Modul AjarPertemuan 3Bab 7Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6: Dampak Pertobatan dalam Kehidupan Sehari-hari dan Tantangannya

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Dampak Pertobatan dalam Kehidupan Sehari-hari dan Tantangannya". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6: Dampak Pertobatan dalam Kehidupan Sehari-hari dan Tantangannya

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 7 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Dampak Pertobatan dalam Kehidupan Sehari-hari dan Tantangannya

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikDampak Pertobatan dalam Kehidupan Sehari-hari dan Tantangannya
Alokasi Waktu1x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menceritakan tantangan yang dihadapi ketika melakukan pertobatan dan dampak pertobatan bagi diri sendiri serta sesama.
  2. Murid dapat mensyukuri kesetiaan Allah yang terus-menerus memanggil manusia untuk bertobat dan hidup diperbarui.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian ingin berubah menjadi lebih baik tetapi merasa sulit melakukannya? Apa yang membuat kalian merasa sulit?
  2. Menurut kalian, apa yang terjadi dalam kehidupan seseorang setelah ia sungguh-sungguh bertobat?
  3. Mengapa Allah tidak pernah berhenti memanggil kita untuk kembali kepada-Nya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa bersama.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang masih ingat kisah pertobatan Saulus? Apa yang berubah dalam hidupnya setelah bertobat?' Guru mencatat jawaban murid secara singkat.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: memahami dampak pertobatan dan tantangan yang dihadapi ketika bertobat.
  • Guru menampilkan pertanyaan pemantik dan memberi waktu murid berpikir sejenak sebelum 2-3 murid menjawab secara lisan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan secara singkat bahwa pertobatan membawa dampak nyata: perubahan sikap, perkataan, dan perbuatan terhadap diri sendiri dan sesama (merujuk perubahan Saulus menjadi Paulus yang memberitakan Injil).
  • Guru menuliskan dua kolom di papan tulis: 'Dampak Pertobatan' dan 'Tantangan Pertobatan'. Guru memandu murid menyebutkan contoh-contoh untuk mengisi kedua kolom tersebut.
  • Guru menegaskan bahwa Allah setia memanggil manusia untuk bertobat (Kolose 3:17) dan membarui hidup manusia sesuai CP Allah Pembaru.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid bekerja berpasangan: masing-masing menceritakan satu pengalaman pribadi ketika ingin berubah menjadi lebih baik, tantangan yang dihadapi, dan dampak yang dirasakan setelah berusaha bertobat.
  • Pasangan saling mendengarkan dengan penuh perhatian dan memberikan satu kalimat dorongan atau dukungan kepada temannya.
  • Guru berkeliling memantau diskusi, memberikan umpan balik lisan, dan membantu murid yang kesulitan mengungkapkan pengalamannya.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak 2-3 pasangan berbagi ringkasan cerita mereka di depan kelas secara sukarela.
  • Guru memandu refleksi bersama: 'Apa yang kalian pelajari dari pengalaman teman kalian? Bagaimana perasaan kalian mengetahui bahwa Allah selalu memberi kesempatan untuk bertobat?'
  • Murid menuliskan satu kalimat syukur kepada Allah atas kesetiaan-Nya memanggil mereka untuk hidup diperbarui pada selembar kertas kecil.

Penutup:

  • Guru mengumpulkan kertas kalimat syukur murid sebagai asesmen akhir.
  • Guru menyimpulkan pelajaran: pertobatan membawa dampak positif bagi diri sendiri dan sesama, meskipun ada tantangan, Allah setia membarui hidup kita.
  • Guru memimpin doa penutup yang berisi ucapan syukur atas kesetiaan Allah dan permohonan kekuatan untuk terus hidup dalam pertobatan.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan bantuan tambahan diberikan kartu panduan berisi pertanyaan penuntun: 'Apa yang ingin kamu ubah? Apa yang membuatnya sulit? Apa yang berubah setelah kamu mencoba?' Murid cepat diminta menambahkan ayat Alkitab pendukung dalam ceritanya.
  • Proses: Murid yang belum percaya diri bercerita boleh menuliskan poin-poin ceritanya terlebih dahulu sebelum menyampaikan secara lisan kepada pasangannya. Murid cepat diminta menjadi pendengar aktif yang memberi pertanyaan lanjutan.
  • Produk: Murid yang memerlukan dukungan cukup menulis satu kalimat syukur sederhana. Murid cepat dapat menulis kalimat syukur disertai komitmen tindakan nyata yang akan dilakukan minggu ini.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan di pendahuluan: 'Apa yang berubah dalam hidup Saulus setelah bertobat?' untuk mengecek pemahaman awal murid tentang dampak pertobatan dari pertemuan sebelumnya.

Proses:

  • Observasi guru saat diskusi berpasangan: apakah murid mampu menceritakan tantangan dan dampak pertobatan dengan jelas.
  • Umpan balik lisan guru terhadap jawaban murid saat pengisian kolom 'Dampak' dan 'Tantangan' di papan tulis.

Akhir:

  • Murid menulis satu kalimat syukur kepada Allah atas kesetiaan-Nya memanggil manusia bertobat, dinilai menggunakan rubrik 4 level.

Formatif:

  • Observasi keterlibatan murid saat diskusi berpasangan (keaktifan bercerita dan mendengarkan).
  • Tanya jawab lisan selama tahap Memahami untuk mengecek pemahaman konsep dampak dan tantangan pertobatan.

Sumatif:

  • Tulisan kalimat syukur murid yang mencerminkan pemahaman tentang kesetiaan Allah dan dampak pertobatan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan menceritakan tantangan dan dampak pertobatan (TP 6.7.3.1)Murid belum mampu menyebutkan tantangan maupun dampak pertobatan.Murid menyebutkan satu tantangan atau satu dampak pertobatan secara sederhana tanpa penjelasan.Murid menceritakan tantangan dan dampak pertobatan bagi diri sendiri dengan penjelasan yang cukup jelas.Murid menceritakan tantangan dan dampak pertobatan bagi diri sendiri serta sesama dengan penjelasan yang rinci dan contoh nyata.
Ungkapan syukur atas kesetiaan Allah yang membarui hidup (TP 6.7.3.2)Murid belum menuliskan kalimat syukur atau tulisan tidak berkaitan dengan kesetiaan Allah.Murid menuliskan kalimat syukur singkat namun belum mengaitkan dengan kesetiaan Allah memanggil bertobat.Murid menuliskan kalimat syukur yang mengaitkan kesetiaan Allah dengan panggilan untuk bertobat dan hidup diperbarui.Murid menuliskan kalimat syukur yang mendalam, mengaitkan kesetiaan Allah dengan pengalaman pribadi, dan menyertakan komitmen tindakan nyata.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid mampu mengidentifikasi tantangan dan dampak pertobatan dalam kehidupan sehari-hari?
  • Apakah strategi diskusi berpasangan efektif membantu murid yang pendiam untuk mengungkapkan pengalamannya?
  • Aspek mana dari pembelajaran hari ini yang perlu diperbaiki untuk pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang aku pelajari hari ini tentang dampak bertobat?
  • Tantangan apa yang paling sulit bagiku ketika ingin berubah menjadi lebih baik?
  • Bagaimana perasaanku mengetahui bahwa Allah selalu setia memanggil aku untuk kembali kepada-Nya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek, 2022), Pelajaran 7: Aku Menyesal dan Bertobat.
  2. Alkitab (Kisah Para Rasul 9:1–19a; Kolose 3:17).
  3. Papan tulis dan spidol untuk kolom Dampak dan Tantangan.
  4. Kertas kecil untuk menulis kalimat syukur.
  5. Kartu panduan pertanyaan penuntun (untuk diferensiasi).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.