MODUL AJAR Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C) Topik: Bab 7 — Aku Menyesal dan Bertobat INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 6 |
|---|
| Topik | Bab 7 — Aku Menyesal dan Bertobat |
|---|
| Alokasi Waktu | 8 JP (8 x 35 menit = 280 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 3 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 6.7.1 Menjelaskan karya Allah yang membarui hidup manusia melalui pertobatan
- TP 6.7.2 Menganalisis keterbatasan manusia sebagai makhluk yang rentan melakukan kesalahan
- TP 6.7.3 Menunjukkan buah Roh dalam interaksi antar sesama setelah menyatakan penyesalan
- TP 6.7.4 Menceritakan karya penyelamatan manusia melalui Yesus Kristus yang menjadi dasar pembaruan hidup
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Mengapa manusia membutuhkan karya penyelamatan Yesus Kristus di kayu salib?
- Bagaimana karya Allah dapat membarui hidup seseorang yang sungguh-sungguh bertobat?
- Mengapa setiap orang, termasuk diri kita sendiri, bisa berbuat salah dan menyakiti teman?
- Setelah kita menyesal dan meminta maaf, tindakan nyata apa yang membuktikan hadirnya buah Roh dalam hubungan dengan sesama?
- Bagaimana pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib mendasari pembaruan hidup kita ketika bertobat?
- Mengapa kita sebagai manusia rentan berbuat salah dan memerlukan buah Roh dalam berhubungan dengan sesama?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menceritakan Karya Penyelamatan Manusia melalui Yesus Kristus serta Menjelaskan Pembaruan Hidup melalui Pertobatan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.7.1 Menjelaskan karya Allah yang membarui hidup manusia melalui pertobatan
- TP 6.7.4 Menceritakan karya penyelamatan manusia melalui Yesus Kristus yang menjadi dasar pembaruan hidup
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan: (1) Mengapa Yesus Kristus rela disalibkan bagi manusia? dan (2) Apa arti pembaruan hidup melalui pertobatan? (acuan jawaban: 1. Menyelamatkan manusia dari hukuman dosa dan memulihkan hubungan dengan Allah; 2. Perubahan dari pola hidup lama yang berdosa menuju hidup taat dan setia kepada Allah) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: menceritakan karya penyelamatan Yesus Kristus dan menjelaskan karya Allah yang membarui hidup melalui pertobatan (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dan membaca teks Alkitab Kisah Para Rasul 9:1–19a mengenai peristiwa Saulus yang dijumpai Yesus dalam perjalanan ke Damsyik hingga mengalami pertobatan (10 menit).
- Murid secara berpasangan mendiskusikan 2 konsep utama berdasarkan bacaan: (1) karya penyelamatan Yesus Kristus yang menjadi dasar pengampunan dosa, dan (2) karya Allah yang membarui hidup manusia dari orang yang menganiaya pengikut Kristus menjadi pemberita Injil (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Melalui aktivitas berpasangan yang menggembirakan 'Estafet Cerita Keselamatan', tiap murid bergantian menceritakan karya penyelamatan Yesus Kristus (pengorbanan di salib demi menebus dosa manusia) dan kisah pembaruan Saulus dengan saling melengkapi menggunakan panduan 3 kartu alur: (Kartu 1: Saulus sebelum bertobat membenci murid Yesus; Kartu 2: Yesus menampakkan diri dan menyelamatkan Saulus; Kartu 3: Saulus bertobat, dibaptis, dan hidupnya dibarui Allah menjadi rasul) (15 menit).
- Murid secara mandiri melengkapi Lembar Aktivitas untuk menjelaskan karya Allah yang membarui hidup melalui pertobatan dengan menjawab 3 butir: (1) Alasan manusia membutuhkan karya penyelamatan Yesus Kristus (Kunci: Karena manusia telah jatuh ke dalam dosa dan tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri dari maut); (2) Perubahan yang terjadi saat Allah membarui hidup seseorang melalui pertobatan (Kunci: Pola pikir dan perilaku lama yang berdosa ditinggalkan, berbalik menaati kehendak Allah); (3) Bukti pembaruan hidup pada tokoh Saulus setelah bertobat (Kunci: Berhenti menganiaya jemaat dan berbalik menjadi pemberita Injil Yesus Kristus) (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid merefleksikan makna karya penyelamatan Yesus dan kuasa Allah yang membarui hidup manusia bagi dirinya secara hening dan berkesadaran (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran bahwa Yesus Kristus telah menyelamatkan manusia dan Allah senantiasa membarui orang yang bertobat (4 menit).
- Guru memberikan umpan balik dan penguatan belajar, menyampaikan agenda pertemuan berikutnya (menganalisis keterbatasan manusia dan buah Roh), lalu menutup pertemuan dengan doa syukur bersama (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks ringkasan alur Kisah Para Rasul 9:1–19a dengan penanda poin penting, sedangkan murid yang mahir langsung merujuk pada teks Alkitab utuh.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi guru dengan pertanyaan penuntun bertahap saat menceritakan karya penyelamatan, sedangkan murid yang mahir menceritakan secara mandiri dan menguraikan keterkaitan karya salib dengan pertobatan.
- Produk: Pada penjelasan karya pembaruan Allah, murid yang membutuhkan bimbingan menuliskan poin kunci dengan bantuan kerangka kalimat rumpang, sedangkan murid yang mahir menuliskan penjelasan utuh dan mendalam.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: (1) Mengapa Yesus Kristus rela disalibkan bagi manusia? (acuan: menebus dosa manusia dan memulihkan relasi dengan Allah); (2) Apa arti pembaruan hidup melalui pertobatan? (acuan: berbalik dari perbuatan dosa menuju ketaatan kepada Allah). Murid yang belum mampu menjawab dibimbing secara khusus saat membaca teks Alkitab.
Proses:- Pengamatan saat murid menceritakan karya penyelamatan Yesus Kristus dalam 'Estafet Cerita Keselamatan' (acuan konten: memuat pengorbanan Yesus di salib, pembebasan manusia dari dosa, dan peristiwa perjumpaan Saulus dengan Yesus).
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri penjelasan karya pembaruan Allah (acuan kunci 3 butir: 1. Manusia berdosa butuh penebusan; 2. Meninggalkan dosa dan taat pada Allah; 3. Saulus menjadi pemberita Injil).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup dengan 2 pertanyaan acuan: 'Apa dasar utama manusia memperoleh pembaruan hidup?' (kunci: karya penyelamatan Yesus Kristus di kayu salib) dan 'Apa tanda seseorang mengalami karya pembaruan hidup dari Allah?' (kunci: bertobat dan meninggalkan perbuatan yang salah untuk taat kepada Tuhan).
Formatif:- Penilaian lisan asesmen awal tentang karya penyelamatan dan arti pembaruan hidup
- Observasi unjuk kerja menceritakan karya penyelamatan manusia melalui Yesus Kristus
- Penilaian tertulis lembar aktivitas menjelaskan karya Allah yang membarui hidup melalui pertobatan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan karya penyelamatan manusia melalui Yesus Kristus (TP 6.7.4) | Belum mampu menceritakan karya penyelamatan Yesus Kristus atau hanya menyebutkan nama tokoh tanpa alur penyelamatan. | Mampu menceritakan 1 bagian dari karya penyelamatan Yesus Kristus (misal hanya menyebutkan Yesus disalibkan tanpa mengaitkan dengan penebusan dosa manusia) dengan bantuan bimbingan guru. | Mampu menceritakan karya penyelamatan Yesus Kristus yang mencakup pengorbanan di kayu salib dan penebusan dosa manusia secara berurutan sesuai acuan materi. | Mampu menceritakan seluruh karya penyelamatan Yesus Kristus (pengorbanan di salib, penebusan dosa, dan perjumpaan yang mengubah hidup seperti pada kisah Saulus) secara utuh, mandiri, dan runtut. | | Menjelaskan karya Allah yang membarui hidup manusia melalui pertobatan (TP 6.7.1) | Belum mampu menjelaskan makna karya Allah yang membarui hidup manusia melalui pertobatan (0 butir benar dari 3 butir soal). | Mampu menjelaskan karya pembaruan Allah melalui pertobatan dengan menjawab 1 dari 3 butir soal secara tepat sesuai acuan kunci jawaban. | Mampu menjelaskan karya pembaruan Allah melalui pertobatan dengan menjawab 2 dari 3 butir soal secara tepat sesuai acuan kunci jawaban. | Mampu menjelaskan karya pembaruan Allah melalui pertobatan dengan menjawab seluruh 3 butir soal secara tepat sesuai acuan kunci jawaban (alasan butuh penyelamatan, makna perubahan hidup, dan bukti perubahan pada tokoh). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid telah memahami hubungan mendasar antara karya penyelamatan Yesus Kristus di kayu salib dengan pertobatan manusia?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas 'Estafet Cerita Keselamatan' untuk melatih kemampuan menceritakan iman mereka?
Murid:- Apa hal terpenting yang kamu pelajari hari ini tentang pengorbanan Yesus Kristus bagi dirimu?
- Bagaimana kisah pertobatan Saulus membantumu memahami bahwa Allah sanggup membarui hidup setiap orang?
Pertemuan 2 — Menganalisis Keterbatasan Manusia yang Rentan Bersalah dan Menunjukkan Buah Roh dalam Interaksi Antar Sesama — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.7.2 Menganalisis keterbatasan manusia sebagai makhluk yang rentan melakukan kesalahan
- TP 6.7.3 Menunjukkan buah Roh dalam interaksi antar sesama setelah menyatakan penyesalan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan doa pembuka dan mengajak murid menyanyikan lagu KJ No. 467:1 'Tuhanku, Bila Hati Kawanku' untuk mengondisikan suasana hati (5 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik awal dengan meminta murid mengangkat kartu 'Faktor Diri' atau 'Bukan Faktor' terhadap 3 pernyataan faktor kerapuhan manusia: (1) Hawa nafsu/keinginan diri yang tidak terkendali, (2) Tekanan pergaulan teman sebaya, (3) Takdir mutlak yang tidak bisa diubah (acuan: 1 dan 2 = Faktor Diri; 3 = Bukan Faktor) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menganalisis keterbatasan manusia yang rentan bersalah serta menunjukkan buah Roh dalam interaksi antarsesama setelah menyatakan penyesalan (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid membaca studi kasus terpandu mengenai Simon yang terpancing emosi dan mengejek temannya saat kalah bermain sepak bola di sekolah, kemudian guru memandu diskusi terarah mengenai akar penyebab Simon melakukan kesalahan tersebut (10 menit).
- Secara berpasangan, murid menguraikan 3 aspek keterbatasan manusia dalam lembar analisis: (a) keterbatasan mengendalikan emosi amarah, (b) keterbatasan melawan godaan mementingkan diri, dan (c) keterbatasan mengenali kelemahan pribadi sebelum ditegur orang lain (acuan: jawaban memuat minimal 2 dari 3 faktor keterbatasan internal manusia tersebut) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan tantangan kartu berpasangan 'Pohon Buah Roh Pemulihan': setiap pasangan menerima 4 kartu skenario situasi kesalahan dan 4 kartu pilihan buah Roh tindakan nyata: (1) Skenario A: Tidak sengaja merusak pensil warna teman -> Kartu Tindakan: Meminta maaf jujur dan mengganti pensil dengan sabar dan murah hati; (2) Skenario B: Menyebarkan kabar yang belum tentu benar tentang teman sekelas -> Kartu Tindakan: Mengakui kebohongan di depan teman tersebut dan menunjukkan kesetiaan menjaga perkataan; (3) Skenario C: Menolak memaafkan teman yang tidak sengaja menumpahkan air minum -> Kartu Tindakan: Mengendalikan amarah dan menunjukkan damai sejahtera serta penguasaan diri; (4) Skenario D: Mengambil jatah kue teman di kantin tanpa izin -> Kartu Tindakan: Menyesali perbuatan, mengembalikan/menggantinya, serta menunjukkan kebaikan dan kemurahan (acuan: pasangan tepat skenario 1-A, 2-B, 3-C, 4-D) (15 menit).
- Murid secara berkelompok memilih satu situasi nyata dalam pergaulan kelas di mana terjadi kesalahan antar-teman, lalu merancang daftar tindakan nyata berisi minimal 3 butir perwujudan buah Roh (kasih, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri) yang akan ditunjukkan langsung kepada sesama setelah penyesalan diucapkan (acuan kriteria: tindakan operasional, menyebutkan buah Roh yang relevan, dan diarahkan pada pemulihan hubungan interaksi sesama) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok saling menukarkan lembar daftar tindakan nyata untuk saling mencocokkan apakah tindakan yang dirancang sudah secara konkret memperlihatkan buah Roh pemulihan hubungan, lalu memberikan satu tanda centang verifikasi (15 menit).
- Secara individu, murid menuliskan 1 komitmen pribadi berkesadaran di lembar refleksi: 'Satu keterbatasan diriku yang sering membuatku jatuh dalam salah adalah [...] dan buah Roh yang mau kutunjukkan kepada sesamaku minggu ini adalah [...]' (acuan: memuat 1 kelemahan manusiawi diri dan 1 tindakan buah Roh konkret) (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran bahwa menyadari keterbatasan diri sebagai manusia membuat kita rendah hati, dan penyesalan sejati selalu dibuktikan dengan perbuatan nyata yang memancarkan buah Roh kepada sesama (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa bersama memohon pertolongan Roh Kudus agar memampukan murid hidup berdamai dan menghasilkan buah Roh, tanpa memberikan penugasan rumah penutup bab (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan berisi kata kunci 9 buah Roh (Galatia 5:22-23), sedangkan murid yang cepat menguasai materi diberikan lembar analisis skenario konflik relasional yang memuat dua dilema pergaulan sekaligus.
- Proses: Pada aktivitas tantangan berpasangan, murid yang membutuhkan pendampingan dipasangkan dengan teman sebaya yang memahami konsep, sementara guru memberikan konfirmasi langsung pada tahap analisis keterbatasan.
- Produk: Daftar tindakan nyata buah Roh bagi murid dengan kecepatan belajar reguler memuat minimal 3 tindakan konkret, sedangkan murid cepat diminta merumuskan 4 hingga 5 tindakan konkret beserta identifikasi potensi godaan yang dapat menghambatnya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Identifikasi kesiapan diagnostik melalui respon kartu cepat terhadap 3 butir faktor kerapuhan/keterbatasan manusia: (1) Keinginan diri/hawa nafsu tidak terkendali, (2) Tekanan teman sebaya, (3) Takdir mutlak yang tidak bisa diubah (acuan: butir 1 dan 2 tepat dikategorikan sebagai faktor kelemahan manusiawi; butir 3 bukan).
Proses:- Observasi keterlibatan murid dalam menganalisis akar keterbatasan manusia pada studi kasus Simon (kriteria: mampu menyebutkan minimal 2 faktor internal keterbatasan manusia).
- Pemeriksaan ketepatan pemasangan 4 kartu skenario-tindakan buah Roh dalam permainan berpasangan (acuan: skenario 1 ke permohonan maaf dan penggantian pensil; skenario 2 ke pengakuan kebohongan dan menjaga perkataan; skenario 3 ke pengendalian amarah dan damai sejahtera; skenario 4 ke penggantian kue dan kemurahan).
- Penilaian daftar tindakan nyata buah Roh kelompok (kriteria: memuat minimal 3 tindakan konkret yang secara langsung memulihkan interaksi sesama setelah penyesalan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu pada lembar komitmen refleksi: murid menuliskan 1 keterbatasan diri yang rentan memicu kesalahan serta 1 tindakan nyata buah Roh yang akan ditunjukkan kepada sesama (kriteria penerimaan: keterbatasan berfokus pada kelemahan sikap/emosi diri sendiri, dan buah Roh yang dipilih relevan untuk memperbaiki interaksi dengan teman/keluarga).
Formatif:- Penilaian proses analisis lembar kerja keterbatasan manusia (TP 6.7.2)
- Penilaian unjuk kerja pencocokan kartu skenario dan perumusan daftar tindakan buah Roh dalam interaksi antarsesama (TP 6.7.3)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis keterbatasan manusia yang rentan bersalah (TP 6.7.2) | Belum mampu mengidentifikasi faktor keterbatasan manusia yang menyebabkan seseorang rentan berbuat salah. | Mampu mengidentifikasi 1 faktor keterbatasan manusia yang menyebabkan kesalahan dengan bantuan guru. | Mampu menganalisis 2 faktor keterbatasan manusia (seperti pengendalian emosi dan godaan mementingkan diri) secara tepat dan mandiri. | Mampu menganalisis 3 faktor keterbatasan manusia secara komprehensif, tepat, dan mandiri beserta kaitan logisnya dengan kerapuhan manusia di hadapan sesama. | | Menunjukkan buah Roh dalam interaksi sesama setelah penyesalan (TP 6.7.3) | Belum mampu menentukan tindakan nyata buah Roh untuk berinteraksi dengan sesama setelah menyatakan penyesalan. | Mampu menunjukkan 1-2 tindakan buah Roh dalam situasi interaksi sesama setelah penyesalan dengan bantuan pasangan/guru. | Mampu menunjukkan minimal 3 tindakan nyata buah Roh secara tepat dan relevan untuk memulihkan hubungan sesama setelah penyesalan secara mandiri. | Mampu menunjukkan 4 tindakan nyata buah Roh atau lebih secara tepat, sangat spesifik, dan konsisten dalam memulihkan relasi dengan sesama. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan kartu skenario dan analisis studi kasus efektif membantu murid memahami bahwa berbuat salah adalah tanda keterbatasan manusia, bukan pembenaran untuk terus berbuat salah?
- Bagaimana keterlibatan murid saat merumuskan tindakan konkret buah Roh, apakah tindakan yang dirumuskan sudah operasional dan dapat dipraktikkan di kelas?
Murid:- Kelemahan atau keterbatasan apa dalam diriku yang paling sering membuatku menyakiti perasaan teman?
- Buah Roh apa yang paling ingin kupraktikkan secara nyata mulai hari ini agar teman-temanku merasakan perubahan hidupku setelah aku meminta maaf?
Pertemuan 3 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.7.1 Menjelaskan karya Allah yang membarui hidup manusia melalui pertobatan
- TP 6.7.2 Menganalisis keterbatasan manusia sebagai makhluk yang rentan melakukan kesalahan
- TP 6.7.3 Menunjukkan buah Roh dalam interaksi antar sesama setelah menyatakan penyesalan
- TP 6.7.4 Menceritakan karya penyelamatan manusia melalui Yesus Kristus yang menjadi dasar pembaruan hidup
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan doa pembuka, memeriksa kehadiran murid, dan menciptakan suasana kelas yang tenang dan tertib (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif Bab 7 yang mencakup pengerjaan lembar kerja mandiri tertulis (TP 1, 2, 3) dan penuturan lisan mandiri bergiliran di meja guru (TP 4), serta membacakan tata tertib asesmen (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak petunjuk pengerjaan Lembar Asesmen Komprehensif tertulis yang terdiri atas 3 bagian: Bagian I (menjelaskan karya Allah membarui hidup melalui pertobatan dengan 2 soal uraian), Bagian II (analisis reflektif keterbatasan diri yang rentan bersalah dalam tabel analisis faktor penyebab), dan Bagian III (lembar penilaian diri 4 butir pernyataan keterwujudan buah Roh: kasih, kesabaran, kebaikan, dan penguasaan diri pascapenyesalan). Guru juga menjelaskan tata cara rotasi penuturan lisan di meja guru (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Seluruh murid secara serentak dan mandiri mengerjakan Lembar Asesmen Komprehensif tertulis di meja masing-masing selama 60 menit. Soal Bagian I memuat: (1) Jelaskan arti pertobatan dan bagaimana karya Allah membarui arah hidup manusia berdosa! (2) Jelaskan wujud pembaruan hidup yang dialami Saulus setelah Allah memanggilnya di jalan menuju Damsyik! Soal Bagian II memuat: Analisislah mengapa manusia terbatas dan rentan melakukan kesalahan beserta 1 contoh nyata dalam kehidupan pribadimu dan faktor pemicunya! Bagian III memuat lembar penilaian diri keterwujudan buah Roh dalam berinteraksi sesama setelah menyesali kesalahan (40 menit).
- Secara paralel saat murid lain mengerjakan tugas tertulis, guru memanggil murid satu per satu ke meja guru untuk melakukan penuturan lisan mandiri bergiliran (durasi rata-rata 1,5 menit per murid untuk 28 murid = 42 menit, dialokasikan 45 menit). Murid menuturkan secara mandiri: (1) fakta manusia berdosa yang membutuhkan keselamatan, (2) karya penyelamatan Yesus Kristus melalui salib dan kebangkitan, dan (3) karya penyelamatan tersebut menjadi dasar pembaruan hidup orang percaya (45 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengumpulkan seluruh lembar kerja tertulis ke meja guru, kemudian secara hening memeriksa kembali kesiapan batin dan sikap pertobatan yang telah dievaluasi selama asesmen (3 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas ketertiban, kejujuran, dan kesungguhan murid dalam menuntaskan asesmen sumatif Bab 7 (1 menit).
- Guru merangkum keseluruhan pembelajaran Bab 7 tentang pertobatan dan anugerah pembaruan Allah, lalu menutup pembelajaran dengan doa syukur (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Tidak ada diferensiasi materi/konten karena merupakan sesi asesmen sumatif baku.
- Proses: Akomodasi akses: murid yang membutuhkan waktu membaca lebih lama diberikan penegasan instruksi lisan di mejanya tanpa mengubah indikator soal.
- Produk: Format bukti asesmen seragam sesuai ketetapan ATP: lembar kerja tertulis mandiri dan rekaman observasi unjuk kerja lisan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan teknis dan pemahaman aturan asesmen sumatif bab sebelum lembar tugas dibagikan.
Proses:- Pemantauan kemandirian dan kepatuhan waktu pengerjaan tugas tertulis dan ketertiban giliran penuturan lisan mandiri.
Sumatif Bab:- Portofolio asesmen tertulis dan reflektif individual serentak serta unjuk kerja lisan rotasi mandiri: Lembar kerja tertulis individual berisi uraian penjelasan karya Allah, refleksi tertulis keterbatasan diri, dan lembar penilaian diri buah Roh, disertai penuturan lisan mandiri mengenai karya penyelamatan Yesus Kristus
- tes tertulis dan refleksi individual serentak: Lembar asesmen komprehensif yang dikerjakan mandiri oleh setiap murid di meja masing-masing, memuat penjelasan karya Allah yang membarui hidup melalui pertobatan (TP 1), analisis reflektif tertulis mengenai keterbatasan diri yang rentan bersalah (TP 2), dan lembar penilaian diri keterwujudan buah Roh dalam interaksi sesama pascapenyesalan (TP 3) (60 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran tes tertulis, rubrik refleksi tertulis, dan lembar penilaian diri)
- unjuk kerja lisan bergiliran: Penuturan lisan mandiri secara bergantian di hadapan guru (durasi 1,5 menit per murid x 28 murid = 42 menit, muat 1 kelas penuh) tentang karya penyelamatan manusia melalui Yesus Kristus sebagai dasar pembaruan hidup, dilaksanakan bergiliran ke meja guru sementara murid lain menyelesaikan lembar kerja mandiri (45 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja lisan 3 kriteria)
Sumatif:- Portofolio asesmen tertulis dan reflektif individual serentak serta unjuk kerja lisan rotasi mandiri: Lembar kerja tertulis individual berisi uraian penjelasan karya Allah, refleksi tertulis keterbatasan diri, dan lembar penilaian diri buah Roh, disertai penuturan lisan mandiri mengenai karya penyelamatan Yesus Kristus
- tes tertulis dan refleksi individual serentak: Lembar asesmen komprehensif yang dikerjakan mandiri oleh setiap murid di meja masing-masing, memuat penjelasan karya Allah yang membarui hidup melalui pertobatan (TP 1), analisis reflektif tertulis mengenai keterbatasan diri yang rentan bersalah (TP 2), dan lembar penilaian diri keterwujudan buah Roh dalam interaksi sesama pascapenyesalan (TP 3) (60 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran tes tertulis, rubrik refleksi tertulis, dan lembar penilaian diri)
- unjuk kerja lisan bergiliran: Penuturan lisan mandiri secara bergantian di hadapan guru (durasi 1,5 menit per murid x 28 murid = 42 menit, muat 1 kelas penuh) tentang karya penyelamatan manusia melalui Yesus Kristus sebagai dasar pembaruan hidup, dilaksanakan bergiliran ke meja guru sementara murid lain menyelesaikan lembar kerja mandiri (45 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja lisan 3 kriteria)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan karya Allah yang membarui hidup manusia melalui pertobatan (TP 6.7.1) | Menjelaskan arti pertobatan atau pembaruan hidup Saulus kurang dari 1 aspek dengan tepat sesuai acuan kunci jawaban. | Menjelaskan arti pertobatan dan pembaruan Saulus dengan tepat hanya pada 1 dari 2 butir soal sesuai acuan kunci jawaban. | Menjelaskan arti pertobatan dan wujud pembaruan Saulus dengan tepat pada kedua butir soal sesuai acuan kunci jawaban. | Menjelaskan arti pertobatan dan wujud pembaruan Saulus secara lengkap, mendalam, dan tepat pada kedua butir soal sesuai acuan kunci jawaban disertai hubungan logis antara karya pengampunan Allah dan perubahan perilaku nyata. | | Menganalisis keterbatasan manusia sebagai makhluk yang rentan bersalah (TP 6.7.2) | Belum mampu menganalisis penyebab keterbatasan diri atau menyebutkan kesalahan tanpa mengidentifikasi faktor pemicu keterbatasan. | Menyebutkan kesalahan pribadi dan keterbatasan diri namun analisis faktor penyebab pemicunya belum runtut/kurang tepat. | Menganalisis keterbatasan diri sebagai makhluk rentan bersalah secara tepat dengan menghubungkan 1 contoh kesalahan pribadi dengan faktor pemicunya (godaan diri/lingkungan). | Menganalisis keterbatasan manusia secara kritis dan mendalam, mengidentifikasi faktor pemicu internal dan eksternal secara tepat, serta menunjukkan kesadaran penuh akan perlunya pertolongan Allah. | | Menunjukkan buah Roh dalam interaksi antar sesama setelah menyatakan penyesalan (TP 6.7.3) | Menunjukkan keterwujudan buah Roh hanya pada 1 dari 4 aspek (kasih, kesabaran, kebaikan, penguasaan diri) dalam lembar penilaian diri. | Menunjukkan keterwujudan buah Roh pada 2 dari 4 aspek (kasih, kesabaran, kebaikan, penguasaan diri) dalam lembar penilaian diri. | Menunjukkan keterwujudan buah Roh pada 3 dari 4 aspek (kasih, kesabaran, kebaikan, penguasaan diri) pascapenyesalan secara tepat dan jujur. | Menunjukkan keterwujudan buah Roh pada seluruh 4 aspek (kasih, kesabaran, kebaikan, penguasaan diri) pascapenyesalan secara konsisten dan lengkap beserta bukti tindakan konkretnya. | | Menceritakan karya penyelamatan manusia melalui Yesus Kristus sebagai dasar pembaruan hidup (TP 6.7.4) | Menuturkan secara lisan hanya 1 dari 3 elemen acuan (keberdosaan manusia, pengorbanan Yesus di salib, dasar pembaruan hidup). | Menuturkan secara lisan 2 dari 3 elemen acuan (keberdosaan manusia, pengorbanan Yesus di salib, dasar pembaruan hidup) secara tepat. | Menuturkan secara lisan seluruh 3 elemen acuan (keberdosaan manusia, pengorbanan Yesus di salib, dasar pembaruan hidup) secara mandiri dan runtut. | Menuturkan secara lisan seluruh 3 elemen acuan secara mandiri, sangat runtut, tepat, dan mengaitkan pengorbanan Kristus secara utuh dengan komitmen pembaruan hidup. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan waktu tes tertulis serentak dan giliran penuturan lisan di meja guru berjalan efektif sesuai alokasi 105 menit?
- Bagaimana tingkat pemahaman murid terhadap keterkaitan karya salib Yesus Kristus dengan pertobatan hidup sehari-hari?
Murid:- Bagian mana dari asesmen hari ini yang paling membantuku menyadari keterbatasan diri dan kebaikan pengampunan Tuhan Yesus?
- Apakah aku sudah jujur mengakui kelemahanku dan bertekad menunjukkan buah Roh dalam hubunganku dengan sesama?
SUMBER BELAJAR- Alkitab: Kisah Para Rasul 9:1–19a dan Kolose 3:17
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek, 2022)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek, 2022)
- Kartu Alur Cerita 'Estafet Cerita Keselamatan' dan Lembar Aktivitas Murid
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek RI, 2022)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek RI, 2022)
- Alkitab (Galatia 5:22-23; Kisah Para Rasul 9:1-19a; Kolose 3:17)
- Buku Kidung Jemaat (KJ No. 467 'Tuhanku, Bila Hati Kawanku')
- Kartu skenario masalah dan kartu tindakan buah Roh
- Alkitab (Kisah Para Rasul 9:1–19a, Kolose 3:17, Galatia 5:22-23)
- Lembar Asesmen Komprehensif Sumatif Bab 7 dan Pedoman Penskoran/Rubrik Penilaian
|