individual, lalu melakukan hening sejenak untuk merefleksikan kejujuran dan kemandirian selama pengerjaan asesmen sebagai wujud tanggung jawab iman Kristen (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas ketertiban dan kejujuran seluruh murid selama pelaksanaan asesmen sumatif bab (3 menit).
  • Guru merangkum pembelajaran Bab 8 tentang pentingnya mempraktikkan buah Roh, mendukung pelayanan gereja yang inklusif, dan berkomitmen hidup rukun tanpa diskriminasi, kemudian menutup pembelajaran dengan doa penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Memberikan format lembar asesmen dengan spasi lebih longgar atau ukuran font lebih besar bagi murid yang membutuhkan akomodasi penglihatan tanpa mengubah substansi soal.
  • Proses: Memberikan pendampingan pembacaan petunjuk soal bagi murid yang mengalami hambatan kelancaran membaca mandiri tanpa memberi tahu kunci jawaban.
  • Produk: Semua murid menghasilkan berkas asesmen sumatif individual dengan standar bukti dan rubrik penilaian yang setara.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • Tes tertulis uraian, analisis kasus pelayanan, lembar penilaian diri, dan penulisan lembar komitmen: Berkas asesmen sumatif individual yang memuat penjelasan buah Roh penolak diskriminasi, analisis tertulis pelayanan gereja inklusif, lembar penilaian diri penerapan kasih tanpa membedakan teman, serta teks ikrar komitmen hidup rukun dalam masyarakat majemuk
  • Tes tertulis uraian dan tugas analisis kasus: Lembar jawaban uraian yang dikerjakan serentak oleh setiap murid secara individual, memuat penjelasan perwujudan buah Roh dalam interaksi sosial untuk menolak diskriminasi serta telaah kritis terhadap contoh program pelayanan gereja yang adil dan tidak membeda-bedakan latar belakang sesama (55 menit; individual; instrumen: Rubrik penilaian jawaban uraian dan analisis kasus)
  • Penilaian diri dan penulisan produk komitmen: Lembar penilaian diri mengenai praktik penerapan buah Roh dalam bergaul tanpa membedakan latar belakang teman, disertai teks pernyataan komitmen pribadi tertulis untuk menjaga kerukunan dan menolak diskriminasi di lingkungan majemuk yang dikerjakan serentak oleh tiap murid (50 menit; individual; instrumen: Rubrik penilaian diri dan lembar skala komitmen tertulis)

Sumatif:

  • Tes tertulis uraian, analisis kasus pelayanan, lembar penilaian diri, dan penulisan lembar komitmen: Berkas asesmen sumatif individual yang memuat penjelasan buah Roh penolak diskriminasi, analisis tertulis pelayanan gereja inklusif, lembar penilaian diri penerapan kasih tanpa membedakan teman, serta teks ikrar komitmen hidup rukun dalam masyarakat majemuk
  • Tes tertulis uraian dan tugas analisis kasus: Lembar jawaban uraian yang dikerjakan serentak oleh setiap murid secara individual, memuat penjelasan perwujudan buah Roh dalam interaksi sosial untuk menolak diskriminasi serta telaah kritis terhadap contoh program pelayanan gereja yang adil dan tidak membeda-bedakan latar belakang sesama (55 menit; individual; instrumen: Rubrik penilaian jawaban uraian dan analisis kasus)
  • Penilaian diri dan penulisan produk komitmen: Lembar penilaian diri mengenai praktik penerapan buah Roh dalam bergaul tanpa membedakan latar belakang teman, disertai teks pernyataan komitmen pribadi tertulis untuk menjaga kerukunan dan menolak diskriminasi di lingkungan majemuk yang dikerjakan serentak oleh tiap murid (50 menit; individual; instrumen: Rubrik penilaian diri dan lembar skala komitmen tertulis)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan perwujudan buah Roh untuk menolak diskriminasi (TP 6.8.1)Belum mampu menjelaskan wujud buah Roh dalam menolak diskriminasi, atau penjelasan tidak sesuai dengan ketiga nilai buah Roh acuan (kasih, damai sejahtera, kebaikan).Menjelaskan wujud 1 dari 3 nilai buah Roh acuan (kasih, damai sejahtera, kebaikan) dalam bergaul untuk menolak perlakuan diskriminatif secara tepat.Menjelaskan wujud 2 dari 3 nilai buah Roh acuan (kasih, damai sejahtera, kebaikan) dalam bergaul untuk menolak perlakuan diskriminatif secara tepat.Menjelaskan wujud seluruh 3 nilai buah Roh acuan (kasih, damai sejahtera, kebaikan) dalam bergaul untuk menolak perlakuan diskriminatif secara lengkap, tepat, dan mandiri.
Menerapkan nilai buah Roh tanpa membeda-bedakan latar belakang (TP 6.8.2)Belum menunjukkan bukti penerapan buah Roh dalam pergaulan pada lembar penilaian diri (0 indikator terlaksana).Menunjukkan bukti penerapan nilai buah Roh pada 1 dari 3 indikator interaksi tanpa membeda-bedakan latar belakang pada lembar penilaian diri.Menunjukkan bukti penerapan nilai buah Roh pada 2 dari 3 indikator interaksi tanpa membeda-bedakan latar belakang pada lembar penilaian diri.Menunjukkan bukti penerapan nilai buah Roh secara konsisten pada seluruh 3 indikator interaksi tanpa membeda-bedakan latar belakang pada lembar penilaian diri.
Menelaah bentuk pelayanan Gereja untuk mengatasi diskriminasi (TP 6.8.3)Belum mampu menelaah kasus pelayanan gereja dan usulan tindakan inklusif tidak sesuai acuan tanggung jawab orang beriman.Mampu menelaah ketidaksesuaian praktik pelayanan dalam studi kasus, namun belum mampu merumuskan usulan tindakan pelayanan yang adil/inklusif sesuai acuan.Mampu menelaah ketidaksesuaian pelayanan dalam kasus dan merumuskan usulan pelayanan inklusif secara tepat namun uraian alasannya belum lengkap.Mampu menelaah secara kritis ketidaksesuaian pelayanan dalam kasus serta merumuskan usulan pelayanan inklusif yang adil tanpa membeda-bedakan latar belakang secara mendalam, lengkap, dan mandiri.
Menunjukkan komitmen hidup rukun dan toleransi (TP 6.8.4)Teks ikrar belum memuat komitmen hidup rukun dan toleransi serta belum memenuhi kriteria panjang kalimat minimal.Teks ikrar memuat 1 dari 3 kriteria acuan (tekad menjaga kerukunan, sikap toleransi, atau penolakan diskriminasi) dengan kalimat yang runtut.Teks ikrar memuat 2 dari 3 kriteria acuan (tekad menjaga kerukunan, sikap toleransi, dan penolakan diskriminasi) dalam minimal 3 kalimat terstruktur.Teks ikrar menunjukkan komitmen kuat yang mencakup seluruh 3 kriteria acuan (tekad menjaga kerukunan, sikap toleransi masyarakat majemuk, dan penolakan tegas terhadap perlakuan diskriminatif) dalam minimal 3 kalimat yang jelas dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh instrumen asesmen sumatif bab dapat mengukur ketercapaian keempat Tujuan Pembelajaran secara objektif dan akurat?
  • Bagaimana kesiapan dan pemahaman murid dalam menelaah keterbukaan pelayanan gereja serta menerapkan buah Roh dalam kehidupan nyata berdasarkan hasil asesmen ini?

Murid:

  • Apakah aku sudah mengerjakan tugas uraian, analisis kasus, penilaian diri, dan ikrar komitmen dengan jujur dan sungguh-sungguh?
  • Bagaimana tekadku untuk mempraktikkan buah Roh dan hidup rukun bersama sesama yang berbeda tanpa membeda-bedakan mulai hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (Markus 10:13-16; Galatia 5:22-23)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek, 2022)
  3. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek, 2022)
  4. Buku Nyanyian Kidung Ceria No. 184 'Bermacam-macam Anak'
  5. Lembar Kerja Kasus Skenario Interaksi Antar Sesama
  6. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek 2022, Hal. 135–148)
  7. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek 2022, Hal. 99–110)
  8. Alkitab: Markus 10:13–16
  9. Buku Nyanyian Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ) 106 'Satukan Kami, Ya Tuhan'
  10. Lembar Skenario Telaah Pelayanan dan Format Kartu Komitmen Toleransi
  11. Alkitab (Markus 10:13–16; Galatia 5:22–23; Kisah Para Rasul 9:15)
  12. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek RI, 2022)
  13. Buku Panduan Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek RI, 2022)
  14. Lembar Asesmen Sumatif Bab 8 Individual (Soal Uraian, Kasus Pelayanan Gereja, Lembar Penilaian Diri, dan Lembar Ikrar Komitmen)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.