Modul AjarBab 6Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6 Bab 6: Menjadi Manusia Baru

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 6 untuk Bab 6 "Menjadi Manusia Baru", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6 Bab 6: Menjadi Manusia Baru

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 6

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Bab 6 — Menjadi Manusia Baru

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikBab 6 — Menjadi Manusia Baru
Alokasi Waktu8 JP (8 x 35 menit = 280 menit)
Jumlah Pertemuan3
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 6.6.1 Mengidentifikasi bukti karya Allah Pembaru yang membarui hidup manusia
  2. TP 6.6.2 Menjelaskan cara Allah membarui hidup manusia
  3. TP 6.6.3 Menunjukkan sikap hidup manusia yang dibarui oleh Allah dalam interaksi sehari-hari
  4. TP 6.6.4 Menguraikan tantangan dalam mewujudkan pembaruan hidup manusia oleh Allah

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa bukti yang terlihat dalam Alkitab ketika hidup seseorang dibarui oleh Allah?
  2. Bagaimana cara Allah membarui hidup manusia menurut surat Kolose 3:5–17?
  3. Bagaimana sikap seorang anak yang telah dibarui oleh Allah ketika ada teman yang mengejek atau berbuat salah kepadanya?
  4. Apa godaan atau tantangan terberat yang sering membuat kita sulit melakukan sikap hidup manusia baru di sekolah?
  5. Apa bukti nyata bahwa Allah telah membarui hidup seseorang menurut firman Tuhan dalam Kolose 3:5–17?
  6. Bagaimana cara Allah bekerja membarui hidup kita dan apa tantangan terbesar yang kita hadapi dalam mewujudkan pembaruan itu setiap hari?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengidentifikasi Bukti dan Menjelaskan Cara Allah Membarui Hidup Manusia Berdasarkan Kolose 3:5–17 — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.6.1 Mengidentifikasi bukti karya Allah Pembaru yang membarui hidup manusia
  • TP 6.6.2 Menjelaskan cara Allah membarui hidup manusia

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan doa bersama dan menyapa murid (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan singkat berupa 2 pertanyaan: (1) Sebutkan 1 contoh perubahan sikap manusia dari sifat buruk menjadi baik; (2) Siapakah yang memampukan manusia bertobat dan berubah? Guru memetakan kesiapan murid berdasarkan respons lisan (acuan jawaban: 1. Contoh dari marah/dendam menjadi sabar/pengampun; 2. Allah/Yesus Kristus/Roh Kudus) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi bukti karya Allah Pembaru serta menjelaskan cara Allah membarui hidup manusia berdasarkan Kolose 3:5–17 (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama guru membaca teks Alkitab Kolose 3:5–17 secara bergantian dengan hening dan penuh kesadaran (7 menit).
  • Guru memfasilitasi penjelasan materi esensial mengenai makna pembaruan hidup: Allah berkarya melalui Roh Kudus dan firman-Nya untuk menguduskan serta memampukan orang percaya menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpasangan memainkan aktivitas tantangan tebak-pilah 6 kartu karakter Alkitab Kolose 3:5–17 secara menggembirakan untuk mengidentifikasi bukti pembaruan Allah (kartu: 1. Belas kasihan, 2. Kemurahan, 3. Kerendahan hati, 4. Marah/geram, 5. Kata-kata kotor, 6. Kelemahlembutan; kunci bukti manusia baru: 1, 2, 3, 6; pengalih/manusia lama: 4, 5) (12 menit).
  • Setiap murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja untuk menjelaskan cara Allah membarui hidup manusia berdasarkan Kolose 3:5–17 melalui 3 cara pokok: (1) Mematikan/menanggalkan sifat manusia lama berdosa (ayat 5, 8-9); (2) Mengenakan sifat manusia baru yang terus-menerus diperbarui menurut gambar Khalik (ayat 10, 12); (3) Membiarkan perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di dalam hati dan dikuasai damai sejahtera Kristus (ayat 15-16) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil pekerjaannya dan merenungkan bukti karya pembaruan Allah yang nyata dalam teks Alkitab bagi hidup mereka (6 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap penjelasan murid tentang cara Allah membarui hidup manusia serta menegaskan konsep kunci (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran mengenai bukti dan cara Allah membarui hidup manusia berdasarkan Kolose 3:5–17 (4 menit).
  • Murid dan guru menutup pembelajaran dengan doa syukur atas karya Allah Pembaru hidup (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan teks Kolose 3:5-17 dengan penanda warna untuk kata kunci pembaruan bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang kesulitan menemukan rujukan ayat, serta memberikan tantangan kepada murid cepat untuk menguraikan kaitan antara ayat 10 dengan gambar Khalik.
  • Produk: Murid dapat menuliskan penjelasan cara Allah membarui hidup manusia dalam bentuk bagan alur atau uraian poin terstruktur.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 1. 'Sebutkan 1 contoh perubahan sikap manusia dari sifat buruk menjadi baik!' (acuan: dari pemarah/pendendam menjadi sabar/pengampun, atau dari egois menjadi peduli); 2. 'Siapakah yang berkuasa membarui hidup manusia berdosa?' (acuan: Allah / Yesus Kristus / Roh Kudus).

Proses:

  • Tugas pilah 6 kartu karakter Kolose 3:5-17 untuk mengidentifikasi bukti pembaruan hidup manusia. Daftar kartu: (1) Belas kasihan, (2) Kemurahan, (3) Kerendahan hati, (4) Marah/geram, (5) Kata-kata kotor, (6) Kelemahlembutan. Acuan jawaban benar bukti pembaruan: kartu 1, 2, 3, dan 6. Kartu pengalih (bukan bukti manusia baru): kartu 4 dan 5.
  • Lembar kerja tertulis menjelaskan cara Allah membarui hidup manusia berdasarkan Kolose 3:5-17. Acuan jawaban: Memuat minimal 2 dari 3 cara berikut: (1) Mematikan/menanggalkan perbuatan manusia lama (ay. 5, 8-9); (2) Mengenakan manusia baru yang terus diperbarui menurut gambar Khalik (ay. 10, 12); (3) Membiarkan damai sejahtera dan perkataan Kristus tinggal di dalam hati (ay. 15-16).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat lisan di akhir sesi: Guru menunjuk 2 murid untuk menyebutkan kembali 2 bukti hidup yang dibarui Allah dan 1 cara Allah bekerja membarui hidup manusia sesuai Kolose 3:5-17 (acuan bukti: belas kasihan/kemurahan/kerendahan hati/kelemahlembutan/kesabaran/kasih; acuan cara: mematikan sifat lama/mengenakan sifat baru oleh Kristus/perkataan Kristus diam dalam hati).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik awal kesiapan materi pembaruan Allah
  • Observasi aktivitas pilah kartu bukti pembaruan hidup manusia (Kolose 3:5-17)
  • Penilaian lembar kerja penjelasan cara Allah membarui hidup manusia

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi bukti karya Allah Pembaru (Kolose 3:5-17)Mengidentifikasi 1 dari 4 bukti karya pembaruan Allah (kartu 1, 2, 3, 6) atau masih memilih 2 kartu pengalih (kartu 4, 5).Mengidentifikasi 2-3 dari 4 bukti karya pembaruan Allah (kartu 1, 2, 3, 6) dengan memilih 1 kartu pengalih.Mengidentifikasi seluruh 4 bukti karya pembaruan Allah (kartu 1: belas kasihan, kartu 2: kemurahan, kartu 3: kerendahan hati, kartu 6: kelemahlembutan) dengan tepat tanpa memilih kartu pengalih (kartu 4: marah/geram, kartu 5: kata-kata kotor).Mengidentifikasi seluruh 4 bukti karya pembaruan Allah (kartu 1, 2, 3, 6) secara mandiri tanpa keraguan dan tanpa memilih kartu pengalih, serta mampu menunjukkan rujukan ayatnya dalam Kolose 3:12 secara tepat.
Menjelaskan cara Allah membarui hidup manusia (Kolose 3:5-17)Belum mampu menjelaskan cara Allah membarui hidup manusia sesuai acuan teks Alkitab.Menjelaskan 1 cara Allah membarui hidup manusia sesuai acuan Kolose 3:5-17 (misalnya hanya menyebut menanggalkan sifat lama).Menjelaskan 2 cara Allah membarui hidup manusia sesuai acuan Kolose 3:5-17 (antara menanggalkan manusia lama, mengenakan manusia baru, atau firman/damai Kristus berkuasa).Menjelaskan secara lengkap dan tepat 3 cara Allah membarui hidup manusia menurut Kolose 3:5-17: (1) menanggalkan manusia lama (ay. 5, 8-9), (2) mengenakan manusia baru menurut gambar Khalik (ay. 10, 12), dan (3) membiarkan firman serta damai Kristus memerintah di dalam hati (ay. 15-16).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat memahami perbedaan bukti karya manusia baru dan manusia lama berdasarkan teks Kolose 3:5-17?
  • Apakah alokasi waktu pada aktivitas penelaahan cara Allah membarui hidup manusia berjalan efektif dan terarah?

Murid:

  • Bukti karya pembaruan Allah apa saja yang sudah mulai terlihat dalam sikap hidupku sehari-hari?
  • Bagian mana dari cara Allah membarui hidup manusia menurut Kolose 3:5-17 yang paling menguatkan pemahamanku hari ini?

Pertemuan 2 — Menunjukkan Sikap Hidup Manusia yang Dibarui oleh Allah dalam Interaksi Sehari-hari dan Menguraikan Tantangannya — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.6.3 Menunjukkan sikap hidup manusia yang dibarui oleh Allah dalam interaksi sehari-hari
  • TP 6.6.4 Menguraikan tantangan dalam mewujudkan pembaruan hidup manusia oleh Allah

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, mengajak bernyanyi bersama dari PKJ 239:1 'Perubahan Besar', dan memimpin doa pembuka (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menunjukkan sikap hidup manusia baru dalam pergaulan sehari-hari serta menguraikan tantangan yang dihadapi (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan dengan membacakan 3 skenario situasi interaksi dan meminta murid memilih tindakan yang mencerminkan manusia baru: (1) Teman menjatuhkan pensilmu hingga patah: [A] Membalas mematahkan pensilnya, [B] Memaafkan dan menasihatinya dengan sabar (acuan tepat: B); (2) Melihat teman yang berbeda suku diejek: [A] Ikut tertawa, [B] Membela dan menunjukkan kasih tanpa membeda-bedakan (acuan tepat: B); (3) Teman meminta bantuan saat kamu sedang santai: [A] Pura-pura tidur, [B] Memberikan pertolongan dengan rela hati (acuan tepat: B) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak ulasan guru mengenai wujud sikap hidup manusia baru berdasarkan Kolose 3:12-14, yaitu belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, kesabaran, pengampunan, dan kasih, serta menghubungkannya dengan kenyataan hidup sehari-hari (10 menit).
  • Dalam format permainan kelompok cepat yang menggembirakan 'Pilah Sikap', murid mengelompokkan 4 kartu situasi interaksi ke dalam kolom 'Manusia Baru' atau 'Manusia Lama': Kartu 1: Meminjamkan penggaris dengan ramah kepada teman yang lupa membawa; Kartu 2: Menyimpan dendam dan menolak berbicara kepada teman yang tidak sengaja menumpahkan air; Kartu 3: Meminta maaf secara tulus setelah melakukan kesalahan; Kartu 4: Mengejek teman yang mendapat nilai rendah (acuan: Kartu 1 dan 3 = Manusia Baru; Kartu 2 dan 4 = Manusia Lama) (15 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bekerja secara berpasangan mengerjakan Lembar Kerja Berpasangan: Mengisi Tabel Kegiatan dan Tantangan Manusia Baru dengan menunjukkan minimal 4 contoh sikap nyata manusia baru dalam pergaulan sekolah/rumah dan menguraikan tantangan konkret yang dialami pada masing-masing tindakan tersebut (20 menit).
  • Tiap pasangan menukarkan lembar kerjanya dengan pasangan sebelah untuk saling memeriksa kesesuaian sikap yang ditunjukkan dan ketepatan uraian tantangan berdasarkan panduan acuan guru (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara hening dan berkesadaran merenungkan satu sikap hidup manusia baru yang paling sulit mereka lakukan minggu ini beserta tantangan utama yang sering membuat mereka gagal mewujudkannya (10 menit).
  • Murid dalam kelompok kecil saling menopang dengan menaikkan doa bersama (Kegiatan 5 Buku Siswa), memohon kekuatan Roh Kudus dan hikmat dari Allah agar dimampukan menghadapi godaan serta setia menunjukkan sikap manusia baru (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran bahwa pembaruan hidup oleh Allah tampak nyata melalui perbuatan kasih dan pengampunan sehari-hari, meski senantiasa menghadapi tantangan dari kemalasan, gengsi, maupun pengaruh lingkungan (5 menit).
  • Guru mengingatkan murid untuk terus mempraktikkan sikap manusia baru dalam interaksi sehari-hari sebelum menghadapi asesmen sumatif pada pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata kunci nilai Kolose 3:12-14 (kemurahan, sabar, mengampuni) sebagai rujukan; murid yang mahir diberikan skenario studi kasus interaksi yang lebih majemuk (misalnya konflik antar-kelompok teman bermain).
  • Proses: Pada pengisian tabel, murid yang memerlukan pendampingan dibantu guru melalui pertanyaan pemandu terstruktur untuk mengidentifikasi tantangan; murid yang mandiri menguraikan tantangan dari faktor internal (diri sendiri) dan eksternal (lingkungan secara mandiri).
  • Produk: Semua murid mengisi Tabel Kegiatan dan Tantangan Manusia Baru; murid yang butuh bimbingan cukup mengisi 3 tindakan beserta tantangannya, sedangkan murid berkemampuan tinggi menguraikan 4 hingga 5 tindakan beserta tantangannya secara mendalam.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik lisan di pendahuluan dengan 3 skenario situasi: (1) Pensil patah akibat teman -> pilihan A (balas mematahkan) vs pilihan B (memaafkan & menasihati); (2) Teman beda suku diejek -> pilihan A (ikut tertawa) vs pilihan B (membela & mengasihi); (3) Teman minta bantuan -> pilihan A (pura-pura tidur) vs pilihan B (menolong rela hati). Acuan jawaban benar: Skenario 1 = B, Skenario 2 = B, Skenario 3 = B. Murid dinilai siap jika mampu menjawab minimal 2 dari 3 skenario dengan tepat.

Proses:

  • Formatif proses melalui Lembar Kerja Berpasangan Tabel 6.1 (Kegiatan dan Tantangan Manusia Baru). Acuan penilaian untuk 4 butir: (1) Sikap: Menolong teman yang sakit/kesusahan -> Tantangan: Malas, merasa buang waktu/tenaga; (2) Sikap: Memaafkan teman yang berbuat salah/mengejek -> Tantangan: Gengsi, ingin membalas dendam, emosi marah; (3) Sikap: Berkata jujur dan tidak berbohong -> Tantangan: Takut dimarahi, takut dihukum; (4) Sikap: Berteman dengan semua orang tanpa membeda-bedakan -> Tantangan: Tekanan teman sebaya/dijauhi geng bermain. Kriteria keberhasilan: murid tepat menunjukkan sikap manusia baru dan menguraikan tantangannya secara masuk akal sesuai konteks kehidupan sehari-hari.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru meminta perwakilan murid menyebutkan 1 contoh sikap manusia baru dalam berinteraksi dengan orang tua di rumah dan menguraikan 1 tantangan yang dihadapinya (kriteria penerimaan: sikap mencerminkan ketaatan/penghormatan/kasih, dan tantangan menguraikan godaan konkret seperti rasa malas, asyik bermain gawai, atau keengganan mendengar nasihat).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal lisan: ketepatan murid memilih sikap manusia baru pada 3 skenario interaksi.
  • Observasi unjuk kerja permainan 'Pilah Sikap' dalam mengelompokkan 4 kartu sikap interaksi.
  • Penilaian Lembar Kerja Berpasangan Tabel Kegiatan dan Tantangan Manusia Baru: kemampuan menunjukkan sikap hidup manusia baru dan menguraikan tantangannya secara realistis.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan sikap hidup manusia yang dibarui oleh Allah dalam interaksi sehari-hariHanya mampu menunjukkan 1 contoh sikap hidup manusia baru dalam interaksi sehari-hari dan masih memerlukan bimbingan penuh.Mampu menunjukkan 2 contoh sikap hidup manusia baru dalam interaksi sehari-hari dengan bantuan panduan kata kunci.Mampu menunjukkan 3-4 contoh sikap hidup manusia baru dalam interaksi sehari-hari secara tepat dan mandiri sesuai nilai Kolose 3:12-14.Mampu menunjukkan 4 contoh atau lebih sikap hidup manusia baru dalam berbagai konteks interaksi (sekolah, rumah, masyarakat) secara tepat, rinci, dan konsisten mandiri.
Menguraikan tantangan dalam mewujudkan pembaruan hidup manusia oleh AllahBelum mampu menguraikan tantangan nyata dalam mewujudkan sikap manusia baru, hanya menuliskan kata generik tanpa konteks yang jelas.Mampu menguraikan 1-2 tantangan konkret dalam mewujudkan pembaruan hidup manusia, namun uraian masih sangat singkat dan perlu dipandu.Mampu menguraikan 3-4 tantangan konkret secara jelas dan realistis yang dihadapi dalam mempraktikkan sikap manusia baru dalam interaksi sehari-hari.Mampu menguraikan 4 atau lebih tantangan secara mendalam dan realistis, mencakup tantangan dari dalam diri sendiri (hawa nafsu/kemalasan/gengsi) maupun dari lingkungan luar.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas permainan 'Pilah Sikap' dan diskusi tabel kegiatan efektif membantu murid menyadari tantangan nyata hidup sebagai manusia baru?
  • Bagaimana keterlibatan murid yang pendiam selama kegiatan refleksi dan doa kelompok kecil?
  • Apakah alokasi waktu pada pengerjaan tabel berpasangan sudah mencukupi bagi semua kelompok?

Murid:

  • Sikap hidup manusia baru manakah yang paling mudah dan paling sulit aku lakukan saat berinteraksi dengan teman sekelasku?
  • Tantangan atau godaan apa yang paling sering membuatku tergoda untuk kembali bersikap seperti manusia lama?
  • Bagaimana aku memohon pertolongan Tuhan agar aku dimampukan melawan godaan tersebut?

Pertemuan 3 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.6.1 Mengidentifikasi bukti karya Allah Pembaru yang membarui hidup manusia
  • TP 6.6.2 Menjelaskan cara Allah membarui hidup manusia
  • TP 6.6.3 Menunjukkan sikap hidup manusia yang dibarui oleh Allah dalam interaksi sehari-hari
  • TP 6.6.4 Menguraikan tantangan dalam mewujudkan pembaruan hidup manusia oleh Allah

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi dengan salam, doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid serta kesiapan ruang kelas (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif Bab 6 yang mencakup evaluasi pemahaman tentang bukti dan cara Allah membarui manusia serta refleksi sikap hidup manusia baru dan tantangannya (4 menit).
  • Guru membagikan naskah Bagian I (Tes Tertulis) dan membacakan petunjuk pengerjaan secara jelas dan tertib (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak petunjuk pengerjaan Bagian I (Tes Tertulis) yang terdiri atas 5 butir soal: Butir 1 memilah 4 bukti perbuatan manusia baru dari daftar acuan [Pilihan yang disajikan: (A) Belas kasihan, (B) Marah, (C) Keramahan, (D) Fitnah, (E) Kerendahan hati, (F) Kata kotor, (G) Kesabaran; Acuan jawaban benar: A, C, E, G; Pilihan pengalih: B, D, F]; Butir 2 menyebutkan 2 bukti karya pembaruan Allah berdasarkan teks Kolose 3:12-14 [Acuan: mengampuni sesama dan mengenakan kasih sebagai pengikat yang mempersatukan]; Butir 3 menjelaskan dasar mengapa Allah membarui manusia [Acuan: karena kasih karunia Allah melalui penebusan dan pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib]; Butir 4 menjelaskan peran Roh Kudus dalam proses pembaruan hidup [Acuan: Roh Kudus menolong, menginsafkan dari dosa, dan memampukan manusia meninggalkan kebiasaan lama serta hidup taat]; Butir 5 menjelaskan peran firman Tuhan dalam pembaruan hidup manusia [Acuan: firman Tuhan menerangi jalan hidup, mendidik dalam kebenaran, dan memimpin tindakan sehari-hari] (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid mengerjakan Tugas 1: Tes Tertulis secara mandiri dan hening sesuai naskah soal Butir 1 s.d. 5 selama 45 menit, kemudian lembar jawaban dikumpulkan kepada guru (45 menit).
  • Guru membagikan instrumen Tugas 2: Lembar Refleksi Terstruktur dan murid memahami instruksi pengisian: Bagian A (Menunjukkan 3 sikap hidup manusia baru dalam interaksi sehari-hari di rumah, sekolah, dan lingkungan bermain; Acuan: sikap belas kasihan/menolong, memaafkan teman yang bersalah, berkata jujur dan ramah, tidak mengejek, atau menaati nasihat orang tua/guru); Bagian B (Menguraikan 2 tantangan pribadi konkret dan alternatif tindakan pembaruan hidup; Acuan: tantangan rasa malas berdoa diatasi dengan membuat jadwal rutin, tantangan mudah terpancing emosi/marah diatasi dengan berdoa dan menahan diri sebelum merespons, atau godaan ikut berbohong/mengejek teman diatasi dengan berani menolak ajakan buruk) (5 menit).
  • Murid mengerjakan Tugas 2: Lembar Refleksi Terstruktur dan Telaah Diri secara individual dan mandiri dengan saksama dan jujur (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengheningkan cipta sejenak dan memeriksa kelengkapan pengisian lembar refleksi diri serta meneguhkan komitmen pribadi untuk mempraktikkan hidup sebagai manusia baru dalam pertolongan Tuhan (5 menit).

Penutup:

  • Murid mengumpulkan seluruh lembar asesmen sumatif (Bagian I dan Bagian II) ke meja guru secara teratur (2 menit).
  • Guru memberikan penegasan akhir bab bahwa pembaruan hidup oleh Allah adalah anugerah yang terus berproses melalui ketaatan firman dan karya Roh Kudus (2 menit).
  • Guru dan murid menutup seluruh rangkaian pembelajaran Bab 6 dengan doa syukur (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Memberikan salinan lembar soal dengan ukuran huruf lebih besar atau keterbacaan tinggi bagi murid dengan hambatan penglihatan ringan tanpa mengubah butir pertanyaan.
  • Proses: Menyediakan pembacaan ulang petunjuk penugasan secara individual di meja guru bagi murid yang membutuhkan klarifikasi instruksi pengerjaan tanpa membocorkan jawaban.
  • Produk: Format penulisan jawaban disediakan garis bantu tulis yang memadai bagi murid dengan hambatan motorik halus, dengan kriteria penilaian yang tetap setara.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pemeriksaan kesiapan asesmen: Guru meminta murid mengonfirmasi pemahaman aturan pelaksanaan ujian mandiri (kejujuran, ketertiban, dan pemahaman format lembar jawaban).

Proses:

  • Observasi kepatuhan dan integritas pengerjaan mandiri selama pelaksanaan tes tertulis dan lembar refleksi berlangsung menggunakan lembar cek keterlaksanaan asesmen.

Sumatif Bab:

  • tes tertulis dan lembar refleksi terstruktur: lembar asesmen sumatif memuat identifikasi teks Kolose 3:5–17, uraian cara Allah membarui hidup manusia, lembar refleksi diri sikap hidup manusia baru dalam interaksi sehari-hari, serta telaah tantangan pribadi beserta alternatif tindakannya
  • tes tertulis serentak: lembar jawaban murid berisi identifikasi bukti perubahan hidup manusia baru berdasarkan Kolose 3:5–17 dan uraian penjelasan cara Allah membarui hidup manusia sebagai respons atas anugerah-Nya (50 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran analitis)
  • lembar refleksi dan penugasan telaah terstruktur: lembar kerja murid berisi penilaian diri sikap hidup manusia baru dalam interaksi pergaulan sehari-hari serta daftar analisis tantangan pribadi beserta alternatif tindakan konkret pembaruan hidup (55 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian refleksi dan telaah diri)

Sumatif:

  • tes tertulis dan lembar refleksi terstruktur: lembar asesmen sumatif memuat identifikasi teks Kolose 3:5–17, uraian cara Allah membarui hidup manusia, lembar refleksi diri sikap hidup manusia baru dalam interaksi sehari-hari, serta telaah tantangan pribadi beserta alternatif tindakannya
  • tes tertulis serentak: lembar jawaban murid berisi identifikasi bukti perubahan hidup manusia baru berdasarkan Kolose 3:5–17 dan uraian penjelasan cara Allah membarui hidup manusia sebagai respons atas anugerah-Nya (50 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran analitis)
  • lembar refleksi dan penugasan telaah terstruktur: lembar kerja murid berisi penilaian diri sikap hidup manusia baru dalam interaksi pergaulan sehari-hari serta daftar analisis tantangan pribadi beserta alternatif tindakan konkret pembaruan hidup (55 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian refleksi dan telaah diri)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi bukti karya Allah Pembaru (TP 6.6.1) [Daftar pilihan: A. Belas kasihan, B. Marah, C. Keramahan, D. Fitnah, E. Kerendahan hati, F. Kata kotor, G. Kesabaran; Acuan benar: A, C, E, G; Acuan pengalih: B, D, F]Mengidentifikasi 1 bukti dengan tepat atau memilih 2 pengalih atau lebih.Mengidentifikasi 2 bukti dengan tepat dengan maksimal 1 pilihan pengalih.Mengidentifikasi 3 bukti dengan tepat dari daftar acuan tanpa memilih pengalih.Mengidentifikasi seluruh 4 bukti perbuatan manusia baru (belas kasihan, keramahan, kerendahan hati, kesabaran) dengan tepat dari daftar acuan dan tidak memilih satu pun pengalih (marah, fitnah, kata kotor).
Menjelaskan cara Allah membarui hidup manusia (TP 6.6.2) [Acuan: (1) karya pengorbanan Kristus di kayu salib, (2) peran bimbingan Roh Kudus, (3) peran pengajaran firman Tuhan]Belum mampu menjelaskan cara Allah membarui hidup manusia sesuai acuan atau hanya memuat 1 penjelasan yang kurang tepat.Menjelaskan 1 cara Allah membarui hidup manusia (pengorbanan Kristus, bimbingan Roh Kudus, atau pengajaran firman Tuhan) dengan tepat sesuai acuan.Menjelaskan 2 cara Allah membarui hidup manusia dengan tepat dan runtut sesuai acuan.Menjelaskan seluruh 3 cara Allah membarui hidup manusia (melalui pengorbanan Kristus, karya Roh Kudus yang menginsafkan/memampukan, dan firman Tuhan yang membimbing hidup) secara tepat, jelas, dan lengkap.
Menunjukkan sikap hidup manusia yang dibarui oleh Allah dalam interaksi sehari-hari (TP 6.6.3) [Acuan kriteria: sikap belas kasihan/menolong sesama, memaafkan kesalahan teman, berkata jujur dan ramah, tidak mengejek, atau patuh pada orang tua/guru]Menunjukkan 1 sikap hidup tetapi belum relevan dengan konteks interaksi sehari-hari.Menunjukkan 1 sikap hidup manusia baru dengan contoh situasi nyata sesuai acuan kriteria.Menunjukkan 2 sikap hidup manusia baru dalam interaksi sehari-hari dengan jelas sesuai acuan kriteria.Menunjukkan 3 sikap hidup manusia baru dalam interaksi sehari-hari (di rumah, sekolah, dan pergaulan) secara konkret, jelas, dan tepat sesuai acuan kriteria.
Menguraikan tantangan dalam mewujudkan pembaruan hidup manusia oleh Allah (TP 6.6.4) [Acuan kriteria: uraian tantangan konkret (misal: rasa malas beribadah, mudah terpancing emosi, godaan berbohong) disertai alternatif tindakan pembaruan hidup (misal: membuat jadwal rutin doa, menahan diri/berdoa saat marah, berkata jujur)]Belum menguraikan tantangan atau hanya menuliskan tantangan tanpa alternatif tindakan.Menguraikan 1 tantangan pribadi tetapi alternatif tindakannya belum realistis atau belum sesuai acuan kriteria.Menguraikan 1 tantangan pribadi beserta 1 alternatif tindakan konkret pembaruan hidup secara logis sesuai acuan kriteria.Menguraikan 2 tantangan pribadi konkret dan menyusun 2 alternatif tindakan pembaruan hidup yang realistis dan operasional sesuai acuan kriteria.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh butir soal tes tertulis dan lembar refleksi mampu mengukur ketercapaian TP 6.6.1 sampai 6.6.4 secara valid dan objektif?
  • Bagaimana distribusi penguasaan konsep dan kemampuan refleksi diri murid mengenai hidup sebagai manusia baru dalam interaksi sehari-hari?

Murid:

  • Bagian mana dari asesmen hari ini yang paling membantuku menyadari perubahan hidup yang perlu kulakukan?
  • Apakah aku sudah jujur dan bersungguh-sungguh dalam merencanakan tindakan konkret untuk menghadapi tantanganku sebagai manusia baru?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab: Kolose 3:5–17 (Lembaga Alkitab Indonesia)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek 2022, Penulis: Novy Amelia Elisabeth Sine), Halaman 107–113
  3. Buku Panduan Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek 2022), Halaman 74–84
  4. Set kartu karakter (6 kartu bukti karakter baru dan pengalih sifat lama)
  5. Alkitab: Kolose 3:5–17
  6. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek, 2022)
  7. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek, 2022)
  8. Kidung Jemaat / Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ 239 'Perubahan Besar')
  9. Kartu Aktivitas 'Pilah Sikap' dan Lembar Kerja Tabel Kegiatan dan Tantangan Manusia Baru
  10. Alkitab (Kolose 3:5–17)
  11. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek RI, 2022, Penulis: Novy Amelia Elisabeth Sine)
  12. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek RI, 2022)
  13. Naskah Tes Tertulis dan Lembar Refleksi Terstruktur Bab 6

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.