MODUL AJAR Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C) Topik: Bab 4 — Aku, Pribadi yang Istimewa INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 6 |
|---|
| Topik | Bab 4 — Aku, Pribadi yang Istimewa |
|---|
| Alokasi Waktu | 8 JP (8 x 35 menit = 280 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 3 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 6.4.1 Mengidentifikasi wujud pemeliharaan Allah terhadap mereka yang berkebutuhan khusus berdasarkan kisah Alkitab
- TP 6.4.2 Menjelaskan cara Allah memelihara seluruh umat manusia termasuk mereka yang berkebutuhan khusus sebagai pribadi istimewa
- TP 6.4.3 Menunjukkan buah Roh dalam interaksi antar sesama yang berkebutuhan khusus
- TP 6.4.4 Menyusun rencana tindakan peduli terhadap sesama sebagai wujud tanggung jawab orang beriman dalam kehidupan
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana Allah menunjukkan kasih dan pemeliharaan-Nya kepada tokoh Alkitab yang memiliki keterbatasan fisik seperti Mefiboset?
- Mengapa setiap manusia, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus, dipandang istimewa dan dipelihara oleh Allah?
- Bagaimana sikap kita ketika berinteraksi dengan teman yang memiliki keterbatasan fisik atau sensorik?
- Apa bentuk tindakan nyata yang dapat kita rencanakan untuk menunjukkan kepedulian kepada sesama sebagai orang beriman?
- Bagaimana kisah Alkitab membuktikan bahwa Allah memelihara pribadi yang memiliki keterbatasan fisik seperti Mefiboset?
- Mengapa setiap manusia, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus, disebut sebagai ciptaan yang istimewa di hadapan Allah?
- Bagaimana buah Roh dapat kita wujudkan secara nyata saat berinteraksi dan merencanakan tindakan peduli kepada sesama?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengidentifikasi wujud pemeliharaan Allah terhadap mereka yang berkebutuhan khusus berdasarkan kisah Alkitab dan menjelaskan cara Allah memelihara seluruh umat manusia — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.4.1 Mengidentifikasi wujud pemeliharaan Allah terhadap mereka yang berkebutuhan khusus berdasarkan kisah Alkitab
- TP 6.4.2 Menjelaskan cara Allah memelihara seluruh umat manusia termasuk mereka yang berkebutuhan khusus sebagai pribadi istimewa
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: mengidentifikasi wujud pemeliharaan Allah bagi mereka yang berkebutuhan khusus lewat kisah Alkitab dan menjelaskan cara Allah memelihara seluruh umat manusia (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan terarah: (1) 'Siapakah cucu Raja Saul yang kedua kakinya timpang tetapi dipelihara di istana raja?' (acuan: Mefiboset); (2) 'Siapakah yang dipakai Tuhan untuk memelihara dan mengembalikan tanah miliknya?' (acuan: Raja Daud) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid membaca bersama teks Alkitab dari 2 Samuel 9:1–13 dan Mazmur 8:1–9 tentang pemeliharaan Allah terhadap ciptaan-Nya dan kisah Mefiboset (7 menit).
- Guru memfasilitasi pendalaman materi dengan menjelaskan bahwa setiap manusia diciptakan mulia dan istimewa (Mazmur 8:5-6), serta menjelaskan bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi pemeliharaan Allah melalui sesama (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti kuis interaktif berpasangan 'Tebak Kartu Fakta Pemeliharaan Allah' yang berisi 4 kartu pernyataan untuk membedakan bentuk pemeliharaan Allah bagi Mefiboset dan pemeliharaan bagi seluruh manusia: Kartu 1: 'Mendapat jaminan makan seumur hidup di meja raja' -> Benar pemeliharaan Mefiboset; Kartu 2: 'Seluruh tanah milik kakeknya dikembalikan' -> Benar pemeliharaan Mefiboset; Kartu 3: 'Diberikan napas kehidupan, talenta, dan kasih sayang keluarga' -> Pemeliharaan bagi seluruh manusia; Kartu 4: 'Mendapat pelayan (Ziba dan keluarganya) untuk mengurus ladang' -> Benar pemeliharaan Mefiboset (15 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan Lembar Kerja untuk mengidentifikasi 3 wujud nyata pemeliharaan Allah terhadap Mefiboset berdasarkan 2 Samuel 9:1–13 dan menjelaskan 2 cara Allah memelihara seluruh umat manusia termasuk mereka yang berkebutuhan khusus (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru memeriksa hasil lembar kerja dan merefleksikan makna bahwa setiap manusia berharga di mata Tuhan, serta menyadari bahwa keterbatasan tidak mengurangi kasih pemeliharaan Allah (7 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini mengenai wujud pemeliharaan Allah terhadap Mefiboset dan cara Allah memelihara seluruh umat manusia sebagai pribadi istimewa (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan hasil belajar dan menutup pertemuan dengan doa syukur atas pemeliharaan Tuhan (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks kisah 2 Samuel 9:1-13 dengan penandaan (highlight) pada ayat 7, 9, dan 11; murid yang lebih cepat diberikan teks rujukan tambahan Mazmur 139:13-16.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing dalam merumuskan kalimat penjelasan dengan panduan kata kunci, sedangkan murid yang mandiri langsung menguraikan penjelasan cara Allah memelihara manusia.
- Produk: Format penyampaian lembar kerja dapat berupa poin-poin terstruktur atau bagan alur pemeliharaan Allah.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan: Guru menanyakan: (1) 'Siapakah cucu Raja Saul yang mengalami kelumpuhan pada kedua kakinya?' (acuan: Mefiboset); (2) 'Siapakah raja yang memanggilnya dan memberinya tempat makan di istananya?' (acuan: Raja Daud). Murid yang menjawab tepat menunjukkan kesiapan awal memahami konteks kisah Alkitab.
Proses:- Pemeriksaan Lembar Kerja murid dengan acuan: (A) Mengidentifikasi minimal 3 wujud pemeliharaan Allah bagi Mefiboset dalam 2 Samuel 9:1-13 (acuan: [1] Daud mengembalikan seluruh tanah milik kakeknya/Saul; [2] Mefiboset diperbolehkan makan sehidangan di meja raja seumur hidupnya; [3] Ziba beserta anak-anak dan hambanya ditugaskan mengolah tanah untuk keluarga Mefiboset). (B) Menjelaskan 2 cara Allah memelihara seluruh umat manusia termasuk yang berkebutuhan khusus (acuan: [1] Allah mencukupi kebutuhan hidup jasmani seperti napas, makanan, dan perlindungan; [2] Allah mengaruniakan talenta/kemampuan unik serta menghadirkan sesama/keluarga untuk saling menopang).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi berupa tanya jawab ringkas: Murid menyebutkan 1 bukti bahwa orang berkebutuhan khusus tetap istimewa dan dipelihara Allah (kriteria penerimaan: jawaban memuat pengakuan bahwa Allah menciptakan manusia berharga dan Allah memakai orang lain atau memberi karunia/talenta khusus untuk memelihara kehidupannya).
Formatif:- Tes tertulis singkat pada Lembar Kerja (identifikasi wujud pemeliharaan Allah pada Mefiboset dan penjelasan cara pemeliharaan Allah bagi manusia)
- Observasi partisipasi aktif murid pada kuis kartu berpasangan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi wujud pemeliharaan Allah terhadap mereka yang berkebutuhan khusus berdasarkan kisah Alkitab (2 Samuel 9:1-13) | Belum mampu mengidentifikasi wujud pemeliharaan Allah bagi Mefiboset secara tepat sesuai teks Alkitab. | Mampu mengidentifikasi 1 dari 3 wujud pemeliharaan Allah bagi Mefiboset dengan tepat sesuai acuan (tanpa memilih pernyataan yang salah). | Mampu mengidentifikasi 2 dari 3 wujud pemeliharaan Allah bagi Mefiboset dengan tepat sesuai acuan. | Mampu mengidentifikasi seluruh 3 wujud pemeliharaan Allah bagi Mefiboset dengan tepat sesuai acuan (pengembalian tanah Saul, makan di meja raja seumur hidup, dan penyediaan Ziba untuk mengelola ladang). | | Menjelaskan cara Allah memelihara seluruh umat manusia termasuk mereka yang berkebutuhan khusus sebagai pribadi istimewa | Belum mampu menjelaskan cara Allah memelihara seluruh umat manusia termasuk mereka yang berkebutuhan khusus. | Mampu menjelaskan 1 cara Allah memelihara umat manusia namun penjelasannya belum mengaitkan status manusia sebagai pribadi istimewa. | Mampu menjelaskan 1 cara Allah memelihara seluruh umat manusia termasuk yang berkebutuhan khusus sebagai pribadi istimewa secara runtut dan tepat. | Mampu menjelaskan 2 cara Allah memelihara seluruh umat manusia termasuk mereka yang berkebutuhan khusus sebagai pribadi istimewa secara komprehensif dan tepat sesuai acuan materi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah pembelajaran berdiferensiasi dan kuis kartu efektif membantu murid memahami konsep pemeliharaan Allah bagi anak berkebutuhan khusus?
- Bagaimana respons murid saat mendiskusikan bahwa setiap manusia, terlepas dari keterbatasan fisiknya, adalah pribadi istimewa di hadapan Allah?
Murid:- Hal baru apa yang aku pelajari hari ini tentang cara Tuhan memelihara Mefiboset yang memiliki keterbatasan fisik?
- Mengapa aku dan teman-temanku, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus, disebut sebagai pribadi yang istimewa di hadapan Allah?
Pertemuan 2 — Menunjukkan buah Roh dalam interaksi antar sesama yang berkebutuhan khusus dan menyusun rencana tindakan peduli terhadap sesama — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.4.3 Menunjukkan buah Roh dalam interaksi antar sesama yang berkebutuhan khusus
- TP 6.4.4 Menyusun rencana tindakan peduli terhadap sesama sebagai wujud tanggung jawab orang beriman dalam kehidupan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak salah satu murid memimpin doa pembuka (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menunjukkan buah Roh dalam interaksi dengan sesama yang berkebutuhan khusus dan menyusun rencana tindakan peduli (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: membagikan lembar diagnostik berisi 2 butir pertanyaan singkat mengenai buah Roh (kasih, kesabaran, kebaikan) dalam pergaulan untuk memetakan kesiapan murid (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan guru dan membaca teks Galatia 5:22-23 tentang buah Roh yang dihubungkan dengan sikap menghargai sesama yang berkebutuhan khusus (10 menit).
- Guru mengadakan aktivitas ceria 'Tebak Kartu Buah Roh': murid secara berpasangan mencocokkan 4 kartu situasi interaksi dengan kartu buah Roh yang tepat. Skenario kartu: (1) Menunggu dengan tenang saat teman berbicara lambat -> Kesabaran; (2) Berbagi bekal atau meminjamkan alat tulis kepada teman tunadaksa -> Kemurahan/Kebaikan; (3) Menemani dan mendengarkan teman tanpa mengejek -> Kasih/Kelemahlembutan; (4) Tidak berebut jalan atau menertawakan saat teman memakai kruk -> Penguasaan diri (acuan: pasangan skenario dan buah Roh tersebut) (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Tindakan Peduli untuk menunjukkan buah Roh dalam interaksi konkret dengan sesama berkebutuhan khusus (15 menit).
- Murid menyusun draf 'Rencana Tindakan Peduli' sebagai wujud tanggung jawab orang beriman dalam format tabel terstruktur yang memuat 4 komponen: (1) Sasaran tindakan (teman/tetangga berkebutuhan khusus), (2) Bentuk tindakan kepedulian yang konkret, (3) Waktu pelaksanaan, dan (4) Nilai buah Roh yang mendasari tindakan tersebut (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membaca kembali rencana tindakan peduli yang telah disusun dan memeriksa apakah langkah-langkah yang dirancang sudah realistis dan mencerminkan buah Roh (10 menit).
- Murid menuliskan satu komitmen pribadi singkat di bawah tabel rencananya tentang kesungguhan mewujudkan tindakan peduli tersebut sebagai tanggung jawab orang beriman (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik umum terhadap hasil draf rencana tindakan peduli yang dibuat murid dan menegaskan pentingnya mewujudkan kasih Kristus kepada sesama (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini, menyampaikan rencana pertemuan berikutnya (pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 4), dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu situasi dengan teks sederhana berilustrasi bagi murid yang membutuhkan scaffolding membaca, serta studi kasus interaksi yang lebih kompleks bagi murid yang berpencapaian tinggi.
- Proses: Memberikan panduan bertahap (guiding questions) pada tabel bagi murid yang memerlukan bimbingan dalam merumuskan rencana tindakan.
- Produk: Murid cepat menyusun rencana tindakan dengan 2 alternatif kegiatan pelayanan konkret; murid lambat menyusun 1 rencana tindakan peduli terarah dengan format tabel terisi lengkap.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik tertulis singkat 2 butir: (1) Sebutkan 2 unsur buah Roh yang relevan saat menemani teman berkebutuhan khusus! (acuan kunci: kasih, kesabaran, kebaikan, kemurahan, atau kelemahlembutan); (2) Jika ada teman yang berjalan memakai kruk tertinggal di belakang, tindakan apa yang mencerminkan buah Roh? (acuan kunci: menunggu, memperlambat langkah, atau menawarkan bantuan membawakan tas).
Proses:- Observasi ketepatan murid saat memasangkan 4 kartu situasi interaksi dengan buah Roh yang sesuai pada tahap Memahami.
- Pemeriksaan lembar kerja draf 'Rencana Tindakan Peduli' pada tahap Mengaplikasi, memastikan tercantumnya 4 komponen: sasaran tindakan, bentuk tindakan peduli, waktu pelaksanaan, dan nilai buah Roh.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid mengumpulkan lembar tabel 'Rencana Tindakan Peduli' yang telah dilengkapi komitmen pribadi untuk diperiksa kelengkapan 4 komponennya (kriteria penerimaan: rencana memuat sasaran nyata, tindakan kepedulian yang dapat dipraktikkan, alokasi waktu yang jelas, serta menyebutkan buah Roh yang melandasi).
Formatif:- Penilaian kinerja berpasangan mencocokkan kartu buah Roh dan situasi interaksi
- Penilaian produk Lembar Kerja Rencana Tindakan Peduli
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan buah Roh dalam interaksi antar sesama yang berkebutuhan khusus | Menunjukkan kurang dari 2 buah Roh dengan tepat pada situasi interaksi yang disajikan. | Menunjukkan tepat 2 dari 4 buah Roh dengan tepat pada situasi interaksi yang disajikan. | Menunjukkan tepat 3 dari 4 buah Roh dengan tepat pada situasi interaksi yang disajikan. | Menunjukkan seluruh 4 buah Roh dengan tepat pada situasi interaksi yang disajikan (Kesabaran, Kebaikan/Kemurahan, Kasih/Kelemahlembutan, Penguasaan diri) secara mandiri. | | Menyusun rencana tindakan peduli terhadap sesama sebagai wujud tanggung jawab orang beriman | Rencana tindakan hanya memuat 1 komponen dari 4 komponen yang dipersyaratkan. | Menyusun rencana tindakan yang memuat 2 dari 4 komponen (sasaran, bentuk tindakan, waktu pelaksanaan, nilai buah Roh). | Menyusun rencana tindakan yang memuat 3 dari 4 komponen dengan jelas dan logis. | Menyusun rencana tindakan peduli secara lengkap mencakup seluruh 4 komponen (sasaran tindakan, bentuk tindakan nyata, waktu pelaksanaan, dan nilai buah Roh) secara terstruktur dan realistis. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah permainan mencocokkan kartu buah Roh efektif membantu murid menghubungkan nilai kristiani dengan tindakan nyata?
- Apakah alokasi waktu 25 menit cukup bagi seluruh murid untuk merumuskan rencana tindakan peduli secara realistis?
Murid:- Sikap buah Roh mana yang paling menantang untuk saya praktikkan saat bersama teman berkebutuhan khusus?
- Apakah rencana tindakan peduli yang saya susun hari ini benar-benar bisa saya lakukan dalam minggu ini?
Pertemuan 3 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.4.1 Mengidentifikasi wujud pemeliharaan Allah terhadap mereka yang berkebutuhan khusus berdasarkan kisah Alkitab
- TP 6.4.2 Menjelaskan cara Allah memelihara seluruh umat manusia termasuk mereka yang berkebutuhan khusus sebagai pribadi istimewa
- TP 6.4.3 Menunjukkan buah Roh dalam interaksi antar sesama yang berkebutuhan khusus
- TP 6.4.4 Menyusun rencana tindakan peduli terhadap sesama sebagai wujud tanggung jawab orang beriman dalam kehidupan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa pembuka, dan memeriksa kehadiran seluruh murid (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab 4 yaitu mengukur pemahaman pemeliharaan Allah, buah Roh, dan rencana kepedulian terhadap sesama (2 menit).
- Guru menjelaskan tata tertib dan prosedur asesmen sumatif yang terdiri dari 2 bagian: tugas kelompok tertulis (45 menit) dan unjuk kerja lisan bergiliran disertai observasi interaksi (56 menit) (1 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan Lembar Asesmen Sumatif Kelompok yang berisi 2 bagian: Bagian I Tes Tertulis Pemeliharaan Allah pada Mefiboset (3 butir soal: 1. Keterbatasan fisik Mefiboset [kunci: timpang/lumpuh kedua kakinya akibat jatuh saat kecil]; 2. Wujud pemeliharaan Allah melalui Raja Daud [kunci: Daud mengembalikan seluruh tanah milik kakeknya Saul, memanggil Ziba untuk mengelola ladang, dan mengizinkan Mefiboset makan sehidangan di meja raja seumur hidup]; 3. Makna pemeliharaan Allah bagi pribadi berkebutuhan khusus [kunci: Allah tidak pernah meninggalkan orang dengan keterbatasan fisik, melainkan memelihara martabat dan hidup mereka melalui pertolongan sesama]) dan Bagian II Format Rencana Tindakan Peduli (target sesama yang dibantu, bentuk bantuan konkret wujud kasih/kesabaran, waktu pelaksanaan, dan pembagian peran anggota) (1 menit).
- Guru memfasilitasi murid membaca petunjuk pengerjaan soal dan mengonfirmasi pemahaman kelompok terhadap rubrik penilaian tanpa membocorkan substansi jawaban (1 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Secara berkelompok, murid berkolaborasi menyelesaikan Bagian I (menuliskan identifikasi wujud pemeliharaan Allah pada kisah Mefiboset sesuai kunci acuan) dan Bagian II (menyusun rancangan tindakan peduli terhadap teman/sesama berkebutuhan khusus secara terstruktur) selama 43 menit serentak (43 menit).
- Secara bergiliran (rotasi ke meja guru, durasi 1,5–2 menit per murid), setiap murid menyampaikan penjelasan lisan singkat menjawab 2 pertanyaan guru: (1) 'Bagaimana cara Allah memelihara seluruh umat manusia termasuk mereka yang berkebutuhan khusus sebagai pribadi istimewa?' [acuan jawaban: Allah memelihara dengan memberi napas kehidupan, mencukupi kebutuhan harian melalui sesama/keluarga, serta menganugerahkan potensi/talenta istimewa unik pada tiap anak tanpa membedakan kondisi fisiknya]; sekaligus guru mengamati perwujudan buah Roh (sikap kasih, sabar menunggu antrean giliran, sopan, dan saling menghargai teman) saat interaksi berlangsung (49 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setelah seluruh rangkaian asesmen selesai dan lembar kerja dikumpulkan, guru mengajak murid merefleksikan proses pengerjaan asesmen sumatif terkait kesadaran akan kasih Allah dan komitmen mewujudkan buah Roh (1 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas ketertiban, kejujuran, dan kerja sama murid selama berlangsungnya asesmen sumatif bab 4 (2 menit).
- Guru merangkum pesan utama bab 4 bahwa setiap pribadi diciptakan istimewa dan dipelihara oleh Allah, kemudian menutup pertemuan dengan doa syukur bersama (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Lembar asesmen tertulis disediakan dengan ukuran teks standar yang jelas serta opsi pembacaan soal oleh guru bagi murid yang membutuhkan akomodasi membaca tanpa mengubah indikator penilaian.
- Proses: Pemberian waktu yang cukup dan giliran pemanggilan lisan diatur teratur ke meja guru agar murid merasa tenang dan fokus menyampaikan gagasannya.
- Produk: Format rencana tindakan peduli memberikan keleluasaan bagi kelompok untuk merancang aksi kepedulian konkret di lingkungan sekolah maupun lingkungan rumah.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan asesmen sumatif melalui pertanyaan pengarah: 'Apakah setiap kelompok sudah membawa Alkitab dan alat tulis untuk menyelesaikan analisis kisah Mefiboset dan tabel rencana peduli?'
Proses:- Pemantauan keterlibatan murid dalam pengerjaan lembar kerja kelompok dan kepatuhan terhadap alokasi waktu asesmen sumatif
Sumatif Bab:- kombinasi tes tertulis, penugasan penyusunan rencana tindakan, unjuk kerja lisan bergiliran, dan observasi interaksi: lembar jawaban tertulis berisi identifikasi pemeliharaan Allah dan dokumen rencana tindakan peduli, disertai catatan observasi unjuk kerja lisan tentang pemeliharaan Allah serta perwujudan buah Roh dalam interaksi
- tes tertulis dan penugasan terpadu serentak: lembar kerja murid yang mencakup identifikasi wujud pemeliharaan Allah terhadap tokoh berkebutuhan khusus dalam kisah Alkitab dan dokumen rancangan tindakan peduli terhadap sesama sebagai wujud tanggung jawab orang beriman (45 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban identifikasi kisah Alkitab dan rubrik penilaian rencana tindakan peduli)
- unjuk kerja lisan bergiliran dan observasi interaksi: penjelasan lisan singkat mengenai cara Allah memelihara seluruh manusia termasuk mereka yang berkebutuhan khusus sebagai pribadi istimewa (1,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru, 60 menit / 1,5 menit = 40 kapasitas, cukup untuk 28 murid) sekaligus pengamatan perwujudan buah Roh dalam interaksi sikap santun dan menghargai saat giliran berlangsung (60 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja lisan dan lembar observasi sikap buah Roh)
Sumatif:- kombinasi tes tertulis, penugasan penyusunan rencana tindakan, unjuk kerja lisan bergiliran, dan observasi interaksi: lembar jawaban tertulis berisi identifikasi pemeliharaan Allah dan dokumen rencana tindakan peduli, disertai catatan observasi unjuk kerja lisan tentang pemeliharaan Allah serta perwujudan buah Roh dalam interaksi
- tes tertulis dan penugasan terpadu serentak: lembar kerja murid yang mencakup identifikasi wujud pemeliharaan Allah terhadap tokoh berkebutuhan khusus dalam kisah Alkitab dan dokumen rancangan tindakan peduli terhadap sesama sebagai wujud tanggung jawab orang beriman (45 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban identifikasi kisah Alkitab dan rubrik penilaian rencana tindakan peduli)
- unjuk kerja lisan bergiliran dan observasi interaksi: penjelasan lisan singkat mengenai cara Allah memelihara seluruh manusia termasuk mereka yang berkebutuhan khusus sebagai pribadi istimewa (1,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru, 60 menit / 1,5 menit = 40 kapasitas, cukup untuk 28 murid) sekaligus pengamatan perwujudan buah Roh dalam interaksi sikap santun dan menghargai saat giliran berlangsung (60 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja lisan dan lembar observasi sikap buah Roh)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Wujud Pemeliharaan Allah (Kisah Alkitab Mefiboset - TP 6.4.1) | Hanya mengidentifikasi 1 dari 3 butir acuan (keterbatasan fisik, bentuk pemeliharaan Daud, atau makna teologis) secara tepat. | Mengidentifikasi 2 dari 3 butir acuan (keterbatasan fisik, bentuk pemeliharaan Daud, atau makna teologis) secara tepat. | Mengidentifikasi seluruh 3 butir acuan secara tepat: (1) fisik Mefiboset lumpuh/timpang kakinya; (2) Daud memeliharanya dengan mengembalikan tanah Saul, menugaskan Ziba, dan memberi tempat makan sehidangan di meja raja; (3) Allah memelihara martabat orang berkebutuhan khusus melalui sesama. | Mengidentifikasi seluruh 3 butir acuan secara tepat, lengkap dengan kutipan perikop 2 Samuel 9 serta penjelasan makna secara mendalam dan mandiri. | | Penjelasan Cara Allah Memelihara Umat Manusia (Unjuk Kerja Lisan - TP 6.4.2) | Menjelaskan cara Allah memelihara manusia hanya mencakup 1 indikator acuan (pemeliharaan jasmani saja atau talenta saja) dengan bimbingan guru. | Menjelaskan cara Allah memelihara manusia mencakup 2 indikator acuan (pemeliharaan hidup sehari-hari dan keberadaan sesama) secara mandiri. | Menjelaskan cara Allah memelihara seluruh manusia termasuk yang berkebutuhan khusus mencakup seluruh 3 indikator acuan: memberi kehidupan, memelihara melalui orang lain/keluarga, dan menganugerahkan talenta unik sebagai pribadi istimewa. | Menjelaskan seluruh 3 indikator acuan pemeliharaan Allah secara fasih, runtut, mendalam, dan mengaitkannya secara logis dengan konsep pribadi istimewa di hadapan Allah. | | Perwujudan Buah Roh dalam Interaksi (Observasi Sikap - TP 6.4.3) | Hanya menunjukkan 1 perilaku buah Roh (misalnya tertib duduk saja, namun kurang sabar saat giliran atau menyela teman). | Menunjukkan 2 perilaku buah Roh (misalnya bersikap sopan kepada guru dan sabar menunggu giliran rotasi lisan). | Menunjukkan 3 perilaku buah Roh secara konsisten: kasih (peduli teman), sabar (tenang mengantre giliran lisan tanpa gaduh), dan hormat/santun dalam tutur kata interaksi. | Menunjukkan ketiga perilaku buah Roh secara konsisten penuh, berinisiatif menenangkan suasana kelas, dan menghargai teman sepanjang seluruh proses asesmen berlangsung. | | Penyusunan Rencana Tindakan Peduli (Dokumen Penugasan - TP 6.4.4) | Rencana tindakan peduli hanya memuat 1–2 komponen acuan (misal sasaran dan jenis bantuan saja) tanpa kejelasan waktu dan pembagian peran. | Rencana tindakan peduli memuat 3 komponen acuan (sasaran, bentuk tindakan konkret, waktu pelaksanaan) namun pembagian peran belum terinci. | Rencana tindakan peduli memuat lengkap 4 komponen acuan: sasaran sesama yang membutuhkan, bentuk tindakan nyata berbasis buah Roh, jadwal waktu pelaksanaan, dan pembagian peran anggota kelompok yang realistis. | Rencana tindakan peduli memuat lengkap 4 komponen acuan disertai uraian langkah aksi yang sangat terperinci, realistis, dan berorientasi jangka panjang sebagai wujud tanggung jawab orang beriman. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 45 menit untuk tugas tertulis dan rotasi lisan 56 menit berjalan efektif untuk seluruh murid?
- Bagaimana ketercapaian pemahaman murid kelas 6 terhadap hakikat pribadi istimewa dan pemeliharaan Allah pada mereka yang berkebutuhan khusus?
Murid:- Bagian mana dari asesmen sumatif ini yang paling membantuku memahami betapa Allah mengasihi semua orang termasuk yang berkebutuhan khusus?
- Bagaimana aku akan menerapkan rencana tindakan peduli yang sudah disusun bersama kelompok dalam kehidupanku sehari-hari?
SUMBER BELAJAR- Alkitab (Kitab Mazmur 8:1–9 dan 2 Samuel 4:4; 9:1–13)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek, 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek, 2021)
- Kartu Aktivitas Kuis Pemeliharaan Allah
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Novy Amelia Elisabeth Sine, 2022)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Novy Amelia Elisabeth Sine, 2022)
- Alkitab (Galatia 5:22-23 dan Matius 25:31-46)
- Set kartu skenario interaksi dan kartu buah Roh
- Lembar Kerja Rencana Tindakan Peduli
- Alkitab (Kitab 2 Samuel 4:4 dan 2 Samuel 9:1–13, Mazmur 8:1–9, Galatia 5:22–23)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Novy Amelia Elisabeth Sine, Kemendikbudristek 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI
- Lembar Asesmen Sumatif Kelompok (Tugas Analisis Kisah Mefiboset & Format Rencana Tindakan Peduli)
- Lembar Observasi Unjuk Kerja Lisan dan Buah Roh Guru
|