Modul AjarPertemuan 3Bab 4Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6: Bersyukur atas Keistimewaan Diri: Mengembangkan Potensi sebagai Wujud Syukur kepada Allah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Bersyukur atas Keistimewaan Diri: Mengembangkan Potensi sebagai Wujud Syukur kepada Allah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6: Bersyukur atas Keistimewaan Diri: Mengembangkan Potensi sebagai Wujud Syukur kepada Allah

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 4 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Bersyukur atas Keistimewaan Diri: Mengembangkan Potensi sebagai Wujud Syukur kepada Allah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikBersyukur atas Keistimewaan Diri: Mengembangkan Potensi sebagai Wujud Syukur kepada Allah
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengungkapkan rasa syukur atas pemeliharaan Allah dalam hidupnya melalui sebuah karya kreatif (tulisan, gambar, atau kolase) yang menggambarkan potensi dan karunia yang mereka miliki sebagai pribadi yang istimewa.
  2. Murid dapat merencanakan satu bentuk aksi nyata sebagai ekspresi syukur atas keistimewaan diri, misalnya menunjukkan sikap peduli kepada teman yang berkebutuhan khusus di lingkungan sekolah.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa saja potensi atau kelebihan yang Allah berikan kepadamu yang membuatmu merasa istimewa?
  2. Bagaimana kamu bisa menggunakan kelebihanmu untuk menolong orang lain, termasuk teman yang berkebutuhan khusus?
  3. Mengapa kita perlu bersyukur atas segala karunia yang Allah berikan, termasuk keterbatasan yang kita miliki?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan doa pembuka bersama.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang bisa menyebutkan satu hal istimewa tentang dirinya?' dan 'Apa artinya bersyukur kepada Allah?'
  • Guru menampilkan gambar atau video singkat (1-2 menit) tentang anak-anak yang mengembangkan potensi mereka (misalnya anak yang pandai melukis, bermain musik, atau berolahraga) sebagai pemantik.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: membuat karya kreatif sebagai ungkapan syukur dan merencanakan aksi nyata peduli sesama.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan atau menceritakan kisah singkat tentang seseorang berkebutuhan khusus yang berprestasi (misalnya Nick Vujicic atau tokoh lokal) sebagai contoh pemeliharaan Allah.
  • Murid diminta menyimak dan mencatat: (1) Apa kelebihan tokoh tersebut? (2) Bagaimana Allah memelihara hidupnya?
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas: 'Apa yang kalian pelajari dari kisah ini tentang pemeliharaan Allah?' dan 'Apakah kalian juga memiliki karunia istimewa dari Allah?'
  • Murid menuliskan 3 potensi atau karunia yang mereka miliki pada selembar kertas kecil.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru menjelaskan tugas karya kreatif: murid membuat satu karya (boleh memilih tulisan puisi/surat syukur, gambar diri dengan potensi, atau kolase dari potongan majalah/kertas warna) yang menggambarkan potensi dan karunia mereka sebagai pribadi istimewa.
  • Murid diberi waktu 15 menit untuk mengerjakan karya kreatif secara mandiri. Guru berkeliling memberikan bimbingan individual.
  • Setelah karya selesai, murid diminta merencanakan satu aksi nyata sebagai wujud syukur: menulis di balik karya mereka satu rencana konkret untuk menunjukkan kepedulian kepada teman berkebutuhan khusus di sekolah (misalnya menemani bermain, membantu membawakan tas, atau mengajak belajar bersama).
  • Beberapa murid (3-4 orang) mempresentasikan karya dan rencana aksi mereka di depan kelas.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk tenang dan merenungkan: 'Apa perasaanmu setelah membuat karya ini? Apakah kamu semakin menyadari bahwa dirimu istimewa di mata Allah?'
  • Murid menuliskan satu kalimat refleksi di buku catatan: 'Hari ini aku bersyukur karena...' dan 'Aksi nyata yang akan kulakukan minggu ini adalah...'
  • Guru memberikan apresiasi terhadap semua karya dan rencana aksi murid, menegaskan bahwa setiap anak istimewa dan dipelihara Allah.

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan poin penting pembelajaran: Allah memelihara setiap anak dan memberikan potensi yang istimewa; bersyukur diwujudkan melalui mengembangkan potensi dan peduli kepada sesama.
  • Guru mengingatkan murid untuk melaksanakan rencana aksi nyata mereka dalam minggu ini dan melaporkan hasilnya pada pertemuan berikutnya.
  • Guru atau salah satu murid memimpin doa penutup, mengucap syukur atas keistimewaan diri dan memohon kekuatan untuk peduli kepada sesama.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan bantuan tambahan diberikan contoh karya kreatif (template gambar atau kerangka tulisan) sebagai panduan. Murid yang cepat memahami dapat mencari kisah inspiratif tambahan dari buku atau pengalaman pribadi.
  • Proses: Murid yang memerlukan waktu lebih lama boleh menyelesaikan karya dengan format lebih sederhana (misalnya gambar saja tanpa kolase). Murid yang cepat selesai diminta menambahkan penjelasan tertulis pada karya mereka atau membantu teman.
  • Produk: Murid boleh memilih bentuk karya sesuai minat dan kemampuan: tulisan (puisi/surat syukur), gambar, atau kolase. Tidak ada satu format wajib untuk semua murid.

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya secara lisan di awal pembelajaran: 'Apa arti bersyukur menurutmu?' dan 'Sebutkan satu hal istimewa tentang dirimu.' Guru mencatat pemahaman awal murid untuk menyesuaikan bimbingan selama kegiatan inti.

Proses:

  • Observasi sikap murid saat menyimak kisah inspiratif: apakah murid menunjukkan perhatian dan empati.
  • Pemantauan kelancaran dan kemandirian murid saat mengerjakan karya kreatif.
  • Umpan balik lisan saat murid mempresentasikan: guru memberikan pertanyaan pendalaman untuk mengecek pemahaman tentang pemeliharaan Allah dan rencana aksi nyata.

Akhir:

  • Pengumpulan karya kreatif murid untuk dinilai dengan rubrik (aspek: ekspresi syukur, penggambaran potensi diri, kerapian/kreativitas).
  • Pengumpulan tulisan rencana aksi nyata untuk dinilai dengan rubrik (aspek: kejelasan rencana, relevansi dengan sikap peduli, kelayakan pelaksanaan).

Formatif:

  • Observasi keterlibatan murid saat diskusi kisah inspiratif.
  • Pemantauan proses pembuatan karya kreatif (kemandirian, kesesuaian tema, ekspresi syukur).
  • Penilaian lisan saat murid mempresentasikan karya dan rencana aksi.

Sumatif:

  • Penilaian produk karya kreatif (tulisan/gambar/kolase) berdasarkan rubrik.
  • Penilaian rencana aksi nyata yang ditulis murid berdasarkan kejelasan, relevansi, dan kelayakan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ekspresi Syukur dalam Karya KreatifKarya tidak menunjukkan ungkapan syukur atau kaitan dengan pemeliharaan Allah.Karya menunjukkan sedikit ungkapan syukur namun belum jelas kaitannya dengan pemeliharaan Allah atas potensi diri.Karya menunjukkan ungkapan syukur yang jelas atas pemeliharaan Allah dan menggambarkan potensi diri dengan cukup baik.Karya menunjukkan ungkapan syukur yang mendalam dan kreatif, menggambarkan potensi diri secara jelas sebagai karunia Allah Pemelihara.
Penggambaran Potensi DiriMurid tidak dapat mengidentifikasi potensi atau karunia yang dimilikinya.Murid menyebutkan 1 potensi tetapi belum mampu menggambarkannya dalam karya.Murid menyebutkan 2-3 potensi dan menggambarkannya dalam karya dengan cukup jelas.Murid menyebutkan 3 atau lebih potensi, menggambarkannya secara kreatif dalam karya, dan menjelaskan bagaimana potensi tersebut adalah karunia Allah.
Rencana Aksi Nyata Peduli SesamaMurid tidak menuliskan rencana aksi nyata.Murid menuliskan rencana aksi tetapi belum spesifik atau belum menunjukkan kepedulian kepada teman berkebutuhan khusus.Murid menuliskan rencana aksi yang cukup spesifik dan menunjukkan kepedulian kepada teman berkebutuhan khusus di lingkungan sekolah.Murid menuliskan rencana aksi yang spesifik, realistis, dan menunjukkan kepedulian mendalam kepada teman berkebutuhan khusus, disertai langkah-langkah pelaksanaan yang jelas.
Kreativitas dan Kerapian KaryaKarya tidak selesai atau sangat tidak rapi sehingga sulit dipahami.Karya selesai tetapi kurang rapi dan menunjukkan sedikit usaha kreatif.Karya selesai dengan rapi dan menunjukkan usaha kreatif yang baik sesuai kemampuan murid.Karya selesai dengan sangat rapi, menunjukkan kreativitas tinggi, orisinal, dan menarik untuk diapresiasi.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid mampu mengungkapkan rasa syukur melalui karya kreatif mereka? Apa buktinya?
  • Apakah rencana aksi nyata yang ditulis murid realistis dan menunjukkan pemahaman tentang kepedulian kepada sesama?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah membantu semua murid menyelesaikan tugas sesuai kemampuan masing-masing?
  • Langkah apa yang perlu saya perbaiki pada pertemuan berikutnya untuk memperdalam pemahaman murid tentang pemeliharaan Allah?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan dari pelajaran hari ini tentang keistimewaan diriku?
  • Apakah aku sudah benar-benar bersyukur atas potensi yang Allah berikan kepadaku? Bagaimana caraku menunjukkannya?
  • Apakah rencana aksi nyataku bisa benar-benar kulakukan minggu ini? Apa yang mungkin menghalangi dan bagaimana mengatasinya?
  • Apa yang ingin aku pelajari lebih lanjut tentang bagaimana Allah memelihara kehidupanku?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Novy Amelia Elisabeth Sine, Kemendikbud).
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI.
  3. Alkitab (ayat-ayat tentang pemeliharaan Allah, misalnya Mazmur 139:13-16, Yeremia 29:11).
  4. Kertas gambar, pensil warna, krayon, gunting, lem, potongan majalah (untuk kolase).
  5. Video atau gambar inspiratif tentang anak-anak berprestasi dan anak berkebutuhan khusus yang berprestasi.
  6. Kertas A4 untuk menulis rencana aksi nyata.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.