Modul AjarPertemuan 3Bab 6Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6: Mempraktikkan Hidup sebagai Manusia Baru dan Tantangannya

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Mempraktikkan Hidup sebagai Manusia Baru dan Tantangannya". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6: Mempraktikkan Hidup sebagai Manusia Baru dan Tantangannya

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 6 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Mempraktikkan Hidup sebagai Manusia Baru dan Tantangannya

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMempraktikkan Hidup sebagai Manusia Baru dan Tantangannya
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mendaftarkan kegiatan nyata yang dapat dilakukan sebagai wujud hidup manusia baru dalam kehidupan sehari-hari beserta tantangan yang dihadapi
  2. Murid dapat mensyukuri pengorbanan Yesus Kristus yang memungkinkannya berubah menjadi manusia baru dengan mengungkapkan syukur melalui karya kreatif berupa slogan hidup manusia baru

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang kamu rasakan ketika mengetahui Yesus telah mengorbankan nyawa-Nya untuk menyelamatkan kita?
  2. Pernahkah kamu mengalami kesulitan atau tantangan saat mencoba berbuat baik? Ceritakan pengalamanmu!
  3. Bagaimana caramu menunjukkan rasa syukur atas pengorbanan Yesus dalam kehidupan sehari-hari?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama dipimpin salah satu murid
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan kesiapan belajar
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: Apa yang kalian ingat tentang pengorbanan Yesus di kayu salib dari pelajaran sebelumnya?
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: kita akan belajar mempraktikkan hidup sebagai manusia baru dan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid membaca kembali Kolose 3:5-17 secara bersama-sama dengan suara lantang
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas: Apa perbedaan sikap manusia lama dan manusia baru menurut bacaan tersebut?
  • Guru menjelaskan bahwa sebagai manusia yang telah ditebus, kita dipanggil untuk hidup berbeda dan meneladani pengorbanan Yesus
  • Murid mengamati contoh konkret dari kehidupan sehari-hari yang mencerminkan sikap manusia baru (misalnya: menengok teman yang sakit, menolong sesama, jujur dalam ujian)
  • Guru mengajak murid berpikir kritis: Mengapa ada tantangan atau kesulitan saat kita mencoba berbuat baik?

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (4-5 orang per kelompok)
  • Setiap kelompok menerima Tabel 6.1 Kegiatan dan Tantangan Manusia Baru (bisa ditulis di buku tugas atau lembar kerja)
  • Murid berdiskusi dan mendaftarkan minimal 5 kegiatan nyata yang dapat mereka lakukan sebagai wujud hidup manusia baru dalam kehidupan sehari-hari
  • Untuk setiap kegiatan, murid mengidentifikasi tantangan atau kesulitan yang mungkin dihadapi (contoh: malas, takut diejek, membuang waktu)
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kelas (2-3 kelompok)
  • Kelompok lain memberi tanggapan dan menambahkan ide kegiatan atau tantangan yang belum disebutkan
  • Kelompok menutup kegiatan dengan berdoa bersama sesuai pokok doa yang ada di Buku Siswa: bersyukur atas pengorbanan Yesus, memohon hikmat memilih sikap hidup yang benar, dan memohon kekuatan iman menghadapi tantangan

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru memfasilitasi refleksi kelompok: Dari kegiatan yang sudah didaftarkan, mana yang paling mudah dilakukan? Mana yang paling sulit? Mengapa?
  • Murid merefleksi secara pribadi: Tantangan apa yang sering menghalangi saya untuk berbuat baik? Bagaimana saya bisa mengatasinya?
  • Sebagai wujud syukur atas pengorbanan Yesus, setiap kelompok membuat slogan kreatif yang mengajak teman-teman menerapkan sikap hidup manusia baru
  • Perlengkapan: kertas manila berwarna terang, spidol ukuran sedang (3 warna). Murid boleh mencari ide slogan di internet dengan kata kunci slogan atau slogan kreatif
  • Kelompok menyelesaikan slogan mereka dengan kreativitas penuh (tulisan menarik, gambar, warna-warni)
  • Setiap kelompok mempresentasikan slogan mereka dan menjelaskan makna di baliknya
  • Guru memberi apresiasi dan memilih beberapa slogan terbaik untuk ditempel di tempat strategis di sekolah yang sudah diizinkan agar dapat dibaca semua orang

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menyebutkan 2 kegiatan manusia baru yang akan mereka lakukan minggu ini
  • Guru memberi penguatan: Menjadi manusia baru bukan berarti sempurna, tetapi terus berupaya taat dan setia kepada Tuhan meski menghadapi tantangan
  • Guru mengajak murid merefleksi: Apa yang paling berkesan dari pembelajaran hari ini? Apa yang akan kamu lakukan sebagai tindak lanjut?
  • Guru menutup dengan doa syukur dan berkat
  • Guru mengingatkan murid untuk mempraktikkan sikap manusia baru dalam kehidupan sehari-hari

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang lebih cepat dapat membaca referensi tambahan tentang kehidupan manusia baru dari sumber digital atau buku perpustakaan. Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat diberi contoh konkret kegiatan manusia baru yang lebih sederhana dan dekat dengan kehidupan mereka
  • Proses: Murid yang lebih cepat dapat menjadi fasilitator dalam kelompok untuk membantu teman yang lebih lambat. Guru dapat memberikan scaffolding berupa pertanyaan pemandu bagi murid yang kesulitan mengidentifikasi tantangan. Waktu diskusi kelompok dapat disesuaikan dengan kecepatan kelompok
  • Produk: Murid yang lebih cepat dapat membuat slogan dengan desain yang lebih kompleks atau menambahkan ilustrasi. Murid yang membutuhkan dukungan dapat membuat slogan dengan kalimat sederhana tetapi bermakna. Semua hasil karya dihargai sesuai usaha dan kreativitas masing-masing

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang pengorbanan Yesus di kayu salib dari pelajaran sebelumnya
  • Pertanyaan pemantik untuk menggali pengalaman murid tentang kesulitan berbuat baik

Proses:

  • Observasi diskusi kelompok saat mengisi Tabel 6.1
  • Pertanyaan lisan untuk mengecek pemahaman tentang perbedaan manusia lama dan manusia baru
  • Observasi kemampuan murid mengidentifikasi kegiatan konkret dan tantangannya
  • Penilaian proses pembuatan slogan (kerja sama, kreativitas, pemahaman konsep)

Akhir:

  • Penilaian produk Tabel 6.1 yang sudah diisi lengkap
  • Penilaian produk slogan kreatif berdasarkan rubrik
  • Pertanyaan refleksi tertulis: Sebutkan 2 kegiatan manusia baru yang akan kamu lakukan minggu ini dan tantangan yang mungkin kamu hadapi
  • Presentasi dan penjelasan makna slogan kelompok

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok
  • Penilaian proses pengisian Tabel 6.1 Kegiatan dan Tantangan Manusia Baru
  • Pertanyaan lisan selama pembelajaran untuk mengecek pemahaman
  • Observasi kemampuan murid mengidentifikasi tantangan secara kritis

Sumatif:

  • Penilaian produk slogan kreatif (kreativitas, kesesuaian pesan, kerapian)
  • Penilaian presentasi slogan (kejelasan penyampaian, pemahaman makna)
  • Penilaian tertulis pada Tabel 6.1 (kelengkapan, relevansi, kedalaman identifikasi tantangan)

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi kegiatan manusia baruMurid belum mampu menyebutkan kegiatan konkret sebagai wujud hidup manusia baru atau kegiatan yang disebutkan tidak relevanMurid mampu menyebutkan 1-2 kegiatan konkret sebagai wujud hidup manusia baru dengan bantuan guruMurid mampu menyebutkan 3-4 kegiatan konkret dan relevan sebagai wujud hidup manusia baru secara mandiriMurid mampu menyebutkan 5 atau lebih kegiatan konkret, relevan, dan bervariasi sebagai wujud hidup manusia baru secara mandiri dan kreatif
Mengidentifikasi tantangan hidup manusia baruMurid belum mampu mengidentifikasi tantangan yang dihadapi saat mempraktikkan hidup manusia baruMurid mampu mengidentifikasi 1-2 tantangan dengan bantuan guru atau contohMurid mampu mengidentifikasi 3-4 tantangan secara mandiri dan menjelaskan mengapa hal tersebut menjadi tantanganMurid mampu mengidentifikasi 5 atau lebih tantangan secara kritis, menjelaskan alasannya, dan mengusulkan cara mengatasinya
Kreativitas sloganSlogan tidak jelas pesannya, tidak kreatif, dan kurang rapiSlogan cukup jelas pesannya tetapi masih sederhana dalam desain dan kurang menarikSlogan jelas pesannya, cukup kreatif dalam desain (warna, tulisan), dan rapiSlogan sangat jelas dan kuat pesannya, desain sangat kreatif dan menarik (kombinasi warna, ilustrasi, tipografi), rapi dan layak dipajang
Mensyukuri pengorbanan Yesus melalui karya kreatifSlogan tidak mencerminkan rasa syukur atas pengorbanan Yesus atau tidak relevan dengan tema manusia baruSlogan mencerminkan pemahaman dasar tentang manusia baru tetapi belum mengekspresikan rasa syukur secara eksplisitSlogan jelas mencerminkan rasa syukur atas pengorbanan Yesus dan mengajak orang lain hidup sebagai manusia baruSlogan sangat kuat mengekspresikan rasa syukur mendalam atas pengorbanan Yesus, mengajak transformasi hidup, dan menginspirasi orang lain
Kolaborasi dalam kelompokMurid tidak berpartisipasi dalam diskusi dan pembuatan slogan kelompokMurid berpartisipasi minimal dalam diskusi atau pembuatan slogan (hanya mengikuti instruksi teman)Murid aktif berkontribusi ide dalam diskusi dan pembuatan slogan kelompokMurid sangat aktif berkontribusi ide, memfasilitasi diskusi, dan membantu teman yang kesulitan dalam kelompok

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah kegiatan pembelajaran hari ini sudah memfasilitasi murid untuk memahami dan mempraktikkan hidup sebagai manusia baru secara bermakna?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid yang beragam?
  • Bagaimana respons murid terhadap kegiatan pembuatan slogan? Apakah mereka antusias dan memahami tujuan pembelajaran?
  • Tantangan apa yang saya hadapi dalam memfasilitasi diskusi kelompok dan bagaimana saya bisa memperbaikinya di pembelajaran berikutnya?
  • Apakah asesmen yang saya lakukan sudah mengukur pencapaian tujuan pembelajaran secara menyeluruh?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan bagimu dari pembelajaran hari ini?
  • Kegiatan manusia baru apa yang menurutmu paling mudah dilakukan? Apa yang paling sulit? Mengapa?
  • Tantangan apa yang sering menghalangimu untuk berbuat baik? Bagaimana cara kamu mengatasinya?
  • Bagaimana perasaanmu setelah membuat slogan tentang hidup manusia baru?
  • Apa yang akan kamu lakukan minggu ini sebagai wujud syukur atas pengorbanan Yesus?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (Kolose 3:5-17)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6
  3. Buku Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6
  4. Kertas manila berwarna terang
  5. Spidol ukuran sedang (3 warna)
  6. Lembar kerja Tabel 6.1 Kegiatan dan Tantangan Manusia Baru
  7. Internet (opsional untuk mencari ide slogan kreatif)
  8. Video atau gambar inspiratif tentang pengorbanan Yesus (opsional)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.